Anda di halaman 1dari 4

METODE PELAKSANAAN

1. Pekerjaan Pondasi Bored Pile


1.1. Pekerjaan Persiapan
Mobilisasi Peralatan
Set Up mesin bor
Persiapan Keranjang
1.2. Pekerjaan Pengeboran
Pekerjaan Pengeboran menggunakan mesin bor auger dengan diameter bor 30cm,
Kemudian memasang casing sementara (bila diperlukan) untuk menghindari runtuhnya
tanah permukaan di sekeliling lubang bor.
Pengeboran dilanjutkan menggunakan Strauss atau Bucket tergantung pada jenis dan
keadaan tanah yang ditemukan sementara kedalaman serta jenis tanah yang keluar
dicatat secara teratur sampai mencapai kedalaman yang ditentukan.
Bila dinding lubang bor runtuh, maka dibutuhkan pengisian air dalam lubang bor selama
proses pengeboran dilaksanakan.
1.3. Proses Pembersihan Lubang
Setelah kedalaman yang diinginkan tercapai, maka proses pembersihan dasar lubang
dimulai dengan menggunakan cleaning bucket. Bahan yang dikeluarkan dan tebalnya
harus dicatat. Proses diulang beberapa kali sampai dasar lubang dalam keadaan relatif
bersih.
1.4. Proses Pengecoran Beton
Begitu selesai pembersihan dasar lubang kemudian dilaksanakan pemasangan keranjang
besi beton disusul pemasangan pipa tremie. Panjang, jumlah dan mutu besi beton
dibuat sesuai spesifikasi teknis.
Bila di dalam lubang terdapat volume air yang cukup banyak dan deras maka
pengecoran dilaksanakan melalui pipa tremie yang ditutup pada ujung bawahnya,
menggunakan plat baja yang dinamakan end plate atau dengan menggunakan plastic
foam sebagai pemisah antara beton dan air.
Pipa tremie dipasang sepanjang lubang yang dibor dengan ujungnya bertumpu pada
dasar lubang.
Beton Readymix dengan slump sesuai spesifikasi dituangkan ke dalam tremie hingga
pipa tersebut terisi penuh. Pipa lalu ditarik + sehingga end plate terlepas dan beton
mengalir. Beton dituangkan lagi ke dalam pipa tremie dan dengan demikian pengecoran
tiang dilanjutkan hingga permukaan beton mencapai ketinggian yang diinginkan. Selama
pengecoran berlangsung ujung bawah pipa tremie harus terbenam di dalam beton. Bila
pipa tremie terlampau panjang maka pipa tremie dengan panjang masing-masing
potongan antara 1-6 meter harus diangkat dan dipotong.
Casing lalu dicabut perlahan-lahan dan pengukuran terakhir dilakukan terhadap beton
untuk memeriksa apakah ketinggian permukaan beton berada di atas rencana dasar
poer setinggi + 1 meter untuk menjamin mutu beton yang baik pada elevasi dasar poer.

2. Pekerjaan Pondasi Batu Kali
2.1. Pekerjaan Persiapan
Rencanakan urutan penggalian, urutan pemasangan pondasi batu kali, tempat
penimbunan tanah hasil galian sementara, sebelum diangkut keluar dari site, juga
tempat penimbunan sementara batu-batu kali tersebut sebelum dipasang.
2.2. Pembuatan Galian
Siapkan alat-alat yang diperlukan.
Menggali tanah dengan ukuran lebar sama dengan lebar pondasi bagian bawah dengan
kedalaman yang disyaratkan.
Menggali sisi-sisi miringnya, sehingga diperoleh sudut kemiringan yang tepat.
Buang tanah sisa galian ke tempat yang telah ditentukan.
Cek posisi, lebar, kedalaman, dan kerapiannya,sesuai dengan rencana.
2.3. Urugan Pasir
Pasir urug diratakan pada dasar galian dan disiram air untuk mendapatkan kelembaban
yang optimum untuk pemadatan.
Padatkan pasir urug tersebut dengan memakai alat stamper.
2.4. Pasangan Pondasi
Pasang patok bantu untuk memasang profil (2 patok untuk tiap profil). Profil dipasang
pada setiap ujung lajur pondasi.
Pasang bilah bantu datar pada kedua patok, setinggi profil.
Pasang profil benar-benar tegak lurus dan bidang atas profil datar. Usahakan titik
tengah profil tepat pada tengah-tengah galian yang direncanakan dan bidang atas profil
sesuai peil pondasi.
Ikat profil tersebut pada bilah datar yang dipasang antara 2 patok dan juga dipaku agar
lebih kuat.
Pasang patok sokong, miring pada tebing galian pondasi dan ikatkan dengan profil,
sehingga menjadi kuat dan kokoh.
Cek ketegakan/posisi profil dan ukuran-ukurannya, perbaiki juka ada yang tidak tepat,
demikian juga peilnya.
2.5. Pasangan Pondasi Batu Kali
Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda tinggi 25 cm dari permukaan
urugan pasir.
Siapkan adukan untuk melekatkan batu-batu tersebut.
Susun batu-batu di atas lapisan pasir urug tanpa adukan (aanstamping) dengan tinggi
20 cm dan isikan pasir dalam celah-celah batu tersebut sehingga tak ada rongga antar-
batu kemudian siramlah pasangan batu kosong tersebut dengan air.
Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan, sesuai
ketinggian benang. Usahakan bidang luar pasangan tersebut rata.
Sediakan tempat untuk lubang-lubang stek kolom dan keperluan-keperluan lain.
Cor stek-stek kolom tersebit dan rapikan pondasinya.
Setelah pasangan mengeras, bagian pinggir/sisi pondasi diurug kembali.

3. Pelaksanaan Pemasangan Bekisting Bataco Putih untuk Poer & Sloof
Pembuatan tanda-tanda yang menyatakan as-as atau level dengan menggunakan cat
warna yang jelas dan tahan lama.
Pekerajaan galian dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia.
Pekerjaan galian dilakukan sesuai gambar rencana dan dilakukan pengukuran dengan
menggunakan waterpass sampai pada elevasi yang diinginkan.
Setelah pekerjaan galian poer & sloof kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan urugan
pasir dan lantai kerja untuk dudukan poer & sloof sesuai dengan elevasi rencana.
Buat profil pada tiap sudut atau tempat yang telah ditentukan. Profil dibuat dari kayu
kaso yang berfungsi sebagi patokan ketgakan pasangan bataco, sehingga profil harus
benar-benar tegak.
Profil-profil diberi tanda setiap ketebalan bataco dan adukan, biasanya digunakan
pensil/spidol untuk menandai profil tersebut.
Pasang benang untuk setiap lapis ( atau tiap dua lapis) dari profil ke profil untuk
mengontrol kelurusan pasangan.
Pasang bataco putih sesuai dengan profil yang telah terpasang.
Cek kerataan bidang pemasangan dengan jidar serta posisi pasangan bataco apakah
sesuai gambar kerja atau belum.

4. Pelaksanaan Pekerjaan Kolom
4.1. Pekerjaan Persiapan
Siapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan.
4.2. Pekerjaan Penulangan
Pengukuran baja tulangan,
Pemotongan baja tulangan,
Perakitan baja tulangan,
Pekerjaan Pemasangan Penulangan
4.3. Pekerjaan Pemasangan Bekisting Kolom
4.4. Pekerjaan Pengecoran
Pekerjaan Pengecoran dilakukan dengan bantuan mobile crane dan concrete pump.
4.5. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Kolom
4.6. Pekerjaan Perawatan Beton

5. Pelaksanaan Pekerjaan Balok dan Pelat
5.1. Pekerjaan Persiapan
5.2. Pekerjaan Bekisting
5.3. Pekerjaan Penulangan
5.4. Pekerjaan Pengecoran
5.5. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting
5.6. Pekerjaan Perawatan
6. a