Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Beton merupakan adukan/campuran bahan-bahan agregat kasar (kerikil),
agregat halus (pasir), semen dan air. Semen berfungsi sebagai bahan perekat dan
air sebagai bahan pembantu guna keperluan reaksi kimjia selama proses
pengerasan dan perewatan beton berlangsung. Sedangkan agregat halus dan
agregat kasar merupakan bahan pengisi, yang memiliki ukuran sedemikian rupa,
sehingga ukuran rongga-rongga dalam agregat minimum. ilai kekuatan dan
ketahanan beton merupakan fungsi dari banyak faktor, diantaranya adalah nilai
banding campuran dan mutu bahan susun, metode pelaksanaan pengecoran,
pelaksanaan finsing, temperature dan kondisi perawatan pengerasannya.
Beton yang merupakan produk manusia dan dibuat dari bahan alami, maka
mutu beton dipengaruhi oleh factor manusia dan faktor alam, sehingga dalam
proses pembuatan beton selalu dibuat perancangan campuran agar diperoleh
kekuatan beton yang dikehendaki.
1.2. TUJUAN PRAKTIKUM
!raktikum dasar yang dlakukan di laboratorium struktur dan bahan
mempunyai sasaran untuk mengenal sifat mekanikal bahan, elemen maupun
system struktur melalui percobaan di laboratorium. "iharapkan dengan percobaan
di laboratorium, mahasiswa mengerti sifat-sifat bahan struktur, termasuk
pengetahuan mengenal gradasi agregat, perancangan dan percobaan
melaksanakan pembuatan campuran beton dengan kekuatan tekan tertentu.
1.3. PEMBAHASAN MASALAH
#arakteristik bahan untuk membuat beton hanya dapat ditentukan dengan
pasti di laboratorium. $anya semen dikendalikan dari pabrik (agar sesuai dengan
standar industri tertentu). %ika digunakan air pencampuran beton dari sumber yang
diketahui baik mutunya, maka pengujian mutu air juga boleh dilakukan. #arena
itu untuk produksi beton dengan karakteristik yang diinginkan, pemeriksaan
agregat dan pengendalian mutu harus dikerjakan secara berkala dengan pengujian
di laboratorium.
1.4. METODE PRAKTIKAN
&etode praktikum yang dilakukan adalah mengadakan pemeriksaan bahan
pembentuk beton sebagai dasar perancangan campuran.
1.5. SISTEM PEMBAHASAN MASALAH
!enulisan laporan praktikum ini terdiri atas lima bab dengan uraian
masing-masing bab sebagai berikut'
B(B ) ' &embahas tentang latar belakang, tujuan praktikum, pembatasan
masalah, metode praktikum dan sistematika pembahasan.
B(B )) ' &embahas tentang agregat halus, yang meliputi pemeriksaan berat
*olume, analisis saringan, pemeriksaan bahan lolos saringan nomor
+,,, pemeriksaan kadar air dan pemeriksaan spesifik gra*ity.
B(B ))) ' &embahas tentang agregat kasar, yang meliputi pemeriksaan kadar air
dan pemeriksaan spesifik gra*ity.
B(B )- ' #esimpulan.
BAB II
AGREGAT HALUS
2.1. PEMERIKSAAN BERAT VOLUME AGREGAT HALUS
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan berat isi agregat halus sebagai perbandingan antara berat
material kering dengan *olumenya.
2. Pea$a%an
a. .imbangan dengan ketelitian ,./ 0 berat contoh
b. .alam dengan kapasitas yang besar untuk mengeringkan contoh agregat
c. .ongkat pemadat diameter /1 mm, panjang 2, cm, yang ujungnya bulat,
terbuat dari baja tahan karat.
d. &istar perata
e. Skop
f. 3adah baja yang cukup kaku berbentuk silinder dengan alat pemegan.
3. Ba&an'Ba&an
(gregat $alus (!asir)
4. P"(e)u Pa*%+*u,
&asukkan agregat kedalam talam sekurang-kurangnya sebanyak
kapasistas wadah. #eringkan di o*en dengan suhu (//, 4 5)
o
6 sampai berat
menjadi tetap untuk digunakan sebagai benda uji.
a. Berat isi lepas'
/. .imbang dan catatlah berat wadah (3/)
+. &asukkan benda uji dengan hati-hati agar tidak terjadi pemisahan
butir-butir dari ketinggian 5 cm, di atas wadah dengan menggunakan
sendok atau skop sampai penuh.
1. 7atakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata
8. .imbang dan catatlah berat wadah beserta benda uji (3+)
5. $itunglah berat benda uji (31 9 3+ : 3/)
b. Berat isi padat
a. .imbang dan catatlah berat wadah
b. )silah wadah dengan benda uji dalam tiga lapis yang sama tebal. Setiap
lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat +5 kali secara merata.
c. 7atakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata
d. .imbang dan catatlah berat wadah beserta benda uji (3+)
e. $itunglah berat benda uji (31 9 3+ : 3/)
5. Pe&+%un-an
"imana'
- 9 isi wadah (dm
1
)

=
1
/
m
kg
V
W
Agregat Isi Berat
.. Da%a Pe!"#aan
OBSERVASI I
N" Pe&+%un-an Pa)a% Ge,#u
( -olume wadah +,;1+ ltr +,;1+ ltr
B Berat wadah 8,581 kg 8,581 kg
6 Berat wadah dan benda uji <,;=, kg <,5;, kg
" Berat wadah benda uji (6 : B) 1,18< kg 1,,1< kg
> Berat *olume ("/() /,/;+ kg/ltr /,,<+ kg/ltr
OBSERVASI II
N" Pe&+%un-an Pa)a% Ge,#u
( -olume wadah +,;1+ ltr +,;1+ ltr
B Berat wadah 8,581 kg 8,581 kg
6 Berat wadah dan benda uji <,;=, kg <,;=, kg
" Berat wadah benda uji (6 : B) 1,18< kg 1,18< kg
> Berat *olume ("/() /,/; kg/ltr /,/; kg/ltr
Bea% V"$u,e Ra%a'a%a /
ltr
kg
II A D I A D
Padat Kondisi /;/ , /
+
/; , / /;+ , /
+
) / ( ) / (
=
+
=
+
=
ltr
kg
II A D I A D
Gembur Kondisi +2/ , /
+
/; , / ,<+ , /
+
) / ( ) / (
=
+
=
+
=
0. Ke(+,1u$an
!ada saat penuangan agregat kedalam wadah dapat terjadi pemisahan
butiran, butir yang kasar akan jatuh terlebih dahulu sedangkan butir yang
halus akan jatuh keluar wadah. $ali ini akan menyebabkan *olume agregat
halus akan berkurang. %adi untuk menghindarinya penuangan dilakukan
sedekat mungkin dengan wadah.
2.2. ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan pembagian butiran (gradasi) agregat. "ata distribusi butiran pada
agregat diperlukan dalam perencanaan adukan beton. !elaksanaan penentuan
gradasi ini dilakukan pada agregat kasar. (lat yang digunakan adalah
seprengkat saringan dengan ukuran jari-jari tertentu.
2. Pea$a%an
a. .imbangan dan neraca dengan ketelitian ,.+ 0 dari berat benda uji
b. Seperangkat saringan dengan ukuran
N" Sa+n-an U*uan Lu#an- 2,,3 U*uan- Lu#an- 2,,3
- =.5 1/;
o. 8 8.<5
o. ; +.12
o./2 /./;
o.1, ,.2
o.5, ,.1
o./,, ,./5
o.+,, ,.,<5
c. ?*en yang dilengkapio pengatur suhu untuk pemanasan sampai (//, 4 5)
o
6
d. (lat pemisah contoh (sample spliter)
e. &esin penggetar saringan
f. .alam-talam
g. #uas, sikat kuning, sendok, dan lain-lain
3. Ba&an
Benda uji diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempatan.
Berat dari contoh yang disesuaikan dengan ukuran maksimum diameter agregat
kasar yang digunakan, seperti diuraikan dari table perangkat saringan.
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. Benda uji dikeringkan didalam o*en dengan suhu (//, 4 5)
o
6 sampai berat.
b. 6ontoh dicurahkan pada perangkat saringan. Susunan saringan dimulai dari
saringan paling besar ditetapkan paling atas. !erangkat saringan diguncang
dengan tangan atau mesin pengguncang selama /5 menit.
5. Da%a Pe!"#aan
Bea% 4"n%"& / 1555 -a,
U*uan
Sa+n-an
2,,3
Bea%
Te%a&an
2-3
Ju,$a&
Bea%
Te%a&an
Pe(en%a(e
Te%a&an
Ku,u$a%+6
Pe(en%a(e
L"$"(
Ku,u$a%+6
S1e!
ASTM
433 ' 73
=.5, , , , , /,,
8.<5 , , , , =5 : /,,
+.12 ,,28/ ,,28/ ,,,28 ==,=12 ;, : /,,
/./; /8,5< /5,+// /,5+= =;,8</ 5, : ;5
,.2, ;<,< /,+,=// /,,181 ;=,25< +5 : 2,
,.1, 55,,,/ 25+,=+/ 25,2+/ 18,1<= /, : 1,
,./5 1+5,+; =<;,+,/ =;,1/8 /,/2; + : /,
!( /2,<; ==8,=;/ /,, - -
<5; , /
/,,
;</ , /<5
/,,
= = =
Tertahan Persen Jml
Kehalusan Modulus
#ur*a @radasi (gregat $alus
.erlampir
.. Ke(+,1u$an
"ari gambar kur*a menunjukkan agregat halus, persentase, lolos
kumulatif yang diperoleh terletak diantara batas yang ditentukan. Berarti
agregat halus dapat digunakan.
2.3. PEMERIKSAAN 8AT ORGANIK PADA AGREGAT HALUS
1. Ke(+,1u$an
&enentukan adanya kandungan bahan organik dalam agregat halus.
#andungan bahan organik yang berlebihan pada unsur bahan beton dapat
mempengaruhi kualitas beton.
2. Pea$a%an
a. Botol gelas tembus pandang dengan penutup karet atau gabus atau bahan
penutup lainnya yang tidak bereaksi terhadap a?$. -olume gelas 9 15,
ml.
b. Standar warna (organic plate)
c. Aarutan a?$ (1 0)
3. Ba&an
6ontoh pasir dengan *olume //5 ml (//1 *olume botol)
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. 6ontoh benda uji dimasukkan ke dalam botol
b. .ambahkan senyawa a?$ 1 0 setelah dikocok, total *olume menjadi
kira-kira B botol
c. Botol ditutup erat-erat dengan penutup, botol dikocok kembali. "iamkan
botol selama +8 jam.
d. Setelah +8 jam, bandingkan warna cairan yang terlibat dengan warna
standar o.1 (apakah lebih tua atau lebih muda)
5. Ha(+$ Pe!"#aan
$asil !ercobaan, warna cairan o.1
.. Ke(+,1u$an
Setelah didiamkan selama +8 jam, ternyata warna cairan yang terlihat
adalah o.1 . $al ini menunjukkan bahwa Cat organic di dalam agregat halus
rendah (tidak berlebih), sehingga agregat dapat dipakai.
2.4. PEMERIKSAAAN KADAR LUMPUR DALAM AGREGAT HALUS
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan presentase kadar Aumpur dalam agregat halus.
#andungan Aumpur D 5 0 merupakan ketentuan dalam peraturan bagi
penggunaan agregat halus untuk pembuatan beton.
2. Pea$a%an
a. @elas ukur
b. (lat pengaduk
3. Ba&an
6ontoh pasir secukupnya dalam kondisi lapangan dengan bahan pelarut air
biasa.
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. 6ontoh benda uji dimasukkan ke dalam gelas ukur
b. .mabahkan air pada gelas ukur guna melarutkan Aumpur
c. @elas dikocok untuk pasir dari Aumpur.
d. Simpan gelas pada tempat yang datar dan biarkan Aumpur mengedap
setelah +8 jam.
e. Ekur tinggi pasir (-/) dan tinggi Aumpur (-+)
5. Pe&+%un-an
0 /,,
+ /
+

+
=
V V
V
Lumpur Kadar
O#(e9a(+ I
.inggi !asir (-/) 9 ;8 ml
.inggi Aumpur (-+) 9 / ml
0 /; , / 0 /,,
/ ;8
/
=
+
= Lumpur Kadar
O#(e9a(+ II
.inggi !asir (-/) 9 ;5 ml
.inggi Aumpur (-+) 9 / ml
0 /2 , / 0 /,,
/ ;5
/
=
+
= Lumpur Kadar
0 /< , /
+
/2 . / /; , /
+
+ /
=
+
=
+
=
KL KL
rata rata Lumpur Kadar
.. Ke(+,1u$an
#adar Aumpur yang terkandung dalam agregat halus adalah /,/< 0,
kadar Aumpur ini lebih kecil dari kadar Aumpur yang disyaratkan yaitu 5 0.
Berarti agregat halus yang digunakan masih memenuhi syarat untuk
digunakan dalam pembuatan beton.
2.5. PEMERIKSAAN KADAR AIR AGREGAT HALUS
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan kadar air agregat dengan cara pengeringan. #adar agregat
adalah perbandingan antara berat air yang terkandung dalam agregat degan
berat dalam keadaan kering. ilai kadar air ini digunakan untuk koreksi
tekanan air untuk beton yang disesuaikan dengan kondisi agregat lapangan.
2. Pea$a%an
a. .imbangan dengan ketelitian ,./ 0 dari berat contoh
b. ?*en yang suhunya dapat diatur sampai (//, 4 5)
o
6
c. .alam loagam tahan karat berkapasitas cukup besar bagi tempat
pengeringan contoh benda uji.
3. Ba&an
Berat minimum contoh agregat tergantung pada ukuran maksimum,
dengan batasan sebagai berikut '
Ekuran &aksimum '
2.1, mm (//8F) 9 ,.5, #g
=.5, mm (1/;F) 9 /.5, #g
/+.<, mm (,.5F) 9 +.,, #g
/=./, mm (1/8F) 9 1.,, #g
+5.8, mm (/.,F) 9 8.,, #g
1;./, mm (/.5F) 9 2.,, #g
5,.;, mm (+.,F) 9 ;.,, #g
2;.5, mm (+.5F) 9 /,.,, #g
<2.+, mm (1.,F) 9 /1.,, #g
;;.=, mm (1.5F) 9 /2.,, #g
/,/.2, mm (8.,F) 9 +5.,, #g
/5+.8, mm (2.,F) 9 5,.,, #g
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. .imbang dan catat berat talam (3/)
b. &asukkan benda uji ke dalam talam, dan kemudian berat talam G benda
uji ditimbang, kemudian catat beratnya (3+)
c. $itung berat benda uji (31 9 3+ : 3/)
d. #eringkan contoh benda uji bersama talam dalam o*en pada suhu (//, 4
5)
o
6 sampai mencapai berat tetap.
e. Setalah kering, contoh ditimbang dan dicatat berat benda uji beserta talam
(38)
f. $itung berat benda uji kering (359 38: 3/)
5. Da%a )an Pe&+%un-an
0 /,,
1
5 1

=
W
W W
Agregat Air Kadar
"imana '
31 9 Berat contoh semula (gram)
38 9 Berat contoh kering (gram)
OBSERVASI I
(. Berat 3adah 9 +;8,// gram
B. Berat wadah G Benda uji (sebelum di o*en) 9 /+;8,// gram
6. Berat wadah G Benda uji (sesudah di o*en) 9 /++,,/2 gram
". Berat Benda Eji (B : () 9 /,,, gram
>. Berat Benda Eji kering (setelah di o*en) 9 =12,,5 gram
[ ]
/
0 ; , 2 0 /,,
,5 , =12
,5 , =12 /,,,
0 /,, KA
E
E D
air Kadar =

=
OBSERVASI II
(. Berat 3adah 9 +=,,2, gram
B. Berat wadah G Benda uji (sebelum di o*en) 9 /+=,,2, gram
6. Berat wadah G Benda uji (sesudah di o*en) 9 /+++,5, gram
". Berat Benda Eji (B : () 9 /,,, gram
>. Berat Benda Eji kering (setelah di o*en) 9 =1/,= gram
[ ]
+
0 1/ , < 0 /,,
= , =1/
= , =1/ /,,,
0 /,, KA
E
E D
air Kadar =

=
0 ,55 , <
+
1/ , < ; , 2
+
+ /
=
+
=
+
=
KA KA
ata ata Air Kadar
.. Ke(+,1u$an
!enyerapan air kondisi SS" agregat halus lebih kecil dari kadar air asli
agregat halus, maka penambahan air adukan dari kondisi agregat halus ini
mengandung arti adanya penggunaan jumlah air yang kurang dibandingkan
dengan kondisi kering muka dan penambahan berat agregat kasar.
2... PEMERIKSAAN SPE4I:I4 GRAVT; < PEN;ERAPAN AGREGAT
HALUS
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan berat jenis (bulk), berat jenis semu (apparent) dan
penyerapan (absorbtion) dari agregat halus menurut prosedur (S.& 6/+;.
ilai ini diperlukan untuk menetapkan besarnya komposisi *olume agregat
dalam adukan beton.
2. Pea$a%an
a. .imbangan dengan ketelitian ,.5 gram yang mempunyai kapasitas
minimum / kg
b. !iknometer dengan kapasitas 5,, gram
c. 6etakan kerucut pasir
d. .ongkat pemadatan dan logam cetakan kerucut pasir.
3. Ba&an
Berat contoh agregat halus disiapkan sebanyak /,,, gram. 6ontoh diperoleh
dari bahan yang diproses melalui alat pemisah atau cara perempatan.
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. (gregat halus yang jenuh air dikeringkan sampai diperoleh kondisi kering
dengan indikasi contoh tercurah dengan baik.
b. Sebagian dari contoh dimasukkan pada H metal sand coid mold H, benda
uji dipadatkan dengan tongkat pemadat (tamper). %umlah tumbukan adalah
+5 kali. #ondisi SS" contoh diperoleh, jika cetakan diangkat, butiran-
butiran pasir longsor / runtuh.
c. 6ontoh agregat halus seberat 5,, gram dimasukkan ke dalam piknometer.
)silah piknometer dengan air sampai =, 0 penuh. Bebaskan gelembung-
gelembung udara dengan cara menggoyang-goyangkan piknometer.
7endamlah piknometer dengan suhu air (<1.8 4 1)
o
I selama +8 jam.
.imbang berat piknometer yang berisi contoh dan air.
d. !isahkan contoh benda uji dari piknometer dan keringkan pada suhu (+/1
4 +1,)
o
I. Aangkah ini harus diselesaikan dalam waktu +8 jam.
e. .imbanglah berat piknometer yang berisi air sesuai dengan kapasitas
kalibrasi pada temeperatur (<1.8 4 1)
o
I dengan ketelitian ,./ gram.
5. Da%a )an Te,1ea%u
I II
(. Berat !iknometer /,/,25 gr //=,<+ gr
B. Berat 6ontoh .anah SS" +5, gr +5, gr
6. Berat !iknometer G air G contoh SS" 5,2,11 gr 522,21 gr
". Berat !iknometer G air 15+,2< gr 8/8,;, gr
>. Berat 6ontoh #ering +85,5 gr +85,5 gr
(pparent Spec. @ra*ity 9
( ) ! D B
E
+
+,58 +,5,
Bulk Spee. #ondisi SS" 9
( ) ! D E
E
+
+,2< +,2+
Bulk Spee. #ondisi SS" 9
( ) ! D B
E
+
+,5= +,58
!ersentase absorsi air 9
0 /,,

E
E B
/,;10 /,;10
RATA'RATA
(pparent Specific @ra*ity +,5+
Bulk Spec. #ondisi #ering +,28
Bulk Spec. #ondisi SS" +,52
!ersentase (bsorbsi (ir /,;1 0
.. Ke(+,1u$an
!ada percobaan ini, berat contoh didalam air tidak dapat diukur langsung
karena agregat halus mudah larut dalam air, sehingga berat yang terukur akan
lebih kecil dari yang sebenarnya. !engukuran tidak langsung dilakukan
dengan cara memasukkan pasir kondisi SS" ke dalam piknometer yang berisi
air. Berat !iknometer dan air diketehui sehingga berat agregat dalam air dapat
dicari. ilai specific gra*ity harus digunakan untuk mencari berat agregat
halus kondisi SS) dalam suatu adukan beton.
BAB III
AGREGAT KASAR
1./ PEMERIKSAAN BERAT VOLUME AGREGAT KASAR
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan berat isi agregat kasar sebagai perbandingan antara berat
material kering dengan *olumenya.
2. Pea$a%an
a. .imbangan dengan ketelitian ,./ 0 berat contoh
b. .alam dengan kapasitas yang besar untuk mengeringkan contoh agregat
c. .ongkat pemadat diameter /1 mm, panjang 2, cm, yang ujungnya bulat,
terbuat dari baja tahan karat.
d. &istar perata
e. Skop
f. 3adah baja yang cukup kaku berbentuk silinder dengan alat pemegan.
3. Ba&an'Ba&an
(gregat #asar (koral)
4. P"(e)u Pa*%+*u,
&asukkan agregat kedalam talam sekurang-kurangnya sebanyak
kapasistas wadah. #eringkan di o*en dengan suhu (//, 4 5)
o
6 sampai berat
menjadi tetap untuk digunakan sebagai benda uji.
/. Berat isi lepas'
a. .imbang dan catatlah berat wadah (3/)
b. &asukkan benda uji dengan hati-hati agar tidak terjadi pemisahan
butir-butir dari ketinggian 5 cm, di atas wadah dengan menggunakan
sendok atau skop sampai penuh.
c. 7atakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata
d. .imbang dan catatlah berat wadah beserta benda uji (3+)
e. $itunglah berat benda uji (31 9 3+ : 3/)
+. Berat isi padat
a. .imbang dan catatlah berat wadah
b. )silah wadah dengan benda uji dalam tiga lapis yang sama tebal. Setiap
lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat +5 kali secara merata.
c. 7atakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata
d. .imbang dan catatlah berat wadah beserta benda uji (3+)
e. $itunglah berat benda uji (31 9 3+ : 3/)
5. Pe&+%un-an
"imana'
- 9 isi wadah (dm
1
)
.. Da%a Pe!"#aan
OBSERVASI I
N" Pe&+%un-an Pa)a% Ge,#u
( -olume wadah =,815 ltr =,815 ltr
B Berat wadah ;,8// kg ;,8// kg
6 Berat wadah dan benda uji ++,58, kg +,,2=, kg
" Berat wadah benda uji (6 : ") /8,/+= kg /+,+<= kg
> Berat *olume ("/() /,8=< kg/ltr /,1, kg/ltr
OBSERVASI II
N" Pe&+%un-an Pa)a% Ge,#u
( -olume wadah =,815 ltr =,815 ltr
B Berat wadah ;,8// kg ;,8// kg
6 Berat wadah dan benda uji ++,55, kg ++,/;, kg
" Berat wadah benda uji (6 : ") /8,/1= kg /1,<2= kg
> Berat *olume ("/() /,8=; kg/ltr /,85= kg/ltr
Bea% V"$u,e Ra%a'a%a /
ltr
kg
II A D I A D
Padat Kondisi 8=<5 , /
+
8=; , / 8=< , /
+
) / ( ) / (
=
+
=
+
=

=
1
/
m
kg
V
W
Agregat Isi Berat
ltr
kg
II A D I A D
Gembur Kondisi 1<=5 , /
+
85= , / 1 , /
+
) / ( ) / (
=
+
=
+
=
0. Ke(+,1u$an
!ada saat penuangan agregat kedalam wadah dapat terjadi pemisahan
butiran, butir yang kasar akan jatuh terlebih dahulu sedangkan butir yang
halus akan jatuh keluar wadah. $ali ini akan menyebabkan *olume agregat
kasar akan berkurang. %adi untuk menghindarinya penuangan dilakukan
sedekat mungkin dengan wadah.
3.2 ANALISIS SARINGAN AGREGAT KASAR
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan pembagian butiran (gradasi) agregat. "ata distribusi butiran
pada agregat diperlukan dalam perencanaan adukan beton. !elaksanaan
penentuan gradasi ini dilakukan pada agregat kasar. (lat yang digunakan
adalah seprengkat saringan dengan ukuran jari-jari tertentu.
2. Pea$a%an
a. .imbangan dan neraca dengan ketelitian ,.+ 0 dari berat benda uji
b. Seperangkat saringan dengan ukuran
o Saringan Ekuran Aubang (mm) Ekurang Aubang (mm)
- =.5 1/;
o. 8 8.<5
o. ; +.12
o./2 /./;
o.1, ,.2
o.5, ,.1
o./,, ,./5
o.+,, ,.,<5
c. ?*en yang dilengkapio pengatur suhu untuk pemanasan sampai (//, 4
5)
o
6
d. (lat pemisah contoh (sample spliter)
e. &esin penggetar saringan
f. .alam-talam
g. #uas, sikat kuning, sendok, dan lain-lain
3. Ba&an
Benda uji diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempatan.
Berat dari contoh yang disesuaikan dengan ukuran maksimum diameter
agregat kasar yang digunakan, seperti diuraikan dari table perangkat saringan.
4. P"(e)u Pa*%+*u,
c. Benda uji dikeringkan didalam o*en dengan suhu (//, 4 5)
o
6 sampai
berat.
d. 6ontoh dicurahkan pada perangkat saringan. Susunan saringan dimulai
dari saringan paling besar ditetapkan paling atas. !erangkat saringan
diguncang dengan tangan atau mesin pengguncang selama /5 menit.
5. Da%a Pe!"#aan
Bea% 4"n%"& / 2555 -a,
Ekuran
Saringan
(mm)
Berat
.ertahan
(gr)
%umlah
Berat
.ertahan
!ersentase
.ertahan
#umulatif
!ersentase
Aolos
#umulatif
Spec
(S.&
611 - =1
1;.,, , , , /,, /,,
+5.,, , , , /,, =, : /,,
/=.,, <5,<; <5,<; ,,1/+ ==,2;; 8, : ;5
/+.5, /,,2,1/ /,;8,,= 8+,8; 5<,5+ /, : 8,
=.5, 2;+,<1 /<22,;+ <,,;< +=,/1 , : /5
8.<5 2==,5; +822,8 =;,=1 /,,< , : 5
!( +<,=, +8=+,=5 /,, , -
/+5=+ , +
/,,
5=+ , +/+
/,,
= = =
Tertahan Persen Jml
Kehalusan Modulus
#ur*a @radasi (gregat #asar
.erlampir
.. Ke(+,1u$an
"ari gambar kur*a menunjukkan agregat kasar, persentase, lolos
kumulatif yang diperoleh terletak diantara batas yang ditentukan. Berarti
agregat kasar dapat digunakan.
3.3 PEMERIKSAAN KADAR AIR AGREGAT KASAR
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan kadar air agregat dengan cara pengeringan. #adar agregat
adalah perbandingan antara berat air yang terkandung dalam agregat degan
berat dalam keadaan kering. ilai kadar air ini digunakan untuk koreksi
tekanan air untuk beton yang disesuaikan dengan kondisi agregat lapangan.
2. Pea$a%an
a. .imbangan dengan ketelitian ,./ 0 dari berat contoh
b. ?*en yang suhunya dapat diatur sampai (//, 4 5)
o
6
c. .alam logam tahan karat berkapasitas cukup besar bagi tempat
pengeringan contoh benda uji.
3. Ba&an
Berat minimum contoh agregat tergantung pada ukuran maksimum, dengan
batasan sebagai berikut '
Ekuran &aksimum '
2.1, mm (//8F) 9 ,.5, #g
=.5, mm (1/;F) 9 /.5, #g
/+.<, mm (,.5F) 9 +.,, #g
/=./, mm (1/8F) 9 1.,, #g
+5.8, mm (/.,F) 9 8.,, #g
1;./, mm (/.5F) 9 2.,, #g
5,.;, mm (+.,F) 9 ;.,, #g
2;.5, mm (+.5F) 9 /,.,, #g
<2.+, mm (1.,F) 9 /1.,, #g
;;.=, mm (1.5F) 9 /2.,, #g
/,/.2, mm (8.,F) 9 +5.,, #g
/5+.8, mm (2.,F) 9 5,.,, #g
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. .imbang dan catat berat talam (3/)
b. &asukkan benda uji ke dalam talam, dan kemudian berat talam G benda
uji ditimbang, kemudian catat beratnya (3+)
c. $itung berat benda uji (31 9 3+ : 3/)
d. #eringkan contoh benda uji bersama talam dalam o*en pada suhu (//, 4
5)
o
6 sampai mencapai berat tetap.
e. Setalah kering, contoh ditimbang dan dicatat berat benda uji beserta talam
(38)
f. $itung berat benda uji kering (359 38: 3/)
5. Da%a )an Pe&+%un-an
0 /,,
1
5 1

=
W
W W
Agregat Air Kadar
"imana '
31 9 Berat contoh semula (gram)
35 9 Berat contoh kering (gram)
OBSERVASI I
(. Berat 3adah 9 +++ gram
B. Berat wadah G Benda uji (sebelum di o*en) 9 +<++ gram
6. Berat wadah G Benda uji (sesudah di o*en) 9 +<,5 gram
". Berat Benda Eji (B : () 9 +5,, gram
>. Berat Benda Eji kering (setelah di o*en) 9 +8;1 gram
[ ]
/
0 2; , , 0 /,,
+8;1
+8;1 +5,,
0 /,, KA
E
E D
air Kadar =

=
OBSERVASI II
(. Berat 3adah 9 +/2,<2 gram
B. Berat wadah G Benda uji (sebelum di o*en) 9 +</2,<2 gram
6. Berat wadah G Benda uji (sesudah di o*en) 9 +2=< gram
". Berat Benda Eji (B : () 9 +5,, gram
>. Berat Benda Eji kering (setelah di o*en) 9 +8;,,+8 gram
[ ]
/
0 <= , , 0 /,,
+8 , +8;,
+8 , +8;, +5,,
0 /,, KA
E
E D
air Kadar

=
0 <15 , ,
+
<= , , 2; , ,
+
+ /
=
+
=
+
=
KA KA
ata ata Air Kadar
.. Ke(+,1u$an
!enyerapan air kondisi SS" agregat kasar lebih kecil dari kadar air asli
agregat kasar, maka penambahan air adukan dari kondisi agregat kasar ini
mengandung arti adanya penggunaan jumlah air yang kurang dibandingkan
dengan kondisi kering muka.
3.4 PEMERIKSAAN SPE4I:I4 GRAVT; < PEN;ERAPAN AGREGAT
KASAR
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan berat jenis (bulk), berat jenis semu (apparent) dan
penyerapan (absorbtion) dari agregat halus menurut prosedur (S.& 6/+;.
ilai ini diperlukan untuk menetapkan besarnya komposisi *olume agregat
dalam adukan beton.
2. Pea$a%an
a. .imbangan dengan ketelitian ,.5 gram yang mempunyai kapasitas
minimum 5 kg
b. #eranjang besi berdiameter +,1.+ mm (;F) dan tinggi 21.5 mm (+.5F)
c. (lat penggantung keranjang
d. ?*en
e. $anduk
3. Ba&an
Berat contoh agregat disiapkan sebanyak // liter dalam keadaan kering muka
(SS" 9 Surface Saturate "ry). 6ontoh diperoleh dari bahan yang diproses
melalui alat pemisah atau cara perempatan. Butiran agregat lolos saringan
o.8 tidak dapat digunakan sebagai benda uji.
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. Benda uji direndam selama +8 jam.
b. Bendan uji dikering mukakan (kondisi SS") dengan menggulung handuk
pada butiran agregat
c. .imbang contoh. $itung berat conton kondisi SS" (()
d. 6ontoh benda uji dimasukkan ke keranjang dan direndam kembali di
dalam air. .emperatur air di jaga (<1.8 4 1)
o
I, dan kemudian ditimbang,
setelah dikeranjang digoyang-goyangkan dalam air untuk melepaskan
udara yang terperangkap. $itung berat contoh kondisi jenuh (B)
e. 6ontoh dikeringkan pada temperatur (+/+ 4 /1,)
o
I, setalah didinginkan,
kemudian ditimbang. $itung berat contoh kondisi kering JK
5. Da%a )an Te,1ea%u
I II
(. Berat 6ontoh .anah SS" 5,,, gr 5,,, gr
B. Berat 6ontoh "alam (ir 1,//,; gr 1,++ gr
6. Berat 6ontoh #ering di Edara 82<2,8; gr 8;=2 gr
(pparent Specific @ra*ity 9
( ) D !
!

+,15 +,8;
Bulk Spee. #ondisi #ering 9
( ) B A
!

+,;/ +,2/
Bulk Spee. #ondisi SS" 9
B A
A

+,5/ +,51
!ersentase absorsi air 9
0 /,,

!
! A
2,=0 +,/0
RATA'RATA
(pparent Specific @ra*ity +,8+
Bulk Spec. #ondisi #ering +,</
Bulk Spec. #ondisi SS" +,5+
!ersentase (bsorbsi (ir 8,5
.. Ke(+,1u$an
!ada percobaan ini, berat contoh didalam air tidak dapat diukur langsung
karena agregat halus mudah larut dalam air, sehingga berat yang terukur akan
lebih kecil dari yang sebenarnya. !engukuran tidak langsung dilakukan
dengan cara memasukkan pasir kondisi SS" ke dalam piknometer yang berisi
air. Berat !iknometer dan air diketehui sehingga berat agregat dalam air dapat
dicari. ilai specific gra*ity harus digunakan untuk mencari berat agregat
halus kondisi SS) dalam suatu adukan beton.
BAB IV
BETON
4.1. PEREN4ANAAN 4AMPURAN BETON
1. Tujuan Pe!"#aan
Entuk menentukan komposit/unsur beton basah dengan ketentuan kekuatan
tekan karakteristik dari slump rencana.
2. Pea$a%an
a. .imbangan
b. !eralatan pembuatan adukan
3adah
Sendok semen
!eralatan pengukur slump
!eralatan pengukuran berat *olume
3. Ba&an
Ensur beton '
(ir
Semen
(gregat halus
(gregat kasar
Lang telah memenuhi syarat/ketentuan
4. P"(e)u Pa*%+*u,
(dapun langkah-langkah pembuatan rencana campuran beton normal yaitu'
/. (mbil kuat tekan beton yang disyaratkan pada umur tertentu
+. $itung de*iasi standart
1. $itung nilai tambah
8. &enghitung kuat tekan beton rata-rata yang ditargetkan
5. &enetapkan jenis semen yang dipakai
2. &enetapkan jenis agregat kasar dan agregat halus. (gregat ini dapat
dalam bentuk tak pecah (pasir atau koral) atau dipecahakan
<. Iaktor air semen ditentukan dengan berpedoman pada tabel +, bila
dipergunakan grafik / atau + ikuti langkah-langkah berikut'
a. .entukan nilai kuat tekan pada umur +; hari dengan menggunakan
tabel +, sesuai dengan semen dan agregat yang dipakai
b. Aihat grafik / untuk benda uji berbentuk silinder atau grafik + untuk
berbentuk kubus
c. .arik garis tegak lurus keatas melalui faktor air semen ,,5 sampai
memotong kur*a kuat tekan yang ditentukan pada sub butir b diatas
d. .arik garis tegak lurus kebawah melalui titik potong tersebut untuk
mendapat faktor air semen yang diperlukan
;. &enetapkan faktor air semen maksimum, dapat dilihat pada tabel / yang
disesuaikan dengan kondisi penggunaan beton tersebut, jika nilai faktor
air semen diperoleh dari butir < diatas lebih kecil dari yang dikehendaki
maka yang dipakai ialah yang terendah
=. &enetapkan tinggi slump
/,. Ekuran agregat ditentukan dari hasil analisa dengan mengambil ukuran
agregat maksimum lolos saringan
//. .entukan kadar air bebas menurut tabel 1 point < (perencanaan beton)
/+. #adar air semen tiap m
1
beton dihitung dari perbandingan kadar air
bebas dengan faktor air semen (no ///< atau ;)
/1. %umlah semen maksimum jika tidak ditetapkan dapat diabaikan
/8. .entukan jumlah semen seminimum mungkin, jika tidak dilihat tabel /
kadar semen diperoleh dari perhitungan jika perlu disesuaikan
/5. .entukan faktor air semen yang disesuaikan jika jumlah semen berubah
karena lebih kecil dari jumlah semen minimum yang ditetapkan (atau
lebih besar dari jumlah semen maksimum yang disyaratkan), maka
faktor air semen harus diperhitungkan kembali
/2. .entukan susunan besar butir agregat halus (pasir) kalau agregat halus
sudah dikenal dan sudah dilakukan analisis ayakan menurut standart
yang berlaku, maka kur*a darei pasir ini dapat dibandingkan dengan
kur*a-kur*a yang tertera dalam grafik 1-2
/<. .entukan persentase pasir dengan menggunakan grafik <-/= dengan
diketahui ukuran butir agregat maksimum pada butir /,, slump butir =
faktor air semen butir /5 dan daerah susunan agregat halus pada butir /2
maka jumlah persentase pasir yang diperlukan dapat dibaca pada grafik.
%umlah ini adalah seluruhnya dari pasir atau fraksi agregat yang lebih
halus dari 5 mm
/;. $itung berat jenis relati*e agregat menurut point < (perencanaan beton)
/=. .entukkan berat jenis beton menurut grafik /, sesuaikan dengan kadar
air bebas yang sudah ditentukan dari tabel 1 dan berat jenis relati*e dari
agregat gabungan butir /;
+,. #adar agregat gabungan 9 berat jenis beton : (kadar air bebas G kadar
air semen)
+/. #adar agregat halus 9 persentase agregat halus (/<) M kadar agregat
++. #adar agregat kasar 9 kadar agregat gabungan(+,) : kadar agregat halus
(+/) dari langkah-langkah tersebut diatas butir /-++ sudah dapat
diketahui susunan campuran bahan-bahan untuk / m
1
beton
+1. #oreksi proporsi campuran menurut perhitungan pada point ;
(perencanaan beton)
+8. Buatlah campuran uji, ukur dan catatlah besarnya slump serta kekuatan
tekan yang sesungguhnya, perhatikanlah hal berikut'
a. %ika harga yang didapat sesuai dengan harga yang diharapakan maka
susunan campuran beton tersebut dapat dikatakan baik jika tidak
maka campuran perlu dibetulkan
b. #alau slumpnya terlalu tinggi / rendah maka kadar air perlu
dikurangi/ditambah (dengan demikian juga kadar semennya, karena
faktor air semen harus dijaga tetap tidak berubah)
c. %ika kekuatan beton dari campuran uji terlalu tinggi atau rendah,
maka faktor air semen dapat atau harus ditambahkan atau dikurangi
sesuai dengan grafik / dan +
4.2. PELAKSANAAN 4AMPURAN
Setelah ditetapkan unsur-unsur campuran, prosedur praktikum untuk
pelaksanaan campuran beton adalah sebagai berikut'
a. Siapkan bahan campuran sesuai dengan rencana berat pada wadah yang
terpisah
b. !isahkan wadah yang cukup menampung *olume beton basah rencana
c. &asukkan agregat kasar dan agregat halus kedalam wadah
d. "engan menggunakan skop atau dengan alat pengaduk, lakukan
percampuran agregat sehingga diperoleh adukan kering agregat dan semen
yang merata.
e. .uangkan //1 jumlah air total kedalam wadah, dan lakukan pencampuran
sampai konsistensi adukan merata
f. .ambahkan lagi //1 jumlah air total kedalam wadah, dan ulangi proses
untuk mendapatkan konsistensi adukan
g. Aakukan pemeriksaan slump
h. (pabila nilai slump sudah mencapai nilai rencana, lakukan pembuatan
benda uji silinder atau kubus beton. %ika belum tercapai slump yang
diingikan, tambahkan sisa air dan lakukan pengadukan kembali
i. Aakukan perhitungan berat jenis beton
j. Buatlah benda uji silinder atau kubus sesuai dengan petunjuk. %umlah benda
uji di tetapkan berdasarkan *olume adukan
k. Aakuakn pencatatan hal-hal yang menyimpang dari perencanaan, terutama
pemakaian jumlah air dan nilai slump
4.3. PER4OBAAN SLUMP BETON
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan ukuran derajat kemudahan pengecoran adukan beton
basah/segar
2. Pea$a%an
a. 6etakan berupa kerucut terpancung dengan diameter bagian bawah +,
cm, bagian atas /, cm dan tinggi 1, cm. Bagian atas dan bawah cetakan
terbuka.
b. .ongkat pemadat dengan diameter /2 cm, panjang 2, cm. Ejung di
bulatkan dan sebaiknya bahan tongkat dibuat dari baja tahan karat
c. !elat liogam dengan permukaan rata dan kedap air
d. Sendok cekung
3. Ba&an
6ontoh beton segar sesuai dengan isi cetakan
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. 6etakan dan pelat dibasahi dengan kain basah
b. Aetakkan cetakan diatas pelat
c. )silah cetakan sampai penuh dengan beton segar dalam 1 lapis. .iap
lapis kira-kira //1 isi cetakan. Setiap lapis dipadatkan dengan tongkat
pemadat sebanyak +5 kali tusukan secara merata. .ongkat pemadat
harus masuk tepat sampai lapisan bawah tiap-tiap lapisan. !ada lapisan
pertama, penusukan bagian tepi dilakukan dengan tongkat dimiringkan
sesuai kemiringan didnding cetakan.
d. Setalah selesai pemadatan, ratakan permukaan benda uji dengan tongkat,
tunggu selama setengah menit, dan dalam jangka waktu itu semua
kelebihan beton segar sekitar cetakan harus dibersihkan
e. 6etakan diangkat berlahan-lahan tegak lurus keatas
f. Balikkan cetakan dan letakkan disamping benda uji
g. Ekurlah slump yang terjadi dengan menentukan perbedaan tinggi
cetakan dengan tinggi rata-rata benda uji
5. Pe&+%un-an
ilai slump 9 tinggi cetakan : tinggi rata-rata benda uji
9 1, cm : /2 cm 9 /8 cm
.. Da%a Ha(+$ Pe!"#aan
%adi dari kedua obser*asi diatas dapat disimpulkan bahwa nilai SAE&!
yang diperoleh /8 cm, diluar batas toleransi yang diiCinkan antara <,5 : /,
cm
0. Ke(+,1u$an
"ibatasinya nilai slump untuk berbagai macam pekerjaan kontruksi karena
untuk mencegah penggunaan adukan yang terlalu encer atau kental. !ada
dasarnya nilai slump beton dapat digunakan apabila memenuhi hal-hal
sebagai berikut'
Beton dapat dikerjakan dengan baik
.idak terjadi pemisahan dari adukan atau segregesi
&utu beton yang disyaratkan masih memenuhi
!engambilan nilai slump minimum diambil dua kali dalam setiap
pengadukan. ilai slump yang diambil adalah nilai slump rata-rata
4.4. PEMERIKSAAN BERAT ISI BETON
1. Tujuan Pe!"#aan
&enentukan berat isi beton. Berat isi beton per sataun isi
2. Pea$a%an
a. .imbang dengan ketelitian ,.1 0 dari berat contoh
b. .ongkat pemadat, dengan diameter /2 mm, panjang 2, cm, ujung
dibulatkan dan sebaiknay terbuat dari baja tahan karat
c. (lat perata
d. .akaran dengan kapasitas ,,,,51 m
1
3. Ba&an'Ba&an
6ontoh Beton segar
4. P"(e)u Pa*%+*u,
a. .imbang dan catat berat takaran (3/)
b. )silah takaran dengan benda uji dalam tiga lapis
c. .iap-tiap lapis dipadatkan +5 kali tusukan secara sempurna
d. Setelah selesai pemadatan, ketuklah sisi taksiran perlahan-lahan sampai
tidak tampak gelembung-gelembung udara pada permukaan serta
rongga-rongga bekas tusukan tertutup
e. 7atakan permukaan pada benda uji dan tentukan beatnya (3+)
5. Pe&+%un-an
Berat isi beton 9 3+ : 3/ / -
"imana
3/ 9 Berat takaran
3+ 9 Berat takaran G beton
- 9 -olume takaran (m
1
)
BAB 5
KESIMPULAN UMUM
1. Periksa Agregat
#ualitas agregat merupakan hal yang sangat penting karena kurang lebih
2,0 - ;,0 bagian dari *olume beton yang terdiri dari padanya. (gregat tidak
hanya dapat membatasi kekuatan beton tetapi sifat-sifat agregat juga
mempengaruhi ketahanan dan perilaku beton.
(gregat pertama-tama ditambalkan pada adukan beton untuk
memperbesar *olumenya. .etapi ternyata sifatnya juga dapat menambah atau
memperbaiki stabilitas dan ketahanan semen dalam adukan. "ari segi
ekonomisnya akan lebih menguntungkan untuk memakai adukan dengan
kandungan agregat sebanyak mungkin dan sedikit mungkin semen didalamnya.
.etapi tetap harus dipertimbangkan sifat dari beton yang diinginkan dalam
keadaan basah dan keringnya.
(gregat alam akan dihasilkan melalui proses penuaan dan pengikisan,
atau dengan memecah batu agregat yang lebih besar. %adi sifatnya akan
bergantung pada sifat induk batunya, misalnya komposisi kimia dan
mineralnya, gra*itasi spesifik, kekerasan, kekuatan, kestabilan kimia dan
fisiknya, struktur pori-porinya, warna dan lain sebagainya. .etapi ada juga sifat-
sifat pada agregat yang tidak terdapat pada batu induknya, yaitu bentuk partikal
dan ukurannya, tekstur permukaan dan sifat masih segaratau sudah keras.
3alaupun semua sifat tersebut sudah diketahui, masih sangat sukar
untuk mendefinisikan agregat yang baik untuk membuat adukan beton. (gregat
yang sifat-sifatnya baik akan menghasilkan beton yang sangat bagus tetapi
agregat yang tidak baguspun bisa juga. 6ontohnya sebuah sampel baru dapat
retak bila dibekukan tetapi bila batu tersebut tercampur dalam adukan tidak
akan mengalami retak. !ada umumnya agregat yang sifatnya tidak balok, tidak
dapat menghasilkan beton yang memuaskan, sehingga diperlukan adanya
pengujian terhadap agregat untuk mengetahui kelayakan sebagai bahan adukan
beton.
2. Perencanaan Beton
Beton merupakan adukan antara semen, agregat halus, kasar dan air.
"alam perencanaan campuran beton, proporsi semen, air, agregat halus dan
kasar diperoleh dari percobaan, perhitungan dan pengetesan dilaboratorium
untuk menghasilkan mutu beton yang diinginkan.
Sifat yang perlu diperhatikan dalam pembuatan beton adalah sifat-sifat yang ada
pada'
/. Beton segar yang mencakup'
- #emudahan pengerjaan
- $omogenitas
+. Beton yang keras mencakup'
- #ekuatan
- #eawetan
3. Kemudahan Pengerjaan
#ekentalan adukan beton mempengaruhi kadar proses pengangkutan,
pengecoran, pencetaka. Beton yang baik berarti mudah dikerjakan tanpa
mengalami pemisahan antara butiran agregat dan air. Sifat kemudahan ini
tergantung pada kondisi peralatan termasuk ukuran dan bentuk benda uji yang
massif, tidak untuk bentuk yang sempit dan penuh tulangan. Iaktor yang
mempengaruhi kemudahan pengerjaan adukan beton'
- %umlah relatif dari pasta dan agregatnya
- !latisitas pasta
- @radasi agregat
- Bentuk dan sifat permukaan
%ika pasta semen dikurangi hingga tidak cukup untuk mengisi tempat kosong
diantara butir agregatnya dengan akibat aliran akan sukar terjadi, maka beton
yang terjadi akan kasar dan sukar dikerjakan.
!lastisitas adukan relati*e tergantung atas jumlah semen dan air, apabila jumlah
air banyak sedangkan semen sedikiy, maka pasta akan sukar terjadi ikatan
dengan agregatnya dan menyebabkan terjadinya pemisahan. .erlalu banyak
semen dan kurangnya air menyebabkan adukan kering dan sukar dicetak. ?leh
karena itu, dalam merancang adukan beton harus ditetapkan persyaratan kadar
semen minimum dan faktor air semen maksimum untuk mencapai slump
tertentu.
4. Homogenitas
(pabila butiran kasar terpisah dari campuran beton segar selama
pengangkutan, pengecoran, pemadatan yang disertai keluarnya air pada
permukaan beton maka dihasilkan beton yang kurang baik mutunya. !eristiwa
ini disebut segresi biasa dan bleeding. .erjadinya kantong-kantong batu yang
mengeras karena adukan beton yang homogen sehingga beton menjadi lemah,
permeabel dan kurang awet.
!emisahan dari butir yang terdapat pada campuran yang heterogen
disebabkan karena pembagian butiran yang kurang seragam dan tidak kontinu.
(danya pemisahan gradasi yang baik cara pengecoran yang baik pula. !ada
campuran yang basah pemisahaan terjadi pada waktu penempatan adukan beton
melalui corong yang terpasang miring dan beton mengalir dengan cepat.
Bleeding adalah yang ditimbulkan akibat adanya pemisahan air dari
campuran beton karena timbulnya air adukan pada permukaan beton yang
disebabkan oleh kurangnya ikatan dengan bahan dalam adukan pada waktu
pengecoran akibatnya pada adukan bagian atas akan lebih basah dari bagian
bawah menjadi porus dan menyebabkan beton lebih mudah mengalami
kerusakan.
5. Kekuatan Beton
&utu beton ditentukan oleh kekuatan mutu beton dan dipengaruhi oleh
beberapa hal sebagai berikut'
a. Pe#an)+n-an A+ Se,en
#ekuatan beton pada umur dan pemeliharaan serta suhu tertentu akan
tergantung pada faktor air semen. "alam praktek perbandingan air semen
merupakan faktor penting sedangkan jumlah air yang diperlukan sangat
tergantung pada'
- !erbandingan semen dan campuran
- !erbandingan semen dan agregat
- @radasi, permukaan, bentuk, kekuatan, dan kekerasan dari agregat
- Besar ukuran agregat
#adar air total adalah jumlah air yang diserap sampai keadaan tersebut
ditambah air bebas diluar pori-pori agregat.
#. Pen-au& u,u #e%"n 1a)a *e*ua%an %e*an
6ampuran beton dengan perbandingan air semen rendah membutuhkan
waktu mengeras yang lebih cepat dibandingkan dengan campuran yang
menggunakan perbandingan air sungai tinggi. Sebagai standar umumnya
diambil kekuatan tekan relati*e kecil, sehingga dapat diabaikan. #ekuatan
tekan pada umur-umur yang lain dapat dikorelasikan dengna kekuatan tekan
umur +; hari.
!. Pe,e$+&aaan Be%"n
Sebelum acuan dibongkar, beton harus telah memiliki kekuatan yang cukup
guna menunjang dan menahan terhadap kerusakan mekanik selama
pembongkaran acuan. 6uring sendiri sebenarnya merupakan proses
pencegahan terhadap kehilangan kadar air yang terlalu cepat dari beton.
Beton yang curingnya kurang cenderung memiliki permukaan yang porus
dan bila terkena air akan menimbulkan perbedaan warna yang besar dan
lebih cenderung terjadi adanya bubuk putih pada permukaan. Selain itu juga
mempengaruhi ketahanan dari permukaan beton.
6. Keawetan Beton
#eawetan Beton merupakan panjang waktu bagi material untuk dapat
melanjutkan pemakaiannya seperti yang telah direncanakan, walaupun terjadi
serangan-serangan dari luar baik fisik, mekanis, maupun kimia. Beton akan
memiliki keawetan yang kurang baik bila terjadi korosi pada tulang beton,
terjadi pengerutan,adanya serangan kimia, pukulan atau benturan dan tidak
stabilnya agregat sehingga menghasilkan retakan. ?leh karena itu perlu adanya
pengontrol mutu bahan dan proporsi capuran untuk mendapatkan beton yang
awet.
7. Pemeriksaan Beton
Selama masa pelaksanaan, mutu beton dan mutu pelaksanaan harus
diperiksa secara kontiyu dari hasil-hasil pemeriksaan kbkenda uji, sehingga
diperoleh cukup data untuk menunjukkan apakah suatau campuran beton
menghasilkan mutu beton seperti yang direncanakan atau tidak.
"alam pemeriksaan beton ini, percobaan-percobaan yang dilakukan antara lain'
a. Peen!anaan Be%"n
&encapur bahan-bahan yang terdiri atas agregat halus, kasar semen dan air
dengan perbandingan tertentu sesuai dengan perhitungan sehingga diperoleh
adukan yang baik
#. S$u,1 Be%"n
Entuk menentukan kekentalan adukan beton
!. Bea% I(+ Be%"n Se-a
Entuk mengetahui perbandingan antara berat beton segar degan *olumenya
). Pe,#ua%an S+$+n)e Be%"n )an !u+n-
Entuk mendapatkan beton yang keras dalam bentuk silinder yang akan
digunakan sebagai benda uji dalam pemeriksaan kekuatan tekan beton
e. Ke*ua%an #e%"n )an #ea% +(+ #e%"n 1a)a%
Entuk mengetahui kekuatan tekan beton dari benda uji umur +; hari dan
untuk mengetahui perbandngan antra berat beton padat terhadap *olumenya.
!emeriksaan kekuatan tekan beton dapat dilakukan untuk dapat mengetahui
gambaran tentang mutu beton dalam waktu singkat. #ekuatan tekan beton
meningkat dengan bertambahnya umur, hingga umur +; kenaikan kekuatan
tekan beton relatif kecil

Anda mungkin juga menyukai