Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BENIGNA PROSTAT


HYPERPLASIA (BPH)
I. Defnisi
Benigna prostst hyperplasia adalah kelenjar prostat
yang mengalami pembesaran, memanjang keatas kedalam
kandung kemih dan menyumbat aliran urin dengan mrenutupi
orifsium uretra (Smeltzer: 2001)
!yperplasia "rostat benigna adalah pembesaran
prostat yang mengenai uretra (nursalam, 200#)
II. Etiologi
1 "roses penuaan dan adanya sirkulasi androgen
membutuhkan perkembangan B"!
2 Bentuk nodular jaringan postat mengalami pembesaran
$ %ormalnya jaringan yang tipis dan fbrous pada
permukaan kapsul prostat menjadi spons menebal dan
membesar
& 'tetra prostati( menjadi tertekan dan sempit
menyebabkan kandung kemih menjadi ken(ang untuk
bekerja lebih keras mengeluarkan urin
) *+ek obstruksi yang lama menyebabkan tegangan dinding
kandung kemih dan menurun elastisitasnya
III. !ni"est!si Klinis
1 "ada a,alnya atau saat terjadinya pembesaran prostat,
tidak ada gejala, sebab tekanan otot dapat mengalami
kompensasi untuk mengurangi resistensi uretra
2 -ejala obstruksi, hesistensi, ukuramya menge(il dan
menekan pengeluaran urin, adanya perasaan berkemih
tidak tuntas, dan retensi urin
$ .erdapat gejala iritasi, berkemih mendadak, sering dan
no(turia
I#. E$!l%!si Di!gnosis
1 "emeriksaan re(tal, tampak lembek, dan lunak
pembesaran prostat simetris
2 'rinalisis untuk menemukan hematuria dan in+eksi
$ Serum kreatinin dan B'% untuk menge/alusi +ungsi ginjal
& Serum "S0 untuk mengetahui adanya kanker, tetapi
mungkin terdapat peningkatan pada B"!
) 1iagnosti( pilihan untuk mengamati uretra, kandung
kemih, dan ukuran prostat, yaitu:
1) 'rodynami(
2) 'S-
$) 2ytourethros(ope untuk mengamati uretra, kandung
kemih, dan ukuran prostat
#. Pengelol!!n
1 "asien dengan gejala ringan B"! tidak berbahaya bagi
semua pasien
2 "enatalaksanaan terapi
$ 1ilatasi balon pada uretra prostat dalam ,aktu yang
singkat dapat menghilangkan gejala
& Bedah .'3", .4'", atau open prostatctectomy untuk
prostat yang terlalu besar, biasanyanya melalui
suprapubik
) Bedah laser
6. Microwave hyperthermia treatments.
#I. Te&!'i
1 "ada derajat 4 : Belum memerlukan tindakan bedah, hanya
diberikan pengobatan konser/ati+
2 "ada derajat 44 : 4ndikasi pembedahan yaitu reseksi
endoskopi melalui uretra (.'3), pengobatan
konser/ati+ hanya kadang5kadang
$ "ada derajat 444 : 3eseksi endoskopi dapat dikerjakan oleh
pembedah yang (ukup berpengalaman,
pembedahan terbuka
& "ada derajat 46 : 7embebaskan penderita dari retensi
urine total dengan memasang kateter atau
sistostomi kemudian dilanjutkan terapi
defniti+ yaitu dengan .'3 atau pembedahan
terbuka
#II. De&!(!t
1 3e(tal -rading
8aitu dengan re(tal tou(her diperkirakan berapa (m
prostat yang menonjol ke dalam lumen rektum yang
dilakukan sebaiknya pada saat buli5buli kosong
-radasi ini adalah :
1) 0 5 1 (m: grade 0
2) 1 5 2 (m: grade 1
$) 2 5 $ (m: grade 2
&) $ 5 & (m: grade $
)) 9 & (m : grade &
"ada grade $ 5 & batas prostat tidak teraba "rostat
fbrotik, teraba lebih ke(il dari normal
2 2lini(al -rading
1alam hal ini urine menjadi patokan "ada pagi hari
setelah bangun pasien disuruh ken(ing sampai selesai,
kemudian di masukan kateter ke dalam buli5buli untuk
mengukur sisa urine
Sisa urine 0 (( : normal
Sisa urine 05)0 (( : grade 1
Sisa urine )051)0 (( : grade 2
Sisa urine 9 1)0 (( : grade $
.idak bisa ken(ing : grade &
$ 4ntra 'retral -rading
1engan alat perondoskope dengan diukur : dilihat bebrapa
jauh penonjolan lobus lateral ke dalam lumen uretra
1) -rade l
2lini(al grading sejak berbulan5bulan, bertahun5tahun,
mengeluh kalau ken(ing tidak lan(ar, pan(aran lemah,
nokturia
2) -rade ll
Bila miksi terasa panas, sakit, disuria
$) -rade lll
-ejala makin berat
&) -rade l6
Buli5buli penuh, disuria, o/er;o, inkontinen(e Bila o/er;o,
inkontinen(e dibiarkan dengan adanya in+eksi dapat terjadi
urosepsis berat "asien menggigil, panas &05&1 (elsius,
kesadaran menurun
6444 We) O" *!%tion
I+. As%,!n Ke'e&!-!t!n
a "engkajian
1) Identitas
5 Umur: biasanya banyak pada pria yang berusia > 50 tahun.
2) Keluhan utama
"ada klien B"! keluhan keluhan yang ada adalah
+rekuensi , nokturia, urgensi, disuria, pan(aran
melemah, rasa tidak lampias: puas sehabis miksi,
hesistensi, intermiten(y, dan ,aktu miksi memenjang
dan akirnya menjadi retensio urine
3) Riayat kesehatan sekarang
!asien memeriksakan diri biasanya karena keluhan kesulian buang air
ke"il ataupun karena retensi urin.
#) Riayat penyakit dahulu
"embesaran
prostat
3esistensi pada leher /esika dan daerah prostat
meningkat
<tot detrusor menjadi lebih
tebal
1ekompensasi otot
detrusor
.indakan
operati+
Resi.o
.e.%&!ng!n
$ol%/e 0!i&!n
Resi.o
in"e.si
G!ngg%!n &!s!
n1!/!n n1!/!n
n1e&i
Pe&%)!,!n
eli/in!si
%&in
G!ngg%!n &!s! n1!/!n
n1!/!n n1e&i
"engosongan tidak
sempurna
4ritasi
Resi.o
In"e.si
1isuri
a
Pe&%)!,!n 'ol!
eli/in!si %&in
3etensi
urine
<tot detrusor gagal
kontraksi
<bstruksi
0danya penyakit yang berhubungan dengan saluran
perkemihan, misalnya 4S= (4n+eksi Saluran =en(ing )
yang berulang "enyakit kronis yang pernah di derita
<perasi yang pernah di jalani ke(elakaan yang pernah
dialami adanya ri,ayat penyakit 17 dan hipertensi
=ondisi patologis yang umum menyebabkan B"! adalah
inter/ensi medis pada pria diatas usia #0 tahun
)) 3i,ayat penyakit keluarga
adanya ri,ayat keturunan dari salah satu anggota
keluarga yang menderita penyakit B"! 0nggota
keluargayang menderita 17, asma, atau hipertensi
$) Riayat psik%s%sial&spiritual
B"! akan menyebabkan peningkatan berkemih,
dorongan ingin berkemih, ayang5ayangan dan
sebagainya yang membuat penderita akan sering
kekamar mandi untuk buang air ke(il, sehingga hal ini
bisa mempengaruhi stabilitas emosi pada penderita
=ebanyakan klien yang akan menjalani operasi akan
mun(ul ke(emasan =e(emasan ini mun(ul karena
ketidaktahuan tentang prosedur pembedahan .ingkat
ke(emasan dapat dilihat dari perilaku klien, tanggapan
klien tentang sakitnya
b "emeriksaan fsik
1) Breath (B51)
Bagaimana perna+asan klien, apa ada sumbatan pada
jalan na+as atau tidak 0pakah perlu dipasang <2
>rekuensi na+as , irama na+as, suara na+as 0da
,heezing dan ron(hi atau tidak -erakan otot Bantu
na+as seperti gerakan (uping hidung, gerakan dada dan
perut .anda ? tanda (yanosis ada atau tidak
2) Blood (B52)
%adi ( takikardi:bradikardi, irama ), tekanan darah, suhu
tubuh, monitor jantung ( *=- )
$) Brain (B5$)
7eliputi daya pen(iuman, rasa, raba, lihat dan
pendengaran dari klien "ada klien biasanya tidak
terdapat gangguan atau masalah pada pola ini
Bagaimana keadaan atau kesan umum, -2S, adanya
nyeri kepala
&) Bladder (B5&)
=lien ditanya tentang pola berkemih, termasuk
+rekuensinya, ragu ragu, menetes 5 netes, jumlah klien
harus bangun pada malam hari untuk berkemih,
kekuatan system perkemihan 0pa ada
ketidaknyamanan pada supra pubik, kandung kemih
penuh 7asih ada gangguan miksi seperti retensi =aji
apakah ada tanda ? tanda perdarahan, in+eksi 7emakai
kateter jenis apa 4rigasi kandung kemih @arna urine
dan jumlah produksi urine tiap hari Bagaimana keadaan
sekitar daerah pemasangan kateter
)) Bo,el (B5))
=lien ditanya tentang de+ekasi, apakah ada kesulitan
seperti konstipasi akibat dari prostrusi prostat kedalam
re(tum !al yang dikaji: >rekuensi de+ekasi,
inkontinensia al/i, konstipasi : obstipasi, bagaimana
dengan bising usus, sudah ;atus apa belum, apakah
ada mual dan muntah
#) Bone (B5#)
0dakah kelemahan pada ektremitas, kesemutan
0pakah kulit tampak pu(at, bagaimana permukaannya,
adakah kelainan pigmentasi, bagaimana keadaan
rambut dan kuku klien 0pakah ada pembengkakan
pada sendi Aari ? jari tremor apa tidak 0pakah ada in+us
pada tangan "ada sekitar pemasangan in+us ada tanda
? tanda in+eksi seperti merah atau bengkak atau nyeri
tekan
+. !s!l!, Ke'e&!-!t!n Y!ng /%n0%l
1 -angguan rasa nyaman (nyeri)
2 "erubahan pola eliminasi urin
$ 3esiko in+eksi
& 3esiko kekurangan /olume (airan
+I. Inte&$ensi D!n R!sion!l
1 -angguan rasa nyaman (nyeri)
a .ujuan
7elaporkan nyeri hilang atau terkontrol
b =riteria
- 7enujukkan penggunaan keterampilan relaksasi
dan aktiftas terapeutik sesuai indikasi untuk situasi
indi/idu
- .ampak rileks, tidur:istirahat dengan tepat
( 4nter/ensi
- =aji, perhatikan, intensitas nyeri (skala 0510)
3: nyeri tajam, intermitens dengan dorongan
berkemih:pasase urin sekitar kateter menunjukkan
spsme kandung kemih
- "ertahankan patensi kateter dan system drainase
"erhankan selang bebas dari lekukkan dan bekuan
darah
3: mempertahankan +ungsi kateter dan drainase
system, menurunkan resiko ditensi:spasme
kandung kemih
- Berikan in+ormasi yang tepat tentang kateter,
drainase, dan spasme kandung kemih
3: menghilangkan ansietas dan meningkatkan
kerjasama dengan prosedur yang dilakukan
- 0jarkan tehnik relaksasi
3: menurunkan tegangan otot, mem+okuskan
kembali perhatian, dan dapat meningkatkan
kemampuan koping
2 "erubahan pola eliminasi urin
a .ujuan
Berkemih dengan normal tanpa retensi
b =riteria
7enujukkan perilaku yang meningkatkan (ontrol
kandung kemih:urinaria
( 4nter/ensi
- =aji haluaran urin dan system kateter:drainase,
khususnya selama irigasi kandung kemih
3: retensi dapat terjadi karena edema area bedah,
bekuan darah, dan spasme kandung kemih
- 'kur /olume residu
3: menga,asi kee+ekti+an pengosongan kandung
kemih
- 1orong pemasukan per oral sesuai kebutuhan
indi/idu
3: mempertahan hidrasi yang adekuat dan per+usi
ginjal untuk aliran urin
- 0,asi .1, nadi dengan sering */aluasi pengisian kapiler
dan membran mukosa oral
3: 7emampukan deteksi dini: inter/ensi hipo/olemik
sistemik
- .ingkatkan tirah baring dengan kepala tinggi
3: 7enurunkan kerja jantung, memudahkan homeostasis
sirkulasi
$ 3esiko in+eksi
a .ujuan
.idak terjadi in+eksi
b =riteria
.idak terjadi tanda5tanda in+eksi
( 4nter/ensi
- Bakukan pera,atan kateter
3: men(egah pemasukan bakteri dan in+eksi
- 0,asi tanda5tanda /ital, perhatikan deman ringan,
mengigil, nadi dan pernapasan (epat, gelisah
3: pasien yang mengalami .'3 beresiko untuk syok
bedah:septi( sehubunagan dengan
manipulasi:intrumentasi
- =olaborasi dalam pemberian antibiotik sesuai
indikasi
3: mungkin diberikan se(ara proflaktik sehubungan
dengan peningkatan resiko in+eksi pada
prostatektomi
& 3esiko kekurangan /olume (airan
a .ujuan
7empertahankan hidrasi adekuat
b =riteria
- .anda5tanda /ital stabil
- 7embrane mukosa lembab
- =eluaran urin tapat
( 4nter/ensi
- 0,asi pemasukan dan pengeluaran (airan
3: indi(ator keseimbangan (airan dan kebutuhan
penggantian
- <bser/asi drainase kateter, perhatihan perdarahan
berlebihan:berlanjut
3: perdarahan tidak umum terjadi 2& jam pertama
- <bser/asi tanda5tanda /ital
3: dehidrasi:hipo/olemia memerlukan inter/ensi
(epat untuk men(egah berlanjut ke syok
(hipertensi, bradikadi, mual:muntal Csindrom
.'3"D memerlukan tindakan medi( segera)
- 1orong pemasukan (airan sesuai kebutuhan
indi/idu
3: membilas ginjal:kandung kemih dari bakteri dan
debris
+II. Re"e&ensi
0l+aro, 3 (1EF#) A''li0!tion o" N%&sing P&o0es 2 Ste' )1 Ste'
G%i3e. "hiladelphia: AB Bipin(ot 2ompany
1onna 1 4gnata/ius, =athy 0!, (1EEG), e3i0!l S%&gi0!l
N%&sing4 5
n3
E3ition. @B Saunders 2o: "hiladelphia
1oenges, 7arylin * (2000) Ren0!n! As%,!n Ke'e&!-!t!n2
Pe3o/!n Unt%. Pe&en0!n!!n 3!n
Pen3o.%/ent!si!n Pe&!-!t!n P!sien. *disi $ *-2:
Aakarta
Bu(kmann, A (1EEG), S!%n3e&s !n%!l O" N%&sing *!&e. @B
Saunders 2o: "hiladelphia
BongH B2 and "hipps @A (1EF)) Essenti!l o" e3i0!l S%&gi0!l
N%&sing 2 A N%&sing P&o0ess A''&o!0, St Bouis 2/
7osby 2ompany
Bu(kman % Sorensen, (1EE&), e3i0!l S%&gi0!l N%&sing4 6o%&t,
e3ition @B Saunders 2o: "hiladelphia
%ursalam (200#) As%,!n Ke'e&!-!t!n '!3! P!sien 3eng!n
G!ngg%!n S1ste/ Pe&.e/i,!n. Salemba 7edika:
Aakarta
Sjamsu, 3 !idajat, @im de Aong, (1EEG), B%.% A(!& Il/% Be3!,
*-2: Aakarta
Smeltzer, Suzanne 2 (2001) B%.% A(!& Ke'e&!-!t!n e3i.!l7
)e3!, B&%nne& 8 S%33!&t. *disi: F *-2: Aakarta
Sta+ "engajar >=5 '4 ( Bagian Bedah ), (1EE)), K%/'%l!n K%li!,
Il/% Be3!, Bina 3upa 0ksara: Aakarta