Anda di halaman 1dari 23

BAB.

I
PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Toksoplasmosis merupakan salah satu penyakit infeksi dalam kehamilan yang
biasa tergabung dalam kelompok penyakit TORCH ( Toxoplasma gondii, Rubela,
CMV, Herpes simpleks, virus lainnya! Toksoplasma kongenital yang memba"a
dampak teratogenik kongenital pada bayi yang dilahirkan harus dapat dibedakan
dengan kelainan kongenital akibat pengaruh faktor genetik murni atau karena
pengaruh luar murni, misalnya karena pengaruh obat # obatan, radiasi dan lain #
lain!
$
Toksoplasma kongenital ter%adi karena adanya infeksi oleh Toksoplasma
gondii pada ibu selama kehamilan, sehingga dapat menimbulkan &a&at kongenital
yang dapat menyerang semua %aringan maupun organ tubuh, termasuk sistem saraf
pusat dan perifer yang mengendalikan fungsi gerak, penglihatan, pendengaran,
sistem kadiovaskuler serta metabolisme tubuh! 'nak ( anak yang menderita
toksoplasmosis kongenital memilki ge%ala yang berat dan berakibat fatal, atau
sama sekali tidak menimbulkan ge%ala! )era%at berat ringannya ge%ala tergantung
pada usia kehamilan saat terkena infeksi dan pengobatan yang dilakukan!
*enegakkan diagnosis toksoplasmosis kongenital didapatkan dari pemeriksaan
selama kehamilan sebagai deteksi dini dan pemeriksaan setelah bayi lahir!
+, ,, -
Menurut penelitian di .or"egia, didapatkan sebanyak /,$01 "anita
mendapat infeksi Toksoplasma gondii selama kehamilan, yaitu sekitar $2$/ dari
kehamilan! 3edangkan penelitian di *eran&is menyebutkan infeksi primer yang
ter%adi pada kehamilan adalah $24// sampai $2$/// dari seluruh kehamilan, dan
dari ibu dengan infeksi primer tersebut didapatkan kelainan ringan ter%adi pada
$/1 bayi, dan kelainan yang berat ter%adi pada $ diantara $/!/// kelahiran!
+, -
5eberapa penelitian di 6ndonesia mendapatkan dari ibu yang menderita
toksoplasmosis, sebanyak 471 bayi dapat menderita toksoplasmosis kongenital
bila ibu tersebut tidak mendapatkan pengobatan selama kehamilan! 3ementara
pada kelompok ibu yang mendapatkan pengobatan, hanya sebanyak +-1 bayi
mereka yang menderita toksoplasma kongenital! Hal tersebut menun%ukkan bah"a
pengobatan terhadap infeksi toksoplasmosis selama kehamilan mempengaruhi
angka ke%adian dari toksoplasmosis kongenital!
4
$
3eperti yang telah disebutkan sebelumnya, bah"a kelainan kongenital
akibat infeksi Toksoplasma gondii tergantung usia kehamilan saat infeksi, maka
bila infeksi ter%adi pada kehamilan trimester pertama, ada sebanyak $- 1 %anin
akan terinfeksi! 5ila infeksi ter%adi pada trimester kedua dan ketiga kemungkinan
%anin terinfeksi adalah sebesar +81 # 481! 9adi, semakin muda usia kehamilan
saat ter%adi infeksi, makin ke&il kemungkinan %anin terinfeksi, tetapi kerusakan
akan semakin berat! Toksoplasmosis dapat bersifat asimptomatik pada sekitar 7/1
bayi ataupun simptomatik yang menimbulkan manifestasi klinis yang khas untuk
infeksi TORCH, namun tidak khas untuk toksoplasmosis! 'ngka kematian pada
bayi dengan infeksi kongenital yang bersifat simptomatik adalah sebesar $+1
+
!
I.2 Tujuan
1. :ntuk mengetahui etilogi, patogenesis, patofisiologi dari toksoplasmosis
kongenital!
2. :ntuk dapat megenali manifestasi klinis dan pemeriksaan yang perlu
dilakukan untuk menegakkan diagnosis!
3. :ntuk dapat melakukan penatalaksanaan dan pen&egahan toksoplasmosis
kongenital!
BAB. II
ISI
II.1 Definisi
Toksoplasmosis kongenital adalah suatu keadaan terinfeksinya %anin dalam
kandungan se&ara in utero yaitu melalui transmisi plasenta akibat infeksi primer
Toksoplasma gondii pada ibu selama masa gestasi!
,,-,4

+
;eadaan tersebut akan menimbulkan kelainan pada masa perinatal ataupun
&a&at ba"aan pada neonatus yang ringan ataupun berat, langsung dimulai pada
saat usia neonatus atau dengan kata lain simptomatik, atau dengan sekuele atau
relaps dari infeksi yang tidak terdiagnosa sebelumnya pada setiap saat atau di
kemudian hari, sehingga ketika lahir asimptomatik, kemudian ge%ala baru mun&ul
beberapa hari, minggu, bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian!
+, 7
II.2 Etiologi an Siklus Hiu!
6nfeksi toksoplasmosis kongenital disebabkan oleh Toksoplasma gondii! *arasit
ini merupakan golongan proto<oa dan hidup di alam bebas! Toksoplasma termasuk
dalam phylum ampi&ompleksa, kelas proto<oa dan sub kelas &o&&idia!
7,0
=enus Toksoplasma hanya terdiri dari satu spesies yaitu Toksoplasma
gondii. *arasit ini mempunyai sifat yang tidak umum dibandingkan dengan genus
lain, di antaranya dapat menginfeksi hospes perantara dalam kisaran yang sangat
luas ( tidak sangat spesifik ! Hospes perantara yang mudah terinfeksi antara lain
adalah he"an berdarah panas, manusia dan burung! 3edangkan sebagai hospes
definitifnya adalah famili >alidae, yaitu ku&ing!
+, 7, 0
Toksoplasma dikenal , stadium, yaitu ?
4, 7, @
( Stadium takizoit, adalah bentuk aktif dari trofo<oit dengan spesifikasi
berbentuk oval atau seperti bulan sabit, ditemukan pada keadaan infeksi akut,
menginvasi dan bermutiplikasi hanya dalam %aringan hidup!
( Stadium bradizoit, ditemukan pada keadaan infeksi laten, yaitu dalam bentuk
kista %aringan yang berdiameter +(- A -(0 Bm menetap dalam berbagai
%aringan tubuh, terutama pada susunan saraf pusat, otot skelet, otot %antung!
( Stadium sporozoit, dalam stadium ini parasit ditemukan dalam bentuk ookista
bersifat infeksius
*arasit yang masuk dalam phylum ini memiliki karakteristik utama, yaitu
bersifat obligat intraselular, yaitu siklus hidupnya yang kompleks baik se&ara
seksual ataupun aseksual!
a. Hospes Definitif :
,
)alam hospes definitif, yaitu ku&ing Toksoplasma gondii mengalami siklus
seksual dan aseksual! ;u&ing yang terinfeksi kista %aringan dari daging hospes
perantara yang dimangsanya! ;ista masuk ke lumen usus dan pe&ah,
kemudian mengalami multiplikasi dalam mukosa usus men%adi ski<on dan
trofo<oit! 3ki<on berubah men%adi mero<oit dan ter%adilah siklus seksual
( gametogoni dengan terbentuknya makrogamet #mikrogamet sehingga
ter%adi fertilisasi selama , ($/ hari dalam usus ku&ing dan terbentuk ookista
yang diekskresikan le"at feses! Trofo<oit yang terbentuk akan masuk dalam
siklus aseksual dengan berubah men%adi taki<oit yang menyebar ke tubuh
hospes!
$,-,4
b. Hospes Perantara :
)alam hospes perantara, yaitu manusia, Toksoplasma gondii hanya mengalami
siklus aseksual! )i a"ali dengan tertelannya ookista atau sporo<oit melalui
makanan yang terkontaminasi kotoran ku&ing, ataupun kista %aringan karena
memakan daging yang mentah atau setengah matang, kemudian ookista
diubah men%adi pseudokista masuk ke %aringan melalui vasa limfatika, yaitu
nodus limfatikus dan menyebar se&ara hematogen ke plasenta, hati nodus
limfatikus, thymus! 3ebagian pseudokista berubah men%adi kista dan
memasuki otak, otot skelet, otot %antung, paru # paru! membentuk kelompok #
kelompok taki<oit yang membelah se&ara &epat dan aktif! Cama kelamaan,
ke&epatan membelahnya berkurang dan membentuk bradi<oit dalam %aringan
sehingga ter%adi infeksi yang bersifat laten!
$,7

II." Patogenesis an Patofisiologis
3e&ara umum, toksoplasmosis tidak ditularkan dari manusia ke manusia, ke&uali
pada toksoplasmosis kongenital! *enularan pada %anin biasanya ter%adi bila infeksi
diperoleh pada ibu yang se&ara imunologis normal selama masa kehamilannya,
dengan kata lain ter%adi infeksi primer selama masa gestasi! Danita yang terinfeksi
-
toksoplasmosis sebelum kehamilan tidak menularkan toksoplasmosis yang
dideritanya kepada %aninnya!
7, @
6nfreksi primer pada "anita hamil ter%adi melalui dua tahap, yang pertama
adalah tahap infeksi terhadap maternal, yang kedua adalah transmisi infeksi dari
maternal ke fetus, sehingga mampu menimbulkan kelainan kongenital!
7
6nfeksi terhadap maternal selama gestasi dia"ali dengan dua &ara, yaitu
peroral ataupun parenteral!

6nfeksi yang didapat se&ara peroral didapatkan karena
"anita hamil tersebut mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh ookista
dari feses yang menempel pada bulu ku&ing atau hinggap di makanan, atau bisa
%uga disebabkan karena dikonsumsinya daging mentah atau setengah matang yang
mengandung kista! 3edangkan se&ara parenteral infeksi didapatkan bila "anita
hamil tersebut terkontaminasi parasit pada ke&elakaan laboratorium, mendapat
transfusi atau dari organ yang ditransplantasikan kepadanya!
-, 7

3elan%utnya setelah "anita hamil tersebut mendapat infeksi primer, maka
akan ter%adi tahapan # tahapan proses infeksi, yaitu fase primer, fase sekunder dan
fase tersier!
Fase primer, disebut %uga keadaan parasitemia!
)ia"ali dengan mulai masuknya darah ibu yang mengandung parasit tersebut
ke dalam plasenta, sehingga ter%adi keadaan plasentitis dengan gambaran
adanya reaksi inflamasi menahun pada desidua kapsularis dan reaksi fokal
pada vili korialis! *ada fase ini Toksoplasma gondii berkembang biak merusak
sel # sel tubuh!
8

Fase Sekunder, disebut %uga fase produksi antibodi!
*ada fase ini ter%adi penghan&uran ( lisis taki<oit dalam tubuh yang
terinfeksi, ke&uali di bagian tubuh yang hanya sedikit mengandung antibodi,
seperti otak, mata! *ada fase ini %uga terdapat respons imun dengan
pembetukan imun selular dan imun humoral sehingga taki<oit menghilang dari
%aringan! )alam organ yang hanya sedikit mengandung antibodi tersebut,
parasit tetap berkembang biak dan menimbulkan manifestasi klinik!
$,+
Fase Tersier, disebut %uga fase kronis yaitu pembentukan kista!
4
;ista yang terbentuk akan menetap dalam otot dan ter%adi neuroaksis
(reaktivasi baru kista yang pe&ah dan menyebabkan inflamasi lokal dan reaksi
hipersensitivitas!
$,+
)ari ketiga fase tersebut fase yang penting dalam transmisi parasit dari
maternal ke fetus adalah fase parasitemia! *ada saat kadar parasit dalam hal ini
adalah pseudokista banyak dan tubuh belum memproduksi antibodi, pseudokista
memasuki plasenta dan mampu mele"ati sa"ar plasenta dan menginfeksi fetus!
3etelah pseudokista sampai di fetus, maka selan%utnya ter%adi lagi fase primer,
sekunder, tersier!
$, +
5ila infeksi tersebut ter%adi pada kehamilan trimester 6 dan tidak diobati,
maka penyakit yang ditimbulkan pada bayi %arang, namun biasanya lebih berat
dibandingkan bila infeksinya ter%adi pada trimester 66 dan 666! 9adi makin muda
usia kehamilan saat ter%adi infeksi, maka makin ke&il kemungkinan %anin
terinfeksi, namun akan lebih berat kerusakan yang ter%adi!

*erbedaan frekuensi
penularan ini, paling mungkin akibat aliran darah plasenta, virulensi dan %umlah
Toksoplasma gondii yang didapat, dan %uga kemampuan imunologis ibu yang
mampu membatasi fase parasitemia dan masuk ke fase produksi antibodi!Hal ini
%uga dapat ter%adi karena pada trimester 6 masih ter%adi organogenesis, yang akan
sangat mudah mengalami gangguan bila ada infeksi pada proses tersebut!
+, 7
II.4 #anifestasi $linis
3ebagian besar 9anin dengan toksoplasmosis kongenital dapat dilahirkan dengan
toksoplasmosis kongenital yang asimptomatik maupun simptomatik, tanpa
memandang infeksi tersebut ter%adi pada trimester 6, 66 atau 666!

5ayi yang lahir
prematur ge%ala klinisnya lebih berat bila dibandingkan bayi yang lahir dengan
usia kehamilan &ukup bulan (aterm, karena organ bayi prematur yang belum
matur diperberat ker%anya dengan adanya infeksi kongenital yang ter%adi!
$,+, 4
5ayi toksoplasmosis yang lahir asimptomatik atau normal, dalam arti
ketika bayi lahir nampak tidak ada kelainan, namun ge%alanya baru timbul
beberapa hari, minggu, bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian! 3edangkan
sebagian ke&il lagi bersifat simptomatik, dengan menun%ukkan ge%ala khas untuk
7
infeksi Toksplasmosis pada kedua organ, yaitu mata dan susunan saraf pusat ( 33*
! =e%ala khas tersebut dikenal dengan nama trias klasik berupa korioretinitis,
hidrocephalus, dan kalsifikasi cerebral! Hal tersebut ter%adi karena pada fase
sekunder, dimana ter%adi respons imunitas humoral dengan pembentukan antibodi
untuk membatasi parasitemia dengan melisiskan trofo<oit yang ada di tubuh tidak
ter%adi pada kedua organ tersebut karena bagian tubuh tersebut hanya
mengandung sedikit antibodi, sehingga parasit tersebut tetap berkembang biak!
3edangkan ge%ala yang umumnya ter%adi dapat berupa, abortus, 6:>),
splenomegali,ikterik, demam, hepatomegali, limfadenopati, pneumonia, konvulsi,
dan kelainan psikomotorik!
$,+ ,4
.amun, berdasarkan penelitian )esmonts dan Couvreur bayi yang
dilahirkan dari "anita yang mengalami infeksi primer pada masa gestasinya
diklasifikasikan sebagai berikut ?
-
1. Tidak ada infeksi kongenital
2. 6nfeksi kongenital subklinis
3. 6nfeksi toksoplasmosis kongenital ringan
4. 6nfeksi toksoplasmosis kongenital berat
5. Meninggal setelah dilahirkan
5erbagai manifestasi klinis yang ter%adi pada bayi dengan toksoplasmosis
kongenital, antara lain ?
a. Abortus spontan, lahir mati, prematuritas, !"# berat badan ba$i lahir
rendah %
;eadaan # keadaan tersebut sebagian besar ter%adi karena adanya infeksi pada
trimester 6 kehamilan, dimana pada saat itu ter%adi proses organogenesis!
;arena sifat dari Toksoplasma gondii adalah menyerang sel # sel berinti, maka
sel # sel yang sedang berdiferensiasi untuk membentuk berbagai ma&am organ
mengalami gangguan dalam prosesnya, sehingga manifestasi klinis yang
ter%adi bersifat berat!
8
b. SSP #susunan saraf pusat %
0
=angguan yang paling sering ter%adi adalah Hidrocephalus, sebagai salah satu
trias klasik dari toksoplasmosis! *ada toksoplasmosis kongenital, ter%adi
vaskulitis dari periakuaduktus dan periventrikuler disertai dengan
pengelupasan %aringan otak, hal ini akan menimbulkan obstruksi pada
akuaduktus sylvii dan foramen monroe sehingga CC3 yang dihasilkan tidak
dapat mengalir dan lama kelamaan tertimbun dan menyebabkan ter%adinya
hidro&ephalus! Kalsifikasi dapat ter%adi di &erebri ataupun seluruh bagian otak,
tetapi terdapat ke&enderungan lebih sering ter%adi di nukleus kaudatus, pleksus
koroid, dan subependim
7
!
Manifestasi neurologis yang lain dari toksoplasmosis kongenital bervariasi
dari ensefalopati masif akut ke sindrom neurologis yang tidak terlihat!
Toksoplasmosis %uga harus selalu dipikirkan sebagai penyebab setiap penyakit
neurologis yang tidak terdiagnosis pada anak diba"ah umur $ tahun, terutama
bila disertai kelainan pada organ mata!
7,8
;eadaan yang lain yang %uga merupakan manifestasi klinis toksoplasmosis
kongenital pada 33* adalah anen&ephal ataupun mikrosefali! Mikrosefali
biasanya menggambarkan kerusakan otak yang berat, tetapi beberapa anak
yang diobati menun%ukkan perbaikan!!;eterlibatan spinal dan bulber, mungkin
dimanifestasikan sebagai paralisis tungkai, kesulitan menelan dan distress
pernafasan! 3edangkan Toksoplasmosis yang tidak diobati dan baru berge%ala
ketika berusia $ tahun dapat menimbulkan banyak pengurangan pada fungsi
kognitif dan gangguan perkembangan!
7
c. &ata
Hampir pada semua individu dengan infeksi kongenital yang tidak diobati
akan berkembang men%adi lesi korioretina pada masa de"asa, dengan
manifestasi berupa korioretinitis sebagai salah satu ge%ala dari trias klasik
toksoplasmosis, retinitis nekrotisasi, abalasio retina yang bersifat unilateral,
bilateral yang dapat melibatkan makula, sehingga menimbulkan keluhan(
keluhan penglihatan kabur, fotofobia, epifora!
7
;erusakan pada saraf optikus dapat menimbulkan gangguan dalam
proyeksi %alur visual dalam otak atau korteks visual yang dapat menimbulkan
gangguan penglihatan yang bersifat sentral! )alam kaitannya dengan lesi retina,
@
vitritis, uvea anterior dapat sangat meradang dan menyebabkan eritema pada mata
bagian luar!
7

*enemuan okuler lain meliputi sel dan protein dalam ruangan anterior
( kamera okuli anterior , endapan keratin luas, sinekia posterior, nodulus pada
iris, kadang(kadang menimbulkan kenaikan tekanan intraokuler dan
perkembangan glaukoma!
7
;eterlibatan kerusakan pada otot #otot ekstraokuler dapat ter%adi se&ara
langsung, dan bermanifestasi sebagai strabismus, nistagmus, gangguan visus
dan mikrooftalmia!
7
d. Telin'a
Toksoplasmosis kongenital dapat menimbulkan kelainan pendengaran
sensorineural, baik ringan maupun berat! 5elum diketahui apakah keadaan ini
merupakan gangguan statis atau progresif!
7
e. (ulit
Manifestasi kulit pada bayi dengan toksoplasmosis kongenital meliputi
petekie, ekimosis, atau perdarahan luas akibat trombositopenia, dan ruam!
Ruam dapat berupa bintik(bintik halus, makulopapular difus, lentikuler,
makula merah kebiruan tua, berbatas tegas dan papula biru difus! Ruam
tersebut bisa ditemukan di seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak
kaki!
7
6kterus yang nampak pada bayi dikarenakan keterlibatan hati dengan
infeksi Toksoplasma gondii atau disertai dengan hemolisis, sedangkan sianosis
dikarenakan pneumonitis interstitial, ataupun edema yang disebabkan
miokarditis ataupun sindroma nefrotik akibat infeksi kongenital tersebut!
7
f. )r'anome'ali
Manifestasi organomegali, seperti hepatomegali, splenomegali disebabkan
karena multiplikasi intraseluler taki<oit di dalam organ yang bersangkutan,
yaitu hepar dan lien!
$,0
II.% Diagnosis
8
:ntuk melakukan diagnosis terhadap toksoplasmosis kongenital, dapat dilakukan
beberapa &ara, diantaranya adalah dengan &ara melihat ge%ala kliniknya, dengan
pemeriksaan serologi ataupun histopatologi!
0
a. *e+ala klinik
3eperti diatas, dapat dilihat dari keadaan dan manifestasi klinis pada masing #
masing organ setelah %anin lahir!
b. Histopatolo'i
)ibuat dengan mengisolasi Toksoplasma gondii dari darah, &airan tubuh,
ataupun potongan atau preparat %aringan tubuh! 5ila ditemukan Toksoplasma
gondii dalam stadium Taki<oit, berarti infeksi tersebut adalah infeksi akut!
3edangkan bila ditemukan kista %aringan disertai sel nekrosis sulit
membedakan apakah infeksi tersebut bersifat akut atau kronik!
7

:ntuk pengambilan sampel yang diperlukan dari ibu, pengambilan darah,
&airan tubuh ataupun preparat %aringan adalah dengan &ara seperti biasa,
namun yang lebih khusus adalah pengambilan sampel untuk %anin yang masih
dikandung dengan tu%uan diagnostik prenatal! 3ediaan &airan amnion
didapatkan dengan &ara amniosintesis sebanyak E ,7ml setelah usia kehamilan
$4 minggu, bila terpaksa dilakukan pada usia kehamilan F $4 minggu,
amniosintesis diambil E $ml setiap minggu! :ntuk sediaan darah dapat
dilakukan kordosintesis, yaitu dengan mengambil darah vena umbilikalis
sebanyak $(@ ml! :ntuk mendapatkan sampel %aringan, diambil sampel vilus
korionik ( CV3 2 Chorioni& Villus 3ampling

yang dapat dilakukan pada usia
kehamilan 0 bulan, namun dengan risiko yang berkaitan dengan kematian
%anin, untuk selan%utnya diinokulasikan di men&it dan diperiksa dengan
mikroskop untuk menemukan Toksoplasma gondii!
+,7
c. Serolo'i
*emeriksaan se&ara serologis berguna untuk menegakkan diagnosis infeksi
toksoplasmosis pada maternal dan toksoplasmosis kongenital pada fetus!
)iagnosis dapat dibuat dengan mendeteksi antibodi 6gM spesifik dan 6g=
spesifik untuk Toksoplasma gondii ataupun 6g' anti *,/, dan 6gG!
-

$/
*ada ibu, 6gM dibentuk pada a"al infeksi sebagai respons imun
primer, yaitu $ minggu setelah infeksi akut, dan men&apai pun&aknya dalam +
minggu dan memiliki "aktu paruh yang pendek, sehingga hanya akan
bertahan +(, bulan! 'ntibodi 6gM tidak dapat menembus plasenta karena
molekulnya paling besar diantara antibodi lainnya! 9anin baru dapat
memproduksi 6gM sendiri pada usia kehamilan $+ minggu! 9adi, bila ter%adi
infeksi primer pada maternal pada usia kehamilan kurang dari $+ minggu, 6gM
tidak akan ditemukan pada darah %anin! .amun, bila infeksi ter%adi pada usia
kehamilan lebih dari $+ minggu maka 6gM dapat ditemukan dalam darah %anin
sampai kurang lebih + # , bulan setelah infeksi intrauterin!
+, $/, $$

'ntibodi 6g= pada ibu terbentuk beberapa hari atau minggu setelah
6gM mun&ul sebagai respons imun sekunder! 3etelah dibentuk, kadar titer 6g=
terus meningkat dan men&apai pun&aknya dalam + bulan dan akan menetap
selama bertahun #tahun dengan kadar rendah, karen a"aktu paruhnya yang
pan%ang! 'ntibodi 6g= dapat menembus barier plasenta, sehingga dapat
ditemukan dalam darah %anin pada semua usia kehamilan bila ter%adi infeksi
intrauterin! *erbedaannya terletak dalam titer imunoglobulinnya! *ada usia
kehamilan kurang dari +/ minggu, titer 6g= %anin sama dengan titer 6g= pada
ibu! 3edangkan pada usia kehamilan lebih dari +/ minggu, dimana %anin sudah
bisa memproduksi 6g= sendiri, titer 6g= pada %anin merupakan pen%umlahan
antara 6g= ibu dan 6g= %anin!
+, $/, $$

)engan demikian, pada infeksi intrauterin oleh Toksoplasma gondii,
dapat dideteksi adanya 6gM pada maternal dan %anin yang berada dalam usia
kehamilan lebih dari $+ minggu! )itemukannya 6gM pada %anin merupakan
bukti nyata infeksi pada %anin yang dapat tetap ditemukan pada masa
neonatus! .amun, sebagian besar 6gM tidak ditemukan pada neonatus tapi
hanya ditemukan adanya antibodi 6g=! Hal ini disebabkan "aktu paruh 6gM
lebih pendek, sehingga dalam %angka "aktu tertentu dari mulainya infeksi
intrauterin sampai ketika lahir 6gM sudah menghilang, tapi malahan 6g=
sudah terbentuk! )itemukannya 6g= pada neonatus dapat men%adikan
ditegakkannya diagnosis toksoplasmosis kongenital, ataupun %ustru
$$
menyingkirkannya! 5ila saat lahir 6g= ditemukan pada neonetus, kemudian
sampai beberapa minggu titernya mengalami penurunan bahkan sampai
hilang, hal tersebut menun%ukkan bah"a bayi tersebut tidak terinfeksi
Toksoplasma gondii, namun hanya mendapatkannya se&ara pasif dari ibu yang
terinfeksi sebelum kehamilan! 3edangkan, bila titer 6g= nya tetap ada, bahkan
men%adi naik, berarti neonatus tersebut mndapatkan infeksi toksoplasmosis
kongenital!
+, 4
'khir # akhir ini antibodi 6g' anti *,/ dan antibodi 6gG spesifik dipakai
sebagai diagnosis dari toksoplasmosis kongenital! 6g' diproduksi dalam
%umlah besar oleh sel plasma dalam %aringan limfoid yang terdapat di
sepan%ang saluran &erna yang diproduksi akibat tertelannya ookista atau kista
%aringan! )alam penelitian )e&oster dkk, selama fase akut toksoplasmosis,
dapat dideteksi adanya antibodi 6g' anti *,/ pada seluruh serum penderita!
;adang # kadang antibodi ini di%umpai sesudah timbulnya 6gM spesifik,
namun selalu lebih dahulu daripada 6g= spesifik!

*ada kebanyakan kasus,
ketika 6g= terus naik dan 6gM menetap, maka 6g' menghilang terlebih dahulu
( antara , # 8 bulan dan tidak terdeteksi sebelum kelahiran atau pada fase
kronis toksoplasmosis! 'danya 6g' se&ara definitif membuktikan adanya
infeksi kongenital, karena seperti halnya 6gM, 6g' tidak dapat mele"ati barier
plasenta! 3edangkan antibodi 6gG spesifik dibentuk segera setelah infeksi,
bersamaan dengan pembentukan 6gM, sebelum dibentuk 6g' dan tidak pernah
menetap selam lebih dari - bulan! 'ntibodi ini terdeteksi pada bayi dengan
toksoplasma kongenital pada tahun pertama kehidupannya, karena antibodi
6gG dari ibu tidak dapat mele"ati barier plasenta!
$+, $,
5erbagai &ara pemeriksaan serologi, antara lain ?
Pe&eriksaan antiboi Ig' tokso!las&a
$, +, -, 4, 7
1. :%i pe"arnaan 3abin(>eldman ( 3abin(>eldman dye test
:%i ini bersifat sensitif dan spesifik untuk mengukur antibodi 6g=
$+
2. :%i antibodi >loure&ent antibodi ( 6>'T H 6g= 6ndire&t >loure&ent
'ntibody
Hasil titernya &enderung paralel! 'ntibodi 6g= yang diperiksa dengan &ara
ini biasanya tampak $(+ minggu sesudah infeksi! Titer tertinggi (I $?$///
sesudah 7(@ minggu, kemudian menurun dalam "aktu berbulan(bulan
sampai bertahun # tahun! 3edangkan titer terendah ($? - # $? 7- menetap
seumur hidup! :%i ini tidak sesensitif u%i pe"arnaan sabin(>eldman!
3. :%i 'glutinasi ( 5io(Merieux,Cyon,*eran&is
Hanya tersedia di Gropa, bersifat spesifik, sederhana dan tidak mahal!
4. )ouble 3and"i&h GC63' 6g=
3ensitif dan spesifik untuk antibodi 6g= toksoplasma
5. 6g= 'vidity
*emeriksaan 6g= avidity, dilakukan untuk melihat kronisitas dari infeksi
Toksoplasma gondi. 5ila hal tersebut diketahui, maka pengobatan ataupun
tindakan amniosintesis yang tidak diperlukan dapat di&egah! Hhhhhasil
dari pemeriksaan avidity 6g= berupa nilai standar aviditas yang berupa ?
( Rendah ? bila aviditasnya F $4 1
( 3edang ? bila aviditasnya ,/ 1
( Tinggi ? bila aviditasnya J,/ 1
5ila aviditasnya rendah, berarti infeksi baru sa%a ter%adi yaitu kurang dari -
bulan! .amun, bila aviditasnya tinggi, berarti infeksi yang ter%adi sudah
lampau, yaitu lebih dari - bulan!
Pe&eriksaan antiboi Ig# tokso!las&a
-,7
1. :%i antibodi >loures&ent 6gM ( 6gM(6>'
:%i 6gM 6>' kurang spesifik untuk mendeteksi bayi yang terinfeksi
toksoplasmosi kongenital pada saat lahir, namun lebih menun%ukkan
infeksi toksoplasmosis yang bersifat akut pada anak yang lebih tua, karena
6gM mun&ul lebih a"al, yaitu 4 hari sesudah infeksi dan menghilang lebih
&epat daripada 6g=!
2. GC63' 6gM
$,
5ersifat sensitif dan spesifik, bila ditemukan hasilnya positif maka
menun%ukkan bah"a kemungkinan adanya infeksi toksoplasmosis
kongenital pada bayi!
3. 6gM 6mmunosorbent 'ssay ( 6gM 63'='
5ersifat spesifik dan sensitif, karena dapat mendeteksi antibodi 6gM
spesifik sebelum dan untuk masa yang lebih lama daripada &ara lain!
Pe&eriksaan antiboi IgA P"( tokso!las&a
$$
)engan 6mmuno&apture test, yaitu dengan mendeteksi antibodi 6g' *,/
dari bahan darah %anin yang diambil pada trimester 66 ( ketika fungsi imun
%anin mulai berfungsi dan dipastikan bah"a sampel darah murni berasal
dari %anin!
Pe&eriksaan antiboi IgE tokso!las&a
7,$/
*emeriksaan antibodi 6gG toksoplasma pada dugaan kasus toksoplasmosis
kongenital dapat dilakukan dengan &ara GC63' 6gG ataupun 63'=' 6gG
3erodiagnosis toksoplsmosis pada "anita hamil, tidak dapat dibuat dengan
mengukur titer <at antibodi 6g= spesifik hanya pada sekali pemeriksaan, karena
tidak dapat dibedakan antara infeksi akut atau kronik! :ntuk memastikan infeksi
akut primer harus ditemukan serokonversi titer 6g= dari negatif men%adi positif!
;enaikan titer ini bermakna apabila dilakukan - kali dengan hasilnya pada
pemeriksaan serial!
$/
9adi, titer tunggal tidak mempunyai arti klinis, hanya
perubahan titer yang bermakna didapatkan sedikitnya bila pengu%ian dilakukan +
kali!
$/
)engan demikian, arti klinis dari pemeriksaan serologis adalah sebagai berikut
?
$,+
1) ;e&urigaan adanya infeksi primer akut, bila ?
( Terdapat serokonversi 6g= atau peningkatan 6g= +(- kali lipat dengan interval
+(, minggu
( Terdapatnya 6g' dan 6gM positif menun%ukkan infeksi $(, minggu yang lalu
( 6g= aviditynya rendah, yaitu F $4 1
( Hasil 3abin # >eldman26>' J ,// 6:2ml atau $ ? $///
( 6gM(6>' $?@/ atau 6gM(GC63' +!7// 6:2ml
$-
2) 6g= rendah dan stabil tanpa disertai 6gM diperkirakan infeksi lampau
3) 3ebagian penderita memiliki 6gM persisten yang akan positif selama bertahun
# tahun? hal ini hanya ter%adi pada 41 penderita toksoplasmosis kronik, hanya
akibat variasi "aktu paruh dari 6gM!
4) 5ila antibodi 6g' toksoplasma ditemukan dalam darah bayi, maka pasti bayi
tersebut menderita toksoplasmosis kongenital dan berada dalam infeksi akut!
5) 5ila antibodi 6gG toksoplasma ditemukan dalam darah bayibpada tahun
pertama kehidupannya, berarti telah ter%adi toksoplasmosis kongenital, yang
merupakan infeksi akut atau reaktivasi!
d. Pemeriksaan !ain
*emeriksan yang dimaksud disini adalah :3= dan *CR! 5ila infeksi pada
maternal sudah dipastikan, maka dilakukan pemeriksaan :3= yang dilakukan
setiap + minggu selama kehamilan untuk menilai kelainan fetus, apakah ada
kelainan pada susunan saraf pusatnya, misalnya hidro&ephalus atau anen&ephal!
3elan%utnya dian%urkan untuk amniosintesis sebelum usia kehamilan $+ minggu
masa gestasi dan diperiksa dengan *CR! *emeriksaan *CR ( *olymerase Chain
Rea&tion berguna untuk mendeteksi adanya ).' ( gen 5$ toksoplasma!
-
3edangkan pemeriksaan dengan CT(3&an, MR6, Ophtalmoskop,
merupakan pemeriksaan penun%ang untuk bayi yang lahir dengan manifestasi
klinis yang terlihat ( simptomatis ! *emeriksaan ini hanya sekedar untuk
memastikan kelainan yang khas pada toksoplasmosis kongenital, misalnya untuk
menentukan ukuran ventrikel pada bayi dengan hidro&ephalus yang diduga akibat
toksoplasmosis kongenital, tapi tetap didukung oleh pemeriksaan histopatologis
dan serologi!
7
II.) Diagnosis Baning
5anyak manifestasi toksoplasmosis kongenital mirip dengan yang ter%adi pada
penyakit perinatal lainnya,terutama penyakit yang disebabkan oleh
$4
sitomegalovirus! ;alsifikasi intraserebral ataupun korioretinitis tidak bersifat
patognomonis! ;urang dari 4/1 anak diba"ah usia 4 tahun dengan korioretinitis
yang memenuhi kriteria serologis untuk toksoplasmosis kongenital! *enyebab lain
dari sebagian besar kasus lainnya belum diketahui! =ambaran klinik pada bayi
baru lahir dapat %uga sesuai dengan gambaran sepsis, sifilis, atau penyakit
hemolitik!
7

II.* Pengobatan
*engobatan yang di berikan lebih banyak bertu%uan untuk menurunkan risiko
infeksi terhadap %anin! .amun, pengobatan dapat %uga untuk mengurangi dera%at
penyakit pada %anin yang sudah terlan%ur terinfeksi toksoplasmosis!
8
Obat # obatan yang dipakai dalam kasus toksoplasmosis kongenital adalah ?
$, +
( Spiram$cin ?
Mekanisme ker%a 3piramy&in adalah dengan menghambat pergerakan mR.'
pada parasit dengan memblokade 4/s Ribosome! )engan demikian, sintesa
protein parasit akan terhenti dan kemudian mati!
( Sulfonamida ?
Mekanisme ker%a dari 3ulfonamida adalah dengan menghambat sintesa asam
folat, memblokade en<im yang membentuk asam folat dari *'5', sebagian
lagi menginaktivasi en<im # en<im yang berperan dalam respirasi parasit!
( Pirimetamin ?
Mekanisme ker%anya sama dengan sulfonamida
( Sulfadia,in
*engobatan pada kasus toksoplasmosis kongenital dibagi men%adi ?
a! Pen'obatan terhadap -anita hamil den'an infeksi Toksoplasma 'ondii
*engobatan dalam kehamilan masih bersifat kontroversial, karena obat dapat
membahayakan %anin yang dikandung! Oleh karena itu, "anita hamil biasanya
tidak mendapat obat # obatan, ke&uali %ika suatu organ vital, misalnya mata,
otak atau %antung terinfeksi atau %ika ge%alanya berat dan menetap di dalam
tubuh!

.amun pengobatan pada "anita hamil yang se&ara imunologis normal
namun terinfeksi Toksoplasma gondii pada saat konsepsi ( infeksi primer
$7
dapat mengurangi peluang infeksi pada plasenta dan keparahan kelainan
kongenital pada %anin kurang lebih 7/1! Obat # obatan yang digunakan adalah
obat # obatan yang kemungkinan dapat menembus sa"ar plasentanya sedikit
dan tidak bersifat teratogenik, yaitu 3piramy&in yang diberikan pada trimester
pertama!
,, 7
'lasan digunakannya 3piramy&in untuk menangani infeksi primer pada
kehamilan adalah ?
-
( 'ktivitas intraselularnya sangat tinggi
( ;onsentrasi di plasenta yang sangat tinggi ( 7,+ mg2C , sehingga dapat
men&egah infiltrasi infeksi maternal ke %anin!
( 'man bagi fetus, karena hanya sedikit kadar 3piramy&in yang dapat
menembus plasenta!
( )itoleransi dengan baik oleh ibu hamil
)osis 3pirami&yn sebagai profilaksis toksoplasmosis kongenital adalah , kali
sehari , %uta 6nternasional :nit ( , M6: selama , minggu, lalu diulang setelah
interval + minggu hingga saat partus! 9adi, 9ad"al pemberiannya aalah , minggu
dengan obat ( ;uur 6 , tenggang + minggu tidak boleh minum obat # obat
antibiotik apapun, kemudian dilan%utkan dengan ;uur 66 3piramy&in, + minggu
bebas obat, ;uur 666 dan seterusnya! *engobatan dengan %ad"al ini dimaksudkan
agar kista yang dindingnya sukar ditembus setelah terpapar antibiotika dapat
pe&ah lagi, setelah ditunggu + minggu! *engobatan harus terus dilakukan
sepan%ang kehamilan untuk men&egah ter%adinya penularan ke %anin! )alam
pengobatan dengan 3piramy&in agar lebih efektif, maka flora usus harus selalu
di%aga tetap dalam %umlah normal agar pseudokista dalam limfonodus mesenterik
dan vili # vili usus turut ter&erna (biasanya dengan pemberian vitamin 5
Compleks!
$,+, -, 7
b! Pen'obatan terhadap toksoplasmosis kon'enital
3emua bayi yang baru lahir yang terinfeksi harus diobati, baik yang simptomatik
ataupun asimptomatik! *ada bayi dengan infeksi kongenital, pengobatan mungkin
$0
efektif dalam mengatasi penyakit akut interuptif yang merusak organ vital! 5ayi
harus diobati selama $ tahun!
:ntuk 7 bulan pertama, diberikan *irimetamin, sulfonamida, ;alsium
Ceukovorin, ketentuannya adalah sebagai berikut ?
7
*irimetamin diberikan se&ara oral, dengan dosis dan ketentuan $(+
mg2kg2+-%am selama + hari, kemudian $mg2kg2+-%am selama + bulan,
kemudian $mg2kg552+-%am , kali dalam $ minggu!
3ulfonamida diberikan dengan dosis $// mg2kg55, diberikan dosis
pembebanan, kemudian $// mg2kg552+- %am dalam dua dosis terbagi!
;alsium Ceukovorin dengan dosis 4($/ mg2+- %am dalam dua dosis terbagi!
:ntuk 7 bulan berikutnya, regimen diatas tetap diteruskan, atau diberikan selang
sebulan dengan 3piramy&in 4/mg2kg55 dua kali dalam satu hari!
-, 7
:ntuk bayi dengan keterlibatan sedang sampai berat, dalam hal ini yang
dimaksud adalah simptomatik, regimen 7 bulan pertama dapat dilan%utkan sampai
$ tahun penuh atau dimodifikasikan dengan pemberian *irimetamin
$mg2kg552+-%am selama 7 bulan pertama!
$
II.+ Pen,ega-an
*en&egahan ter%adinya toksoplasmosis kongenital adalah dengan &ara men%aga
agar tidak ter%adi infeksi akut selama kehamilan, ataupun %ika memang sudah
ter%angkit infeksi akut segera diobati!
+
5eberapa langkah # langkah pen&egahan yang dapat dilakukan agar
selama kehamilan tidak mendapat infeksi akut dari Toksoplasmosis kongenital,
antara lain adalah sebagai berikut ?
7, 0, @
1. Mencegah infeksi ibu dengan cara meminimalkan paparan terhadap parasit
dalm berbagai stadium :
a. Men&egah infeksi dari makanan ?
$@
Meminimalkan paparan terhadap parasit Toksoplasma gondii dengan %alan
memasak daging yang akan dikonsumsi dengan pemanasan internal 0/
/
C
($4@
/
> sedikitnya $4 # ,/ menit!
Menghindari mengkonsumsi susu kambing yang tidak dipasteurisasi!
Menghindari mengkonsumsi telur mentah
Tidak menyentuh membran mukosa mulut atau mata sementara memegang
daging mentah
3elalu men&u&i alat # alat dapur, permukaan dapur yang berkontak dengan
daging mentahdengan sabun dan air hangat!
Membersihkan tangan dengan air dan sabun setelah mempersiapkan
daging mentah untuk dimasak!
b! Men&egah infeksi oleh ookista yang diekskresikan ku&ing
Men&u&i buah # buahan dan sayuran sebelum dikonsumsi
Men&egah masuknya lalat, ke&oa dan lain # lain pada makanan
Men&egah kontak dengan benda yang Menghindari kontak dengan
benda yang kemungkinan terkontaminasi oleh kotoran ku&ing!
Menghindari kontak langsung dengan tanah yang potensial sebaga
tempat ookista, karena ookista akan mampu bertahan dalam tanah
dalam "aktu yang sangat lama dan tidak terpengaruh oleh buruknya
kondisi lingkungan atau menggunakan sarung tangan selama kontak
dengan tanah kemudian &u&i tangan dengan sabun dan air!
Membuang feses ku&ing dari kandang ku&ing setiap hari untuk
men&egah ookista sporulasi!
)esinfeksi kotak kotoran ku&ing selama 4 menit dengan air yang
hampir mendidih!
Tidak memberikan daging mentah pada ku&ing, ataupun membiarkan
ku&ing memburu rodensia atau burung liar!
$8
2. Menunda kehamilan sampai dengan, minimal bulan setelah terinfeksi
Toksoplasma gondii
12
!. Mengidentifikasi "anita #ang beresiko dengan menggunakan u$i serologis
7
II.. Prognosis
*engobatan yang spesifik lebih a"al pada bayi yang terinfeksi se&ara
kongenital biasanya prognosisnya baik karena dapat menghilangkan ge%ala klinis
ataupun men&egah kerusakan lebih lan%ut dari manifestasi toksoplasmosis seperti,
korioretinitis aktif, meningitis, ensefalitis, hepatitis, splenomegali dan
trombositopenia! 3edangkan keterlambatan diagnosis dan terapi, dihubungkan
dengan prognosis yang lebih buruk!
-,4
+/
BAB.III
$ESI#PULAN
1. Toksoplasmosis kongenital adalah suatu keadaan terinfeksinya %anin dalam
kandungan se&ara in utero yaitu melalui transmisi plasenta akibat infeksi
primer Toksoplasma gondii pada ibu selama masa gestasi!
2. Tokosoplasma gondii mengalami siklus seksual dan aseksual dalam siklus
hidupnya dalam tubuh hospes definitif dan hospes perantara melalui ,
stadium, yaitu ? stadium taki<oit, bradi<oit dan sporo<oit!
3. 6nfreksi primer pada "anita hamil ter%adi melalui dua tahap, yang pertama
adalah tahap infeksi terhadap maternal, yang kedua adalah transmisi
infeksi dari maternal ke fetus, sehingga mampu menimbulkan kelainan
kongenital!
-! :ntuk melakukan diagnosis terhadap toksoplasmosis kongenital, dapat
dilakukan beberapa &ara, diantaranya adalah dengan &ara melihat ge%ala
kliniknya, dengan pemeriksaan serologi ataupun histopatologi!
4! *engobatan toksoplasmosis kongenital bertu%uan untuk menurunkan risiko
infeksi terhadap %anin dan %uga untuk mengurangi dera%at penyakit pada %anin
yang sudah terlan%ur terinfeksi toksoplasmosis! Obat # obatan yang dipakai dalam
kasus toksoplasmosis kongenital adalah 3piramy&in, 3ulfonamida, *irimetamin,
3ulfadia<in
7! *en&egahan ter%adinya toksoplasmosis kongenital adalah dengan &ara
men%aga agar tidak ter%adi infeksi akut selama kehamilan, ataupun %ika
memang sudah ter%angkit infeksi akut segera diobati!
0! *engobatan yang spesifik lebih a"al pada bayi yang terinfeksi se&ara
kongenital biasanya prognosisnya baik, keterlambatan diagnosis dan terapi
dihubungkan dengan prognosis yang lebih buruk!
DA/TA0 ISI
+$
1. Haksohusodo 3u"ard%i! 6nfeksi Toxoplasma gondii ( Toxoplasmosis )alam
;ehamilan dalam 6nfeksi TORCH, *atogenesis, 6nfeksi Maternal, ;ongenital
dan *engobatannya! Medika >;(:=M K Layasan 6novasi 5iomolekular
;edokteran Haksohusodo! Logyakarta! +//+! Hal ? $- # +,
2. 3unaryo Rustam! 6nfeksi Toxoplasma )alam ;ehamilan dalam Gthi&al )igest!
.o!+,! Tahun 666! 9akarta! 9anuari +//7! Hal ? -@ # 4+
3. .o name! Ca&at ba"aan ? Toksoplasmosis ;ongenital! 'vailable from ?
http ? 22"""!medi&astore!&om2med2detailMpyk!phpN!
4. Chandra =alatia! Toxoplasmo gondii ? 'spek 5iologi, Gpidemiologi,
)iagnosis dan *enatalaksanaannya! 'vailable from ? http ?
22"""!tempo!&o!id2medika2arsip2/4+//$2pus(html!
5. 3taf *enga%ar 5agian *arasitologi >;:6! Toksoplasma gondii dalam
=andahusada 3risasi (ed dkk *arasitologi ;edokteran! Gdisi ketiga! Cetakan
ketiga! 5alai *enerbit >;:6! 9akarta! +///! Hal ? $4, # $7$
6. M&Ceod Rima, Remington 9a&k!3! Toksoplasmosis dalam 5ehrman,
RG,Vaughan, VC, .elson, DG (ed, 6lmu ;esehatan 'nak ( .elson
Textbook of *ediatri&s alih bahasa 3iregar, MR, Maulani, Rf! Gdisi AV! 9ilid
6 ! Volume +! G=C! 9akarta! +///! Hal ? $+/- # $+$-
7. 6ndra"ati 'gustin! *enyakit 6nfeksi ? Toksoplasmosis, 'spek ;esehatan, dan
*enatalaksanaan! 'vailable from ? http
?22"""!emedi&ine!&om2&giin2fox"eb!exe2make<oom!

8. .o name! *reventing Congenital Toxoplasmosis! 'vailable from ? http
?22"""!&d&!gov2mm"r2previe"2mm"rhtml2rr-8/+a4!
9. Dink%osastro Hanifa! Toksoplasmosis dalam 3aifudin 'bdu 5ari (ed 6lmu
;ebidanan! Gdisi ketiga! Cetakan kelima! Layasan 5ina *ustaka 3ar"ono
*ra"irohard%o! 9akarta! $888! Hal ? 40+ # 40,
10. 3taf *enga%ar 6lmu ;esehatan 'nak >;:6! 6munologi dalam Hassan rusepno
(ed dkk 5uku ;uliah 6lmu ;esehatan 'nak $! Cetakan kesepuluh! 5agian 6lu
;esehatan 'nak >;:6! 9akarta! +//+! Hal ? +, # +8
11. *erhimpunan )okter 3pesialis *enyakit )alam 6ndonesia! 6munologi )asar
dalam 5arata"id%a%a ;arnen, Rengganis, 5uku '%ar 6lmu *enyakit )alam!
9ilid 66! Gdisi ketiga! 5alai *enerbit >;:6! 9akarta! +//$! Hal? , # 8
++
12. 3ukri .adar, dkk! *eranan antibodi 6g' dan 6gG pada )iagnosis
Toksoplasmosis dalam Ma%alah ;edokteran 6ndonesia! Volume ? -0! .omor ?
$$! 9akarta! .opember $880! Hal 47, # 470
13. 5udi%anto 3tephanus! ;! 'ntibodi 6g' anti *,/ sebagai petanda pada
toksoplasmosis kongenital dan akut dalam Ma%alah ;edokteran 6ndonesia!
Volume ? -4! .omor ? $! 9akarta! 9anuari $884! Hal 7$ # 7-
14. .o name! Toxoplasmosis! 'vailable from ? http ?22"""!my
yahoo!&om2&onfig2&storeN!optH&ontentK!urlHhttp
1,a22health!yahoo!&om2ne"s2rss2&hildrens!
+,