Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Dusun Apung Kecamatan Bathin III ULu Kabupaten Bungo, Propinsi
Jambi merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki potensi batubara,
hal ini ditandai telah beroperasinya sejumlah perusahaan tambang di
wilayah Kabupaten Bungo diantaranya PT. Kuansing Inti Makmur yang
berlokasi di kecamatan Jujuhan , PT. Tambulun Pangian Indah yang
berlokasi di jujuhan, PT. Tanjung Batang Asam yang berlokasi di jujuhan,
PT. Nusantara Termal Coal yang berlokasi di Rantau Pandan, PT. Basmal
Utama Nusantara yang terletak di Kecamatan Pelepat, PT. Andalas Nusa
Indah di Kecamatan Pelepat, PT. Duta Bara Nusantara yang berlokasi di
Rantau Pandan dan lain-lain. maka dipandang perlu untuk melakukan
penilaian di lokasi yang mungkin memiliki potensi batubara. Penyelidikan
Perpanjangan eksplorasi pada Kuasa Pertambangan CV. Beruang Putih
yang akan dilaksanakan berdasarkan Surat Keterangan Izin Penyelidikan
Umum Nomor 545/ 390/ DPELH, tanggal 12 Mei 2007 dengan luas
wilayah 3.000 (tiga ribu) hektar yang terletak di Bathin III Ulu
berdasarkan ploting Dinas Kehutanan dan Perkebunan sebagian wilayah
dan titik koordinat masuk kedalam hutan produksi (HP) CV. Beruang Putih
melakukan pengurangan titik koordinat dan berdasarkan permohonan
Pemerintah Daerah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Bungo Nomor
264/ DPELH Tahun 2008 tanggal 10 Juni 2008 Tentang Pemberian Kuasa
Pertambangan Eksplorasi Batubara Kepada CV. Beruang Putih seluas 2000
(dua ribu) hektar yang terletak di Dusun Apung Kecamatan Bathin III Ulu
Kabupaten Bungo Kemudian CV. Beruang Putih, kemudian perusahaan
sudah melakukan peningkatan Akta Notaris dari perusahaan commaditer
menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan Keputusan Bupati Bungo Nomor
369/ DESDM Tahun 2009 Tentang Persetujuan Perpanjangan Izin Usaha
Pertambangan Eksplorasi Batubara Kepada PT. Beruang Putih dengan luas
wilayah 2000 (dua ribu) hektar. Serta dengan teliti pihak PT. Beruang
Putih memperkecilkan titik koordinat pada areal PETA Kuasa
Pertambangan Eksplorasi dengan alasan tidak memasuki hutan produksi,
hutan lindung maka PT. Beruang Putih mengajukan permohonan
Pemerintahan Daerah Kabupaten Bungo mengeluarkan Keputusan Bupati
Bungo Nmor 271/ DESDM tahun 2011 pada tanggal 7 Juni 2011 tentang
Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Batubara kepda PT.
Beruang Putih dengan luas area 375 (tiga ratus tujuh puluh lima) hektar
yang terletak di Dusun Apung Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo
Provinsi Jambi.
1.2. Maksud Dan Tujuan
Adapun maksud dilakukannya kegiatan pemetaan dan pemboran
adalah untuk memperoleh data data Litologi terutama yang menyangkut
ketebalan, penyebaran dan jumlah seam serta melakukan pengambilan
sample batubara. Tujuannya adalah untuk mengetahui cadangan mineable
/ layak untuk ditambang yang ada untuk ditambang. Adapun pendekatan
metode yang dilakukan meliputi output hunting yang terdiri dari
pemetaan pencarian singkapan batuan maupun singkapan non batubara,
melakukan pengukuran kedudukan perlapisan batuan, serta pemboran/
drilling untuk mendapatkan coring batubara sehingga diharapkan dapat
memilih dan menentukan daerah yang prospek untuk dapat dilakukan
eksplorasi lanjutan lanjutan / detail dengan adanya area yang
memperlihatkan potensi sebaran, jumlah seam / lapisan dan cadangan
batubara yang cukup baik. Selanjutnya hanya pada daerah sebaran
formasi batuan pembawa batubara tersebut, yang akan diteliti secara lebih
mendalam dan terperinci seta berkesinambungan agar dapat ditemukan
daerah yang layak untuk ditambang (mineable)
1.3. Lokasi dan Kesampaian Daerah
1. Lokasi penelitian dapat ditempuh dari kota Jambi Muara Bungo
selama + 4 Jam kemudian dari Kota Bungo Kecamatan Bathin III Ulu
melalui perjalanan darat + 1 jam yaitu jalan kecamatan muko-muko
bathin VII kecamatan rantau pandan, dan kecamatan bathin III Ulu
2. Kecamatan Bathin III Ulu Lokasi (Dusun Karak Apung), ditempuh
dengan waktu 30 (tiga puluh) menit melalui jalan Dusun Karak Apung
melewati Kampung Transmigrasi dan sekitarnya terus dilanjutkan ke
lokasi. Jalan Jambi dan Jalan ke lokasi PT. Beruang Putih
1.4. Anggota Tim Dan Waktu Pelaksanaan
Adapun anggota tim Eksplorasi dari Perusahaan terdiri dari :
- Koordinator : 2 Orang
- Wellsite Geologist : 2 Orang
- Operator Bor : 3 Orang
- Tenaga Lokal : 7 Orang dan 2 Orang penjaga malam
Waktu Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :
- Tahap 1 : melakukan pemboran dengan menggunakan mesin Jacro
200 yang disewa dari perusahaan jasa pengeboran, dimulai tanggal 4
Februari 2011 s/d 21 April 2011.
- Tahap 2 : dilanjutkan dengan pemetaan secara detail singkapan
batubara dan melakukan pemboran lanjutan tanggal 22 April 2011 s/d
1 Juli 2011.
Dan untuk Peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut :
Kompas geologi
Palu
GPS Garmen
Lup / lensa pembesar
Meteran gulung
Kamera
Kalkulator
Buku catatn lapangan
Alat alat tulis
Kantong plastik sampel
Sekop, cangkul, pahat, ember, linggis (untuk pembuatan sumur dan
paritan uji).
Mesin Bor JACRO 175 MESIN GREVES.MENGGUNAKAN RANTAI,
SYSTEM HYDROLIC, KEDALAMAN 100 - 120 METER
Gambar-1. Peta Lokasi Daerah Penyelidikan

KOORDINAT CV. BERUANG PUTIH
- Dusun : Apung
- Kecamatan : Bathin III Ulu
- Provinsi : Jambi
- Bahan Galian : Batubara
- Luas : 2.000 ( dua ribu ) hektar.
No Titik GARIS BUJUR GARIS LINTANG
1. 101
o
47 38,97 BT -01
o
37 6,99 LS
2. 101
o
50 57,99 BT -01
o
37 6,99 LS
3. 101
o
50 57,99 BT -01
o
38 17,5 LS
4. 101
o
49 57,99 BT -01
o
38 17,5 LS
5. 101
o
49 57,99 BT -01
o
39 5,8 LS
6. 101
o
47 38,97 BT -01
o
39 5,8 LS
KOORDINAT PT. BERUANG PUTIH
- Dusun : Karak Apung
- Kecamatan : Bathin III Ulu
- Kabupaten : Bungo
- Bahan Galian : Batubara
- Luas : 375 ( tiga ratus tujuh puluh lima ) hektar.
No Titik GARIS BUJUR GARIS LINTANG
1. 101
o
47 39,22 BT -01
o
38 37,19 LS
2. 101
o
49 57,72 BT -01
o
38 37,19 LS
3. 101
o
49 57,72 BT -01
o
39 5,62 LS
4. 101
o
47 39,22 BT -01
o
39 5,62 LS


BAB II
GEOLOGI REGIONAL


2.1. Geologi Regional
Berdasarkan peta geologi regional, lokasi PT. Beruang Putih
termasuk dalam Formasi diendapkan dalam kondisi peralihan, dimana
bagian bawah formasi menunjukan lingkungan daratan yang diendapkan
pada Kala Oligosen Akhir, sedangkan bagian atas formasi diendapkan
dalam lingkungan laut pada Kala Miosen Bawah.
Formasi Mumpun Pandan : terdiri dari litologi batu lempung,
batupasir dan batubara. Perusahaan ini berdekatan dengan beberapa
perusahaan diantaranya :
PT. Tambulun Panual Jaya
PT. Bukit Balai Jaya
PT. Bukit Petai Indah
PT. Beringin Coal Persada
PT. Pedas Bungo Perkasa
2.1.1. Tektonik Regional
Sistem endapan Tersier di Cekungan Sumatera Tengah dan
Cekungan Sumatera Selatan telah diteliti oleh beberapa pakar
geologi terutama ahli-ahli geologi. Kedua cekungan ini dipisahkan
oleh Tinggian Kampar yang menerus ke arah Barat sebagai Zona
Pegunungan Tiga Puluh. Daerah sebelah Barat dari kedua
cekungan sedimentasi di jalur (zona) pegunungan Bukit Barisan,
dimana cekungan sedimentasi di jalur ini biasanya disebut sebagai
Cekungan Intramontana. Penelitian dicekungan Intramontana
telah dilakukan oleh beberapa ahli geologi, diantaranya
dicekungan Ombilin oleh Koessoemadinata dan Matasak (1981)
dan Koning (1985).
Dusun Apung terletak pada zona pegunungan Tiga Puluh
serta sejalur dengan cekungan Ombilin, pola sesar Rantau Pandan
dan sekitarnya memperlihatkan arah Barat Laut Tenggara dan
Barat Daya Timur Laut, pola ini searah dengan pola sesar
Semangko, beberapa sesar berarah Barat Timur, kemungkinan
sebagai pola sesar yang ada pada batuan dasar (pra - tersier).
Secara umum pola struktur geologi Dusun Apung berarah Barat
Laut Tenggara dan Barat Daya Timur, struktur geologi berupa
lipatan dan sesar (patahan). Penarikan struktur geologi
didasarkan kepada data struktur geologi yang berupa zona sesar,
kekacauan kedudukan lapisan dan sesar-sesar minor, zona hancur
dan breksiasi, perubahan kemiringan batuan (dip) yang mencolok,
dan analisis kelurusan dari peta Topografi.
Lipatan
Kedudukan lapisan di bagian utara pada umumnya
mempunyai jurus Barat Daya Timur Laut dengan kemiringan
lapisan antara 180 340 ke arah tenggara, jurus perlapisan
berarah Selatan Utara dengan kemiringan lapisan (dip) antara
220 420 ke arah Timur.
Kedudukan lapisan batuan dibagian Selatan dimana bagian
ini ditempati oleh Satuan Batu pasir konglomeratan pada
umumnya mempunyai jurus Tenggara Barat Laut dengan
kemiringan 110 300 ke arah Timur Laut, struktur lipatan berupa
sinklin (3 buah), yang merupakan lipatan-lipatan kecil dan
terletak di antara sesar-sesar mendatar.
Sinklin
Struktur sinklin di daerah penyelidikan terdapat pada kedua
satuan batuan sedimen, sinklin pada satuan batu pasir
konglomerat, sedangkan pada satuan batu lempung batubara
terdapat di sungai sinklin, sumbu ketiga sinklin berarah Timur
Laut- Barat Daya, kemiringan sayap sayap sinklin, adalah 120
200 (sayap Tenggara) dan 440 (sayap Barat Laut).
Antiklin
Struktur antiklin dijumpai pada satuan batu lempung
batubara denan sumbu lipatan berarah Tim,ur Laut Barat Daya.
Antiklin di sungai Batang Apung mempunyai kemiringan sayap
sebesar 190 (sayap Tenggara), sedangkan kemiringan sayap-
sayap antiklin pada anak-anak sungai Batang Apung adalah 100
130 (sayap Tenggara) dan 100 (sayap Barat Laut).
Sesar Patahan
Struktur sesar yang dijumpai di daerah Dusun Apung berupa
sesar normal dan sesar mendatar, dimana kerapatan sesar adalah
3 4 sesar per km2 dibagian utara dan 1 2 sesar per km2
dibagian Selatan. Struktur geologi berupa sesar-sesar normal dan
sesar mendatar yang ditemukan terbentuk oleh kekuatan gaya
tekan dari ketiga arah yang berbeda dalam ruang 3 dimensi.
Harding (1974) telah membuat model terbentuknya struktur-
struktur perlipatan dan patahan-patahan akibat penekanan yang
dikenakan pada suatu benda dengan arah gaya yang tidak tegak
lurus terhadap benda itu. Dengan ada gejala sesar ini di harapkan
dapat terjadi perubahan kualitas dari batubara yang terkena
gejala sesar tersebut.
2.2. Keadaan Daerah Penyelidikan
2.2.1. Sosial Demografi
Lokasi penelitian termasuk dalam wilayah Dusun Apung,
Kecamatan Bathin III Ulu, mayoritas penduduk merupakan suku
Jambi / Melayu, Pekerjaan penduduk pada umumnya berkebun
karet, bercocok tanam padi dan berburu.
2.2.2. Tata Guna Lahan
Tata guna lahan daerah penyelidikan seluruhnya berupa,
hutan karet, ladang penduduk yang ditanami pohon karet, pohon
sawit, sebagian ditanami padi musiman.



2.2.3. Flora Dan Fauna
Jenis flora yang terdapat di lokasi penyelidikan berupa
semak belukar, pohon karet, ladang padi dan palawija, sedangkan
fauna terdiri dari babi, monyet, biawak dan ular.
3.2.1. Marfologi
Daerah penyelidikan merupakan wilayah dengan bentuk
morfologi berupa perbukitan bergelombang sedang hingga kuat
yang terletak pada ketinggian berkisar 120 180 meter dari
permukaan laut.



















BAB III
HASIL PENYELIDIKAN


3.1. Geologi Daerah Penyelidikan
Daerah penelitian tersusun oleh litologi :
- Batupasir : berwarna abu-abu hingga abu-abu terang, berbutir halus
hingga sedang, menyudut tanggung, pemilahan buruk, kemas terbuka,
kompak dan keras.
- Batulempung : berwarna abu-abu hingga abu-abu kecoklatan, sedikit
pasiran lunak, plastisitas tinggi.
- Batulanau : berwarna abu-abu hingga abu abu kehijauan, kompak dan
keras.
- Batubara : berwarna hitam kusam sampai hitam mengkilap, gores
coklat, kilap dull, bright banded 40%, pecahan sub conciodal, agak
keras, membentuk laminasi dengan ketebalan sampai 3 - 4 m.
- Endapan vulkanik : sebagai selaras bantuan termuda di daerah
penyidikan yang diendapkan secara tidak selaras menutupi endapan
dibawahnya dengan topografi tidak teratur. Terdiri dari breksi vulkanik
/ lahar dengan fragmen batuan beku (andesit) ukuran kerikil sampai
boulder warna abu-abu hingga abu-abu kehitaman, keras, menyudut-
menyudut tanggung, dengan masa dasar pasiran ukuran kasar sampai
sangat kasar.selain itu ditemukan konglomerat, dengan flagmen andesit
membundar-membundar tanggung, masa dasar pasiran. Endapan
vulkanik tersebar hampir keseluruhan menutupi daerah penyelidikan
kurang lebih 65 % dari luas daerah.
3.2. Keadaan Batubara di Daerah Penyelidikan
Pada kegiatan mapping di Kuasa Pertambangan Eksplorasi PT.
Beruang Putih ditemukannya singkapan batubara yang muncul ke
permukaan karena lapisan batubara yang lebih tua telah ditutupi secara
tidak selaras oleh endapan breksi vulkanik, sehingga pada morfologi tinggi
berupa perbukitan hanya dijumpai singkapan black sheel breksi vulkanik
dan konglomerat sedangkan dibeberapa tempat berupa morfologi rendah
dijumpai endapan sedimen berupa batulempung dan batupasir.
Singkapan batubara yang muncul ke permuikaan berada di KP PT.
Beruang Putih bagian selatan dan baratlaut yang dibuat dengan test pit
dengan koordinat S 01 o 38 35 Pada bagian selatan ditemmukan 2 (dua)
belah singkapan dengan pola jurus perlapisan batubara berkisar N 295o E
dengan kemiringan berkisar 9o 12o ke arah timurlaut, sedangkan
batubara pada bagian baratlaut diluar penyeledikan mempunyai pola
jurusperlapisan batubara berkisar N 275o 330o E dengan kemiringan
berkisar antara 8o 10o ke arah timurlaut dengan ketebalan batubara
secara keseluruhan berkisar 3 m 4 , (lihat tabel). Secara umum batubara
berwarna hitam kecoklatan, kilap dull, goresan coklat, bright banded 40%,
dengan banyak parting resin sampai 10 cm. singkapan selanjutan lebih
dekat lagi S 01 o 38 32,7 dengan elevasi 156 m Pengambilan contoh
batubara secara chanel samling, untuk keperluan analisis kualitas secara
kimia dilakukan dengan pembuatan sumuran uji atau test pit dan puritan
didapatkan contoh
Hasil analisis beberapa contoh batubara adalah sebagai berikut :
Total Moisture (ar) : 1,20 11,42 %
Inherent Moisture (ad) : 12,43 26,38 %
Ash (ad) : 2,29 18,69 %
Volatile matter (ad) : 51,20 35,76 %
Fixed carbon (ad) : 26,52 39,46 %
Sulfur (ad) : 0,20 1,72 %
Cal. Value (gross) (ad) : 6766 7171 kcal/kg
Dan berdasarkan hasil laboratorium sucofindo dengan sertifikat nomor
21419/ DBBPAB november 2008
Total Moisture (ar) : 3.1 %
Ash content (adb) : 8.8 %
Volatile matter (adb) : 55.8 %
Fixed carbon (adb) : 32.9 %
Sulfur (adb) : 0.51 %
Cal. Value (gross) (adb) : 7653 kcal/kg
HGI : 27
Batubara di Dusun Apung tergolong kedalam jenis :Black Coal
COAL MAPPING RESULT IN APUNG VILLAGE AREA AND SURROUNDINGS, PT.
BERUANG PUTIH (PERIODE FROM 4 FEBRUARI -1 JULI 2011)
No Sta No Kordinat UTM Attitude Elevation (m) Coal Thinckness (m) Parting
Thinckness (m) Lithology Description Coal Outcrop
Location
mE mE NoE .o
Ply Total Parting Total
1 OC BP 01 RSHS RSHS 295 15 122 1,5 > 1 Soil Soil, brown, gravel andest
Ladang penduduk
> 3,9 Coal Coal, blck, stear, brown, bright 50%, banded, MH, sub-concoidal, MW,
abundant cleat
2 OC BP 02 RSHS RSHS 295 13 190 > 1 Soil Soil, brown, gravel andest Hutan
Karet
> 4 Coal Coal, blck, stear, brown, bright 50%, banded, MH, MW, banded, resin
3 OC BP 03 RSHS RSHS 330 10 103 1.5 Soil Soil, brown, boulder, andest Anak
limbat
0.4 Mudston Mudstone, brown, soft
0.25 Carb, Mudstone Brown, dark brown, soft
0.3 Coaly Mdstone Dark brown
1 Coal Coal, black, brown, streak brown, bright 50%, MH, MW, banded, resnous
0.1 Resinous Resin, bright, brown
1 - Coal Coal black, brown
0.1 Mudstone Brownish grey
> 3 Coal Coal, bright 50%
> 2.5
4 OC BP 04 RSHS RSHS 326 9 102 > 0.5
> 3 Coal Coal, black, brown, streak brown, bright 50%, MH, MW, banded,
resnous Anak limbat
5 OC BP 05 RSHS RSHS 275 11 100 > 0.5 Soil, brown, gravel andest
> 4 Coal Coal, black, brown, streak brown, bright 50%, MH, MW, banded,
resnous Anak Sungai Jujuhan
Selain pemetaan singkapan batubara dilakukan pula pemetaan batuan lain dan
endapan breksi vulkanik. Beberapa singkapan non batubara yang bisa diukur
dan ditampilkan dalam laporan ini.
3.3. Kegiatan Pengeboran
Pemboran batubara dilakukan untuk mengetahui ketebalan,
pengapit atas atau bawah dari batubara serta statigrafi secara vertikal.
Selama kegiatan eksplorasi pendahuluan telah dilakukan kegiatan
pengeboran sebanyak 5 (lima) titik lubang bor dengan kedalaman
berbeda-beda. Pemboran batubara diusahakan pada posisi downdip
lapisan batubara berdasarkan data hasil mapping. Beberapa test pit yang
dilakukan oleh perusahaan tetangga PT. Beruang Putih. Beberapa
blacksheel dan batubara yang diangkat dari test pit
3.3.1. Bor DH-01
Pemboran DH-01 sampai pada kedalaman 27.5 meter.
Berdasarkan hasil bor pada titik DH-01 ditemukannya lapisan
batubara dengan ketebalan 3 meter dan dibatasi dengan
interburden berupa blacksheel atau clay dan secara keseluruhan
pada titik DH-01 lebih dominan litologi batupasir dan breksi.
3.3.2. Bor DH-02
Pemboran DH-02 sampai pada kedalaman 70 meter. Lapisan
konglomerat (gravel) yang ditemukan relatif tipis yaitu dan tidak
ditemukan batubara dalam keadaan ekonomis tapi batubara
dengan tebal cm ceam-100, Seam-150, Seam-200 dan Seam-250
mempunyaiu ciri-ciri batubara yang relatif sama yaitu : Batubara
warna hitam kecoklatan, agak keras, umumnya kusam dan sebagian
bright banded/lapisan tipis mengkilat mengikuti struktur lapisan
40%, sub concaidal, banyak mengandung resin dan dibeberapa
bagian struktur kayu masih tampak.
3.3.3. Bor DH 03
Pemboran DH 03 sampai pada kedalaman 40,5 meter. Pada
titik ditemukan lapisan batubara dengan ketebalan 3,5 meter
3.3.4 Pemboran DH 04
Pemboran DH 04 sampai pada kedalaman 35,5 meter. Pada titik
ini ditemukan ditemukannya lapisan batubara dengan tebal 4
meter
3.3.4. Bor DH 05
Pemboran DH 05 samai pada kedalaman 30 meter. Pada
titik DH 05 sangat didominasi litologi ditemukan batubara dengan
ketebalan 3,4 meter
3.4. Kendala Kegiatan Pemboran di Kuasa Pertambangan PT. Beruang
Putih
Areal lokasi pengeboran masih hutan yang belum terjamah oleh
penduduk setempat
Moving alat dikendalakan oleh jalan yang belum begitu bagus
Kurang mengerti penduduk lokal dalam mencari sumber air untuk
pengeboran batubara tersebut
Lebih efektif menggunakan alat berat untuk melakukan test pit
daripada membuat sumur diakibatkan bebatuan yang sulit ditembus
dengan cangkul dan linggis
Perlu melakukan land clearing memastikan lebih detil keberadaan
tanah yang berisikan batubara
3.5. Rencana Kerja Selanjutnya
Mengurus Perizinan ke instansi pemerintah (Dinas Energi dan
Sumber Daya Mineral Kabupaten Bungo) yaitu peningkatan perizinan dari
izin usaha pertambangan eksplorasi menjadi Izin usaha Pertambangan
Operasi Produksi ,

BAB IV
KESIMPULAN


1. Berdasarkan hasil penyelidikan geologi baik pemetaan dan pemboran pada
daerah konsesi Kuasa Pertambangan PT. Beruang Putih dapat disimpulkan
bahwa lokasi terdapat kandungan batubara sesuai dengan arah / jalur
batubara dari singkapan singkapan yang ada dan data singkapan dari
perusahaan tetangga dan dapat dikatakan bahwa PT. Beruang Putih
merupakan satu hamparan dengan perusahaan lainnya
2. Dikarenakan banyaknya perbukitan, lembah-lembah yang curam dan banyak
perkebunan masyarakat (perkebunan karet, ladang Hutan semak belukar)
yang terdapat pada area kuasa pertambangan PT. Beruang Putih sehingga
sangat menghambat dan mempersulit pada waktu moving antar titik bor.
3. Pada kegiatan pemboran sering terjadi pengeboran pada lapisan yang keras
sillstone dan mengakibatkan mata widya habis dan harus diperbaiki
4. Perlu diusahakan lagi penggunaan mesin bor besar dengan sistim hidrolik
JACRO 175 MESIN GREVES.MENGGUNAKAN RANTAI, SYSTEM HYDROLIC,
KEDALAMAN 100 - 120 METER sehingga mampu menembus
breksi/konglomerat yang keras sehingga perhitungan daerah prospek akan
lebih mendekati kebenaran.
5. PT. Beruang Putih seluas 2000 hektar berpotensi dan secepatnya diukur
cadangan serta pemetaan topography detil untuk menentukan cadangan
batubara secara terukur.






PT. BERUANG PUTIH
COAL DRILLING DATA
Drilli Hole No : DH-01 Coordinate
Estting :
Northing :
Elevation : 144 MT Drilli Rig & Hole Size : JACRO
Location : Apung Block Drilli Master : Muhammad, adi
Date : 19-FEB -2011 Scale 1 : 100 Hole Type : TC
Geologist : RH Total Depth : 27.50 m Supervisor : HSR & MWT
Seam Depth (M) Symbol Lithology Thick (M) Description
TOPSOIL : Coklat, mengandung pasiran, highly weathering
SAND : Abu-abu, abu-abu, kecoklatan, berbutir halus-sedang, quartz, medium
weathering
Silstone/ batuan beku yang keras
Lempung hitam
batubara
inter burden 10 cm
Batubara 3 meter
pasir
CV. BERUANG PUTIH
COAL DRILLING DATA
Drilli Hole No : DH-02 Coordinate
Estting :
Northing :
Elevation : 144 MT Drilli Rig & Hole Size : SMG Rig
Location : Apung Block Drilli Master : Muhammad, adi
Date : 23-September -2009 Scale 1 : 100 Hole Type : TC
Geologist : RH Total Depth : 70.57 m Supervisor : HSR & MWT
Seam Depth (M) Symbol Lithology Thick (M) Description
TOPSOIL : Coklat, mengandung pasiran, highly weathering
GRAVEL : Abu-abu kehitaman, keras, masadasar, quartz, fresh

COAL : Hitam kecoklatan, bright 50-60 %, gores, coklat, terdapat banded,
dibeberapa tempat masih terdapat struktur kayu, mengandung resin, fresh
(Seam 100)
MUDSTRONE : Abu-abu, abu-abu kehitaman, keras, fresh
SILTSTONE : abu-abu, mengandung pasiran, keras, fresh
MUDSTONE : Hitam kecoklatan, keras, fresh
SILTSTONE : Hitam kecoklatan, mengandung pasiran, keras, fresh
COAL MUDSTONE : Hitam kecoklatan, keras, coaly, fresh
COAL : Hitam kecoklatan, bright 50-60 %, gores coklat, terdapat banded,
dibeberapa tempat, mengandung resin, fresh (Seam 150)
COALY MUDSTONE : Hitam kecoklatan, keras, coaly, fresh
COAL : Hitam kecoklatan, bright 50-60 %, gores coklat, terdapat banded,
mengandung resin, fresh (Seam 200)
COALY MUDSTONE : Hitam kecoklatan, keras, coaly, fresh
SAND : Abu-abu, berbutir halus, agak keras, quartz, fresh
COAL : Hitam kecoklatan, bright 50-60 %, gorees coklat, terdapat banded,
mengandung resin, fresh (Seam 250)
COALY MUDSTONE : Hitam kecoklatan, agak keras, coaly, fresh
MUDSTONE : Abu-abu, abu-abu kecoklatan, keras, fresh
CARBONACBOUS MUDSTONE : Coklat, agak keras, coaly, fresh
COALY MUDSTONE : Hitam kecoklatan, agak keras, coaly, fresh
MUDSTONE : Abu-abu, agak keras, fresh
CARBONACEOUS MUDSTONE : Coklat, agak keras, coaly, fresh
MUDSTONE : Coklat kehitaman, keras, fresh
COAL MUDSTONE : Hitam kecoklatan, keras, coaly fresh
CARBONACEOS MUDSTONE : Coklat, keras, coaly, fresh
MUDSTONE : Abu-abu kehitaman, keras, fresh
CARBONACEOUS MUDSTONE : Hitam kecoklatan, agak keras, coaly, fresh
MUDSTONE : Coklat, coklat kehitaman, keras, fresh
CARBONACEOUS MUDSTONE : Coklat kehitaman, keras, fresh
MUDSTONE : Coklat kehitaman, keras, fresh

SAND : Abu-abu, berbutir halus, quartz, agak keras, fresh
MUDSTONE : Abu-abu, agak keras, fresh
COALY MUDSTONE : Coklat kehiataman, keras, coaly, fresh
CARBONACEOUS MUDSTONE : Coklat kehitaman, keras, coaly, fresh
MUDSTONE : Abu-abu, agak keras, fresh
SAND AND SILT : Abu-abu, berbutir halus, quartz, fresh
SILTSONE : Coklat, agak keras, fresh
CARBONACEOUS MUDSTONE : Coklat kehitaman, keras, coaly, fresh
MUDSTONE : Coklat kehitaman, keras, fresh
CARBONACEOUS MUDSTONE : Coklat kehitaman, keras, fresh
MUDSTONE : Abu-abu kahitaman, keras, fresh
SAND : Abu-abu, terang, berbutir halus, keras, quartz, fresh
SILTSTONE : Coklat, agak keras, fresh terdapat sisipan sandstone, abu-abu
terang, berbutir sedang, quartz, fresh
MUDSTONE : Abu-abu, abu-abu kecoklatan, agak keras, fresh
SILTSTONE : Abu-abu, agak keras, fresh
MUDSTONE : Coklat, agak keras, mengandung pasiran, fresh
SAND : Abu-abu, butiranm halu, keras, quartz, fresh
Energi & Mining Division
CV. BERUANG PUTIH
COAL DRILLING DATA
Drilli Hole No : DH-03 Coordinate
Estting :
Northing :
Elevation : 185 MT Drilli Rig & Hole Size : SMG Rig
Location : Apung Block Drilli Master : Muhammad, adi
Date : 01-Oktober -2009 Scale 1 : 100 Hole Type : TC
Geologist : RH Total Depth : 40.57 m Supervisor : HSR & MWT
Seam Depth (M) Symbol Lithology Thick (M) Description
TOPSOIL : Coklat, mengandung pasiran, highly weathering
MUDSTONE : Coklat mengandung pasiran lunak, fresh

BREKSI : Abu-abu kehitaman, hitam, keras, masadasar pasir, fregman berupa
batubeku, fresh
SANDSTORE : Coklat, berbutir kasar, keras, quartz, fresh
CARBONACBOUS MUDSTONE : Abu-abu kehitaman, agak keras, coaly, fresh
Lempung coklat / black sheel
Batubara 3,5
BREKSI : Abu-abu kehitaman, hitam, keras, masadasar pasir, fragmen berupa
batubeku, fresh
SANDSTONE : Abu-abu kehitaman, abu-abu kecoklatan, berbutir kasar, keras,
quartz, fresh
CV. BERUANG PUTIH
COAL DRILLING DATA
Drilli Hole No : DH-04 Coordinate
Estting :
Northing :
Elevation : 181 MT Drilli Rig & Hole Size : SMG Rig
Location : Apung Block Drilli Master : Muhamad, adi
Date : 04-Oktober -2009 Scale 1 : 100 Hole Type : TC
Geologist : RH Total Depth : 35.50 m Supervisor : HSR & MWT
Seam Depth (M) Symbol Lithology Thick (M) Description
TOPSOIL : Coklat, mengandung pasiran, highly weathering
MUDSTONE : Coklat, mengandung pasiran, agak keras, fresh
SANDSTONE : Abu-abu kehitaman, berbutir kasar, keras, quartz, fresh
Lempung hitam/ dan keabuan abuan
Batubara 4 meter
Energi & Mining Divition






CV. BERUANG PUTIH
COAL DRILLING DATA
Drilli Hole No : DH-05 Coordinate
Estting :
Northing :
Elevation : 150 MT Drilli Rig & Hole Size : SMG Rig
Location : Apung Block Drilli Master : muhamad, adi
Date : 02-November -2007 Scale 1 : 100 Hole Type : TC
Geologist : RH Total Depth : 30.5 m Supervisor : HSR & MWT
Seam Depth (M) Symbol Lithology Thick (M) Description
TOPSOIL : Coklat, mengandung pasiran, highly weathering
MUDSTONE : Abu-abu, abu-abu kehijauan, mengandung pasiran, medium
weathering
SANDSTONE : Abu-abu kehijauan, berbutir kasar, quartz, keras, fresh
BREKSI : Abu-abu kehitaman, hitam, keras, masadasar pasir, fragmen berupa
batubeku, fresh
Batubara dengan ketebalan 5 meter dan dimasuki interburden 30 cm
Energi & Mining Divition













KATA PENGANTAR


Laporan eksplorasi ini dikerjakan dan disusun untuk memperpanjang izin
Kuasa Pertambangan Eksplorasi yang pada akhirnya disusun untuk memenuhi
persyaratan dalam rangka peningkatan izin PT. Beruang Putih dari izin Kuasa
Pertambangan Eksplorasi menjadi Kuasa Pertambangan Ekploitasi atau menjadi
Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi batubara (IUP OP) yang
statigrafinya dapat dilaporkan berdasarkan hasil pengeboran lanjutan.
Penyelidikan lapangan serta penyusunan laporan ini dilakukan dalam
bulan Februari s/d Juli 2011. Dalam rangka mengetahui endapan-endapan
batubara di daerah penyelidikan prospek untuk dikembangkan lebih lanjut dan
ditingkatkan perizinannya ketahap selanjutnya. Data dan bahan bahan
penyusunan laporan ini didapat dari peninjauan, penyelidikan dan pemboran di
Lapangan.
Dengan tersusunnya laporan ini kami mengucapkan terimakasih yang
sebesar besarnya kepada semua pihak atas kerjasamanya yang baik.
Akhir kata kami berharap agar laporan ini bermanfaat dan dapat
memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku.






Muara Bungo, 15 Juli 2011
PT. Beruang Putih
SYOFIUDDIN ACHMAD
Direktur Utama
DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR LAMPIRAN ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 2
1.2 Maksud dan Tujuan 2
1.3 Lokasi dan Kesampaian Daerah 3
1.4 Anggota Tim dan Waktu Pelaksanaan 3
BAB II. GEOLOGI REGIONAL
2.1 Geologi Regional 4
2.2 Keadaan Daerah Penyelidikan 4
BAB III. HASIL PENYELIDIKAN
3.1 Geologi Daerah Penyelidikan 5
3.2 Keadaan Batubara di Daerah Penyelidikan 5
3.3 Kegiatan Pengobaran 14
BAB IV. KESIMPULAN 16
LAMPIRAN 17