Anda di halaman 1dari 20

2014, Dit.

PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 1



































MANAJEMEN
PELAKSANAAN MATRIKULASI
MATAPELAJARAN KURIKULUM 2013
DI SMA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
2014
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page i

Tim Penyusun
1. Drs. Nursyamsuddin, M.M.
2. Drs. Agus Hermawan, M.M.Pd.
3. Fatimah Muid, M.Sc.
4. Dr. Enung Suryati Suryana, M.Ed.
5. Drs. Iwan Suyawan, M.Pd

Tim Pembahas


1. Drs. Drs. Abdurochman, M.A.
2. Dra. Elya Ulfah
3. Drs. Sumarno, M.Ed.
4. Dra. Hanny Khadijah G., M.Pd.


2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat yang selalu terlimpah dalam
segenap kehidupan, sehingga dapat tersusunnya Naskah Manajemen Pelaksanaan Matrikulasi
Matapelajaran Kurikulum 2013 di SMA.

Naskah Manajemen Pelaksanaan Matrikulasi Matapelajaran Kurikulum 2013 di SMA ini
dimaksudkan sebagai acuan dalam pelaksanaan matrikulasi matapelajaran bagi peserta didik
kelas XI yang satuan pendidikannya pada tahun pelajaran 2013/2014 belum melaksanakan
Kurikulum2013.

Atas tersusunnya naskah ini penulis menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah
memfasilitasi, membantu, dan mendukung kelancaran penyusunannya melalui berbagai
bentuk.Naskah ini masih jauh dari kesempurnaan, dan masih banyak celah-celah kekurangan,
untuk itu saran, masukan dan kritik yang konstruktif sangat diperlukan untuk penyempurnaan.

Akhirnya, semoga naskah bisa bermanfaat bagi TPK sekolah dalam mengembangkan dan
melaksanakan tugas-tugasnya, terutama dalam tugas memanajemen matrikulasi matapelajaran
di sekolah masing-masing.

Jakarta, .. 2014
Direktur Pembinaan SMA


Harris Iskandar, Ph.D
NIP: 196204291986011001

2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
A. Latar Belakang .......................................................................................................... 1
B. Tujuan ....................................................................................................................... 2
C. Dasar Hukum ........................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB II PENGERTIAN DAN KONSEP ....................................................................................... 3
A. Pengertian Matrikulasi .............................................................................................. 3
B. Konsep Matrikulasi .................................................................................................. 3
BAB III IMPLEMENTASI ................................................................ Error! Bookmark not defined.
A. Pengorganisasian ...................................................................................................... 7
B Waktu Pelaksanaan .................................................. Error! Bookmark not defined.
C. Ruang Lingkup dan Sasaran..................................................................................12
D. Mekanisme dan Prosedur .................................................................................... 12
E. Pembiayaan ...........................................................................................................12

BAB IV PENUTUP ....................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 1
LAMPIRAN
Juknis Pelaksanaan di Sekolah
Hasil Analisis KD Kurikulum 2006-Kurikulum 2013

2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (SE Mendikbud) Nomor
156928/MPK.A/KR/2013 Tahun 2013 mengamanatkan bahwa pada tahun pelajaran 2014/2015
bersama Kementerian Agama akan mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada semua satuan
pendidikan: SD/MI I, II, IV, dan V; SMP/MTs kelas VII dan VIII; SMA/MA/SMK/MAK kelas
X dan XI di seluruh Indonesia. Ini berarti bahwa pada tahun pelajaran 2014/2015 semua satuan
pendidikan harus mulai melaksanakan Kurikulum 2013.
Pada tahun pelajaran 2013/2014 untuk SMA yang melaksanakan Kurikulum 2013 sebanyak
1270 sekolah. Dari 11.629 SMA di Indonesia baru 10% yang melaksanakan Kurikulum 2013,
ini berarti bahwa belum semua peserta didik kelas XI pada tahun pelajaran 2014/2015
menerima kompetensi dasar yang sama sebagaimana peserta didik kelas XI yang mengikuti
Kurikulum 2013.
Matapelajaran di kelas X yang termuat dalam Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi dan matapelajaran kelas X yang termuat dalam Permendikbud No. 69 tahun 2013
tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum memiliki jenis dan jumlah berbeda.
Hal ini yang menjadi pemikiran satuan pendidikan, bagaimana memfasilitasi ketercapaian KD
yang diterima oleh kelas X pelaksana Kurikulum 2013 sementara KD tersebut tidak menjadi
bagian materi kelas X Kurikulum 2006.Bagaimana melakukan penyesuaian matapelajaran agar
Laporan Hasil Belajar (LHB) peserta didik Kurikulum 2006 menjadi relevan dengan Laporan
Capaian Kompetensi (LCK) Kurikulum 2013 kelas X bagi peserta didik yang duduk di kelas
XI.
Konsekuensi dari hal di atas maka satuan pendidikan yang pada tahun pelajaran 2013/2014
belum melaksanakan Kurikulum 2013 perlu mempersiapkan manajemen upaya pemenuhan
kompetensi siswa kelas XI disesuaikan dengan kompetensi kurikulum 2013. Salah satu upaya
yang dapat dilakukan adalah melakukan program matrikulasi bagi kelas XI untuk kompetensi
kelas X yang belum sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013.
Pelaksanaan matrikulasi perlu memperhatikan Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi, Permendikbud No. 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan,
Permendikbud No. 64 tahun 2013 tentang Standar isi, Permendikbud No. 65 tahun 2013
tentang Standar Proses, Permendikbud No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian,
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 2
Permendikbud No. 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan
Permendibud No. 81A tahun 2013 tentang Impplementasi Kurikulum.
Direktorat Pembinaan SMA perlu menyusun naskah Manajemen Pelaksanaan Matrikulasi
Matapelajaran Kurikulum 2013 di SMA sebagai upaya membantu merencanakan, menyiapkan,
dan melaksanakan matrikulasi di SMA.

B. Tujuan
Naskah ini bertujuan :
1. memberikan pemahaman pelaksanaan matrikulasi;
2. memberikan gambaran penyusunan program matrikulasi;
3. memberikan gambaran strategi implementasi pelaksanaan matrikuasi; dan
4. memberikan gambaran pelaksanaan matrikulasi.

C. Dasar Hukum
1. Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
2. Permendikbud No. 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
3. Permendikbud No. 64 tahun 2013 tentang Standar Isi
4. Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses
5. Permendikbud No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
6. Permendikbud No. 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
7. Permendibud No. 81A tahun 2013 tentang Impplementasi Kurikulum
8. Surat Edaran Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 156928/MPK.A/KR/2013 tahun 2013
tentang Implementasi Kurikulum.

2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 3
BAB II
PENGERTIAN DAN KONSEP

A. Pengertian Matrikulasi
Matrikulasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan awal yang diperlukan peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran pada
jenjang tertentu.Matrikulasi diperlukan manakala peserta didik dengan latar belakang yang
beragam, diduga belum memiliki pengetahuan dan kemampuan standar yang
dipersyaratkan.Program Matrikulasi bertujuan untuk mencapai level of entry yang
sama bagi seluruh peserta yang didik berisi pemantapan materi yang seharusnya sudah
dikuasai.
Menurut KBBI matrikulasi berarti hal terdaftarnya seseorang di perguruan tinggi.
Berdasarkan Pemikiran tim kurikulum Direktorat Pembinaan SMA matrikulasi bagi SMA
memiliki arti kegiatan pembelajaran untuk menyetarakan pengetahuan peserta didik kelas XI
yang belum melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 bagi kelas X agar
dapat mengikuti program pendidikan kelas XI sesuai Kurikulum 2013.
Program materikulasi bagi SMA pelaksana kurikulum 2013 yang memulai pelaksanaan pada
tahun ajaran 2014/2015 untuk kelas X dan XI secara serentak diperlukan mengingat adanya
kesenjangan beberapa kompetensi (KI dan KD) antara standar isi kurikulum 2013 (Permen No
69 tahun 2013) dengan standar isi tahun 2006 (Permen 22 tahun 2006). Kesenjangan
kompetensi itu berpengaruh pada pembelajaran di kelas XI sesuai dengan tingkat kompetensi
yang harus dipenuhi terutama pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Program matrikulasi
diharapkan dapat memberikan capaian level of entry untuk keberhasilan pembelajaran di
kelas XI dan XII, termasuk untuk mengikuti Ujian Tingkat Komeptensi yang akan
dilaksanakan di kelas XI dan XII.

B. Konsep Matrikulasi
Secara operasional program matrikulasi diartikan sebagai kegiatan pemenuhan kompetensi
siswa agar kesenjangan antara dua standar isi dari kurikulum yang berbeda dapat dipenuhi
sesuai dengan kompetensi yang harus dipenuhi.Kegiatan ini harus dikelola satuan pendidikan
secara terencana, terarah, terprogram, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.Oleh
karena itu, Dit PSMA memberikan pedoman teknis yang dapat dijadikan rujukan dalam
melaksanakan program tersebut.
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 4
Melalui analaisis dan identifikasi kompetensi siswa secara cermat dapat diperoleh dua
kelompok siswa dengan tindakan berbeda, yaitu kelompok siswa yang perlu mengikuti
matrikulasi dan kelompok siswa boleh tidak mengikuti kegiatan matrikulasi.Perhatikan skema
berikut ini.
















Gambar 1. Pelaksanaan Matrikulasi Matapelajaran
Pelaksanaan matrikulasi dapat mengikuti tahapan berikut.
1. menganalisis jenis dan jumlah matapelajaran yang terdapat di kelas X Kurikulum 2006
dan Kurikulum 2013
2. menganalisis untuk membandingkan KD kelas X Kurikulum 2006 dengan Kurikulum
2013
3. menentukan unsur-unsur yang terlibat dalam program matrikulasi, dan
4. menetapkan waktu pelaksanaan matrikulasi matapelajaran.

Analisis KD-KI Mata
Pelajaran
Uji
Kompetensi
Awal
Melanjutkan
Pembelajaran Kelas
XI Tanpa Ikut
Matrikulasi
L
U
L
U
S

TIDAK LULUS
Pembelajaran Kelas
XI dan Wajib
Mengikuti Matrikulasi
Uji Kompetensi Hasil
Matrikulasi
Hasil Uji Kompetensi Dilaporkan pada Suplemen LCK
Semester 3
Perencanaan
Program Matrikulasi
Siswa Kelas XI
tahun
2014/2015
Waktu kelas X
belum
melaksanakan
Kur 2013
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 5

C. Bentuk Kegiatan Matrikulasi
Kegiatan matrikulasi dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, yaitu:
1. Kegiatan pembelajaran tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur secara utuh dalam periode waktu tertentu;
2. Kegiatan pembelajaran tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur secara terbatas dalam periode waktu tertentu; atau
3. Kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
Bentuk kegiatan pertama dilakukan dengan cara menambah jam pelajaran pada jadwal
mata pelajaran. Hal ini dilakukan melalui proses pembelajaran utuh karena
pertimbangan kompetensi yang harus dikuasai memerlukan waktu dan proses yang
utuh. Kegiatan ini diperlukan pada mata pelajaran yang memuat kompetensi inti dan
kompetensi dasar sangat berbeda antara standar isi permendiknas tahun 2006 dan
permendikbud tahun 2013 serta mengalami perubahan total pada hamapir seluruh
kompetensi dasar seperti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Bentuk kegiatan kedua dilakukan dengan membuat jadwal tertentu di luar jadwal mata
pelajaran. Hal ini dilakukan melalui proses pembelajaran tatap muka terbatas untuk
beberapa kompetensi dasar, sementara kompetensi dasar lainnya dapat dilakukan
dengan penugasan.
Bentuk kegiatan ke tiga dilakukan cukup dengan memberikan penugasan kepada
peserta didik pada beberapa kompetensi dasar sampai kompetensi itu
dikuasai.Kegiatan ini dilakukan apabila semua kompetensi yang harus dikuasai pada
mata pelajaran terkait dapat dilakukan melalui penugasan.
Penentuan bentuk kegiatan dilakukan melalui analisis kompetensi inti dan kompetensi
dasar sesuai dengan karakteristik penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang
diperlukan.
Berikut ini bagan pemilihan bentuk kegiatan matrikulasi yang dapat dilakukan.



2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 6
KEGIATAN
PEMBELAJARAN
YANG
DIPERLUKAN
KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN
BERDASARKAN HASIL ANALISIS KOMPETENSI
TATAP MUKA
Hampir Seluruh KD
Kelas X
Beberapa KD
Kelas X
Tidak Ada KD
KEGIATAN
TERSTRUKTUR
Hampir Seluruh KD
Kelas X
Beberapa KD
Kelas X
Beberapa KD
Kelas X
KEGIATAN
MANDIRI
Hampir Seluruh KD
Kelas X
Beberapa KD
Kelas X
Beberapa KD
Kelas X


BENTUK
KEGIATAN
MATRIKULASI
Proses
Pembelajaran Utuh
(menambah Jam
Pelajaran)
Pembelajaran
Terbatas
Penugasan

Gambar 2. Pilihan Bentuk Kegiatan Matrikulasi
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 7
BAB III
IMPLEMENTASI

A. Pengorganisasian
Matapelajaran yang yang terdapat untukkelas X yang terdapat dalam Permendiknas No. 22
tahun 2013 tentang Standar Isi, sebagai berikut.
Tabel 1. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X
Komponen Alokasi Waktu
Semester 1 Semester 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4
5. Matematika 4 4
6. Fisika 2 2
7. Biologi
8. Kimia
2
2
2
2
9. Sejarah
10. Geografi
11. Ekonomi
12. Sosiologi
1
1
2
2
1
1
2
2
13. Seni Budaya 2 2
13. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
2 2
14. Teknologi Informasi dan Komunikasi
15. Keterampilan /Bahasa Asing
2

2
2

2
B. Muatan Lokal 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*)
Jumlah 38 38
2*)Ekuivalen 2 jam pembelajaran

2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 8
Penjurusan dilakukan bersamaan dengan peserta didik naik kekelas XI mengikuti ketentuan
sebagaimana tertuang dalam SK Dirjen Dikdasmen No 12/2008, yaitu:
1. Nilai akademik,
Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil program studi tertentu yaitu : Ilmu Alam
atau Ilmu Sosial: boleh memiliki nilai yang tidak kompeten paling banyak 3 (tiga) mata
pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program studi
tersebut (lihat Struktur Kurikulum). Penjurusan siswa yang memasuki Program Ilmu Alam
adalah siswa yang memiliki nilai mata pelajaran program Ilmu Alam (fisika, biologi, dan
kimia) minimal sama dengan KKM yang ditetapkan. Siswa yang memasuki Program Ilmu
Sosial adalah siswa yang memiliki nilai mata pelajaran program Ilmu Sosial (ekonomi,
sosiologi, geografi) minimal sama dengan KKM yang ditetapkan.
2. Minat siswa
Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara
yang dilakukan oleh guru BK dan wali kelas, atau cara lain yang dapat digunakan untuk
mendeteksi minat, dan bakat;

Sedangkan Permendikbud No.69 tentang Kerangka Dasar dan struktur Kurikulum,
matapelajaran untukkelas X sebagai berikut.
Tabel 2: Struktur kelompok mata pelajaran wajib dalam kurikulum Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah.
MATAPELAJARAN
ALOKASI WAKTU
PER MINGGU
X XI XII
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4
4. Matematika 4 4 4
5. Sejarah Indonesia 2 2 2
6. Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B (wajib)
7. Seni Budaya 2 2 2
8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3
9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 9
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu 24 24 24
Kelompok C (Peminatan)
Matapelajaran Peminatan Akademik 12 16 16
Matapelajaran Pilihan Lintas Kelompok Peminatan 6 4 4
JUMLAH JAM PELAJARAN YANG HARUS
DITEMPUH PER MINGGU
42 44 44

Tabel 3: Mata pelajaran Peminatan dalam Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah
MATAPELAJARAN
ALOKASI
WAKTU PER
MINGGU
X XI XII
Kelompok A dan B (Wajib) 24 24 24
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Matematika dan Ilmu Alam
I
1 Matematika 3 4 4
2 Biologi 3 4 4
3 Fisika 3 4 4
4 Kimia 3 4 4
Peminatan Ilmu-ilmu Sosial
II
1 Geografi 3 4 4
2 Sejarah 3 4 4
3 Sosiologi 3 4 4
4 Ekonomi 3 4 4
Peminatan Bahasa dan Budaya
III
1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4
2 Bahasa dan Sastra Inggris 3 4 4
3
Bahasa Asing Lain (Arab, Mandarin, Jepang, Korea,
Jerman, Perancis)
3 4 4
4 Antropologi 3 4 4
Matapelajaran Pilihan
Pilihan Lintas Kelompok Peminatan dan/atau Pendalaman Minat 6 4 4
Jumlah Jam Pelajaran yang Tersedia per Minggu 68 72 72
Jumlah jam pelajaran yang harus Ditempuh per Minggu 42 44 44

2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 10
Peserta didik memilih kelompok matapelajaran peminatan semenjak memasuki jenjang SMA.
Adapun kelompok peminatan yang dapat dipilih peserta didik kelas X adalah: 1). kelompok
Matematika dan Ilmu Alam (MIA), 2) Ilmu-ilmu Sosial (IIS), dan 3) Ilmu Budaya dan Bahasa
(IBB).
Penentuan pemilihan kelompok peminatan di SMA dilakukan dengan mempertimbangkan;
1. nilai rapor SMP/MTs,
2. nilai ujian nasional SMP/MTs,
3. rekomendasi guru bimbingan dan konseling di SMP/MTs,
4. hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA, dan
5. tes bakat minat oleh psikokog.
Memperhatikan kedua permen tersebut maka bagi peserta didik yang akan naik ke kelas XI
yang pada tahun pelajaran 2013/2014 tidak mengikuti Kurikulum 2013, peminatan dilakukan
seperti halnya penjurusan yaitu ketika peserta didik naik ke kelas XI dengan memperhatiikan
kriteria-kriteria berikut.
1. Dinyatakan naik ke kelas XI oleh satuan pendidikan
2. Memperhatikan minat yang ditunjukkan dengan perolehan nilai di kelas X, seperti berikut
ini:
a. Bagi peserta didik yang memiliki minat memilih kelompok MIA maka nilai
matapelajaran matematika, fisika, biologi, dan kimia di atas KKM
b. Bagi peserta didik yang memiliki minat memilih kelompok IIS maka nilai
matapelajaran geografi, ekonomi, sejarah, dan sosiologi di atas KKM
c. Bagi peserta didik yang memiliki minat memilih kelompok IBB maka nilai
matapelajaran bahasa dan sastra indonesia, bahasa inggris, dan bahasa asing lain (bagi
SMA yang melaksanakan) diatas KKM
d. rekomendasi guru bimbingan dan konseling
e. tes bakat minat oleh psikokog.

B. Waktu Pelaksanaan Matrikulasi
1. AnalisisJenis dan Jumlah Matapelajaran yang Terdapat Di Kelas X Kurikulum 2006
Dan Kurikulum 2013
Analisis matapelajaran dilakukan agar pada penyesuaian LHB ke LCK satuan pendidikan
memiliki peta matapelajaran yang akan dijadikan kelompok matapelajaran peminatan dan
lintas minat.
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 11
Hasil analisis memberikan peta bahwa:
a. Bagi peserta didik yang memilih peminatan MIA dan memenuhi semua kriteria,
matapelajaran matematika, fisika, biologi, dan kimia menjadi kelompok matapelajaran
peminatan. Matapelajaran geografi, ekonomi, sejarah, dan/atau sosiologi menjadi
matapelajaran lintas minat.
b. Bagi peserta didik yang memilih peminatan IIS dan memenuhi semua kriteria,
matapelajaran geografi, ekonomi, sejarah, dan sosiologi menjadi kelompok
matapelajaran peminatan. Matapelajaran matematika, fisika, biologi, dan/atau kimia
menjadi matapelajaran lintas minat.
c. Bagi peserta didik yang memilih peminatan IIS dan memenuhi semua kriteria,
matapelajaran matematika, fisika, biologi, dan kimia menjadi kelompok matapelajaran
peminatan. Matapelajaran geografi, ekonomi, sejarah, dan/atau sosiologi menjadi
matapelajaran lintas minat.
d. ....
Waktu pelaksanaan untuk analisis di atas dapat dilakukan semenjak satuan pendidikan
mendapatkan informasi implementasi kurikulum dari Surat Edaran Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (SE Mendikbud) Nomor 156928/MPK.A/KR/2013 Tahun 2013 atau pada
waktu liburan semester 2.
2. Analisis Perbandingan KD Kelas X Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013
Langkah-langkah analisis perbandingan KD kelas X Kurikulum 2006 dengan Kurikulum
2013 mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
a. Mengkaji Permendikbud No 69/2013 dan Permendiknas No 22/2006 tentang KD
sesuai matapelajaran kelas X
b. Melakukan linierisasi kompetensi/materi pokok
c. Mencermati kesenjangan kompetensi kedua kurikulum
d. Memberi tanda kepada KD Kurikulum 2013 yang belum dipelajari atau tidak termuat
dalam KD Kurikulum 2006
e. Manempatkan hasil analisis tersebut ke dalam sebuah format yang telah dibuat (lihat
Lampiran ..)
f. Buatlah kesimpulan atau saran atau kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan hasil
analisis
g. Menentukan bahan/materi matrikulasi dan alternatif kegiatan pembelajaran.
Waktu pelaksanaan untuk analisis di atas dapat dilakukan mulai semenjak satuan
pendidikan mendapatkan informasi implementasi kurikulum dari Surat Edaran Menteri
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 12
Pendidikan dan Kebudayaan (SE Mendikbud) Nomor 156928/MPK.A/KR/2013 Tahun
2013 atau pada waktu liburan semester 2.
3. Menentukan Unsur-Unsur yang Terlibat dalam Program Matrikulasi
Unsur-unsur yang terlibat dalam pelaksanaan matrikulasi adalah:
a. Kepala Sekolah
b. Guru Bimbingan Konseling
c. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
d. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
e. Wali Kelas.
4. Menetapkan Waktu Pelaksanaan Matrikulasi Matapelajaran
Pelaksanaan matrikulasi matapelajaran dapat mengikuti pola sebagai berikut.
a. Bagi peserta didik yang memilih peminatan IBB maka satuan pendidikan harus
memfasilitasi matapelajaran bahasa dan sastra indonesia, bahasa dan sastra inggris,
bahasa dan sastra asing lainnya (bagi SMA yang tidak melaksanakan), dan antropologi
secara utuh. Pelaksanaan dilakukan:
1) pada waktu liburan semester 2 masing-masing minimal 18 pertemuan kali 3 jam
pelajaran,
2) awal semester 1 kelas XI masing-masing minimal 18 pertemuan kali 3 jam
pelajaran, atau
3) dilakukan melalui tes untuk mengetahui kompetensi yang telah dicapai peserta
didik (kecuali matapelajaran antropologi)
4) bagi peserta didik yang memenuhi kriteria kompetensi (KD-KD esensial) sesuai
KKM dapat mengikuti kegiatan di kelas XI tanpa harus mengikuti pembelajaran
matrikulasi
5) bagi peserta didik yang belum memenuhi syarat kompetensi dapat mengikuti
pembelajaran matrikulasi.
6)
b. Bagi matapelajaran lainnya (sesuai KD yang harus dimatrikulasi) pelaksanaan dapat
dilakukan dengan:
1) dilakukan melalui tes untuk mengetahui kompetensi yang telah dicapai peserta
didik
2) bagi peserta didik yang memenuhi kriteria kompetensi (KD-KD esensial) sesuai
KKM dapat mengikuti kegiatan di kelas XI tanpa harus mengikuti pembelajaran
matrikulasi
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 13
3) bagi peserta didik yang belum memenuhi syarat kompetensi dapat mengikuti
pembelajaran matrikulasi
4) pada waktu liburan semester 2 (jumlah pertemuan disesuaikan dengan KD yang
dimatrikulasi)
5) awal semester 1 kelas XI (jumlah pertemuan disesuaikan dengan KD yang
dimatrikulasi)

C. Ruang Lingkup dan Sasaran
Ruang Lingkup pelaksanaan matrikulasi meliputi matapelajaran dan KD-KD matapelajaran
yang belum diterima peserta didik kelas X yang pada tahun pelajaran 2013/2014 belum
mengikuti Kurikulum 2013.
Sasaran dari matrikulasi adalah peserta didik kelas XI yang pada tahun pelajaran 2013/2014
satuan pendidikannya belum melaksanakan Kurikulum 2013.
2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 14



























2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 15
BAB IV
PENUTUP

Naskah Manajemen Pelaksanaan Matrikulasi Matapelajaran Kurikulum 2013 di SMAini dapat
dijadikan acuanuntuk membantu satuan pendidikan, khususnya dalam melaksanakan matrikulasi
bagi peserta didik kelas XI yang pada tahun pelajaran 2013/2014 belum mengikuti Kurikulum
2013.
Matrikulasi dilaksanakan oleh semua SMA yang pada tahun pelajaran 2013/2014 satuan
pendidikannya belum melaksanakan Kurikulum 2013.
Naskah ini dapat digunakan oleh dinas pendidikan provinsi/kota/kabupaten untuk
menyosialisasikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Matrikulasidilakukan sebagai upaya layanan satuan pendidikan terhadap peserta didik untuk
mendapatkan layanan pengetahuan sebagaimana yang harus mereka dapatkan.

2014, Dit. PSMA, Ditjen Pendidikan Menengah Page 1
DAFTAR PUSTAKA
1. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi.
2. Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan.
3. Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi.
4. Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses.
5. Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian.
6. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur
Kurikulum.
7. Permendikdud Nomor 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum.
8. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 156928/MPK.A/KR/2013
Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum.