Anda di halaman 1dari 31

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air memiliki manfaat penting bagi kesehatan seperti meningkatkan
kemampuan kognitif, pencegahan batu dan infeksi kandung kemih hingga
mencegah obesitas. Cegah gangguan kesehatan dengan minur air yang
cukup. Air adalah komponen terbesar di dalam tubuh manusia. Kandungannya
bervariasi sesuai usia, misalnya pada bayi terdapat 80 persen air, pada orang
dewasa sebesar 60 persen dan pada usia lanjut atau di atas 65 tahun sebesar 50
persen. Jumlah cairan tubuh manusia selalu di atur tepat, Cairan tubuh total : 36
liter Di dalam sel : 24 liter Di luar sel : 12 liter Air Interstisial : 8 liter Kita
semua pasti tahu dan sadar bahwa air merupakan urat nadi kehidupan manusia.
Semua sistem dalam tubuh bergantung pada air. Bahkan lebih baik kekurangan
makanan daripada kekurangan air. Kurangnya air dalam tubuh dapat
menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri terjadi saat air dalam tubuh tidak
mencukupi untuk melakukan fungsi kerja tubuh secara normal.
Dehidrasi adalah gangguan pengeluaran cairan pada tubuh yang tidak
seimbang dengan pemasukan cairan (misalnya minum). Ini bukan penyakit, tetapi
gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lain. Biasanya dehidrasi terjadi karena
infeksi yang menyebabkan muntah dan diare. Penyebab lainnya adalah
kekurangan gizi. Kira-kira satu dari sepuluh anak yang lahir di negara
berkembang meninggal karena diare sebelum mencapai umur 5 tahun

2
Karena dehidrasi dapat disebabkan oleh beberapa jenis penyakit, cara
merawatnya sangat perlu diketahui. Dengan pengetahuan ini kita bisa
memberitahukan ibu-ibu yang mempunyai anak kecil petunjuk untuk mencegah
masalah serius ini. Kombinasi diare dan muntah bisa meningkatkan bahaya
dehidrasi.
Dulu dehidrasi pada umumnya dirawat secara suntikan infus. Pengobatan
dengan cara ini memerlukan alat infus, jadi selalu ada kemungkinan penyebaran
penyakit (kontaminasi). Pada tahun 60an di suatu tempat pengungsian telah
ditemukan bahwa meminum campuran garam dan gula sempat menyelamatkan
banyak jiwa dari bahaya maut akibat dehidrasi. Terbukti bahwa cara ini lebih
efektif daripada infus pada kasus dehidrasi yang ringan atau menengah.
Sekarang para pekerja kesehatan rata-rata sudah mengetahui keefektifan
merawat dan mencegah dehidrasi dengan Oralit (Garam Dehidrasi Oral).











3
1.2.Tujuan
1.2.1.Tujuan Umum
Mengetahui dan mengenal Apa Itu Dehidrasi?
1.2.2.Tujuan Khusus
1. Mengetahui cara Penanganan pertama dehidrasi?
2. Mengetahui mendiagnosa penyakit yang ditibulkan dehidrasi?
1.4.Manfaat
Manfaat yang didapat dalam melakuakn Residensi adalah
1. Bagi penulis
Menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang Dehidrasi
serata menambah keterampilan dalam menulis karya tulis ilmiah.
2. Bagi kampus
Sebagai referensi tambahan untuk mata kuliah SKILL LAB serta sebagai
tambahan informasi bagi teman-teman.











4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Defenisi
Berikut adalah beberapa pengertian tentang dehidrasi :
1. Dehidrasi adalah kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan
yang keluar lebih banyak dari pada jumlah cairan yang masuk (Sri
Ayu Ambarwati, 2003).
2. Dehidrasi adalah suatu gangguan dalam keseimbangan cairan yang
disertai dengan output yang melebihi intaks sehingga jumlah air
dalam tubuh berkurang (Drs. Syaifuddin, 1992 : 3).
3. Dehidrasi adalah kehilangan cairan tubuh isotik yang disertai
kehilangan antrium dan air dalam jumlah yang relatif sama. (Sylvia
A. Price, 1994 : 303)
Dari perngertian di atas dapat disimpulkan bahwa Dehidrasi adalah
gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena
pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Gangguan
kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit
tubuh.

Dehidarasi dapat terjadi karena :
a. Kekurangan zat natrium
b. Kekurangan air
c. Kekurangan natrium dan air ,

5
Dehidrasi dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi
hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama
(dehidrasi isotonik), atau hilangnya natrium lebih banyak daripada air
(dehidrasi hipotonik). Dehidrasi hipotonik ditandai dengan tingginya kadar
natrium serum (lebih dari 145 mEq/L) dan peningkatan osmolalitas efektif
serum (lebih dari 285 mosmol/liter). Dehidrasi isotonik ditandai dengan
normalnya kadar natrium serum (135 145 mEq/L) dan osmolalitas
efektif serum (270 285 mosmol/liter). Dehidrasi hipotonik ditandai
dengan rendahnya kadar natrium serum (kurang dari 135 mEq/L) dan
osmolalitas efektif serum (kurang dari 270 mosmol/liter).
2.2 Etiologi
Bermacam-macam penyebab dehidrasi menentukan tipe / jenis-jenis dehidrasi
(Menurut Donna D. Ignatavicus, 1991 : 253).
1. Dehidrasi
a. Perdarahan
b. Muntah
c. Diare
d. Hipersalivasi
e. Fistula
f. Ileustomy (pemotongan usus)
g. Diaporesis (keringat berlebihan)
h. Luka bakar
i. Puasa
j. Terapi hipotonik

6
k. Suction gastrointestinal (cuci lambung)

2. Dehidrasi hipotonik
a. Penyakit DM
b. Rehidrasi cairan berlebih
c. Mal nutrisi berat dan kronis
3. Dehidrasi hipertonik
a. Hiperventilasi
b. Diare air
c. Diabetes Insipedus ( hormon ADH menurun )
d. Rehidrasi cairan berlebihan
e. Disfagia
f. Gangguan rasa haus
g. Gangguan kesadaran
h. Infeksi sistemik : suhu tubuh meningkat.
2.3 Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi terjadi bila kehilangan cairan sangat besar sementara
pemasukan cairan sangat kurang. Beberapa kondisi yang sering
menyebabkan dehidrasi antara lain :
a. Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan
kehilangan cairan dalam jumlah besar. Di seluruh dunia, 4 juta
anak-anak meninggal setiap tahun karena dehidrasi akibat diare.
b. Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk
menggantikan cairan yang keluar dengan cara minum.

7
c. Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. Kondisi
lingkungan yang panas akan menyebabkan tubuh berusaha
mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat. Bila
keadaan ini berlangsung lama sementara pemasukan cairan
kurang maka tubuh dapat jatuh ke dalam kondisi dehidrasi.
d. Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau
kencing manis akan menyebabkan banyak gula dan air yang
dikeluarkan melalui kencing sehingga penderita diabetes akan
mengeluh sering kebelakang untuk kencing.
e. Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya
cairan berlebihan pada kulit yang rusak oleh luka bakar.
f. Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab
rentan untuk jatuh ke kondisi dehidrasi.
2.4 Gejala
Biasanya ketika dehidrasi akan menghampiri tubuh kita, maka kita
akan merasakan rasa haus yang sangat. Ketika anda merasakan hal
demikian hendaklah anda segera memperbanyak minum air mineral,
karena ketika rasa yang demikian ini dibiarkan begitu saja maka tubuh kita
akan lemas. Berikut ini tanda-tanda / gejala dehidrasi.
1. Sakit kepala bisa menjadi salah satu tanda dehidrasi. Jangan
sampai keluhan ini Anda biarkan begitu saja. Meski demikian
minumlah air putih secara perlahan.
2. Warna urine yang cenderung gelap. Ini adalah salah satu cara
mudah yang sepertinya kurang diperhatikan. Warna urine yang

8
cenderung lebih gelap diakibatkan karena Anda kurang
mengonsumsi air putih.
3. Lesu dan mengantuk juga merupakan tanda kita tidak minum
cukup air. Ini cara tubuh melambat untuk menghemat air. Cobalah
untuk mengonsumsi air dingin secara perlahan. Bukan hanya
mengembalikan performa tubuh akibat kurangnya asupan air,
namun air dingin juga menyegarkan.
4. Kekurangan air juga dapat menyebabkan kulit yang kering. Jika
kita sudah menggunakan pelembab kulit, namun tetap terasa
kering, itu adalah tanda bahwa Anda kurang minum.
5. Dehidrasi juga bisa ditandai dengan detak jantung yang meningkat.
Usahakan untuk mencukupi tubuh dengan konsumsia air minimal 2
liter perhari.
2.5 Fisiologi
Komponen tunggal terbesar dlam tubuh adalah air.Air adalah
pelarut bagi semua zat terlarut dalm tubuh baik dalm suspensi maupun
larutan.Air tubuh total (total water body/TBW) (yaitu persentase dari berat
tubuh total yang tersusun atas air) jumlahnya bervariasi sesuai dengan
jenis kelamin,umur,dan kandungan lemak dalam tubuh.Air membentuk
sekitar 60% berat badan seorang pria dan sekitar 50% berat badan
wanita.Pada orang tua TBW menyusun sekitar 45% sampai 50% berat
badan (Narins,1994).Lemak pada dasranya bebas air,sehingga lemak yang
makin sedikit akan mengakibatkan tingginya persentase air dari berat
badan orang itu.Sebaliknya jaringan otot memiliki kandungan air yang

9
tinggi.Oleh karena itu dibandingkan dengan orang kurus,orang gemuk
mempunyai TBW yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan berat
badannya.Wanita umumnya secara proporsional mempunyai lebih banyak
lemak dan lebih sedikit otot jika dibandingkan dengan pria,sehingga
jumlah TBW juga lebih sedikit dibandingkan dengan berat badannya.
Konsentrasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi dari satu
bagian dengan bagian lainnya,dan dalma keadaan sehat mereka harus
berada pada bagian yang tepat dan dalam jumlah yang tepat.Kation utama
pada cairan ekstraseluler dalah Na
+
,dan anion utamanya adalah Cl
-
dan
HCO
3
-
2.6 Patofisiologi
Dehidrasi dapat terjadi karena :
1. Kemiskinan air (water depletion)
2. Kemiskinan Natrium (sodium depletion)
3. Water and sodium depletion terjadi bersama-sama
Water depletion atau dehidrasi primer terjadi karena masuknya air sangat
terbatas,akibat :
a. Penyakit yang menghalangi masuknya air
b. Penyakit mental yang disertai menolak air atau ketakutan engan air
(hydrophobia)
c. Penyakit sedemikian rupa,sehingga si penderita sangat lemah dan tidak
dapat minum air lagi
d. Koma yang terus-menerus
Dehidrasi primer juga dapat terjadi pada orang yang mengeluarkan peluh yang

10
banyak,tanpa mendapatkan penggantian air,seperti pada musafir di padang
pasir,atau pada orang yang berhari-hari terapung-apung ditengah laut tanpa
mendapat minum.Pada stadium permulaan water depletion,ion natrium dan chlor
ikut menghilang dengan cairan tubuh,tetapi kemudian terjadi reabsorsi ion melalui
tubulus ginjal yang berlebihan,sehingga cairan ekstraseluler mengandung natrium
dan chlor berlebihan dan terjadi hipertoni. Hal ini menyebabkan air akan keluar
dari sel sehingga terjadi dehidrasi intraseluler dan inilah yang menimbulkan rasa
haus.Selain itu terjadi perangsangan pada hipofisis yang kemudian melepaskan
hormon antidiuretik sehingga terjadi oligouria.
Dehidrasi sekunder atau sodium depletion terjadi karena tubuh kehilangan
cairan tubuh yang mengandung elektrolit.Istilah sodium depletion lebih sesuai
daripada salt depletion untuk memberi tekanan terhadap perlunya
natrium.Kekurangan intake garam biasanya tidak menimbulkan sodium depletion
oleh karena ginjal,bila perlu,dapt mengatur dan menyimpan natrium.
Sodium depletion sering terjadi akibat keluarnya cairan melalui saluran
pencernaan pada keadaan muntah-muntah dan diare yang keras.Penyebab
timbulya dehidrasi bermacam-macam, selain penyebab timbulnya dehidrasi dapat
dibedakan menjadi 2 hal yaitu :
a. Eksternal (dari luar tubuh )
Penyebab dehidrasi yang berasal luar tubuh yaitu :
1. Akibat dari berkurangya cairan akibat panas yaitu kekurangan zat
natrium;kekurangan air;kekurangan natrium dan air.
2. Latihan yang berlebihan yang tidak dibarengi dengan asupan
minuman juga bias.

11
3. Sinar panas matahari yang panas.
4. Diet keras dan drastis.
5. Adanya pemanas dalam ruangan.
6. Cuaca/musim yang tidak menguntungkan (terlalu dingin).
7. Ruangan ber AC , walaupun dingin tetapi kering.
8. Obat-obatan yang digunakan terlalu lama.
b. Internal (dari dalam tubuh)
Sedangkan penyebab terjadinya dehidrasi yang berasal dari dalam tubuh
disebabkan terjadinya penurunan kemampuan homeostatik. Secara khusus, terjadi
penurunan respons rasa haus terhadap kondisi hipovolemik dan hiperosmolaritas.
Disamping itu juga terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus, kemampuan fungsi
konsentrasi ginjal, renin, aldosteron, dan penurunan respons ginjal terhadap
vasopresin. Selain itu fungsi penyaringan ginjal melemah, kemampuan untuk
menahan kencing menurun, demam, infeksi, diare, kurang minum, sakit, dan
stamina fisik menurun.
Kehilangan cairan tubuh dapat bersifat :
a. Normal
Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar
1 ml terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal.
Misalnya :
Keringat : Tubuh bias kehilangan sejumlah besar air ketika mencoba untuk
mendinginkan diri dengan keringat.Apakah tubuh panas karena lingkungan
(misalnya :bekerja dalm lingkungan yang hangat),intens berolahraga dalam
lingkungan yang panas,atau karena demam yang disebabkan oleh infeksi.Tubuh

12
menggunakan sejumlah besar air dalam bentuk keringat untuk mendinginkan
diri,tergantung pada kondisi cuaca.Jalan cepat dapat mengahsilkan sampai 16 ons
keringat (sat upon air) untuk memungkinkan mendinginkan tubuh,dan air yang
perlu diganti.
b. Abnormal
Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu
lingkungan yang terlalu tinggi atau rendah. Pengeluaran cairan yang banyak dari
dalam tubuh tanpa diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat
dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit
yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya
dengan baik. Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari
darah maupun organ-organ tubuh lainnya. Dehidrasi adalah berkurangnya cairan
tubuh total. Proses terjadinya kulit wajah dehidrasi yaitu sekelompok kelenjar
lemak/minyak produksinya berkurang akibatnya setiap keringat yang keluar
langsung teruapkan, sehingga cairan dalam tubuh berkurang.
Misalnya :
a. Muntah : Muntah juga bisa menjadi penyebab hilangnya cairan dan sulit
bagi seseorang untuk mengganti air dengan minum itu jika mereka tidak
dapat mentelerir cairan
b. Diabetes : Pada orang dengan diabetes gula darah menyebabkan kadar
gula tumpah ke dalam air seni dan air kemudian berikut yang dapat
menyebabkan dehidrasi yang signifikan.Untuk alas an ini,sering kencing
dan haus yang berlebihan adalah gejala awal diabetes.
c. Burns : Korban luka bakar mengalami dehidrasi karena kulit yang rusak

13
tidak dapat mencegah cairan dan merembes keluar dari tubuh.Penyakit
peradangan lain dari kulit juga terkait dengan kehilangan cairan.
d. Ketidakmampuan untuk minum cairan : Keridamampuan untuk minum
memadai adalah penyebab potensial lainnya degidrasi.Apakah itu adalah
kurangnya ketersediaan air atau kurangnya kekuatan untuk minum jumlah
yang cukup,ditambah dengan kehilangan air rutin.
e. Diare : Keluarnya sekresi saluran cerna bagian bawah banyak
mengandung natrium,kalium.Dan pada diare konsistensi feces encer atau
bahkan sangat encer,Hal ini berarti volume air lebih banyak.
2.7 Jenis-Jenis Dehidrasi
Dehidrasi dapat dikategorikan berdasarkan tosinitas/ kadar cairan
yang hilang yaitu :
1. Dehidrasi hipertonik yaitu berkurangnya cairan berupa hilangnya
air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik). Dehidrasi
hipertonik ditandai dengan tingginya kadar natrium serum (lebih
dari 145 mmol/liter) dan peningkatan osmolalitas efektif serum
(lebih dari 285 mosmol/liter).
2. Dehidrasi isotonik atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah
yang sama. Dehidrasi isotonik ditandai dengan normalnya kadar
natrium serum (135-145 mmol/liter) dan osmolalitas efektif serum
(270-285 mosmol/liter).
3. Dehidrasi hipotonik hilangnya natrium yang lebih banyak dari
pada air. Dehidrasi hipotonik ditandai dengan rendahnya kadar
natrium serum (kurang dari 135 mmol/liter) dan osmolalitas efektif

14
serum (kurang dari 270 mosmol/liter.

Sedangkan penggolongan dehidrasi berdasarkan banyaknya cairan yang hilang
yaitu :
a. Dehidrasi ringan ( < 5 %) kehilangan cairan dan elektrolit Dehidrasi
ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan).
b. Dehidrasi sedang ( 5- 8 %) kehilangan cairan dan elektrolit dehidrasi
sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan).
c. Dehidrasi berat ( > 8 %) kehilangan cairan dan elektrolit dehidrasi berat
(jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).
2.8 Diagnosa Diare
Diagnosa diare ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Amati konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar bayi atau balita. Jika tinja
encer dengan frekuensi buang air besar 3 kali atau lebih dalam sehari, maka bayi
atau balita tersebut menderita diare. Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk
mengetahui kadar elektrolit dan jumlah sel darah putih. Namun, untuk mengetahui
organisme penyebab diare, perlu dilakukan pembiakan terhadap contoh tinja.
2.9 Pengobatan
Cara mengobati dehidrasi atau penanganan dehidrasi perlu di lakukan bagi
orang yang menderita dehidrasi. Dehidrasi yang ringan dan sedang dapat
ditangani dengan larutan rehidrasi oral, dan dehidrasi berat dapat diobati dengan
cairan infuse. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan larutan
rehidrasi oral yang mengandung natrium klorida, natrium sitrat, kalium klorida
dan glukosa anhidrus. Langkah-langkah untuk menyiapkan larutan rehidrasi oral

15
dari suatu paket standar mencakup:
a. Cucilah tangan Anda dan keringkan dengan kain yang bersih
b. Ambilah satu liter air bersih
c. Campurkan satu pak penuh larutan rehidrasi oral ini tetap tertutup.
d. Berikan larutan ini pada anak menurut penjelasan di bawah ini.
e. Gunakan larutan ini dalam waktu 24 jam. Sisa larutannya harus dibuang.
Waktu penghentian rehidrasi oral
Larutan rehidrasi oral harus dihentikan setelah diare berhenti.
Pemberiannya juga harus dihentikan sementara jika larutan rehidrasi oral gagals
memperbaiki dehidrasi dan atau si anak terkena komplikasi akibat diare. Larutan
rehidrasi oral tidak direkomendasikan dalam kasus dehidrasi parah, kelelahan dan
jika tidak ada air seni yang dibuang. Keuntungan Larutan Rehidrasi Oral. Larutan
rehidrasi oral memiliki 4 keuntungan utama, yakni mudah diperoleh, mudah
diberikan, tidak mahal, efektif dalam menangani dehidrasi ringan atau sedang.
Cairan Infus
Cairn infus untuk menangani dehidrasi biasanya direkomendasikan dalam lima
kondisi:
Dehidrasi parah dengan aatau tanpa tanda-tanda syok (berkurangnya volume
darah dalam tubuh)
Kelelahan, lemas, koma
Muntah yang tak terkendali
Berkurangnya atau tidak adanya air seni yang dibuang dalam waktu yang lama

16
Komplikasi apapun di mana larutan rehidrasi oral tidak dapat diberikan.
Kelemahan cairan infuse
Ada 5 kekurangan dari pemberian cairan infus
Mahal
Dibutuhkan orang yang terlatih untuk memberikan cairan dengan cara ini
Tidak cukupnya fasilitas di pedesaan atau daerah yang jauh di pedalaman
Tingginya risiko infeksi ketika teknik-teknik atau bahan-bahan yang bersih
tidak digunakan.
Kemungkinan terjadinya hidrasi yang berlebihan dan hidrasi yang tidak
memadai lebih tinggi dibandingkan dengan perawatan dengan larutan rehidrasi
oral( misaalnya, oralit).














17
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Alat
Alat yang dugunakan oleh penulis dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini
adalah sebagai berikut:
a. Laptop
b. Modem dan Kartu Perdana
c. Printer
d. Alat Tulis
e. Flasdisk
f. Kertas A4
g. Buku-Buku yang bersangkutan dengan pembuatan karya tulis ilmiah
3.2 Bahan
Bahan-Bahan untuk pembuatan karya tulis ilmiah didapatkan dari buku-
buku yang berisi tentang DEHIDRASI dan internet.
3.3 Cara Kerja
Pembuatan Karya Tulis Ilmiah dilakukan dengan cara mengumpulkan
data-data yang berkaitan dengan judul karya tulis ilmiah yaituDEHIDRASI
yang dapat berasal dari tex book atau internet.






18
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Trigger
Anak laki-laki umur 2 tahun, BB 9 Kg, BAB mencret sejak 2 hari, BAB
mencret 7 kali/hari, BAB cair, volume 14 gelas aqua, warna kuning,
menyemprot, lender (+),darah (-), bau busuk (+).
Muntah sebanyak 3 x setelah minum susu, isi cairan susu. 5 hari batuk
berdahak berwarna putih, pilek sekret bening warna putih, disertai demam
,dengan pemberian obat. Nafsu makan berkurang, nafsu minum
meningkat. Volume BAK sedikit berkurang dari biasanya. Riwayat minum
susu formula & ortu mengaku menggunakan air isi ulang.










19
4.2 Pembahasan
I. Identitas Pasien
Nama : An. M
Umur : 4 th
Tempat/tanggal lahir : Padang, 6 September 2010
Jenis kelamin : Laki-laki
Nama Ayah : Tn. E
Nama Ibu : Ny. N
Pekerjaan/pangkat : IRT
Alamat Rumah : jl. Delima,Belimbing
Agama : Islam
Suku/Bangsa: Minang
No. Rekam Medis: 123148
Masuk Rumah Sakit Tanggal: 2-12-2012
Datang sendiri/dikirim oleh : Diantar Oleh Orang Tuanya
Diagnosa pulang : Diare Cair Akut Dengan Dehidrasi Ringan-Sedang
Sembuh/belum sembuh/pulang paksa/meninggal : Sembuh
2. Anamnesa
Alloanamnesa (ibu pasien)

Keluhan Utama : BAB mencret sejak 2 hari yang lalu 7 x sehari

Keluhan Tambahan : Muntah


20
Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang ke UGD RS MRM dengan diantar orangtuanya dengan
keluhan BAB mencret sejak 2 hari yang lalu.
Keluhan mencret ini kurang lebih 7 kali/hari. Dengan BAB
konsistensi cair lebih banyak dari ampas, volume BAB @ gelas aqua, warna
kuning,menyemprot, lender (+) ,darah (-), bau busuk (+).Keluhan mencret disertai
dengan muntah sebanyak 3 x setelah minum susu, muntah isi cairan susu. Sejak 5
hari yang lalu, pasien juga mengeluh batuk berdahak berwarna putih, pilek sekret
bening warna putih, disertai demam1x, turun dengan pemberian obat. Pasien
sudah berobat ke Puskesmas, batuk-pilek sudah.

Riwayat Penyakit Dahulu : Diare saat berumur 7 bulan
Riwayat Penyakit Keluarga : -
Riwayat Pengobatan yang diperoleh : -
Riwayat Kehamilan ibu:
Riwayat Kehamilan : P4 A0
Perawatan antenatal : Tidak Teratur
Tempat Lahir : Puskesmas
Ditolong oleh :Bidan
Cara persalinan :Spontan

21
Berat badan lahir :2600 gram
Usia gestasi :38-39 minggu
Kelainan bawaan :Tidak Ada
Keadaan bayi saat lahir :Langsung mengais,anggota tubuh lengkap
Anak ke 4 dari 4 anak
Riwayat Perkembangan
Pertumbuhan gigi I :12 bulan
Psikomotor :Duduk:12 Bulan jalan:17 Bulan
Gangguan perkembangan :Disangkal
Tabel 4.1: Riwayat Makanan
Umur ASI/PASI Sayur/Buah/Biscuit Bubur
Susu
Nasi Tim
0-2 bulan ASI
2-4 bulan ASI
4-6 bulan ASI Bubur Susu
6-8 bulan ASI Sayur,Pisang,Biskuit Bubur Susu
8-10 bulan ASI Sayur,Pisang,Biskuit Bubur Susu Nasi Tim

22
Sering

Susu,merek dan takaran : -
Kesulitan makanan : -
Kesan(pola, kualitas dan kuantitas) : cukup
Riwayat Imunisasi
Hepatitis :1x(usia 1 bulan)
BCG :1x(usia 0 bulan)
DPT :3x(usia 2,4,6 bulan)
Polio :4x(usia 0,1,2,4 bulan)
Campak : -
Anggota lain yang serumah : Kakak Perempuan (20 thn dan 8 thn) Kakak Laki-
laki (17 thn)
Masalah Dalam keluarga : Tidak Ada
Perumahan : Cukup Padat
Keadaan Rumah : Ventilasi Baik
Daerah Lingkungan : Bersih

23
Sumber Air Lingkungan :Pompa Air
Sumber Air Lain : Sumur
Tabel 4.2: Data orang tua
Data Ayah Ibu
Umur
Sekarang
47 40
Perkawinan ke 1 1
Umur Saat
Menikah
22 20

Tabel 4.3: pendidikan Orang Tua
Pendidikan Terakhir SMA SMP
Agama Islam Islam
Suku Bangsa Betawi-Indoneia Betawi-Indonesia
Keadaan Kesehatan Baik Baik
Penyakit - -
Kosanguitas - -


24
III. Pemeriksaan Fisik
Berat Badan Sekarang :9 kg
Berat Badan Sebelum Sakit :9,7 kg
Frekuensi Nadi :124x/menit
Frekuensi Nafas :32x/menit
Suhu Tubuh :36
0
C
Trugor :Baik
Dipsneu :-
Keadaan Umum
Keadaan Sakit :Agak Rewel
Kesadaran :CM
Gizi :Baik
Kepala
Bentuk Kepala :Normocephal
Rambut :Hitam,Lurus,Distribusi merata,Tidak mudah di cabut
Ubun-Ubun Besar :Belum Menutup Sempurna(Cekung)


25
Mata
Konjungtiva :Tidak Anemis
Sklera :Tidak Ikterik
Cekung :Cekung
Air Mata :+/+
Telinga
Perdarahan :Tidak ada
Serumen : Tidak Ada
Lubang :Lapang
Gendang :Intak
Hidung
Septum :Deviasi-/-
Sekret :Sekret-/-
Mulut
Bibir :Mukosa bibir tampak kering
Lidah :Coated Tongue(-)
Tonsil :T1-T1 tenang

26
Faring :Tidak Hipremis
Sekret Tenggorokan :Tidak Ada
Leher
KGB : Pembesaran(-)
Thorax
Paru : Inspeksi : pergerakan dada simetris dalam keadaan statis dan
dinamis, retraksi (-)
Palpasi : vokal fremitus kanan = kiri
Perkusi : sonor pada kedua lapang paru, kanan = kiri
Auskultasi : suara nafas vesikuler
Jantung: Inpeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis tak teraba Perkusi
Perkusi : batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)
Abomen
Inspeksi : cembung, defans muskuler (-)
Palpasi : supel, NTE (+), NT (-), NL (-)

27
Hepar : tidak teraba
Lien: Tidak Teraba
Perkusi : timpani pada seluruh lapang abdomen, NK (-)
Auskultasi : Bising usus (+) meningkat

Ekstrimitas : akral hangat, edem dan cyanosis (-)
Refleks fisiologis : + +

+ +
Refleks patologis :Babinsky(-)
Genitalia :Laki-laki, tidak ada kelainan
IV. Pemeriksaan Laboratorium
1. Darah Rutin
Hb :9,4 gr% (13,5-18)
Ht :32% (0-10)
Leukosit :16100/ul (4.500-10.700)
Trombosit :660.000/ul
2. Elektrolit
Kalium :2,6 mEq/L
Na :139mEq/L

28
Cl :111mEq/L
3. Widal :+(Positif)1/80
IV. Diagnosis Kerja
Diare Akut dengan Dehidrasi sedang dan Hipokalemia
V. Diagnosa Banding
Diare Cair Akut ec Bakteri y Disentri Basiler
VI. Penatalaksanaan
Cairan : Infus RL 12 tetes/menit (makro)
Inj.Kcl 20cc
Medikamentosa : Zinc Kid 1x1 sachet
Lacto B 2 x 1 sachet
Domperidon syrup 3 X 1 cth
Cotrimoxazol syrup 2 x 1 cth
Diet TKTP :
Kalori : 800 kkal/hari
Protein : 16 gr/hari


29
VII. Prognosa
1. Quo ad Vitam
2. Quo ad Functionam
3. Quo ad Sanationam














30
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada
tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan
(misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan
gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.
Dehidarasi dapat terjadi karena :
a. Kekurangan zat natrium
b. Kekurangan air
c. Kekurangan natrium dan air ,
Dehidrasi dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi
hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi
isotonik), atau hilangnya natrium lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik).
B. SARAN
Dalam menangani pasien yang mengalami dehidrasi ada baiknya kita
menilai atau memastikan pasien termasuk dehidrasi tipe yang mana melalu
pemeriksaan-pemeriksaan yang telah di sebutkan di atas. Sebaiknya cairan
diberikan dengan segera mungkin untuk menghindarkan hal-hal yang fatal bagi
tubuh pasien.


31
DAFTAR PUSTAKA
1) Dr. Pengambean Marulam M. dkk. 2005. Ilmu Penyakit Dalam,
Jakarta, Renika Cipta
2) Iniyah,Lin.2010. Asuhan Keperawatan Anak.Jakarta: EGC
3) Helen,Farer.2002. Perawatan Maternitas.Jakarta:EGC
4) Matondang, CS, dkk.2005. Diagnosis Fisis Pada Anak Edisi
2,Jakarta:PT Sagung Seto
5) Nelson, 2002. Ilmu Kesehatan pada Anak, Jakarta: EGC
6) www.scribd.com
7) www.pdf.com

Anda mungkin juga menyukai