Anda di halaman 1dari 10

33

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penelitian kasus-kontrol (case-control study), atau yang sering juga disebut sebagai
case-comparison study, case-compeer study, case-referent study, atau retrospective study,
meupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang menelaah hubungan antara
efek (penyakit atau kondisi kesehatan) tertentu dengan faktor-faktor risiko tertentu. Desain
penelitian kasus-kontrol dapat digunakan untuk menilai berapa besar peran faktor risiko
dalam kejadian penyakit (cause-effect relationship), seperti hubungan antara kejadian
kanker serviks dengan perilaku seksual, hubungan antara tuberkulosis pada anak dengan
vaksinasi BC, atau hubungan antara status gi!i bayi berusia " tahun dengan pemakaian
#B suntik pada ibu.
Dalam hal kekuatan hubungan sebab akibat, studi kasus-kontrol ada di ba$ah desain
eksperimental dan studi kohort, namun lebih kuat daripada studi cross-sectional, karena
pada studi kasus-kontrol terdapat dimensi $aktu, sedangkan studi cross-sectional tidak.
Desain kasus-kontrol mempunyai berbagai kelemahan, namun juga memiliki beberapa
keuntungan. Dengan peren%anaan yang baik, pelaksanaan yang %ermat, serta analisis yang
tepat, studi kasus-kontrol dapat memberikan sumbangan yang bermakna dalam berbagai
bidang farmasi klinik, terutama untuk penyakit-penyakit yang jarang ditemukan.
&ehubungan dengan itu, pada makalah ini kami akan menyajikan penjelasan
mengenai &tudi #asus #ontrol.
1.2 Rumusan Masalah
'umusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah (
") )pakah pengertian studi kasus kontrol*
+) )pakah tujuan studi kasus kontrol*
,) )pakah karakteristik studi kasus kontrol*
-) )pakah langkah . langkah studi kasus kontrol*
/) )pakah rasio odds*
0) )pakah bias studi kasus kontrol*
1) )pakah kelebihan dan kekurangan studi kasus kontrol*
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
1.3 Tujuan Penulsan
2ujuan dari penulisan malah ini adalah (
") 3ntuk mengetahui pengertian studi kasus kontrol.
+) 3ntuk mengetahui tujuan studi kasus kontrol.
,) 3ntuk mengetahui karakteristik studi kasus kontrol.
-) 3ntuk mengetahui langkah . langkah studi kasus kontrol.
/) 3ntuk mengetahui rasio odds.
0) 3ntuk mengetahui bias dalam studi kasus kontrol.
1) 3ntuk mengetahui kelebihan dan kekurangan studi kasus kontrol.
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
BAB II
TIN!AUAN PU"TA#A
2.1 De$ns "tu% #asus #&ntr&l
&tudi kasus-kontrol adalah suatu penelitian analitik yang menyangkut bagaimana faktor
risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif, dimulai dengan
mengidentifikasi pasien dengan efek atau penyakit tertentu (kelompok kasus) dan
kelompok tanpa efek (kelompok kontrol), kemudian diteliti faktor risiko yang dapat
menerangkan mengapa kelompok kasus terkena efek, sedangkan kelompok kontrol tidak.
2.2 Tujuan "tu% #asus #&ntr&l
Desain penelitian ini bertujuan mengetahui apakah suatu faktor risiko tertentu benar
berpengaruh terhadap terjadinya efek yang diteliti dengan membandingkan kekerapan
pajanan faktor risiko tersebut pada kelompok kasus dengan kelompok kontrol. 4adi,
hipotesis yang diajukan adalah ( Pasien penyakit 5 lebih sering mendapat pajanan faktor
risiko 6 dibandingkan dengan mereka yang tidak berpenyakit 7. Pertenyaan yang perlu
dija$ab dengan penelitian ini adalah ( apakah ada asosiasi antara variabel efek (penyakit,
atau keadaan lain) dengan variabel lain (yang diduga mempengaruhi terjadi penyakit
tersebut) pada populasi yang diteliti.
+., 4enis-jenis &tudi #asus #ontrol
8enurut $aktu kronologisnya antara mulai pengumpulan data sampai timbulnya
fenomena (9nsidens #asus) (
&tudi #asus Prospektif
Bila 9nsidens kasus baru terjadi setelah dimulainya penelitian
&tudi #asus 'etrospektif
Bila 9nsidens kasus baru terjadi pada $aktu dimulainya penelitian
2.3 #arakterstk "tu% #asus #&ntr&l
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
Ciri dari studi kasus kontror adalah pemilihan subyek berdasarkan status penyakit,
untuk kemudian dilakukan pengamatan apakah subyek mempunyai ri$ayat terpapar faktor
penelitian atau tidak serta memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut (
". 8erupakan penelitian observasional yang bersifat retrospektif:
+. Penelitian dia$ali dengan kelompok kasus dan kelompok kontrol:
,. #elompok kontrol digunakan untuk memperkuat ada tidaknya hubungan sebab-akibat:
-. 2erdapat hipotesis spesifik yang akan diuji se%ara statisti%:
/. 8erupakan penelitian observasional yang bersifat retrospektif:
0. Penelitian dia$ali dengan kelompok kasus dan kelompok %ontrol:
1. #elompok kontrol digunakan untuk memperkuat ada tidaknya hubungan sebab-akibat:
;. 2erdapat hipotesis spesifik yang akan diuji se%ara statisti%.
2.' Langkah(langkah "tu% #asus #&ntr&l
2ahapan kegiatan dalam studi kasus-kontrol adalah sebagai berikut (
a. Menetapkan Pertanyaan Penelitian dan Hipotesis yang Sesuai
Dari pertanyaan penelitian dapat disusun hipotesis penelitian yang akan diuji
validitasnya se%ara empiris.
b. Mendeskripsikan dan Mengidentifikasi Variabel Penelitian
9ntensitas pajanan faktor resiko dapat dinilai dengan %ara mengukur dosis,
frekuensi, atau lamanya pajanan. 3kuran pajanan terhadap faktor risiko yang
berhubungan dengan frekuensi dapat besifat (
". Dk&t&m, yaitu bila hanya terdapat dua kategori, misalnya pernah minum jamu
peluntur atau tidak:
+. P&lk&t&m, yaitu bila pajanan diukur pada lebih dari dua tingkat, misalnya tidak
pernah, kadang-kadang, atau sering terpajan:
,. #&ntnu, yaitu bila pajanan diukur dalam skala kontinu atau numerik, misalnya
umur dalam tahun, paritas, berat lahir.
3kuran pajanan yang berhubungan dengan $aktu dapat berupa (
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
<amanya pajanan (misalnya jumlah bulan pemakaian )#D') dan apakah
pajanan itu berlangsung terus-menerus):
&aat mendapat pajanan pertama:
Bila terjadi pajanan terakhir.
c. Menentukan Populasi Terangkau dan Sampel !"asus, "ontrol# serta $ara Pemilihan
Subyek Penelitian
#elompok kasus adalah kelompok individu yang menderita penyakit yang akan
diteliti dan ikut dalam proses penelitian sebagai subyek studi. &edangkan kelompok
kontrol adalah kelompok individu yang sehat atau tidak menderita penyakit yang akan
diteliti, tetapi mempunyai peluang yang sama dengan kelompok kasus karena terpajan
oleh faktor risiko yang diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit.
Cara terbaik untuk memilih kasus adalah dengan mengambil se%ara a%ak subyek
dari populasi yang menderita efek. =amun dalam praktek, hal ini hampir tidak mungkin
dilaksanakan karena penelitian kasus-kontrol lebih sering dilakukan pada kasus yang
jarang yang diagnosisnya biasanya ditegakkan di rumah sakit.
Beberapa hal berikut ini perlu dipertimbangkan dengan %ermat dalam pemilihan
kasus untuk studi kasus-kontrol, yaitu (
a. #asus insidens (baru) atau kasus prevalens (baru dan lama):
b. 2empat pengumpulan kasus:
%. &aat diagnosis.
&ementara itu, pemilihan kontrol semata-mata ditentukan oleh peneliti sehingga
sangat teran%am bias. #elompok kontrol harus berasal dari populasi yang sama dengan
kasus dan didasarkan pada kesamaan dengan karakteristik subyek pada kasus, sehingga
mempunyai kesempatan yang sama untuk terpajan oleh faktor risiko yang diteliti.
)da beberapa %ara untuk memilih kontrol yang baik, yaitu (
a. 8emilih kasus dan kontrol dari populasi yang sama:
b. 8emilih kontrol dengan karakteristik yang sama dengan kasus dalam semua
variabel yang mungkin berperan sebagai faktor risiko ke%uali variabel yang diteliti
(mat%hing):
c. 8emilih lebih dari satu kelompok kontrol.
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
Pada dasarnya untuk penelitian kasus-kontrol jumlah subyek yang akan diteliti
bergantung kepada (
a. Berapa besar densitas pajanan faktor risiko pada populasi. Bila densitas pajanan
faktor risiko terlalu ke%il atau terlalu besar, maka kemungkinan pajanan risiko pada
kasus dan kontrol hampir sama dan diperlukan sampel yang %ukup besar untuk
mengetahui perbedaannya.
b. 'asio odds terke%il yang dianggap bermakna (').
%. Derajat kemaknaan (kesalahan tipe 9,a) dan kekuatan (po$er > " . b) yang dipilih.
Biasanya dipilih a > /?, b > "@? atau +@? (po$er > A@? atau ;@?).
d. 'asio (perbandingan) antara jumlah kasus dan kontrol. Dengan memilih kontrol
lebih banyak, maka jumlah kasus dapat dikurangi. Bila jumlah kontrol diambil %
kali, maka jumlah kasus dapat dikurangi dari n menjadi (% B ") nC+%.
e. )pakah pemilihan kontrol dilakukan dengan mat%hing atau tidak. Dengan
melakukan mat%hing, jumlah subyek yang diperlukan menjadi lebih sedikit.
d. Melakukan Pengukuran Variabel %fek dan &aktor 'isiko
Pengukuran terhadap variabel yang dipelajari (efek dan faktor risiko) merupakan
hal yang sentral pada studi kasus kontrol. Penentuan efek harus sudah didefinisikan
dalam usulan penelitian. Pengukuran faktor risiko atau pajanan yang terjadi di $aktu
lampau melalui anamnesis (re%all) semata-mata mengandalkan daya ingat responden.
Bias yang dapat mengan%am dalam konteks ini adalah re%all bias.
e. Menganalisis (ata Hasil Penelitian
)nalisis hasil studi kasus-kontrol dapat bersifat sederhana yaitu penentuan rasio
odds, sampai yang bersifat kompleks yaitu menggunakan analisis multivariat. 9ni
ditentukan oleh apa yang ingin diteliti, bagaimana %ara memilih kontrol (mat%hed atau
tidak), dan terdapatnya variabel yang mengganggu atau tidak.
2.) Ras& *%%s
Dalam menentukan rasio odds dapat dilakukan melalui + langkah, yaitu (
a. Studi "asus-"ontrol Tanpa Matching
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
'asio odds ('D) pada studi kasus-kontrol dapat diartikan sama dengan resiko
relatif ('') pada studi kohort. Pada penelitian kasus-kontrol terdapat kelompok kasus
(aB%) dan kelompok kontrol (bBd). Dalam hal ini, yang dapat dinilai adalah berapa
sering terdapat pajanan pada kasus dibandingkan pada kontrol, disebut dengan rasio
odds ('D).
'D > odds pada kelompok kasus ( odds pada kelompok kontrol
> (proporsi kasus dengan faktor resiko) C (proporsi kasus tanpa faktor resiko)
(proporsi kontroldengan faktor resiko) C (proporsi kontrol tanpa faktor resiko)
b. Studi "asus-"ontrol (engan Matching
Pada studi kasus-kontrol dengan mat%hing individual, harus dilakukan analisis
dengan menjadikan kasus dan kontrol sebagai pasangan-pasangan. Easil pengamatan
studi kasus-kontrol biasanya disusun dalam tabel + 5 + dengan keterangan sebagai
berikut (
&el a > kasus mengalami pajanan, kontrol mengalami pajanan
&el b > kasus mengalami pajanan, kontrol tidak mengalami pajanan
&el % > kasus tidak mengalami pajanan, kontrol mengalami pajanan
&el d > kasus dan kontrol tidak mengalami pajanan
#ontrol
#asus 'isiko (B) 'isiko (.)
'isiko (B) a b
'isiko (.) % d
'asio odds pada studi kasus-kontrol dengan mat%hing ini dihitung dengan
mengabaikan sel a karena baik kelompok kasus maupun kontrolnya terpajan, dan sel
d karena baik kelompok kasus maupun kontrolnya tidak terpajan. 'asio odds dihitung
dengan formula (
'D > b C %
'D dapat dianggap mrndekati risiko relatif apabila (
". 9nsidens penyakit yang diteliti ke%il, tidak lebih dari +@? populasi terpajan:
+. #elompok kontrol merupakan kelompok representatif dari populasi dalam hal
peluangnya untuk terpajan faktor risiko:
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
,. #elompok kasus harus representative.
'D F " menunjukkan bah$a faktor yang diteliti memang merupakan faktor resiko,
bila 'D > " atau men%akup angka " berarti bukan merupakan faktor resiko, dan bila
'D G par >H p(r-")B"H p >H proporsiH r >H rasioHF ".
2.+ Bas Dalam "tu% #asus #&ntr&l
Bias merupakan kesalahan sistematis yang menyebabkan hasil penelitian tidak sesuai
dengan kenyataan. Pada penelitian kasus-kontrol terdapat tiga kelompok bias yang dapat
mempengaruhi hasil, yaitu (
a. Bias seleksi:
b. Bias informasi:
%. Bias peran%u (confounding bias).
Beberapa hal yang dapat menyebabkan bias, di antaranya adalah (
". 9nformasi tentang faktor risiko atau faktor peran%u (confounding factors) mungkin
terlupa oleh subyek penelitian atau tidak ter%atat dalam %atatan medik kasus (recall
bias):
+. &ubyek yang terkena efek (kasus), karena ingin mengetahui penyebab penyakitnya
lebih sering melaporkan faktor risiko dibandingkan dengan subyek yang tidak terkena
efek (kontrol):
,. Peneliti kadang sukar menentukan dengan tepat apakah pajanan suatu agen
menyebabkan penyakit ataukah terdapatnya penyakit menyebabkan subyek lebih
terpajan oleh agen:
-. 9dentifikasi subyek sebagai kasus maupun kontrol yang representatif seringkali sangat
sukar.
2., #ele-han %an #ekurangan "tu% #asus #&ntr&l
a. #ele-han
". &tudi kasus kontrol kadang atau bahkan menjadi satu-satunya %ara untuk meneliti
kasus yang jarang atau yang masa latennya panjang, atau bila penelitian prospektif
tidak dapat dilakukan karena keterbatasan sumber atau hasil diperlukan se%epatnya.
+. Easil dapat diperoleh dengan %epat.
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
,. Biaya yang diperlukan relatif lebih sedikit sehingga lebih efisien.
-. 8emungkinkan untuk mengidentifikasi berbagai faktor risiko sekaligus dalam satu
penelitian (bila faktor risiko tidak diketahui).
/. 2idak mengalami kendala etik seperti pada penelitian eksperimen atau kohort.
-. #ekurangan
". Data mengenai pajanan faktor risiko diperoleh dengan mengandalkan daya ingat
atau %atatan medik. Daya ingat responden menyebabkan terjadinya re%all bias, baik
karena lupa atau responden yang mengalami efek %enderung lebih mengingat
pajanan faktor risiko daripada responden yang tidak mengalami efek. Data
sekunder, dalam hal ini %atatan medik rutin yang sering dipakai sebagai sumber data
juga tidak begitu akurat (objektivitas dan reliabilitas pengukuran variabel yang
kurang).
+. Ialidasi informasi terkadang sukar diperoleh.
,. &ukarnya meyakinkan bah$a kelompok kasus dan kontrol sebanding karena
banyaknya faktor eksternal C faktor penyerta dan sumber bias lainnya yang sukar
dikendalikan.
-. 2idak dapat memberikan in%iden%e rates karena proporsi kasus dalam penelitian
tidak me$akili proporsi orang dengan penyakit tersebut dalam populasi.
/. 2idak dapat dipakai untuk menentukan lebih dari satu variabel dependen, hanya
berkaitan dengan satu penyakit atau efek.
0. 2idak dapat dilakukan untuk penelitian evaluasi hasil pengobatan.
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi
33
BAB III
PENUTUP
3.1 #esm.ulan
Penelitian kasus-kontrol (case-control study), atau yang sering juga disebut sebagai
case-comparison study, case-compeer study, case-referent study, atau retrospective study,
meupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang menelaah hubungan antara
efek (penyakit atau kondisi kesehatan) tertentu dengan faktor-faktor risiko tertentu.
2ujuan dari studi kasus %ontrol sendiri adalah untuk mengetahui apakah suatu faktor
risiko tertentu benar berpengaruh terhadap terjadinya efek yang diteliti dengan
membandingkan kekerapan pajanan faktor resiko tersebut pada kelompok kasus dengan
kelompok kontrol.
Studi Kasus Kontrol - Farmakoepidemiologi