Anda di halaman 1dari 55

TA 5111

GENESA MINERAL
KLASIFIKASI ENDAPAN BAHAN GALIAN
Dr.Eng. Syafrizal., ST., MT
Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumberdaya Bumi
KK ESDB FTTM - ITB
Materi-02
1
Sub-Topik
2
Morfologi Badan Bijih
Dimensi badan bijih (ukuran, bentuk, dan sebaran)
merupakan fungsi dari geometri dan distribusi kadar.
Bidang : Strike & Dip.
Dimensi : Panjang, Lebar, Tebal.
Bentuk : Mengikuti bidang mineralisasi atau bentuk batuan
induk.
Klasifikasi Endapan Bahan Galian
Pengelompokan bahan galian sesuai dengan letak dan
proses pembentukan.
Morfologi Badan Bijih
- Dimensi -
3
S
h
a
f
t
P
erm
u
kaan
Level
Level
Level
Level
Level
P
a
n
j
a
n
g

s
e
a
r
a
h

p
l
u
n
g
e
L
e
b
a
r
Stope
Tebal
Morfologi Badan Bijih
- Dimensi -
4
5
Top Soil
W
Arah kemiringan (dip direction)
Morfologi Badan Bijih
- Dimensi -
6
7
Keselarasan
Ketidakselarasan
Erosi oleh sungai
Intrusi
Urutan Pembentukan (umur ?)
Morfologi Badan Bijih
- Dimensi & Bentuk Batuan Beku -
8
Plutonic (Intrusive) Igneous Rocks :
Hypabyssal intrusions : dikes, sills, and laccoliths
Plutons : lopoliths, batholiths, and stocks
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks :
Volcanic Eruptions : Lava
Explosive Eruptions : pyroclasts and tephra or volcanic
ash
Nonexplosive Eruptions : pillow lavas and lava dome
(volcanic dome).
Plutonic (Intrusive) Igneous Rocks
~ Hypabyssal Intrusions ~
9
Intrusi yang terjadi pada kedalaman yang dangkal (< 1 km).
Dikes : biasanya kecil (<20 m wide), discordant (memotong bidang
struktur yang telah ada sebelumnya)
Sills : biasanya kecil (<50 m thick), concordant (sejajar dengan
bidang struktur yang telah ada sebelumnya)
Laccoliths : kadang berupa intrusi yang besar, mengangkat dan
melipat batuan yang berada di atasnya, merupakan tipe concordant.
Plutonic (Intrusive) Igneous Rocks
~ Plutons ~
10
Plutons adalah tubuh intrusi yang
sangat besar dan relatif dalam.
Lopoliths ; relatif kecil,
memperlihatkan bentuk concave.
Batholiths ; merupakan tubuh
intrusi yang besar, kadang-kadang
berasal dari beberapa intrusi yang
lebih kecil.
Stocks ; memiliki tubuh yang lebih
kecil, seakan-akan berasal dari tubuh
batholits.
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Volcanic Eruptions : Lava ~
11
LAVA FLOW
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Volcanic Eruptions : Lava ~
12
ALIRAN LAVA DI PERMUKAAN
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Explosive Eruptions : pyroclasts and tephra ~
13
Jika berukuran pasir atau lebih halus disebut pyroclasts dan tephra
(volcanic ash),
Jika berukuran kerikil bongkah disebut block (angular fragments) atau
bombs (aerodynamic shape),
Jika kandungan utamanya berupa gas (bubbles) disebut pumice,
Endapan yang terbentuk dari material eksplosif ini disebut dengan
ignimbrites (dominan pumice) atau endapan pyroclastic (dominan non-
vesicular blocks).
Jika awan gas atau tephra dapat terbawa di atmosfer dan jatuh di temp
at lain sebagai tephra fall atau ash fall.
Jika terjadi runtuhan, maka akan muncul sebagai pyroclastic flow, dimana
gas and tephra turun di sepanjang lereng gunung dengan kecepatan
tinggi.
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Explosive Eruptions : pyroclasts and tephra ~
14
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Nonexplosive Eruptions ~
15
Non explosive eruptions : low gas content and low
viscosity magmas.
Jika viscositas rendah, nonexplosive eruptions biasanya
dimulai dengan semburan api akibat terbebasnya
kandungan gas.
Jika viskositas tinggi, tetapi kandungan gas rendah,
maka akan terjadi timbunan lava di dekat permukaan
disebut dengan lava dome atau volcanic dome.
Aliran lava dapat terjadi di permukaan dan dapat
terjadi di bawah laut (pillow lavas).
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Nonexplosive Eruptions ~
16
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Nonexplosive Eruptions ~
17
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Nonexplosive Eruptions ~
18
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Nonexplosive Eruptions ~
19
ALIRAN LAVA DI BAWAH PERMUKAAN AIR
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Nonexplosive Eruptions ~
20
ALIRAN LAVA DI BAWAH PERMUKAAN AIR
Volcanic (Extrusive) Igneous Rocks
~ Nonexplosive Eruptions ~
21
VOLCANIC DOME
DIMENSI DAN BENTUK BADAN BIJIH
DISKORDAN
Beraturan
Tabular
Tubular
Tidak beraturan
Disseminated
Irregular replacement
KONKORDAN
Sedimentary host rock
Igneous host rock
Metamorphic host rock
Residual host rock
22
Bentuk Badan bijih
Diskordan Beraturan - Tabular
Badan bijih dengan pola
penyebaran yang menerus
dalam arah 2D (panjang
dan lebar), tapi terbatas
dalam arah 3D (tipis).
Berbentuk urat (vein ~
fissure veins) dan lodes.
Vein lebih sering digunakan
untuk pola urat yang
dikontrol oleh fractures
(rekahan-rekahan),
Lode digunakan untuk urat
yang dikontrol oleh crack
(bukaan).
Datar
20 m
Hangingwall
Footwall
Batupasir
Batulanau
Batugamping
Serpih
Serpih
Batugamping
Serpih
Urat mineralisasi mengisi bidang sesar
Urat tersebut relatif datar pada bidang kontak dengan serpih
23
Bentuk Badan bijih
Diskordan Beraturan - Tabular
Mineralisasi pada
umumnya berupa
kombinasi mineral bijih
dan pengotor (gangue)
dengan komposisi yang
sangat bervariasi.
Batas dari penyebaran
urat ini umumnya jelas,
yaitu langsung dibatasi
oleh dinding urat.
24
Bentuk Badan bijih
Diskordan Beraturan - Tabular
25
Bentuk Badan bijih
Diskordan Beraturan - Tubular
Badan bijih dengan
pola penyebaran
terbatas dalam arah
2D namun relatif
menerus dalam arah
3D (ke arah vertikal).
Jika penyebaran
badan bijih ini relatif
vertikal - sub vertikal
disebut sebagai pipes.
Tubular/pipe
26
Bentuk Badan bijih
Diskordan Beraturan - Tubular
Pipe (3D)
Pods
(tampak atas)
Pod
(3D)
27
Badan bijih
DiskordanTidak Beraturan-Disseminated
Badan bijih dengan pola
penyebaran mineral bijih
yang tersebar di dalam
host rock.
Badan bijih yang
tersebar di dalam host
rock berupa veinlets yang
saling berpotongan
menyerupai jaring-jaring
yang saling berkaitan
yang sering disebut
dengan stockwork.
28
Badan bijih
DiskordanTidak Beraturan-irreguler replacement
Merupakan badan bijih yang terbentuk melalui
pergantian unsur-unsur yang sudah ada
sebelumnya.
Proses replacement ini umumnya terjadi pada
kondisi temperatur tinggi seperti pada daerah
kontak dengan intrusi batuan beku.
Oleh sebab itu endapan hasil replacement ini
disebut juga dengan endapan metasomatisme
kontak (pirometasomatik).
29
Badan bijih
DiskordanTidak Beraturan-irreguler replacement
Tubuh intrusi
(Batuan beku)
Batugamping
Serpih
Batupasir
Bidang sesar
Tubuh replacement
Bijih Fe
100 m
Sketsa contoh model endapan skarn (replacement bijih besi pada batugamping)
30
Badan Bijih Konkordan
Umumnya badan bijih ini terbentuk pada batuan
induk (host rock) atau sebagai endapan hasil proses
pelapukan.
Endapan-endapan yang mempunyai badan bijih
konkordan ini dikelompokkan sesuai dengan jenis
batuan induknya.
Sedimentary host rock (dengan batuan induk adalah
batuan sedimen),
Igneous host rock (dengan batuan induk adalah batuan
beku),
Metamorphic host rock (dengan batuan induk adalah
batuan metamorf),
Residual deposit (endapan akibat pelapukan batuan
induk).
31
Badan Bijih Konkordan
Sedimentary host rock
Di dalam batuan sedimen, mineral-mineral bijih dapat terbentuk (terkonsentrasi)
sebagai suatu bagian yang integral dari urutan stratigrafi, yang dapat terbentuk
secara epigenetic filling atau replacement pada rongga-rongga (pori-pori).
Endapan-endapan seperti ini pada umumnya tersebar sejajar pada batuan
induknya dengan bidang perlapisan batuan sekitarnya.
32
Badan Bijih Konkordan
Igneous host rock
Berdasarkan posisi batuan beku :
Volcanic host. Berupa stratiform, lentikular s/d
berlembar, yang umumnya berkembang pada
batas-batas antar unit vulkanik atau pada kontak
batuan vulkanik dengan batuan sedimen.
Plutonic host. Tersebar terbatas berbentuk stratiform.
Bentuk lain yang sering muncul adalah berupa
endapan ortomagmatik Ni-Cu sulfida yang terbentuk
pada dasar aliran lava yang membentuk intrusi
plutonik.
33
Badan Bijih Konkordan
Igneous host rock Volcanic Host Rock
Stockwork
Py - cp
Low : sp, ga, Ag, Cu Riolit
Massive Sulphides
Py - sp - ga - cp (+ Ag,Au)
Andesit
Lapisan Batas,
biasanya kaya logam besi
34
Badan Bijih Konkordan
Igneous host rock Plutonic Host Rock
35
Badan Bijih Konkordan
Metamorphic Host Rock
Umumnya membentuk endapan-endapan dengan
morfologi yang tidak beraturan, dan terbentuk di
dalam kompleks metamorfik yaitu pada zona
kontak metamorfik.
Mineral bijih yang sering terbentuk pada tipe ini
adalah wolastonit, andalusit, garnet, dan grafit.
36
Badan Bijih Konkordan
Residual deposit
Badan bijih yang terbentuk akibat perombakan batuan-
batuan yang mengandung mineral bijih dengan kadar
rendah, kemudian mengalami pelapukan dan pelarutan
serta pelindian, dan selanjutnya mengalami pengkayaan
relatif hingga mencapai kadar yang ekonomis.
Proses utama yang terjadi adalah leaching (pelindian).
Sebagai contoh endapan bauksit (hidrous alumina
oksida) yang terbentuk akibat pelindian silika-alkali
pada batuan asal berupa nephelin-syenit.
Contoh lain adalah endapan nikel laterit (residu) akibat
pelindian (leaching) batuan beku peridotit dan diikuti
oleh proses pengkayaan supergen.
37
Residual deposit
38
Lateritik Deposit
39
Sejarah Konsep Genesa Bahan Galian
Beberapa Klasifikasi Bahan Galian
KLASIFIKASI
ENDAPAN BAHAN GALIAN
40
Sejarah Konsep Genesa Bahan Galian
(Georgius Agricola, 1556)
41
Konsep dasar dimulai pada abad ke-16 oleh Georg Bauer (dengan
nama latin Georgius Agricola) pada buku De re Metallica (1556).
Berdasarkan proses pembentukan, mineral bijih dapat
diklasifikasikan :
Endapan Insitu : terdiri dari fissure veins, bedded,
impregnations, seams, dan stockworks
Endapan Aluvial : merupakan endapan-endapan yang berasal
dari perombakan endapan insitu
Pengelompokan mineral bijih didasarkan pada 2 (dua) prinsip
dasar, yaitu :
Endapan yang terbentuk oleh sirkulasi larutan dalam channels.
Endapan yang terbentuk secara sekunder, sehingga lebih muda
daripada batuan induknya
Sejarah Konsep Genesa Bahan Galian
(Charpentier, 1778-1799; Gerhard, 1781)
Charpentier :
vein-vein terbentuk akibat
alterasi pada batuan
samping yang dicirikan
dengan keberadaan vein
yang bergradasi dengan
batuan samping.
Gerhard :
vein-vein terbentuk pada
suatu bukaan (open fissures
filled) oleh mineral-mineral
yang terlindikan (leached)
dari batuan samping.
Teori lateral secretion :
Berdasarkan Charpentier
dan Gerhard dan telah
menjadi referensi utama
lebih dari 100 tahun,
Suatu endapan mineral
dapat menjadi suatu
endapan bijih berasal
pelindian pada batuan
samping yang berdekatan
akibat sirkulasi air.
42
Sejarah Konsep Genesa Bahan Galian
(Peneliti/Sumber Lain ...)
43
Hutton (1788 & 1795) ; batuan beku dan mineral bijih
berasal dari magma dan ditempatkan dalam kondisi cair
(liquid) untuk menjadi kondisi sekarang.
Pendapat-pendapat bahwa endapan bijih berasal dari
magma juga didukung oleh Joseph Brunner (1801) dan
Scipione Breislak (1811) sehingga muncul teori magma
differentiation and magma segregation.
Spurr (1933) menyempurnakan teori tersebut bahwa jenis
mineral yang terbentuk tergantung pada jenis batuan
asalnya.
Teori-teori tsb terus berkembang, hingga Waldemar
Lindgren (1907, 1913 dan 1922) menghasilkan suatu
klasifikasi endapan berdasarkan proses genetik-nya
KLASIFIKASI
ENDAPAN BAHAN GALIAN
44
Klasifikasi dibuat sederhana sehingga dapat
diterapkan dengan mudah dan fleksibel,
Beberapa klasifikasi yang ada disusun
berdasarkan :
Kesamaan karakteristik dan deskripsi endapan,
Kesamaan proses genesa dan posisi (letak) relatif
endapan,
Kesesuaian dengan teori-teori dan lingkungan
pengendapan tertentu.
Klasifikasi Niggli (1929)
45
Endapan syn-genetik dikelompokkan menjadi
volcanic dan plutonic.
Berdasarkan asal endapan yang terkristalisasi
langsung dari magma, maka endapan plutonik
dikelompokkan menjadi :
hydrothermal,
pegmatitic-pneumatolytic, dan
orthomagmatic.
Endapan kemudian dikelompokkan ke kelompok
yang lebih kecil berdasarkan komposisi kimia,
variasi mineral, serta mineral-mineral assosiasi.
Klasifikasi Niggli (1929)
46
I. PLUTONIC or INTRUSIVE
A. Orthomagmatic
1. Diamond, Platinum-Chromium
2. Titanium-Iron-Nickel-Copper
B. Pneumatolytic to Pegmatite
1. Heavy metals-Alkaline Earths-Phosporous-Titanium
2. Silicon-Alkali-Flourine-Boron-Tin-Molydenum-Tungsten
3. Tourmaline-Quartz Association
C. Hydrothermal
1. Iron-Copper-Gold-Arsenic
2. Lead-Zinc-Silver
3. Nickel-Cobalt-Arsenic-Silver
4. Carbonates-Oxides-Sulfates-Fluorides
47
Klasifikasi Niggli (1929)
II. VOLCANIC or EXTRUSIVE
A. Tin-Silver-Bismuth
B. Heavy Metals
C. Gold-Silver
D. Antimony-Mercury
E. Native Copper
F. Subaquatic-Volcanic-and Biochemical Deposits
TA-3111-Genesa Bahan Galian :
Klasifikasi dan Pembentukan
Endapan Bahan Galian
Klasifikasi Schneiderhorn (1941)
48
Dikelompokkan berdasarkan :
Asal (sumber) fluida pembawa bijih,
Assosiasi mineral (mineral associations),
Letak/posisi lingkungan pengendapan
dekat permukaan, atau
jauh di bawah permukaan.
Kelompok endapan dikategorikan sebagai :
batuan induk (host rock),
mineral bijih (ore minerals),
mineral gangue (gangue minerals).
Klasifikasi Schneiderhorn (1941)
49
I. Intrusive and Liquid Magmatic Deposits
II. Pneumatolytic Deposits
A. Pegmatite veins.
B. Pneumatolytic veins and Impregnations
C. Contact Pneumatolytic Replacements
III. Hydrothermal Deposits
A. Gold and Silver Associations
1. Hypabyssal Suite (deep-seated)
a. Katathermal (equivalent to hypothermal) gold-quartz veins
b. Gold-bearing impregnation deposits in silicate rock
c. Gold-bearing replacement deposits in carbonate rock
d. Mesothermal gold-lead-selenium deposits
2. Subvolcanic Suite (near-surface)
a. Epithermal propylitic gold-quartz veins and silver-gold veins
b. Epithermal gold-teluride veins
c. Epithermal gold-selenium veins
d. Alunitic gold deposits
e. Epithermal silver deposits
Klasifikasi Schneiderhorn (1941)
50
III. Hydrothermal Deposits (lanjutan ...)
A. Gold and Silver Associations (.... dst)
B. Pyrite and Copper Associations
C. Lead-Zinc-Silver Associations
D. Silver-Cobalt-Nickel-Bismuth-Uranium Associations
E. Tin-Silver-Tungsten-Bismuth Associations
F. Antimony-Mercury-Arsenic-Selenium Associations
G. Non-Sulfide Associations
H. Non-Metallic Associations
IV. Exhalation Deposits
Klasifikasi Lindgren (1933)
51
Modifikasi oleh Graton (1933), Buddington (1935) dan
Ridge (1968).
Sampai saat ini merupakan klasifikasi terbaik yang
dapat digunakan (Park and MacDiarmid, 1975).
Klasifikasi ini sebagian besar didasarkan pada
tekanan dan temperatur.
Klasifikasi saat ini digunakan sebagai klasifikasi
standart di USA.
Klasifikasi secara genetik ini berhubungan erat dengan
zoning dan paragenesis, dimana secara teoritis P-T
berhubungan erat dengan zona-zona mineral tertentu.
Klasifikasi Lindgren (1933)
52
1. Endapan terbentuk dipengaruhi reaksi kimia,
tekanan dan temperatur.
a. Di dalam magma
Magmatik
Pegmatik
b. Di dalam batuan
Berasal dari substansi luar yang masuk ke dalam batuan.
Berasal dari substansi di dalam batuan sendiri
c. Di dalam air
Volcanogenic
Interaksi larutan
Evaporasi
2. Endapan terbentuk melalui proses konsentrasi
mekanis, pada tekanan dan temperatur rendah.
Klasifikasi Lindgren (1933)
53
Klasifikasi Lindgren (1933)
54
Klasifikasi Lindgren (1933)
55

Anda mungkin juga menyukai