Anda di halaman 1dari 27

GANNGUAN B.A.K.

PADA SEORANG PASIEN LAKI-LAKI TUA


KELOMPOK VIII
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
1 November 2010
BAB I
PENDAULUAN
Hiperplasia prostat jinak (BPH) adalah penyakit yang disebabkan oleh penuaan. Tanda
klinis BPH biasanya muncul pada lebih dari 50% lakilaki yang berusia 50 tahun keatas. !arena
dengan bertambahnya usia" akan terjadi perubahan keseimbangan hormon testosteron dan
estrogen dimana rasio estrogen#androgen yang lebih tinggi akan merangsang hiperplasia jaringan
prostat.
0!0.0".102 GIOVANNI DUANDINO 0!0.0".11# IDA UDIA
0!0.0".10$ GUSTI %A&U A. 0!0.0".12$ ITA INDRIANI
0!0.0".10' ANINA &UTI M. 0!0.0".12' JESSI(A %.
0!0.0".110 EN)A A&U P. 0!0.0".12# KATERINE RINOVA
0!0.0".112 IKMA SORA&A 0!0.0".1!0 KRISNA P
0!0.0".11$ I MADE SETIADJI
0!0.0".11' I.G.A. SATT%IKA P.
0!0.0".1!2 KRISNA ADI&UDA
BPH mengalami proses pertumbuhan dan e$ek perubahan secara perlahanlahan. %engan
demikian hiperplasia prostat bukanlah suatu penyakit yang ringan karena dapat menimbulkan
komplikasi seperti obstruksi uretra yang akan menjadi bendungan saluran kemih dan nantinya
menjadi media yang baik bagi perkembangan bakteri.
&esicolithiasis merupakan batu saluran kemih yang terdapat di 'esica urinaria. Hal ini
merupakan salah satu yang dapat menyebabkan hematuria karena tergeseknya permukaan batu
tersebut dengan dinding lumen 'esica urinaria.
BAB II
LAPORAN KASUS
(nda sedang bertugas di Puskesmas kota kecil.
Tn. (dan)et" 5* tahun" tukang jahit pakaian kon'eksi borongan" yang pada suatu malam 5 hari
lalu berobat pada anda di +!linik Praktek %okter ,- jam. dengan gejala polakisuria" pagi ini
datang lagi pada anda di Puskesmas dan mengeluh gangguan kecingnya malahan bertambah
berat. /ejak 0 malam ini b.a.k.nya makin sering tetapi tersendatsendat" 1alaupun dengan
mengejan" keluarnya hanya sedikitsedikit kurang memancar" bahkan diakhir kencingnya netes
saja dan sakit sekali" sakitnya sampai terasa di perut ba1ah dan selangkangan. 2ang paling
dikha1atirkannya adalah sejak pagi kemarin dilihatnya kencing darah pada setiap akhir
kencingnya.
Pemeriksaan anda3
Tn. (dan)et berjalannya pelanpelan dan agak membungkuk" kesannya agak kesakitan.
!4 cukup" kompos mentis" pernapasan adekuat" regular ,-5#m" nadi isi cukup" regular 605#m"
jantung t.a.k." T% 750#80 mmHg" suhu 0*"5
o
9" BB *0 kg.
Perut tidak kembung#tidak membuncit" perabaan supel" H#: tak teraba" pemeriksaan bimanuil
ginjal kanan#kiri tak teraba" buli teraba ; , jari atas sim$isis" <T = di suprapubik" di >c Burney
point <T " bising usus = normal. ?nguinal kanan#kiri t.a.k." tes hernia " skrotum#testis t.a.k."
testis tak tampak jejas#peradangan" @4A tidak meradang" basah urin" tak teraba batu di uretra.
Pinggang3 9&( kanan#kiri <! .
P9%3 anus t.a.k." prtostat teraba ,57 cm" tepi atas teraba" licin" kenyal" nodus " mobil" sulkus
teraba" <T =" anorektal t.a.k." /T l#d .
Tn. (dan)et beranak 5 orang" anak pertama lulus />( sudah ikut bekerja di bengkel mobil"
adikadiknya masih sekolah" yang terkecil kelas 7 />P. 4ntuk menopang ekonominya" Tn.
(dan)et harus bekerja keras mencari borongan jahitan sebanyakbanyaknya" yang dikerjakannya
dengan bantuan istrinya saja.
Bangguan kencingnya sebenarnya dialaminya sudah lama" ; 0 bulan" yaitu kencing lebih sering"
tetapi kurang lancar" kadang tersendat sebentar" rasanya kurang puas. /ehabis kencing kadang
terasa masih ingin kencing lagi. >alam hari ratarata , kali kencing sehingga mengurangi 1aktu
tidurnya.
Belum berobat karena selama ini selain tidak sakit juga sedang menyelesaikan order.Tidak
pernah kencing nanah maupun kencing batu" tetapi pernah kencingnya keruh putih dan pedih
sekali" untung sehari sudah sembuh. >ungkin karena kebanyakan makan jengkol kemarinnya.
Tidak pernah sakit berat" tak ada kencing manis" tidak mabukmabukan. >erokok 5 batang
sehari" minum kopi" jamu tambah tenaga" makanan kesukaan sea$ood" gadogado" petai" jengkol"
durian.
Hasil pemeriksaan penunjang3
%arah rutin3 Hemoglobin 7,g#d:" Hematokrit -0%" Aritrosit -"0 juta#u:" :eukosit 6,00#u:"
Trombosit ,70.000#u:.
!imia darah3 4reum -0mg#d:" !reatinin 7"5mg#d:" (sam 4rat *"8mg#d:" Blukosa se1aktu
700mg#d:.
4rin :engkap
a. >akroskopis3 Carna kuning kemerahan" agak keruh
b. !imia3 pH *.0 " Berat jenis 7.0,0" Protein =" Blukosa " Bilirubin " !eton
c. /edimen3 Aritrosit ,0,0,5#:PB" :eukosit 00,500#:PB. Torak " !ristal oksalat ="
Apitel =" Bakteri =.
B<@ (tanpa persiapan)3 gambar terlampir
Pemeriksaan selain tersebut di atas tidak dikerjakan karena belum ada sarana di Puskesmas.
BAB III
PEMBAASAN
ANAMNESIS
I. I*e+,-,./ P./-e+
<ama 3 Tn. (dan)et
4mur 3 5* tahun
Denis kelamin 3 lakilaki
(lamat 3
Pekerjaan 3 tukang jahit pakaian kon'eksi
Pendidikan 3
(gama 3
/tatus pernikahan 3 sudah menikah
(nak 3 5
II. Ke012.+ U,.m.
!encingnya semakin sering dan bertambah berat.
III. R-3.4., Pe+4.5-, Se5.r.+6
/ejak tiga malam ini b.a.k.nya makin sering tetapi tersendatsendat" 1alaupun
dengan mengejan keluarnya hanya sedikitsedikit" kurang memancar" bahkan terakhir
kencingnya netes saja dan sakit sekali" sakitnya sampai terasa di perut ba1ah dan
selangkangan. 2ang paling dikha1atirkannya adalah sejak pagi kemarin dilihatnya
kencing darah pada setiap akhir kencingnya.
Bangguan kencingnya sebenarnya dialaminya sudah lama" ; 0 bulan" yaitu
kencing lebih sering" tetapi kurang lancar" kadang tersendat sebentar" rasanya kurang
puas. /ehabis kencing kadang terasa masih ingin kencing lagi. >alam hari ratarata , kali
kencing sehingga mengurangi 1aktu tidurnya.
Tidak pernah kencing nanah maupun kencing batu" tetapi pernah kencingnya
keruh putih dan pedih sekali" tetapi sehari sudah sembuh. >ungkin karena kebanyakan
makan jengkol.
IV. R-3.4., Pe+4.5-, D.2101
Tidak pernah sakit berat dan tidak ada kencing manis.
V. R-3.4., Pe+4.5-, Ke01.r6.
VI. R-3.4., Keb-./..+
a. Tidak mabukmabukkan.
b. >erokok 5 batang sehari.
c. >inum kopi dan jamu tambah tenaga.
d. >akanan kesukaan sea$ood" gadogado" petai" jengkol" dan durian.
VII. R-3.4., Pe+6ob.,.+
Belum berobat.
PEMERIKSAAN FISIK
I. T.+*. V-,.0
a. /uhu 3 0*"5
o
9
b. %enyut nadi 3 605#menit
c. Tekanan darah 3 750#80 mmHg
d. Pernapasan 3 ,-5#menit
e. Berat badan 3 *0 kg
II. Ke.*..+ Um1m
a. !esan sakit 3 agak kesakitan
b. Tingkat kesadaran 3 kompos mentis
c. 9ara berjalan 3 pelanpelan dan agak membungkuk
III. K10-,
IV. Ke0e+7.r 6e,.2 be+-+6
V. Ke8.0. *.+ 3.7.29 m.,.9 2-*1+69 ,e0-+6.9 m101,9 6-6- 6e0-6- *.+ ,e+66oro5.+
VI. Le2er9 5e0e+7.r ,24ro-*9 ,r.:2e.9 ve+. 71610.r-/
VII. T2or.;
VIII. Ab*ome+
a. Tidak kembung#tidak membuncit
b. Perabaan supel
c. H#: tidak teraba
d. Binjal kanan#kiri tidak teraba
e. >c Burney point <T E
$. Bising usus = normal
g. Buli teraba ; , jari atas sim$isis
h. <T = di suprapubik
i. Pinggang3 9&( kanan#kiri <! E
j. &esika urinaria ; , jari di atas simpisis
k. <yeri tekan suprapubik =
I<. Ge+-,.0-.
a. ?nguinal kanan#kiri t.a.k.
b. /krotum#testis t.a.k.
c. Penis tidak <ampak jejas#peradangan
d. @4A tidak meradang
e. Basah urin
$. Pada palpasi
o 4retra tidak teraba batu
g. Pemeriksaan 9olok %ubur
o (nus t.a.k.
o Prostat teraba ,57"tepi atas teraba" licin" kenyal" nodus " mobil" sulkus
teraba" nyeri tekan =
o (norektal t.a.k.
o /T l#%
h. Tes hernia
<. E5/,rem-,./ .,./ *.+ e5/,rem-,./ b.3.2
I+,er8re,./- ./-0 Pemer-5/..+ F-/-5
%ari hasil pemeriksaan $isik didapatkan tekanan darah 750#80 mmHg" itu menunjukkan
adanya hipertensi. %idapatkan tachypnoe pada Tuan (dan)et (,-5#menit) karena range normal
pernapasan berkisar 7-765#menit. %enyut nadi dan suhu tubuh masih dalam batas normal.
Pada pemeriksaan abdomen" perut tidak kembung#tidak membuncit dan perabaan supel
menandakan tidak ada kelainan. Hepar" lien" ginjal kanan#kiri normal karena tidak teraba pada
palpasi. Tidak ada nyeri tekan pada >c Burney point menandakan tidak adanya apendisitis.
Pada pemeriksaan genitalia" terdapat basah urin" hal itu menandakan adanya sisa urin di
@4A. Pada pemeriksaa colok dubur didapatkan ukuran prostat normal" tidak ada nodus" nyeri
tekan positi$ dan pada sarung tangan tidak ditemukan lendir#darah.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
I. Pemer-5/..+ L.bor.,or-1m
a. %arah rutin
./-0 0.bor.,or-1m N-0.- +orm.0 I+,er8re,./-
Hemoglobin3 7, g#d: 70 E 7* g#d: Turun
Hematokrit3 -0 % -0 E 5, % <ormal
Aritrosit 3 -"0 juta#u: - E 5 juta#u: <ormal
:eukosit 3 6,00#u: 5000 E 70000#u: <ormal
Trombosis 3 ,70000#u: ,00000 E -00000#u: <ormal
b. !imia darah
./-0 0.bor.,or-1m N-0.- +orm.0 I+,er8re,./-
4reum 3 -0 mg#d: 70 E 50 mg#d: <ormal
!reatinin 3 7"5 mg#d: 0"F E 7"5 mg#d: <ormal
(sam urat3 *"8 mg#d: ,"5 E 8 mg#d: <ormal
Blukosa se1aktu3 700 mg#d: G 760 mg#d: <ormal
c. 4rin lengkap
>akroskopis3 1arna kuning kemerahan" agak keruh.
>ikroskopis sedimen
./-0 0.bor.,or-1m Norm.0 I+,er8re,./-
Aritrosit 3 ,0,0,5#:PB 0 E 7#:PB <aik
:eukosit3 00,500#:PB 0 E 5#:PB <aik
Torak 3 <ormal
!ristal oksalat3 = ; <ormal
Apitel 3 = ; <ormal
/ecara makroskopis urin Tuan (dan)et tidak normal. 4rin normal 1arnanya
bening dan tidak keruh. Peningkatan yang berarti pada sedimen eritrosit sehingga
terdapat hematuria dan sedimen leukosit karena adanya in$rksi. !ristal oksalat dan
epitel normal ada pada urin dalam jumlah yang sedikit.
!imia
./-0 0.bor.,or-1m Norm.0 I+,er8re,./-
pH 3 * -"* E 6 <ormal
Berat jenis 3 7.0,0 7.000 E 7000 <ormal
Protein 3 = (bnormal
Blukosa 3 = (bnormal
Bilirubin 3 <ormal
!eton 3 <ormal
Bakteriologis3 =
II. BNO
%idapatkan gambaran raidiopaHue berupa lingkaran dengan diameter ; 7"5 cm.
DIAGNOSIS KERJA
&esicolithiasis et causa BPH.
P.,o6e+e/-/
BPH I obstruksi I retensi urin di 'esika urinaria I endapan kristal I 'esicolithiasis I
perparah obstruksi dan retensi urin I medium yang baik untuk perkembangbiakan kuman I
in$eksi di 'esika urinaria I sistitis.
Patogenesis terbentuknya batu 'esika urinaria pada Tn. (dan)et dia1ali dengan adanya
BPH berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan $isik. Pada anamnesis" Tn. (dan)et mengeluhkan
adanya polakisuria" nokturia" cara miksi yang instraining (mengejan)" pancaran urin yang kurang
memancar disertai terminal dribbling dan rasa sakit" rasa kurang puas berkemih" rasa nyeri di
suprapubik" dan nyeri tekan pada prostat yang merupakan gejala pada BPH. 4sia Tn. (dan)et
juga menjadi $aktor predisposisi BPH.
BPH yang kemudian menyebabkan retensi urin sehingga 'esika urinaria teraba ; , jari di
atas simpisis. Jetensi urin mengakibatkan terbentuknya endapan kristal di 'esika urinaria. Posisi
kerja Tn. (dan)et yang statis dan kebiasaan hidup yang buruk juga turut membantu terbentuknya
endapan kristal. Andapan kristal memicu terbentuknya 'esicolithiasis yang dapat menggesek
mukosa 'esika urinaria sehingga didapatkan hematuria pada akhir berkemih. &esicolithiasis
memperparah obstruksi dan retensi urin yang membuat 'esika urianaria menjadi medium yang
baik untuk perkembangbiakan kuman sehingga terjadi in$eksi (sistitis).
DIAGNOSIS BANDING
a. 9a prostat
b. !anker 'esika urinaria
c. ?n$eksi traktus urinatius
PENATALAKSANAAN
a. !ateterisasi untuk mengeluarkan retensi urin.
b. Pemberian antibiotik.
c. Pemberian antihipertensi.
d. Adukasi pasien (perbaiki diet dan kebiasaan yang buruk).
e. %irujuk ke rumah sakit dengan indikasi operasi BPH pengangkatan batu 'esika urinaria.
PROGNOSIS
(d 'itam 3 dubia ad bonam
(d $ungsionam 3 dubia ad bonam
(d sannationam 3 dubia ad bonam
BAB IV
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI
Traktus urinarius terdiri dari ginjal" ureter" 'esika urinariu" dan uretra.
(. Binjal
Binjal merupakan organ yang berbentuk
seperti kacang" terdapat sepasang (masing
masing satu di sebelah kanan dan kiri 'ertebra)
dan posisinya retroperitoneal. Binjal terletak
dalam regio lumbalis superior yang menempel
pada dinding posterior abdomen. Binjal kanan terletak sedikit lebih rendah (kurang lebih 7 cm)
dibanding ginjal kiri" hal ini disebabkan adanya hati yang mendesak ginjal sebelah kanan.
Binjal terbagi menjadi , permukaan (anterior dan posterior)" , tepi (medial dan lateral)" dan ,
kutub (superior dan in$erior). !utub superior ginjal kanan terletak cranial T 7," sedangkan kutub
in$eirornya terletak pada cranial : 0. Pada ginjal kiri" kutub superior terletak pada pertengahan T
77 dan kutub in$eriornya terletak pada pertengahann : 0.
%alam potongan $rontal ginjal dapat terlihat3
!orteks" yaitu bagian ginjal di mana
di dalamnya terdapat#terdiri dari
korpus renalis#>alpighi (glomerulus
dan kapsul Bo1man)" tubulus
kontortus proksimal dan tubulus
kontortus distalis.
>edula" yang terdiri dari 87-
pyiramid. %i dalamnya terdiri dari
tubulus rektus" lengkung Henle dan
tubukus pengumpul (ductus
colligent).
9olumna renalis" yaitu bagian korteks di antara pyramid ginjal.
Processus renalis" yaitu bagian pyramid#medula yang menonjol ke arah korteks.
Hilus renalis" yaitu suatu bagian#area di mana pembuluh darah" serabut sara$ atau
duktus memasuki#meninggalkan ginjal.
Papilla renalis" yaitu bagian yang menghubungkan antara duktus pengumpul dan
cali5 minor.
9ali5 minor" yaitu percabangan dari cali5 major.9ali5 major" yaitu percabangan dari
pel'is renalis.
Pel'is renalis" disebut juga piala ginjal" yaitu bagian yang menghubungkan antara
cali5 major dan ureter.
4reter" yaitu saluran yang memba1a urine menuju 'esica urinaria.
!edua ginjal ber$ungsi mensekresikan sebagian besar produk metabolisme. Binjal
mempunyai peranan penting mengatur keseimbangan air dan elektrolit di dalam tubuh dan
mempertahankan keseimbangan asam basa darah. Produk sisa meninggalkan ginjal sebagai
urin yang mengalir ke ba1ah di dalam ureter menuju 'esica urinaria yang terletak di dalam
pel'is. 4rin keluar dari tubuh melalui uretra.
B. 4reter
4reter keluar melalui hilus renalis di ginjal dan berjalan di belakang pertitoneum
parietale. >asuk ke pel'is menyilang bi$urcation arteria iliaca communis di depan
articulation sacroiliaca. Berjalan ke ba1ah di daerah spina ischiadica yang kemudian
berbelok ke depan untuk masuk angulus lateralis 'esica urinaria. 4reter memiliki panjang
sekitar ,5 cm dengan 0 penyempitan sepanjang perjalanannya3
%i tempat pel'is renalis berhubungan dengan ureter
o %i tempat ureter melengkung pada 1aktu menyilang aperture pel'is superior
%i tempat ureter menembus dinding 'esica urinaria
9. &esika urinaria
Terletak di belakang pubis di dalam ca'itas pel'is. !apasitas maksimum 'esika
urinaria adalah 500 ml. <ormal 'esika urinaria tidak teraba" tetapi pada 'olume minimal 750
cc 'esika urinaria dapat teraba. &esica urinaria yang kosong berbentuk piramid" memiliki
ape5" basis dan sebuah $acies superior serta dua buah $acies in$erolateralis.
Tunica mucosanya sebagian besar berlipatlipat pada keadan kosong dan akan
menghilang bila terisi. Tunica mucosa yang meliputi bagian basis 'esica urinaria disebut
trigonum 'esicae :iutaudi. %i sini tunica mucosanya selalu licin" 1alaupun kosong karena
membrane mucosa pada trigonum ini melekat erat pada lapisan otot di ba1ahnya.
%. 4retra
4retra pada 1anita terletak diantara clitoris dan 'agina. 4retra pada 1anita tidak
panjang" sekitar 05 cm" hal ini yang menyebabkan 1anita lebih mudah terkena in$eksi
traktus urinarius.
4retra pada lakilaki panjangnya sekitar 7F"5 cm dengan penis. %ibagi menjadi tiga
bagian yaitu3
7) 4retra pars prostatika" mele1ati glandula prostatika.
,) 4retra pars membranasea" merupakan bagian yang tersempit" dengan panjang 7, cm.
0) 4retra pars spongiosa" terletak pada sepanjang penis (757* cm).
A. Prostat
Prostat merupakan kelenjar aksesori terbesar pada pria" tebalnya ; , cm dan
panjangnya ; 0 cm dengan lebar ; - cm. Berat prostat sekitar ,0 gram. Prostat mengelilingi
uretra pars prostatika. Bila terjadi hipertro$i" prostat akan menekan uretra pars prostatika dan
menyebabkan terhambatnya aliran urin dari 'esika urinaria.

Terdapat 5 )ona pada prostat3
7) Kona anterior. Kona ini tidak mempunyai kelenjar" terdiri atas stroma $ibromuskular" dan
meliputi sepertiga kelenjar prostat.
,) Kona peri$er. >eliputi F0 % massa kelenjar prostat. Kona ini rentan terhadap in$lamasi
dan merupakan tempat asal karsinoma terbanyak.
0) Kona sentralis. >eliputi ,5 % massa glandula prostat. )ona ini resisten terhadap
in$lamasi.
-) Kona transisional. >erupakan bagian terkecil dari prostat" tetapi dapat melebar bersama
jaringan stroma $ibromuskular anterior menjadi benign prostatic hyperplasia (BPH).
5) !elenjarkelenjar periuretra. Bagian ini terdiri dari duktusduktus kecil.
A. Be+-6+ 8ro/,.,-: 248er80./-. =BP> ? 8embe/.r.+ 8ro/,., 7-+.5 ? 2-8er,ro@- 8ro/,.,
Hiperplasia prostat jinak (BPH) merupakan tumor jinak yang paling sering terjadi pada
lakilaki. Tanda klinis BPH biasanya muncul pada lebih dari 50% lakilaki yang berusia 50 tahun
keatas. !arena dengan bertambahnya usia" akan terjadi perubahan keseimbangan hormon
testosteron dan estrogen dimana rasio estrogen#androgen yang lebih tinggi akan merangsang
hiperplasia jaringan prostat.
7
Etiologi
Belum ada kepastian mengenai penyebab BPH" tetapi diduga BPH berada di ba1ah
kontrol endokrin. Prostat terdiri dari bagian stroma dan epithelial" dan salah satu" atau keduanya
dapat menyebabkan hiperplasia nodulnodul dan gejalagejala yang berhubungan dengan BPH.
Patofisiologi
BPH berkembang dari )ona transisi yang mengelilingi ureta. Peningkatan jumlah sel
menyebabkan terjadinya proses hiperplasia. /ecara mikroskopis didapatkan adanya pertumbuhan
nodulnodul yang berasal dari stroma dan epithelial.
,
Proses hiperplasia ini menyebabkan
pembesaran prostat" yang pada bagian periuretral akan menyebabkan obstruksi leher 'esika
urinaria dan uretra pars prostatika" yang mengakibatkan aliran urin terganggu dan timbul
mani$estasi klinik BPH.
Tanda dan gejala klinis
Bejala klinik timbul karena adanya penyempitan uretra dan retensi urin di dalam 'esika
urinaria. Bejala BPH antara lain $rekuensi berkemih meningkat (polakisuria)" berkemih pada
malam hari (nokturia)" kesulitan memulai dan menghentikan berkemih" urin menetes setelah
selesai berkemih (terminal dribbling)" pancaran urin lemah" disuria. !arena adanya retensi urin"
maka mudah terjadi sistitis.
Diagnosis
%iagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis adanya tanda dan gejala klinis serta dengan
pemeriksaan penunjang.
a. Pemeriksaan colok dubur
Pada pemeriksaan ini" ukuran dan contour prostat bisa ditaksir" nodulnodul dapat
die'aluasi. Pada BPH ditemukan adanya pemebesaran ukuran prostat dan prostat yang
teraba konsistensinya adalah kenyal.
b. 4/B abdominal
4ntuk melihat hidrone$rosis atau masa di ginjal dan untuk menghitung 'olume sisa urin
setelah berkemih dan ukuran prostat.
c. TJ4/ (transrektal ultrasound)
4ntuk menge'aluasi 'olume prostat dan biopsi prostat.
Penatalaksanaan
@bstruksi pada leher 'esika urinaria mengakibatkan berkurangnya atau tidak adanya aliran
kemih" dan ini memerlukan inter'ensi untuk membuka jalan keluar urin. >etode yang mungkin
adalah prostatektomi parsial, reseksi transuretral prostat (TUR) atau insisi prostatektomi
terbuka" untuk mengangkat jaringan periuretral hiperplastikL insisi transuretral melalui serat otot
leher 'esika urinaria untuk memperbesar jalan keluar urinL dilatasi balon pada prostat untuk
memperbesar lumen uretraL dan terapi antiandrogen untuk membuat atro$i prostat.
7
Prognosis
Pada dasarnya prognosis ini tergantung pada pentalaksanaan yang dilakukan" apabila
penanganannya tepat dan benar maka prognosisnya akan baik. /ebaliknya apabila
penanganannya tidak benar sehingga muncul komplikasi maka prognosisnya berubah menjadi
buruk.
B. Ve/-:o0-,2-./-/
&esikolitiasis biasanya merupakan mani$estasi dari keadaan patologi seperti gangguan
pengeluaran urin atau adanya benda asing (pemasangan kateter). Bangguan pengeluaran urin
bisa disebabkan karena striktur uretra" BPH" atau leher 'esika urinaria yang kontraktur" yang
akan mengakibatkan adanya retensi urin. (nalisis batu biasanya berupa batu ammonium urat"
asam urat" atau kalsium oksalat. Batu dapat bergerak dengan adanya perubahan posisi tubuh.
,
Gejala klinis
/eseorang dengan 'esicolithiasis biasanya tidak ada keluhan 1alaupun ukuran batu yang
terbentuk besar. <amun" jika batu mengiritasi dinding 'esika urinaria atau menghambat aliran
urin dapat menimbulkan gejala" diantaranya3
0
a. <yeri suprapubik
b. Pada pria nyeri atau ketidaknyamanan pada penis
c. %isuria
d. <okturia
e. !esulitan memulai dan menghentikan berkemih
$. ?nkontinesia urin
g. Hematuria
Diagnosis
%iagnosis dapat ditegakkan dengan3
a. (namnesis3 berdasarkan keluhan pasien.
b. Pemeriksaan $isik3 adanya nyeri suprapubik.
c. Pemeriksaan penunjang
o 4rinalisis. %apat ditemukan adanya bakteriuria dan pada sedimen ditemukan
kristal dan peningkatan sedimen eritrosit dan leukosit.
o B<@. 4ntuk melihat adanya batu pada traktus urinarius.
o /istoskopi. >erupakan tes yang paling sensiti$ untuk mendiagnosis 'esicolithiasis
karena dapat melihat jumlah" ukuran" dan lokasi dari batu tersebut.
o 4/B
Penatalaksanaan
Pengangkatan batu dengan operasi merupakan penatalaksanaan yang paling sering dilakukan.
Dika batu tersebut berukuran kecil" penatalaksanaan dapat berupa dengan meminum banyak air
setiap hari supaya batu tersebut dapat dikeluarkan melalui saluran urin. Tetapi jika batu tersebut
berukuran besar" operasi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Pengangkatan batu 'esika urinaria dia1ali dengan cystolitholapa5y" yaitu dengan memasukkan
cystoscope melalui uretra ke dalam 'esika urinaria. :alu batu dihancurkan menjadi bagian
bagian kecil dengan menggunakan leser atau ultrasound. Proses ini dilakukan dengan anestesi
lokal atau umum. !omplikasi cystolitholapa5y jarang terjadi" tetapi in$eksi traktus urinarius"
demam" atau perdarahan dapat terjadi. %apat diberikan antibiotik sebelum dilakukan
cystolitholapa5y untuk menurunkan risiko in$eksi. /atu bulan setelah dilakukan cystolitholapa5y
pasien di$ollo1 up untuk memastikan tidak ada lagi $ragmen$ragmen batu pada 'esika urinaria.
Dika batu terlalu besar untuk menjadi $ragmen$reagmen" dapat dilakukan cystolithotomy" yaitu
dengan meninsisi 'esika urinaria dan mengangkat batu secara langsung. Dika batu disebabkan
karena pembesaran prostat" operasi dapat dilakukan bersamaan.
0
Komplikasi
a. %is$ungsi kronik 'esika urinaria
Dika didiamkan" 'esicolithiasis dapat menyebabkan masalah berkemih dalam jangka
panjang dan membuat obstruksi pengeluaran urin.
b. ?n$eksi trakstus urinarius
&esicolithiasis dapat menyebabkan in$eksi bakteri pada traktus urinarius.
c. !anker 'esika urinaria
Bahan kimia atau benda yang menyebabkan iritasi kronik pada dinding 'esika urinaria
seperti batu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker 'esika urianaria
Prognosis
Prognosis ini tergantung pada pentalaksanaan yang dilakukan" apabila penanganannya tepat dan
benar maka prognosisnya akan baik. /ebaliknya apabila penanganannya tidak benar sehingga
muncul komplikasi maka prognosisnya berubah menjadi buruk.
(d 'itam 3 dubia ad bonam
(d $ungsionam 3 dubia ad bonam
(d sannationam 3 dubia ad bonam
(. S-/,-,-/
/ititis pada 'esika urinaria kebanyakan disebabkan oleh bakteri in$eksi traktus urinarius. /istitis
dapat menyebabkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan yang dapat menjadi masalah serius jika
in$eksi sudah sampai di ginjal.
Etiologi
!ebanyakan disebabkan karena in$eksi bakteri yang masuk melalui uretra ke 'esika urinaria.
Tetapi dapat juga disebabkan dari $aktor nonin$eksi. (da dua tipe utama in$eksi bakteri 'esika
urinaria" yaitu3
-
a. 9ommunityacHuired bladder in$ection
?n$eksi ini terjadi ketika seseorang tidak berada dalam pelayanan kesehatan" seperti rumah
sakit. :ebih banyak terjadi pada 1anita dibandingkan pria. Pada pria yang berusia diatas 55
tahun" in$eksi biasanya disebabkan karena pembesaran prostat yang membuat obstruksi pada
saluran urin.
b. HospitalacHuired atau nasocomial bladder in$ection
?n$eksi terjadi pada sesorang yang sedang dira1at di rumah sakit. Biasanya karena
pemasangan kateter melalui uretra ke 'esika urinaria untuk mengeluarkan urin.
Maktor nonin$eksi3
a. @batobatan. @batobatan seperti cyclophosphamide dan i$os$amide dapat menyebabkan
in$lamasi pada 'esika urinaria.
b. Jadiasi. Pengobatan radiasi pada daerah pel'is dapat menyebabkan perubahan in$lamasi pada
jaringan 'esika urinaria.
c. Benda asing. Pemasangan kateter dalam 1aktu lama dapat menyebabkan in$eksi bakteri atau
kerusakan jaringan sehingga menyebabkan in$lamasi.
Tanda dan gejala klinis
%apat dipertimbangkan sistitis jika seseorang mengeluh adanya polakisuria" nokturia" disuria"
gross hematuria" nyeri suprapubik ketika 'esika urinaria terisi penuh" dan demam yang tidak
tinggi.
,
Diagnosis
a. Pemeriksaan laboratorium. Pada pemeriksaan sedimen" didapatkan peningkatan eritrosit
yang menandakan adanya hematuria dan peningkatan leukosit yang menandakan adanya
in$eksi. Bakteriologis positi$ menunjukkan adanya in$eksi bakteri.
b. 9ystoscope. 4ntuk melihat 'esika urinaria.
Penatalaksanaan
/istitis yang disebabkan oleh in$eksi bakteri dapat diberikan antibiotik. /edangkan yang
nonin$eksi penatalaksanaan berdasarkan penyebab.
Komplikasi
/tenosis pada ureter atau 'esikoureteral re$luks yang dapat mnyebabkan hidrone$rosis atau
pielone$ritis.
,
Prognosis
Dika penatalaksanaan cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan komplikasi" prognosis bonam.
/edangkan penggunaan antibiotik yang yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekambuhan.
(d 'itam 3 dubia ad bonam
(d $ungsionam 3 dubia ad bonam
(d sannationam 3 dubia ad bonam
D. K.r/-+om. 8ro/,.,
Etiologi
Calaupun belum diketahui secara pasti $aktor yang menyebabkan karsinoma prostat (ca prostat)"
ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena ca prostat" diantaranya3
a. 4mur. /ebanyak 00% ditemui pada pria berusia *0 tahun. 50% dan F0% pada usia 60 tahun.
/emakin tua usia" risiko terkena ca prostat semakin besar.
b. Ji1ayat keluarga. Dika terdapat anggota keluarga yang terdiagnosis ca prostat" maka risiko
terkena ca prostat , atau 0 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki
ri1ayat ca prostat.
c. Baya hidup. @besitas dan makan lemak tinggi dapat meningkatkan risiko terkena ca prostat.
Tanda dan gejala klinis
Pada stadium a1al" ca prostat jarang menunjukkan adanya gejala. <amun jika keganasan
menyebar sampai uretra atau 'esiko urinaria" dapat menyebabkan gejala klinis seperti di ba1ah
ini3
*
a. /ulit berkemih
b. Polakisuria
c. 4rgensi
d. (danya retensi urin
e. ?n$eksi traktus urinarius berulang
$. Hematuria
g. >enurunnya kemampuan bereksi
h. >enurunnya jumlah semen saat ejakulasi
i. <yeri suprapubik
j. Dika sudah menyebar sampai lymph nodes" tulang" atau organ lainnya" dapat
menyebabkan nyeri pada tulang" berat badan berkurang" dan anemia.
Diagnosis
Biasanya kasus ca prostat dapat diditeksi dengan skrining sebelum adanya gejala. %iagnosis
ditegakkan berdasarkan anamnesis" pemeriksaan colok dubur (P9%)" specimen urin" dan P/(
(prostatespesi$ic antigent). Dika kadar P/( tinggi pada darah atau pada P9% konsistensi prostat
keras" dapat dilakukan biopsi prostat untuk memastikan adanya ca prostat.
Penatalaksanaan
a. Terapi radiasi. A$ekti'itas terapi radiasi akan meningkat dengan terapi hormonal atau
medikamentosa" seperti pemberian obat penghambat androgen reseptor.
b. Prostatektomi
c. !emoterapi. 4ntuk ca prostat yang sudah metastatis dan resisten terhadap terapi
hormonal.
Prognosis
%engan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat" prognosis biasanya baik. /ekitar F0% pasien
dengan ca prostat dapat terobati.
E. K.+5er ve/-5. 1r-+.r-.
Etiologi
Tidak ada penyebab yang jelas mengenai kanker 'esika urinaria. Penyebab biasanya
dihubungkan dengan kebiasaan merokok" radiasi" dan terpajan bahan kimia.
Tanda dan gejala klinis
Hematuria" polakisuria" urgensi" disuria" nyeri abdomen" nyeri pinggang.
Diagnosis
a. 9ystoscopy. 4ntuk melihat bagian dalam uretra dan 'esika urinaria.
b. Biopsi.
c. /itologi urin. 4ntuk melihat gambaran sel kanker di ba1ah mikroskop.
d. 9T scan. 4ntuk melihat struktur dari traktus urinarius dan jaringan di sekitarnya.
Penatalaksanaan
a. @perasi
Dika kanker masih stadium a1al dengan berukuran kecil dan belum melukai dinding 'esika
urinaria" penatalaksanaan dapat berupa pengangkatan batu. Tetapi jika sel kanker sudah
merusak dinding 'esika urinaria dapat dilakukan radikal sistektomi (pengangkatan seluruh
'esika urinaria) dan membuat reser'oir urin seperti 'esika urinaria
b. !emoterapi
>enggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Biasanya digunakan untuk membunuh sisa
sel kanker setelah dilakukan operasi.
c. Terapi radiasi
Biasa digunakan sebelum dilakukan operasi untuk memperkecil tumor sehinggan
memudahkan pengangkatan batu.
F. I+@e5/- ,r.5,1/ 1r-+.r-1/
?n$eksi traktus urinarius dapat terjadi pada ginjal" ureter" 'esika urinaria" dan uretra" tetapi in$eksi
lebih sering terjadi pada traktus urinarius ba1ah" yaitu 'esika urinaria dan uretra. Canita
memiliki risiko lebih besar untuk terkena in$eksi karena anatomi uretra yang pendek.
Etiologi
?n$eksi traktus urinarius bisanya disebabkan karena bakteri E. oli" merupakan bakteri normal
yang ada pada kolon. Bakteri tersebut dapat sampai ke uretra dan jika memperbanyak diri" dapat
terjadi in$eksi. ?n$eksi yang terjadi di uretra disebut uretritis" jika terjadi di 'esika urinaria
disebut sistitis. (pabila tidak cepat diobati" bateri dapat sampai ke ureter kemudian
memeprbanyak diri dan menyerang ginjal sehingga menyebabkan pielone$ritis. !"lam#dia dan
$#oplasma juga dapat menyebabkan in$eksi traktus urinarius baik pada 1anita maupun pria"
tetapi in$eksi ini biasanya menyerang uretra dan system reproduksi. Tidak seperti E. oli"
!"lam#dia dan $#oplasma dapat ditularkan secara seksual.
5
Tanda dan gejala klinis
a. Polakisuria
b. %isuria
c. <yeri pada saat tidak berkemih
d. <yeri pada suprapubik
e. 4rin yang keluar sedikit
$. 4rin terlihat keruh
g. Hematuria
h. %emam" nyeri di pinggang" mual dan muntah jika in$eksi sampai ke ginjal.
Diagnosis
a. 4rinalisis. Pemeriksaa eritrosit" leukosit" dan bakteri. !emudian dilakukan kultur bakteri
untuk mengetahui jenis bakteri dan menentukan antibiotik yang tepat.
b. ?&P (?ntra'enous Pyelogram). %apat melihat keadaan ginjal" ureter" dan 'esika urinaria.
Persiapan yang harus dilakukan oleh pasien diantaranya3 tes alergi kontras" puasa 7, jam"
usus kosong dari $eses#gas" dan 'esika urinaria harus dikosongkan.
c. 4ltrasound. Dika terjadi in$eksi berulang
Penatalaksanaan
Pasien diberi obat antibakterial. Pemilihan obat dan lamanya pengobatan tergantung dari
jenis bakteri yang menyerang traktus urinarius dan lamanya in$eksi yang terjadi. Tes sensiti$itas
dapat membantu untuk menentukan jenis obat yang tepat.
@bat yang sering digunakan untuk in$eksi traktus urinarius uncomplicated diantaranya
trimethoprim" sul$ametho5a)ole" amo5illine" nitro$uranation" dan ampicilline. @bat dari
golongan Huinolon seperti o$lo5acin" nor$lo5asin" cipro$lo5asin" dan tro'a$lo5in dapat digunakan
untuk mengobati in$eksi traktus urinarius. Pengobatan yang lebih lama dibutuhkan oleh pasien
dengan in$eksi yang disebabkan oleh !"lam#dia dan $#oplasma, biasanya diobati dengan
tetracycline" trimethoprim#sul$ameto5a)ole (T>P#/>K)" atau dengan do5ycyline.
!adang" 1alaupun gejala sudah tidak ada" bakteri masih ada dalam traktus urinarius.
@leh karena itu pasien harus di$ollo1 up dengan urinalisis untuk memastikan bah1a tidak
adanya bakteri.
BAB V
PENUTUP
!esimpulan
DAFTAR PUSTAKA
7. Cilson :>" Hillegas !B. Bangguan /istem Jeproduksi :aki:aki. ?n3 Jice /(" Cilson
:>" Aditors. Pato$isiologi. *
th
ed. Dakarta3 Penerbit Buku !edokteran AB9L ,00*. p.
70,0.
,. Tanagho A(" >c(ninch DC. /mithNs Beneral 4rologi. 7F
th
ed. <e1 2ork3 >cBra1HillL
,006. p. ,F," 0-6050" 5F*5FF.
0. >ayoclinic sta$$. Bladder /tone. ('ailable at3 http3##111.mayoclinic.com#bladderstone.
up date3 Danuary 7*" ,008. (ccessed3 @ctober 00" ,070.
-. >ayoclinic sta$$. 9ystitis. ('ailable at3 http3##111.mayoclinic.com#cystitis. up date3
>arch *" ,070. (ccessed3 @ctober 00" ,070.
5. <ational !idney and 4rologic %iseases ?n$ormation 9learinghouse (<!49?%). 4rinary
Tract ?n$ection in (dult. ('ailable at3
http3##111.kidney.niddk.nih.go'#kudiseases#pubs#utiadult. up date3 %ecember ,005.
(ccessed3 @ctober 00" ,070.
*. (etna ?nteliHealth. Prostate 9ancer. ('ailable at3
111.intelihealth.com#diseasesOcondition#prostatecancer. up date3 /eptember 0" ,006.
(ccessed3 @ctober 00" ,070.