Anda di halaman 1dari 15

Etika penelitian keperawatan

1. Latar belakang sejarah


Etika berasal dari bahasan Yunani ethos. Istilah etika bila ditinjau dari aspek
etimologis memiliki makna kebiasaan dan peraturan perilaku yang berlaku dalam
masyarakat. Etika juga merupakan sopan santun atau tatakrama yang mengatur hubungan-
hubungan dan prilaku di dalam masyarakat. Menurut pandangan Sastrapratedja (2004), etika
dalam konteks filsafat merupakan refleksi filsafati atas moralitas masyarakat sehingga etika
disebut pula sebagai filsafat moral.
Etika membantu manusia untuk melihat secara kritis moralitas yang dihayati
masyarakat, etika juga membantu kita untuk merumuskan pedoman etis yang lebih adekuat
dan norma-norma baru yang dibutuhkan karena adanya perubahan yang dinamis dalam tata
kehidupan masyarakat. Sedangkan etika dalam ranah penelitian lebih menunjuk pada prinsip-
prinsip etis yang diterapkan dalam kegiatan penelitian.Peneliti dalam melaksanakan seluruh
kegiatan penelitian harus memegang teguh sikap ilmiah (scientific attitude) serta
menggunakan prinsip-prinsip etika penelitian. Meskipun intervensi yang dilakukan dalam
penelitian tidak memiliki risiko yang dapat merugikan atau membahayakan subyek
penelitian, namun peneliti perlu mempertimbangkan aspek sosioetika dan menjunjung tinggi
harkat dan martabat kemanusiaan (Jacob, 2004)
Bagi masyarakat modern, kita berfikir secara sistematis dalam prinsip moral dari
temuan penelitian yang telah terjadi pada abad-abad yang lalu. Menurut percobaan bagian
medis (NAZI) tahun 1930-1940 yang paling terpopuler yaitu sikap yang tidak peduli terhadap
etika, pada program nazi tersebut lebih mengutamakan kekerasan dalam peperangan dan
prisip rasisme musuh serta ketahanan seseorang terhadap penyakit tanpa adanya
pengobatan.
Pada tahun 1974 congres mendirikan komisi perlindungan nasiomnal perlindungan
manusia dalam penelitian medis dan tingkah laku komisi ini menyelidiki etika yang mendasar
tentang manusia dalam penelitian dan mengidentifikasi prinsip-prinsip yang membantu
dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian etis.
Karena para perawat lebih banyak terliat dalampenelitian, isu perlindungan subjek manusia
menjadi hal yang kritis. Profesi bertanggungjawab menetapkan untuk menerapkan etika
dalam penelitian keperawatan.

2. Pengertian etika
Etika adalah serangkaian tingkah laku, prinsip-prinsip dan aturan-aturan moral yang
menentukan tindakan mana yang benar dan mana yang salah. Keputusan etika adalah
keputusan yang diambil oleh seseorang pada apaah suatu tindakan khusus benar atau salah.
3. Prinsip-rinsip petunjuk etika penelitian
Dalam melaksanakan penelitian khususnya jika yang menjadi subjek penelitian adalah
manusia, maka peneliti harus memahami hak dasar manusia. Manusia memiliki kebebasan
dalam menentukan dirinya, sehingga penelitian yang akan dilaksanakan benar-benar
menjunjung tinggi kebebasan manusia. Beberapa prinsip penelitian pada manusia yang harus
dipahami antara lain :
a. Prinsip manfaat
Dengan prinsip pada aspek manfaat, maka segala bentk penelitian yang dilakukan diharapkan
dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.prinsip ini dapat ditegakkan dengan
membebaskan, tidak memberikan atau menimbulkan kekerasan pada manusia, tidak
menjadikan manusia untuk di exploitasi.
b. Prinsip menghormati manusia
Manusia memiliki hak dan merupakan makhluk yang mulia yang harus di hormati, karena
manusia berhak untuk menentukan pilihan antara mau dan tidak untuk diikut sertakan
menjadi subjek penelitian.

c. Prinsip keadilan
Prinsip ini dilakukan untuk menjunjung tinggi keadilan manusia dengan menghargai hak atau
membrikan pengobatan secara adil, hak menjaga privasi manusia, dan tidak berpihak dalam
perlakuan terhadap manusia.

4. Masalah etika dalam penelitian
Masalah etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang sangat penting dalam
penelitian, mengingat penelitian keperawatan berhubungan langsung dengan manusia, maka
segi etika penelitian harus diperhatikan. Masalah etika yang harus diperhatikan antara lain
sebagai berikut :
a. Informed consent
Merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan
memberikan lembar persetujuan. Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian
dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan
informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui
dampaknya.
b. Anonimiti (tanpa nama)
Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam
penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau menantumkan nama
responsen pada lembaran alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan
data atau hasil penelitian yang akan disajikan.

c. Kerahasiaan (confidentiality)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil
penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informsi yang telah
dikumpulkan dijamin kerahasiaannya SSoleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang
akan dilaporka pada hasil riset.

5. Etika Penelitian
Etika mencakup norma untuk berperilaku, memisahkan apa yang seharusnya dilakukan dan
apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Rangkuman Etika Penelitian meliputi butir-butir berikut:
a. Kejujuran
Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaan metode dan
prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada kekurangan atau kegagalan metode yang
dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan mengklaim pekerjaan yang bukan pekerjaan Anda
sebagai pekerjaan Anda.
b. Obyektivitas
Upayakan minimalisasi kesalahan/bias dalam rancangan percobaan, analisis dan interpretasi
data, penilaian ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruh pemberi dana/sponsor
penelitian
c. Integritas
Tepati selalu janji dan perjanjian; lakukan penelitian dengan tulus, upayakan
selalu menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan
d. Ketelitian
Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidakpedulian; secara teratur
Catat pekerjaan yang Anda dan rekan anda kerjakan, misalnya kapan dan di
Mana pengumpulan data dilakukan. Catat juga alamat korespondensi responden, jurnalatau
agen publikasi lainnya.
e. Keterbukaan
Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian.
Terbuka terhadap kritik dan ide-ide baru.
f. Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hal intelektual lainnya. Jangan gunakan data,
metode, atau hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan nara sumber semua
yang memberikan kontribusi pada riset Anda. Jangan pernah melakukan plagiasi..
g. Penghargaan terhadap Kerahasiaan (Responden)
Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal atau data lain yang oleh
responden dianggap sebagai rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan data tersebut.
h. Publikasi yang terpercaya
Hindari mempublikasikan penelitian yang sama berulang-ulang ke berbagai
media (jurnal, seminar).
i. Pembinaan yang konstruktif
Bantu membimbing, memberi arahan dan masukan bagi mahasiswa/peneliti pemula.
Perkenankan mereka mengembangkan ide mereka menjadi penelitian yang berkualits.
j. Penghargaan terhadap Kolega/Rekan Kerja
Hargai dan perlakukan rekan penelitian Anda dengan semestinya. Bila penelitian dilakukan
oleh suatu tim akan dipublikasikan, maka peneliti dengan kontribusi terbesar ditetapkan
sebagai penulis pertama (first author), sedangkan yang lain menjadi penulis kedua (co-
author(s)). Urutan menunjukkan besarnya kontribusi anggota tim dalam penelitian.
k. Tanggung Jawab Sosial
Upayakan penelitian Anda berguna demi kemaslahan masyarakat, meningkatkan taraf hidup,
memudahkan kehidupan dan meringankan beban hidup masyarakat. Anda juga bertanggung
jawab melakukan pendampingan nagi masyarakat yang ingin mengaplikasikan hasil
penelitian Anda
l. Tidak melakukan Diskriminasi
Hindari melakukan pembedaan perlakuan pada rekan kerja atau mahasiswa karena alasan
jenis kelamin, ras, suku, dan faktor-faktor lain yang sama sekali tidak ada hubungannya
dengan kompetensi dan integritas ilmiah.
m. Kompetensi
Tingkatkan kemampuan dan keahlian meneliti melalui pendidikan dan pembelajaran seumur
hidup; secara bertahap tingkatkan kompetensi Anda sampai taraf Pakar.
n. Legalitas
Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemeintah yang terkait
dengan penelitian Anda.
o. Rancang pengujian dengan hewan percobaan dengan baik
Bila penelitian memerlukan hewan percobaan, maka percobaan harus dirancang sebaik
mungkin, tidak dengan gegabah melakukan sembarang perlakuan pada hewan percobaan.
p. Mengutamakan keselamatan Manusia
Bila harus mengunakan manusia untuk menguji penelitian, maka penelitian harus: dirancang
dengan teliti, efek negatif harus diminimalkan, manfaat dimaksimalkan, hormati harkat
kemanusiaan, privasi dan hak obyek penelitian Anda tersebut siapkan pencegahan dan
pengobatan bila sampel Anda menderita efek negatif penelitian.
Latar Belakang
Riset keperawatan merupakan salah satu komponen berkembangnya disiplin keperawatan
karena sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah keperawatan dan mengembangkan
atau memvalidasi teori yang sangat dibutuhkan sebagai landasan dalam praktik keperawatan,
serta perkembangan tubuh ilmu pengetahuan keperawatan (body of knowledge). Mutu
pelayanan dan asuhan keperawatan sangat tergantung pada upaya kegiatan riset keperawatan
yang selalu berinteraksi dengan pengembangan teori dan ilmu pengetahuan keperawatan yang
diterapkan dalam praktik keperawatan.

Pelaksanaan riset keperawatan tidak saja memerlukan kepakaran dan ketekunan, namun juga
kejujuran dan integritas yang merupakan bagian dari etika penelitian. Kepedulian etik sangat
menonjol dalam bidang keperawatan, karena garis batas antara praktik keperawatan yang
diharapkan dengan pengumpulan informasi untuk riset tidak terlalu berbeda dalam penelitian
yang dilakukan oleh perawat yang makin meningkat.

B. Rumusan Masalah
Makalah ini membahas beberapa masalah, antara lain:
1. Apakah itu definisi etika penelitian?
2. Apa sajakah prinsip-prinsip dari etika penelitian?
3. Bagaimanakah prinsip etik dalam penelitian keperawatan?
4. Bagaimanakah contoh pelanggaran dari etika penelitian?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui definisi etika penelitian
2. Mengetahui prinsip-prinsip dari etika penelitian
3. Mengetahui prinsip etik dalam penelitian keperawatan
4. Mengetahui bagaimana contoh pelanggaran etika penelitian


BAB II
PEMBAHASAN

ETIKA PENELITIAN
A. Definisi Etika Penelitian
Etika berasal dari bahasa Yunani ethos. Istilah etika bila ditinjau dari aspek etimologis
memiliki makna kebiasaan dan peraturan perilaku yang berlaku dalam masyarakat.
Menurut pandangan Sastrapratedja (2004), etika dalam konteks filsafat merupakan refleksi
filsafati atas moralitas masyarakat sehingga etika disebut pula sebagai filsafat moral. Etika
mencakup norma untuk berperilaku, memisahkan apa yang seharusnya dilakukan dan apa
yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Etika membantu manusia untuk melihat secara kritis
moralitas yang dihayati masyarakat, etika juga membantu kita untuk merumuskan pedoman
etis yang lebih adekuat dan norma-norma baru yang dibutuhkan karena adanya perubahan
yang dinamis dalam tata kehidupan masyarakat. Sedangkan etika dalam ranah penelitian
lebih menunjuk pada

prinsip-prinsip etis yang diterapkan dalam kegiatan penelitian.
Peneliti dalam melaksanakan seluruh kegiatan penelitian harus memegang teguh sikap ilmiah
(scientific attitude) serta menggunakan prinsip-prinsip etika penelitian. Meskipun intervensi
yang dilakukan dalam penelitian tidak memiliki risiko yang dapat merugikan atau
membahayakan subyek penelitian, namun peneliti perlu mempertimbangkan aspek sosioetika
dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan (Jacob, 2004).

Perawat peneliti sebagai tenaga perawat professional wajib dan mempunyai tanggung jawab
moral untuk bekerja sesuai dengan standard kode etik profesi. Kode etik memberikan
panduan kepada peneliti untuk :
1. Memilih tujuan, desain, metode pengukuran, dan subjek penelitian
2. Mengumpulkan dan menganalisis data
3. Menginterpretasikan hasil
4. Mempublikasikan laporan penelitian

B. Prinsip-prinsip etika penelitian
3 prinsip utama etika riset atau penelitian yang perlu dipahami dan diterapkan oleh peneliti
adalah :
1. Beneficence
Yang pada dasarnya adalah di atas segalanya tidak boleh membahayakan. Prinsip ini
mengandung 4 dimensi:
a. Bebas dari bahaya
Yaitu peneliti harus berusaha melindungi subjek yang diteliti, terhindar dari bahaya atau
ketidaknyamanan fisik atau mental.
b. Bebas dari eksploitasi
Keterlibatan peserta dalam penelitian tidak seharusnya merugikan mereka atau memaparkan
mereka pada situasi yang mereka tidak disiapkan.
c. Manfaat dari penelitian
Manfaat penelitian yang paling penting adalah meningkatnya pengetahuan atau penghalusan
pengetahuan yang akan berdampak pada subjek individu, namun lebih penting lagi apabila
pengetahuan tersebut dapat mempengaruhi suatu disiplin dan anggota masyarakat.
d. Rasio antara resiko dan manfaat
Peneliti dan penilai (reviewer) harus menelaah keseimbangan antara manfaat dan resiko
dalam penelitian.

2. Menghargai Martabat Manusia
Menghormati martabat subjek meliputi :
a. Hak untuk self determination (menetapkan sendiri)
Prinsip self determination ini mengandung arti bahwa subjek mempunyai hak untuk
memutuskan secara sukarela apakah dia ingin berpatisipasi dalam suatu penelitian, tanpa
beresiko untuk dihukum, dipaksa, atau diperlakukan tidak adil.
b. Hak untuk mendapatkan pebjelasan lengkap (full disclosure)
Penjelasan lengkap berarti bahwa peneliti telah secara penuh menjelaskan tentang sifat
penelitian,hak subjek untuk menolak berperan serta, tanggung jawab peneliti, serta
kemungkinan resiko dan manfaat yang bisa terjadi.

Beberapa tindakan yang terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia,
adalah: peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subyek (informed consent) yang terdiri
dari: (1) penjelasan manfaat penelitian; (2) penjelasan kemungkinan risiko dan
ketidaknyamanan yang dapat ditimbulkan; (3) penjelasan manfaat yang akan didapatkan; (4)
persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan subyek berkaitan
dengan prosedur penelitian; (5) persetujuan subyek dapat mengundurkan diri kapan saja; dan
(6) jaminan anonimitas dan kerahasiaan. Namun kadangkala, formulir persetujuan subyek
tidak cukup memberikan proteksi bagi subyek itu sendiri terutama untuk penelitian-penelitian
klinik karena terdapat perbedaan pengetahuan dan otoritas antara peneliti dengan subyek

3. Mendapatkan Keadilan
Prinsip ini mengandung hak subjek untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan hak mereka
untuk mendapatkan keleluasaan pribadi.
Hak mendapatkan perlakuan yang adil berarti subjek mempunyai hak yang sama,
sebelum, selama, dan setelah partisipasi mereka dalam penelitian. Perlakuan yang adil
mencakup aspek-aspek sebagai berikut:
a. Seleksi subjek yang adil dan tidak diskriminatif.
b. Perlakuan yang tidak menghukum bagi mereka yang menolak atau mengundurkan diri dari
kesertaannya dalam penelitian, walaupun dia pernah menyetujui untuk berpartisipasi.
c. Penghargaan terhadap semua persetujuan yang telah dibuat antara peneliti atau subjek,
termasuk prosedur dan pembayaran atau tunjangan yang telah dijanjikan.
d. Subjek dapat mengakses penelitian setiap saat diperlukan untuk mengklarifikasi informasi.
e. Subjek dapat mengakses bantuan professional yang sesuai apabila terjadi gangguan fisik atau
psikologis.
f. Mendapatkan penjelasan, jika diperlukan yang tidak diberikan sebelum penelitian dilakukan
atau mengklarifikasi isu yang timbul selama penelitian.
g. Perlakuan yang penuh rasa hormat selama penelitian

Hak untuk mendapatkan keleluasaan pribadi (privacy)
Peneliti perlu memastikan bahwa penelitian yang dilakukan tidak menginvasi melebihi batas
yang diperlukan dan privasi subjek tetap dijaga selama penelitian. Invasi terhadap privasi
dapat terjadi bila informasi yang bersifat pribadi dibagikan kepada orang lain tanpa
sepengetahuan subjek atau bertentangan dengan keinginannya. Informasi tersebut meliputi
sikap, keyakinan, prilaku, pendapat, dan catatan. Dalam aplikasinya, peneliti tidak boleh
menampilkan informasi mengenai identitas baik nama maupun alamat asal subyek dalam
kuesioner dan alat ukuran apapun untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas
subyek. Peneliti dapat menggunakan koding (inisial atau identification number) sebagai
pengganti identitas responden.

C. Prinsip Etik dalam Penelitian Keperawatan Ethical
1. Menghormati otonomi partisipan, penjelasan kepada partisipan tentang derajat dan lama
keterlibatan tanpa konsekuensi negatif dari penelitian
2. Mencegah, meminimalkan kerugian dan atau meningkatkan manfaat bagi semua partisipan.
3. Menghormati kepribadian partisipan, keluarga dan nilai yang berati bagi partisipan.
4. Memastikan bahwa keuntungan dan akibat dari penelitian terdistribusi secara seimbang
Tujuan:
1. Menjaga privasi partisipan
2. Memastikan integritas etik selama penelitian
3. Melaporkan semua kemungkinan yang terjadi dalam penelitian
4. Mempertahankan metodologi dan profesionalitas untuk peningkatan pelayanan keperawatan
5. Pada penelitian yang melibatkan binatang harus mendapatkan keuntungan yang maksimum
dengan sedikit menyebabkan kerugian dan penderitaan bagi binatang.

D. Pelanggaran Etik
Dalam masa modern ini pelanggaran terhadap moral tidak boleh terjadi. Pengalaman
kedokteran NAZI pada tahun 1930an 1940an merupakan contoh pelanggaran etik yang
sangat terkenal. Program penelitian Nazi melibatkan tawanan perang dan ras tertentu dalam
mengetes daya tahan manusia dan reaksi manusia terhadap penyakit dan obat yang tidak di
test. Penelitian ini tida beretika bukan hanya mereka mendapatkan penyiksaan secara fisik
akan tetapi mereka juga tidak memiliki kesempatan untuk menolak berpartisipasi.

Beberapa penelitian yag melanggar etik diantaranya penelitian yang dilakukan tahun 1932
dan 1972 yang dikenal sebagai The Tuskegee Syphilis Study, yang disponsori oleh
Departemen Kesehatan yang mengidentifikasi efek syphilis pada 400 laki-laki dari komunitas
Afrika-Amerika. Contoh lain adalah menginjeksi sel kanker hidup pada pasien orang tua di
Rumah Sakit Penyakit Kronis Yahudi di Brooklyn, yang tidak menjelaskan dahulu kepada
pasien.

Kode etik penelitan internasional yang dinamakan sebagai Nuremberg Code, dibuat setelah
kejadian yang dilakukan oleh NAZI. Pada tahun 1964 Declaration Helsinki, diadopsi oleh
World Medical Association dan direvisi pada tahun 2000.

Tujuan suatu penelitian adalah menghasilkan pengetahuan ilmiah yang hanya bisa diperoleh
melalui penelitian, pelaporan, dan publikasi yang dilakukan secara jujur. Walaupun demikian,
masih tetap banyak publikasi penelitian di berbagai jurnal ilmiah terkenal ternyata melibatkan
prilaku curang. Beberapa isu yang relevan dengan masalah pelanggaran ilmiah berhubungan
kecurangan dalam mempublikasikan penelitian, adalah:
a. Definisi kecurangan ilmiah
b. Perkembangan kebijakan
c. Identifikasi mekanisme untuk menyampaikan kebijakan kepada ilmuwan
d. Penetapan kenggotaan dari komite etik penelitian
e. Pengembangan proses pemberitahuan tentang bantuan donor dan jurnal
f. Pencegahan dan peran telaah sejawat
Contoh ketidakjujuran dalam penelitian:
a. Pemalsuan
Penyampaian suatu temuan tentang informasi yang tidak pernah ada
b. Manipulasi desain atau metode
Secara sengaja merencanakan desain studi atau metode pengumpulan data, sehingga hasil
menjadi bias terhadap hipotesis penelitian
c. Menahan atau memanipulasi data secara selektif
Memilih hanya data yang konsisten dengan hipotesis penelitian dan membuang yang lainnya
d. Plagiat
Secara sengaja menggunakan hasil atau ide orang lain sebagai miliknya
e. Kolaborasi yang tidak bertanggung jawab
Gagal berperan serta dalam suatu tim penelitian atau melaksanakan tanggung jawab sebagai
co-author.

E. Rangkuman Etika Penelitian meliputi butir-butir berikut:
a. Kejujuran
Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaan metode dan
prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada kekurangan atau kegagalan metode yang
dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan mengklaim pekerjaan yang bukan pekerjaan Anda
sebagai pekerjaan Anda.
b. Obyektivitas
Upayakan minimalisasi kesalahan dalam rancangan percobaan, analisis dan interpretasi data,
penilaian ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruh pemberi dana/sponsor penelitian.
c. Integritas
Tepati selalu janji dan perjanjian; lakukan penelitian dengan tulus, upayakan
selalu menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan.
d. Ketelitian Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidakpedulian
secara teratur catat pekerjaan yang Anda dan rekan anda kerjakan, misalnya kapan dan di
mana pengumpulan data dilakukan. Catat juga alamat korespondensi responden, jurnal atau
agen publikasi lainnya.
e. Keterbukaan
Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian. Terbuka
terhadap kritik dan ide-ide baru.
f. Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hal intelektual lainnya. Jangan gunakan data,
metode, atau hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan narasumber semua
yang memberikan kontribusi pada riset Anda. Jangan pernah melakukan plagiasi.
g. Penghargaan terhadap kerahsiaan (Responden)
Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal, atau data lain yang
dianggap responden sebagai data rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan data
tersebut.
h. Publikasi yang terpercaya
Hindari mempublikasikan penelitian yang sama secara berulang-ulang ke berbagai media
(seminar,jurnal).
i. Pembinaan yang konstruktif
Bantu membimbing, memberi masukan dan arahan bagi mahasiswa/peneliti pemula.
Perkenankan mereka mengembangkan ide mereka menjadi penelitian yang berkualitas.
j. Penghargaan terhadap rekan kerja / kolega
Bargai dan lakukan rekan penelitian anda sebagaimana semestinya. Bila penelitian dilakukan
oleh suatu tim akan dipublikasikan, maka peneliti dengan konstribusi terbesar ditetapkan
sebagai penulis pertama (first author), sedangkan yang lain menjadi penulis kedua (co-
author(s)). Urutan menunjukkan besarnya konstribusi dalam penelitian.
k. Tanggung jawab sosial
Upayakan penelitian Anda beguna demi kemaslahan masyarakat, meningkat taraf hidup,
memudahkan kehidupan dan meringankan beban hidup masyarakat. Anda juga bertanggung
jawab melakukan pendampingan bagi masyarakat yang ingin menghasilkan penelitian Anda.
l. Tidak melakukan Diskriminasi
Hindari melakukan pembedaan perlakuan pada rekan kerja atau mahasiswa karena alasan
jenis kelamin,ras,suku,agama dan faktor-faktor yang lain yang sama sekali tidak ada
hubungannya dengan kompetensi dan integritas ilmiah.
m. Kompetensi
Tingkat kemampuan dan keahlian melalui pendidikan dan pembelajaran seumur hidup; secara
bertahap tingkatkan kompetensi anda sampai tahap pakar.
n. Legalitas
Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemerintah yang terkait dengan
penelitian anda.
o. Rancang pengujian dengan hewan percobaan dengan baik
Bila penelitian memerlukan hewan percobaan, maka percobaan harus dirancang sebaik
mungkin, tidak gegabah melakukan sembarang perlakuan pada hewan percobaan.
p. Mengutamakan keselamatan manusia
Bila harus menggunakan manusia sebagai penguji penelitian, maka penelitian harus
dirancang dengan teliti, efek negatif harus diminimalkan, manfaat dimaksimalkan; hormati
harkat kemanusiaan, privasi dan hak objek penelitian anda tersebut, siapkan pengobatan dan
pencegahan bila sampel anda menderita efek negatif dari penelitian.






BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Etika membantu manusia untuk melihat secara kritis moralitas yang dihayati masyarakat,
etika juga membantu kita untuk merumuskan pedoman etis yang lebih adekuat dan norma-
norma baru yang dibutuhkan karena adanya perubahan yang dinamis dalam tata kehidupan
masyarakat. Sebagai seorang perawat khususnya perawat peneliti perlu memahami berbagai
aspek terkait etika penelitian, terutama memahami 3 prinsip etika penelitian, yaitu
beneficence, menghargai martabat manusia, dan mendapatkan keadilan.

Saran
Setelah membaca tulisan ini,diharapkan pembaca terutama para perawat atau mahasiswa
keperawatan, dapat memahami dan mengaplikasikan etika penelitian, terutama penelitian di
bidang keperawatan.





DAFTAR PUSTAKA


Hamid, Achir Yani S. 2008. Buku Ajar Riset Keperawatan, Konsep Etika dan
Instrumentasi. Jakarta: EGC
Jacob, T. 2004. Etika Penelitian Ilmiah. Warta Penelitian Universitas Gadjah Mada
(Edisi Khusus), 60-63.
Sastrapratedja, M. 2004. Landasan Moral Etika Penelitian. Warta Penelitian Universitas
Gadjah Mada (Edisi Khusus), 50-59.