Anda di halaman 1dari 9

http://file-education.blogspot.

com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 1

KESETIMBANGAN KIMIA
Kelas : XI-IPA Sem : 1

Oleh
http://file-education.blogspot.com



Standar Kompetensi

Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan
industri.

Kompetensi Dasar
1. Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan
2. Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan.
3. Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari dan industri

Indikator
Menjelaskan kesetimbangan dinamis.
Menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen.
Merumuskan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp
Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan azas Le Chatelier
Menganalisis pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volum pada pergeseran kesetimbangan melalui percobaan
Menafsirkan data percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang untuk menentukan derajat disosiasi dan
tetapan kesetimbangan
Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan
Menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang
Menghitung harga Kc berdasarkan Kp atau sebaliknya.
Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan.


URAIAN MATERI


1. Reaksi reversible dan Ireversible
Kasus I
Jika kita membakar selembar kertas, maka kertas akan
menjadi abu, abu tidak akan menjadi kertas kembali
proses ini hanya berlangsung satu arah (ireversibel).
Kasus II
Jika kita mereaksikan endapan PbI
2
dengan larutan
Na
2
SO
4
maka akan terbentuk endapan putih PbSO
4
. Jika
ke dalam larutan yang mengandung endapan PbSO
4
kita
tambahkan larutan KI maka akan terbentuk endapan
kuning PbI
2

Persamaan reaksi kedua proses sebagai berikut :
PbI
2
(s) + Na
2
SO
4
(aq) PbSO
4
(s) + 2 NaI(aq) (1)
PbSO
4
(s) + 2 NaI(aq) PbI
2
(s) + Na
2
SO
4
(aq) (2)
Jika diperhatikan reaksi (1) kebalikan reaksi (2), maka
kedua reaksi dapat dituliskan :
PbSO
4
(s) + 2 NaI(aq) PbI
2
(s) + Na
2
SO
4
(aq)
Peristiwa pada kasus II merupakan proses reaksi yang
dapat balik (reversible).
Reaksi reversibel : adalah reaksi yang berlangsung dalam
dua arah berlawanan pada waktu yang bersamaan
Pada reaksi reversibel zat pereaksi terbentuk kembali
karena hasil reaksi berubah menjadi pereaksi
Persamaan reaksi reversibel
A
2
+ B
2
2 AB
Reaksi irreversibel : adalah reaksi yang berlangsung dalam
satu arah
Pada reaksi irreversibel dikenal reaksi satu arah karena
zat pereaksi tidak terbentuk kembali
Persamaan reaksi :
A
2
+ B
2
2 AB
2. Keadaan Kesetimbangan
http://file-education.blogspot.com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 2

Reaksi reversibel pada suhu dan tekanan tertentu dapat
mencapai keadaan kesetimbangan
Pada saat mencapai keadaan kesetimbangan selalu :
- Jumlah setiap komponen reaksi tetap
- Laju reaksi ke hasil (v
2
) = laju reaksi ke pereaksi (v
1
)
- Kesetimbangan kimia bersifat dinamis artinya reaksi
terus berlangsung (tidak berhenti), tetapi tidak terjadi
perubahan makroskopis.
- Perubahan makroskopis adalah perubahan-perubahan
yang dapat diamati seperti : perubahan suhu,
perubahan warna, perubahan tekanan dan perubahan
volume.

3. Kesetimbangan Homogen dan Kesetimbangan
Heterogen
Berdasarkan fase zat-zat yang terlibat dalam kesetimbangan
sistem kesetimbangan kimia dibedakan menjadi :
a. Kesetimbangan homogen
Kesetimbangan homogen adalah sistem kesetimbangan
yang hanya terdiri dari satu jenis fase
Beberapa reaksi kesetimbangan homogen
1) N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g)
2) 2 HI(g) H
2
(g) + I
2
(g)
3) 2 SO
3
(g) 2 SO
2
(g) + O
2
(g)
4) 2 NO
2
(g) 2 NO (g) + O
2
(g)
5) Fe
3+
(aq) + SCN
-
(aq) FeSCN
2+

b. Kesetimbangan Heterogen
Kesetimbangan heterogen adalah sistem kesetimbangan
yang terdiri dari dua atau lebih jenis fase
Beberapa reaksi kesetimbangan heterogen
a. CaCO
3
(s) CaO(s) + CO
2
(g)
b. Al
3+
(aq) + 3 H
2
O(l) Al(OH) (s) + 3 H
+
(aq)
c. PbSO(s) Pb
2+
(aq) + SO
2-
(aq)

4. Pergeseran Kesetimbangan
Sistem kesetimbangan dapat bergeser kearah hasil reaksi
(ke kanan) atau kearah pereaksi (ke kiri).
Azas Le Chetelier
Jika suatu sistem kesetimbangan diberi aksi, maka sistem
kesetimbangan akan berubah (bergeser) sedemikian rupa
sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin dan mencapai
kesetimbangan yang baru
Beberapa faktor yang mempengaruhi sistem kesetimbangan
a. Perubahan Konsentrasi
Reaksi dalam keadaan kesetimbangan :
N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g) H = - 92 kJ
- Jika konsentrasi N
2
atau H
2
diperbesar maka jumlah
NH
3
akan bertambah (kesetimbangan bergeser ke
kanan).
- Jika konsentrasi N
2
atau H
2
dikurangi maka jumlah
NH
3
akan berkurang (kesetimbangan bergeser ke kiri)
Contoh soal
Suatu reaksi reversible
H
2
(g) + I
2
(g) 2 HI (g) H = - 245 kJ
Pada suhu dan tekanan tertentu rekasi mencapai keadaan
setimbang. Jika pada suhu tetap, ditambahkan 0,01 mol I
2
.
Bagaimana jumlah mol HI

Penyelesaian.
Penambahan I
2
berarti menaikan konsentrasi I
2
(pereaksi)
maka kesetimbangan akan bergeser kearah hasil reaksi (HI),
akibatnya jumlah mol HI akan bertambah.

b. Perubahan Suhu
Pada reaksi kesetimbangan :
N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g) H = - 92 kJ
Melihat H = negatif, artinya reaski ke kanan adalah
eksoterm (mengeluarkan panas). maka sebaliknya reaksi
ke kiri (penguraian NH
3
) adalah reaksi endoterm
(memerlukan panas)
- Jika suhu dinaikan maka kesetimbangan akan
bergeser ke arah reaksi endoterm
- Jika suhu diturunkan kesetimbangan bergeser ke
reaksi eksoterm

Contoh soal

Suatu reaksi reversible
N
2
O
4
(g) 2 NO
2
(g) H = - 425 kJ
Pada suhu dan tekanan tertentu rekasi mencapai keadaan
setimbang. Jika Bagaimana jumlah mol masing-masing
jika suhu dinaikan menjadi 2 x semula.

Penyelesaian.
Reaksi ke kanan (pembentukan gas NO
2
) : eksoterm
Reaksi ke kiri (pembentukan gas N
2
O
4
) : endoterm
Jika suhu dinaikan maka reaksi bergeser ke-arah reaksi
endoterm (ke pembentukan N
2
O
4
). Maka
Jumlah mol N
2
O
4
= bertambah
Jumlah mol NO
2
= berkurang

c. Perubahan Volume sistem
Pada reaksi kesetimbangan
2 SO
2
(g) + O
2
(g) 2 SO
3
(g) H = -492 kJ

Dari persamaan reaksi :
koefisien pereaksi = 2 + 1 = 3
koefisien hasil reaksi = 2
Jika volume diperkecil artinya menaikkan konsentrasi
semua komponen kesetimbangan secara bersama-
sama, maka : Kenaikan konsentrasi pereaksi lebih
besar dari pada kenaikan konsentrasi hasil reaksi,
http://file-education.blogspot.com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 3

karena koefisien pereaksi = 2 + 1 = 3 > koefisien hasil
reaksi = 2 akibatnya kesetimbangan akan bergeser ke
hasil reaksi (koefisien kecil)
Jika volume sistem diperbesar maka kesetimbangan
akan bergeser ke jumlah koefisien besar.
Jika volume sistem diturukan maka kesetimbangan
akan bergeser ke jumlah koefisien kecil



Contoh soal

Suatu reaksi reversible
H
2
(g) + I
2
(g) 2 HI (g) H = - 245 kJ
Pada suhu dan tekanan tertentu rekasi mencapai keadaan
setimbang. Jika Bagaimana jumlah mol masing-masing jika
volume sistem diturunkan menjadi x semula.

Penyelesaian.

Koefisien reaksi di kiri (pereaksi) = 1 + 1 = 2
Koefisien reaksi di kanan (hasil reaksi) = 2
Karena koefisien reaksi kiri = koefisien reaksi kanan, maka
kesetimbangan tidak bergeser (tetap) , maka :
Jumlah mol maing-masing tetap.

d. Perubahan Tekanan Sistem

- Menurut persamaan gas ideal : PV = nRT pada suhu tetap
P =
V
1
artinya tekanan berbanding terbalik volume
Menaikan tekanan sama dengan menurunkan volume
Jika tekanan diperbesar artinya memperkecil volume
(menaikkan konsentrasi semua komponen
kesetimbangan secara bersama-sama),
Jika tekanan diperkecil artinya memperbesar volume
(menaikkan konsentrasi semua komponen
kesetimbangan secara bersama-sama)

Pada reaksi kesetimbangan :
N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g) H = - 92 kJ
Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil.
Konsentrasi N
2
dan H
2
bertambah karena koefisien
pereaksi = 1 + 3 = 4,
- Jika tekanan diperkecil, maka kesetimbangan akan
bergeser kearah kanan = hasil reaksi (koefisien lebih
kecil)
- Jika tekanan diperbesar, maka kesetimbangan akan
bergeser kearah kiri = hasil pereaksi (koefisien lebih
besar)
maka kenaikan konsentrasi pereaksi lebih besar dari
pada kenaikan konsentrasi hasil reaksi, hal ini karena
koefisien pereaksi = 1 + 3 = 4 > koefisien hasil reaksi =
2 akibatnya kesetimbangan akan bergeser ke hasil
reaksi (koefisien kecil)
Jika tekanan sistem diperbesar maka kesetimbangan
akan bergeser ke jumlah koefisien kecil
Jika tekanan sistem diturunkan maka kesetimbangan
akan bergeser ke jumlah koefisien besar

Contoh soal

Suatu reaksi reversibel
N
2
O
4
(g) 2 NO
2
(g) H = - 425 kJ
Pada suhu dan tekanan tertentu reaksi mencapai keadaan
setimbang. Jika Bagaimana jumlah mol masing-masing jika
suhu dinaikan menjadi 2 x semula.

Penyelesaian.
- Koefisien reaksi di kiri (pereaksi) = 1
- Koefisien reaksi di kanan (hasil reaksi) = 2
- Kefisien reaksi kiri < koefisien reaksi kanan
Tekanan diperbesar maka reaksi akan bergeser ke koefisien
kecil, yaitu ke pembentukan N
2
O
4
maka
Jumlah mol N
2
O
4
: bertambah
Jumlah mol NO
2
: berkurang

5. Hukum Kesetimbangan
Hukum kesetimbangan dikemukakan oleh Cato Goldberg dan
Peter Wage : Untuk setiap sistem kesetimbangan pada suhu
tertentu, perbandingan hasil kali konsentrasi zat hasil reaksi
pangkat koefisien masing-masing dengan hasil kali
konsentrasi zat pereaksi pangkat koefisien masing-masing
adalah dan tetap.
Reaksi kesetimbangan secara umum :

a P + b Q c R + d S
Menurut Golberg dan Wage berlaku :

b a
d

c
[Q] x [P]
[S] x [R]
K =


K : teetappan kesetimbangan
[ P ] : konsentrasi zat P (mol/liter
[ Q ] : konsentrasi zat Q (mol/liter
[ R ] : konsentrasi zat R (mol/liter
[ S ] : konsentrasi zat S (mol/liter
a, b c dan d : koefisien reaksi
Harga K tetap selam suhu tetap
Harga tetap ini disebut dengan tetapan kesetimbangan (K)
Tetapan kesetimbangan konsentrasi (K
c
)
Contoh:
Untuk reaksi dalam keadaan kesetimbangan :
N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g)
Tuliskan rumus tetapan kesetimbangan (K
c
)
Jawab

2
]
3
[NH
3
]
2
[H x ]
2
[N
C
K =
Harga Kc tetap selama suhu tetap
a, b c dan d : koefisien reaksi

a. Perhitungan Tetapan Kesetimbangan
Contoh Soal
Satu mol PCl
5
dipanaskan dalam ruang 2 liter pada suhu
100C, dalam keadaan kesetimbangan terdapat 0,6 mol PCl
3

menurut reaksi : PCl
5
(g) PCl
3
(g) + Cl
2
(g)
Hitung harga tetapan kesetimbangan pada suhu tersebut.
http://file-education.blogspot.com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 4


Penyeleasian :
PCl
5
mula-mula = 1 mol volume ruang = 2 liter
Saat setimbang
PCl
3
terbentuk = 0,6 mol, maka Cl
2
terbentuk = 0,6 mol
karena koefisiennya PCl
3
= koefisien Cl
2

PCl
3
terbentuk berasal dari PCl
5
yang terurai, karena koefisien
PCl
3
= PCl
5
maka mol PCl
5
terurai = mol PCl
3
terbentuk.
PCl
5
tersisa = PCl
5
mula-mula PCl
5
terurai = 1 0,6 = 0,4 mol

Konsentrasi :
mol/L 0,2
liter 2
mol 0,4
V
5
PCl mol
]
5
[PCl = = =

mol/L 0,3
liter 2
mol 0,6
V
3
PCl mol
]
3
[PCl = = =
mol/L 0,3
liter 2
mol 0,6
V
5
PCl mol
]
2
[Cl = = =

Cara lain menentukan jumlah mol komponen setelah keadaan
kesetimbangan :
Reaksi PCl
5
(g) PCl
3
(g) + Cl
2
(g)
Mula-mula 1 mol 0 mol 0 mlo
Terurai/hasil reaksi 0,6 mol 0,6 mol 0,6 mol
Setimbang 0,4 mol 0,6 mol 0,6 mol
Konsentrasi 0,4/2 mol/L
= 0,2 mol/L
0,6/2 mol/L
= 0,3 mol/L
0,6/2 mol/L
= 0,3 mol/L

Untuk baris terurai (perhatikan angka koefisien)
Keadaan setimbang pereaksi berkurang dan hasil reaksi
bertambah.
Rumus tetapan Kesetimbangan :

] [PCl
] [Cl x ] [PCl
K
5
2 3
=

0,45
0,2
0,09
0,2
0,3 x 0,3
K = = =


a. Tetapan Kesetimbangan Gas

Dalam sistem kesetimbangan gas
Rumusan tetapan kesetimbangan dapat dinyatakan dalam
bentuk tekanan (K
P
)
Reaksi kesetimbangan :
N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g)

( )
( ) ( )
3
P x P
2
P
K
2
H
2
N
3
NH
P
=
3
NH
P : tetanan parsial NH
3

2
H
P : tetanan parsial H
2

2
N
P : tetanan parsial N
2

Menurut Avogadro :
Jumlah tekanan pasial gas-gas dalam sistem sebanding dengan
jumlah mol sistem dalam volume dan suhu tetap
P
1
+ P
2
+ P
3
+ ... = P
total

n
1
+ n
2
+ n
3
+ ... = n
total






Contoh Soal
Satu mol PCl
5
dipanaskan dalam ruang 2 liter pada suhu 100
C, dalam keadaan kesetimbangan terdapat 0,4 mol PCl
3

menurut reaksi : PCl
5
(g) PCl
3
(g) + Cl
2
(g)
Jika tekanan sistem 4 atm, hitunglah tetapan kesetimbangan
(Kp)

Penyeleasian :
Menentukan jumlah mol komponen setelah kesetimbangan
tercapai

Reaksi PCl
5
(g) PCl
3
(g) + Cl
2
(g)
Mula-mula 1 mol 0 mol 0 mlo
Terurai/hasil reaksi 0,4 mol 0,4 mol 0,4 mol
Setimbang 0,6mol 0,4 mol 0,4 mol

Jumlah mol setelah mencapai kesetimbangan = mol PCl
5
+ mol
PCl
3
+ mol Cl
2
= + 0,6 + 0,4 + 0,4 = 1,4mol.
Menurut Hukum Avogadro. tekanan sistem sebanding dengan
jumlah mol total dan tekanan parsial gas sebanding dengan
jumlah mol masing-masing komponen, pada suhu tetap.
Sistem
P x
total mol
5
PCl mol
5
PCl
P =
atam 1,72 atm 4 x
mol 1,4
mol 0,6
5
PCl
P = =
atm 1,14 = = atm 4 x
mol 1,4
mol 0,4
PCl
P
3

atm 1,14 = = atm 4 x
mol 1,4
mol 0,4
Cl
P
2



5
PCl
2
Cl
3
PCl
P
xP P
P
K =

atm 0,76
1,72
1,14 x 1,14

P
K = =



Hubungan antara K
P
dengan K
C

a P (g) + b Q (g) c R (g) + d S (g)
b a
d

c
[Q] x [P]
[S] x [R]
K =

b
)
Q
(P x
a
)
P
(P
d
)
S
(P x
c
)
R
(P
P
K =
P
P
: Tekanan parsial gas P
P
Q
: Tekanan parsial gas Q
P
R
: Tekanan parsial gas R
P
S
: Tekanan parsial gas S
K
P
: Tetapan kesetimbangan tekanan
Menurut persamaan gas ideal :
PV = n RT
P
total
~ n
total

total
tota
1
P
l
n
n
1
P =

http://file-education.blogspot.com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 5

P : tekanan
V : Volume
n : jumlah mol
R : Ttapan gas ideal
T : Suhu ( K)

RT
V
n
P =

(mol/Lt) i konsentras
V
n
= Maka :

P
p
= [P] RT P
Q
= [Q] RT
P
R
= [R] RT P
S
= [S] RT
Dengan mensubstitusikan persamaan tekanan mak harga K
p


d
RT) ([Q] x
c
RT) ([P]
d
RT) ([S] x
c
RT) ([R]
P
K =
b
RT) ( x
b
] Q [ x (RT) x
a
] P [
d
RT) ( x
d
] S [ x
c
(RT) x
c
] R [
P
K
a
=
b a
RT) ( x
b
] Q [ x
a
] P [
RT) ( x
d
] S [ x
c
] R [
P
K
d c
+
=
+

Lihat rumusan K
C
: maka
b a
RT) ( x
b
] Q [ x
a
] P [
RT) ( x
d
] S [ x
c
] R [
P
K
d c
+
=
+

b) (a d) (c
C
RT x K
P
K
+ +
=
( c + d) ( a+b ) = n : selisih koefisien hasil reaksi
dengan koefisien pereaksi.

Secara umum hubungan antara K
P
dan K
C
sebagai
berikut :
K
P
= K
C
(RT)
n

R : tetapan gas = 0,082 lt.atm/mol.K
T : suhu ( K = 173 + C)
n = E koefisien hasil reaksi E koefisiien hasil reaksi

6. Kesetimbangan Heterogen
Kesetimbangan heterogen adalah sistem kesetimbangan
yang memiliki 2 fase atau lebih
Dalam kesetimbangan heterogen :
a. Padatan dan larutan maka yang diperhitungkan dalam
rumus tetapan kesetimbangan adalah larutan
b. Padatan dengan gas maka yang diperhitungkan dalam
rumus tetapan kesetimbangan adalah gas
Reaksi kesetimbangan heterogen
CaCO
3
(s) CaO(s) + CO
2
(g)
K
C
= [CO] atau
2
P
K
CO
P =
Reaksi kesetimbangan :
C(s) + CO
2
(g) 2 CO(g)

]
2
[
2
] [
K
C
CO
CO
= atau
( )
|
|
.
|

\
|
=
2
CO
CO
P
2
P
P
K
7. Kesetimbangan Dissosiasi
Kesetimbangan dissosiasi adalah sistem kesetimbangan
dimana satu senyawa terurai menjadi dua atau lebih jenis
senyawa lebih sederhana.
Derajat dissosiasi (o) adalah perbandingan antara jumlah
zat yang terurai dengan jumlah zat mula-mula
mula mula zat mol
terurai zat mol

=

Misal suatu reaksi dissosiasi :
2 NH
3
(g) N
2
(g) + 3 H
2
(g)
Pada saat mencapai kesetimbangan derajat dissosiasi NH
3

adalah o . Hitunglah jumlah mol masing-masing komponen
pada saat setimbang.
Jika NH
3
mula-mula = a mol maka
NH
3
terurai = mula-mula x derajat dissosiasi
= a o mol

Pada saat setimbang :

NH
3
tersisa = mol NH
3
mula-mula NH
3
terurai
NH
3
tersisa = (a ao) mol = a(1 o) mol

terurai NH x
NH Koef.
N Koef.
terbentuk N mol
3
3
2
2
=
mol
2
1
2
a
mol a x terbentuk N mol
2
o
o = =
terurai NH x
NH Koef.
H Koef.
terbentuk H mol
3
3
2
2
=
3
2a
mol a x terbentuk H mol
2
o
o = =
3
2

Contoh Soal
1 mol gas HI dipanaskan dalam wadah 1 liter hingga hingga
teriurai menurut reaksi :
2 HI(g) H
2
(g) + I
2
(g)
Pada suhu tertentu mencapai kesetimbangan. Pada saat
setimbang 50% HI telah terdissosiasi. Tentukan harga Kc
Penyelesaian
HI mula-mula = 1 mol
Derajat dissisiasi (o) = 50% = 0,5
Pada saat setimbang
HI terurai = HI mula-mula x derajat dissosiasi HI
= 1 x 0,5 mol = 0,5 mol
HI tersisa = HI mula-mula HI terurasi
= 1 0,5 = 0,5 mol
Persamaan reaksi :
2 HI(g) H
2
(g) + I
2
(g)
terurai HI x
HI Koef.
H Koef.
terbentuk H mol
2
2
=
http://file-education.blogspot.com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 6

mol
4
1
mol 0,5 x terbentuk H mol
2
1
2
= =
terurai HI x
HI Koef.
I Koef.
terbentuk I mol
2
2
=
mol
4
1
mol 0,5 x terbentuk I mol
2
1
2
= =
[HI] = mol/lt
4
1
1
1
V
HI mol
2
= =

[H
2
] = mol/lt
4
1
1
4
1
V
2
H mol
= =

[I
2
] = mol/lt
4
1
1
4
1
V
2
I mol
= =


[HI]
] [I x ] [H
2
2 2
=
C
K
4
1
4
1
4
1
x
4
1

2
)
2
1
(
4
1
x
4
1
= = =
C
K

8. Kesetimbangan dalam Industri
Industri Amonia (NH
3
) menurut Proses Haber Bosch
Reaksi : N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g) H = -92 kJ
Agar amonia dihasilkan (NH
3
) maksimum usaha yang
dilakukan:
- Tekanan optimum 1000 atm pada tekanan tinggi
kesetimbangan bergeser ke kanan
- Suhu optimum 500C, walaupun pada suhu tinggi
secara teoritis rekasi bergeser ke kiri, tetapi pada suhu
rendah reaksi berjalan lambat.
- Mengeluarkan gas amonia (NH
3
) yang dihasilkan
sehingga konsentrasi NH
3
berkurang maka
kesetimbangan bergeser ke kanan.
- Penggunaan katalisator besi oksida

Industri Asam sulfat (H
2
SO
4
) menurut Proses Kontak
Reaksi :
S(s) + O
2
(g) SO
2
(g)
SO
2
(g) + O
2
(g) SO
3
(g) H = -196 kJ
SO
3
(g) + H
2
SO
4
(aq) H
2
S
2
O
7
(aq)
H
2
S
2
O
7
(aq) + H
2
O (l) H
2
SO
4
(aq)
Dalam proses ini reaksi :
SO
2
(g) + O
2
(g) SO
3
(g) H = -196 kJ
Harus mendapat perhatian karena merupakan reaksi
kesetimbangan, jumlah H
2
SO
4
yang dihasilkan tergantung
pada reaksi ini. Semakin banyak SO
3
dihasilkan makin
banyak H
2
SO
4
diproduksi
Agar SO
3
dihasilkan maksimum usaha yang dilakukan:
- Tekanan optimum 450 atm pada tekanan tinggi
kesetimbangan bergeser ke kanan
- Suhu optimum (400 500)C , walaupun pada suhu
tinggi secara teoritis rekasi bergeser ke kiri, tetapi
pada suhu rendah reaksi berjalan lambat.
- Mengeluarkan SO
3
yang dihasilkan sehingga
konsentrasi SO
3
berkurang maka kesetimbangan
bergeser ke kanan.
- Penggunaan katalisator Vanadium pentaoksida (V
2
O
5
)


SOAL LATIHAN

1. Pernyataan yang tepat untuk menyatakan kesetimbangan
kimia bersifat dinamis adalah.
a. jumlah mol masing-masing zat dalam kesetimbangan
sama besar
b. harga konstanta kesetimbangan tetap pada suhu tetap
c. bila ditambah katalis reaksi berjalan makin cepat
d. reaksi terus berlangsung dalam dua arah berlawanan
dengan kecepatan sama besar
e. tekanan, volume dan suhu sisten selama
kesetimbangan konstan.
2. Suatu reaksi reversible mencapai kesetimbangan jika .
a. Massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama
b. salah satu pereaksi telah habis
c. hasil reaksi telah maksimum
d. jumlah mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi tetap
e. jumlah mol pereaksi = jumlah mol hasil reaksi
3. Molekul zat B terbentuk dari 2 buah molekul A dan kedua
bentuk berada dalam keadaan kesetimbangan. Reaksi
setimbang dapat dilukiskan sebagai :
2 A B
Bila larutan mengandung A dan B berada dalam keadaan
kesetimbangan, maka dapat disimpulkan bahwa.
a. jumlah A bertambah
b. jumlah B tetap
c. konsentarasi A dan B tetap
d. jumlah mol B bertambah
e. tetapan kesetimbangan tetap Ebtanas 1989
4. Salah satu reaksi pembuatan asam sulfat adalah :
2 SO
2
(g) + O
2
(g) SO
3
(g) H = -197 kJ
Faktor yang tidak mempengaruhi hasil gas SO
3
adalah.
a. penurunan suhu
b. penambahan katalis
c. pembesaran tekanan
http://file-education.blogspot.com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 2

d. penambahan volume
e. penambahan gas O
2
Ebtanas 1990
5. Pada sistem kesetimbangan :
2 N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g) H = -22 kkal
Faktor yang tidak mempengaruhi sistem kesetimbangan di
atas adalah .
a. kenaikan suhu
b. penurunan suhu
c. penambahan katalis
d. kenaikan tekanan
e. penurunan volume Ebtanas 1991
6. Di antara fakator-faktor berikut yang menggeser
kesetimbangan :
PCl
3
(g) + Cl
2
(g) PCl
5
(g) ke arah PCl
5
adalah.
a. menurunkan suhu
b. memperkecil volume
c. menambah katalis
d. mengurangi konsentrasi PCl
3

e. menambah konsentrasi PCl
5
Ebtanas 1992
7. Reaksi kesetimbangan berikut :
2 NO(g) + O
2
(g) 2NO
2
(g) H = -144 kJ
Untuk memperbanyak hasil gas NO
2
dapat dilakukan
dengan cara.
a. memberi katalis
b. menurunkan suhu
c. memperkecil konsentrasi
d. memperbesar suhu
e. memperbesar volume Ebtanas 1993

8. Reaksi pembuatan asam sulfat (H
2
SO
4
) dengan proses
kontak sebagai berikut :
2 SO
2
(g) + O
2
(g) SO
3
(g) H = -94,6 kkal
Faktor yang perlu diatur agas H
2
SO
4
diperoleh maksimum
adalah.
a. tekanan diperbesar
b. volume diperbesar
c. suhu diperbesar
d. ditambah katalis
e. Volume SO
3
ditambah Ebtanas 1994
9. Diketahui suatu sistem kesetimbangan :
2 A
2
B
3
(g) + B
2
(g) 4 AB
2
(g) H = +x kJ
Agar pergeseran kesetimbangan berlangsung ke kanan
maka.
a. diberi katalis
b. suhu dinaikkan
c. tekanan diperbesar
d. volume diperkecil
e. Kosentrasi B
2
diperkecil Ebtanas 1995
10. Suatu kesetimbangan :
2 SO
2
(g) + O
2
(g) SO
3
(g) H = -45 kJ
Untuk memperbanyak hasil gas SO
3
dapat dilakukan dengan
cara.
a. memperkecil tekanan dan menaikkan suhu
b. memperkecil tekanan dan menurunkan suhu
c. memperbesar tekanan dan menaikkan suhu
d. memperbesar tekanan dan menaikkan suhu
e. menaikkan suhu dan menambah katalis
11. Pada reaksi kesetimbangan :
CO(g) + 3 H
2
(g) CH
4
(g) + H
2
O(g)
Berikut ini gambar molekul pada keadaan kesetimbangan
sesaat.











Gambar keadaan kesetimbangan sesaat yang baru setelah
volume diperkecil adalah....

a.






b.





c.






d.







e.




UN 2009

12. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi :
A (g) + B (g) 2 C (g) adalah .
Keterangan
CO
CH
4

H
4
O
H
2

http://file-education.blogspot.com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 3

a.
[B] ] [
] 2 [
2
A
C
K =
b.
[B] ] [
] 2 [
A
C
K =
c.
] [
] 2 [
2
AB
C
K =
d.
[B] ] [
] [
A
C
K =
e.
[B] ] [
] [
2
A
C
K = Ebtanas 1994

13. Untuk reaksi kesetimbangan :
2 BaO(s) 2 BaO(s) + O(g)
Maka besarnya konstanta kesetimbangan (K) untuk reaksi
tersebut .
a.
2
2
2
] [
] [
BaO
BaO
K =
b.
2
2
2
2
] [
] [
BaO
BaO
K =
c.
2
2
2
2
2
] [O ] [
] [
BaO
BaO
K =
d.
2
2
2
2
] [
] [ ] [
BaO
O BaO
K =
e.
2
2
] [O = K Ebtanas 1995
14. Reaksi kesetimbangan :
CaCO
3
(s) CaO(s) + CO
2
(g)
Harga tetapan kesetimbangan (K) untuk reaksi tersebut
adalah.
a.
] [
] [CO ] [
3
2
CaCO
CaO
K =
b. ] [CO [CaO]
2
= K

c. ] [CO
2
= K
d.
] [CO ] [
] [
2
3
CaO
CaCO
K =
e. ] [CaCO
3
= K Ebtanas 1996
15. Reaksi kesetimbangan :
CaCO
3
(s) CaO(s) + CO
2
(g) Harga tetapan
kesetimbangan (K
p
) untuk reaksi tersebut adalah.
a.
3
2 CO
P
CaCO
CaO
P
P
K =
d.
2
3
CO
P
CaO
CaCO
P
P
K =
b.
2 CO CaO
P P = K
e.
3 CaCO
P = K
c.
2 CO
P = K Ebtanas 1997

16. Dalam bejana 1 liter dimasukkan 0,06 mol gas P dan 0,03
mol gas Q, kemudian bejana ditutup dan dibiarkan pada
suhu tetap, saat kesetimbangan tercapai ternyata masih
0,01 mol gas Q yang belum bereaksi. Jika reaksi
kesetimbangan : 2 P (g) + Q(g) R (g) + S (g)
Maka harga tetapan kesetimbangan K sistem ini adalah.
a. 40
b. 80
c. 100
d. 200
e. 400 Ebtanas 1992
17. Dalam bejana bervolume 1 liter terjadi reaksi :
2 HI (g) H
2
(g) + I
2
(g)
Mula-mula terdapat 0,25 mol HI, setelah keadaan
kesetimbangan tercapai terdapat 0,10 mol gas H
2
. Harga
tetapan kesetimbangan untuk reaksi di atas adalah .
a. 1 x 10
-2
d. 2 x 10
-1


b. 2 x 10
-2
e. 2 x 10
-0

c. 1 x 10
-1
Ebtanas 1993

244. Pada suhu tertentu dalam ruang 10 liter terdapat
kesetimbangan dari reaksi :
2 SO
3
(g) 2 SO
2
(g) + O
2
(g)
Bila 80 gram SO
3
( Ar S = 32 ; O = 16) dipanaskan hingga
keadaan kesetimbangan pada suhu itu tercapai, Pada saat
setimbang ternyata perbandingan mol SO
3
: mol O
2
= 2 : 1
Maka harga tetapan kesetimbangan untuk reaksi itu
adalah.
a. 25
b. 2,5
c. 0,4
d. 0,04
e. 0,025 Ebtanas 1995
245. Satu mol PCl
5
dipanaskan dalam ruang 2 liter pada suhu
100 C, dalam keadan kesetimbangan terdapat 0,6 mol
PCl
3

menurut reaksi PCl
5
(g) PCl
3
(g) + Cl
2
(g)
Harga tetapan kesetimbangan pada reaksi di atas adalah
a. 0,24
b. 0,36
c. 0,40
d. 0,45
e. 0,90 Ebtanas 1996
246. Dalam bejana yang bervolume 2 liter terdapat
kesetimbangan reaksi :
N
2
(g) + 3 H
2
(g) 2 NH
3
(g)
Dalam keadaan setimbangan terdapat 2 mol N
2
, 4 mol H
2

dan 8 mol NH
3
. Maka harga tetapan kesetimbangan
reaksi tersebut adalah .
a. 0,5
b. 1,0
c. 1,5
d. 2,0
http://file-education.blogspot.com => Kumpulan Semua Materi SMP, SMA, SMK => bank Materi, Bank Soal,
bank Pembahasan Soal, bank Makalah, Bank Karya Tulis Ilmiah, Bank Kuliah teknik MEsin
Kimia XI-IPA/1/2011 Created by http://file-education.blogspot.com 4

e. 2,5 Ebtanas 1997
247, Reaksi kesetimbangan dari pembentukan P
2
O
5
:
P
4
(g) + 5 O
2
(g) P
2
O
5
(g)
Data diperoleh pada saat kesetimbangan adalah sebagai
berikut :

Zat Volume
Konsentrasi pada
kesetimbangan
P
4
1 L 0,1 M
O
2
1 L 3,0 M
P
2
O
5
1 L 0,4 M
Reaksi berlangsung pada suhu 25C dalam wadah 1 liter.
Tetapan kesetimbangan (Kc) yang tepat adalah...
a.
2
(0,4)
5
3 x (0,1)

b.
5
3
2
(0,4) x (0,1)

c.
(0,1)
5
(3 x
2
(0,4) )

d.
5
3
(0,5) x (0,4)

e.
(0,1) x )
5
(3
2
(0,4)
UN 2008
248. Dalam wadah 1 liter dicampurkan sebanyak 4 mol gas NO
dan 0,9 mol gas CO sehingga terjadi reaksi kesetimbangan
NO(g) + CO
2
(g) NO
2
(g) + CO(g)
Bila pada saat kesetimbangan terdapat 0,1 mol gas CO.
Harga tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi tersebut
adalah....
a. 0,2 d. 2,0
b. 0,5 e. 5,0
c. 1,6
UN 2009


Daftar Pustaka

Arsyad M, Natsir, 2001, Kamus Kimia;Arti dan Penjelasan istilah, Jakarta, Gramedia Pustaka

Depdiknas, 2004, Kompetensi Dasar Kimia untu SMA/MA, Jakarta, BNSP

Depdiknas, 2006, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMA/MA, Jakarta, BNSP

Keenan, Charles W, et al. 2003. Kimia untuk Universitas,Edisi ke-6, Jilid 2 dan 2, Jakrta, Erlanngga.

Petrcci, Ralph H, 1999, Kimia Dasar 2, Jakarta, Erlangga.

Parning,dkk. 2007. Kimia 2. Jakarta, Yudhistira

Purba, Michael.2006. Kimia Untuk SMA Kelas XII. Jakrta. Erlangga

Sutresna, Nana, 1994.Kimiauntuk SMU. Bandung, Ganea Exact.

Suyanto,dkk. 2007. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Jakarta, Grasindo