Anda di halaman 1dari 42

PT.

INDUSTRI KERETA API 1



LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Perguruan tinggi merupakan ujung tombak terdepan untuk memajukan bangsa
sehingga di harapakan dimasa yang akan datang data menghasilkan lulusan yang bermutu
dan mampu bersaing ditengah kemajuan teknologi yang kian pesat. mahasiswa adalah
agen perusahaan dimana ditangan mereka kelak arah jalan kereta bangsa ini menuju
sehinggga mahasiswa dituntut untuk memahami apa yang terjadi dan apa yang harus
mereka kerjakan kelak apabila lulus dari perguruan tinggi dan terjun kedalam masyarakat.
Pada kenyataannya masih banyak lulusan perguruan tinggi yang kesulitan dalam
menghadapi kenyataan dilapangan karena kurangnya pengalaman dalam implementasi
ilmu yang mereka dapat selama kuliah dan kenyataan industry.Dari masalah tersebut
menyebabkan mahasiswa mau tidak mau harus mampu menyesuaikan diri dengan
industry dan perkembangan teknologi yang kian pesat.

Untuk dapat mendapatkan lulusan yang mampu bersaing dan mempunyai daya
adaptasi yang pesat dan bagus sehingga mahasiswa dituntut untuk melaksanakan Kerja
Praktek sesuai dengan kesepakatan dan aturan perguruan tinggi agar dapat lulus.Karena
hal tersebut jurusan teknikElektro / prodi teknik listrik Politeknik Negeri Malang
mewajibkan mahasiswanya menumpuh Kerja Praktek dua periode dengan masa 1 bulan
per periode sebagai syarat kelulusan.Selain itu kerja praktek juga deharapkan dapat
menjadi wahana latihan bagi mahasiswa untuk beradaptasi dan mensinergikan ilmu yang
mereka dapat dengan kenyataan di dunia industri.







PT. INDUSTRI KERETA API 2

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

Dalam rangka memenuhi kewajiban tersebut penulis mengajukan PT.INKA (persero)
madiun sebagai tempat pelaksaan kerja praktek.Adapun latar belakangnya adalah
PT.INKA adalah salah satu BUMN di Indonesia yang cukup maju dan menggunakan
teknologi pemesinan modern untuk

Memproduksi kereta api maupun beberapa bidang non kereta api seperti BTS,
kendaraan bermotor, dan lain-lain. Sehingga perusahaan tersebut dapat menjadi
barometer kemajuaan teknologi di Indonesia dan menjadi tempat belajar yang baik bagi
calon calon sarjana teknik di Indonesia. Sehingga nantinya mahasiswa dapat
mengetahui proses manufaktur melalui dari perancangan, pemotongan plat, perakitan
finishing hingga quality control.

1.2 TUJUAN
Adapun tujuan Kerja Praktek adalah :
1. Bagi mahasiswa pelaksana
a. Dapat membandingkan antarayang didapat selama kuliah dan di lapangan.
b. Mendapatkan ilmu baru baik sosial maupun teknologi yang tidak didapat
selama perkuliahan.
c. Mengetahui secara singkat proses produksi perkeretaapian.
2. Bagi perusahan
a. Sebagai media tanggung jawab sosial untuk masyarakat.
b. Sebagai sarana untuk memberi gambaran kondisi perusahaan untuk minat
mahasiswa kelak sebagai pegawai.

1.3 RUMUSAN MASALAH
Dalam Kerja Praktek ini masalah yang akan dihadapi adalah:
1. Mengetahui ruang lingkup bidang usaha perusahaan. Bagaimana proses pembuatan
kereta mulai dari desain sampai kereta layak operasi.
2. Mengetahui organisasi perusahaan.
3. Mengetahui gambaran umum perusahaan.



PT. INDUSTRI KERETA API 3

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

1.4 MANFAAT KERJA PRAKTEK

Sebagai bahan perbandingan dengan ilmu yang telah diperoleh pada waktu
perkuliahan dan praktek dilapangan sehingga dapat menambah wawasan yang penting
bagi mahasiswa serta meningkatkan kualitas skill atau keahlian yang tidak diperoleh di
bangku kuliah.Mahasiswa diharapkan mampu berfikir positif dan kreatif dalam
menghadapi suatu permasalahan yang terjadi pada suatu industry perusahaan khususnya
dibidang permesinan.Membuka pola pikir mahasiswa terhadap era globalisasi dan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Mahasiswa diharapkan dapat menguasai
teknik-teknik dalam bekerja untuk mencapai profesionalisme.

1.5 BATASAN MASALAH

Pada pengerjaan laporan Kerja Praktek ini masalah dibatasi hanya pada ruang
lingkup bidang usaha perusahaan, organisasi perusahaan, dan gambaran umum
perusahaan.

1.6 WAKTU dan TEMPAT KERJA PRAKTEK
Tempat : PT. INKA (persero)
Jl. Yos Sudarso No. 71 Madiun telp.(0351) 452271-74 fax. (0351) 452275
Waktu : 17 Juli 2013 23 Agustus 2013













PT. INDUSTRI KERETA API 4

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


1.7 METODE KERJA PRAKTEK
Metode yang digunakan dalam Kerja Praktek adalah :
1. Studi Pustaka
Untuk membantu dalam mempelajari kerja suatu alat maupun kemapuan suatu alat,
profil perusahaan dan proses pengerjaan kereta api di PT. INKA (persero).
2. Orientasi Lapangan
Untuk mengamati dan mempelajari sistem kerja suatu alat, proses pengerjaan kereta
dan keadaan sebenarnya dilapangan.



PT. INDUSTRI KERETA API 5

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

BAB II
TINJAUAN PERUSAHAAN
2.1 Tempat Kedudukan dan Lokasi PT. INKA (persero) Madiun
PT. Industri Kereta Api (INKA) berkedudukan dan berlokasi di jalan Yos Sudarso
71 Madiun.
2.2 Riwayat Pendirian
a. Letak Lokasi
Letak lokasi PT. INKA di Madiun dipilih berdasarkan hasil studi pada tahun
1997 yang dilakukan oleh Nippon Sharyo Seizo Kaisha, Ltd. Jepang.
b. Proses Pendirian
Gagasan untuk mendirikan Industri Kereta Api di Indonesia merupakan salah
satu Policy pemerintah dalam rangka menanggulangi dan memenuhi kebutuhan jasa
angkutan kereta api di Indonesia yang terus meningkat. Untuk ini maka PJKA sejak
tahun 1977 telah merintis dan mengadakan penjajagan secara intensif akan
kemungkinan kemungkinan untuk memproduksi sendiri gerbong dan kereta
penumpang si Balai Yasa PJKA Madiun, yang kemudian direalisasikan dengan
pembuatan prototype prototype beberapa jenis gerbong dan kereta penumpang dan
pembuatan 20 buah gerbong GW.
Secara kronologis proses pendirian PT (persero) INKA dapat diuraikan sebagai
berikut :

1) Pada tanggal 28 Nopember 1979, Bapak Mentri Perhubungan dan Bapak Mentri
Ristek mengadakan peninjauan ke Balai Yasa PJKA Madiun. Hasil dari
peninjauan ini diputuskan untuk meng-akselerasi proses pendirian Industri Kereta
Api.





PT. INDUSTRI KERETA API 6

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

2) Pada tanggal 11 Desember 1979, diadakan rapat antara wakil wakil dari
Departemen perhubungan, BPPT (Badan Penkajian dan Penerapan Teknologi)
dan departemen Perindustrian. Hasil rapat menetapkan dasar kebijakan pendirian
suatu PT (persero) manufacturing perkeretaapian.

3) Dengan SK Mentri Perhubungan No. 32/OT.001/Phb/80 tanggal 27 Pebruari
1980 dibentuk Panitia Persiapan Pembentukan Persero Pabrik Kereta Api
Madiun.
Anggota Panitia terdiri dari wakil wakil :
- Departemen Perhubungan
- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
- Departemen Perindustrian
- Departemen Keuangan
- Sekkab
- Menpan

4) Aspek Hukum
(1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 1 tahun 1981, tanggal 3
Pebruari 1981:
Tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian
Perusahaan Perseroan (persero) di Bidang Industry Kereta Api.
(2) Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor :
195/KMK.011/1981, tanggal 8 April 1981 :
Tentang Penetapan Modal Perusahaan Perseroan (persero) PT Industry Kereta
Api.
(3) Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomer :
196/KMK.011/1981, tanggal 8 April 1981 :
Tentang Pengangkata Anggota Anggota Direksi Perusahaan Perseroan
(persero) PT Industry Kereta Api.





PT. INDUSTRI KERETA API 7

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


(4) Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomer :
197/KMK.011/1981, tanggal 8 April 1981 :
Tentang Pengangkata Anggota Anggota Dewan Komisaris Perusahaan
Perseroan (persero) PT Industry Kereta Api.
(5) Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomer :
250/KMK.011/1981, tanggal 8 April 1981 :
Tentang Tambahan Anggota Dewan Komisaris Perusahan Perseroan (persero)
PT industry
Kereta Api.
(6) Akte Notaris Imas Fatimah, SH. Nomor 51 tanggal 18 Mei 1981 :
Tentang telah didirikiannya suatu PT dengan memakai nama PT. INDUSTRI
KERETA API.
(7) Tanggal 4 Juli 1981 : Pelantikan Direksi dan Dewan Komisaris oleh Menteri
Perhubungan.
(8) Tanggal 29 Agustus 1981 : Penyerahan operasional balai Yasa dan Gudang
Persedian dari PJKA kepada PT. INKA disaksikan oleh Bapak Menteri
Perhubungan.
c. Kondisi Awal
Kondisi awal pada pendirian PT. INKA adalah penggunaan / pengalihan
segala fasilitas dan asset yang ada dibalai Yasa PJKA Madiun yang didirikan pada
tahun 1884 (bertugas dalam pemeliharaan lokomotif-uap) dan gudang PJKA Madiun
sebagai fasilitas dasar untuk kegiatan PT. INKA.
Fasilitas dasar ini meliputi :
- Luas Area : 22,5 Ha
- Luas Bangunan : 9,36 Ha
- Fasilitas Produksi : 660 Mesin termasuk jig dan fasilitas;
290 Mesin Las
- Daya Listrik : 1000 KVA
- Tenaga Kerja : 880 orang (berasal dari PJKA sebagian
besar, dan Perindustrian)




PT. INDUSTRI KERETA API 8

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


2.3 Visi dan Misi
A. Visi
Menjadi perusahaan manufaktur sarana kereta api dan transportasi kelas dunia
yang unggul di Indonesia.
B. Misi
Menciptakan keunggulan kompetitif dalam bisnis dan teknologi sarana
perkeretaan dan transportasi untuk menguasai dan memenangkan persaingan pasar
domestik, memenangkan persaingan bisnis di pasar regional, ASEAN serta sedang
berkembang.
STARTEGI PERUSAHAAN
a. Menutup semua ketertinggalan yang selama ini belum tertangani dalam pengelolaan
perusahaan.
b. Mengusahakan peningkatan pelayanan kepada pelanggan utama (PT. KAI), terutama
dalam hal waktu penyerahan.
c. Menyiapkan diri untuk mempunyai daya saing tinggi.
d. Mengusahakan selalu berada di depan dalam hal bidang usaha transportasi darat
terhadap pesaing dalam negeri dan regional.

OBYEKTIF
a. Menguasai sepenuhnya pasar domestik (PT.KAI) dalam hal kereta baru dan kereta
retrofit serta gerbong baru.
b. Menembus pasar regional dan pasar negara sedang berkembang (kalau perlu bersama
mitra luar negeri) dalam hal kereta, gerbong, KRL, KRD, LRV untuk manufacturing
dan rancang bangun.
c. Menjadi badan terdepan terhadap calon pesaing di dalam negeri dan regional. Untuk
itu mengalokasikan dana R dan D sebesar 1% sampai dengan 5% terhadap penjualan
setiap tahun.
d. Menjadi perusahaan yang tumbuh dan berkembang (Viable Company).




PT. INDUSTRI KERETA API 9

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


KAPASITAS TERPASANG PER TAHUN
Gerbong Barang : 300 unit
Kereta Penumpang Baru : 60 unit
Kereta Penumpang Retrofit : 60 unit
Kereta Rel Listrik (KLR) :20 unit
Kereta Rel Diesel (KRD) : 20 unit
Bogie : 200 unit
Diversifikasi : 3.200 ton
KEGIATAN UTAMA
a. Pembuatan kereta api
b. Jasa perawatan besar (overhaul) kereta api
c. Perdagangan local, impor dan ekspor barang dan jasa yang berhubungan dengan
perkeretaapian.
d. Produk pengembang selain kereta api (diversifikasi).
KEGIATAN BISNIS
a. Pembuatan kereta api
b. Perniagaan kereta api
c. Jasa engineering
d. Produk diversifikasi






PT. INDUSTRI KERETA API 10

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


2.4 Sistem Manajemen PT. INDUSTRI KERETA API (persero)
A. Perencanaan Realisasi Produk
Perusahaan membuat perancangan dan pengembangan proses yang diperlukan
untuk relisasi produk. Perencanaan relisasi produk harus konsisten dengan persyaratan
proses dari IQS. Perusahaan menunjuk divisi untuk merealisasikan produk sesuai
dengan bidangnya.Perusahaan memastikan proses realisasi produk yang melibatkan
antara divisi diatur dalam manajemen mutu.
Dalam merencanakan realisasi produk, perusahaan membuat qualityplan
yang berisikan:
a. Sasaran mutu dan persyaratan produk.
b. Kebutuhan untuk menyusun proses, dokumen dan penyediaan sumber daya
khusus untuk produk.
c. Persyaratan verifikasi, validasi pemantauan, pemeriksaan dan aktifitas
pengujian khusus produk dan kriteria diterimanya produk.
d. Catatan yang diperlukan untuk memberikan bukti bahwa realisasi proses dan
hasil produk sesuai dengan persyaratan.
e. Realisasi quality plan ini sesuai dengan metode operasional divisi.

B. Proses yang Terkait dengan Pelanggan.
Penentuan persyaratan yang terkait dengan produk perusahaan menentukan:
a. Persyaratan-persyaratan khusus dari pelanggan termasuk persyaratan
pengiriman dan aktifitas sesudah pengiriman.
b. Persyaratan-persyaratan yang tidak dinyatakan oleh pelanggan tapi diperlukan
untuk maksud dan kegunaan khusus yang diketahui.
c. Persyaratan peraturan dan perundangan yang terkait dengan produk.
d. Persyaratan-persyaratan tambahan yang diperlukan.







PT. INDUSTRI KERETA API 11

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


Tinjauan persyaratan yang berkaitan produk
Perusahaan meninjau persyaratan-persyaratan yang berkaitan dengan
produk. Tinjauan ini dilakukan sebelum perusahaan memberikan komitmen untuk
memasok produk ke pelanggan dan harus memastikan bahwa:
a. Persyaratan produk ditetapkan.
b. Persyaratan produk atau order yang berbeda dengan yang dinyatakan
sebelumnya diselesaikan, dan
c. Perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi persyaratan yang telah
ditetapkan.
Bila pelanggan tidak memberikan persyaratan-persyaratan secara tertulis,
maka persyaratan-persyaratan pelanggan terlebih dahulu dikonfirmasikan
sebelum di terima oleh perusahaan. Bila persyaratan produk berubah,
perusahaan memastikan dokumen yang relevan dan personil yang terkait bahan
akan mengalami perubahan.
Komunikasi dengan pelanggan
Perusahaan menetapkan dan menerapkan mekanisme yang efektif untuk
komunikasi dengan pelanggan melalui :
a. Informasi produk
b. Permintaan penawaran, penanganan kontrak atau order termasuk
perubahannya, dan
c. Umpan balik pelanggan, termasuk keluhan pelanggan.
C. Desain dan Pengembangan
Perencanaan desain dan pengembangan
Perusahaan merencanakan dan mengendalikan desain dan pengembangan
produk melalui:
a. Tahap-tahap desain dan pengembangan
b. Tinjauan, verifikasi dan validasi yang memadai untuk setiap tahapan
desain dan pengembangan.
c. Penetapan tanggung jawab dan wewenang untuk desain dan
pengembangan.



PT. INDUSTRI KERETA API 12

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


Perusahaan mengelola keterkaitan antar fungsi yang berbeda yang terlibat
dalam desain dan pengembangan untuk memastikan komunikasi yang efektif,
kejelasan tugas dan tanggung jawab.Hasil perencanaan diperbarui sesuai dengan
kemajuan desain dan pengembangan.
Masukan-masukan desain dan pengembangan
Masukan-masukan yang berhubungan dengan persyaratan produk dan record
ditetapkan dan dipelihara, masukan tersebut meliputi :
a. Persyaratan fungsi dan kinerja
b. Persyaratan desain dan peraturan yang berlaku
c. Informasi yang dilakukan oleh desain terdahulu yang serupa bila
memungkinkan
d. Persyaratan lainnya yang diperlukan untuk desain dan pengembangan.
Keluaran desain dan pengembangan
Keluaran desain dan pengembangan harus dapat diverivisi sesuai masukam
desain dan pengembangan serta disahkan sebelum diterbitkan.
Keluaran desain dan pengembangan harus :
a. Sesuai dengan persyaratan desain dan pengembangan
b. Memberikan informasi yang tepat untuk pembelian, produksi dan
penyediaan pelayanan
c. Berisi atau mengacu pada kriteria penerimaan produk
d. Menentukan karakteristik dari produk yang utama untuk penggunaan yang
aman dan benar atau untuk petunjuk pemakaian yang benar.











PT. INDUSTRI KERETA API 13

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


Tinjauan desain dan pengembangan
Pada tahap yang sesuai, tinjauan yang sistematis dari desain dan
pengembangan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan desain dan
pengembangan.
a. Mengevaluasi hasil desain dan pengembangan dalam memenuhi
persyaratan
b. Mengidentifikasi masalah dan mengusulakn tindakan yang di perlukan
Pada tinjauan tersebut harus meliputi dari fungsi yang terkait dengan tahapan-
tahapan desain dan pengembangan yang ditinjau.
Verifikasi Desain dan Pengembangan
Verifikasi dilakukan sesuai dengan perencanaan untuk memastikan bahwa
keluaran desain dan pengembangan telah memenuhi persyaratan masukan
desain dan pengembangan.
Validasi desain dan pengembangan
Validasi desain dan pengembangan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan
untuk mengesahkan bahwa hasil produk mampu memenuhi persyaratan yang
ditetapkan atau penggunaan yang diinginkan, jika diketahui.Jika mungkin,
validasi dilakukan secara lengkap sebelum penyerahan atau penggunaan
produk.
Pengendalian Perubahan Desain dan Pengembangan
Perubahan desain dan pengembangan diidentifikasi,dan record dipelihara.
Perubahan ditinjau, diverifikasi dan divalidasi sesuai keperluan dan disahkan
sebelum digunakan.Tinjauan perubahan desain Dan pengembangan
mencangkup evaluasi dan dampak perubahan terhadap bagian-bagian produk
yang diserahkan.








PT. INDUSTRI KERETA API 14

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


D. Pembelian
A. Proses pembelian dengan kriteria.
Perusahaan memastikan produk yang dibeli sesuai dengan persyaratan
pembelian yang ditetapkan. Perusahaan menetapkan tata cara dan tingkat
pengendalian terhadap pemasok dan produk yang dibeli berdasarkan pada dampak
yang ditimbulkan oleh produk tersebut pada proses realisasi produk atau produk
akhir. Perusahaan mengevaluasi dan memilih pemasok berdasarkan kemampuan
untuk memasok produk sesuai persyaratan.

B. Proses order antar divisi.
Divisi memastikan produk yang dibeli sesuai dengan persyaratan
pembelian yang ditetapkan. Divisi menetapkan tatacara dan tingkat pengendalian
terhadap divisi lain dan produk yang dibeli, berdasarkan dampak yang
ditimbulkan oleh produk atau jasa tersebut pada proses realisasi produk atau
produk akhirnya. Penetapan divisi lain sebagai pemasok berdasarkan kepentingan
perusahaan dengan mempertimbangkan efektifitas utilitas, sumber daya dan
distribusi keuntungan.
Informasi pembelian
Perusahaan menjamin kecukupan persyaratan pembelian yang ditetapkan
sebelum diberikan ke pemasok, informasi pembelian menggambarkan produk
yang akan dibeli termasuk didalamnya :
a. Persyaratan pengesahan produk, prosedur proses dan peralatan.
b. Persyaratan kualifikasi personal, dan
c. Persyaratan-persyaratan IQS.
Verifikasi produk yang dibeli
Perusahaan menetapkan dan melaksanakan inspeksi atau aktivitas-aktivitas
lain yang diperlukan untuk memastikan bahwa produk yang dibeli memenuhi
persyaratan yang ditetapkan.Jika perusahaan atau pelanggan bermaksud
melakukan verifikasi di tempat pemasok, maka rencana verifikasi dan metode
pelepasan produk dinyatakan dalam informasi pembelian.



PT. INDUSTRI KERETA API 15

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


E. Produksi dan Penyedia Jasa
Pengendalian produksi dan penyedian jasa
Perusahaan melaksanakan dan merencanakan produksi dan penyediaan
jasa dalam keadaan yang terkendali termasuk:
a. Ketersediaan informasi yang menjelaskan karakteristik produk.
b. Penyediaan instruksi kerja yang diperlukan.
c. Penggunaan peralatan yang memadai.

d. Penyediaan dan penggunaan peralatan pemantauan dan pengukuran.
e. Pelaksanaan pemantauan dan pengukuran, dan
f. Pelaksanaan pelepasan, penyerahan dan aktifitas setelah diserahkan.

Validasi proses produksi dan penyediaan jasa
Perusahaan memvalidasi beberapa proses produksi dan penyediaan jasa
apabila hasil keluaran tidak dapat diverifikasi sesuai dengan urutan pemantaun
dan pengukuran.
Validasi ini mencangkup beberapa proses yang penyimpangannya akan
terlihat setelah produk digunakan atau setelah diserahkan.
Perusahaan menetapkan rencana-rencana untuk proses tersebut termasuk
didalamnya:
a. Menentukan kriteria untuk meninjau dan mengesahkan proses.
b. Pengesahan peralatan dan kualifikasi personil
c. Penggunaan metode dan prosedur khusus.
d. Record hasil validasi dipelihara, dan
e. Validasi ulang.








PT. INDUSTRI KERETA API 16

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


Identifikasi dan mampu telusur
Perusahaan mengidentifikasi produk pada seluruh tahapan proses produksi
bila memungkinkan dengan cara yang sesuai. Perusahaan mengidentifikasi,
memverifikasi, melindungi dan menjaga barang milik pelanggan yang disediakan
untuk digunakan atau digabungkan dalam produk.
Jika ada barang milik pelanggan hilang, rusak atau tidak sesuai dalam
penggunaannya dilaporkan ke pelanggan dan recordnya dipelihara

Barang milik pelanggan
Perusahaan merawat barang milik pelanggan selama berada dibawah
kendali atau digunakan oleh perusahaan.Perusahaan mengidentifikasi,
memverifikasi, melindungi dan menjaga barang milik pelanggan yang disediakan
untuk digunakan atau digabungkan dalam produk.
Jika ada barang milik pelanggan hilang, rusak atau tidak sesuai dalam
penggunaanya dilaporkan ke pelanggan dan recordnya dipelihara
.
Perlindungan produk
Perusahaan menjaga kesesuaian produk selama proses internal dan
pengirimannya ke tujuan yang dimaksud. Perlindungan meliputi identifikasi,
penanganan, pengemasan, penyimpanan dan penjagaan.Perlindungan juga
termasuk untuk bagian-bagian yang penting dari produk.

Pengendalian alat pemantauan dan pengukuran
Perusahaan menetapkan metode pemantauan dan pengukuran yang dipakai
untuk membuktikan kesesuaian produk terhadap persyaratan yang ditentukan.
Perusahaan menetapkan proses untuk memastikan pemantauan dapat dilaksakan
secara konsisten dengan persyaratan pemantauan dan pengukuran.
Bila diperlukan untuk menyakinkan hasil yang valid, alat ukur harus :
a. Dikalibrasi atau diverifikasi dan digunakan terhadap alat ukur yang sesuai
dengan standar nasional atau internasional, jika tidak ada standar dasar yang
digunakan untuk kalibrasi dan verifikasi harus direcord.


PT. INDUSTRI KERETA API 17

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


b. Disetel ulang bila perlukan.
c. Diidentifikasi untuk memungkinkan status kalibrasinya.

d. Dilindungi dari penyetelan yang akan dapat menyebabkan hasil pengukuran
tidak valid.
e. Dilindungi dari kerusakan dan penurunan kemampuan selama penanganan,
pemeliharaan dan penyimpanan.


2.5 Struktur Organisasi PT. INDUSTRI KERETA API (persero)

a. Bagan Struktur Organisasi PT. INDUSTRI KERETA API (persero). (terlampir)
b. Uraian Tugas
NO. Struktur Dalam Organisasi Uraian Tugas
1. Direktorat Utama Menetapka visi, misi, dan strategi
perusahaan.
Merumuskan kebijakan mutu, pengendalian
kualitas dan produktivitas perusahaan.
Menetapkan kebijakan pengawasan intern
perusahaan, sekretariat perusahaan,
manajemen resiko dan koordinator program.
Menetapkan kebijakan pengembangan
bisniscperusahaan.
Membangun dan memelihara citra positif
dilingkungan stake holder.

2. Direktorat Admistrasi dan
keuangan
Menetapkan kebijakan keuangan dan
pendanaan, sumber daya manusia, serta
kemitraan dan bina lingkungan perusahaan.
Membangun dan memelihara citra positif
dilingkungan stake holder.


PT. INDUSTRI KERETA API 18

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

3. Direktorat Komersial Menetapkan kebijakan pemasaran dan
penjualan produk dan jasa kereta api yang
meliputi area pemasaran pemerintah, swasta
dan ekspor, pengendalian kualitas dan purna
jual.
Membangun dan memelihara citra positif
dilingkungan stake holder.
4. Direktorat Produksi dan
Teknologi
Menetapkan kebijakan produksi yang
meliputi fabrikasi, finishing, pemeliharaan
dan k3lh.
Menetapkan kebijakan produksi litbang dan
rekayasa, desain, teknologi industri.
Menetapkan kebijakanlogistik yang
meliputi perancanaan dan pengendalian
produksi, logistik.
Membangun dan memelihara citra positif
dilingkungan stake holder.

5. Divisi Keuangan Mengelola kegiatan bidang keuangan dan
akutansi keuangan.
6. Divisi Sumbeer Daya
Manusia
Mengeloala sumber daya manusia yang
meliputi personalia dan umum dan
pengembangan sumber daya manusia.
7. Divisi Pemasaran Produk
dan Jasa Kereta Api
Mengelola kegiatan pemasaran produk
kereta api yang meliputi proyek pemerintah,
swasta atau domestik, dan luar negeri.
8. Divisi Dal Kualitas dan
Purna Jual
Mengelola kegiatan pengendalian kualitas
dan purna jual untuk produk kereta api
9. Divisi Teknologi Mengelola kegiatan litbang dan rekayasa,
desain, serta teknologi produksi untuk
produk kereta api.



PT. INDUSTRI KERETA API 19

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

10. Divisi Logistik dan Rendal
Produksi
Mengelola kegiatan pengadaan umum,
material dan komponen kereta api maupun
penyimpananya, serta perencanaan dan
pengendalian produksi untuk produksi
kereta api.
11. Divisi Produksi Mengelola kegiatan produksi untuk produk
kereta api yang meliputi fabrikasi, finishing,
serta pemeliharaan dan K3LH Di
lingkungan milik PT. INKA.
12. Divisi Pengembangan
Bisnis
Mengelola kegiatan pengembangan bisnis
untuk produk kereta api dan transportasi
termasuk produksinya, serta bisnis unusual,
yaitu proyek EPC (Engineering-
Procurement-Contruction), jasa (service)
dan retail.
13. Sarana Pengawas Intern Unit kerja pengelola kegiatan pengawasan
manajemen oprasional dan keuangan
perusahaan.
14. Sekretariat Perusahaan Unit kerja mengelola kegiatan hukum dan
humas, hubungan kelembagaan, sekretariat
dan sistem informasi, serta mengelola mess
dan kantor perwakilan.
15. Sistem Manajemen
Kualitas dan Produktifitas
Unit kerja mengelola kegiatan penjaminan
sistem mutu dan proses, serta peningkatan
produktifitas perusahaan.
16. Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan
Unit kerja pengelola kegiatan kemitraan dan
bina lingkungan perusahaan






PT. INDUSTRI KERETA API 20

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

17. Keuangan Unit kerja pengelola kegiatan bidang
keuangan yang meliputi anggaran,
perbendaharaan, asuransi, dan pajak, serta
verifikasi.
18. Akuntansi Unit kerja pengelola kegiatan bidang
akutansi yang meliputi akutansi manajemen,
akuntansi keuangan, seta akuntansi biaya.
19. Personalia dan umum Unit kerja mengelola kegiatan sumber daya
manusia yang meliputi administrasi
personalia, hubungan industrial, fasilitas
pegawai, umum dan rumah tangga, serta
pengamanan perusahaan.
20. Pengembangan Sumber
Daya Manusia
Unit kerja mengelola kegiatan sumber daya
manusia yang meliputi perencanaan dan
pengembangan sumber daya manusia ,
organisasi, analisis dan evaluasi jabatan,
serta diklat.
21. Pemasaran Proyek
Pemerintah
Unit kerja mengelola kegiatan pemasaran
produk kereta api yang meliputi area
pemasaran pemerintah.
22. Pemasaran Proyek Swasta
dan Ekspor
Unit kerja mengelola kegiatan pemasaran
produk kereta api yang meliputi area
pemasaran swasta atau domestik dan ekspor
atau luar negeri.
23. Pengendalian Kualitas Unit kerja mengelola kegiatan bidang
pengendalian kualitas untuk produksi kereta
api.
24. Purna Jual Unit kerja mengelola kegiatan purna jual
kereta api.




PT. INDUSTRI KERETA API 21

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

25. Litbang dan Rekayasa Unit kerja mengelola kegiatan bidang
penelitian, pengembang, dan rekayasa.
26. Desain Unit kerja mengelola kegiatan bidang desain
carbody, bogie, interior atau eksterior, dan
komponen mekanik atau elektrik untuk
produksi kereta api.
27. Teknologi Produksi Unit kerja mengelola kegiatan bidang
perancangan detail, proses produksi yang
meliputi jig, tooling, program, instruksi
proses atau kerja untuk produk kereta api.
28. Logistic Unit kerja mengelola kegiatan pengadaan
barang atau barang, serta pengiriman
produk kereta api dan pengadaan barang
atau jasa umum.
29. Perencanaan dan
Pengendalian Produksi
Unit kerja mengelola kegiatan perencanaan
dan pengendalian produksi untuk produksi
kereta api.
30. Fabrikasi Unit kerja mengelola kegiatan fabrikasi
produk kereta api.
31. Finishing Unit kerja mengelola kegiatan finishing
produk kereta api.





PT. INDUSTRI KERETA API 22

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. INDUSTRI KERETA API (INKA)














PT. INDUSTRI KERETA API 23

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

2.6 GAMBARAN UMUM
Unit Quality Control bertugas sebagai pihak yang melakukan pemeriksaan
terhadap kualitas suatu produk apakah telah sesuai dengan standar mutu yang
ditetapkan atau tidak. Dalam unit QC dibagi menjadi 4 yaitu bagian perencanaan
pemeriksaan dan pengujian, pemeriksaan proses serta pemeriksaan barang masuk dan
pemeriksaan akhir.

STRUKTUR ORGANISASI






Gambar 2.2 Struktur Organisasi Quality Control
1. Perencanaan Pemeriksaan & Pengujian
Bagian ini bertugas untuk merancang dan menentukan jenis pengujian
suatu dokumen yang digunakan sebagai acuan oleh Bagian Pemeriksaan
Proses dan Bagian Pemeriksaan barang masuk dan akhir dalam melakukan
inspeksi. Selain itu bagian ini juga bertugas untuk melakukankalibrasi
terhadap alat ukur dan alat uji yang digunakan untuk proses inspeksi.







MANAJER
PENGENDALIAN
KUALITAS
PAK TRISNO SADARI
AM. PERENCANAAN
PEMERIKSAAAN
SUTORO
QUALITY
ENGINEERING
KALIBRASI ALAT
UKUR DAN UJI
AM. PEMERIKSAAN
PROSES
SUTORO
DIMENSI
INSPECTOR
WELDING
INSPECTOR
AM. PEMERIKSAAN
DAN PEMERIKSAAN
AKHIR
BUDI SANTOSO
INSPECTOR
MEKANIK
INSPECTOR
ELECTRIC
AM. QC INCOMING
DAN FINAL
BUDI SANTOSO
MEKANIK ELECTRIC


PT. INDUSTRI KERETA API 24

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


2. Pemeriksaan Proses
Bagian ini bertugas untuk melakukan inspeksi terhadap kualitas produk
dalam proses produksi. Inspeksi dalam bagian ini dilakukan terhadap
single part (berupa pemotongan dan pembentukan), minor assembling, sub
assembly, dan main assembly.
3. Pemeriksaan Barang Masuk dan Pemeriksaan Akhir
Pemeriksaan barang masuk terdiri dari inspeksi trehadap dimensi,
mechanical properties, komposisi kimia dsb. Untuk beberapa raw material
dilakukan tes non destruction test dengan menggunakan radiografi,
ultrasonografi. Sedangkan final inspection dilakukan pada saat grift
blasting, primer painting coating/painting, final test yang meliputi timbang
kereta/berat kereta kosong, kurva test/derajat kemiringan, loading gauge,
dinamik test (uji performance product ride indek, kebisingan,
pengereman, suhu ruang dan suhu bearing), dan statik tes (fuction lampu,
AC, TV, bell connection).













PT. INDUSTRI KERETA API 25

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K

BAB III
PELAKSANAAN PKL
3.1. Waktu dan Tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan di PT. INKA, Industri Kereta Api,
Madiun JL. Yos Sudarso 71, Madiun pada tanggal 17 Juli hingga 23 Agustus 2013 dengan
rentang waktu lebih kurang 5 minggu atau sesuai dengan kebijakan dari instansi.

3.2. Jurnal Kegiatan PKL
NO Tanggal Kegiatan
1 17, juli 2013 Pembekalan PKL oleh personalia dilanjutkan uji genset
Lokomotif KA. Krakatau
2 18, juli 2013 Uji fasilitas AC dan Lampu Gerbong KA. Krakatau
3 19, juli 2013 Test Run KA. Krakatau
4 22, juli 2013 Pembekalan pembuatan lembar inspection sheet oleh Quality
Engine
5 23, juli 2013 Pembuatan lembar inspection sheet KRDI
6 24, juli 2013 Pembuatan lembar inspection sheet KRDI
7 25, juli 2013 Pembuatan lembar inspection sheet KRDI
8 26, juli 2013 Uji connectivitas electrical system pada Gerbong KRL
9 29, juli 2013 Uji connectivitas electrical system pada Gerbong KRL
10 30, juli 2013 Uji kelayakan dan fungsi panel incoming yang masuk ke PT
INKA
11 31, juli 2013 Uji kelayakan dan fungsi panel incoming yang masuk ke PT
INKA
12 1, Agustus 2013 Uji kelayakan dan fungsi panel incoming yang masuk ke PT
INKA
13 2, Agustus 2013 Uji kelayakan dan fungsi panel incoming yang masuk ke PT
INKA
14 14, Agustus 2013 Pembekalan tentang gambaran umum KRDI
15 15, Agustus 2013 Pengamatan Breaking system pada KRL
16 16, Agustus 2013 Pengamatan Breaking system pada KRL



PT. INDUSTRI KERETA API 26

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


17 19, Agustus 2013 Pengujian tahanan isolasi electrical system pada Mec KRDI
18 20, Agustus 2013 Pengujian tahanan isolasi electrical system pada Mec KRDI
19 21, Agustus 2013 Pengujian tahanan isolasi electrical system pada Mec KRDI
20 22, Agustus 2013 Pengujian tahanan isolasi electrical system pada Mec KRDI
21 23, Agustus 2013 Pekerjaan Laporan PKL

Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan PKL

3.3.Metode Penelitian
Dalam sub bab selanjutnya akan dijelaskan metode pelaksanaan yang
digunakan.

3.4.Pelaksanaan PKL
Metode pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1) Program PKL Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik
Negeri Malang ini dapat dilaksanakan setiap tahun setelah Mahasiswa
menyelesaikan studi sampai dengan semester 4.
2) Dalam pelaksanaan PKL ini dibagi dalam beberapa kegiatan, antara lain:
a. Pengarahan pelaksanaan PKL oleh dosen pembimbing.
b. Pelaksanaan kegiatan PKL di lapangan (perusahaan).
c. Pembuatan Laporan PKL di lapangan.
d. Penyerahan Laporan PKL di lapangan.











PT. INDUSTRI KERETA API 27

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


3.5. `Pengambilan Data Studi Kasus

Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini digunakan dua metode dalam
pengumpulan data. Adapun metode praktek yang digunakan adalah sebagai berikut:

1) Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Adalah suatu metode yang digunakan dalam mendapatkan data dengan jalan
studi literatur di perpustakaan serta dengan membaca sumber-sumber data
informasi lainnya yang berhubungan dengan pembahasan.Sehingga dengan
penelitian kepustakaan ini diperoleh secara teori mengenai permasalahan yang
dibahas.

2) Metode Penelitian Lapangan (Field Research
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data, dimana penyelidik secara
langsung terjun pada proyek penelitian, sedangkan cara lain yang dipakai
dalam Field Research ini adalah:
a) Interview, yaitu suatu metode dalam memperoleh data dengan
mengadakan jalan pengajuan pertanyaan secara langsung pada saat
perusahaan mengadakan suatu kegiatan.
b) Observasi, yaitu suatu metode dalam memperoleh data dengan
mengadakan pengamatan langsung terhadap keadaan yang sebenarnya
dalam perusahaan.
c) Brainstroming, adalah diskusi maupun tukar pendapat dengan para
pakar yang capable dalam bidang tertentu.










PT. INDUSTRI KERETA API 28

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


BAB IV
PEMBAHASAN UMUM DAN ELECTRICAL SYSTEM KERETA
REL DIESEL INDONESIA (KRDI)

4.1 Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI)
Kereta Rel Diesel adalah unit kereta api yang terdiri dari beberapa gerbong didukung
oleh satu atau lebih mesin dieselon-board (terpasang). Mereka juga disebut sebagai
railcar atau railmotor.Pada KRD yang menggunakan konstruksi hidraulik, mesin diesel
(yang terletak di bagian bawah chasis) berhubungan langsung dengan penggerak roda
secara mekanik.
Sistem ini memiliki beberapa keuntungan, di antaranya tidak membutuhkan
perawatan secara electric namun kereta ini memiliki kekurangan, yaitu tidak tahan banjir
dikarenakan mesin yang berada di bawah gerbong.

Gambar 4.1 KRDI
KRDI sendiri dibuat sebagai alat transportasi jarak dekat seperti Jogja - Madiun dan
sebagainya, alat transportasi ini memiliki 2 komponen penting yaitu MeC (Kereta motor
dengan engine dan kabin masinis) dan T (Kereta trailer).





PT. INDUSTRI KERETA API 29

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K



Gambar 4.2Komposisi Kereta KRDI
Dengan total penumpang lebih dari sejumlah 908 penumpang dengan MeC 216
penumpang dan di T 236 penumpang, dan berat MeC Maksimum 41 ton berat kosong dan
56 ton berat max dan berat di T maksimum 32 ton kosong dan 49 ton max.














PT. INDUSTRI KERETA API 30

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


Gambar 4.3Pengaturan Umum KRDI Arjuna Madiun
Badan Kereta KRDI sendiri memiliki bahan kualitas tinggi Material dari baja lunak
SPAH untuk rangka dan SPAC untuk panel dinding, lantai dan atap.End underframe yang
dilengkapi dengan perangkat anti climbing dan daerah bolster terbuat dari baja lunak
berkekuatan tarik tinggi LAHT (SMA 490). Konstruksi monocoque dengan kuat tekan 100
ton pada sumbu alat perangkai.Ujung kabin masinis dari susunan rangka baja lunak SPAH
dan maskara GFRP.





PT. INDUSTRI KERETA API 31

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K






Gambar 4.4Badan Kereta KRDI
KRDI juga memilik beberapa komponen penggerak dan system penggerak utama
yang membantu mendukung kerja dari KRDI tersebut.
Sistem penggerak utama &auxiliary :
a. Mesin diesel 2 X 386 kW
b. Hydrodynamic transmision 2 X 350 kW.
c. Main cardan shaft , secondary cardan shaft.
d. 2 gear box pada satu motor bogi.
e. Main alternator 380 VAC, digerakkan oleh hidrostatik pump untuk keperluan
1) Kompressor kapasitas 700 l/mnt
2) Lighting dan ventilasi
f. Cooling system, menggunakan radiator fan yang digerakkan oleh hydrostatic pump.
Bogie adalah sebuah komponen gerak yang sangat penting pada rangkaian kereta api,
baik pada gerbong maupun lokomotif. kenyamanan sebuah kereta juga didukung oleh
teknologi bogie yang digunakan. jadi jelas berbeda antara bogie yang digunakan untuk
gerbong barang dengan kereta penumpang, atau antara kereta penumpang kelas ekonomi
dengan kelas eksekutif.



PT. INDUSTRI KERETA API 32

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


Bogie yang digunakan dalam KRDI adalah Tipe bolsterless dengan suspensi primer
menggunakan pegas coildansuspensi sekunder menggunakan pegas udara dan dilengkapi
dengan lateral damper.Rangka bogie kontruksi lasan tipe H dengan transom sekaligus
berfungsi sebagai tangki udara untuk pegas udara.Perangkat roda solid forging diameter 860
mm (baru) dengan profile konis 1/40 dengan tapered roller bearing tanpa pelumasan lapangan
(NFL), class C (5 x 9). Peralatan rem menggunakan tread brake unit dengan rigging dengan
dua sepatu rem setiap roda (double-side pushed) terbuat dari material komposit. Bogie motor
dilengkapi dengan gearbox dan cardan shaft








Gambar 4.5Badan Bogie KRDI
Exterior sendiri tidak kalah saing dengan produk baru yang dapat mendukung
kenyamanan penumpang, KRDI memiliki:
1. Pintu dan Jendela
a. Kontruksi pintu terbuat dari rangka baja lunak dengan panel SPAC.
b. Tiga (3) buah pintu masuk/keluar penumpang di tiap sisi kereta dengan 1
daun pintu jenis pintu geser otomatis dengan sistem udara tekan.
c. Dibawah tiap pintu masuk samping dilengkapi sistem tangga lipat otomatis
d. Pintu penghubung antar kereta tipe manual sliding.


PT. INDUSTRI KERETA API 33

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


e. Jendela dari alumunium anodized mengacu standar jendela K3 dengan
bagian atas bisa dibuka.
f. Tiap kereta terdapat 4 buah jendela darurat


Gambar 4.6gambaran exterior jendela dan pintu KRDI
2. Ujung Kereta
a. Ujung kereta dengan kabin masinis dilengkapi maskara yang terbuat dari
GFRP dan cow catcher dari pelat baja.
b. Maskara dilengkapi wiper, destination indicator, spion serta lampu-lampu.
c. Ujung kereta tanpa kabin dilengkapi cover yang terbuat dari GFRP dan
rubber bellow

Gambar 4.7gambaran interior kursi penumpang KRDI
3. Interior
a. Panel interior yang terdiri dari dinding samping dan dinding ujung yang
terbuat dari GFRP serta langit-langit yang terbuat dari Aluminium.
b. Penutup lantai menggunakan Lonleom.


PT. INDUSTRI KERETA API 34

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


c. Kursi terbuat dari GFRP dengan dudukan pelat baja stainless. Pada kereta
Mec dilengkapi dengan fasilitas untuk penyandang cacat.
d. Lampu penerangan 36 W 220 VAC dan lampu emergency (inverter 24
VDC)
e. Dilengkapi speaker untuk informasi.
f. Dilengkapi dengan rak bagasi dan stanchion (pegangan tangan) dari pipa
baja yang di chrome.
g. Sistem ventilasi paksa dengan kipas angin dan kisi-kisi di atas jendela.

4. Kabin Masinis
a. Terdapat 2 tempat duduk; untuk masinis dan pembantu masinis.
b. Tuas pengendali utama (master controller) untuk traksi dan rem
hidrodinamik dilengkapi dengan tombol deadman.
c. Tuas pengendali rem pneumatic.
d. Driver desk dilengkapi indikator kecepatan, tekanan udara pengereman,
dan indikator lain yang diperlukan untuk pengoperasian kereta, alat
komunikasi, serta tombol-tombol untuk pengoperasian pintu, lampu, dll.
e. Pintu masuk dan pintu partisi ruang masinis jenis swing.
f. Indikator tujuan dari jenis LED dipasang pada bagian depan meja masinis.
g. Tabung pemadam kebakaran 5 kg.






Gambar 4.8gambaran interior ruang masinis KRDI



PT. INDUSTRI KERETA API 35

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


4.2 Electrical System KRDI
A. Train Formation of KRDI




TMS = Train Monitoring System
PA = Public Address

Penjelasan singkat diatas adalah komponen-komponen penting electrical yang berada
di setiap gerbong yang mendukung aktifnya KRDI itu sendiri.











PT. INDUSTRI KERETA API 36

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K



B. KRDI System Power Flow

Dari diagram diatas adalah gambaran kasar system kerja KRDI yang menggunakan
sumber berupa engine 386 kW dan menyuplai beberapa komponen utama KRDI.
C. KRDI Power System
Dilengkapi 2 power system, yaitu:
1. 24VDC System (battery), untuk train control
2. 380/220VAC System (hydrostatic alternator), untuk auxillary

D. KRDI Driver Cabin Selection
Fungsi peralatan di driver desk (master control, lighting dsb) dikendalikan oleh
pemilihan driver cabin (active cabin)
E. KRDI Battery Control
Terdiri dari relay yang berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan battery (battery
ON atau OFF)

F. KRDI Lighting Control System
System Penerangan dikendalikan oleh cabin aktif. Terdiri dari 24VDC (lampu
indikator dan emergency) dan 220VAC (lampu ruang penumpang)




PT. INDUSTRI KERETA API 37

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


G. KRDI Fan Control System
System Pertukaran udara (ruang cabin dan ruang penumpang) juga dikendalikan oleh
cabin aktif





Gambar 4.9gambaran interior Fan dan Lighting KRDI
H. Door Control System

Sytem Pintu juga dikendalikan oleh cabin aktif. Dikombinasi valve NO dan NC, hal
ini untuk menjaga solenoid valve agar tahan lama pada saat pintu keadaan tertutup (saat
kereta berjalan).

I. KRDI Power Amplifier System
Sound system yang tersedia di setiap gerbong Mec maupun T yang merupakan
fasilitas yang tersedia bagi penumpang
Public Address terdiri :
- 1 buah Power Amplifier
- 6 buah speaker disetiap car







PT. INDUSTRI KERETA API 38

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


J. KRDI 380 VAC Control System
Tegangan AC dihasilkan dari hydrostatic, memutar alternator 380VAC yang dikontrol
oleh alternator kontrol agar menghasilkan output yang stabil

Gambar 4.10Altenator Control 380VAC KRDI
K. KRDI VDC Control System

Tegangan DC dihasilkan dari putaran alternator 24VDC, yang dikopel oleh puly belt
dari putaran engine.

Gambar 4.11Altenator 24VDC KRDI





PT. INDUSTRI KERETA API 39

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


L. KRDI Comppresor Control System
Air Compressor kapasitas 8,2 kW + Air Dryer Unit, dan dilengkapi softstart untuk
mengontrol lonjakan arus start yang tinggi





Gambar 4.12Air Compressor dan Modul Air Compressor













PT. INDUSTRI KERETA API 40

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


BAB V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan diatas maka dapat disimpulkan
bahwa :
1. PT. INKA (persero) Madiun merupakan BUMN yang dimiliki Indonesia
yang bergerak dibidang manufaktur dan berdiri sejak tahun 1984 hingga
sekarang. BUMN ini bergerak dalam bidang pembuatan kereta api dan
berbagai bentukalat transportasi lain seperti bus (Trans Jakarta) dan mobil
berpenumpang dengan konsep city car.
2. Proses produksi gerbong melalui banyak tahap, salah satu tahap yang penting
adalah pengerjaan wiring dan pengecekan di Quality Control. Tahap ini
merupakan tahap dimana semua pemasangan komponen electrical dan
property lainnya dipasang dan di uji kelayakannya. Sepertihalnya
pemasangan kabel, tempat duduk, lampu, AC dan lain-lain beserta uji
kelayakan standart keamanan.
3. Salah satu Divisi yang paling penting dalam proses pembuatan ketera api
adalah Quality Control, karena divisi ini bertanggung jawab memantau
semua tahap proses serta bertanggung jawab penuh terhadap hasil produksi
yang telah jadi dan siap keluar.
4. Analisa system electrical di KRDI memiliki beberapa bagian penting yang
ada di power system, yaitu:
1. Battery control
2. Lighting control
3. FAN control
4. Door control
5. Speaker control
6. 380 VAC system
7. 24 VDC system
8. Compressor system


PT. INDUSTRI KERETA API 41

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


5.2.Saran
Adapun saran yang diberikan dari hasil kerja praktek ini adalah
sebagai berikut ini.
1. Menigkatkan komunikasi yang terarah antara Divisi Quality Control
unit Final dengan pihak Divisi Teknologi unit Design Electrical bila
terjadi transmision trouble shooting yang dikarenakan kesalahan
gambar.






















PT. INDUSTRI KERETA API 42

LAPORAN KERJ A PRAKTEK
D3 TEKNIK ELEKTRO / PRODI TEKNI K LI STRI K


DAFTAR PUSTAKA
INKA,2010,Profil Perusahaan,INKA, Madiun.
INKA,2009, KRDI,INKA,Madiun
MAJALAH KA, Edisi 23 Juni.