Anda di halaman 1dari 4

Sekitar tahun 1960-1975, dijumpai pelaksanaan abortus oleh tenaga nonmedis sehingga

terjadi morbiditas dan mortalitas. Kematian maternal yang terjadi di seluruh dunia sekitar
500.000 dan 150.000-00.000 !"0-#0$% disebabkan abortus. &emperhatikan morbiditas dan
mortalitas obortus, beberapa negara industri telah memutuskan pelaksanaan abortus se'ara
legal dan ilegal. (ndonesia diperkirakan abortus sekitar 1.500.000-.000.000 orang pertahun
dengan berbagai alasan.
)elanggaran etikolegal
1. )elayanan kedokteran di ba*ah standar.
Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan pro+esinya sesuai dengan
standar pro+esi yang tertinggi !K,-.K(, pasal %, memperhatikan semua aspek
pelayanan kesehatan yang menyeluruh, yaitu promoti+, pre/enti+, kurati+, rehabilitati+
!K,-.K(, pasal 0% dan mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya untuk
kepentingan pasien !K,-.K(, pasal 10%. -engan demikian, seorang dokter yang
memberikan pelayanan kedokteran di ba*ah standar merupakan suatu tindakan
malpraktik, dan dapat dikenakan pasal "50 K12), yang berbunyi 3barang siapa
karena kesalahannya menyebabkan orang lain mendapatkan luka berat atau luka
sedemian sehinggga berakibat penyakit atau halangan sementara untuk menjalankan
jabatan atau pekerjaannya, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya selama
5 tahun. )adahal seorang dokter senantiasa membaktikan hidupnya demi kepentingan
perikemanusiaan !4S-(, butir 1%, menjalankan tugasnya dan senantiasa
mengutamakan kesehatan pasien !4S-(, butir 7%.
. &enerbitkan surat keterangan palsu.
Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah di periksa
sendiri kebenarannya !K,-.K(, pasal 7%. 5adi jika seorang dokter menerbitkan surat
keterangan 'uti sakit berulang kali kepada seorang tahanan, padahal orang tersebut
mampu menghadiri sidang pengadilan perkaranya, dalam hal ini dokter telah
melanggar etika dan juga K12) pasal 67 yang berbunyi 3dokter yang dengan
sengaja memberikan surat keterangan palsu dengan adanya hukuman penjara selama #
tahun6.
". &embuka rahasia jabatan dan pekerjaan dokter
Sejak 7aman hippokrates rahasia pekerjaan dokter menduduki tempat yang penting
dalam hubungan dokter dengan pasien. 3apapun yang saya dengar dan saya lihat
tentang kehidupan seseorang yang tidak patut disebarluaskan, tidak akan saya
ungkapkan karena saya harus merahasiakannya !Sumpah 2ippokrates, butir 9%.
)rinsip ini ter'antum pula dalam 4S-(, butir 5 yang berbunyi 3saya akan
merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan
saya sebagai dokter6, sedangkan dalam K,-.K( dalam pasal 1 ter'antum bah*a
setiap dokter *ajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang
pasien, bahkan juga sampai pasien itu meninggal dunia. 5adi seorang dokter yang
menyebarluaskan rahasia pribadi pasiennya didepan orang atau sekelompok orang
lain sehingga atas pengaduan pasien yang bersangkutan, dokter dapat di tuntut didepn
pengadilan. -okter tersebut yang dengan sengaja membuka suatu rahasia yang *ajib
disimpannya karena jabatan dan pekerjaannya baik yang sekarang maupun yang dulu,
dihukum dengan hukum penjara selama 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya 8p.
600,- !harus disesuaikan dengan keadaan moneter saat ini% !K12), pasal "%. 4ain
halnya jika dokter menjadi saksi ahli di pengadilan, yang mempunyai peraturan
tersendiri.
#. 9bortus pro/okatus
&asalah abortus telh dibahas dalam berbagai pertemuan ilmiah dalam lebih dari "
dekade terakhir ini, baik ditingkat nasional maupun regional. :amun hingga saat ini
8an'angan )eraturan )engguguran ;erdasarkan )ertimbangan Kesehatan belum
ter*ujud. Se'ara umum hal ini telah di'atumkan dalam 11 :o. " <haun 199
tentang Kesehatan, namun )eraturan )emerintah yang mengatur hal ini belum
diterbutkan hingga sekarang. ;egitu pula belum ada petunjuk bagaimana seharusnya
sikap dokter yang menyangkut tindakan abortus pro/okatus pada kasus-kasus
misalnya perkosaan, kehamilan pada *anita dengan grande multipara !telah banyak
anak%, dan kegagalan kontrasepsi.
Seorang dokter harus senantiasa mengingat akan ke*ajiban melindungi hidup mahluk
insani !K,-.S(, pasal 7d%. 1ndang-undang :o. " tahun 199 tentang kesehatan,
menyatakan bah*a dalam keadaan darurat, sebagai upaya penyelamatan ji*a ibu
hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medik tertentu dan ini dilakukan
oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian, dengan persetujuan ibu hamil yang
bersangkutan atau suami aatu keluarganya dan dilakukan pada sarana kesehatan
tertentu.
-alam K12) se'ara rin'i terdapat pasal-pasal yang mengan'am pelaku-pelaku
abortus ilegal sebagai berikut.
a. =anita yang sengaja mengguguran kandungan atau menyuruh orang lain
melakukannya !K21), pasal "#6, hukum maksumum # tahun%.
b. Seseorang yang menggugurkan kandungan *anita tanpa sei7innya !K12), pasal
"#7, hukum maksimum 1 tahun dan bila *anita tersebut meninggal, hukuman
maksimum 15 tahun%.
'. Seseorang yang menggugurkan kandungan *anita dengan sei7in *anita tersebut
!K12), pasal "#0, hukuman maksimum 5 sampai 6 bulan dan bila *anita tersebut
meninggal maksimum 7 tahun%.
d. -okter, bidan atau jueu obat yang melakukan kejahatan diatas !K12), pasal "#9,
hukuman ditambah sepertiganya dan pen'abutan hak pekerjaan%.
5. )ele'ehan seksual
2ubungan pasien dengan Sp,> merupakan hubungan yang sangat khusus karena
menyangkut pelayanan kesehatan reproduksi. )eluang untuk melakukan pele'ehan
seksual terbuka lebih lebar dibandingkan dengan pelayanan kesehatan oleh disiplin
lain ilmu kedokteran. Sejak 7aman hippokrates masalah ini telah disorot dengan
sumpah dokternya, 3rumahh siapapun yang saya masuki kedatangan saya itu saya
tujukan untuk kesembuhan yang sakit dan tanpa niat-niat buruk atau men'elakakan
lebih jauh lagi tanpa niat berbuat 'abul pada *anita ataupun pria, baik merdeka baik
merdeka maupun hamba sahaya6.
)rinsip etika umum
)rinsip etika umum adaalh sebagai berikut?
1. &enghormati harkat manusia !respe't +or persons%
a. &enghormati otonomi yang mengpersyaratkan bah*a manusia yang mampu
menalar pilihan pribadinya harus di perlakukan dengan menghormati
kemampuannya untuk mengambil keputusan sendiri !sel+ determination%
b. &elindungi manusia yang otonominya terganggu atau kurang, mempersyaratkan
bah*a manusia yang bergantung !dependent% atau rentan !/ulnerable% perlu
diberikan perlindungan terhadap kerugian atau penyalahgunaan !harm and abuse%
. ;erbuat baik !bene+i'en'e%
)rinsip etika berbuat baik menyangkut ke*ajiban membantu orang lain, dilakukan
dengan mengupayakan man+aat maksimal dengan kerugian minimal. )rinsip ini
diikuti dengan prinsip tidak merugikan !primum non no'ere, +irt no harm, non
male+i'en'e% yang menyatakan bah*a jika orang tidak dapat melakukan hal-hal
yang berman+aat, setidak-tidaknya jangan merugikan orang lain.
". Keadilan !justi'e%
Setiap orang harus diperlakukan sama !tidak diskriminati+% dalam memperoleh
haknya. )rinsip etika keadilan terutama menyangkut keadilan distributi+ yang
mempersyaratkan pembagian seimbang dalam hal beban dan man+aat. 2al ini
dilakukan dengan memperhatikan distribusi usia dan gender, status ekonomi,
budaya dan etnik. Salah satu pertangggungja*aban adalah kerentanan, yaitu
kelompok yang tidak berkemampuan melindungi kepentingan sendiri.
)ersetujuan setelah penjelasan
)ersetujuan setelah penjelasan !)S)% atau