Anda di halaman 1dari 14

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Gips dalam bahasa latin dinamakan sulfat calcicus, dalam bahasa Inggris
disebut plaster of paris, dan dalam bahasa Belanda gips powder.(Pusat
Pendidikan Tenaga Kesehatan,1!"
Gips adalah merupakan mineral #ang terdapat di alam dengan formula $a
%&
'
, (
)
& dan merupakan batu putih
Gips adalah alat imobilisasi eksternal #ang kaku #ang dicetak sesuai kontur
tubuh dimana gips ini dipasang.
Gips merupakan fiksasi eksternal #ang sering dipakai, #ang terbuat dari plaster
of paris, fiber glass, dan plastic #ang disediakan dalam bentuk *erban #ang
dipakai untuk immobilisasi bagian+bagian tubuh #ang dilaksanakan. (Price
,ilson"
-ce bondage plaster #ang harus dibasahkan sebelum pamakaian,
mengeringn#a lambat, berat, kekuatan, dan integritasn#a hilang bila basah.
Bila plaster cast perlu perbikan pada umumn#a harus diganti semua.
.iber glass cepat kering dan ringan, boleh terkena air dan kekuatann#a
tidak rusak. Plastic cast boleh dipanaskan dan dibentuk kembali bila perlu
perbaika. Kerugiann#a bahwa /enis fiber glass tertentu, pengeringann#a
harus memakai sinar ultra*iolet dan penderita #ang memakai fiber glass
atau plastic suka menderita luka lecet pada kulit #ang tertutup cast.kecuali
bila dikeringkan dengan kapas pengering #ang hangat.
Tepung gips hampir sama dengan kapur #ang dipakai untuk pengapur
rumah. %ifatn#a tepung gips itu hampir bersamaan dengan tepung semen,
#akni apabila dicampur dengan air, keadaann#a berubah men/adi beku dan
keras. (an#a perbedaann#a gips men/adi lebih cepat men/adi beku dank
eras seperti semen. 0an lagi sifat tepung gips menarik uap air dari dalam
udara. Kalau hal ini ter/adi, maka tepung gips itu tidak baik lagi dipakai
untuk memebuat pembalut gips, sebab bila di/adikan gips palk atau
circulair gips, tidak bias lagi men/adi keras dan kering, selaman#a men/adi
lembab (tidak kering betul".
Gips adalah balutan ketat #ang digunakan untuk imobilisasi bagian tubuh.
(1ngram Barbara,123 )24".
1.2. Tujuan
Bertu/uan untuk mengetahui tentang tehnik pemasangan gips #ang meliputi,
indikasi pemasangan gips, tu/uan pemasangan gips, /enis+/enis gips, bahan+bahan
gips, tehnik pembuatan gips, persiapan pemasangan gips, tehnik pemasangan gips,
/enis pemasangan gips, pembukaan gips, komplikasi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. INDIKASI PEMASANGAN GIPS
1. Pasien dengan dislokasi
). Pasien dengan fraktur
5. Pen#akit tulang misaln#a spondilitis TB$
$T16 ($onginetal Talipes 17uino 6arus" dan scoliosis
B. TUJUAN
1. Imobilisasi kasus dislokasi sendi dan patah tulang fiksasi
). Imobilisasi kasus pen#akit tulang, misaln#a dilaksanakan pada pos operasi
5. Koreksi cacat tulang, misaln#a patah tulang, dislokasi, scoliosis, dan lain+lain
'. 8encegah patah tulang
!. %ebagai pembalut darurat
9. 8en#okong /aringan cedera selama proses pen#embuhan
:. 8emberikan tenaga traksi
2. %ecara umum gips memungkinkan mobilisasi pasien sementara membatasi
gerakan pada bagian tubuh tertentu.
C. JENISJENIS GIPS
;enis dan ketebalan gips #ang akan dipasang tergantung pada kondisi klien #ang
ditangani. %ecara umum, sendi pada proksimal dan distal area #ang akan
dimobilisasi harus disertakan dalam gips. <amun, pada beberapa bentuk fraktur,
konstruksi dan pencetakan gips dilakukan sedemikian rupa sehingga sendi masih
dapat digerakkan sedangkan garis fraktur diimobilisasi.
-da beberapa /enis gips (%u==ane $.%melt=er, )4413 ))2)"3
1. Gips lengan pendek
8eman/ang dari bawah, siku sampai lipatan telapak tangan, melingkar erat di
dasar ibu /ari. Bila ibu /ari dimasukkan, dinamakan spika ibu /ari atau gips
gauntlet.
Gb3
). Gips lengan pan/ang
8eman/ang dari seetinggi lipat ketiak di sebelah proksimal lipatan telapak
tangan, siku biasan#a diimobilisasi dalam posisi tegak lurus.
Gb3
5. Gips tungkai pendek
8eman/ang dari baawah lutut sampai dasar /ari kaki. Kaki dalam sudut tegak
lurus pada posisi netral.
Gb3
'. Gips tungkai pan/ang
8eman/ang dari perbatasan sepertiga atas dan tengah paha sampai dasar /ari
kaki. >utut harus sedikit fleksi.
Gb3
!. Gips ber/alan
Gips tungkai pan/ang atau pendek #ang dibuat lebih kuat. Bias dissertai
telapak untuk ber/alan.
9. Gips tubuh
8elingkar di batang tubuh
Gb3
:. Gips spika
8elibatkan sebagian batang tubuh dan satu atau dua ekstrimitas (gips spika
tunggal atau ganda"
Gb3
2. Gips spika bahu
;aket tubuh #ang melingkari batang tubuh, bahu, dan siku
. Gips spika pinggul
8elingkari batang tubuh dan satu ekstrimitas bawah? dapat gips spika tunggal
atau ganda.
D. BAHANBAHAN GIPS
1. Plaster
gips tradisional terbuat dari bahan gips
gips pembalut dapat menngikuti kontur tubuh secara halus.
Gulungan crinoline diimpregnasi dengan serbuk kalsium sulfat anhidrus
(Kristal gipsum". Bila basah, ter/adi reaksi kristalisasi dan mengeluarkan
panas (reaksi eksotermis". Panas #ang dihasilkan selama reaksi ini sering
mengganggu ken#amanan,maka harus menggunakan air dingin.
Gips harus ditempatkan di tempat terbuka agar panas dapat keluar secara
maksimal.
Gips memerlukan waktu )' sampai:) /am untuk mongering
). <onplaster
%ecara umum, berarti gips fiberglas, bahan poliuretan #ang diakti*asi air
ini mempun#ai sifat #ang sama dengan gips dan mempun#ai kelebihan
karena lebih kuat, ringan, tahan air, dan tidak mudah pecah.
0ibuat dari serat ra/utan terbuka tak me#erap #ang diimpregnasi dengan
dengan bahan pengeras #ang dapat mencapai kekuatan kaku penuhn#a
han#a dalam beberapa menit.
<onplaster berpori+pori sehingga masalah kulit dapat dihindari.
Tidak men/adi lunak apabila terkena air, sehingga memungkinkan
hidroterapi (terapi menggunakan media air". Bila basah dapat dikeringkan
dengan pengering rambut #ang disetel dingin. Pengeringan #ang merata
sangat penting agar tidak melukai kulit.
E. TEKNIK PEMBUATAN GIPS
1. %iapkan me/a dan bentangkan gas, di atasn#a dibubuhi tepung gips.
). Tangan kiri memegang gulungan pembalut #ang sudah dibubuhi tepung tadi.
(al ini diker/akan berulang+ulang, maksudn#a agar tepung masuk kecelah+
celah benang pembalut (gaas", sehingga tebal tepung gips dipergunakan gaas
tadi kira+kira 1,! mm.
5. %etelah itu diletakkan pembalut baru di atasn#a, lalu bubuhi tepung gips,
digosok seperti #ang pertama tebaln#a.
0alam menger/akan peker/aan ini u/ung dari gas #ang telah ditaburi dengan
tepung gips harus ditindih dengan benda pemberat dan ditegangkan, gunan#a
agar telapak tangan lebih mudah menggosokkan tepung gips ke kiri dank e
kanan, hal ini dilakukan di atas gaas tadi.
'. Bila sebagian pembalut tadi telah selesai langsung digulung sampai tergulung
sempurna, tapi dalam penggulungan tidak boleh padat harus longgar supa#a
mudah dan cepat air masuk ke dalam bila di rendam dalam air. Bila pembuatan
gips di atas adalah dipergunakan bilamana tidak ada gips #ang sudah /adi
(plaster gips".
!. PE"SIAPAN P"E#P$ST PEMASANGAN GIPS
1. @& foto
). Persiapan pasien
;elaskan pada pasien tentang3
a. Perencanaan pemasangan gips
b. Pelaksanaan
c. Guna pemasangan gips
d. Tu/uan pemasangan gips
5. Persiapan alat untuk pembuatan gips
a. Pembalut kasa sepan/ang ),! m, lebarn#a !+1! cm.
b. Tepung batu putih
c. Gunting perban
d. 8e/a atau bangku untuk pembalut gips
e. Batu penidis
f. Plester gips (siap untuk digunakan"
'. Persiapan pelaksanaan pemasangan gips
a. ,askom berisi air panasAhangat+hangat kuku
b. Tempat men#impan pembalut gips #ang sudah dibuat
c. Gunting *erban
d. <ier bekken
e. Gaas secukupn#a
f. (anduk
g. Beil
h. %abun dalam tempatn#a
i. -lat cukur
/. Talk (oil"
k. .ood book
l. %pongs rubs
!. Persiapan alat untuk membuka gips 3
a. Gerga/i listrik
b. Gerga/i kecil manual
c. Tang kecil, besar
d. Gunting besar
G. TEKNIK PEMASANGAN GIPS
1. %ebelum gips dipasang perawat men/elaskan prosedur ker/a pada pasien.
). 0aerah #ang akan digips dicukur, dibersihkan, dicuci dengan sabun lalu
dikeringkan dan dibubuhi talk secukupn#a, atau dapat /uga menggunakan
krimAoil.
5. %etelah itu dipasang spong rubs, pada bagian tubuh tersebut (terbuat dari
bahan #ang men#erap keringat" gunan#a untuk permukaan kulit tetap kering
'. Pada penon/olan+penon/olan tulang atau bon# prominence atau sepasang
bantalan atau $ushion, biasan#a terbuat dari spons
!. Kemudian dipasang padding (pembalut dibuat dari bahan kapas sintetik"
9. %etelah #akin bahwa bagian tubuh #ang akan di gips sudah berada dalam
posisi #ang dikehendaki gips direndam untuk beberapa saat.
:. >ama pencelupan tergantung dari /enis gips, ada #ang cepat kering, dan ada
#ang harus menunggu sampai gelembung+gelembung udara dari gips keluar,
setelah itu untuk mengurngi /umlah air gips diperas pada kedua u/ungn#a.
2. %elan/utn#a dilakukan pembalutan gips secara melingkar mulai dari distl ke
proksimal, tidak boleh terlalu kendor atau terlalu kencang.
. Cntuk mendapatkan bentuk keluar dari gips #ang baik (mulus tidak berben/ol+
ben/ol", pada waktu membalut o*erla*ing dian/urkan dalam /arak #ang tetap,
biasan#a !4 D dari lebar gips.
14. %okong gips selama pengerasan dan pengeringan. Pegang gips #ang sedng
dalam proses pengerasan dengan telapak tangan, /angan diletakkan pada
permukaan keras atau pada tepi #ang ta/am, hindari tekanan pada gips.
11. 8en/elang gips men/adi keras dilakukan moulding #aitu gips dibentuk sesuai
#ang diinginkan.
H. JENIS PEMASANGAN GIPS
1. Gips sirkuler
0ipasang biasan#a pada keadaan dimana memerlukan imobilisasi atau fiksasi
#ang lebih stabil.
). Gips spalk
(an#a merupakan proteksi.
5. Gips plaster
Gips ini dapat kering setelah 1)+'2 /am tergantung dari ukurann#a.
'. Gips silinder kering dalam waktu 1)+)' /am, tapi badan gips biasan#a
mencapai '2 /am baru kering.
!. Gips plastic kering 2+14 /am. 0alam udara kering (tidak lembab" akan lebih
cepat dan efisien dalam proses pengeringan gips.
I. PEMBUKAAN GIPS
Pembukaan gips adalah dibelah mengguanakan gerga/i listrik. Gerga/i sangat
bising tetapi bila pemakaiannn#a tepat tidak akan merusak kulit #ang ada di
bawah gips. Kulit #ang terbungkus di dalam gips untuk beberapa lama akan
dilapisi eksudat dan kulit #ang mati. Cntuk membersihkann#a dipakai min#ak
pelumas kulit, kemudian dibersihkan dengan air hangat. Proses ini berlangsung
beberapa hari, cara membersihkan #ang tergesa+gesa akan menimbulkan iritasi.
Prosedur pelepasan gips (%u==anne $. %melt=er, )4413 ))2"3
Pr%&e'ur "a&(%nal
Informasikan kepada pasien
mengenai prosedurn#a
8eningkatkan ker/a sama dan
mengurangi ketakutan akan
prosedur ini.
Eakinkan pasien bahwa gerga/i
listrik atau pemotong gips tidak
akan mengiris kulit.
8engurangi ansietas (pisau
berosilasi untuk memotong gips"
Gips akan dibelah dengan 8embelah gips. 8encegah rasa
menggunakan tekanan berganti+
ganti dan gerakan linear pisau
sepan/ang garis potongan.
terbakar akibat kontrak lama
antara pisau osilasi dan bantuan.
Gunakan pelindung mata (pasien
dan operator pemotong"
8elindungi mata dari partikel
gips#ang berterbangan.
Potong bantalan dengangunting 8embebaskan semua bahan gips
%okong bagian tubuh ketika gips
diambil
8engurangi stress pada bagian
tubuh #ang telah diimobilisasi
$uci dan keringkan bagian #ang
habis diimobilisasi dengan lembut,
oleskan min#ak pelumas
8engangkat kulit mati #ang telah
menumpuk selama imobilisasi.
8encegah kulit tetap ken#al.
-/ari pasien untuk mencegah
menggosok dan menggaruk kulit
8encegah kerusakan kulit
-/ari pasien untuk secara bertahap
kembali ke kegiatan aktif bagian
tubuh menurut pandangan sesuai
program terapeutik
8elindungi bagian #ang men/adi
lemah akibat stress #ang
berlebihan. >atihan progresif
dapat mengurangi kekakuan dan
fungsi otot.
-/ari pasien untuk mengontrol
pembengkakan dengan meninggikan
ekstrimitas atau menggunakan
balutan elastic bila perlu.
8emperbaiki peredaran darah
(missal aliran balik *ena" dan
mngontrol pengumpulan cairan.
J. K$MPLIKASI
1. %indrom kompartemen
%indrom kompartemen dapat ter/adi apabila ter/adi peningkatan tekanan
/aringan dalam rongga #ang terbatas (missal3 gips, kompartemen otot" #ang
akan memperburuk peredaran darah dan fungsi /aringan dalam rongga #ang
tertutup tadi.
). >uka tekan (dekubitus"
Tekanan gips pada /aringan lunak mengakobatkan anoksia /aringan dan ulkus.
1kstrimitas bawah #ang merupakan tempat paling rentan terhadap tekanan
adalah tumit, punggung kaki, kaput fibula, dan permukaan anterior patella.
Pada ekstrimitas atas, tempat tekanan utama terletak pada epikondilus medialis
humeri dan prosesus stiloideus ulnae.
Cmumn#a pasien dengan luka tekan mengeluh n#eri dan rasa kencang di
tempat itu. Bila tekanan tidak dihilangkan, daerah #ang nekrotik akan meleleh,
menodai gips, dan mengeluarkan bau. Ketidakn#amanan mungkin tidak
dirasakan ketika ulkus sedang ter/adi. Kehilangan /aringan #ang ekstensif
dapat ter/adi bila tanda dan ge/ala ulkus tekanan tidak terpantau dan tidak
dilaporkan.
5. %indrom disuse
%elama digips, pasien dia/ari untuk menegangkan atau melakuakan kontraksi
otot (missal kontraksi otot isometric" tanpa menggerakan bgian itu, ini dapat
membantu mengurangi atrofi otot dan memeperatahankan kkuatan otot. Pasien
dengan gips di tungkai, diminta FmeluruskanG lutut. Pasien dengan gips di
lengan didorong untuk FmengepalkanG tangan. >atihan penegangan otot
(missal3 latihan penegangan otot kuadrisep dan gluteus" penting untuk
men/aga otot #ang penting untuk untuk ber/alan.
BAB III
KESIMPULAN

Gips merupakan alat fksasi untuk penyembuhan patah
tulang. Gips memiliki sifat menyerap air dan bila terjadi akan
timbul reaksi eksoterm dan gips akan menjadi keras. Sebelum
menjadi keras, gips yang lembek dapat dibalutkan melingkari
sepanjang ekstremitas dan dibentuk sesuai dengan bentuk
ekstremitas. Gips yang dipasang melingkari ekstremitas disebut
gips sirkuler, sedangkan jika gips dipasang pada salah satu sisi
ekstremitas disebut gips bidai. Gips yang ideal adalah dapat
membungkus tubuh sesuai dengan bentuk tubuh. Penggunaan
gips sesudah operasi lebih memungkinkan klien mobilisasi dari
pada pasien ditraksi. Gips diindikasikan untuk klien dengan
immobilisasi dan penyangga fraktur, stabilisasi dan istirahatkan,
koreksi deformitas. Menegurangi aktiftas pada daerah yang
terinfeksi serta untuk membuat cetakan tubuh orthotic.
DAFTAR PUSTAKA
-ple# -G, %olomon >. -ple#Hs %#stem of &rthopaedics .ractures. Butterworth
(einemann,
$apernito, >#nda;uall. 1. Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan.
;akarta3 1G$.
1ngram, Barbara. 12. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. ;akarta3
1G$.
;honson, 8arion, dkk. )444. NOC. ;akarta3 8orsb#.
8c$loske#, $/oane, dkk. 1!.NIC. ;akarta3 8orsb#.
Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. 1!. Penerapan proses keperawatan
pada klien dengan gangguan sistem musculoskeletal.
;akarta30epartemen Kesehatan.
%melt=er, %u=anna $. )441. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner
!uddarth" ed#$"%ol#&. ;akarta3 1G$.
,im de /ong? @.s/amsuhida/at , )44!. Buku -/ar Ilmu Bedah. 1disis II. 1G$
;akarta