Anda di halaman 1dari 5

Pola Pewarisan

oleh : Larry J. Shapiro


Ilmu Kesehatan Anak, Penerbit Buku Kedokteran EGC, hal 385-388

GEN MUTAN TUNGGAL
Setiap gen mutan tunggal menunjukan salah satu dari 4 pola pewarisan menurut hukum Mendel :
resesif autosom, dominan autosom, resesif terkait-X, dan dominan terkait-X. Metode
pengelompokan penyakit genetik ini seringkali membantu dalam pemahaman tanda-tanda klinis
gangguan. Konsep seperti struktur dasar molekul DNA dan pemindahan informasi genetik, yang
pertama-tama terjadi pada RNA pesuruh (mRNA) dan kemudian embentukn polipeptida spesifik,
membantu dalam pemahaman dasar penyakit, seperti berbagai gangguan struktur hemoglobin yang
kelainan primernya mencakup penggantian dan penghapusan asam amino, perpanjangan rantai
globin, dan rantai-rantai globin yang difusikan atau dihibridkan. Konsep lain yang menjelaskan
mekanisme terjadinya kelainan genetik yang nampak pada studi mikroorganisme, seperti fungsi gen
represor dan gen pengatur yang tidak sempurna, juga daat digunaka untuk pemahaman penyakit
genetik manusia (bab 64 dan 65)

Dalam pembahasan gen mutan tunggal, sejumah istilah khusus digunakan. Kromoson nomor 23
pada sperma bergabung dengan kromosom 23 pada telur membentuk zigot dengan 23 pasang
kromosom. Lokus gen adalah lokasi tertentu gen spesifik pada kromosom spesifik. Daerah pemberi
kode gen terganggu oleh rangkaian pengganggu DNA yang panjangnya bervariasi disebut intron.
Intron ini tidak digambarkan pada RNA pesuruh dewasa yang berkatan dengan gen (bab 64).
Kesalahan dalam melepaskan intron merupakan dasar pada kebanyakan jenis -thalasemia yang
lazim. Setiap gen memiliki analog dengan lokasi yang sama dalam kromosom homolog (pasangan
lainnya); pasangan identik lokus disebut lokus homolog. Gen pada lokus homolog disebut alele. Gen
alele adalah analog (yaitu, mempengaruhi sifat dari karakteristik yang sama( naun seringkali tidak
identik; variasi yang banyak mungkin teramati pada banyak tfe protein serum yang berbeda antara
orang-orang ras sama maupun yang berbeda. Karena variasi genetik ada pada banyak lokus gen,
adalah mutlak mempertimbangan beberapa gen sebagai mutann; biasanya perbedaannya adalah
bahwa gen mutan mempunyai pengaruh besar dan membahayakan. Bila orang mempunyai gen
mutan pada lokus dalam satu kromosom tetapi tidak ada pada lokus kromosom yang lain, orang
tersebut adalah heterozigot untuk gen mutan tersebut. Jika gen mtan tidak mengenai individu
heterozigot, ia disebut gen resesif. Jika gen mutan mempengaruhi keadaan heterozigot disebt gen
dominan. Orang yang memiliki gen mutan yang sama pada kedua lokus homolog adalah homozigot
untuk gen tersebut. Gen resisif autosom memperlihatkan pengaruh kliniknya hanya pada homozigot.
Perbedaan antara gen resesif dan dominan menjadi mutlak bilamengidentifikasi heterozigot dengan
uji biokimiawi atau bila heterozigot hanya mengekspresi secara ringan gangguan tersebut. Lagipula,
penelitian genetika molekuler telah menunjukkan bahwa banyak orang yang dipandang homozigot
karena gen resesif autosom yang sama sebenarnya memiliki dua mutasi yang berbeda (bab 64)

Setiap pola pewarisan menurut hukum Mendel mempunyai sifat-sifat yang mungkin berguna dalam
menegaakkan diagnosis atau dalam peneltian perencanaan keluarga yang mungkin penting untuk
memberi pejelasan yang jelas pada orangtua yang anaknya terkena






PEWARISAN RESESIF AUTOSOM

Peta silsilah (pedegree) yang
mengambarkan polaa
pewarisan ini (gambar 66-1)
menunjukkan kekhasan
sebagai berikut : Anak dengan
dua orangtua heterozigot
memiliki 25% peluang bersifat
homozigot (misalnya 1
peluang pada 2 pewarisan gen
mutan yang berasal dari
setiap orang tuanya:1/2 X
=1/4); laki-laki dan wanita
terkena dengan frekuensi
yang sama; individu yang
terkena hampir selalu
dilahirkan pada hanya satu
generasi ke generasi keluarga;
anak-anak dari orang yang
terkena (homozigot)
semuanya heterozigot; anak-
anak dari homozigot hanya
dapat terkena jika
pasangannya heterozigot,
yang merupakan kejadian yang jarang karena kecilnya insiden gen resesif yang paling merugikan bagi
populasi umum.
Setiap manusia mungkin memiliki beberapa gen yang membahayakan, resesif dan jarang. Karena
gen mutan ini biasanya tidak dapat dikenali dengan uji laboratorium. Orang tua yang terkait jauh
lebih mungkin merupakan heterozigot untuk gen resesif yang sama membahayakan karena mereka
mempunyai nenek moyang yang biasa.

PEWARISAN DOMINAN AUTOSOM

Diagram silsilah menunjukkan bahwa baik
laki-laki maupun wanita sama-sama terkena,
yang pemindahannya terjadi dari satu orang
tua kepada anak, dan bahwa gen mutan
bertanggung-jawab dapat muncul dengan
gen mutan secara spontan.











PEWARISAN RESESIF TERKAIT X

Diagram menunjukkan bahwa hanya
anak laki-laki yang secara klinis terkena;
bahwa anak laki-laki yang terkena terkait
melalui pengidap wanita; sehingga
semua anak wanita dari orang tua laki-
laki terkena merupakan pengidap gen
mutan; dan bahwa orang laki-laki yang
terkena tidak mempunyai anak laki-laki
yng terkena namun dapat mempunyai
cucu laki-laki terkena yang dilahirkan
wanita pengidap. Pengidap wanita
mempunyai peluang 50% memberikan
kromosomnya yang membawa gen
mutan untuk setiap anaknya. Dengan
kata lain, setiap anak wanita dari
pengidap memiliki peluan 50% menjadi
pengidap, dan setiap anak laki-laki
memiiki peluang 50% mewariskan gen
mutannya dan menderita penyakit yang
disebabkan gen mutan. Karenanya, pada setiap kehamilan pengidap wanita memiliki peluang 25%
mempunyai anak laki-laki terkena.
Pada mulanya kedua kromosom X dari zigot wanita adalah aktif. Inaktifasi secara acak bagian dari
satu X pada setiap sel berlangsung pada awal perkembangan janin. Kromosom X yang diinaktifasi,
yang bereplikasi lebih kemudian daripada kromosom X yang aktif, merupakan massa kromatin seks
atau benda Barr yang dapat diamati pada nukleus sel dekat membran nukleus. Inaktifasi secara acak
ini, disebut juga lionisasi, melindungi pengidap wanita dari pengaruh gen mutan resesif terkait-X,
karena banyak juga peluang bahwa kromosom X yang membawa gen mutan akan diinaktifkan
seperti gen mutan kromosom X yang lain. Karenanya, pengidap mengekspresikan pengaruh gen
mutan pada sekitar 50% selnya.

PEWARISAN DOMINAN TERKAIT-X

Sangat sedikit gen dominan terkait-X yang
telaah dikenali pada manusia. Dua contoh
adalah rakhitis resisten-vitamin D dan
sindrom Melnick-Needles malformasi
multipel. Pada gambar, menunjukkan
kehasan essensial; baik laki-laki maupun
perempuan terkena; namun laki-laki sering
terkena lebih parah; gangguan diwariskan
dari generasi ke generasi; semua anak wanita
dari ayah yang terkena akan terkena, tetapi
tidak terjadi pada anak laki-lakinya.






PEWARISAAN MULTIFAKTORIAL
Istilah pewarisan multifaktorial merujuk pada proses dimana variabel bersifat terus menerus
(kuantitatif) (seperti tinggi badan, tekanan darah) atau keadaan penyakit akibat pengaruh tambahan
dan interaktif satu gen atau lebih ditambah faktor-faktor lingkungan. Perkiraan peran gen pada sifat
atau gangguan tersebut disebut hertabilitas. Gangguan mencakup kebanyakan malformasi biasa (
cacat pipa neural, bibir sumbing, dislokasi pinggul kengenital) serta penyakit multifaktorial biasa
orang dewasa (hipertensi, jantung koroner, dan DM), dan masa anak (penyakit alergi, beberapa jenis
hiperlipidemia). Jumlah gen yang terlibat seringkali tidak diketahui dan atau gen-gen minor yang
berdampak membahayakan merupakan akibat pengaruh kumulatif (meskipun secara individual tidak
membahayakan) atau gen-gen mayor dengan pengaruh yang lebih besar yang dilibatkan. Beberapa
faktor lingkungan telah diidentifikasi pada mnusia, namun studi keaadaan-keadaan yang disebabkan
oleh pewarisan multifaktorial dan pemicu lingkungannya pada binatang menekankan relevansinya.
Banyak data yang harus disediakan pada banyak orang yang terkena dan keluarganya sebelum
penyakit atau malformasi dapat dikaitkan dengan pewarisan multifaktorial.
Beberapa sifat pewarisan multifaktorial serupa dengan sifat pewarisan hukum mendel gen mutan
tunggal (misalnya, insiden gangguan yang terkait latar belakang ras menetap sesudah migrasi),
namun beberapa diantaranya berbeda. Dilema yang sangat sullit dapat terjadi dalam membedakan
etiologi multifaktorial dan penyakit gen dominan autosom dengan menurunkan penembusan
(merujuk pada fenomena pewarisan gen mutan namun tidak menunjukkan fenotip prnyakit pada
setiap keadaan). Meskipun mungkin amat sulit untuk mengaitkan apakah suatu penyakit memiliki
etiologi multifaktorial, kebanyakan sifat-sifat pewarisan multifaktorial sangat berbeda dan berkaitan.
Butir-butir perbedaan adalah sebagai berikut.
1. Ada kesamaan dalam angka kumat (khasnya 2%-10%) pada semua kerabat tingkat I (orang
tua, saudara kandung, dan keturunan dari anak yang terkena). Tidak lazim menemukan
kenaikan risiko yang nyata pada kerabat yang terkait lebih jauh dengan kasus indeks tingkat
2.
2. Risiko kumat terkait dengan insidens penyakit
3. Beberapa gangguan memiliki kecenderungan seks, seperti ditunjukkan oleh insidens seks
yang tidak sama. Bilamana ada perubahan rasio seks, risikonya lebih tinggi pada kerabat
kasus indeks dimana jenis kelamin kurang lazim. Misalnya, risiko pada anak laki-laki dari ibu
yang terkena stenosis pilorus infantil adalah 18% dibandingkan dengan 5% risiko anak laki-
laki dari bapak yang terkena, alasannya adalah bahwa ibu telah mewariskan kerentanan
genetik yang lebih tinggi kepada keturunannya.
4. Peluang bahwa kedua anak kembar identik akan terkena malformasi yang sama kurang dari
100%, namun jauh lebih besar daripada peluang pewarisan kedua anggota sepasang anak
kembar non-identik jika terkena. Frekuensi yang bersamaan pada kembar identik berkisar
antara 21% hingga 63%. Distribusi ini berbeda dengan pewarisan menurut hukum Mendel,
dimana anak kembar identik selalu sama-sama memiliki gangguan akibat gen mutan tunggal.
5. Risiko kumat meningkat bila banyak anggota keluarga yang terkena, dan keadaan ini
seringkali paling menjadi masalah untuk membedakan etiologi multifaktorial dengan etiologi
menurut hukum Mendel.
6. Risiko kumat dapat lebih besar bila gangguannya lebih parah.

PEWARISAN POLA ATIPIK
Kini mulai disadari bahwaa gangguan genetik kadang-kadang diwariskan tanpa mengikuti pola yang
biasa dianut seperti dominan, resesif, terkait-X atau multifaktorial. Pola pewarisan atipik ini kadag-
kadang melibatkan penyakit spesifik, dan pada keadaan lain sebenarnya dapat berlaku pada setiap
gangguan herediter. Contoh dari kategori terakhir ini di manifestasikan ketika mutasi sekali lagi
terjadi pada suatu tahap perkembangan individu sedemikian sehingga populasi gamet orang menjadi
suatu campuran alele normal dan mutan. Sel somatik individu juga dapat atau tidak dapat
membentuk mozaik mutan atau normal, namun pada umumnya, orang tidak dikenali menjadi
pengidap alele mutan, meskipun pada uji status pengidap. Misalnya jika ibu yang bukan pengidap
untuk penyakit terkait-X seperti hemofilia A namun ia melahirkan lebih dari satu anak laki-laki
terkena. Penjelasan untuk hal ini adalah bahwa ibu mengidap gamet mutan multipel disamping
gamet yang masih normal. Fenomena ini dikenal sebagai mozaik gonade dan kebanyakan dengan
mudah dikenali pada gangguan kromosom terkait-X dan dominan.
Penyakit tertenntu memperlihatkan suatu mode pewarisan atipik karena penyakit ini akibat dari
mutasi pada DNA mitokondria. Mitokondria mengandung kromosom melingkar kecil yang mengode
13 protein yang berfungsi pada rantai organella saluran perafasan. Muatasi genom mitokondria
dapat menimbulkan penyakit spesifik. Kelainan pada gangguan ini biasanya khas nampak pada satu
organ spesifik atau lebih: otak, mata, otot skelet. Karena mitokondria diwariskan sebenarnya hanya
dari ibunya, penyakit utama dapat diturunkan dari ibu ke anaknya tanpa memandang jenis kelamin
anaknya (berbeda dengan pewarisan resesif terkait-X). Karena mitokondria suatu individu
membetuk campuran genotip heterogen baik di dalam maupun di antara sel, komplemen
mitokondria yang diturunkan pada sel telur seringkali tidak mewakili populasi mitokondria total yag
berasal dari ibu. Dengan demikian, ada banyak keragaman gejala dalam keluarga, dan pewarisan
yang diamati mungkin lebih rumit dari pola maternal sederhana.