Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
Dari berbagai penyakit yang mengenai wanita, tumor ovarium dan intra-abdominal
adalah yang paling sulit didiagnosis dan diobati. Sejauh ini hanya sedikit kemajuan untuk
melacak prekursor ataupun stadium dini lesi-lesi ini. Kajian-kajian epidemiologik pun belum
mampu menetapkan kelompok risiko tinggi dimana penemuan kasus secara dini dapat segera
dilakukan. Dengan demikian kasus-kasus biasanya ditemukan secara "pasif" di rumah sakit-
rumah sakit, sedangkan penemuan kasus dini di masyarakat masih menemukan kesulitan.
varium merupakan tempat dimana lesi neoplastik dan non-neoplastik yang sering terjadi
dan kelainan yang paling penting adalah tumor. Selain tumor, ovarium tampaknya resisten
terhadap penyakit. !umor ovarium merupakan salah satu tumor yang sering ditemukan pada
wanita. "esi tersebut dapat muncul baik pada periode neonatal maupun pada periode post
menopause. #alau banyak dari lesi tersebut yang bisa ditangani dengan tindakan minimal, tetapi
beberapa dapat mengarah ke proses keganasan. Dan bila lesi tersebut membesar dan memberikan
keluhan nyeri diperlukan tindakan operatif untuk penanganannya.
!umor ovarium merupakan indikasi utama pada bedah ginekologi. !entunya sebagai
dokter, kita harus bisa mendiagnosa dan menentukan tindakan yang terbaik dalam
menanganinya. Dan tentunya bagaimana cara kita memberikan pengobatan untuk menangani
penyakit tersebut juga ditentukan dari ketepatan kita mendiagnosa penyakit tersebut.
$eberapa lesi non-neoplastik dapat terlihat mirip dengan neoplasma. Karena itu sangat
penting bagi para dokter untuk dapat mendiagnosa dengan tepat. Karena pengobatan dan terapi
yang diberikan tergantung kepada hasil diagnosis.
BAB III
TUMOR OVARIUM
3.1. Definisi
!umor ovarium adalah suatu massa yang tumbuh pada ovarium. !umor jinak ovarium,
yang juga dikenal sebagai %atypical proliferating tumors& adalah massa yang terdiri dari
kelompok tumor yang menunjukkan proliferasi epitel yang biasanya jinak dan non-invasive.
Diantara tumor-tumor ovarium ada yang bersifat neoplastik dan ada yang bersifat non-neoplastik
'(onga, )***+.
3.2. Epidemiologi
!umor jinak ovarium kira-kira ,-. dari jumlah seluruh kanker epitel ovarium. $iasanya
terjadi pada usia kurang dari /- tahun. 0enggunaan obat-obat penyubur meningkatkan risiko
terjadinya tumor ovarium '(onga, )***+.
3.3. Eiologi
1da beberapa teori yang menerangkan terjadinya tumor ovarium, diantaranya adalah
sebagai berikut 2 '(onga, )***+
!eori ovulasi
!erjadi invaginasi kapsul epitel pasca ovulasi ke dalam stroma ovarium. Dengan
rangsangan hormon pada stroma, sel-sel epitel berpotensi untuk menjadi kista-kista baru
yang nantinya akan menjadi tumor epitel ovarium '(onga, )***+.
!eori endokrin
3pitel pada kapsul ovarium berasal dari mullerian dan jaringan ini responsif terhadap
hormon dengan cara yang sama seperti epitel mullerian berespon saat muncul dalam
endometrium atau tuba falopii. (enurut teori endokrin, di lingkungan hormonal yang
tidak seimbang ini dapat menyebabkan neoplasia '(onga, )***+.
!eori substansial eksogen
!eori ini menduga bahwa iritan seperti bedak merupakan faktor pemicu tumor neoplastik
jinak dan ataupun ganas '(onga, )***+.
!eori transformasi
!idak semua tumor jinak dapat menjadi ganas, namun ada kemungkinana terjadi
degenerasi maligna pada tumor tersebut '(onga, )***+.
3.!. "l#sifi$#si T%mo& 'in#$ O(#&i%m
!umor varium 4on-4eoplastik
!umor akibat peradangan
!umor lain 2
Kista folikel
Kista ini merupakan tumor jinak ovarium paling umum dan yang paling sering
ditemukan secara tidak sengaja. Sebuah kista folikuler bisa bertahan sampai beberapa
siklus menstruasi dan diameternya bisa mencapai ,* cm '(onga, )***+.
Kista ini berasal dari folikel de graaf yang tidak berovulasi, namun tumbuh terus
menjadi kista folikel atau dari beberapa folikel primer yang tumbuh di bawah pengaruh
hormon estrogen dan tidak mengalami atresia. Kista ini bisa soliter maupun multiple.
Dinding dalam kista terdiri atas beberapa lapisan sel granulosa, karena adanya tekanan
dalam kista terjadilah atrofi pada lapisan ini. 5airan kista jernih dan mengandung
estrogen. leh karena itu terkadang dapat menyebabkan gangguan haid. Kista ini lama
kelamaan dapat mengecil dan hilang spontan. Kista ini membutuhkan pengananan jika
menimbulkan gejala atau jika belum hilang dalam waktu 6-,7 minggu '(onga, )***+.
Kista korpus luteum
0ada keadaan tertentu korpus luteum mempertahankan diri 'korpus luteum
persisten+. 5airan dalam kista berwarna merah coklat karena perdarahan sering terjadi
dalam kista. Dinding kista terdiri atas lapisan sel-sel theca. Kista jenis ini dapat
menimbulkan gangguan haid berupa amenore maupun metroragia. 0erdarahan yang
terus-menerus dapat menimbulkan ruptur kista dan menimbulkan nyeri perut yang
mendadak. 0engananan kista ini menunggu sampai kista hilang sendiri '(onga, )***+.
Kista !heca "utein
Kista ini biasanya bilateral dan biasanya akibat pengaruh hormon 859 yang
berlebihan. 0ada pemeriksaan mikroskopik terlihat luteinisasi sel-sel theca. Kista ini
biasanya dijumpai pada mola hidatidosa, koriokarsinoma, sehingga kista ini akan
mengecil pula dengan hilangnya mola atau koriokarsinoma '(onga, )***+.
Kista inklusi germinal
Kista ini terjadi karena invaginasi dan isolasi bagian-bagian kecil dari epitel
germinativum pada permukaan ovarium. Kista terletak di bawah permukaan ovarium,
dindingnya terdiri atas , lapisan epitel kubus atas thorak rendah dan isinya cairan jernih
dan serous '(onga, )***+.
Kista Stein-"eventhal
Kelainana ini terkenal dengan nama sindrom Stein-"eventhal yang terdiri dari
infertilitas, amenore dan hirsutisme tanpa maskulinisasi serta kedua ovarium membesar.
8al ini mungkin disebabkan gangguan keseimbangan hormonal, umumnya terdapat
gangguan ovulasi. 8iperplasia endometrium sering ditemukan pada keadaan ini,
terapinya adalah klomifen yang bertujuan menyebabkan ovulasi. 4amun wedge resection
perlu dipertimbangkan apabila terapi dengan klomifen tidak menyebabkan ovulasi
'(onga, )***+.
Kista endometrium
!umor varium 4eoplastik :inak
Kistik
Kistoma ovarii simpleks
Kista ini mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali
bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan di dalam kista jernih,
serous dan berwarna kuning. 0ada dinding kista tampak lapisan epitel kubus.
$erhubungan dengan adanya tangkai, dapat terjadi torsi dengan gejala-gejala mendadak.
Diduga bahwa kista ini suatu jenis kistadenoma serosum yang kehilangan epitel
kelenjarnya berhubung dengan tekanan cairan dalam kista '(onga, )***+.
Kistadenoma ovarii serosum
!umor ini berasal dari epitel permukaan ovarium 'germinal epithelium+, bentuk
epitel pada papil beraneka ragam tetapi sebagian besar epitelnya terdiri atas epitel bulu
getar, seperti epitel tuba. Ditemukan pada wanita berusia antara )*--* tahun, dan jarang
sekali pada masa prapubertas '(onga, )***+.
0ada umumnya tumor jenis ini tidak mencapai ukuran yang amat besar
dibandingkan dengan kistadenoma ovarii musinosum. 0ermukaan kista biasanya licin,
berbentuk multilokuler, warnanya putih keabu-abuan, potensi pertumbuhan papiler ke
dalam rongga kista. ;si kista cair, kuning, dan kadang-kadang coklat karena campuran
darah, tidak jarang kistanya sendiri kecil, tetapi permukaannya penuh dengan
pertumbuhan papiler '(onga, )***+.
0ada jaringan papiler dapat ditemukan pengendapan kalsium dalam stromanya
yang dinamakan psamoma. 1danya psamoma biasanya menunjukkan bahwa kista adalah
kistadenoma ovarii serosum papiliferum, tetapi tumor ini ganas. /*-/-. kistadenoma
ovarii serosum ini mengalami perubahan menjadi ganas '(onga, )***+.
Kistadenoma ovarii musinosum
(enurut (eyer, tumor ini berasal dari suatu !eratoma, dimana dalam
pertumbuhannya satu elemen mengalahkan elemen-elemen lainnya. !umor ini paling
sering terdapat pada wanita berusia antara )*--* tahun, dan jarang sekali pada masa
prapubertas. !umor ini la<imnya berbentuk multilokuler. !umor ini menerima darahnya
melalui suatu tangkai, kadang-kadang dapat terjadi torsi yang mengakibatkan gangguan
sirkulasi. 9angguan ini dapat menyebabkan perdarahan dalam kista dan perubahan
degenerative yang memudahkan timbulnya perlekatan kista dengan omentum, usus-usus
dan peritoneum parietale. Dinding kista agak tebal dengan berwarna putih keabu-abuan,
khususnya bila terjadi perdarahan atau perubahan degenerative dalam kista. 0ada
pembukaan terdapat cairan lendir yang khas, kental seperti gelatin, melekat dan berwarna
kuning sampai coklat tergantung dari pencampurannya dengan darah. Keganasan dapat
terjadi dalam kira-kira --,*. dari kistadenoma ovarii musinosum '(onga, )***+.
Kista endometrioid
Kista ini biasanya unilateral dengan permukaan licin, pada dinding dalam terdapat
suatu lapisan sel-sel yang menyerupai lapisan epitel endometrium. Kista ini tidak ada
hubungannya dengan endometriosis uteri '(onga, )***+.
Kista dermoid
Kista dermoid adalah suatu teratoma kistik yang jinak dimana struktur-struktut
ektodermal dengan diferensiasi sama seperti epitel kulit, rambut, gigi, dan produk
glandula sebasea berwarna putih kuning menyerupai lemak, nampak lebih menonjol
daripada elemen entoderm dan mesoderm. !umor ini berasal dari sel telur melalui proses
parthenogenesis '(onga, )***+.
!umor ini merupakan ,*. dari seluruh neoplasma ovarium yang kistik dan paling
sering ditemukan pada wanita yang masih muda. !umor ini dapat mencapai ukuran yang
sangat besar, sehingga beratnya mencapai beberapa kilogram. Dinding kista kelihatan
putih, keabu-abuan dan agak tipis. Konsistensi tumor sebagian kistik kenyal di bagian
lain padat. $ila dibelah nampak satu kista besar dengan ruangan kecil-kecil dalam
dindingnya. 0ada umumnya terdapat satu daerah pada dinding bagian dalam yang
menonjol dan padat. $ahan yang terdapat dalam rongga kista ialah produk dari kelenjar
sebasea berupa massa lembek seperti lemak, bercampur dengan rambut '(onga, )***+.
0ada kista dermoid dapat terjadi torsi tangkai dengan gejala nyeri mendadak di
perut bagian bawah. 0erubahan menjadi ganas kira-kira ,,-. dari semua kista dermoid
dan biasanya pada wanita lewat menopause '(onga, )***+.
Solid
=ibroma ovarii
!umor ini berasal dari elemen-elemen fibroblastic stroma ovarium atau dari
beberapa sel mesenkhim yang multipoten. 0otensi untuk menjadi ganas sangat rendah
yaitu kurang ,.. Sering ditemukan pada penderita dalam masa menopause dan
sesudahnya. !umor ini dapat mencapai diameter )-/* cm, beratnya dapat mencapai )* kg
dengan >*. unilateral. 0ermukaannya tidak rata, konsistensi keras, warnanya merah
jambu keabu-abuan. Konsistensinya ada yang benar-benar keras yang disebut fibroma
durum, dan ada yang cukup lunak disebut fibroma molle. $ila tumor dibelah,
permukaannya biasanya homogen, akan tetapi pada tumor yang agak besar, mungkin
terdapat bagian-bagian yang menjadi cair karena nekrosis. =ibroma ovarii yang besar
biasanya mempunyai tangkai, dan dapat terjadi torsi dengan gejala-gejala mendadak.
?ang penting ialah bahwa pada tumor ini sering ditemukan sindroma meigs '(onga,
)***+.
!umor $renner
!umor ini sangat jarang ditemukan, yaitu *,-. dari semua tumor ovarium.
$iasanya pada wanita yang dekat atau sesudah menopause '(onga, )***+. (enurut
(eyer, tumor ini berasal dari sisa-sisa sel-sel #althard yang belum mengadakan
diferensisasi, tetapi penelitian terakhir memberi petunjuk bahwa sarang-sarang tumor
$renner berasal dari epitel selomik duktus (ulleri '(oon #. :., Koh $. 8., Kim S. K., et
al., )***+.
$esarnya tumor beraneka ragam. "a<imnya tumor unilateral, yang pada
pembelahan berwarna kuning muda menyerupai fibroma, dengan kista-kista kecil
'multikistik+. (ikroskopiknya terdiri dari dua elemen, yaitu sarang-sarang yang terdiri
atas sel-sel epitel yang dikelilingi jaringan ikat yang luas dan padat. Sarang-sarang
tersebut dapat mengalami degenerasi sehingga terbentuk ruangan yang terisi sitoplasma.
!umor $renner ini menghasilkan estrogen, sehingga terapinya terdiri dari pengangkatan
ovarium '(oon #. :., Koh $. 8., Kim S. K., et al., )***+.
!umor sisa adrenal 'maskulinovo-blastoma+
!umor ini sangat jarang, biasanya unilateral dan besarnya bervariasi antara *,--,7
cm diameternya. !entang asalnya, ada ) teori, yang satu menyatakan bahwa tumor
berasal dari sel-sel mesenkim folikel primordial, dan yang lain mengatakan dari sel
adrenal ektopik dalam ovarium '(onga, )***+.
0ada pembelahan warna permukaan tumor kuning, dan pada pemeriksaan
histologik sel-sel disusun dalam stroma seperti <ona glomerulosa dan <ona fasikulata
pada glandula suprarenalis. !umor ini menyebabkan gejala maskulinisasi seperti
hirsutisme, pembesaran klitoris, atrofi mammae, dan perubahan suara '(onga, )***+.
!umor sel germinal '9erm cell tumours+
!umor ini berasal dari sel germinal dan derivatnya. :arang dijumpai, hanya
,--)*. dari seluruh tumor ovarium '(onga, )***+.
,+ Disgerminoma
0aling umum dari kelompok tumor sel germinal. (erupakan homolog dari
seminoma testis. (engenai wanita pada usia reproduksi dan sangat radiosensitive
dan dapat muncul selama masa kehamilan. 0ermukaan tumor rata, konsistensi
kenyal kecuali di bagian yang mengalami degenerasi. $erwarna sawo matang
sampai keabu-abuan. !idak menunjukkan gejala klinis yang berarti. $ila letaknya
unilateral dan kapsul masih baik, dapat ditangani hanya dengan @S '@nilateral
Salpingo vorectomy+ '(onga, )***+.
)+ !umor sinus endodermal
$erasal dari yolk sac atau saccus vitellinus. @mumnya ditemukan pada
wanita muda dan sangat ganas. 0rognosa kurang baik karena jarang yang dapat
bertahan hidup lebih dari 7-,6 bulan sejak diagnosis ditegakkan dan ditangani.
9ambaran mikroskopiknya terdapat reticulum dengan ruangan berbentuk kistik
'sinus endodermal+ di tengahnya. Sinus tersebut terdiri atas pembuluh darah di
tengahnya dikelilingi oleh sel-sel kuboid '(onga, )***+.
/+ !eratoma ovarii
Diduga berkembang dari jaringan embrional yang pluripoten. $entuk yang
benign merupakan tumor yang relatif banyak ditemukan pada wanita yang lebih
tua. Sedangkan teratoma yang maligna jarang ditemukan. !eratoma ovarii bisa
ditemukan dalam bentuk kistik maupun solid '(onga, )***+.
$entuk kistik ini disebut kista dermoid yang bersifat jinak. 0ada kista
dermoid struktur ektodermal seperti epitel kulit, rambut, gigi dan produk glandula
sebasea berwarna putih kuning menyerupai lemak !ampak lebih menonjol
daripada elemen endoderm dan mesoderm. !idak ada ciri yang khas pada kista
dermoid. Dinding kista terlihat putih keabu-abuan dan agak tipis. Konsistensi
kenyal namun di bagian lain terasa padat. !erapi dengan pengangkatan, biasanya
dengan seluruh ovarium '(onga, )***+.
!eratoma yang ganas biasanya ditemukan pada anak-anak dan penderita pada
masa pubertas. !umor ini tumbuh cepat dan prognosisnya buruk. 0ada
pemeriksaan klinik ditemukan tumor disamping uterus, kadang disertai
perdarahan dari uterus dan ascites. !umor sering bilateral, menyebar ke daerah di
sekitarnya hingga ke tempat di luar rongga panggul. !erapi dilakukan
pembedahan dengan kemoterapi sebelum dan sesudahnya 'A. :ames, S. Aonald,
?. $eth., )***+.
Karsinoma ovarium metastatic
varium merupakan alat reproduksi tubuh yang paling sering terkena
metastasis dibanding dengan alat kelamin yang lain. !umor primernya biasanya
berasal dari karsinoma alat tubuh pelvis lain melalui saluran limfe atau per
continuitatum, atau dari karsinoma dari saluran pencernaan bagian atas, yaitu
lambung, saluran empedu dan pancreas. !umor ini disebut tumor Krukenberg, yang
mempunyai gambaran mikroskopik khas berupa sel-sel yang menyerupai cincin
signet di tengah-tengah stroma 'A. :ames, S. Aonald, ?. $eth., )***+.
Karsinoma ini biasanya bilateral dan solid karena sifat keganasannya. Karena
itu ada baiknya untuk menyelidiki juga adanya kemungkinan tumor ganas primer di
tempat lain 'A. :ames, S. Aonald, ?. $eth., )***+.
3.). *e+#l# d#n T#nd# T%mo& O(#&i%m
$anyak tumor ovarium yang tidak menunjukkan gejala dan tanda, terutama tumor
ovarium yang kecil. Sebagian besar gejala dan tanda adalah akibat dari 2 '(onga, )***+
1kibat pertumbuhan
1danya tumor di dalam perut bagian bawah bisa menyebabkan pembenjolan perut.
!ekanan terhadap alat-alat di sekitarnya disebabkan oleh besarnya tumor atau posisinya
dalam perut. (isalnya gangguan miksi, obstipasi, edema pada tungkai, tidak nafsu
makan, rasa sesak, dan lain-lainnya '(onga, )***+.
1kibat aktivitas hormonal
0ada umumnya tumor ovarium tidak mengubah pola haid, kecuali tumor itu sendiri
mengeluarkan hormon. Dapat menyebabkan amenore dan hipermenore '(onga, )***+.
1kibat komplikasi
0erdarahan ke dalam kista biasanya terjadi sedikit-sedikit sehingga berangsur-angsur
menyebabkan pembesaran kista dan menimbulkan gejala yang minimal. 1kan tetapi bila
perdarahan banyak akan terjadi distensi dari kista dan menimbulkan nyeri perut
mendadak '(onga, )***+.
0utaran tangkai dapat terjadi pada tumor bertangkai dengan diameter - cm atau lebih,
akan tetapi belum terlalu besar sehingga terbatas gerakannya. Kondisi yang
mempermudah terjadinya torsi adalah kehamilan, karena pada kehamilan, uterus yang
membesar dapat mengubah letak tumor sehingga terjadi perubahan mendadak dalam
rongga perut '(onga, )***+.
;nfeksi pada tumor terjadi jika dekat tumor terdapat sumber kuman patogen seperti
appendicitis, divertikulitis atau salpingitis akuta '(onga, )***+.
Aobekan dinding kista dapat terjadi pada torsi tangkai dan trauma seperti jatuh, pukulan
pada perut, dan waktu persetubuhan. $ila kista mengandung cairan serous, maka rasa
nyeri akan segera mengurang. !etapi bila robekan kista disertai perdarahan yang timbul
secara akut, maka dapat terjadi perdarahan bebas yang menimbulkan rasa nyeri terus-
menerus disertai tanda-tanda akut abdomen '(onga, )***+.
3.,. Peme&i$s##n
Selama usia reproduktif, kebanyakan massa di ovarium adalah jinak. 0asien dengan
gejala yang akut biasanya memerlukan operasi. Sebaliknya pasien dengan gejala yang kronik
sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut '(onga, )***+.
o Aiwayat 9inekologik
(eliputi tanggal haid terakhir, siklus haid, kehamilan, kontrasepsi, riwayat obat-obatan dan
riwayat keluarga '(onga, )***+.
o 0emeriksaan =isik
0emeriksaan fisik harus ditujukan pada regio abdomen dan pelvis. 0emeriksaan fisik ini juga
diikuti dengan pemeriksaan 010 smear '(onga, )***+. 0emeriksaan rektovaginal sangat
diperlukan untuk menentukan karakteristik fisik dari massa tersebut. 0enentuan akan ukuran
tumor ovarium ini sangat penting dalam memutuskan apakah massa ini memerlukan tindakan
eksplorasi pembedahan atau tindakan observasi dan tindakan yang bersifat non-invasive 'A.
:ames, S. Aonald, ?. $eth., )***+.
$ila pasien dalam keadaan gawat, perhatikan apakah ada hipovolemik. Dapat juga
menyebabkan perbesaran K9$ dan efusi pleura, tetapi jarang dijumpai pada tumor jinak
ovarium '(onga, )***+.
o 0emeriksaan 1bdomen
0ada abdomen dapat ditemukan adanya cairan, caput medusa pada dinding abdomen, pada
palpasi dapat ditemukan adanya massa pada abdomen bawah. @ntuk mengetahui adanya akut
abdomen, dapat dengan cara mendengarkan bising usus, apabila negative kemungkinan
terjadi peritonitis. 0asien juga merasa perutnya tegang, tidak nyaman, adanya tekanan pada
perut bawah, gejala urinary dan gastrointestinal '(onga, )***+.
o 0emeriksaan $imanual
;ni merupakan pemeriksaan yang penting. Dengan cara palpasi massa antara vagina dan
abdomen, dinilai apakah massa mobile dan konsistensinya '(onga, )***+.
o @S9
@S9 dapat memperlihatkan adanya massa ovarium, walaupun tidak dapat membedakan
antara yang jinak dan ganas. (assa yang padat cenderung ganas, dibanding dengan massa
yang kistik. Selain itu dapat juga digunakan !ransvaginal @S9, (A; ataupun 5! Scan juga
dapat membantu '(onga, )***+.
o 1spirasi Kista varium dengan $antuan @S9
!idak direkomendasikan sebagai alat bantu diagnostik karena untuk tumor yang ganas, dapat
menyebar di sepanjang jalur jarum yang digunakan untuk aspirasi '1. :ohn, #. 8oward,
,>>>+.
o 0emeriksaan Darah dan Serum (arker
1danya massa di daerah pelvis disertai dengan peningkatan sel darah putih dapat disebabkan
oleh infeksi. Serum marker merupakan pemeriksaan yang rutin dikerjakan untuk tumor
ovarium. #anita dengan endometriosis juga menyebabkan peningkatan level 51 ,)-, tetapi
tidak setinggi adanya keganasan. Konsentrasi -h59 yang meningkat dapat disebabkan
adanya kehamilan ektopik, selain itu juga dapat disebabkan oleh tumor trophoblastik dan
germ cell tumor. "evel estradiol juga dapat meningkat pada pasien dengan kista folikular dan
seB cord stromal tumor. 0eningkatan androgen dapat terjadi pada Sertolli-"eydig tumor
'(onga, )***+.
0erbedaan massa jinak dan ganas 2 '(onga, )***+
'in#$ *#n#s
@nilateral $ilateral
Kistik Solid
(obile !erfiksasiCimmobile
8alus ;rregular
1scites '-+ 1scites 'D+
0ertumbuhan lambat 0ertumbuhan cepat
Sering pada usia muda Sering pada usia tua
3.-. Di#gnosis B#nding
4yeri 2
o K3!
o Spontaneous abortion
o Pelvic inflammatory disease
o 1ppendicitis
o Meckels diverticulum
o Diverticulitis
0embesaran abdomen 2
o Kehamilan
o =ibroid uterus
o Full Bladder
o Distended bowel
o Ovarian malignancy
o Colorectal carcinoma
3fek tekanan 2
o rinary tract infection
o Constipation
3fek hormonal
Semua hal yang menyebabkan gangguan menstruasi, pubertas prekoks, dan perdarahan
post menopausal '(onga, )***+.
3... Pen##l#$s#n##n
!ergantung pada berat ringannya penyakit, usia pasien, dan keinginan pasien untuk
memiliki anak '1. :ohn, #. 8oward, ,>>>+.
1simptomatik pasien
$ila pada pemeriksaan didapatkan tumor berdiameter 7 cm, 51 ,)- E /- m@Cml,
vaskularisasi normal pada sekitarnya, dapat dilakukan tindakan konservatif. 0ada kasus ini,
bila tumor tidak membesar dalam / bulan, dan tetap tidak membesar setelah 7 bulan, disertai
dengan kadar 51 ,)- E /- m@Cml biasanya akan mengalami resolusi dalam /-F tahun '1.
:ohn, #. 8oward, ,>>>+.
!umor jinak dengan diameter E ,* cm dapat dilakukan laparoskopik. Kriteria observasi
tumor ovarium yang asimptomatik 2 '1. :ohn, #. 8oward, ,>>>+
@nilateral tumor atau kista tanpa adanya massa padat
#anita premenopause dengan tumor berdiameter /-,* cm
#anita postmenopause dengan tumor berdiameter )-7 cm
51 ,)- dalam batas normal
!idak ada ascites atau perlengketan dalam omentum
Simptomatik pasien
#anita hamil
$ila pasien menunjukkan penyakit yang berat, perdarahan atau akut abdomen diperlukan
operasi segera. 0ada pasien dengan kista ovarium dan hamil, sering terjadi torsio atau
perdarahan. Kista dermoid dapat rupture dan mengakibatkan peritonitis. Kista ovarium
dapat didiagnosis sebelum kehamilan, sehingga dapat direncanakan persalinan secara
Sectio 5aesar '1. :ohn, #. 8oward, ,>>>+.
#anita pubertas
:arang ditemukan kista ovarium dan biasanya jinak. ?ang paling sering adalah teratoma
dan kista folikular. 9ejalanya meliputi nyeri abdomen, distensi abdomen, pubertas
prekoks. 0enatalaksanaan tergantung pada beratnya penyakit '1. :ohn, #. 8oward,
,>>>+.
!erapi
1spirasi kista dengan bantuan @S9
Keuntungan dari teknik ini adalah tidak perlu dilakukan operasi, dengan syarat kista yang
diaspirasi tidak membentuk cairan kembali. Setelah cairan diaspirasi perlu pemeriksaan
sitologi. !idak dianjurkan untuk tumor ganas. 5alon terbaik untuk aspirasi adalah wanita
muda dengan kista unilateral, unilokular, diameter E ,* cm. Dapat diterapkan pada pasien
yang memiliki risiko yang besar jika dilakukan operasi '1. :ohn, #. 8oward, ,>>>+.
"aparoskopi
;ndikasi laparoskopi 2 'www.ajronline.com+
o (assa abdomen yang meragukan
o @sia E /- tahun
o @S9 menunjukkan tidak ada massa padat
Simple ovarian cyst
Keuntungan laparoskopi yaitu nyeri post operatif sedikit, mempersingkat lamanya
perawatan, dapat cepat kembali beraktivitas, memperkecil kemungkinan terjadinya
perlengketan dibanding dengan laparotomi. Kerugiannya antara lain, eksisi yang tidak
lengkap dari dinding kista, dan kemungkinan adanya keganasan yang tidak diprediksi
dapat terjadi '1. :ohn, #. 8oward, ,>>>+.
"aparotomi
Kista dermoid sebaiknya dilakukan laparotomi, karena kemungkinan cairannya bocor dan
mengakibatkan komplikasi yang serius 'www.ajronline.com+. 0ada wanita E /- tahun,
tumor ovarium jarang menyerupai keganasan. "aparotomi penting untuk mengeksplorasi
seluruh abdomen dan melihat keadaan kedua ovarium. 0ada wanita E /- tahun, tumor
ovarium sering kelihatan tidak ganas, bahkan mungkin massa tersebut adalah tumor
ganas, yang tampak seperti germ tumor yang responsive terhadap kemoterapi. (aka
kistektomi atau oophorectomy merupakan terapi yang cocok dan aman untuk massa
ovarium pada kelompok usia ini '1. :ohn, #. 8oward, ,>>>+.
BAB IV
A/PE" RADIOLO*I/
Dalam banyak kasus, kondisi tumor yang sebenarnya jarang dapat ditegakkan hanya
dengan pemeriksaan klinik. Karena itu diperlukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan
laboratorium untuk memeriksa tumor marker atau pemeriksaan radiologis seperti @S9 '@ltra
Sonography+ atau 5!-scan. 0emakaian @S9 dan 5!-scan dapat memberi informasi yang
berharga mengenai ukuran tumor dan perluasannya sebelum dilakukan pembedahan. #alau
laparotomi eksploratif disertai biopsi potong beku 'fro!en section+ masih tetap merupakan
prosedur diagnostik yang paling berguna untuk mendapat gambaran yang sebenarnya mengenai
tumor ovarium dan perluasannya serta untuk menentukan strategi penanganan selanjutnya
'www.rsna.org+.

*#m0#& !. 1. O(#&i%m no&m#l p#d# p&emenop#%s#l 1/#lem2 133.4
!umor epitelial cenderung kistik dan padat di pemeriksaan morfologis secara makros,
dan jenis selnya tidak dapat dibedakan berdasarkan penampilannya di (A;, 5!, atau
ultrasonografi '@S9+ 'www.rsna.org+.
5ystadenoma serosa jinak, merupakan tumor yang bermanifestasi sebagai massa kistik
unilocular atau multilocular dengan atenuasi 5! homogen atau (A; intensitas sinyal locules,
dinding biasanya tipis atau berseptum dan tidak ada vegetasi endocystic atau eBocystic. Sebuah
tumor yang bermanifestasi sebagai massa kistik multilocular yang memiliki dinding tipis dan
berseptum atau yang mengandung cairan atenuasi yang berbeda atau intensitas sinyal tetapi tidak
memiliki vegetasi endocystic atau eBocystic dianggap sebagai cystadenoma mucinous jinak
'www.rsna.org+.
$adan 0sammoma 'kalsifikasi+ terlihat pada analisis histologis pada /*. dari tumor
ganas serosa. $ilateralitas dan carcinomatosis peritoneal terlihat lebih sering pada serosa
daripada di cystadenocarcinoma mucinous. 1denokarsinoma mucinous bisa pecah dan
berhubungan dengan pseudomyBoma peritonei 'www.rsna.org+.
Struktur papiler merupakan ciri khas dari beberapa neoplasma epitel ovarium. ;dentifikasi
proyeksi papiler pada studi imaging penting karena merupakan prediktor terbaik dari suatu
neoplasma epitel dan mungkin berkorelasi dengan agresivitas tumor. 0royeksi papiler biasanya
tidak ada pada cystadenoma jinak, jika ada pun, umumnya kecil. 0royeksi papiler yang
berlimpah pada tumor ganas epitel dengan potensi rendah dan sering terdapat pada karsinoma
invasif, tetapi penampilan makros tumor didominasi oleh komponen padat. 0ada 5! dan studi
(A; ditemukan proyeksi papiler pada ,/. neoplasma jinak, 7F. neoplasma berpotensi rendah
malignan, dan /6. neoplasma malignan 'www.rsna.org+.
T%mo& B&enne&
!umor $renner terdiri dari sel-sel transisi dengan stroma padat. !umor $renner mewakili
sekitar ). - /. dari tumor ovarium dan jarang ganas. !umor $renner biasanya kecil 'E ) cm+
dan ditemukan secara kebetulan, tapi pasien yang terkena mungkin merasa terdapat massa atau
sakit. !umor $renner berhubungan dengan tumor ovarium lain dalam /*. kasus '(oon #. :.,
Koh $. 8., Kim S. K., et al., )***+.
!umor $renner merupakan massa kistik multilocular dengan komponen padat atau massa
yang sebagian besar padat. 0ada 5!, terdapat komponen padat dari massa yang agak atau sedang
tinggi. 0ada pencitraan (A;, stroma fibrosa padat menunjukkan intensitas sinyal bawah sama
dengan yang fibroma. Kalsifikasi ekstensif amorf sering terdapat dalam komponen padat
'utwater 3.K., Siegelman 3.S., Kim $., 5hiowanich 0., $lasbalg A., Kilger 1., ,>>6+.
*#m0#& !.2. A5i#l T167eig8ed men%n+%$$#n *#m0#& !.3. /#gi#l T267eig8ed
s%#% m#ss# isoinense di o(#&i%m $i&i men%n+%$$#n m#ss# 8ipoinense
1O%7#e& E.".2 /iegelm#n E./.2 "im B.2 98io7#ni:8 P.2 Bl#s0#lg R.2 "ilge& A.2 133.4
*#m0#& !.!. 9on&#s6en8#n:ed 9T6/:#n men%n+%$$#n m#ss# p#d# deng#n $#lsifi$#si
diff%se di o(#&i%m $i&i 1O%7#e& E.".2 /iegelm#n E./.2 "im B.2 98io7#ni:8 P.2 Bl#s0#lg
R.2 "ilge& A.2 133.4
*e&m 9ell T%mo&
9erm 5ell !umor merupakan kelompok kedua yang paling umum dari neoplasma
ovarium, yang mewakili ,-. - )*. dari semua tumor ovarium. Kelompok ini termasuk tumor
teratoma mature, teratoma immature yaitu dysgerminoma, tumor sinus endodermal, karsinoma
embrional, dan koriokarsinoma. Dari semua sel tumor, hanya teratoma dewasa adalah jinak,
namun sejauh ini merupakan lesi yang paling umum di grup ini. !umor ganas sel germinal
umumnya besar dan spesifik dengan penampilan pencitraan kompleks namun didominasi padat.
0eningkatan kadar serum-fetoprotein G dan "uman c"orionic gonadotropin '859+ juga dapat
membantu menentukan diagnosis 'www.rsna.org+.
Te&#om# m#%&e
!eratoma mature merupakan tumor ovarium jinak yang paling umum pada wanita kurang
dari H- tahun. !eratoma ini terdiri dari jaringan mature dari dua atau lebih lapisan sel germinal
embrio. 0ada pemeriksaan patologis makroskopis, teratoma kistik dewasa adalah unilocular, dan
dalam 66. kasus, penuh dengan bahan sebaceous dan dibatasi oleh epitel skuamosa. =olikel
rambut, kelenjar kulit, otot, dan jaringan lain terletak dalam dinding. $iasanya ada tonjolan yang
mengangkat proyeksi ke rongga kista dikenal sebagai bintil Aokitansky. Sebagian besar rambut
biasanya muncul dari tonjolan ini. Ketika terdapat tulang atau gigi, mereka cenderung berada di
dalam bintil ini 'www.rsna.org+.
0ada setiap pencitraan, teratoma mature menunjukkan temuan spektrum yang luas, yang
dimulai dari kistik murni, massa dicampur dengan semua komponen dari tiga lapisan germinal
sel, massa noncystic yang terdiri dari dominasi lemak 'www.rsna.org+.
!emuan 1S di teratoma kistik mature bervariasi, dari lesi kistik dengan tuberkulum padat
3chogenic 'Aokitansky bintil+ yang memproyeksikan ke dalam lumen kista, massa 3chogenic
difus atau sebagian dengan bidang 3chogenic biasanya menunjukkan redaman suara karena
bahan sebaceous dan rambut dalam kista rongga, band 3chogenic disebabkan oleh rambut di
rongga kista. Steker dermoid ini 3chogenic, dengan membayangi karena jaringan adiposa atau
kalsifikasi dalam steker, atau rambut yang timbul. 0ada 5!, redaman lemak dalam kista, dengan
atau tanpa kalsifikasi di dinding, adalah diagnostik untuk teratoma kistik mature. 0ada pencitraan
(A, komponen sebaceous kista dermoid intensitas sinyal sangat tinggi mirip dengan lemak
retroperitoneal 'www.rsna.org+.
(ature cystic teratoma mungkin terkait dengan komplikasi dari torsi, pecah, atau
degenerasi ganas. !umor bisa pecah, menyebabkan kebocoran isi sebaceous cair ke peritoneum
dan menyebabkan peritonitis granulomatosa 'www.rsna.org+.
*#m0#& !.). M#ss# $isi$ deng#n e:8ogeni: m%&#l nod%le 1de&moid pl%g4 p#d# e&#om#
o(#&i%m $i&i 1/#lem2 113.4
Te&#om# imm#%&e
!eratoma immature mewakili kurang dari ,. dari semua teratoma dan berisi jaringan
immature dari ketiga lapisan sel germinal. !umor terdapat selama ) dekade pertama kehidupan.
!eratoma jinak mature harus dibedakan dari ganas, teratoma immature, yang memiliki komponen
padat menonjol dan mungkin menunjukkan nekrosis internal atau perdarahan. 0emeriksaan
radiologi menunjukkan massa, besar kompleks dengan komponen kistik dan padat serta
kalsifikasi tersebar, sebaliknya, pengapuran di teratoma mature terlokalisir untuk nodul mural.
=okus lemak kecil juga terlihat pada teratoma immature. !umor ini tumbuh dengan cepat dan
sering menunjukkan perforasi kapsul. Kapsul tumor tidak selalu didefinisikan dengan baik
'www.rsna.org+.
D;sge&minom#
Dysgerminoma dalam bentuknya yang murni tidak terkait dengan sekresi hormon
endokrin. 4amun, sel-sel raksasa sinsitiotrofoblas, yang menghasilkan 859, yang ada dalam -.
dari dysgerminoma dan dapat menyebabkan peningkatan kadar 859 serum. Kalsifikasi mungkin
ada dalam pola berbintik-bintik. !emuan karakteristik pencitraan yaitu multilobulated massa
padat dengan septa fibrovascular yang menonjol. ;ntensitas sinyal rendah, anechoic atau daerah
rendah atenuasi tumor merupakan nekrosis dan perdarahan 'www.rsna.org+.
Endode&m#l sin%s %mo&
!umor bermanifestasi sebagai massa, besar panggul kompleks yang membentang ke
perut dan berisi komponen padat dan kistik. Daerah kistik terdiri dari garis epitel kista yang
diproduksi oleh tumor atau hidup bersama teratoma mature. !umor ini tumbuh pesat dan
memiliki prognosis buruk. 0asien yang terkena memiliki kadar G-fetoprotein yang meningkat
'www.rsna.org+.
T%mo& sel g&#n%los#
!emuan pencitraan dalam tumor sel granulosa ovarium sangat bervariasi dan terdiri dari
massa padat, tumor dengan berbagai tingkat perubahan hemoragik atau fibrosis, lesi kistik
multilocular, tumor kistik sepenuhnya. ;ntratumoral perdarahan, infark, degenerasi berserat, dan
sel-sel tumor tidak teratur menghasilkan heterogen tumor padat. $erbeda dengan neoplasma
epitel, tumor sel granulosa tidak memiliki proyeksi papiler intracystic, kurang memiliki
kecenderungan untuk pembibitan peritoneal, dan terbatas pada ovarium pada saat diagnosis. 3fek
estrogenik pada rahim dapat bermanifestasi sebagai pembesaran rahim atau sebagai penebalan
endometrium atau perdarahan 'www.rsna.org+.
<i0&o8e:om#
=ibroma ovarium penting dari sudut pandang pencitraan karena muncul sebagai massa
padat, sehingga meniru neoplasma ganas. =ibroma ovarium berhubungan dengan asites atau
sindrom (eigs. 1S menunjukkan massa hypoechoic homogen dengan bayangan akustik
posterior. 4amun, spektrum yang luas dari fitur 1S terlihat dalam kebanyakan kasus munculnya
tumor spesifik. 5! menunjukkan tumor padat homogen dengan peningkatan yang tertunda.
Karena isi fibroma ovarium berlimpah kolagen, tumor ini memiliki intensitas sinyal yang rendah.
!emuan ini relatif diagnostik untuk fibroma. Kalsifikasi padat sering terlihat. 1rea yang tersebar
tinggi intensitas sinyal di massa menunjukkan edema atau degenerasi kistik 'www.rsna.org+.
(assa ovarium dengan komponen berserat termasuk fibroma, fibrothecoma,
cystadenofibroma, dan tumor $renner. Komponen berserat dari massa cenderung memiliki
intensitas sinyal yang sangat rendah. "eiomyoma pedunculated rahim dan leiomyoma luas-
ligamen sering muncul sebagai massa adneBal atau ovarium, biasanya dengan intensitas sinyal
yang sangat rendah pada gambar (A;. (assa ovarium kemungkinan besar disuplai makan
langsung oleh arteri ovarium atau oleh ovarium cabang dari arteri uterus yang terdapat di
sepanjang saluran tuba. 0engamatan kapal antarmuka antara uterus dan massa adneBal
tampaknya berguna dalam membedakan leiomyoma dari fibroma ovarium 'www.rsna.org+.
/:le&osing s&om# %mo&
!emuan imaging yaitu sebuah massa besar dengan komponen kistik hyperintense dan
komponen padat heterogen menengah untuk intensitas sinyal tinggi pada gambar (A;. 0ada
gambar kontras dinamis yang disempurnakan, tumor menunjukkan peningkatan perangkat awal
dengan perkembangan sentripetal. 0eningkatan mencolok awal mencerminkan daerah selular
dengan jaringan menonjol pembuluh darahnya, dan area dari perangkat tambahan
berkepanjangan di bagian dalam dari massa merupakan daerah hypocellular collagenous.
!emuan ini dapat berguna dalam membedakan tumor stroma sclerosing dari fibroma dengan
menunjukkan tidak adanya peningkatan kontras atau perangkat tambahan awal sedikit serta
akumulasi tertunda dari bahan kontras pada gambar kontras dinamis yang disempurnakan
'www.rsna.org+.
T%mo& o(#&i%m me#s#i$
Krukenberg tumor adalah tumor yang metastasis ke indung telur yang mengandung
musin yang mensekresi "cincin meterai" sel-sel dan biasanya berasal dari saluran pencernaan.
Diferensiasi antara karsinoma ovarium primer dan metastatik sangat penting sehubungan dengan
perawatan dan prognosis. 1da berbagai karsinoma metastasis ke indung telur yang dapat meniru
tumor ovarium primer. !emuan pencitraan dalam lesi metastasis yang spesifik, yang terdiri dari
komponen dominan padat atau campuran daerah kistik dan padat. 4amun, tumor Krukenberg
menunjukkan beberapa temuan khas, termasuk massa kompleks bilateral dengan komponen
padat hypointense 'reaksi stroma padat+ dan hyperintensity internal 'musin+ pada gambar (A;
'www.rsna.org+.
BAB V
"E/IMPULAN
!umor ovarium adalah suatu massa yang tumbuh pada ovarium. !umor ovarium ada yang
bersifat neoplastik dan ada yang bersifat non-neoplastik. "esi tersebut dapat muncul baik pada
periode neonatal maupun pada periode post menopause. !umor jinak ovarium kira-kira ,-. dari
jumlah seluruh kanker epitel ovarium. $iasanya terjadi pada usia kurang dari /- tahun. 1da
beberapa teori yang menerangkan terjadinya tumor ovarium yaitu teori ovulasi, teori endokrin,
teori substansial eksogen, dan teori transformasi. $anyak tumor ovarium yang tidak
menunjukkan gejala dan tanda, terutama tumor ovarium yang kecil. Sebagian besar gejala dan
tanda adalah akibat dari pertumbuhan, akibat aktivitas hormonal, dan akibat komplikasi yang
ditimbulkan.
Selama usia reproduktif, kebanyakan massa di ovarium adalah jinak. 0asien dengan
gejala yang akut biasanya memerlukan operasi. Sebaliknya pasien dengan gejala yang kronik
sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu bagaimana riwayat ginekologik, pemeriksaan
fisik, pemeriksaan abdomen, pemeriksaan bimanual, @S9, pemeriksaan darah dan serum marker.
Dalam banyak kasus, kondisi tumor yang sebenarnya jarang dapat ditegakkan hanya
dengan pemeriksaan klinik. Karena itu diperlukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan
laboratorium untuk memeriksa tumor marker atau pemeriksaan radiologis seperti @S9 '@ltra
Sonography+ atau 5!-Scan. 0emakaian @S9 dan 5!-Scan dapat memberikan informasi yang
berharga mengenai ukuran tumor dan perluasannya sebelum dilakukan pembedahan.
0enatalaksanaan tumor ovarium tergantung pada berat ringannya penyakit, usia pasien, dan
keinginan pasien untuk memiliki anak. $isa dengan berbagai cara yaitu aspirasi kista dengan
bantuan @S9, laparoskopi, dan laparotomi.
DA<TAR PU/TA"A
1. :ohn, #. 8oward. Surgery for benign gynecologic conditions. Dalam 2 !e "inde&s
perative 9ynecology, ,*
th
edition. 5alifornia 2 "ippincott #illiams I #ilkins
0ublishers. ,>>>.
(onga, 1sh. $enign tumors of the ovary. Dalam 2 9inecology $y !en !eachers, ed. ,6.
4ew ?ork 2 3dward 1rnold 0ublishers. )***.
(oon #. :., Koh $. 8., Kim S. K., et al. 2 $renner tumor of the ovary 2 5! and (A
findings. # Comput $ssist %omogr, )***, )H 2 F)-F7.
utwater 3.K., Siegelman 3.S., Kim $., 5hiowanich 0., $lasbalg A., Kilger 1. 2 varian
$renner !umors 2 (A imaging characteristics. Magn &eson 'maging, ,>>6, ,7 2 ,,HF J
,,-/.
A. :ames, S. Aonald, ?. $eth. 4eoplasm of the varian and =allopian !ube. Dalam 2
Danforth&s bstretics and 9ynecology, ed. >. 5alifornia 2 "ippincott #illiams I #ilkins
0ublishers. )***.
Salem. !he @terus and 1dneBa, in Aumack et al, Diagnostic @ltrasound. )
nd
edition.
(osby ?ear $ook. ,>>6.
http2CCwww.rsna.orgC5! and (A ;maging of varian !umors with 3mphasis on
Differential Diagnosis
http2CCwww.ajronline.comC 0reoperative Diagnosis of varian !umors with (A ;maging2
5omparison with !ransvaginal Sonography, 0ositron 3mission !omography, and
8istologic =indings