Anda di halaman 1dari 67

Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008

S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Suma
Disusun Oleh :
Nama : ANDREAS PINEM
NIM : 99 04 22 006
PENGATURAN KEEPATAN MOTOR D PENGUATAN
S!UNT DENGAN INTEGRA" SIK"US KONTRO"
# AP"IKASI PADA "A$ORATORIUM KON%ERSI ENERGI
"ISTRIK &T ' USU ( )
Tugas Akhir Ini Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menjadi Sarjana
Pada tera Utara
PROGRAM PENDIDIKAN SAR*ANA EKSTENSION
DEPARTEMEN TEKNIK E"EKTRO &AKU"TAS
TEKNIK
UNI%ERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
200+
nakan elektronika daya yang ber!ungsi sebagai pengganti ko
ersi!at mekanis Dalam pengaturan ke"epatan motor arus sear
tode yaitu dengan pengaturan tegangan jepit # $
t
% & !luksi # ' %
jangkar # (
a
%) Penggunan rangkaian elektronika dapat dila
kontrol phasa& integral siklus kontrol dan pengendalian de
engaturan ke"epatan motor arus searah Integral siklus kontr
uran tegangan terminal motor arus searah dengan menggunakan
g saling berla)anan untuk mengatur ke"epatan
ntuk itu tugas akhir ini akan menujukkan hasil penel
uran ke"epatan motor arus searah penguatan shunt dengan i
Penelitian ini dilakukan di *aboratorium +onversi Energi *i
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
Abstrak
A$STRAK
,
Motor merupakan alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanis
Pengoperasian motor arus searah sangat mudah pelaksanaannya sehingga masih
banyak industri yang menggunakannya )alaupun sangat sulit dalam
pemeliharaannya Pengaturan ke"epatan motor sangat diperlukan untuk berbagai
aplikasi Untuk kelan"aran proses di industri& biasanya motor diatur dengan
menggu m ponen yang
yang b ah terdiri dari
tiga me dan mengatur
tahanan ku kan dengan
metode ngan "hopper
untuk p ol
merupakan pengat
thyristor dua arah yan
U itian
tentang pengat
ntegral siklus kontrol
strik& Fakultas
Teknik Universitas Sumatera Utara
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
iii
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
PENGATURAN KEEPATAN MOTOR D PENGU
S!UNT DENGAN INTEGRA" SIK"US KONTR
AP"IKASI PADA "A$ORATORIUM KON%ERSI E
"ISTRIK &T ' USU ( )
Penulis menyadari bah)a tulisan ini tidak akan selesai tan
tuan dari semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada pe
na itu sudah sepantasnyalah penulis menyampaikan u"apan ter
ada ,
- .apak Ir Musta!rind *ubis& selaku Pembimbing Tugas A
*aboratorium +onversi Energi *istrik yang telah memberika
dan pengarahannya tanpa mengenal )aktu serta keadaan
/ .apak Ir 0asrul Abdi& MT selaku +etua Departemen Teknik E
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan 1ang Maha Esa yang
memberikan penulis terima sehingga Tugas Akhir ini selesai&guna melengkapi
dan memenuhi syarat untuk men"apai jenjang pendidikan Sarjana Teknik
Program Pendidikan Sarjana Ekstension Departemen Teknik Elektro Universitas
Sumatera Utara Adapun 2udul Tugas Akhir ,
ATAN
O"
# NERGI
pa adanya
ban nulis& oleh
kare ima kasih
kep
khir dan
n motivasi
lektro FT3
USU
4 .apak (ahmat Fau5i ST MT & selaku Sekretaris Departemen Teknik
Elektro FT3USU
6 Seluruh sta! pengajar di jurusan Teknik Elektro FT3USU yang telah
banyak memberikan Ilmu kepada penulis selama di bangku perkuliahan
i
ii
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
Ardiansyah& Andriuli& Farhan yang telah banyak membantu pen
menyelesaikan tugas akhir ini
7 (ekan3rekan mahasis)a ekstension dan reguler yang tid
disebutkan satu persatu telah banyak membantu penul
menyelesaikan tugas akhir ini
Akhirnya penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat berma
ulis pribadi dan juga semua pihak yang membutuhkan
Medan& 89 Mar
Penulis
: Seluruh sta! penga)ai yang tidak dapat disebutkan satu persatu di jurusan
Teknik Elektro FT3USU yang telah banyak membantu dalam administrasi
selama penulis di bangku perkuliahan
; Ayahanda dan Ibunda ter"inta& istri dan anakku tersayang dan serta
seluruh sanak keluarga yang telah memberikan saran dan motivasi selama
penulis mengikuti pendidikan di perguruan tinggi
9 Asisten < asisten *aboratorium +onversi Energi Elektrik seperti Fandi&
ulis dalam
ak dapat
is dalam
n!aat bagi
pen
et /887
iv
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
Tujuan Penulisan====================
.atasan Masalah====================
Metode Penulisan===================
Sistematika Penulisan================== $
II) MOTOR ARUS SEARA!)
Umum========================
+onstruksi Motor Arus Searah=============
Prinsip +erja Motor Arus Searah=============
II4- Torsi Induksi==================
II4/ >aya >erak *istrik # >>* % *a)an=========
II44 (eaksi 2angkar=================
II44- Mengatasi Masalah (eaksi 2angkar=========
DA&TAR ISI
KATA PENGANTAR=================== i
A$STRAK======================== iii
DA&TAR ISI======================= iv
$A$ I PENDA!U"UAN
I- *atar .elakang Penulisan================= -
I/ /
I4 /
I6 /
I: 4
$A
II- 6
II/ = :
II4 = -8
= -6
= -9
-7
//
II6 2enis < jenis Motor Arus Searah
II6- Motor Arus Searah Penguatan .ebas========= /:
II6/ Motor Arus Searah Penguatan Shunt========= /6
II64 Motor Arus Searah Penguatan Seri======== /9
II6/ Motor Arus Searah Penguatan +ompon======== /7
Pengaturan Tahanan 2angkar ===============
$ I% PENGATURAN KEEPATAN MOTOR SEARA!
DENGAN INTEGRA" SIK"US KONTRO")
- Pengaturan +e"epatan Motor Arus Searah Shunt Dengan Inte
+ontrol=======================
/ Peralatan Pengujian ==================
4 Spesi!ikasi Motor===================
6(angkaian Pengujian ==================
: Prosedur Pengujian==================
; Data ?asil Pengujian =================
v
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
$A$ III *ENIS ' *ENIS PENGATURAN KEEPATAN MOTOR D
III- Umum======================== /@
III/ Pengaturan Medan =================== /@
III4 Pengaturan Tegangan ================= 4-
III4- +ontrol Phasa=== ================== 44
III4/ Integral Siklus +ontrol================= 4;
III44 +ontrol Ahopper=================== 68
III6 69
$A S!UNT
I$ gral Siklus
6@
I$ 6@
I$ :-
I$ :-
I$ :/
I$ = :4
I$9 Analisa Data Pengujian ================= :6
$A$ % KESIMPU"AN================== ;8
DA&TAR PUSTAKA
Bab I
Pendahuluan
-
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
a yang dibutuhkan untuk pengaturan ke"epatan motor tidak terl
m pengontrolan dengan menggunakan rangkaian elektronika te
tu ,
+ontrol Phasa
Integral Siklus kontrol
+ontrol "hopper
tegral siklus kontrol digunakan untuk mengatur ke"epatan untuk
ah +B yang ke"il dimana thyristor dua arah sebagai sumber AA
earahkan dengan menggunakan jembatan
Atas dasar inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian
epatan motor arus searah penguatan shunt dengan integral siklus kon
$A$ I
PENDA!U"UAN
I)-) Umum
Motor merupakan alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanis
Motor arus searah terdiri dari penguatan bebas dan penguatan sendiri
Pengontrolan ke"epatan dengan mengunakan rangkaian elektronika banyak sekali
digunakan karena tidak membutuhkan alat yang banyak dan tempat sehingga
biay alu besar
Dala rbagi
tiga yai
-
/
4
In motor arus
sear yang lalu
dis
pengaturan
ke" trol
I)2) Tu.uan Penulisan)
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan tegangan dari integral
siklus kontrol dengan ke"epatan Penelitian ini nantinya agar dapat digunakan
untuk bahan pengembangan praktikum mesin3mesin listrik
6 ?armonisa dianggap tidak ada
Me/01e Penulisan
ode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai
tudi literatur& berupa studi kepustakaan dan kajian dari buku3
pendukung
tudi bimbingan& berkonsultasi dengan dosen pembimbing yang
peranan penting dalam penulisan laporan tugas akhir ini
tudi laboratorium& berupa pengujian kebenaran teoritis yang diper
studi literatur dengan "ara penerapan langsung pada per
*aboratorium
/
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
Bab I
Pendahuluan
I)2) $a/asan Masalah
Mengingat luas dan kompleksnya pembahasan yang akan dilakukan maka
untuk mengarahkan pembahasan perlu dilakukan pembatasan sebagai berikut ,
- ?ubungan tegangan dengan ke"epatan
/ Motor dianggap dalam keadaan mantap
4 (ugi3rugi yang diakibatkan oleh gesekan dan angin diabaikan sehingga
perlambatan yang terjadi dianggap hanya dari pengereman
I)4)
Met berikut ,
- S buku teks
/ S memegang
4 S oleh
pada
alatan di
6 Diskusi dengan Dosen dan rekan3rekan mahasis)a
I)3) Sis/ema/i4a Penulisan)
Untuk mengetahui gambaran mengenai tulisan ini& se"ara singkat dapat
diuraikan sebagai berikut ,
ab ini merupakan suatu tinjauan mengenai jenis3jenis pengontrolan
tor arus searah seperti kontrol phasa & integral siklus kontrol d
pper
IV Pengaturan Kecepatan Motor Arus Searah Shunt dengan Inte
Siklus Kontrol.
ab ini akan menujukan hasil3hasil studi laboratorium yang berkena
gaturan ke"epatan motor arus searah shunt dengan integral siklu
kaian per"obaan& prosedur pengujian& data hasil3hasil peng
ganalisaannya serta gra!ik
ab V kesimpulan.
al3hal yang dianggap penting dirangkumkan sebagai kesimpulan di
4
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
Bab I
Pendahuluan
Bab I Pendahuluan)
.ab ini menguraikan tentang latar belakang penulisan& tujuan penulisan&
pembatasan masalah& metode penulisan& serta sistematika penulisan
Bab II Motor Arus Searah
.ab ini menjelaskan tentang motor arus searah se"ara teoritis& jenis3jenis motor
arus searah
Bab III Jenis-jenis Pengontrolan Motor Arus Searah.
. ke"epatan
mo an kontrol
"ho
Bab gral
. an dengan
pen s kontrol&
rang ujian dan
pen
?
dalam penulisan tugas akhir ini
Bab II Motor Arus
Searah
at dibedakan atas ,
- Motor arus searah penguatan terpisah& bila arus penguat m
dan medan stator diperoleh dari luar motor
/ Motor arus searah penguatan sendiri& bila arus penguat mag
dari motor itu sendiri
Motor arus searah dapat diklasi!ikasi sebagai berikut ,
- Motor arus searah penguatan shunt
/ Motor arus searah penguatan seri
4 Motor arus searah kompon panjang
Motor arus searah kompon panjang kumulati!
Motor arus searah kompon panjang di!!erensial
6
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
$A$ II
II)-) Umum
#56+(
)
MOTOR ARUS SEARA!
Motor arus searah adalah suatu mesin yang ber!ungsi mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik& dimana energi gerak tersebut berupa putaran dari
motor
Ditinjau dari segi sumber arus penguat magnetnya& motor arus searah
dap
edan rotor
net berasal
6 Motor arus searah kompon pendek
Motor arus searah kompon pendek kumulati!
Motor arus searah kompon pendek di!erensial
>ambar /- +onstruksi Motor Arus Searah
Dari >ambar /- dapat dilihat konstruksi dari motor arus searah
rangan >ambar /- sebagai berikut ,
Badan motor rangka !.
(angka # !rame atau yoke % mesin arus searah seperti juga mesin3m
II)2) K0n/7u4si M0/07 A7us Sea7ah
#56+(
)
Se"ara umum motor arus searah memiliki konstruksi yang sama& terbagi
atas dua bagian yaitu bagian yang diam disebut stator dan bagian yang
bergerakCberputar disebut rotor Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada >ambar
/-
+et
".
esin listrik
lainnya se"ara umum memiliki dua !ungsi& yaitu ,
- Merupakan sarana pendukung mekanik untuk mesin se"ara keseluruhan
/ Untuk memba)a !luks magnetik yang dihasilkan oleh kutub3kutub mesin
Untuk mesin ke"il& dipertimbangan harga lebih dominan daripada beratnya&
biasanya rangkanya terbuat dari besi tuang # "ast iron %& tetapi untuk mesin3mesin
besar umumnya terbuat dari baja tuang # "ast steel % atau lembaran baja # rolled
steel % (angka ini pada bagian dalam dilaminasi untuk mengurangi rugi3rugi inti&
mbar // %
>ambar // +onstruksi kutub dan penempatannya
apun !ungsi dari sepatu kutub adalah ,
Menyebarkan !luks pada "elah udara dan juga karena merupakan bi
maka akan mengurangi reluktansi jalur magnet
selain itu rangka ini juga harus memiliki permeabilitas yang tinggi disamping kuat
se"ara mekanik
.iasanya pada motor terdapat papan nama # name plate % yang bertuliskan
spesi!ikasi umum atau data3data teknik dari mesin& juga terdapat kotak ujung yang
merupakan tempat3tempat ujung3ujung belitan penguat medan dan lilitan jangkar
#. Kutub
Medan penguat atau magnet medan terdiri atas inti kutub dan sepatu kutub
# >a
Ad
- dang lebar
/ Sebagai pendukung se"ara mekanik untuk kumparan penguat atau kumparan
medan
Inti kutub terbuat lembaran3lembaran besi tuang atau baja tuang Sepatu kutub
dilaminasi dan dibaut atau dikeling # rivet % ke rangka mesin Sebagaimana
diketahui bah)a !luks magnet yang terdapat pada motor arus searah dihasilkan
oleh kutub3kutub magnet buatan dengan prinsip elektromagnetik
paran3kumparan tempat terbentuknya ggl induksi Inti jangkar ya
bahan !erromanetik& dengan maksud agar komponen3kompone
kar % terletak dalam daerah yang induksi magnetnya besar& supaya g
at bertambah besar Seperti halnya inti kutub magnet maka jangkar
an3bahan berlapis3lapis tipis untuk mengurangi panas yang terbent
nya arus linier # >ambar /4 %
+umparan penguat atau kumparan kutub terbuat dari ka)at tembaga # berbentuk
bulat atau stripCpersegi % yang dililitkan sedemikian rupa dengan ukuran tertentu
+umparan penguat medan ber!ungsi untuk mengalirkan arus listrik untuk
terjadinya proses elektromagnetik
$. Inti jangkar.
Inti jangkar yang umum digunakan dalam motor arus searah adalah berbentuk
silinder yang diberi alur3alur pada permukaannya untuk tempat melilitkan
kum ng terbuat
dari n # lilitan
jang gl induksi
dap di buat dari
bah uk karena
ada
>ambar /4 Inti jangkar yang terlapis3lapis
.ahan yang digunakan untuk jangkar ini sejenis "ampuran baja silikon Pada
umumnya alur tidak hanya diisi satu kumparan yang tersusun se"ara berlapis
>ambar /6a +umparan gelombang
+umparan gelombang
%. Kumparan jangkar
+umparan jangkar pada motor arus searah ber!ungsi tempat terbentuknya ggl
induksi
kumparan jangkar terdiri dari ,
- +umparan gelung
/
>ambar /6b +umparan >elombang
asama yang disebut komutasi Agar menghasilkan penyearah yang ka
komutator yang digunakan hendaknya dalam jumlah yang besar setiap
belahan # segmen % komutator tidak lagi merupakan bentu in& tetapi
sudah berbentuk lempengan3lempengan # segmen ko dapat bahan
isolasi # >ambar /: %
>ambar /: +omutator
&. Kumparan medan
Fungsi kumparan medan ini adalah untuk membangkitkan !luksi yang
akan dipotong oleh konduktor jangkar
'. Komutator
Fungsi komutator untuk !asilitas penghubung arus dari konduktor jangkar &
sebagai penyearah mekanik& yang bersama3sama dengan sikat membuat sesuatu
kerj lebih baik&
ma Dalam hal
ini k separoh
"in" mutator %
ter
(. Sikat-sikat
Sikat3sikat ini # >ambar /; % ber!ungsi sebagai jembatan bagi aliran arus ke
kumparan jangkar Dimana permukaan sikat ditekan ke permukaan segmen
komutator untuk menyalurkan arus listrik .esarnya tekanan pegas dapat diatur
sesuai dengan keinginan
>ambar /; Sikat3sikat
Disamping itu sikat memegang peranan penting untuk
utasi +arbon yang ada diusahakan memiliki konduktivitas yang ti
gurangi rugi3rugi listrik Agar gesekan antara komutator3komutator
ak mengakibatkan ausnya komutator& maka sikat harus lebih luna
utator
P7insi8 Ke7.a M0/07 A7us Sea7ah
#-626366(
Sebuah konduktor yang dialiri arus mempunyai medan m
elilingnya Pada saat konduktor yang dialiri arus listrik ditempatkan
terjadinya
kom nggi untuk
men dan sikat
tid k daripada
kom
II)2)
agnet di
sek pada suatu
medan magnet& maka konduktor akan mengalami gaya mekanik& seperti
diperlihatkan pada >ambar /9
#a% #b% #c%
>ambar /9 Pengaruh penempatan konduktor berarus dalam medan magnet
ra menuju kutub selatan
Pada saat konduktor dengan arah arus menjauhi pemba"a dite
m medan magnet seragam& maka medan gabungannya akan se
njukkan pada >ambar /9" Daerah di atas konduktor& me
mbulkan konduktor adalah dari kiri ke kanan& atau pada arah y
gan medan utama Sementara di ba)ahnya& garis3garis magnet dari
hnya berla)anan dengan dengan medan utama ?asilnya adalah m
dan atau menambah kerapatan !luksi di atas konduktor dan melemah
mengurangi kerapatan !luksi di ba)ah konduktor
Dalam keadaan ini& !luksi di daerah di atas konduktor yang ker
ambah akan mengusahakan gaya ke ba)ah kepada kondukt
Pada >ambar /9a menggambarkan sebuah konduktor yang dialiri arus
listrik menghasilkan medan magnet disekelilingnya Arah medan magnet yang
dihasilkan oleh konduktor dapat diperoleh dengan menggunakan kaidah tangan
kanan
+uat medan tergantung pada besarnya arus yang mengalir pada konduktor
Sedangkan >ambar /9b menunjukkan sebuah medan magnet yang diakibatkan
oleh kutub3kutub magnet utara dan selatan Arah medan magnet adalah dari kutub
uta
mpatkan di
dala perti yang
ditu dan yang
diti ang sama
den konduktor
ara emperkuat
me kan medan
atau
apatannya
bert or&
untuk mengurangi kerapatannya ?al ini menyebabkan konduktor mengalami
gaya berupa dorongan ke arah ba)ah .egitu juga halnya bila arah arus
dalam konduktor dibalik +erapatan !luksi yang berada di ba)ah konduktor
akan bertambah sedangkan kerapatan !luksi di atas konduktor berkurang
Sehingga konduktor akan mendapatkan gaya tolak ke arah atas
>ambar /7 Prinsip perputaran motor d"
Pada saat kumparan medan dihubungkan dengan sumber
galir arus medan I
!
pada kumparan medan karena rangkaian tertutu
ghasilkan !luksi magnet yang arahnya dari kutub utara menuju kut
njutnya ketika kumparan jangkar dihubungkan ke sumber tegan
+onduktor yang mengalirkan arus dalam medan magnet "enderung
bergerak tegak lurus terhadap medan
Prinsip kerja sebuah motor arus searah dapat dijelaskan dengan gambar
berikut ini,
tegangan&
men p sehingga
men ub selatan
Sela gan& pada
kumparan jangkar mengalir arus jangkar I
a
Arus yang mengalir pada konduktor3
konduktor kumparan jangkar menimbulkan !luksi magnet yang melingkar Fluksi
jangkar ini memotong !luksi dari kedua kutub medan& sehingga menyebabkan
perubahan kerapatan !luksi dari medan utama ?al ini menyebabkan jangkar
mengalami gaya sehingga menimbulkan torsi
arnya gaya *orent5 #F% dapat ditulis,
F D . I *
ana ,
F D gaya *orent5 E 0e)ton F
I D arus E ampereF
* D panjang penghantar EmeterF
. D (apat !luksi E BeberCmG F
angkan Torsi yang dihasilkan motor dapat ditentukan dengan,
T D F r
>aya yang dihasilkan pada setiap konduktor dari sebuah jangkar&
merupakan akibat aksi gabungan medan utama dan medan di sekeliling
konduktor >aya yang dihasilkan berbanding lurus dengan besar !luksi medan
utama dan kuat medan di sekeliling konduktor Medan di sekeliling masing3
masing konduktor jangkar tergantung pada besarnya arus jangkar yang mengalir
pada konduktor tersebut Arah gaya ini dapat ditentukan dengan kaidah tangan
kiri
.es
#/-%
Dim
Sed
# // %
.ila torsi yang dihasilkan motor lebih besar daripada torsi beban maka
motor akan berputar .esarnya torsi beban dapat dituliskan dengan,
T D + I
a
# /4 %
+ 9
p 5
# /6 %
/ a
p D jumlah kutub
5 D jumlah konduktor
a D "abang paralel
)-) T07si In1u4si
#-6366656+(
)
Apabila kumparan jangkar diletakkan diantara kumparan m
na medan magnetnya homogen& dimana kumparan jangkar ini dialiri
bullah gaya # F % dapat diperlihatkan pada >ambar /@ >aya
nimbulkan torsi pada rotor Apabila torsi yang ditimbulkan lebih
beban maka rotor akan berputar
arnya torsi yang ditimbulkan adalah ,
T D F r sin E 03m F=================
ana ,
Dimana ,
T D torsi E 03m F
r D jari3jari rotor E m F
+ D konstanta #bergantung pada ukuran !isik motor%
D !luksi setiap kutub
I
a
D arus jangkar E A F
II)2
edan yang
ma arus maka
tim ini akan
me bes ar dari
torsi
.es
== #/:%
Dim
r D jari3jari belitan E m F
D Sudut terbentuk antara jari3jari belitan dan gaya dalam satuan derajat
+alau pada suatu saat kumparan jangkar berada pada kedudukan
hori5ontal # D @8
8
& torsi yang terjadi merupakan penjumlahan dari torsi masing3
masing segmen # >ambar /@ %
>ambar /@ Torsi Induksi
egmen ab
egmen ini& arah arus menuju ke arah kita dan memotong !luksi de
k lurus
ar gaya terjadi ,
F
ab
D . I * sin @8
o
A
Di s ngan
arah tega
.es
D . I * tegak lurus pada I dan .
Torsi yang timbul karena gaya ini adalah ,
T
ab
D F r sin
D . I * r sin @8
8
D . I * r # dengan arah berla)anan putaran jarum jam %
Di segmen ini& arah arus menjauhi kita dan memotong !luksi
a yang terjadi adalah ,
F
"d
D . I * sin @8
o

D . I * # tegak lurus pada arah I dan . %


i yang timbul karena gaya ini sama dengan ,
T
"d
D F r sin
D . I * r sin @8
o

D . I * r # dengan arah berla)anan putaran jarum jam %


egmen da
Di segmen ini& arah arus menuju ke arah kita dan memotong !lu
tegak lurus pada arah I dan .
. Segmen b"
Di segmen b"& arah arus sejajar dengan arah !luksi& sehingga gaya yang terjadi
adalah ,
F
b"
D . I * sin 8
o

D 8
2adi T
b"
D 8
A Segmen "d
& sehingga
gay
Tors
D
ksi dengan
arah
.esar gaya yang terjadi ,
F
da
D . I * sin 8
o
D 8
2adi T
da
D 8
Torsi keseluruhan sama dengan ,
T D T
ab
H T
b"
H T
"d
H T
da
sar I
a
& maka arus yang mengalir pada satu konduktor adalah ,
I D
I
a
=======================
a
torsi pada satu konduktor pada motor adalah ,
I
a
T
konduktor
D . I * r D . * r ==============
a
ksi per kutub pada motor adalah ,
B#/p rL% /p rLB f
P
D . A
p
D BLr =======
P P /p
ana ,
A
p
D luas penampang per kutub
P D jumlah kutub
T D . I * r H 8 H . I * r H 8
D / . I * r
(umus ini berlaku untuk kumparan lilitan tunggal dimana jumlah konduktor /
buah
Untuk torsi yang dibangkitkan oleh satu konduktor adalah ,
T
kond
D . I * r=====================# /; %
2ika ada a per"abang arus # "abang paralel % pada motor dan total arus jangkar
sebe
==# /9 %
Dan
=# /7 %
Flu
=# /@ %
Dim
Sehingga ,
T
konduktor
D
f P I
a
===================# /-8 %
/p a
Total torsi yang dibangkitkan oleh motor bila jumlah I konduktor adalah ,
T
ind
D
ZP
/p a
f I
a
E 03m F=================# / -- %
ksi utama Sesuai dengan hukum Faraday& akibat gerakan kondukto
u medan magnetik maka pada konduktor tersebut akan timbul > g
diinduksikan pada konduktor tersebut dimana arahnya berla)an
ngan yang diberikan pada motor +arena arahnya mela)an& maka h
but >>* la)an
arnya tegangan yang diinduksikan tersebut sesuai dengan persamaan
P Z
E
b
D n f E $olt F=================
a ;8
samaan tegangan se"ara umum dapat ditulis sebagai berikut ,
E
b
D K n f E $olt F==================
ana ,
P Z
Sehingga ,
T
ind
D + I
a
E 0 < m F=================# /-/ %
Dimana ,
+ D
Z P
======================# /-4 %
/p a
II)2)2) Ga:a Ge7a4 "is/7i4 # GG" ( "a;an
#56+(
)
+etika jangkar motor berputar konduktornya juga berputar dan memotong
!lu r di dalam
suat >* induksi
yan an dengan
tega al
tersebut dise
.es berikut ,
=# /-6 %
Per
=# /-: %
Dim
K
D konstanta D
a ;8
=================# /-; %
II)2)2 Rea4si *an<4a7
#-6263656+(
Pengaruh ggm jangkar pada distribusi !luksi medan utama di "elah udara
disebut reaksi jangkar >gm jangkar akan menghasilkan dua pengaruh yang tidak
diinginkan pada !luksi medan utama yaitu ,
searah dua kutub tanpa beban yaitu tanpa arus jangkar .ila
ah dibebani& maka arus akan mengalir di dalam kumparan jangka
hat dalam >ambar /-8#a% oleh dot pada kutub S #selatan% dan
b U #utara% Arus jangkar ini membentuk !luksi jangkar seperti terl
#b% 2ika mesin arus searah dari >ambar /-8 bekerja sebagai m
kar haruslah berputar berla)anan arah dengan jarum jam& karena ku
ri medan utama yang harus menarik kutub S& U yang dihasilkan ole
+ ! a , i s
- a r i s . e t r a l m
e d a n
t a n p a / e /
a n
*
A
*
( a )
U S
0
+ ! a , i s
" o t a s i
P e r m u k a a n
A g e n e r a t o r
k u t u /
* *
*
*
U
*
S
- (eduksi jala3jala pada !luksi medan utama masing3masing kutub
/ Distorsi gelombang !luksi medan utama masing3masing kutub
sepanjang "elah udara
(eduksi dalam !luksi utama untuk masing3masing kutub mengurangi
tegangan utama dan torsi yang dihasilkan& dimana distorsi !luksi medan utama
mempengaruhi batasan keberhasilan komutasi dalam mesin arus searah
>ambar /-8 memperlihatkan jalur !luksi untuk kutub utama dari mesin
arus mesin arus
sear r Arus ini
terli "r oss pada
kutu ihat
dalam
/-8 otor& maka
jang tub U dan
S da h jangkar
( b )
* d ! a , i s
*
*
*
A r a h " o t a s i
g e n e r a t o r
0
+ ! a , i s
A
- a r i s n e t r a l
M e d a n / e r / e / a n
( c )
A r a h
" o t a s i M o t o r
*
q
*
*
*
*
*
U
*
S
*
*
0
>ambar /-8 Ilustrasi daerah distribusi dari #a% !luksi kutub medan
#b%Fluksi jangkar #"% (esultan dari kedua !luksi
q q q
>ambar /-- adalah gambar yang dikembangkan dari >ambar /-8#b% dan
pengujian dari gambar yang menunjukkan bah)a di bagian tengah inti jangkar
dan di dalam kutub yang berhadapan& jalur !luksi yang dibangkitkan oleh arus
jangkar tegak lurus dengan jalur !luksi utama Dengan kata lain& jalur dari !luksi
jangkar ini menyilang jalur !luksi medan utama
>ambar /-- #a% Medan utama& #b% Medan 2angkar& dan #"% (esultan distribusi
!luksi
#d% Distribusi !luksi oleh arus jangkar
guatan dan pelemahan dari !luksi medan utama adalah sama
ltan per kutub masih tetap tidak berubah dari nilai tanpa bebann
ual& kejenuhan magnetik akan terjadi& dan akibatnya& e!ek kekuata l
dibandingkan dengan e!ek kelemahan dan !luksi resultan berk
tanpa beban Ini disebut e!ek demagnetisasi dari reaksi jangkar
Masalah kedua akibat adanya reaksi jangkar adalah pelemah
anyakan mesin listrik bekerja pada kerapatan !luksi yang dekat d
uhnya Pengaruh kejenuhan magnetik pada reduksi !luksi medan ut
elaskan dengan bantuan >ambar /-/ Pada sisi lain dari sumb
ltan adalah #F
k
3F
j
% dimana F
k
D ggm medan utama dan F
j
D gg
tuk F
j
positi! digunakan pada sisi kanan dari sumbu d dan negati! pa
Dengan demikian& pengaruh gaya gerak magnet #ggm% jangkar pada medan utama
adalah merupakan magnetisasi silang yang disebut !luksi silang +etika arus
mengalir ke dalam jangkar dan kumparan medan& maka distribusi !luksi resultan
diperoleh dari menggabungkan dua !luksi >ambar /-- #a% dan #b% Ini akan
diilustrasikan dalam >ambar /-- #"% Akan terlihat bah)a !luksi reaksi jangkar
memperkuat !luksi medan utama di satu bagian dan melemahkan !luksi medan
dibagian lain pada kutub utama 2ika tidak ada kejenuhan magnetik& maka jumlah
pen dan !luksi
resu ya Se"ara
akt n ini lebih
ke"i urang dari
nilai
an !luksi
+eb en gan titik
jen ama dapat
dij u d& ggm
resu m jangkar
Un da sisi kiri
sumbu d dalam >ambar /-/ Untuk HF
k
& ggm resultan adalah F
k
H F
j
+arena
pada lokasi di permukaan kutub dimana gaya gerak magnet #ggm% rotor
menambahkan permukaan kutub dan ggm rotor mengurangi ggm kutub& terdapat
penurunan rata3rata kerapatan !luks yang lebih besar , JK
n
L JK
t
& sehingga
penjumlahan rata3rata kerapatan !luks yang terjadi adalah kerapatan !luks kutub
yang semakin berkurang
>ambar /-/ +urva pemagnetan ketika terjadi reaksi jangkar
Akibat pelemahan !luks ini pada motor arus searah e!ek yang di
jadi lebih serius& dimana pelemahan !luks akan menyebabkan m
ah khususnya motor arus searah paralel akan demikian "epatnya
kendali
2)-) Men<a/asi Masalah Rea4si *an<4a7
#56+(
)
Ada 4 "ara untuk mengatasi permasalahan yang timbul aki
kar& yaitu ,
timbulkan
men otor arus
sear hi ngga tak
ter
II)2)
bat reaksi
jang
". Pergeseran sikat brush shi)ting !.
Ide dasarnya adalah memindahkan sikat seirama dengan perpindahan
bidang netral untuk menghindari per"ikan bunga api yang mungkin timbul
0amun dalam penerapannya hal ini "ukup sulit karena jarak perpindahan bidang
netralnya sangat ditentukan oleh besarnya beban yang dipikul oleh mesin
sehingga sikat harus juga diubah setiap saat& seirama dengan perubahan jarak
mbar /-4 Pelemahan ggm akibat pergeseran bidang netral mela)an
utub bantu interpole !.
Ide dasar dari solusi masalah ini jika nilai tegangan pada ka g
sedang melakukan proses komutasiCpenyearahan dibuat nol& maka
dapat per"ikan bunga api pada sikat3sikat mesin tersebut Untuk
b utama +utub bantu # interpoles % ini dihubungkan seri terhadap
kar dapat diperlihatkan pada >ambar /-6
+etika beban yang dipikul mesin meningkat dan arus ja
perpindahan bidang netral Selain itu pergeseran sikat ini akan memperburuk
melemahnya !luksi akibat reaksi jangkar mesin dapat diperlihatkan pada
>ambar /-4
>a arah putar
#.
)at3ka)at
yan tidak akan
ter i tu& kutub3
kutu
kumparan jang
ngkar pun
meningkat& besarnya perubahanCpergeseran bidang netral meningkat pula ?al
tersebut akan menyebabkan timbulnya tegangan pada konduktor3konduktor yang
sedang melakukan komutasi Pada saat itu juga !luks kutub bantu juga meningkat&
menghasilkan tegangan pada konduktor3konduktor tersebut dan berla)anan
dengan tegangan yang timbul akibat pergeseran bidang netral
ambar /-6 +umparan mesin arus searah yang dilengkapi dengan kut
elitan kompensasi compensating *indings !.
Untuk kerja motor yang berat masalah pelemahan !luksi menj
ting Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan
itan kompensasi .elitan kompensasi ini dihubungkan seri terhadp
kar& kumparan jangkar ini bertujuan untuk mengurangi penyimpa
bul akibat reaksi jangkar Fluksi yang ditimbulkan oleh reak
mbangi oleh !luksi belitan kompensasi yang besarnya sama dan b
ka beban berubah& maka reaksi jangkar yang berubah akan selalu
!luksi belitan kompensasi sehingga bidang netralnya tidak bergese
nunjukkan konsep dasar e!ek belitan kompensasi Pada >am
nunjukkan !luksi yang ditimbulkan >ambar /-:b menunjuk
I
A
1
w
S 2
3
4
I
A
> ub bantu
$. B
adi sangat
pen menambah
bel kumparan
jang ng an yang
tim si jangkar
dii erla)anan
+eti
diimbangi oleh
r >ambar me
bar /-:a me
kan !luksi jangkar dan !luksi kompensasi>ambar /-:" menunjukkan !luksi total
dari motor yang mana hanya !luksi utama

S
5 / 6
w
0idang netral tidak digeser dalam
keadaan /er/e/an

S
5 c 6
>ambar /-: E!ek belitan kompensasi pada motor arus searah
*enis=.enis M0/07 A7us Sea7ah
#-63656+(
- M0/07 A7us Sea7ah Pen<ua/an $e>as
w

S
5 a 6
w

II)4)
II)4)
- (angkaian ekivalen motor arus searah penguatan bebas
>ambar /-; (angkaian ekivalen motor arus searah penguatan bebas
a
I
!
D arus medan penguatan bebas E Mhm F
$
!
D tegangan terminal medan penguatan bebas E $olt F
(
!
D tahanan medan penguatan bebas E Mhm F
E
a
D gaya gerak listrik motor arus searah E $olt F
2 M0/07 A7us Sea7ah Pen<ua/an Shun/
angkaian ekivalen motor arus searah penguatan shunt
+
I
7
I
a
I
sh
+
2
t
"
sh
"
a
8
a
-
-
/ Persamaan umum motor arus searah penguatan bebas
$
t
D E
a
H I
a
(
a
====================#/-9%
$
!
D I
!
(
!
======================#/-7%
dimana ,
$
t
D tegangan terminal jangkar motor arus searah E $olt F
I
a
D arus jangkar E AmpF
( D tahanan jangkar E Mhm F
II)4)
- (
>ambar /-9 (angkaian ekivalen motor arus searah penguatan shunt
Persamaan umum motor arus searah penguatan shunt
$
t
D E
a
H I
a
(
a
====================#/-@%
$
sh
D $
t
D I
sh
(
sh
=================#//8%
I
*
D I
a
H I
sh
=====================#//-%
angkaian ekivalen motor arus searah penguatan seri
>ambar /-7 (angkaian ekivalen motor arus searah penguatan s
ersamaan umum motor arus searah seri
$
t
D E
a
H I
a
#(
a
H (
s
%================
I D #
$
t
3 E
a
% ===================
a
(
a
H (
s
I
a
D I
*
======================
dimana ,
I
sh
D arus kumparan medan shunt E Mhm F
$
sh
D tegangan terminal medan motor arus searah E $olt F
(
sh
D tahanan medan shunt E Mhm F
I
*
D arus beban E Amp F
II)4)2 M0/07 A7us Sea7ah Pen<ua/an Se7i
- (
eri
/ P
=#///%
=#//4%
==#//6%
dimana ,
I
s
D arus kumparan medan seri E Amp F
(
s
D tahanan medan seri E Mhm F
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
mbar /-@#a% (angkaian ekivalen motor arus searah kompon panjang
#b% (angkaian ekivalen motor arus searah kompon panjang
$
t
D E
a
H I
a
#(
s
H (
a
%===============
$
t
D I
sh
(
sh
====================
I
*
D I
sh
H I
a
====================
"
s
"
s
+ +
I
7
I
sh
I
a
I
7
I
sh
I
a
+
2
t
"
sh
"
a
8
a
2
t
"
sh
"
a
8
-
- -
5a6 5/6
mbar //8 #a% (angkaian ekivalen motor arus searah kompon pen
#b% (angkaian ekivalen motor arus searah kompon pende
II)4)4 M0/07 A7us Sea7ah Pen<ua/an K0m80n
I
7
+
"
s
I
sh
I
a
+
I
7
+
"
s
I
sh
I
a
+
2
t
"
sh
"
a
8
a
-
2
t
"
sh
"
a
8
a
-
-
-
(a) 5/6
>a la)an
.antu
=#//:%
=#//;%
=#//9%
+
a
-
>a dek la)an
k .antu
$
t
D E
a
H I
*
(
sh
H I
a
(
a
================#//7%
$
t
D I
sh
(
sh
=====================#//@%
I
*
D I
a
H I
sh
=====================# /48 %
/7
Bab III Jenis-jenis Pengaturan
Kecepatan Motor DC
/@
erbagai kombinasi kontrol ke"epatan melalui penyesuaian tegan
etode pengendalian motor DA sebagai berikut ,
engaturan medan
engaturan tegangan
engaturan tahanan jangkar
n<a/u7an Me1an
#262(
)
gaturan ini dapat dilakukan dengan mengaturan arus medan
ahkan dan menaikkan melalui pengaturan tahanan variabel yang
gan kumparan medan seperti pada >ambar 4-
+
I
7
I
sh
I
a
"
(ar
$A$ III
*ENIS=*ENIS PENGATURAN KEEPATAN MOTOR D
III)-) Umum
#262(
)
Motor DA pada saat sekarang ini diberi sumber AA yang lalu disearahkan
dengan dioda dan bila dibandingkan langsung dengan sumber DA yang didalam
aplikasinya banyak juga yang mengantikan dioda dengan thyristor yang digunakan
dalam b gan ke
motor
Dasar
-
/
4
III)2) Pe
Pen shunt dengan
melem dihubungkan
seri den
+
n
2
t
"
a
8
a
"
sh
-
-
>ambar 4- Pengaturan medan pada motor DA penguatan shunt
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
"
sh
I
sh
mana ,
n D Putaran ke"epatan motor E rpm F
$
t
D Tegangan terminal E $olt F
I
a
D Arus jangkar E Ampere F
" D +onstanta
sh
D Fluks medan shunt E Bb F
I
sh
D Arus shunt E Ampere F
dasarkan Persamaan //8 ,
D $
t
D I
sh
(
sh
Bab III Jenis-jenis Pengaturan
Kecepatan Motor DC
48
.erdasarkan Persamaan /-@ dan //8 didapatkan ,
$
t
D E
a
H I
a
(
a
E
a
D $
t
3 I
a
(
a
E
a
D " n
sh
# 4- %
Sehingga didapatkan berdasarkan subsitusi Persamaan //8 dan 4- ,
n D
$
t
I
a
(
a
# 4/ %
sh
di
.er
$
sh
sehingga ,
$
I
sh
D
t
# 44 %
(
sh
(
$ariabel
Dimana ,
I
sh
D Arus medan shunt E Ampere F
(
sh
D Tahanan shunt E Mhm F
>ambar 4/ Pengaturan tegangan pada motor DA penguatan s
dasarkan Persamaan /-@& //8 dan 4- serta didapatkan ,
D E
a
H I
a
(
a
D $
t
3 I
a
(
a
D " n
sh
$
t
I
a
(
a
(
variabel
D Tahanan variabel E Mhm F
$
t
D Tegangan terminal E $olt F
III) 2) Pen<a/u7an Te<an<an
#262(
))
Pengaturan ini dilakukan dengan mengatur tegangan yang disu plai ke
motor seperti >ambar 4/
hunt
.er
$
t
E
a
E
a
n D
"
sh
dimana ,
n D Putaran ke"epatan motor E rpm F
$
t
D Tegangan terminal E $olt F
I
a
D Arus jangkar E Ampere F
" D +onstanta
rkan pengaturan tegangan mengunakan thyristor terbagi atas 4 b
ntrol phasa.
sumber AA dipotong gelombang negati!nya sehingga yang
dalah gelombang positi!nya dan pengontrolan ini dapat dig
aya motor
gral siklus kontrol
memotong gelombang AA sehingga merubah nilai tegan gan A
A +ontroler& yang dihubungkan dengan jembatan diodaMet
aat untuk ukuran motor mempunyai daya yang ke"il
ntrol chopper.
sh
D Fluks medan shunt E Bb F
I
sh
D Arus shunt E Ampere F
Motor DA pada saat sekarang ini diberi sumber AA yang lalu disearahkan
dengan dioda dan bila dibandingkan langsung dengan sumber DA yang didalam
aplikasinya banyak juga yang mengantikan dioda dengan thyristor yang digunakan
dalam berbagai kombinasi kontrol ke"epatan melalui penyesuaian tegangan ke motor
.erdasa agian
sebagai berikut ,
a. Ko
Dimana terhubung ke
motor a unakan untuk
semua
b. Inte
Dengan A atau disebut
juga A o de ini hanya
berman!
c. Ko
Dengan mengendalikan tegangan rms masukkan ke motor melalui metode
pensaklaran Metode ini digunakan untuk pada saat start a)al motor
t
-
t
-
III)2)-) K0n/70l Phasa
#262(
)
Thyristor dapat digunakan untuk mendapatkan satu keluaran besaran searah
yang dapat diubah3ubah dari suatu suplai bolak3balik
+ontrol !asa adalah penyalaan thyristor pada sudut penyalaan tertentu pada setiap
setengah periodanya # 8
8
< -78
8
%& yang menyebabkan gelombang tegangan output
terpotong3potong dari 8N sampai -88 N seperti terlihat pada >ambar 44
>ambar 44 .entuk gelombang yang terpotong3potong pada output& yang bergantung
pada besar sudut penyalaan
Sudut penyalaan
-
lebih besar dari sudut penyalaan
/
sehingga 44a lebih ke"il dari
daya 44b disebut sudut konduksi artinya besar sudut sepanjang thyristor OonP
@8
8
Sehingga banyak yang memakai kontrol !asa hori5ont
aman serta menghasilkan pengaturan sudut dari 8
8
sampai
SC"
"
9
0e/an
2"
2
out
D
"
2
-
/
a +ontrol !asa vertikal adalah "ara mentrigger thyristor dengan
meman!aatkan si!at thyristor di mana tegangan break3overnya dapat
diperendah dengan memperbesar arus triggernya seperti >ambar 4 6
I
gt-
lebih ke"il dari I
gt/
yang menyebabkan $
br-
lebih besar daripada
$
br/
sehingga
-
Q
/
dan daya I L daya II Dalam prakteknya "ara
vertikal ini kurang praktis juga sudut penyalaan hanya bisa diatur
dari 8
8
sampai al yang lebih
-78
8

>ambar 46 Pengaruh besar I


>T
# trigger % terhadap pemotongan gelombang tegangan
input # "ara kontrol !asa vertikal %
2
in
0e/an 2
out
"A.-KAIA.
3"I--8"
I
-3
2
s
2
m
p /
p
w t
2
m
/p
w t
a
p
g
b +otrol !asa hori5ontal meman!aatkan si!at thyristor di mana pada
sembarang )aktu yang memenuhi syarat3syarat OonPnya& pemberian arus
trigger seketika akan menyebabkan thyristor konduksi #OonP% seperti
>ambar 4:
3"IAC
2
in
I
-3
Pulsa -ate M3
2
9
g
2
a
w t
Pulsa -ate
p a
M3
9
w t
>ambar 4: Aara kontrol !asa hori5ontal yang mengatur besar sudut penyalaan
ol oleh beberapa sudut tunda dari thyristor T
-
dan thyristor T
/
m
tegangan masukan setengah siklus negati! Pulsa3pulsa yang di
T
/
terpisah -78
8
.entuk gelombang untuk tegangan masu
& dan sinyal gerbang untuk T
-
dan T
/
ditunjukan pada >ambar 4
3
9 I
9
M3
2
M3
9
I
2
-
3
2
a6* 8ki(alen 3"IAC
%asa
M3
2 M3
9
2
.ah)a I
gt-
D I
gt/
DI
gt4
& besar sudut dapat diatur dengan rangkaian elektronik 2ika
-
L
/
L
4
& maka daya I Q daya II Q daya III +eunggulan "ara ini adalah besar sudut
dapat diatur dari 8
8
< -78
8
yang menghasilkan pengaturan daya output dari 8
8
< -88
8

III)2) 2) In/e<7al Si4lus K0n/70l


#262(
)
Selama tegangan masukkan setengah siklus positi!& daya yang mengalir
dikontr engalami daya
selama hasilkan pada
T
-
dan kan& tegangan
keluaran ;"
input
-
Pengontrol -ate
2
out
0e/an
.etral
/ 6* "angkaian pada /e/an "
g
9
Pulsa -ate M3
2
g
2
a
w t
Pulsa -ate M3
9
p a
w t
c6* -elom/ang
>ambar 4; Pengontrol gelombang penuh satu !asa
ika V
s
/ V
s
sin wt adalah tegangan masukan dan sudut tun
sama a
-
a
/
a & tegangan keluaran rms ditentukan melalui
-
p /
/
/
V
8
/V
S
sin wt d #wt %
/p
a
-
6V
/ p /
S
2
s
2
m
p
/p
w t
2
m
/p
w t
a
p
2 da thyristor T
-
dan T
/
,
V
8
#-
6p
a
"os /wt %d #wt %
-
V
8
V
S
p a
p
sin /a
/
-
/
================#46%
Dengan variasi sudut dari 8 sampai & $
8
dapat divariasikan dari $
S
sampai 8
>ambar 49 Tegangan +eluaran pada Pengontrolan Integral Si
rkan bentuk gelombang pengeluaran rangkaian integral siklus k
gambarkan pada >ambar 49 Tegangan keluaran pada dasarny
tengah 2ika saklar S ditutup dan dibuka pada siklus n dan m 0
Metode integral bisa disebut juga dengan Obust !iringP Diagram rangkaian
dapat ditunjukkan pada >ambar 49
klus +ontrol
.erdasa ontrol seperti
yang di a merupakan
siklus se ilai
tegangan
keluaran rms seperti Persamaan sebagai berikut ,
$
o
D
n
n m
8
/
/$ sin t d
-
/
t # 4: %
n
$
o
D $
n m
$ k # 4; %
# a %
2
C
C
9
C
2
w
# b %
>ambar 47 Integral siklus kontrol
a% (angkaian kontrol b% Siklus operasi
uplai dis)it"h pada siklus A
-
dan dibuat o!! dengan integral s
siklus s)it"h onCo!! adalah A D A
-
H A
/
seperti >ambar 47b
rulang Pensaklaran diakibatkan oleh thyristor seperti >ambar
Tegangan keluaran dari integral siklus kontrol disuplai ke motor DA
penguatan shunt seperti >ambar 47
S iklus A
/
.ila satukan dan
siklus ini terus be
47a Inilah yang mengakibatkan "epat atau lambatnya motor dengan
menggunakan thyristor untuk menurunkan tegangan rms sumber
Tegangan rata3rata interval penuh dari pengsaklaran sebagai berikut ,
V
/ /
V
d
p
ph #C
-
C C
/
%
A
/
D siklus / O MFF P
n D putaran #rpm%
K0n/70l h088e7)
ada banyak aplikasi industri& diperlukan untuk mengubah su
menjadi sumber tegangan d" yang bersi!at variabel DA "h op
angsung dari d" ke d" dan biasanya hal ini biasa disebut konve
dapat disebut sebagai d"& sama dengan tra!o a" dengan mensu
riabel se"ara terus menerus Seperti tra!o& "hopper dapat dig
kan dan menurunkan sumber tegangan d"
hopper se"ara luas digunakan untuk mengkontrol perputaran
V I
n
d a a
========================
#4:%
cf
dimana ,
$
d
D tegangan rata3rataCtegangan terminal E $olt F
$
ph
D tegangan satu phasa E $olt F
A
-
D siklus - O M0 P
III)2)2)
P mber
tegangan d" tetap per
mengubah se"ara l
rter d" ke d" Ahopper
plai tegangan yang va
unakan untuk menaik
A motor
traksi pada automobil elektrik& mobil trolley& kapal pengangkut& truk !orkli!t dan
lain 3lain Ahopper menghasilkan putaran yang baik& e!isiensi yang tinggi dan
respons dinamik yang "epat Selain itu dapat pula digunakan untuk pengereman
regenerati! pada motor3motor d" untuk mengembalikan energi pada sumber& dan
hal ini menghasilkan adanya penghematan energi untuk transportasi dengan adanya
pemberhentian yang sering dilakukan Ahopper digunakan pada regulator tegangan
d" dan juga digunakan&
! selama )aktu t
/
& tegangan melalui beban adalah nol .ent
gangan keluaran dan arus beban juga menunjukkan pada >amba
2
:
Chopper
4
S; 4
2
s
2
o
"
!
!
a% (angkaian
2
o
2
s
t
9
t
2
0
t
3
i
2
s
)"
t
9
t
2
pada penghubung dengan induktor& untuk membangkitkan sumber arus d"& terutama
untuk pembalik arus
DA Ahopper mempunyai / prinsip kerja antara lain ,
a. Prinsip Ker!a Step"#own
Prinsip kerja step do)n dapat dijelaskan melalui >ambar +etika saklar
SB ditutup selama )aktu t
-
& tegangan masukan $
s
mun"ul melalui beban .ila saklar
tetap o! uk
gelombang untuk te r
4 @
0
t
k3
b% .entuk >elombang
>ambar 4@ Ahopper step3do)n dengan beban resisti!
k$
- /
-
/
$
o
D V
8
dt k V
s
==============
$
8
mengasumsikan bah)a tidak ada rugi 3rugi pada "hopper
maka hopper sama dengan daya yang diberikan dengan&
-
k$
-
k$
%
/
V
/
P % i dt
8
dt k
s
===========
i
$
8
$
8 8
nsi masukan e!ekti! yang dilihat dari sumber adalah R

V
s
V
s

================
i
I
a
kV
s
C k
"le k dapat divariasikan dari 8 sampai - dengan bervariasi menu
gangan keluran $
8
dapat divariasikan dari 8 sampai $
s
denga
Tegangan keluaran rata3rata diberikan oleh ,
$
o
D
-
t-
$
8
V
o
dt
t
-
V
$
s
ft
-
V
s
kV
s
==============#4;%
dan arus beban rata3rata& I
a
D $
a
C ( D k $
s
C(& dengan T adalah periode "hopping& k D
t
-
CT adalah duty "y"le "hopper& dan ! adalah !rekuensi "hopping 0ilai rms tegangan
keluaran ditentukan dari ,
===#49%
Dengan daya masukan
pada "
===#47%
(esista
===#4@%
Duty "y rut t
-
& T dan !
Maka te n mengatur k&
dan aliran daya dapat diatur melalui ,
- &perasi pada frekuensi konstan
Frekuensi "hopping ! # atau periode "hopping T % dijaga tetap dan )aktu on t
-
divariasikan *ebar pulsa bervariasi dan kontrol jenis ini dikenal dengan nama
kontrol pulse"widht"'odulation # PBM %
p +erja Step3Up
hopper dapat digunakan untuk menaikkan tegangan d" Susuna
step3up ditunjukkan pada >ambar .ila saklar SB ditutup sel
duktor menjadi naik dan energi akan disimpan pada induktor
selama )aktu t
/
& energi yang tersimpan pada induktor akan di
elalui diode D
-
dan arus induktor menjadi jatuh Dengan asum
engalir adalah tetap&bentuk gelombang untuk induktor ditu
4-8
ila "hopper di3on3kan & tegangan yang melalui induktor adalahR
% L
di
=====================
L
dt
C
7 9
2
2
(. &perasi pada frekuensi )ang %ariabel
Frekuensi "hopping ! bervariasi Pada )aktu on t
-
atau pada )aktu o!! t
/
dijaga tetap Ini disebut 'odulasi frekuensi Frekuensi divariasikan untuk batasan
yang lebar untuk mendapatkan batasan tegangan keluaran yang penuh +ontrol
jenis ini membangkitkan harmonisa pada !rekuensi yang tidak bisa ditentukan
sehingga akan sangat sulit untuk meran"ang !ilter
b Prinsi
A n kerja
untuk operasi ama
)aktu t
-
& arus in *
.ila saklar dibuka
pindahkan ke beban m
si bah)a arus yang m
njukkan pada
>ambar
==#4-8%
7
i I D
4
4
4
2
S
Chopper
7 7
!
!
0e/an
o
!
a% Susunan Step3Up
<
=
>
?
@
2
9 k
0,2 0,? 0,= 0,8 9,0
"% Tegangan +eluaran
>ambar 4-8 Susunan +erja Untuk Mperasi Step3Up
emberikan arus ripple pun"ak ke pun"ak pada induktor&
V
s
I t
-
=====================
L
n keluaran instantaneous adalah
9
t
2
t t
i
I
I
2
I
2
I
I
9
t
9
0
t
b% .entuk >elombang arus
V
o
V
S
dan ini
===#4--%
Teganga
%
V L
I
V -
t
-
V
-
=============#4-/%
o s S
/ /
s
- k
.ila sebuah kapasitor A
*
dihubungkan dengan beban seperti terlihat pada
garis putus3putus pada >ambar Tegangan keluaran akan tetap dan v
o
akan menjadi
nilai rata3rata $
a
.ila kita perhatikan dari Persamaan # 4-/ % bah)a tegangan yang
melalui beban dapat dinaikkan dengan memvariasikan dut) c)cle
*
k dan tegangan
ode operasi ditunjukkan pada >ambar4--" Arus induktor
n sebagai berikut
V L
di
-
======================
s
dt
7
i I D
7 9
4
4
4
2
S
2
7
Chopper
2
o
!
!
!
a% Diagram (angkaian
7
4
2
S
!
Mode 9
keluaran minimum adalah $
s
bila k D 8 0amun demikian& "hopper tidak dapat on
terus3menerus sehingga kD- Untuk nilai k yang "enderung menuju satu& tegangan
keluaran menjadi sangat besar dan sangat sensiti! untuk mengubah nilai k& seperti
terlihat pada >ambar 4--
Prinsip ini dapat diaplikasikan untuk memindahkan energi dari satu sumber
tegangan ke lainnya seperti terlihat pada >ambar 4 --b (angkaian ekivalen
untuk mode3m untuk
mode I
diberika
==#4-4%
7
I
2
4
2
S
!
Mode 9
b% (angkaian ekivalen
yatakan sebagai
V
S
-
#t% t I
-
===================
L
i
-
adalah arus mulauntuk mode - Selama mode -& arus harus m
yang penting adalah&
ntuk V
S
8
ntuk mode / diberikan sebagai berikut&
V L
di
/
+ ===================
S
dt
yelesaiannya adalah R
V
S
+
/
#t% t I
/
=================
I
I
i
I
2
2
I
9
9
t
9
t
2
t
k3
3
"% .entuk gelombang arus
>ambar 4-- Susunan gelombang arus
dan din
i ===#4-6%
Dimana eningkat dan
kondisi
di
-
8
dt
Arus u
===#4-:%
dan pen
i ===#4-;%
L
dengan I
/
adalah arus mula untuk mode / Untuk sistem yang stabil& arus harus turun
dan kondisi yang memenuhi adalahR
n E agar trans!er daya dari sumber yang tetap # atau variabel % k
sa dilakukan Pada pengereman elektris motor3motor d"& dengan
sebagai genarator d"& tegangan terminalnya akan jatuh bila ke"
ng Ahopper dapat memindahkan daya ke sumber d" tetap atau r
ila "hopper di3on3kan& energi akan dipindahkan dari sumber
bila "hopper di3o!!3kan sejumlah energi yang tersimpan pada
hkan ke baterai E
en<a/u7an Tahanan *an<4a7
#262(
))
gaturan ini dapat dilakukan dengan mengaturan tahanan jan
ubungkan seri dengan tahanan variabel seperti >ambar 4--
d i
/
dt
8 dan V
s
+
.ila kondisi ini tidak memenuhi&arus induktor akan tetap naik dan akan terjadi tidak
stabil Maka& kondisi untuk pemindahan daya yang terkontrol adalah ,
8 V
S
+ ========================#4-9%
Persamaan #4-:% menyatakan bah)a sumber tegangan $
s
& harus lebih ke"il dari
teganga e tegangan
d" tetap bi motor3
motor bekerja epatan
mesin berkura heostat
. $
s
ke
induktor * Dan
induktor akan dipinda
III) 4) P
Pen gkar dengan
mengh
>ambar 4-/ Pengaturan tahanan jangkar pada motor DA penguatan shunt
n D Putaran ke"epatan motor E rpm F
$
t
D Tegangan terminal E $olt F
I
a
D Arus jangkar E Ampere F
" D +onstanta
sh
D Fluks medan shunt E Bb F
etode ini jarang digunakan karena menyebabkan rugi 3rugi "u
empengaruhi e!isiensi motor
.erdasarkan Persamaan 4/ didapatkan ,
n D
$
t
I
a
(
a
"
sh
n D
$
t
I
a
(
a
(
var
# 4-7 %
"
sh
dimana ,
M kup besar
dan sangat m
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
disebut juga AA +ontroler& yang dihubungkan dengan jemba
ode ini hanya berman!aat untuk ukuran motor mempunyai daya y
ode integral bisa disebut juga dengan Obust !iringP
) Pe7ala/an Pen<u.ian)
Per"obaan yang akan dilaksanakan menggunakan komponen dan
ra lain ,
-) K0m80nen Ele4/70ni4a)
.erupa komponen elektronika untuk digunakan dalam pen
digunakan komponen3komponen sebagai berikut ,
(
-
D -k C 8&/: Batt (
/
D //88 C8&/
(
4
D 6988 C8&/: Batt (
6
D -88 C8&/:
$A$ I%
PENGATURAN KEEPATAN MOTOR SEARA! S!UNT DENGAN
INTEGRA" SIK"US KONTRO")
I%)-) Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 A7us Sea7ah Shun/ Den<an In/e<7al
Si4lus K0n/70l)
Dengan memotong gelombang AA sehingga merubah nilai tegangan AA
atau tan dioda
Met ang ke"il
Met
I%)2
peralatan
anta
elitian ini
: Batt
Batt
(
:
D -k C8&/: Batt (
;
D -88 C8&/: Batt
(
9
D 698 C : Batt A
-
D //8nFC -88 $olt
A
/
D //8nFC /88 $olt Dioda Iener D // $C -&: Batt
Potensio monoD :8k Tria" D .T-4@ # -;AC :88 $%
U2T D /0/;6;
Dioda 2embatan # +.PA 4:86 % D -; Ampere
6@
Bab IV Pengaturan Kecepatan Motor Searah Shunt Dengan
Integral Siklus Kontrol
:8
- Unit $oltmeter AA 83:88 $olt
- Unit Ampermeter AA 83-8 Ampere
>ambar 6-Ma"hines Aontrolled Panel # MAP % -7/
2) Os?ill0s?08e 2 hannell)
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
2) Ma?hines 0n/70lle1 Panel MP -+2)
Terdiri dari alat ukur dan "atu daya sebagai berikut # >ambar 6- % ,
/ unit Po)er Supply AACDA
- Unit $ariable resistor 83/88
- Unit $oltmeter DA 83/:8 $olt
/ Unit Ampermeter DA 83-8 A dan 83: Ampere
1aitu bagian alat peraga bentuk gelombang tegangan sumber dan tegangan
beban
4) P0;e7 Su8lai 2 Phasa)
Terdiri dari "atu daya AA 4 phasa dan "atu daya DA
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
an Shunt C .ebas # 2 < + % D 8&/79 +
kar # >A < ?. % D 8&4-
) Ran<4aian Pen<u.ian)
)-) Ran<4aian Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D Pen<ua/
Tan8a In/e<7al Si4lus K0n/70l)
Bab IV Pengaturan Kecepatan Motor Searah Shunt Dengan
Integral Siklus Kontrol
:-
I%)2) S8esi@i4asi M0/07)
Motor yang digunakan pada pengujian ini adalah ,
0ame Plate Mesin I C ;-3 88-
P D / kB D /&; ?P n D -:88 rpm
+elas Isolasi . p D /4 Slot
$
eksitasi dan armature
D //8 $ Error //8 $& 8&;6 A
?asil Pengukuran ,
Med
2ang
I%)4
I%)4 an Shun/
>ambar 6/ (angkaian Integral Ay"le Aontrol ke Motor DA Shunt tanpa beban
"
>
Suplai 2
Suplai 9
"
@ "
"
<
?
DC
2 DA
B3
3riac 2
AC
C
2 "
2
C
9
"
=
mbar 64 (angkaian Integral Ay"le Aontrol ke Motor DA Shunt tan
) P70se1u7 Pen<u.ian)
)-) Pen<a/u7an Ke?e8a/n M0/07 D Pen<ua/an Shun/ Tan8
Si4lus K0n/70l)
Setelah semua peralatan selesai dirangkai sesuai dengan >a
ukan prosedur sebagai berikut ,
- Po)er suplai pada MAP -7/ di Mnkan& geser s)it"h - ke AA
/ Set po)er suplai AA ke tegangan yang diinginkan sehingga
//8$olt& /88$olt& -78$olt& -;8$olt dan -68$olt serta ar
I
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
Bab IV Pengaturan Kecepatan Motor Searah Shunt Dengan
Integral Siklus Kontrol
:/
I%)4)2)Ran<4aian Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D Pen<ua/an Shun/
Den<an In/e<7al Si4lus K0n/70l)
D
9
D
@
I
7
A A
A
a
I
sh
2
"
sh
8
a
"
a
D
2
D
?
A
"
9
Pot
>a pa beban
I%)3
I%)3 a In/e<7al
mbar 6/&
lak

men"apai
us medan
shunt # I
sh
D 8&6Ampere% tetap konstan
4 *alu "atat putaran #n rpm%&arus jangkar # I
a
Ampere%
I%)3)2) Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D Pen<ua/an Shun/ Den<an In/e<7al
Si4lus K0n/70l)
Setelah semua peralatan selesai dirangkai sesuai dengan >ambar 64&
lakukan prosedur sebagai berikut ,
# I
sh
D 8&6Ampere% tetap konstan
: *alu "atat putaran #n rpm%&arus jangkar # I
a
Ampere%
) Da/a !asil Pen<u.ian
)-)Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D Pen<ua/an Shun/ Tan8
Si4lus K0n/70l
I
sh
D 8&6 A
%/ # %0l/ ( n # 78m ( I
"
# A (
8 8 8
-68 -888 8&99
-;8 --/: 8&7/
- Po)er suplai pada MAP -7/ di Mnkan& geser s)it"h - ke DA dan
S)it"h / ke AA
/ Set po)er suplai - ke -8 $olt DA untuk >ate
4 Atur sensisitivitas Ahannel S osiloskop : voltCdiv dan time : msCdiv
6 Set po)er suplai / ke tegangan yang diinginkan& atur sudut penyalaan
dan set ulang tegangan keluaran sehingga men"apai //8$olt& /88$olt&
-78$olt& -;8$olt dan -68$olt serta arus medan shunt
I%)6
I%)6 a In/e<7al
-78 -/:8 8&74
/88 -688 8&7:
//8 -:88 8&7@
-7/ -;8 --/: 8&
-@7 -78 -/:8 8&
/-- /88 -688 8&
/4- //8 -:88 8&
) Analisa Da/a Pen<u.ian )
)-) Analisa Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D Pen<ua/an Shu
In/e<7al Si4lus K0n/70l)
sil Pengujian Data I tanpa Integral Ay"le Aontrol
I
a
I
sh
I
7
n
M
"
(ar
2t
a
I%)6)2)Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D Pen<ua/an Shun/ Den<an In/e<7al
Si4lus K0n/70l)
I
sh
D 8&6 A
%
sum>e7
# %0l/ ( %/ # %0l/ ( n # 78m ( I
"
# A (
8 8 8 8
-;- -68 -888 8&99
7/
74
7:
7@
I%)5
I%)5 n/ Tan8a
?a
8
a
" C 0,@9 Dhm
"
sh
C 28< Dhm
$
!
D $
t
D I
!
# (
!
H (
div
%
V
I
!
D
t

f

var
D
-68
8&6 ,'pere
/79 ;4
n D
V
d
#I
a

a
%
K f
n D
-68 #8&49 -8&4-%
-888 rp'
8&-4@@
)2) Analisa Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D? Pen<ua/an Shun/ D
In/e<7al Si4lus K0n/70l)
I
a
I
sh
I
7
n
M
"
(ar
2d
8
a
" C 0,@9 Dhm
"
sh
C 28< Dhm
a
I
a
D I
*
3 I
!
I
a
D 8&99 < 8&6
I
a
D 8&49 Ampere
E
a
D $
d
< # I
a
(
a
%
E
a
D -68 < # 8&6-8&4- %
E
a
D -4@&79 $olt
I%)5 en<an
?asil Pengujian Data I dengan Integral Ay"le Aontrol ,
V
/ /
V
d
p
ph #C
-
C C
/
%
C
-
C C
/
p V
d
/ / V
ph
D
p -68
/ / -;-
a * !
I
a
D 8&99 < 8&6
I
a
D 8&49 Ampere
E
a
D $
d
< # I
a
(
a
%
E
a
D -68 < # 8&6-8&4- %
E
a
D -4@&79 $olt
n D
V
d
#I
a

a
%
K f
n D
-68 #8&49 -8&4-%
-888 rp'
8&-4@@
Aara perhitungan yang dilakukan untuk data yang lain dengan "ara
ka didapatkan hasil perhitungan seperti Tabel I$-
Ta>el 4)-
nalisis Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D Pen<ua/an Shun/ Tan8a
Si4lus K0n/70l)
!
D 8&@;
$
!
D $
t
D I
!
# (
!
H (
div
%
I D

V
t

f

var
D
-68
8&6 ,'pere
/79 ;4
I D I 3 I
yang sama
ma
A In/e<7al
I
sh
D 8&6 A
% 1# %0l/ ( n # 78m ( I
"
# A ( I
a
# A ( Ea #%0l/(
8 8 8 8 8
-68 -888 8&99 8&49 -4@&77:
-;8 --/: 8&7/ 8&6/ -:@&79
-78 -/:8 8&74 8&64 -9@&79
/88 -688 8&7: 8&6: -@@&7;
//8 -:88 8&7@ 8&6@ /-@&7:
/88 -78 -/:8 8&74 8&64 -9@&79
/48 /88 -688 8&7: 8&6: -@@&7;
/;9 //8 -:88 8&7@ 8&6@ /-@&7:
Dari data pengujian akan diperoleh gra!ik sebagai berikut
Putaran VS Tegangan
9=00
9?00
m
p
9200
r
)
9000
n
(
800
n
ar =00
a t u ?00
P
200
0
0 >0 900 9>0
Ta>el 4)-
Analisis Pen<a/u7an Ke?e8a/an M0/07 D Pen<ua/an Shun/ Den<an
In/e<7al Si4lus K0n/70l
I
sh
D 8&6 A
%
sum>e7
# %0l/ ( % 1# %0l/ ( n # 78m ( I
"
# A ( I
a
# A ( Ea #%0l/(
-
A
2
8 8 8 8 8 8 8
-;- -68 -888 8&99 8&49 -4@&77: 8&@@
-7/ -;8 --/: 8&7/ 8&6/ -:@&79 8&@@
-
8&@;:
8&@;
Tegangan ( Vt ) Volt
200 2>0
>ambar 66 >ra!ik +e"epatan terhadap tegangan motor DA shunt tanpa integral
kontrol
0
0 0*9 0*2 0*@ 0*?
Arus Jangkar ( Ia) Ampere
mbar 6: >ra!ik ke"epatan terhadap arus jangkar motor DA shunt ta
integral siklus kontrol
Putaran VS Tegangan
9=00
9?00
m
9200
p
r) 9000
n
(
800
n
a
a
=00
r
t
u
P ?00
200
P
u
t
a
r
a
n

(
n
)

r
p
m
Putaran VS Arus Jangkar
9=00
9?00
9200
9000
800
=00
?00
200
0*> 0*=
>a npa
0
0 >0 900 9>0 200 2>0
Tegangan ( Vt ) Volt
>ambar 6; >ra!ik ke"epatan terhadap tegangan motor DA shunt dengan integral
siklus kontrol
0
0 0*9 0*2 0*@ 0*?
Arus Jangkar ( Ia) Ampere
mbar 69 >ra!ik ke"epatan terhadap arus jangkar motor DA shunt d
integral siklus kontrol
Dari tabel dan gra!ik di atas menunjukkan motor d" penguatan s
ggunakan integral siklus kontrol dengan tidak menggunakan& sa
ak ada perbedaan dalam karakteristiknya tetapi penggunaan inte
rol mudah dalam penggunaan tetapi motor dan dioda akan "epat p
kibatkan sumber tegangan yang tidak sinusoidalPeralatan ini ha
nakan untuk motor di ba)ah / +B karena integral siklus kontrol a
k do)n dan menyebabkan integral siklus kontrol tidak ber!ungsi
P
u
t
a
r
a
n

(
n
)

r
p
m
Putaran VS Arus Jangkar
9=00
9?00
9200
9000
800
=00
?00
200
0*> 0*=
>a engan
hunt yang
men ma sekali
tid gral siklus
kont anas yang
dia nya dapat
digu kan
terjadi brea
Andreas Pinem : Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguatan Shunt Dengan Integral Siklus Kontrol, 2008
S e!"epositor# $ 2008
PD% created &ith %inePrint pd'%actor# trial (ersion http:))&&&*'ineprint*com
6 Eugene A *ister&./esin dan angkaian Listrik.& Edisi keenam
2akarta
: +adir Abdul& 0/esin ,rus Searah.* Djambatan& 2akarta& -@78
; Mehta $+ dan (ohit& 0 Principles of +lektrical /echines.& S
Aompany *TD& (am 0agar 0e) Delhi& /88/
9 Theraja .*& O, $e-t Book of +lectrical $echnolog).* 0urja Ao
T Development&0e) Delhi& -@78
7 Bijaya& Mo"htar& #asar"dasar /esin Listrik* Penerbit Djambat
DA&TAR PUSTAKA
- Ahapman Stephen 2& O+lectric /achiner) 1unda'entals* M" >ra)3?ill
International Edition& -@@@
/ Deshpande M$& O+lectric /otors ,pplications ,nd
Control.*A?Bheeler T AM Private *imited& .ombay&-@7:
4 Dubey>opal +&PPower Se'iconduktor Controlled #ri%er.*Prenti"e ?all&
Engle)ood Ali!!s& 0e) 2ersey&-@7@
& Erlangga&
Ahand dan
nstru"tion
an& /88-