Anda di halaman 1dari 33

PRESENTASI KASUS

GASTRITIS KRONIK
Disusun oleh:
Hevi Eka Tarsum
1102009080
Pembimbing:
dr. Didiet Pratignyo, Sp.PD F!"S#
$epaniteraan $%inik %mu Penyakit Da%am &S'D (i%egon
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
JAKARTA
1 | P a g e
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
Topik ) *astritis $ronik
Penyusun ) Hevi Eka Tarsum
I I!en"i"#s P#sien
!ama ) !y. &
'sia ) +9 ta,un
Peker-aan ) .u &uma, Tangga
"gama ) s%am
"%amat ) (i.e.er, (i%egon
!o. (# ) /0+000
Pem.iayaan ) 'mum
Tangga% 1ero.at ) 22 3anuari 201+
&uangan ) !usa nda, &S'D (i%egon
II An#mnes#
Di%akukan se4ara auto5anamnesa pada tangga% 2/ 3anuari 201+ di &uang !usa nda, &S'D
(i%egon puku% 02.+0 61
Keluh#n U"#m# :
!yeri u%u ,ati se-ak + ,ari S#&S
Ri$#%#" Pen%#&i" Se&#'#ng :
Pasien datang ke '*D &S'D (i%egon dengan ke%u,an nyeri u%u ,ati se-ak + ,ari
S#&S, !yeri dirasakan peri, dan panas, nyeri seperti ditusuk5tusuk. !yeri .ertam.a, -ika
pasien memakan makanan yang pedas, nyeri .erkurang -ika pasien meminum o.at promaag
dari 7arung. Pasien mengaku suda, mu%ai merasakan nyeri seperti ini se-ak + ta,un yang
%a%u. #ua% mua% diakui pasien, namun tidak munta,. Pasieng mengakui adanya -ad7a% makan
2 | P a g e
yang tidak teratur dan sering mengkonsumsi makanan pedas dan asam ,ingga saat ini. 1uang
air ke4i% %an4ar, tidak nyeri, tidak .erdara, dan .er7arna kekuningan. 1"1 kurang %e.i, 1082
,ari, tapi se.e%umnya pasien mengakui 1"1nya memang tidak %an4ar. Pasien menge%u, 1
minggu yang %a%u 1"1 .er7arna ke,itaman, namun tidak .anyak dan saat ini suda, tidak
.er7arna ke,itaman. Pasien mengaku ketika masi, muda sering minum -amu pe%angsing
namun pasien %upa nama -amunya.
Pasien menyangka% adanya rasa panas di dada, adanya sesak dan .atuk. Pasien
menyangka% adanya munta, dara, atau .atuk dara,.
Pada tangga% 2/ 3anuari 2019 pasien menge%u, masi, merasa sakit seperti ditusuk5
tusuk di u%u ,ati men-a%ar ke perut .agian kiri, na:su makan menurun disertai mua% namun
tidak munta,. Pasien masi, .isa .er-a%an ke kamar mandi.
Ri$#%#" Pen%#&i" D#hulu:
&i7ayat #aag se-ak + ta,un yang %a%u.
Hipertensi ;5<
D# tipe 2 ;5<
"%ergi ;5<
"sma ;5<
Ri$#%#" Pen%#&i" Kelu#'g#:
Tidak ada anggota ke%uarga yang menge%u, ke%u,an yang sama dengan pasien.
Hipertensi ;5<
D# tipe 2 ;5<
"%ergi ;5<
"sma ;5<
An#mnesis Sis"em ;tangga% 2/ 3anuari 2019<
Tanda 4,e4k%ist ;=< menandakan ke%u,an pada sistem terse.ut. Tanda strip ;5< menandakan
ke%u,an di sistem terse.ut disangka% o%e, pasien.
3 | P a g e
$u%it
;5< 1isu% ;5< &am.ut ;5< $eringat ma%am
;5< $uku ;5< kterus ;5< Sianosis
;5< >ain5%ain
$epa%a
;5< Trauma ;5< !yeri kepa%a
;5< Sinkop ;5< !yeri sinus
#ata
;5< !yeri ;5< Sekret
;5< &adang ;5< *angguan peng%i,atan
;5< Sk%era kterus ;5< Penurunan keta-aman peng%i,atan
Te%inga
;5< !yeri ;5< Tinitus
;5< Sekret ;5< *angguan pendengaran
;5< $e,i%angan pendengaran
Hidung
;5< Trauma ;5< *e-a%a penyum.atan
;5< !yeri ;5< *angguan pen4iuman
;5< Sekret ;5< Pi%ek
;5< Epistaksis
#u%ut
;5< 1i.ir ;5< >ida,
;5< *usi ;5< *angguan penge4apan
;5< Se%aput ;5< Stomatitis
Tenggorokan
;5< !yeri tenggorok ;5< Peru.a,an suara
>e,er
;5< 1en-o%an8 massa ;5< !yeri %e,er
3antung8 Paru
4 | P a g e
;5< !yeri dada ;5< Sesak na:as
;5< 1erde.ar5de.ar ;5< 1atuk dara,
;5< ?rtopnoe ;5< 1atuk
".domen ;>am.ung 8 'sus<
;5< &asa kem.ung ;5< Perut mem.esar
()* +u#l ;5< 6asir
;5< #unta, ;5< #en4ret
;5< #unta, dara, ;5< #e%ena
;5< Sukar mene%an ;5< Tin-a .er7arna dempu%
()* N%e'i ,e'u" ;5< Tin-a .er7arna ter
;5< 1en-o%an
Sa%uran $emi, 8 "%at $e%amin
;5< Disuria ;5< $en4ing nana,
;5< Stranguri ;5< $o%ik
;5< Po%iuria ;5< ?%iguria
;5< Po%akisuria ;5< "nuria
;5< Hematuria ;5< &etensi urin
;5< 1atu gin-a% ;5< $en4ing menetes
;5< !gompo% ;5< $en4ing seperti air te,
$atamenis
;5< >eukore ;5< Perdara,an
;5< >ain5%ain ; <
?tot dan Syara:
;5< "nestesi ;5< Sukar menggigit
;5< Parestesi ;5< "taksia
;5< ?tot %ema, ;5< Hipo8,iper5estesi
;5< $e-ang ;5< Pingsan 8 syn4ope
;5< ":asia ;5< $edutan ;ti4k<
;5< "mnesis ;5< Pusing ;@ertigo<
;5< >ain5%ain ;5< *angguan .i4ara ;disartri<
Ekstremitas
;5< 1engkak ;=< De:ormitas
;5< !yeri sendi ;5< Sianosis
5 | P a g e
III Peme'i&s##n Fisi&
Di%akukan pada tangga% 2/ 3anuari puku% 0/.00 61
VITAL SIGNS:
5 $esadaran ) (ompos mentis
5 $eadaan 'mum ) Tampak sakit sedang
5 Tekanan Dara, ) 110880 mmHg
;TD di *D tg% 22 3anuari 2019) 120880 mmHg<
5 !adi ) 80 ka%i8menit, regu%er
5 &espirasi ) 200 ka%i8menit
5 Su,u ) +2,A
0
(
STATUS GENERALIS:
5 Kuli" ) 1er7arna 4ok%at muda, tidak terdapat ke%ainan 7arna ku%it, tidak ikterik, su,u
norma%, dan turgor ku%it .aik.
5 Ke,#l# ) 1entuk ova%, simetris, ekspresi 7a-a, %ema,.
5 R#mbu" ) 1er7ana ,itam, %urus dan %e.at.
5 +#"# ) Tidak e0opt,a%mus, kon-ungtiva tidak anemis, sk%era tidak ikterik, pupi% .u%at
dan isokor, tidak terdapat .enda asing, pergerakan .o%a mata .aik.
5 -i!ung ) Tidak terdapat na:as 4uping ,idung, tidak deviasi septum, tidak ada sekret, dan
tidak ,iperemis.
5 Teling# ) 1entuk norma%, %iang te%inga %uas, tidak ada sekret, tidak ada dara,, tidak ada
tanda radang, mem.ran timpani intak.
5 +ulu" ) 1i.ir tidak sianosis, gigi ge%igi %engkap, gusi tidak ,ipertropi, %ida, tidak
kotor, mukosa mu%ut .asa,, tonsi% T15T1 tidak ,iperemis.
5 Lehe' ) Tidak terdapat pem.esaran ke%en-ar geta, .ening pada su.menta%is,
su.k%aviku%a, pre5auriku%a, post5auriku%a, oksipita%, sternok%eido5mastoideus,
dan suprak%aviku%a. Tidak terdapat pem.esaran tiroid, trakea tidak deviasi, dan
3ugu%ar @enous Pressure .erni%ai A = 2 4m H2?.
5 Tho'#&s ) !orma%, Simetris kiri dan kanan per.andingan transversa% ) antero posterior B
2)1, tidak ditemukan ke%ainan ku%it, tidak ter%i,at adanya massa.
5 P#'u.,#'u
nspeksi ) Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri pada saat statis dan
dinamis, tidak terdapat retraksi dan pe%e.aran se%a iga.
Pa%pasi ) Tidak ada nyeri tekan dan nyeri %epas, tidak terdengar adanya krepitasi,
:remitus takti% dan voka% simetris kanan dan kiri.
Perkusi ) Sonor pada se%uru, %apang paru
"usku%tasi ) Suara napas vesiku%er, r,onki 585, 7,eeCing 585
5 J#n"ung
nspeksi ) ktus kordis tidak ter%i,at
6 | P a g e
Pa%pasi ) ktus kordis tera.a di 24m %atera% (S @ %inea midk%aviku%a sinistra, dan
tidak terdapat t,ri%%
Perkusi ) 1atas -antung kanan pada (S @ %inea para sterna%is de0tra, .atas -antung
kiri pada (S @ %inea midk%aviku%a sinistra.
"usku%tasi ) 1unyi -antung dan regu%ar, tidak terdapat murmur dan ga%%op
5 Ab!omen
nspeksi ) Tampak simetris, tidak ter%i,at massa, tidak terdapat pe%e.aran vena, tidak
tampak ada striae pada a.domen .a7a,.
"usku%tasi ) 1ising 'sus ;=< norma%
Pa%pasi ) N%e'i "e&#n e,ig#s"'ium
Perkusi : suara sonor pada se%uru, kuadran, tidak terdapat nyeri ketuk, s,i:ting du%%ness
;5< 'ndu%asi ;5<
5 Geni"#li# ) tidak di%akukan pemeriksaan
5 E&s"'emi"#s) akra% ,angat, edema ;5<, tidak ada de:ormitas, tidak ada krepitasi dan nyeri
tekan.
5 Re/le&s /isiologis !#n ,#"ologis ) tidak di%akukan pemeriksaan.
IV Peme'i&s##n Penun0#ng
EKG ;tangga% 22 3anuari 2019<
7 | P a g e
nterpretasi )
5 Sinus &itme
5 H& ) 92 08m
5 "0is !orma%
5 *e% P !orma%
5 Tidak ditemukan D pato%ogis
5 Segmen ST se-a-ar garis isoe%ektrik
5 *e% T ;=<
5 *e% ' ;5<
L#bo'#"o'ium
T#ngg#l 12 J#nu#'i 1345
-b : 4467 g8!l
-" : 9:6 9 ;
Le&osi" : <793 8ml
T'ombosi" : 159333 8ml
GDS : 434 mg8!l
USG Ab!omen
8 | P a g e
*aster ) Dinding mene.a% dan irregu%ar di 4u%vatura mayor, %umen tidak me%e.ar, parenkim
norma% dan tidak tampak S?>
$esan ) *astritis $ronis
IV Di#gnosis
Di#gnosis Ke'0# ) *astritis $ronik
D#s#' !i#gnosis G#s"'i"is K'oni&:
An#mnesis )
Pasien datang ke '*D &S'D (i%egon dengan ke%u,an nyeri u%u ,ati se-ak 1 minggu
S#&S, !yeri dirasakan peri, dan panas. !yeri .ertam.a, -ika pasien memakan makanan
yang pedas, nyeri .erkurang -ika pasien meminum o.at promaag dari 7arung. Pasien
mengaku suda, mu%ai merasakan nyeri seperti ini se-ak + ta,un yang %a%u. #ua% mua% diakui
pasien, namun tidak munta,. Pasieng mengakui adanya -ad7a% makan yang tidak teratur dan
sering mengkonsumsi makanan pedas dan asam. 1uang air ke4i% %an4ar, tidak nyeri, tidak
.erdara,, tidak anyang5anyangan dan .er7arna kekuningan. 1"1 kurang %e.i, 1082 ,ari,
tapi se.e%umnya pasien mengakui .a,7a 1"1nya memang tidak %an4ar. Pasien menge%u, 1
minggu yang %a%u 1"1 .er7arna ke,itaman, namun tidak .anyak dan saat ini suda, tidak
9 | P a g e
.er7arna ke,itaman. Pasien mengaku ketika masi, muda sering minum -amu pe%angsing
namun pasien %upa nama -amunya. Pasien menyangka% adanya rasa panas di dada, adanya
sesak dan .atuk. Pasien menyangka% adanya munta, dara, atau .atuk dara,.
Pada tangga% 2/ 3anuari 2019 pasien menge%u, masi, merasa sakit seperti ditusuk5
tusuk di u%u ,ati men-a%ar ke perut .agian kiri, na:su makan menurun disertai mua% namun
tidak munta,. Pasien masi, .isa .er-a%an ke kamar mandi.
Peme'i&s##n Fisi& :
5 Ab!omen
nspeksi ) Tampak simetris, tidak ter%i,at massa, tidak terdapat pe%e.aran vena, tidak
tampak ada striae pada a.domen .a7a,.
"usku%tasi ) 1ising 'sus ;=< norma%
Pa%pasi ) N%e'i "e&#n e,ig#s"'ium
Perkusi : suara sonor pada se%uru, kuadran, tidak terdapat nyeri ketuk, s,i:ting
du%%ness ;5< 'ndu%asi ;5<
USG Ab!omen
10 | P a g e
*aster ) Dinding mene.a% dan irregu%ar di 4u%vatura mayor, %umen tidak me%e.ar, parenkim
norma% dan tidak tampak S?>
$esan ) *astritis $ronis
V Di#gnos# =#n!ing
I''i"#ble =o$el S%n!'om
Sin!'om# -e,#"obilie'
VI An0u'#n Peme'i&s##n
Endoskopi, S*?T, S*PT, .i%iru.in tota%, .i%iru.in indirek, .i%iru.in direk, Feses >engkap.
11 | P a g e
VII Te'#,i %#ng !ibe'i&#n
5 @FD !a(% 20 tpm
5 $etoro%a4 in- +01 amp
5 (e:tria0on in- 102 gr
5 &anitidin in- 201 amp
5 #u4in syr +04t,1
5 >ansopraCo%e 201
I> P'ognosis
5 Duo ad vitam ) ad .onam
5 Duo ad :un4tionam ) ad .onam
5 Duo ad sana4tionam ) ad .onam
> Follo$.u,
2/ 3anuari 2019 S8 ) Perut masi, terasa sakit seperti ditusuk5tusuk di u%u ,ati men-a%ar
,ingga perut se.e%a, kiri, na:su makan menurun, mua% ;=< namun
tidak munta,. 1"1 %unak, kekuningan, tidak .er7arna ke,itaman.
?8 ) $' ) Tampak sakit sedang
$esadaran ) (ompos mentis
TD) 110880, !) /2 08menit, S) +/,2E(, &&) 22 08menit
$epa%a ) !ormo4ep,a%e
#ata ) (" 585 S 585
THT ) d.n
T,oraks ) Simetris
(or ) 13 5 regu%er, murmur ;5< ga%%op ;5<
Pu%mo ) S! @esiku%ar, ronki585 7,eeCing 585
".d ) 1' ;=< norma%, supe%, nyeri tekan epigastrium ;=<
Eks ) Hangat, edema tungkai ;5<
"8 ) Dyspepsia
P8 ) @FD !a(% 0,9F 20 tpm
$etoro%a4 in- +01 ampu%
&anitidin in- 201 ampu%
(e:tria0one 102 gr drip !S100
>ansopraCo%e 201 ta.
#usin +01 4t,
28 3anuari 2019 S8 ) 1adan masi, terasa tidak enak, perut se.e%a, kiri terasa sakit,
kepa%a terasa sakit, 1"1 terak,ir kemarin .er7arna kekuningan,
12 | P a g e
men4ret ;5< 1"$ tidak ada ke%u,an.
?8 ) $' ) Sakit sedang, $esadaran ) (ompos mentis
TD) 1008/0, !) 89 08menit, S) +2,8E(, &&) 22 08menit
$epa%a ) !ormo4ep,a%e
#ata ) (" 585 S 585
THT ) d.n
T,oraks ) Simetris
(or ) 13 5 regu%er, murmur ;5< ga%%op ;5<
Pu%mo ) S! @esiku%ar, ronki585 7,eeCing 585
".d ) 1' ;=< norma%, nyeri tekan epigastrium ;=<
Eks ) Hangat, edema tungai 585
"8 ) Dyspepsia
P8 @FD !a(% 0,9F 20 tpm
&anitidin in- 201 ampu%
(e:tria0one 102 gr drip !S100
>ansopraCo%e 201 ta.
#usin +01 4t,
"%praCo%am 100,A mg
&en4ana 'S*
29 3anuari 2019 S8 ) 1adan suda, terasa mem.aik, perut se.e%a, kiri sakitnya suda,
mu%ai .erkurang, 1"1 ;=< pagi ini .er7arna kekuningan, 1"1
ke,itaman ;5< men4ret ;5< 1"$ tidak ada ke%u,an.
?8 ) $' ) Sakit sedang, $esadaran ) (ompos mentis
TD) 1008/0, !) 80 08menit, S) +2,9E(, &&) 22 08menit
$epa%a ) !ormo4ep,a%e
#ata ) (" 585 S 585
THT ) d.n
T,oraks ) Simetris
(or ) 13 5 regu%er, murmur ;5< ga%%op ;5<
Pu%mo ) S! @esiku%ar, ronki585 7,eeCing 585
".d ) 1' ;=< norma%, nyeri tekan epigastrium ;=<
Eks ) Hangat, edema tungai 585
"8 ) *astritis $ronik
P8 ) &a7at -a%an
13 | P a g e
$otro% po%i penyakit da%am
>ansopraCo%e 201 ta.
#usin +01 4t,
TINJAUAN PUSTAKA
ANATO+I DAN FISIOLOGI LA+=UNG
4
14 | P a g e
An#"omi L#mbung
>am.ung ter%etak o.%ik dari kiri ke kanan menyi%ang di a.domen atas tepat di .a7a,
dia:ragma. Da%am keadaan kosong %am.ung menyerupai .entuk 3, dan .i%a penu,, .er.entuk
seperti .ua, pir raksasa. $apasitas norma% %am.ung ada%a, 1 sampai 2 %iter. Se4ara anatomi
%am.ung terdiri dari )
a. Fundus ventrikuli, .agian yang menon-o% ke atas ter%etak se.e%a, kiri osteum kardium
dan .iasanya penu, terisi gas.
.. Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu %ekukan pada .agian .a7a, kurvatura
minor.
4. Antrum pilorus, .agian %am.ung .er.entuk ta.ung mempunyai otot te.a% mem.entuk
spinter pi%orus.
d. Kurvatura minor, terdapat dise.e%a, kanan %am.ung ter.entang dari osteum kardiak
sampai pi%orus.
e. Kurvatura mayor, %e.i, pan-ang dari kurvatura minor ter.entang dari sisi kiri osteum
kardiakum me%a%ui :undus ventriku%i menu-u kanan sampai ke pi%orus in:erior.
>igamentum gastro %iena%is ter.entang dari .agian atas kurvatura mayor sampai ke %impa.
:. Osteum kardiakum, merupakan tempat dimana eoso:agus .agian a.domen masuk ke
%am.ung. Pada .agian ini terdapat ori:isium pi%orik.
>am.ung tersusun -uga atas 9 %apisan , yakni )
15 | P a g e
a. Tunika Serosa ;>apisan %uar<
#erupakan .agian dari peritonium visera%is. Dua %apisan peritonium visera%is
menyatu pada kurvatura minor %am.ung dan duodenum kemudian terus meman-ang ke
,ati mem.entuk omentum minus. omentum minus ada%a, tempat yang sering ter-adi
penim.unan 4airan ;pseudokista pankreatikum< aki.at penyakit pankreatitis akut.
>ipatan peritonium yang ke%uar dari satu organ menu-u organ %ain dise.ut
%igamentum. Pada kurvatura mayor, peritonium terus ke .agian .a7a, mem.entuk
omentum majus yang menutupi usus ,a%us dari depan seperti se.ua, apron .esar.
.. Muskularis
Terdiri dari + %apisan yaitu %apisan %ongitudina% ;.agian %uar<, %apisan sirku%ar
;.agian tenga,<, dan %apisan o.%ik ;.agian da%am<. Susunan sera.ut otot yang unik ini
memungkinkan .er.agai ma4am kontraksi yang diper%ukan untuk meme4a, makanan
men-adi partike% G partike% yang ke4i%, mengaduk, dan men4ampur makanan terse.ut
dengan 4airan %am.ung, dan mendorongnya ke ara, duodenum.
4. Submukosa
Tersusun atas areo%ar %onggar yang meng,u.ungkan %apisan mukosa dengan
%apisan musku%aris. 3aringan ini memungkinkan mukosa .ergerak perista%tik. >apisan ini
-uga mengandung p%eksus sara:, pem.u%u, dara,, dan sa%uran %im:e.
d. Mukosa
Tersusun atas %ipatan G %ipatan %ongitudina% dise.ut rugae, yang memungkinkan
ter-adinya distensi %am.ung se7aktu diisi makanan. Terdapat .e.erapa ke%en-ar pada
%apisan ini, yakni )
a. Kelenjar kardia, .erada di dekat ori:isium kardia dan mensekresikan mu4us.
.. Kelenjar fundus atau gastric,ter%etak di :undus dan pada ,amper se%uru, korpus
%am.ung. ke%en-ar gastri memi%iki tiga tipe utama se%. Sel-sel parietal
menyekresikan H(% dan :a4tor intrinsik. Fa4tor intrinsik diper%ukan untuk
a.sor.si vitamin 112 di da%am usus ,a%us. $ekurangan :a4tor intrinsi4 akan
mengaki.atkan ter-adinya anemia pernisiosa. Sel-sel mukus le!er" ditemukan
di %e,er ke%en-ar :undus dan menyekresikan mukus.
Fisiologi L#mbung
461
>am.ung me%akukan .e.erapa :ungsi. Fungsi terpenting ada%a, mrnyimpan makanan
yang masuk sampai disa%urkan ke usus ,a%us dengan ke4epatan yang sesuai untuk
pen4ernaan dan penyerapan optima%. $arena usus ,a%us merupakan tempat utama
16 | P a g e
pen4ernaan dan penyerapan, %am.ung per%u menyimpan makanan dan menya%urkannya
sedikit demi sedikit ke duodenum dengan ke4epatan yang tidak me%e.u,i kapasitas usus.
Fungsi kedua %am.ung ada%a, untuk mensekresikan asam ,idrok%orida ;H(%< dan enCim5
enCim yang memu%ai pen4ernaan protein.
Terdapat empat aspek moti%itas %am.ung)
1. Pengisian >am.ung ;gastic filling<.
3ika kosong, %am.ung memi%iki vo%ume sekitar A0 m%, tetapi organ ini dapat mengem.ang
,ingga kapasitasnya men4apai sekitar 1 %iter ketika makan. Ha% ini ter-adi karena terdapat
dua :aktor, yaitu)
a. P%astisitas otot po%os yang menga4u pada kemampuan otot po%os memperta,ankan
ketegangan konstan. Dengan demikian, pada saat serat5serat otot po%os %am.ung
teregang pada pengisian %am.ung, serat5serat terse.ut akan me%emas tanpa
menye.a.kan peningkatan ketegangan otot.
.. &e%aksasi resepti: %am.ung saat ia terisi. Di da%am %am.ung terdapat %ipatan5%ipatan
yang dikena% se.agai rugae. Se%ama makan, %ipatan5%ipatan terse.ut menge4i% dan
mendatar saat %am.ung sedikit demi sedikit me%emas karena terisi. &e%aksasi re:%eks
%am.ung se7aktu menerima makanan ini dise.ut re%aksasi resepti:. &e%aksasi ini
meningkatan kemampuan %am.ung untuk menam.a, vo%ume se,ingga makanan .isa
disimpan. "pa.i%a kapasitas %e.i, dari 1 %iter makanan yang masuk, %am.ung akan
teregang dan individu terse.ut akan merasa tidak nyaman.
2. Penyimpanan >am.ung
Se.agian se% otot po%os mampu menga%ami depo%arisasi parsia% yang otonom dan
.erirama. Sa%a, satu ke%ompok se%5se% pema4u terse.ut ter%etak di %am.ung di daera,
:undus .agian atas. Se%5se% terse.ut meng,asi%kan potensia% ge%om.ang %am.at yang
menyapu ke .a7a, di sepan-ang %am.ung menu-u s:ingter pi%orus dengan ke4epatan tiga
ka%i per menit. Po%a depo%arisasi spontan ritmik terse.ut yaitu irama %istrik dasar atau
1E& ;basic electical r!yt!m< %am.ung, .er%angsung se4ara terus5menerus dan mungkin
disertai o%e, kontraksi %apisan otot po%os sirku%er %am.ung. 1ergantung pada tingkat
eksita.i%itas otot po%os, 1E& dapat di.a7a ke am.ang o%e, a%iran arus dan menga%ami
potensia% aksi yang kemudian memu%ai kontraksi otot yang dikena% se.agai ge%om.ang
perista%tik. *e%om.ang perista%tik menye.ar ke se%uru, :undus dan korpus %a%u ke antrum
dan s:ingter pi%orus. $arena %apisan otot di :undus dan korpus tipis, kontraksi perista%tik
17 | P a g e
di kedua daera, terse.ut me%ema, sedangkan di antrum memi%iki ge%om.ang yang %e.i,
kuat karena %apisan otot di antrum %e.i, te.a%. ?%e, karena itu, makanan yang masuk ke
%am.ung dari eso:agus tersimpan re%ati: tenang tanpa menga%ami pen4ampuran. #akanan
se4ara .erta,ap disa%urkan dari korpus ke antrum, tempat .er%angsungnya pen4ampuran
makanan.
+. Pen4ampuran >am.ung
$ontraksi perista%tik %am.ung yang kuat merupakan penye.a. makanan .er4ampur
dengan sekresi %am.ung dan meng,asi%kan kimus. Setiap ge%om.ang perista%tik antrum
mendorong kimus ke depan ke ara, s:ingter pi%orus. $ontraksi tonik s:ingter pi%orus
da%am keadaan norma% men-aga s:ingter ,ampir, tetapi tidak se%uru,nya, tertutup rapat.
>u.ang yang tersedia 4ukup .esar untuk air dan 4airan %ain %e7at, tetapi ter%a%u ke4i%
untuk kimus yang kenta% %e7at, ke4ua%i apa.i%a kimus terdorong o%e, kontraksi
perista%tik yang kuat. 6a%aupun demikian, dari +0 m% kimus yang dapat ditampung o%e,
antrum, ,anya .e.erapa mi%i%iter isi antrum yang terdorong ke duodenum setiap gerakan
perista%tik. Se.e%um %e.i, .anyak kimus dapat diperas ke%uar, ge%om.ang perista%tik
suda, men4apai s:ingter pi%orus dan menye.a.kan s:ingter terse.ut .erkontraksi %e.i,
kuat se,ingga a%iran kimus ke duodenum ter,am.at. 1agian ter.esar kimus antrum yang
terdorong ke depan, tetapi tidak dapt didorong ke da%am duodenum dengan ti.a5ti.a
.er,enti pada s:ingter yang tertutup dan terto%ak kem.a%i ke da%am antrum, ,anya untuk
didorong ke depan dan terto%ak kem.a%i pada saat ge%om.ang perista%tik .aru datang.
*erakan ma-u mundur terse.ut dise.ut retropu%si, menye.a.kan kimus ter4ampur
merata di antrum.
9. Pengosongan >am.ung
$ontraksi perista%tik antrum, se%ain menye.a.kan pen4ampuran %am.ung, -uga
meng,asi%kan gaya pendorong untuk mengosongkan %am.ung. Pengosongan %am.ung
diatur o%e, :aktor %am.ung ;-um%a, kimus da%am %am.ung dan dera-at keen4eran dari
kimus dan :aktor dudenum ;%emak, asam, ,ipertonisitas, dan peregangan<. Semakin
tinggi eksita.i%itas, semakin sering 1E& meng,asi%kan potensia% aksi, semakin .esar
aktivitas di antrum, dan semakin 4epat pengosongan %am.ung.
*eta, (erna >am.ung
18 | P a g e
H(% ) untuk mengakti:kan pepsinogen men-adi pepsin, se.agai disin:ektan,
serta merangsang penge%uaran sekretin dan ko%esistokinin pada usus ,a%us.
>ipase ) meme4a, %emak men-adi asam %emak dan g%isero%.
&enin ) mengendapkan protein pada susu ;kasein< dari air susu ;"S<
Pepsin ) meme4a, puti, te%ur men-adi asam amino ; a%.umin dan pepton<.
#ukus ) untuk me%indungi dinding %am.ung dari kerusakan aki.at asam H(%.
Pengaturan Sekresi >am.ung
Pengaturan sekresi %am.ung dapat di.agi men-adi :ase se:a%ik, gastri4, dan intestina%.
a. Fase sefalik, suda, dimu%ai .a,kan se.e%um makanan masuk ke %am.ung, yaitu aki.at
me%i,at, men4ium, dan memikirkan, atau menge4ap makanan. Fase ini diperantarai
se%uru,nya o%e, sara: vagus dan di,i%angkan dengan vagotomi. Sinya% neurogenik yang
menye.a.kan :ase se:a%ik .erasa% dari korteks sere.si atau pusat na:su makan. mpu%s
e:eren kemudian di,antarkan me%a%ui sara: vagus ke %am.ung. Ha% ini mengaki.atkan
ke%en-ar gastri4 terangsang untuk menyekresikan H(%, pepsinogen, dan menam.a,
mu4us. Fase se:a%ik meng,asi%kan sekitar 10F dari sekresi %am.ung norma% yang
.er,u.ungan dengan makanan.
.. Fase gastric, dimu%ai saat makanan men4apai antrum py%orus. Distensi antrum -uga dapat
menye.a.kan ter-adinya rangsangan mekanis dari reseptor5resptor pada dinding %am.ung.
mpu%s terse.ut .er-a%an menu-u medu%%a me%a%ui a:eren vagus dan kem.a%i ke %am.ung
me%a%ui e:eren vagusH impu%s ini merangsang penge%uaran ,ormone gastrin dan se4ara
%angsung -uga merangsang ke%en-ar5ke%en-ar %am.ung. *astrin di%epas di antrum dan
kemudian di.a7a o%e, a%iran dara, menu-u ke%en-ar %am.ung, untuk merangsang sekresi.
Pe%epasan gastrin -uga dirangsang o%e, pH a%ka%i, garam empedu di antrum, dan terutama
o%e, protein makanan dan a%4o,o%. #em.rane se% parieta% di :undus dan korpus %am.ung
mengandung reseptor untuk gastrin, ,istamine, dan aseti%ko%in, yang merangsang sekresi
asam. Sete%a, makan, gastrin dapat .eraksi dan -uga dapat merangsang pe%epasan
,istamine dari se% enterokroma:in dari mukosa untuk sekresi asam.
Fase sekresi gastri4 meng,asi%kan %e.i, dari duapertiga sekresi tota% %am.ung sete%a,
makan, se,ingga merupakan .agian ter.esar dari tota% sekresi %am.ung ,arian yang
.er-um%a, sekitar 2.000m%. :ase gastri4 dapat terpengaru, o%e, reseksi .eda, pada antrum
py%orus, se.a. disini%a, pem.entukan gastrin.
19 | P a g e
4. Fase intestinal, dimua%i o%e, gerakan kimus dari %am.ung ke duodenum. Fase sekresi
%am.ung diduga se.agian .esar .ersi:at ,ormona%. "danya protein yang ter4erna se.agian
da%am duodenum merangsang pe%epasan gastrin di usus, suatu ,ormone yang
menye.a.kan %am.ung terus5menerus menyekresikan se-um%a, ke4i% 4airan %am.ung.
Distensi usus ,a%us menim.u%kan refleks enterogastrik# diperantarai o%e, p%eksus
mienterikus, sara: simpatis, dan vagus, yang meng,am.at sekresi dan pengosongan
%am.ung. "danya asam ;pH kurang dari 2,A<, %emak, dan ,asi%5,asi% peme4a,an protein
menye.a.kan %epasnya .e.erapa ,ormone di usus. Sekretin, ko%eksitokinin, dan peptida
penga,am.at gastri4, semuanya memi%iki e:ek in,i.isi ter,adap sekresi %am.ung.
GASTRITIS
DEFINISI
4
*astritis ada%a, suatu peradangan mukosa %am.ung yang .ersi:at akut, kronik di:us, atau
%oka% dengan karakteristik anoreksia, rasa penu,, tidak enak pada epigastrium, mua% dan
munta,.
PATOFISIOLOGI
469
Terdapat gangguan keseim.angan :aktor agresi: dengan :aktor de:ensi: yang .erperan
da%am menim.u%kan %esi pada mukosa. Faktor5:aktor terse.ut yang .erperan menim.u%kan
%esi pada mukosa. Da%am keadaan norma%, :aktor de:ensi: dapat mengatasi :aktor agresi:
se,ingga tidak ter-adi kerusakan atau ke%ainan pato%ogi.
Tabel $" ) F#&"o' #g'esi/ !#n ,'o"e&"i/
5
F#&"o' #g'esi/ F#&"o' !e/ensi/
"sam %am.ung
Pepsin
?"!S
Empedu
#ukus
1ikar.onas mukosa
Prostag%andin mikrosirku%asi
20 | P a g e
n:eksi virus
n:eksi .akteri %. pylori
1a,an korosi: ) asam dan .asa kuat
Pato:isio%ogi dasar dari gastritis ada%a, gangguan keseim.angan :aktor agresi: ;asam
%am.ung dan pepsin< dan :aktor de:ensi: ;keta,anan mukosa<. Penggunaan aspirin atau o.at anti
in:%amasi non steroid ;"!S< %ainnya, o.at5o.atan kortikosteroid, penya%a,gunaan a%ko,o%,
mene%an su.stansi erosi:, merokok, atau kom.inasi dari :aktor5:aktor terse.ut dapat mengan4am
keta,anan mukosa %am.ung. *astritis dapat menim.u%kan ge-a%a .erupa nyeri, sakit, atau
ketidaknyamanan yang terpusat pada perut .agian atas.
*aster memi%iki %apisan epite% mukosa yang se4ara konstan terpapar o%e, .er.agai :aktor
endogen yang dapat mempengaru,i integritas mukosanya, seperti asam %am.ung,
pepsinogen8pepsin dan garam empedu. Sedangkan :aktor eksogennya ada%a, o.at5o.atan,
a%ko,o% dan .akteri yang dapat merusak integritas epite% mukosa %am.ung,
misa%nya %elicobacter pylori. ?%e, karena itu, gaster memi%iki dua :aktor yang sangat
me%indungi integritas mukosanya,yaitu :aktor de:ensi: dan :aktor agresi:. Faktor de:ensi:
me%iputi produksi mukus yang dida%amnya terdapat prostag%andin yang memi%iki peran penting
.aik da%am memperta,ankan maupun men-aga integritas mukosa %am.ung, kemudian se%5se%
epite% yang .eker-a mentransport ion untuk meme%i,ara pH intrase%u%er dan produksi asam
.ikar.onat serta sistem mikrovasku%er yang ada di%apisan su.epite%ia% se.agai komponen utama
yang menyediakan ion H(?+
5
se.agai penetra% asam %am.ung dan mem.erikan sup%ai
mikronutrien dan oksigenasi yang adekuat saat meng,i%angkan e:ek toksik meta.o%ik yang
merusak mukosa %am.ung. *astritis ter-adi se.agai aki.at dari mekanisme pe%indung ini ,i%ang
atau rusak, se,ingga dinding %am.ung tidak memi%iki pe%indung ter,adap asam %am.ung
A
.
?.at5o.atan, a%ko,o%, po%a makan yang tidak teratur, stress, dan %ain5%ain dapat merusak
mukosa %am.ung, mengganggu perta,anan mukosa %am.ung, dan memungkinkan di:usi kem.a%i
asam pepsin ke da%am -aringan %am.ung, ,a% ini menim.u%kan peradangan. &espons mukosa
%am.ung ter,adap ke.anyakan penye.a. iritasi terse.ut ada%a, dengan regenerasi mukosa,
karena itu gangguan5gangguan terse.ut seringka%i meng,i%ang dengan sendirinya. Dengan iritasi
yang terus menerus, -aringan men-adi meradang dan dapat ter-adi perdara,an. #asuknya Cat5Cat
seperti asam dan .asa kuat yang .ersi:at korosi: mengaki.atkan peradangan dan nekrosis pada
21 | P a g e
dinding %am.ung. !ekrosis dapat mengaki.atkan per:orasi dinding %am.ung dengan aki.at
.erikutnya perdara,an dan peritonitis
2
.
*astritis kronik dapat menim.u%kan keadaan atropi ke%en-ar5ke%en-ar %am.ung dan keadaan
mukosa terdapat .er4ak5.er4ak pene.a%an .er7arna a.u5a.u atau ke,i-auan ;gastritis atropik<.
Hi%angnya mukosa %am.ung ak,irnya akan mengaki.atkan .erkurangnya sekresi %am.ung dan
tim.u%nya anemia pernisiosa. *astritis atropik .o%e, -adi merupakan penda,u%uan untuk
karsinoma %am.ung. *astritis kronik dapat pu%a ter-adi .ersamaan dengan u%kus
peptikum ;Suyono, 2001<.
KLASIFIKASI
4 G#s"'i"is A&u"
De:inisi
Proses peradangan mukosa akut, .iasanya .ersi:at transien.
Peradangan super:i4ia% aki.at terpapar o%e, Cat iritant seperti a%4o,o%, aspirin, steroid,
asam empedu atau terin:eksi o%e, He%i4o.a4ter Py%ori.
Peradangan pada mukosa %am.ung yang menye.a.kan erosi dan perdara,an mukosa
%am.ung dan sete%a, terpapar pada Cat iritan. Erosi tidak mengenai %apisan otot %am.ung.
$%asi:ikasi
a. *astritis stress akut
yaitu dise.a.kan aki.at pem.eda,an .esar, %uka, trauma, %uka .akar atau in:eksi .erat
yang menye.a.kan gastritis serta perdara,an pada %am.ung.
.. *astritis erosi:e ,emoragik di:us
1iasanya ter-adi pada peminum .erat dan pengguna aspirin, dan dapat menye.a.kan
per%unya reseksi %am.ung. Penyakit yang serius ini akan dianggap se.agai u%kus aki.at
stress, karena keduanya memi%iki .anyak persamaan.
Etio%ogi
- $esem.ronoan diit, misa%nya) makan ter%a%u .anyak, ter%a%u 4epat, makan makanan yang
ter%a%u .anyak .um.u, atau makanan yang terin:eksi
- "%ko,o%
- "spirin
- &e:%uks empedu
22 | P a g e
- Terapi radiasi
- *astritis akut yang %e.i, para, dise.a.kan o%e, asam kuat atau a%ka%i, yang dapat
menye.a.kan mukosa men-adi ganggren atau per:orasi
#ani:estasi $%inis
1. Dapat ter-adi u%serasi super:i4ia% dan mengara, pada ,emoragi
2. &asa tidak nyaman pada a.domen dengan sakit kepa%a, ke%esuan, mua%, dan anoreksia.
#ungkin ter-adi munta, dan 4egukan
+. 1e.erapa pasien menun-ukkan asimptomatik
9. Dapat ter-adi ko%ik dan diare -ika makanan yang mengiritasi tidak dimunta,kan, tetapi
ma%a, men4apai usus
A. Pasien .iasanya pu%i, kem.a%i sekitar se,ari, meskipun napsu makan mungkin akan
,i%ang se%ama 2 sampai + ,ari
1 G#s"'i"is K'onis
De:inisi
*astritis kronis ada%a, suatu peradangan .agian permukaan mukosa %am.ung yang mena,un.
*astritis kronis ada%a, suatu peradangan .agian permukaan mukosa %am.ung yang
.erkepan-angan yang dise.a.kan .aik o%e, u%kus %am.ung -inak maupun ganas atau o%e, .akteri
%elicobacter pylori.
Etio%ogi
*astritis kronik dise.a.kan o%e, gastritis akut yang .eru%ang se,ingga ter-adi iritasi mukosa
%am.ung yang .eru%ang5u%ang dan ter-adi penyem.u,an yang tidak sempurna aki.atnya akan
ter-adi atr,opi ke%en-ar epite% dan ,i%angnya se% parienta% dan se% 4,ie:. $arena se% parienta% dan
se% 4,ie: ,i%ang maka produksi H(>, Pepsin dan :ungsi intrinsik %ainnya akan menurun dan
dinding %am.ung -uga men-adi tipis serta mukosanya rata, *astritis itu .isa sem.u, dan -uga .isa
ter-adi perdara,an serta :ormasi u%ser.
%elicobacter pylori merupakan .akteri gram negati:. ?rganisme ini menyerang se%
permukaan gaster, memper.erat tim.u%nya desIuamasi se% dan mun4u%%a, respon radang kronis
pada gaster yaitu ) destruksi ke%en-ar dan metap%asia. #etap%asia ada%a, sa%a, satu mekanisme
perta,anan tu.u, ter,adap iritasi, yaitu dengan mengganti se% mukosa gaster, misa%nya dengan
se% desIuamosa yang %e.i, kuat. $arena se% desIuamosa %e.i, kuat maka e%astisitasnya -uga
23 | P a g e
.erkurang. Pada saat men4erna makanan, %am.ung me%akukan gerakan perista%ti4 tetapi karena
se% penggantinya tidak e%astis maka akan tim.u% kekakuan yang pada ak,irnya menim.u%kan rasa
nyeri. #etap%asia ini -uga menye.a.kan ,i%angnya se% mukosa pada %apisan %am.ung, se,ingga
akan menye.a.kan kerusakan pem.u%u, dara, %apisan mukosa. $erusakan pem.u%u, dara, ini
akan menim.u%kan perdara,an
9
.
a. *astritis tipe ")
5 Di,u.ungkan dengan penyakit autoimun, misa%nya anemia pernisiosa.
.. *astritis tipe 1)
5 Di,u.ungkan dengan .akteri %elicobacter pylori.
5 Faktor diet, seperti minum panas dan pedas.
5 Penggunaan o.at
5 "%ko,o%
5 #erokok
5 &e:%uks isi usus ke %am.ung
#ani:estasi k%inis
5 1ervariasi dan tidak -e%as
5 Perasaan penu,, anoreksia
5 Distress epigastrik yang tidak nyata
5 (epat kenyang
5 #ua% dan munta,
5 !yeri epigastrium sete%a, makan
5 &asa pa,it pada mu%ut
$%asi:ikasi
$%asi:ikasi gastritis kronis .erdasarkan )
1. *am.aran ,istopato%ogy
5 *astritis kronik super:i4ia%
5 *astritis kronik atropik
5 "tro:i %am.ung
5 #etap%asia intestina%
5 Peru.a,an ,isto%ogy ka%en-ar mukosa %am.ung men-adi ka%en-ar5ka%en-ar
5 mukosa usus ,a%us yang mengandung se% go.%et.
2. Distri.usi anatomi
5 *astritis kronis korpus ; gastritis tipe "<.
Sering di,u.ungkan dengan proses autoimun dan .er%an-ut men-adi anemia pernisiosa
karena ter-adi gangguan a.sorpsi vitamin 112 dimana gangguan a.sorpsi terse.ut
24 | P a g e
dise.a.kan o%e, kerusakan se% parieta% yang menye.a.kan sekresi asam %am.ung
menurun.
5 *astritis kronik antrum ;gastritis tipe 1<
Pa%ing sering di-umpai dan .er,u.ungan dengan kuman %elicobacter pylori.
5 *astritis tipe "1
"natominya menye.ar ke se%uru, gaster dan penye.arannya meningkat seiring
.ertam.a,nya usia.
DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan .erdasarkan gam.aran endoskopi dan ,istopato%ogi. G#mb#'#n
en!os&o,i yang dapat di-umpai ada%a, eritema, eksudati:, flat-erosion# raised erosion,
perdara,an, endematous rugae. Pe'ub#h#n.,e'ub#h#n his"o,#"ologi se%ain menggam.arkan
peru.a,an mor:o%ogi sering -uga dapat menggam.arkan proses yang mendasari, misa%nya
otoimun atau respon adapti: mukosa %am.ung. Peru.a,an5peru.a,an yang ter-adi .erupa
degradasi epitel# !yperplasia foveolar# infiltrasi netrofil# inflamasi sel mononuklear# folikel
limpoid# atropi# intestinal metaplasia# !yperplasia sel endokrin# kerusakan sel parietal.
Pemeriksaan ,istopato%ogi se.aiknya -uga menyertakan pemeriksaan kuman %. pylori.
'ntuk G#s"'i"is #&u", ada + 4ara da%am menegakkan diagnosis, yaitu gam.aran k%inis,
gam.aran %esi mukosa akut di mukosa %am.ung .erupa erosi atau u%kus dangka% dengan tepi rata
pada endoskopi, dan gam.aran radio%ogi ;atrofiH mukosa yg menipis, !ipertrofiH mukosa kasar
.isa disertai dengan ,ipersekresi, foto & lapis<
+,A
.
Diagnosis g#s"'i"is &'oni& ditegakkan .erdasarkan pemeriksaan endoskopi dan
di%an-utkan dengan pemeriksaan ,istopato%ogi .iopsi mukosa %am.ung. Per%u pu%a di%akukan
ku%tur untuk mem.uktikan adanya in:eksi %. pylori apa%agi -ika ditemukan u%kus .aik pada
%am.ung ataupun pada duodenum mengingat angka ke-adianya 4ukup tinggi yakni 100 F.
Peme'i&s##n ,enun0#ng :
1. Pemeriksaan %a.oratorium ) dara, %engkap ; .i%a ditemukan %eukositosis terdapat tanda
in:eksi<
25 | P a g e
2. &adio%ogis ) gam.aran atro:i8,ipertro:i mukosa gaster , :oto + %apis k,as untuk gastritis
;dengan kontras ganda<
+. Endoskopi ) %okasi ter.anyak ke%ainan di %am.ung ia%a, sekitar angu%us, antrum, dan
prepi%orus.
9. *astroskopi ) untuk me%i,at mukosa %am.ung, misa%nya 7arna, %i4in tidaknya mukosa
%am.ung, ada tidaknya ke%ainan, dimana %etak ke%ainan ditemukan. ;mu%ai dari :undus, korpus,
dinding anterior, dan posterior, kurvatura minor dan mayor, angu%us, antrum, prepi%orus, dan
pi%orus<
9. pemeriksaan ,istopato%ogi
PENATALAKSANAAN
26?67
#enurut Hir%an da%am Suyono ;2001) 129<, penata%aksanaan medika% untuk gastritis akut
ada%a, dengan meng,i%angkan etio%oginya, diet %am.ung dengan posisi ke4i% dan sering. ?.at5
o.atan ditu-ukan untuk mengatur sekresi asam %am.ung .erupa antagonis reseptor H2 in,i.ition
pompa proton, antiko%inergik dan antasid -uga ditu-ukan se.agai si:oprotektor .erupa sukra%:at
dan prostag%andin.
Penata%aksanaan se.aiknya me%iputi pen4ega,an ter,adap setiap pasien dengan resiko
tinggi, pengo.atan ter,adap penyakit yang mendasari dan meng,entikan o.at yang dapat
men-adi kuasa dan pengo.atan suporti:. Pen4ega,an dapat di%akukan dengan pem.erian antasida
dan antagonis H2 se,ingga men4apai pH %am.ung 9. #eskipun ,asi%nya masi, -adi perde.atan,
tetapi pada umumnya tetap dian-urkan.
Pen4ega,an ini terutama .agi pasien yang menderita penyakit dengan keadaan k%inis yang
.erat. 'ntuk pengguna aspirin atau anti in:%amasi nonsteroid pen4ega,an yang ter.aik ada%a,
dengan Misaprostol# atau 'erivat (rostaglandin #ukosa.
Pem.erian antasida, antagonis H2 dan sukra%:at tetap dian-urkan 7a%aupun e:ek
teraupetiknya masi, diragukan. 1iasanya perdara,an akan segera .er,enti .i%a keadaan si pasien
mem.aik dan %esi mukosa akan segera norma% kem.a%i, pada se.agian pasien .iasa mengan4am
-i7a. Tindakan5tindakan itu misa%nya dengan endoskopi sk%eroterapi, em.o%isasi arteri gastrika
kiri atau gastrektomi. *astrektomi se.aiknya di%akukan ,anya atas dasar a.so%ut.
26 | P a g e
Penata%aksanaan untuk gastritis kronis ada%a, ditandai o%e, progesi: epite% ke%en-ar disertai
se% parieta% dan c!ief cell. Dinding %am.ung men-adi tipis dan mukosa mempunyai permukaan
yang rata, *astritis kronis ini digo%ongkan men-adi dua kategori tipe " ;a%tro:ik atau :unda%< dan
tipe 1 ;antra%<.
Pengo.atan gastritis kronis .ervariasi, tergantung pada penyakit yang di4urigai. 1i%a
terdapat u%kus duodenum# dapat di.erikan anti.iotik untuk mem.atasi %elicobacter (ylory.
!amun demikian, %esi tidak se%a%u mun4u% dengan gastritis kronis a%ko,o% dan o.at yang
diketa,ui mengiritasi %am.ung ,arus di,indari. 1i%a ter-adi anemia de:isiensi .esi ;yang
dise.a.kan o%e, perdara,an kronis<, maka penyakit ini ,arus dio.ati, pada anemia pernisiosa
,arus di.eri pengo.atan vitamin 112 dan terapi yang sesuai
/
.
*astritis kronis diatasi dengan memodi:ikasi diet dan meningkatkan istira,at, mengurangi
dan memu%ai :armakoterapi. %elicobacter (ylory dapat diatasi dengan anti.iotik
;seperti Tetrasiklin atau Amo)icillin< dan garam .ismut ;Pepto .ismo%<. Pasien dengan gastritis
tipe " .iasanya menga%ami ma%a.sor.si vitamin 112.
TERAPI NON.+EDIKA+ENTOSA
DIET. 6a%aupun tidak dipero%e, .ukti yang kuat ter,adap .er.agai .entuk diet yang
di%akukan, namun pem.erian diet yang muda, 4erna k,ususnya pada u%kus yang akti:
per%u di%akukan. #akan da%am -um%a, sedikit dan %e.i, sering, %e.i, .aik daripada
makan yang seka%igus kenyang.
#engurangi makanan yang merangsang penge%uaran asam %am.ung8 pepsin, makanan
yang merangsang tim.u%nya nyeri dan Cat5Cat %ain yang dapat mengganggu perta,anan
mukosa gastroduodena%. 1e.erapa pene%iti mengan-urkan makanan .iasa, %unak, tidak
merangsang dan diet seim.ang.
#erokok meng,a%angi penyem.u,an u%kus, meng,am.at sekresi .ikar.onat pankreas,
menam.a, keasaman .u%.us duodeni, menam.a, re:%uks dudenogastrik aki.at
re%aksasi s:ingter pi%orus seka%igus meningkatkan kekam.u,an u%kus. #erokok
se.enarnya tidak mempengaru,i sekresi asam %am.ung tetapi dapat memper%am.at
pemyem.u,an %uka serta meningkatkan angka kematian karena e:ek peningkatan
kekam.u,an penyakit sa%uran perna:asan dan penyakit -antung koroner.
"%ko,o% .e%um ter.ukti mempunyai .ukti yang merugikan. "ir -eruk yang asam, 4o4a5
4o%a, .ir, kopi tidak mempunyai pengaru, u%serogenik tetapi dapat menam.a, sekresi
27 | P a g e
asam %am.ung dan .e%um -e%as dapat meng,a%angi penyem.u,an %uka dan se.aiknya
-angan diminum se7aktu perut kosong.
O=AT.O=ATAN. ?"!S se.aiknya di,indari. Pem.erian se4ara parentera%
;supositorik dan in-eksi< tidak ter.ukti %e.i, aman. 1i%a diper%ukan dosis ?"!S
diturunkan atau dikom.inasikan dengan "&H28PP8misoprostro%. Pada saat ini suda,
tersedia (?J 2 in,i.itor yang se%ekti: untuk penyakit ?"8&" yang kurang
menim.u%kan ke%u,an perut. "gen in,i.itor (?J52 se%ekti: di.edakan menurut
susunan su%:a ;ro:e4o0i., etori4o0i.< dan su%:onamida ;4e%e4o0i., va%de4o0i.<.
Penggunaan parasetamo% atau kodein se.agai ana%gesik dapat dipertim.angkan
pemakaiannya.
TERAPI +EDIKA+ENTOSA
ANTASIDA. Pada saat ini antasida suda, -arang digunakan, antasida sering digunakan
untuk meng,i%angkan ke%u,an rasa sakit8dispepsia. Preparat yang mengandung
magnesium tidak dian-urkan pada gaga% gin-a% karena menim.u%kan ,ipermagnesemia
dan ke,i%angan :os:at sedangkan a%umunium menye.a.kan konstipasi dan neurotoksik
tapi .i%a dikom.inasi dapat meng,i%angkan e:ek samping. Dosis an-uran 9 0 1 ta.%et, 9
0 +0 44.
KOLOID =IS+UT- (COLOID BISMUTH SUBSITRAT/CBS DAN BISMUTH
SUBSALISILAT/BSS*. #ekanisme .e%um -e%as, kemungkinan mem.entuk %apisan
penangka% .ersama protein pada dasar u%kus dan me%indunginya ter,adap pengaru,
asam dan pepsin, .erikatan dengan pepsin sendiri, merangsang sekresi P*, .ikar.onat,
mukus. E:ek samping -angka pan-ang dosis tinggi k,usus (1S neuro toksik.
?.at ini mempunyai e:ek penyem.u,an ,ampir sama dengan "&H2 serta adanya e:ek
.akterisida% ter,adap He%i4o.a4ter py%ori se,ingga kemungkinan re%aps .erkurang.
Dosis an-uran 202 ta.%et se,ari dengan e:ek samping .erupa tin-a .er7arna ke,itaman
se,ingga menim.u%kan keraguan dengan perdara,an.
SUKRALFAT. Suatu komp%eks garam sukrosa dimana grup ,idroksi% diganti dengan
a%uminium ,idroksida dan su%:at. #ekanisme ker-a kemungkinan me%a%ui pe%epasan
kutu. a%uminium ,idroksida yang .erikatan dengan kutu. positi: mo%eku% protein
28 | P a g e
mem.entuk %apisan :isikokemika% pada dasar u%kus, yang me%indungi u%kus dari
pengaru, agresi: asam dan pepsin. E:ek %ain mem.antu sintesa prostag%andin,
menam.a, sekresi .ikar.onat dan mukus, meningkatkan daya perta,anan dan
per.aikan mukosa%. Dosis an-uran 901 gr se,ari.
PROSTAGLANDIN. #ekanisme ker-a mengurangi sekresi asam %am.ung menam.a,
sekresi mukus, .ikar.onat, dan meningkatkan a%iran dara, mukosa serta perta,anan
dan per.aikan mukosa. E:ek penekanan sekresi asam %am.ung kurang kuat
di.andingkan dengan "&H2. 1iasanya digunakan se.agai penangka% ter-adinya u%kus
%am.ung pada pasien yang menggunakan ?"!S. Dosis an-uran 90200 mg atau 20900
mg pagi dan ma%am ,ari. E:ek samping diare, mua%, munta,, dan menim.u%kan
kontraksi otot uterus se,ingga tidak dian-uran pada orang ,ami% dan yang
menginginkan ke,ami%an.
ANTAGONIS RESEPTOR -18AR-1 ;(imetidin, &anitidine, Famotidine,
!iCatidine<, struktur ,omo%og dengan ,istamin. #ekanisme ker-anya mem.%okir e:ek
,istamin pada se% parieta% se,ingga se% parieta% tidak dapat dirangsang untuk
menge%uarkan asam %am.ung. n,i.isi ini .ersi:at reversi.e%. Pengurangan sekresi
asam post prandia% dan nokturna%, yaitu sekresi nokturna% %e.i, dominan da%am rangka
penyem.u,an dan kekam.u,an u%kus.
Dosis terapeutik )
(imetidin ) dosis 20900 mg atau 800 gr ma%am ,ari
&anitidin ) +00 mg ma%am ,ari
!iCatidine ) 10+00 mg ma%am ,ari
Famotidin ) 1090 mg ma%am ,ari
&oksatidin ) 20/A mg atau 1A0 mg ma%am ,ari
Dosis terapetik dari keempat "&H2 dapat meng,am.at sekresi asam da%am potensi
yang ,ampir sama, tapi e:ek samping simetidin %e.i, .esar dari :amotidin karena dosis
terapeutik %e.i, .esar.
PROTON PU+P IN-I=ITOR8 PPI ;?mepraCo%, >anCopraCo%, pantopraCo%,
&a.epraCo%, EsomesopraCo%<. #ekanisme ker-a PP ada%a, mem.%okir ker-a enCim $
=
29 | P a g e
H
=
"TPase yang akan meme4a, $
=
H
=
"TP meng,asi%kan energi yang digunakan
untuk menge%uarkan asam H(% dari kana%iku%i se% parieta% ke da%am %umen %am.ung.
PP men4ega, penge%uaran asam %am.ung dari se% kana%iku%i, menye.a.kan
pengurangan rasa sakit pasien u%kus, mengurangi aktivitas :aktor agresi: pepsin
dengan pHK9 serta meningkatkan e:ek eradikasi o%e, triple drugs regimen.
Dosis Terapetik )
&a.epraCo%e 20 20 mg8 ,ari
?mepraCo%e 20 20 mg8 ,ari
EsomesopraCo%e 20 20 mg8 ,ari
>anCopraCo%e 20 +0 mg8 ,ari
PantopraCo%e 20 90 mg8 ,ari
REGI+EN TERAPI -ELI@O=A@TER PYLORI
Terapi Trip%e. Se4ara ,istoris regimen terapi eradikasi yang pertama digunakan ada%a,)
.ismut,, metronidaCo%e, tetrasik%in. &egimen trip%e terapi ;PP 201, "mo0i4i%%in
201000, k%aritromisin 20A00, metronidaCo%e +0A00, tetrasik%in 90A00< dan yang
.anyak digunakan saat ini)
1. Proton pump in,i.itor ;PP< 201 = "moksisi%in 2 0 1000 = $%aritromisin 20A00
2. PP 201 = #etronidaCo% +0A00 = (%aritromisin 20A00 ;.i%a a%ergi penisi%in<
+. PP 201 = #etronidaCo% +0A00 = "moksisi%in 20 1000
9. PP 201 = #etronidaCo% +0A00 = Tetrasik%in 90A00 .i%a a%ergi ter,adap
k%aritromisin dan penisi%in
>ama pengo.atan eradikasi HP 1 minggu ;esomesopraCo%<, A ,ari ra.epraCo%e. "da
an-uran %ama pengo.atan eradikasi 2 minggu, untuk kesem.u,an u%kus, .isa
di%an-utkan pem.erian PP se%ama +59 minggu %agi. $e.er,asi%an eradikasi se.aiknya
di atas 90F. E:ek samping trip%e terapi 205+0F.
$egaga%an pengo.atan eradikasi .iasanya karena tim.u%nya e:ek samping dan
compliance dan resisten kuman. n:eksi da%am 7aktu 2 .u%an pas4a eradikasi .iasanya
suatu rekurensi den:an in:eksi kuman %ain.
Tu-uan eradikasi HP ada%a, mengurangi ke%u,an8ge-a%a, penyem.u,an u%kus,
men4ega, kekam.u,an. Eradikasi se%ain dapat men4ega, kekam.u,an u%kus, -uga
dapat men4ega, perdara,an dan keganasan.
30 | P a g e
Terapi Duadripe%. 3ika gaga% dengan terapi trip%e, maka dian-urkan mem.erikan
regimen terapi Duadripe% yaitu) PP 20 se,ari, 1ismut, su.sa%isi%at 902 ta., #!L
902A0, Tetrasik%in 90A00, .i%a .ismut, tidak tersedia diganti dengan trip%e terapi. 1i%a
.e%um .er,asi%, dian-urkan ku%tur dan tes sensitivitas.
KO+PLIKASI
1. *astritis akut
$omp%ikasi yang dapat tim.u% pada gastritis akut ada%a, ,ematemesis atau me%ema.
2. *astritis kronis
Pendara,an sa%uran 4erna .agian atas, u%kus, per:orasi dan anemia karena gangguan
a.sorpsi vitamin 112 ;anemia pernisiosa<.
PENDIDIKAN KESE-ATAN
<
#akan dengan porsi sedikit tapi sering.
3ika pasien merasa %apar, -angan %angsung minum G minuman yang mengandung ka:ein
seperti te,, tapi digantikan dengan air puti, ,angat.
1i%a maag kam.u, karena ter%am.at makan, -angan %angsung makan G makanan .erat
misa%nya nasi, tapi digantikan dengan makanan ringan seperti 4ra4kers.
#akan se4ara .enar, ,indari makan G makanan yang dapat mengiritasi terutama makanan
yang pedas dan asam
#akan dengan -um%a, yang 4ukup, pada 7aktunya dan %akukan dengan santai.
#engunya, makanan sampai .enar G .enar %umat.
#inum air puti, yang .anyak atau dapat digantikan dengan minuman .er5ion.
#eminum o.at sesuai dengan an-uran dokter.
#en-aga ke.ersi,an %ingkungan seperti a%at G a%at makan, tempat tidur,d%%.
Hindari untuk meminum a%ko,o%,karena a%ko,o% dapat mengiritasi dan mengikis %apisan
mukosa da%am %am.ung serta dapat mengaki.atkan peradangan dan perdara,an.
Hindari untuk merokok, karena dapat mengganggu ker-a %apisan pe%indung %am.ung.
>akukan o%a,raga se4ara teratur, misa%nya senam aero.ik. Senam aero.ik dapat
meningkatkan ke4epatan -antung dan perna:asan -uga dapat menstimu%asi aktivitas otot
usus se,ingga mem.antu menge%uarkan %im.a, makanan dari usus se4ara %e.i, 4epat.
31 | P a g e
#eng,indari pemakaian aspirin saat merasa tidak enak .adan, digantikan dengan istira,at
yang 4ukup.
Hindari pemakaian o.at ga.ungan, untuk mengurangi e:ek negati: o.at.
Hindari stress yang .er%e.i,an.
Se%a%u memper,atikan po%a makan pasien.
#em.antu k%ien mengatasi masa%a, yang di,adapinya untuk mengurangi rasa stress.
#emper,atikan pemakaian o.at dan e:ek sampingnya.
P'ognosis
1. *astritis akut umumnya sem.u, da%am 7aktu .e.erapa ,ari.
2. nsidensi u%kus %am.ung dan kanker %am.ung meningkat pada gastritis kronis tipe ".
+. *astritis dapat menim.u%kan komp%ikasi pedara,an sa%uran 4erna dan ge-a%a k%inis yang
.eru%ang.
D#/"#' Pus"#&#
1. Sy%via Pri4e. 200A. *disi + ,ol $ (atofisiologi- Konsep Klinis (roses-(roses (enyakit.
3akarta) E*(
2. Diane (. 1aug,man M 3oann (. Ha4k%ey. 2000. Kepera.atan Medikal /eda!. 3akarta)
E*(
+. >#, 6i%son, Dkk.199A (atofisiologi Konsep Klinis (roses 0 proses (enyakit. 3akarta )
E*(
32 | P a g e
9. Setiadi. 200/. Anatomi Fisiologi Manusia. Nogyakarta ) *ra,a %mu
A. Pri4e, and 6i%son. 2002. (atofisiologi Konsep Klinis (roses-(roses (enyakit. 3akarta )
E*(.
2. Hir%an. 2001. /uku Ajar 1lmu (enyakit 'alam 2ilid 11 edisi Ketiga. 3akarta) E*(.
/. De% 3o,n. Pepti4 u%4er disease and re%ated disorders. n) $asper D>, 1raun7a%d E, et a%
;eds<. HarrisonOs prin4ip%es o: interna% medi4ine 12t, editions. 'nited States) #4*ra75
Hi%% (ompaniesH 200A. p. 1/925 A2.
8. $es,av Satis,. T,e gastrointestina% system at a g%an4e 1st ed. 1ritis,) 1%a4k7e%% S4ien4e
>tdH 2009. p. 205+H /25+..
9. S,er7ood, >aura%ee. Fisio%ogi #anusia dari se% ke sistem edisi 2. 3akarta) E*(H 1992.
Ha%. AA15 2H AA259.
33 | P a g e