Anda di halaman 1dari 50

BAB I

PENDAHULUAN
A. KONSEP DASAR
1. Definisi
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronik yang kompleks yang
melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan
berkembangnya komplikasi makrovaskler, mikrovaskuler dan neurologist
(Barbara C Long, 1996)
Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang
ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia
(!melt"er # Bare, $%%$)
2. Anatomi Dan Fisiologi
&rang dengan metabolisme yang normal mampu mempertahankan kadar
glukosa darah antara '% ( 11% mg)dl (euglikemia) dalam kondisi asupan
makanan yang berbeda ( beda *ada orang non diabetik, kadar glukosa darah
dapat meningkat antara 1$% ( 1+% mg)dl setelah makan (postprantial), namun
keadaan ini akan kembali men,adi normal dengan -epat, sedangkan kelebihan
glukosa darah diambil dari darah dan disimpan sebagai glikogen dalam hati
dan sel ( sel otot (glikogenesis)
.adar glukosa darah normal dipertahankan selama keadaan puasa
karena glukosa dilepaskan dari -adangan ( -adangan tubuh (glikogenolisis),
dan glukosa yang baru dibentuk dari asam amino, laktat dan gliserol yang
berasal dari trgliserida (glukoneogenesis) /ormalisasi glukosa darah diatur
oleh hormon ( hormon
Regulasi Homonal !ula Daa"
Dari lima hormon yang terlibat dalam regulasi kadar darah, hormon
pan-reas, insulin, merupakan satu ( satunya hormon yang menurunkan
1
glukosa darah (0lukagon, 0ro1th hormon, epinephrine, dan glukokortikoid
semuanya meningkatkan kadar gula darah)
2nsulin dan glukagon diproduksi dalam pan-reas, yang merupakan
kelen,ar eksokrin dan endokrin *ankreas terletak retroperitoneal di belakang
lambung, dengan bagian kaput dan leher berada pada kurvatura duodenum,
bagian korpus meman,ang se-ara hori"ontal melintasi bagian dinding posterior
abdomen, dan bagian kauda bersentuhan dengan limpa Lebih dari 1 ,uta
kumpulan sel ( sel terletak menyebar dalam organ ini
3iga ,enis sel ( sel endokrin yaitu sel 4lpha (), yang mensekresi
glukagon, sel beta (), yang mensekresi insulin, delta (), yang mensekresi
gastrin dan somatostatin pan-reas
2nsulin diperlukan untuk transport glukosa, asam amino, kalium dan 5os5at
melintasi membrane sel, khususnya sel ( sel adiposa dan sel ( sel otot yang
sedang beristirahat 2nsulin ,uga dibutuhkan untuk mengaktivasi en"im yang
meningkatkan metabolisme intraseluler 2nsulin men,alankan 5ungsinya dengan
adanya model reseptor tertentu yaitu insulin akan berikatan dengan suatu
reseptor pada membran plasma sel dan memulai suatu rangkaian aktivitas
post reseptor yang diatur oleh se-ond messenger, kemungkinannya berupa
-y-li- guanosine 6,7 ( monophosphat (C0M*) 8ika terdapat kekurangan
insulin, sebagaimana halnya pada diabetes mellitus, hiperglikemia,
peningkatan metabolisme lemak dan penurunan sintesa protein akan ter,adi
2nsulin memiliki peranan metabolik yang utama selama 9 keadaan makan
9 sedangkan glukagon memiliki peranan utama selama keadaan puasa
!e,umlah ke-il insulin disekresi dengan terus menerus (sekresi basal), dan
se,umlah bolus disekresi dalam merespon terhadap asupan glukosa dan asam
amino 0lukagon mengatur penggunaan bahan bakar tubuh 0lukagon
merangsang proses glikogenolisis, glukoneogenesis dan lipolisis :ormon ini
menghambat penyimpanan glikogen .elebihan ,umlah glukagon timbul dalam
diabetes mellitus dan menimbulkan ter,adinya hiperglikemia dan gangguan (
gangguan metaboli- lain pada penyakit ini
2
Peu#a"an $ Peu#a"an Fisiologis Kaena Usia
3oleransi karbohidrat se-ara berangsur ( angsur akan menurun
bersamaan dengan ber,alannya usia seseorang 2ngesti glukosa
mengakibatkan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dan lebih lamanya
keadaan hiperglikemia pada orang dengan usia lan,ut !etelah mendapat
glukosa, kadar glukosa darah dalam $ ,am dapat diharapkan meningkat 17
mg)dl pada masing ( masing de-ade kehidupan *erubahan pada kadar
glukosa darah puasa dikaitkan dengan usia kurang begitu nampak, hanya $
mg)dl per de-ade
2ntoleransi karbohidrat yang berhubungan dengan usia ini telah dikaitkan
dengan berbagai hal seperti berkurangnya pelepasan insulin dari sel ( sel
beta, lambatnya pelepasan insulin, dan)atau penurunan sensitivitas peri5er
terhadap insulin
*erubahan 5isiologis kedua yang berhubungan dengan usia yang penting
dalam pengelolaan diabetes adalah peningkatan ambang gin,al untuk glukosa
darah yaitu 16% ( 1;% mg)1%% ml
%. Klasifi&asi Dia#etes 'elitus
4da beberapa tipe Diabetes Melitus yang berbeda< penyakit ini dibedakan
berdasarkan penyebab, per,alanan klinik dan terapinya .lasi5ikasi diabetes
yang utama adalah =
3ipe 2 = Diabetes Melitus tergantung insulin (Insulin
Dependent Diabetes Mellitus )2DDM)
3ipe 22 = Diabetes Melitus tidak tergantung insulin (Non Insulin
Dependent Diabetes Mellitus) /2DDM)
Diabetes Melitus yang berhubungan dengan keadaan atau
sindrom lainnya
Diabetes Melitus gestasional (Gestasional Diabetes Mellitus)
0DM)
3
(. Etiologi
Diabetes 3ipe 2
Diabetes tipe 2 ditandai oleh penghan-uran sel ( sel beta pan-reas
.ombinasi 5a-tor geneti-, imunologi dan mungkin pula lingkungan (mis
2n5eksi virus) diperkirakan turut menimbulkan destruksi sel beta
Diabetes 3ipe 22
Mekanisme yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi
insulin pada diabetes tipe 22 masih belum diketahui >aktor geneti-
diperkirakan memegang peranan dalam proses ter,adinya resistensi insulin
!elain itu terdapat pula 5a-tor ( 5a-tor resiko tertentu yang berhubungan
dengan proses ter,adinya diabetes tipe 22 >aktor ( 5aktor ini adalah =
a ?sia ( resistensi insulin -enderung meningkat pada usia di
atas 67 tahun )
b &besitas
- @i1ayat keluarga
d .elompok etnik ( di 4!, golongan :ispanik serta penduduk
asli 4merika tertentu memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk
ter,adinya diabetes tipe 22 dibandingkan dengan golongan 45ro (
4merika )
4
). PA*OFISIOLO!I
5
Sel pancreas
dihancurkan oleh
proses autoimun
Usia
Resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin
Obesitas
Keseimbangan
asam basa dalam
tubuh terganggu
Faktor genetik
Ketoasidosis
Tidak mampu
menghasilkan
insulin
Produksi glukosa
yang tidak
terukur oleh hati
Glukosa tidak
dapat disimpan
dalam hati
Konsentrasi
glukosa dalam
darah meningkat
Ginjal tidak dapat
menyerap kembali
semua glukosa yang
tersaring keluar
Tidak mampu
menghasilkan
insulin
Pemecahan lemak
terjadi
Hiperglikemia
Kelelahan dan
kelemahan
Selera makan
meningkat
Simpanan kalori
menurun
menurun
!etabolisme
protein dan lemak
terganggu
"e#isiensi insulin
Polidipsi Poliuri
Pengeluaran cairan
dan elektrolit
berlebihan
Glukosuria
$yeri abdomen% mual%
muntah% hiper&entilasi%
napas berbau aseton
Penurunan reaksi
intrasel
Sindrom hiperglikemik hiperosmolar non
ketotik ' HH$K (% kelelahan% iritabilitas%
poliuria% polidipsi% luka pada kulit yang lama
sembuh% in#eksi &agina% pandangan kabur
Sel beta pancreas tidak mampu
mengimbangi peningkatan kebutuhan
akan insulin
)nsulin menjadi tidak e#ekti# untuk
menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan
Kematian% koma%
perubahan kesadaran
+. E,aluasi Diagnosti&
4danya kadar glukosa darah meningkat se-ara abnormal merupakan
kriteria yang melandasi penegakan diagnosis diabetes .adar gula darah
plasma pada 1aktu puasa (gula darah nu-hter) yang besarnya di atas 1+%
mg)dl (!2 = ',; mmol)L) atau kadar glukosa darah se1aktu (gula darah random)
yang di atas $%% mg)dl (!2 = 11,1 mmol)l) pada satu kali pemeriksaan atau lebih
merupakan -riteria diagnosti- penyakit diabetes 8ika kadar gula darah
puasanya normal atau mendekati normal, penegakan diagnosis harus
berdasarkan tes toleransi glukosa
3es toleransi glukosa oral merupakan pemeriksaan yang lebih sensitive
daripada tes toleransi intravena yang hanya digunakan dalam situasi tertentu
(mis ?ntuk pasien yang pernah men,alani operasi lambung) 3es toleransi
glukosa oral dilakukan dengan pemberian larutan karbohidrat sederhana
*asien mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat (17% hingga 6%%
gram) selama 6 hari sebelum tes dilakukan !esudah berpuasa pada malam
hari, keesokan harinya sample darah diambil .emudian karbohidrat sebanyak
'7 gram yang biasanya dalam bentuk minuman diberikan kepada pasien
*asien diberitahu untuk duduk diam selama tes dilaksanakan dan menghindari
latihan, rokok, kopi serta makanan lain ke-uali air putih
A:& merekomendasikan pengambilan sample $ ,am sesudah konsumsi
glukosa @ekomendasi dari /ational Diabetes Data 0roup men-akup pula
pengambilan sample darah, 6% dan 6% menit sesudah konsumsi glukosa
Pemei&saan Diagnosti&
0lukosa darah = Meningkat $%% ( 1%% mg)dl, atau lebih
4seton plasma (keton) = positi5 se-ara men-olok
6
4sam lemak bebas = .adar lipid dan kolesterol meningkat
&smolalitas serum = Meningkat tetapi biasanya kurang dari 66%
m&sm)l
Blektrolit =
/atrium = Mungkin normal, meningkat atau menurun
.alium = /ormal atau peningkatan semu (perpindahan seluler), selan,utnya
akan menurun
>os5or = Lebih sering menurun
:emoglobin glikosilat = .adarnya meningkat $ ( + kali
lipat dari normal yang men-erminkan -ontrol DM yang kurang selama +
bulan terakhir (lama hidup !DM) karenanya sangat berman5aat dalam
membedakan D.4 dengan -ontrol tidak adekuat versus D.4 yang
berhubungan dengan insiden (mis 2!. baru)
0as darah arteri = biasanya menun,ukkan p: rendah dan
penurunan pada :C&6 (asidosis etabolik) dengan kompensasi alkalosis
respiratorik
3rombosit darah = :t mungkin meningkat (dehidrasi)<
leukositosis, hemokonsentrasi, merupakan respons terhadap stres atau
in5eksi
?reum)kreatinin = Mungkin meningkat atau normal
(dehidrasi ) penurunan 5ungsi gin,al)
4milase darah = Mungkin meningkat yang
mengindikasikan adanya pankreatitis akut sebagai penyebab dari D.4
2nsulin darah = Mungkin menurun)bahkan sampai tidak
ada (pada tipe 2) atau normal sampai tinggi (tipe 22) uang mengindikasikan
insu5isiensi insulin)gangguan dalam penggunaannya (endogen)eksogen)
@esisten insulin dapat berkembang sekunder terhadap pembentukan
antibody (autoantibody)
*emeriksaan 5ungsi tiroid = peningkatan aktivitas hormone
tiroid dapat meningkatkan glukosa darah dan kebutuhan akan insulin
7
?rine = 0ula dan aseton positi5 = berat ,enis dan
osmolalitas mungkin meningkat
.ultur dan sensitivitas = .emungkinan adanya in5eksi
pada saluran kemih, in5eksi pernapasan dan in5eksi pada luka
-. Penatala&sanaan
3u,uan utama terapi diabetes adalah men-oba menormalkan aktivitas
insulin dan kadar glukosa darah dalam upayauntuk mengurangi ter,adinya
komplikasi vaskuler serta neuropatik 3u,uan terapeutik pada setiap tipe
diabetes adalah men-apai kadar glukosa darah normal ( euglikemia ) tanpa
ter,adinya hipoglikemia dan gangguan serius pada pola aktivitas pasien
4da lima komponen dalam penatalaksanaan diabetes =
Diet
Latihan
*emantauan
3erapi ( ,ika diperlukan )
8
B. *EORI*IS KEPERA.A*AN
1. Peng&a/ian Pasien
Data bergantung pada berat dan lamanya ketidakseimbangan metaboli-
dan pengaruh pada 5ungsi organ
AK*I0I*AS 1 IS*IRAHA*
!e/ala 2 Lemah, letih, sulit bergerak)ber,alan
.ram otot, tonus otot menurun 0angguan tidur ) istirahat
*an3a 2 3akikardi dan takipnea pada keadaan istirahat atau dengan aktivitas
Letargi)disorientasi, koma
*enurunan kekuatan otot
SIRKULASI
!e/ala 2 4danya ri1ayat hipertensi< 2M akut
.laudikasi, kebas dan kesemutan pada ekstremitas
?lkus pada kaki, penyembuhan yang lama
*an3a 2 3akikardi
*erubahan tekanan darah postural< hipertensi
/adi yang menurun)tak ada, Disritmia
.rekels< DC8 ( 08. )
.ulit panas, kering, dan kemerahan< bola mata -ekung
IN*E!RI*AS E!O
!e/ala 2 !tress< tergantung pada orang lain
Masalah 5inan-ial yang berhubungan dengan kondisi
9
*an3a 2 4nsietas, peka rangsang
ELI'INASI
!e/ala 2 *erubahan pola berkemih ( poliuria ), nokturia
@asa nyeri)terbakar, kesulitan berkemih ( in5eksi ), 2!.
baru)berulang
/yeri tekan abdomen, Diare
*an3a 2 ?rine en-er, pu-at, kuning< poliuri dapat berkembang men,adi
oliguria)anuria ,ika ter,adi hipovolemia berat
?rine berkabut, bau busuk ( in5eksi )
4bdomen keras, adanya asites
Bising usus lemah dan menurun< hiperakti5 ( diare )
'AKANAN14AIRAN
!e/ala 2 :ilang na5su makan, Mual)muntah
3idak mengikuti diet< peningkatan masukan glukosa)karbohidrat
*enurunan berat badan lebih dari periode beberapa hari)minggu,
:aus
*enggunaan diureti- ( tia"id )
*an3a 2 .ulit kering)bersisik, turgor ,elek
.ekakuan)distensi abdomen, muntah
*embesaran tiroid (peningkatan kebutuhan metaboli- dengan
peningkatan gula darah), Bau halitosis)manis, bau buah ( napas
aseton )
NEUROSENSORI
!e/ala 2 *using)pening, !akit kepala
.esemutan, kebas kelemahan pada otot, parestesia
0angguan penglihatan
*an3a 2 Disorientasi< mengantuk, letargi, stupor)koma ( tahap lan,ut )
0angguan memori ( baru, masa lalu )< ka-au mental
@e5leks tendon dalam ( @3D ) menurun ( koma )
4ktivitas ke,ang ( tahap lan,ut dari D.4 )
10
N5ERI 1 KEN5A'ANAN
!e/ala 2 4bdomen yang tegang)nyeri ( sedang)berat )
*an3a 2 Aa,ah meringis dengan palpitasi< tampak sangat berhati ( hati
PERNAPASAN
!e/ala 2 Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan)tanpa sputum purulen
(tergantung adanya in5eksi)tidak )
*an3a 2 Lapar udara
Batuk, dengan)tanpa sputum purulen ( in5eksi ), >rekuensi
pernapasan
KEA'ANAN
!e/ala 2 .ulit kering, gatal, ulkus kulit
*an3a 2 Demam, dia5oresis, .ulit rusak, lesi)ulserasi
Menurunnya kekuatan umumrentang gerak
*arestesia)paralysis otot termauk otot ( otot pernapasan ( ,ika kadar
kalium menurun dengan -ukup ta,am
SEKSUALI*AS
!e/ala 2 @abas vagina ( -enderung in5eksi )
Masalah impotent pada pria< kesulitan orgasme pada 1anita
PEN5ULUHAN1PE'BELA6ARAN
!e/ala 2 >aktor resiko keluarga< DM, penyakit ,antung, stroke, hipertensi
*enyembuhan yang lambat
*enggunaan obat seperti steroid, diureti- ( tia"id )< Dilantin dan
5enobarbital ( dapat meningkatkan kadar glukosa darah
Mungkin tidak memerlukan obat diabeti- sesuai pesanan
(Marilynn B Doenges,1999)
11
2. DIA!NOSA KEPERA.A*AN7 IN*ER0ENSI DAN RASIONAL
NO. DIA!NOSA
KEPERA.A*AN
*U6UAN1KRI*ERIA
HASIL
IN*ER0ENSI RASIONAL
1 .ekurangan volume -airan
b)d diuresis osmoti- ( dari
hiperglikemia )< kehilangan
gastri- berlebihan< diare,
muntah< masukan dibatasi<
mual, ka-au mental d)d
peningkatan haluaran
urine, urine en-er<
kelemahan< haus,
penurunan berat badan
tiba ( tiba< .ulit)membrane
mukosa kering, turgor kulit
buruk< hipotensi, takikardia,
perlambatan pengisian
kapiler
Mendemonstrasikan
hidrasi adekuat
dibuktikan oleh tanda
vital stabil, nadi peri5er
dapat diraba, turgor
kulit dan pengisian
kapiler baik, haluaran
urine tepat se-ara
individu, dan kadar
elektrolit dalam batas
normal
'an3ii
Dapatkan ri1ayat pasien)orang
terdekat sehubungan dengan
lamanya)intensitas dari ge,ala seperti
muntah, pengeluaran urine yang
sangat berlebihan
*antau tanda ( tanda vital, -atat
adanya perubahan 3D ortostatik
*ola napas seperti adanya
pernapasan .usmaul atau
pernapasan yang berbau keton
M
embantu dalam memperkirakan
kekurangan volume total 3anda
dan ge,ala mungkin sudah ada
pada beberapa 1aktu sebelumnya
( beberapa ,am sampai beberapa
hari ) 4danya proses in5eksi
mengakibatkan demam dan
keadaan hipermetabolik yang
meningkatkan kehilangan air tidak
kasatmata
:
ipovolemia dapat dimani5estasikan
oleh hipotensi dan takikardia
*erkiraan berat ringannya
hipovolemia dapat dibuat ketika
tekanan darah sistolik pasien turun
lebih dari 1%mm :g dari posisi
berbaring ke posisi duduk)berdiri
*
aru ( paru mengeluarkan asam
12
>rekuensi dan kualitas pernapasan,
penggunaan otot Bantu napas dan
adanya periode apnea dan
mun-ulnya sianosis
!uhu, 1arna kulit atau
kelembabannya
.a,i nadi peri5er, pengisian kapiler,
karbonat melalui pernapasan yang
menghasilkan kompensasi alkalosis
respiratorius terhadap keadaan
ketoasidosis *ernapasan yang
berbau aseton berhubungan
peme-ahan asam seto ( asetat dan
harus berkurang bila ketosis harus
terkoreksi
.
oreksi hiperglikmia dan asidosis
menyebabkan pola dan 5rekuensi
pernapasan mendekati normal
3etapi peningkatan ker,a
pernapasan< pernapasan dangkal,
pernapasan -epat< dan mun-ulnya
sianosis mungkin merupakan
indikasi dari kelelahan pernapasan
dan)atau mungkin pasien itu
kehilangan kemampuannya untuk
melakukan kompensasi pada
asidosis
Meskipun demam, menggigil dan
dia5oresis merupakan hal umum
ter,adi proses in5eksi, demam
dengan kulit yang kemerahan,
13
turgor kulit, dan membrane mukosa
*antau masukan dan pengeluaran,
-atat berat ,enis urine
?kur berat badan setiap hari
.a,i adanya perubahan
mental)sensori
&bservasi adanya perasaan
kelelahan yang meningkat, edema,
peningkatan berat badan, nadi tidak
kering mungkin sebagai -erminan
dari dehidrasi
Merupakan indi-ator dari tingkat
dehidrasi, atau volume sirkulasi
yang adekuat
Memberikan perkiraan kebutuhan
akan -airan pengganti, 5ungsi gin,al
dan kee5ekti5an dari terapi yang
diberikan
M
emberikan hasil pengka,ian yang
terbaik dari status -airan yang
sedang berlangsung dan
selan,utnya dalam memberikan
-airan pengganti
*
erubahan mental dapat
berhubungan dengan glukosa yang
tinggi atau rendah ( hiperglikemia
atau hipglikemia ), elektrolit yang
abnormal, asidosis, penurunan
per5usi serebral dan
berkembangnya hipoksia
*enyebab yang tidak tertangani,
gangguan kesadaran dapat men,adi
14
teratur dan adanya distensi pada
vaskuler
Kola#oasi
Berikan terapi -airan sesuai indikasi =
/ormal salin atau setengah normal
salin dengan atau tanpa dekstrosa
4lbumin, plasma atau dekstran
*antau pemeriksaan laboratorium
seperti =
:ematokrit ( :t )
B?/)kreatinin
&smolalitas darah
/atrium
predisposisi ( pen-etus ) aspirasi
pada pasien
*
emberian -airan untuk perbaikan
yang -epat mungkin sangat
berpotensi menimbulkan kelebihan
beban -airan dan 08.
3ipe dan ,umlah dari -airan
tergantung pada dera,at kekurangan
-airan dan respons pasien se-ara
individual
*lasma ekspander ( pengganti )
kadang dibutuhkan ,ika kekurangan
tersebut mengan-am kehidupan
atau tekanan darah sudah tidak
dapat kembali normal dengan usaha
( usaha rehidrasi yang telah
dilakukan
Mengka,i tingkat hidrasi dan
seringkali meningkat akibat
hemokonsentrasi yang ter,adi
setelah diresis osmoti-
*eningkatan nilai dapat
men-erminkan kerusakan sel karena
15
.alium
Berikan kalium atau elektrolit yang
lain melalui 2C dan)atau melalui oral
sesuai indikasi
dehidrasi atau tanda a1itan
kegagalan gin,al
Meningkat sehubungan dengan
adanya hiperglikemia dan dehidrasi
Mungkin menurun yang dapat
men-erminkan perpindahan -airan
dari intrasel ( diuresis osmoti- )
.adar natrium yang tinggi
men-erminkan kehilangan
-airan)dehidrasi berat atau
reabsorpsi natrium dalam berespons
terhadap sekrsi aldosteron
41alnya akan ter,adi hiperkalemia
dalam berespons pada asidosis,
namun selan,utnya kalium ini akan
hilang melalui urine, kadar kalium
absolute dalam tubuh berkurang
Bila insulin diganti dan asidosis
teratasi, kekurangan kalium serum
,ustru akan terlihat
.alium harus ditambahkan pada 2C (
segera aliran urine adekuat ) untuk
men-egah hipokalemia
$ *erubahan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh b)d
ketidak -ukupan insulin
Men-erna ,umlah
kalori)nutrient yang
tepat
'an3ii
3imbang berat badan setiap hari
atau sesuai dengan indikasi
Mengka,i pemasukan makanan
yang adekuat ( termasuk absorpsi
16
(penurunan ambilan dan
penggunaan glukosa oleh
,aringan mengakibatkan
peningkatan metabolisme
protein)lemak)< penurunan
masukan oral< anoreksia,
mual, lambung penuh,
nyeri abdomen, perubahan
kesadaran< status
hipermetabolism =
pelepasan hormone stress
( mis Bpine5rin, kortisol,
dan hormone
pertumbuhan, proses
in5eksius d)d melaporkan
masukan makanan
takadekuat, kurang minat
pada makanan< penurunan
berat badan, kelemahan,
kelelahan, tonus otot
buruk< diare
Menun,ukkan tingkat
energi biasanya
Mendemonstrasikan
berat badan stabil
atau penambahan
kea rah rentang
biasnya)yang
diinginkan dengan
nilai laboratorium
3entukan program diet dan pola
makan pasien dan bandingkan
dengan makanan yang dapat
dihabiskan pasien
Berikan makanan -air yang
mengandung "at makanan
( nutrient ) dan elektrolit dengan
segera ,ika pasien sudah dapat
mentoleransinya melalui oral
Danselan,utnya terus
mengupayakan pemberian
makanan yang lebih padat sesuai
dengan yang dapat ditoleransi
&bservasi tanda ( tanda
hipoglikemia !eperti perubahan
tingkat kesadaran, kulit
lembab)dingin, denyut nadi -epat,
lapar, peka rangsang, -emas, sakit
kepala, pusing, sempoyongan
dan utilisasinya )
Mengidenti5ikasi kekurangan dan
penyimpangan dari kebutuhan
terapeutik
*emberian makanan melalui oral
lebih baik ,ika pasien sadar dan
5ungsi gastrointestinal baik
.arena metabolisme karbohidrat
mulai ter,adi ( gula darah akan
berkurang, dan sementara tetap
diberikan insulin maka hipoglikemi
dapat ter,adi 8ika pasien dalam
keadaan koma, hipoglikemia
mungkin ter,adi tanpa
memperlihatkan perubahan tingkat
kesadaran 2ni se-ara potensial
dapat mengan-am kehidupan yang
17
Kola#oasi
Lakukan pemeriksaan gula darah
dengan menggunakan 95inger sti-kD
*antau pemeriksaan laboratorium,
seperti glukosa darah, aseton, p:
dan :C&6
Berikan pengobatan insulin se-ara
teratur dengan metode 2C se-ara
harus dika,i dan ditangani se-ara
-epat melalui tindakan proto-ol
yang diren-anakan
4nalisa di tempat tidur terhadap
gula darah lebih akurat
(menun,ukkan keadaan saat
dilakukan pemeriksaan) daripada
memantau gula dalam urine
( reduksi urine ) yang tidak -ukup
akurat untuk mendeteksi 5luktuasi
kadar gula darah dan dapat
dipengaruhi oleh ambang gin,al
pasien se-ara individual atau
adanya retensi urine)gagal gin,al
0ula darah akan menurun perlahan
dengan penggantian -airan dan
terapi insulin terkontrol Dengan
pemberian insulin dosis optimal,
glukosa kemudian dapat masuk ke
dalam sel dan digunakan untuk
sumber kalori .etika hal ini ter,adi,
kadar aseton akan menurun dan
asidosis dapat dikoreksi
2nsulin regular memiliki a1itan
-epat dan karenanya dengan -epat
18
6 @esiko tinggi terhadap
in5eksi b)d kadar glukosa
tinggi, penurunan 5ungsi
leukosit, perubahan pada
sirkulasi< in5eksi
Mengidenti5ikasi
intervensi untuk
men-egah)menurunk
intermitten atau se-ara kontinu
!eperti bolus 2C diikuti dengan
tetesan yang kontinu melalui alat
pompa kira ( kira 7 ( 1% ?2),am
sampai glukosa darah men-apai
$7% mg)dl
Berikan larutan glukosa, mis
Dekstrosa dan setengah normal
salin
'an3ii
&bservasi tanda ( tanda in5eksi dan
peradangan, seperti demam,
kemerahan, adanya pus pada luka,
sputum purulen, urine 1arna keruh
pula dapat membantu
memindahkan glukosa ke dalam
sel *emberian melalui 2C
merupakan rute pilihan utama
karena absorpsi dari ,aringan sub
kutan mungkin tidak
menentu)sangat lambat Banyak
orang per-aya)berpendapat bah1a
metode kontinu ini merupakan -ara
yang optimaluntuk mempermudah
transisi pada metabolisme
karbohidrat dan menurunkan
insiden hipoglikemia
Larutan glukosa ditambahkan
setelah insulin dan -airan
memba1a gula darah kira ( kira
$7% mg)dl Dengan metabolisme
karbohidrat mendekati normal,
pera1atan harus diberikan untuk
menghindari ter,adinya hipoglikemi
*asien mungkin masuk dengan
in5eksi yang biasanya telah
men-etuskan keadaan ketoasidosis
atau dapat mengalami in5eksi
19
pernapasan yang ada
sebelumnya atau 2!.
an resiko in5eksi
Mendemonstrasikan
teknik, perubahan
gaya hidup untuk
men-egah ter,adinya
in5eksi
atau berkabut
3ingkatkan upaya pen-egahan
dengan melakukan -u-i tangan
yang baik pada semua orang yang
berhubungan dengan pasien
termasuk pasiennya sendiri
*asang kateter)lakukan pera1atan
perinealnya dari depan kea rah
belakang setelah eliminasi
Berikan pera1atan kulit dengan
teratur dan sungguh ( sungguh,
masase daerah tulang yang
tertekan, ,aga kulit tetap kering,
linen kering dan tetap ken-ang
( tidak berkerut )
4uskultasi bunyi napas
nosokomial
Men-egah timbulnya in5eksi silang
Mengurangi resiko ter,adinya in5eksi
saluran kemih *asien koma
mungkin memiliki resiko yang
khusus ,ika ter,adi retensi urine
pada saat a1al dira1at
!irkulasi peri5er bisa terganggu
yang menempatkan pasien pada
peningkatan resiko ter,adinya
kerusakan pada kulit)iritasi kulit dan
in5eksi
@onki mengindikasikan danya
akumulasi se-ret yang mungkin
berhubungan dengan
pneumonia)bron-hitis ( mungkin
sebagai pen-etus dari D.4 )
Bdema paru ( bunyi krekels )
mungkin sebagai akibat dari
pemberian -airan yang terlalu
-epat)berlebihan atau 08.
20
*osisikan pasien pada posisi semi
5o1ler
Lakukan perubahan posisi dan
an,urkan pasien untuk batuk
e5ekti5)napas dalam ,ika pasien
sadar dan kooperati5 Lakukan
pengisapan lender pada ,alan
napas dengan menggunakan teknik
steril sesuai keperluannya
Berikan tisu dan tempat sputum
pada tempat yang mudah di,angkau
untuk penampungan sputum atau
se-ret yang lainnya
Bantu pasien untuk melakukan
hygiene oral
4n,urkan untuk makan dan minum
adekuat ( pemasukan makanan dan
-airan yang adekuat ) ( kira ( kira
6%%% ml)hari ,ika tidak ada
kontraindikasi )
Kola#oasi
Memberikan kemudahan bagi paru
untuk berkembang< menurunkan
resiko ter,adinya aspirasi
Membantu memventilasi semua
daerh paru dan memobilisasi
se-ret Men-egah agar se-ret tidak
statis dengan ter,adinya
peningkatan terhadap resiko
in5eksi
Mengurangi penyebaran in5eksi
Menurunkan resiko ter,adinya
penyakit mulut)gusi
Menurunkan kemungkinan
ter,adinya in5eksi Meningkatkan
aliran urine untuk men-egah urine
yang statis dan membantu dalam
mempertahankan p:)keasaman
urine yang menurunkan
pertumbuhan bakteri dan
pengeluaran organisme dari system
organ tersebut
21
+ .elelahan b)d penurunan
produksi energi metaboli-<
perubahan kimia darah=
insu5isiensi insulin<
peningkatan kebutuhan
energi= status
hipermetabolik)in5eksi d)d
kurang energi yang
berlebihan,
ketidakmampuan untuk
mempertahankan rutinitas
biasanya, penurunan
kiner,a, ke-endrungan
untuk ke-elakaan
Mengungkapkan
peningkatan tingkat
energi
Menun,ukkan
perbaikan
kemampuan untuk
berpartisipasi dalam
aktivitas yang
diinginkan
Berikan obat antibioti- yang sesuai
'an3ii
Diskusikan dengan pasien
kebutuhan akan aktivitas Buat
,ad1al peren-anaan dengan pasien
dan identi5ikasi aktivitas yang
menimbulkan kelelahan
Berikan aktivitas alternative dengan
periode istirahat yang -ukup)tanpa
diganggu
*antau nadi, 5rekuensi pernapasan
dan tekanan darah
sebelum)sesudah melakukan
aktivitas
Diskusikan -ara menghemat kalori
selama mandi, berpindah tempat
dan sebagainya
3ingkatkan partisipasi pasien dalam
melakukan aktivitas sehari ( hari
sesuai dengan yang dapat
ditoleransi
*enanganan a1al dapat membantu
men-egah timbulnya sepsis
*endidikan dapat memberikan
motivasi untuk meningkatkan
tingkat aktivitas meskipun pasien
mungkin sangat lemah
Men-egah kelelahan yang
berlebihan
Mengindikasikan tingkat aktivitas
yang dapat ditoleransi se-ara
5isiologis
*asien akan dapat melakukan lebih
banyak kegiatan dengan penurunan
kebutuhan akan energi pada setiap
kegiatan
Meningkatkan keper-ayaan
diri)harga diri yang positi5 sesuai
tingkat aktivitas yang dapat
ditoleransi pasien
22
BAB II
LAPORAN KASUS
A. Peng&a/ian
1. I3entitas Dii Klien
/ama = 3n 4 3anggal masuk @!= $$ Mei $%1%
3empat)tgl lahir = 1$E%;E19+$ !umber 2n5ormasi = 4bdullah
?mur = 6; tahun .eluarga terdekat yang dapat dihubungi
(orang tua,1ali,suami,istri dll)= 4nak klien
8enis .elamin = LakiElaki
4lamat = 8l Mangaan 222 *sr22 Lr Benteng 1$$ Medan
!tatus = .a1in (Duda)
4gama = 2slam
!uku = Batak
*endidikan = !M?
*eker,aan = *ensiunan *3*/ 222 Medan
Lama beker,a = -
2. Status Kese"atan Saat Ini
a. 4lasan .un,ungan)keluhan utama=
*using, lemah, dan rasa pegal pada ,ari ,emari, tidak ada na5su makan
b. >aktor pen-etus = -
c. Lamanya keluhan = DM mulai dialami klien se,ak + tahun yang
lalu
d. 3imbulnya keluhan = bertahap
e. >aktor yang memperberat = usia klien 6% tahun (lansia) dan bila
berakti5itas berat
f. ?paya yang dilakukan mengatasinya
!endiri = -
&leh orang lain = memba1a klien ke @! untuk berobat
g Diagnosa Medis= DM F 3B *aru tanggal $+ Mei $%1%
23
%. Ri8a9at Kese"atan 'asa Lalu
a *enyakit yang pernah dialami
.anakEkanak = -
.e-elakaan = -
*ernah dira1at= pernah *enyakit= DM
Aaktu = 1 tahun yang lalu
&perasi = tidak pernah
b 4lergi=E
3ipe @eaksi 3indakan
E E E
E E E
E E E
- 2mmunisasi=
3ipe @eaksi 3indakan
Tidak dikaji Tidak dikaji Tidak dikaji
E E E
E E E
d .ebiasaan = Minum kopi dan obat DM
e &batEobatan =
!ebelum masuk @umah !akit=
&batEobatan : obatEobat anti diabetikum
Lamanya = se,ak 6 bulan yang lalu
!endiri = -
&rang lain resep = diresepkan dokter
Di @umah !akit=
&batEobatan :Cipro5loGa-ine $ G 1% mg, 4ntipek 1G7 mg,
4mmino5ellin 1G7 mg
Lamanya = se,ak 1 minggu yang lalu
!endiri = -
&rang lain resep = Diresepkan dokter
5 *ola /utrisi
!ebelum masuk @umah !akit=
24
>rek1ensi makan = 6 kali sehari
Berat Badan = 44 kg
3inggi Badan = 16% -m
8enis Makanan = Makanan Biasa (MB)
Makanan yang disukai = tidak ada
Makanan *antang = tidak ada
/a5su Makan = kurang
!etelah di @umah !akit=
>rek1ensi makan = $E6 kali sehari
Berat Badan = +1 kg
3inggi Badan = 16% -m
8enis Makanan = Diet DM 19%% kkal
Makanan yang disukai = soto medan
Makanan *antang = makanan tinggi protein
/a5su Makan = kurang (tidak selera pada menu yang disa,ikan)
g *ola Bliminasi
Buang air besar
!ebelum masuk @umah !akit=
>rek1ensi = 1 G)hari
Aaktu = pagi hari
Aarna = tengguli
.onsistensi : lembek
!etelah di @umah !akit=
>rek1ensi = 1 G )hari
Aaktu = pagi hari
Aarna = tengguli
.onsistensi : lembek
Buang air ke-il
!ebelum masuk @umah !akit=
25
>rek1ensi = 7E' G)hari
Aarna = kuning
Bau : khas
!etelah di @umah !akit=
>rek1ensi = 7E' G)kali
Aarna = kuning
Bau : khas
h *ola 3idur dan 2stirahat
!ebelum masuk @umah !akit=
Aaktu tidur (,am) =
Bangun ,am %'%% 1ib pagi dan tidur malam ,am $$%% 1ib
2stirahat siang teratur dilakukan klien
Lama tidur =6E; ,am sehari
.ebiasaan pengantar tidur = -
.esulitan dalam hal tidur = -
!etelah di @umah !akit=
Aaktu tidur (,am) =
Bangun ,am %'%% 1ib pagi dan tidur malam ,am $$%% 1ib
2stirahat siang teratur dilakukan klien
Lama tidur =6E; ,am)hari
.ebiasaan pengantar tidur = -
.esulitan dalam hal tidur = -
i *ola 4kti5itas dan Latihan
!ebelum masuk @umah !akit=
.egiatan dalam peker,aan =!elama sakit klien selalu berusaha
mampu melakukan peker,aannya
&lah raga = ,arang dilakukan klien
.egiatan di1aktu luang = mengurus -u-u
.esulitan)keluhan dalam hal = badan terasa lemah
!etelah di @umah !akit=
26
.egiatan dalam peker,aan = !elama sakit klien tidak mampu
melakukan peker,aannya
&lah raga = -
.egiatan di1aktu luang = -
.esulitan)keluhan dalam hal = klien mengalami kelemahan 5isik
, *ola Beker,a
!ebelum masuk @umah !akit=
8enis peker,aan = *ensiunan lamanya = E
8umlah ,am ker,a = -
8ad1al ker,a = -
LainElain = -
!etelah di @umah !akit=
8enis peker,aan : - lamanya = E
8umlah ,am ker,a = -
8ad1al ker,a = -
LainElain = -
(. Ri8a9at Keluaga
Genogram:
Keterangan:
H lakiElaki
H perempuan
H lakiElaki yang meninggal
H perempuan yang meninggal
H klien
27
H tinggal satu rumah
). Ri8a9at Ling&ungan
.ebersihan = lingkungan tempat tinggal klien terurus dengan baik
Bahaya = tidak ada bahaya
*olusi = polusi hanya dari kendaraan bermotor
+. As:e& Psi&ososial
a *ola pikir dan persepsi
4lat bantu yang digunakan = tidak ada
.esulitan yang dialami = pembatasan ,enis makanan
b *ersepsi harga diri =
:al yang sangat dipikirkan saat ini = masalah kesehatan klien
:arapan setelah men,alani pera1atan = klien mengharapkan
masalah kesehatan klien segera teratasi setelah dira1at di @!
*erubahan yang terasa setelah sakit = kelemahan 5isik
- !uasana hati = klien merasa lebih baik setelah dira1at di @!
@entang perhatian= klien merasa tetap diperhatikan keluarganya
d :ubungan)komunikasi
Bi-ara = ,elas
Bahasa utama = bahasa 2ndonesia
3empat tinggal = bersama ibu mertua klien
.ehidupan keluarga
4dat istiadat yang dianut = adat 8a1a
*embuatan keputusan dalam kelurga = dimusya1arahkan
*ola komunikasi = komunikasi dua arah
.euangan = -ukup
.esulitan dalam keluarga = tidak ada
e .ebiasaan seksual
0angguan hubungan seksual =E
*emahaman terhadap 5ungsi seksual = tidak dika,i
5 *ertahanan koping
28
*engambilan keputusan= dimusya1arahkan dengan keluarga
Iang disukai tentang diri sendiri = -
Iang ingin dirubah dalam kehidupan = -
Iang dilakukan ,ika stres = mengungkapkannya kepada keluarga
4pa yang dilakukan pera1at agar anda nyaman dan aman = bila
ada keluhan klien, segera di perhatikan
g !istem nilai keper-ayaan :
!iapa atau apa sumber kekuatanJ 3uhan
4pakah 3uhan,agama,keper-ayaan pentingJsangat penting
.egiatan agama atau keper-ayaan yang dilakukan (ma-am dan
5rek1ensi) = berdoa kepada 3uhan
.egiatan agama yang ingin dilakukan selama di @! = ingin
melakukan sholat
h 3ingkat perkembangan = -
-. Peng&a/ian Fisi&
0ital Sign2
3ekanan Darah = 16%);% mm:g
:eart @ate = '% G ) menit
@espirasi = $6 G ) menit
3emperature = 66K Cel-ius
a .epala
Bentuk = Bulat !imetris
.eluhan yang berhubungan = -
*using)sakit kepala = -
a Mata
?kuran pupil = L $ mm
@eaksi terhadap -ahaya :tidak ada kelainan
4komodasi : kurang (klien menggunakan ka-a mata bila
memba-a dan menulis
Bentuk = normal simetris
.on,u-tive = normal
29
>ungsi penglihatan = normal
@asa sakit = -
3andaEtanda radang = tidak ada
*emeriksaan mata terakhir = tidak ada
&perasi = tidak ada
.a-a mata = ada
Lensa kontak = tidak ada
b :idung
@eaksi alergi = tak ada keluhan
Cara mengatasi = E
*ernah mengalami 5lu = pernah
Bagaimana 5rek1ensi dalam setahun = $ E6 kali setahun
!inus = tidak ada keluhan
*erdarahan = tidak ada keluhan
- Mulut dan 3enggorok
0igi geligi = tidak lengkap, ada yang tanggal
.esulitan)gangguan bi-ara : klien bisa bi-ara
.esulitan menelan = klien bisa menelan
*emeriksaan gigi terakhir = tidak ada
d *ernapasan
!uara paru = adanya suara ronkhi
*ola napas = $6 G)mnt
!putum = ada
/yeri dada = tidak ada
.emampuan melakukan akti5itas:klien merasa lemah untuk berakti5itas
Bentuk dada = tidak ada kelainan (simetris)
>oto terakhir = 5oto toraks
5 !irkulasi
/adi primer = 5rek1ensi 6%E1%%G)menit
Disvensi vena ,ugularis = 1E$ -m (normal)
!uara ,antung = LubEDub
30
!uara ,antung tambahan= tidak ada
/ama ,antung(monitor) = -
/yeri = nyeri pada daerah tapak kaki kanan
&edema = -
*alpitasi = -
*arubahan 1arna = -
Clubing = -
.eadaan ektremitas = E
g /utrisi
8enis diet = Diet DM 19%% kkal
/a5su makan= kurang (porsi yang disa,ikan hanya habis M porsi)
@asa mual = -
Muntah = -
2ntake -airan = -
h Bliminasi
*ola rutin = klien B4B 1G) hari
*enggunaan laGan= -
Colonstomi = tidak ada
.onstipasi = tidak ada
Diare = tidak ada
2nkontinesia = tidak ada
2n5eksi = tidak ada
/erbani = tidak ada
Cateter = tidak ada
>regine = tidak ada
i. @eproduksi =(tidak dika,i)
.ehamilan = -
Buah dada = -
:asil = -
.eputihan = -
*emeriksaan sendiri = -
31
*rostat = -
, /eurologis
.esadaran = Compos Mentis
Disorientasi = -
3ingkah laku = kooperati5
@i1ayat epilepsi,kejang dan parkinson= tidak ada
@e5lek = normal
.ekuatan menggenggam= baik
*ergerakan ektremitas = baik
Muskulo skeletal = baik
.ekuatan = selama sakit klien merasa lemah
*ola latihan gerak = selama sakit latihan gerak berkurang
k .ulit
Aarna = sa1o matang
Integritas : baik
Turgor : baik
8. Data Laboratorium tanggal !4 Mei !"#"$
%enis pemeriksaan &asil pemeriksaan
:b 9,' gr N
LBD 1$,7 mm),am
Leukosit 1$,6 1%
6
)mm
6
:ematokrit $9N
.0D puasa 6%+ mg)dl
>aal gin,al =
E ?reum $+ mgN
E Creatinin 1,$6 mgN
E 4sam urat 6 mgN
;. Pengo#atan ( tanggal $+ mei $%1%)
2CDD @L $% Ott)i Cipro5loGa-ine 6G1% mg
2n,eksi B-otriGont 1 amp s)1$ ,am 4ntipek 1G7 mg
2n,eksi Cantio 1% ?) hr 4mino5ellin 1G7 mg
Diet DM 19%% kkal
32
B. ANALISA DA*A
NO DA*A E*IOLO!I 'ASALAH
1 Data 'ubjektif:
.lien mengatakan
tidak na5su makan
Data (bjektif:
BB +1 kg< 3B
2ntake yang tidak
adekuat
*erubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan
tubuh
33
16% -m
*orsi yang
disa,ikan hanya
dihabiskan M porsi
.on,ungtiva
anemis
$ Data 'ubjektif:
.lien mengatakan
sering pusing bila
berakti5itas
Data (bjektif=
.lien tampak
pu-at
4ktivitas
dibantu pera1at
dan keluarga
:b 9,' gr N
*enurunan produksi
energi metabolik
.elelahan
6 Data 'ubjektif:
.lien mengatakan
sering batuk
Data (bjektif:
4danya suara
ronkhi pada paru
!putum
ber1arna kuning
dan kental
*erubahan pada
sirkulasi paru, in5eksi
pernapasan
@esiko tinggi penularan
in5eksi
4. PRIORI*AS 'ASALAH
1 *erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b)d intake yang tidak
adekuat
$ .elelahan b)d penurunan produksi energi metaboli-
34
6 @esiko tinggi penularan in5eksi b)d perubahan pada sirkulasi paru, in5eksi
pernapasan
35
D. PEREN4ANAAN
NA'A PASIEN 2 *n. A RUAN!AN 2 RA2
U'UR 2 ++ *AHUN D< 'EDIS 2 D'
No
DIA!NOSA
KEPERA.A*AN
*U6UAN DAN KRI*ERIA
HASIL
IN*ER0ENSI RASIONALISASI
1 DG 1 Tujuan:
.ebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria &asil:
*orsi yang disa,ikan
dapat dihabiskan
BB kembali normal
3imbang berat badan setiap hari atau
sesuai dengan indikasi
3entukan program diet dan pola makan
pasien dan bandingkan dengan
makanan yang dapat dihabiskan
pasien
Berikan makanan -air yang
mengandung "at makanan (nutrient)
dan elektrolit dengan segera ,ika pasien
sudah dapat mentoleransinya melalui
oral
&bservasi tanda ( tanda hipoglikemia
!eperti perubahan tingkat kesadaran,
kulit lembab)dingin, denyut nadi -epat,
lapar, peka rangsang, -emas, sakit
kepala, pusing, sempoyongan
Kola#oasi
Mengka,i pemasukan makanan yang
adekuat
Mengidenti5ikasi kekurangan dan
penyimpangan dari kebutuhan
terapeutik
*emberian makanan melalui oral lebih
baik ,ika pasien sadar dan 5ungsi
gastrointestinal baik
.arena metabolisme karbohidrat mulai
ter,adi gula darah akan berkurang, dan
sementara tetap diberikan insulin maka
hipoglikemi dapat ter,adi2ni se-ara
potensial dapat mengan-am kehidupan
yang harus dika,i dan ditangani se-ara
-epat melalui tindakan proto-ol yang
diren-anakan
36
*antau pemeriksaan laboratorium,
seperti glukosa darah, aseton, p: dan
:C&6
Berikan pengobatan insulin se-ara
teratur dengan metode 2C se-ara
intermitten atau se-ara kontinu
0ula darah akan menurun perlahan
dengan penggantian -airan dan terapi
insulin terkontrol Dengan pemberian
insulin dosis optimal, glukosa kemudian
dapat masuk ke dalam sel dan
digunakan untuk sumber kalori .etika
hal ini ter,adi, kadar aseton akan
menurun dan asidosis dapat dikoreksi
2nsulin regular memiliki a1itan -epat dan
karenanya dengan -epat pula dapat
membantu memindahkan glukosa ke
dalam sel
$ DG $ Tujuan:
*roduksi energi metabolik
stabil
Kriteria &asil:
.)u stabil
.lien mampu untuk
mempertahankan rutinitas
biasanya
*enurunan kiner,a tidak
ada
Diskusikan dengan pasien kebutuhan
akan aktivitas Buat ,ad1al
peren-anaan dengan pasien dan
identi5ikasi aktivitas yang menimbulkan
kelelahan
Berikan aktivitas alternative dengan
periode istirahat yang -ukup)tanpa
diganggu
*antau nadi, 5rekuensi pernapasan dan
tekanan darah sebelum)sesudah
melakukan aktivitas
Diskusikan -ara menghemat kalori
selama mandi, berpindah tempat dan
*endidikan dapat
memberikan motivasi untuk
meningkatkan tingkat aktivitas
meskipun pasien mungkin sangat
lemah
Men-egah kelelahan
yang berlebihan
Mengindikasikan tingkat
aktivitas yang dapat ditoleransi se-ara
5isiologis
37
sebagainya
3ingkatkan partisipasi pasien dalam
melakukan aktivitas sehari ( hari sesuai
dengan yang dapat ditoleransi
*asien akan dapat
melakukan lebih banyak kegiatan
dengan penurunan kebutuhan akan
energi pada setiap kegiatan
Meningkatkan
keper-ayaan diri)harga diri yang positi5
sesuai tingkat aktivitas yang dapat
ditoleransi pasien
6 DG 6 Tujuan:
*enularan in5eksi tidak
ter,adi
Kriteria &asil:
3anda in5eksi tidak ada
Batuk berkurang
&bservasi tanda ( tanda in5eksi dan
peradangan saluran napas
3ingkatkan upaya pen-egahan dengan
melakukan -u-i tangan yang baik pada
semua orang yang berhubungan
dengan pasien termasuk pasiennya
sendiri
Berikan pera1atan kulit dengan teratur
dan sungguh ( sungguh, masase
daerah tulang yang tertekan, ,aga kulit
tetap kering, linen kering dan tetap
ken-ang (tidak berkerut)
.olaborasi dengan dokter untuk
pemberian antibiotik
*a
sien mungkin masuk dengan in5eksi
atau dapat mengalami in5eksi
nosokomial
Me
n-egah timbulnya in5eksi silang
!ir
kulasi peri5er bisa terganggu yang
menempatkan pasien pada peningkatan
resiko ter,adinya kerusakan pada
kulit)iritasi kulit dan in5eksi
38
*e
nanganan a1al dapat membantu
men-egah timbulnya sepsis
39
E. 4A*A*AN PERKE'BAN!AN
No *AN!!AL
No.
D<
Im:lementasi E,aluasi
%1 $7 Mei
$%1%
DP
2
8am %9%% 1ib
Menimbang BB=+1 kg
8am 1%%% 1ib
Melaksanakan program
diet pasien= Diet DM
19%% kkal
8am 11%% 1ib
Mengobservasi tanda (
tanda hipoglikemia
!eperti perubahan tingkat
kesadaran, kulit
lembab)dingin, denyut
nadi -epat, lapar, peka
rangsang, -emas, sakit
kepala, pusing,
sempoyongan
8am 1$%%
Memantau pemeriksaan
laboratorium,seperti
glukosa darah= 6%+ mg)dl
8am 16%% 1ib
Melaksanakan hasil
kolaborasi dengan dokter
yaitu pengobatan
insulin=1% iu)hari
!=.lien masih tampak
lemah
&=*orsi makanan yang
disa,ikan habis M porsi
4=Masalah belum teratasi
*=*era1atan diteruskan
DP 8am %9+7 1ib !=klien menyatakan lemas
40
22 Memberikan aktivitas
alternative dengan
periode istirahat yang
-ukup)tanpa diganggu=
menonton 3C
8am 1%+7 1ib
Memantau vital sign= 3D=
16%);% mm:g, :@= '% G )
menit,@@= $6 G)menit,
3=66KC
8am 11+7 1ib
Meningkatkan partisipasi
pasien dalam melakukan
aktivitas sehari ( hari
sesuai dengan yang
dapat ditoleransi= makan
tanpa disuapin
bila berakti5itas
&=.lien bed rest
4=Masalah belum teratasi
*=*era1atan diteruskan
DP
222
8am %;6% 1ib
Mengobservasi tanda (
tanda in5eksi dan
peradangan saluran
pernapasan
8am %96% 1ib
Mengan,urkan untuk
melakukan -u-i tangan
yang baik pada semua
orang yang berhubungan
dengan pasien termasuk
pasiennya sendiri
8am 1%6% 1ib
!=tanda in5eksi tidak ada
&= Batuk masih ada
4=Masalah mulai teratasi
*=*era1atan diteruskan
41
Memberikan masase
daerah tulang yang
tertekan, ,aga kulit tetap
kering, dan menganti
linen kering dan tetap
ken-ang
8am 116% 1ib
Melaksanakan hasil
kolaborasi dengan dokter
untuk pemberian
antibioti-= Ce5triaGone 1
gr)1$ ,am
%$ $6 Mei
$%1%
DG 2 8am %9%% 1ib
Menimbang BB=+$ kg
8am 1%%% 1ib
Melaksanakan program
diet pasien= Diet DM
19%% kkal
8am 11%% 1ib
Mengobservasi tanda (
tanda hipoglikemia
!eperti perubahan tingkat
kesadaran, kulit
lembab)dingin, denyut
nadi -epat, lapar, peka
rangsang, -emas, sakit
kepala, pusing,
sempoyongan
8am 16%% 1ib
Melaksanakan hasil
42
kolaborasi dengan dokter
yaitu pengobatan
insulin=1% iu)hari
DP
22
8am %9+7 1ib
Memberikan aktivitas
alternative dengan
periode istirahat yang
-ukup)tanpa diganggu=
menonton 3C
8am 1%+7 1ib
Memantau vital sign= 3D=
16%);% mm:g, :@= '% G )
menit,@@= $+ G)menit,
3=66,1KC
8am 11+7 1ib
Meningkatkan partisipasi
pasien dalam melakukan
aktivitas sehari ( hari
sesuai dengan yang
dapat ditoleransi= makan
tanpa disuapin
!=klien menyatakan lemas
bila berakti5itas
&=.lien bed rest
4=Masalah belum teratasi
*=*era1atan diteruskan
DG
222
8am %;6% 1ib
Mengobservasi tanda (
tanda in5eksi dan
peradangan pada saluran
pernapasan
8am %96% 1ib
Mengan,urkan untuk
melakukan -u-i tangan
yang baik pada semua
!=tanda in5eksi tidak ada
&=Batuk berkurang
4=Masalah teratasi
*=*era1atan diteruskan
43
orang yang berhubungan
dengan pasien termasuk
pasiennya sendiri
8am 1%6% 1ib
Memberikan masase
daerah tulang yang
tertekan, ,aga kulit tetap
kering, dan menganti
linen kering dan tetap
ken-ang
8am 116% 1ib
Melaksanakan hasil
kolaborasi dengan dokter
untuk pemberian
antibioti-= B-otriGon 1
amp)1$ ,am
%6 $' Mei
$%1%
DG 2 8am %9%% 1ib
Menimbang BB=+$ kg
8am 1%%% 1ib
Melaksanakan program
diet pasien= Diet DM
19%% kkal
8am 11%% 1ib
Mengobservasi tanda (
tanda hipoglikemia
!eperti perubahan tingkat
kesadaran, kulit
lembab)dingin, denyut
nadi -epat, lapar, peka
rangsang, -emas, sakit
!=.lien masih tampak
lemah
&=*orsi makanan yang
disa,ikan habis M porsi
4=Masalah belum teratasi
*=*era1atan diteruskan
44
kepala, pusing,
sempoyongan
8am 1$%%
Memantau pemeriksaan
laboratorium,seperti
glukosa darah=$%7
8am 16%% 1ib
Melaksanakan hasil
kolaborasi dengan dokter
yaitu pengobatan
insulin=1% iu)hari
D222 8am %9+7 1ib
Memberikan aktivitas
alternative dengan
periode istirahat yang
-ukup)tanpa diganggu=
menonton 3C
8am 1%+7 1ib
Memantau vital sign= 3D=
1$%);% mm:g, :@= '% G )
menit,@@= $$ G)menit,
3=66,7KC
8am 11+7 1ib
Meningkatkan partisipasi
pasien dalam melakukan
aktivitas sehari ( hari
sesuai dengan yang
dapat ditoleransi= makan
tanpa disuapin
!=klien menyatakan lemas
bila berakti5itas
&=.lien bed rest
4=Masalah belum teratasi
*=*era1atan diteruskan
BAB III
PEMBAHASAN
45
Setelah penulis menerapkan asuhan keperawatan pada pasien Tn. A dengan
gangguan sstem end!krin "# di ruang $A2 $S%& 'a(i Adam malik #edan) maka
penulis mem*ahas kesen(angan antara te!ritis dan kasus se+ara nata. &em*ahasan ini
sesuai dengan tahap pr!ses keperawatan mulai dari pengka(ian) diagn!sa) peren+anaan)
pelaksanaan dan e,aluasi.
Asuhan keperawatan pada Tn. A dilaksanakan selama 3 hari) aitu dari tanggal 24
#ei 2010 sampai 26 #ei 2010. "alam hal ini penulis *erperan se*agai perawat pelaksana
asuhan keperawatan dan ker(a sama dengan tim kesehatan lainna.
Adapun uraian pem*ahasan mengenai asuhan keperawatan ang telah di*erikan
kepada pasien adalah-
A. Tahap Pengkajian
"alam tahap pengka(ian pasien dengan apendikt!mi dimana pada tin(auan te!ritis
terdapat kelelahan) +emas) lemah) lelah) dan pada lap!ran kasus ditemukan hal . hal
terse*ut.
B. Diagnosa Keperawatan
Adapun diagn!sa keperawatan ang terdapat di landasan te!ritis adalah-
1. /ekurangan ,!lume +airan *0d diuresis !sm!ti+ 1 dari hiperglikemia 23 kehilangan
gastri+ *erle*ihan3 diare) muntah3 masukan di*atasi3 mual) ka+au mental d0d
peningkatan haluaran urine) urine en+er3 kelemahan3 haus) penurunan *erat *adan
ti*a . ti*a3 /ulit0mem*rane muk!sa kering) turg!r kulit *uruk3 hip!tensi) takikardia)
perlam*atan pengisian kapiler.
2. &eru*ahan nutrisi kurang dari ke*utuhan tu*uh *0d ketidak +ukupan insulin
1penurunan am*ilan dan penggunaan gluk!sa !leh (aringan mengaki*atkan
peningkatan meta*!lisme pr!tein0lemak23 penurunan masukan !ral3 an!reksia)
mual) lam*ung penuh) neri a*d!men) peru*ahan kesadaran3 status
hipermeta*!lism - pelepasan h!rm!ne stress 1 mis. 4pine5rin) k!rtis!l) dan h!rm!ne
pertum*uhan) pr!ses in5eksius d0d melap!rkan masukan makanan takadekuat)
46
kurang minat pada makanan3 penurunan *erat *adan) kelemahan) kelelahan) t!nus
!t!t *uruk3 diare.
3. $esik! tinggi terhadap in5eksi *0d kadar gluk!sa tinggi) penurunan 5ungsi leuk!sit)
peru*ahan pada sirkulasi3 in5eksi pernapasan ang ada se*elumna atau 6S/.
4. /elelahan *0d penurunan pr!duksi energi meta*!li+3 peru*ahan kimia darah-
insu5isiensi insulin3 peningkatan ke*utuhan energi- status hipermeta*!lik0in5eksi d0d
kurang energi ang *erle*ihan) ketidakmampuan untuk mempertahankan rutinitas
*iasana) penurunan kiner(a) ke+endrungan untuk ke+elakaan.
7erdasarkan landasan te!ritis pada pasien dengan str!ke iskemik terdapat empat
diagn!sa keperawatan dan ang ditemukan pada kasus terdapat tiga diagn!sa
keperawatan.
C. Tahap Perencanaan
Tahap peren+anaan pada kasus didasarkan pada pri!ritas masalah ang se*elumna
telah dilakukan setelah pelaksanaan analisa data ang antara lain-
1. &ri!ritas tertinggi di*erikan kepada masalah kesehatan ang mengan+am
keselamatan 0 kehidupan p8 antara lain-
o &eru*ahan nutrisi kurang dari ke*utuhan tu*uh
o /elelahan
o $esik! tinggi penularan in5eksi
2. &ri!ritas masalah (uga disesuaikan dengan tingkat ke*utuhan dasar manusia
menurut hirarki #asl!w.
D. Tahap Pelaksanaan
"alam melaksanakan tindakan keperawatan disesuaikan dengan masalah ang
dihadapi pasien sehingga masalah terse*ut dengan mudah dapat diatasi. Se+ara garis
*esar) tindakan ang di*erikan pada pasien antara lain-
#engatur p!sisi klien dengan p!sisi semi 5!wler
47
#emantau 92 ang terpasang
#engukur tanda:tanda ,ital
#enga(arkan klien untuk rentang gerak ekstremitas akti5
#emantau keluaran urine
#em*eri lingkungan ang tenang
#em*eri !*at sesuai indikasi
E. Tahap Eal!asi
Adapun hasil e,aluasi terhadap tindakan keperawatan dapat dikatakan *ahwa ketiga
diagn!sa keperawatan dapat diantara-
;eri semakin *erkurang
"apat men+apai peningkatan t!leransi akti,itas
"apat mengetahui tentang str!ke
48
BAB I"
PEN#T#P
A. Kesi$p!lan
1. &ada tahap pengka(ian penulis melakukan pendekatan terhadap pasien dan keluarga
sehingga data ang men+akup *i!) psik!) s!sial) dan spiritual dapat dikumpulkan
dengan *aik.
2. &ada tahap diagn!sa keperawatan penulis menemukan enam diag!sa pada Tn. A
aitu- &eru*ahan nutrisi kurang dari ke*utuhan tu*uh) /elelahan) $esik! tinggi
penularan in5eksi
3. &ada tahap peren+anaan penulis mem5!kuskan pada ren+ana tindakan sesuai dengan
masalah dan k!ndisi klien.
4. &ada tahap pelaksanaan penulis melaksanakan tindakan sesuai dengan ren+ana ang
telah ditentukan.
5. &ada tahap e,aluasi penulis melakukan penilaian terhadap implementasi ang telah
dilakukan.
B. Saran
1. "iharapkan pada pasien ang mengalami tanda dan ge(ala apendisitis supaa
se+epatna memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan peng!*atan dan
perawatan.
2. /epada perawat untuk le*ih memperhatikan dalam perawatan untuk men+egah
k!mplikasi.
3. "iharapkan se*elum pulang keluargana di*eri pendidikan kesehatan meningkatkan
dera(at kesehatan.
49
DAF*AR PUS*AKA
Baughman, $%%%, Buku Saku Keperawatan Medikal Bedah, 8akarta = B0C
Cor1in 8, Bli"abeth, $%%%, Buku Saku Patofisiologi, 8akarta = B0C
Doengoes, $%%%, Rencana asuhan Keperawatan, edisi 6, 8akarta = B0C
Bngram, B, 199;, Rencana suhan Keperawatan Medikal Bedah, 8akarata =
B0C
Bster, M, $%%$, Keperawatan Medikal Bedah, 8akarta = B0C
Mans,oer, 4ri5, $%%%, Kapita Selekta Kedokteran, edisi 6, 8akarta = Media
4es-ulapis
50