Anda di halaman 1dari 21

STUDI KASUS PASIEN

GASTROENTERITIS AKUT PADA DEWASA


BERDASARKAN PENDEKATAN ILMU KEDOKTERAN KELUARGA
DI PUSKESMAS KECAMATAN KOJA
PERIODE 26 MEI 29 JUNI 2014






Oleh :
Yudith Kattiarni Aisyah
110.2009.307

Pembimbing
dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
2014
PERNYATAAN PERSETUJUAN


Studi Kasus dengan judul STUDI KASUS PASIEN GASTROENTERITIS AKUT
PADA DEWASA BERDASARKAN PENDEKATAN ILMU KEDOKTERAN
KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN KOJA Periode 26 Mei 29 Juni 2014
telah disetujui untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas kepaniteraan
Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI.




Jakarta, Mei 2014



Pembimbing,
dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK










KATA PENGANTAR

Assalamua`alaikum, Wr. Wb
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT dengan
terselesaikannya Laporan Studi Kasus Pasien yang berjudul STUDI KASUS PASIEN
GASTROENTERITIS AKUT PADA DEWASA BERDASARKAN PENDEKATAN
ILMU KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN KOJA Periode
26 Mei 29 Juni 2014.
Tujuan penulis menyusun laporan ini adalah dalam rangka memenuhi tugas Kepaniteraan
Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
Yarsi.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada :
1. dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK selaku Kepala Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat, staf pengajar, dan dosen pembimbing Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
2. Rifda Wulansari, SP, M.Kes selaku koordinator Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
3. dr. Citra Dewi, M.Kes selaku dosen pembimbing Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Universitas YARSI yang telah membimbing dan memberi
masukan yang bermanfaat.
4. dr. Dini Widianti, MKK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
5. DR. dr. Artha Budi Susila Duarsa, MKes staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
6. dr. Dian Mardhiyah, M.KK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
7. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
8. dr. Fathul Jannah, M.Si selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
9. dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
10. Rifqatussa'adah, SKM, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
11. dr. Yusnita selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
12. dr. Erlinawati, M.PH selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
13. Seluruh tenaga kesehatan yang terkait di Puskesmas Kecamatan Koja
14. Orang tua dan Keluarga tercinta yang selalu memberika doa, restu, semangat dan
motivasi.
15. Seluruh Rekan Sejawat Fakultas Kedokteran YARSI yang telah bekerja sama
dalam menyusun laporan ini.

















BAB I
LAPORAN KASUS

I. BERKAS PASIEN

A. Identitas Pasien
Nama : Ny. D
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 21 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SMA
Agama : Islam
Alamat : Jalan Sindang, Koja
Tanggal Berobat : 28 Mei 2014

B. Anamnesis
Dilakukan secara Autoanamnesa pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 11.30 WIB di
Puskesmas Kecamatan Koja.
1. Keluhan Utama: Mencret sejak 2 hari yang lalu.
2. Keluhan Tambahan: Mual dan muntah 1x
3. Riwayat Penyakit Sekarang:
Seorang pasien wanita berusia 21 tahun datang ke Poli Umum Puskesmas Koja pada
tanggal 28 Mei 2014 dengan keluhan BAB encer. Keluhan dirasakan sejak 2 hari yang lalu.
Sejak 2 hari yang lalu pasien BAB sebanyak 5x dalam sehari. BAB encer dengan ampas
tanpa lendir dan darah. Pasien merasakan sakit pada perutnya, sakit pada perut dirasakan
melilit. Pasien mengeluhkan mual dan muntah 1x. Pasien merasa badannya lemas dan kepala
terasa pusing. Nafsu makan pasien menurun, pasien tidak mau makan karena mengeluhkan
perutnya sakit. Riwayat memakan makanan jajanan luar di akui oleh pasien. BAK normal.

4. Riwayat Penyakit Dahulu:
Diakui pasien, pasien pernah mengalami hal yang sama sekitar 3 bulan yang lalu.

5. Riwayat Penyakit Keluarga:
- Tidak ada keluarga yang mengeluhkan keluhan yang sama.

6. Riwayat Sosial Ekonomi:

Pasien merupakan seorang Ibu Rumah Tangga yang dinafkahi oleh suami pasien yang
bekerja sebagai karyawan. Penghasilan tetap suami pasien adalah Rp 2.500.000 perbulan
yang dikatakan cukup untuk membiayai kehidupan sehari hari. Saat ini pasien tinggal
berdua dengan suaminya. Untuk kebutuhan lainnya seperti saat sakit. Pasien hanya
mengandalkan pengobatan yang terjangkau seperti di PUSKESMAS.
Menurut pasien, dirinya merupakan seseorang yang aktif dalam bergaul di lingkungan
tempat tinggalnya. Pasien sering terlibat di dalam berbagai kegiatan seperti pengajian
rutin, serta membantu menyiapkan makanan untuk para bapak-bapak yang kerja bakti di
sekitar tempat tinggalnya.
7. Riwayat Kebiasaan
Pasien memiliki pola makan yang teratur, dalam 1 hari pasien makan 3 kali dengan
porsi yang cukup. Pasien sehari-harinya memasak sendiri. Namun jika pasien merasakan
badannya kurang sehat, pasien akan membeli makanan jajanan luar rumah. Makanan yang
biasa dikonsumsi adalah nasi, sayur, tahu, tempe, ikan, dan ayam.
Keluarga pasien, kurang menyukai olahraga, karena sudah merasa lelah dengan
aktifitas sehari-harinya. Untuk beribadah shalat diakui pasien keluarganya melaksanakan
sesuai ajaran agama Islam dengan melaksanakannya dalam 5 waktu.
Dalam satu bulan pasien menabung sebanyak Rp.50.000-Rp.75.000 yang digunakan
untuk keperluan mendadak seperti memperbaiki perabotan yang rusak.
Food recall (Pola makan dalam tiga hari terakhir).
1. Pada tanggal 25 Mei 2014
- Pagi : 2 potong tempe goreng dan 1 gelas air putih
- Siang : jajan diluar rumah (1 piring siomay)
- Malam : Sepiring nasi dengan semangkuk sayur bayam dan oseng tempe, 2
gelas air putih
2. Pada tanggal 26 Mei 2014
- Pagi : 1 potong singkong goreng, 1 gelas teh manis.
- Siang : jajan diluar rumah (sepiring nasi goreng)
- Malam : semangkuk mie instan, 2 gelas air putih
3. Pada tanggal 27 Mei 2014
- Pagi : Semangkuk Bubur Ayam, 2 gelas air putih.
- Siang : jajan diluar rumah (semangkuk mie ayam dan 1 teh botol)
- Malam : semangkuk mie instan, 2 gelas air putih

C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
2. Vital sign
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : E4M6V5
Tek. Darah : 110/60 mmHg
Frek. Nadi : 80 x/menit
Frek. Pernapasan : 22 x/menit
Suhu : 36,5 C
3. Status Generalis :
Kepala : Normocephal, rambut berwarna hitam, tidak mudah dicabut
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Mulut : lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tenang, faring tidak hiperemis
Leher : Tidak teraba pembesaran KGB
Thoraks : Cor : BJ I BJ II reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : Suara napas vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen : Datar, simetris, tidak terdapat linea nigra dan striae gravidarum,
bising usus (+) meningkat, nyeri tekan epigastrium (+) hepar dan
lien tidak teraba, turgor kulit normal.
Ekstremitas : - Superior : Sianosis (-/-)
Edema (-/-)
- Inferior : Edema (-/-)
Sianosis (-/-)


5. Status neurologis:
pupil bulat, isokor, 3mm/3mm, refleks cahaya langsung +/+, refleks cahaya tak
langsung +/+, Tanda rangsang meningeal tidak diperiksa
Nervus kranialis kesan normal,
Refleks fisiologis 5555 5555
5555 5555
Refleks patologis - -
- -
6. Status Gizi
BB : 55 kg
TB : 153 cm
IMT KATEGORI
< 18,5 Berat badan kurang
18,5 24,9 Berat badan normal
25.00 Kelebihan berat badan
25,00 29,9 Pre-obesitas
30,00-34,99 Obesitas kelas I
35,00-39,00 Obesitas kelas II
40,00 Obesitas kelas III
Sumber :Klasifikasi Obesitas menurut WHO
Ny.D : BB (kg) : TB (m)
2
= (55 kg) : (1,53 m)
2
= 23,49 (Berat Badan Normal)
D. Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap

II. BERKAS KELUARGA
A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga: Tn. I berusia 23 tahun
b. Identitas Pasangan: Ny. D berusia 21 tahun
c. Struktur Komposisi Keluarga:
Tabel 1 Anggota keluarga yang tinggal serumah
No Nama Kedudukan
dalam Keluarga
Gender Umur Pendidikan
Terakhir
Pekerjaan Keterangan
Tambahan
1. Tn. I Suami L 23 th SMA Karyawan 2.500.000
/bulan
2. Ny. D Isteri P 21 th SMA Ibu
Rumah
Tangga
-


2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup
a. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 2 Lingkungan tempat tinggal
Status kepemilikan rumah : milik sendiri
Daerah perumahan : padat bersih
Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan
Luas rumah: 4 x 5 m
2
Ny.D tinggal bersama suaminya.
Rumah Ny.D mempunyai rumah yang
kurang kriteria rumah sehat, karena
kurangnya tersedianya ventilasi di
dalam rumah dan jarak antar rumah
yang sangat berdempetan
menyebabkan kesan ventilasi kurang
baik dan cenderung pengap. Selain itu
kebersihan didalam rumah, dengan tata
letak barang-barang yang berantakan,
namun masih terdapat ketersediaan air
bersih dan jamban keluarga.


Jumlah penghuni dalam satu rumah: 2 orang
Luas halaman rumah: tidak ada, langsung jalan
gang rumah.
Tidak bertingkat
Lantai rumah dari: semen tertutup karpet plastic
Dinding rumah dari: Tembok
Jamban keluarga: Ada
Tempat bermain: Tidak ada
Penerangan listrik: 1000 watt
Ketersediaan air bersih: Ada
Tempat pembuangan sampah : Ada



b. Kepemilikan barang-barang berharga: (Kendaraan, elektronik, peralatan rumah
tangga)
- satu buah sepeda motor
- satu buah televisi 21 inch
- satu buah rice cooker
- dua buah kipas angin
- satu buah kompor gas
- satu buah setrikaan
- dua buah handphone




3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga:
a) Tempat berobat : Puskesmas dekat rumah.
b) Asuransi/Jaminan kesehatan: BPJS

4. Sarana Pelayanan Kesehatan (PUSKESMAS)
Tabel 3 Pelayanan Kesehatan
Faktor Keterangan Kesimpulan
Cara mencapai pusat pelayanan
kesehatan
Jalan kaki atau motor Pasien jika sakit berobat ke
Puskesmas. Karena biaya yang

Tarif pelayanan kesehatan Terjangkau dan murah murah dan jarak yang tidak
terlalu jauh dari rumah, sehingga
dapat ditempuh dengan jalan kaki
atau naik sepeda motor menuju
puskesmas. Pasien merasa cukup
puas dengan pelayanan kesehatan
yang ada di puskesmas.
Kualitas pelayanan kesehatan Cukup memuaskan

1. Pola Konsumsi Makanan Keluarga
a. Kebiasaan makan :
Keluarga Ny.D makan sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Menu makanan
yang diterapkan dalam waktu makan mereka tidak pernah menentu. Menu
makanan mereka paling sering hanya makan nasi dengan lauk tahu atau tempe,
ikan beserta sayuran. Untuk makan ayam dan daging sangat jarang. Adapun
makanan yang dimakan oleh keluarga Tn.I dimasak sendiri oleh Ny.D. Keluarga
Tn.I jarang mengkonsumsi buah-buahan dan susu. Keluarga Tn.I selalu
membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta
merapikan dan membersihkan peralatan makan mereka setelah selesai makan.

b. Menerapkan pola gizi seimbang :
Keluarga Tn.I masih belum menerapkan pola gizi seimbang kepada seluruh
anggota keluarga karena keterbatasan ekonomi. Sehingga keluarga ini jarang
mengkonsumsi buah-buahan dan susu terutama bagi Ny.D yang sedang menjalani
program untuk memiliki anak.

6. Pola Dukungan Keluarga
a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Pasien mengaku sadar akan penyakit yang dideritanya sehingga pasien
mengatakan akan mengubah pola jajan makanan luar, minum obat secara teratur
dan berobat ke dokter. Keluarga mendukung keputusan pasien tersebut dan
keluarga pasien tidak keberatan untuk mengantar pasien ke Puskesmas. Pasien
juga sering diingatkan untuk menjaga kebersihan makanan dan minuman yang
akan dikonsumsi.
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Ny.D tinggal bersama suaminya. Rumah Ny.D tidak memenuhi kriteria rumah sehat,
karena kurangnya jumlah ventilasi di dalam rumah dan jarak antar rumah yang berdempetan
menyebabkan kesan ventilasi kurang baik dan cenderung pengap. Selain itu kebersihan
didalam rumah kurang terjaga, dan tata letak barang-barang yang berantakan.
Pola konsumsi makanan pada keluarga Ny.D masih kurang baik, dengan diakuinya
jarang makan buah-buahan, dan suka membeli jajanan makanan dan minuman diluar rumah.
Dalam penatalaksanaan penyakit pasien sangat diperlukan peran serta yang aktif
dari seluruh anggota keluarga terutama suami pasien yaitu dalam hal memperhatikan pasien.
Peran keluarga pada saat ini kurang memperhatikan keadaan kesehatan pasien terutama
dalam mengawasi pola makan dan mengurangi kebiasaan jajan.
B. Genogram
1. Bentuk keluarga :
Bentuk keluarga ini adalah (nuclear family) yaitu keluarga inti yang mana
terdiri dari bapak, ibu.
2. Tahapan siklus keluarga :
Menurut tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga dikutip dari Duvall
(1985) dan Friedman (1998), tahapan siklus keluarga pasien termasuk pada tahap
keluarga pemula (pasangan pada tahap pernikahan)


3. Family Map
Gambar 4. Family Map Keluarga Ny.D
Keterangan:





C. Identifikasi Permasalahan yang Didapat Dalam Keluarga

1. Masalah dalam organisasi keluarga
Dalam struktur keluarga, pasien istrinya. Penghasilan yang didapatkan oleh suami pasien
cukup untuk menghidupi keluarga. Pasien sebagai ibu rumah tangga, sehingga tidak memiliki
penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pasien sering tidak mematuhi
apa yang diperintahkan suami pasien seperti memasak makanan yang akan dimakan oleh
mereka sehingga pasien tidak harus jajan diluar. Saat suami pasien bekerja, pasien tidak
diawasi sehingga dengan bebas membeli makanan semakin menurunkan tingkat kesehatan
pasien. Selebihnya kerukunan antar keluarga terjalin dengan baik.
2. Masalah dalam fungsi biologis
Saat ini pasien sedang tidak mengandung anak. Kebiasaan makan sehari-hari pasien
sering jajan sembarangan, makan tidak teratur dan tidak menerapkan pola makan gizi
seimbang
3. Masalah dalam fungsi psikologis
Kebiasaan untuk makan dengan pola makan yang tidak teratur pada keluarga
berdampak pada pasien yang akhirnya memilih untuk sering membeli makanan diluar. Pasien
mulai tidak mau mengikuti saran dari suami pasien dengan seringnya tidak memperdulikan
saran untuk memasak sendiri makanan yang akan dimakan. Namun dukungan keluarga sudah
cukup baik untuk terus mengingatkan pasien agar pola makan menjadi teratur dan lebih
memikirkan kesehatan pasien dengan makan yang teratur dan tidak jajan diluar rumah. Peran
= Laki-Laki
= Perempuan
= Pasien
= Tinggal satu rumah
keluarga yang kurang tegas membuat pasien berani untuk tidak mengikuti saran dan perintah
dari keluarga untuk memakan makanan secara teratur.
4. Masalah dalam fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan
Sumber penghasilan utama pada keluarga ini adalah suami pasien yang cukup untuk
menghidupi keluarga. Penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan seperti ini terkadang
membuat uang jajan yang ada sering disalahgunakan pasien untuk membeli makanan di luar
rumah. Terlebih lagi, pasien sering kali merasa malas memasak
5. Masalah lingkungan
Lingkungan tempat tinggal pasien merupakan lingkungan cukup padat penduduk
dengan letak rumah yang berdekatan satu sama lainnya. Selain itu, ventilasi kurang memadai
untuk pertukaran udara. Kebersihan lingkungan di sekitar rumah cukup terjaga dengan baik.
Tingkat pencemaran udara di lingkungan rumah pasien cukup tinggi karena terletak di dalam
gang yang ramai dan akses yang mampu dilewati kendaraan motor.
6. Masalah perilaku kesehatan
Pada dasarnya keluarga cukup mengerti akan pentingnya kesehatan dan
pemeliharaan kesehatan, seperti sumber makanan yang baik dan tidak baik untuk kesehatan
pasien, namun dalam praktek makan sehari-hari, masih belum mampu untuk
melaksanakannya. Pasien juga kurang memiliki niat serta usaha dalam merubah pola makan
dan gaya hidup yang tidak baik.

D. Diagnosis Holistik
a. Aspek personal : (alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran, persepsi individu mengenai
penyakitnya)

Seorang pasien wanita berusia 21 tahun datang ke POLI UMUM Puskesmas Koja
pada tanggal 28 Mei 2014 dengan keluhan BAB encer. Keluhan dirasakan sejak 2 hari yang
lalu. Sejak 2 hari yang lalu pasien BAB sebanyak 5x dalam sehari. BAB encer dengan ampas
tanpa lendir dan darah. Pasien merasakan sakit pada perutnya, sakit pada perut dirasakan
melilit. Pasien mengeluhkan mual dan muntah 1x. Pasien merasa badannya lemas dan kepala
terasa pusing. Nafsu makan pasien menurun, pasien tidak mau makan karena mengeluhkan
perutnya sakit. Riwayat memakan makanan jajanan luar di akui oleh pasien. BAK normal.
Pasien khawatir berat badannya akan turun karena sakitnya ini. Pasien khawatir gejala
semakin memberat dan membahayakan dirinya, maka pasien datang ke Puskesmas Koja
untuk dapat cepat sembuh setelah berobat dengan dokter.

b. Aspek klinik : (diagnosis kerja dan diagnosis banding)
Berdasarkan anamnesis :
Seorang pasien wanita berusia 21 tahun datang ke POLI UMUM Puskesmas Koja
pada tanggal 28 Mei 2014 dengan keluhan BAB encer. Keluhan dirasakan sejak 2 hari yang
lalu. Sejak 2 hari yang lalu pasien BAB sebanyak 5x dalam sehari. BAB encer dengan ampas
tanpa lendir dan darah. Pasien merasakan sakit pada perutnya, sakit pada perut dirasakan
melilit. Pasien mengeluhkan mual dan muntah 1x. Pasien merasa badannya lemas dan kepala
terasa pusing. Nafsu makan pasien menurun, pasien tidak mau makan karena mengeluhkan
perutnya sakit. Riwayat memakan makanan jajanan luar di akui oleh pasien. BAK normal.
Pemeriksaan fisik didapatkan:
1. Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
2. Vital sign
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : E4M6V5
Tek. Darah : 110/60 mmHg
Frek. Nadi : 80 x/menit
Frek. Pernapasan : 22 x/menit
Suhu : 36,5 C
3. Status Generalis :
Kepala : Normocephal, rambut berwarna hitam, tidak mudah dicabut
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Mulut : lidah tidak kotor, tonsil T1-T1 tenang, faring tidak hiperemis
Leher : Tidak teraba pembesaran KGB
Thoraks : Cor : BJ I BJ II reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : Suara napas vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen : Datar, simetris, tidak terdapat linea nigra dan striae gravidarum,
bising usus (+) meningkat, nyeri tekan epigastrium (+) hepar dan
lien tidak teraba, turgor kulit normal.
Ekstremitas : - Superior : Sianosis (-/-)
Edema (-/-)
- Inferior : Edema (-/-)
Sianosis (-/-)

Diagnosis kerja : Gastroenteritis Akut tanpa Dehidrasi.
Dasar diagnosis : Dari anamnesis riwayat penyakit sekarang, pemeriksaan fisik.
c. Aspek risiko internal (faktor- faktor internal yang mempengaruhi masalah kesehatan
pasien):

Faktor internal yang mempengaruhi masalah kesehatan pasien adalah pasien
memiliki kebiasaan makan tidak teratur serta jarang makan buah dan sayur. Pasien
juga memiliki kegemaran membeli makanan dan minuman diluar rumah atau jajan.

d. Aspek psikososial keluarga (faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi masalah) :

Pasien merupakan isteri dari seorang karyawan yang tidak memiliki pekerjaan
sampingan. Suami pasien mengetahui tentang keluhan pasien dan membantu dalam proses
pengobatan agar pasien sehat. Suami pasien belum sepenuhnya bisa membantu pasien untuk
merubah pola hidup sehat, seperti makan yang teratur, makan makanan yang bergizi serta
melarang untuk jajan di luar rumah, karena kesibukan suami pasien yang bekerja sehingga
tidak dapat mengawasi isterinya terus menerus.
e. Aspek fungsional (tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari- hari) :

Pasien mempunyai aspek fungsional pasien masih bisa beraktivitas sedang dan
memerlukan istirahat yang bila dimasukkan ke nilai dalam klasifikasi WONCA adalah
4.













E. Rencana Penatalaksanaan
Tabel 7. Rencana Penatalaksanaan
Terapi Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang
Diharapkan
individu a) Memberi edukasi
kepada pasien untuk
mengatur pola makan
dan pola hidup sehat
agar kesehatan pasien
dan keluarga dapat
terjaga.
b) Memberi edukasi
tentang makanan
bergizi untuk pasien.
c) Memberi edukasi
tentang bahaya jajan
sembarangan terhadap
kesehatan pasien.
Pasien
dan
keluaga
(suami).
Saat pasien
berobat ke
Puskesmas
dan saat
kunjungan ke
rumah
pasien.
Pasien dan suami
mengetahui dan
memahami
penyakit pasien
sehingga
kecemasan pasien
bisa berkurang.
Pasien mengubah
pola pikir dan
perilaku makan.
Mengurangi
kebiasaan untuk
jajan sembarangan.

d) Memberi motivasi
kepada pasien agar
tetap semangat
menjalani hidup dengan
pola makan serta pola
hidup yang baik agar
kejadian sakit tidak
terulang.
e) Memberi vitamin
penambah nafsu
makan.
f) Memberi edukasi untuk
menghentikan.
kebiasaan jajan dan
makan bergizi 3x
sehari.
g) Memberi motivasi
untuk menabung untuk
menambah ventilasi
udara.


Keluarga
(suami)



Menjelaskan kepada
pasien dan suami pasien
tentang penyakit pasien
dan terapi yang diberikan
kepada pasien.
Memberitahukan dan
mengingatkan pasien
untuk makan makanan
yang bergizi.
Memberitahukan dan
mengingatkan pasien
untuk tidak jajan
sembarangan.
Memberi edukasi kepada
suami pasien untuk
meluangkan waktunya
untuk makan bersama
setiap harinya agar dapat
mengkontrol makannya.
Memberi edukasi kepada
suami pasien untuk
meluangkan waktunya
shalat berjamaah dengan
istrinya.

Keluarga
(suami)
dan pasien
Saat pasien
berobat dan
kunjungan ke
rumah pasien




Pasien dan
anggota keluarga
pasien mengetahui
dan memahami
penyakit pasien
dan memahami
tujuan dari terapi
yang diberikan
Dapat membantu
memenuhi
kebutuhan gizi
Dapat
mengingatkan
pasien untuk
minum obat secara
teratur
Masyarakat Melakukan penyuluhan
tentang makanan bergizi
Melakukan penyuluhan
bahaya jajan
Masyarakat
di
lingkungan
tempat
tinggal
Saat
kunjungan ke
rumah
pasien.
Menambah
pengetahuan
masyarakat tentang
pentingnya makan
makanan bergizi
sembarangan

pasien
Mengurangi
kebiasaan
masyarakat untuk
jajan sembarangan

F. Prognosis
1. Ad vitam : Ad bonam
2. Ad sanationam : Ad bonam
3. Ad functionam : Ad bonam