Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
Kesehatan adalah modal utama bagi manusia, kesehatan merupakan bagian yang
terpenting dalam menjaga kelangsungan hidup seseorang. Jika seseorang sedang tidak dalam
kondisi prima, maka segala aktivitasnya terganggu seperti makan, minum, aktivitas yang
biasa dilakukan sendiri tetapi saat sakit semua menjadi tidak dapat dilakukan sendiri.
Kesehatan merupakan masalah berharga dan sangat penting dalam berbagai tatanan
kehidupan manusia. Perhatian masyarakat terhadap kesehatan saat ini semakin besar,
sehingga meningkatkan tuntunan masyarakat terhadap perawatan yang berkualitas. Tanda dan
gejala lebih dini/awal biasanya tidak mereka sadari, namun keadaan tersebut akan mereka
sadari apabila sudah menimbulkan rasa sakit atau demam dan seperti juga dengan tanda dan
gejala yang di alami oleh pasien ini berupa demam tinggi disertai benjolan didaerah lipat
paha.
Demam sudah dikenal sejak zaman ippo!rates sebagai pertanda penyakit. Demam
adalah suatu pertanda bahwa tubuh sedang melawan suatu virus. "uhu tubuh biasanya diukur
dengan menggunakan termometer air raksa dan tempat pengambilannya dapat di aksila, oral,
atau rektum. "uhu tubuh normal berkisar antara #$,%
&
' #(,)
&
*. Demam diartikan suhu tubuh
diatas #(,)
&
*. +ila kenaikan suhu tubuh sampai ,-,)
&
* disebut hiperpireksia, sedangkan
hipotermia adalah keadaan suhu tubuh dibawah #%
&
*.
Demam terutama biasa terjadi pada in.eksi sebagai reaksi .ase akut. Demam terjadi
akibat pelepasan pirogen dari dalam leukosit yang sebelumnya telah terangsang oleh pirogen
eksogen yang berasal dari mikroorganisme atau merupakan suatu hasil reaksi imunologik
yang tidak berdasarkan suatu in.eksi. Pirogen adalah protein yang identik dengan interleukin
-. Pirogen merangsang hipolatamus melepaskan asam arakidonat serta mengakibatkan
peningkakan prostaglandin /) yang menyebabkan suatu pireksia.
-
0kibat yang ditimbulkan demam adalah peningkatan .rekuensi denyut jantung dan
metabolisme energi. al ini menimbulkan rasa letih, sakit kepala, nyeri sendi, peningkatan
gelombang tidur lambat, dan pada keadaan tertentu bisa menimbulkan gangguan kesadaran
dan persepsi serta kejang
1
BAB II
LAPORAN KASUS
"esi -
Lembar 1 :
"eorang laki1laki berusia #& tahun datang ke tempat praktek saudara dengan keluhan demam
tinggi disertai benjolan didaerah lipat paha.
Lembar 2 :
Pasien berobat dengan obat warung, keluhan membaik setelah minum obat, akan tetapi
timbul kembali beberapa waktu kemudian terutama habis bekerja keras . Pasien seorang
pemulung, tinggal didepok didaerah kumuh.
Lembar 3 :
Demam yang dideritanya tidak disertai menggigil, tanpa penurunan suhu dan demam terjadi
pada malam hari. +enjolan di lipat paha dirasakan panas dan nyeri, menjalar dari pangkal
paha ke ujung kaki. 2iwayat penyakit jantung , ken!ing manis dan alergi disangkal.
"esi )
Lembar 4
Pada pemeriksaan fisik didapatkan :
"uhu #3,%
o
*, teraba kelenjar lim.e inguinal sebesar kelereng, berwarna kemerahan dan nyeri
tekan. Pemeriksaan .isik lainnya normal. Pada pemeriksaan darah tepi ditemukan /osino.ilia
dan 4ikro.ilaria.
Lembar 5
Pasien kemudian diberi obat Diethyl!arbamazine selama - minggu pasien merasakan
badannya tidak enak terjadi demam, sakit kepala pusing, sakit pada otot dan sendi , serta
dirasakan buah 5akar membesar. Pada pemeriksaan .isik suhu #3
o
* disertai pembesaran
"krotum unilateral.
2
BAB III
PEMBAHASAN
Identitas
6ama 7 1
8mur 7 #& tahun
Jenis kelamin 7 laki1laki
0lamat 7 Depok di daerah kumuh
Pekerjaan 7 Pemulung
Keluhan utama
Demam tinggi disertai benjolan di daerah lipat paha
Anamnesis
2iwayat penyakit sekarang
-. "ejak kapan demamnya9
). +agaimana demamnya9 Terus ' menerus9 6aik turun9 Pagi/malam hari sajakah9 0pakah ada
keringat malam9
#. +erapa suhunya9 0da menggigil atau tidak9
,. Dimana letak benjolan9 Kiri atau kanan9
%. "ejak kapan mulai mun!ulnya benjolan9
$. 0pakah ada nyeri tekan pada benjolan9
(. +agaimana ukuran dan konsistensi benjolan9 0pakah merasa ada yang bergerak1gerak pada
benjolan9
3. :aktor apa saja yang memperberat atau memperingan benjolan9
;. 0pakah sudah minum obat1obatan 9 bagaimana reaksi setelah minum obat 9
-&. 0pakah terjadi peningkatan berat badan9
3
2iwayat penyakit dahulu
-. 0pakah sebelumnya pernah mengalami hal serupa 9
2iwayat penyakit keluarga
-. 0pakah ada anggota keluarga yang mengalami hal serupa9
2iwayat Kebiasaan
-. 0pa pekerjaannya9
). Dimana tempat tinggal9 +agaimana keadaan lingkungan di sekitar tempat tinggal9
Hipotesis
- :ilariasis
) ernia <nkarserata
# idrokel
, Tumor =>im.oma?
Pemeriksaan isik
Pemeriksaan .isik asil <nterpretasi
Keadaan umum *ompos mentis 6ormal
Tanda vital7
Tekanan darah
"uhu
T+ / ++
22
2
1
#3,%*
1
1
1
Demam sebagian besar disebabkan
oleh in.eksi. Kemungkinan7 in.eksi
parasit, bakteri, virus, neoplasma.
"tatus @eneralis7
o Kepala
o 4ata
o TT
o >eher
o Toraks
o 0bdomen
o /kstermitas
1
1
1
1
1
1
4
1
"tatus >okalis7 Teraba kelenjar lim.e inguinal
sebesar kelereng, berwarna
kemerahan dan nyeri tekan.
+enjolan menjalar dari
pangkal paha ke ujung kaki.
0danya proses in.lamasi pada K@+
inguinal yang ditandai dengan warna
kemerahan dan nyeri. Kemungkinan7
in.eksi pada genitalia, hernia
inguinalis, dan .ilariasis. +enjolan
dapat menjalar pada .ilariasis akibat
+rugia, yaitu lim.angitis retrograd.
Pemeriksaan P enun!an"
o /osino.ilia7 0danya kenaikan jumlah eosino.il, yang kemungkinannya adalah alergi terhadap
aergen tertentu1namun riwayat alergi disangkal oleh pasien1dan in.eksi !a!ing. /osino.il akan
meningkat karena adanya rangsangan dari sel mast yang mengeluarkan sitokin agar eosino.il
teraktivasi untuk membunuh !a!ing tersebut. "e!ara garis besar, !a!ing yang menginvasi
tubuh pasien akan mengaktivasi <g/, sehingga <g/ akan merangsang aktivasi sel mast. "el
mast akan mengeluarkan sitokin untuk mengaktivasi <g/ lebih banyak dan mengaktivasi
eosino.il untuk mengeluarkan zat toAin bagi !a!ing yang menginvasi tersebut.
o 4ikro.ilaremia7 0danya mikro.ilaria dalam darah menunjukkan diagnosis pasti .ilariasis pada
pasien. Kemungkinan diambilnya darah pada pasien adalah malam hari, karena menurut
siklus hidup .ilariasis, mikro.ilaria akan keluar ke dalam darah pada
malam hari, seiring dengan demam yang terjadi malam hari yang disebutkan pada anamnesis.
DIA#NOSIS
DIA#NOSIS KER$A
Diagnosis kerja pada pasien ini adalah filariasis, alasan kelompok kami mengambil
diagnosis ini berdasarkan anamnesis yang dikatakan bahwa pasien memiliki pekerjaan
sebagai pemulung dan tinggal di daerah kumuh =tempat untuk vektor nyamuk Culex
quinquefasciatus? selain itu dikatakan bahwa pasien memiliki riwayat pengobatan
Diethyl!arbamazine/D/* yang merupakan obat terpilih untuk pasien .ilariasis
-
. 4elakukan
pemeriksaan .isik didapatkan hasil bahwa teraba kelenjar lim.e inguinal sebesar kelereng,
warna kemerahan dan nyeri tekan =suatu in.eksi dan suhu tubuh #3,%B!/.ebris?
)
. "edangkan
pada pemeriksaan darah tepi ditemukan eosino.ilia dan mikro.ilaria.
DIA#NOSIS BANDIN#
5
o Hernia inkarserata
Pada stadium akut pada pasien .ilariasis dikatakan bahwa kadang1kadang saluran
sperma yang meradang tersebut menyerupai hernia inkarserata.
#
o Hidrokel
Pada stadium menahun pada pasien .ilariasis yang tidak mendapatkan pengobatan
yang adekuat gejala klinis yang tampak adalah hidokel.
,
"aat melakukan diskusi yang
pertama kami juga mengambil hipotesis hidrokel, melihat masih banyak teori yang masih
harus kami pelajari lebih lanjut.
PA%O&ISIOLO#I
&ilariasis W.bancrofti
Pada manusia dewasa W.bancrfti dapat hidup selama kira1kira % tahun. "esudah
menembus kulit melalui gigitan nyamuk , larva meneruskan perjalanannya ke pembuluh dan
kelenjar lim.e tempat mereka hidup sampai dewasa dalam waktu satu tahun.
*a!ing dewasa ini sering menimbulkan varises saluran lim.e anggota kaki bagian
bawah, kelenjar ari1ari, dan epididimis pada laki1laki serta kelenjar labium pada wanita.
4ikro.ilaria kemudian meninggalkan !a!ing induknya, menembus dinding pembuluh lim.e
menuju ke pembuluh darah yang berdekatan atau terbawa oleh saluran lim.e ke dalam aliran
darah
-
.
Periodisitas beradanya mikro.ilaria di dalam darah tepi bergantung pada spesies.
4ikro.ilaria C.ban!ro.ti hidup di dalam darah dan terdapat di aliran darah tepi pada waktu
tertentu saja. 4ikro.ilaria ini bersi.at periodisitas nokturna, ditemukan umumnya pada malam
hari. Periodisitas tersebut menunjukkan adanya .ilaria di dalam darah tepi sehingga mudah
terdeteksi
)
.
!ilariasis bancrfti dapat berlangsung selama beberapa tahun maka ia mempunyai
perputaran klinis yang berbeda1beda. 2eaksi terhadap manusia berbeda1beda tidak mungkin
stadium ini dibatasi dengan pasti, sehingga seringkali kita membaginya atas dasar akibat
in.eksi .ilariasis yaitu 7 bentuk tanpa gejala klinis, .ilariasis dengan peradangan, dan .ilariasis
dengan penyumbatan.
+entuk tanpa gejala klinis biasa terjadi di daerah endemik, umumnya pada
pemeriksaan .isik hanya ditemukan pembesaran kelenjar lim.e di daerah inguinal.
6
Pembesaran kelenjar inguinal terjadi akibat !a!ing dewasa hidup menyumbat saluran lim.e
dan terjadi dilatasi saluran lim.e,disebut lymphangiektasia. Dan dapat ditemukan mikro.ilaria
dan eosino.ilia pada pemeriksaan darah tepi. *a!ing dewasa yg mati menyebabkan reaksi
in.lamasi.
-,)
:ilariasis dengan peradangan, ditandai dengan peradangan pada saluran dan kelenjar
lim.e, berupa lim.adenitis dan lim.angitis retrogad yang disertai demam dan malaise.
>im.angitis terjadi disekitar larva dan !a!ing dewasa muda yang sedang berkembang
mengakibatkan in.lamasi eosino.il akut. @ejala peradangan tersebut dapat hilang timbul
beberapa kali dalam setahun dan berlangsung beberapa hari sampai satu dua minggu
lamanya. Peradangan pada sistem lim.atik alat kelamin laki1laki seperti .unikulitis,
epididimis, dan orkitis sering dijumpai.
:ilariasis dengan penyumbatan, gejala klinis yang paling sering dijumpai adalah
hidrokel. Dapat juga dijumpai gejala lim.adema dan ele.antiasis yang mengenai seluruh
tungkai, seluruh lenganm testis, payudara, dan vulva. Kadang1kadang terjadi kiluria ,yaitu
urin berwarna putih susu karena dilatasi pembuluh lin.e pada sistem eksretori dan urinari.
Demam pada .ilaria terjadi karena adanya in.lamasi yang berawal dari kelenjar getah
bening = K@+ inguinal ? dengan perluasan retrogad ke bawah aliran getah bening dan disertai
edema dingin.
-
Respon imunolo"i 'a'in"
2espons terhadap !a!ing lebih kompleks karena lebih besar dan tidak ter.agosit.
Pertahanan terhadap !a!ing diperankan oleh aktivasi sel Th). *a!ing merangsang subset Th)
sel *D,D yang melepas <>1, dan <>1%. <>1, merangsang produksi <g/, kemudian <g/
berikatan dengan !a!ing. <>1% merangsang perkembangan dan aktivasi eosino.il kemudian
eosino.il mengikat <g/ yang tadi sudah ada !a!ingnya. /osino.il mensekresi granul enzim
yang menghan!urkan parasit. @ranulnya lebih toksik dibanding neutro.il dan makro.ag.
#
Respon imunolo"i ilariasis
7
0danya mikro.ilaria dalam darah menyebabkan sitokin Th) menjadi dominan dan
dengan !epat respons sel T menghilang. Terjadi peningkatan men!olok dari sintesis <g@,
spesi.ik parasit. <nduksi toleransi sel T terhadap parasit diduga terjadi dalam subset Th-. "aat
individu sakit, toleransi dipatahkan dan respons terhadap Th- dan Th) meningkat dramatis.
+aik respons Th- maupun Th) terhadap antigen .ilaria ditemukan pada individu yang imun
terhadap in.eksi ulang , kedua respons Th dianggap penting pada proteksi pejamu dan
patogenesis .ilariasis.
PENA%ALAKSANAAN
Tatalaksana 4edika 4entosa7
1 Pemberian Diethil *arbamazin *itrat =D/*? dosis $mg/ kg ++/ hari diberikan # kali sehari,
e.ekti. untuk pembunuhan mi!r.o.ilaria !a!ing dewasa pada pengobatan jangka panjang.
1 Pemberian obat kombinasi D/* dan 0lbendazol ,&&mg.
Tatalaksana 6on 4edika 4entosa7
1 4enjaga kulit kebersihan kulit organ yang terkena untuk menghindari in.eksi skunder dengan
jamur atau bakteri.
1 4en!egah terjadinya .ibrosis kulit akibat in.eksi berulang.
PRO#NOSIS
0d Eitam 7 Dubia 0d +onam
0d "anationam 7 Dubia 0d +onam
0d :ungsionam 7 Dubia 0d +onam
+erdasarkan hasil dari diskusi kelompok kami prognosis se!ara umum pasien ini
adalah dubia ad bonam, karena pada kasus ini kami beranggapan bahwa pasien masih dalam
kasus dini dan sedang, dimana kami menyimpulkan prognosisnya kemungkinan baik
terutama bila pasien diberikan pengobatan se!ara tepat dan benar selain ketekunan pasien
untuk menjalani pengobatannya. "erta perlu dilakukannya pengawasan daerah endemik dan
pemberantasan vektornya.
8
6amun pada kasus1kasus lanjut terutama dengan edema pada tungkai, prognosis lebih
buruk.Prognosis penyakit ini tergantung dari jumlah !a!ing dewasa dan mikro.ilaria dalam
tubuh penderita, potensi !a!ing untuk berkembang biak, kesempatan untuk in.eksi ulang dan
aktivitas 2/".
KOMPLIKASI
Eleantiasis
Dalam stadium yang menahun dapat terjadi jaringan granulasi yang proli.erati. serta
terbentuk varises saluran lim.e yang luas. Kadar proteinyang tinggi dalam saluran lim.e
merangsang pembentukan jaringan ikat dan kolagen. "edikit demi sedikit setelah bertahun1
tahun bagian yang membesar menjadi luas dan timbul ele.antiasis menahun. +iasanya
mengenai tungkai serta alat kelamin dan menyebabkan perubahan bentuk yang luas.
Hidrokel
+ila saluran lim.e kandung ken!ing dan ginjal pe!ah akan timbul kiluria, sedangkan
episode berulang adenolin.angitis pada saluran lim.e testis yang mengakibatkan pe!ahnya
tunika vaginalis akan terjadi hidrokel atau kelokel dan bila yang pe!ah saluran lim.e
peritineum terjadi asites kilus.
Limadema
Pada keadaan patologis, kapasitas transport lim.e berkurang. al ini menyebabkan volume
normal pembentukkan !airan interstisial melebihi tingkat pengembalian lim.e, menyebabkan
stagnasi protein dengan berat molekul besar di interstisium.al ini biasanya terjadi setelah
aliran berkurang 3&F atau lebih. 0kibatnya, dibandingkan dengan
bentuk edema lain yang konsentrasi proteinnya lebih rendah, edema ini mengandung kadar
protein yang tinggi atau lim.edema, dengan konsentrasi protein -,&1%,% g/m>.Tekanan
onkotik yang tinggi di interstisium ini menyebabkan akumulasi air meningkat di interstisium.
0kumulasi !airan interstisium menyebabkan dilatasi massi. dari saluran keluar yang
ada dan inkompeten yang menyebabkan aliran balik dari jaringan subkutan kepleksus
dermal.Dinding lim.atik menjadi .ibrosis, dan t"rmbi fibrinid terakumulasi di dalam
lumen,menyumbat kanal lim.e yang tersisa. #"unt limf$ena spontan mungkin terbentuk.
6odus lim.e mengeras dan menyusut, kehilangan arsitektur aslinya. Di interstisium,
akumulasi protein dan !airan menginisiasi reaksi radang. 0ktivitas makro.ag meningkat,
9
menghasilkan destruksi serat elastis dan produksi jaringan .ibrosklerotik. :ibroblast
bermigrasi ke interstisium dan deposit kolagen. 0kibat dari reaksi radang ini adalah
perubahan dari pittin% edema ke edema nnpittin% sebagai karakteristik lim.edema yang
menonjol. 0kibatnya, pengawasan imun lokal tertekan, dan in.eksi kronik, dan juga
degenerasi maligna sampai lim.angiosarkoma dapat terjadi.
Pro"resi(itas ilarial limedema di)a"i atas * dera!at +,HO- .
Derajat - 7 >im.edema umumnya bersi.at edem pittin%, hilang dengan spontan bila
kaki dinaikan.
Derajat ) 7 >im.edema umumnya edem nn pittin%, tidak se!ara spontan hilang
dengan menaikan kaki.
Derajat # 7 >im.edema =ele.antiasis?,volume edem nn fittin% bertambah dengan
dermatsclersis dan lesi papillomatous.
Penanganan lim.edema pada ekstremitas atas maupun bawah meliputi pen!egahan in.eksi,
pertolongan konservati., dan tindakan bedah.
%ropi' pulmonar/ Eosinoilia
4erupakan suatu .enomena yang disebabkan oleh respon berlebihan imunologik terhadap
in.eksi .ilaria. "indrom ini ditandai dengan 7
Kadar eosino.il darah tepi yang sangat tinggi
@ejala mirip asma
Penyakit paru restrikti. =dan kadang obstrukti.?
Kadar antibodi spesi.ik anti.ilaria sangat tinggi
2espon pengobatan yang baik dengan terapi anti .ilaria =D/*?
0ngka kejadian sindrom ini rendah, namun hal ini merupakan keadaan berat yang dapat
mengakibatkan .ibrosis interstisial kronik dan gagal napas.
10
BAB I0
%IN$AUAN PUS%AKA
Hu)un"an Ineksi Parasit dan Eosinoilia
"istem pertahanan tubuh yang berperan dalam in.eksi parasit adalah <g/, dimana <g/
sangat membutuhkan sel1sel degranulasi dalam peranannya.
"el1sel degranulasi, seperti sel mast, baso.il, dan eosino.il, dapat menghadapi in.eksi
parasit. "el mast akan teraktivasi ketika molekul !a!ing telah berikatan dengan Toll1like
2e!eptor. Kemudian, sel mast mensekresi beberapa substansi ke permukaan !a!ing. "ubstansi
tersebut di antaranya adalah histamin dan enzim proteolitik serta prostaglandin dan
leukotrien.
/.ek dari substansi1substansi di atas adalah meningkatnya sekresi mukus pada usus
halus dan kontraksi otot polos, sehingga !a!ing dapat terlepas dari dinding usus dan dapat
dikeluarkan melalui .eses.
11
"elain itu, terjadi pula dilatasi pembuluh darah dan sel darah putih lainnya yang dibawa oleh
kemotaksis ke tempat in.eksi. "alah satunya adalah eosino.il. <>1# dan <>1% meningkatkan
produksi eosino.il pada sumsum tulang. >eukotrien adalah kemoatraktan untuk eosino.il dan
membawa eosino.il ke tempat in.estasi !a!ing.
/osino.il menghasilkan # substansi berbahaya bagi parasit, yaitu7
-. Peroksidase7 akan menghasilkan asam hipoklorid
). Protein dasar7 akan menyerang lapisan luar parasit
#. Protein kation7 akan menyerang lapisan luar !a!ing dan melumpuhkan sistem syara.nya
N/amuk 1ule2 3uin3ueas'iatus
Penyakit penting yang ditularkan oleh nyamuk adalah .ilariasis. :ilariasis disebabkan
adanya in.eksi !a!ing .ilaria pada saluran lim.atik, sedangkan mikro.ilarianya terdapat dalam
darah. :ilariasis tersebar hampir di seluruh dunia. Terdapat tiga spesies penyebab .ilariasis
yaitu7 Cu!hereriaban!ro.ti, +rugia malayi, dan +rugia timori. Di <ndonesia telah
teridenti.ikasi sebanyak )# spesies nyamuk dari % genus sebagai vektor penyakit .ilariasis
yaitu 4ansonia, 0nopheles, *uleA, 0edes, dan 0rmigeres.
4ansonia merupakan vektor +rugia malayi tipe sub periodi! no!turnal, 0nopheles
merupakan vektor Cu!hereria ban!ro.ti tipe perkotaan. "ementara 0nopheles barbirostris
merupakan vektor +rugia malayi =Kusnanto G Tomar, )&&(?.Pada tahun -;;; kasus .ilariasis
di <ndonesia yang dilaporkan sebanyak-()- kasus, tahun )&&& sebanyak $-%, kasus yang
tersebar di )$ propinsi. Data ini dilaporkan oleh ,)F puskesmas dari ())- puskesmas
=D/PK/", )&&&?. +erdasar survei darah jari pada tahun )&&)1)&&%, jumlah penderita
.ilariasis terbanyak terdapat di Kalimantan dan "umatera. Data tersebut menggambarkan
bahwa Kalimantan dan "umatera merupakan daerah endemis .ilariasis =Kusnanto G Tomar,
)&&(?. "elain sebagai vektor penyakit, nyamuk juga menyerang binatang dan hewan ternak
yang dapat menyebabkan kehilangan darah =blood loss?, iritasi, dan alergi =4ullen G Durden,
)&&)?.
*uleA yang sering menyebabkan .ilariasis adalah *uleA HuinHue.as!iatus. anya
nyamuk betina yang menghisap darah untuk pematangan telurnya, sedangkan nyamuk jantan
hanya menghisap !airan tumbuhan. 6yamuk betina memerlukan darah untuk pematangan
telur yang disebut anautogenous development. 6yamuk betina yang tidak memerlukan darah
untuk perkembangannya disebut autogenous development =adi, )&&&?. +anyaknya spesies
12
*uleA yang tertangkap disebabkan oleh si.atnya yang nokturnal, yaitu akti. menggigit di
malam hari, terutama pukul -&.&& pm ' &).&& am. "elain itu, *uleA bersi.at endo.agik dan
endo.ilik, yaitu men!ari makan dan beristirahat di dalam rumah. Kondisi perumahan yang
berhimpitan dan padat juga mempengaruhi keberadaan nyamuk *uleA.
6yamuk ini menyukai air dengan tingkat polusi tinggi =kotor?. "elokan dengan air
menggenang dan kotor merupakan tempat potensial untuk berkembangbiak nyamuk *uleA.
"elain itu, terdapat juga beberapa genangan air, baik genangan air hujan maupun tempat
penampungan air rumah tangga yang tidak tertutup. >arva nyamuk umumnya terdapat dalam
berbagai tempat akuatik seperti kolam, wadah1wadah buatan, lubang1lubang pohon dan pada
genangan lainnya = +orror et al. -;;), adi G Koesharto, )&&$?.6yamuk *uleA meletakkan
telur di atas permukaan air se!ara bergerombol dan bersatu berbentuk rakit sehingga mampu
mengapung. =adi G Koesharto, )&&$?
/26<0 <6@8<60><"
ernia inguinalis pertama kali dilaporkan pada tahun -%&& "4, selama masa tersebut
pengobatan hernia dilakukan hanya dengan pembebatan atau kain sebagai penahan. Iperasi
hernia ingunalis pertama dilakukan pada abad pertama masehi. Dilakukan dengan melakukan
insisi pada skrotum dan melibatkan prosedur or!hie!tomy. Prosedur dengan eksisi kantong
hernia baru dilaporkan pada abad ke1( masehi. 0natomi hernia direk dan indirek sendiri
pertama kali dilaporkan pada tahun -%%;.
+assini pertama kali melakukan revolusi repair hernia, dengan operasi pertama pada
tahun -33,. +assini melaporkan -&&F pasien herniora.i, dengan rekurensi hanya % kasus dari
)%& total pasien yang dilakukan herniora.i. 4!Eay kemudian mempopulerkan teknik repair
ligamentum *ooper yang ditambah dengan relaAing in!ision untuk mengurangi tegangan
pada luka. Perkembangan teknik repair hernia yang dimulai oleh +assini membawa
keberhasilan dalam menurunkan angka rekurensi.
"ejak saat itu teknik repair hernia berkembang, sampai pada penggunaan pat!h
sintetik dari plastik mono.ilamen yang pertama kali diperkenalkan oleh 8sher pada tahun
-;%3. >i!htenstein, yang kemudian mengembangkan teknik pat!h ini dengan menggunakan
mesh plastik pada dasar !analis inguinalis. Pada masa dimana mulai dikembangkan teknik
dengan menggunakan mesh untuk men!egah terjadinya rekurensi, teknik "houldi!e pada
tahun -;%3 juga turut diperkenalkan, dengan melakukan modi.ikasi pada teknik +assini
dengan menambah jahitan untuk menambah lapisan yang menutup kanalis inguinalis.
13
0khirnya hari ini, teknik laparoskopi repair hernia sudah mendapat tempat dan juga
akan terus berkembangJTeknik ini pertama kali diperkenalkan pada tahun -;;& oleh kalangan
bedah umum.
ANA%OMI DAN PA%O&ISIOLO#I
Dinding abdomen terdiri dari lapisan kulit, .asia subkutis, .asia s!arpa yang melapisi
otot, dari luar otot1otot tersebutK obliHus eksternus, obliHus internus, dan tranversus
abdominis. Itot1otot tersebut terpisah pada sisi lateral dan mengalami aponeurosis pada sisi
medial, yang selanjutnya otot1otot tersebut akan terpisah dengan otot rektus abdominis oleh
.as!ia.
>apisan paling dalam dinding abdomen adalah peritoneum parietal, yang berlanjut
pada peritoneum viseral yang membungkus organ intra1abdomen. Pada pria, se!ara
embriologis peritoneum akan membentuk kantong yang berjalan di sepanjang prosesus
vaginalis pada ring interna, proses ini akan mengikuti turunnya testis dari retroperitoneal ke
skrotum. Penyebab mun!ulnya hernia inguinalis lateralis =hernia indirek? adalah adanya
kantong hernia pada prosesus vaginalis. Dengan kata lain prosessus vaginalis gagal dalam
melakukan obliterasi.
Pada hernia inguinalis medialis =hernia direk?, penyebab kelainan ini adalah
kelemahan dinding posterior dari kanalis inguinalis, dan kemudian memi!u penonjolan isi
hernia pada trigonum esselba!h. ernia direk umumnya mun!ul pada usia tua. Pada hernia
.emoralis, tidak hanya terjadi kelemahan pada dinding posterior namun juga terjadi pelebaran
ring .emoral. Kantong hernia terbentuk dari peritoneum dan masuk melalui ring .emoral.
Peningkatan tekanan intra1abdomen dapat menjadi .aktor predisposisi mun!ulnya
hernia inguinalis. al ini dapat terjadi pada pekerja bangunan atau pekerja yang sering
mengangkat beban yang berat. Peningkatan tekanan intra1abdomen juga dapat terjadi pada
pasien dengan batuk kronis, konstipasi, gangguan miksi akibat pembesaran prostat, atau
konstipasi akibat adanya kanker pada kolorektal. Perlu diingat bahwa segala hal yang dapat
meningkatkan tekanan intra1abdomen harus dieliminasi sebelum dilakukan herniora.i.
4isalnya pada pasien dengan hiperplasia prostat =+P? dan hernia inguinal, maka
prostatektomi harus terlebih dahulu dikerjakan sebelum herniorapi.
14
EPIDEMIOLO#I
"ebagian besar hernia inguinalis terjadi pada pria =;&F?. "ementara wanita memiliki
resiko tiga kali lebih besar untuk mengalami hernia .emoralis. ernia indirek lebih banyak
mun!ul pada sisi kanan. 0lasannya adalah karena testis kiri lebih dulu turun dari
retroperitonel ke skrotum dibanding testis kanan, sehingga obliterasi !analis inguinalis kanan
terjadi lebih akhir. Pada kasus terjadinya hernia indirek kiri, %&F kasus akan disertai dengan
hernia indirek kanan.
<nsiden rekurensi hernia pas!a repair primer berkisar )1-&F. asil terbaik dapat
di!apai dengan teknik "houldi!e. 2epair pada hernia rekuren, akan memiliki rekurensi yang
lebih besar L)&F. Teknik yang lebih dianjurkan untuk men!egah rekurensi lanjut adalah
teknik "houldi!e, atau dengan menggunkan mesh prostetik.
Pada bayi dan anak1anak hernia lebih sering terjadi pada anak dengan riwayat lahir
prematur. ernia inkarserata mun!ul pada ;F1)&F kasus dan lebih sering mun!ul pada bayi
yang berumur kurang dari enam bulan, umumnya dapat mengalami reduksi spontan dan harus
segera dilakukan operasi repair elekti.. Penelitian menunjukkan bahwa operasi elekti.
memiliki komplikasi lebih minimal dibandingkan dengan operasi emergensi, terutama pada
bayi dengan berat lahir rendah. Iperasi elekti. harus segera dilakukan untuk men!egah
terjadinya re1inkarserata.
PER$ALANAN PEN4AKI% HERNIA IN#UINAL
15
Pada tahap awal, tonjolan hernia dapat mun!ul se!ara intermiten. Kemun!ulanya akan
berkaitan dengan setiap aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan intra1abdomen. Tonjolan juga
dapat hilang dengan sendirinya atau didorong sendiri oleh pasien. Pada tahap ini disebut dengan
hernia reponible. "eiring dengan berjalannya penyakit maka lama1kelamaan tonjolan hernia tidak
menghilang atau tidak dapat didorong balik oleh pasien. Jika belum menunjukkan gejala obstruksi
atau komplikasi lainnya maka dinamakan hernia irreponible.
Pada keadaan tertentu hernia irreponible dapat menimbulkan gangguan pasase usus atau
obstruksi usus dengan gejala ileus obstruksi, kedaan ini disebut hernia incarcerata. Pada beberapa
kasus hernia irreponible, struktur pembuluh darah dari isi hernianya dapat mengalami gangguan oleh
karena jepitan dan menimbulkan problem akut, keadaan ini disebut hernia strangulata. Pada situasi
tertentu dinding dari organ vis!us intra1abdomen dapat menjadi bagian dari kantong hernia, keadaan
ini disebut sliding hernia.
ernia in!ar!erata atau strangulata lebih sering terjadi pada hernia indirek =hernia lateral? dan
hernia .emoralis dan jarang terjadi pada hernia direk. +enjolan pada hernia .emoralis pada pangkal
paha dibawah ligamentum inguinal, lateral dari pubis, dan medial dari vasa .emoralis. <si hernia
.emoralis berupa sebagian ke!il usus halus =biasanya bagian antemesenteri?. <si hernia tersebut dapat
mengalami inkarserata atau strangulata dan menjadi ganggren. Jenis hernia dimana sebagian usus
yang masuk ke !in!in hernia disebut hernia Richter.
DIA#NOSIS
@old standar untuk diagnosis hernia adalah dengan anamnesis dan pemeriksaan .isik. Pasien
umumnya akan mengeluhkan benjolan pada lipat paha yang intermiten atau persisten. +enjolan
biasanya mun!ul setelah pasien melakukan aktivitas. Pada hernia inkarserata pasien akan
mengeluhkan nyeri yang persisten. ernia strangulata harus di!urigai pada keadaan dimana terdapatK
demam, takikardi, nyeri tekan pada palpasi, eritem pada kulit, leukosistosis, adanya gejala obstruksi
pada hernia yang irreponible.
Pasien dapat diperiksa dalam posisi berdiri. Pada saat itu benjolan bisa saja sudah ada, atau
dapat di!etuskan dengan meminta pasien batuk atau melakukan manuver valsava. Pada pria kita dapat
16
melakukan fin%ertip test& dengan !ara memasukkan ujung jari telunjuk dari skrotum ke arah ring
eksterna yang berada lateral dari tuber!ulum pubi!um. Pada saat pemeriksaan, pasien melakukan
manuver valsava atau mengedan, dan benjolan hernia akan menyentuh ujung jari pemeriksa.
Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada wanita dengan memasukkan ujung jari melalui labia
mayora ke arah ring eksterna.
ernia .emoralis akan mun!ul sebagai benjolan dibawah ligamentum inguinal dan berada di
medial dari pulsasi arteri .emoralis. ernia .emoralis dapat saja sulit untuk didiagnosa, terutama pada
pasien yang gemuk.
"etelah pasien diperiksa dalam posisi berdiri, pasien harus diperiksa dengan !ara yang sama
pada posisi berbaring. Pemeriksaan juga harus meliputi lipat paha kanan dan kiri untuk
menyingkirkan hernia inguinalis bilateral. +eberapa penyakit dapat menjadi diagnosa banding untuk
hernia inguinalis.
MANA$EMEN
Anastesi. 0nastesi dapat general, epidural =spinal? atau lokal. 0nastesi epidural atau lokal dengan
sedasi lebih dianjurkan.
17
Insisi. IbliHue atau tranverse, &,% in!hi diatas titik midinguinal =$13 !m?. "etelah memotong .as!ia
s!arpa dan vena super.isialis, insisi diperdalam hingga men!apai aponeurosis obliHus eksternus.
Membuka canalis inguinalis. <denti.ikasi ring eksterna yang terletak pada aspek superior dan lateral
dari tuber!ulum pubi!um. Dinding anterior dari kanalis inguinalis dibuka sejajar serat dari aponeursis
obliHus eksternus, lakukan preservasi 6. <liohipastri! dan 6.ilioinguinal. >akukan identi.kasi dan
mobilisasi spermati! !ord, dimulai dari bagian tuber!ulum pubi!um, mobilisasi se!ara sirkular, dan
retraksi dengan penrose drain atau kateter .oley.
Identifikasi kantong hernia. Kantong hernia indirek ditemukan pada aspek anteromedial dari
spermati! !ord. "etelah dijepit dengan klem, kantong diotong ke arah proksimal. Pada hernia direk,
kantong hernia ditemukan di trigonum esselba!h.
Eksisi kantong hernia. Pada kantong hernia indirek, setelah kantong dibuka semua isi kantong
hernia, dapat berupa usus atau omentum, dimasukkan ke dalam intra1abdomen. Kemudian leher
hernia dijahit dan diligasi. Kantong dieksisi dibagian distal dari ligasi. "ementara pada hernia direk
kantong dapat diinsersikan ke rongga peritoneum, namun pada kantong yang besar diakukan eksisi
pada kantong.
Pada bayi dan anak1anak, operasi hernia terbatas dengan memotong kantong hernia. Tidak
diperlukan repair pada hernia bayi dan anak. al ini didasarkan bahwa sebagian besar hernia pada
anak tidak disertai dengan kelemahan dinding abdomen.
%EKNIK HERNIA REPAIR
Bassini repair. Teknik ini mulai diperkenalkan pada tahun -33;, merupakan teknik yang simple dan
!ukup e.ekti.. Prinsipnya adalah approksimasi .as!ia tranversalis, otot tranversus abdominis dan otot
obliHus internus =ketiganya dinamai t"e bassini triple layer' dengan ligamentum inguinal.
18
0pproksimasi dilakukan dengan menggunakan jahitan interrupted. Teknik dapat digunakan pada
hernia direk dan hernia indirek.
SHO!"I#E RE$AIR. Teknik ini dipopulerkan di Kanada, merupakan modi.ikasi dari +assini
repair. Pada tenik ini jahitan yang digunakan adalah runnin% sutures(cuntinues. Jahitan pertama
dimulai dari tuber!ulum pubi!um kemudian ke lateral untuk aproksimasi otot obliHus internus, otot
tranversus abdominis dan .as!ia tranversalis =bassini triple layers? dengan ligamentum inguinal.
Jahitan diteruskan hingga ke arah ring interna. Jahitan yang sama kemudian dilanjutkan dengan
berbalik arah, dari ring interna ke tuber!ulum pubi!um. Jahitan kedua dilakukan aproksimasi antara
otot obliHus internus dengan ligamentum inguinal dimulai dari tuber!ulum pubi!um. Karena jahitan
aproksimasi pada teknik ini yang berlapis, kejadian rekurensi dari teknik ini jarang dilaporkan.
Mc%a& '#ooper !igament( repair. Pada teknik ini terdapat dua komponen pentingK repair dan
relaxin% incisin. 2epair dilakukan dengan approksimasi .asia tranversalis ke ligamentum *ooper.
2epair menggunakan benang nonabsorbable, ).& atau &. 2epair dimulai dari tuber!ulum pubi!um dan
berjalan ke arah lateral. Jahitan pertama merupakan jahitan terpenting karena pada bagian tersebut
19
sering terjadi rekurensi. >angkah kedua adalah relaAing in!ision se!ara vertikal pada .as!ia anterior
mus!ulus re!tus. Teknik ini dapat digunakan untuk hernia inguinalis dan .emoralis.
)E*SIO*+,REE HER*IORRHA$H-. !I#H)E*S)EI*. Teknik ini menggunakan mesh prostetik
untuk untuk men!egah terjadinya tension. Dapat dilakukan dengan anastesi lokal. +eberapa penelitian
menunjukkan bahwa teknik ini memberikan out!ome yang lebih baikK pasien lebih !epat untuk
kembali berkerja, nyeri pas!a operasi yang lebih minimal, pasien lebih nyaman dan rekurensi yang
lebih minimal. Teknik ini dapat digunakan baik pada hernia direk maupun hernia indirek.
Eariasi teknik dengan menggunakan mesh telah berkembang hingga menggunakan mesh plug,
disamping mesh pat!h seperti tenik diatas. 4esh plug digunakan untuk mengisi de.ek pada hernia.
4esh pat!h ini dapat dikombinasikan dengan mesh plug, dan teknik ini !ukup berkembang saat ini.
Teknik ini juga dapat digunakan pada kasus1kasus hernia rekuren.
20
RE$AIR "E*/A* !A$AROS0O$I. Terdapat tiga teknik yang berkembang untuk repair hernia
dengan laparoskopi yaituK transabdominal preperitoneal =T0PP?, intraperitoneal onlay mesh =<PI4?,
totally ekstraperitoneal =T/P?. 4engenai ketiga teknik laparoslopi ini akan ada pembahasan khusus.
:ilariasis =penyakit kaki gajah? adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh !a!ing .ilaria
dan ditularkan oleh nyamuk )ansnia& *np"eles& Culex& *rmi%eres.
:ilariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh !a!ing .ilaria yang ditularkan melalui
berbagai jenis nyamu
penyakit menular yang banyak ditemukan di wilayah tropika seluruh dunia
Klasi.ikasi
>im.edema pada .ilariasis ban!ro.ti biasanya mengenai seluruh tungkai. >im.edema tungkai ini dapat
dibagi menjadi , tingkat, yaitu7
a. Tingkat -. /dema pitting pada tungkai yang dapat kembali normal =reversibel? bila tungkai
diangkat.
b. Tingkat ). Pitting/ non pitting edema yang tidak dapat kembali normal =irreversibel? bila tungkai
diangkat.
21
!. Tingkat #. /dema non pitting, tidak dapat kembali normal =irreversibel? bila tungkai diangkat, kulit
menjadi tebal.
d. Tingkat ,. /dema non pitting dengan jaringan .ibrosis dan verukosa pada kulit =elephantiasis?
22
BAB 0
KESIMPULAN
Dari hasil anamnesis, bahwa pasien memiliki pekerjaan sebagai pemulung dan tinggal
di daerah kumuh =tempat untuk vektor nyamuk Culex quinquefasciatus? selain itu dikatakan
bahwa pasien memiliki riwayat pengobatan Diethyl!arbamazine/D/* yang merupakan obat
terpilih untuk pasien .ilariasis dan pemeriksaan .isik didapatkan hasil bahwa teraba kelenjar
lim.e inguinal sebesar kelereng warna kemerahan dan nyeri tekan =suatu in.eksi dan suhu
tubuh #3,%B!/.ebris?. "edangkan pada pemeriksaan darah tepi ditemukan eosino.ilia dan
mikro.ilaria. Dari hasil anamnesis, pemeriksaan .isik, dan pemeriksaan penunjang tersebut
didapat pasien menderita filariasis.
Dengan pengobatan massal menggunakan kombinasi Diethyl *arbamazine *itrate
=D/*? diharapkan dapat membunuh mikro.ilaria dalam darah dan !a!ing dewasa. "etiap
orang yang ditemukan mikro.ilaria dalam darahnya mendapat pengobatan yang memadai
agar tidak menderita klinis .ilariasis dan tidak menjadi sumber penularan terhadap
masyarakat sekitarnya. "erta pengamatan yang ketat, teliti dan !ermat se!ara periodik dan
asupan gizi yang baik pun maka prognosis pasien diatas akan baik.
BAB 0I
Datar Pustaka
-. "utanto, <nge, dkk. +uku *,ar Parasitl%i -edkteran .disi 4. )&--. Jakarta 7 +adan
Penerbit :akultas Kedokteran 8<.p.#$.
). 6atadidjaja, endarto. 0namnesis dan Pemeriksaan :isik Penyakit Dalam.)&-).
Tangerang "elatan7 +<6028P0 0K"020.p#&.
23
#. "utanto, <nge, dkk. +uku *,ar Parasitl%i -edkteran .disi 4. )&--. Jakarta 7 +adan
Penerbit :akultas Kedokteran 8<.p.#%.
,. "utanto, <nge, dkk. +uku *,ar Parasitl%i -edkteran .disi 4. )&--. Jakarta 7 +adan
Penerbit :akultas Kedokteran 8<.p.#%.
%. 2evis D.2. >ymphedema M!itated January )(, )&-&N. )&&;. 0vailable
.rom7 http7//emedi!ine.meds!ape.!om/arti!le/-;-#%&1.ollowupmated
$. "jamsuhidajat 2, de Jong C. +uku ajar ilmu bedah. /disi ). )&&#. Jakarta7 Penerbit /@*.
(. *asley J.2., "mith 4.D. @rades o. lymphedema M!itated January )3, )&-&N. -;;(.
0vailable .rom7http7//www.lympha!are.!om/grades.php
3. Pohan T. :ilariasis. +uku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta 7
<nternaPublishing,)&&;.p.);#-1##.
;. "usanto <, <smid <", "jari.uddin PK, dan "ungkar ". +uku a,ar P*/*#012L230
-.42-1./*5 edisi 4. Jakarta 7 +alai penerbit :K8<, )&&3.p.#)1#%.
-&. elbert 4. :lesh and +ones o. <mmunology. 4osby />"/E</2,)&&$.p.%.
24