Anda di halaman 1dari 143

PT.

MANDALA PRIMA KONSULTAN


1

BAGIAN - A

D DA AT TA A P PE EN NG GA AL LA AM MA AN N P PE ER RU US SA AH HA AA AN N


A. DATA ORGANISASI PERUSAHAAN
1. UMUM
Perusahaan PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN pada awal didirikan
pada Tahun 2006 merupakan inisiatif dari beberapa kelompok pengajar
yang bergerak dalam bidang biro jasa penelitian dalam rangka
menyingkapi prospek pembangunan dibidang keteknikan dan penelitian
untuk menjawab tantangan era globalisasi pasca penyediaan tenaga kerja
menjelang pasar bebas AFTA, CAFTA, APEK dan lainnya.
Dinamika pembangunan saat ini merupakan dedikasi utama untuk
mengoptimalkan sumberdaya manusia yang siap pakai dan handal,
sehingga berpengaruh signifikan terhadap proses manajemen
perusahaan PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN. Paradigma tersebut
memberikan citra tersendiri khususnya dalam rangka menjalin
kerjasama guna menghasilkan produk jasa layanan konsultansi yang
maksimal serta layanan jasa profesionalisme dan keahlian dalam
menangani program pembangunan nasional, regional dan lokal dengan
kualifikasi jasa usaha non kecil (Gred 2).
Visi PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN dalam memberikan layanan
jasa konsultansi adalah:
PROFESIONALISME DALAM BIDANG TATA LINGKUNGAN, SIPIL DAN
ARSITEKTUR.
Segala bentuk hasil produk/pekerjaan layanan jasa konsultansi yang
kami hasilkan akan berkiblat pada mutu dan kualitas untuk memuaskan
para relasi dan pemberi kerja.


PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
2

2. PROFIL PERUSAHAAN
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN merupakan Konsultan Perencana,
Manajemen dan Pengawasan Pembangunan yang sejak berdirinya
senantiasa mendapat kepercayaan dari berbagai kalangan baik
pemerintah provinsi, kabupaten/kota maupun pihak swasta.
Kiprahnya yang selalu peduli terhadap upaya-upaya pemerintah dalam
rangka mempercepat laju pembangunan Kawasan Timur Indonesia
khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Hingga saat ini
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN senantiasa mendapat kepercayaan
dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah
kabupaten/kota antara lain, Dinas Tata Ruang dan Permukiman dalam
menangani berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan
perencanaan khususnya yang terkait dengan Tata Ruang dan
permukiman meliputi kegiatan; penyusunan Rencana Tata Ruang, RTBL,
RPJP dan RPJM, penyiapan KASIBA/LISIBA dan pendampingan
pemberdayaan masyarakat perumahan swadaya murni dan
pemberdayaan masyarakat perumahan swadaya melalui fasilitas
perbankan serta proyek AMDAL.
Bahkan sampai saat ini PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN merupakan
salah konsultan di Sulawesi Selatan yang telah bergabung menjadi
Partner Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penanganan proyek NUSSP
melalui bantuan dana ADB.
Selain itu PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN, juga telah berkiprah
di seluruh Kabupaten/Kota hingga ke Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah
dan Provinsi Kalimantan Timur. Sejak awal didirikan dan hingga saat ini
telah memberikan jasa layanan konsultansi berbagai macam pekerjaan,
mulai dari kegiatan Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi,
Pemberdayaan Masyarakat, pengembangan Kawasan Kota dan Wilayah,
Bidang Perikanan dan Kelautan, Tata Ruang, Kehutanan dan
Pengawasan Teknik serta AMDAL dan UKL/UPL.

PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
3

Demi kedekatan pelayanan dan tuntutan para user/pengguna jasa
dibeberapa daerah, sampai saat ini PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
telah mengembangkan dan menjalin hubungan yang baik demi
pembangunan indonesia yang adil dan merata khususnya
di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
3. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
Lingkup pekerjaan PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN sejak didirikan
pada dasarnya difokuskan pada usaha layanan jasa konsultansi
pembangunan meliputi; Bidang Tata Lingkungan, Sipil, Arsitektur dan
kegiatan usaha jasa konsultansi non konstruksi antara lain; penelitian
dan pemberdayaan masyarakat dan studi AMDAL. Struktur organisasi
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN dijelaskan pada skema berikut.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
4

STRUKTUR ORGANISASI PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN







ADM. KEUANGAN
DIREKTUR
PEMBUKUAN
DEVISI
PENELITIAN & MANAJEMEN
DEVISI STUDI
KELAYAKAN
DEVISI PENGAWASAN
TEKNIK
DEVISI
PERENCANAAN
DEVISI
AMDAL
Jalan / Jembatan
Bangunan Cipta
Karya
Irigasi
Kota dan Wilayah
Landscape
Interior
Kehutanan
Jalan / Jembatan
Bangunan Cipta Karya
Irigasi
Instansi
Mesin-Mesin
Perpipaan
Sarana & Prasarana
Transportasi
ESTIMATOR/DOKUMEN
DUKUMENTASI/ARSIP
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
1

B. DAFTAR PENGALAMAN KERJA 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR
Pengalaman perusahaan PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN sejak didirikan pada Tahun 2006, khususnya pada bidang
Arsitektur dan Tata Lingkungan jasa perencanaan urban dapat dilihat pada tabel berikut.
No
Nama Paket
Pekerjaan
Bidang/Su
b Bidang
Pekerjaan
Lokasi
Pemberi Tugas/Pengguna Jasa Kontrak Tanggal Selesai
Nama
Alamat/
Telepon
No.Kontrak/
Tanggal
Nilai Kontrak
(Rp)
Kontrak B.A. Serah Terima
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
A. TAHUN 2013
1
Penyusunan RTBL
Kawasan Aeng Toa
Kab. Takalar
Bidang
Tata
Lingkunga
n
Kab. Takalar
Dinas PU Kab.
Takalar
Kab. Takalar
031/Pan/11/8/20
13
347.500.000
12 Agust
2013
Des 2013
2
Penyusunan
Ranperda
Bangunan Gedung
Kab. Maros
Bidang
Arsitektur
Kab. Takalar
Kementerian
PU Bidang
Cipta Karya
(Satker
Penataan
Bangunan &
Lingkungan
Komp. PU
Baddoka
Makassar
21/K/PBLSS/201
3
337.196.000
30 Maret
2013
Oktober 2013
3.
Penyusunan
Kajian
Perencanaan
Pengembangan
Wisata Sanrobengi
Kab. Takalar
Bidang
Tata
Lingkunga
n
Kab. Takalar
Bappeda Kab.
Takalar
Kab. Takalar
027/7064/Bapped
a/ 2013
148.555.000
28 Agustus
2013
Desember 2013
4
Penyusunan
rencana detail
kawasan pantai
Galesong Utara
Kabupaten
Takalar
Bidang
Tata
Lingkunga
n
Kab. Takalar
Bappeda Kab.
Takalar
Kab. Takalar
022/7023/Bapped
a/ 2013
90.000.000
23 Agustus
2013
Desember 2013
B. TAHUN 2012
1
Penyusunan
Ranperda
Bangunan Gedung
Kab. Takalar
Bidang
Arsitektur
Kab. Takalar
Kementerian
PU Bidang
Cipta Karya
(Satker
Penataan
Bangunan &
Lingkungan
Komp. PU
Baddoka
Makassar
19/K/PBLSS/201
2
343.890.000
25 April
2012
Nopember 2012
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
2

2
Penyusunan
Rencana Detail
Tata Ruang Kota
Voigan Kabupaten
Bolaang
Mangondow
Tata
Lingkunga
n
Kab. Bolmog
Bappeda Kab.
Bomong
Kota Lolak
021/Kontrak//VII
/2012
392.500.000,- Agust 2012 Nop. 2012
3
Penyusunan RTBL
Kawasan
Perkantoran Kota
Mobangu
Tata
Lingkunga
n
Kota
Mobangu
Bappeda Kota
Mobangu
Kota Mobangu
018/Kont//PP/VII
/2012
439.450.000,- Juli 2012 Nop. 2012
C. TAHUN 2011
1
Penyusunan
Ranperda
Bangunan Gedung
Kab. Toraja Utara
Bidang
Arsitektur
Kab. Toraja
Utara
Kementerian
PU Bidang
Cipta Karya
(Satker
Penataan
Bangunan &
Lingkungan
Komp. PU
Baddoka
Makassar
19/K/PBLSS/201
1
343.890.000 27 Mei 2011 Oktober 2011
2
Penyusunan
Ranperda
Bangunan Gedung
Kab. Pinrang
Bidang
Arsitektur
Kab. Pinrang
Kementerian
PU Bidang
Cipta Karya
(Satker
Penataan
Bangunan &
Lingkungan
Komp. PU
Baddoka
Makassar
18/K/PBLSS/201
1
336.160.000 27 Mei 2011 Oktober 2011
3
Perencanaan
Teknis,
Manajemen
Persampahan dan
DED Kab. Majene
Tata
Lingkunga
n
Kab. Majene
Kementerian
Pekerjaan
Umum Bidang
PU Cipta
Karya SATKER
PPLP Sulbar
Kab. Mamuju
12/Kontrak/PPLP
/V/2011
381.106.000 27 Mei 2011 22 Nopember 2011
4
Penyusunan
Rencana Tata
Bangunan dan
Lingkungan
(RTBL) Kec.
Panakkukang
Bidang
Tata
Lingkunga
n
Kota
Makassar
Dinas Tata
Ruang dan
Bangunan
Kota Makassar
Jl. Urip
Sumoharjo
Makassar
12/Kontrak/PPLP
/V/2011
320.000.000
Oktober
2011
Desember 2011
5
Penyusunan
Rencana Tata
Bangunan dan
Lingkungan
(RTBL) Kawasan
Perdagangan Kota
Polewali Kab.
Polman
Bidang
Tata
Lingkunga
n
Kab. Polman
Dinas Tata
Ruang &
Permukiman
Kab. Polman
Kab. Polman
12/Kontrak/PPLP
/V/2011
148.800.000
September
2011
Desember 2011
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
3

6
Penyusunan
Kajian Potensi
Ekonomi KAPET
Parepare

Kota
Parepare
Bappeda Kota
Parepare
Kota Parepare
027/1527/Bapped
a/18-03-2011
88.975.000
18 Maret
2011
18 Juni 2011
7
Kajian Daya Saing
Unggulan
Pengembangan
Ekonomi Daerah



027/7064/Bapped
a/31 Oktober
2011
49.000.000 31 Juli 2011 31 Oktober 2011
8
Rencana Teknis
Tata Ruang
Kawasan Kota
Tanah Merah
Kab. Bopen Digol
Tata
Lingkunga
n
Kab. Boven
Digol
Bappeda
Kota Batu
Merah
II/101/RTR/Bapp
eda/2011
685.000.000 Juli 2011 Desember 2011
D. TAHUN 2010
1
Penyusunan
Peraturan
Bangunan
Setempat (PBS)
Kota Unaaha Kab.
Konawe
Bidang
Arsitektur
Kota Unaaha
Dinas Tata
Ruang,
Permukiman &
Kebersihan
Jln. A. Yani
No. 23 Unaaha
001/3/SPMK-
Kontrak/VI/2010
18 Juni 2010
321.5400.000.
16 Desember
2010
16 Desember 2010
2
Penyusunan
Rencana Tata
Ruang Wilayah
(RTRW) Kab. Wajo
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab. Wajo
Dinas Tata
Ruang &
Kebersihan
Jl.
Lamaddukelle
ng No. 1
Sengkang
602.1/242.1/TRK
P Tgl 7 Mei 2010
73.500.000 07 Mei 2010 September 2010
3
Penyusunan
Master Plan
Drainase Kota
Sungguminasa
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab. Gowa
Dinas
Pekerjaan
Umum
Jl.
Tumanurung
No. 2
Sungguminasa
1/DPU-
GW/KONT-
PMPD/VI/2010
119.350.000 15 Juni 2010 13 Oktober 2010
4
Pemetaan Kondisi
Jalan dan
Drainase Kawasan
perumahan dan
Permukiman Kota
Kab. Maros
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab. Maros
Dinas Tata
Ruang &
Perumahan
Jl. Bougenville
Maros
04/KPBJ/SP/PP/
DTRP-
DAU/VII/2010
74.000.000 19 Juli 2010
19 Oktober
Masyarakat2010
5
Studi
Pengembangan
Pengelolaan
Lingkungan
Terpadu Berbasis
Masyarakat
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab. Majene
Kantor
Lingkungan
Hidup Kab.
Majene
Kab. Majene
240/A.7/KLDH/VI
I/2010
172.535.000 30 Juli 2010 26 Nop. 2010
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
4

6
Pendampingan
Fisik Tradisional
Kab. Bulukumba
Bidang
Sipil
Jasa
Inspeksi
Teknis
Bulukumba
Dinas Tata
Ruang &
Permukiman
SulSel
Nomor :
620/10/WAS-
SPB/DPUK-
BM/VI/2010
79.500.000,- Juni 2010 Des 2010
7
Pengawasan
Teknis
Peningkatan Jalan
Ruas Kab Mamuju
)
Bidang
Sipil
Jasa
Inspeksi
Teknis
Soppeng Dinas PU Soppeng
Nomor :
620/10/WAS-
SPB/DPUK-
BM/VI/2010
43.500.000,- Agust 2010 Des 2010
E. TAHUN 2009
1
Penyusunan
Ranperda
Bangunan Gedung
Kota Weda Kab.
Halmahera
Tengah
Bidang
Arsitektur
Kota Weda
Dinas
Pekerjaan
Umum
Jln. Pendidkan
No. 1
027/Kontrak/PU/
VII/2010
08 Juli 2010
342.320.000
08 Desember
2010
08 Desember 2010
2
Penyusunan
Rencana
Pembangunan dan
Pengembangan
Perumahan di
Daerah Kab.
Pangkep
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab.
Pangkep
Dinas Tarkim
Prov. Sulsel
Jl. Pettarani
No. 91,
Makassar
056/365/Bangki
m
19 Maret 2009
97.845.000 17 Juni 2009 16 Juni 2009
3
Penyusunan
Rencana Tata
Ruang Wilayah
(RTRW) Kab. Wajo
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab. Wajo
Dinas Tata
Ruang &
Kebersihan
Jl.
Lamaddukelle
ng No. 1
Sengkang
602.1/638/TRKP
14 Oktober 2009
273.790.000
25 Desember
2009
20 Desember 2009
4
Penyusunan Data
Base Rumah
Tidak Layak Huni
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab. Maros
Dinas Tata
Ruang &
Perumahan
Jl. Bougenville
Maros
03/KPJK/DTRP-
DAU/IV/09 14
April 2009
59.500.000
05 Agustus
2009
02 Agustus 2009
5
Pengawasan
Teknis
Peningkatan Jalan
Ruas Kab Mamuju
Bidang
Sipil
Jasa
Inspeksi
Teknis
Kab.Luwu Dinas pu Kab.Mamuju
Nomor :
620/19/WAS-
SPB/DPUK-
BM/VIII/2009
43.500.000 Agust 2009 Des 2009
F. TAHUN 2008
1
Penyusunan
Strategi
Penanggulangan
Kemiskinan
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
Kabupaten
Takalar
Badan
Perencanaan
Pembangunan
Daerah Kab.
Jl. Syech
Yusuf No. 02
takalar
050/245
J1/VIII/2008
79.620000
25 Oktober
2008
25 Oktober 2008
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
5

Daerah
(SKPD)
n Urban Takalar
2
Rencana Detail
Tata Ruang Laut,
Pesisir dan Pulau
Pulau Kecil Kec.
Samboja Kab.
Kutai Kartanegara
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab. Kutai
Kartanegara
Dinas
Perikanan dan
Kelautan Prov,
Kalimatan
Timur
Kec. Samboja
Kab. Kutai
Kartanegara
935/DTPK2P-
1/009/2008
8 Mei 2008 s/d 3
Desember 2008
218.600.000,-
25 Nopember
2008
25 Nopember 2008
3
Penyusunan
Rencana Tata
Ruang Kawasan
Perkotaan Ibukota
Kec. Tongauna
Kab. Konawe
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab.
Konawe
Bappeda Kab.
Konawe
Kab.Konawe
Nomor : 23/SP/K-
DAK/V/2008
07 Mei 2008
124.750.000,-
07 Desember
2008
07 Desember 2008
4
Pengadaan Jasa
Pelatihan
Intensifikasi
Lahan Pekarangan
UPT Mahalona
Kab. Luwu Timur
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab. Luwu
Timur
Dinas
Trnasmigrasi
Prov. SulSel
Kab. Luwu
Timur
020.b/Kontrak/V/
2008
22 Mei 2008
89.950.000
10 Agustus
2008
10 Desember 2008
5
Pengawasan
supervise Teknis
Bidang
Arsitektur
Jasa
Teknis Pra
Desain
Arsitektur
Kota
Masamba
Dinas
Pekerjaan
Umum Kab.
Luwu Timur
Jln.
Simpurusiag
No. 27
Masamba
032/17/22/SPMK
-
Kontrak/DPU/200
8
15 September
17.892.000.00
12 Desember
2008
12 Desember 2008
6
Perencanaan
teknis
Pembangunan
tanggul tembok
Penahan kab.
mamuju
Bidang
Arsitektur
Jasa
Teknis Pra
Desain
Arsitektur
Kab.
Mamuju
Dinas
Kesejatraan
umum Kab
Mamuju
Jln. Station No
17 Mamuju
610/01a/KPA-
DPU-AIR/2008
20 Februari 2008
25.7000.000
15 Maret
2008
15 Maret 2008
7
Pengawasan
Pembangunan
Rumah Jabatan
DPRD kab. Sul-
Bar
Bidang
Arsitektur
Jasa
Teknis Pra
Desain
Provinsi
Sulbar
Bappeda Sul-
bar
Jln. Ahmad
Yani No. 01
Sul-Bar
020.b/Kotrak/V/2
008
22 Mei 2008
89.500.000
10 Agustus
2008
10 Agustus 2008
8
Perencanaan
Teknis
Pembangunan
Sumur Air Tanah
Bidang
Arsitektur
Jasa
Teknis Pra
Desain
Arsitektur
Kab.
Luwu
Dinas Tata
Ruang &
Permukiman
Kab.Luwu
Jl Jendral
Sudirman No.
10 Belopo
Nomor :
01/KONT-
PTPS/TARKIM/III
/2007 Tanggal 27
Maret 2007
95.000.000
27 Maret
2007
27 Mei 2008
9
Perencanaan
Teknis
Bidang
Arsitektur
Kab.Luwu
Dinas Tata
Ruang &
Jl Jendral
Sudirman No.
Nomor :
001/SPP/TARKIM
11.500.000 23 Feb 2007 23 Maret 2008
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
6

Pembangunan
Batas kota Belopa
Sebelah Selatan
Jasa
Teknis Pra
Desain
Arsitektur
Permukiman 10 Belopo /BATAS
KOTA/II/2007
10
Supervisi/Pengaw
asan Fasilitas
Pembangunan
Prasarana dan
Sarana
Permukiman
Berbasis
Masyarakat
(NUSSP)
Bidang
Sipil
Jasa
Inspeksi
Teknis
Kab.Luwu
Dinas Tata
Ruang &
Permukiman
Kab.Luwu
Nomor :
001/SPB/TRP/SU
PERVISI-
NUSSP/IX/2008
8 September 2008
20.000.000 17 Nov 2008 15 Nov 2008
11
Pengawasan
Teknis
Peningkatan Jalan
Ruas Jl. Tobadak
II III IV Kab
Mamuju
Bidang
Sipil
Jasa
Inspeksi
Teknis
Kab.mamuju
Dinas PU dan
Kipraswil
Kab.Mamuju
Kab.Mamuju
Nomor :
620/10/WAS-
SPB/DPUK-
BM/VI/2008
66.250.000 18 Juni 2008 18 Oct 2008
12
Pengawasan
Teknis
Peningkatan Jalan
Lapen Ruas
Jl.Dalam Kota
Pangale dan
Jl.Negara Dato
(lanjutan)
Kab.Mamuju
Bidang
Sipil
Jasa
Inspeksi
Teknis
Kab.Mamuju
Dinas PU dan
Kipraswil
Kab.Mamuju
Kab.Mamuju
Nomor :
620/19/WAS-
SPB/DPUK-
BM/VI/2008
59.300.000 18 Juni 2008 18 Oct 2008
G. TAHUN 2007
1
Penyusunan dan
Analisis Data
/informasi
pengolahan ruang
terbuka Hijau
Kota Palopo.
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban/
Arsitektur
Lanskape
Kota Palopo
Badan
Lingkungan
Hidup Kota
Palopo
Kota Palopo
Nomor : 06/KONT
PPK.BLHD/IX/20
07
28 Sep 2007
132.500.000 12 Des 2007 12 Des 2007
2
Penyusunan
Rencana Tindak
Komunitas (CAP)
Salupareman
Bidang
Tata
Lingkunga
n
Kab.Luwu
Dinas Tata
Ruang &
Permukiman
Kab.Luwu
Nomor :
002/SPP/PPTK-
TRP/NUSSP/II/20
07
119.250.000 12 Feb 2007 12 Juni 2007
3
Penyusunan
Rencana Tata
Ruang Wilayah
Kab. Konawe
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab.
Konawe
Bappeda Kab.
Konawe
Kab.Konawe
Nomor :
050/04/RTRW/K
ONT/BAPPEDA/V
/2007
07 Mei 2007
435.850.000
5 Nopember
2007
5 Nopember 2007
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
7

4
Penyusunan
Rencana Tata
Ruang Kawasan
Perkotaan Ibukota
Kecamatan
Walenrang Timur
Kab.Luwu
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kab.
Luwu
Dinas Tata
Ruang &
Permukiman
Kab.Luwu
Kab.Luwu
Nomor :
003/KONT-
RTRK/TARKIM/II/
2007
12 Feb.2007
94.500.000 12 Juni 2007 12 Juni 2007
5
Pengawasan
Penimbunan
halaman Kantor
Camat Kamanre
dan Rumah Adat
Bidang
Sipil
Jasa
Inspeksi
Teknis
Kab.Luwu
Dinas Tata
Ruang &
Permukiman
Kab.Luwu
Nomor :
002/SPP/PPTK-
TRP/SUPERVISI/
V/2007
4.000.000 7 Mei 2007 7 Jul 2007
6
Pengawasn Teknis
Jaringan Irigasi
Kec. Tappalang
Kab. Mamuju
Bidang
Sipil
Jasa
Inspeksi
Teknis
Kab.Mamuju
Dinas PU &
Praswil Kab.
Mamuju
Kab. Mamuju
Nomor :
06/SPP/PPTK-
DPUK/VII/2007
17.5560.000 09 Juli 2007 24 Okt 2007
H. TAHUN 2006
1
Penyusunan
Masterplan
Drainase Kota
Belopa
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Teknis
Kota Belopo
Dinas Tata
Ruang Dan
Permukiman
Kab. Luwu
timur
Jl. Jend
Sudirman No.
10 Belopa
001/SPP/TRP/MP
D/VI/2006
1 Juli 2006
120.500.00
12
September
2006
12 September 2006
2
Penyusunan
rencana detail
Tata Ruang
kawasan Wisata
Buntu Matabing
Kab. Luwu
Tata
Lingkunga
n
Perencanaa
n Urban
Kiab. Luwu
Dinas Tata
Ruang Dan
Permukiman
Kab. Luwu
timur
Jl. Jend
Sudirman No.
10 Belopa
003/SPP/TRP/KD
TW/VI/2006
5 Juli 2006
142.3000.00
3
Seoptember
2006
3 Seoptember 2006



PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
8

C. DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS, 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

NO
PENGGUNA JASA
/SUMBER DANA
NAMA PAKET PEKERJAAN LINGKUP LAYANAN PERIODE ORANG BULAN NILAI KONTRAK
MITRA
KERJA
1 2 3 4 5 6 7 8

1
Kementerian PU
Bidang Cipta Karya
(Satker Penataan
Bangunan &
Lingkungan
Penyusunan Ranperda Bangunan
Gedung Kab. Maros
Bidang Arsitektur 05 April 2012 42 MM 322.562.000 -
2
Dinas pekerjaan
Umum Kab.
Takalar.
Penyusunan RTBL Aeng Toa Kab.
Takalar
Bidang Arsitektur 12 Agust 2013 42 MM 347.500.000 -
3
Badan Perencanaan
pembangunan
Daerah Kab.
Takalar
Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang Pesisir Galut
Bidang Tata Lingkungan 23 Agust 2013 30 MM 90.000.000 -
4
Badan Perencanaan
pembangunan
Daerah Kab.
Takalar
Penyusunan Kajian Perencanaan
Pengembangan Wisata Sanrobengi Kab.
Takalar
Bidang Tata Lingkungan 28 Agust 2013 30 MM 148.000.000 -
5
BAPPEDA Kab.
Bolaang
Mongondow
Penyusunan RDTR Kota Poigar Kab.
Bolaang Mongondow
Tata Lingkungan Agustus 2012 30 MM 392.500.000 -
6
Kementerian PU
Bidang Cipta Karya
(Satker Penataan
Bangunan &
Lingkungan
Penyusunan Ranperda Bangunan
Gedung Kab. Toraja Utara
Bidang Arsitektur 27 Mei 2011 42 MM 343.890.000 -
7
Kementerian PU
Bidang Cipta Karya
(Satker Penataan
Bangunan &
Penyusunan Ranperda Bangunan
Gedung Kab. Pinrang
Bidang Arsitektur 27 Mei 2011 42 MM 336.160.000 -
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
9

Lingkungan
8
Kementerian
Pekerjaan Umum
Bidang PU Cipta
Karya SATKER
PPLP Sulbar
Perencanaan Teknis, Manajemen
Persampahan dan DED Kab. Majene
Tata Lingkungan 27 Mei 2011 48 MM 381.106.000 -
9
Dinas Tata Ruang
dan Bangunan Kota
Makassar
Penyusunan Rencana Tata Bangunan
dan Lingkungan (RTBL) Kec.
Panakkukang
Bidang Tata Lingkungan Oktober 2011 42 MM 320.000.000 -
10
Dinas Tata Ruang &
Permukiman Kab.
Polman
Penyusunan Rencana Tata Bangunan
dan Lingkungan (RTBL) Kawasan
Perdagangan Kota Polewali Kab. Polman
Bidang Tata Lingkungan September 2011 28 MM 148.800.000 -
11
Bappeda Kota
Parepare
Penyusunan Kajian Potensi Ekonomi
KAPET Parepare
18 Maret 2011 20 MM 88.975.000 -
12
Bappeda Kab.
Bolmong
Kajian Daya Saing Unggulan
Pengembangan Ekonomi Daerah
31 Juli 2011 49.000.000 -
13 Kab. Bopen Digol
Rencana Teknis Tata Ruang Kawasan
Kota Batu Merah Kab. Bopen Digol
Tata Lingkungan Juli 2011 56 MM 685.000.000 -
14
Dinas Tata Ruang,
Permukiman dan
Kebersihan Kab.
Konawe
Penyusunan Peraturan Bangunan
Setempat (PBS)
Tata Lingkungan Juni 2010 48 MM 321.540.000 -
15
Dinas Pekerjaan
Umum kab. Gowa
Penyusunan Master Plan Drainase Kota
Sungguminasa
Bidang Arsitektur Juni 2010 30 MM 119.350.000 -
16
Dinas Tata Ruang
dan Perumahan
Kab. Maros
Pemetaan Kondisi Jalan dan Drainase
Kawasan Perumahan dan Permukiman
Kota Kab. Maros.
Tata Lingkungan Juli 2010 20 MM 74.000.000 -
17
Dinas Tataa Ruang,
Kebersihan dan
Pasar
Penyusunan Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Kab. Wajo (Lanjutan)
Bidang Arsitektur Mei 2010 20 MM 73.500.000 -
18
Dinas Tarkim Prov.
Sulsel
Penyusunan Rencana Pembangunan
dan Pengembangan Perumahan di
Daerah Kab. Pangkep
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Maret 2009 26 MM 97.845.000 -
19
Dinas Tata Ruang
kebersihan & Pasar
Kab. wajo
Penyusunan Rencana Tata Ruang
Wilayah Kab. Wajo
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Mei 2009 48 MM 273.790.000 -
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
10

20
Dinas Tata Ruang
kab. 16Mamuju
Utara
Penyusunan Rencana Tata Ruang
Ibukota Kecamatan di Mamuju Utara
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Juni 2009 30 MM 147.790.000,- -
21
Dinas tata Ruang
dan Perumahan
Kab. Maros
Penyusunan Data Base Rumah Tidak
Layak Huni
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
April 2009 12 MM 59.500.000 -
22
Badan Perencanaan
Pembangunan
Daerah Kab.
Takalar
Penyusunan Strategi Penanggulangan
Kemiskinan Daerah
(SKPD)
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Agustus 2008 18 MM 79.620000 -
23
Dinas Perikanan
dan Kelautan Prov,
Kalimatan Timur
Rencana Detail Tata Ruang Laut, Pesisir
dan Pulau Pulau Kecil Kec. Samboja
Kab. Kutai Kartanegara
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Mei Desemberr
2008
28 MM 218.600.000,- -
24
Bappeda Kab.
Konawe Prov. Sultra
Penyusunan Rencana Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Ibukota Kec.
Tongauna Kab. Konawe
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Mei 2008 24 MM 124.750.000,- -
25
Dinas Trnasmigrasi
Prov. Sul-Sel
Pengadaan Jasa Pelatihan Intensifikasi
Lahan Pekarangan UPT Mahalona Kab.
Luwu Timur
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Mei 2008 20 MM 89.950.000 -
26
Bappeda Kab.
Konawe
Penyusunan Rencana Tata Ruang
Wilayah Kab. Konawe
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Mei 2007 34 MM 435.850.000 -
27
Dinas Tata Ruang &
Permukiman
Kab.Luwu
Penyusunan Rencana Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Ibukota
Kecamatan Walenrang Timur Kab.Luwu
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Pebruari 2007 14 MM 94.500.000 -
28
Badan Lingkungan
Hidup Kota Palopo
Penyusunan dan Analisis Data
/informasi pengolahan ruang terbuka
Hijau Kota Palopo.
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
September 2007 24 MM 132.500.000 -
29
Dinas Tata Ruang
Dan Permukiman
Kab.Luwu
Perencanaan Rencana Tindak
Komunitas/Community Action Plan
(CAP) Desa Salu Paremang
Kec.Kamanre
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Pebruari 2007 18 MM 119.250.000 -
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
11

30
Dinas Tata Ruang
Dan Permukiman
Kab. Luwu timur
Penyusunan Masterplan Drainase Kota
Belopa
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Juli 2006 15 MM 120.500.00 -
31
Dinas Tata Ruang
Dan Permukiman
Kab. Luwu timur
Penyusunan rencana detail Tata Ruang
kawasan Wisata Buntu Matabing Kab.
Luwu
Tata Lingkungan
Perencanaan Urban
Juli 2006 10 MM 42.3000.00 -











PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
12

D. URAIAN PENGALAMAN KERJA 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

1. Pengguna Jasa : Kementerian PU Bidang Cipta Karya (Satker Penataan Bangunan & Lingkungan)
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Maros
3. Nilai Kontrak : Rp. 322.562.000
4. Nomor Kontrak : 21/K/PBLSS/2013
5 Periode : 30 Maret 2013
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Bangunan 1
b. Ahli Teknik PWK Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat rumusan konsep karakteristik, potensi dan permasalahan terkait kondisi bangunan
c. Merumuskan naskah akdemik berisi materi teknis dan draft renperda BG





PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
13

1. Pengguna Jasa : Penyusunan RDTR Kawasan Pesisir Galut
2. Lokasi Proyek : Kab. Takalar
3. Nilai Kontrak : Rp. 90.000.000
4. Nomor Kontrak :
021/Kontrak/VIII/2013
5 Periode : Agusutus 2013
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Merencanakan delineasi kawasan perencanaan pada Bagian Wilayah Perkotaan (BWP)
c. Merekomendasikan kawasan perencanaan yang prioritas penanganannya








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
14

1. Pengguna Jasa : Penyusunan RTBL Aeng Toa Kab. Takalar
2. Lokasi Proyek : Kab. Takalar
3. Nilai Kontrak : Rp. 347.500.000
4. Nomor Kontrak : 031/Pan/11/8/2013
5 Periode : Agusutus 2013
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Merencanakan delineasi kawasan perencanaan pada Bagian Wilayah Perkotaan (BWP)
c. Merekomendasikan kawasan perencanaan yang prioritas penanganannya








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
15


1. Pengguna Jasa : Penyusunan Kajian Perencanaan Pengembangan Wisata Sanrobengi Kab. Takalar
2. Lokasi Proyek : Kab. Takalar
3. Nilai Kontrak : Rp. 148.555.000
4. Nomor Kontrak : 027/7064/Bappeda/ 2013
5 Periode : Agusutus 2013
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Merencanakan delineasi kawasan perencanaan
c. Merekomendasikan kawasan perencanaan yang prioritas penanganannya









PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
16


1. Pengguna Jasa : Kementerian PU Bidang Cipta Karya (Satker Penataan Bangunan & Lingkungan)
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Takalar
3. Nilai Kontrak : Rp. 322.562.000
4. Nomor Kontrak : 19/K/PBLSS/ 2012
5 Periode : 05 April 2012
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Bangunan 1
b. Ahli Teknik PWK Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat rumusan konsep karakteristik, potensi dan permasalahan terkait kondisi bangunan
c. Merumuskan naskah akdemik berisi materi teknis dan draft renperda BG







PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
17

1. Pengguna Jasa : Penyusunan RDTR Kota Poigar Kab. Bolmong
2. Lokasi Proyek : Kota Poigar, Kabupaten Bolmong
3. Nilai Kontrak : Rp. 392.500.000
4. Nomor Kontrak :
021/Kontrak/VIII/2012
5 Periode : Agusutus 2012
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Merencanakan delineasi kawasan perencanaan pada Bagian Wilayah Perkotaan (BWP)
c. Merekomendasikan kawasan perencanaan yang prioritas penanganannya










PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
18

1. Pengguna Jasa : Kementerian PU Bidang Cipta Karya (Satker Penataan Bangunan & Lingkungan
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Toraja Utara
3. Nilai Kontrak : Rp. 343.890.000
4. Nomor Kontrak : 19/K/PBLSS/ 2011
5 Periode : 27 Mei 2011
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
19

1. Pengguna Jasa : Kementerian PU Bidang Cipta Karya (Satker Penataan Bangunan & Lingkungan
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Pinrang
3. Nilai Kontrak : Rp. 336.160.000
4. Nomor Kontrak : 18/K/PBLSS/2011
5 Periode : 27 Mei 2011
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah









PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
20

1. Pengguna Jasa : Kementerian Pekerjaan Umum Bidang PU Cipta Karya SATKER PPLP Sulbar
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Polewali Mandar
3. Nilai Kontrak : Rp. 381.106.000
4. Nomor Kontrak : 12/Kontrak/PPLP/V/2011
5 Periode : 27 Mei 2011
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah









PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
21

1. Pengguna Jasa : Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar
2. Lokasi Proyek : Kota Makassar
3. Nilai Kontrak : Rp. 320.000.000
4. Nomor Kontrak : 09/SPMK/DTB-MKS/X/2011
5 Periode : Oktober 2011
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah









PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
22

1. Pengguna Jasa : Dinas Tata Ruang & Permukiman Kab. Polman
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Polewali Mandar
3. Nilai Kontrak : Rp. 148.800.000
4. Nomor Kontrak : 14/Kontrak/DTRP/IX/2011
5 Periode : September 2011
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah









PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
23

1. Pengguna Jasa : Bappeda Kota Parepare
2. Lokasi Proyek : Kota Parepre
3. Nilai Kontrak : Rp. 88.975.000
4. Nomor Kontrak : 027/1527/Bappeda/18-03-2011
5 Periode : 18 Maret 2011
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
24

1. Pengguna Jasa : Bappeda Kab. Bopen Digol
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Bopen Digol
3. Nilai Kontrak : Rp. 685.000.000
4. Nomor Kontrak : II/101/RTR/Bappeda/2011
5 Periode : Juli 2011
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah









PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
25

1. Pengguna Jasa : Dinas Tata Ruang, Permukiman & Kebersihan
2. Lokasi Proyek :
Kota Unaaha
3. Nilai Kontrak : Rp. 321.5400.000
4. Nomor Kontrak : 001/3/SPMK-Kontrak/VI/2010, 18 Juni 2010
5 Periode : 18 Juni 2010
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
26

1. Pengguna Jasa : Dinas Pekerjaan Umum
2. Lokasi Proyek : Kota Weda
3. Nilai Kontrak : Rp. 342.320.000
4. Nomor Kontrak : 027/Kontrak/PU/VII/2010, 08 Juli 2010
5 Periode : 08 Juli 2010
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
27

1. Pengguna Jasa : Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Maros
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Maros
3. Nilai Kontrak : Rp. 74.000.000
4. Nomor Kontrak :
04/SPMK/SP/DTRP-DAU/VII/2010
5 Periode : Juli 2010
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
28

1. Pengguna Jasa : Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Wajo (lanjutan)
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Wajo
3. Nilai Kontrak : Rp. 73.500.000
4. Nomor Kontrak :
602.1/242.1/TRKP
5 Periode : Mei 2010
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
29

1. Pengguna Jasa : Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Wajo
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Wajo
3. Nilai Kontrak : Rp. 273.790.000,-
4. Nomor Kontrak :
602.1/638/TRKP
5 Periode : Okt 2009 - Desember 2009
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
30

1. Pengguna Jasa : Penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman di Daerah
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Pangkep
3. Nilai Kontrak : Rp. 97.845.000,-
4. Nomor Kontrak :
056/365/Bangkim
5 Periode : 19 Maret 2009 16 Juni 2009
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
d. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah












PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
31

1. Pengguna Jasa : Penyusunan Rencana Tata Ruang Ibukota Kecamatan di Mamuju Utara
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Mamuju Utara
3. Nilai Kontrak : Rp. 147.790.000,-
4. Nomor Kontrak :
602.1/638/TRKP
5 Periode : Juni 2009 - Desember 2009
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia - OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
32


1. Pengguna Jasa : Penyusunan Data Base Rumah Tidak Layak Huni
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Maros
3. Nilai Kontrak : Rp. 59.500.000,-
4. Nomor Kontrak :
03/KPJK/SP/DTRP-DAU/IV/09
5 Periode : 14 april 2009 05 Agustus 2009
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia - OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
c. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
Uraian Pekerjaan : Perencanaan Kota 1
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah













PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
33

1. Pengguna Jasa : Penyusunan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SKPD)
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Takalar
3. Nilai Kontrak : Rp. 79.620.000,-
4. Nomor Kontrak :
050/245 J1/VIII/2008
5 Periode : Mei 2008 - Agustus 2008
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia - OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
c. Ahli Sosial Pemberdayaan 1
Uraian Pekerjaan :
a. Mengkoordinir tim secara terus-menerus sampai berakhirnya pekerjaan
b. Membuat kajian ekonomi untuk penanggulangan kemiskinan
c. Merekomendasikan metode dan tata cara pemberdayaan masyarakat menanggulangi kemiskinan di daerah














PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
34

1. Pengguna Jasa : Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Konawe
2. Lokasi Proyek : Kab. Konawe
3. Nilai Kontrak : Rp. 435.850.000,-
4. Nomor Kontrak : Nomor : 050/04/RTRW/KONT/BAPPEDA/V/2007
5 Periode : Mei 2007-Desember 2007
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia - OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -. OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan :
a. Merekomendasi struktur tata ruang kawasan perkotaan
b. Membuat analisis tapak kawasan perencanaan
c. Menghitung kebutuhan prasarana dan sarana kawasan perencanaan
d. Membuat data atribut dan peta digitasi kawasan perencanaan
e. Melaksanakan sosialisasi dan membuat kajian social budaya penduduk
f. Menghitung kelayakan ekonomi kota
g. Merumuskan kajian rona awal lingkungan dan kemungkinan dampak penting yang ditimbulkan pasca konstruksi
h. Membuat RANPERDA tentang RTRKP





PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
35

1. Pengguna Jasa : Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Ibukota Kecamatan Walenrang Timur Kab.Luwu
2. Lokasi Proyek : Kecamatan Walenrang Timur Kab.Luwu
3. Nilai Kontrak : Rp. 94.500.000,-
4. Nomor Kontrak : Nomor : 003/KONT-RTRK/TARKIM/II/2007 12 Feb.2007
5 Periode : Februari 2007-Juni 2007
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia - OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -. OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli GIS GIS 1
e. Ahli Sosial Budaya Sosial Budaya 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
g. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
h. Ahli Hukum/Kelembagaan Hukum/Kelembagaan 1
Uraian Pekerjaan :
a. Merekomendasi struktur tata ruang kawasan perkotaan
b. Membuat analisis tapak kawasan perencanaan
c. Menghitung kebutuhan prasarana dan sarana kawasan perencanaan
d. Membuat data atribut dan peta digitasi kawasan perencanaan
e. Melaksanakan sosialisasi dan membuat kajian social budaya penduduk
f. Menghitung kelayakan ekonomi kota
g. Merumuskan kajian rona awal lingkungan dan kemungkinan dampak penting yang ditimbulkan pasca konstruksi
h. Membuat RANPERDA tentang RTRKP





PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
36

1. Pengguna Jasa : Penyusunan dan Analisis Data /informasi pengolahan ruang terbuka Hijau Kota Palopo
2. Lokasi Proyek : Kota Palopo
3. Nilai Kontrak : Rp. 132.500.000,-
4. Nomor Kontrak : Nomor : 06/KONT PPK.BLHD/IX/2007 28 Sep 2007
5 Periode : September 2007-Desember 2007
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia - OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -. OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
Uraian Pekerjaan :
a. Merekomendasikan model untuk taman kota
b. Merencanakan model dan bentuk arsitektur taman kota
c. Menghitung RAB taman kota untuk implementasi














PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
37

1. Pengguna jasa : Perencanaan Rencana Tindak Komunitas/Community Action Plan (CAP) Desa Salu Paremang Kec.Kamanre
2. Lokasi Proyek : Kecamatan Kamanre Kab. Luwu
3. Nilai Kontrak : Rp. 119.250.000,-
4. Nomor Kontrak : Nomor : 002/KONT TRP/CAP-NUSSP/II/2006 12 Feb 2007
5 Periode : Februari 2007-Juni 2007
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia - OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -. OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota 1
b. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
c. Ahli Arsitektur Design Arsitektur 1
d. Ahli Sosial Kelembagaan 1
e. Ahli Ekonomi Finansial dan Manajemen 1
Uraian Pekerjaan :
a. Merekomendasikan struktur tata ruang kawasan perencanaan
b. Menghitung komponen biaya dan struktur bangunan
c. Membuat design berdasarkan hasil rembug warga masyarakat
d. Membuat kajian sosial budaya masyarakat
e. Membuat analisis kelayakan investasi










PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
38

1. Pengguna Jasa : Penyusunan Masterplan Drainase Kota Belopa
2. Lokasi Proyek : Kab. Luwu
3. Nilai Kontrak : Rp. 120.500.00,-
4. Nomor Kontrak : 001/SPP/TRP/MPD/VI/2006 1 Juli 2006
5 Periode : Juli 2006-September 2006
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing OB
Tenaga Ahli Indonesia OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencananaan Kota 1
b. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
c. Ahli Arsitektur Arsitektur 1
d. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
e. Ahli Sosial Kelembagaan 1
f. Ahli Drainase Drainase 1
Uraian Pekerjaan :
a. Merumuskan program-program pembangunan system drainase perkotaan
b. Merencanakan sistem drainase perkotaan
c. Membuat design sistem drainase perkotaan
d. Menyusunan rona awal lingkungan
e. Membuat kelembagaan untuk pengelolaan sistem drainase perkotaan
f. Merekomendasikan sistem dan pemodelan drainase untuk kawasan perkotaan







PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN
39

1. Pengguna Jasa : Penyusunan rencana detail Tata Ruang kawasan Wisata Buntu Matabing Kab. Luwu
2. Lokasi Proyek : Kabupaten Luwu
3. Nilai Kontrak : Rp. 141.000.00,-
4. Nomor Kontrak : 003/SPP/TRP/KDTW/VI/2006 5 Juli 2006
5 Periode : Juli 2006-September 2006
6. Nama Perusahaan Utama (Lead Firm) :
Alamat : -
Negara Asal : -
7. Jumlah Tenaga Ahli : Tenaga Ahli Asing - OB
Tenaga Ahli Indonesia - OB
8. Perusahaan Mitra Kerja Jumlah Tenaga Ahli (Salah satu)
Asing Indonesia
a. (nama perusahaan) -.OB -.OB
b. (nama perusahaan) -.OB -.OB
c. (nama perusahaan) -.OB -.OB
d. (nama perusahaan) -.OB -.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat :
Posisi : Keahlian Jumlah Orang
a. Team Leader Perencanaan Kota dan Wilayah 1
b. Ahli Teknik Arsitektur Urban Design 1
c. Ahli Teknik Sipil Prasarana dan Sarana 1
d. Ahli Lingkungan Pengelolaan Lingkungan 1
e. Ahli Sosial Kelembagaan 1
f. Ahli Ekonomi Ekonomi Perkotaan 1
Uraian Pekerjaan :
a. Merekomendasikan struktur tata ruang kawasan perencanaan berdasarkan segmentasi kawasan
b. Membuat design Tata Ruang Kawasan Wisata
c. Membuat analisis rona awal lingkungan
d. Melaksanakan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat sekitar kawasan perencanaan
e. Membuat analisis kelayakan investasi







































































































































































































































































































































































PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

BAGIAN - B
T TA AN NG GG GA AP PA AN N D DA AN N S SA AR RA AN N
T TE ER RH HA AD DA AP P K KA AK K & & P PE ER RS SO ON NI IL L/ /
F FA AS SI IL LI IT TA AS S P PE EN ND DU UK KU UN NG G D DA AR RI I P PP PK K

A. LATAR BELAKANG
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah
Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Pasal 5 menyatakan bahwa pengelolaan wilayah
pesisir dan pulau-pulau kecil meliputi kegiatan perencanaan, pemanfaatan,
pengawasan, dan pengendalian terhadap interaksi manusia dalam memanfaatkan
Sumber Daya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil serta proses alamiah secara
berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dan menjaga
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hasil dari perencanaan
pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terdiri atas Rencana Strategis,
Rencana Zonasi, Rencana Pengelolaan dan Rencana Aksi. Pasal 7 ayat 3 undang-
undang tersebut mengamanatkan bahwa pemerintah daerah wajib menyusun
semua rencana sebagaimana dimaksud sesuai dengan kewenangan masing-
masing.
Rencana yang memuat arahan pemanfaatan sumberdaya di Wilayah
Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi adalah RZWP-3-K Provinsi. Rencana zonasi
tersebut menurut Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Wilayah
Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Sedangkan untuk norma, standar, dan pedomannya diatur dengan Peraturan
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER. 16/MEN/2008
tentang Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Dalam rangka penyusunan RZWP-3-K Kab/Kota serta mengacu pada
kebijakan tersebut di atas, maka perlu disusun pedoman penyusunan RZWP-3-K
Kab/Kota. Pedoman ini merupakan acuan bagi semua pihak terkait, baik kalangan
pemerintah, swasta maupun masyarakat pada umumnya dalam rangka
menyusunan RZWP-3-K Kab/Kota.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Sebagai Undang Undang No. 27 Tahun 2007 pasal 7 ayat 1, sebagaimana
telah diubah menjadi UU No, 1 2014. menyatakan bahwa perencanaan wilayah
pesisir dan pulau-pulau Kecil terdiri dari empat tahapan: (i) Rencana Strategis
(RS); (ii) Rencana Zonasi (RZ); (iii) Rencana Pengelolaan (RP); dan (iv) Rencana
Aksi Pengelolaan (RAP). Dalam rangka memastikan pembangunan berkelanjutan
di wilayah pesisir dan pulau pulau kecil maka, diamanatkan agar pemerintah
daerah wajib menyusun semua rencana pengelolaan tersebut sesuai dengan
kewenangan masing-masing.
Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K)
merupakan arahan pemanfaatan sumberdaya di WP3K. Perencanaan RZWP-3-K
disusun melalui pendekatan keterpaduan, yaitu dengan mengintegrasikan
kebijakan dengan perencanaan berbagai sektor pemerintahan secara horizontal
dan secara vertikal antara pemerintah dan pemerintah daerah dan
mengintegrasikan ekosistem darat dengan ekosistem laut berdasarkan masukan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kota Palopo terletak di antara 20 53 15 30 04 08 Lintang Selatan dan
1200 03 10 1200 14 34 Bujur Timur, dengan batas-batas wilayah sebelah
barat berbatasan dengan Kabupaten Luwu, sebelah selatan berbatasan dengan
Kabupaten Luwu, sebelah timur berbatasan dengan Teluk Bone, sebelah barat
berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja Utara. Kota Palopo juga memiliki 1
(satu) pulau kecil yaitu Pulau Libukang. Secara umum, luas wilayah Kota Palopo
258,13 km2 dengan panjang garis pantai 24 km2 dan memiliki luas laut 177
km2. Secara administrasi pemerintahan terdiri dari 9 wilayah kecamatan dan 48
kelurahan.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka Pemerintah Kota Palopo dalam hal ini
khususnya Dinas Kelautan dan perikanan pada Tahun Anggaran 2014
melaksanakan kegiatan Penyusunan Dokumen Awal Rencana Zonasi Wilayah
Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil di Kota Palopo sebagai tahap pertama, pada tahap
selanjutnya akan dilakukan tindak lanjut penyusunan RZWP-3-K.
Tanggapan dan pemahaman:
Tim konsultan memahami dasar pertimbangan pemerintah Kota Palopo
dalam mengambil kebijakan untuk penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

dan Pulau-Pulau Kecil Kota Palopo yang merupakan salah satu arahan kebijakan
strategis pemerintah daerah dalam peningkatan kawasan khususnya kawasan
pesisir. Pentingnya kebijakan ini tidak lain untuk peningkatan pemanfaatan dan
pengendalian ruang-ruang dalam lingkup pesisir selain itu penting juga untuk
pemberdayaan masyarakat pesisir dengan memanfaatkan sumberdaya pesisir
sebagai salah satu potensi dari lingkup perencanaan.
Pemahaman tim juga menanggapi kemajuan dan pertumbuhan serta
perkembangan kota Palopo yang merupakan pusat ibukota yang mengalami
peningkatan secara pesat. Sehingga dampak perkembangan perkotaan terimbas
diwilayah-wilayah hinterland terutama di wilayah pesisir. Hal ini menjadi strategi
pemerintah dalam penataan ruang kawasan pesisir. Lokasi strategis ini mampu
mendorong Kawasan pesisir Palopo menjadi salah satu kota pesisir dengan
pertimbangan lingkungan dan berkelanjutan di Kota Palopo.
Untuk itu dari pemahaman latar belakang dan maksud tujuan
pembangunan kawasan kota dan wilayah di Kota Palopo dengan adanya
penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Palopo
ini maka pemerintah daerah Kota Palopo dapat melakukan 3 aspek penting dalam
perencanaan ruang yaitu perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian.
B. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
1. Tujuan
Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini yaitu : Tersusunnya
Dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Palopo
Tanggapan dan pemahaman:
Tim konsultan memahami dari penyusunan Zonasi kawasan pesisir ini
merupakan dasar pemikiran dari adanya UU kawasan pesisir dan mengambil
point penting yakni menciptakan kawasan pesisir yang harmonisasi antara
kepentingan pembangunan ekonomi dengan pelestarian sumberdaya pesisir,
mewujudkan keterpaduan pembangunan di wilayah pesisir dengan wilayah
daratannya, dan mewujudkan keserasian pembangunan wilayah kab/kota
dengan wilayah sekitarnya.

PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

2. Sasaran
Adapun Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah :
a. Tersusunnya Laporan pendahuluan, fakta analisis dan laporan akhir
RZWP3K Kota Palopo.
b. Tersusunnya 12 (dua belas) dataset baik spasial maupun nonspasial, yang
terdiri dari :
1) Data Dasar
a. Terestrial
b. Bathimetri
2) BData Spasial dan Non SpasialTematik
a. Geologi dan Geomorfologi
b. Oseanografi
c. Penggunaan Lahan dan Status Lahan
d. Pemanfaatan Wilayah Dasar
e. Kesesuaian Lahan/Perairan dan Sumber Daya Air
f. Ekosistem Pesisir dan Sumber Daya Ikan
g. Infrastruktur
h. Demografi dan Sosial
i. Ekonomi Wilayah
j. Resiko Bencana dan Pencemaran.

Tanggapan dan Pemahaman:
Tim konsultan memahami pentingnya sasaran penyusunan dokumen ini dan
terpenting adalah tim konsultan memahami kewajiban konsultan untuk
menyelesaikan sesuai dengan keluaran yang telah diamanahkan oleh panitia
pengadaan dan terutama pemerintah Kota Palopo.

C. LINGKUP WILAYAH PERENCANAAN
Lokasi kegiatan adalah Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dan wilayah perairan
sejauh 1/3 wilayah perairan Propinsi atau 4 mil, yang mencakup 5 (lima)
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

kecamatan pesisir yaitu Kec. Wara Selatan, Wara Timur, Wara Utara, Bara dan
Telluwanua.
Tanggapan dan Pemahaman:
Lingkup wilayah perencanaan yang merupakan kawasan pesisir palopo ini akan
dikoordinasikan kembali oleh tim konsultan kepada tim teknis penyusunan
Rencana Zonasi pesisir palopo ini dalam hal batasan wilayah pesisir dalam hal ini
batas deliniasi kawasan perencanaan apakah berdasarkan batasan administrasi
atau batasan lainnya. Proses koordinasi tersebut akan disampaikan pada saat
kegiatan konsultasi publik laporan pendahuluan.
D. TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN
TENAGA AHLI
Posisi Kualifikasi Jumlah OB
Tenaga Ahli
1. Ahli Pengelolaan Sumberdaya Pesisir
(Team Leader)
2. Ahli Perikanan
3. Ahli Kelautan
4. Ahli social Ekonomi
5. Ahli Oceanografi
6. Ahli GIS dan Pengindraan Jauh
S2 Perikanan/Kelautan

S1 Perikanan
S1 Kelautan
S1 Sosial/Ekonomi
S1 Oseanografi
S1 Geografi
1

1
1
1
1
1
Asisten Tenaga Ahli
1. Asisten Tenaga Perikanan/Kelautan
2. Asisten Ahli GIS
3. Enemurator
S1 Perikanan/Kelautan
S1 Geografi
SMA/Sederajat
1
1
2
Tenaga Pendukung
1. Tenaga Selam
2. Tenaga Survey
3. Tenaga Administrasi
Sertifikat B (3 orang)
D3/S1 Perikanan
D3 Administrasi
3
2
1

Tanggapan dan pemahaman:
Tim konsultan memahami cukup jelas klasifikasi tenaga ahli dan
menyediakan tenaga ahli sesuai klasifikasi tenaga ahli, keahlian dan pengalaman
kerja di bidang masing-masing yang telah ditentukan dan berdasarkan Kerangka
Acuan Kerja. Namun untuk beberapa kualifikasi seperti tenaga oceanografi dapat
menggunakan kualifikasi S1 Kelautan/Perikanan, Ahli GIS juga agar
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

dipertimbangkan dapat menggunakan tenaga Geodesi ataupun Geologi selama
menguasai teknik pemetaan dan bersertifikat GIS.
E. METODOLOGI
Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota
Palopo pada hakekatnya merupakan suatu proses penyusunan tahapan-tahapan
kegiatan yang melibatkan berbagai unsur kepentingan didalamnya, guna
pemanfaatan dan pengalokasian sumberdaya pesisir yang ada dalam rangka
menigkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi dalam suatu lingkungan wilayah
atau daerah dalam jangka waktu tertentu. Secara umum langkah-langkah
penyusunan Zonasi Plan Pesisir adalah :
Langkah pertama : Pembentukan Kelompok Kerja
Langkah kedua : Pengumpulan Data
Langkah ketiga : Survey Lapangan
Langkah keempat : Penyusunan Dokumen Awal
Langkah kelima : Konsultasi Publik
Langkah keenam : Penyusunan Dokumen Draft Akhir
Langkah ketujuh : Konsultasi Publik
Langkah kedelapan : Penyusunan Dokumen Akhir
Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota
Palopo adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang
melibatkan berbagai unsur kepentingan didalamnya, guna pemanfataan dan
pengalokasian sumberdaya pesisir yang ada dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah Kota Palopo dalam jangka
waktu tertentu. Secara umum langkah-langkah penyusunan Rencana Zonasi
Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Palopo meliputi beberapa tahapan
diantaranya proses persiapan yang mencakup diskusi tim dan identifikasi dan
penyusunan kerja, pengumpulan informasi dan data pendukung termasuk data
biofisik dan sosial kemasyarakatan.

PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

1) Pengumpulan Data
Pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh data awal tentang
isu, permasalahan, potensi, pemanfaatan ruang, dan pemanfaatan
sumberdaya laut, pesisir dilokasi perencanaan yang digunakan sebagai
data awal dalam membuat peta dasar, peta tematik dan peta rencana
kerja.
2) Survey Lapangan
Survey lapangan dilaksanakan dalam rangka pengumpulan data sekunder
dan primer yang belum tersedia dalam rangka penyusunan catalog
informasi sumberdaya (sumberdaya alam. Sumberdaya fisik/buatan,
sumberdaya sosial dan sumberdaya manusia).
3) Penyusunan Dokumen Awal
Dokumen awal penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil Kota Palopo berisikan tentang : (i) analisa data : analisa
kebijakan, kewilayahan, sosial, potensi sumberdaya, pemanfaatan
sumberdaya, pemanfaatan ruang, kesesuaian ruang, dan daya dukung, (ii)
matriks kesesuaian pemanfaatan ruang, (iii) draft dokumen awal
Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Palopo dan
album peta.
4) Konsultasi Publik
Konsultasi public dilakukan untuk mensosialisasikan hasil-hasil
penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota
Palopo sampai pada tahap laporan awal, dimana sosialisasi ini
dimaksudkan untuk menjaring masukan dan perbaikan maupun
informasi mengenai draft Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil Kota Palopo yang telah disusun.
5) Penyusunan Dokumen Draft Akhir
Dokumen antara meupakan revisi atas dokumen awal yang telah
dikonsultasikan kepada publik, oleh sebab itu dokumen antara
merupakan dokumen awal yang telah diperbaiki oleh berbagai pemangku
kepentingan di daerah atas wilayah pesisir. Pada tahap penyusunan
dokumen antara ini dapat saja dilakukan pengumpulan data kembali dan
proses pengolahan data kembali jika memang dibutuhkan untuk
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

menginformasikan tematik atau kondisi lapangan yang belum terangkum
didalam laporan awal.
6) Konsultasi Publik
Konsultasi public pada tahap ini dilakukan dengan maksud untuk
menverifikasi atau memastikan kembali bahwa data dan informasi
tematis yang menjadi masukan public pada tahap konsultasi sebelumnya
telah dirangkum dengan baik dan benar dalam draft yang disepakati oleh
semua pemangku kepentingan daerah.
7) Penyusuna Dokumen Final
Setelah draft Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota
Palopo disepakati oleh semua pihak maka disusunlah dokumen final
(akhir) Zonasi Wilayah Pesisir yang merangkum keseluruhan rangkaian
proses, data dan informasi serta analisis yang dilakukan sejak awal
kedalam tiga buku, yakni :
a. Buku Pendahuluan
b. Buku Draft Laporan Akhir
c. Buku Laopran Akhir
d. Album Peta
Tanggapan dan Pemahaman:
Pemahaman tim konsultan tentang pendekatan dan metodologi penyusunan kawasan
pesisir ini telah tertuang dalam bab pendekatan dan metodologi menurut tim
konsultan sebagai masukan dan tambahan dari acuan kerangka kerja yang telah di
susun oleh panitia pengadaan jasa dan barang.
Hal terpenting yang dipahami oleh tim dengan adanya metodologi dari KAK
penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Palopo ini
dapat membantu tim dalam menyusun jadwal pelaksanaan pekerjaan berdasarkan
tahapan dari langkah-langkap dalam menyelasaikan pekerjaan tersebut.



PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

F. ANGGARAN BIAYA


1) Sumber Dana
Sumber dana untuk kegiatan penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil Kota Palopo bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Kota Palopo Tahun Anggaran 2014, yaitu melalui Satuan
Kerja Dinas Kelutan dan Perikanan Palopo.

Tanggapan dan Pemahaman:
Tim konsultan memahami sumber dan besaran biaya untuk penyelesaian
penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Palopo ini
yang merupakan alokasi anggaran dana dari anggaran belanja daerah dan pelaksana
kegiatan atau pemberi pekerjaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palopo.
G. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 120 (seratus dua puluh) hari
kalender yang meliputi tahap persiapan penangan program, mobilitas tenaga,
pelaksanaan kegiatan dan koordinasi serta pelaporan.
Tanggapan dan Pemahaman:
Hal yang terpenting yang perlu dipahami oleh tim konsultan mengenai batas waktu
penyelsaian penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota
Palopo ini selama 120 hari kalender, sehingga tim perlu mengatur manajemen
waktu selama 4 bulan untuk menyelesaikan segalan kewajiban konsultan sesuai
arahan sasaran dan keluaran yang telah di amanahkan dalam KAK ini.
H. PELAPORAN
Produk dari pekerjaan jasa konsultan terdiri atas :
1) Laporan pendahulan, sebanyak 5 (lima) buku
2) Laporam fakta dan analisis, sebanyak 10 (lima) buku
3) Laporan akhir, sebanyak 10 (lima) buku
4) Album peta, sebanyak 3 album skala 1 : 50.000 (warna)
5) Soft copy 10 keping CD (Cover + Tempat CD)
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

6) Kesemua sistem pelaporan dalam bentuk soft copy dalam format Ms. word,
sistem pemetaan menggunakan program Arc View ver 3.2/3.3 dalam
extension file shp (bukan format file jpg).


Tanggapan dan pemahaman:
Tim konsultan memahami bahwa pelaporan merupakan hasil kegiatan rangkaian
dalam penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota
Palopo yang merupakan kewajiban dari tim penyedia jasa dan mengikuti seluruh
jumlah dari pelaporan yang telah diajukan oleh panitia pelaksana pengadaan jasa.
Dan hal terpenting adalah menyamakan format penulisan untuk pelaporan akhir
(naskah akademik) sesuai yang telah diarahkan berdasarkan Kerangka Acuan Kerja.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

BAGIAN - C
P PE EN ND DE EK KA AT TA AN N , , M ME ET TO OD DO OL LO OG GI I
D DA AN N P PR RO OG GR RA AM M K KE ER RJ JA A


1. PENDEKATAN
Pada sub bagian ini, dijelaskan beberapa pendekatan yang akan dilakukan untuk
dapat menguraikan maksud dan tujuan dari pekerjaan ini. Beberapa pendekatan yang
akan digunakan adalah pertama, pendekatan kebijakan yaitu melalui kajian undang-
undang, peraturan pemerintah, surat keputusan direktorat jenderal perikanan dan
kelautan, serta keputusan menteri perikanan dan kelautan. Kedua, pendekatan teknis.
Pendekatan teknis adalah pendekatan yang melalui perancangan secara detail
terhadap satuan wilayah tertentu dengan ukuran yang jelas dan program/kegiatan
yang disusun secara rapi menurut tahapan pelaksanaannya.
1.1. Pendekatan Kebijakan
Beberapa landasan kebijakan dalam rangka penyusunan pedoman ini adalah
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil dan Pasal 28 ayat (2) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan
Republik Indonesia Nomor PER. 16/MEN/2008 tentang Perencanaan Pengelolaan
Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Sedangkan Acuan Normatif kebijakan dalam
penyusunan pedoman ini, antara lain :
1) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi;
3) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
4) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009;
5) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;
6) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
7) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaaan Wilayah Pesisir
dan Pulau-Pulau Kecil;
8) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

9) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
10) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan
Penataan Ruang;
11) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.16/ MEN/2008
tentang Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; dan
12) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.17/MEN/ 2008
tentang Kawasan Konservasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
13) Keputusan Dirjen. Perikanan BudidayaNomor : KEP.45/DJ-PB/2009
14) Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : KEP. 41/MEN/2009
tentang penetapan lokasi minapolitan
15) Keputusan Menteri Kelautan dan perikanan Republik Indonesia No.
KEP.18/MEN/2011 tentang Pedoman Umum Minapolitan.
1.2. Pendekatan Teknis
a. Batasan RZWP3K
Wilayah perencanaan RZWP-3-K Provinsi ke arah daratan mencakup wilayah
administrasi kecamatan dan ke arah perairan laut sejauh sepertiga mil laut provinsi
diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan.

PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN


Gambar di atas merupakan ilustrasi batasan wilayah RZWP3K yang meliputi
batas wilayah darat dan batas wilayah laut hingga jarak 12 mil atau batas kewenangan
pengelolaan laut provinsi.

b. Ketentuan Kawasan, Zona dan Sub ZOna
Ketentuan mengenai alokasi ruang dalam RZWP-3-K diatur sesuai dengan
hirarkinya sebagaimana terlihat pada tabel dibawah ini.
Hirarki Rencan Ketentua Alokasi Ruang Keterangan
RZWN 1. Kawasan Konservasi
2. Kawasan Pemenfaatan Umum
3. KSNT
4. Alur Laut Nasional
Alur laut nasional adalah
pelayaran dan jaringan
infrastruktur
Disertai dengan arahan
kawasan
RZWP-3-K Provinsi 1. Kawasan Pemanfaatan Umum
2. Kawasan Konservasi
3. KSNT
4. Kawasan Strategis Prov.
5. Alur Laut
Disertai dengan arahan zona
pada setiap kawasan
RZR Provinsi 1. Zona dan/atau sub zona pada
kawasan pemanfaatan umum
2. Kawasan konservasi
3. KSNT
4. Alur laut
Lingkup pengaturannya
pada wilayah perairan laut
Kewenangan provinsi
diatas 4 mil
Bila tingkat pengaturannya
hanya sampai dengan zona,
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Hirarki Rencan Ketentua Alokasi Ruang Keterangan
disertai dengan arahan sub-
zona pada setiap zona
RZWP-3-K Kab/Kota 1. Kawasan pemanfaatan umum
2. Kawasan konservasi
3. KSNT
4. Alur laut
Bila tingkat pengaturannya
hanya sampai dengan zona,
disertai dengan arahan sub-zona
pada setiap zona
RZR Kab/Kota 1. Peruntukan pada sub-zona atau
SWP
2. Alur laut
Arahan untuk daya dukung, daya
tamping dan pengendalian sub-
zona

Adapun RZWP-3-K Kab/Kota difokuskan pada pengalokasian ruang kedalam
empat kawasan, sebagai berikut :
1. Kawasan Pemanfaatan Umum;
2. Kawasan Konservasi;
3. KSNT
4. Alur Laut
Dan bila tingkat pengaturannya hanya samapai dengan zona maka disertai
dengan arahan sub-zona pada setiap Zona.
1.3. Muata RZWP-3-K Kab/Kota
Rencana RZWP-3-K Kab/Kota memuat pembahasan substansi mengenai : tujuan,
kebijakan dan strategi penataan ruang WP3K, rencana struktur ruang wilayah pesisir
kab/kota, rencana pola ruang wilayah pesisir kab/kota, penetapan kawasan strategis,
arahan pemanfaatan ruang, rekomendasi terhadap RTRW Kab/Kota, ketentuan
pengendalian pemanfaatan ruang.
a. Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang WP-3-K Kab/Kota
Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang WP-3-K Kab/Kota merupakan
terjemahan dari visi dan misi pengembangan WP-3-K Kab/Kota dalam pelaksanaan
pembangunan untuk mencapai kondisi ideal zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau
kecil kab/kota yang diharapkan.
a) Tujuan penataan ruang WP-3-K Kab/Kota adalah memberikan arahan
perencanaan zonasi, pemanfaatan zona dan pengendalian pemanfaatan zona
wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di kab/kota sehingga tercipta
kesinambungan. dan keberlanjutan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-
pulau kecil dimasa yang akan datang. Tujuan penataan ruang WP-3-Kdapat
digunakan sebagai dasar untuk memformulasikan kebijakan dan strategi
penataan ruang WP3K, arahan indikasi program dan dasar penetapan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

ketentuan pengendalian pemanfaatan zona. Dalam merumuskan tujuan
penataan ruang WP-3-K Kab/Kota perlu memperhatikan RSWP3K. dalam hal
RSWP-3-Kbelum tersedia, tujuan dirumuskan berdasarkan Visi, Misi, Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan isu strategis pengelolaan WP3K.
b) Kebijakan penataan ruang WP-3-K Kab/Kota merupakan landasan hokum yang
menetapkan pengaturan pemanfaatan ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau
kecil kab/kota sehingga tercipta tatanan peruntukan ruang wilayah pesisir dan
pulau-pulau kecil yang teratur dan berkesinambungan. Kebijakan dimaksud
dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan arah pemanfaatan kawasan
/ zona pada tingkat lebih detail dan penetapan arah pengendalian pemanfaatan
ruang pesisir dan pulau-pulau kecil kab/kota.
c) Strategi penataan ruang WP-3-K Kab/Kota merupakan penjabaran
masingmasing kebijakan penataan ruang WP-3-Kkedalam langkah-langkah
operasional untuk mencapai tujuan penataan ruang WP-3-Kyang telah
ditetapkan. Dalam merumuskan strategi penataan ruang WP-3-K Kab/Kota
didasarkan pada Kebijakan penataan ruang WP3K, serta kapasitas sumberdaya
WP-3-Kdalam melaksanakan kebijakan penataan ruangnya.
b. Rencana Struktur Ruang Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Kab/Kota
Rencana struktur ruang terbentuk oleh adanya hubungan dan keterkaitan antar
pusat-pusat kegiatan yang menjadi bagian dari sistem konstelasi regional. Rencana
struktur ruang meliputi rencana sistem pusat permukiman dan rencana jaringan
sistem prasarana, berfungsi untuk memberikan layanan bagi kawasan di sekitarnya
dan memberikan arahan pembangunan sistim jaringan prasarana bagi fungsi kegiatan
yang ada maupun fungsi kegiatan yang menunjang keterkaitan pusat-pusat kegiatan di
wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Rencana struktur ruang WP-3-K merupakan pusat-pusat kegiatan yang berbasis
pada pengembangan sumberdaya kelautan dan perikanan dan dihubungkan oleh
sistem jaringan prasarana di WP-3-K terutama jaringan transportasi, energi dan
komunikasi.
Rencana struktur ruang WP-3-K ditetapkan berdasarkan pada rencana struktur
ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW Kab/Kota definitif. Apabila berdasarkan
hasil analisis diperlukan penambahan fitur terhadap rencana struktur ruang, baik
pusat kegiatan ataupun jaringan prasarana, maka penambahan tersebut dijadikan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

rekomendasi pada saat dilakukan proses revisi ataupun review RTRW Kab/Kota oleh
pemerintah daerah.
Pusat kegiatan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan simpul
kegiatan kelautan dan perikanan di WP3K. Pusat kegiatan ini diselaraskan dengan
pusat kegiatan di RTRW kab/kota yang terdiri atas:
a) Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang berada di wilayah kab/kota
b) Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yang berada di wilayah kab/kota
c) Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang berada di wilayah kab/kota
d) Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) yang berada di wilayah kab/kota
e) Pusat Kegiatan Strategis Nasional Tertentu (PKSNT) yang berada di wilayah
kab/kota
f) Pusat-pusat lain di dalam wilayah kab/kota yang wewenang penentuannya
ada pada pemerintah daerah kab/kota, yaitu:
Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) merupakan kawasan perkotaan yang
berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa
desa/kelurahan dan
Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) merupakan pusat permukiman yang
berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa
Sedangkan sistem jaringan prasarana WP-3-K kab/kota, yang mencakup pula
sistem prasarana nasional dan wilayah/regional di WP-3-K kab/kota terdiri dari:
sistem prasarana jaringan transportasi di WP-3-K Kab/Kota, yang
meliputi sistem prasarana transportasi darat, udara dan air;
sistem jaringan prasarana sumber daya air;
sistem jaringan prasarana energi dan kelistrikan;
sistem jaringan prasarana telekomunikasi;
sistem jaringan persampahan sanitasi dan drainase; dan
sistem jaringan prasarana lainnya.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN


Gambar : Ilustrasi Struktur Ruang Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau keci

c. Rencana Pola Ruang Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kab/Kota
Rencana pola ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil kab/kota merupakan
rencana distribusi peruntukan ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di kab/kota
yang meliputi rencana peruntukan ruang untuk fungsi konservasi, fungsi kawasan
strategis nasional tertentu, fungsi pemanfaatan umum dan fungsi alur laut . Dengan
demikian rencana pola ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil kab/kota
berfungsi:
a) Sebagai alokasi ruang untuk berbagai kegiatan sosial dan ekonomi
masyarakat dan kegiatan pelestarian lingkungan dalam WP-3-K Kab/Kota;
b) Sebagai alokasi ruang untuk berbagai kegiatan terkait dengan kedaulatan
negara, pengendalian lingkungan hidup, dan/atau situs warisan dunia yang
pengembangannya diprioritaskan bagi kepentingan nasional
c) Sebagai alokasi ruang untuk kepentingan perlindungan cadangan
sumberdaya ikan.
d) Mengatur keseimbangan dan keserasian peruntukan ruang darat laut dan
di ruang pesisir itu sendiri;
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

e) Sebagai dasar pemberian izin pemanfaatan ruang perairan laut pada
wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil kab/kota.
Rencana pola ruang WP-3-Kdirumuskan berdasarkan :
a) kebijakan dan strategi penataan ruang WP-3-K Kab/Kota;
b) Kesuaian dan Keterkaitan antar kegiatan di wilayah pesisir dan pulau-pulau
kecil;
c) Daya dukung dan daya tampung wilayah pesisir dan pulau-pulau keci
d) Ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait.
Rencana pola ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil kab/kota dirumuskan
dengan kriteria :
a) Sesuai dengan Rencana Pola Ruang yang ditetapkan dalam Rencana Zonasi
Wilayah Nasional (RZWN) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil Provinsi (RZWP-3-K Provinsi)
b) Mengakomodasi kebijakan pengembangan kawasan andalan nasional yang
berada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil kab/kota yang
bersangkutan;
c) Mengintegrasikan kebijakan pola ruang yang ditetapkan dalam RTRW
kab/kota yang bersangkutan;
d) Memperhatikan rencana pola ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
kab/kota yang berbatasan dengan kab/kota yang bersangkutan;.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN


Gambar : Ilustrasi Pola Ruang Wilayah Pesisr dan Pulau-pulau Kecil Kab/Kota

2. METODOLOGI
Metodologi adalah serangkaian tahapan cara untuk dapat menyelesaikan
pekerjaan, dalam hal ini Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisr dan Pulau-Pulau
Kecil (RZWP3K) Kota Palopo. Seperti yang telah dijelaskan dalam Kerangka Acuan
Kerja dan dokumen usulan teknis dari konsultan. Bahwa keluaran dari pekerjaan ini
adalah dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisr dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Kota
Palopo.

1.1 RENCANA ZONASI WILAYAH PESISR DAN PULAU-PULAU KECIL (RZWP3K)
KOTA PALOPO
Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisr dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K)
Kota Palopo ini terdiri dari beberapa rencana dalam penyusunannya berdasarkan
undang-undang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau kecil.
Didalam Undang-undang nomor Undang Undang No 27 tahun 2007 tentang
Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil pada pasal 7 ayat 1 dan 3
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

mengamanatkan bahwa di dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
harus meliputi; perencanaan, pemanfaatan, pengawasan dan pengendalian.
Perencanaan itu sendiri terdiri dari 4 hirarki, yakni Rencana Strategis (RSWP-3-K),
rencana Zonasi (RZWP-3-K), Rencana pengelolaan (RPWP-3-K) dan Rencana Aksi
Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RAWP-3-K). lihat gambar dibawah ini;



Sesuai amanat undang-undang tersebut, maka dokumen yang paling prioritas
untuk disusun adalah Dokumen Rencana Strategis Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau
Kecil di Kota Palopo. Dokumen Rencana Zonasi (RZWP-3-K) adalah rencana yang
memuat arah kebijakan lintas sektor untuk kawasan perencanaan pembangunan
melalui penetapan tujuan, sasaran dan strategi yang luas, serta target pelaksanaan
dengan indikator yang tepat. Dan RSWP-3-K merupakan dokumen perencanaan paling
dasar yang harus dimiliki oleh entitas pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai panduan
makro (hirarki tiga perencanaan lainnya/RZWP-3-K, RPWP-3-K, dan RAWP-3-K) bagi
pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. RSWP-3-K disusun berlandaskan
keterpaduan antar pemerintahan, antar instansi, swasta, dan masyarakat dengan
strategi pelaksanaan rencana yang dirumuskan untuk mengarahkan implementasi
rencana secara konsisten.
Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-
pulau kecil sesuai RSWP-3-K, maka dokumen RZWP-3-K harus terintegrasi dalam
sistem perencanaan pembangunan (UU no 25 tahun 2004) daerah dan dilaksanakan
secara konsisten oleh masing-masing sektor, baik pusat maupun daerah. Adopsi dan
pelembagaan dokumen tersebut dilakukan dengan menjadikan dokumen RSWP-3-K
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

sebagai input dalam penyusunan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah), RKPD (Rencana Kerja Perangkat Daerah), Renstra SKPD (Satuan Kerja
Perangkat Daerah), dan Renja SKPD. RZWP-3-K berlaku 20 tahun dan ditetapkan
dalam Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota sesuai kewenangannya.
Untuk menyusun dokumen rencana strategis wilayah pesisi dan pulau-pulau kecil
di Kota Palopo, sesuai dengan peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor :
PER.16/MEN/2008, tentang Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil, sebagai berikut ;
Tata cara penyusunan dokumen RZWP-3-K ;
a) Pemerintah daerah provinsi atau kabupaten/kota telah mempunyai
RSWP-3K yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan/atau
komplemen dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah (RPJPD).
b) RSWP-3-K merupakan arahan kebijakan dalam penyusunan RZWP-3-K,
RPWP-3-K, dan RAPWP-3-K.
Tahapan penyusunan dokumen RZWP-3-K ;
a) Pembentukan kelompok kerja, oleh walikota/bupati/gubernur. Dengan
susunan kelembagaan yang terdiri atas Kepala Bapeda, Kepala Dinas
Perikanan dan Kelautan, dan SKPD;
b) Penyusunan dokumen awal;
c) Konsultasi public,;
d) Penyusunan dokumen antara;
e) Konsultasi public;
f) Perumusan dokumen final; dan
g) Penetapan
Tugas kelompok kerja ;
a) Daftar skala prioritas yang menjadi isu dalam pengelolaan wilayah pesisir
dan pulau-pulau kecil;
b) Rincian kebijakan dan kegiatan dalam pengelolaan wilayah pesisir dan
pulau-pulau kecil yang menjadi tanggung jawab masing-masing
SKPD/instansi terkait;
c) Daftar SKPD/instansi terkait, kelompok dan perorangan yang
berkepentingan dalam pemanfaatan sumber daya pesisir dan pulau-pulau
kecil di daerah yang bersangkutan;
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

d) Data dan informasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
Konsultasi Publik ;
a) Dilakukan secara terbuka bersama-sama dengan mengundang instansi
terkait, organisasi masyarakat (ORMAS), Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM).
b) Berfungsi untuk mendapat masukan, tanggapan, saran perbaikan.



1.2 PENDEKATAN STUDI
Pendekatan yang dilakukan dalam pekerjaan ini adalah pendekatan yang
digunakan adalah menggunakan metode Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk
manajemen, inventarisasi, dan analisis data spasial kelautan. Berikut ini ditampilkan
pendekatan studi yang meliputi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan konsultan
hingga menghasilkan produk zonasi pada Gambar dibawah ini.




PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN



1.3 METODE PELAKSANAAN
Rencana Zonasi Wilayah Pesisr dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Kota Palopo
terdiri dari Penetapan kawasan, zona dan subzona dalam proses penyusunan Rencana
Zonasi Wilayah Pesisr dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Kota Palopo menggunakan
Pedoman Umum Rencana Zonasi dan Rencana Strategis Wilayah Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan
Perikanan (2010). Tahapan penyusunan rencana zonasi secara umum terdiri atas
tahapan: Pembentukan kelompok kerja, pengumpulan data, survey lapangan,
penyusuan dokumen awal, konsultasi publik I, penyusunan dokumen antara,
konsultasi publik II, penyusunan draft final, dan pennyusunan dokumen final.




PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN



2. MEKANISME PENGUMPULAN DATA DAN SURVEY
a. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh gambaran awal tentang isu,
permasalahan, potensi, pemanfaatan ruang, dan pemanfaatan sumberdaya laut, pesisir
dan pulau-pulau kecil di lokasi perencanaan yang digunakan sebagai data awal dalam
membuat peta dasar, peta tematik dan peta rencana kerja.
Pengumpulan data dan informasi dari sumber kedua yaitu lembaga atau institusi
yang telah melakukan proses pengumpulan data lapangan dan
mendokumentasikannya dalam bentuk laporan, buku, diagram, peta, foto, dan media
penyimpanan lainnya disebut sebagai Pendekatan Survey Data Sekunder.
Jenis data dasar yang digunakan untuk memulai proses penyusunan rencana
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

zonasi kab/kota antara lain berupa peta-peta yang bersumber dari beberapa instansi
seperti yang diperlihatkan pada Tabel dibawah ini.
Jenis data dasar RZWP-3-K Kab/Kota





PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Jenis data dasar RZWP-3-K Kab/Kota

b. Survey Lapangan
Survei lapangan dilaksanakan dalam rangka pengumpulan data sekunder dan
primer yang belum tersedia dalam rangka penyusunan katalog informasi sumberdaya
(sumberdaya alam, sumberdaya fisik/buatan, sumberdaya sosial dan sumberdaya
manusia). Survey lapang ini dilaksanakan dalam rangka melakukan verifikasi terhadap
data sekunder yang sudah terkumpul sebelumnya serta melakukan pengumpulan data
primer. Adapun jenis data yang akan dikumpulkan meliputi:
i) Jenis Data Sekunder
Data sekunder yang akan dikumpulkan dalam survey lapang akan meliputi
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

kebijakan, kondisi fisik wilayah, kondisi sosial budaya, kondisi ekonomi, kondisi
pemanfaatan ruang eksisting, kondisi ekologi serta rencana/studi terkait lainnya.
Kebijakan meliputi RTRW Kab/Kota, RPJM Kab/Kota, Renstra Kab/Kota dan
kebijakan lain yang terkait.
Kondisi fisik, menyangkut kondisi geologi/tatanan tektonik (jalur gempa ,
jenis tanah dan jenis batuan), morfologi pantai (bentuk permukaan pulau,
evolusi pantai , bentuk dan tipe pantai), hidrooceonografi (arus pasang surut,
bathimetri, kecepatan arus permukaan, Iklim dan cuaca), keterdapatan pulau
kecil (paparan benua, kelanjutan benua) dan lokasi/posisi (pulau perbatasan,
pulau terluar, pulau di perairan pedalaman)
Kondisi Sosial Budaya, menyangkut sebaran dan jumlah penduduk, interaksi
penduduk, budaya & adat istiadat, sejarah sosial dan issue permasalahan
sosial budaya
Kondisi Ekonomi, menyangkut PDRB, PAD, sebaran potensi ekonomi, basis
ekonomi lokal, keterkaitan ekonomi dan skala ekonomi (produksi dan
pemasaran).
Kondisi Pemanfaatan Ruang Eksisting, menyangkut penggunaan ruang
wilayah pesisir dan laut masing-masing sektor dan komoditi serta aspek
permasalahannya.
Kondisi Ekologi, menyangkut sebaran biota (endemik, langka, hamper punah,
invansi), jenis dan sebaran ekosistim (mangrove, terumbu karang, pantai
berbatu) dan kondisi sumberdaya alam (pencemaran perairan, kerusakan
terumbu karang, kerusakan mangrove).
Rencana/studi terkait lainnya, menyangkut daya dukung pengembangan
komoditi dan kawasan, kriteria pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau
kecil.
ii) Jenis Data Primer
Pengumpulan data primer merupakan kegiatan pengumpulan data yang
dilakukan secara sistematis melalui perekaman data (observasi, pengambilan
sampling, penghitungan, pengukuran, wawancara, kuesioner atau focus group
discussion) langsung dari sumber pertama (fenomena/objek yang diamati). Adapun
jenis data primer yang akan dikumpulkan meliputi; (dijelaskan cara pengambilan data
untuk setiap kelompok data).
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Adapun pengklasifikasian jenis data dalam kegiatan survey lapangan disajikan
dalam tabel 4.4.
Klasfikasi jenis data dalam survey lapangan








PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

3. PEMBAGIAN ZONASI DAN SUB ZONA
Pembagian Zonasi dan sub Zona [ada dokumen RZWP3K Kab/Kota dapat dilihat
pada table di bawah ini :

PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN



4. RENCANA ZONASI DAN ARAHAN STRATEGIS PENATAAN RUANG KAWASAN
PESISIR DALAM PRODUK TATA RUANG
Rencana Zonasi kawasan pesisir juga berpedoman pada rencana detail tata ruang
yang terdiri dari beberapa item perencanaan ruang yakni rencana pola ruang dan
struktur ruang yang berada di kawasan pesisir palopo.
Rencana pola ruang dalam RDTR merupakan rencana distribusi subzona
peruntukan yang antara lain meliputi hutan lindung, zona yang memberikan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

perlindungan terhadap zona di bawahnya, zona perlindungan setempat, perumahan,
perdagangan dan jasa, perkantoran, industri, dan RTNH, ke dalam blok-blok. Rencana
pola ruang dimuat dalam peta yang juga berfungsi sebagai zoning map bagi peraturan
zonasi.
Rencana pola ruang berfungsi sebagai:
a) Alokasi ruang untuk berbagai kegiatan sosial, ekonomi, serta kegiatan
pelestarian fungsi lingkungan dalam BWP;
b) Dasar penerbitan izin pemanfaatan ruang;
c) Dasar penyusunan RTBL; dan
d) Dasar penyusunan rencana jaringan prasarana.
Rencana pola ruang dirumuskan berdasarkan:
a) daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam BWP; dan
b) perkiraan kebutuhan ruang untuk pengembangan kegiatan sosial ekonomi
dan pelestarian fungsi lingkungan.
Rencana pola ruang dirumuskan dengan kriteria:
a) mengacu pada rencana pola ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW;
b) memperhatikan rencana pola ruang bagian wilayah yang berbatasan;
c) memperhatikan mitigasi dan adaptasi bencana pada BWP, termasuk
dampak perubahan iklim; dan
d) menyediakan RTH dan RTNH untuk menampung kegiatan sosial, budaya,
dan ekonomi masyarakat.
Rencana pola ruang RDTR terdiri atas:
a) zona lindung yang meliputi:
1) Zona hutan lindung;
2) Zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya yang
meliputi zona bergambut dan zona resapan air;
3) Zona perlindungan setempat yang meliputi sempadan pantai,
sempadan sungai, zona sekitar danau atau waduk, dan zona sekitar
mata air;
4) Zona RTH kota yang antara lain meliputi taman RT, taman RW, taman
kota dan pemakaman;
5) Zona suaka alam dan cagar budaya;
6) Zona rawan bencana alam yang antara lain meliputi zona rawan tanah
longsor, zona rawan gelombang pasang, dan zona rawan banjir; dan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

7) Zona lindung lainnya.
b) Zona budi daya yang meliputi:
1) zona perumahan, yang dapat dirinci ke dalam perumahan dengan
kepadatan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah (bila
diperlukan dapat dirinci lebih lanjut ke dalam rumah susun, rumah
kopel, rumah deret, rumah tunggal, rumah taman, dan sebagainya);
zona perumahan juga dapat dirinci berdasarkan kekhususan jenis
perumahan, seperti perumahan tradisional, rumah sederhana/sangat
sederhana, rumah sosial, dan rumah singgah;
2) zona perdagangan dan jasa, yang meliputi perdagangan jasa deret dan
perdagangan jasa tunggal (bila diperlukan dapat dirinci lebih lanjut ke
dalam lokasi PKL, pasar tradisional, pasar modern, pusat perbelanjaan,
dan sebagainya);
3) zona perkantoran, yang meliputi perkantoran pemerintah dan
perkantoran swasta;
4) zona sarana pelayanan umum, yang antara lain meliputi sarana
pelayanan umum pendidikan, sarana pelayanan umum transportasi,
sarana pelayanan umum kesehatan, sarana pelayanan umum olahraga,
sarana pelayanan umum sosial budaya, dan sarana pelayanan umum
peribadatan;
5) zona industri, yang meliputi industri kimia dasar, industri mesin dan
logam dasar, industri kecil, dan aneka industri;
6) zona khusus, yang berada di kawasan perkotaan dan tidak termasuk ke
dalam zona sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka
5 yang antara lain meliputi zona untuk keperluan pertahanan dan
keamanan, zona Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), zona Tempat
Pemrosesan Akhir (TPA), dan zona khusus lainnya;
7) zona lainnya, yang tidak selalu berada di kawasan perkotaan yang
antara lain meliputi zona pertanian, zona pertambangan, dan zona
pariwisata; dan
8) zona campuran, yaitu zona budidaya dengan beberapa peruntukan
fungsi dan/atau bersifat terpadu, seperti perumahan dan
perdagangan/jasa, perumahan, perdagangan/jasa dan perkantoran.

PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

4.1 Zona Lindung
a. Zona hutan Lindung
Zona Hutan lindung merupakan peruntukan ruang yang merupakan bagian dari
kawasan lindung yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem
penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi,
mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
Untuk fungsi penetapan dari zona hutan lindung bertujuan untuk memelihara
dan mewujudkan kelestarian fungsi hutan lindung dan mencegah timbulnya kerusakan
hutan meningkatkan fungsi hutan lindung terhadap tanah, air, iklim, tumbuhan, dan
satwa.Manfaat dari penetapan untuk zona hutan lindung tersebut mengarah pada
terjaga dan terwujudnya kelestarian fungsi hutan lindung dan tidak adanya kerusakan
hutan meningkatnya fungsi hutan lindung terhadap tanah, air, iklim, tumbuhan, dan
satwa.
Zona hutan lindung pada muatan RDTR ini masih mengacu pada Peraturan
Menteri PU No.17/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan RTRW Kota dan
tentunya pada Peraturan Menteri PU No.20 Tahun 2011 tentang pedoman Penyusunan
RDTR Kota, untuk subtansi dan kriteria perencanaan untuk peruntukan zona hutan
lindung, adalah;
1) kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng, jenis tanah dan intensitas
hujan setelah masing-masing dikalikan dengan angka penimbang
mempunyai jumlah nilai (skor) 175 (seratus tujuh puluh lima) atau lebih.
2) kawasan hutan yang mempunyai lereng lapangan 40% (empat puluh
persen) atau lebih dan/atau kawasan hutan yang mempunyai ketinggian
2.000 (dua ribu) meter atau lebih di atas permukaan laut.
3) kawasan bercurah hujan yang tinggi, berstruktur tanah yang mudah
meresapkan air dan mempunyai geomorfologi yang mampu meresapkan air
hujan secara besar-besaran

b. Zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya;
Zona perlindungan terhadap kawasan/zona di bawahnya merupakan
peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan lindung yang mempunyai
fungsi pokok sebagai perlindunganterhadap kawasan di bawahannya meliputi
kawasan gambut dan kawasan resapan air.yang meliputi zona bergambut dan zona
resapan air
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Fungsi dari penetapan dari zona ini yaitu meresapkan air hujan sehingga dapat
menjadi tempat pengisian air bumi (akuifer) yang berguna sebagai sumber air. Tujuan
penetapan zona ini terserapnya air hujan sehingga menjadi tempat pengisian air bumi
(akuifer) yang berguna sebagai sumber air.
Penetapan zona ini mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 17/PRT/M/2009
tentang Pedoman Penyusunan RTRW Kota dan Peraturan Menteri PU No.20 Tahun
2011 tentang pedoman Penyusunan RDTR Kota, untuk subtansi dan kriteria
perencanaan untuk penetapan dan peruntukan zona perlindungan untuk zona
dbawahnya adalah zona-zona yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan
air hujan sebagai pengontrol tata air permukaan.

c. Zona perlindungan setempat
Zona perlindungan setempat merupakan zona dimana peruntukan ruang yang
merupakan bagian dari kawasan lindung yang mempunyai fungsi pokok sebagai
perlindungan terhadap sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau
atau waduk, dan kawasan sekitar mata air.tujuan dari peruntukan zona perlindungan
sesuai dari pemahamannya untuk melindungi zona tertentu dan penerapan zona ini
untuk terjaganya kelestarian fungsi pantai, waduk serta sungai terjaganya kawasan
dari aktifitas manusia
Substansi untuk peruntukan dari zona perlindungan setempat juga mengacu
pada dua peraturan menteri, yaitu Peraturan Menteri PU No. 17/PRT/M/2009 tentang
Pedoman Penyusunan RTRW Kota dan Peraturan Menteri PU No.20 Tahun 2011
tentang pedoman Penyusunan RDTR Kota, baik itu subtansi perencanaan zona di
sempadan pantai, sungai, kawasan sekitar danau atau waduk, dan kawasan sekitar
mata air.
1) Sempadan pantai adalah daratan sepanjang tepian yang lebarnya
proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai, minimal 100 (seratus)
meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.
2) Sempadan waduk daratan sepanjang tepian danau yang lebarnya
proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50-100
(lima puluh-seratus) meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.
3) Sempadan sungai
i. Garis sempadan sungai bertanggul ditetapkan dengan batas lebar paling
sedikit 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggul
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

ii. Garis sempadan sungai tidak bertanggul ditetapkan berdasarkan
pertimbangan teknis dan sosial ekonomis oleh pejabat yang berwenang
iii. Garis sempadan sungai yang bertanggul dan tidak bertanggul yang
berada di wilayah perkotaan dan sepanjang jalan ditetapkan tersendiri
oleh pejabat yang berwenang

d. Zona Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota
Zona Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan area memanjang/jalur dan atau
mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman,
baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Zona RTH
yang dimaksud antara lain meliputi taman RT, taman RW, taman kota dan pemakaman.
Fungsi dari penetapan zona RTH ini adalah (1) menjaga ketersediaan lahan
sebagai kawasan resapan air, (2) menciptakan aspek planologis perkotaan melalui
keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk
kepentingan masyarakat dan (3) meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan
sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar, indah, dan
bersih.
Tujuan dari penetapan dan peruntukan zona RTH adalah (1) terjaganya
ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air, (2) terciptanya aspek planologis
perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang
berguna untuk kepentingan masyarakat dan (3) meningkatnya keserasian lingkungan
perkotaan sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar,
indah, dan bersih.
Kriteria untuk perencanaan RTH mengacu pada Permen PU No. 17/PRT/M/2009
tentang Pedoman Penyusunan RTRW Kota danPermen PU No.05/PRT/M/2008
tentangPedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan
Perkotaan adalah;
1) Dialokasikan pada pada pusat-pusat pelayanan sesuai dengan hierarki
taman yang akan direncanakan.
2) Memiliki jalan akses minimum berupa jalan lingkungan (untuk taman
lingkungan, jalan kolektor untuk taman kecamatan dan taman kota).
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

3) Memperhatikan ketentuan ketentuan yang terkait dengan perencanaan RTH
perkotaan.

e. Zona suaka alam dan cagar budaya;
Zona suaka alam dan cagar budaya ini merupakan peruntukan ruang yang
merupakan bagian dari kawasan lindung yang memiliki ciri khas tertentu baik di darat
maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan
keragaman jenis tumbuhan, satwa danekosistemnya beserta nilai budaya dan sejarah
bangsa. Fungsi dari penetapan zona ini antara lainmeningkatkan fungsi lindung
terhadap tanah, air, iklim, tumbuhan dan satwa, serta nilai budaya dan sejarah bangsa
mempertahankan keanekaragaman hayati, satwa, tipe ekosistem dan keunikan alam.
Untuk tujuan dari penetapan dari zona suaka alam dan cagar budaya ini
meningkatnya fungsi lindung terhadap tanah, air, iklim, tumbuhan dan satwa, serta
nilai budaya dan sejarah bangsa dan terjaganya keanekaragaman hayati, satwa, tipe
ekosistem dan keunikan alam. untuk kriteria dari perencanaan zona ini mengacu pada
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Permen PU No. 17/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan RTRW Kota, yaitu; (1)
kawasan yang ditunjuk mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta
tipe ekosistemnya; dan/atau mewakili formasi biota tertentu dan/atau unit-unit
penyusunnya, (2) mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih
asli dan tidak atau belum diganggu manusia dan/atau mempunyai luas dan bentuk
tertentu agar menunjangpengelolaan yang efektif dengan daerah penyangga yang
cukup luas dan (3) mempunyai ciri khas dan dapat merupakan satu-satunya contoh di
suatu daerah serta keberadaannya memerlukan observasi.

f. Zona rawan bencana alam
Zona rawan bencana alam merupakan peruntukan ruang yang merupakan
bagian dari kawasan lindung yang memiliki ciri khas tertentu baik di darat maupun di
perairan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami tanah longsor, gelombang
pasang/tsunami, banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi.
Fungsi penetapan zona rawan bencana alam dala RDTR kota ini adalah (1)
menetapkan zona yang tidak boleh dijadikan sebagai lokasi pembangunan, apabila
risiko bencana cukup tinggi, (2) pencegahan dan penanganan secara serius dalam
bencana alam dan (3) meminimalkan korban jiwa akibat bencana alam.
Tujuan dari penetapan zona rawan bencana alam adalah (1) tidak adanya
pembangunan, apabila risiko bencana cukup tinggi,(2)terlaksananya pencegahan dan
penanganan secara serius dalam bencana alam dan (3) terminimalisasinya jumlah
korban jiwa akibat bencana alam.
Substansi dan kriteria perencanaan dalam penetapan dan peruntukan zona
rawan bencana ini mengacu pada Permen PU No. 17/PRT/M/2009 tentang Pedoman
Penyusunan RTRW Kota danPermen PU no.21/PRT/M/2007 tentang Pedoman
Penataan Ruang Kawasan Bencana Gunung Merapi dan Kawasan Rawan Gempa Bumi,
dimana penjelasan untuk kriteria perencanaan zona ini adalah lokasi yang berdekatan
dengan sumber-sumber bencana (tebing tinggi, laut, bantaran sungai, gunung berapi,
daerah sesar gempa) yang memiliki tingkat resiko kecil, sedang, hingga tinggi bagi
manusia untuk menyelamatkan diri pada saat bencana terjadi.

4.2 Zona Budidaya
a. Zona Perumahan
Zona Perumahan adalah Peruntukan ruang yang terdiri atas kelompok rumah
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

tinggal yang mewadahi kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dilengkapi
dengan fasilitasnya. Zona perumahan ini dapat dirinci ke dalam perumahan dengan
kepadatan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah (bila diperlukan
dapat dirinci lebih lanjut ke dalam rumah susun, rumah kopel, rumah deret, rumah
tunggal, rumah taman, dan sebagainya); zona perumahan juga dapat dirinci
berdasarkan kekhususan jenis perumahan, seperti perumahan tradisional, rumah
sederhana/sangat sederhana, rumah sosial, dan rumah singgah.
Untuk pembagian penjelasan dalam penetapan zona perumahan terbagi atas
lima macam zona yaitu Rumah Kepadatan sangat tinggi, Rumah Kepadatan Tinggi,
Rumah Kepadatan Sedang, Rumah Kepadatan Rendah Dan Rumah Kepadatan Sangat
rendah.penjelasan tentang substansi dan kriteria perencanaan peruntukan dari zona
perumahan adalah:
1) Rumah Kepadatan Sangat Tinggi, zona dengan wilayah perencanaan yang
memiliki kepadatan bangunan diatas 1000 (seribu) rumah/hektar
2) Rumah Kepadatan Tinggi, zona dengan wilayah perencanaan yang
memiliki kepadatan bangunan 100 (seratus)-1000 (seribu) rumah/hektar
3) Rumah Kepadatan Sedang, zona dengan wilayah perencanaan yang
memiliki kepadatan bangunan 40 (empat puluh)-100 (seratus)
rumah/hektar
4) Rumah Kepadatan Rendah, zona dengan wilayah perencanaan yang
memiliki kepadatan bangunan dibawah 10 (sepuluh)-40 (empat puluh)
rumah/hektar
5) Rumah Kepadatan Sangat Rendah, zona dengan wilayah perencanaan
yang memiliki kepadatan bangunan dibawah 10 (sepuluh) rumah/hektar.
b. Zona Perdagangan dan Jasa
Zona Perdagangan dan jasa merupakan Peruntukan ruang yang merupakan
bagian dari kawasan budi daya difungsikan untuk pengembangan kegiatan usaha yang
bersifat komersial, tempat bekerja, tempat berusaha, serta tempat hiburan dan
rekreasi, serta fasilitas umum/sosial pendukungnya. Zona perdagangan dan jasa yang
meliputi perdagangan jasa deret dan perdagangan jasa tunggal (bila diperlukan dapat
dirinci lebih lanjut ke dalam lokasi PKL, pasar tradisional, pasar modern, pusat
perbelanjaan, dan sebagainya).
Tujuan penetapan dari zona perdagangan dan jasa ini adalah (1) menyediakan
lahan untuk menampung tenaga kerja dalam wadah berupa perkantoran, pertokoan,
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

jasa, rekreasi dan pelayanan masyarakat; (2) menyediakan ruang yang cukup bagi
penempatan kelengkapan dasar fisik berupa sarana-sarana penunjang yang berfungsi
untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya
sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya; dan (3) menyediakan ruang yang
cukup bagi sarana-sarana umum, terutama untuk melayani kegiatan-kegiatan produksi
dan distribusi, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Zona Perdagangan dan jasa terdiri dari beberapa jenis bentuk zona yaitu:
1) Tunggal; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari zona budi daya
difungsikan untuk pengembangan kelompok kegiatan
perdagangandan/atau jasa, tempat bekerja, tempat berusaha, tempat
hiburan dan rekreasi dengan skala pelayanan regional yang
dikembangkan dalam bentuk tunggal secara horisontal maupun vertical.
Substansi dan kriteria perencanaan untuk penetapan dan peruntukan
zona perdagangan tunggal adalah:
lingkungan dengan tingkat kepadatan tinggi, sedang, dan rendah
dan akan diatur lebih lanjut di dalam peraturan zonasi
lingkungan yang diarahkan untuk membentuk karakter ruang kota
melalui pengembangan bangunan bangunan tunggal
skala pelayanan perdagangan dan jasa yang direncanakan adalah
tingkat nasional, regional, dan kota.
jalan akses minimum adalah jalan kolektor.
tidak berbatasan langsung dengan perumahan penduduk
2) Kopel; berupa bangunan tunggal dengan atap menyambung untuk 2
(dua)unit toko/tempat usaha.
Substansi dan kriteria perencanaan untuk penetapan dan peruntukan
zona perdagangan kopel adalah:
lingkungan dengan tingkat kepadatan rendah sampai sedang.
skala pelayanan perdagangan dan jasa yang direncanakan adalah
tingkat regional, kota, dan lokal.
jalan akses minimum adalah jalan kolektor.
sebagai bagian dari fasilitas perumahan dan dapat berbatasan
langsung dengan perumahan penduduk
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

3) Deret; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari zona budi daya
difungsikan untuk pengembangan kelompok kegiatan perdagangan
dan/atau jasa, tempat bekerja, tempat berusaha, tempat hiburan dan
rekreasi dengan skala pelayanan regional yang dikembangkan dalam
bentuk deret
Substansi dan kriteria perencanaan untuk penetapan dan peruntukan
zona perdagangan deret adalah:
Lingkungan dengan tingkat kepadatan sedang sampai tinggi.
Skala pelayanan perdagangan dan jasa yang direncanakan adalah
tingkat regional, kota, dan lokal.
Jalan akses minimum adalah jalan kolektor.
Sebagai bagian dari fasilitas perumahan dan dapat berbatasan
langsung dengan perumahan penduduk

c. Zona Perkantoran
Zona Perkantoran merupakan Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari
kawasan budi daya difungsikan untuk pengembangan kegiatan pelayanan
pemerintahan dan tempat bekerja/berusaha, tempat berusaha, dilengkapi dengan
fasilitas umum/sosial pendukungnya.Zona perkantoran yang terdiri dari perkantoran
pemerintah dan perkantoran swasta.
1) Perkantoran Pemerintah; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari
kawasan budi daya difungsikan untuk pengembangan kegiatan
pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Substansi dan kriteria perencanaan untuk penetapan dan peruntukan
zona perkantoran pemerintahan adalah:
Kantor pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah (provinsi,
kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan).
Kantor atau instalasi hankam termasuk tempat latihan baik pada
tingkatan nasional, Kodam, Korem, Koramil, Polda, Polwil, Polsek,
dan sebagainya.
Untuk pemerintah tingkat pusat, provinsi dan kota aksesibilitas
minimum adalah jalan kolektor.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Untuk pemerintah tingkat kecamatan dan dibawahnya
aksesibilitas minimum adalah jalan lingkungan utama
2) Perkantoran Swasta; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari
kawasan budi daya difungsikan untuk pengembangan kelompok kegiatan
perkantoran swasta, jasa, tempat bekerja, tempat berusaha dengan
fasilitasnya yang dikembangkan dengan bentuk tunggal /renggang secara
horizontal maupun vertical.
Substansi dan kriteria perencanaan untuk penetapan dan peruntukan
zona perkantoran swasta adalah:
Lingkungan dengan tingkat kepadatan tinggi, sedang, dan rendah
dan akan diatur lebih lanjut didalam peraturan zonasi.
Lingkungan yang diarahkan untuk membentuk karakter tuang
kota melalui pengembangan bangunan bangunan tunggal.
Skala pelayanan yang direncanakan adalah tingkat nasional dan
regional dan kota.
Jalan akses minimum adalah jalan kolektor.
Tidak berbatasan langsung dengan perumahan penduduk

d. Zona Sarana Pelayanan Umum
Zona sarana Pelayanan Umum merupakan Peruntukan ruang yang
dikembangkan untuk menampung fungsi kegiatan yang berupa pendidikan, kesehatan,
peribadatan, sosial budaya, olahraga dan rekreasi, dengan fasilitasnya yang
dikembangkan dalam bentuk tunggal/ renggang, deret/rapat dengan skala pelayanan
yang ditetapkan dalam RTRWK.
Tujuan penetapan zona sarana pelayanan umum adalah:
Menyediakan ruang untuk pengembangan kegiatan kegiatan pendidikan,
kesehatan, peribadatan, sosial budaya, olahraga dan rekreasi, dengan
fasilitasnya dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai
dengan jumlah penduduk yang dilayani dan skala pelayanan fasilitas yang
akan dikembangkan;
Menentukan pusat-pusat pelayanan lingkungan sesuai dengan skala
pelayanan sebagaimana tertuang di dalam RTRWK;
Mengatur hierarki pusat pusat pelayanan sesuai dengan RTRWK.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Zona sarana pelayanan umum yang antara lain meliputi sarana pelayanan umum
pendidikan, sarana pelayanan umum transportasi, sarana pelayanan umum kesehatan,
sarana pelayanan umum olahraga, sarana pelayanan umum sosial budaya, dan sarana
pelayanan umum peribadatan.untuk subtansi dan kriteria penetapan masing-masing
sarana adalah:
1) Pendidikan; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan
budi daya yang dikembangkan untuk sarana pendidikan dasar sampai
dengan pendidikan tinggi, pendidikan formal dan informal,serta
dikembangkan secara horizontal dan vertical.
Substansi dan kriteria penetapan zona sarana pendidikan mengacu pada
ketentuan teknis merujuk pada SNI 03-1733-2004 Tentang Tata Cara
Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan, yaitu:
Penempatan sarana pendidikan dasar dan sarana pendidikan
menengah disesuaikan dengan ketentuan jarak jangkau
maksimum dari permukiman serta menjadi orientasi pelayanan
lingkungan untuk sarana pendidikan dasar dan menengah.
Jumlah sarana pendidikandasar dan menengah dalam satu wilayah
disesuaikan dengan jumlah penduduk minimum yang terlayani.
Sarana pendidikan tinggi pada lingkungan padat minimum dengan
aksesibilitas jalan kolektor dan dikembangkan secara vertikal,
perletakan tidak boleh berbatasan langsung dengan perumahan.
Sarana pendidikan formal meliputi sekolah dasar, sekolah
menengah pertama, sekolah menengah umum dan pendidikan
tinggi serta akademi.
Sarana pendidikan informal meliputi kursus pendidikan dan
perpustakaan tingkat kelurahan, perpustakaan sub-wilayah dan
perpustakaan wilayah dikembangkan sesuai dengan jumlah
penduduk minimum penduduk terlayani

2) Transportasi; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan
budi daya yang dikembangkan untuk manampung fungsi transportasi
dalam upaya untuk mendukung kebijakan pengembangan sistem
transportasiyang tertuang didalam rencana tata ruang yang meliputi
transportasi darat, udara, dan perairan.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Substansi dan kriteria penetapan zona sarana transportasi mengacu pada
ketentuan teknis merujuk pada SNI 03-1733-2004 Tentang Tata Cara
Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan, yaitu:
Memperhatikan kebijakan sistem transportasi nasional
Memperhatikan kebijakan pemerintah yang menunjang pusat
pertumbuhan ekonomi;
Memperhatikan ketersediaan lahan sesuai dengan kebutuhan
pelayanan transportasi yang akan dikembangkan serta sarana
pergantian moda angkutan.
Aksesibilitas yangmenghubungkan antar lokasi kegiatan
transportasi minimal jalan kolektor.
Tidak berbatasan langsung dengan zona perumahan.
Area pusat kegiatan pada unit kelurahan (30.000 penduduk)
sekurang-kurangnya harus ada tempat pemberhentian kendaraan
umum antar lingkungan dan juga pangkalan-pangkalan kendaraan
yang dapat langsung membawa penumpang ke daerah perumahan,
misalnya pangkalan becak, bajaj, ojek, dan sejenisnya; dan
Area pusat kegiatan pada unit kecamatan (120.000 penduduk)
sekurang-kurangnya harus ada pangkalan kendaraan umum jenis
angkutan kecil yang dapat meneruskan penumpang ke pusat-pusat
kegiatan atau ke pusat-pusat lingkungan hunian dengan catatan
tidak menerobos daerah perumahan dan tidak mangkal di pusat
lingkungan. Luas pangkalan oplet / angkot ini sekurang-kurangnya
500 m2.
Jalur pejalan kaki diletakkan menyatu secara bersisian dengan
jalur jalan pada kedua sisi jalan pada area daerah milik jalan /
damija.
Dalam kondisi tertentu, jika memang terpaksa jalur pedestrian ini
dapat hanya pada satu sisi saja.
Permukaan perkerasan jalur pejalan kaki secara umum terbuat
dari bahan anti slip.
Perkerasan jalur pejalan kaki ini harus menerus dan tidak terputus
terutama ketika menemui titik-titik konflik antara jalur pejalan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

kaki dengan moda transportasi lain seperti jalur masuk kapling,
halte, dan lain sebagainya.
Penyelesaian pada titik-titik konflik ini harus diselesaikan dengan
pendekatan kenyamanan sirkulasi pejalan kaki sebagai prioritas
utamanya lebar jalur untuk pejalan kaki saja minimal 1,2 (satu
koma dua) meter.
Kemiringan jalur pedestrian (trotoar) memiliki rasio 1:2 tata hijau
pada sisi jalur pedestrian mutlak diperlukan sebagai elemen
pembatas dan pengaman (barrier) bagi pejalan kaki, sebagai
peneduh yang memberi kenyamanan, serta turut membentuk
karakter wajah jalan dari koridor jalan secara keseluruhan.
3) Kesehatan; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan budi
daya yang dikembangkan untuk pengembangan sarana kesehatan dengan
hierarki dan skala pelayanan yang disesuaikan dengan jumlah penduduk
yang akan dilayani yang dikembangkan secara horizontal dan vertical.
Substansi dan kriteria penetapan zona sarana kesehatan mengacu
padaketentuan teknis merujuk pada SNI 03-1733-2004 Tentang Tata
Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan, yaitu:
Penempatan penyediaan fasilitas kesehatan akan
mempertimbangkan jangkauan radius area layanan terkait dengan
kebutuhan dasar sarana yang harus dipenuhi untuk melayani pada
area tertentu.
Sarana kesehatan yang dikembangkan dalam satu zona tersendiri
adalah sarana kesehatan dengan skala pelayanan tingkat
kecamatan atau lebih yang meliputi rumah bersalin,
laboratoriumkesehatan, puskesmas kecamatan, RS pembantu tipe
C, RS wilayah tipe B, dan RS tipe A.
Sarana kesehatan berupa pos kesehatan, apotik , klinik, praktek
dokter tidak dikembangkan dalam satu zona terpisah dan akan
diatur lebih lanjut dalam peraturan zonasi.
Rumah sakit dikembangkan dengan dengan jalan akses minimum
jalan kolektor, perletakan tidak boleh berbatasan langsung dengan
perumahan.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Puskesmas dikembangkan dengan jalan akses minimum jalan
lingkungan utama mengacu pada ketentuan- ketentuan lain yang
berlaku dalam pengembangan sarana kesehatan
4) Olahraga; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan budi
daya yang dikembangkan untuk menampung sarana olahraga baik dalam
bentuk terbuka maupun tertutup sesuai dengan lingkup
pelayanannyadengan hierarki dan skala pelayanan yang disesuaikan
dengan jumlah penduduk.
Substansi dan kriteria penetapan zona sarana olahraga mengacu
padaketentuan teknis merujuk pada SNI 03-1733-2004 Tentang Tata
Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan, yaitu:
Sarana olahraga yang dikembangkan dalam satu zona tersendiri
adalah sarana olahraga tingkat pelayanan kecamatan yang
meliputi gedung olahraga, kolam renang, gelanggang olahraga,
stadion mini.
Sarana olahraga dengan skala pelayanan lebih rendah dari tingkat
kecamatan tidak dikembangkan dalam satuzona tersendiri namun
merupakan satu kesatuan dengan permukiman (bagian dari
fasilitas perumahan) dan akan diatur lebih lanjut dalam peraturan
zonasi.
Fasilitas olahraga dengan skala pelayanan lebih besar atau sama
dengan tingkat kecamatan dikembangkan dengan dengan jalan
akses minimum jalan kolektor
5) Sosial Budaya; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan
budi daya yang dikembangkan untuk menampung sarana sosial budaya
dengan hierarki dan skala pelayanan yang disesuaikan dengan jumlah
penduduk yang dikembangkan secara horizontal maupun vertical.
Substansi dan kriteria penetapan zona sarana sosial budaya mengacu
padaketentuan teknis merujuk pada SNI 03-1733-2004 Tentang Tata
Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan, yaitu:
Sarana sosial budaya yang dikembangkan dalam satu zona
tersendiri adalah sarana sosial budaya tingkat pelayanan
kecamatan atau lebih besar yang meliputi balai warga, gedung
serba guna, balai latihan kerja, panti sosial, gedung jumpa bakti,
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

gedung pertemuan umum dengan besaran minimum diatur di
dalam peraturan zonasi.
Sarana sosial budaya dengan skala pelayanan lebih rendah dari
tingkat kecamatan tidak dikembangkan dalam satu zona tersendiri
namun merupakan satu kesatuan dengan permukiman (bagian
dari fasilitas perumahan) dan akan diatur lebih lanjut dalam
peraturan zonasi.
Fasilitas sosial budaya dengan skala pelayanan lebih besaratau
sama dengan tingkat kecamatan dikembangkan dengan dengan
jalan akses minimum jalan kolektor.

6) Peribadatan;peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan
budi daya yang dikembangkan untuk menampung sarana ibadah dengan
hierarki dan skala pelayanan yang disesuaikan dengan jumlah penduduk.
Substansi dan kriteria penetapan zona sarana peribadatan mengacu
padaketentuan teknis merujuk pada SNI 03-1733-2004 Tentang Tata
Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan, yaitu:
Memperkirakan populasi dan jenis agama serta kepercayaan dan
kemudian merencanakan alokasi tanah dan lokasi bangunan
peribadatan sesuai dengan tuntutan planologis dan religious.
Mempertimbangkan pendekatan desain keruangan unit-unit atau
kelompok lingkungan yang ada.
Penempatan penyediaan fasilitas ini akan mempertimbangkan
jangkauan radius area layanan terkait dengan kebutuhan
dasarsarana yang harus dipenuhi untuk melayani area tertentu.
Sarana ibadah yang dikembangkan dalam satu zona tersendiri
meliputi sarana ibadat tingkat pelayanan kecamatan atau lebih
besar.
Sarana ibadat dengan skala pelayanan lebih rendah dari tingkat
kecamatan tidak dikembangkan dalam satu zona tersendiri namun
merupakan satu kesatuan dengan permukiman (bagian dari
fasilitas perumahan) danakan diatur lebih lanjut dalam peraturan
zonasi.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Fasilitas peribadatan dengan skala pelayanan lebih besar atau
sama dengan tingkat kecamatan dikembangkan dengan jalan akses
minimum jalan kolektor mengacu pada ketentuan yang berlaku
dalam pengembangan sarana peribadatan

e. Zona Industri
Zona Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan
baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang
lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan
perekayasaan industri.
Tujuan penetapan zona industri adalah (1) menyediakan ruang bagi kegiatan-
kegiatan produksi suatu barang yang mempunyai nilai lebih untuk penggunaannya,
termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan yang berkaitan dengan lapangan
kerja perekonomian lainnya; dan (2) memberikan kemudahan pertumbuhan industri
baru dengan mengendalikan pemanfaatan ruang lainnya, untuk menjaga keserasian
lingkungan sehingga mobilitas antar ruang tetap terjamin serta terkendalinya kualitas
lingkungan.yang meliputi industri kimia dasar, industri mesin dan logam dasar,
industri kecil, dan aneka industri. penjelasan substansi dan kriteria perencanaan
penetapan zona industri adalah:
1) Industri Kimia Dasar; zona industri yang mengolah bahan mentah
menjadi bahan baku serta memiliki proses kimiayang menghasilkan
produk zat kimia dasar, seperti asam sulfat (H2SO4) dan ammonia (NH3),
seperti, Industri kertas, semen, obat-obatan, pupuk, kaca, dan lain-lain.
2) Industri Mesin dan Logam dasar; zona industri bahan logam dan produk
dasar yang menghasilkan bahan baku dan bahan setengah jadi, seperti
industri peralatan listrik, mesin, besi beton, pipa baja, kendaraan
bermotor, pesawat terbang, dan lain-lain.
3) Industri Kecil;zona industri dengan modal kecil dan tenaga kerja yang
sedikit dengan peralatan sederhana. biasanya merupakan industri yang
dikerjakan per orang atau rumah tangga, seperti industri roti, kompor
minyak, makanan ringan, minyak goreng curah dan lain-lain.
4) Aneka industri; industri yang menghasilkan beragam kebutuhan
konsumendibedakan ke dalam 4 golongan, yaitu:
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Aneka pengolahan pangan yang menghasilkan kebutuhan pokok di
bidang pangan seperti garam, gula, margarine, minyak goreng,
rokok, susu, tepung terigu
Aneka pengolahan sandang yang menghasilkan kebutuhan
sandang, seperti bahan tenun, tekstil, industri kulit dan pakaian
jadi
Aneka kimia dan serat yang mengolah bahan baku melalui proses
kimia sehingga menjadi barang jadi yang dapat dimanfaatkan,
seperti bankendaraan, pipa paralon, pasta gigi, sabun cuci, dan
korek api
Aneka bahan bangunan yang mengolah aneka bahan bangunan,
seperti industri kayu, keramik, kaca dan marmer.
f. Zona Khusus
Zona khusus yang berada di kawasan perkotaan dan tidak termasuk ke dalam
zona perumahan sampai dengan zona industri yang antara lain meliputi zona untuk
keperluan pertahanan dan keamanan, zona Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),
zona Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dan zona khusus lainnya.
Tujuan penetapan: menyediakan ruang untuk pengembangan fungsi khusus
hankam, TPA, dan IPAL; dan menetapkan kriteria pengembangan zona khusus menjaga
keserasian dan keseimbangan ekosistem lingkungan perkotaan.
1) Pertahanan dan keamanan; peruntukan tanah yang merupakan bagian
dari kawasan budi daya yang dikembangkan untuk menjamin kegiatan
dan pengembangan bidang pertahanan dan keamanan seperti kantor,
instalasi hankam, termasuk tempat latihan baik pada tingkat nasional,
Kodam, Korem, Koramil, dsb.
substansi dan kriteria perencanaan dalam penetapan zona pertahanan
dan keamanan yaitu:
Memperhatikan kebijakan sistem pertahanan dan keamanan
nasional.
Memperhatikan kebijakan pemerintah yang menunjang pusat
hankam nasional.
Memperhatikan ketersediaan lahan sesuai dengan kebutuhan
bidang hankam beserta prasarana dan sarana penunjangnya.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Aksesibilitas yang menghubungkan zona hankam adalah jalan
kolektor;
Tidak berbatasan langsung dengan zona perumahan dan komersial
2) Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL); peruntukan tanah yang terdiri atas
daratan dengan batas batas tertentu yang berfungsi untuk tempat
pembuangan segala macam air buangan (limbah) yang berasal dari
limbah-limbah domestik, industri, maupun komersial dan lain-lainnya.
Substansi dan kriteria Perencanaan dalam penetapan zona IPAL yaitu:
Memperhatikan sistem pembuangan air limbah pemukiman dan
industri yang berlaku di suatu wilayah.
Memperhatikan standar-standar teknis sarana dan prasarana yang
harus dipenuhi dalam pembangunan IPAL.
Tidak berbatasan langsung dengan zona perumahan dan industri
3) Tempat Pemprosesan Akhir (TPA); peruntukan tanah di daratan dengan
batas-batas tertentu yang yang digunakan sebagai tempat untuk
menimbun sampah dan merupakan bentuk terakhir perlakuan sampah.
Substansi dan kriteria perencanaan dalam penetapan zona TPA yaitu:
Memperhatikan kebijakan sistem persampahan (jalur dan saluran)
Memperhatikan ketersediaan lahan sesuai dengan kebutuhan TPA
serta ruang ruang yang diperlukan didalam operasi pembuangan
akhir sampah.
Aksesibilitas yang TPA minimal adalah jalan lokal.
Tidak berbatasan langsung dengan zona perumahan, zona
komersial, dan zona zona lainnyadapat berdekatan dengan zona
industri namun harus berdasarkan syarat-syarat tertentu
g. Zona Peruntukan Lainnya
Zona peruntukan lainnya merupakan Peruntukan ruang yang dikembangkan
untuk menampung fungsi kegiatan di daerah tertentu berupa pertanian,
pertambangan, pariwisata, dan peruntukan-peruntukan lainnya.zona peruntukan
lainnya yang tidak selalu berada di kawasan perkotaan yang antara lain meliputi zona
pertanian, zona pertambangan, dan zona pariwisata;
Tujuan penetapan: (1) menyediakan ruang untuk pengembangan kegiatan-
kegiatan di daerah tertentu seperti pertanian, pertambangan, pariwisata, dengan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

fasilitasnya dalam upaya memenuhi lapangan pekerjaan masyarakat di daerah
tersebut; dan (2) mengembangkan sektor-sektor basis tertentu agar dapat
meningkatkan produktifitas daerah.
1) Zona Pertanian; peruntukan ruang yang dikembangkan untuk
menampung kegiatan yang berhubungan dengan pengusahaan
mengusahakan tanaman tertentu, pemberian makanan, pengkandangan,
dan pemeliharaan hewan untuk pribadi atau tujuan komersil.
Substansi dan kriteria perencanaan zona untuk peruntukan pertanian
berupa:
Ruang yang secara teknis dapat digunakan untuk lahan pertanian
basah (irigasi maupun non irigasi) ataupun lahan kering tanaman
pangan maupun palawija.
Ruang yang apabila digunakan untuk kegiatan pertanian lahan
basah ataupun lahan kering dapat memberikan manfaat baik
ekonomi, ekologi maupun sosial
Kawasan pertanian tanaman lahan basah dengan irigasi teknis
tidak boleh dialihfungsikan memperhatikan ketentuan pokok
tentang perencanaan dan penyelenggaraan budi daya tanaman
serta tata ruang dan tata guna tanah budi daya tanaman mengacu
kepada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem
Budi Daya Tanaman peruntukan perkebunan, peternakan,
perikanan: (1) tidak mengganggu permukiman penduduk terkait
dengan limbah yang dihasilkan pada lingkungan dengan
kepadatan rendah, dan (2) memperhatikan ketentuan pokok
tentang pemakaian tanah dan air untuk usaha peternakan; serta
penertiban dan keseimbangan tanah untuk ternak mengacu
kepada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-
Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan.
2) Zona Pertambangan; peruntukan ruang yang dikembangkan untuk
menampung kegiatanpertambangan bagi daerah yang sedang maupun
yang akan segera melakukan kegiatan pertambangan golongan bahan
galian A, B, dan C
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

3) Zona Pariwisata; peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan
budi daya yang dikembangkan untuk mengembangkan kegiatan
pariwisata baik alam, buatan, maupun budaya.
kawasan wisata yang dikembangkan di tempatberlangsungnya atraksi
budaya, prosesi upacara adat, dansekitarnya yang ditujukan untuk
mengakomodasi wisata dengan minat khusus (tengeran/landmark, cagar
budaya)kawasan wisata di tempat objek alam (gunung, sawah,pantai,
laut, teIuk, lembah) dan kawasan di sekitarnya yangditujukan untuk
mengakomodasi wisata minat alam yangmemiliki
kecenderunganmendapatkan sesuatu danpengalaman baru yang
bermanfaat dari objek wisata alam yang dikunjungi
h. zona campuran
Zona campuran yaitu zona budidaya dengan beberapa peruntukan fungsi
dan/atau bersifat terpadu (mix use), seperti perumahan dan perdagangan/jasa,
perumahan, perdagangan/jasa dan perkantoran.
Tujuan penetapan: (1) menyediakan ruang untuk pengembangan beberapa
fungsi peruntukan dalam satu kesatuan lahan sehingga terwujud efisiensi lahan; (2)
menetapkan kriteria pengembangan zona campuran yang menjamin pencapaian
masyrakat atas prasarana/sarana; dan (3) mendukung konsep pembangunan kota
kompak.
1) Perumahan dan Perdagangan/jasa; peruntukan lahan budi daya yang
terdiri atas daratan dengan batas tertentu yang berfungsi campuran
antara perumahan dan perdagangan/jasa.
Tujuan penetapan zona menyediakan ruang untuk pengembangan fungsi
campuran perumahan dan perdagangan/jasa meningkatkan aksesibilitas
masyarakat pada subzona tersebut terhadap fasilitas komersial, dan
mengoptimalkan pemanfaatan ruang perkotaan.
substansi dan kriteria perencanaan untuk penetapan zona campuran
perumahan dan perdagangan/jasa adalah:
Memperhatikan kepentingan urban yang menuntut efisiensi
pergerakan pemilihan lokasi mendekat ke fungsi komersial dari
calon penghuni yaitu lokasi-lokasi di pusat kotadimana nilai lahan
sudah tinggi.
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Lokasi dengan akses yang cukup tinggi diantara bangunan berupa
ketersediaan jalur pejalan kaki yangmenghubungkan antar
bangunan dan menghubungkan subzona dengan tempat
pemberhentian kendaraan umum.
Jenis kegiatan komersial yang dikembangkan berkaitan dengan
kebutuhan sehari-hari penghuni.
Penyediaan lahan parkir disesuaikan dengan standar perparkiran
2) Perumahan dan Perkantoran; peruntukan lahan budi daya yang terdiri
atas daratan dengan batas tertentu yang berfungsi campuran antara
perumahan dan perkantoran.
penetapan zona campuran perumahan dan perkantoran dengan
tersedianya ruang untuk: (1) kegiatan perumahan kepadatan tinggi
dengan konsep hunian vertical, (2) kegiatan perkantoran yang melayani
masyarakat pada subzona tersebut dan (3) sirkulasi masyarakat baik
sirkulasi vertikal maupun horizontal, termasuk luas lobby lift, lobby
utama, jalur masuk dan keluar, jalur pejalan kaki antar bangunan, dan
jalur pejalan kaki menuju pemberhentian kendaraan umum.
Substansi dan kriteria perencaaan penetapan zona campuran perumahan
dan perkantoran adalah:
Memperhatikan kepentingan urban yang menuntut efisiensi
pergerakan pemilihan lokasi mendekat ke tempat bekerja dari
calon penghuni yaitu lokasi-lokasi di pusat kotadimana nilai lahan
sudah tinggi.
Lokasi dengan akses yang cukup tinggi diantara bangunan berupa
ketersediaan jalur pejalan kaki yang menghubungkan antar
bangunan dan menghubungkan subzona dengan tempat
pemberhentian kendaraan umum.
Penyediaan lahan parkir disesuaikan dengan standar perparkiran
3) Perkantoran dan Perdagangan/jasa; peruntukan lahan budi daya yang
terdiri atas daratan dengan batas tertentu yang berfungsi campuran
antara perkantoran dan perdagangan/jasa.
Penetapan zona campuran perkantoran dan perdagangan/jasa dengan
tersedianya ruang untuk: (1) kegiatan perkantoran dan komersial dengan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

konsep bangunan vertical, (2) kegiatan perkantoran dan komersial yang
melayani masyarakat pada subzona dan/atau masyarakat di luar subzona
tersebut, dan (3) sirkulasi masyarakat baik sirkulasi vertikal maupun
horizontal, termasuk luas lobby lift, lobby utama, jalur masuk dan keluar,
jalur pejalan kaki antar bangunan, dan jalur pejalan kaki menuju
pemberhentian kendaraan umum.
Substansi dan kriteria perencaaan penetapan zona campuran
perkantoran dan perdagangan/jasa adalah:
Memperhatikan kepentingan urban yang menuntut efisiensi
pergerakan pemilihan lokasi mendekat ke fungsi komersial dari
calon penghuni yaitu lokasi-lokasi di pusat kotadimana nilai lahan
sudah tinggi.
Lokasi dengan akses yang cukup tinggi bagi masyarakat luas
diantaranya lebar / kelas jalan yang sesuai, ketersediaan
transportasi umum/massal yang sudah berjalan serta keberadaan
sistem infrastruktur kota yang memadai atau mudah
dikembangkan.
Penyediaan sarana pergerakan yang dapat menggunakan konsep
transit oriented development (TOD).
Jenis kegiatan komersial yang dikembangkan berkaitan dengan
kebutuhan perkantoran.
Penyediaan lahan parkir disesuaikan dengan standar perparkiran
4.3 Rencana Jaringan Prasarana
Rencana jaringan prasarana merupakan pengembangan hierarki sistem jaringan
prasarana yang ditetapkan dalam rencana struktur ruang yang termuat dalam RTRW
kabupaten/kota.
Rencana jaringan prasarana berfungsi sebagai:
a) pembentuk sistem pelayanan, terutama pergerakan, di dalam BWP;
b) dasar perletakan jaringan serta rencana pembangunan prasarana dan utilitas
dalam BWP sesuai dengan fungsi pelayanannya; dan
c) dasar rencana sistem pergerakan dan aksesibilitas lingkungan dalam RTBL dan
rencana teknis sektoral.
Rencana jaringan prasarana dirumuskan berdasarkan:
a) rencana struktur ruang wilayah kabupaten/kota yang termuat dalam RTRW;
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

b) kebutuhan pelayanan dan pengembangan bagi BWP;
c) rencana pola ruang BWP yang termuat dalam RDTR;
d) sistem pelayanan, terutama pergerakan, sesuai fungsi dan peran BWP; dan
e) ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

Rencana jaringan prasarana dirumuskan dengan kriteria:
a) memperhatikan rencana struktur ruang bagian wilayah lainnya dalam wilayah
kabupaten/kota dan/atau wilayah administrasi kabupaten/kota sekitarnya
yang berbatasan langsung dengan BWP;
b) menjamin keterpaduan dan prioritas pelaksanaan pembangunan prasarana dan
utilitas pada BWP;
c) mengakomodasi kebutuhan pelayanan prasarana dan utilitas BWP; dan
d) mengakomodasi kebutuhan fungsi dan peran pelayanan kawasan di dalam
struktur ruang BWP.

Materi rencana jaringan prasarana meliputi:
a. Rencana Pengembangan Jaringan Pergerakan
Rencana pengembangan jaringan pergerakan merupakan seluruh jaringan
primer dan jaringan sekunder pada BWP yang meliputi jalan arteri, jalan kolektor,
jalan lokal, jalan lingkungan, dan jaringan jalan lainnya yang belum termuat dalam
RTRW kabupaten/kota, yang terdiri atas:
1) Jaringan jalan arteri primer dan arteri sekunder;
2) Jaringan jalan kolektor primer dan kolektor sekunder;
3) Jaringan jalan lokal primer dan lokal sekunder;
4) Jaringan jalan lingkungan primer dan lingkungan sekunder; dan
5) Jaringan jalan lainnya yang meliputi:
i. Jalan masuk dan keluar terminal barang serta terminal orang/penumpang
sesuai ketentuan yang berlaku (terminal tipe A, B dan C hingga pangkalan
angkutan umum);
ii. Jaringan jalan moda transportasi umum (jalan masuk dan keluarnya terminal
barang/orang hingga pangkalan angkutan umum dan halte); dan
iii. Jalan masuk dan keluar parkir.
Dalam hal terdapat jalur kereta api, jalur pelayaran, dan jalur pejalan
kaki/sepeda, selain memuat jaringan pergerakan sebagaimana dimaksud pada angka 1
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

sampai dengan angka 5, rencana jaringan pergerakan juga harus memuat rencana jalur
kereta api, jalur pelayaran, dan jalur pejalan kaki/sepeda.

b. Rencana Pengembangan Jaringan Energi/Kelistrikan
Rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan merupakan penjabaran
dari jaringan distribusi dan pengembangannya berdasarkan prakiraan kebutuhan
energi/kelistrikan di BWP yang termuat dalam RTRW, yang terdiri atas:
1) Jaringan subtransmisi yang berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dari
sumber daya besar (pembangkit) menuju jaringan distribusi primer (gardu
induk) yang terletak di BWP (jika ada);
2) Jaringan distribusi primer (jaringan SUTUT, SUTET, dan SUTT) yang berfungsi
untuk menyalurkan daya listrik dari jaringan subtransmisi menuju jaringan
distribusi sekunder, yang dilengkapi dengan infrastruktur pendukung yang
meliputi:
i. Gardu induk yang berfungsi untuk menurunkan tegangan dari jaringan
subtransmisi (70-500 kv) menjadi tegangan menengah (20 kv); dan
ii. Gardu hubung yang berfungsi untuk membagi daya listrik dari gardu induk
menuju gardu distribusi;
3) Jaringan distribusi sekunder yang berfungsi untuk menyalurkan atau
menghubungkan daya listrik tegangan rendah ke konsumen, yang dilengkapi
dengan infrastruktur pendukung berupa gardu distribusi yang berfungsi untuk
menurunkan tegangan primer (20 kv) menjadi tegangan sekunder (220 v /380
v).
Dalam hal terdapat jaringan pipa minyak dan gas bumi, selain memuat jaringan
energi/kelistrikan sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 3,
rencana jaringan energi/kelistrikan juga harus memuat rencana jaringan pipa minyak
dan gas bumi.

c. Rencana Pengembangan Jaringan Telekomunikasi
Rencana pengembangan jaringan telekomunikasi terdiri atas:
1) Rencana pengembangan infrastruktur dasar telekomunikasi yang berupa
penetapan lokasi pusat automatisasi sambungan telepon;
2) Rencana penyediaan jaringan telekomunikasi telepon kabel yang berupa
penetapan lokasi stasiun telepon otomat, rumah kabel, dan kotak pembagi;
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

3) Rencana penyediaan jaringan telekomunikasi telepon nirkabel yang berupa
penetapan lokasi menara telekomunikasi termasuk menara Base Transceiver
Station (BTS);
4) Rencana pengembangan sistem televisi kabel termasuk penetapan lokasi
stasiun transmisi;
5) Rencana penyediaan jaringan serat optik; dan
6) Rencana peningkatan pelayanan jaringan telekomunikasi.

d. Rencana Pengembangan Jaringan Air Minum
Rencana pengembangan jaringan air minum berupa rencana kebutuhan dan
sistem penyediaan air minum, yang terdiri atas:
1) Sistem penyediaan air minum wilayah kabupaten/kota yang mencakup
sistem jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan;
2) Bangunan pengambil air baku;
3) Pipa transmisi air baku dan instalasi produksi;
4) Pipa unit distribusi hingga persil;
5) Bangunan penunjang dan bangunan pelengkap; dan
6) Bak penampung.

e. Rencana Pengembangan Jaringan Drainase
Rencana pengembangan jaringan drainase terdiri atas:
1) Sistem jaringan drainase yang berfungsi untuk mencegah genangan; dan
2) Rencana kebutuhan sistem jaringan drainase yang meliputi rencana jaringan
primer, sekunder, tersier, dan lingkungan di BWP;
Dalam hal kondisi topografi di BWP berpotensi terjadi genangan, maka perlu
dibuat kolam retensi, sistem pemompaan, dan pintu air.

f. Rencana Pengembangan Jaringan Air Limbah
Jaringan air limbah meliputi sistem pembuangan air limbah setempat (onsite)
dan/atau terpusat (offsite).
Sistem pembuangan air limbah setempat, terdiri atas:
1) Bak septik (septic tank); dan
2) Instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT).
Sistem pembuangan air limbah terpusat, terdiri atas:
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

1) Seluruh saluran pembuangan; dan
2) Bangunan pengolahan air limbah.

g. Rencana Pengembangan Prasarana Lainnya
Penyediaan prasarana lainnya direncanakan sesuai kebutuhan pengembangan
BWP, misalnya BWP yang berada pada kawasan rawan bencana wajib menyediakan
jalur evakuasi bencana yang meliputi jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara
yang terintegrasi baik untuk skala kabupaten/kota, kawasan, maupun lingkungan.
Jalur evakuasi bencana dapat memanfaatkan jaringan prasarana dan sarana
yang sudah ada.
4.4 Ketentuan Pemanfaatan Ruang
Ketentuan pemanfaatan ruang dalam RDTR merupakan upaya mewujudkan
RDTR dalam bentuk program pengembangan BWP dalam jangka waktu perencanaan 5
(lima) tahunan sampai akhir tahun masa perencanaan sebagaimana diatur dalam
pedoman ini.
Ketentuan pemanfaatan ruang berfungsi sebagai:
a) Dasar pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman investasi
pengembangan BWP;
b) Arahan untuk sektor dalam penyusunan program;
c) Dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan
dan penyusunan program tahunan untuk setiap jangka 5 (lima) tahun; dan
d) Acuan bagi masyarakat dalam melakukan investasi.
Ketentuan pemanfaatan ruang disusun berdasarkan:
a) Rencana pola ruang dan rencana jaringan prasarana;
b) Ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;
c) Kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan;
d) Masukan dan kesepakatan dengan para investor; dan
e) Prioritas pengembangan BWP dan pentahapan rencana pelaksanaan program
sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) daerah dan
rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) daerah, serta rencana
terpadu dan program investasi infrastruktur jangka menengah (RPI2JM)
Ketentuan pemanfaatan ruang disusun dengan kriteria:
a) Mendukung perwujudan rencana pola ruang dan rencana jaringan prasarana
di BWP serta perwujudan Sub BWP yang diprioritaskan penanganannya;
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

b) Mendukung program penataan ruang wilayah kabupaten/kota;
c) Realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu
perencanaan;
d) Konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang disusun, baik
dalam jangka waktu tahunan maupun lima tahunan; dan
e) Terjaganya sinkronisasi antarprogram dalam satu kerangka program terpadu
pengembangan wilayah kabupaten/kota.

Program dalam ketentuan pemanfaatan ruang meliputi:
a. Program Pemanfaatan Ruang Prioritas
Program pemanfaatan ruang prioritas merupakan program-program
pengembangan BWP yang diindikasikan memiliki bobot tinggi berdasarkan tingkat
kepentingan atau diprioritaskan dan memiliki nilai strategis untuk mewujudkan
rencana pola ruang dan rencana jaringan prasarana di BWP sesuai tujuan penataan
BWP.
Program pemanfaatan ruang dapat memuat kelompok program sebagai berikut:
1) Program perwujudan rencana pola ruang di BWP yang meliputi:
i. Perwujudan zona lindung pada BWP termasuk didalam pemenuhan kebutuhan
RTH; dan
ii. Perwujudan zona budi daya pada BWP yang terdiri atas:
(a) Perwujudan penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum di BWP;
(b) Perwujudan ketentuan pemanfaatan ruang untuk setiap jenis pola ruang;
(c) Perwujudan intensitas pemanfaatan ruang blok; dan/atau
(d) Perwujudan tata bangunan.
2) Program perwujudan rencana jaringan prasarana di BWP yang meliputi:
i. Perwujudan pusat pelayanan kegiatan di BWP; dan
ii. Perwujudan sistem jaringan prasarana untuk BWP, yang mencakup pula sistem
prasarana nasional dan wilayah/regional di dalam BWP yang terdiri atas:
(a) Perwujudan sistem jaringan pergerakan;
(b) Perwujudan sistem jaringan energi/kelistrikan;
(c) Perwujudan sistem jaringan telekomunikasi;
(d) Perwujudan sistem jaringan air minum;
(e) Perwujudan sistem jaringan drainase;
(f) Perwujudan sistem jaringan air limbah; dan/atau
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

(g) Perwujudan sistem jaringan prasarana lainnya.
3) Program perwujudan penetapan Sub BWP yang diprioritaskan penanganannya yang
terdiri atas:
i. Perbaikan prasarana, sarana, dan blok/kawasan;
ii. Pembangunan baru prasarana, sarana, dan blok/kawasan;
iii. Pengembangan kembali prasarana, sarana, dan blok/kawasan; dan/atau
iv. Pelestarian/pelindungan blok/kawasan.
4) Program perwujudan ketahanan terhadap perubahan iklim, dapat sebagai kelompok
program tersendiri atau menjadi bagian dari kelompok program lainnya, disesuaikan
berdasarkan kebutuhannya.

2. Muatan Peraturan Zonasi
Peraturan zonasi merupakan ketentuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan
dari RDTR.Peraturan zonasi berfungsi sebagai:
a) Perangkat operasional pengendalian pemanfaatan ruang;
b) Acuan dalam pemberian izin pemanfaatan ruang, termasuk di dalamnya air
right development dan pemanfaatan ruang di bawah tanah;
c) Acuan dalam pemberian insentif dan disinsentif;
d) Acuan dalam pengenaan sanksi; dan
e) Rujukan teknis dalam pengembangan atau pemanfaatan lahan dan penetapan
lokasi investasi.
Peraturan zonasi bermanfaat untuk:
a) Menjamin dan menjaga kualitas ruang BWP minimal yang ditetapkan;
b) Menjaga kualitas dan karakteristik zona dengan meminimalkan penggunaan
lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik zona; dan
c) Meminimalkan gangguan atau dampak negatif terhadap zona.

5. Materi Peraturan Zonasi
Peraturan zonasi memuat materi wajib yang meliputi ketentuan kegiatan dan
penggunaan lahan, ketentuan intensitas pemanfaatan ruang, ketentuan tata bangunan,
ketentuan prasarana dan sarana minimal, ketentuan pelaksanaan, dan materi pilihan
yang terdiri atas ketentuan tambahan, ketentuan khusus, standar teknis, dan ketentuan
pengaturan zonasi.
Materi wajib adalah materi yang harus dimuat dalam peraturan zonasi.Sedangkan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

materi pilihan adalah materi yang perlu dimuat sesuai dengan kebutuhan daerah
masing-masing.

7.2 Pengelompokan Materi
7.2.1 Materi Wajib
a. Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan adalah ketentuan yang berisi
kegiatan dan penggunaan lahan yang diperbolehkan, kegiatan dan penggunaan lahan
yang bersyarat secara terbatas, kegiatan dan penggunaan lahan yang bersyarat
tertentu, dan kegiatan dan penggunaan lahan yang tidak diperbolehkan pada suatu
zona.
Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan dirumuskan berdasarkan ketentuan
maupun standar yang terkait dengan pemanfaatan ruang, ketentuan dalam peraturan
bangunan setempat, dan ketentuan khusus bagi unsur bangunan atau komponen yang
dikembangkan.
Ketentuan teknis zonasi terdiri atas:
Klasifikasi I = pemanfaatan diperbolehkan/diizinkan
Kegiatan dan penggunaan lahan yang termasuk dalam klasifikasi I memiliki sifat
sesuai dengan peruntukan ruang yang direncanakan. Pemerintah kabupaten/kota
tidak dapat melakukan peninjauan atau pembahasan atau tindakan lain terhadap
kegiatan dan penggunaan lahan yang termasuk dalam klasifikasi I.

Klasifikasi T = pemanfaatan bersyarat secara terbatas
Pemanfaatan bersyarat secara terbatas bermakna bahwa kegiatan dan
penggunaan lahan dibatasi dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Pembatasan pengoperasian, baik dalam bentuk pembatasan waktu
beroperasinya suatu kegiatan di dalam subzona maupun pembatasan jangka
waktu pemanfaatan lahan untuk kegiatan tertentu yang diusulkan;
2) Pembatasan intensitas ruang, baik KDB, KLB, KDH, jarak bebas, maupun
ketinggian bangunan. Pembatasan ini dilakukan dengan menurunkan nilai
maksimal dan meninggikan nilai minimal dari intensitas ruang dalam
peraturan zonasi;
3) Pembatasan jumlah pemanfaatan, jika pemanfaatan yang diusulkan telah
ada mampu melayani kebutuhan, dan belum memerlukan tambahan, maka
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

pemanfaatan tersebut tidak boleh diizinkan atau diizinkan terbatas dengan
pertimbangan-pertimbangan khusus.
Contoh: dalam sebuah zona perumahan yang berdasarkan standar teknis telah
cukup jumlah fasilitas peribadatannya, maka aktivitas rumah ibadah termasuk dalam
klasifikasi T.

Klasifikasi B = pemanfaatan bersyarat tertentu
Pemanfaatan bersyarat tertentu bermakna bahwa untuk mendapatkan izin atas
suatu kegiatan atau penggunaan lahan diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu
yang dapat berupa persyaratan umum dan persyaratan khusus.Persyaratan dimaksud
diperlukan mengingat pemanfaatan ruang tersebut memiliki dampak yang besar bagi
lingkungan sekitarnya.
Contoh persyaratan umum antara lain:
1) Dokumen AMDAL;
2) Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan (UPL);
3) Dokumen Analisis Dampak Lalu-lintas (ANDALIN); dan
4) Pengenaan disinsentif misalnya biaya dampak pembangunan (development
impact fee).
Contoh persyaratan khusus misalnya diwajibkan menambah tempat parkir,
menambah luas RTH, dan memperlebar pedestrian.

Klasifikasi X = pemanfaatan yang tidak diperbolehkan
Kegiatan dan penggunaan lahan yang termasuk dalam klasifikasi X memiliki
sifat tidak sesuai dengan peruntukan lahan yang direncanakan dan dapat
menimbulkan dampak yang cukup besar bagi lingkungan di sekitarnya.Kegiatan dan
penggunaan lahan yang termasuk dalam klasifikasi X tidak boleh diizinkan pada zona
yang bersangkutan.

Penentuan I, T, B dan X untuk kegiatan dan penggunaan lahan pada suatu zonasi
didasarkan pada:
1) Pertimbangan Umum
Pertimbangan umum berlaku untuk semua jenis penggunaan lahan, antara lain
kesesuaian dengan arahan pemanfaatan ruang dalam RTRW kabupaten/kota,
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

keseimbangan antara kawasan lindung dan kawasan budi daya dalam suatu wilayah,
kelestarian lingkungan (perlindungan dan pengawasan terhadap pemanfaatan air,
udara, dan ruang bawah tanah), toleransi terhadap tingkat gangguan dan dampak
terhadap peruntukan yang ditetapkan, serta kesesuaian dengan kebijakan lainnya yang
dikeluarkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota.
2) Pertimbangan Khusus
Pertimbangan khusus berlaku untuk masing-masing karakteristik guna lahan,
kegiatan atau komponen yang akan dibangun. Pertimbangan khusus dapat disusun
berdasarkan rujukan mengenai ketentuan atau standar yang berkaitan dengan
pemanfaatan ruang, rujukan mengenai ketentuan dalam peraturan bangunan
setempat, dan rujukan mengenai ketentuan khusus bagi unsur bangunan atau
komponen yang dikembangkan.
b. Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ruang
Ketentuan intensitas pemanfaatan ruang adalah ketentuan mengenai besaran
pembangunan yang diperbolehkan pada suatu zona yang meliputi:
1) KDB (Koefisien Dasar Bangunan)Maksimum;
KDB maksimum ditetapkan dengan mempertimbangkan tingkat pengisian atau
peresapan air, kapasitas drainase, dan jenis penggunaan lahan.
Penentuan KDB (Koefisien Dasar Bangunan).
KDB adalah perbandingan antara luas bangunan dengan luas lahan.Nilai KDB di
suatu kawasan menentukan berapa persen luas bangunan di suatu kawasan yang boleh
dibangun.Penentuan KDB ditinjau dari aspek lingkungan dengan tujuan untuk
mengendalikan luas bangunan di suatu lahan pada batas-batas tertentu sehingga tidak
mengganggu penyerapan air hujan ke tanah. Nilai KDB dapat dihitung melalui debit
infiltrasi air pada suatu daerah sebagai berikut:
= (())/%
dimana :
= /
OS = luas kawasan yang harus dilestarikan
Iinf = intensitas infiltrasi (l/detik)

Lalu debit dan intensitas infiltrasi air adalah:
Qinf = C x I x A
Qinf = debit infiltrasi air (l/detik)
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

C = koefisien infiltrasi
I = intensitas infiltrasi minimum (l/detik)
A = luas lahan (ha/m2)

Iinf = S x A
Iinf = intensitas infiltrasi (l/detik)
S = koefisien penyimpanan
A = luas lahan (ha/m2)

Koefisien infiltrasi (C) tergantung dari jenis bidang yang menutupi di atasnya,
apakah itu dari bahan kedap air ataupun dari rumput masing-masing mempunyai
koefisien tertentu seperti pada tabel berikut:

2) KLB Maksimum;
KLB maksimum ditetapkan dengan mempertimbangkan harga lahan,
ketersediaan dan tingkat pelayanan prasarana (jalan), dampak atau kebutuhan
terhadap prasarana tambahan, serta ekonomi dan pembiayaan.
3) Ketinggian Bangunan Maksimum; dan
4) KDH Minimal.
KDH minimal digunakan untuk mewujudkan RTH dan diberlakukan secara
umum pada suatu zona.KDH minimal ditetapkan dengan mempertimbangkan tingkat
pengisian atau peresapan air dan kapasitas drainase.
Beberapa ketentuan lain dapat ditambahkan dalam intensitas pemanfaatan
ruang, antara lain meliputi:
1) Koefisien Tapak Basement (KTB) Maksimum;
KTB maksimum ditetapkan dengan mempertimbangkan KDH minimal.
2) Koefisien Wilayah Terbangun (KWT) Maksimum;
3) Kepadatan Bangunan atau Unit Maksimum; dan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Kepadatan bangunan atau unit maksimum ditetapkan dengan
mempertimbangkan faktor kesehatan (ketersediaan air bersih, sanitasi, sampah,
cahaya matahari, aliran udara, dan ruang antar bangunan), faktor sosial (ruang terbuka
privat, privasi, serta perlindungan dan jarak tempuh terhadap fasilitas lingkungan),
faktor teknis (resiko kebakaran dan keterbatasan lahan untuk bangunan atau rumah),
dan faktor ekonomi (biaya lahan, ketersediaan, dan ongkos penyediaan pelayanan
dasar).
4) Kepadatan Penduduk Maksimal.
Ketentuan intensitas pemanfaatan ruang mendetailkan lebih lanjut intensitas
pemanfaatan ruang yang diatur dalam ketentuan umum peraturan zonasi pada RTRW
kabupaten/kota, atau juga bisa berisi sama dengan intensitas pemanfaatan ruang yang
diatur dalam ketentuan umum peraturan zonasi pada RTRW kabupaten/kota.
Intensitas pemanfaatan ruang yang terdapat dalam ketentuan intensitas pemanfaatan
ruang dapat didetailkan kembali lebih lanjut dalam RTBL.
c. Ketentuan Tata Bangunan
Ketentuan tata bangunan adalah ketentuan yang mengatur bentuk, besaran,
peletakan, dan tampilan bangunan pada suatu zona.
Komponen ketentuan tata bangunan minimal terdiri atas:
1) GSB minimal yang ditetapkan dengan mempertimbangkan keselamatan,
resiko kebakaran, kesehatan, kenyamanan, dan estetika;
2) Tinggi bangunan maksimum atau minimal yang ditetapkan dengan
mempertimbangkan keselamatan, resiko kebakaran, teknologi, estetika, dan
parasarana;
3) Jarak bebas antarbangunan minimal yang harus memenuhi ketentuan
tentang jarak bebas yang ditentukan oleh jenis peruntukan dan ketinggian
bangunan; dan
4) Tampilan bangunan yang ditetapkan dengan mempertimbangkan warna
bangunan, bahan bangunan, tekstur bangunan, muka bangunan, gaya
bangunan, keindahan bangunan, serta keserasian bangunan dengan
lingkungan sekitarnya.
Ketentuan tata bangunan mendetailkan lebih lanjut tata bangunan yang diatur
dalam ketentuan umum peraturan zonasi pada RTRW kabupaten/kota, atau juga dapat
berisi sama dengan tata bangunan yang diatur dalam ketentuan umum peraturan
zonasi pada RTRW kabupaten/kota. Tata bangunan yang terdapat dalam ketentuan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

tata bangunan ruang dapat didetailkan kembali lebih lanjut dalam RTBL.
d. Ketentuan Sarana dan Prasarana Minimal
Ketentuan prasarana dan sarana minimal berfungsi sebagai kelengkapan dasar
fisik lingkungan dalam rangka menciptakan lingkungan yang nyaman melalui
penyediaan prasarana dan sarana yang sesuai agar zona berfungsi secara optimal.
Prasarana yang diatur dalam peraturan zonasi dapat berupa prasarana parkir,
aksesibilitas untuk difabel, jalur pedestrian, jalur sepeda, bongkar muat, dimensi
jaringan jalan, kelengkapan jalan, dan kelengkapan prasarana lainnya yang diperlukan.
Ketentuan prasarana dan sarana minimal ditetapkan sesuai dengan ketentuan
mengenai prasarana dan sarana yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang.

PEMBUATAN PETA
Sistematika Penyajian Peta
Peta rencana pola ruang (zoning map) digambarkan dengan ketentuan sebagai
berikut:
a) Rencana pola ruang digambarkan dalam peta dengan skala atau tingkat
ketelitian minimal 1:100.000 untuk wilayah kabupaten dan 1:50.000 untuk
wilayah kota dan mengikuti ketentuan mengenai sistem informasi geografis
yang dikeluarkan oleh kementerian/lembaga yang berwenang;
b) Cakupan rencana pola ruang meliputi ruang darat dan/atau ruang laut dengan
batasan 4 (empat) mil laut yang diukur dari garis pantai wilayah
kabupaten/kota atau sampai batas negara yang disepakati secara
internasional apabila kabupaten/kota terkait berbatasan laut dengan negara
lain;
c) Rencana pola ruang dapat digambarkan ke dalam beberapa lembar peta yang
tersusun secara beraturan mengikuti ketentuan yang berlaku;
d) Peta rencana pola ruang juga berfungsi sebagai zoning map bagi peraturan
zonasi; dan
e) Peta rencana pola ruang harus sudah menunjukkan batasan persil untuk
wilayah yang sudah terbangun.
Contoh jenis Penyajian Peta
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN




PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN












PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN

Contoh Peta Rencana Zonasi

Bagian - D
J JA AD DW WA AL L P PE EL LA AK KS SA AN NA AA AN N
P PE EK KE ER RJ JA AA AN N



Jadwal pelaksanaan pekerjaan disusun berdasarkan rencana tahap-tahap kegiatan yang
telah diuraikan dalam bab pendekatan dan metodologi. Jadwal pelaksanaan pekerjaan
merupakan jadwal yang mengatur kapan suatu kegiatan harus dilaksanakan dan harus
selesai sehingga waktu pelaksanaan yang diberikan dapat tercapai dengan tidak
mengurangi mutu teknisnya. Jadwal pelaksanaan pekerjaan ini harus sesuai dengan bagan
alir pelaksanaan pekerjaan dan item-item pekerjaan sesuai dengan yang disyaratkan dalam
KAK.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 9 10 11 12
1 PERSIAPAN
1.1 Persiapan Kelembagaan
1.2 Persiapan Teknis
- Kajian Literatur
- Persiapan Pengumpulan Data Instansional dan Survey Lapangan
2 KEGIATAN SURVEY DAN PENGUMPULAN
DATA KONDISI EKSISTING
2.1 Data Sekunder
Data kondisi iklimdaerah perencanaan
Data kondisi fisik wilayah pelayanan
Data kependudukan
Data rencana tata ruang
Data penggunaan lahan
Data pemanfaatan perairan
2.2 Data Primer
Lokasi kawasan perencanaan
Data ekosistempesisir dan sumberdaya pesisir
Sarana dan prasarana yang ada di lokasi
Sarana jalan lingkungan dan jalan menuju lokasi
3 KEGIATAN ANALISIS
3.1 Penentuan Kawasan Perencanaan
3.2 Penentuan Zonasi Kawasan Pesisir
3.3 Arahan Penataan Ruang Kawasan Pesisir
3.4 Rencana Zonasi Kawasan Pesisir
5 KEGIATAN WORKSHOP
5.1 Laporan Pendahuluan
5.2 FGD1
5.3 FGD2
5.4 Laporan Akhir
6 PELAPORAN
6.1 Laporan Pendahuluan
6.2 Buku Draft Laporan Akhir
6.3 Buku Laporan Akhir
6.3 Buku Eksekutif Summary
6.4 AlbumPeta
6.5 Soft Copy CD
NO K E G I A T A N
BULAN
I II III IV
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
PT. MANDALA PRIMA KONSULTAN




G-1

Bagian- E

K KO OM MP PO OS SI IS SI I T TI IM M D DA AN N
P PE EN NU UG GA AS SA AN N


A. Tenaga Ahli dan Tanggung Jawabnya

Agar diperoleh hasil yang optimal dari pekerjaan ini, maka PT. Mandala Prima
Konsultan menugaskan kualifikasi personil/tenaga ahli yang diperlukan dengan sebaik-
baiknya dan pemilihan yang tepat.
Sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan seperti yang tercantum di dalam TOR pekerjaan,
maka uraian tugas dan wewenang dari masing-masing tenaga ahli menjadi bahan
pertimbangan dalam pemilihan tenaga ahli yang akan ditugaskan untuk menangani
pekerjaan.
Tenaga Ahli yang ditugaskan oleh konsultan dalam pekerjaan ini harus mampu di dalam
tugasnya masing-masing. Seluruh pekerjaan yang dilaksanakan berada di bawah
tanggung jawab seorang Insinyur yang ditugaskan sebagai Team Leader, syarat yang
harus dipenuhi masing-masing dijelaskan sebagai berikut :
Professional Staff :
Professional Staff sebagai tenaga inti pelaksana pekerjaan, terdiri dari tenaga terdidik
dan berpengalaman pada bidang yang ditekuninya. Adapun Professional Staff yang akan
melaksanakan pekerjaan ini, terdiri dari :

1. Ketua Tim (Team Leader)
Ketua Tim merupakan ahli Pengelolaan Sumber Daya Pesisir yang disyaratkan
memiliki latar belakang pendidikan minimal magister (S-2) di bidang Perikanan atau
Kelautan, lulusan universitas negeri atau swasta yang telah terkareditasi, dengan
pengalaman dalam pekerjaan bidang perencanaan wilayah sekurang-kurangnya 5
(Lima) tahun.
2. Ahli Perikanan
S1 Perikanan/Kelautan dengan pengalaman dalam pekerjaan bidang
Kelautan/Perikanan sekurang-kurangnya 5 (Lima) tahun.


G-2


3. Ahli Kelautan
S1 Perikanan/Kelautan yang memiliki pengalaman dalam pekerjaan Kelautan
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
4. Ahli Sosial/Ekonomi
S1 ilmu sosial/Ekonomi dengan pengalaman dalam pekerjaan bidang Sosial
ekonomi dan kajian aspek sosial sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
5. Ahli Oseanografi
S1 Kelautan/Perikanan dengan pengalaman dalam pekerjaan di bidang
oseanografi sekurang-kurangnya 5 (Lima) tahun.
6. Ahli GIS
S1 Geografi/Teknik Geodesi/Teknik Geologi yang menguasai aplikasi GIS dan
memiliki pengalaman dalam pekerjaan bidang perpetaan sekurang-kurangnya 5 (Lima)
tahun.
1. Asisten Tenaga Ahli, terdiri dari :
Asisten Ahli Perikanan/Kelautan : 1 orang
Asisten Ahli GIS : 1 orang
Enumerator : 2 orang
2. Tenaga Pendukung
Tenaga Selam : 3 orang
Tenaga Survey : 2 orang
Tenaga Administrasi : 1 orang



G-3

B. Tabel : Komposisi Tim & Penugasan

No
Nama Personil Perusahaan
Tenaga
Ahli
Lokal/
Asing
Lingkup
Keahlian
Posisi Yang
Diusulkan
Uraian Tugas dan Tanggungjawab
Jumlah
Orang
Bulan
A. Tenaga Ahli
1. Dr. Abd. Wasir Samad, S.Si, M.Si

PT. Mandala
Prima
Konsultan
Lokal
Ahli
Pengelolaan
Sumber Daya
Pesisir
Team Leader
Sesuai dengan bidang keahliannya
bertanggung jawab dalam
pelaksanaan pekerjaan dari sejak
perencanaan sampai
penyelesaiannya hingga diterima
dengan baik oleh pemberi pekerjaan
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya guna menciptakan suasana
kerja yang harmonis dan efektif.
Melakukan koordinasi dan asistensi
dengan pemberi pekerjaan sesuai
dengan bidang keahliannya..
Mempelajari dokumen yang terkait
dengan kegiatan serta memberikan
analisa terhadap seumberdaya pesisir
dan laut
Bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan survey.
Membantu penyusunan kerangka
survey dan peta kerja serta
melakukan analisa terhadap data dan
informasi berdasarkan data hasil
survey.

4
2 M. Abduh Ibnu Hajar, Ph.D

PT. Mandala
Prima
Konsultan.
Lokal Ahli Prikanan Ahli Perikan
Sesuai dengan bidang keahliannya
bertanggung jawab dalam
pelaksanaan pekerjaan, sejak
perencanaan sampai penyelesaiannya
hingga diterima dengan baik oleh
pemberi pekerjaan.



G-4


No
Nama Personil Perusahaan
Tenaga
Ahli
Lokal/
Asing
Lingkup
Keahlian
Posisi Yang
Diusulkan
Uraian Tugas dan Tanggungjawab
Jumlah
Orang
Bulan
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya, dibawah koordinasi Tim
Leader guna memciptakan suasana
kerja yang harmonis dan efektif
Dibawah koordinasi TL, bekerjasama
dengan tenaga ahli lainnya menyusun
rencana kerja dan kerangka
pelaporan
Mempelajari dokumen yang terkait
dengan kegiatan serta memberikan
analisa terhadap aspek-aspek
perikanan.
Bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan survey terkait jumlah
dan kelimpahan sumberdaya
Menetapkan kerangka studi yang
menjadi acuan kerja tenaga ahli
lainnya
Member masukan kepada setiap
tenaga ahli dalam menyusun rencana
survey memenuhi aspek-aspek
perikanan.
3. Budiman, ST

PT. Mandala
Prima
Konsultan
Lokal Ahli Kelautan Ahli Kelautan
Sesuai dengan bidang keahliannya
bertanggung jawab dalam
pelaksanaan pekerjaan, sejak
perencanaan sampai penyelesaiannya
hingga diterima dengan baik oleh
pemberi pekerjaan.
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya di bawah koordinasi ketua tim
guna menciptakan suasana kerja yang
harmonis dan efektif;
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya menyusun rencana kerja dan
3




G-5


No
Nama Personil Perusahaan
Tenaga
Ahli
Lokal/
Asing
Lingkup
Keahlian
Posisi Yang
Diusulkan
Uraian Tugas dan Tanggungjawab
Jumlah
Orang
Bulan
kerangka laporan.
Mempelajari dokumen yang terkait
dengan aspek-aspek kelautan.
Menetapkan kerangka studi yang
menjadi acuan kerja tenaga ahli
lainnya.
Memberi masukan kepada setiap
tenaga ahli dalam menyusun rencana
survey/pengumpulan data terkait
dengan aspek-aspek kelautan.
Bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan survei
Menganalisis data dan potensi serta
permasalahan wilayah pesisir dan
pilau-pulau kecil dari aspek kelautan.
Memberikan masukan strategi
kebijakan dan arahan pengembangan
wilayah dari aspek kelautan
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya dalam menyusun potensi
sumberdaya kelautan.
4.. Syamsu Fajar, ST

PT. Mandala
Prima
Konsultan
Lokal
Ahli
Oseanografi
Ahli
oseanografi
Sesuai dengan bidang keahliannya
bertangguang jawab dalam
pelaksanaan pekerjaan, sejak
perencanaan sampai penyelesaian
hingga diterima dengan baik oleh
pemberi pekerjaan.
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya, menciptakan suasana kerja
yang harmonis dan efektif.
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya, menyusun rencana kerja dan
kerangka laporan
3



G-6


No
Nama Personil Perusahaan
Tenaga
Ahli
Lokal/
Asing
Lingkup
Keahlian
Posisi Yang
Diusulkan
Uraian Tugas dan Tanggungjawab
Jumlah
Orang
Bulan
Mempelajari dokumen yang terkait
dengan aspek-aspek oceanografi.
Menetapkan kerangka studi yang
menjadi acuan kerja tenaga ahli
lainnya
Member masukan kepada setiap
tenaga ahli dalam menyusun rencana
survey/pengumpulan data terkait
aspek-aspek oceanografi
5. Muhammad Syakhrun, SE

PT. Mandala
Prima
Konsultan
Lokal
Ahli Sosial
Ekonomi
Ahli Sosial
Ekonomi
Sesuai dengan bidang keahliannya
bertangguang jawab dalam
pelaksanaan pekerjaan, sejak
perencanaan sampai penyelesaian
hingga diterima dengan baik oleh
pemberi pekerjaan.
Membantu Team Leader dalam
Penyusunan laporan ntuk setiap
tahap kegiatan.
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya di bawah koordinasi tim
leader menciptakan suasana kerja
yang harmonis dan efektif.
Di bawah koordinasi TL, bekerjasama
dengan tenaga ahli lainnya menyusun
rencana kerja dan kerangka laporan
Mempelajari dokumen yang terkait
dengan kegiatan serta memberikan
analisa terhadap aspek-aspek social
ekonomi
Bertanggungjawab terhadap
pelaksanaan survei
Menetapkan kerangka studi yang
menjadi acuan kerja tenaga ahli
3



G-7


No
Nama Personil Perusahaan
Tenaga
Ahli
Lokal/
Asing
Lingkup
Keahlian
Posisi Yang
Diusulkan
Uraian Tugas dan Tanggungjawab
Jumlah
Orang
Bulan
lainnya.
Memberikan masukan kepada setiap
tenaga ahli dalam menyusun rencana
survey memenuhi aspek-aspek social
ekonomi.
6. Djoko Santoso, ST

PT. Mandala
Prima
Konsultan
Lokal
Ahli Gis/
Pemetaan
Ahli Gis/
Pemetaan
Sesuai dengan bidang keahliannya
bertangguang jawab dalam
pelaksanaan pekerjaan, sejak
perencanaan sampai penyelesaian
hingga diterima dengan baik oleh
pemberi pekerjaan.
Bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya dalam melakukan tugas dan
tanggung jawabnya.
Di bawah koordinasi ketua Tim
bekerjasama dengan tenaga ahli
lainnya menyusun rencana kerja dan
kerangka laporan.
Melakukan proses pemasukan data
digital spasial, menyusun peta-peta
tematik, menginterpretasi peta citra
Menyusun data base manajemen
system sesuai standar pedoman
pemetaan RZWP3K
Melakukan koordinasi dan asistensi
dengan pemberi pekerjaan sesuai
dengan bidang keahliannya
Mempelajari dokumen yang ada
kaitannya dengan proyek serta
memberikan analisa terhadap aspek-
aspek data spasial dan pemetaan
Turut bertanggung jawab terhadap
pelakasanaan survey ekosistem
pesisir dan laut
3



G-8


No Nama Personil Perusahaan
Tenaga
Ahli
Lokal/
Asing
Lingkup
Keahlian
Posisi Yang
Diusulkan
Uraian Pekerjaan
Jumlah
Orang
Bulan
B. Staff Penunjang
1.

To Be Name

PT. Mandala
Prima Konsultan
Lokal Tenaga Selam Tenaga Selam
Membantu proses pelaksanaan
survey dilapangan
Membantu menganalisa
ekosistem pesisir
3
2. To Be Name
PT. Mandala
Prima Konsultan
Lokal
Tenaga
Survei
Tenaga
Survei
Membantu proses pelaksanaan
survey di lapangan
Memproses hasil survei lapangan
untuk pemutakhiran peta-peta
tematik
Menyusun Laporan bersama Tim
3
3. To Be Name
PT. Mandala
Prima Konsultan
Lokal Enumenator Enemunator
Membantu proses pelaksanaan
survey di lapangan
1



H - 1




Bagian - F

J JA AD DU UA AL L P PE EN NU UG GA AS SA AN N
T TE EN NA AG GA A A AH HL LI I



Sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan seperti yang tercantum di dalam KAK pekerjaan,
maka PT. Mandala Prima Konsultan mengusulkan jadwal pengerahan personil/
tenaga ahli maupun tenaga penunjang dengan berdasar pada fungsi dari masing-masing
personil. Uraian tugas dan wewenang dari masing-masing tenaga ahli menjadi bahan
pertimbangan dalam pemilihan tenaga ahli yang akan ditugaskan untuk menangani
pekerjaan.
Jadwal Penugasan Personil ini menguraikan waktu penugasan Tenaga Ahli, Tenaga
Teknis dan Tenaga Penunjang dalam penanganan pekerjaan, sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya masing-masing. Jadwal ini disusun berdasarkan jadwal pelaksanaan
yang dibuat oleh Konsultan. Untuk jadwal penugasan personil yang lebih lengkap akan
disajikan dalam Tabel dibawah ini













H - 2




Jadwal Penugasan Personil
PT. Mandala Prima Konsultan








1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 Ahli Pengelolaan Sumber Daya Pesisir (Team Leader) Dr. Abd. Wasir Samad, S.Si, M.Si 4
2 Ahli perikanan M. Abduh ibnu Hajar, Ph.D 3
3 Ahli Kelautan Budiman, ST 3
4 Ahli Sosial/Ekonomi Muhammad Syakhrun, SE 3
5 Ahli Oseanografi Syamsu Fajar, ST 3
6 Ahli GIS Djoko Santoso, ST 3
19
1 Asisten Ahli Perikanan/Kelautan to be name 3
2 Asisten Ahli Pemetaan/GIS to be name 3
3 Enumerator to be name 8
14
1 Tenaga Selam to be name 3
2 Tenaga Survey to be name 2
3 Tenaga Administrasi to be name 4
9
42
Sub Total
Total
Sub Total
NO POSISI NAMA PERSONIL I II III IV
DURASI (BULAN)
Jml OB
Sub Total
STAFF PENUNJANG
ASISTEN TENAGA AHLI
TENAGA AHLI

Anda mungkin juga menyukai