Anda di halaman 1dari 5

Fraktur Klavikula

Fraktur klavikula merupakan cedera umum yang terjadi dengan presentase


sekitar 2,6 dan 4% dari patah tulang dewasa dan 35% dari cedera pada bahu pada
bahu. Laporan awal dari fraktur klavikula kembali ke Hippocrates, yang mencatat
bahwa "when a fractured clavicle is fairly broken across it is more easily treated,
but when broken obliquely it is more difficult to manage". Fraktur klavikula yang
paling umum terjadi pada usia muda dengan kejadian terbesar dalam dekade
kedua dan ketiga. Prevalensi patah tulang klavikula telah terlihat menurun pada
setiap dekade, setelah pasien adalah 20 tahun usia. Namun, rasio untuk anak
perempuan terhadap laki-laki terlihat meningkat sejajar dengan usia.
Etiologi cedera tulang selangka pada orang dewasa muda dan anak-anak yang
paling umum sdiakibatkan oleh kecelakaan lalulintas, cedera saat berolahraga dan
juga jatuh. Namun, fraktur klavikula yang diakibatkan oleh terjatuh sering terjadi
pada orang tua.
Cedera tulang selangka dapat dibagi menjadi tiga lokasi anatomi yang berbeda;
klavikula medial, lateral dan poros. Fraktur klavikula bagian poros akhir fraktur
yang paling sering terjadi, dengan kejadian hingga 82% dari semua patah tulang
klavikula. Medial dan patah tulang ujung lateral account untuk sekitar 18 dan 2%.
penentuan lokasi dan pola cedera di rasa penting ketika akan merumuskan rencana
pengelolaan.

Klasifikasi fraktur klavikula
Beberapa sistem klasifikasi telah di gunakan untuk mendiskripsikan fraktur
pada klavikula. Allman membaginya berdasarkan letak anatominya menjadi 3
bagian, group pertama adalah sepertiga middle, group kedua adalah bagian distal,
yakni yang mendekati ligamen coraco-clavicular. Dan group ketiga terletak pada
daerah proksimal klavikula. Kemudian Neer membaginya kembali menjadi 3
bagian, antara lain : undisplaced, displaced, dan intra-articular. Fraktur klavikula
dispaced kemudian di bagi kembali menjadi 2a atau 2b, tergantung dari kerusakan
ligamen coraco-clavicular. Tipe 2a adalah fraktur medial kedua bagian conoid dan
trapezoid dari coraco-clavivular ligament, dengan poros superior yang tidak
menyatu pada bagin lateralnya. 2b merupakan fraktur pada bagian lateral
klavikula, dengan gangguan pada conoid dari coraco-clavicular ligament.

Gambar. Fraktur klavikula middle

Gambar fraktur klavikula bagian lateral











Gambar fraktur klavikula bagian medial
Diagnosis Fraktur Klavikular
Setelah mengetahui keluhan utama dari anamnesi, termasuk mekanisme cedera
bariu kemudian kita lakukan pemeriksaan fisik, Pemeriksaan harus termasuk
kedua bahu dan lengan, untuk mengetahui ganggguan vaskular, brakialis maupun
pada cedera pleksus.
Deformitas pada fraktur klavikula mungkin dapat tidak terlalu nampak,
terutama jika itu adalah mid-shaft fraktur klavikula, namun didapatkan
keterbatasan sendi shoulder yang nyata pada fraktur tersebut penilaian terhadap
status neurovaskular dari anggota badan yang terkena adalah hal yang penting.
(Handby CK, 2003)
Untuk radiologi dapat kita lakukan pemeriksaan foto polos antero-posterior
(AP) X-ray di unit gawat darurat. Pada fraktur klavikula proksimal, x ray polos
mungkin tidak meyakinkan dan tidak sulit untuk membedakan patah tulang
dengan sterno-klavikularis dislokasi. Oleh karena itu terkadang kita perlu
berkoordinasi dengan radiografer untuk di lakukan foto oblique dari klavikula.
Computerized tophografi juga sangat membantu dalam menegakkan diagnosis
fraktur klavikula. (Handby CK, 2003)


Penatalaksanaan






Sebagian besar patah tulang klavikula diperlakukan non-operatif dengan hasil
yang baik. Tindakan seperti pemasangan arm sling, analgesia dan, dalam kasus
patah tulangsepertiga middle, rassel perban sering memberikan pengobatan yang
adekuat. Perbandingan awal dari konservatif dan tindakan operasi yang
mendukung pengobatan konservatif. Akan tetapi terkadang apabila posisi fraktur
nampak tidak mungkin untuk dipersatukan kembali, perlu di lakukan pembedahan
yang invasiv. (Altamimi, 2008)
Fraktur klavikula bagian middle
Fraktur klavikula bagian middle yang undisplaced biasanya di terapi dengan
tindakan non-operatif. Displaced maupun fraktur angulasi, yang merupakan
fraktur tertutu, biasanya juga di terapi secara konservatif. Penggunaaan arm sling
maupun rassel verban merupakan terapi konservatif yang sering di gunakan pada
kasus tersebut. Jika terdapat fraktur undisplaced dan memerlukan reposisi secara
terbuka, dalat dilakukan pemasangan plaat secara tertutup (ORIF). Dan jika
fraktur tersebut masuk dalam kategori fraktur terbuka, maka dapat pula dilakukan
pemasanga eksternal fiksasi. (Mckee RC, 2012)
Fraktur Klavikula bagian Lateral
Fraktur undisplaced dari bagian lateral tersebut dapat pula di terapi secara
konservatif dengan menggunakan armsling maupun rassel verban dengan syarat
tukang klavikula tersebut masih berhubungan dengan conoid dan trapezoid
coraco-clavicular ligament. Fraktur displaced di terapi dengan tindakan operatif.
(Kalamaras, 2008)
Fraktur klavikula bagian medial
Fratur klavikula medial jarang terjadi dan hanya terjadi sekitar 2% dari angka
kejadian terjadinya fraktur klavikula. meskipun demikian, fraktur jenis ini dapat
berbahaya karena dapat merusak struktur neurovaskular pada bagian posterior.
Karena letaknya yang berdekatan dengan mediastinum, maka fiksasi formal perlu
dipertimbangkan untuk mengurangi kerusakan pada daerah sekitarnya. (Lo Ey,
2008)

Daftar pustaka
Hanby CK, Pasque CB, Sullivan JA. Medial clavicle physis fracture with
posterior displacement and vascular compromise: the value of three-dimensional
computed tomography and duplex ultrasound. Orthopedics 2003; 26(1): 81-4.
Altamimi SA, McKee MD. Nonoperative treatment compared with plate
fixation of displaced midshaft clavicular fractures. Surgical technique. J Bone
Joint Surg Am 2008; 90(Suppl 2: Pt 1): 1-8.
McKee RC, Whelan DB, Schemitsch EH, McKee MD. Operative versus
nonoperative care of displaced midshaft clavicular fractures: a meta-analysis of
randomized clinical trials. J Bone Joint Surg Am 2012; 94(8): 675-84
Kalamaras M, Cutbush K, Robinson M. A method for internal fixation of
unstable distal clavicle fractures: early observations using a new technique. J
Shoulder Elbow Surg 2008; 17(1): 60-2.
Lo EY, Eastman J, Tseng S, Lee MA, Yoo BJ. Neurovascular risks of
anteroinferior clavicular plating. Orthopedics 2010; 33(1): 21