Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

RASA AMAN DAN NYAMAN (NYERI)

Oleh :
I PUTU WISUDA
12C10922

S1 Keperawatan
STIKES BALI

2013/2014

Laporan pendahuluan rasa aman dan nyaman (nyeri)

1. Pengertian
Nyeri adalah perasaan tidak nyaman yang samgat subyektif dan hanya orang yang
mengalaminya yang dapat menjelaskan dan mengevaluasi perasaan tersebut. (Long.
1996).
Nyeri diartikan berbeda-beda antar individu, bergantung pada persepsinya. Walau
pun demikian, ada satu kesamaan mengenai persepsi nyeri. Secara sederhana nyeri dapat
diartikan sebagai suatu sensasi yang tidak menyenangkan. Baik secara sensori mau pun
emosional yang berhubungan dengan adanya suatu jaringan atau factor lain, sehingga
individu merasa tersiksa, menderita yang akhirnya akan mengganggu aktivitas seharihari, psikis, dan lain-lain. (Asmadi.2008).

2. Etiologi
Adapun Etiologi Nyeri yaitu:
1. Trauma pada jaringan tubuh, misalnya kerusakkan jaringan akibat bedah atau
cidera
2. Iskemik jaringan,
3. Spasmus Otot merupakan suatu keadaan kontraksi yang tak disadari atau
tak terkendali, dan sering menimbulkan rasa sakit. Spasme biasanya terjadi pada otot
yang kelelahan dan bekerja berlebihan, khususnya ketika otot teregang berlebihan
atau diam menahan beban pada posisi yang tetap dalam waktu yang lama.
4. Inflamasi pembengkakan jaringan mengakibatkan peningkatan tek anan lokal
dan

juga karena ada pengeluaran zat histamin dan zat kimia bioaktif lainnya.

5.post operasi setelah dilakukan pembedahan

3. Patofisiologi
Pada saat sel saraf rusak akibat trauma jaringan, maka terbentuklah zat-zat kimia
seperti Bradikinin, serotonin dan enzim proteotik. Kemudian zat-zat tersebut merangsang

dan merusak ujung saraf reseptor nyeri dan rangsangan tersebut akan dihantarkan ke
hypothalamus melalui saraf asenden. Sedangkan di korteks nyeri akan di persiapkan
sehingga individu mengalami nyeri. Selain di hantarkan ke hypotalamus nyeri dapat
menurunkan stimulasi terhadap reseptor mekanin sensitive pada termosensitif sehingga
dapat juga menyebabkan atau mengalami nyeri (wahit chayatin,N.mubarak,2007).

4. Manifestasi Klinis
1. Gangguam tidur
2. Posisi menghindari nyeri
3. Gerakan meng hindari nyeri
4. Raut wajah kesakitan (menangis,merintih)
5. Perubahan nafsu makan
6. Tekanan darah meningkat
7. Nadi meningkat
8. Pernafasan meningkat
9. Depresi,frustasi

5. Komplikasi
1. Edema Pulmonal
2. Kejang
3. Masalah Mobilisasi
4. Hipertensi
5. Hipovolemik
6. Hipertermi

6. Pemeriksaan Diagnostic/Penunjang
a. Pemeriksaan USG untuk data penunjang apa bila ada nyeri tekan di abdomen
b. Rontgen untuk mengetahui tulang atau organ dalam yang abnormal
c. Pemeriksaan LAB sebagai data penunjang pemefriksaan lainnya
d. Ct Scan (cidera kepala) untuk mengetahui adanya pembuluh darah yang pecah di otak

7. Penatalaksanaan Medis/Keperawatan
A. Non farmakologi
a. Distraksi,mengalihkan perhatian klien terhadap sesuatu
Contoh : membaca,menonton tv , mendengarkan musik dan bermain
b. Stimulaisi kulit, beberapa teknik untuk stimulasi kulit antara lain :
Kompres dingin
Counteriritan, seperti plester hangat.
Contralateral Stimulation, yaitu massage kulit pada area yang berlawanan
dengan area yang nyeri.
B. Farmakologi
1. Nyeri ringan (farmakologi 1)
Aspirin

325-650 mg

4 jam sekali

Asetaminofet

325-650 mg

4-6 jam sekali

2. Nyeri ringan (farmakologi II & III)


Ibuprofen
200 mg
4-6 jam sekali
Sodium
Awal 440 mg setelahnya 8-12 jam sekali
220 mg
12,5 mg
-

Ketoprofen
Asetaminofen

4.6 jam sekali


4-6 jam sekali

3. Nyeri Sedang (farmakologi VI)


Tramadol

Morfin

50-100 mg

4. Nyeri Berat (farmakologi VII)


Indikasi: bila terapi non narkotik tidak efektif Dan ada riwayat terapi
narkotik untuk nyeri.

8. Asuhan Keperawatan Teoritis


A. Pengkajian

4-6 jam sekali

Pengkajian nyeri akurat penting untuk upaya penatalaksanaan nyeri yang afektif. Karena
nyeri merupakan pengalaman yang subjektif dan dirasakan secara berbeda pada masingmasing individu, maka perawat perlu mengkaji semua factor yang mempengaruhi nyeri,
seperti factor fisiologis, psikologis, perilaku, emosional, dan sosiokultural. Pengkajian nyeri
terdiri atas dua komponen utama, yakni (a) riwayat nyeri untuk mendapatkan data dari klien
dan (b) observasi langsung pada respon perilaku dan fisiologis klien. Tujuan pengkajian
adalah untuk mendapatkan pemahaman objektif terhadap pengalaman subjek. Pengkajian
dapat dilakukan dengan cara PQRST :
-

P (pemicu) yaitu faktor yang mempengaruhi gawat atau ringannya nyeri.

Q (quality) dari nyeri, apakah rasa tajam, tumpul atau tersayat.

R (region) yaitu daerah perjalanan nyeri.

S (severty) adalah keparahan atau intensits nyeri.

T (time) adalah lama/waktu serangan atau frekuensi nyeri.

B. Perencanaan
1. Prioritas
Memprioritaskan masalah keperawatan sesuai berdasarkan :
a. Kebutuhan Maslow (Physico-Safety-Love/Belonging-Esteem-Self Actualization)
b. Kegawatan dari masalah (Airway-Breathing-Circulation)
c. Tingkat masalah (actual-resiko-potensial-sejahtera-sindrom)
d. Keinginan pasien itu sendiri

2. Rencana Keperawatan
A. Diagnosa

a. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik.


b. Nyeri kronis berhubungan dengan kerusakan jaringan.
B. Intervensi
Contoh intervensi dengan diagnose Nyeri akut b/d cidera fisik
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam,masalah nyeri teratasi
dengan kriteria hasil :
a. adanya penurunan intensitas nyeri
b. ketidaknayaman akibat nyeri berkurang
c. tidak menunjukan tanda-tanda fisik dan perilaku dalam nyeri akut
Intervensi :
Kaji nyeri
Rasional : mengetahui daerah nyeri,kualitas,kapan nyeri dirasakan,faktor
pencetus,berat ringannya nyeri yang dirasakan.
Ajarkan tekhnik relaksasi kepada pasien
Rasional : untuk mengajarkan pasien apa bila nyeri timbul
Berikan analgetik sesuai program
Rasional : untuk mengurangi rasa nyeri
Observasi TTV
Rasional : untuk mengetahui keadaan umum pasien.

C. Implementasi

Yaitu pengaplikasian rencana keperawatan yang telah dibuat ,disesuiakan dengan


ketetapan waktu sesui perencanaan dan sesuai dengan prosedur yang ada.
D. Evaluasi
Setelah dilakukan implementasi sesuai dengan batas waktu dan kondisi pasien maka
diharapakan :
a. pasien menunjukan wajah rileks
b.pasien dapat tidur atau beristirahat
c. pasien mengatakan skala nyerinya berkurang

9. WOC (Web Of Caution)