Anda di halaman 1dari 6

BORANG PORTOFOLIO

INFORMASI PRESENTAN
Nama presentan dr. Yudhistira Lian Putra
Nama wahana RSUD Argamakmur
Nama pendamping dr. Chadija Adnan

INFORMASI PRESENTASI
Tanggal presentasi
Tempat presentasi Ruang Aula RSUD Argamakmur

TOPIK : Appendicitis Akuta
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia

TUJUAN PRESENTASI
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Deskripsi : Perempuan, 22 tahun, datang dengan perdarahan setelah melahirkan anak kedua lebih
kurang 2 jam yang lalu. Plasenta belum lahir. Pasien tampak anemis dan pucat.
Tujuan : Memberikan tatalaksana pada pasien dengan perdarahan postpartum karena retensio
plasenta.

BAHAN BAHASAN
Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit

CARA MEMBAHAS
Diskusi Diskusi + Presentasi E-mail Pos

DATA PASIEN
Nama pasien Ny. C
Nama klinik Ruang Rawat Kemuning
Nomor rekam medik 003355
Tanggal masuk pasien 26 April 2013

BAHAN DISKUSI


Gambaran Klinis
Pasien datang dengan perdarahan setelah melahirkan anak kedua lebih kurang 2 jam yang lalu.
Pasien melahirkan pukul 12.00 WIB di rumah dan ditolong oleh dukun, anak perempuan, hidup,
BB = 3000gr. Hingga saat ini, plasenta belum lahir dan keluar banyak darah dari jalan lahir.

Riwayat Kesehatan / Penyakit
Tidak didapatkan riwayat penyakit yang berhubungan dengan kasus.

Riwayat Perkawinan
Pasien menikah 1x kira-kira 5 tahun yang lalu.

Riwayat Persalinan
I : Laki-laki, hidup, 4 tahun, aterm, spontan, dukun, 2900gr
II : Perempuan, hidup, 0 hari, aterm, spontan, dukun, 3000gr

Riwayat Kehamilan saat ini (Antenatal Care)
Total periksa hamil 1x ke bidan. Selama kehamilan tidak ditemukan kelainan dalam kandungan
pasien. Pasien juga mengaku tidak minum obat-obatan selama hamil.

Riwayat Sosial Ekonomi
Keadaan sosial ekonomi cukup.

Pemeriksaan Fisis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang, anemis
Kesadaran : Compos Mentis, GCS 15 (E
5
V
4
M
6
)
Antropometri : BB = 50 kg, PB = 145 cm, Status gizi = cukup
Tanda Vital : Tekanan darah : 100/70 mmHg
Nadi : 92 x/menit, reguler, isi cukup
RR : 26 x/menit, agak cepat.
S : 36,5C
Kepala : Normocephali
Rambut : Hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut, alopecia (-)
Mata : Pupil bulat 4mm/4mm, isokor, conjungtiva anemis +/+,
sklera ikterik -/-, refleks cahaya langsung/tak langsung +/+,
eksoftalmus (-)


THT : Telinga normotia, liang telinga lapang, hiperemis, benda
asing (-), serumen (+), membran timpani utuh.
Hidung deviasi septum (-), konka eutrofi, mukosa
hiperemis, pernapasan cuping hidung (-)
Tenggorokan tonsil-faring tidak hiperemis
Saluran napas paten, tidak ada benda asing
Leher : Trakea lurus ditengah, KGB dan tiroid tidak teraba
Membesar, JVP = 5-2 cmH
2
O
Thoraks
Inspeksi : Kelainan dinding dada seperti parut bekas operasi (-), pelebaran
vena-vena superfisial (-), retraksi otot-otot interkostal (+)
Kelainan bentuk dada seperti pectus excavatum (-), pectus
carinatum (-), Barrel chest (-), Kifosis (-), Lordosis (-), Skoliosis (-).
Frekuensi pernapasan 24x/menit
Jenis pernapasan abdominotorakal
Tidak terdengar bunyi wheezing, stridor, dan suara serak
Palpasi : Kedua paru mengembang simetris
Ictus cordis teraba 2 jari medial dari garis midclavicularis kiri,
Vokal fremitus dalam batas normal
Nyeri tekan pada dinding dada (-), krepitasi (-)
Perkusi : Hipersonor di seluruh lapang paru.
Auskultasi : Jantung : BJ 1-2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : SN vesikuler, ronkhi -/-, wheezing +/+
Ekstremitas : Akral hangat, oedem , sianosis , jari tabuh (-),
Refleks fisiologis +/+ , Refleks patologis -/-, CRT < 2
Status Obstetrikus
Inspeksi : Tampak darah merah segar mengalir
Palpasi : Tinggi fundus uteri 1 jari di atas pusat

Pemeriksaan Penunjang
Darah (26 April 2013)
Jenis Pemeriksaan Hasil
Hemoglobin 5, 8 gr/dl
Leukosit 13.400 / l


Trombosit 226.000 / l
Golongan Darah O

Diagnosis
P2A0 dengan hemoragik post partum ec retensio plasenta

Tatalaksana IGD
Oksigen 2 L/m dengan nasal kanul
IVFD WidaHes guyur 2 kolf
IVFD RL + Tramadol 1 amp + Induxin 1 amp guyur
Inj Induxin 1 amp IM
Inj Transamin 1 amp IV
Inj Cefotaxime 1 gr IV
Persiapan transfusi darah PRC 2-3 kantong
Manual plasenta
Bila manual plasenta gagal kuretase cito.

Tatalaksana Ruang Rawat
Oksigen 2 L/m k/p
IVFD RL + Tramadol 1 amp 20 tpm
Inj Cefotaxime 2 x 1gr
Inj transamin 1 amp bila masih berdarah
Transfusi darah hingga Hb 10 gr/dl

Prognosis
Ad vitam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
Ad sanasionam : dubia ad bonam


DAFTAR PUSTAKA
3.
1. Prawirohardjo, S. 2000. Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.


2. Wiknjosastro, Hanifa. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.

RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN
Subjective
Pada tanggal 26 April 2013, pasien datang dengan perdarahan setelah melahirkan anak kedua lebih kurang
2 jam yang lalu. Perdarahan aktif, plasenta belum lahir. Pasien tampak anemis dan pucat.

Objective
Pada hasil pemeriksaan fisik didapatkan :
- Kesadaran compos mentis, keadaan umum pasien tampak anemis. Pemeriksaan tanda vital
didapatkan tekanan darah: 100/70 mmHg, nadi : 92 x/menit), Suhu: afebris (36,5C), RR :
takipnoe (26 x/mnt), pernapasan agak cepat.
- Pemeriksaan fisik generalis : konjungtiva tampak anemis (+/+). Pada pemeriksaan obstetrikus,
tampak darah segar mengalir dari jalan lahir dan tinggi fundus uteri masih 1 jari diatas pusat.

Assessment
Gejala yang selalu ada adalah plasenta belum lahir dalam 30 menit, perdarahan segera, kontraksi
uterus baik. Gejala yang kadang-kadang timbul yaitu tali pusat putus akibat traksi berlebihan, inversi
uteri akibat tarikan, perdarahan lanjutan. Tertinggalnya plasenta (sisa plasenta), gejala yang selalu
ada yaitu plasenta atau sebagian selaput (mengandung pembuluh darah) tidak lengkap dan perdarahan
segera. Gejala yang kadang-kadang timbul uterus berkontraksi baik tetapi tetapi tinggi fundus tidak
berkurang.
Retensio plasenta adalah terlambatnya kelahriran plasenta selama setengah jam setelah kelahiran
bayi. Pada beberapa kasus dapat terjadi retensio plasenta (habitual retensio plasenta). Plasenta harus
dikeluarkan karena dapat menimbulkan bahaya perdarahan, infeksi sebagai benda mati, dapat terjadi
plasenta inkarserata, dapat terjadi polip plasenta dan terjadi degerasi ganas korio karsioma. Sewaktu
suatu bagian plasenta (satu atau lebih lobus) tertinggal, maka uterus tidak dapat berkontraksi secara
efektif dan keadaan ini dapat menimbulkan perdarahan. Gejala dan tanda yang bisa ditemui adalah
perdarahan segera, uterus berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang. (Prawiraharjo, 2005).
Secara fungsional penyebab retensio plasenta adalah karena his kurang kuat (penyebab terpenting),
dan plasenta sukar terlepas karena tempatnya (insersi disudut tuba), bentuknya (plasenta
membranacea, plasenta anularis), dan ukurannya (plasenta yang sangat kecil).
Pada kejadian retensio plasenta atau plasenta tidak keluar dalam waktu 30 menit, dapat dilakukan
tindakan manual plasenta oleh tenaga medis yang berkompeten yaitu tindakan untuk mengeluarkan


atau melepas plasenta secara manual (menggunakan tangan) dari tempat implantasinya dan kemudian
melahirkannya keluar dari kavum uteri (Depkes, 2008).


Plan
Penatalaksanaan:
Non Medikamentosa : Oksigen 2 L/m dengan nasal kanul, resusitasi cairan dengan RL dan
WidaHes, rawat inap, rencana transfusi darah, tindakan manual plasenta atau kuretase cito.
Medikamentosa : pemberian tramadol + induksin 1 amp dalam RL guyur, injeksi induksin 1
amp IM, inj transamin 1 amp IV untuk menghentikan perdarahan, dan injeksi cefotaksime 1 gr
untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Edukasi : dilakukan kepada pasien dan keluarganya untuk melahirkan di tenaga medis yang
terlatih seperti bidan atau dokter dan tidak melahirkan dengan dukun lagi. Setelah dilakukan
tindakan kuretase, ada baiknya untuk kehamilan berikutnya, pasien melahirkan di sarana
kesehatan yang memadai seperti puskesmas atau rumah sakit.

Konsultasi
Konsultasi dengan spesialis kebidanan dan kandungan untuk penanganan selanjutnya.
Rujukan : Pasien tidak dirujuk
Kontrol : Pasien kontrol bila ada keluhan lain.

Anda mungkin juga menyukai