Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan Praktikum



1.2 Prinsip Kerja pH Meter
Pada prinsipnya pengukuran suatu pH adalah didasarkan pada potensial elektro kimia yang
terjadi antara larutan yang terdapat didalam elektroda gelas (membrane gelas) yang telah
diketahui dengan larutan yang terdapat diluar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini
dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan ion hydrogen yang
ukurannya relative kecil dan aktif, elektroda gelas tersebut akan mengukur potensial elektrokimia
dari ion hydrogen atau diistilahkan dengan potential of hydrogen. Untuk melengkapi sirkuit
elektrik dibutuhkan suatu elektroda pembanding. Sebagai catatan, alat tersebut tidak mengukur
arus tetapi hanya mengukur tegangan
.
Gambar 1. Skema elektroda pH meter
pH meter akan mengukur potensial listrik (pada gambar alirannya searah jarum jam) antara
merkuri Cloride (HgCl) pada elektroda pembanding dan potassium chloride (KCl) yang
merupakan larutan didalam gelas electrode serta potensial antara larutan dan elektroda perak.
Tetapi potensial antara sampel yang tidak diketahui dengan elektroda gelas dapat berubah
tergantung sampelnya, oleh karena itu perlu dilakukan kalibrasi dengan menggunkan larutan
yang equivalen yang lainya untuk menetapkan nilai dari pH.
Elektroda pembanding calomel terdiri dari tabung gelas yang berisi potassium kloride (KCl)
yang merupakan elektrolit yang mana terjadi kontak dengan mercuri chloride (HgCl) diujung
larutan KCl. Tabung gelas ini mudah pecah sehingga untuk menghubungkannya digunkan
ceramic berpori atau bahan sejenisnya. Elektroda semacam ini tidak mudah terkontaminasi oleh
logam dan unsure natrium.
Elektroda gelas terdiri dari tabung kaca yang kokoh yang tersambung dengan gelembung kaca
tipis yang. Didalamnya terdapat larutan KCl sebagai buffer pH 7. Elektroda perak yang ujungnya
merupakan perak kloride (AgCl
2
) dihubungkan kedalam larutan tersebut. Untuk meminimalisir
pengaruh electric yang gak diinginkan, alat tersebut dilindungi oleh suatu lapisan kertas
pelindung yang biasanya terdapat dibagian dalam elektroda gelas.
Pada kebanyakan pH meter modern sudah dilengkapi dengan thermistor temperature yaitu suatu
alat untuk mengkoreksi pengaruh temperature. Antara elektroda pembanding dengan elektroda
gelas sudah disusun dalam satu kesatuan.


m Gambar 2. Elektroda pH meter modern
Keterangan gambar.

1. Bagian perasa electrode yang terbuat dari kaca yang sfesifik.
2. Larutan buffer.
3. Cairan HCL.
4. Elektroda ukur yang dilapisi perak.
5. Tabung gelas elektroda.
6. Elektroda referensi.
7. Ujung kawat yang terbuat dari keramik.
1.3 Teori

1.3.1 Defenisi pH Meter
pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur derajat tingkat keasaman atau kebasaan
suatu larutan atau yang lazimnya disebut dengan pH suatu larutan.
1.3.2 pH
pH adalah suatu satuan ukur yang menguraikan derajat tingkat kadar keasaman atau kadar alkali
dari suatu larutan. Unit pH diukur pada skala 0 sampai 14. Istilah pH berasal dari " p", lambang
matematika dari negatif logaritma, dan " H", lambang kimia untuk unsur Hidrogen. Definisi yang
formal tentang pH adalah negative logaritma dari aktivitas ion Hydrogen.
pH = -log[H+].


pH dibentuk dari informasi kuantitatif yang dinyatakan oleh tingkat derajat keasaman atau basa
yang berkaitan dengan aktivitas ion hydrogen. Nilai pH dari suatu unsur adalah perbandingan
antara konsentrasi ion hydrogen [H+] dengan konsentrasi ion hidroksil [OH-]. Jika konsentrasi
H+ lebih besar dari OH-, material disebut asam; yaitu., nilai pH adalah kurang dari 7. Jika
konsentrasi OH- lebih besar dari H+, material disebut basa, dengan suatu nilai pH lebih besar
dari 7. Jika konsentrasi H+ sama dengan OH- maka material disebut sebagai material netral.
Asam dan basa mempunyai ion hydrogen bebas dan ion alkali bebas.Besarnya konsentrasi ion
H
+
dalam larutan disebut derajat keasaman.
Untuk menyatakan derajat keasaman suatu larutan dipakai pengertian pH.
Atas dasar pengertian ini, ditentukan:
- Jika nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat netral.
- Jika nilai pH < 7, maka larutan bersifat asam.
- Jika nilai pH > 7, maka larutan bersifat basa.
- Pada suhu kamar: pK
w
= pH + pOH = 14 .

Pengukuran pH secara kasar bias dilakukan dengan kertas pH atau kertas indicator pH, dengan
perubahan warna pada level pH yang bervariasi. Indicator ini mempunyai keterbatasan pada
tingkat akurasi pengukuran, dan dapat terjadi kesalahan pengamatan warna yang disebabkan
larutan sampel yang berwarna atau sampel yang keruh..
Pengukuran pH yang lebih akurat biasa dilakukan dengan menggunakan pH meter. Sestem
pengukuran pH mempunyai tiga bagian yaitu elektroda pengukuran pH, elektroda reffernsi,dan
alat pengukur impedansi tinggi. pH elektroda dapat diasumsikan sebagai battery, dengan voltase
yang bervariasi hasil pengukuran dari pH larutan yang diukur.
1.3.3 Indikator
1. Indikator alami (terbuat dari zat warna alami tumbuhah)
Indikator alami hanya bisa menunjukkan apakah zat tersebut bersifat asam atau basa, tetapi tidak
dapat menunjukan nilai pH-nya. Contohnya kayak Ekstrak bunga mawar. Ekstrak kembang
sepatu. Ekstrak kunyit. Ekstrak temulawak. Ekstrak wortel. Ekstrak kol (kubis) merah. Tanaman
Hydrangea

Indikator sintetis yang umum ini digunakan di laboratorium adalah:
a. Kertas lakmus. Indikator lakmus tidak dapat menunjukkan nilai pH, tetapi hanya
mengidentlfikasikan apakah suatu zat bersifat basa atau asam. Jika lakmus berwarna merah
berarti zat bersifat asam dan jika lakmus berwarna biru berarti lakmus bersifat basa.

b. Indikator sintesis, yang memiliki kisaran nilai pH adalah:
Nama indikator trayek pH Perubahan warna
1. fenolftalein (pp) 8,3-10 tak berwarna-merah muda
2. Metil orange(Mo) 3,2-4,4 Merah-kuning
3. Metil merah (Mm) 4,8-6,0 Merah-kuning
4. Bromtimol biru (Bb) 6,0-7,6 Kuning-biru
5. Metil biru (Mb) 10,6-13,4 Biru-ungu
Indikator universal, yakni indikator yang punya warna standar yang berbeda untuk setiap nilai
pH 1 - 14. Fungsi indikator universal adalah untuk memeriksa derajat keasaman (pH) suatu zat
secara akurat. Alat yang termasuk indikator universal adalah pH meter yang menghasilkan data
pembacaan indikator secara digital.

1.3.4 Larutan Asam dan Basa
Asam
Asam berasal dari bahasa latin, yaitu denfan ktaacidus yang artinya masam. Asam menurut
Arrhenius adalah senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut air.
Kekuatan asam ditentukan oleh banyak-sedikitnya ion hidrogen yang dihasilkan. Semakin
banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya.
Asam (sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang
bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam defenisi
modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang
disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi
dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam
asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (yang digunakan dalam baterai atau aki mobil)
Asam umumnya berasa masam, walaupun demikian mencicipi rasa asam terutama asam pekat
dapat berbahaya dan tidak dianjurakan.
Sifat asam
Suatu zat dapat dikatakan asam apabila zat tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
a. Memiliki rasa asam/masam/kecut jika dikecap.
b. Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
c. Memiliki pH kurang dari 7 (pH < 7).
d. Bersifat korosif, artinya dapat menyebabkan karat pada logam.
e. Jika diuji dengan kertas lakmus, mengakibatkan perubahan warna sebagai
berikut.
Lakmus biru -> berubah menjadi warna merah.
Lakmus merah -> tetap berwarna merah.
f. Menghantarkan arus listrik.
g. Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen.
Pengelompokan asam
Berdasarkan kekuatannya, asam itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Asam kuat, yaitu asam yang banyak menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (asam
yang terionisasi sempurna dalam larutannya).
b. Asam lemah, adalah asam yang sedikit menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (hanya
terionisasi sebagian).
Asam juga berguna dalam kehidupan sehari-hari, contohnya adalah sebagai berikut:
a. Proses dalam pembuatan pupuk
b. Proses dalam Pembuatan obat-obatan
c. Pembersih permukaan logam
d. Proses pembuatan Bahan peledak
e. Proses pembuatan Pengawet makanan
Basa
Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika
dilarutkan dalam air.Basa adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa
kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostik merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat.
jadi kita menggunakan nama kostik soda untuk natrium hidroksida (NaOH) dan kostik postas
untuk kalium hidroksida (KOH). Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan
basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan
konsentrasi larutan basa tersebut.
Menurut Arrhenius basa ialah senyawa yang terlarut dalam air yang sudah menghasilkan
ion hidroksida (OH). Semakin banyaknya jumlah ion OH yang dihasilkan, maka semakin kuat
lah sifat basanya. Basa juga dapat menetralisasikan asam (H+) dan menghasilkan air (H20).
Inilah Beberapa basa yang sudah dikenal oleh manusia yang dapat dilihat pada tabel berikut
No Nama asam Terdapat dalam
1. Aluminium hidroksida Deodoran dan antasida
2. Kalsium hidroksida Mortar dan plester
3. Magnesium hidroksida Obat urus-urus dan antasida
4. Natrium hidroksida Bahan sabun
Karakteristik basa
Suatu zat dapat dikatakan basa jika zat tersebut punya sifat sebagai berikut.
a. Rasanya itu Pahit dan terasa licin pada kulit.
b. Apabila dilarutkan dalam air zat tersebut akan akan menghasilkan ion OH.
c. Memiliki pH di atas 7 (pH > 7).
d. Bersifat elektrolit.
e. Jika diuji menggunakan kertas lakmus akan memberikan hasil sebagai berikut.
Lakmus merah -> berubah warnanya menjadi biru.
Lakmus biru -> tetap berwarna biru
f. Menetralkan sifat asam.
Pengelompokan basa
Berdasarkan kemampuan melepaskan ion OH, basa dapat terbagi menjadi 2 yaitu :
a. Basa kuat, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah yang besar. Basa kuat
biasanya disebut dengan istilah kausatik. Contohnya seperti Natrium hidroksida, Kalium
hidroksida, dan Kalsium hidroksida.
b. Sedangkan Basa lemah, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah
kecil.Contohnya seperti ammonia.
Penggunaan basa dalam suatu kehidupan sehari-hari
a. Bahan dalam pembuatan semen.
b. Pembuatan deterjen/sabun.
c. Baking soda dalam pembuatan kue.
1.3.5 Larutan Penyangga

Larutan penyangga atau larutan buffer atau dapar merupakan suatu larutan yang dapat
mempertahankan nilai pH tertentu. Adapun sifat yang paling menonjol dari larutan penyangga
ini seperti pH larutan penyangga hanya berubah sedikit pada penambahan sedikit asam kuat.
Disamping itu larutan penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu asam lemah
dengan basa konjugatnya ataupun oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi ini disebut
sebagai reaksi asam-basa konjugasi. Disamping itu mempunyai sifat berbeda dengan komponen-
komponen pembentuknya.
Komponen Larutan Penyangga

Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:
y Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A
-
), campuran ini menghasilkan larutan
bersifat asam.
y Basa lemah (B) dan basa konjugasinya (BH
+
), campuran ini menghasilkan larutan
bersifat basa.

Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:
1. Larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini
dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya.
Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana
asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang
mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang
digunakan seperti natrium, kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.
2. Larutan penyangga yang bersifat basa

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini
dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara
lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa
lemahnya dicampurkan berlebih.
Fungsi Larutan Penyangga
Adanya larutan penyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-
obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan
konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh.
Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga
utama dalam cairan intraselnya seperti H
2
PO
4
-
dan HPO
4
2-
yang dapat bereaksi dengan suatu
asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir
konstan yaitu sekitar 7,4.
Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti
pada obat tetes mata.













BAB II PROSEDUR KERJA
2. 1 Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan
b. Bahan yang digunakan
2.2 Prosedur Kerja



















BAB III
GAMBAR RANGKAIAN
3.1. Gambar Peralatan


Labu semprot Beaker glass



Pipet tetes Spatula




Pipet volume Gelas ukur


Bola karet

3.2. Gambar Rankaian


3.3.Keterangan Gambar Rangkaian
HI 112 dan HI 113 dirancang bagi para pengguna yang membutuhkan tingkat
presisi tertinggi selama rentang pH seluruh. Meter ini sangat ideal untuk aplikasi
yang paling menantang di mana sampel pH bisa sangat bervariasi. Tergantung
pada tingkat presisi yang diperlukan untuk setiap aplikasi, pengguna dapat
memilihresolusipH0,01atau0,001.
Sebuah kalibrasi 5 titik dapat dilakukan atas meter. Pilih yang paling cocok untuk
buffer sistem anda dari 7 buffer standar. Jika nilai buffer hafal bukan yang paling
ideal untuk aplikasi Anda, HI HI 112 dan 113 akan memungkinkan Anda untuk
mengatur secara manual 2 kustom pH nilai untuk kalibrasi.
HI HI 110 dan 111, sangat ideal bagi para pengguna yang membutuhkan tingkat
presisi yang lebih tinggi dalam rentang pH tertentu. Otomatis kalibrasi pH dapat
dilakukan pada 3 poin, dengan memilih yang paling cocok
buffer dari 5 nilai buffer. HI HI 111 110 dan juga akan memungkinkan pengguna
untuk secara manual mengatur 2 nilai pH kustom untuk kalibrasi paling tepat
untuk Anda berbagai aplikasi.
Para HI 111 dan 113 mV mengambil pengukuran sementara HI HI 112 dan 113
mendukung koneksi RS232 komputer. Data dapat ditransfer dengan perangkat
lunak aplikasi HI 92000.
HI Seri 110 dilengkapi dengan kisaran temperatur diperpanjang (dari -9,9 sampai
120 C), fungsi GLP, manual atau kompensasi suhu otomatis dan buffer kustom.










BAB IV
DATA PENGAMATAN

NO LARUTAN pH SUHU (
o
C )
1 H2SO4 0,01 M 1,57 29,4
2 H2SO4 0,005 M 1,8 30,0
3 KOH 0,01 M 12,31 30,0
4 KOH 0,05M 13,34 30,0















BAB V
PENGOLAHAN DATA
5.1 Perhitungan Asam
5.2 Perhitungan Basa
5.3 Perhitungan pH secara teori
a. Perhitungan pH Asam
b. Perhitungan pH Basa
5.4 Perhitungan Persen Error













BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN


6.1. Kesimpulan
A . Semakin kuat suatu asam , maka smakin besar kosentrasi ion H
+
dalam larutan itu berarti
semakin kecil harga pH nya . Jadi semakin kuat suatu asam , maka semakin kecil pH nya .
B . Makin besar suatu kosentrasi , akan makin besar pula laju reaksinya yang mengakibatkan
semakin besar pula temperaturnya .
C . Semakin lemah suatu basa , maka akan semakin kecil harga pH nya .
D . Semakin lemah suatu asam , maka semakin besar harga pH nya .
E . pH dengan kosentrasi ion H
+
dihubungkan dengan tanda negative maka kedua besaran itu
berbanding terbalik , artinya makin besa kosentrasi ion H
+
maka makin keil pH nya dan
sebaliknya .
6.2. Saran
Dalam praktek pH meter , hendak nya diperhatikan alat dari pH meter apakah keadaan baik atau
tidak .






DAFTAR PUSTAKA
http://suwargana.multiply.com/journal/item/16
http://www.scribd.com/doc/38465658/Asam-Basa-Dan-Garam-X
http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-kimia/pengertian-asam-basa-dan-garam/
http://id.shvoong.com/exact-sciences/1884244-teori-asam-basa/
http://sahri.ohlog.com/teori-asam-basa.oh80823.html
Basset . J . Etal . 1994 . Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik . Jakarta : buku
kedokteran eac
Davrn Underwood A . 2002 . Analisis Kuantitatif edisi keenam . Jakarta :Erlangga