Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN KASUS PORTOFOLIO

ILMU KESEHATAN JIWA


NEURASTENIA







Disusun oleh :
Nama : dr. Ismatul Maula
Wahana : RSUD dr. M. Ashari Pemalang
Portofolio : 3 (tiga)
Tanggal :






Pendamping :
dr. Sri Widayanti









PROGRAM DOKTER INTERNSHIP INDONESIA
RSUD Dr. M. ASHARI
KABUPATEN PEMALANG
2014

Borang Portofolio : KASUS JIWA
No. ID dan Nama Peserta : dr. Ismatul Maula
No. ID dan Nama Wahana : RSUD dr. M. Ashari Pemalang
Topik : Neurastenia
Tanggal (kasus) : 10 Januari 2014
Nama pasien : Ny. R No. RM : 13-34-33
Tanggal presentasi : 15 April 2014 Nama pendamping : dr. Sri Widayanti
Tempat presentasi : RSUD dr. M. Ashari Pemalang
Objektif presentasi :
Keilmuan
Manajemen

Deskripsi : pasien perempuan 55 tahun, datang ke OGD dengan keluhan nyeri dada dan
berdebar-debar sejak semalam.
k mengetahui penanganan pasien dengan gangguan psikosomatis
Bahan bahasan: Kasus
Cara membahas: Diskusi diskusi -mail
Data pasien : Nama : Ny.R No registrasi : 13-34-33
Nama klinik : IGD Telp :
Terdaftar sejak :10 Januari
2014
Data utama untuk bahan diskusi :
Diagnosis / Gambaran Klinis :
1. Diagnosis / Gambaran klinis : Pasien datang ke IGD RSUD dr.M ashari Pemalang
diantar oleh suaminya dengan keluhan nyeri dada dan dadanya berdebar-debar sejak
semalam, badan terasa letih dan tidak bersemangat. Nyeri dada tersebut dirasa pada
dada sebalah kiri, dada kadang terasa sesak seperti sulituntuk bernafas, nyeri dada
terasa sampai pasien ingin merasa seperti akan mati. pasien mengaku sudah sering
mengeluh timbul keadaan seperti ini, apalagi jika pasien melihat kelakuan anak
keduanya yang susah diatur dan sering pulang malam. pasien sudah sering
melakukan pengobatan pada dokter spesialis dalam namun keluhan tidak berkurang.
Keluhan mual muntah tidak ada, nafsu makan berkurang, sukar tidur, pasien juga
mengeluh kepalanya pusing. Suami pasien bercerita kadang pasien gampang sekali
marah-marah dam mudah sekali merasa cemas terhadap anak keduanya dan gelisah
tiap malam hari.

2. Riwayat Pengobatan : -
3. Riwayat kesehatan / penyakit : Riwayat trauma kepala dulu (-), Riwayat penggunaan
alkohol dan zat adiksi (-), Riwayat kelahiran normal, Riwayat perkembangan seksual
normal, pasien sebagai ibu rumah tangga, pasien beragama Islam.
4. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak terdapat anggota keluarga dengan keluhan yang
sama.
5. Riwayat lingkungan : pasien tinggal serumah dengan suami dan kedua anaknya.
Pasien seorang ibu rumah tangga, anak pertama perempuan bekerja sebagai
karyawan swasta dan anak kedua masih bersekolah di sekolah SMA negeri di
pemalang, suami pasien seorang pegawai negeri. Pasien seorang yang sangat religi
karena pasien sering mengikuti acara pengajian di lingkungannya.
Daftar Pustaka :
- Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III
- http:/en.wikipedia.org/wiki/Neurasthenia
Hasil pembelajaran :
1. Mengetahui apa pengertian neurasthenia
2. Mengetahui apa yang menyebabkan neurasthenia
3. Mengetahui lebih dini menifestasi klinik dari neurasthenia
4. Mendapatkan informasi mengenai tatalaksana neurasthenia

RANGKUMAN PEMBELAJARAN KASUS NEURASTHENIA
Subjektif : :
Diagnosis / Gambaran klinis : Pasien datang ke IGD RSUD dr.M ashari Pemalang diantar oleh
suaminya dengan keluhan nyeri dada dan dadanya berdebar-debar sejak semalam, badan terasa
letih dan tidak bersemangat. Nyeri dada tersebut dirasa pada dada sebalah kiri, dada kadang
terasa sesak seperti sulituntuk bernafas, nyeri dada terasa sampai pasien ingin merasa seperti
akan mati. pasien mengaku sudah sering mengeluh timbul keadaan seperti ini, apalagi jika
pasien melihat kelakuan anak keduanya yang susah diatur dan sering pulang malam. pasien
sudah sering melakukan pengobatan pada dokter spesialis dalam namun keluhan tidak
berkurang. Keluhan mual muntah tidak ada, nafsu makan berkurang, sukar tidur, pasien juga
mengeluh kepalanya pusing. Suami pasien bercerita kadang pasien gampang sekali marah-
marah dam mudah sekali merasa cemas terhadap anak keduanya dan gelisah tiap malam hari.
Objektif :
Pada pemeriksaan fisik didapatkan; Tanda Vital : TD : 110/70 mmHg; suhu 36,8
0
C; RR: 24/
menit; N : 94x/menit. Keadaan umum Compos mentis, tampak sakit sedang, GCS E4V5M6,
mata : pupil isokor, refleks cahaya (+/+). Thorax : cor ; reguler, bising (-). Pulmo : ronki(-/-),
wheezing (-/-). Abdomen : nyeri tekan (-), defans muskuler (-), peristaltik (+) normal, tidak
teraba massa, hepar/Lien tidak teraba membesar. Ekstremitas: teraba dingin, tidak sianosis,
terdapat perdarahan dari sayatan di kedua pergelangan tangan dan kedua lengan melepuh
karena luka bakar. Pada pemeriksaan rekam jantung didapat Normo Sinus Rythem.
Pemeriksaan Gula darah sewaktu: 98 mg/dL.
Assessment (penalaran klinis) :
Neurasthenia adalah gangguan yang ditandai dengan kelalahan fisik dan mental yang kronis
sekalipun tidak ditemukan sebab-sebab fisik.
Neurasthenia adalah salah satu gangguan jiwa yang sudah lama dikenal orang sebagai penyakit
syaraf, yang dahulu disangka terjadi karena lemahnya saraf.
A. Gejala Neurasthenia
Gejala utama :
- Seluruh badan letih
- Tidak bersemangat
- Lekas merasa payah, walaupun sedikit tenaga yang dikeluarkan
- Perasan tidak enak
- Sebentar-sebentar ingin marah
- Menggerutu dan sebagainya. Tidak sanggup berfikir tentang suatu masalah
- Sukar mengingat dan memusatkan perhatian
- Apatis
- Sangat sensitive terhadap cahaya dan suara menyebabkan tidak bisa tidur
Gejala Tambahan:
- Tidak dapat tidur, sehingga ia menjadi gelisah
- Kepala selalu pusing, kadang-kadang rasa menekan
- Sering merasa dihinggapi bermacam-macam penyakit, sehingga ia sering
memeriksakan dirinya ke dokter.
- Takut mati, pikirannya selalu diganggu oleh masalah mati dan penyakit
- Merasa lengan dan tungkainya berat
- Merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaanya
- Sulit untuk memulai suatu pekerjaan dan tidak pernah tidur nyenyak.

B. Faktor penyebab Neurasthenia
Neurasthenia dapat terjadi karena beberapa faktor :
- Terlalu lama menekan perasaan, pertentangan bathin
- Kecemasan
- Terhalangnya keinginan-keinginan
- Sering gagal dalam menghadapi persaingan-persaingan
- Kepribadian premorbid seorang dengan neurosis neurasthenia ialah terus menerus
ditolak atau tidak diterima

C. Tipe Neurasthenia
neurasthenia dikarakteristikkan dengan kelemahan menyeluruh, kurang konsentrasi,
ketakutan dan hipokondrik. Istilah tersebut mulai dikenalkan oleh G.M . Beard, seorang
ahli saraf dari Amerika. Neurasthenia mempunyai gejala yang luas termasuk sensasi nyeri
yang hebat atau mati rasa dibagian tubuh, kelelahan kronik, ansietas dan pingsan. Beberapa
pakar kedokteran percaya bahwa neurasthenia mungkin sesungguhnya sama dengan
syndrome kelelahan kronik.
Sub Tipe Neurasthenia diantaranya:
1. Cerebrum
Sakit kepala merupakan gejala yang prominent. Insomnia adalah karakteristik yang
cukup dan pasien tampak tidak segar . pasien tampak cemas, khawatir dan sangat
ketakutan, cemas pada beberapa bahaya yang akan datang. Kelelahan yang terus
menerus umumnya terjadi.
2. Spinal
Nyeri punggung dengan tendensi pada medulla spinalis. Manifestasi lain mungkin
termasuk sensasi terbakar atau bagian tertentu akan merasakan dingin
3. Gastrointestinal
Gangguan lambung adalah karakteristik utama dari bentuk ini. Hiperasiditas, mual,
muntah. Pasien mengalami gangguan tidur dan mempunyai mimpi buruk dan
berkembang menjadi watak yang lekas pemarah. Pasien sering kentut, perut yang
berbunyi, konstipasi yang mungkin diselingi dengan diare dan rasa sakit diseluruh
abdomen
4. Jantung
Sementara tidak ada alasan organic, seseorang mungkin mengalami palpitasi dan
kadang-kadang nyeri yang mirip dengan angina
5. Urin
Kuantitas urin biasanya menurun. Pasien menjadi mudah marah dan mengalami sakit
kepala yang tumpul.
6. Seksual
Rasa takut menjadi impotent kadang terlintas dalam pikiran, pasien menjadi depresi,
mengalami gangguan tidur, rasa nyeri pada testis, mengalami hasrat yang salah.

C. Penatalaksanaan Neurasthenia
Tidak ada pengobatan fisik yang dapat dibuat. Jika gangguan mental atau fisik terjadi,
mungkin baru memerlukan pengobatan. Belum terdapat pengobatan yang spesifik,
secara simtomatik dapat diberi obat stimulant.
Bila terdapat depresi atau kecemasan dapat diberi antidepresan .
1. Konseling dan psikoterapi
Selama obat untuk kelelahan yang persisten tersedia, dokter seharusnya mengambil
langkah psikologi aktif untuk mendekatkan ke pengobatan
2. Farmakoterapi:
- Amitriptylin ( untuk regulasi nyeri dan tidur)
- Celeksa
- Effexor
- Buspiron
Upaya membantu penyembuhan penderita neurasthenia dapat dilakukan dengan teknik
terapi sebagai berikut :
1. Psokoterapi supportif
2. Terapi olah raga

D. Prognosis
Bimbingan yang baik, psikoterapi suportif individual dan kelompok dapat banyak
membantu pasien dan dapat member petunjuk untuk memahami konflik.



Plan:
Diagnosis :
Upaya diagnosis yang dilakukan sudah optimal, dengan anamnesis diagnosis bisa
ditegakkan. Pada kasus ini diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan alloanamnesis
dari suami pasien dan pemeriksaan penunjang berdasarkan keluhan
Pengobatan :
Infuse RL
Inj ranitidine 2x1A
Paracetamol 3 x 1

Pada neurasthenia pasien dapat diberikan konseling. Obat-obatan antidepresi
maupun anti-ansietas hanya diperlukan jika gejala-gejala semakin memberat dan
butuh konsultasi dengan psikiater.














Berita Acara Presentasi Portofolio Kasus Jiwa

Pada hari ini hari , tanggal telah dipresentasikan portofolio jiwa oleh:
Nama Peserta : dr. Ismatul Maula
Dengan Judul/ topik : Neurasthenia
Nama Pendamping : dr. Sri Widayanti
Nama Wahana : RSUD dr. M. Ashari Pemalang
NO. Nama Peserta Presentasi Tanda Tangan
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesungguhnya.
Pendamping

dr. Sri Widyarti
NIP.