Anda di halaman 1dari 15

Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344

1
(Referensi: Chapman, Christopher S., Hopwood, Anthony G., dan Shields, Michael D. 2007.
Handbook of Management Accounting Research, Vol 1 & 2, Elsevier.)
Perspektif Teoritis
1. Theorizing Practice in Management Accounting Research (Thomas Ahrens and Christopher
S. Chapman)
2. Psychology Theory in Management Accounting Research (Jacob G. Birnberg, Joan Luft and
Michael D. Shields)
3. Economics in Management Accounting (Michael Bromwich)
4. Theorising Contingencies in Management Control Systems Research (Robert H. Chenhall)
5. Critical Theorising in Management Accounting Research (David J. Cooper and Trevor
Hopper)
6. Agency Theory and Management Accounting (Richard A. Lambert)
7. Historical Theorizing in Management Accounting Research (Joan Luft)
8. Management Accounting and Sociology (Peter Miller)

Dalam hal penelitian akuntansi keuangan, pada tahun 1960-an di Amerika Serikat,
semangat yang mendasari penelitian dirangsang oleh APB (Accounting Principles Board)
dengan misi untuk mengurangi sejumlah alternative akuntansi yang berterima umum. Pada saat
itu muncul alternative lain dari konsep full costing sehingga pelaporan keuangan seolah-olah
tersaji tanpa adanya standar yang berterima umum. Atas dasar dorongan badan inilah banyak
sekali monograph maupun buku yang ditulis para pakar untuk memberikan argumentasi sistem
pengukuran dalam akuntansi. Pada tahun 1970-an terjadi pergeseran orientasi penelitian.
Penelitian tentang capital market terhadap issue kebijakan mencerminkan kebijaksanaan utama
badan-badan pengambil kebijakan seperti SEC dan FASB. Badan ini melakukan penelitian
akuntansi keuangan secara mendalam mengenai issue kebijakan dan juga penelitian mengenai
bagaimana penggunaan informasi akuntansi untuk keputusan investasi dan keputusan lainnya.
Pada awal tahun 1980-an para peneliti mulai menyadari bahwa reaksi pasar akan menunjukan
reaksi yang berbeda untuk alternative akuntansi yang berbeda pula, begitu juga mereka tidak
dapat melihat bagaimana pasar seharusnya bereaksi. Tentunya hal ini secara alami akan
melahirkan gagasan baru dalam penelitian akuntansi, yang berarti akan muncul paradigma baru
dalam penelitian akuntansi. Ketidakmampuan akuntansi dalam menunjukan implikasi normative
dari reaksi harga-harga securitas menyebabkan para peneliti empiric berpindah dari studi
tentang capital market terhadap issue kebijakan kearah kemanfaatan untuk memprediksi


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


2
earnings dan return dimasa depan. Demikian hal perkembangan penelitian akuntansi pada saat
ini, menunjukan arah bagaimana rekayasa akuntansi mampu menjawab fenomena tersebut.
Dalam hal penelitian akuntansi manajerial, penelitian empiric didominasi oleh field
studies yang bertujuan melakukan tes hipotesa berdasarkan literatur perilaku keorganisasian.
Kecenderungan ini meningkat karena adanya jarak antara experiment lengkap dalam kondisi
yang terkontrol dengan hasil-hasil studi akan menghendaki replikasi yang berlanjut dan mahal.
Bentuk penelitian dalam akuntansi manajerial dalm 30 tahun terakhir menggunakan pendekatan
analytical. Dalam decade 1960-an model dalam akuntansi manajerial meminjam berbagai
model matematis yang ditemukan dalam operation research. Model penelitian akuntansi
manajerial pada tahun 1970-an bergeser dar modeloperation research kea rah model yang
berbasis informations economics. Namun dalam kenyataannya model ini mempunyai relevansi
dalam kepentingan praktis yang sangat kecil terhadap issue akuntansi manajerial. Para peneliti
lebih tertarik untuk berpindah menggunakan agency models agar dapat lebih bermanfaat dalam
membantu issue manajemen.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh para pakar melahirkan berbagai gagasan baru
yang secara kreatif menjadikan ilmu akuntansi mempunyai peran yang sangat menentukan
dalam masyarakat. Berikut ini, akan dibahas tentang beberapa peneltian akuntansi mengenai
teori Practice, teori Psychology, teori Contingency, Economics, teori Critical, Agency Theory,
Historical Theorizing, dan Akuntansi Manajemen dan Sosiologi.
1. Theorizing Practice in Management Accounting Research (Thomas Ahrens and
Christopher S. Chapman)
Berbagai studi direview dengan teori praktek lainnya, umumnya merupakan kepedulian
terhadap pemahaman bagaimana kehendak yang dikondisikan oleh aspek 'sistem' serta wujud
tindakan, dan terutama kegiatan rutin. Mereka menekankan fitur yang berbeda dari praktek.
Studi kepemerintahan cenderung berkonsentrasi pada asal-usul dan garis besar wacana
struktur saat ini, di mana kegiatan akuntansi yang beragam dapat terungkap. Studi actor
network theory (ANT) telah menyoroti sifat yang dibangun akuntansi sebagai salah satu di
antara banyak teknologi administrasi dan potensinya agar dengan mudah didekonstruksi dan
dilupakan.
Studi akuntabilitas menekankan kemungkinan pelepasan akuntabilitas dalam tindakan
sehari-hari. Muncul studi dari kemampuan studi normatif fungsi akuntansi untuk melakukan
strukturisasi anggota organisasi yang berbeda misalnya kegiatan, yang, pada gilirannya,
mempengaruhi yang potensial normatif. Kontrol manajemen sebagai praktek karenanya lebih


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


3
dari sekedar blueprintsnya (manual misalnya akuntansi, peraturan anggaran, dan otorisasi
pengeluaran). Ini berpotensi terungkap melalui cara-cara di mana berbagai pelaku di atasnya
sebagai sumber daya gabungan.
Meskipun sering tidak mudah untuk menentukan, mengingat kepentingan yang beragam
organisasi terhadap kegiatan anggota mereka, penelitian praktek akan menunjukkan bahwa
praktik pengendalian manajemen pusat untuk mengorganisir tujuan tersebut karena mereka
membantu untuk mewujudkan hubungan antara kegiatan yang beragam antar anggota
organisasi. Berbeda dengan masyarakat praktik literatur, yang telah menjelaskan pada
pengembangan bidang kegiatan khusus dalam organisasi (misalnya Love & Wenger, 1991; Orr,
1996), studi yang berteori pengendalian manajemen seperti praktik berusaha untuk memahami
lebih luas dan lebih kompleks dari bidang pengorganisasian praktik.
Ini berimplikasi bagi pemahaman kita tentang hubungan antara kontrol dan strategi.
Praktek tidak dipetakan dengan rapi ke dalam rencana strategis karena mengatakan dan
melakukan kegiatan yang berbeda secara fundamental (Bloch, 1991). Gagasan implementasi
strategi sering menyesatkan dalam hal ini (Ahrens & Chapman, 2005), seperti yang diakui
dalam diskusi strategi sebagai praktik (Whittington, 2006).
Untuk teori praktik, tatanan sosial yang nyata dalam arti kegiatan yang termasuk praktik
dan bahwa praktik serta pengaturan material dapat diidentifikasi seperti mempertahankan atau
mengubah satu sama lain. Namun, kepemerintahan, ANT, akuntabilitas, dan penelitian yang
ada telah menunjukkan bahwa fungsionalitas tatanan sosial adalah jauh lebih kompleks
daripada tindakan reproduksi sederhana atau nilai-nilai. Sebaliknya, tatanan sosial muncul dari
upaya pelaku secara berkelanjutan untuk mengembangkan tindakan mereka dengan referensi
untuk pemahaman yang lebih luas, peraturan, dan keterlibatannya.
Pelaku mungkin ingin tindakan mereka membaur atau menonjol tergantung pada
penilaian mereka tentang kondisi apa yang dibutuhkan. Praktek yang demikian didasari oleh
kekusutan dari samenesses dan persamaan (Schatzki, 2001, hal. 42). Hubungan antara rekan-
rekan praktisi dan praktik mereka tidak bisa menjadi mekanikal, bergantung hanya pada
aktivitas berulang; apa yang telah kadang-kadang sudah disebut sebagai kegiatan rutin.
Sebaliknya, praktik tergantung atas yang dimaksudkan, keterkaitan yang berarti antara kegiatan
yang berkaitan dengan hasil, klien, praktisi, teknik, sumber daya, strategi, lembaga, dll.




Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


4
2. Psychology Theory in Management Accounting Research (Jacob G. Birnberg, Joan
Luft and Michael D. Shields)
Artikel terbaru mengenai akuntansi manajemen ditulis oleh Birnberg G. Jacod (2000)
yang membahas tentang peranan riset keperilakuan dalam pendidikan akuntansi manajemen
pada abad ke dua puluh satu. Birnberg menjelaskan bahwa materi akuntansi manajemen dalam
tiga periode setelah Perang Dunia Kedua berakhir meliputi periode akuntansi biaya (the cost-
accounting period), periode akuntansi manajemen modern (the modern management
accounting period), periode akuntansi manajemen postmodern (The post-modern management
accounting period). Fokus terbaru dalam akuntansi manajemen seperti dijelaskan oleh Hansen
dan Mowen (2005) adalah activity based management, customer orientation, cross-functional
perspective, total quality management, time as competitive element, efficiency dan E-business.
Akuntansi manajemen sangat erat berkaitan dengan manusia. Kajian atau studi di bidang
akuntansi manajemen mendapat perhatian bagi riset akuntansi di bidang keperilakuan.
Kegagalan dalam hal pencapaian kinerja sebenarnya akibat dari aspek keperilakuan. Perilaku
(behavior) adalah tindakan-tindakan (actions) atau reaksi (reaction) dari suatu objek atau
organisme (Jogiyanto, 2007).
Schiff dan lewin (1974) menyatakan pendapat Birnberg dan Nath bahwa penelitian
behavioral dalam managerial accounting dibagi ke dalam tiga kategori luas, yaitu sebagai
berikut:
1. Usaha untuk menentukan model bagi seluruh bagian subsistem manusia
2. Investigasi ke dalam dimensi behavioral dari proses kontrol manajemen
3. Studi dari sudut pandang behavioral tentang efek karakteristik perusahaan terhadap bentuk
dan fungsi sistem informasi manajemen.
Birnberg dan Shields (1989) mengindentifikasi ada 5 cabang ilmu yang memberikan
konstribusi terhadap penelitian akuntansi keperilakuan, kelima cabang tersebut adalah:
1. Ekonomika
2. Ilmu Politik
3. Teori Organisasi (hubungan antar manusia)
4. Psikologi
5. Sosiologi
Klasifikasi isu penelitian menurut Birnberg dan Shield (1989) dan Meyer dan Rigsby
(2001) dikelompokkan atas dasar aliran (schools) sebagai berikut:
1. Pengendalian Manajerial


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


5
2. Pemerosesan informasi akuntansi
3. Perancangan sistem informasi akuntansi
4. Pengauditan
5. Sosiologi organisional
6. Isu lain (etika,budaya,metodologi,dan jalur karir akuntan)
Isu pengendalian manajerial mengangkat peran akuntan dalam menyusun anggaran
dan menggunakan anggaran sebagai alat pengendalian. Penelitian dibidang ini diawali dengan
penelitian Agryris(1952,1953) dan Hofstede(1967). Beberapa perkembangan lanjutan isi yang
menyangkut pengendalian manajerial adalah isu mengenai partisipasi (Stedry 1960), gaya
kepemimpinan (Hopwood 1972), perbedaan individu (Driver and Mock 1975), kontijensi (Otley
1978),pertimbangan ketidakpastian(Ouchi 1979), umpan balik (Shields 1980), insentif
(Chow1983).
Isu di bidang pemrosesan informasi akuntansi adalah mengenai bagaimana pengguna
(user) memproses Informasi. Tema utamanya adalah bagaimana pengguna melihat peran
pengungkapan akuntansi dan informasi akuntansi. Penelitian akuntansi keperilakuan untuk isu
ini misalnya menguji pengaruh perbedaan perlakuan akuntansi (LIFO vs FIFO) terhadap
pengguna seperti analis atau pengambil keputusan.
Isu perancangan sistem informasi akuntansi adalah mengenai perilaku dalam
merancang sistem informasi suatu organisasi. Ciri khas penelitian dalam isu ini adalah pada
fokus yang dapat mengeneralisir isi perancangan sistem itu sendiri. Ada dua topik utama dalam
isu ini yaitu mengenai rancangan laporan dan pemilihan kebijakan akuntansi.
Fokus dari isu pengauditan adalah auditor, baik internal maupun eksternal. Penelitian
dengan menggunakan auditor sebagai partisipasi akan mengurangi masalah validitas eksternal
yang sering menjadi masalah ketika mahasiswa yang digunakan sebagai partisipan untuk
memerankan auditor. Beberapa topik dalam penelitian di bidang ini berkaitan dengan judgment
auditor.
Fokus dari penelitian dalam isu sosiologi organisasional ini adalah pada praktik
akuntansi di dalam organisasi. Penelitian memandang fungsi lain dari akuntansi dalam
organisasi sebagai peran akuntansi. Menurut isu ini, akuntansi mempunyai 3 fungsi lain dalam
organisasi yaitu fungsi individual, fungsi sosial politik, dan fungsi organisasional.
3. Economics in Management Accounting (Michael Bromwich)
Lebih dari 20 tahun belakangan ini, para peneliti akuntansi manajemen telah berusaha
keras untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam bidang sistem akuntansi


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


6
manajemen (SAM) yang berhubungan dengan faktor-faktor kontekstual (Amat, Carmona &
Roberts, 1994; Ross, 1995; Selto, Renner & Young, 1995). Orientasi para peneliti tentang
sistem akuntansi manajemen dalam dekade tahun 1980-an dan 1990-an telah memberikan
penekanan yang kuat terhadap desain sistem informasi organisasi dalam situasi lingkungan dan
bentuk organisasi tertentu. Pada umumnya, desain SAM hanya terbatas pada informasi
keuangan internal organisasi dengan menggunakan data keuangan historis (historical data).
Menurut Mia dan Chenhall (1994) peranan dari sistem akuntansi manajemen dalam membantu
manajer memberikan arahan serta mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam suatu
organisasi telah menyebabkan evolusi yang besar dalam implementasi sistem akuntansi
manajemen (SAM). Hal ini membutuhkan data eksternal dan data bukan keuangan yang
menekankan kepada pemasaran, inovasi produk, perencanaan stratejik dan informasi yang
berguna untuk dalam mengambil keputusan. Semakin tingginya tingkat persaingan di pasaran
perdagangan yang disebabkan oleh penggunaan teknologi produksi yang moderen, deregulasi
ekonomi dan penswastaan perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah,
menyebabkan para pengambil keputusan merasakan bahwa penggunaan SAM sangat penting
(Bromwich, 1990). Di samping persaingan yang bersifat global, perkembangan produk dan
teknologi proses, turun naik nilai mata uang dan perubahan-perubahan harga bahan mentah
juga merupakan faktor-faktor penting dalam mempertimbangkan penerapan SAM. Hal ini
disebabkan oleh SAM dapat menyediakan informasi yang terbaru serta mampu mengikuti
perkembangan keadaan perdagangan yang sedang berlangsung.
Disamping itu informasi SAM dapat memudahkan pengguna (para manajer atau
eksekutif) untuk mengontrol biaya, mengukur dan meningkatkan produktivitas, dan dapat pula
memberikan dukungan terhadap proses produksi (Johnson & Kaplan , 1987). Hal ini sudah
tentu menghendaki penelitian lebih lanjut tentang kaitannya dengan penggunaan SAM dalam
keadaan tingkat perubahan lingkungan yang tidak menentu (Kaplan, 1983, Shank &
Govindarajan, 1989; Bromwich, 1990; Bromwich & Bhimani, 1994).
Pada pertengahan dan akhir tahun 1980-an telah mulai dilakukan penelitian tentang
praktek-praktek akuntansi manajemen dan pembaharuan-pembaharuan dalam temuan
penelitian dilaksanakan oleh para akademisi, seperti activity-based costing, black-flush
accounting, target costing, zero-inventory dan zero defect policies (seperti yang dilaksanakan
oleh Bromwich & Bhimani, 1989; Coates & Longden, 1989; Innes & Mitchell, 1989; Littrel &
Sweeting, 1989). Efektifitas desain informasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan
persepsi manajer terhadap ketidakpastian (uncertainty) lingkungan, interdependensi organisasi,
teknologi dan desentralisasi. Semakin tinggi paras ketidakpastian lingkungan, semakin tinggi


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


7
interdependensi organisasi, semakin kompleks teknologi (yang berkenaan dengan sistem
pengeluaran) yang digunakan dan semakin desentralisasi keputusan yang dibuat oleh
organisasi. Pada akhirnya semakin canggih pula desain informasi SAM. Desain informasi yang
dimaksudkan adalah pemilihan karakteristik informasi SAM (skop, ketepatan waktu, agregasi,
integrasi) yang sesuai dengan keperluan dari masing-masing faktor kontekstual (Chenhall &
Morris, 1986). Bromwich (1990) menyebutkan bahwa penggunaan informasi SAM dapat
membantu manajer untuk memahami tantangan organisasi terhadap kompetisi pasar dan
kesempatan-kesempatan menangkap bisnis yang bernilai tambah.
4. Theorising Contingencies in Management Control Systems Research (Robert H.
Chenhall)
Pendekatan kontingensi adalah perkembangan penting dalam teori akuntansi
manajerial, tetapi hal tersebut membutuhkan, baik peningkatan kejelasan konseptual maupun
penggunaan metodologi penelitian yang berbeda dari yang telah umum dilaporkan. Pertama,
fitur utama dari pendekatan kontijensi dan aplikasi untuk mengendalikan system akuntansi
diperiksa dengan mempertimbangkan beberapa situasi dimana teori-teori kontijensi telah
muncul dari interpretasi data penelitian. Kedua, isi dari kontijensi saat ini adalah teori akuntansi
manajemen, baik empiris dan teoritis, diuraikan dan dinilai dengan mengacu pada kerangka
kerja untuk evaluasi berbasis pada perspetif kontrol organisasi, akhirnya implikasi dari
perspektif ini untuk penelitian yang dibahas.
Telah banyak penelitian yang menerapkan teori kontinjensi untuk menganalisis dan
merancang system pengendalian khususnya di bidang system akuntansi manajemen yang
dihubungkan dengan variable-variabel kontekstual seperti kompleksitas teknologi (Chenhall dan
Morris 1986). Riset-riset akuntansi manajemen telah banyak mengaplikasi teori kontinjensi
dalam studi tentang desain sistem informasi manajemen dan kinerja (Chenall dan Moris, 1986;
Gul, 1991). Secara khusus, studi-studi tersebut memfokuskan pada hubungan antara aspek-
aspek variabel kontekstual (seperti perceived environment uncertainty PEU), karakteristik
sistem informasi manajemen dan kinerja. Sistim informasi manajemen dalam hal ini dipandang
sebagai subsistem kontrol yang berpengaruh terhadap kinerja. Dengan konsep teori kontinjensi,
fit antara PEU yang tinggi dan cakupan sistem informasi yang luas akan berpengaruh terhadap
kinerja dibanding fit antara sistem informasi yang luas dengan PEU yang rendah (misfit)
(Gordon dan Narayanan, 1984). Hal demikian merupakan pandangan teori kontinjensi yang
manyatakan bahwa kapasitas informasi atau sistem kontrol (seperti OCS, MCS dan SP) harus
sesuai dengan kondisi ketidakpastian yang dihadapi perusahaan (Gerloff dalam Gul dan Chia,


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


8
1994). Melalui penyesuaian kapasitas dengan lingkungan, organisasi akan mampu
meningkatkan kinerja. Dengan kata lain, jika ketidakpastian lingkungan meningkat, maka tingkat
keluasan penggunaan sistem kontrol juga diharapkan meningkat untuk mendorong pencapaian
kinerja yang tinggi.
Sejauh ini, dinyatakan bahwa fit antara sistem kontrol dengan PEU dapat meningkatkan
kinerja perusahaan (Merchant, 1981; Gul dan Chia, 1994; Gul, 1991; Chenall dan Moris, 1986;
Gordon dan Narayanan, 1984; Gerloff dalam Gul dan Chia, 1994). Namun, riset-riset yang
dilakukan selama ini kurang memandang pada aspek keterlibatan variabel sistem kontrol
secara luas, misalnya penggunaan sistem kontrol pada level operasional (OCS), manajerial
(MCS) dan perencanaan strategi (SP).
Pendekatan kontinjensi banyak menarik minat peneliti karena mereka ingin mengetahui
apakah tingkat keandalan system akuntansi manajemen itu akan selalu berpengaruh sama
terhadap kinerja pada setiap kondisi atau tidak. Dengan berdasarkan pada tingkat kontinjensi
tersebut, ada dugaan bahwa terdapat factor-faktor kontekstual yang akan saling berinteraksi
selaras dengan kondisi tertentu yang dihadapi.
Peneliti Sistem Akuntansi manajemen (SAM) mendefinisikan SAM sebagai suatu system
formal yang didesain untuk menyediakan informasi dalam rangka mempermudah pengambilan
keputusan dan mengevauasi aktivitas managerial (Chenhall 2003). Hasil penelitian Chenhall
dan Morris (1986) menemukan bukti empiris tentang karakteristik informasi SAM yang
bermanfaat yaitu broad scope, timeliness, aggregation dan informasi yang terintegrasi.
Penelitian yang dilakukan Chenhall dan Morris (1986) memberikan pembuktian bahwa
informasi aggregation mengurangi ketidakpastian seperti kompetisi pasar. Informasi yang
teragregasi menunjukkan area yang menjadi tanggungjawab manager sesuai dengan
fungsinya. Karakteristik informasi SAM yang bersifat integration menyajikan informasi yang
menggambarkan keterkaitan antar sub-unit yang menunjukkan adanya koordinasi. Informasi
SAM yang terintegrasi juga mencakup aspek seperti aktivitas dari proses interaksi segmen
dalam sub-unit serta antar sub-unit dalam unit bisnis. Informasi SAM yang terintegrasi akan
bermanfaat bagi manager ketika dihadapkan aktivitas pembuatan keputusan yang berdampak
bagi sub-unit lainnya.
5. Critical Theorising in Management Accounting Research (David J. Cooper and Trevor
Hopper)
Teorisasi kritis di MA (Akuntansi Manajemen) yang sepertinya familiar adalah
perjuangan yang sedang berlangsung pada pengawasan saat menghadapi resistensi. Apakah


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


9
itu teknik 'lama' dari MA seperti standar penetapan biaya, atau perhitungan laba atas investasi,
atau perkembangan 'modern' di strategic management accounting (SMA) atau new public
management (NPM), perhitungan tersebut mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan di tangan
beberapa orang dan menimbulkan biaya pada orang lain. Meskipun retorika untuk
pemberdayaan dan perampingan organisasi, sebagian besar inovasi MA berusaha untuk
meningkatkan nilai pemegang saham. Riset MA yang paling memperkuat ini, berebut untuk
mengenali teknik untuk melakukan hal tersebut dan berarti memperbaiki halangan. Namun
politik yang ideal tentang masyarakat demokratis yang memiliki akses ke pelayanan publik
hanyalah fantasi yang jauh bagi banyak warga. MA dapat berkontribusi untuk efisiensi, yang
dapat dikagumi, tetapi penelitian akuntansi yang terpenting harus dengan gigih mengidentifikasi
bagaimana perhitungan kerja dan apa efeknya, tidak sedikit pada pemerataan dan keadilan
sosial.
Kontribusi lain dari teorisasi kritis adalah pengakuan bahwa untuk memahami MA kita
harus sering melihat lebih jauh batas-batas hukum organisasi. Komponen penting dari konteks
yang lebih luas memungkinkan perubahan tetapi dari pemerintah, asosiasi profesi dan
pergeseran ideologis dalam masyarakat yang menderita, jika berubah, pengaruh pada MA
evolusinya dan penggunaannya. Dengan demikian, teorisasi kritis mengidentifikasi sifat
konstitutif MA, yaitu bagaimana sistem dan praktik diproduksi dan mereproduksi identitas
tertentu dan praktik dalam individu, organisasi dan masyarakat. Kepercayaan efisiensi, keadaan
normal dan akuntabilitas merupakan produk perhitungan akuntansi dan ide-ide yang
menemukan resonansi pada saat-saat historis tertentu.
Salah satu cara penting teorisasi kritis ini ditujukan untuk orang asing luar negeri dan
telah melalui studi lapangan dan eksplorasi keanekaragaman organisasi dan variasi. Proses
buruh, teori kritis dan pasca-struktural varian telah menemukan bahwa ini sangat kuat untuk
mengungkapkan efek rinci dan kemungkinan MA, dan memiliki faktor-faktor yang diidentifikasi
seperti jenis kelamin, ras, ruang dan waktu, konstruksi sistem sosial dalam jaringan kekuasaan
dan globalisasi, yang belum dihadiri untuk penelitian yang lebih konvensional. Telah ditekankan
bahwa teorisasi kritis memiliki komitmen untuk perbaikan manusia dan emansipasi.
Jika dilihat dari perkembangan metodologi di bidang ilmu pengetahuan (dan akuntansi),
menunjukkan telah terjadi adanya pergeseran dramatik dan revolusioner. Cooper and Hooper
(1990) dalam Irianto (2004:14) mengatakan: in accounting, research based on the alternative
paradigm emerged at the end of 1970s and 1980s. Ini menyiratkan bahwa sejarah penelitian di
bidang akuntansi telah bergeser, metodologi ilmu pengetahuan akuntansi yang dulu
mengandalkan hanya satu paradigma tidak lagi dapat diandalkan untuk sanggup menjawab


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


10
semua pertanyaan penelitian. Tidak ada lagi metodologi tunggal yang mampu menjawab
realitas sosial dan seluruh kerisauan para peneliti. Sakralisasi dan kejumudan (meminjam istilah
Triyuwono) terhadap sebuah metodologi telah lewat masanya (the old-fashion). Kritisisme
sebagai paradigma, makna-makna subjektif adalah relevan dan penting, namun hubungan-
hubungan objektif juga tidak bisa ditolak. Perhatian utama dari paradigma ini adalah
membuka mitos dan ilusi, mengekspos struktur yang nyata, dan mempresentasikan realitas
sebagaimana adanya ( as it is ) (Sarantakos, 1993: 35).
Ontologis, teori kritis melihat obyek melekat pada subjeknya dan karenanya harus
dipandang secara kritis. Epistemologis, karena ia mengakui hubungan antara subjek dan
objek yang tidak dapat dipisahkan, maka pemisahan antar keduanya merupakan hal
yang dibuat-buat. Untuk mengatasi masalah ini, metodologis, teori kritis mengajukan
metode dialog dan kumunikasi transformasi guna menemukan kebenaran
intersubjektivitas yang hakiki serta bertumpu dengan mengkritisi ideologi dan penguakan
motif. Penilaian silang secara kontinu dan pengamatan data secara intensif menjadi
cirinya. Hal-hal vang terkait dengan angka-angka kuantitatif tidak dapat dipisahkan
dengan pemikiran, perasaan, dan persepsi orang yang menganalisis. Maka, aksiologis,
ilmu bukan sesuatu yang netral. Artinya, mustahil ilmu bebas nilai. Bagi teori kritis, ilmu
memang diciptakan untuk memihak keadaan, kelompok, atau individu tertentu, sesuai
yang disukai penggagasnya. Artinya, yang dikejar adalah ilmu yang ideografik
(Vardiansyah, 2005: 63).
6. Agency Theory and Management Accounting (Richard A. Lambert)
Perbedaan yang paling penting adalah bahwa akuntansi manajemen tidak diregulasi.
Orang mungkin berpikir bahwa ini akan mengakibatkan perusahaan-perusahaan yang jauh
lebih kreatif dalam pengukuran dan penilaian kegiatan mereka secara internal daripada secara
eksternal; namun tidak yakin bukti yang ada mendukung ini. Selain itu, dalam perusahaan
terdapat kemungkinan kurangnya keprihatinan bahwa informasi yang diberikan akan bocor ke ''
subunit pesaing'', sehingga pengungkapan biaya kepemilikan lebih kecil. Sementara level yang
lebih detail terkompilasi dan disebarluaskan tentu saja jauh lebih tinggi di dalam perusahaan
daripada pihak luar, adalah kompleksitas dan kecanggihan yang lebih tinggi?
Sebagai contoh, GAAP sarat dengan kebijakan akuntansi yang konservatif. Mengapa
tidak konservatisme ini dibatalkan untuk keperluan internal? Apakah ini hanya karena biaya
kompilasi data? Atau karena pertimbangan lembaga? Artinya, adalah konservatisme sebagai
sarana melawan optimisme manajer atau insentif untuk over-laporan? Apakah ini hanya cara


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


11
terhadap bias laporan dan ukuran kinerjayang menurun untuk mengimbangi bias yang semakin
meningkat yang sudah diberikan oleh manajer? Jika itu hanyalah sebuah teknik ''pembias,
mengapa kita tidak bisa berbuat dengan kontrak kompensasi itu sendiri (misalnya, intersep,
kemiringan, atau target tingkat kinerja) sebaliknya mengurangi ukuran kinerja itu sendiri? Suatu
pandangan alternatif adalah bahwa konservatisme adalah suatu bentuk mempercepat
pengakuan terhadap kegiatan ekonomi tertentu ke dalam angka laba.
Hubungan keagenan merupakan hubungan antara pihak yang memberikan amanah
(principal) dengan pihak yang dipercaya (agent). Dalam kegiatannya, agen melaksanakan
aktivitasnya atas nama dan untuk kemaslahatan prinsipal atau untuk meningkatkan
kemakmuran prinsipal (Pratt dan Zachhauser, 1985). Dalam hal ini agen memperoleh
kewenangan dari prinsipal untuk mengelola sumber daya organisasi hanya untuk tujuan
meningkatkan kekayaan (improving the wealth) prinsipal. Namun seringkali terjadi, manajemen
mempunyai interest untuk meningkatkan kemanfaatan pribadinya. Dalam teori keagenan hal ini
dikenal sebagai conflict of interest yang mendorong konflik keagenan (agency cost). Konflik
kepentingan dalam organisasi dipicu oleh manajemen yang terlalu mementingkan
kemaslahatan pribadinya dengan menggunakan sumber daya perusahaan untuk keperluan
pribadinya (Lambert, 2001). Hal ini ditunjang dengan adanya information asimetri antara
principal dengan agent.
Dalam information asymmetry theory dijelaskan bahwa manajemen sangat rasional,
sehingga dia akan melaksanakan tugasnya dalam rangka mendapatkan insentif. Dengan
demikian, informasi yang disajikan manajemen adalah informasi yang menjadi dasar bagi
peningkatan insentif manajemen. Teori ini menjelaskan bahwa kelanggengan suatu organisasi
banyak dipengaruhi oleh kemampuannya untuk menyediakan informasi yang terbuka, seimbang
dan merata bagi semua pihak yang berkepentingan (stakeholders). Dengan penguasaan
informasi yang seimbang, pihak-pihak yang terkait dalam suatu transaksi/kontrak dapat
mengambil judgement yang wajar. Sementara itu, yang banyak terjadi adalah adanya
kesenjangan informasi diantara pihak-pihak yang terkait, terutama antara manajemen yang
mempunyai akses langsung pada subyek yang diinformasikan dengan konstituen yang berada
diluar lingkaran manajemen. Kesenjangan informasi ini mendorong timbulnya adverse selection
problem dan moral hazard problem (Khan, 1999).
Terdapat dua sisi negatif dari gejala asymmetrical information (Scott, 2003). Pertama,
pihak yang memiliki superioritas dalam menguasai informasi akan mudah bertindak untuk hal-
hal yang menguntungkan dirinya, dengan kerugian dipihak lain. Konsekuensi ini dikenal sebagai
moral hazzard problem. Kedua, pihak lain yang inferior dan tidak mampu mengenal apa yang


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


12
sebetulnya terjadi akan cenderung apatis, dan cenderung tidak percaya pada apa yang
diinformasikan kepadanya. Akibatnya, ia sendiri tidak yakin akan pilihan-pilihannya, akibat ini
dikenal sebagai adverse selection problem.
7. Historical Theorizing in Management Accounting Research (Joan Luft)
Sejarah akuntansi manajemen telah mengalami perubahan besar dalam setengah abad
terakhir, yang membawa lainnya ke dalam arus utama wacana sejarah. Dalam sejarah
pertengahan abad kedua puluh akuntansi manajemen (mis, Garner, 1954, dan Solomons,
1952), memfokuskan pada akuntansi yang nyaris terisolasi. Solomons (1952:. P 18)
menunjukkan bahwa munculnya akuntansi manajemen 'memiliki banyak yang harus dilakukan
bersama '' meningkatnya skala dan kompleksitas usaha, tetapi justru apa yang harus dilakukan
bersama faktor-faktor ini masih tidak jelas. Penjelasan efisiensi disintesis oleh Chandler (1962,
1977, 1990) memberikan versi yang jauh lebih baik ditentukan dari argumen ini, menarik
perhatian pada pentingnya teknologi perubahan, ukuran pasar, dan koordinasi tertentu yang
membawa permasalahan pada organisasi yang besar.
Penjelasan efisiensi yang bisa dibilang lengkap di bawah penekanan terhadap konflik
atas distribusi surplus ekonomi, munculnya mentalitas kalkulatif, dan isu-isu ekonomi ''suplai
side''. Dalam penjelasan efisiensi, pemilik, pengelola, dan konsultan muncul untuk
mengidentifikasi dan memecahkan masalah manajemen yang hampir seluruhnya dalam
konteks perusahaan mereka sendiri. Pemerintah, pers, dan gerakan yang lebih luas dari ide
pada saat itu memainkan peran kecil. Penjelasan nonefficiency, secara berbeda (misalnya,
Bhimani, 1993; Hoskin & Macve, 1988; Loft, 1986; dan Miller, 1991) menekankan bahwa
akuntan dan manajer lain tidak menciptakan pengukuran kinerja yang baru dalam kekosongan
intelektual. Pengendalian melalui pengukuran kinerja individu dan analisis yang dibandingkan
dengan norma-norma atau standar yang dikembangkan di lembaga-lembaga pemerintah
seperti negara bagian monopoli dan pihak militer (Carmona, Ezzamel dan Gutierrez, 1997;
Hoskin & Macve, 1988) dan perkantoran yang mengumpulkan statistik kesehatan nasional
(Hacking,1990) sebelum hal itu biasa dalam perusahaan; dan kadang-kadang mungkin untuk
melacak teknik transmisi tersebut dari pemerintah untuk industri swasta (Hoskin & Macve,
1988). Pengembangan pengukuran kinerja yang baru di sektor publik dan swasta yang terkait
dengan munculnya ilmu sosial modern pada abad kesembilan belas, dengan ide-ide norma
kinerja manusia, pencatatan pada individu, dan pengendalian melalui observasi dan analisis
(Miller & O'Leary, 1987). Tanpa ini pergerakan yang lebih luas pada arus intelektual saat itu,


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


13
patut dipertanyakan apakah pemilik dan manajer dari perusahaan akan mengadopsi praktik
organisasi baru yang mereka lakukan.
Pertanyaan apapun yang akuntansi manajemen masa depan para sejarawan tanyakan,
dan pendekatan apapun yang mereka ambil untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini,
penelitian mereka bisa mendapatkan keuntungan dari perhatian eksplisit pada sifat dan
keterbatasan dari sumber bahan yang digunakan, berikut model sejarah utama (misalnya,
Bloch, 1953; Cipolla, 1991; Elton, 1983; dan Gutman, 1975). Penelitian sejarah berkualitas
tinggi menghindari bacaan ketinggalan zaman dan memberikan bobot penuh untuk
ketidakhadiran dan ketidakjelasan dalam informasi yang diberikan. Sebuah pendalaman
pengetahuan tentang konteks sosial sumber dokumen dan konvensi kontemporer tentang
bahasa dan genre yang dibutuhkan untuk membuat perkiraan yang wajar dari apa yang
dokumen sejarah sampaikan.
Sejarah menunjukkan bahwa praktek akuntansi manajemen tersapu oleh gelombang
antusiasme secara berkala untuk topik tertentu dan teknik-untuk standar biaya dan manajemen
ilmiah, untuk partisipatif penganggaran, kompensasi berbasis akuntansi-kinerja, atau perbaikan
alokasi biaya overhead (Lihat, misalnya Blinder, 1990, dalam sejarah pasang surut sistem
kompensasi berbasis kinerja), perspektif jangka panjang yang ditawarkan dengan baik
dilakukan riset sejarah yang dapat membantu kita untuk memahami bagaimana gelombang ini
berubah muka (dan surut) melalui ekonomi dan dengan demikian bagaimana praktik
manajemen akuntansi berbentuk dapat kita amati pada suatu waktu di titik tertentu, termasuk
saat ini.
8. Management Accounting and Sociology (Peter Miller)
Tulisan ini telah menelaah penemuan kembali baru-baru ini tentang perekonomian dan
perhitungan ekonomi berdasarkan para sosiolog. Ini telah diuraikan secara singkat sejarahnya,
anehnya diselingi dari kepedulian sosiologis bersama akuntansi manajemen di abad ke-20.
Awalnya pusat sosiologi pada awal abad kedua puluh, akuntansi menghilang dari publik selama
kurang lebih setengah abad. Ketika akuntansi 'ditemukan kembali' oleh para ilmuwan sosial
pada 1950-an dan 1960-an, perhatian telah bergeser dari keprihatinan tingkat makro bersama
proses rasionalisasi untuk kepedulian tingkat-mikro bersama kelompok dan proses kelompok.
Dari tahun 1980 dan seterusnya, dan dalam literatur akuntansi, pergeseran lebih lanjut terjadi.
Peneliti akuntansi berusaha untuk memahami dan menganalisis hubungan antara
praktek akuntansi dalam organisasi dan kelembagaan yang lebih luas serta tekanan sosial.
Baru-baru ini, muncul kepedulian dengan cara di mana proses ekonomi dibentuk oleh agen di


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


14
jaringan sosial. Tapi keutamaan yang dikaitkan dengan konsep jaringan, gagasan bahwa
jaringan adalah jaring agen saling berhubungan dan penekanan pada peran ekonomi dalam
membentuk perekonomian memunculkan sejumlah masalah lebih lanjut bagi para peneliti
akuntansi yang perlu diperhatikan.
Pertama, jika sejarah pembangunan pasar dan organisasi pasar belum ditemukan, ini
harus dimulai dengan analisis konsep dan praktek di mana domain seperti itu terbentuk.
Daripada menduga maka mulailah dengan peran jaringan dalam menghubungkan agen, kita
harus fokus pada sejarahnya dan yang secara geografis variabel praktik yang membuatnya
menjadi perhitungan yang mungkin. Untuk itu praktek-praktek yang memungkinkan untuk
diintervensi, untuk bertindak atas dan mengubah kapasitas individu, entitas dan proses, untuk
mengubah mereka dan mencapai tujuan tertentu. Hal ini melalui praktek-praktek kalkulatif yang
bisa berpengaruh pada jenis dunia tempat kita hidup, cara dimana kita memahami pilihan
terbuka bagi organisasi dan individu, cara di mana kita mengelola dan mengatur kegiatan orang
lain dan diri kita sendiri. Peneliti akuntansi harus ikut kepada kompleksitas interaksi antara cara
memperhitungkan dan cara mengelola kehidupan sosial dan organisasi. Sejarah pembentukan
pasar dan ekonomi harus dimulai dengan praktik yang heterogen dan ide-ide yang telah
membuat kehidupan organisasi dapat dihitung.
Kedua, daripada berasumsi bahwa disiplin ekonomi membentuk ekonomi aktual, yang
harus diperiksa secara empiris kompleks pengetahuan dan praktik yang tercermin dan
bercampur dalam kehidupan ekonomi. Untuk mempelajari ekonomi 'seperti sesuatu', kita tidak
boleh selalu mengambil ekonomi sebagai titik awal. Kita harus mempertimbangkan sebaliknya,
hubungan antara disiplin yang berbeda dan praktek yang telah membantu membentuk ekonomi
dalam bentuknya yang modern. Akuntansi, ilmu aktuaria, psikologi terapan, teknik, keuangan
dan operasional riset hanyalah beberapa disiplin ilmu yang kita harus pertimbangkan. Jelas,
sejumlah disiplin ilmu memiliki keterkaitan yang penting dengan ekonomi, dan dalam beberapa
kasus telah meminjam secara luas dari ekonomi (Miller, 1998). Ini adalah kumpulan yang
terbentuk antara berbagai konsep dan praktek, pada batas variabel di antara mereka dan
kemungkinan intervensi yang mereka buat yang harus diperhatikan.
Ketiga, kita harus memperhatikan hubungan antara praktik kalkulatif dan program yang
berupaya untuk dioperasionalkan. Kita harus mempertimbangkan cara-cara di mana
perhitungan mengandung signifikansi yang melebihi tugas-tugas yang mendesak untuk
dimasukkan. Dalam tiap organisasi, perhitungan biaya dapat dikaitkan dengan kekhawatiran
yang lebih luas, seperti daya saing nasional dan dirasakan perlu sebagai tolok ukur. Alasan-
alasan seperti pengambilan keputusan, tanggung jawab dan efisiensi dapat memberikan makna


Rahmi Hijriati Ashri / P3400213344


15
kepada tugas-tugas yang tampaknya biasa seperti penganggaran dan analisis varians. Dan,
pada skala yang lebih luas, bahasa pasar dapat membantu mengubah batas antara swasta dan
sektor publik, dan menyebutnya sebagainya longsoran nomor yang dihasilkan oleh berbagai
mesin hitung. Liberalisme dan neo-liberalisme tidak hanya model bagi pelaksanaan kegiatan
ekonomi, tetapi untuk seluruh kehidupan sosial. Konsep pasar memberikan alasan yang tidak
hanya untuk pertukaran barang dan jasa, tetapi ide dan tujuan untuk mengubah citisens dan
lembaga yang sebelumnya telah beroperasi sesuai dengan logika yang sangat berbeda. Baik
itu bermasalah pada pengiriman kesehatan dan kepedulian sosial, dan batas-batas di antara
mereka, atau pemantauan dan evaluasi polisi dan masa percobaan, cara perhitungan secara
intrinsik terkait dengan masalah politik yang lebih luas. Pemahaman kita tentang proses-proses
dan interaksi masih sangat terbatas, baik secara empiris dan teoritis. Namun, ada peningkatan
penerimaan atas kontribusi yang dapat dibuat oleh para peneliti yang bekerja di antarmuka
penelitian akuntansi manajemen dan sosiologi. Dengan mengembangkan hubungan yang
sudah ada ini, kita bisa memperkaya penelitian akuntansi manajemen dan disiplin sosiologi.

TUGAS PENGGANTI FINAL AKMEN DR. HAMID HABBE
Membuat mini riset di lingkungan akmen, data dari instansi masing2, boleh data
primer/sekunder/hasil survei/wawancara/statisticsl inferensial/statistik deskriptif, topik terserah.
Riset kuantitatif. Data real.