Anda di halaman 1dari 92

Pemanfaatan Tanaman Obat di Sekitar

Kita
Oleh : N. Danny Sridana
Sejak dahulu orang sudah mengenal tanaman obat-obatan tradisional. Tanaman
tersebut dapat tumbuh subur dengan beragam jenis. Pengetahuan ini diperoleh berdasarkan
pengalaman, didapatkan secara lisan dan turun-temurun oleh nenek moyang kita. Dengan
dikenalnya pengobatan modern yang menggunakan obat kimia sintetis ini dan semakin
meningkatnya harga obat-obatan tersebut, maka dalam belakangan ini orang kembali beralih
ke pengobatan tradisional.
Hal ini telah diadakan penelitian yang komprehensif dan pengujian terhadap
pengobatan-pengobatan tradisional tersebut. Obat-obatan herbal tradisional telah
berkembang menjadi salah satu dari sistem medis yang berhasil di dunia. Oleh karena itu,
apa pun yang membawa kita ke arah yang lebih alamiah mari kita sambut dengan baik.
Masyarakat kita sudah sejak lama mengenal tanaman obat. Tanaman obat adalah
tumbuhan yang berkhasiat obat yaitu menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan
tubuh, membunuh bibit penyakit dan memperbaiki organ yang rusak serta menghambat
pertumbuhan tidak normal seperti tumor dan kanker. Tanaman obat dapat berupa
tanaman pangan, tanaman liar, tanaman perkebunan dan tanaman hortikultura maupun
tumbuh-tumbuhan liar seperti semak belukar dan tumbuhan hutan. Penggunaan tanaman
obat ini sudah dilakukan dari generasi ke generasi selama ribuan tahun sehingga tanaman
obat dikenal sebagai tanaman obat nenek moyang. Berdasarkan kenyataan ini, maka
penggunaan tanaman obat sudah merupakan bagian dari tradisi masyarakat tradisional
kita.
Artikel tentang pemanfaatan tanaman obat di sekitar kita, akan diuraikan secara
bersambung pada edisi Majalah Craddha guna memperluas pengetahuan kita tentang
tanaman di sekitar kita bersama saya, N. Danny Sridana. Sekedar info, saya sendiri adalah
praktisi herbalis yang menekuni pengobatan akupunktur, Homeopathi (pemilik usaha
VisionBali Herbal Indonesia), mahasiswa di Fakultas Kesehatan Ayurveda UNHI
Denpasar, Peramu Herbal dan juga pengusaha export-import, perkebunan serta usaha yang
bergerak dibidang pariwisata. Berkesempatan untuk ikut melanjutkan mengisi halaman
Majalah Craddha atau sharedi dunia pendidikan dalam pemanfaatan tanaman yang
berkasiat obat di sekitar kita. Kita sebagai masyarakat Timur sudah terbiasa menggunakan
ramuan herbal berupa Jamu (Bahasa Bali : Loloh) untuk menjaga agar tubuh kita sehat,
bugar dan panjang umur. Ini merupakan warisan dari leluhur yang agung yang perlu kita
dalami dan memanfaatkan tanaman di sekitar kita. Dengan mengemas berupa ramuan.
Ramuan adalah seseorang yang melakukan pengobatan dan atau perawatan tradisional
dengan menggunakan obat / ramuan tradisional yang berasal dari tanaman (flora), fauna,
bahan mineral, air, dan bahan alam lain. Ada juga yang menerapkan berupa pengobatan
kombinasi berupa Homeopathi. Homeopathi adalah suatu teknik pengobatan dengan
menggunakan obat/ramuan dengan dosis rendah (kecil) tetapi mempunyai potensi
penyembuhan tinggi, dengan menggunakan pendekatan holistik berdasarkan keseimbangan
antara fisik, mental, jiwa dan emosi penderita.
Sangat jelas, bahwa penggunaan tumbuhan obat tidak sesederhana seperti yang dipikirkan
orang selama ini. Semua harus dipelajari dan memerlukan pengalaman tersendiri. Salah
mengenali tumbuhan obat, maka tidak bisa menyembuhkan penyakit. Apalagi salah dalam
menggabungkan beberapa tumbuhan obat yang khasiatnya berlawanan. Untuk itu dalam
penggunaan tumbuhan obat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga diperoleh
hasil pengobatan yang maksimal. Untuk mendapatkan obat yang terbaik dari tumbuhan
obat, perlu diperhatikan saat pengumpulan atau pemetikan bahan berkhasiat. Ada pun
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan obat berkhasiat baik atau kurang
baik diantaranya:
1. Waktu pengumpulan
2. Pencucian dan pengeringan
3. Sifat tanaman tersebut serta cita rasa
4. Cara mengolah atau merebus tanaman tersebut.
5. Waktu mengkonsumsi atau minum ramuan tersebut.
6. Cara mengkonsumsi atau minum
7. Lamanya pengobatan.
Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) mengelompokkan Obat Bahan
Alam dalam 3 (tiga) kelompok.
1. Kelompok terendah adalah JAMU. JAMU adalah ramuan yang dibuat dari bahan-
bahan alam, digunakan secara turun-temurun, dipercaya berkhasiat berdasarkan
pengalaman, dan belum ada penelitian ilmiah untuk mendapatkan bukti klinik
mengenai khasiat tersebut. Bahan-bahan jamu umumnya berasal dari semua bagian,
bukan hasil ekstraksi/isolasi mengenai bahan aktifnya saja, bahkan kemungkinan
bahan aktif belum diketahui secara pasti karena belum ada penelitian.
2. Setingkat di atas jamu adalah HERBAL TERSTANDAR, yaitu bahan-bahan jamu
yang telah diuji secara ilmiah (penelitian pra klinik dengan hewan uji) mengenai
efek dan manfaat, memenuhi kriteria aman, klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah,
telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi,
memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.
3. Kategori tertinggi adalah FITOFARMAKA dengan persyaratan aman, klaim khasiat
berdasarkan uji klinik (diterapkan pada manusia, pembuktian pada tingkat medium
dan tinggi) telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan, dan
memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.
Waktu pengumpulan
Untuk mendapatkan bahan yang terbaik dari tumbuhan obat, perlu diperhatikan saat-
saat pengumpulan atau pemetikan bahan berkhasiat, dengan beberapa pedoman menurut
buku panduan dari Pusat Pengembangan, Pengkajian & Pelatihan Tanaman Obat 2012.
(Bersambung ke edisi berikutnya).
Salam sehat dari VisionBali Herbal Indonesia, Jl. Tukad badung XXIII/27 Renon Selatan,
Denpasar.
Waktu pengumpulan
A. Waktu Pengumpulan
Untuk mendapatkan bahan yang terbaik dari tumbuhan obat, perlu diperhatikan saat-
saat pengumpulan atau pemetikan bahan berkhasiat. Berikut ini pedoman waktu
pengumpulan bahan obat secara umum:
1. Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak.
2. Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar.
3. Buah dipetik dalam keadaan masak.
4. Biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna.
5. Akar, rimpang (rhizoma), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus) dikumpulkan
sewaktu proses pertumbuhan terhenti
B. Pencucian dan Pengeringan
Bahan obat yang sudah dikumpulkan segera dicuci bersih, sebaiknya dengan air
yang mengalir. Setelah bersih, dapat segera dimanfaatkan bila diperlukan pemakaian bahan
segar. Namun, bias pula dikeringkan untuk disimpan dan digunakan bila sewaktu-waktu
dibutuhkan.
Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dan mencegah pembusukan oleh
cendawan atau bakteri. Dengan demikian bahan dapat disimpan lebih lama dalam stoples
atau wadah yang tertutup rapat. Bahkan kering juga mudah dihaluskan bila ingin dibuat
serbuk. Berikut ini cara mengeringkan bahan obat:
1. Bahan berukuran besar atau banyak mengandung air dapat dipotong-potong
seperlunya terlebih dahulu.
2. Pengeringan bisa langsung dibawah sinar matahari, atau memakai pelindungseperti
kawat halus jika menghendaki pengeringan yang tidak terlalu cepat.
3. Pengeringan bisa juga dilakukan dengan mengangin-anginkan bahan di tempat yang
teduh atau didalam ruang pengering.

C. Sifat dan Cita Rasa
Didalam Tradisional Chinese Pharmacology dikenal 4 macam sifat dan 5 macam
cita rasa tumbuhan obat, yang merupakan bagian dari cara pengobatan timur. Adapun
keempat macam sifat tumbuhan obat itu ialah dingin, panas, hangat, dan sejuk. Tumbuhan
obat yang sifatnya panas dan hangat dipakai untuk pengobatan sindroma dingin, seperti
pasien yang takut dingin, tangan dan kaki dingin, lidah pucat atau nadi lambat. Tumbuhan
obat yang sifat dingin dan sejuk digunakan untuk pengobatan sindroma panas, seperti
demam, rasa haus, warna kencing kuning tua, lidah merah, atau denyut nadi cepat.
Lima macam cita rasa dari tumbuhan obat ialah pedas, manis, asam, pahit, dan asin. Cita
rasa ini digunakan untuk tujuan tertentu karena selain berhubungan dengan organ tubuh,
juga memiliki kegunaan tersendiri. Misalnya rasa pedas mempunyai sifat menyebar dan
merangsang. Rasa manis berkhasiat tonik dan menyejukkan. Rasa asam berkhasiat
mengawetkan. Rasa pahit dapat menghilangkan panas dan lembap. Sementara rasa asin
melunakkan dan sebagai pencahar. Kadang-kadang ada juga penulis yang menambah cita
rasa yang keenam yaitu netral atau tawar yang berkhasiat sebagai peluruh kencing.
D. Cara Merebus Ramuan Obat
Perebusan umumnya dilakukan dalam pot tanah, pot keramik, atau panci email.
Panci dari bahan besi, aluminium, atau kuningan sebaiknya tidak digunakan untuk merebus.
Hal ini perlu diingat karena bahan tersebut dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan
obat yang rendah, terbentuknya racun, atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya
reaksi kimia dengan bahan obat.
Gunakan air yang bersih untuk merebus. Sebaiknya digunakan air tawar, kecuali ditentukan
lain. Cara merebus bahan sebagai berikut: bahan obat dimasukkan ke dalam pot tanah,
masukkan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaan air berada sekitar 30 mm
diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap ke dalam bahan ramuan obat.
Apabila nyala api tidak ditentukan, biasanya perebusan dilakukan dengan api besar sampai
airnya mendidih. Selanjutnya api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau
terlalu cepat kering. Meski demikian, adakalanya api besar dan api kecil digunakan sendiri-
sendiri sewaktu erebus bahan obat. Sebagai contoh, obat yang berkhasiat tonik umumnya
direbus dengan api kecil, sehingga zat berkhasiatnya dapat secara lengkap dikeluarkan
dalam air rebusan. Demikian pula tumbuhan obat yang mengandung racun perlu direbus
dengan api kecil dalam waktu yang agak lama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar
racunnya. Nyala api yang besar digunakan untuk ramuan obat yang berkhasiat
mengeluarkan keringat, seperti ramuan obat untuk influenza dan demam. Hal ini
dimaksudkan agar pendidihan menjadi cepat dan penguapan berlebihan dari zat yang
merupakan komponen aktif tumbuhan dapat dicegah.
Apabila tidak ditentukan khusus, perebusan dianggap selesai ketika air rebusan tersisa
setengah dari jumlah air semula. Namun jika bahan obat yang direbus banyak yang keras
seperti biji, batang, dan kulit kayu maka perebusan selesai setelah air tersisa sepertiganya.
Berikut ini cara perebusan yang sedikit berbeda dari cara konvensional yang telah diuraikan
diatas, karena adanya bahan-bahan yang memerlukan perlakuan khusus.
1. Direbus terlebih dahulu. Dilakukan bila ada bahan obat yang bear atau keras dan
sukar diekstrak seperti kulit kerang atau bahan mineral. Bahan tersebut perlu
dihancurkan dan direbus lebih dahulu 10 menit sebelum bahan lain dimasukkan.
2. Direbus paling akhir bila ada bahan obat yang mudah menguap atau bahan aktifnya
mudah terurai. Contoh: papermint, atau bahan pewangi. Bahan tersebut biasa
dimasukkan paling akhir, kira-kira 4-5 menit menjelang rebusan obat ditingkat.
3. Direbus dalam bungkusan. Beberapa bahan obat harus dibungkus terlebih dahulu
dengan kain sebelum direbus untuk mencegah timbulnya kekeruhan, lengket, dan
terbentuknya bahan yang dapat menimbulkan iritasi pada tenggorokan.
4. Didihkan perlahan-lahan atau direbus terpisah. Maksudnya untuk menghindari
rusaknya zat berkhasiat atau terserapnya zat tersebut bila direbus dengan bahan lain.
Contohnya ginseng, bahan ini perlu diiris tipis-tipis kemudian direbus terpisah
dalam pot tertutup dengan api kecil selama 2-3 jam.
5. Dilarutkan dengan penyeduhan. Dilakukan bila ada obat yang lengket, kental, atau
mudah terurai bila direbus terlalu lama dengan bahan obat lainnya, atau mudah
melekat di dinding pot maupun dibahan obat lain sehingga menghambat keluarnya
zat aktif obat lain. Contoh gelatin kulit kedelai, dimasukkan dalam cangkir terpisah
lalu diseduh dengan air rebusan obat.
E. Waktu Minum Obat
Obat biasanya diminum sebelum makan kecuali obat tersebut merangsang lambung
maka diminum setelah makan. Obat berkhasiat tonik diminum sewaktu perut kosong, dan
obat berkhasiat sedative diminum sewaktu ingin tidur. Pada penyakit akut obat diminum
setiap saat, pada penyakit kronis diminum sesuai jadwal secara teratur.
F. Cara Minum Obat
Obat umumnya diminum satu dosis sehari yang dibagi 2-3 kali minum. Umumnya
obat diminum selagi hangat, terutama untuk pengobatan sindroma luar. Setelah minum obat
pakailah baju tebal atau tidur berselimut supaya tubuh tetap hangat dan mudah
mengeluarkan keringat.
Untuk pengobatan sindroma panas, obat diminum dalam keadaan hangat. Obat yang sedikit
toksik, diminum sedikit demi sedikit tetapi sering. Tambahkan dosisnya bertahap sehingga
efek pengobatan tercapai.
G. Lama Pengobatan
Tumbuhan obat yang masih berupa simplisia, hasil pengobatannya tampak lambat,
namun sifatnya konstruktif atau membangun. Hal ini berbeda dengan obat kimiawi yang
hasil pengobatannyaterlihat cepat namun destruktif. Oleh karenaitu, obat yang berasal dari
tumbuhan tidak dianjurkan penggunaannya untuk penyakit-penyakit infeksi akut.
Tumbuhan obat lebih diutamakan untuk memelihara kesehatan dan pengobatan penyakit
kronis yang tidak mampu disembuhkan dengan obat kimiawi, dan ingin menghindari efek
sampingnya, atau memerlukan kombinasi pengobatan antara obat kimiawi dengan obat dari
tumbuhan berkhasiat.


Tanaman Obat untuk Sekitar Rumah
Tanaman obat sebenarnya bisa dimiliki oleh setiap orang. Pasalnya, beberapa tanaman
tidak perlu membutuhkan perawatan khusus sehingga orang yang awam terhadap
tanaman obat (atau sering disebut tanaman herbal) tidak memerlukan keahlian atau
pengetahuan khusus. Bahkan, beberapa jenis tanaman obat tidak hanya berguna untuk
kesehatan, tapi juga untuk lingkungan.
Salah satu tanaman obat yang sangat direkomendasikan untuk ditanam di sekitar rumah
adalah pohon kelapa. Selain menyegarkan, air kelapa juga ternyata sangat berguna bagi
ibu hamil. Kandung elektrolit yang tinggi serta kalsium dan juga kalium membuat ibu
hamil akan lebih nyaman menghadapi morning sickness. Bahkan, para ahli kesehatan
menyarankan agar ibu hamil lebih sering meminum air kelapa karena air tersebut
mengandung anti-bakteri dan juga anti-mikroba sehingga resiko infeksi bisa diminilisir.
Yang terpenting lagi, jika ada pohon kelapa di halaman, rumah akan rindang dan
sehingga udara lebih segar.
Jika tidak menghendaki tanaman obat yang terlalu tinggi, temu lawak bisa menjadi
pilihan lain. Temu lawak merupakan salah satu tanaman obat keluarga kunyit yang bisa
tumbuh di area tanah yang sempit sekalipun. Selain tidak memakan banyak tempat, temu
lawak tumbuh pendek. Sejak dahulu kala, temu lawak digukanan sebagai ramuan herbal
untuk meredakan diare, perut kembung, serta maag. Selain itu, temu lawak juga
dipercaya sebagai tanaman yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.
Sambiloto bisa membuat pandangan mata lebih segar tanaman obat yang satu ini sangat
berkhasiat. Pasalnya, daun sambiloto ini berwarna sangat hijau sehingga cocok sekali
ditanam di depan, di samping, atau di belakang rumah. Sambiloto ini terkenal sebagai
tanaman obat dari India. Akan tetapi, tanah Indonesia juga cocok di mana sambiloto ini
bisa ditanam. Senyawa kimia yang terkandung pada sambiloto ini memproduksi rasa
pahit saat diramu menjadi obat. Akan tetapi, secara medis, sambiloto ini sangat
berkhasiat untuk melindungi hati. Selain itu, banyak yang tidak tahu bahwa sambiloto ini
bisa menekan pertumbuhan sel kanker juga. Andrographolide yang merupakan senyawa
aktif bisa menurunkan terjadinya pertumbuhan sel kanker pada tubuh.
Tanaman Obat untuk Sekitar Rumah
Tanaman obat sebenarnya bisa dimiliki oleh setiap orang. Pasalnya, beberapa tanaman tidak
perlu membutuhkan perawatan khusus sehingga orang yang awam terhadap tanaman obat (atau
sering disebut tanaman herbal) tidak memerlukan keahlian atau pengetahuan khusus. Bahkan,
beberapa jenis tanaman obat tidak hanya berguna untuk kesehatan, tapi juga untuk lingkungan.
Salah satu tanaman obat yang sangat direkomendasikan untuk ditanam di sekitar rumah adalah
pohon kelapa. Selain menyegarkan, air kelapa juga ternyata sangat berguna bagi ibu hamil.
Kandung elektrolit yang tinggi serta kalsium dan juga kalium membuat ibu hamil akan lebih
nyaman menghadapi morning sickness. Bahkan, para ahli kesehatan menyarankan agar ibu hamil
lebih sering meminum air kelapa karena air tersebut mengandung anti-bakteri dan juga anti-
mikroba sehingga resiko infeksi bisa diminilisir. Yang terpenting lagi, jika ada pohon kelapa di
halaman, rumah akan rindang dan sehingga udara lebih segar.
Jika tidak menghendaki tanaman obat yang terlalu tinggi, temu lawak bisa menjadi pilihan lain.
Temu lawak merupakan salah satu tanaman obat keluarga kunyit yang bisa tumbuh di area tanah
yang sempit sekalipun. Selain tidak memakan banyak tempat, temu lawak tumbuh pendek. Sejak
dahulu kala, temu lawak digukanan sebagai ramuan herbal untuk meredakan diare, perut
kembung, serta maag. Selain itu, temu lawak juga dipercaya sebagai tanaman yang mampu
meningkatkan kekebalan tubuh.
Sambiloto bisa membuat pandangan mata lebih segar tanaman obat yang satu ini sangat
berkhasiat. Pasalnya, daun sambiloto ini berwarna sangat hijau sehingga cocok sekali ditanam di
depan, di samping, atau di belakang rumah. Sambiloto ini terkenal sebagai tanaman obat dari
India. Akan tetapi, tanah Indonesia juga cocok di mana sambiloto ini bisa ditanam. Senyawa
kimia yang terkandung pada sambiloto ini memproduksi rasa pahit saat diramu menjadi obat.
Akan tetapi, secara medis, sambiloto ini sangat berkhasiat untuk melindungi hati. Selain itu,
banyak yang tidak tahu bahwa sambiloto ini bisa menekan pertumbuhan sel kanker juga.
Andrographolide yang merupakan senyawa aktif bisa menurunkan terjadinya pertumbuhan sel
kanker pada tubuh

Proses Perubahan Remaja Ditinjau Dari
Fisik Dan Emosional



Perubahan Pada Remaja Dalam Segi
Emosional serta Fisik
Lerner dan Hultsch (1983:318-320) dalam Agustiani (2006:30-33) membagi proses perubahan
selama masa remaja menjadi 4 yaitu:
a. Perubahan fisik
Rangkaian perubahan yang paling jelas nampak
dialami oleh remaja adalah perubahan biologi dan fisiologis yang berlangsung pada masa
pubertas atau pada masa awal remaja. Hormon-hormon baru diproduksi oleh kelenjar endokrin
dan ini membawa perubahan dalam ciri-ciri seks primer dan memunculkan ciri-ciri seks
sekunder. Gejala ini memberi isyarat bahwa fungsi reproduksi atau kemampuan untuk
menghasilkan keturunan sudah mulai bekerja. Seiring dengan itu berlangsung pula pertumbuhan
yang pesat pada tubuh dan anggota-anggota tubuh untuk mencapai proporsi seperti orang
dewasa. Seorang individu lalu mulai terlihat berbeda, dan sebagai konsekuensi dari hormon yang
baru, dia sendiri mulai merasa adanya perbedaan (Lerner dan Hultsch, 1983:318-320 dalam
Agustiani, 2006:30).
Berdasarkan situs BKKBN (2003), beberapa ciri perubahan fisik dan fungsi organ reproduksi
pada laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut:
1. Laki-laki
Secara umum laki-laki memiliki ciri sebagai berikut:
Perubahan fisik
Perubahan fisik ini ditandai dengan otot menguat dan pertumbuhan tinggi dan besar badan pesat;
tumbuh jakun; tumbuh bulu di ketiak, kemaluan dan sekitar wajah atau dada; kulit berminyak
dan mulai berjerawat; lebih banyak berkeringat dan mengeluarkan bau badan serta suara menjadi
besar (BKKBN, 2003).
Perubahan pada fungsi organ reproduksi
Pada masa ini hormon testosteron mulai lebih banyak berperan terhadap organ reproduksi; organ
reproduksi mulai memproduksi sperma yang bisa keluar melalui ejakulasi dan mimpi basah;
serta penis atau zakar dan pelir membesar. Mimpi basah adalah suatu kejadian ketika remaja
laki-laki bermimpi mengenai sesuatu yang menyenangkan sampai mengeluarkan cairan yang
agak lengket dari penisnya tanpa disadarinya. Mimpi basah adalah tanda laki-laki memulai masa
pubertasnya. Mimpi basah umumnya terjadi setiap 2-3 minggu sekali (BKKBN, 2003).
2. Perempuan
Secara umum perempuan memiliki ciri sebagai berikut:
Perubahan fisik
Perubahan fisik ditandai dengan tumbuh payudara atau buah dada; puting mulai menonjol keluar;
bentuk tubuh mulai berlekuk sekitar pinggang dan pinggul; tumbuh bulu di ketiak dan sekitar
kemaluan; kulit berminyak dan mudah berjerawat; lebih banyak berkeringat dan mengeluarkan
bau badan (BKKBN, 2003).
Perubahan pada fungsi organ reproduksi
Hormon estrogen dan progesteron mulai lebih banyak berperan terhadap organ reproduksi;
indung telur membesar; serta mulai keluar cairan putih bening agak kental dari vagina; mulai
mengalami haid atau menstruasi setiap bulan. Siklus haid akan berlangsung karena hormon
estrogenlah yang menyebabkan sel telur dalam indung telur matang. Setiap bulan satu sel telur
tersebut dilepaskan. Bersama lapisan dinding rahim, sel telur yang tidak dibuahi akan pecah dan
keluar bersama dengan darah yang berasal dari dinding rahim. Sel telur yang luruh bersama
darah itulah yang disebut dengan haid. Masa haid biasanya berkisar kurang lebih 5-7 hari. Haid
yang pertama kali pada remaja perempuan disebut Menarche. Sejak haid pertama, perempuan
akan mengalami siklus haid sekitar satu bulan satu kali, berkisar antara 21 hari sekali sampai 28
hari sekali. Selain itu remaja perempuan juga mengalami masa subur. Masa subur adalah masa
dimana terjadinya pelepasan sel telur pada perempuan. Titik puncak kesuburan terjadi pada hari
ke 14 sebelum masa menstruasi berikutnya. Tetapi tanggal menstruasi berikutnya sering kali
tidak pasti pada remaja. Biasanya diambil perkiraan masa subur 3-5 hari sebelum dan sesudah
hari ke 14 tersebut. Pada masa remaja pencegahan kehamilan dengan tidak melakukan hubungan
seksual pada masa subur (sistem kalender), tidak dapat diandalkan. Ini disebabkan siklus
mentruasi pada remaja perempuan biasanya tidak teratur (BKKBN).
b. Perubahan emosionalitas
Akibat langsung dari perubahan fisik dan hormonal tadi adalah perubahan dalam aspek
emosionalitas pada remaja dan juga pengaruh lingkungan terkait dengan perubahan badaniah
tersebut. Hormonal menyebabkan perubahan seksual dan menimbulkan dorongan-dorongan dan
perasaan-perasaan baru. Keseimbangan hormonal yang baru menyebabkan individu merasakan
hal-hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Keterbatasannya untuk secara kognitif
mengolah perubahan-perubahan baru tersebut bisa membawa perubahan besar dalam fluktuasi
emosinya. Dikombinasikan dengan pengaruh-pengaruh sosial yang juga senantiasa berubah,
seperti tekanan dari teman sebaya, media massa dan minat pada jenis seks lain, remaja menjadi
lebih terorientasi secara seksual. Ini semua menuntut kemampuan pengendalian dan pengaturan
baru atas perilakunya (Lerner dan Hultsch, 1983:318-320 dalam Agustiani, 2006:30).
c. Perubahan kognitif
Semua perubahan fisik yang membawa implikasi perubahan emosional tersebut semakin
dirumitkan dengan oleh fakta bahwa individu juga sedang mengalami perubahan kognitif. Piaget
(1972) dalam Agustiani (2006:31) menyatakan bahwa perubahan dalam kemampuan berpikir ini
diungkapkan sebagai tahap terakhir yang disebut tahap formal operation dalam perkembangan
kognitifnya. Dalam tahapan yang bermula pada umur 11 atau 12 tahun ini, remaja tidak lagi
terikat pada realitas fisik yang konkrit dari apa yang ada, remaja mulai mampu berhadapan
dengan aspek-aspek yang hipotesis dan abstrak dari realitas. Kemampuan-kemampuan yang baru
ini pada gilirannya memberikan peluang pada individu untuk mengimajinasikan kemungkinan
lain untuk segala hal. Imajinasi ini bisa terkait pada kondisi masyarakat, diri sendiri, aturan-
aturan orang tua atau apa yang akan dilakukan dalam hidupnya. Walaupun remaja telah
mencapai kematangan kognitif, namun dalam kenyataannya mereka belum mampu mengolah
informasi yang diterima tersebut secara benar (Dariyo, 2004).
d. Implikasi psikososial
Remaja berada dalam dilemma. Menurut Erikson (1968) dalam Agustiani (2006:33), seorang
remaja bukan hanya sekedar mempertanyakan siapa dirinya, tetapi bagaimana dan dalam konteks
apa atau dalam kelompok apa dia bisa menjadi bermakna dan dimaknakan.
John Hill (1983) dalam Agustiani (2006:35-36) menjelaskan bahwa terdapat 5 kasus dari
psikososial yaitu:
Identity, terjadi perubahan yang sangat penting pada identitas diri (Harter, 1990 dalam Agustiani,
2006:35).
Autonomy, ada tiga tahapan yaitu mengurangi ikatan emosional dengan orang tua; mampu untuk
mengambil keputusan secara mandiri dan membentuk tanda personal dari nilai dan moral
(Donvan dan Andelson, 1966; Steinberg, 1990 dalam Agustiani, 2006:35).
Intimacy, pertemuan muncul pertama kali pada masa remaja yang melibatkan keterbukaan,
kejujuran, loyalitas dan tukar menukar kepercayaan, juga berbagai kegiatan dan minat (Sarin
William and Bernet, 1990 dalam Agustiani, 2006:35). Datting, menjadi penting dan sebagai
konsekuensinya kemampuan untuk menjalin hubungan melalui kepercayaan dan cinta.
Sexuality, kegiatan seksual secara umum dimulai pada remaja, kebutuhan untuk memecahkan
masalah nilai-nilai seksual dan moral terjadi pada masa ini (Kart Chadorian, 1990 dalam
Agustiani, 2006:35).
Achievement, pengambilan keputusan yang penting terjadi pada masa remaja dan membawa
konsekuensi yang panjang tentang sekolah dan karier (Henderson dan Dweck, 1990 dalam
Agustiani, 2006:36)
Archive for the 'Fenomena Organ (Zang Xiang)' Category
Pendahuluan
Author: epyfkh
16.03.2011
Akupunktur adalah suatu cara pengobatan yang memanfaatkan rangsangan pada titik-titik
akupunktur tubuh pasien, telinga atau kulit kepala untuk mempengaruhi aliran bioenergi tubuh
yang disebut dengan qi (dibaca: chi). Qi ini mengalir dalam suatu meridian (saluran), sehingga
inti pengobatan akupunktur adalah untuk mengembalikan sistem keseimbangan (homeostasis)
tubuh yang terwujud dengan adanya aliran qi yang teratur dan harmonis dalam meridian
sehingga pasien sehat kembali.
Adapun merangsang titik akupunktur dapat menggunakan berbagai alat; bisa dengan
menggunakan jarum, moksa atau api (moksibasi), pernafasan (Qi gong; dibaca: chikung), suara
(sono puncture), air (aqua puncture), sinar laser atau pun hanya dengan menggunakan tangan
yang dikenal dengan istilah acupressure.
Sebenarnya kata akupunktur yang kita kenal bukan berasal dari bahasa China, tapi berasal dari
bahasa Yunani, yaitu berasal dari kata acus yang berarti jarum dan punctura yang berarti
menusuk. Sedangkan kata asal tusuk jarum dalam bahasa China adalah zhenjiu (dibaca: cenciu).
Istilah acupuncture, atau akupunktur dalam bahasa Indonesia, lebih dikenal dan berkembang luas
di dunia Internasional daripada kata aslinya zhenjiu. Hal ini dikarenakan orang luar China
banyak yang mempelajari akupunktur dari buku-buku yang diterbitkan dalam bahasa Inggris
yang tidak lain adalah terjemahan buku-buku pengobatan China klasik.
Pengobatan akupunktur yang dimulai 3000 tahun sebelum masehi oleh bangsa China, pada
awalnya lahir sebagai hasil dari pengamatan trial and error. Saat itu nenek moyang bangsa China,
tanpa disertai pengetahuan anatomi, sudah dapat menggambarkan pola energi tubuh berdasarkan
konsep keseimbangan antara dua sifat yang berlawanan yang sering disebut dengan istilah yin-
yang.
Misteri tentang pengobatan akupunktur mulai dipecahkan melalui pendekatan kedokteran
konvensional sejak tahun 1964. Adalah Prof. Kim Bong Han, seorang peneliti dari Korea Utara,
yang mempelopori penelitian ilmiah di bidang akupunktur. Dalam usahanya mencari kebenaran
rahasia sistem meridian akupunktur, ia telah meneliti dan dapat menunjukkan adanya sistem
penghubung yang ia namakan sebagai Kyungrak system (sistem meridian) di titik-titik
akupunktur dan meridian.
Di Indonesia misteri akupunktur mulai dapat divisualisasikan melalui pendekatan kedokteran
nuklir oleh Dr. Koosnadi Saputra, SpR. (Puslitbang Yankes Depkes RI) pada tahun 1990.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan radio isotop dan alat SPECT (Single Proton Emission
Computerized Tomography) yang digunakan untuk melacak jalur meridian akupunktur. Ternyata
penyuntikan dosis kecil isotop teknesium perteknetat pada titik He gu (titik akupunktur yang
berada di jalur meridian usus besar) menyebabkan migrasi isotop. Migrasi ini tidak melalui jalur
sistem pembuluh darah, pembuluh getah bening atau sistem syaraf, tapi merambat sepanjang
meridian usus besar. Sedangkan penyuntikan isotop di bukan titik akupunktur tidak
menunjukkan adanya migrasi isotop.
Saat ini akupunktur telah berkembang di berbagai negara. Hal ini tidak lepas dari manfaat
akupunktur yang telah dirasakan oleh banyak penduduk di berbagai belahan dunia dalam
mengobati berbagai macam penyakit. Untuk itulah sejak tahun 1975 organisasi kesehatan dunia
(WHO) meminta diadakan pelatihan akupunktur Internasional yang dilakukan di Beijing,
Shanghai dan Nanking untuk mencetak tenaga akupunkturis dalam membantu banyak negara
dalam rangka mengentaskan masalah kesehatan.
Aplikasi pengobatan akupunktur sendiri kini makin meluas. Bukan hanya untuk mengembalikan
keseimbangan homeostasis saja, tapi juga untuk menimbulkan berbagai efek, seperti analgesia
(penghilang rasa sakit) dan anesthesia (pembiusan). Efek analgesia dan anesthesia terjadi karena
titik akupunktur dapat meningkatkan kadar endorphin* dalam darah, juga opioid peptida
endogenous di susunan syaraf pusat. Akupunktur anesthesia sejak tahun 1968 sudah
dipraktekkan dalam pembiusan pembedahan besar di banyak rumah sakit.
Efek aplikasi akupunktur yang lain adalah untuk penyembuhan, pencegahan (dapat
meningkatkan daya tahan tubuh), menunjang olahraga (bisa menimbulkan efek dopping tanpa
menggunakan obat), dan untuk meningkatkan penampilan (akupunktur estetika).
Di bidang veteriner, akupunktur ternyata dapat meningkatkan pengadaan pangan dan gizi asal
protein hewani dengan cara meningkatkan produksi dan reproduksi, seperti: penggemukan ternak
pedaging, merangsang super ovulasi, meningkatkan produksi susu dan meningkatkan daya tahan
terhadap penyakit.
Karena dalam merangsang titik-titik akupunktur tidak harus melulu menggunakan jarum, seperti
halnya penerapan pada hewan, maka besar kemungkinan akupunktur juga dapat diterapkan pada
tumbuhan, di samping seperti yang terungkap dalam penelitian-penelitian akupunktur bahwa
aliran qi tidak mengikuti sistem yang ada di dalam tubuh.
Selama ini promalin sudah dikenal sebagai zat pengatur tumbuh tumbuhan buah yang dalam
pembuatannya memerlukan komponen kimiawi. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan
dilakukan penelitian tentang adanya jalur meridian pada tumbuhan. Manfaat yang diharapkan
misalnya peningkatkan jumlah pembelahan sel pada ujung kelopak buah, sehingga dapat di
dapatkan buah dengan ukuran besar. Juga diharapkan dapat digunakan untuk mempercepat masa
panen dan meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap hama penyakit.
Penelitian akupunktur untuk mempercepat masa panen misalnya dapat diterapkan pada pohon
zaitun (Olea europaea L.) yang selama ini tumbuh di lahan yang kering seperti di kawasan
Mediterania. Pohon zaitun yang menurut penelitian banyak mengandung omega 9 dan dapat
mengobati penyakit ini baru bisa berbuah dan panen setelah puluhan tahun lamanya, karena
memang masa hidupnya panjang, bisa mencapai 500 tahun.
Ada kemungkinan akupunktur bermanfaat untuk mempercepat masa berbuah dan panen tanaman
ini, apalagi bila memungkinkan tanaman ini juga bisa dibudidayakan di wilayah Indonesia
bagian timur yang dikenal sebagai wilayah kering dan panas dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan dan kesehatan di daerah yang selalu mengalami puso (gagal panen) karena
panjangnya musim kemarau di daerah tersebut.
Begitu banyak manfaat akupunktur bagi masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia,
maka tidaklah berlebihan jika menteri kesehatan RI mengeluarkan peraturan nomor
1186/Menkes/ Per/XI/1986 tentang pemanfaatan akupunktur di sarana kesehatan. Semoga
pengobatan alternatif ini dapat lebih berkembang dan diaplikasikan dalam rangka mewujudkan
masyarakat Indonesia yang sejahtera dan sehat.
Perkembangan ilmu kedokteran barat semakin mengagumkan, penelitian demi penelitian terus
dilakukan seakan tak terbendung lagi. Berimbas pada terciptanya alat-alat kedokteran dan obat-
obatan mutakhir. Namun demikian harus tetap diakui masih cukup banyak penyakit-penyakit
yang tetap belum bisa diselesaikan secara tuntas oleh kedokteran barat.
Semakin canggih alat-alat maupun obat yang diproduksi, semakin meningkat pula biaya
pengobatan yang harus ditanggung oleh pasien. Ini membuktikan segala sesuatu itu tidak ada
yang sempurna. Kelemahan dan kekurangan selalu ada di balik segala kelebihan.
Sejak tahun 1951 dunia kedokteran barat mulai melirik pada satu model pengobatan yang
dilakukan oleh masyarakat timur terutama Cina. Negara tersebut menggunakan tusukan/tekanan
pada permukaan tubuh untuk menyembuhkan penyakit-penyakit dalam yang kemudian dikenal
dengan akupunktur. Harapan model pengobatan tersebut dapat menutupi kelemahan dan
kekurangan model pengobatan barat. Kajian demi kajian, penelitian demi penelitian dilakukan.
Polesan di sana-sini dikerjakan, akhirnya sekitar tahun 1970-an merebaklah perpaduan
kedokteran barat dan timur yang dikenal dengan Medico Akupunkture.
Dewasa ini perkembangan dunia kedokteran timur semakin maju. Hal tersebut dibuktikan
dengan adanya pengobatan tradisional seperti Akupuntur, Akupressur, Reflexologi, Herbal dan
lain-lain yang semakin diminati seluruh lapisan masyarakat. Bahkan dokter yang berkiblat pada
western medicine pun tertarik untuk memepelajari tentang pengobatan tradisional. Padahal
pengobatan tradisional berkiblat pada kedokteran timur yang sangat berbeda jauh dengan
kedokteran barat.
Ilmu akupungtu (Moksibusi) bagian dari ilmu pengobatan Cina. Menurut buku Huang Ti Nei
Cing (the Yellow Emperors Classic of Internal Medicine), ilmu ini mulai berkembang sejak
zaman batu, kira-kira empat sampai lima ribu tahun yang lalu. Jarum batu waktu itu digunakan
untuk menyembuhkan penyakit. Sebuah kasus yang diungkapkan buku itu adalah penyembuhan
abses dengan penusukan jarum batu.
Setelah buku Huang TI Nei Cing, berturut-turut merebaklah buku-buku lain tentang pedoman
pengobatan akupunktur seperti Nancing yang ditulis oleh Piencie, kemudian pada zaman Dinasti
Tang lahirlah buku Cia I Cing yang ditulis oleh ahli pengobatan terkemuka Huang Pu Mi, dan
Sun Se Miao seorang akupunkturis terkemuka menulis buku Cien Cin Yao Gang dan Cien cin I
Fang.
Pada zaman dinasti Ming (tahun 960-1644) seorang ahli Wan Wei I telah berhasil membuat
patung perunggu yang melukiskan perjalanan serta letak titik-titik akupunktur. Pada zaman ini
pula lahirlah buku pedoman akupunktur yang kemudian diterjemahkan oleh orang-orang Barat
yaitu Cen Ciu Ta Cen. Setelah masa ini akupunktur tidak mengalami perkembangan yang berarti.
Menjelang pertengahan abad XX, ilmu akupunktur dari masa tenangnya kembali berkembang
pesat dengan diadakannya penelitian-penelitian oleh para dokter Barat. Pada tahun 1963 profesor
Kim Bong Ham, ahli Biologi dari Universitas Pyong Yang menjelaskan serta
mendemonstrasikan secara histologis dan elektrobiologis tentang meridian dan titik
akupunkturnya dalam teori sistem Kyung Rak.
Dinyatakannya titik akupunktur terletak di dalam benda-benda kecil (korpuskuler) dalam sel-sel
di bawah kulit manusia. Korpuskuler itu selanjutnya disebut Korpuskuler Bong Ham. Di
dalamnya terdapat DNA yang berfungsi penting dalam metabolisme tubuh. Bilamana teori
Kyung Rak dari Prof. Kim bong Ham ini telah diakui secara Internasional, maka ini merupakan
sebuah revolusi dalam ilmu kedokteran.
Selain di Cina, akupunktur juga berkembang pesat di negara-negara lain termasuk Indonesia.
John Tweedale dari Lyne Regis memperkenalkan akupunktur di Inggris pada awal abad XIV
dalam buku Lancet terbitan 1823. Yang terbaru adalah Felix Mann dari Inggris telah
menerbitkan The Ancient Chinese Art Of Healing, Acupuncture points, Anatomical Charts Of
Acupuncture points, Meridian and Extra Meridian Atlas Of Acupuncture. Buku ini telah
membawa Ilmu akupunktur ke seluruh dunia.
Dr Eugel Brecht Kampfer, seorang dokter dari Jerman menulis buku Curatio Colecae per
Acupuncturen Japonibus Usilata yang merupakan buku pertama tentang akupunktur di Jerman.
Di Amerika Serikat, beberapa tahun terakhir ini, ilmu akupunktur telah merebut perhatian
banyak dokter di sana. Di Elstein Hospital dan Massachusset Hospital telah dilakukan penelitian
Anesthesia Acupuncture. Dr Allen Russek dari Institut of Rehabilitation and Medicine, New
York telah berhasil dalam pengobatan penghilang rasa nyeri pasien penderita penyakit kronis
dengan akupunktur.
Pengobatan tradisional membangun pengetahuannya di atas dasar falsafah/teori yang timbul
katanya berdasarkan suatu intuisi yang spontan belaka. Sedangkan pengetahuan modern
berdiri di atas teori-teori yang telah diuji dengan percobaan-percobaan yang faktuil. Oleh karena
itu orang sering bersikap meremehkan hal-hal yang berbau tradisional. Apalagi orang yang sudah
mendalami cara-cara modern, ia bisa merasa kurang bersemangat mempelajari akupunktur,
karena beranggapan hanya isapan jempol belaka. Padahal dewasa ini akupunktur berkembang
pesat di atas dasar-dasar ilmiah kedokteran barat.
Akupunktur suatu model pengobatan dengan memanfaatkan chi (china) atau bioenergi dari tubuh
manusia untuk memanipulasi/merangsang organ-organ sasaran supaya tercapai keadaan
seimbang atau homeostasis, melalui penusukan atau penekanan atau pemanasan pada titik-titik
akupunktur di permukaan tubuh. Chi diartikan sebagai suatu bioenergi yang mengalir dalam
tubuh manusia secara transeluler (diduga lewat jaringan ikat kolagen) yang menghubungkan
antara permukaan tubuh dengan organ-organ yang ada di dalam tubuh.
Fenomena hantaran rangsang melalui bioenergi dari suatu area tidak terlepas dari terjadinya
hantaran rangsang setelah perlakuan pada area tersebut, dan fenomena ini disebut sebagai sinyal
transduksi. Terbentuknya sinyal dari kumpulan sel yang aktivitas spesifiknya dapat diterangkan
dengan pendekatan biofisik dan biologi molekuler, sebab adanya perubahan sifat listrik maupun
konsentrasi dari beberapa molekul maupun kondisi dinding sel tersebut.
Titik akupunktur sendiri merupakan suatu area kecil di permukaan tubuh yang mempunyai
karakteristik antara lain: sifat fisika bertegangan tinggi dengan hambatan rendah dibandingkan
jaringan sekitarnya, dan kepekaan terhadap rangsang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah
sekitarnya. Penelitian tentang keberadaan titik akupunktur dan saluran yang menghantarkannya
telah banyak dilakukan para ahli. Salah satunya telah dilakukan oleh Laboratorium Penelitian
dan Pengembangan Pelayanan Akupunktur, Depkes RI.
Mereka berhasil menyuntikkan isotop Teknesium Perteknetat pada titik akupunktur dan
memonitornya melalui sinar gamma dan SPECT. Fenomena dari penelitian tersebut mempunyai
gambaran migrasi yang spesifik dibanding dengan jaringan yang bukan titik akupunktur. Hal ini
cukup melengkapi sinyal transduksi yang bukan saja mengalirkan elektron, melainkan juga
materi seluler yang di label dengan isotop teknesium perteknetat.
Pengaliran tersebut melalui melalui suatu sistem yang disebut dengan sistem meridian. Sistem
meridian sendiri adalah jalur hubungan antara permukaan tubuh dengan organ dalam tubuh.
Dalam satu meridian terdapat beberapa titik akupunktur yang dimanfaatkan sebagai pintu masuk
rangsangan ke dalam meridian.
Eksistensi titik akupunktur jalur energi akupunktur dalam tubuh manusia semakin nyata ketika
para peneliti telah berhasil menemukan perbedaan sifat kelistrikan dari titik akupunktur.
Sehingga perpaduan antara sifat kelistrikan dan aktivitas migrasi isotop teknesium perteknetat
titik akupunktur tersebut memberikan informasi dasar dari keberadaan titik akupunktur. Sifat
hantaran elektron dan materi isotop teknesium perteknetat itu digunakan untuk penelitian
akupunktur yang akan datang.
Penelitian titik akupunktur perlu dilanjutkan dengan hantaran rangsang melalui jalur hipotetik
meridian sampai memberi reaksi morfofungsional pada organ sasaran. Juga perlu menyusun peta
jalur rangsangan yang tidak harus sesuai dengan sistem anatomis untuk kepentingan
pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran masa mendatang dalam bidang terapi serta
diagnostik.
Kemungkinan ditemukan jalur baru dan berhubungan dengan energi dalam tubuh makhluk hidup
akan memperkaya ilmu kedokteran dan memberi paradigma baru bagi peneliti. Terutama
perpaduan antara biologi dan fisika lebih menjelaskan peranan energi dalam fungsi organ sebagai
kelanjutan pengembangan biomolekuler.
Yang paling penting dari ini semua bahwa model pengobatan akupunktur yang sejak zaman dulu
selalu menjadi pengobatan pinggiran dan jauh dari pembuktian-pembuktian ilmiah, kini telah
bisa menjadi konsumsi para praktisi-praktisi medis yang notabene berpikiran rasional.
Diharapkan nantinya penggabungan antara medis barat dan akupunktur dari timur bisa menjadi
terobosan baru dalam dunia kedokteran untuk mencapai pelayanan kesehatan kepada masyarakat
secara holistik dan murah.
Meski sudah dibuktikan secara ilmiah, kejaksaan masih melihat akupunktur sebagai bagian dari
aliran kepercayaan masyarakat. Akibatnya, akupunktur harus mengurus izin prakktik kepada
Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem), bukan kepada otoritas kesehatan. Hal itu
dikemukakan Ketua Umum Persatuan Akupunktur Seluruh Indonesia (Paksi) dr Tomi Hardjatno
MS menjelang Musyawarah Nasional Paksi ke-IV, 18-21 Januari 2002. Menurut Tomi, saat ini
anggota Paksi berjumlah 2.500 orang, 40 % di antaranya dokter dari pelbagai bidang keahlian.
Sisanya sinshe, ahli naturopati, dan sebagainya.Para ahli, termasuk dokter di pelbagai belahan
dunia terus berupaya membuktikan akupunktur agar diterima kalangan ilmuawan. Salah satunya
adalah Dr dr Koosnadi Saputra SpR dari Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan
Akupunktur, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Departemen Kesehatan.
Koosnadi membuktikan adanya meridian (garis penghubung titik akupunktur) dengan
menyuntikan radioisotop di titik akupunkktur. Radioisotop mengalir pada sebuah sistem sirkulasi
yangh bukan sistem saraf maupun sirkulasi darah. Yang disuntikkan di bukan titik akupunktur
hanya bergeser 0,5-1 cm. Peneliti lain, ahli fisika dari Universitas Airlangga Dr Ir Suhariningsih
MS mengukur titik akupunktur dengan alat-alat pengukur tahanan dan tegangan listrik. Ternyata
titik akupunktur berbeda dengan bagian tubuh lain, yaitu tahanan listriknya rendah. Pola listrik di
titik-titik itu bisa untuk diagnosis penyakit. Sudah banyak rumah sakit pemerintah dan swasta di
Indonesia, terutama kota-kota besar di Jawa, memiliki unit pelayanan akupunktur. Tahun 1996
terbitt Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1186 Tahun 1996 yang menyatakan akupunktur
dapat dimanfaatkan di sarana pelayanan kesehatan. Karenanya PT Askes bersedia mengganti
biaya pelayanan akupunktur. Ironisnya, pihak kejaksaan masih menganggap akupunktur sebagai
aliran kepercayaan serta ajaran dari Cina. Di zaman Jaksa Agung Andi M. Ghalib, Paksi sudah
pernah mengirim surat, tapi tidak digubris. Mungkin hal ini merupakan lahan, mengingat
akupunkturis harus membayar Rp 300.000-Rp 600.000 bervariasi sesuai daerah untuk mendapat
rekomendasi dari Pakem, ujar Tomi. Oleh karena itu, salah satu rancangan program kerja Paksi
adalah mengusahakan bebas wajib daftar pada Pakem Kejaksaan, selain melakukan pelbagai
penelitian dan pengembangan ilmu akupunktur lewat laboratorium, pendidikan dan pengujian
akupunkturis. Selama ini akupunktur berkembang sebagai pendidikan luar sekolah. Tetapi saat
ini sedang dirintis program D3 akupunktur lewat kerja sama Departemen Pendidikan Nasional
dan Departemen Kesehatan, artinya sudah masuk ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Tomi yang juga Kepala Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengakui
masih sulit memasukkan akupunktur dalam kurikulum fakultas kedokteran. Kalangan dokter
masih banyak yang bersikap skeptis dan sulit menerima akupunktur sebagai bagian dari terapi,
termasuk para anggota di konsorsium ilmu kesehatan.
Akupuntur merupakan salah satu pengobatan tradisional yang paling banyak diminati.
Karena murah, efek samping ringan dan terbukti khasiatnya. Akupuntur berasal dari Cina.
Dikenal sekitar 3000 tahun SM dengan cara menekan bagian tubuh tertentu dengan
menggunakan kayu atau batu. Setelah itu berkembang dengan menggunakan duri tumbuhan, duri
ikan lalu tulang yang diasah. Metode pemakaian alat tersebut berdasarkan pengalaman empiris
baik karena perang (terpukul, panah, tombak,dll), penyiksaan terhadap musuh atu penjahat
ataupun percobaaan pada diri, jika kena bagian tertentu ternyata penderitaaan atau penyakit yang
diidap menjadi hilang.
Selanjutnya bahan jarum berubah dari batu ke bamboo, tulang dan logam terutama perunggu.
Disebutkan ahli Pien Cie behasil menyembuhkan Pangeran Hao yang tidak sadar setengah hari
dengan jarum perunggu. Hal ini terungkap dalam buku Nan Cing.
Beberapa puluh tahun kemudian di indonesa akupuntur di mulai dengan perantauan cina masuk
ke Indonesia namun berkembang terbatas di kawasan pecinaan dan lingkungan sekitarnya. Pada
tahun 1963 atas instruksi Menkes Prof. Satrio maka Depkes membentuk tim riset pengobatan
tradisional timur. Sejak itu praktek akupuntur resmi sebagai pelayanan kesehatan RS.Dr Cipto
Mangunkusumo. Pada tahun 1996 dikeluarkan Permenkes No 1186/ menkes/per/XI/1996 tentang
pemanfaatan akupuntur dalam sarana pelayanan kesehatan. Pada tahun 2003 juga dikeluarkan
Kepmenkes RI no 1076/menkes/SK/VII/2003 tertanggal 24 Juli 2003 yang mengatur pelayanan
akupuntur oleh warga negara asing dalam rangka globalisasi. Di tahun yang sama dikeluarkan
Kepmenkes RI no 1277/Menkes/SK/VII/2003 tertanggal 29 Agustus 2003 tentang akupuntur
lulusan D3 merupakan salah satu tenaga kesehatan yang masuk dalam kelompok keterampilan
fisik. Tahun 2005 program studi D3 Pengobat Tradisional diterima sebagai salah satu studi di
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.
Dalam Akupuntur dikenal 5 organ Zang Fu yang merupakan pedoman dalam mengobati
pasien. Lima Organ Zang yaitu Hati, Jantung, Ginjal, Paru, Limpa. Sedangkan organ Fu terdiri
dari Kandung Empedu, Usus Kecil, Kanung Kemih, Usus Besar, Lambung dan satu organ lain
yaitu San Jiao.Di dalam makalah ini akan dibahas mengenai organ Zang.
Teori yang Mendasari
TCM menggunakan teori lima unsure untuk melakukan perbandingan menyeluruh dan
penelitian terhadap berbagai benda dan fenomena di alam, organ zang fu, jaringan, fisiologis dan
patologis tubuh manusia, menurut sifat, fungsi, dan bentuk yang berbeda. Dibedakan menjadi
unsure kayu, api, tanah, logam dan air. Dalam teori lima unsure, untuk menerangkan hubungan
dari fisiologis, patologi, tubuh manusia dengan alam sekitar (menurut dr.Hendriono) Dibawah
ditunjukkan klasifikasi hal atau benda menurut teori 5 unsur.
Diantara lima unsur terdapat hubungan menghidupkan, membatasi, menindas dan menghina.
Hubungan menghidupkan berarti saling menghasilkan dan memacu. Urutannya kayu
menghidupkan api, api menghidupkan tanah, tanah menghidupkan logam, logam menghidupkan
air, air menghidupkan kayu. Dalam hubungan saling menghidupkan dari lima unsur, yang
menghidupkan disebut ibu, yang dihidupi sebagai anak. Sehingga hubungan saling
menghidupkan 5 unsur disebut hubungan ibu-anak. Contohnya kayu; karena menghidupi api
maka kayu adalah ibu dari api, sedang kayu dihidupi oleh air maka juga merupakan anak dari air.
Hubungan membatasi berarti saling mengontrol dan menahan. Urutannya adalah : kayu
membatasi tanah, tanah membatasi air, air membatasi api, api membatasi logam, logam
membatasi kayu. Disini terdapat hubungan yang membatasi dan yang dibatasi. Contohnya kayu,
yang membatasi kayu adalah logam, yang dibatasi kayu adalah tanah.
Dalam hubungan diantara segala sesuatu, baik menghidupkan maupun membatasi tak
tergantikan, tanpa menghidupkan maka tak dapat terjadi dan berkembang, tanpa membatasi akan
berlebihdan membahayakan. Misal, kayu dapat menghasilkan api, juga dapat membatasi tanah;
tanah dapat menghasilkan logam,juga membatasi air. Sehingga dimana yang menghidupi juga
ada yang membatasi, saling berlawanan dan saling menghasilkan, serta mempertahankan
hubungan ini secara seimbang secara relatif, baru dapat menjamin terjadi berkembangnya segala
sesuatu secara normal.
Jika salah satu dari 5 unsur berlebih atau kurang maka timbul fenomena abnormal dari
hubungan membatasi ini yang dinamakan saling menindas dan saling menghina. Hubungan
menindas berarti yang kuat menyerang yang lemah, merupakan satu perwujudan hubungan
diantara berbagai hal yang kehilangan koordiasinya. Misala Qi kayu berlebih, logam juga tidak
dapat membatasi kayu secara normal, maka ekses ini menyebabkan kayu menindas tanah,
sehingga tanah menjadi lemah.
Hubungan menghina berarti yang kuat menghina yang lemah. Yaitu dalam teori 5 unsur,
bila salah satu unsur terlalu berlebih, menyebabkan unsur yang biasanya membatasi tersebut
kehilangan fungsi pengendaliannya, sebaliknya jadi dibatasi. Hal ini disebut menghina misal
normalnya dalam hubungan membatasi logam membatasi kayu, jika Qi kayu sangat kuat atau Qi
logam tak adekuat maka, sebaliknya kayu dapat menghina logam.. jelasnya urutan hubungan
menghina dan hubungan membatasi 5 unsur saling berlawanan. Tentu saja hubungan ini
merugikan.
read comments (2)
Fenomena Organ Zang
Author: epyfkh
16.03.2011
1 HATI (GAN)
Unsur : Kayu
Org Fu : Kandung Empedu
Org Indra : Mata
Jaringan : Tendon
Mental : Marah
Rasa : Asam
Warna : Hijau
Fungsi fisiologis :
1. Menyimpan darah
Hati memiliki fungsi sebagai penyimpandarah dan mengatur jumlah dalam peredaran darah.
Selama istirahat dan tidur darah kembali ke dalam hati, selama tubuh dalam keadaan aktif darah
meninggalkan hati untuk mengisi jumlah darahyang diperlukan dalam peredarannya. Hati
dengan jantung mengirim darah ke jaringan dan organ yang lainnya.
1. Memelihara aliran Qi
Berarti menjaga keharmonisan dan melancarkan fungsi dari kegiatan tubuh. Gangguan yang
berhubungan dengan aliran Qi adalah sebagai berikut :
1.
o Hati berhubungan erat dengan keadaan emosi terutama dalam keadaan depresi
dan marah, depresi mental yang berkepanjangan, marah yang berlebihan dapat
melemahkan hati sehingga hati tidak dapat melancarkan aliran Qi. Sebaliknya bila
terdapat gangguan fungsi hati akan sering terjadi gangguan berupa depresi mental,
mudah emosi, dan lekas naik darah.
o Lancarnya aliran qi atau disharmoni fungsi hati karena stagnasi atau gangguan
lain akan berakibat terganggunya aktivitas organ limpa dan lambung dalam proses
pencernaan dan penyerapan.
o Mempengaruhi sekresi dan getah empedu yang tersimpan dalam kandung empedu
untuk dialirkan ke dalam usus.
o Berperan penting dalam siklus menstruasi yang berhubungan dengan fungsi
menyimpan darah.
2. Menguasai tendon
Bersama dengan cairan darah dan darah. Dalam arti memelihara dan menjaga tendon agar
senantiasa dalam keadaaan normal baik dalam fungsi kontraksi maupun relaksasi.
1. Hubungan dengan dunia luar melalui mata
Setiap organ Zang Fu memiliki pengaruh terhadap mata, karena hati sebagai penyimpan darah
dan meridiannya langsung berhubungan dengan mata, maka erat hubungannya dengan daya
penglihatan dan pergerakan mata dibanding dengan organ-organ Zang Fu lainnya.
Fenomena Patologis :
1. Nyeri di daerah perut di bawah iga (hipokondrium), amenorhoe, tumor jinak/ganas.
2. Depresi Qi hatihipokondrium dan dada terasa penuh, termenung, sedih, curiga, kuatir,
selalu menarik nafas panjang, ingin menangis.
3. Agitasi Qi hatimudah tersinggung, ingin marah, tidak dapat tidur, muka kemerahan.
2 JANTUNG (Xin)
Unsur : Api
Org Fu : Usus kecil
Org Indra : Lidah
Jaringan : Pembuluh darah
Mental : Gembira
Rasa : Pahit
Warna : Merah
Fungsi fisiologis :
1. Menguasai darah
Pengertian menguasai dalam hal ini mencakup dua fungsi yaitu : mengubah Qi makanan
menjadi darah dan menguasai sirkulasi darah. Transformasi Qi makanan dan minuman menjadi
darah terjadi dalam jantung. Hubungan antara darah dan jantung jantung juga penting dalam hal
menentukan kekuatan tubuh seseorang, meskipun menurut pengobatan tradisional cina kekuatan
tubuh tergantung pada keadaan zat hara dan ginjal, namun dipihak lain, darah dan jantung secara
tidak langsung ikut bertanggung jawab atas kesehatan dan daya tahan tubuh.
2. Mengatur pembuluh darah
Keadaan energi jantung tercermin dalam status pembuluh darah. Pembuluh darah sangat
tergantung pada Qi dan darah jantung, apabila Qi jantung kuat maka pembuluh darah juga baik
sehingga nadi penuh dan teratur. Qi lemah maka nadi juga akan lemah dan tidak teratur.
3. Tercermin dalam wajah
Jantung mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Karena itu keadaan jantung dapat terlihat
dari wajah. Bila darah cukup dan jantung kuat maka wajah terlihat bersinar. Bila terjadi stagnasi
darah maka wajah berwarna ungu-kebiruan, sedangkan bila jantung terserang panas maka wajah
akan berwarna kemerahan.
4. Menjadi pusat pikiran/kesadaran (Shen*)
Shen* dalam bahasa aslinya mempunyai berbagai arti, pengertian pertama meliputi
seluruh kegiatan mental, dan pusat Shen* adalah jantung. Pengertian kedua meliputi seluruh
kegiatan mental, spiritual, dan emosional manusia, dalam hal ini Shen* juga mempengaruhi
organ Yin selain jantung. Masing masing organ Yin akan mempengaruhi emosi, pikiran dan
semangat dengan cara yang berbeda. Karena itu dikatakan sebagai berikut.
Jantung adalah tempat kesadaran/pikiran (shen)
Hati adalah tempat jiwa
Paru adalah tempat semangat mempertahankan hidup (po)
Ginjal adalah tempat kemauan (Zhi)
Limpa adalah tempat menarik kesimpulan/berkonsentrasi (Yi)
Mengenai konsep kegiatan mental yang lain akan dibahas lebih lanjut pada pembahasan masing-
masing organ.
5. Bermuara pada lidah
Lidah dalam pengobatan tradisional China disnggap sebagai tunas. Bentuk lidah ,
warna dan penampilannya tertutama ujung lidah, ditentukan oleh keadaan jantung. Jika jantung
sehat warna lidah merah muda dan indera pengecapnya baik. Sedangkan jika jantung panas,
maka lidah kering dan merah tua, ujung kidah lebih merah bahkan kadang-kadang membengkak
dan ada rasa pahit didalam mulut. Dalam keadaan yang lebih parah lagi di lidah akan timbul
ulkus yang berwarna merah dan menimbulkan rasa nyeri pada lidah. Bila jantung lemah dan
darah jantung defisien maka lidah terlihat pucat dan tipis.
6. Mengatur pengaturan keringat
Pengeluaran keringat secara spontan sering disebabkan karena defisiensi Qi jantung,
sedangkan defiensi Yin jantung akan menimbulkan keringat pada malam hari. Dengan demikian
maka pengobatan pada kelainan itu adalah masing-masing memperkuat Yang dan Yin jantung.
7. Jantung dirusak oleh panas
Jantung sebagai organ utama dala sistem Zang-Fu, merupakan organ yang mudah sekali
rusak oleh penyebab penyakit luar yaitu panas. Oleh karena itu organ jantung diselaputi oleh
organ zang lainnya yaitu perikardium dianggap sebagai pengawal pribadi jantung untuk
melindungi jantung dari pengaruh panas. PPL panas yang menyerang perikardium sering kali
akan mengakibatkan terhalangnya pintu-pintu jantung, yang kemudian dapat menimbulkan
aphasia, delirium, dan koma. Unsur api dalam jantung sering kali bermanefestasi pada seseorang
dengan berbicara tidak putus-putusnya. Sebaliknya penyerangan perikardium oleh panas akan
menimbulkan aphasia pada pasien. Gagap, seperti telah diterangkan diatas, merupakan
manifestasi ketidakseimbangan dan jantung.
Fenomena patologis :
1. Hubungan erat dengan kelainan mental
2. Berpikir/kuatir berlebihan sen dalam jantung terluka Jantung lemah Limpa lemah
(hub. Api-tanah). Limpa pengaruhi otototot lemah
3. Efek akhir: nafsu makan turun, sukar tidur, badan kurus tak bertenaga, kulit layu&kering
dll.
4. Perubahan mental nampak: bila jantung lemah (si) orang menjadi melankolis, pemurung
yang berlebihan.
5. Bila jantung terlalu kuat mania, gembira tak terbendung.
3 LIMPA (PI)
Unsur : Tanah
Org Fu : Lambung
Org Indra : Mulut
Jaringan : Otot
Mental : Berpikir berlebih
Rasa : Manis
Warna : Kuning
Fungsi Fisiologis :
1. Menguasai transportasi dan transformasi (utama)
Transportasi berarti pengiriman sedangkan transformasi berarti pengolahan pada pencernaan dan
penyerapan. Fungsi limpa adalah mencerna makanan, menyerap sari pati dengan sebagian cairan
tubuh dan mengirimnya ke jantung dan paru di mana materi tersebut diolah menjadi zat-zat yang
sangat berguna untuk dikirim ke seluruh tubuh.
1. Pengendalian darah
Limpa berfungsi menjaga darah agar tetap berada di dalam pembuluh darah dan mencegah
perdarahan.
1. Mempengaruhi otot dan anggota gerak
Fungsi limpa yang normal adalah daya transportasi dan transformasi, memberi kesehatan pada
otot untuk menerima gizi yang memadai dari sari pati makanan, memelihara kesuburan serta
menentukan kuat dan besarnya otot. Sebagai contoh bila terjadi defisiensi Pi Yang maka akan
timbul prolap dari berbagai organ terutama organ bagian bawah. Misalnya uterus, anus, kandung
kencing, lambung atau ginjal.
1. Hubungan luar dengan dunia luar melalui rongga mulut
Limpa dan mulut berfungsi saling berdampingan dalam menerima, mengirim, dan mengolah
makanan. Bila fungsi tersebut dalam keadaan normal, maka nafsu makan baik bibir tampak
merah dan segar. Qi limpa juga berfungsi untuk mengharmoniskan semua organ bagian dalam.
Bila terjadi defisiensi Qi Limpa akan terjadi hilangnya rasa (loos of taste), mulut terasa kering
dan pucat. Demikian juga bila limpa dan lambung panas bibir tampak kering dan pucat.
Demikian juga bila limpa dan lambung panas maka bibir tampak kering dan pecah-pecah.
1. Menyimpan Jing (essence / sari makanan)
2. Mempengaruhi perilaku dan emosi
3. Berhubungan dengan metabolisme cairan tubuh
Fenomena Patologis :
1. Pembengkakan
Contoh : Edema
Asites
Hidrotorak
1. Kelainan Qi Meredian
Gejala sangat kompleks seperti lidah kaku, pangkal lidah nyeri, nyeri epigastrik, kembung,
menarik nafas dalam, tubuh berat, diare dengan kotoran keras.
1. Kegagalan fungsi alat gerak
Limpa tidak mampu memelihara otot dan menyebarkan Qing dan Qin Yi akan terjadi paralisis
atau paresis yang akan menganggu emosi dan pikiran.
1. Gangguan pencernaan
Pusing, kembung, usus berbunyi(borborikmi)
1. Gejala pokok
Kelainan pada Xue
Kelainan pada alat gerak
Kelainan pada daya transport atau pencernaan
Keadaan lembab/odema, lendir/riak
Gangguan daya sex
Sepanjang meredian
Penilaian pada bibir
4 PARU (FEI)
Unsur : Logam
Org Fu : Usus besar
Org Indra : Hidung
Jaringan : Kulit
Mental : Sedih
Rasa : Pedas
Warna : Putih
Paru-paru disebut sebagai Kementrian Pusat. Paru-paru mengalirkan banyak Ci dan sedikit
Sie (darah) dan berhubungan dengan kulit. Rambut tubuh tergantung dari kesehatan kulit. Ujung
dari meridian imi terletak di dalam hidung.
Pada buku Nan-Ching menyatakan bahwa berat paru-paru sekitar 1850 gram dan mempunyai 6
daun dan 2 Telinga.di dalam buku Hua Tuo Chung-Tsang-Ching, yang keliru dianggap sebagai
karya Huo Tuo yabg mashyur,tercantum: Paru-paru adalah tempat asal dari pneuma (Ci) yang
terjadi dan pelindung dari kelima (selain paru-paru itu sendiri jadi empat) organ Zang. Daun-
daun Paru-paru berwarna putih, mengkilat seperti batu Ying. Orang menyebutya Paru-paru
Pelindung (Payung) karena dia melindungi semua Isi Perut sebagai sebuah Payung. Tempat
kosong dari Paru-paru seperti sarang madu (sarang tawon), kebawah tidak mempunyai lubang
,pada inspirasi dia terisi, pada ekspirasi menjadi kosong
Fungsi fisiologis :
1. Menguasai Qi udara/pernafasan
Paru adalah organ yang mengatur pernafasan, fungsiya menyebarkan dan menurunkan (qi),
menarik qi yang bersih untuk diserbarkan ke seluruhbtubuh dan menghembuskan Qi yang kotor
atau tidak berguna, melepaskan yang tidak sedap (bau) dan menarik/menghirup udara segar.
Fungsi paru sangat penting karena menguasai Qi keseluruh tubuh.
2. Mengatur keseimbangan cairan melalui respirasi
Menyebarkan (dispersing) dan menurunkan (descending) cairan, melancarkan cairan tubuh untuk
dikirim ke ginjal dan membuang sisa-sisa yang berbentuk cairan melalui keringat air seni melalui
kandung kemih.
3. Memengaruhi kulit dan rambut
Kulit dan rambut merupakan permukaan dari tubuhparu menyebarkan sari pati makanan
minuman sampai ke permukaan tubuh. Membuat kulit bercahaya, enak dipandang begitu pula
rambut menjadi subur dan berkilau, mengatur terbuka dan teertutupnya pori-pori
4. Hubungan dengan dunia luar melalui hidung
Paru-paru merupakan pintu gerbang pernafasan. Pernafasan yang tidak terhalang dan penciuman
yang tajam menandakan fungsi paru yang sehat.
Fenomena Patologis
1. Mengganggu pembentukan Qi murni, bila tidak cukup: nafas tidak bertenaga,
volume udara berkurang, bicara suara lemah, berkeringat spontan.
2. ketidaklancaran peredaran Qi: batuk, sesak, dada terasa penuh.
5 GINJAL (SHEN)
Unsur : Air
Org Fu : Kandung kemih
Org Indra : Telinga
Jaringan : Tulang
Mental : Takut
Rasa : Asin
Warna : Hitam
Menurut buku yang tertua seperti Nan-Ching itu hanya mementingkan ginjal kiri yang
mempunyai fungsi fungsi sebagai ginjal., sedangkan yang kanan meski berbentuk ginjal tapi
dikatagorikan sebagai Gerbang / Pintu Gerbang Hidup yang dikenal sebagai Ming-Men.
Babarapa arteur lainya mengangap bahwa Mimg-Men terletak diantara kedua ginjal. Menurut
Pen-Tsao Gerbang Hidup Ming-Men yakni Punctum vitale yang terletak ditengah.kedua
tengahya ginjal kanan dan ginjal kiri terbuka atau tertutup satusama lain sebagai sebuah pintu
pada tiangya.
Gerbang Hidup atau Ming-Men adalah rumah sebuahSshen (pikiran dan Ching (air mani)
yang dirumuskandalam bahasa cina sebagai: murni, jernih, terpilih, intisari, waspada, air mani,
sperma. Ming-Men menerima hasil produksi murni yaitu intisari dari kelima organ Zang dan
keenam organ Fu, penghubung dari Ci asal. Pada pria Ming-Men menyimpan sperma,pada
wanita berhubungan dengan uterus. Secara fungsional hanya terdapat satu ginjal. Gerbang Hidup
Mimg-Men disebut Laut dari Sperma dan Darah sebagi akar Ci asal dan sebagai Rumah dari
Api dan Api.
Bentuk ginjal seperti Kacang Polong. Jarakya sekitar 1,5 cun masing-masing terpisah dari
tulamg pungggung. Di setiap ginjal mempunyai penghubung-penghubung yang berbentuk ikat
pinggamg. Pada bagian atas berhubangan dengan jantung,yang bawah berjalan sepanjang tulang
pungggung ke bawah ke dalam tulang-tulang berar(tulang lumbo-sacral) sampai akhir tulang
punggung. Daerah penyebaran dari ikatan atasya mengikuti tulang punggung sampai pada otak
dan bermuara didalam bagian-bagian otak Sui-Hai Lautan Sumsum atu fungsi-fungsi seksuil
dari System Saraf Pusat.
Fungsi Fisiologis :
1. Menyimpan sari pati (essence=Jin)
Sari pati(essence jing) terdiri dari 2 macam yaitu sari pati bawaan yang diwarisi dari orang tua
dan sari pati yang didapat dari sari pati makanan dan minuman. Sari pati vital sangatlah penting
bagi fungsi Qi ginjal dan sangat besar pangaruhya terhadap keturunan dan pertumbuhan. TCM
menjelaskan bahwa fungsi fisiologis ginjal adalah proses kelahiran,perkembangan,dan seluruh
pertunbuhan serta kelemahan usia lanjut.
Jika pada Qi ginjal tumbuh dengan subur dan ditandai bila perempuan usia 14 thn dengan
mulaiya menstruasi sedangkan pria usia 16 thn memancarkan mani yang pertama kali,Qi ginjal
mencapai puncak mencapai usia perempuan 28 thn dan pria 32 thn, Qi ginjal melemah disertai
organ reproduksi tidak berfungsi lag pada usia 49 thn untuk perempuan dan 64 thn untuk pria.
2. Membuat sumsum tulang yang berbentuk otak
Mempengaruhi tulang dan memproduksi darah. Ginjal menyimpan sari pati(essence/jing) yang
dapat menghasilkan sumsum(termasuk jarimgan sumsum tulang belakang,sumsum tulang) dam
merupakan bagian terpenting dari sumsum tulang belakang karena berhubungan langsung
dengan otak sedangkan sumsum tulang belakang memelihara tulang-tulang termasuk gigi dan
membuat darah. Keberadaan otak, kepadatan tulang, darah yang memadai semuaya erat
hubunganya dengan keadaan essence pada ginjal.
3. Mempengarui keseimbangan cairan
Bagian cairan ini dikirim ke bawah oleh paru yang mempunyai fungsi menurunkan Qi ke ginjal.
Fungsi ini dibagi lagi menjadi fungsi Yang Ginjal: murni dan keruh, cairan yng murni(bagian
yang terpakai) dipakai, sedangkan yang keruh(bagian yang tersisa) mengalir ke kandung kemih
berbentuk air seni untuk dibuang.
4. Menerima Qi
Pernafasan yang utama dilakukan oleh paru., tetapi ginjal membantu prosesya karena fungsiya
sebagai penerima (menarik) Qi. Tersebarya Qi yang dihisap oleh paru ke seluruh tubuh bukan
hanya fungsi penurunan oleh paru akan tetapi fungsi ginjal juga berperan sebagai penerima dan
pengendali.
5. Hubungan dengan dunia luar melalui telinga
Fungsi pendengaran bergantung pada baik burukya Qi ginjal. Ketulian pada usia lanjut sering
terjadi kurang baikya Qi ginjal. Sedang rambut kepala merupakan manifestasi Qi ginjal,
walaupun Shen Jing bukan satu-satuya yang mempengaruji pertumbuhan rambut.
Merupakan dasar pokok dari Yin dan Yang tubuh
Menguasai pembentukan Qi
Menguasai/mempengaruhi system reproduksi, keturunan, kelahiran, pertumbuhan dan
perkembangan tubuh

Fenomena Patologi:
1. Ginjal kuat akan terjadi pergerakan/kelincahan yang berlebihan
2. Bila terjadi kekurangaan maka akan terjadi tinnitus, pergerakan tidak lancar, pusing, lesu,
tidak bertenaga, lumpuh karena tulang lemah dan rapuh
Rangkuman
Fenomena Organ Zang adalah lima organ Zang yang masing-masing memiliki fungsi-
fungsi fisiologis yang berguna bagi tubuh. Organ Zang juga memiliki fenomena patologis yaitu
keadaaan dimana organ tidak berfungsi dengan bagus dalam keadaaan melemah ataupun
berlebihan. Organ-organ Zang juga memiliki sifat-sifat yang berbeda antara satu dengan yang
lainnya.
Selain itu adapun dasar-dasar dalam ilmu TCM yang digunakan sebagai pedoman dalam
pengobatan akupuntur yaitu hubungan antara organ-organ Zang. Hubungan menghidupi,
hubungan membatasi, hubungan menindas dan hubungan menghina.
Akupuntur juga memiliki sejarah pengembangan dari tahun ketahun. Baik pengembangan
di Cina sebagai negara asal dan di Indonesia sendiri, berkembang dari tahun ke tahun.
read comments (54)
Fenomena Organ Fu
Author: epyfkh
16.03.2011
Organ Fu adalah bagian dari fenomena organ (Zhang Xiang). Selain organ fu dalam fenomena
organ juga dikenal organ Zhang yang menjadi pasangan organ fu. Organ Zhang merupakan
organ padat, karena organ Zhang ini menyimpan materi. Sedangkan organ Fu sendiri, merupakan
organ berrongga dan berfungsi mencurahkan dan menyalurkan isi dari materi yang berada pada
organ Zhang.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang fenomena organ fu, karena dalam ilmu
akupunktur kita mengenal dasar materinya dengan mempelajari fenomena organ. Dan telah
dijelaskan sebelumnya bahwa organ fu ini termasuk ke dalam fenomena organ, maka dari itu hal
inilah yang melatarbelakangi dibuatnya makalah tentang fenomena organ fu ini.
Organ fu adalah organ padat yang tidak penuh atau biasa disebut organ berongga.
Bersifat mencurahkan dan menyalurkan isinya, berfungsi dalam pengolahan makanan dan
minuman, penyaluran pemisah hasil olahan.
Organ fu termasuk organ yang berkarakter Yang. Secara anatomis bentuknya berongga
(lumen) jumlahnya ada 6. masing-masing akan berpasangan dengan organ zhang sehingga akan
terbentuk organ Zhang-Fu. Pasangan organ zhang-fu menjalin hubungan luar dan dalam.
Berdasarkan aspek fisiologisnya, organ fu berfungsi sebagai pencerna, penyerap, penyalur
(distribusi) dan pembuang (ekskresi) dari hasil-hasil metabolisme bahan-bahan dari Spirits Of
Earth.
Peranan organ fu digambarkan sebagai pendukung dari fungsi organ pasangannya. Dalam
proses fisiologi peranan organ pasangannya, zhang akan lebih menonjol. Organ fu juga
mempunyai kesatuan kerja sehingga apabila terjadi kelainan organ fu gejala yang akan
ditampakkan bersifat kompleks,(multiple symptoms). Hal ini akan menyangkut organ atau
jaringan-jaringan yang termasuk dalam satuan kerjanya.
Fungsi Fisiologis
Dalam fungsi fisiologisnya, organ fu tidak bias lepas dari organ zhang yang sudah
menjadi pasangannya. Proses fisiologis peranan organ pasangannya akan lebih menonjol.
Fungsi fisiologis organ fu dalam transportasi dan pengolahan makanan dan minuman
tanpa menyimpan jing. Organ fu juga berfungsi sebagai pencerna, penyerap, penyalur (distribusi)
dan pembuang (ekskresi) dari hasil-hasil metabolisme.
Ciri Organ Fu
1. Organ fu mempunyai cirri-ciri tersendiri, yaitu:
2. organ fu merupakan pasangan dari organ zhang
3. organ fu merupakan organ berongga
4. organ fu berkarakter Yang
5. segala sesuatu yang berada di dalamnya hrus berjalan lancar
6. qi dari fu umumnya berjalan ke bawah
Organ Fu
Organ fu berjumlah 6. dan 6 organ yang tergolong ke dalam organ fu adalah Tan-
Kandung Empedu, Wei-Lambung, Xiao Chang-Usus Halus, Ta Chang-Usus Besar, Phang
Kuang-Kandung Kemih dan San Jiao-Tripemanas. Ke-6 organ fu ini akan dibahas satu persatu.
1. Tan-Kandung Empedu
Kandung empedu melekat pada hati, di mana meridiannya berhubungan luar dalam satu
sama lain. Fungsi utamanya adalah menyimpan getah empedu yang tidak henti-hentinya dikirim
ke usus untuk membantu pencernaan.
Fungsi kandung empedu berhubungan erat dengan fungsi liver dalam mengatur energi
vital (Qi), sehingga dikatakan bahwa hati dan kandung empedu memimpin dan menguasai energi
vital secara berkesinambungan.
Dari kandung empedu cairan empedu dieksresikan ke usus untuk membantu pencernaan
makanan. Agar cairan empedu dapat masuk ke dalam usus dengan baik, dibutuhkan pula
kelancaran alirannya.
Hati dan kandung empedu bekerjasama menjalankan fungsi sebagai pelancar dan
mengatur sebagian aktivitas emosi. Selain bekerjasama dengan hati, kandung empedu juga
membvantu limpa dan lambung dalam mengolah makanan.
Meskipun kandung empedu tergolong dalam fu, namun organ ini tidak menerima
makanan dan minuman, melainkan hanya menyimpan cairan empedu yang tergolong jing,
sehingga fungsinya mirip fungsi organ zhang. Karena cairan empedu selain disimpan kandung
empedu harus juga dapat mengalir dangan lancar, maka sifat ini lebih menyerupai fu, sehingga
kandung empedu disebut sebagai fu istimewa.
Selain itu, menurut filosofi akupunktur, organ kandung empedu mempunyai fungsi
sebagai penguat ketahanan mental sehingga orang berani mengambil keputusan, tindakan, dan
resiko. Oleh karena itu, di beberapa literature organ kandung empedu digolongkan sebagai fu
istimewa.
2 Wei-Lambung
Lambung berada di dalam rongga perut, di bawah diafragma, lanjutan dari esophagus
sebagai jalan keluar bagian atas yang dihubungkan dengan jantung. Dan jalan keluar bagian
bawah berhubungan dengan usus kecil dengan menembus sebuah lubang. Kesatuan kerja
lambung terdiri dari mulut, kerongkongan dan lambung. Organ ini merupakan pusat kegiatan
pencernaan dan pengolahan bahan makanan dan minuman. Meridiannya berhubungan dengan
limpa, disebut juga sebagai hubungan luar dalam.
Fungsi utamanya adalah menerima dan mengolah makanan. Dikatakan menerima tetapi
untuk sementara juga menyimpan sejumlah besar makanan yang masuk dari mulut, dan
diteruskan melalui esophagus. Makanan itu akan dicerna dan dikirim ke bagian bawah (usus
kecil).
Apabila fungsi lambung normal maka qi lambung turun dan bila fungsi lambung tidak
normal maka qi lambung naik ke atas. Lambung dan limpa saling bekerjasama secara harmonis,
termasuk organ yang terpenting karena limpa sangat mempengaruhi kesehatan.
Cirri-ciri khas lambung :
wei chi harus turun ke bawah
makanan dan minuman dicerna dan diolah oleh lambung, kemudian disalurkan ke usus halus,
selanjutnya ditransportasikan ke seluruh tubuh oleh limpa,. Proses ini dapat diselesaikan dengan
baik karena wei chi turu ke bawah.
Lambung sebagai fu yang bersifat kering
Lambung berupa organ yang menampung makanan dan minuman dengan daya tampung yang
besar. Untuk mengolah dan mencerna makanan, diperlukan banyak jin ye, maka lambung
menyukai lembab dan tidak menyukai keadaan yang kering. Dalam wu-xing, lambung
digolongkan ke dalam tanah yang bersifat kering.
3. Xiao Chang-Usus Halus
Usus kecil berada di dalam rongga perut bagian bawah, ujung bagian atasnya
berhubungan dengan lambung melalui sebuah lubang dan ujung bagian bawah berhubungan
dengan usus besar melalui ileocolon. Meridiannya berhubungan dengan jantung, maka disebut
juga sebagai hubungan luar dalam.
Usus kecil berfungsi sebagai organ yang meyeleksi dan menyerap zat nutrisi yang
diperlukan oleh tubuh. Zat yang berguna bagi tubuh akan menjadi generasi baru dalam
pembentukan qi. Zat yang tidak diperlukan oleh tubuh akan disalurkan ke dalam usus besar dan
selanjutnya akan dieksresikan melalui usus besar dan kandung kemih. Zat buangan yang
melewati usus besar adalah tinja dan yang melewati kandung kemih adalah air seni.
Fungsi utamanya adalah menerima dan sementara menyimpan makanan yang
telah dicerna oleh lambung, membantu mencerna makanan dan menyerap saripati makanan yang
berberntuk caiarn serta mengirim yang tersisa berbentuk kasar bercampur dengan sebagian
cairan ke usus besar.
Setelah usus halus menerima makanan dan minuman yang diolah lambung, itu
dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu bagian yang bersih dan bagian yang kotor. Bagian
yang bersih diserap dan disalurkan ke limpa sedangkan bagian yang kotor disalurkan ke usus
besar.
4 usus besar
Usus besar terletak di dalam rongga perut, ujung atasnya dihubungkan dengan
usus kecil oleh ileococum dan ujung bawahnya berhubungan dengan paru sebagai hubungan luar
dalam.
Organ usus besar adalah organ pendamping paru dan bertanggung jawab kepada
fungsi pengolahan bahan makanan pada proses akhir. Selain itu, menseleksi bahan makanan
yang tidak diperlukan oleh tubuh sehingga berbentuk tinja dan air seni, yang pada akhirnya akan
dikeluarkan dengan cara melakukan kontraksi ke bawah. Hal ini mengakibatkan arah qi usus
besar manuju ke bawah.
Fungsinya menerima sisa materi yang dikirm dari usus kecil dan diproses untuk
kemudian dikeluarkan melalui anus berbentuk tinja sebagai pembuangan yang dikeluarkan oleh
tubuh.
5 Kandung Kemih
Kandung kemih terletak di bagian bawah rongga perut. Meridiannya berhubungan
dengan ginjal, disebut juga sebagai hubungan luar dalam. Kandung kemih membentuk kesatuan
kerja berpasangan dengan organ ginjal dan bertanggungjawab atas berlangsengnya
keseimbangan cairan di dalam tubuh.
Fungsi kandung empedu adalah menampung cairan hasil pertukaran zat
(metabolisme) dalam tubuh. Fungsi utamanya adalah menyimpan air seni untuk sementara dan
membuangnya apabila sudah cukup banyak tertimbun. Fungsi ini akan berjalan dengan baik
berkat bantuan qi ginjal.
6. San-Jiao (Tripemanas)
San-jiao merupakan organ hipotesis, karena tak ada wujudnya, walaupun
keberadaannya tidak disangkal. Meridian san-jiao berhubungan dengan perikardium sebagai
hubungan luar dalam. San-jiao bukanlah organ sesungguhnya, tetapi merupakan bagian yang
berfungsi dari beberapa organ zhang-fu.
Pada umumnya terletak di dalam rongga badan yang terbagi menjadi 3 bagian, sebagai
penunjuk letak organ tubuh, yaitu :

Shang Jiao / Jiao Atas
Meliputi daerah rongga dada. Di dalamnya terdapat organ jantung, perikardium dan paru. Pada
umumnya fungsinya berhubungan dengan jantung dan paru dalam mengatur qi dan darah untuk
pemeliharaan ke berbagai bagian tubuh seperti hembusan udara. Selain itu sebagai penerima
materi dasar didapat dan udara yang dibutuhkan untuk membentuk qi dan menyebar ke tubuh.
Melancarkan peredaran wei chi yaitu jenis materi yang keruh dan yang bersifat Yang, untuk
menghangati kulit dan otot.
Fungsi Shang jiao / jiao atas :
- mengontrol pernafasan
- mengontrol aliran qi dan xue
- mengontrol cairan tubuh
Zhong Jiao / Jiao Tengah
Meliputi daeran tengah setinggi lambung, ke atas sampai diafragma, ke bawah sampai umbilicus.
Di dalamnya terdapat organ-organ : lambung, limpa, hati dan kandung empedu. Untuk organ
hati jika menurut letaknya tergolong jiao tengah, sedangkan menurut fungsinya tergolong jiao
bawah.
Berada di sekitar ulu hati, pada umumnya berkaitan dengan fungsi limpa dan lambung dalam
pencernaan dan penyerapan. Ini dapat dibedakan dari fungsi penyerapan dari hasil larutan dan
penguraian saripati.
Fungsinya :
- pengolahan bahan makanan
- transpertasi, distribusi dan transformasi sari-sari makanan untuk menghasilkan qi dan xue.
Xia Jiao / Jiao Bawah
Terletak dari mulut bawah lambung ke bawah sampai anus (dubur). Di dalamnya terdapat organ-
organ : usus kecil, usus besar, ginjal dan kandung kemih, dubur dan alat kelamin.
Jiao bawah mewakili perut bagian bawah, pada umumnya berkaitan dengan fungsi ginjal dan
kandung kemih dalam mengatur pertukaran air, penyimpanan dan pengeluaran air seni.
Fungsinya :
- mengnontrol pemisahan ampas yang jernih dan keruh
- sekresi urin dan feses
- mengatur cairan tubuh
Fungsi san jiao mencakup dua aspek :
- berkaitan dengan yuen chi
yuen chi adalah shen chi. Yuen chi berfungsi menggerakkan organ-organ. Penyebaran
yuen chi harus bibantu oleh san jiao.
- melancarkan penyaluran jin ye-cairan
chi dari san jiao membantu melancarkan peredaran dan penyaluran jin ye cairan di dalam tubuh.

Fenomena Patologis
1 Fenomena Patologis Penyakit Lambung
- Tidak bisa menelan (kerongkongan tersumbat atau mulut lambung terhalang), karena
penyuntikan jalan makanan karena adanya tumor.
- Siao ku (jenis dari siao he), diman begitu mudah lapar, suka makan tapi badan kurus tak
berisi, ini karena faktor panas dalam lambung.
- Perut kembung, perut membesar, sebagai akibat dari gangguan pencernaan. Penyebabnya
adalah faktor dingin dalam lambung yang mengakibatkan fungsi lambung menurun, sehingga
makanan terbendung dalam lambung.
- Air liur yang banyak sehingga menetes keluar dari mulut. Dikatakan sebagai akibat panas
dari lambung, lalu binatang dalam perut (cacing yang dimaksudkan) tak tenang lagi, karena
pergerakan binatang parasit itu kerja lambung jadi lambat. Kelambatan kerja lambung
mengakibatkan kerongkongan terbuka. Dan mengalirkan air liur keluar.
- Sari makanan dengan lima jenis rasa dipisah oleh lambung dengan bantuan daya
transportasi limpa disebarkan ke-5 zhang. Rasa asam untuk hati, rasa pahit untuk jantung, rasa
manis untuk limpa, rasa pedas untuk paru-paru dan rasa asin untuk ginjal, sehingga lima zhang
mendapat kebutuhannya masing-masing akan lima rasa.
- Ampas dari hasil-hasil pengolahan disalurkan ke usus yang terletak di bawahnya.
- Rasa nyeri pada daerah lambung adalah dari panas yang mengumpul dalam mulut
lambung, tidak dapat disalurkan ke luar.
- Bila qi dari lambung berjalan terbalik (biasanya ke bawah sekarang ke atas), maka
terlihatlah gejala hiccup (cegukan), pengaliran terbalik ini biasanya karena faktor dingin.
- Dalam bidang mental, bilamana panas menyerang lambung tampak gejala ganngguan
mental, gejala kelainan mental ini menurut beberapa ahli dianggap ada hubungannya denngan
perikardium.
- Kelainan qi dalam meridian,selain gejal;a mental maka dapat pula timbul gejala epitaksis,
paresis pasial, stomatitis, tonsilitis, pembengkakan leher dan lain-lain keadaar se-re (dengan
faktor panas).
- Selain itu ada pula gejala pembengkakan akibat penampungan cairan dan nyeri pada
daerah dimana meridiannya lewat, dalam hal ini juga kelainan tungkai kelumpuhan otot-otot
tungkai.
2 Fenomena Patologis Penyakit Usus Kecil
Stomatitis (radang mulut) karena adanya faktor panas dan usus kecil.
- terjadinya dapat karena penjalaran dari kandung kemih, faktor panas yang ada di
kandung kemih lewat lanmen disalurkan ke dalam usus kecil, lalu mengikuti meridiannya tiba
di daerah mulut.
- Dengan dasar hubungan itu pula, panas dalam usus kecil (yang disalurkan dari jantung)
dapat menimbulkan hematuria.
- Gejala kelainan qi di dalam meridian usus kecil :
1. tenggorokan nyeri dan bengkak (tonsilofaringitis)
2. pundak dan bahu terasa bagaikan patah.
3 Fenomena Patologis Penyakit Usus Besar
Konstipasi :
- karena adanya faktor panas dalam usus besar, sehingga terjadi pembatuan dari ampas
makanan.
- Wasir adalah kelanjutannya.
- Rasa yang menusuk dalam perut (disebut sebagai nnyeri usus).
- Usus berbunyi disertai rasa mulas dan diare biasanya, karena faktor dingin tapi juga
karena faktor panas.
- Dibedakan pada faktor dingin kotoran itu tercampur dengan sisa makanan yang tidak
tercerna dengan baik.
- Pada se diikuti pula muka merah, perut kembung, panas yang merupakan gejala dari
penyakit se panas.
- Dalam ke-2 ini, batuk dan sesak sekalipun gejala penyakit paru, tetapi penyebab di dalam
usus besar, akibat hubungan luar dalamnya dengan paru maka ia pun mempunyai gejala batuk
dan sesak nafas.
- Batuk dan sesak yang disebabkan karena se dari usus besar diikuti dengan gejal
tenggorokan bagaikan tersumbat sesuatu dan gejala se lainnya.
- Kelainan qi meridian usus besar :
1. sakit gigi, mulut kering, hidung tersumbat akibat rhinitis, epitaksis, penyakit tenggorokan
(tonsilitis, angina dan lain-lain).
2. pundak, bahu, lengan, tangan pada daerah dimana berjalan meridian usus besar merasa
kaku, tidak bisa bergerak.
4 Fenomena Patologis Penyakit Kandung Empedu
Kandung empedu se (kuat) dan panas :
- rasa penuh di bawah iga (epigastrium)
- mulut pahit
- sering menarik nafas dalam
- gelisah, sedih, khawatir tidak menentu
- demam
kelainan qi dalam meridian :
- mulut terasa pahit
- sering menarik nafas dalam
- nyeri epigastium
- badan tidak bisa miring ke samping
- pada penyakit yang berat terlihat pula warna muka menjadi gelap
- seluruh badan layu dan kering
- bagian lateral kaki terasa panas, karena panas dalam lambung ditularkan ke kandung
empedu
- mudah lapar
- otot dan alat gerak tak bertenaga
kandung empedu lemah dan dingin :
- insomia
- takut
- khawatir
- ragu-ragu bertindak
- rasa pahit di mulut
- gejala dalam bidang mental : sering menarik nafas dalam, perasaan mengambang, penuh
kekhawatiran, kecurigaan terhadap orang lain, merasa ada sesuatu yang menyumbat dalam
tenggorokan, sering membuang ludah.
Pada lelainan meridian akibat kelainan organ dalamnya :
- sakit kepala
- sakit tenggorokan
- nyeri sudut mata
- pembengkakan di bawah iga
- banyak keringat dan merasa dingin mulai dada, iga, bokong, tungkai bawah bagian lateral,
sampai kekaki bagian lateral ( mengikuti jalannya meridian, fungsinya terganggu, nyeri dan lain-
lain).
5 Fenomena Patologis Penyakit Kandung Kemih
Kemampuan kandung kemih untuk menyimpan dan mengeksresi urin tergantung
dari qi ginjal dan Yang ginjal khususnya. Bila terjadi defisiensi qi dan Yang bisa terjadi enuresis,
inkontinensia, retensi urin. Bila terjadi lembab panas akan timbul gejala frekuensi dan nyeri saat
BAK. Bila lembab panas terjadi dalam waktu yang lama, akan mengkonsumsi cairan tubuh
secara berlebihan. Hal ini akan mengakibatkan stranguria karena adanya batu dan hematuria.
Titik-Titik Meridian Organ Fu
1 Meridian Usus Besar
Alur meridian :
1. diawali dari ujung telunjuk (LI 1,shangyang) mengalir ke atas sepanjang sisi radial telunjuk
melewati celah antara tulang metakarpal ke-1 dan ke-2 (LI 4.he-gu)
2. selanjutnya mengalir ke arah lekukan antara tendon, otot ekstensor, pollicis longus dan
brevis melewati sepanjang sisi depan luar lengan atas menuju sisi luar siku
3. aliran terus mengalir di sepanjang batas depan dan sisi luar lengan atas
4. menuju ke titik tertinggi bahu (LI-15,Chienyu)
5. mengalir ke sepanjang batas depan akromion ke atas menuju batang leher ke-7 (GV-14,
Tachui)
6. selanjutnya menuju ke bagian dalam fosa suprakalvikularis tempat terjadinya hubungan
dengan LU dan melewati diafragma.
7. setelah itu masuk ke organ LI
8. difosa supraklavikularis terdapat cabang ke atas sepanjang leher
9. melalui pipi dan masuk ke bagian bawah gigi dan gusi
10. aliran berputar mengelilingi bibir dan menyebrang dari lekukan bibir secara simetris, yaitu
dari meridian sebelah kanan menyilang ke kiri dan meridian sebelah kiri ke kanan, berakhir di
LI-20 (yingxiang), kemudian berhubungan dengan ST. cabang yang lain dari ST-37 (shangjuxu)
bagian atas menuju ke LI
titik meridian usus besar :
LI-1 (Shangyang), titik logam tonifikasi
LI-2 (erjian), titik air, sedasi-1
LI-3 (sanjian), titik kayu, sedasi-2
LI-4 (hegu), titik sumber, pertemuan yang
LI-5 (yang xi), titik api
LI-6 (pianlie), titik luo
LI-7 (wen liu), titik akumulasi
LI-8 (xia liang)
LI-9 (shang lian)
LI-10 (shou san lie)
LI-11 (quchi), titik tanah
LI-12 (zhouliao)
LI-13 (widi)
LI-14 (beinao), titik yang wei
LI-15 (jianyu), titik yangciao
LI-16 (jugu), titik yangciao
LI-17 (tiang ding)
LI-18 (futu)
LI-19 (he liao)
LI-20 (yingxiang),
2 Meridian Lambung
Alur meridian:
1. mulai dari LI-20 (yingXiang) sebelelah luar cuping hidung, naik sampai akar hidung
bertemu dengan M.BL pada BL-1,kemudian turun sepanjang sebelah luar hidung pada ST-1 dan
masuk ke gusi bagian atas
2. muncul dan melengkung melingkari bibir secara simetris bertemu dengan CV-24 pada
lekukan bibir
3. keluar dari ST-5 dan mengalir sepanjang sudut rahang pada ST-6,kemudian naik ke depan
telinga
4. selanjutnya melalui GB-3 dari M.GB menelusuri garis rambut mencapai daerah hati
5. cabang di pipi keluar dari ST-5 ke bawah sampai ke ST-9.
6. masuk ke dalam organ ST berhubungan dengan SP
7. meridian utama terus mengalir lurus ke bawah
8. dari fosa supraklavikularis sepanjang garis dada
9. selanjtunya agak ke dalam masuk ke ST-30
10. melewati ST-31
11. melewati paha bagian depan ke ST-32 disebelah kanan lutut
12. selanjutnya meneruskan aliranya ke bawah melalui sebelah luar depan tibia menuju ke
bagian atas depan kaki mencapai sebelah luar jari ke-2 kaki,yaitu ST-45
13. cabang dari bagian depan kaki muncul dari ST-42 dan berakhir di bagian dalam ibu jari kaki
SP-1
titik-titik meridian lambung:
ST-1(chengqi)
ST-5(daying)
ST-6(jia che)
ST-9(ren ying)
ST-30(qichong)
ST-31(biguan)
ST-32(futu)
ST-42(chong yang)
ST-45(li dui)
3 Meridian Usus Kecil
Alur meridian:
1. mulai dari sisi ulnar pada ujung jari kelingking SI-1,mengikuti sisi ulnar dan telapak tangan
2. lewat lurus ke atas sepanjang aspek belakang lengan
3. mengalir sepanjang batas belakang dari luar lengan atas menuju bahu
4. melingkar bahu dan bertemu dengan M.GV pada GV-14
5. setelah itu turun menuju fosa subklavikularis
6. berhubungan dengan HT,mengalir turun melewati diafragma masuk ke organ ST dan ke
dalam organ SI
7. ada cabang di fosa subklavicularis muncul ke arah leher
8. masuk ke dalam telinga lewat SI-19 kemudian ke SI-18 dan pada BI-1 berhubungan dengan
meridian BL
titik-titik meridian:
SI-1(shaoze)
SI-18(quanliao)
SI-19(tinggong)
4 Meridian Kandung Kemih
Alur meridian:
1. diawali dari cantus dalam BL-1 pada BL-1 naik ke dahi dan bergabung dengan meridian
pasangannya CV-20
2. cabang vertikal timbul dari verteks X ke bagian pelipis
3. asal meridian masuk dan bergabung dengan otak muncul kembali bercabang dua di bagian
belakang leher
4. setelah itu masuk ke rongga tubuh melalui daerah fara vertebral berhubungan dengan KI
5. akhirnya berhubungan dengan organ BL
6. mengalir ke bawah sepanjang sisi dalam skapula
7. melewati daerah glukea pada titik GB-30
8. mengalir ke bawah sepanjang sisi luar panggul tempat bertemunya cabang di daerah
pinggang di fosa koplitea
9. terakhir menuju ke sepanjang tulang meta tarsal kelima dan melalui tonjolan tulang ini
menuju ke sisi luar jari kelingking kaki BL-67 yang akhirnya masuk ke meridian Ki
Titik-titik meridian Kandung Empedu
BL-1 (jinming)
BL-67 (zhiyin)
5 Meridian Kandung Empedu
Alur meridian :
1. mulai dari bagian luar cathus mata pada GB-1 ke atas ke sudut dahi pada GB-4
2. melengkung ke bawah pada bagian belakang telinga pada GB-20
3. selanjutnya muncul melalui bagian belakang telinga menuju aspek belakang dari bagian
luar canthus mata, setelah itu timbul dan mengalir ke bawah pada ST-5 dan mengalir ke bawah
pada ST-6
4. berhubungan dengan LR, kemudian masuk ke organ GB
5. kemudian mengalir ke permukaan sepanjang batas daerah atas kemaluan menuju GB-30
6. melanjutnya alirannya ke bawah melewati bagian belakang tulang fibula langsung ke ujung
GB-39
7. meneruskan alirannya menuju ke bagian luar maleolus sepanjang dorsal kaki dan berakhir
pada sisi luar ujung jari kaki ke-4 pada GB-45
8. cabang bagian dorsal kaki muncul dari GB-41 menuju ujung ibu jari kaki pada LR-1
Titik Meridian
GB-1 (tong zi liao)
GB-4 (han yan)
GB-30 (feng chi)
6. Meridian San-Jiao
Alur meridian
1. mulai dari sisi ulnar ujung jari manis pada TE-1
2. mengalir dari sisi dorsal lengan atas di antara radius dan ulna
3. mengalir ke bagian posterior, menyilang meridian GB
4. masuk ke fosa supraklavikularis
5. keluar cabang di daerah dada dan berhubungan dengan HC
6. aliran menurun melalui diafragma menuju abdomen dan berhubungan dengan san jiao atas,
tengah dan bawah
7. aliran terus mengalir sepanjang batas posterior telinga kemudian turun ke daerah pipi dan
berakhir di daeran infra orbitalis
8. kemudian muncul di muka telinga, menyilang cabang di daerah pipi mencapai canthus luar
pada GB-1
9. cabang lainnya muncul dari BL-39
titik-titik meridian
TE-1 (guanchong)
read comments (0)
Fenomena Organ Fu Istimewa
Author: epyfkh
16.03.2011
Fenomena organ adalah inti dari ilmu pengobatan tradisional Cina/Traditional Chinese Medicine
(TCM), yaitu teori yang memandang tubuh sebagai satu kesatuan. Fungsi masing-masing organ
saling berkaitan, demikian pula pancaindera, organ dengan jaringan, serta keadaan mental seperti
perasaan, pikiran, dan emosi.
Fenomena organ Fu istimewa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari fenomena organ.
Fenomena organ Fu istimewa menjelaskan tentang organ-organ Fu istimewa, fungsi fisiologis
dan patologisnya, serta hubungan dengan organ Zang-Fu.

Organ Fu Istimewa
Organ Fu istimewa (Sien Ci Ce Fu) adalah perpaduan antara sifat organ Zang dan Fu, yang
berbentuk mirip dengan organ Fu dan berfungsi sama dengan organ Zang yaitu menyimpan
tetapi tidak langsung menerima makanan (Jeremy Rose).
Dimana Semuanya secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan
Ginjal. (Gongwang l, Akira Hyodo).
Organ Fu istimewa terdiri dari :
1. Otak
Otak terletak di dalam tengkorak dan terdiri dari sum-sum. Dalam Huangdi Neijing otak disebut
juga lautan sum-sum. Fungsi fisiologis otak antara lain :
Merupakan pusat segala aktivitas
Memerintah aktivitas mental
Memerintah rasa dan gerak
2. Sumsum
Sumsum menurut TCM adalah keadaan zat cair yang mana merupakan bentuk-bentuk dari
sumsum tulang, dan suatu penghubung otak dan tulang belakang. Sumsum berfungsi memelihara
otak dan tulang belakang serta membetuk sum-sum tulang.
3. Tulang
Tulang tersusun atas sum-sum tulang dan dikuasai oleh ginjal. Mereka dikenal sebagai organ
khusus karena mereka menyalurkan sumsum tulang. Tulang berfungsi sebagai penopang tubuh.
4. Pembuluh darah
Pembuluh darah merupakan rute dari sirkulasi darah. Mereka berfungsi mengangkut darah
(Xue) dan Qi, serta menjaga darah agar mengalir secara normal di dalam pembuluh darah untuk
disebarkan ke seluruh tubuh.
Dalam menjalankan fungsinya pembuluh darah dibantu oleh organ Zang (jantung, hati, dan
limpa).
5. Kandung Empedu
Kandung empedu merupakan organ Fu yang juga termasuk dalam organ Fu istimewa. Fungsi
fisiologis kandung empedu antara lain :
menyimpan dan mengekskresikan cairan empedu
membantu pencernaan
mengatur sebagian aktivitas emosi
mengontrol otot
Kandung empedu mempunyai hubungan yang sangat erat dengan hati.
6. Uterus
Uterus dikenal sebagai organ khusus yang paling penting yaitu untuk mengatur menstruasi dan
kehamilan/merawat janin. Dalam menjalankan fungsinya uterus berhubungan dengan beberapa
organ Zang (terutama ginjal) dan meredian-meredian istimewa.
A. Sum-sum, Otak, dan Tulang
Sum-sum memiliki fungsi fisiologis memelihara otak dan tulang belakang serta membetuk
sum-sum tulang. Jika lautan sum-sum berlebih maka vitalitas baik, badan terasa ringan, gesit,
dan umur akan lebih panjang, sedangkan jika sum-sum mengalami defisiensi, maka kepala
pusing, tubuh letih, pandangan kabur dan tinitus. Sum-sum yang dalam keadaan xu
menyebabkan otak dan tulang belakang tidak terpelihara sehingga mengalami defisiensi.
B. Otak
Dalam TCM otak disebut juga sebagai lautan sum-sum. Alasannya adalah karena tulang
belakang berhubungan erat dengan otak, memelihara dan mengatur fungsi fisiologis otak
bersama-sama dengan sum-sum otak.
Otak memainkan peranan yang sangat penting dalam menjalankan aktivitas. Ia memerintah
organ Zang-Fu dan mengatur aktivitas kehidupan. Kerusakan pada otak akan mengancam
kehidupan, Menusuk otak akan menyebabkan kematian yang cepat (Huangdi Neijing).
Otak adalah organ yang bertanggungjawab terhadap pikiran dan kesadaran. Setiap aktivitas
mental dihasilkan dari refleksi terhadap segala objek yang ada di dunia. seperti yang dituliskan
dalam Huangdi Neijing Kepala adalah tempat dimana aktivitas berlangsung. Ketika otak
dalam keadaan normal, orang akan bertenaga, dapat berpikir jernih, lancar dalam berbicara, dan
kuat ingatannya. Dan ketika otak dalam fungsi yang abnormal, yang terjadi adalah sebaliknya.
Kemampuan organ-organ sensori pada tubuh (pancaindera) menerima suara, cahaya, dan
rasa sama baiknya dengan kemampuan otak menerima rangsangan nyeri, panas, dan dingin. Otak
menerima rangsangan-rangsangan tersebut melalui meredian.
Secara klinis, aktivitas mental sangat dekat hubungannya dengan organ Zang (ginjal,
jantung,dan hati). Karena jantung memerintah pikiran dan aktivitas mental, hati mengatur
aktivitas mental, dan ginjal menyimpan Jing untuk menghasilkan sum-sum dan membentuk otak.
Sehingga bila terjadi kerusakan mental dapat dilakukan terapi melalui ketiga organ tersebut.
C. Tulang
Tulang tersusun atas sum-sum tulang, atau dapat dikatakan bahwa tulang menyimpan sum-
sum tulang. Sum-sum dihasilkan oleh Jing ginjal. Jika Jing dan sum-sum mengalami defisiensi,
maka tulang tidak terpelihara, tidak dapat menopang tubuh sehingga tidak dapat berdiri atau
berjalan, selain itu tulang juga mudah retak atau patah.
D. Pembuluh darah
Pembuluh darah (Xue Mai) berfungsi mengangkut darah (Xue) dan Qi. Fungsi yang sama
juga dimiliki oleh Jing Luo (meredian). Terdapat perbedaan yang tidak jelas antara Xue Mai dan
Jing luo (meredian). Kemungkinan Xue Mai lebih banyak mengangkut darah, sedangkan Jing
Luo lebih banyak mengangkut Qi. Namun pada kasus lain, sebuah dokumen dari Cina
menjelaskan secara detil mengenai distribusi Jing Luo, tetapi tidak menjelaskan distribusi Xue
Mai secara terpisah. Begitu pula dengan titik akupunktur, terletak superficial dari Jing Luo tetapi
tidak terletak pada Xue Mai dengan satu sistem yang terpisah.
Dalam menjalankan Fungsinya Xue Mai dibantu oleh organ Zang (jantung, hati, dan limpa)
yang berkaitan dengan Xue. Sebagai tambahan, Yang ginjal adalah pondasi dari yang Zang-Fu
yang lain, karena itu ia juga menggerakkan Qi dan Xue; dan yin ginjal adalah pondasi dari yin
Zang-Fu lainnya, karena itu ia juga berfungsi mendinginkan Xue untuk mencegahnya dari panas
yang dapat membuatnya keluar dari Xue Mai.
E. Kandung empedu
Kandung empedu (Tan) tergolong dalam organ Fu, namun organ ini tidak menerima
makanan dan minuman, hanya menyimpan cairan empedu yang tergolong Jing. Dengan
demikian fungsi ini mirip dengan fungsi organ Zang. Cairan empedu selain disimpan dalam
kandung empedu juga dapat mengalir dengan lancar, maka sifat ini lebih menyerupai organ Fu,
sehingga kandung empedu disebut sebagai organ Fu istimewa.
Kandung empedu menyimpan dan mengekskresikan cairan empedu yang diterimanya dari
hati. Proses ini berjalan selama proses digesti bila diperlukan. Cairan empedu membantu limpa
dan lambung dalam mentransformasikan sari-sari makanan. Jika terjadi stagnasi Qi hati, cairan
empedu juga mengalami stagnasi, maka fungsi limpa dan lambung pun ikut terganggu dan
timbul rasa mual. Hati mengontrol perencanaan, sedangkan kandung empedu yang memutuskan.
Kedua fungsi ini harus harmonis agar dapat berjalan dengan lancar.
Kandung empedu mengontrol otot. Fungsi ini hampir sama dengan hati. Perbedaannya
adalah hati memelihara otot dengan Xue, sedangkan kandung empedu menyediakan Qi
untuk keleluwasaan gerak otot.
Hati dan kandung empedu merupakan kesatuan yang bekerjasama dalam menjalankan fungsi
sebagai pelancar dan mengatur sebagian aktivitas emosi. Dengan adanya keterkaitan kandung
empedu dan emosi itu, maka bila timbul gejala palpitasi, kecut hati, insomnia, banyak mimpi,
pengobatan dapat ditujukan kepada kandung empedu. Selain bekerjasama dengan hati, kandung
empedu juga membantu limpa dan lambung dalam mengolah makanan.
Seperti organ Zang-Fu lainnya, kandung empedu juga memiliki hubungan menghidupi-
membatasi dengan organ jantung, ginjal, paru-paru dan limpa. Selain itu, kandung empedu juga
memiliki hubungan dengan tri pemanas (San Jiao). Meredian kandung empedu dan San Jiao
saling berhubungan, dan mereka mengontrol timbul-tenggelamnya air dan api dalam tubuh.
F. Uterus
Uterus (Ni Ce Pao) menurut TCM adalah seluruh sistem organ reproduksi perempuan,
sehingga uterus memiliki fungsi fisiologis mengatur menstruasi dan fertilisasi, serta
mempersiapkan proses kehamilan. Berbeda dengan kedokteran barat yang beranggapan bahwa
uterus merupakan bagian dari sistem reproduksi perempuan.
Dalam menjalankan fungsinya, uterus dibantu oleh organ Zang serta meredian Ren dan
Chong. Jika Qi ginjal subur, Qi dan Xue dalam meredian Ren dan Chong cukup, maka
menstruasi berjalan normal dan fungsi reproduksi berjalan dengan baik, selanjutnya dapat
memelihara janin sehingga dapat tumbuh sehat. Sebaliknya, dalam keadaan Qi ginjal lemah, Qi
dan Xue dalam meredian Ren dan Chong menjadi kurang. Hal ini dapat mengakibatkan
menstruasi menjadi kurang atau kacau, bahkan tidak menstruasi lagi (amenorrhea). Keadaan
demikian dapat mengakibatkan terjadi kemandulan.
Organ-organ Zang lainnya yang berhubungan dengan Xue, seperti jantung, limpa, dan hati
juga sangat berpengaruh terhadap uterus. Jantung menguasai sirkulasi Xue, hati menyimpan Xue
juga mengikatnya dalam Xue Mai, dan limpa mengatur Xue, selain itu ketiga organ ini juga
meyimpan Qi. Proses menstruasi dan reproduksi (janin di dalam kandungan) banyak
membutuhkan Xue dan Qi. Jadi bila ada gangguan fungsi pada organ-organ tersebut, maka
fungsi uterus juga terganggu. Misalnya, pada keadaan defisiensi Qi jantung dan limpa dapat
mengakibatkan menstruasi berkurang atau tidak sama sekali. Jika Qi limpa turun ke bawah akan
mengakibatkan perdarahan uterus atau uterus menyembul keluar (prolaps uteri). Demikian pula
bila terjadi stagnasi Qi hati, darah menstruasi akan membeku dan terjadi nyeri haid
(dysmenorrhea).
Uterus juga berhubungan dengan lambung melalui meredian Chong. Morning sickness
biasanya disebabkan oleh perubahan yang terjadi dalam uterus yang dapat dijelaskan melalui
hubungan tersebut.
read comments (62)
Hubungan Antara Organ Zhang
Author: epyfkh
16.03.2011
Menurut ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM), disebutkan bahwa tubuh manusia terbagi
menjadi dua organ, yaitu organ Zhang dan organ Fu. Namun di dalam makalah ini, kami hanya
membatasi tentang organ zhang dan hubungan antar organ zhang.
Organ zhang terdiri dari : Jantung (xin), Hati (gan), Limpa (pi), Paru (fei), Ginjal (shen). Yang
mempunyai fungsi untuk membentuk, mentransformasi dan menyimpan partikel kecil dan
penting (jing), qi, darah (xue) dan cairan (jin ye). Organ zhang mempunyai ciri berupa organ
padat yang dapat diisi tapi tidak dapat mengeras. Secara ringkas hubungan antara organ Zang
adalah :
Hubungan antara Jantung dan Limpa
Hubungan antara Jantung Hati
Hubungan antara Jantung dan Paru
Hubungan antara Jantung dan Ginjal
Hubungan antara Limpa dan Hati
Hubungan antara Limpa dan Ginjal
Hubungan antara Paru dan Limpa
Hubungan antara Paru dan Hati
Hubungan antara Paru dan Ginjal
Hubungan antara Hati dan Ginjal
1. Jantung
Merupakan organ paling utama yang terletak di rongga dada sebagai pemimpin seluruh
organ tubuh dan penyimpan serta penghasil Sen. Jantung menyimpan Sen, yang mempunyai arti
luas, yaitu mengatur aktivitas hidup fisik & mental. Bila jantung berhenti berdenyut, maka
kehidupan berhenti dan Sen hilang.
Jantung berhubungan dengan pembuluh darah, mempengaruhi Xue (darah), otot, rasa, perasaan,
pikiran. Jantung berperan penting dalam proses pembentukan kecerdasan, jantung merupakan
kunci peredaran Qi Xue (energi & darah). Jantung dapat berdenyut, sehingga paru dapat
menghisap & menghembuskan udara karena ada energi di rongga dada (disebut Zhong Qi).
Air muka menilai fungsi jantung. Apabila persediaan darah cukup & darah beredar
normal, sehingga air muka nampak kemerahan dan berseri-seri, serta penuh gairah. Lidah
merupakan akar dan tunas jantung (terhubung dengan dunia luar). Gangguan fungsi jantung
dilihat dari bentuk, warna, dan gerak lidah. Rasa pahit dari materi dasar yang didapat,
membutuhkan jantung yang berfungsi baik/normal.
Emosi mempengaruhi dan dipengaruhi jantung. Jika jantung sehat, orang tampak gembira, ceria,
optimis. Sebaliknya, gembira berlebihan mengakibatkan jantung terluka/sakit. Dalam keadaan
patologis, jantung memproduksi cairan yang berupa keringat.
Jantung sebagai organ zang memiliki hubungan yin-yang dengan usus kecil sebagai organ fu dan
saling membentuk :
v Yang Qi dengan Ming Men (energi vital) membentuk api jantung.
v Yin Qi dengan Ming Men (energi vital) membentuk air ginjal.
Kelainan jantung pada umumnya merupakan kelainan mental, kelainan peredaran darah
(Xue), kelainan kulit (bercak-bercak merah), kelainan dengan rasa nyeri, dan kelainan meridian
jantung.
2. Pericardium
Adalah pembungkus selaput jantung, sebagai pelindung dari serangan penyakit, wakil
jantung menjalankan fungsi, dan menderita sakit bila jantung sakit. Pericardium dengan San jiao
(tri pemanas) hubungannya sebagai (Yin -Yang, dalam - luar, bersifat api). Kelainan Pericardium
sama dengan kelainan pada jantung, kecuali pada kelainan meridian.
Kesimpulan : Organ - organ diatas, jaringan tubuh ditambah rasa dan emosi membentuk
system organ jantung : Jantung dan selaput jantung, Usus Kecil, Pembuluh darah, Darah, Lidah,
Rasa pahit, Emosi : rasa positif dan gembira.
3. Limpa
Limpa dan lambung adalah penentu kekuatan manusia, berperan utama pada pencernaan
makanan dan minuman. Limpa mempunyai daya transportasi naik, benci lembab dan suka
kering. Segala lembab ditransportasikan ke paru. Materi dasar yang didapat diangkut ke paru,
untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Limpa berperan untuk mengatur cairan dan materi dasar yang
didapat.
Limpa sebagai organ pembentuk reak, dan paru sebagai penampung reak. Limpa berperan
sebagai sumber materi yang didapat, serta membentuk dan menguasai darah agar tidak bocor
(mengalir) keluar dari pembuluh darah. Bila tidak berhasil terjadi pendarahan. Bila berhasil
tujuan materi yang didapat tercapai dan Yin - Xue terpelihara dan otot menjadi sehat.
Limpa menyimpan Yin berlebihan, yang kemudian disalurkan ke seluruh tubuh lewat
sirkulasi meredian. Otot yang paling superficial tampak adalah bibir, karena bibir adalah salah
satu penentu penilaian terhadap limpa. Keadaan otot juga ikut menentukan. Mulut merupakan
penghubung limpa dengan dunia luar. Limpa dan mulut saling berdampingan menerima
makanan, menjadikan fungsi limpa normal, sehingga nafsu makan baik, bibir nampak merah dan
segar. Rasa manis dibutuhkan limpa untuk mengembangkan kenormalan fungsinya.
Limpa mempengaruhi dan dipengaruhi oleh cinta, simpati, rindu, melamun dan berpikir,
termasuk emosi. Limpa dan lambung hubungannya Yin-Yang (dalam luar). Kontraindikasi
keduanya adalah : Limpa tidak suka lembab, lebih menyukai kering dan berdaya sebar naik.
Lambung lebih suka lembab, benci kering dan berdaya sebar turun. Lambung menampung
makanan dan minuman yang lembab, diolah dan disalurkan ke bawah ke usus kecil.
Kelainan limpa pada umumnya merupakan : Kelainan otot dan pergerakan, kelainan Xue
(darah), kelainan pencernaan (berhubungannya dengan lambung), kelainan sistem cairan,
kelainan Meridian Limpa.
Kesimpulan : Organ diatas, ditambah jaringan tubuh, rasa dan emosi, membentuk :
system organ limpa, (Limpa, Lambung, Otot, Mulut-bibir, Rasa manis, Emosi cinta, rindu,
simpati, berpikir, melamun).
4. Paru
Selain organ jantung, di dalam rongga dada juga terdapat organ paru. Organ paru bergerak
kembang kempis dibawah pengaruh Zhong Qi (Qi / energi yang terkumpul di rongga dada).
Dalam pernapasan paru membentuk dan mengatur Qi yang didapat. Daya hisap paru ditunjang
oleh daya hisap ginjal, dan ditunjang oleh daya tekan menurun paru.
Organ paru juga mempunyai daya sebar. Daya tekan menurun dan daya sebar ini turut
mengatur peredaran darah dan keseimbangan cairan tubuh. Limpa mengantar cairan tubuh ke
atas dari Ciao tengah ke Ciao atas/rongga dada, lalu ditekan kebawah oleh paru dan disebarkan
keseluruh tubuh, permukaan kulit, dan terus ke bawah menjadi air seni.
Hidung merupakan penghubung paru dengan dunia luar. Karena itu paru juga
berhubungan erat dengan saluran pernapasan dan tenggorokan. Paru melalui hidung
mempengaruhi ingus dan daya penciuman sesuai dengan fungsinya menghirup udara. Paru
mempengaruhi suara, kulit dan bulu roma. Penyebab penyakit luar dapat masuk ke dalam tubuh
melalui kulit dan paru. Paru mempengaruhi dan dipengaruhi rasa sedih, duka, curiga, serta
pesimis. Rasa pedas dibutuhkan paru-paru untuk kenormalan fungsinya.
Paru dengan usus besar berhubungan sebagai Yin-Yang, dalam dan luar. Usus besar berperan
dalam pembuangan ampas sisa pengolahan makanan-minuman.
Kelainan paru pada umumnya merupakan :
Kelainan pernapasan, Kelainan system cairan, Kelainan kulit, Kelainan hidung, Kelainan
meridian paru.
Kesimpulan :
Organ-organ diatas ditambah jaringan tubuh, rasa dan emosi membentuk : system organ
paru, yaitu : Paru, Usus Besar, Hidung, Saluran pernapasan, Kulit, Bulu Roma, Rasa : pedas,
Emosi : sedih, duka, curiga dan pesimis.
5. Ginjal
Ginjal berada pada kedua sisi di bagian pinggang. Organ penyimpan materi dasar yang
didapat dan bawaan, penentu pertumbuhan dan penentu daya reproduktif. Jing yang didapat dan
Jing turunan dibentuk dan disimpan dalam ginjal. Itulah sebabnya ginjal berperan sebagai
penentu kekuatan bawaan dan pertumbuhan tubuh. Karena itu, maka ginjal kanan yang berperan
dalam mengatur materi dasar turunan disebut Ming Men (Pintu Gerbang hidup).
Pada saat ginjal menjadi matang, materi dasar bawaan (turunan) untuk pembentukan
generasi berikutnya serta tanda kedewasaan yang tampak pada tubuh. Kemudian mencapai titik
puncak, menurun, dan akhirnya layu.
Gejala yang tampak adalah : Gigi mulai rontok, Rambut memutih dikepala, ketiak dan
simphysis pubis, tulang-belulang lemah, daya seksual menurun.
Ginjal berperan : Mempengaruhi testis dan ovarium yang juga disebut sebagai
pelengkap ginjal (menyimpan Jing bawaan), menentukan kekuatan seksual, memelihara uterus
baik dalam fungsi biasa atau dalam keadaan hamil,dan mempengaruhi tulang-belulang termasuk
gigi-geligi. Penilaian ginjal dapat dilakukan melalui rambut. Ginjal membentuk sumsum tulang
dan otak. Otak adalah lautan sumsum tulang, yang berperan menentukan kelincahan gerak,
berfikir, dan daya konsentrasi. Cairan yang dikirim paru mempunyai fungsi menurunkan Qi ke
ginjal. Bersama-sama dengan limpa ginjal mengatur penyebaran dan pembuangan cairan tubuh.
Cairan tubuh yang kotor ditampung di kandung kemih dan menjadi urine.
Nei Jing menjelaskan fungsi fisiologi ginjal adalah proses kelahiran, perkembangan, serta
seluruh pertumbuhan sampai usia lanjut. Untuk perkembangan wanita pada kelipatan 7 tahun,
sedangkan laki-laki kelipatan 8 tahun. Pada usia 7 tahun bagi wanita dan 8 tahun bagi pria, qi
ginjal mulai penuh. Hal itu ditandai dengan adanya pergantian gigi dan rambut yang mulai lebat.
Usia 14 tahun bagi wanita dan 16 bagi pria, qi ginjal tumbuh subur, organ reproduksi mulai
matang, maka wanita mulai menstruasi dan pria mulai mengeluarkan spermanya yang pertama,
menandakan siap untuk menghasilkan keturunan. Pada usia 21 tahun untuk wanita dan 24 tahun
bagi pria, qi ginjal telah matang. Gigi telah tumbuh dengan sempurna. Bagi laki-laki tulang otot
telah tumbuh. Usia 28 tahun untuk wanita dan 32 tahun bagi pria, wanita tulang ototnya kuat,
rambut tumbuh lebat, pria otot tulang telah tumbuh.
Pada usia 35 tahun, pada wanita Meridian Yang Ming mulai lemah, sehingga wajah tampak
mulai berkeriput, rambut mulai rontok. Pada pria usia 40 tahun, rambut mulai rontok dan gigi
mulai rusak. Wanita usia 42 tahun, Meridian 3- Yang bagian atas lemah, muka kusut, dan rambut
mulai putih. Pria usia 48 tahun, kumis mulai putih. Pada wanita usia 49 tahun dan pria usia 64
tahun, Qi ginjal mulai melemah. Wanita pada Meridian Ren, Zhong lemah, menstruasi berhenti,
tubuh mulai layu, dan tidak dapat punya anak. Pria produktivitas spermanya lemah, fungsi alat
reproduksi mulai turun, impotensia, dan gigi ompong. Pada saat ini organ reproduksi tidak fungsi
lagi, karena ginjal sebagai penyimpan Jing turunan dan Jing didapat sudah melemah. Ginjal
lemah menyebabkan tubuh berat dan langkah tidak tegap lagi.
Yang menghubungkan ginjal dengan dunia luar adalah : telinga, anus (dubur) dan genitalia (alat
kelamin luar). Dengan anus, dalam hubungan dengan konstipasi dan diare. Dengan genetalia,
dalam hubungan dengan seksualitas. Rasa asin dibutuhkan ginjal untuk kenormalan fungsinya.
Takut adalah emosi yang mempengaruhi ginjal. Ginjal dan kandung kemih berhubungan sebagai
Yin-Yang, dalam dan luar. Kandung kemih berperan dalam penampungan dan pembuangan air
seni yang daya pembuangannya diatur oleh ginjal.
Kelainan ginjal pada umumnya merupakan :
Kelainan system cairan tubuh, Kelainan bidang seksual (laki-laki), Kelainan haid dan kehamilan,
Kelainan pencernaan (pengaruh limpa dan lambung), Kelainan mental, Kelainan telinga dan
pendengaran, Kelainan meridian ginjal.
Kesimpulan : Organ-organ diatas ditambah jaringan tubuh, rasa dan emosi membentuk
sistem organ ginjal, yang terdiri dari ginjal, kandung kemih, tulang belakang, gigi geligi,
sumsum tulang, otak, telinga, anus, genetalia, dan mempunyai rasa asin serta menguasai emosi
takut.
Selain hal di atas, ginjal juga mempunyai api sejati (Mingmen), yang terletak di ginjal
kanan, sedangkan ginjal kiri adalah ginjal yang sebenarnya. Selain itu Mingmen juga ada
ditengah kedua ginjal. Qi mingmen berhubungan dengan Qi ginjal.
6. Hati
Sifat utama hati adalah untuk pelancaran. Dibawah pengaruh sifat inilah maka limpa dan
lambung dapat mengolah dan mengatur materi dasar (Jing) didapat. Hati adalah organ
penyimpan fungsi Xue (darah). Darah keluar pada waktu ada aktivitas dan darah masuk pada
waktu istirahat. Daya pengaturan dan keadaan hati dapat dinilai lewat kuku jari tangan dari kaki.
Hati mempengaruhi jaringan tendon dan uterus baik dalam haid maupun dalam keadaan
hamil. Karena itu, hati juga mempengaruhi pergerakan dan alat kelamin (penis dan vagina).
Perjalanan meridian hati melingkari kelamin. Mata adalah organ yang menghubungkan hati
dengan dunia luar. Semua perasaan bersifat negatif, yaitu marah dan mendongkol merupakan
emosi yang mempengaruhi dan dipengaruhi hati.
Hati dalam keadaan Shi (akses) akan memperlihatkan gejala marah, sedangkan apabila
hati dalam keadaan Xu (defisiensi) akan memperlihatkan gejala mendongkol.
Hati berhubungan erat dengan emosi terutama marah dan depresi. Marah berlebihan
dapat melemahkan hati hingga hati tidak dapat melancarkan Qi, sebaliknya fungsi hati dalam
keadaan tidak baik akan sering terserang depresi mental, mudah marah dan lekas naik darah.
Rasa asam dibutuhkan hati untuk kenormalan fungsinya. Hati dan kandung empedu
berhubungan sebagai Yin-Yang, dalam dan luar. Kandung empedu berperan dalam menyimpan
dan menyalurkan empedu yang turut ambil bagian dalam pencernaan.
Kelainan hati pada umumnya merupakan :
Kelainan Xue (darah), kelainan Haid (bagi perempuan), kelainan seksual, kelainan pergerakan,
kelainan mental dan penyakit psikosomatik, kelainan meridian hati.
Kesimpulan :
Organ-organ diatas ditambah jaringan tubuh, rasa dan emosi membentuk : system organ hati,
terdiri : Hati, Kandung empedu, Tendon, Kuku, Mata, Rasa : asam, Emosi : marah dan
mendongkol.
Antara 5 sistem organ Zhang menjalin hubungan menjadi sebuah kesatuan yang bulat. Dibawah
ini dijelaskan hubungan antar 5 sistem organ Zhang, dengan mengungkapkan organ pokok setiap
sistem organ.
a. Hubungan antara Jantung dan Limpa
Jantung mempengaruhi darah yang dibentuk dibawah pengaruh limpa. Limpa menguasai
darah agar tidak mengalir keluar pembuluh darah. Apabila Sen yang tersimpan di jantung
terganggu karena terlalu banyak berfikir akan sukar tidur, darah jantung berkurang,
menyebabkan daya transportasi limpa terganggu.
Apabila daya penguasaan limpa atas darah lemah (pendarahan), maka darah jantung juga
berkurang (Xie xue jantung). Keadaan yang demikian dapat menimbulkan jantung dan limpa
dalam keadaan xu (lemah).
Gejala :
pusing, berdebar, mudah lupa, sukar tidur, pucat dan nafsu makan hilang, mudah lelah/lemah.
b. Hubungan antara Jantung dan Hati
Jantung menggerakkan peredaran darah. Hati menyimpan limpa. Apabila Yin Xue (darah
yang bersifat Yin) dalam hati cukup, maka jantung akan terpelihara dengan baik dan Yang hati
dapat dikendalikan. Apabila Yin xue itu kurang, hati akan kekurangan sesuatu yang disimpan,
dan jantung akan kehilangan sesuatu yang dipengaruhi.
Sehingga Yang hati dan Yang Jantung tidak ada yang mengendalikan, Api hati dan api
jantung berkobar, atau disebut : Yang Se Hati dan Yang Se Jantung, atau Yin xu hati dan Yin xu
jantung.
Gejala :
Vertigo, mata sepat, gelisah, sukar tidur, nyeri iga, haid tak teratur.
c. Hubungan antara Jantung dan Paru
Karena ada Cung Qi dalam rongga dada, maka Jantung berdenyut, Paru kembang-
kempis menghirup dan mengeluarkan udara, menguasai dan menyebar Qi, Darah bergerak
dibawah pengaruh denyut jantung dimana Qi (energi) dibutuhkan untuk mengedarkan darah,
Denyut jantung mendorong daya sebar paru, sehingga terjadi :
- Daya sebar Qi paru xu menimbulkan hambatan dan pembekuan darah (xue) dan begitu
sebaliknya.
Gejala :
pendek nafas, sesak dada.
- Bekuan/hambatan Xie, Xie xu jantung, daya sebar Qi paru terhambat.
Gejala :
pendek nafas, sesak dada, muka pucat, jantung berdebar.
d. Hubungan antara Jantung dan Ginjal
Qi jantung dan Qi ginjal membentuk api dan air. Yin-Yang. Yang ginjal membentuk
api jantung, Yin jantung membentuk air ginjal. Suatu hubungan istimewa : saling membutuhkan.
Apabila hubungan ini terputus atau terganggu, maka organ itu lemah (xu). Yin xu ginjal
menimbulkan api jantung berkobar begitupun sebaliknya, Yin xu ginjal menimbulkan api
jantung xu.
Gejala :
Tenggorokan kering, nyeri pinggang, telinga berdenging, gelisah, suka tidur, sariawan,
seminal emission. Oedema, nyeri kencing tak lancar/banyak kencing, impotent, nyeri pinggang,
lutut dingin, penuh dada, sesak nafas, bibir kebiruan.
e. Hubungan antara Limpa dan Hati :
Limpa dan Lambung mengelola pencernaan, menguasai darah. Hati menyimpan darah,
pelancaran Qi. Daya pelancaran hati turut bekerja dibidang pencernaan.
- Apabila daya pelancar atau Qi hati lemah, pencernaan terganggu.
Gejala :
Ulu hati terasa penuh, nyeri iga, kembung perut, mual, diare.
- Hati tidak menyimpan darah (pendarahan), menyebabkan Xie xu Limpa.
Gejala :
Badan lemah, nafsu makan kurang.
- Qi xu Limpa (daya transportasi kurang) menimbulkan Qi Xie xu hati.
Gejala :
Pusing, mudah lelah, badan lesu, kurang nafsu makan, mata kuning.
f. Hubungan antara Limpa dan Ginjal :
Yang Ginjal disebut api Mingmen sebagai penggerak limpa lambung di bidang
pencernaan. Apabila Yang Ginjal lemah (xu), disebut Yang xu ginjal, maka pencernaan
terganggu.
Gejala :
Nyeri perut dingin, diare, makanan tak tercerna, odem, pucat, bengkak. Nafsu makan turun,
pertumbuhan lambat, kecerdasan/kelincahan.
g. Hubungan antara Paru dan Limpa :
Paru adalah organ penyimpan reak. Limpa adalah organ pembentuk reak. Apabila limpa
gagal mentransportasi dan peran limpa mengatur cairan gagal, maka akan terbentuk reak. Reak
tiba di paru, sehingga menimbulkan kelainan paru.
Daya transportasi limpa kurang menimbulkan Qi paru terhambat. Daya sebar Qi paru
menurun / kurang menyebabkan daya transportasi limpa kurang.
Gejala :
Tinja lembek, kencing kurang, batuk, dada penuh, sesak nafas, nafsu makan kurang, banyak
reak, badan berat.
h. Hubungan antara Paru dan Hati
Paru memiliki daya turun dan penyebaran. Menguasai Qi Hati memiliki daya naik.
Pelancar Qi, Kontradiksi ini membentuk keseimbangan Qi (energi). Apabila Qi hati berlebihan
(ekses), maka api hati akan naik melukai Yin Paru, sehingga akan timbul gejala :
Tenggorokan kering, batuk, mata merah, kepala sakit, api paru berlebihan (ekses).
i. Hubungan antara Paru dan Ginjal :
Paru menguasai Qi (energi), pengaturan cairan tubuh. Ginjal menyimpan Qi sejati,
menguasai metabolisme air. Paru membentuk Qi dengan ditunjang oleh daya hisap ginjal. Qi-
ginjal bersatu dengan Qi-paru membentuk Qi-sejati. Daya turun Qi paru terganggu
mengakibatkan Qi ginjal terhambat.Gejala yang nampak : sesak nafas, nafas pendek, batuk, nafas
memburu, waktu bergerak makin payah, kencing kurang / sulit, oedem.
j. Hubungan antara Hati dan Ginjal
Hati menyimpan Xie (darah). Ginjal menyimpan jing (materi dasar). Xie hati dan jing ginjal pada
dasarnya adalah materi dasar yang didapat. Keduanya dapat saling berubah, xue (darah) menjadi
jing (materi dasar), dan sebaliknya. Karena itu, apabila xue hati kurang, jing ginjal juga kurang.
Demikian pula sebaliknya. Keadaan ini disebut Yin xu hati dan ginjal. Artinya, Yin dalam hati
dan ginjal dalam keadaan lemah (xu) atau defisien. Apabila Yang hati berlebihan (ekses, Se),
akan menyebabkan xue hati dan jing ginjal kurang (defisien).
Hati berdaya pelancaran, pelepasan, cenderung keluar. Ginjal berdaya menyimpan,
tertutup-kokoh, cenderung ke dalam. Pertentangan antara keduanya membentuk keseimbangan.
Manifestasi yang tampak pada bidang reproduksi : Haid pada wanita, pelepasan air mani pada
laki-laki.
Jika terjadi gangguan keseimbangan antara kedua daya tersebut :
- Gangguan haid, Haid tidak teratur.
- Gangguan sexual, misal : ejaculatio praecox. Seminal emission daya sexual menurun.
- Pusing, daya penglihatan turun, mudah lupa, pendengaran menurun, telinga berdenging.
read comments (59)
Hubungan Antara Organ Zang-Fu dan Fu Istimewa
Author: epyfkh
16.03.2011
Seperti yang telah kita pelajari,organ Zang Fu termasuk Fu Istimewa memiliki hubungan yang
sangat erat dalam menjalankan fungsinya.Jika kita lihat dari masing-masing organ,organ Zang
membentuk struktur,organ Fu menyelenggarakan fungsi dan Fu Istimewa memiliki sifat
campuran darri Zang dan Fu.Jadi dapat dikatakan bahwa organ Fu merupakan sisi fungsional
dari organ Zang dan organ Fu Istimewa mempunyai bentuk mirip organ Fu tetapi
memiliki fungsi yang sama dengan organ Zang. Hubungan antara organ Zang dengan organ Fu
ini diperjelas oleh perjalanan meridian-meridian Yin -Yang. Setiap meridian Yin selain
berhubungan dengan organ Zang yang bersangkutan akan sampai di organ Fu yang menjadi
pasangannya.demikian juga meridian yang selain berhubungan dengan organ Fu yang
bersangkutan juga akan sampai di organ yang menjadi pasangannya.Oleh karena itu,kami
menganggap perlunya membahas soal hubungan antara organ Zang-Fu dan Fu Istimewa lebih
lanjut.
1. Organ Zang
Organ Zang meliputi :
1. Jantung (Xin)
2. Hati (Gan)
3. Limpa (Bi)
4. Paru (Fei)
5. Ginjal (Shen)
6. Perikardium ( Xin Biao )
Ciri :
Organ padat
Dapat diisi
Tidak dapat mengeras
Tak langsung menerima,mengolah makanan serta menyalurkan sari makanan dan ampasnya.
Bisa menyimpan Jing (dasar materi)
Fungsi :
Membentuk, mentransformasi dan menyimpan partikel kecil dan penting (jing), qi, darah
(xue) dan cairan (jin ye).
A. Jantung (Xin)
Letak : Rongga dada
Panglima dari organ Zang Fu
Fungsi :
Menguasai darah (Xue)
Jantung (xin) menguasai darah dan pembuluh darah,mendorong darah sehingga darah mengalir
lancar dalam pembuluh darah (memberi nutrisi seluruh tubuh).

Pengertian menguasai dalam hal ini mencakup dua fungsi yaitu :
J Mengubah Qi makanan dan minuman menjadi darah
J Mengatur sirkulasi darah.
Xin, xue dan pembuluh darah merupakan Tri tunggal dalam sirkulasi darah.Kekuatan memompa
darah tergantung Qi dari jantung (xin).
o Jika Xin Qi kuat maka darah lancar dan terisi penuh,akan tampak : - Nadi teraba kuat,
berdenyut teratur, wajah merah dan bercahaya.
o Jika Xin Qi lemah maka darah tidak cukup mengalir sehingga tampak : - nadi teraba kosong
dan lemah, wajah pucat.
o Jika tidak mengalir (stasis) mengakibatkan jaringan kekurangan darah (ischemik) akan
tampak : - wajah ungu / hijau, nadi teraba kasat (tidak lancar) dan denyut tidak teratur.
Menguasai jiwa (Sen)
Sen dalam arti luas : Semua aktivitas jiwa raga diekspresikan ke luar tubuh.
Arti sempit : daya pikir, kesadaran dan kecerdasan.Hal ini terkait dengan organ Zang,yaitu :
- Jantung adalah tempat kesadaran
- Hati adalah tempat jiwa
- Paru-paru adalah tempat semangat mempertahankan hidup
- Ginjal adalah tempat kemauan
- Limpa adalah tempat menarik kesimpulan atau berkonsentrasi
Sen baik : mata bersinar, suara nyaring, reaksi dan reflek yang baik
Jika xin menguasai sen dengan baik maka cara berpikir dan akal sehat, perasaan dan daya
ingat baik,gerak-gerik normal dan pembicaraan dengan logika.
Jika Xin menguasai darah,xin menguasai sen maka Qi dan xue beredar lancar,sen mendapat
nutrisi sehingga daya pikiran, kesadaran dan kecerdasan baik.
Jika Qi dan xue tidak lancar maka sen tidak mendapat nutrisi akibatnya jantung berdebar, sulit
tidur, banyak mimpi dan cepat lupa.
Menguasai lidah
Lidah berhubungan erat dengan Xin disebabkan meridian Xin mempunyai satu cabang yang
langsung berhubungan dengan lidah sehingga Qi dan Xue mengalir lancar dan gangguan xin
dimanifestasikan pada lidah.
Jika Qi dan xue lancar lidah merah, bercahaya dan bergerak leluasa
Jika Qi dan xue tidak lancar lidah ungu (bintik-bintik ungu)
Jika api jantung (xin) membara ke atas lidah merah sekali, timbul sariawan
Patogen panas / dahak pada xin menyerang perikardium (xin bao) menyebabkan : lidah
kaku dan tidak dapat bicara Jantung berpintu pada lidah.
Menguasai keringat
Keringat keluar berasal dari Jin ye, sedang jin ye kandungan penting dari Xue.Karena xue
dikuasai jantung maka jantung juga menguasai keringat.
Keringat keluar berlebihan dapat mengganggu Qi dan xue dari jantung tampak : jantung
berdebar dan lesu (Yang dari jantung hilang)
Defisiensi qi jantung mengakibatkan banyak keringat
Defisiensi yin jantung menjakibatkan keringat keluar saat tidur
B. Hati ( Gan )
Letak : sisi sebelah kanan atas rongga perut.
Fungsi :
Menyimpan darah
Hati memiliki fungsi sebagai penyimpan darah dan mengatur jumlah dalam peredaran
darah.Selama istirahat dan tidur,darah kembali ke dalam hati,selama tubuh dalam keadaan aktif
darah meninggalkan hati untuk mengisi jumlah darah yang diperlukan di dalam
peredarannya.Hati bersama dengan jantung mengirim darah ke jaringan dan organ yang lain.
Memelihara aliran Qi
Berarti menjaga keharmonisan dan melancarkan fungsi dari kegiatan tubuh.Gangguan yang
berhubungan dengan aliran Qi adalah sebagai berikut :
J Hati berhubungan erat dengan keadaan emosi terutama dalam keadaan depresi dan
marah,depresi mental yang berkepanjangan,marah yang berlebihan dapat melemahkan hati
sehingga hati tidak dapat melancarkan aliran Qi.
J Lancarnya aliran Qi atau disharmoni fungsi hati karena stagnasi atau gangguan lain akan
berakibat terganggunya aktivitas organ limpa dan lambung dalam proses pencernaan dan
penyerapan.
J Mempengaruhi sekresi getah empedu yang tersimpan dalam kandung empedu untuk dialirkan
kedalam usus.
J Berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi yang berhubungan dengan fungsi
menyimpan darah.
Menguasai tendon
Fungsi tendon menghubungkan sendi-sendi dan otot sebagai alat penggerak
Tendon dikuasasi hati :
Jadi tendon akan berfungsi baik jika dipelihara darah dari hati (Xue Gan) dan Qi hati (Qi Gan)
Jika fungsi tidak baik,disebabkan Xue Gan tidak dapat memelihara tendon yang berakibat tendon
menyusut,lemah dan mengurangi aktivitas sehingga otot sering kejang dan persendian kaku.
Jika patogen panas (karena penyakit panas)menyerang,dapat mengeringkan yin hati
mengakibatkan tendon menjadi kaku dan kencang.
Manifestasi di kuku dan keluar melalui mata
Mata merupakan penghubung hati dan sebaliknya hati berpintu pada mata
Fungsi hati menyimpan darah dan memelihara mata,karena meridian hati mengitari mata maka
erat hubungannya dengan daya penglihatan dan pergerakan mata di banding dengan organ-organ
Zang-Fu yang lain.
Hati memberi nutrisi mata sehingga mata jelas, tidak buta warna dan tampak bercahaya. Jika
kekurangan nutrisi karena Yin Xue dalam Gan berkurang maka mata kering, sepat dan kabur.
J Patogen api membara ke atas mata merah dan bengkak
J Meridian hati terserang patogen angin dan panas mata gatal dan merah
J Jika yang gan membara ke atas melihat berputar-putar (vertigo)
J Patogen angin gan bergerak di dalam mata tampak tertarik ke atas / samping.
C. Limpa ( Bi )
Letak :
Fungsi :
Menguasai transportasi dan transformasi
Meliputi : pencernaan, penyerapan, pengangkutan dan penyebaran Jing makanan / minuman.
Makanan / minuman dicerna dalam lambung (wei) dan bersama limpa (bi) disebar ke seluruh
tubuh bekerja sama dengan jantung (xin), paru (fei) dan san jiao.
Jing ditransformasi menjadi qi dan xue dibutuhkan setelah lahir karena limpa organ utama bagi
manusia setelah lahir / Organ sumber qi dan xue.
Transportasi dan transformasi baik Bergairah, aktif, qi / xue cukup dan daya tahan baik.
J Jika tidak dapat dikuasai : kekurangan nafsu makan, perut kembung, tidak bersemangat, kurus
dan daya tahan menurun
Membimbing peredaran darah
o Dengan bantuan Qi Bi, maka Jing makanan / minuman diubah menjadi Xue.
o Limpa mengatur peredaran darah yaitu membimbing Xue sehinggamengalir dalam pembuluh
darah (karena dorongan Qi Bi) sehingga kekuatan qi seluruh tubuh berhubungan dengan Qi Bi
(Panglima xue).
o Jika qi bi tidak kuat sehingga xue keluar dari pemb. Darah berak darah, perdarahan rahim,
wasir, hematoma
Mempengaruhi otot dan anggota gerak
Jing memberi nutrisi pada otot agar dapat tumbuh dan bertenaga.
Jika kekurangan berakibat otot kecil dan tidak bertenaga
Menjaga letak organ pada lokasinya
Berhubungan dengan dunia luar melalui meridian menuju lambung
Fungsi bi baik : dapat menikmati rasa & nafsu makan baik
Bibir peka terhadap perubahan fungsi bi
Jika Bi baik transportasi qi & xue baik maka timbul : bibir merah dan bercahaya.
Jika Bi tidak baik bibir pucat, bercahaya dan berkerut
1. Paru-paru ( Fei )
Letak : berada di rongga dada sebelah kanan dan kiri
Fungsi :
- Menguasai qi seluruh tubuh dan pernapasan
Paru adalah organ yang mengatur pernapasan,fungsinya menyebarkan dan menurunkan Qi
,menarik Qi yang bersih untuk disebarkan ke seluruh tubuh dan menghembuskan Qi yang kotor.
Menguasai qi :
- Udara
- Makanan :
- lambung
- limpa
Qin yang berasal dari makanan dan minuman yang diserap lambung,kemudian ditransfer oleh
limpa kerongga dada untuk dikombinasikan dengan Qi dari atas oleh paru-paru.
Keadaan patologis meliputi :
Mengganggu pembentukan qi murni
Qi tidak cukup : - napas tidak bertenaga
- Volume udara berkurang
- Bicara suara lemah
- Berkeringat spontan
Ketidaklancaran peredaran qi :
- Batuk
- Sesak
- Dada terasa penuh
- Menguasai kelancaran saluran air
Fungsi paru aalah menyebarkan (dispersing) dan menurunkan (discending) cairan,melancarkan
cairan tubuh untuk dikirimk ke ginjal dan membuang sisa yang terbentuk cairan melalui keringat
dan air seni melalui kandung kemih.
- Berhubungan dengan dunia luar melalui hidung dan tenggorokan (mengendalikan suara)
J Hidung dan tenggorokan bagian saluran pernapasan.
J Hidung menyalurkan udara dan penciuman
Tenggorokan (pernapasan & pita suara) dikuasai fei qi
Fei qi tidak lancar : hidung tersumbat, penciuman tidak normal, sesak
Jika patogen dingin menyerang paru batuk, tenggorokan gatal, suara parau.Dan jika patogen
panas yang menyerang paru Sakit tenggorokan, suara parau.
1. Ginjal ( Shen )
Letak : berada di kedua sisi bagian pinggang
Berpintu pada : - Telinga
- Anus
- Alat kelamin
Shen menguasai pertumbuhan, perkembangan, Reproduksi
Fungsi :
- Menyimpan Jing
Jing : - Kongenital Orang tua
- Setelah lahir Makanan/minuman
- Partikel dasar membentuk tubuh
- Materi dasar menunjang aktivitas
- Menguasai cairan tubuh
Bagian cairan ini dikirim kebawah oleh paru yang mempunyai fungsi menurunkan Qi ke
ginjal.Ini terbagi menjadi fungsi Yang ginjal : Murni dan keruh,cairan yang murni (bagian yang
terpakai) dipakai,sedangkan yang keruh (bagian yang tersisa) mengalir ke kendung kemih
berbentuk air seni untuk dibuang.
- Menerima Qi
Pernapasan adalah yang utama dilakukan oleh paru,tetapi ginjal yang membantu prosesnya
karena fungsinya sebagai penerima (menarik) Qi.Tersebarnya Qi yang dihisap oleh paru ke
seluruh tubuh bukan hanya fungsi penurunan oleh paru akan tetapi fungsi ginjal jugu berperan
sebagai penerima dan pengendali.
- Membentuk Sumsum tulang dan berhubungan dengan otak
Mempengaruhi tulang dan memproduksi darah.Ginjal menyimpan sari pati (essence/Jing) yang
dapat menghasilkan sumsum (termasuk jaringan sumsumpada tulang belakang,sumsum
tulang),dan merupakan bagian terpenting pada jaringan sumsum tulang belakang karena
berhubungan langsung dengan otak,sedangkan sumsum tulang belakang memelihara tulang-
tulang termasuk gigi dan membuat darah.Keberadaan otak,kepadatan tulang ,darah yang
memadai semuanya erat hubungannya dengan keadaan essence pada ginjal.
- Berpintu pada telinga, anus dan alat kelamin
Qi dari shen menyangkut fungsi pendengaran :
Jika Qi Shen cukup : jelas dan tajam
Jika Qi Shen tidak cukup : Tinitus, tuli (lansia)
Yang shen tidak cukup : konstipasi / diare disertai impotensi
Yin shen tidak cukup : konstipasi, BAB kering dan keras
F. Pericardium (Xin Bao )
Letak : sebagai organ pembungkus jantung
Fungsinya yaitu
o Barisan pertahanan yang melindungi jantung dari PPL / PPD, jika perikardium sudah
terserang maka berpotensi agen tersebut menyerang jantung yang bisa membahayakan jiwa.
o Dalam klinik penyakit jantung mirip dengan perikardium :
- Patogen panas menyerang perikardium timbul kesadaran menurun dan koma.
- Patogen dahak menyerang perikardium timbul kesadaran / kecerdasan menurun dan
mania.
2 Organ Fu
Meliputi :
A. Kandung empedu (Dan)
B. Lambung (Wei)
C. Kandung kemih (Pang Guan)
D. Usus besar (Da Chang)
E. Usus halus / kecil (Xiao Chang)
F. Tripemenas (San Jiao)
Ciri organ Fu :
- Berbentuk kantong
- Selalu menyalurkan isinya ke organ lain
- Dapat diisi sampai padat tapi tidak akan penuh.
- Langsung menerima,mengolah makanan serta menyalurkan sari makanan dan ampasnya.
- Tidak bisa menyimpan Jing (dasar materi)
Fungsi :
Menampung, mencerna makanan dan minuman, mengangkut dan membuang sampahnya
A. Kandung empedu (Dan)
Mendapat cairan empedu dari hati (Gan).Cairan tersebut diekskresikan ke usus untuk
membantu pencernaan.
Jika Qi Dan naik,timbul gejala pahit / muntah pahit.Dan jika Qi Dan tidak dapat mengalir
sehingga cairan empedu banjir keluar timbul Jaundice (kulit dan sklera).
Kesatuan Gan & Dan sebagai pelancar dan mengatur aktivitas emosi.
Keterkaitan Dan & emosi timbul :
- Palpitasi
- Kecut hati
- Insomnia
- Banyak mimpi
Dan membantu limpa (bi) dalam mengolah makanan / minuman.Dan tergolong Fu istimewa
(menyalurkan tapi tidak menyimpan cing).
B. Lambung (Wei)
Letak: di bawah diafragma merupakan lanjutan ososphagus dan meneruskan ke usus halus.
Fungsi :Menerima,mencerna dan mengolah makanan dan minuman, sehingga disebut lautan
makanan dan minuman.
Makanan/minuman dicerna & disalurkan ke usus halus kemudian cing dari makanan /
minuman disebarkan oleh limpa.
Wei Qi tidak turun : anorexia, sakit lambung, perut kembung, mual, muntah dan sendawa.
Wei memerlukan banyak Jin Ye karena menyukai lembab (tidak suka kering).Jika Jin ye
tidak cukup (terserang patogen kering) sehingga makanan minuman tidak dicerna baik timbul :
kembung, mulut kering dan feses kering.
C. Kandung kemih (Pang Guan)
Fungsi : menampung cairan dari ginjal shen kemudian diekskresikan sebagai air seni.
Qi dari Pang Guan diatur oleh Yang shen ,jika Yang shen tidak cukup berakibat gangguan
fungsi Pang Guan sehingga timbul : dysuri dan sakit saat urinasi.
Yang shen tidak terkendali (Qi dari Pang Guan yang berlebih) mengakibatkan beser dan sakit
saat urinasi (+ darah).
D. Usus besar (Da Chang)
Fungsi : pengemas ampas makanan / minuman untuk diekskresikan melalui rectum.
Jika terdapat kelainan Da Chang timbul:borborygmus,diare,sembelit.
Patogen panas (she / ekses) dapat mengeringkan Jin Ye sehingga sembelit, feses kering dan
keruh.
Jika Xi (defesiensi) ,bertenaga mendorong feses sehingga sembelit tapi tidak keras / kering.
Jika patogen lembab dan panas :Sakit perut,feses lembek, lendir & berdarah.
E. Usus halus / kecil (Xiao Chang)
Letak :didalam rongga perut bagian bawah,ujung bagian atasnya berhubungan dengan
lambung melalui sebuah lubang dan ujung bagian bawah berhubungan dengan usus besar melalui
iliocolon.
Fungsi : Memisahkan olahan makanan dan minuman menjadi 2 bagian yaitu:bagian bersih
diserap dan disalurkan oleh limpa sedangkan bagian kotor disalurkan ke usus besar (Da Chang).
F. Tripemenas (San Jiao)
Ada beberapa pendapat mengenai organ sanjiao yang merupakan salah satu organ Fu &
sebagai organ hipotesa, tidak terlihat, tidak teraba tetapi ada.
Beberapa pendapat yang berbeda itu sebagai berikut : Merupakan sebuah nama tanpa bentuk,
Sebuah organ yang punya bentuk, semacam sebuah kantung besa dari rongga dada sampai ke
rongga pelvis, Suatu selaput pembungkus organ Zhang Fu.
Terlepas dari adanya perbedaan tersebut, yang penting adalah manfaatnya dalam terapi
penyembuhan penyakit.
Fungsi sebagai berikut :
Sebagai penunjuk letak organ tubuh. Sebagai penunjuk letak organ tubuh, sanjiao dibagi dalam
3 bagian :
Ciao-atas (sanjiao) meliputi daerah rongga dada. Didalamnya terdapat organ jantung,
pericardium & paru. Fungsi : Penerima materi dasar didapat & udara yang dibutuhkan untuk
membentuk Ci (energi), & menyebarkan ke tubuh. Melancarkan peredaran Wei Ci yaitu jenis
materi yang keruh & bersifat Yang, untuk menghangati kulit, otot.
Ciao-tengah (Zhong jiao) meliputi daerah tengah setinggi lambung, keatas sampai
diafragma, kebawah sampai umbilicus. Di dalamnya terdapat organ-organ : lambung, limpa, hati
& kandung empedu. Fungsinya:mengolah, mengatur & menyalurkan materi dasar (jing).
Ciao-bawah (Sia jiao) terletak dari mulut bawah lambung ke bawah sampai anus (dubur).
Didalamnya terdapat organ-organ : usus kecil, usus besar, ginjal & kandung kemih, dubur, alat
kelamin. Fungsinya : Memisah ampas, Mengatur cairan badan, Membuang ampas (tinja &
urine).
3 Organ Fu istimewa
A. Otak (Nao)
B. Sumsum tulang (Suei)
C. Pembuluh darah (Mai)
D. Kandung empedu (Dan)
E. Tulang (Ku)
F. Rahim (Ni ce pao)
1. Otak (Nao)
Fungsi : tempat SEN sejati, berperan dalam mental, jiwa, rasio, kecerdasan. Ingatan
manusia simpan di otak
Berhubungan dengan : Pergerakan tubuh, pendengaran, penciuman, penglihatan.
Otak lemah akan timbul gejala-gejala : mudah lupa, daya pikir (rasio) menurun, kurang
lincah & kurang cerdas, telinga berdenging, daya penglihatan, penciuman turun, lutut pegal
linu, lemah badan.
Dalam fisiologi & patologi, otak berhubungan erat dengan organ ginjal, hati, jantung.
Contohnya jing Si ginjal : otak lemah, mudah lupa, kurang lincah/cerdas, daya piker turun, lutut
pegal linu. Panas tinggi, serang jantung (Pericardium) : kesadaran menurun. Angin hati
bergejolak : vertigo.
1. Sumsum tulang (Suei)
Fungsi : materi dasar pembentukan otak, ikut berperan dalam pembentukan darah,
berhubungan erat dengan ginjal, hati, meredian Tu.
Sumsum tulang dikuasai oleh Jing ginjal,jika jing cukup maka sumsum tulang akan
membentuk tulang yang kuat dan begitu juga sebaliknya,jika jing dari ginjal kurang/sedikit maka
pertumbuhan tulang lambat dan rapuh.
1. Pembuluh darah (Mai)
Fungsi : sebagai wadah jalanan darah,berperan dalam pengedaran darah.
Sifat : suka lemas/lunak, tenang, benci tegang, kaku/keras.
Dalam pembuluh darah dapat dirasakan ritme, gerakan perjalan substansi dalam pembuluh
darah,yang kesemuanya ini saling berhubungan dan saling tergantung dengan Qi.
1. Tulang (Ku)
Fungsi : membentuk suatu kerangka tubuh,ikut berperan dalam penggerakan tubuh.
Sifat : untuk melindungi organ.
Tulang di susun oleh sumsum tulang,yang dikuasai oleh Jing ginjal.
1. Rahim (Ni ce pao)
Fungsi :mengatur menstruasi dan merawat janin.
Organ dan meridian yang berkaitan dengan fungsi uterus adalah ginjal.Hanya dengan Jing
ginjal yang cukup maka menstruasi dapat berjalan teratur serta pertumbuhan janin dapat
berlangsung baik.
1 Hubungan antara organ Zang Fu
A. Hubungan antara Jantung dengan Usus halus
[ Secara fisiologis dan patologis, usus halus sangat dekat dekat dengan Bi, Wei, Da Chang juga
Shen dan Pang Guan.
[ Hubungan dengan Xin lebih pada hubungan Zang Fu / Biao Li / Yin Yang meskipun
manisfestasi klinis saling mempengaruhi seperti : Panas api Xin menjalar ke Xiao Chang dan
bergerak ke bawah mempengaruhi Jiao bawah.
[ Pergerakan api jantung ke Xiao Chang menyebabkan : sindroma patogen panas usus halus
dengan gejala klinis : polyuria, dysuria, haematuria dan perut kembung.Prinsip terapi pengobatan
api jantung melalui Jiao bawah.
[ Jika patogen panas usus halus menjalar ke atas pada meridian jantung timbul sindroma patogen
panas jantung dengan gejala : gelisah,lidah merah,sariawan mulut dan lidah.
B. Hubungan antara Hati dengan kandung empedu
[ Hati memproduksi cairan empedu dan disimpan dalam kandung empedu (Dan) yang
disekresikan secara periodik dalam saluran pencernaan.
[ Hubungan Gan dengan Dan sangat erat sehingga sulit dipisahkan secara fisiologis maupun
patologis
[ Gangguan hati dalam memproduksi cairan empedu akan berpengaruh terhadap Dan.
Sebaliknya gangguan ritme sekresi cairan empedu oleh Dan berpengaruh terhadap fungsi hati.
[ Kelainan pada organ-organ tersebut mengakibatkan penyakit : Jaundice, hepatitis, radang Dan
dan batu empedu.
[ Terapi dapat dilakukan pada ke 2 titik-titik organ tersebut.
[ Gan dengan Dan sangat erat dengan emosi dan aspek intelektual.
[ Dan melekat Gan dihubungkan dengan meridian membentuk hubungan biao (luar) dan Li
(dalam) mempengaruhi tendon serta berakibat pada fungsi pergerakan dan kekuatan otot.
[ Fungsi Gan & Dan sebagai pelancar sehingga penyakit muncul bersama, seperti : Api hati
(gan huo) / (dan huo) terlalu membara menyebabkan : Nyeri hipokondrium dan nyeri dada,hilang
kesabaran,cepat marah dan sakit kuning.
[ Terapi Gan / Dan juga bersama-sama, misal untuk mempelancar qi Gan / Dan (sebaliknya)
C. Hubungan antara Limpa dengan lambung
[ Bi wei pada cung jaio (jiao tengah) membentuk hubungan meridian biao li.
[ Wei : menerima / mencerna makanan / minuman
[ Bi : transportasi dan transformasi
Saling memfasilitasi dalam pengolahan, penyerapan dan penyebaran cing.
[ Wei qi harus turun dan Bi qi harus naik
Qi naik / turun menjamin lambung dapat menurunkan cing keruh & Bi dapat menaikkan cing
jernih.
D. Hubungan antara Paru dengan Usus besar
[ Fei Da Chang mempunyai hubungan Biao Li
[ Patogen panas Da cang menyebabkan feses keras (konstipasi)
[ Batuk dan sesak napas
Karena Xi (defisiensi) Da Chang diikuti patologis tenggorokan seperti tersumbat)
Meski hubungan Fei Da Chang sangat erat secara fisiologis dan patologis, tetapi tidak
sedemikian eratnya hubungan dengan Bi, wei dan xiao cang.
Da cang adalah organ akhir sistem digesti sehingga kelainan da cang terkait erat dengan organ
digesti Zang Fu seperti Bi, Wei dan Xiao Chang.
Defisiensi Qi Da Chang disebut Defisiensi Bi Yang
Dingin lembab Da Chang disebut invasi lembab & dingin pada Bi
1. Hubungan antara Ginjal dengan kandung kemih
[ Meridian Shen-Pang Guan membentuk hubungan Biao-Li
[ Kuat lemahnya Qi di Pang Guan ditentukan Qi dari Shen.
[ Qi dari shen mendorong Qi dari Pang Guan mengeluarkan air seni, juga penampungan /
pengeluaran air seni berhubungan erat dengan fungsi ginjal Shen.
[ Jadi : Hubungan Shen dengan Pang Guan terlihat dalam pengaturan cairan tubuh.Defisiensi
Shen (karena Qi dari Shen terluka) menyebabkan pembengkakan diseluruh tubuh.
2. Hubungan antara organ Zang-Fu dan Fu Istimewa
Di samping organ Zang-Fu masih ada organ Fu istimewa yang semuanya secara langsung
maupun tidak langsung saling berhubungan.Di bawah ini kami mengambil hubungan
hati,ginjal,uterus,dan pembuluh darah.
Jika kita melihat fungsi uterus adalah mengatur menstruasi dan merawat janin.Organ dan
meridian yang berkaitan dengan fungsi uterus adalah ginjal.Uterus berhubungan dengan ginjal
dan dengan Jing ginjal yang cukup maka menstruasi dapat berjalan teratur serta pertumbuhan
dapat berlangsung baik.
Hati berfungsi untuk menyimpan dan mengatur jumlah darah yang beredar,dan bertanggung
jawab pula terhadap terjadinya menstruasi yang normal.Meridian Ren dan Chong berasal dari
dalam uterus.Meridian Ren mengatur fungsi semua meridian Yin dan merawat janin.Meridian
Chong berfungsi mengatur Qi dan darah dari dua belas meridian umum.Qi dan darah dari kedua-
belas meridian umum masuk ke dalam uterus melalui kedua meridian diatas,dan mempengaruhi
jumlah aliran dan siklus menstruasi.
read comments (196)
Rangkuman
Author: epyfkh
16.03.2011
Ilmu akupunktur sudah dikenal sejak abad SM. Dulu ilmu akupunktur pertama dilkenal di Mesir,
kemudian berkembang di China dan akhirnya sekarang ilmu akupunktur terkenal di dunia
internasional. Dalam ilmu akupunktur dikenal dasar teori wu-xing atau biasa dikenal dengan
teori lima unsur dengan masimg-masing unsur, yaitu, api, kayu, tanah, logam dan air.
Selain lima unsur ini, dalam ilmu akupunktur juga dikenal fenomena organ zhang-fu. Dan
masing-masing organ mewakili dari kelima unsur yang telah disebutkan di atas. Kelima organ
tersebut adalah hati, jantung, limpa, ginjal dan paru. Kelima organ ini tergolong dalam organ
zhang dan mempunyai pasangan yang disebut organ fu. Pasangannya adalah jantung-usus halus,
hati-kandung empedu, limpa-lambung, ginjal-kandung kemih dan paru-usus besar serta san
jiao.dan kami akan membahas tentang fenomena organ fu.
1. organ fu berjumlah 6. organ yang tergolong organ fu adalah kandung empedu, lambung,
usus halus, usus besar, kandung kemih dan san jiao.
2. organ fu adalah organ padat yang tidak penuh dan biasa disebut organ berongga. Bersifat
mencurahkan dan menyalurkan isinya. Berfungsi dalam pengolahan makanan dan minuman,
penyaluran, pemisah hasil olahan.
3. fungsi fisiologis organ fu dalam transportasi dan pengolahan makanan dan minuman tanpa
menyimpan jing. Organ fu juga berfungsi sebagai pencerna, penyerap, panyalur dan pembuang
dan hasil-hasil metabolisme
4. ciri-ciri organ fu :
- organ fu merupakan pasangan organ zhang
- organ fu merupakan organ berongga
- organ fu berkarakter yang
- segala sesuatu yang berada di dalamnya harus berjalan lancar
- qi dari fu umumnya berjalan ke bawah
5. apabila kita defisiensi organ fu kita dapat mengalami gangguan pencernaan (fenomena
patologis organ fu secara umum)
Organ Fu istimewa adalah organ Fu (bentuknya seperti organ Fu) yang memiliki fungsi
seperti organ Zang.
Dalam menjalankan Fungsinya, organ Fu istimewa berhubungan atau selalu dibantu oleh
beberapa organ Zang-Fu terutama ginjal.
Organ ginjal memegang peranan yang paling penting dalam pelaksanaan setiap organ Fu
istimewa terutama disebabkan oleh adanya Jing ginjal dalam ginjal itu sendiri.
Terapi terhadap organ Fu istimewa dilakukan melalui meredian organ Zang-Fu yang
berkaitan dengannya, ditambah dengan beberapa meredian istimewa seperti meredian Ren dan
Chong (khusus untuk oran uterus).

Dari kelima organ zhang di atas semuanya memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan
antara satu dengan yang lain, membentuk satu kesatuan yang bulat dan utuh, sehingga dapat
tercipta kelangsungan hidup tiap individu.
Jadi hubungan sebuah organ zhang dengan organ zhang yang lain dapat menimbulkan dampak
yang sangat variatif dan berbeda-beda. Dampak tersebut dapat bersifat fisiologis maupun
patologis sesuai dengan keadaan organ tersebut.

Menurut ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM), disebutkan bahwa tubuh manusia terbagi
menjadi dua organ, yaitu organ Zhang dan organ Fu. Namun di dalam makalah ini, kami hanya
membatasi tentang organ zhang dan hubungan antar organ zhang.
Organ zhang terdiri dari : Jantung (xin), Hati (gan), Limpa (pi), Paru (fei), Ginjal (shen). Yang
mempunyai fungsi untuk membentuk, mentransformasi dan menyimpan partikel kecil dan
penting (jing), qi, darah (xue) dan cairan (jin ye). Organ zhang mempunyai ciri berupa organ
padat yang dapat diisi tapi tidak dapat mengeras.
Dari kelima organ zhang di atas semuanya memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan
antara satu dengan yang lain, membentuk satu kesatuan yang bulat dan utuh, sehingga dapat
tercipta kelangsungan hidup tiap individu.
Jadi hubungan sebuah organ zhang dengan organ zhang yang lain dapat menimbulkan dampak
yang sangat variatif dan berbeda-beda. Dampak tersebut dapat bersifat fisiologis maupun
patologis sesuai dengan keadaan organ tersebut.

Antara organ Zang-Fu dan Fu Istimewa memang memiliki hubungan baik secara
langsung maupun tidak langsung.Misalnya : semua organ Fu Istimewa yang berhubungan
dengan ginjal. Salah satu fungsi utama dari organ dalam tubuh manusia adalah
produksi,pemeliharaan,transformasi,dan pembaharuan bahan-bahan vital tubuh.Masing-masing
bahan vital,yaitu : Qi,Xue,Jing,JinYe,dan Shen berhubungan dengan salah satu atau beberapa
organ Zang
Fenomena Organ-Zang Fu
Mulai di sini (fenomena organ), teori akupunktur lebih dalam dan lebih sering membingungkan.
Maka dari itu untuk bisa lebih jelas dan mengerti kita harus lebih terbuka, dan perlahan
membacanya. Tunggu ya, aku siapin dulu tulisannya
22 Februari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Fenomena Organ | Fenomena Organ 1 | Tinggalkan
komentar
Qi bag.5
Ini bagian terakhir dari Qi. Banyak juga ya? Tapi kita harus tahu benar teori tentang Qi ini untuk
bisa lebih kenal akupunktur.
DARAH / XUE
Darah ialah cairan merah yang beredar dalam pembuluh darah, dan merupakan substansi
makanan yang vital dalam tubuh.
A.2.a. PEMBENTUKAN DAN PEREDARAN DARAH
Karena substansi darah yang diperlukan tubuh untuk pembentukan darah berasal dari sari
makanan yang dibentuk oleh Limpa dan Lambung, maka kedua organ ini dipandang sebagai
sumber Qi dan darah.
Dalam buku Ling Su disebutkan: Jiao Tengah akan mengubah sari makanan menjadi cairan
merah yang disebut darah/Xue.
Juga dalam buku itu disebutkan bahwa Yingqi mengalir ke dalam pembuluh dan diubah menjadi
darah. Mungkin sari makanan dan darah juga diubah satu menjadi yang lain.
Umumnya bila darah tidak dikonsumsi, akan diubah menjadi esensi di Ginjal, bila esensi ini
tidak merembes ke luar, akan diubah menjadi darah di Hati. Mengambil sari makanan dari sari
Ginjal sebagai materi dasar, darah dibentuk melalui kegiatan fungsional organ Zang Fu seperti
misalnya: Limpa, Lambung, jantung, Paru, Hati dan Ginjal.
Setelah dibentuk, darah akan beredar dalam pembuluh darah ke seluruh tubuh, dan bekerja
melalui kerjasama jantung, Hati dan Limpa.
Jantung mendominasi darah dan pembuluh, dan daya penggerak Qi. Jantung merupakan dasar
beredarnya darah dan Qi Limpa mengontrol darah dan mencegah perdarahan.
Hati menggiatkan mengalirnya Qi, menyimpan darah dan mengatur volumenya. Koordinasi
ketiga organ ini tetap memelihara beredarnya darah dalam pembuluh ke seluruh tubuh.
Disfungsi salah satu dari ketiga organ itu dapat menyebabkan kelainan peredaran darah.
Contoh :
Defisiensi Qi Jantung misalnya dapat menimbulkan stagnasi
(bendungan) darah jantung
Disfungsi Limpa dalam mengontrol darah dapat menimbulkan
perdarahan usus, perdarahan rahim atau bawah kemih, dan ekimosis.
A.2.b. FUNGSI DARAH.
Darah beredar ke seluruh tubuh, melalui lima Zang dan enam Fu. Bagian dalam dan bagian
djluar kulit, otot, dan tulang. Dengan jalan ini darah memberi makan dan melembabkan berbagai
jaringan dan organ tubuh.
Buku ilmu penyakit dalam kedokteran klasik menyebutkan: Darah mendominasi fungsi
pemberian makanan dan kelembaban.
Fungsi pemberian makanan dan pelembaban oleh darah bermanifestasi dan berperanan secara
jelas dalam pergerakan mata dan keempat anggota tubuh. Menurut Su Wen: Bila Hati menerima
darah, Hati akan meningkatkan penglihatan; Bila kaki menerima darah, kaki itu akan mampu
berjalan; Bila tangan menerima darah, tangan itu akan mampu memegang; dan bila jari-jari
menerima darah, maka akan mampu mengepal.
Buku Ling Su menyatakan: Bila darah dalam keadaan selaras maka sendi dan tulang akan kuat
dan sendi berfungsi dengan baik. Kekurangan darah dapat mengganggu fungsi pelembaban
menimbulkan gejala-gejala seperti misalnya gangguan penglihatan, mengeringnya air mata,
gangguan pergerakan sendi, keempat anggota tubuh, kulit kering dan gatal-gatal.
Darah adalah materi dasar untuk kegiatan mental. Jumlah darah yang cukup menjamin
kesadaran yang jernih dan semangat yang menyala-nyala.
A.3. CAIRAN TUBUH.
Cairan tubuh merupakan istilah secara umum untuk semua cairan yang normal yang terdapat
dalam tubuh. Cairan tubuh tersebut antara lain termasuk air ludah, liur Lambung, liur
pencernaan lain dan cairan-cairan dalam rongga sendi, air mata, cairan hidung, keringat dan
kemih.
A.3.a. Pembentukan dan distribusi cairan tubuh.
Cairan tubuh dibentuk dari makanan dan minuman yang telah dicerna dan diserap Limpa dan
Lambung. Distribusi dan ekskresi cairan tubuh secara prinsip berkaitan dengan fungsi
transportasi Limpa, fungsi penyebaran, pengaliran dan pengaturan peredaran air. Fungsi
pengendalian pembentukan kemih dan pemisahan cairan jernih serta cairan kemih berkaitan
dengan organ Ginjal.
Dari ketiga organ tadi yang terpenting ialah Ginjal.
Su Wen menyatakan bahwa, setelah makanan masuk Lambung, Qi sari makanan dan air
dipancarkan/diteruskan ke Limpa, yang meneruskannya ke Paru. Paru mengatur penjelmaan air
dan penyebaran Qi air ke Kandung Kemih di bawah. Qi air kemudian menyebar ke empat
jurusan melalui meridian lima organ Zang.
Bila berbicara tentang Tri Pemanas/Three Energizer/TE sebagai jalur cairan tubuh, Buku Su
Wen mengatakan: TE adalah petugas irigasi yang membangun saluran-saluran air.
Sebagai tambahan cairan tubuh yang dikirimkan dari Lambung ke bawah terus diserap oleh
Usus Kecil dan Usus Besar. Sebagian dari cairan tubuh, setelah melewati Limpa, Paru, dan TE,
dieksresi melalui kulit dan rambut sebagai keringat. Sebagian lain dari cairan dialirkan ke
bawah ke Kandung Kemih melalui saluran air TE, dan diekresi dari tubuh sebagai kemih / air
seni, dengan bantuan Qi Ginjal Zang Fu, cairan tubuh mencapai kulit dan rambut di bagian luar,
menembus Zang Fu dibagian dalam. Dengan demikian memberi makan semua jaringan dan
organ di dalam tubuh.
A.3.b. Fungsi Cairan Tubuh
Cairan tubuh melembabkan dan memberi makan berbagai bagian tubuh. Terdapat perbedaan
yang secara alami berupa bentuk dan lokasi berbagai jenis cairan tubuh. Cairan jernih dan encer
dikenal sebagai JIN, sedangkan cairan pekat dan keruh disebut YE.
Jin didistribusikan pada permukaan otot, dan berfungsi menghangatkan dan memberi makan
otot, serta melembabkan kulit.
Ye disimpan dalam sendi dan ruang-ruang terbuka lain dan berfungsi membasahi sendi,
menguatkan otak dan sumsum, serta memberi makan berbagai ruang terbuka.
Karena keduanya merupakan cairan normal tubuh dan berasal dari sumber yang sama yaitu
Qi sari makanan, keduanya dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya. Umumnya
keduanya disebut sebagai Jinye (cairan tubuh).
HUBUNGAN ANTARA QI, DARAH, DAN CAIRAN TUBUH.
Meskipun Qi, darah, dan cairan tubuh mempunyai sifat-sifat alami masing-masing tetapi
ketiganya bekerja sama saling mendukung dan menahan satu terhadap yang lain dalam
kegiatannya masing-masing.
Hubungan satu terhadap yang lain yang erat namun rumit itu sering bermotifkan lain dalam
fisiologi maupun patologi tubuh, dan penting untuk menentukan cara pengobatan sesuai gejala
sindroma yang ada.
1. Hubungan antara Qi dan darah
Keduanya merupakan materi dasar untuk terselenggaranya kegiatan fungsional tubuh.
Keduanya berasal dari sari makanan dan dari Qi esensial Ginjal dan produksi Qi dan
darah ini bergantung kepada kegiatan fungsional Paru, Limpa dan Ginjal. Qi terutama
memberi kehangatan dan daya gerak, sementara darah memberi makanan dan kelembaban. Hal
ini dimuat dalam buku Problem Kedokteran Klasik Qi mendominasi kehangatan,
sedang darah mendominasi pemberian makanan. Qi dipertimbangkan sebagai
bersifat Yang, sedang darah bersifat Yin.
2. Hubungan antara Qi dan cairan tubuh.
Qi berbeda dengan cairan tubuh dalam hal sifat alami, bentuk dan aktivitas fungsionalnya.
Namun demikian ada kemiripan antara keduanya yaitu dalam pembentukan, perdarahan dan
distribusinya, keduanya berasal dari sari makanan dan beredar ke seluruh tubuh.
Pertumbuhan, distribusi dan ekskresi cairan tubuh bergantung kepada peredaran Qi, dan tidak
dapat dipisahkan dari kegiatan Qi organ Zang Fu seperti Paru, Hati, Ginjal, Tri Pemanas, dan
Kandung Kemih. Gangguan kegiatan Qi organ-organ itu dapat berakibat terjadinya perubahan
patologis misalnya kekurangan produksi atau akumulasi (tertimbunnya) cairan tubuh.
Bila Qi organ Zang Fu kurang, dan tidak dapat menyelenggarakan fungsi kontrolnya, dapat
terjadi kehilangan cairan tubuh dapat menghambat peredaran Qi dan mempengaruhi fungsi
organ Zang Fu tertentu. Kehilangan cairan tubuh yang banyak dapat menimbulkan kehilangan
Qi.
3. Hubungan antara darah dan cairan tubuh.
Karena darah dan cairan tubuh bersifat cair dan fungsi utamanya memberimakan dan
membasahi (melembabkan), maka keduanya dianggap bersifat Yin. Cairan tubuh merupakan
bagian penting darah, dan bila cairan keluar dari pembentuk darah, maka terjadilah penimbunan
cairan tubuh.
Karena cairan tubuh dan darah dapat berubah yang satu menjadi lainnya, timbullah
pernyataan: Cairan tubuh dan darah berasal dari sumber yang sama. Pengaliran kembali dan
perdarahan hebat dapat mempengaruhi cairan tubuh dan menimbulkan rasa haus. kurangnya
cairan kemih, dan kekeringan kulit.
Konsumsi atau kehilangan berbagai cairan tubuh dapat mempengaruhi sumber darah dan
bermanifasi sebagai lelahnya cairan tubuh dan darah sekaligus. Karena itulah, tidak
dianjurkan digunakannya obat yang melebarkan pori-pori untuk penderita perdarahan. Metode
untuk mengencerkan darah (digunakannya obat yang melarutkan darah besar) atau metode
pengeluaran darah dapat harus dihindari penggunaannya pada pengobatan
penderita yang banyak mengeluarkan keringat secara berlebihan. Buku Ling Su menyatakan
kontradiksi utama yaitu pertama pada penderita yang sedang menjalani pengurusan badan,
kedua pada penderita yang baru mengalami perdarahan, ketiga pada pasien yang kehilangan
banyak cairan, keempat kepada ibu yang baru melahirkan merupakan kontradiksi.
B. YING, XUE, WEI
YING
Makanan dan minuman ( nutrisi) yang diterima oleh tubuh diolah oleh Lambung dan Limpa.
Ying dari Lambung disalurkan ke Paru-Paru dan kemudian masuk ke dalam pembuluh darah.
XUE.
Secara harfiah Xue berarti darah. Xue berasal dari makanan dan minuman, dan dibentuk oleh
Limpa dan Lambung di Jiao Tengah. Setelah terbentuk, darah akan mengalir dalam pembuluh
darah ke seluruh tubuh oleh pengaruh Jantung, Hati, dan Limpa. Jantung menguasai darah dan
pembuluh darah; Sirkulasi darah terjadi oleh karena kekuatan memompa dari Jantung. Limpa
mengendalikan darah dan menjaga agar tidak keluar dari pembuluh darah. Hati meningkatkan
aliran bebas dari Qi, menyimpan darah dan mengatur jumlahnya. Darah berfungsi untuk
memelihara berbagai jaringan dan organ tubuh.
WEI
Wei merupakan bagian dari Qi. Pembentukannya seperti Ying, hanya bentuknya merupakan
cairan yang keruh, bersifat keras dan bergerak kuat serta cepat. Wei berjalan di luar
pembuluh darah, bergerak di antara lapisan kulit dan lapisan otot, menyebar di
seluruh dada dan perut. Di samping memberikan kehangatan pada otot, juga berfungsi
melicinkan kulit dan pori-pori, memperbaiki keusangan sel-sel kulit, mengatur pembukaan dan
penutupan kelenjar keringat. Dengan demikian memperkuat pertahanan tubuh dari
serangan luar dan mengatur penyesuaian keadaan dalam dan luar tubuh.
JING, QI, DAN SHEN
a. JING.
Jing mempunyai dua pengertian : Jing dalam arti bawaan dan Jing dalam arti sesudah lahir.
Jing bawaan merupakan dasar materi dari pembentukan tubuh manusia, yaitu materi yang ada
sebelum pembentukan tubuh yang berasal dari kedua orang
tua. Sedangkan Jing sesudah lahir adalah materi yang terjadi karena hasil pengolahan
makanan dan minuman. Jing yang terbentuk akan disimpan dalam organ Zang.
b. QI
Mempunyai pengertian yang luas, yang secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga:
1) Sebuah materi tertentu, misalnya Kong Qi yang berarti hawa udara.
2) Faal dan daya, misalnya Qi Hati, Qi Jantung dan sebagainya.
3) Fenomena yang diperlihatkan organ dalam proses gerak perubahannya, misalnya waktu
marah Qi naik ke atas, waktu gembira Qi bergerak lambat, waktu takut Qi turun ke bawah.
Dalam kaitan dengan Jing, Qi dan Shen maka yang dimaksud dengan Qi adalah Qi dalam
pengertian kedua dalam arti daya perubahan fisiologis tubuh manusia yang
mencakup segala perubahan yang kompleks dari materi dalam tubuh.
c. SHEN
Yang dimaksud dengan Shen adalah keseluruhan pemikiran, hasrat, serta gerak perubahan
dalam kehidupan.
Secara terinci Shen mempunyai dua pengertian:
1) Semangat, bentuk dan gerak-gerik fikiran serta hasrat.
2) Fenomena keseluruhan yang diperlihatkan oleh tubuh manusia dalam keadaan fisiologis atau
patologis.
Shen mempunyai asal-usul permulaan yang bersamaan dengan kehidupan, mengikuti
persatuan Jing orang tua dalam rahim. Shen tak mungkin dapat dipisahkan dengan tubuh
manusia. Mata dapat melihat, telinga mendengar, mulut berbicara dan sebagainya semuan
ya merupakan hasil pengendalian Shen. Kuat lemahnya Shen tergantung dari kuat lemahnya
Qi dan didasarkan pula pada Jing yang cukup.
Jadi dengan menilai Shen, dapat ditentukan pula keadaan Jing dan Qi. Oleh karena, hubungan
antara ketiganya dapat dinyatakan sebagai berikut :
Atas dasar materi, faal dan fenomena :
Materi adalah Jing, Faal adalah Qi dan Fenomena adalah Shen.
Atas dasar materi penggerak dan pimpinan:
Jing adalah dasar materi, Qi adalah penggerak dan Shen adalah
pemimpin.
22 Februari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Jing, Qi, Xue, Cin/Ye | Qi bag.5 | Tinggalkan komentar
Qi bag.4 (lanjutan)
Gambar ini mungkin lebih menjelaskan lagi tentang Qi. Maaf kalau gambarnya jelek, dan jika
ada pertanyaan/comment saya sangat menghargainya.

Qi-lanjutan
Walaupun tidak lengkap tetapi mudah-mudahan cukup memberi gambaran.
PS. Gambar ini bisa di save gak ya?? kalo bisa, please cantumin sumbernya ya!
22 Februari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Jing, Qi, Xue, Cin/Ye | Qi bag.4 | Tinggalkan komentar
Qi bag.3
Selanjutnya kita harus mengerti masing-masing fungsinya.
FUNGSI QI
Qi, Xue dan cairan tubuh merupakan substansi dasar yang memelihara
aktivitas vital normal tubuh manusia, yang berarti juga merupakan materi
dasar yang diperlukan untuk fungsi fisiologi organ, jaringan dan meridian zang fu.
Qi, Menurut filsafat Cina Kuno, Qi merupakan substansi dasar yang menyusun jagat raya dan
semua fenomena alam yang terjadi oleh perubahan dan pengerahan Qi. Pandangan ini sangat
berpengaruh terhadap teori kedokteran Cina Tradisional.
Kata Qi dalam ilmu kedokteran Cina Tradisional mempunyai arti substansi esensial tubuh
manusia yang memelihara aktivitas vital dan aktivitas fungsional organ Zang Fu dan jaringan.
Subtansi esensial ialah dasar aktivitas fungsional yang bermanifestasi dalam fungsi organ Zang
Fu. Semua aktivitas vital tubuh manusia diterangkan dengan perubahan dan pengerahan Qi.
Qi bekerja meluas diseluruh tubuh, melebur ke seluruh bagian tubuh, tidak ada tempat di tubuh
yang tidak dilewati (ditempuh) Qi. Bila gerakan Qi berhenti, aktivitas vital tubuh juga akan
berhenti. Tersedianya Qi dalam jumlah yang cukup merupakan syarat mutlak untuk tubuh yang
sehat, sedangkan kurangnya persediaan Qi akan menimbulkan penyakit. Jadi Qi merupakan
akar kehidupan. Tanpa adanya akar maka batang dan daun akan layu.
Qi yang beredar dan tersebar ke seluruh tubuh melalui berbagai jalan akan berfungsi secara
karakteristik antara lain :
a. Fungsi penggiatan tubuh/Penunjang
Tubuh dan berkembangnya tubuh manusia, aktivitas fisiologi Zang Fu dan meridian,
peredaran darah dan tersebarnya cairan tubuh, semuanya itu bergantung kepada efek
penggiatan dan perangsangan Qi. Kekurangan (defisiensi) Qi akan mengganggu fungsi penggia-
tan itu. Fungsi penggiatan itu, dapat menimbulkan perubahan yang bersifat patologi seperti
misalnya pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat. Hipofungsi organ Zang Fu dan
meridian, terganggunya peredaran darah, disfungsi dalam perubahan dan distribusi cairan
tubuh, serta pembentukan lendir dalam tubuh.
b. Fungsi Pemanasan/Penghangatan
Suhu normal tubuh dipelihara dan diatur oleh Qi. Dengan demikian Qi mendominasi
pemanasan. Kekurangan Qi akan mengganggu proses pemanasan, menghambat mendinginnya
suhu tubuh dan rasa dingin pada keempat anggota tubuh.
c. Fungsi pertahanan tubuh.
Qi mempertahankan permukaan tubuh terhadap faktor patogen yang berasal dari luar. Adanya
Qi antipatogenik di dalam tubuh mencegah masuknya faktor penyakit. Qi juga menyerang faktor
patogen begitu penyakit timbul, dan mendorong penyembuhan penyakit dengan menyingkirkan
faktor patogen.
d. Fungsi Pemantauan/Pengawasan
Qi memantau, mengendalikan dan mengatur Substansi tubuh tertentu dan hasil metabolisme
molekulnya; Qi mengontrol darah dengan tetap menjaga supaya darah mengalir dalam
pembuluh, dan mengatur pengeluaran keringat, kemih, dan air mani. Bila fungsi memantau ini
terganggu, akan
terjadi banyak pengeluaran keringat, inkontinensia kemih, ejakulasi dini, dan spermatorea.
e. Fungsi Nutrisi
Fungsi ini mengacu pada Yingqi/Qi Nutrient, substansi nutrisi yang terbentuk dari makanan.
Yingqi yang beredar dalam pembuluh darah merupakan sebagian dari darah dan memberi
makan pada seluruh bagian tubuh. Meskipun kedua fungsi Qi ini berbeda, mereka bekerja sama
dan saling mendukung.
f. Fungsi Pengaktifan Qi
Fungsi ini mempunyai dua maksud,
Pertama : Mengacu pada proses tranformasi yang menguntungkan antara sari makanan oleh Qi
menjadi darah dan cairan tubuh.
Kedua : Fungsi ini merupakan keaktifan fungsional tertentu organ Zang Fu. Dalam buku Su
Wen disebutkan Kandung Kemih menyimpan cairan yang kemudian dieskresi oleh aktivitas Qi.
Aktivitas Qi disini mengacu kepada fungsi Kandung Kemih yang mengeluarkan kemih.
Setelah ini kita akan melihat metabolisme qi dan hubungannya dengan organ.
22 Februari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Jing, Qi, Xue, Cin/Ye | Qi bag.3 | Tinggalkan komentar
Qi bag.2
Gambar di sini mungkin lebih menjelaskan bagaimana kita mengenal Qi. Please leave a
comment if there any mistake.

qi-gambaran
22 Februari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Jing, Qi, Xue, Cin/Ye | Qi bag.2 | Tinggalkan komentar
Qi bag.1
Oke, untuk bisa lebih jauh ngerti akupunktur kita gak boleh lupa bahwa terapi akupunktur
berdasarkan Qi. Menyeimbangkan qi dalam tubuh, qi yang cukup dalam tubuh, menyebabkan
kita sehat. Jadi kali ini saya tulis topiknya tentang Qi, yang termasuk di sini adalah materi dasar
dalam tubuh menurut akupunktur.
Qi atau energi vital, merupakan substansi esensial tubuh yang memelihara aktivitas organ
Zang Fu , jaringan tubuh lainnya serta memelihara meridian. Semua aktivitas vital manusia
terjadi karena perubahan dan gerakan dari Qi. Sebagai materi dasar yang memelihara fungsi-
fungsi fisiologis seluruh tubuh, Qi mempunyai bentuk yang banyak sekali, dimana bentuk yang
satu timbul dari yang lainnya. Dalam akupunktur qi juga disebut spirit of life.
Dalam mempelajari Qi dan sirkulasinya, perlu diketahui sumber, distribusi dan fungsi Qi
yang bermacam-macam tersebut. Pada umumnya kita membedakan Qi kongenital yang telah
dibawa sejak lahir dan Qi didapat, yang diperoleh sesudah kelahiran.
A. Qi, XUE (Darah), Dan Cairan Tubuh
A.1. QI
A.1.1. KLASIFIKASI DAN PRODUKSI QI.
Menurut sumber, fungsi dan penyebabnya Qi dalam tubuh manusia dibedakan menjadi: Yuanqi
(Qi primer), Zhongqi (=kongqi=Qi dada), Zhengqi (Qi murni/sejati), Guqi (Qi makanan),
Yingqi (Qi nutrien), dan Weiqi (Qi pertahanan).
Menurut sumbernya, Qi dapat dibagi juga menjadi Qi Keturunan dan Qi Perolehan.
Yuanqi yang berasal dari esensi keturunan (kongenital) dan diturunkan dari orang tua, diacu
sebagai Qi keturunan. Setelah lahir, Zhongqi, Zhenqi, Guqi, Yingqi, dan Weiqi berasal dari
esensi makanan dan dikenal sebagai Qi perolehan.
Qi keturunan dan Qi perolehan saling bergantung satu terhadap yang lain untuk produksi dan
memperoleh zat makanannya. Yuanqi merangsang dan meningkatkan aktivitas fungsional
organ Zang Fu dan jaringan tubuh yang berkaitan, yang kemudian pada suatu saat akan
memproduksi Qi perolehan. Dengan demikian Yuanqi merupakan materi dasar untuk
memproduksi Qi perolehan. Di pihak lain, Qi perolehan secara terus menerus memberi makan
dan mendukung Qi keturunan.
A.1.1.a. YUANQI (QI PRIMER) = QI KONGENITAL
Terbentuknya kehidupan, paling sedikit memerlukan tiga sumber energi. Dua yang pertama
berasal dari sel sperma ayah dan sel telur ibu yang sekaligus akan menurunkan sifat-sifat orang
tua kepada anaknya. Energi yang ketiga adalah daya hidup kosmos atau daya hidup alam
semesta dimana manusia sebagai mikrosmos berada di dalamnya. Mula-mula terbentuk zygote,
yaitu persatuan antara sel sperma dan sel telur akan menjadikan bersatunya kromosom inti sel
ayah dan sel ibu. Akan tetapi kromosom yang terdapat di dalam mitokondria sel sperma, tidak
ikut masuk ke dalam sel telur dalam proses penyatuan tersebut. Jadi seseorang hanya
menerima warisan kromosom mitokondria dari ibu saja. Kita tahu bahwa mitokondria adalah
pusat energi bagi suatu sel. Oleh karena itu energi seseorang terutama berasal dari ibunya. Energi
yang terdapat di dalam sel sperma ayah atau sel telur Ibu disebut energi kongenital, yang
kualitasnya sangat dipengaruhi oleh Energi didapat.
Yuanqi ini dipelihara oleh organ Ginjal dengan bantuan Qi perolehan yang antara lain
didapat dari makanan dan minuman yang diolah oleh Limpa, Lambung dan dari udara bersih
(O2) yang dihirup oleh Paru-Paru.
Selama kehidupan di dalam kandungan, yang paling berperan dalam perkembangan janin
adalah Qi kongenital ini, di samping energi-energi lain yang berasal dari ibunya lewat tali pusat.
Segera setelah kelahiran berlangsung, proses fisiologi normal yang biasa terjadi pada
seseorang, dimulai setelah tarikan nafas yang pertama di mana sistem Tri Pemanas / Three
Energyzer / TE mulai aktif.
Yuanqi memerlukan zat dan makanan dari Qi setelah kelahiran yang berasal dari
esensi makanan. Yuanqi berakar di Ginjal dan menyebar ke seluruh tubuh melalui SanJiao (Tri
Pemanas, Triple Energizer). Qi ini merangsang dan meningkatkan aktivitas fungsional organ
Zang Fu dan jaringan yang berkaitan. Makin banyak Yuanqi akan makin giatlah organ Zang
fu dan jaringan yang berkaitan. Dengan demikian tubuh akan menjadi sehat dan jarang
sakit. Sebaliknya bila secara kongenital kekurangan Yuanqi, atau kekurangan Yuanqi karena
penyakit yang lama, terjadilah berbagai perubahan yang bersifat patologis.
A.I.I.b. QI DIDAPAT/ PEROLEHAN
YUANQI disimpan di Ginjal, yang kemudian berperan sebagai materi dasar untuk merangsang
aktifitas organ Zang Fu untuk memproduksi Qi didapat. Sebaliknya, Qi didapat secara terus
menerus akan mempertahankan dan memelihara Qi kongenital. Qi didapat ada beberapa
bentuk:
1. YINGQI (NUTRIENT QI)
Tumbuh dan dibentuk dari Guqi yang diproduksi oleh Limpa dan Lambung. Yingqi beredar
di pembuluh.
Fungsi utamanya ialah: membentuk darah dan beredar bersamanya, meningkatkan lebih lanjut
pemberian makanan. Karena Yingqi dan darah sangat erat kaitannya, hubungan fungsi antara
keduanya sering disebut Ying darah. Peranan Yuanqi diperlukan dalam produksi Yingqi.
2. ZONGQI / PECTORAL QI /Qi DADA
Dalam Paru, di mana udara bersih masuk pada waktu inspirasi (menarik nafas) =
KongQi (Qi bening), bergabung dengan Qi / energi dari sari makanan yang diolah Limpa dan
Lambung (Yingqi) membentuk Zhongqi (Pectoral Qi), yang disimpan dalam rongga dada.
FUNGSI ZONGQI:
1) Meningkatkan fungsi Paru dalam mengontrol pernafasan. Kuat atau lemahnya suara dan
pernafasan
berkaitan dengan mutu Qi dada.
2) Meningkatkan fungsi jantung dalam mengatur darah dan pembuluh darah. Peredaran Qi
dan darah, rasa
dingin dan panas serta kemampuan motorik keempat anggota badan berkaitan dengan mutu /
kualitas Qi dada.
3. ZHENGQI / QI SEJATI
Qi yang disimpan dalam rongga dada (Zhongqi) dengan pengaruh Yuanqi akan berubah
menjadi Zhengqi, yaitu Qi sejati yang akan beredar ke seluruh tubuh.
Sirkulasi Zhengqi mulai dari Paru mengikuti siklus lima unsur ke Ginjal Hati Jantung dan
Limpa. Aliran Zhengqi yang memasuki organ ini akan ditahan oleh organ yang
bersangkutan untuk fungsi organ tersebut.
Sebagian lagi akan menuju ke permukaan tubuh Kulit untuk pertahanan luar dan sebagian
lainnya beredar di dalam sistem meridian. Sisanya melanjutkan ke organ Yin berikutnya.
4. WEIQI/QI PERTAHANAN
Weiqi juga diturunkan dari Qi sari makanan, tetapi beredar di luar pembuluh darah.
Fungsinya ialah melindungi permukaan otot, mempertahankan tubuh terhadap faktor
patogen yang berasal dari luar, mengontrol pembukaan dan penutupan pori, melembab-
kan kulit dan rambut, mengatur suhu tubuh, serta menghangatkan organ Zang fu.
Qi meridian yang berasal dari Yuanqi, dan Zhengqi beredar di
sistim meridian, merupakan kombinasi Qi yang berasal dari Zhongqi dan Qi esensial yang
disimpan di Ginjal. Dengan demikian Qi Meridian merupakan ZhengQi atau Qi vital yang
mengalir di meridian. Maka Qi vital juga disebut Qi meridian.
Dilihat dari fungsi dasar meridian, Qi meridian sangat berpengaruh terhadap fungsi Qi,
darah, dan organ Zang fu diseluruh tubuh.
22 Februari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Jing, Qi, Xue, Cin/Ye | Qi bag.1 | Tinggalkan komentar
Teori Lima Unsur bag.3
Gambar Pergerakan Lima Unsur dan Tabel Category-nya:

Saling Menghidupi

Saling Membatasi

Siklus Menindas

Siklus Menghina


Tabel Lima Unsur Sederhana . Category-nya sebenarnya banyak, tapi di bawah ini yang paling
pokok dan sederhana. Kapan-kapan saya buat lagi ;-)
Wu Hsing KAYU API TANAH LOGAM AIR
Organ Cang Lever Jantung/PC Limpa Paru Ginjal
Organ Fu Kandung
empedu
Usus Kecil/TE Lambung Usus besar Kandung
kemih
Panca indra Mata Lidah Mulut Hidung Telinga
Jaringan Tendon Pembuluh
darah
Otot Kulit/bulu Tulang
29 Januari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Teori Lima Unsur (u-hsing) | Lima Unsur bag.3 |
Tinggalkan komentar
Teori Lima Unsur bag.2
KLASIFIKASI FENOMENA SESUAI DENGAN TEORI LIMA UNSUR.
Sifat unsur yang berbeda-beda seperti misalnya:
Kayu mempunyai tumbuh ke atas
Api mempunyai sifat panas dan berkobar ke atas
Tanah memberi kehidupan dan bersifat menetap
Logam menurun dan jernih
Air bersifat dingin dan mengalir ke bawah.
Dengan analogi, keseluruhan fenomena klinik dijabarkan kedalam teori lima unsur. Penerapan
teori lima unsur digunakan dalam hubungan fisiologis dan patologis organ Zang Fu serta antara
organ tubuh dan lingkungan alam tempat tinggal.
2. HUKUM PERGERAKAN LIMA UNSUR.
Hukum Lima Unsur berinteraksi dengan saling meningkatkan, membentuk, menindas, menghina
dan hubungan menghidupi antara unsur-unsur.
Hubungan saling membentuk terjadi pada kayu ke api, api ke tanah, tanah ke logam, logam ke
air dan air ke kayu kembali.
Hubungan saling membentuk ini dikenal sebagai hubungan ibu-anak yaitu unsur
pembentuk sebagai ibu dan unsur yang dibentuk sebagai anak.
Hubungan membatasi terjadi antara kayu ke tanah, tanah ke air, air ke api, api ke logam
dan logam ke kayu.
Unsur yang berfungsi membatasi disebut sebagai Pembatas sedangkan unsur yang dibatasi
dikenal sebagai Yang dibatasi.
Saling menghidupi dan membatasi merupakan sesuatu yang terpisah saling berlawanan
satu sama lain. Tanpa pembentukan tak akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan, serta
tanpa pembatasan tak akan terjadi keseimbangan dan koordinasi.
Apabila terjadi ekses atau defisiensi pada salah satu unsur akan terjadi hubungan pembentukan
dan pembatasan yang patologis yang dsebut penindasan dan
penghinaan. Terjadi pula gangguan hubungan ibu-anak. Hubungan penindasan terjadi
apabila unsur yang dibatasi menjadi defisien atau unsur pembatas menjadi ekses.
Keadaan penindasan ini merupakan keadaan patologis yang dapat membahayakan.
Hubungan penghinaan terjadi pada hubungan yang terbalik pada pembatasan sebagai contoh
dalam keadaan normal kayu membatasi tanah tetapi dalam keadaan patologis tanah berbalik
menghina kayu akibat defisiensi kayu atau ekses tanah.
Sehingga dengan demikian terdapat pernyataan :
Bila dalam suatu keadaan dimana unsur ekses akan menindas unsur yang dibatasi dan menghina
unsur yang membatasi serta bila suatu unsur defisien akan ditindas oleh unsur yang membatasi
dan akan dihina oleh unsur yang dibatasi.
Dalam keadaan normal, ibu mempengaruhi anak sebaliknya dalam keadaan patologi maka anak
akan mempengaruhi ibu. Misalnya dalam keadaan fisiologis air membentuk kayu, tetapi dalam
keadaan patologis dapat terjadi ibu mempengaruhi anak atau anak mempengaruhi ibu.
3. PENERAPAN TEORI LIMA UNSUR PADA AKUPUNKTUR.
a. Hubungan lima unsur dengan organ Zang Fu.
Setiap organ akupunktur memiliki unsur tertentu sehingga sifat lima unsur dapat digunakan
untuk menjelaskan sifat dan fisiologi organ Zang atau Fu. Di samping itu hubungan
pembentukan dan pembatasan digunakan untuk menjelaskan hubungan antara organ Zang Fu.
Meridian menembus organ Zang Fu dan berhubungan satu dengan lain sesuai dengan hubungan
lima unsur.
Dengan adanya hubungan antara meridian maka terjadilah keseimbangan dan koordinasi yang
tepat.
Teori lima unsur merupakan teori yang memiliki keterbatasan karena tidak dapat
memperlihatkan keseluruhan hubungan antara organ Zang Fu dan jaringan lainnya namun secara
klinis diperlihatkan bahwa hukum lima unsur dapat digunakan untuk mengetahui
hubungan antara organ Zang Fu sehingga dapat digunakan untuk diagnosa dan terapi
akupunktur.
b. Hubungan patologis organ Zang Fu.
Merupakan hubungan yang terjadi akibat suatu penyakit atau keadaan patologis antara
organ Zang Fu. Tubuh manusia terdiri dari berbagai
macam jaringan dan organ yang saling membentuk dan membatasi sehingga apabila terjadi
gangguan pada suatu organ maka gangguan tersebut dapat menjalar ke organ yang lain.
Gejala tersebut dikenal sebagai penularan yang dapat menjalar sesuai dengan teori lima unsur
melalui hubungan pembentukan (menghidupi) dan membatasi.
Penularan melalui Hubungan menghidupi dikenal sebagai gangguan ibu mempengaruhi anak dan
anak mempengaruhi ibu.
c. Diagnosis dan Terapi Akupunktur.
Teori lima unsur dapat digunakan dalam mensintesa berbagai data klinis yang didapat
melalui empat cara pemeriksaan.
Penentuan berbagai gejala dan kondisi gangguan dapat berdasarkan teori lima unsur.
Contoh :
Penderita dengan kemerahan dan nyeri daerah mata dan mudahtersinggung dihubungkan
dengan gangguan Hati.
Penderita dengan wajah / air muka merah dengan rasa pahit di mulut dihubungkan dengan
ekses api jantung.
Pada terapi akupunktur maka ke lima TITIK U SHU (Cin, Yung, Su, Cing dan He)
mempunyai peranan penting dan merupakan titik-titik yang mempunyai sifat sesuai dengan
kelima unsur :
Meridian yang bersifat YIN, (Cin, Yung, Su, Cing dan He) berawal dari unsur Kayu, Api,
Tanah, Logam dan Air KATLA
Meridian yang bersifat YANG (Cin, Yung, Su, Cing dan He) berawal dari unsur Logam,
Air, Kayu, Api dan Tanah LAKAT
Secara klinis titik U Su digunakan untuk memperkuat ibu pada keadaan defisiensi dan
memperlemah anak pada keadaan ekses.
Pada umumnya pemilihan titik akupuntur pada kasus kelainan organ Zang Fu berdasarkan
hukum dan teori lima unsur.
Sebagai contoh gangguan keseimbangan antara hati dan lambung dimana hati
menindas lambung, maka prinsip terapi yang digunakan ialah memperkuat tanah dan menekan
kayu. Biasanya dipilih titik CV-12 (Zhongwan), ST-36 (Zusanli) dan LR-3 (Taichong).
Teori Lima Unsur dan teori Yin Yang saling melengkapi untuk menunjang tindakan diagnosis
dan terapi akupunktur. Dikatakan bahwa ke dua teori saling berkaitan erat sehingga tidak dapat
dipisahkan secara tegas satu dengan yang lain terutama dalam penerapannya di klinik.
29 Januari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Teori Lima Unsur (u-hsing) | Lima Unsur bag.2 |
Tinggalkan komentar
Teori Lima Unsur bag.1
Teori lima unsur berdasarkan fenomena alam yang dihubungkan dengan sifat kayu, api, tanah,
logam dan air. Teori Lima Unsur dikemukakan pertama kali pada dinasti Yin dan Zhou 1600-
221 sebelum masehi. Ke lima unsur dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan dan
pembentukan materi.
Meskipun memiliki sifat yang berbeda, ke lima unsur saling berhubungan, bergantung
satu sama lain. Teori Lima Unsur digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena alam
sehingga bersama-sama teori Yin Yang merupakan konsepsi untuk menganalisa seluruh
fenomena.
Teori Lima Unsur digunakan dalam Akupunktur untuk menggeneralisasi dan menjelaskan sifat-
sifat dan hubungan organ Zang Fu serta hubungan antara manusia dengan semesta alam. Di
samping itu Teori Lima Unsur digunakan pula untuk diagnosis, terapi akupunktur dan
menentukan prognosis penyakit pasien.
29 Januari 2009 Ditulis oleh pras1623 | Teori Lima Unsur (u-hsing) | Lima Unsur bag.1 |
Tinggalkan komentar
Tic Facialis
Someone ask me to therapy Tic Facialis, so i decide to write i down the theory:
Pendahuluan
Tic facialis adalah istilah kedokteran barat untuk kejang saraf muka. Gejalanya antara lain; gerakan otot
incolunter yang berupa kontraksi otot setempat, sejenak, namun berkali
2
. Tempat terjadinya biasanya di
satu sisi saja misalnya: pada pipi, mulut, kelopak mata, dll. Akan terjadi lebih parah bila penderita dalam
keadaan tegang, kurang tidur atau terlalu lelah, dan berhenti pada saat tidur. Penyakit ini umumnya
timbul stlh umur 40 up, namun juga dapat pada anak
2
, dan lebih sering pada wanita.
Mekanisme dan Penyebab Terjadinya Penyakit
Wajah dilalui 3 meridian Yang, apabila wajah terserang patogen angin dan dingin, maka hal tersebut
dapat menyebabkan Jing Luo meridian menjadi kejang, hingga terjadi tic facialis. Bisa juga karena
kekurangan Yin, menyebabkan Yang membara, lalu berpadu dengan pathogen angin dan jadilah tic
facialis. Ada kaitannya dengan emosi yang tertekan, karena emosi dapat menyebabkan aliran Qi / Xue ke
wajah jadi tidak lancar (mer. LR). Yang terakhir karena Qi/Xue kurang Yin di dalam Gan/Hati dan
Ginjal kurang, hingga jadilah tic facialis