Anda di halaman 1dari 5

REPRODUKSI KAMBING

Pubertas : waktu / umur pada saat organ reproduksi untuk pertama kalinya mulai
berkerja. Pubertas pada kambing berkisar pada usia 5-8 bulan. Pubertas pada kambing
betina ditandai oleh munculnya birahi pertama kali.
Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya birahi pertama pada kambing:
1. Nutrisi
Pubertas dicapai lebih cepat pada kambing yang diberi nutrisi optimal.
2. Interaksi dengan hewan jantan
Kambing betina yang sering berinteraksi atau sering berada dekat kambing
jantan akan mempercepat usia puber.
3. Iklim
Kambing yang berada di iklim tropis seperti di Indonesia banyak yang
mengalami puber lebih cepat.
Siklus birahi pada kambing berlangsung selama 17-21 hari, dengan durasi birahi selama
30-40 jam. Waktu yang tepat untuk mengawinkan kambing betina ialah pada saat 1-2
jam setelah tanda birahi selesai. Misal kambing birahi pada pagi hari, keesokan paginya
kambing dapat dikawinkan.
Ciri-ciri kambing yang birahi: (akan semakin jelas apabila di dekatnya ada kambing
jantan)
a. Tidak bisa diam, gelisah
b. Tidak mau makan
c. Vulva terlihat besar/bengkak dan lebih merah
d. Terlihat sering menggoyangkan ekor
e. Cingkrak-cingkrik, sering terlihat menunggangi kambing lain
Kebuntingan kambing berlangsung selama 145-155 hari. Kebuntingan pada kambing
dapat dideteksi melalui berbagai cara, antara lain:
- Tidak munculnya birahi pada kambing setelah 21 hari dikawinkan
- Perut tampak membesar, bulu terlihat lebih mengkilap
- Dapat dideteksi secara palpasi/rabaan di bagian perut
- Usia kebuntingan dan hari kelahiran dapat diperkirakan melalui USG dan atau
rekording ternak
Kelahiran terdiri dari 3 tahap: tahap 1 berlangsung selama 6-12 jam ditandai dengan
perilaku mengejan, gelisah, mulai berbaring mengambil posisi melahirkan ; tahap 2
berlangsung selama 2-4 jam ditandai dengan pengeluaran bayi kambing ; tahap 3
berlangsung selama 12 jam ditandai dengan pengeluaran sisa-sisa plasenta.
Setelah melahirkan, kambing betina normalnya kembali birahi 40 hari setelah
melahirkan. Akan tetapi hal tersebut tergantung masa penyapihan anak kambing dan
nutrisi yang diberikan. Normalnya, kambing bunting kembali 2-3 bulan setelah
melahirkan.

A. Manajemen Perkawinan
a. Deteksi birahi
1) Vagina memar dan tegang serta keluar lendir bening
2) Selalu mengembik, tampak gelisah, nafsu makan kurang
3) Ekor tampak bergerak terus menerus
4) Produksi susu sudah berkurang/tidak berproduksi sama sekali
b. Mengatasi kambing birahi tenang
1) Pencatatan masa birahi secara teratur.
2) Melakukan pembenahan dan perbaikan pakan.
3) Kambing yang diduga mengalami birahi tenang ditempatkan pada lokasi perkawinan.
4) Cara-cara merangsang kambing betina yang sudah lama tidak birahi antara lain :
dilakukan perabaan pada bagian klitoris, kambing betina dikawinkan secara paksa oleh
pejantan, diberikan suntikan photahormon sebanyak 2 cc ke dalam tubuh betina.
c. Syarat mengawinkan kambing secara alami
1) Perkawinan yang baik dilakukan 12 34 jam setelah betina mengalami birahi.
2) Pada saat mengawinkan, kambing betina dimasukkan terlebih dahulu ke lokasi
perkawinan, disusul kambing betina.
3) Intensitas perkawinan pejantan dalam seminggu maksimal 2 kali dengan kopulasi 2 kali
tiap perkawinan. Hal ini untuk mengatur stamna dan kesehatan pejantan agar tetap
terjaga.
d. Penanganan Kelahiran
1) Ternak yang bunting tua disendirikan dengan tujuan agar lebih memudahkan saat
penanganan kelahiran. Perlu dipersiapkan obat-obat dan peralatan yang dibutuhkan
untuk penanganan kelahiran antara lain antibiotika, suntikan, yodium, hormon oksitosin,
gunting, Kin Lp bersih, 2 butir telur ayam kampung, anggur minuman, dll.
2) Setelah beranak, induk segera dipisahkan dari anaknya. Kemudian induk diberi 2 butir
kuing telur yang telah dicampur dengan minuman anggur sebanyak 50 cc. Selain itu
induk juga segera disuntik dengan hormon oksitosin dan antibiotika dan dicekok dengan
obt cacing.
3) Setelah 30 menit beranak, susu kolostrum diperah dari induk. Julah kolostrum yang
diperah cukup 50% saja dari jumlah susu biasanya, agar induk tidak mudah terserang
milk fever akibat seluruh produksi susunya diperah. Susu yang diberikan pada cempe
50 cc sebanyak 5 kali sehari.
Umur (hari)
Pemberian
susu (kali)
Susu kolostrum
(cc)
Susu induk
(cc)
Susu
bubuk (cc)
Pakan
Hijauan
(g)
Konsentrat
(g)
1-3 3 150 - - - -
4-10 3 300 - - - -
11-15 3 - 400 - - -
15-30 5 - 500 500 - -
31-60 5 - - 1000 Sedikit Sedikit
61-90 5 - - 1000 500 50
91-120 3 - - 1000 1000 50
121-128 2 - - 500 2000 100
129-136 1 - - 300 2000 100

Tabel 3. Pemberian susu dan pakan terhadap anak kambing umur sehari hingga 4 bulan (per hari).
B. Penanganan Anak Kambing
1) Anak kambing (cempe) yang baru dilahirkan segera dipisahkan dari induknya dan dibersihkan
dengan kain bersih. Jika cuaca panas, cempe bisa dimandikan dan lendir yang menyumbat
hidungnya dibersihkan.
2) Empat kuku muda dikupas sedikit dengan rata, kemudian pusarnya diolesi yodium 10% agar
tidak infeksi.
3) Setelah dibersihkan, cempe dibaringkan pada alas yang terbuat dari jerami atau karung

PENYAKIT PADA KAMBING
Jenis penyakit pada kambing:
Penyakit menular: disebabkan bakteri, virus, jamur, parasit kulit/kutu dan jamur
Penyakit tidak menular: kurang gizi, keracunan pakan

PENYAKIT PENTING PADA KAMBING
1) Scabies
Skabies adalah penyakit kulit paling sering diderita oleh kambing dan dapat
menyebabkan kematian. Penyakit ini disebabkan kutu Sarcoptes scabiei yang
ukurannya sangat kecil, tidak terlihat oleh mata. Penularan penyakit ini melalui
sentuhan langsung dengan kambing sakit atau alat kandang yang tercemar.
Gejala penyakit: ternak tampak menggaruk, penebalan kulit (biasanya yang
paling sering terserang ialah di bahu, telinga, leher), ternak tidak mau makan,
bulu rontok.
Pengobatan: suntik ivermectin, secara tradisional dengan mengoleskan
campuran belerang dan oli.
2) Kembung/bloat
Kembung terjadi akibat penumpukan gas dalam lambung secara berlebihan dan
dalam waktu yang cepat. Penyakit inis ering terjadi secara mendadak.
Pencegahan: jangan terlalu sering memberi pakan hijauan yang masih muda,
jangan memberi pakan yang masih segar/yang masih mengandung embun pagi,
sebelum memberi hijauan legum harus diberi pakan yang dikeringkan terlebih
dahulu, kambing sering diumbar.
Penanganan: penusukan bagian perut sebelah kiri menggunakan alat berbentuk
jarum besar dengan lubang di tengahnya, dinamakan trokar. Penanganan ini
hanya boleh dilakukan oleh mantri atau dokter hewan. Penanganan secara
tradisional antara lain pemberian minuman bersoda, obat anti angin, minyak
goreng,
3) Belatung di mata
Terjadi akibat luka yang terinfeksi akibat dihinggapi lalat.
Pengobatan: bersihkan luka, kemudian berikan Gusanex secara disemprot, atau
bubuhkan bubuk kamper pada bagian yang luka.

4) Cacingan
Beberapa macam cacing yang sering menginfeksi kambing antara lain cacing
gepeng (flukes), cacing gilig yang sering menginfeksi lambung dan usus serta
cacing pita.
Gejala: Ternak yang terinfeksi akan tampak kurus, tidak mau makan, pucat
karena kurang darah, terkadang diare dan dapat berujung pada kematian.
Pencegahan dan pengobatan : pemberian obat cacing rutin setiap 6 bulan sekali.
Merk yang dapat digunakan ialah Kalbazen, dengan dosis 6 9 ml/100 kg BB.
5) Anthraks
Penyakit anthraks adalah penyakit yang bisa bertahan lebih dari 10 tahun
walaupun sudah dimusnahkan, karena itu pemerintah secara terus menerus akan
mengantisipasinya. Anthraks bisa hidup pada musim panas yang kemudian
disusul oleh musim hujan terus menerus. Bakteri anthraks termasuk kuman tanah,
spora dan bibit bakteri yang sudah tertanam puluhan tahun di dalam tanah bisa
aktif kembali bila terbawa air hujan, menempel di rumput dan kemudian
termakan oleh hewan ternak. Serangan anthraks pada hewan berlangsung cukup
cepat. Hanya dalam tempo 1-3 hari setelah terinfeksi, hewan akan mengalami
kejang, perdarahan hebat, dan mati. Lazimnya, hewan yang sekarat akan
mengeluarkan darah kehitaman dari lubang tubuhnya, misalnya telinga, mulut,
hidung, atau anus.
Demi mencegah penularan lebih lanjut, hewan yang positif terkena anthraks
sama sekali tak boleh dipotong. Prosedur standarnya hewan harus dibakar dan
jasadnya dikubur dengan kedalaman dua meter. Kuburan mesti ditutup dengan
semen, kapur dan bila perlu dicor dengan beton.