Anda di halaman 1dari 20

INDONESIA

KETENTUAN EKSPOR BATUBARA DAN


PRODUK BATUBARA

PROVISIONS FOR EXPORT OF COAL AND
COAL PRODUCTS


Regulation of the Minister of Trade
No. 39/M-DAG/PER/7/2014, July 15, 2014



















Translated by:
Wishnu Basuki
wbasuki@gmail.com
Bitext
Translated by: Wishnu Basuki
wbasuki@gmail.com



PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 39/M-DAG/PER/7/2014
TENTANG
KETENTUAN EKSPOR BATUBARA DAN
PRODUK BATUBARA

DIUBAH OLEH:
Permendag No. 49/M-Dag/Per/8/2014, Aug 21, 2014

REGULATION OF THE MINISTER OF
TRADE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
NUMBER 39/M-DAG/PER/7/2014
CONCERNING
PROVISIONS FOR EXPORT OF COAL AND
COAL PRODUCTS

AS AMENDED BY:
Permendag No. 49/M-Dag/Per/8/2014, Aug 21, 2014
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
ESA
WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY
MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK
INDONESIA,
THE MINISTER OF TRADE OF THE
REPUBLIC OF INDONESIA,
Menimbang: Considering:
a. bahwa batubara dan produk batubara
merupakan sumber daya dan kekayaan alam
yang tidak terbarukan yang mempunyai
peranan penting dalam memenuhi hajat
hidup orang banyak sehingga pengelolaan
dan pengusahaannya harus dilakukan secara
efisien dan efektif agar dapat memberikan
nilai tambah secara nyata bagi pertumbuhan
ekonomi nasional dan pembangunan daerah
secara berkelanjutan dalam usaha mencapai
kemakmuran dan kesejahteraan rakyat;
a. that coal and coal products are non-
renewable natural resources and assets that
have important roles in serving the life of
many people, and therefore their
management and commercialization must be
performed efficiently and effectively to
bring continuously real added value to the
national economic growth and development
in regions in efforts to reach public welfare
and prosperity;
b. bahwa dalam rangka mendukung pencapaian
efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan
dan pengusahaan batubara dan produk
batubara, diperlukan kebijakan untuk
menciptakan kepastian hukum dan kepastian
usaha di bidang ekspor batubara dan produk
batubara;
b. that in support of achievement of efficiency
and effectiveness in the management and
commercialization of coal and coal products,
it is necessary to adopt a policy to create the
business certainty and legal certainty in the
field of export of coal and coal products;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan
sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan
huruf b, perlu menetapkan Peraturan
Menteri Perdagangan tentang Ketentuan
Ekspor Batubara dan Produk Batubara;
c. that in consideration of point (a) and point
(b), it is necessary to issue Regulation of the
Minister of Trade concerning Provisions for
Export of Coal and Coal Products;
Mengingat: Bearing in Mind:
1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994
tentang Pengesahan Agreement Establishing
The World Trade Organization (Persetujuan
1. Law Number 7 of 1994 concerning
Ratification of Agreement Establishing The
World Trade Organization (State Gazette of
Revision Control: Aug 21, 2014
2
Pembentukan Organisasi Perdagangan
Dunia) (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1994 Nomor 57, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3564);
the Republic of Indonesia Number 57 of
1994, Supplement to the State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 3564);
2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995
tentang Kepabeanan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75,
Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 17
Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4661);
2. Law Number 10 of 1995 concerning
Customs (State Gazette of the Republic of
Indonesia Number 75 of 1995, Supplement
to the State Gazette of the Republic of
Indonesia Number 3612), as amended by
Law Number 17 of 2006 (State Gazette of
the Republic of Indonesia Number 93 of
2006, Supplement to the State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 4661);
3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008
tentang Kementerian Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4916);
3. Law Number 39 of 2008 concerning The
State Ministries (State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 166 of 2008,
Supplement to the State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 4916);
4. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009
tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 4, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4959);
4. Law Number 4 of 2009 concerning Mineral
and Coal Mining (State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 4 of 2009,
Supplement to the State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 4959);
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140,
Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5059);
5. Law Number 32 of 2009 concerning
Environment Protection and Management
(State Gazette of the Republic of Indonesia
Number 140 of 2009, Supplement to the
State Gazette of the Republic of Indonesia
Number 5059);
6. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014
tentang Perdagangan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 45,
Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5512);
6. Law Number 7 of 2014 concerning Trade
(State Gazette of the Republic of Indonesia
Number 45 of 2014, Supplement to the State
Gazette of the Republic of Indonesia
Number 5512);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 29, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5111) sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 1, Tambahan Lembaran.
Negara Republik Indonesia Nomor 5489);
7. Regulation of the Government Number 23 of
2010 concerning Implementation of Mineral
and Coal Mining Business Activities (State
Gazette of the Republic of Indonesia
Number 29 of 2010, Supplement to the State
Gazette of the Republic of Indonesia
Number 5111), as amended several times,
most recently amended by Regulation of the
Government Number 1 of 2014 (State
Gazette of the Republic of Indonesia
Number 1 of 2014, Supplement to the State
Gazette of the Republic of Indonesia
Number 5489);
3
8. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2012
tentang J enis dan Tarif Atas J enis
Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang
Berlaku Pada Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 16,
Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5276);
8. Regulation of the Government Number 9 of
2012 concerning Types and Tariffs of the
Types of Non-Tax State Revenues
Prevailing in the Ministry of Energy and
Mineral Resources (State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 16 of 2012,
Supplement to the State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 5276);
9. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun
2009 tentang Pembentukan Kabinet
Indonesia Bersatu II sebagaimana telah
diubah dengan Keputusan Presiden Nomor
8P Tahun 2014;
9. Decision of the President Number 84/P of
2009 concerning Formation and
Appointment of the II United Indonesia
Cabinet, as amended by Decision of the
President Number 8/P of 2014;
10. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009
tentang Pembentukan dan Organisasi
Kementerian Negara sebagaimana telah
diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014;
10. Regulation of the President Number 47 of
2009 concerning Formation and
Organization of the State Ministries, as
amended several times, most recently
amended by Regulation of the President
Number 13 of 2014;
11. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010
tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi
Kementerian Negara serta Susunan
Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I
Kementerian Negara sebagaimana telah
diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
11. Regulation of the President Number 24 of
2010 concerning Position, Duties and
Functions of the State Ministries and
Organizational Structure, Duties and
Functions of Echelon I of the State
Ministries, as amended several times, most
recently amended by Regulation of the
President Number 14 of 2014;
12. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Nomor 34 Tahun 2009 tentang
Pengutamaan Pemasokan Kebutuhan
Mineral dan. Batubara Untuk Kepentingan
Dalam Negeri;
12. Regulation of the Minister of Energy and
Mineral Resources Number 34 of 2009
concerning Preference for Domestic Mineral
and Coal Supply;
13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
145/PMK.04/2007 tentang Ketentuan
Kepabeanan di Bidang Ekspor sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 148/PMK.04/ 2011;
13. Regulation of the Minister of Finance
Number 145/PMK.04/2007 concerning
Provisions for Export Customs, as amended
by Regulation of the Minister of Finance
Number 148/PMK.04/2011;
14. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
31/M-DAG/PER/7/2010 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor 57/M-
DAG/PER/8/2012;
14. Regulation of the Minister of Trade Number
31/M-DAG/PER/7/2010 concerning
Organization and Working System of the
Ministry of Trade, as amended by
Regulation of the Minister of Trade Number
57/M-DAG/PER/8/2012;
15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
48/PMK.04/2012 tentang Pemberitahuan
Pabean Dalam Rangka Pemasukan dan
Pengeluaran Barang Ke dan Dan Kawasan
yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan
15. Regulation of the Minister of Finance
Number 48/PMK.04/2012 concerning
Customs Declaration on Import and Export
of Goods To and From Zones Confirmed as
Free Economic Zones;
4
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas;
16. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
13/M-DAG/PER/3/2012 tentang Ketentuan
Umum di Bidang Ekspor;
16. Regulation of the Minister of Trade of the
Republic of Indonesia Number 13/M-
DAG/PER/3/2012 Concerning General
Provisions for Export;
17. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Nomor 32 Tahun 2013 tentang Tata
Cara Pemberian Izin Khusus di Bidang
Pertambangan Mineral dan Batubara;
17. Regulation of the Minister of Energy and
Mineral Resources 32 of 2013 Concerning
Procedures for the Granting of Special
Permits in the Field of Mineral and Coal
Mining;
MEMUTUSKAN: HAS DECIDED:
Menetapkan: To Issue:
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN
TENTANG KETENTUAN EKSPOR
BATUBARA DAN PRODUK BATUBARA.
REGULATION OF THE MINISTER OF
TRADE CONCERNING PROVISIONS FOR
EXPORT OF COAL AND COAL PRODUCTS.
Pasal 1 Article 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud
dengan:
In this Regulation of the Minister:
1. Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan
barang dari daerah pabean.
1. Export means the activity to bring goods out
of the customs zone.
2. Batubara adalah endapan senyawa organik
karbonan yang terbentuk secara alamiah dan
sisa tumbuh-tumbuhan.
2. Coal means any sedimentary organic carbon
compound that is formed naturally from the
remains of plants.
3. Produk Batubara adalah barang yang berasal
dari Batubara yang telah melalui proses
pengolahan dan/atau pemurnian.
3. Coal Product means any goods derived from
Coal through the processing and refining/
smelting stages.
4. Eksportir Terdaftar Batubara yang
selanjutnya disebut ET-Batubara adalah
perusahaan yang telah mendapat pengakuan
untuk melakukan Ekspor Batubara dan
Produk Batubara.
4. Registered Coal Exporter, hereinafter called
a Registered Coal Exporter, means a
company that is certified to export Coal and
Coal Products.
5. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi
yang selanjutnya disebut IUP Operasi
Produksi adalah izin usaha yang diberikan
setelah selesai pelaksanaan IUP Eksplorasi
untuk melakukan tahapan kegiatan operasi
produksi.
5. Production Operation Mining Permit,
hereinafter called a Production Operation
Mining Permit, means a business permit that
is granted upon completion of the
Exploration Mining Permit stage to
undertake the production operation stage.
6. Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi
Produksi yang selanjutnya disebut IUPK
Operasi Produksi adalah izin usaha yang
diberikan setelah selesai pelaksanaan IUPK
Eksplorasi untuk melakukan tahapan
kegiatan operasi produksi di wilayah izin
usaha pertambangan khusus.
6. Production Operation Special Mining
Permit, hereinafter called a Production
Operation Special Mining Permit, means a
business permit that is granted upon
completion of the Exploration Special
Mining Permit stage to undertake the
production operation stage in a special
mining permit area.
5
7. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi
khusus untuk pengangkutan dan penjualan
yang selanjutnya disebut IUP Operasi
Produksi khusus untuk pengangkutan dan
penjualan adalah izin usaha yang diberikan
kepada perusahaan untuk membeli,
mengangkut, dan menjual komoditas
mineral dan batubara.
7. Production Operation Mining Permit
specifically for hauling and sale, hereinafter
called a Production Operation Mining
Permit specifically for hauling and sale,
means a business permit that is granted to a
company to purchase, haul, and sell mineral
and coal commodities.
8. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi
khusus untuk pengolahan dan/atau
pemurnian yang selanjutnya disebut IUP
Operasi Produksi khusus untuk pengolahan
dan/atau pemurnian adalah izin usaha yang
diberikan kepada perusahaan untuk
membeli, mengangkut, mengolah, dan
memurnikan termasuk menjual komoditas
tambang mineral atau batubara hasil
olahannya.
8. Production Operation Mining Permit
specifically for processing and/or refining/
smelting, hereinafter called a Production
Operation Mining Permit specifically for
processing and/or refining/smelting, means a
business permit that is granted to a company
to purchase, haul, process, and refine/smelt,
including sell mineral or coal commodities it
has processed.
9. Perjanjian Karya Pengusahaan
Pertambangan Batubara yang selanjutnya
disingkat dengan PKP2B adalah perjanjian
antara Pemerintah Republik Indonesia
dengan perusahaan berbadan hukum
Indonesia untuk melaksanakan usaha
pertambangan bahan galian batubara.
9. Coal Contract of Work, hereinafter called
Coal Contract of Work, means an agreement
between the Government of the Republic of
Indonesia and a company incorporated in
Indonesia to conduct mining business of
coal.
10. Verifikasi atau Penelusuran Teknis adalah
penelitian dan pemeriksaan barang ekspor
yang dilakukan Surveyor.
10. Verification or Scrutiny means a check and
examination of export goods made by a
Surveyor.
11. Surveyor adalah perusahaan survey yang
mendapat otorisasi untuk melakukan
pemeriksaan teknis ekspor Batubara dan
Produk Batubara.
11. Surveyor means a survey company that is
authorized to technically examine export of
Coal and Coal Products.
12. Indonesia National Single Window yang
selanjutnya disingkat INSW adalah sistem
nasional Indonesia yang memungkinkan
dilakukannya suatu penyampaian data dan
informasi secara tunggal (single submission
of data and information), pemrosesan data
dan informasi secara tunggal dan sinkron
(single and synchronous processing of data
and information), dan pembuatan keputusan
secara tunggal untuk pemberian izin
kepabeanan dan pengeluaran barang (single
decision-making for custom release and
clearance of cargoes).
12. Indonesia National Single Window,
hereinafter abbreviated to INSW, means
Indonesias national system that enables
single submission of data and information,
single and synchronous processing of data
and information, and single decision-making
for customs release and clearance of
cargoes.
13. Portal INSW adalah sistem yang akan
melakukan integrasi informasi berkaitan
dengan proses penanganan dokumen
kepabeanan dan pengeluaran barang, yang
13. INSW Portal means a system by which
information in connection with customs and
export clearance is integrated, which assures
of data and information security, and
6
menjamin keamanan data dan informasi
serta memadukan alur dan proses informasi
antar sistem internal secara otomatis, yang
meliputi sistem kepabeanan, perizinan,
kepelabuhanan/kebandarudaraan, dan sistem
lain yang terkait dengan proses penanganan
dokumen kepabeanan dan pengeluaran
barang.
automates the information flow and process
among such internal systems as customs,
licensing, ports/airports, and others in
connection with customs and export
clearance.
14. Pelabuhan Mandatori adalah pelabuhan yang
ditetapkan sebagai pelabuhan penerapan
INSW ekspor secara penuh.
14. Mandatory Port means a port that is
confirmed as a port to fully apply the export
INSW.
15. Wilayah Kosong adalah wilayah yang
memiliki potensi menjadi sumber Batubara
tetapi belum menjadi wilayah kerja
Surveyor.
15. Potential Open Area means an area with the
potential to be the source of Coal but not yet
being the working area of the Surveyor.
16. Rekomendasi adalah surat keterangan yang
diterbitkan oleh pejabat instansi/unit teknis
terkait yang berwenang dan merupakan
pertimbangan teknis untuk diterbitkan
pengakuan sebagai ET-Batubara.
16. Recommendation means a statement that is
issued by a competent official of the relevant
technical agency/unit and constitutes a
technical consideration under which a
Registered Coal Exporter certificate is
issued.
17. Menteri adalah menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang perdagangan.
17. Minister means the minister that administers
the governmental affairs in the field of trade.
18. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
yang selanjutnya disebut Menteri ESDM
adalah menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang energi dan
sumber daya mineral.
18. Minister of Energy and Mineral Resources,
hereinafter called the Minister of Energy and
Mineral Resources, means the Minister that
administers the governmental affairs in the
field of energy and mineral resources.
19. Direktur J enderal adalah Direktur J enderal
Perdagangan Luar Negeri, Kementerian
Perdagangan.
19. Director General means the Director General
of Foreign Trade of the Ministry of Trade.
20. Dirjen Minerba adalah Direktur J enderal
Mineral dan Batubara, Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral.
20. Director General of Minerals and Coal
means the Director General of Minerals and
Coal of the Ministry of Energy and Mineral
Resources.
Pasal 2 Article 2
(1) Batubara dan Produk Batubara yang dibatasi
ekspor sebagaimana tercantum dalam
Lampiran I yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(1) Coal and Coal Products subject to export
restriction are provided in Appendix I, made
an inseparable part of this Regulation of the
Minister.
(2) Batubara sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) yang dihitung kalorinya tercantum dalam
Lampiran II yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(2) Coal as referred to in section (1) subject to
calorie calculation is provided in Appendix
II, made an inseparable part of this
Regulation of the Minister.
Pasal 3 Article 3
7
(1) Pelaksanaan ekspor Batubara dan Produk
Batubara sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2, hanya dapat dilakukan oleh
perusahaan yang telah mendapatkan
pengakuan sebagai ET-Batubara dari
Menteri.
(1) Coal and Coal Products as referred to in
Article 2 may be exported only by a
company that has acquired a Registered
Coal Exporter certificate from the Minister.
(2) Menteri melimpahkan kewenangan
penerbitan pengakuan sebagai ET-Batubara
kepada Direktur J enderal.
(2) The Minister shall delegate his/her power to
the Director General to issue a Registered
Coal Exporter certificate.
Pasal 4 Article 4
(1) Untuk mendapat pengakuan sebagai ET-
Batubara, perusahaan harus mengajukan
permohonan tertulis kepada Direktur
J enderal dengan melampirkan persyaratan:
(1) To acquire a Registered Coal Exporter
certificate, a company must submit a written
application to the Director General by
enclosing the following required
documentation:
a. fotokopi IUP Operasi Produksi, IUPK
Operasi Produksi, IUP Operasi Produksi
khusus untuk pengangkutan dan
penjualan atau IUP Operasi Produksi
khusus untuk pengolahan dan/atau
pemurnian;
a. a photocopy of the Production
Operation Mining Permit (IUP),
Production Operation Special Mining
Permit (IUPK), Production Operation
Mining Permit specifically for hauling
and sale or Production Operation
Mining Permit specifically for
processing and/or refining/smelting;
b. fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP);
b. a photocopy of the Taxpayer ID
Number (NPWP);
c. fotokopi Tanda Daftar Perusahaan
(TDP); dan
c. a photocopy of the Company
Registration Number (TDP); and
d. asli Rekomendasi dari Dirjen Minerba. d. an original Recommendation from the
Director General of Minerals and Coal.
(2) Direktur J enderal menerbitkan pengakuan
sebagai ET-Batubara paling lambat 5 (lima)
hari kerja terhitung sejak permohonan
diterima secara lengkap dan benar.
(2) The Director General shall issue a
Registered Coal Exporter certificate within 5
(five) working days of the receipt of the
complete and correct application.
Pasal 5 Article 5
(1) Pengakuan sebagai ET-Batubara
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat
(2) berlaku selama 3 (tiga) tahun.
(1) A Registered Coal Exporter certificate as
referred to in Article 4 section (2) shall be
valid for 3 (three) years.
(2) Bentuk pengakuan sebagai ET-Batubara
tercantum dalam Lampiran III yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Menteri ini.
(2) The format of a Registered Coal Exporter
certificate is provided in Appendix III, made
an inseparable part of this Regulation of the
Minister.
Pasal 6 Article 6
(1) Batubara dan Produk Batubara sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 yang akan diekspor
(1) Coal and Coal Products for export as
referred to in Article 2 are, prior to loading
8
wajib dilakukan Verifikasi atau Penelusuran
Teknis sebelum muat barang sampai dengan
selesainya pelaksanaan pemuatan barang ke
atas kapal (loading) dan/atau ke dalam peti
kemas (stuffing).
until the completion of loading (vessels)
and/or stuffing (containers), subject to
Verification or Scrutiny.
(2) Verifikasi atau Penelusuran Teknis
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan oleh Surveyor yang ditetapkan
oleh Menteri.
(2) Verification or Scrutiny as referred to in
section (1) shall be made by such a Surveyor
as the Minister may confirm.
(3) Menteri mendelegasikan kewenangan
penetapan sebagai Surveyor sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) kepada Direktur
J enderal.
(3) The Minister shall delegate his/her power to
the Director General to confirm a Surveyor
as referred to in section (2).
Pasal 7 Article 7
(1) Persyaratan untuk mendapatkan penetapan
sebagai Surveyor sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 6 ayat (2) sebagai berikut:
(1) For confirmation as a Surveyor as referred to
in Article 6 section (2), a Surveyor shall
fulfill the following requirements:
a. memiliki Surat Ijin Usaha J asa Survey
(SIUJ S);
a. hold a Survey License (SIUJ S);
b. berpengalaman melakukan Verifikasi
atau Penelusuran Teknis ekspor
Batubara dan Produk Batubara paling
sedikit 5 (lima) tahun;
b. have a minimum 5 (five)-year
experience in making Verification and
Scrutiny of export of Coal and Coal
Products;
c. memiliki paling sedikit 5 (lima) kantor
cabang/perwakilan di wilayah
Indonesia;
c. have at least 5 (five) branch/
representative offices in Indonesia;
d. memiliki tenaga ahli bersertifikat
sebagai verifikator, drafter, analis
laboratorium dan geologis;
d. engage certified expert staff as a
verifying officer, drafter, laboratory
analyst and geologist;
e. memiliki paling sedikit 3 (tiga)
laboratorium sendiri dengan peralatan
lengkap yang terakreditasi sesuai
dengan lingkup Batubara dan Produk
Batubara, satu diantaranya terakreditasi
oleh Komite Akreditasi Nasional
(KAN);
e. have at least 3 (three) accredited
laboratories of its own with complete
equipment within the scope of Coal and
Coal Products, any of which shall be
accredited by the National Accreditation
Committee (Komite Akreditasi
Nasional (KAN));
f. Surveyor selain memiliki 3 (tiga)
laboratorium dapat juga bekerja sama
dengan laboratorium lain yang sesuai
dengan lingkup Batubara dan Produk
Batubara;
f. In addition to having 3 (three)
laboratories, a Surveyor may cooperate
with other laboratories within the scope
of Coal and Coal Products;
g. laboratorium sebagaimana dimaksud
pada huruf e harus berada di wilayah
kerjanya yang berbeda; dan
g. laboratories as referred to in point (e)
must be located in their different
working areas; and
h. mempunyai rekam jejak (track record)
yang baik dalam hal pengelolaan
h. have a good track record in the
management of Verification or Scrutiny
9
kegiatan Verifikasi atau Penelusuran
Teknis di bidang ekspor Batubara dan
Produk Batubara.
in the field of export of Coal and Coal
Products.
(2) Untuk dapat ditetapkan sebagai pelaksana
Verifikasi atau Penelusuran Teknis,
Surveyor harus mengajukan permohonan
tertulis kepada Direktur J enderal dengan
melampirkan:
(2) For confirmation as a Verifying or
Scrutinizing agent, a Surveyor must submit a
written application to the Director General
by enclosing:
a. fotokopi Surat Izin Usaha J asa Survey
(SIUJ S);
a. a photocopy of the Survey License
(SIUJ S);
b. fotokopi Tanda Daftar Perusahaan
(TDP);
b. a photocopy of the Company
Registration Number (TDP);
c. fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP);
c. a photocopy of the Taxpayer ID
Number (NPWP);
d. keterangan wilayah kerja perusahaan,
paling sedikit memuat alamat kantor
pusat, kantor cabang/perwakilan dan
lokasi laboratorium;
d. the description of the companys
working areas, containing at least the
addresses of the head office,
branch/representative offices and
laboratory locations;
e. keterangan jenis, spesifikasi Batubara
dan Produk Batubara di wilayah kerja;
e. the description of the types and
specifications of Coal and Coal
Products in the working areas;
f. keterangan jenis, spesifikasi Batubara
dan Produk Batubara yang sudah pernah
diverifikasi;
f. the description of the types and
specifications of the verified Coal and
Coal Products;
g. daftar tenaga ahli yang dilengkapi
dengan Daftar Riwayat Hidup (DRH)
dan lokasi kerjanya dengan
menggunakan bentuk sebagaimana
tercantum dalam Lampiran. IVa dan
Lampiran IVb yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri
ini;
g. a list of the expert staff, accompanied
by their Curriculum Vitae (CV) and
working locations, in the format
provided in Appendix VIa and
Appendix VIb, made inseparable parts
of this Regulation of the Minister;
h. bukti kepemilikan laboratorium
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf e;
h. certificates of title to laboratories as
referred to in section (1) point (e);
i. bukti kerja sama pemanfaatan
laboratorium sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf f, jika ada kerja
sama pemanfaatan laboratorium;
i. proof of laboratory use cooperation as
referred to in section (1) point (f), if
any;
j. daftar peralatan lengkap laboratorium
sesuai dengan lingkup kerja analisa
Batubara dan Produk Batubara dengan
menggunakan bentuk sebagaimana
tercantum dalam Lampiran V yang
merupakan bagian tidak terpisahkan
j. a full list of the laboratory equipment
within the scope of Coal and Coal
Product analysis, in the format provided
in Appendix V, made an inseparable
part of this Regulation of the Minister;
and
10
dari Peraturan Menteri ini; dan
k. daftar nama pejabat penandatangan LS,
contoh tanda tangan dan contoh cap
perusahaan dengan menggunakan
bentuk sebagaimana tercantum dalam
Lampiran VI yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri
ini.
k. a list of the names of signatories to the
Surveyor Report, specimens of the
signatures and specimens of the seal of
company, in the format provided in
Appendix VI, made an inseparable part
of this Regulation of the Minister.
(3) Dalam hal laboratorium sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf e belum
terakreditasi oleh KAN, laboratorium
tersebut dapat digunakan untuk melakukan
pengujian mutu Batubara dan Produk
Batubara dengan menunjukkan asli bukti
tanda terima berita acara penyerahan
dokumen dari KAN disertai checklist awal.
(3) Where the laboratories as referred to in
section (1) point (e) are not yet accredited by
the National Accreditation Committee
(KAN), the laboratories may be used to test
the quality of Coal and Coal Products on
presentation of the original receipt of the
minutes of transfer of documents from the
National Accreditation Committee (KAN),
accompanied by the initial checklist.
(4) Laboratorium sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) dapat digunakan untuk melakukan
pengujian mutu Batubara dan Produk
Batubara sampai dengan tanggal 31
Desember 2016.
(4) The laboratories as referred to in section (3)
may be used to test the quality of Coal and
Coal Products through December 31, 2016.
Pasal 8 Article 8
(1) Untuk dapat dilakukan Verifikasi atau
Penelusuran Teknis sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 6 ayat (1), ET-Batubara harus
mengajukan permohonan Verifikasi atau
Penelusuran Teknis kepada Surveyor.
(1) For Verification or Scrutiny as referred to in
Article 6 section (1), a Registered Coal
Exporter must submit an application for
Verification or Scrutiny to the Surveyor.
(2) Verifikasi atau Penelusuran Teknis oleh
Surveyor sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi:
(2) Verification or Scrutiny by a Surveyor as
referred to in section (1) shall include:
a. penelitian dan pemeriksaan terhadap
data atau keterangan mengenai
keabsahan administrasi dan wilayah asal
Batubara dan Produk Batubara;
a. check and examination of data or
description of the validity of
administration of the areas from which
the Coal and Coal Products originate;
b. jumlah Batubara dan Produk Batubara; b. the quantities of the Coal and Coal
Products;
c. jenis dan spesifikasi Batubara dan
Produk Batubara yang mencakup Pos
Tarif/HS melalui analisa kualitatif dan
kuantitatif di laboratorium; dan
c. the types and specifications of the Coal
and Coal Products, including the
Headings/HS in the laboratory
qualitative and quantitative analysis;
and
d. waktu pengapalan dan pelabuhan muat. d. the timing of shipment and port of
loading.
(3) Verifikasi atau Penelusuran Teknis ekspor
Batubara dan Produk Batubara meliputi data
(3) Verification or Scrutiny of export of Coal
and Coal Products shall include at least the
11
atau keterangan paling sedikit mengenai: following data or description:
a. asal Batubara dan Produk Batubara; a. the origin of the Coal and Coal
Products;
b. jumlah, jenis, dan nomor Pos Tarif/HS
Batubara dan Produk Batubara;
b. the quantities, types, and number of
Headings/HS of the Coal and Coal
Products;
c. nilai kalori untuk Batubara sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2);
c. the calorie value of Coal as referred to
in Article 2 section (2);
d. waktu pengapalan; d. the timing of shipment;
e. pelabuhan muat; e. the port of loading;
f. negara dan pelabuhan tujuan ekspor;
dan
f. the country and port of export
destination; and
g. bukti pelunasan pembayaran iuran
produksi/royalti yang dikaitkan dengan
kualitas dan kuantitas Batubara sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
g. the proof of payment for
production/royalties in connection with
the qualitative and quantities of Coal
under the laws and regulations.
(4) Hasil Verifikasi atau Penelusuran Teknis
yang telah dilakukan oleh Surveyor
sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dituangkan dalam bentuk Laporan Surveyor
(LS) disertai hasil analisa terhadap Batubara
dan Produk Batubara.
(4) Any findings of the Verification or Scrutiny
made by the Surveyor as referred to in
section (2) shall be stated in the Surveyor
Report, accompanied by the results of the
quantitative analysis of Coal and Coal
Products.
(5) Penerbitan LS oleh Surveyor paling lambat
1 (satu) hari setelah pemeriksaan muat
barang dilakukan.
(5) A Surveyor Report shall be issued by the
Surveyor within 1 (one) day upon
examination of loading.
(6) Biaya yang dikeluarkan atas pelaksanaan
Verifikasi atau Penelusuran Teknis Ekspor
Batubara dan Produk Batubara yang
dilakukan oleh Surveyor dibebankan pada
anggaran negara.
(6) Any fees incurred arising out of the
Surveyors Verification or Scrutiny with
respect to export of Coal and Coal Products
shall be borne by the State budget.
(7) Dalam hal biaya yang diperlukan untuk
pelaksanaan Verifikasi atau Penelusuran
Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (6)
belum tersedia, biaya tersebut dibebankan
kepada eksportir berdasarkan asas manfaat.
(7) Where no fee needed for Verification or
Scrutiny as referred to in section (6) is
available, the fee shall be charged to the
exporter under the principle of benefit.
Pasal 9 Article 9
Terhadap analisa kualitatif dan kuantitatif yang
dilakukan oleh Surveyor sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 8 ayat (2) huruf c sewaktu-waktu
dapat dilakukan pemeriksaan oleh lembaga yang
ditunjuk oleh Menteri ESDM.
Qualitative and quantitative analysis made by the
Surveyor as referred to in Article 8 section (2)
point (c) may at any time be subject to
verification by an institution designated by the
Minister of Energy and Mineral Resources.
Pasal 10 Article 10
(1) ET-Batubara dan LS digunakan sebagai (1) A Registered Coal Exporter certificate and a
12
dokumen pelengkap pabean yang
diwajibkan untuk pendaftaran
Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
Surveyor Report shall be used as the
supporting documentation for customs
clearance required for registration of Export
Declaration.
(2) LS yang diterbitkan oleh Surveyor hanya
dapat dipergunakan untuk 1 (satu) kali
pengapalan untuk pendaftaran 1 (satu)
nomor PEB.
(2) A Surveyor Report issued by the Surveyor
may be used only for 1 (one) time shipment
and registration of 1 (one) Export
Declaration number.
Pasal 11 Article 11
(1) Surveyor yang akan melakukan Verifikasi
atau Penelusuran Teknis sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2) di Wilayah
Kosong harus terlebih dahulu mengajukan
permohonan penambahan wilayah kerja
dimaksud kepada Direktur J enderal.
(1) A Surveyor to Verify or Scrutinize as
referred to in Article 8 section (2) in a
Potential Open Area must first submit an
application for additional working area(s) to
the Director General.
(2) Pengajuan permohonan penambahan
wilayah kerja sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) harus melampirkan persyaratan
sebagaimana tercantum dalam Pasal 7 ayat
(2).
(2) Submission of an application for additional
working area(s) as referred to in section (1)
must enclose the required documentation as
provided in Article 7 section (2).
Pasal 12 Article 12
Verifikasi atau Penelusuran Teknis ekspor
Batubara dan Produk Batubara yang dilakukan
oleh Surveyor tidak mengurangi kewenangan
instansi teknis terkait untuk melakukan
pemeriksaan terhadap ekspor Batubara dan
Produk Batubara.
Verification or Scrutiny of export of Coal and
Coal Products made by the Surveyor shall not
derogate from the power of the competent
agencies to make examination of export of Coal
and Coal Products.
Pasal 13 Article 13
(1) ET-Batubara wajib menyampaikan laporan
tertulis mengenai pelaksanaan ekspor
Batubara dan Produk Batubara, baik
terealisasi maupun tidak terealisasi secara
periodik setiap bulan paling lambat tanggal
15 (lima belas) bulan berikutnya kepada
Direktur J enderal dalam hal ini Direktur
Ekspor Produk Industri dan Pertambangan
dengan tembusan kepada Dirjen Minerba.
(1) A Registered Coal Exporter must submit a
written report on the realized or unrealized
export of Coal and Coal Products at a
regular monthly interval no later than the
15
th
(fifteenth) day of the following month
to the Director General through the Director
of Industrial and Mining Product Export,
carbon-copied to the Director General of
Minerals and Coal.
(2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) juga disampaikan melalui
http://inatrade.kemendag.go.id.
(2) A report as referred to in section (1) shall
also be submitted through
http://inatrade.kemendag.go.id.
Pasal 14 Article 14
(1) Surveyor wajib menyampaikan LS melalui
http://inatrade.kemendag.go.id yang akan
diteruskan ke Portal INSW.
(1) A Surveyor must submit a Surveyor Report
through http://inatrade.kemendag.go.id, for
referral to the INSW Portal.
(2) Bagi Surveyor yang menerbitkan LS di
Pelabuhan Mandatori wajib menyampaikan
(2) A Surveyor issuing a Surveyor Report at the
Mandatory Port must, immediately upon
13
LS sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
segera setelah LS diterbitkan.
issue of the Surveyor Report, submit a
Surveyor Report as referred to in section (1).
(3) Bagi Surveyor yang menerbitkan LS selain
pada Pelabuhan Mandatori wajib
menyampaikan LS sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) paling lambat 1 (sate) minggu
setelah diterbitkan.
(3) A Surveyor issuing a Surveyor Report other
than at the Mandatory Port must submit a
Surveyor Report as referred to in section (1)
within 1 (one) week of the issue.
(4) Surveyor wajib memastikan bahwa Batubara
dan Produk Batubara yang diekspor sesuai
dengan yang tercantum dalam LS
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat
(4).
(4) A Surveyor must ensure that the Coal and
Coal Products for export are consistent with
those stated in the Surveyor Report as
referred to in Article 8 section (4).
Pasal 15 Article 15
(1) Surveyor sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (2) wajib menyampaikan
laporan tertulis mengenai kegiatan
Verifikasi atau Penelusuran Teknis yang
dilaksanakannya setiap bulan.
(1) A Surveyor as referred to in Article 6
section (2) must submit every month a
written report on the Verification or Scrutiny
it has made.
(2) Laporan tertulis sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) disampaikan kepada Direktur
J enderal dalam hal ini Direktur Ekspor
Produk Industri dan Pertambangan, dan
Dirjen Minerba dalam hal ini Direktur
Pembinaan Pengusahaan Batubara pada
minggu pertama bulan berikutnya.
(2) A written report as referred to in section (1)
shall be submitted the first week of the
following month to the Director General
through the Director of Industrial and
Mining Product Export, and the Director
General of Minerals and Coal through the
Director of Mineral Business Development.
(3) Surveyor wajib menyampaikan rekapitulasi
atas LS sebagaimana dimaksud dalam Pasal
8 ayat (4) setiap bulannya kepada Direktur
J enderal dalam hal ini Direktur Ekspor
Produk Industri dan Pertambangan dengan
menggunakan bentuk sebagaimana
tercantum dalam Lampiran VII yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dan
Peraturan Menteri ini.
(3) A Surveyor must submit a recapitulation of
the Surveyor Report as intended by Article 8
section (4) every month to the Director
General through the Director of Industrial
and Mining Product Export, in the format
provided in Appendix VII, made an
inseparable part of this Regulation of the
Minister.
Pasal 16 Article 16
(1) Pengakuan sebagai ET-Batubara dicabut
apabila:
(1) A Registered Coal Exporter certificate shall
be revoked:
a. setelah diperiksa kembali, dokumen
yang disampaikan untuk mendapatkan
pengakuan sebagai ET-Batubara
terbukti tidak benar;
a. if upon re-examination, the documents
submitted for an application for a
Registered Coal Exporter certificate are
found incorrect;
b. tidak menyampaikan laporan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13
sebanyak 3 (tiga) kali;
b. for 3 (three)-time failure to submit a
report as referred to in Article 13;
c. mengubah, menambah dan/atau
mengganti isi yang tercantum dalam
c. for tampering with, adding and/or
changing the contents stated in the
14
dokumen pengakuan sebagai ET-
Batubara;
Registered Coal Exporter certificate;
d. mengekspor Batubara dan Produk
Batubara yang jenis dan/atau jumlahnya
tidak sesuai dengan yang tercantum
dalam dokumen ekspor Batubara dan
Produk Batubara; dan/atau
d. for exporting Coal and Coal Products
with the types and/or quantities being
inconsistent with those stated in the
Coal and Coal Product export
documentation; and/or
e. dinyatakan bersalah oleh pengadilan
atas tindak pidana yang berkaitan
dengan penyalahgunaan pengakuan
sebagai ET-Batubara.
e. if convicted in court of a criminal
offense in connection with the misuse of
the Registered Coal Exporter certificate.
(2) Pencabutan pengakuan sebagai ET-Batubara
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditetapkan oleh Direktur J enderal.
(2) Revocation of the Registered Coal Exporter
certificate as referred to in section (1) shall
be issued by the Director General.
(3) ET-Batubara yang dikenai sanksi
pencabutan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) hanya dapat mengajukan
permohonan untuk memperoleh pengakuan
sebagai ET-Batubara setelah 1 (satu) tahun
sejak tanggal pencabutan ET-Batubara dan
harus memenuhi ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).
(3) A Registered Coal Exporter imposed a
sanction of revocation as referred to in
section (2) may submit an application for
acquiring a Registered Coal Exporter
certificate only 1 (one) year of the date of
revocation of the Registered Coal Exporter
certificate and must comply with the
provisions of Article 4 section (1).
Pasal 17 Article 17
Penetapan sebagai Surveyor dicabut apabila: Confirmation as a Surveyor shall be revoked if
the Surveyor:
a. menerbitkan Laporan Surveyor (LS) yang
tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 8;
a. issues a Surveyor Report other than in
accordance with the provisions of Article 8;
b. tidak melaksanakan kewajiban penyampaian
LS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14;
b. fails to perform its obligation to submit a
Surveyor Report as referred to in Article 14;
c. tidak melaksanakan kewajiban pelaporan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15;
c. fails to perform its obligation to report as
referred to in Article 15;
d. menerbitkan LS kurang dari 20 (dua puluh)
LS dalam jangka waktu 1 (satu) tahun;
dan/atau
d. issues a Surveyor Report less than 20
(twenty) Surveyor Reports within 1 (one)
year; and/or
e. menerbitkan LS terhadap barang yang
dilarang ekspor;
e. issues a Surveyor Report on goods subject to
export prohibition;
Pasal 18 Article 18
ET-Batubara dan Surveyor selain dikenakan
sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16
dan Pasal 17, dapat dikenai sanksi lain sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan.
In addition to sanctions imposed as referred to in
Article 16 and Article 17, a Registered Coal
Exporter and Surveyor may be imposed other
sanctions under the laws and regulations.
Pasal 19 Article 19
Petunjuk teknis pelaksanaan Peraturan Menteri
ini dapat ditetapkan oleh Direktur J enderal.
The Director General may issue the guidelines
under this Regulation of the Minister.
15
Pasal 20 Article 20
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku: Upon this Regulation of the Minister coming into
effect:
a. ketentuan mengenai Verifikasi atau
Penelusuran Teknis ekspor Batubara yang
tercantum di dalam Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 14/M-
DAG/PER/5/2008 tentang Verifikasi atau
Penelusuran Teknis Terhadap Ekspor
Produk Pertambangan Tertentu dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.
a. any provisions concerning Verification or
Scrutiny of export of Coal contained in
Regulation of the Minister of Trade Number
14/M-DAG/PER/5/2008 concerning
Verification or Scrutiny of Export of Certain
Mining Products are revoked and declared to
no longer be in effect.
b. PKP2B yang ditandatangani sebelum
diundangkan dan diberlakukan Peraturan
Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan
Mineral dan Batubara, dinyatakan tetap
berlaku dan dapat digunakan sebagai
persyaratan untuk mendapatkan pengakuan
sebagai ET-Batubara sebagaimana diatur
dalam Pasal 3, sampai jangka waktunya
berakhir.
b. A Coal Contract of Work (PKP2B) signed
prior to the promulgation and effective
implementation of Regulation of the
Government Number 23 of 2010 concerning
Implementation of Mineral and Coal
Mining Business Activities, is declared to
remain in effect and may be used as required
documentation to acquire a Registered Coal
Exporter certificate as governed by Article 3
until its expiration.
Pasal 21 Article 21
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal
1 September 2014 1 Oktober 2014.
This Regulation of the Minister shall come into
effect on September 1, 2014 October 1, 2014.
Agar setiap orang mengetahuinya,
memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri
ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.
In order that every person may know of it, the
promulgation of this Regulation of the Minister
is ordered by placement in the Official Gazette of
the Republic of Indonesia.

Ditetapkan di J akarta
pada tanggal 15 J uli 2014
MENTERI PERDAGANGAN
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MUHAMMAD LUTFI
Issued in J akarta
on J uly 15, 2014
MINISTER OF TRADE OF
THE REPUBLIC OF INDONESIA,
sgd.
MUHAMMAD LUTFI


16
LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 39/M-DAG/PER/7/2014 TENTANG KETENTUAN EKSPOR
BATUBARA DAN PRODUK BATUBARA
APPENDIX I
REGULATION OF THE MINISTER OF TRADE OF THE REPUBLIC
OF INDONESIA NUMBER 39/M-DAG/PER/7/2014 CONCERNING
PROVISIONS FOR EXPORT OF COAL AND COAL PRODUCTS

BATUBARA DAN PRODUK BATUBARA YANG
DIBATASI EKSPOR
COAL AND COAL PRODUCTS SUBJECT TO
EXPORT RESTRICTION

No Uraian Barang / Description of Goods No Pos Tarif/HS / Heading
Batu bara; briket, ovoid dan bahan bakar padat semacam itu dibuat dari
batu bara. / Coal; briquettes, ovoids and similar solid fuels manufactured from
coal.
27.01
- Batu bara, dihancurkan maupun tidak, tetapi tidak diaglomerasi: / Coal,
whether or not pulverised, but not agglomerated:

1 - - Antrasit / Anthracite 2701.11.00.00
- - Bituminous coal: 2701.12
2 - - - Batu bara bahan bakar / Coking coal 2701.12.10.00
3 - - - Lain-lain / Other 2701.12.90.00
4 - - Batu bara lainnya / Other coal 2701.19.00.00
5 - Briket, ovoid dan bahan bakar padat semacam itu dibuat dari batu bara /
Briquettes, ovoids and similar solid fuels manufactured from coal
2701.20.00.00
Lignit, diaglomerasi maupun tidak, tidak termasuk jet. / Lignite, whether or
not agglomerated, excluding jet.
27.02
6 - Lignit, dihancurkan maupun tidak, tetapi tidak diaglomerasi / Lignite, whether
or not pulverised, but not agglomerated
2702.10.00.00
7 - Lignit diaglomerasi / Agglomerated lignite 2702.20.00.00
Peat (termasuk peat litter) dalam bentuk diaglomerasi maupun tidak / Peat
(including peat litter), whether or not agglomerated.
27.03
8 - Peat, dipadatkan menjadi bentuk bal maupun tidak, tetapi tidak diaglomerasi /
Peat, whether or not compressed into bales, but not agglomerated
2703.00.10.00
9 - Peat diaglomerasi / Agglomerated peat 2703.00.20.00
Kokas dan semi-kokas dari batu bara, dari lignit atau dari tanah gemuk,
diaglomerasi maupun tidak; retort carbon. / Coke and semi-coke of coal, of
lignite or of peat, whether or not agglomerated; retort carbon.
27.04
10 - Kokas dan semi kokas dari batu bara / Coke and semi-coke of coal 2704.00.10.00
11 - Kokas dan semi kokas dari lignit atau dari peat / Coke and semi-coke of lignite
or of peat
2704.00.20.00
12 - Retort carbon 2704.00.30.00
13 Gas batu bara, gas air, gas produser dan gas semacam itu, selain gas minyak
bumi dan gas hidrokarbon lainnya. / Coal gas, water gas, producer gas and
similar gases, other than petroleum gases and other gaseous hydrocarbons.
2705.00.00.00
14 Ter sulingan dari batu bara, dari lignit atau dari peat, dan ter mineral
lainnya didehidrasi atau disuling sebagian maupun tidak, termasuk ter yang
dibentuk kembali. / Tar distilled from coal, from lignite or from peat, and other
mineral tars, whether or not dehydrated or partially distilled, including
reconstituted tars.
2706.00.00.00
Minyak dan produk lainnya hasil penyulingan ter batu bara bersuhu tinggi;
produk semacam itu yang berat unsur aromatiknya melebihi unsur non
aromatik. / Oils and other products of the distillation of high temperature coal
tar; similar products in which the weight of the aromatic constituents exceeds
that of the non-aromatic constituents.
27.07
15 - Benzol (benzena) 2707.10.00.00
16 - Toluol (toluena) 2707.20.00.00
17 - Xilol (xilena) / Xylol (xylenes) 2707.30.00.00
18 - Naftalena / Naphthalene 2707.40.00.00
19 - Campuran hidrokarbon aromatik lainnya 65% volume atau lebih (termasuk 2707.50.00.00
17
No Uraian Barang / Description of Goods No Pos Tarif/HS / Heading
yang hilang) disuling pada suhu 250C dengan metode ASTM D 86 / Other
aromatic hydrocarbon mixtures of which 65% or more by volume (including
losses) distils at 250C by the ASTM D 86 method
- Lain-lain: / Other:
20 - - Minyak kreosol / Creosote oils 2707.91.00.00
- - Lain-lain: / Other: 2707.99
21 - - - Feedstock jelaga karbon / Carbon black feedstock 2707.99.10.00
22 - - - Lain-lain / Other 2707.99.90.00
Pek dan pek kokas, diperoleh dari ter batu bara atau dari ter mineral
lainnya. / Pitch and pitch coke, obtained from coal tar or from other mineral
tars.
27.08
23 - Pek / Pitch 2708.10.00.00
24 - Pek kokas / Pitch coke 2708.20.00.00

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MUHAMMAD LUTFI
MINISTER OF TRADE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,
sgd.
MUHAMMAD LUTFI


18
LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 39/M-DAG/PER/7/2014 TENTANG KETENTUAN EKSPOR
BATUBARA DAN PRODUK BATUBARA
APPENDIX II
REGULATION OF THE MINISTER OF TRADE OF THE REPUBLIC
OF INDONESIA NUMBER 39/M-DAG/PER/7/2014 CONCERNING
PROVISIONS FOR EXPORT OF COAL AND COAL PRODUCTS

BATUBARA YANG DIHITUNG KALORINYA COAL SUBJECT TO CALORIE CALCULATION

No Uraian Barang / Description of Goods No Pos Tarif/HS / Heading
Batu bara; briket, ovoid dan bahan bakar padat semacam itu dibuat dari
batu bara. / Coal; briquettes, ovoids and similar solid fuels manufactured from
coal.
27.01
- Batu bara, dihancurkan maupun tidak, tetapi tidak diaglomerasi: / Coal,
whether or not pulverised, but not agglomerated:

1 - - Antrasit / Anthracite 2701.11.00.00
- - Bituminous coal: 2701.12
2 - - - Batu bara bahan bakar / Coking coal 2701.12.10.00
3 - - - Lain-lain / Other 2701.12.90.00
4 - - Batu bara lainnya / Other coal 2701.19.00.00
Lignit, diaglomerasi maupun tidak, tidak termasuk jet. / Lignite, whether or
not agglomerated, excluding jet.
27.02
5 - Lignit, dihancurkan maupun tidak, tetapi tidak diaglomerasi / Lignite, whether
or not pulverised, but not agglomerated
2702.10.00.00

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MUHAMMAD LUTFI
MINISTER OF TRADE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,
sgd.
MUHAMMAD LUTFI


19
Translated by: Wishnu Basuki
wbasuki@gmail.com

Lampiran III : Pengakuan Sebagai Eksportir Terdaftar Batubara
Lampiran VIa : Daftar Tenaga Ahli
Lampiran VIb : Daftar Riwayat Hidup Tenaga Ahli
Lampiran V : Daftar Peralatan Laboratorium Batubara dan Produk Batubara
Lampiran VI : Specimen Data Pejabat Penandatangan Laporan Surveyor
Lampiran VII : Rekapitulasi Laporan Surveyor Batubara dan Produk Batubara