Anda di halaman 1dari 5

Panduan Survei Kondisi Jalan

DAFTAR ISI
1. DESKRIPSI...................................................................................................................................
1.1 MAKSUD DAN TUJUAN...........................................................................................................
1.2 RUANG LINGKUP...................................................................................................................
1.3 BATASAN DAN PENGERTIAN...................................................................................................

2. PELAKSANAAN.........................................................................................................................2
2.1 PERALATAN DAN PERLENGKAPAN.........................................................................................2
2.2 PERSIAPAN...........................................................................................................................2
2.3 CARA PELAKSANAAN...........................................................................................................3
2.4 PELAPORAN.........................................................................................................................4
LAMPIRAN
1. Penjelasan Istilah yang Digunakan dalam Pengisian Formulir Survei Kondisi Jalan L-1
2. Kondisi Jalan Tanah / Kerikil

L-6

Cara pengisian Formulit Survey, Formulir Penunjang dan contoh Formulir yang telah diisi
3.
4.
5.
6.

Formulir survai Kondisi Jalan Aspal


Formulir survai kondisi jalan tanah /kerikil
Formulir Penunjang Survai Kondisi Jalan Aspal
Formulir Penunjang Survai Kondisi Jalan Tanah / Kerikil

L-10
L-19
L-28
L-31

FORMULIR SURVAI
1.
2.
3.
4.
5.

Formulir Survei Kondisi Jalan Aspal


Formulir Survei Kondisi Jalan Tanah/Kerikil
Formulir Penunjang Survei Kondisi Jalan Aspal
Formulir Penunjang Survei Kondisi Jalan Tanah/Kerikil
Daftar Pengambilan Foto

IIRMS - 2005

Panduan Survei Kondisi Jalan


BAB 1
DESKRIPSI
1.1

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan survei kondisi jalan disingkat SKJ (Road Condition Survey, RCS) adalah untuk
mendapatkan data kondisi dari bagian-bagian jalan yang mudah berubah; baik untuk jalan aspal maupun
jalan tanah/kerikil, sesuai kebutuhan untuk penyusunan rencana dan program pembinaan jaringan jalan.
Hasil survei kondisi jalan bersama dengan hasil survei jalan lainnya serta perhitungan lalu lintas digunakan
untuk penyusunan rencana dan program pembinaan jaringan jalan, dan sebagai masukan dalam sistem
perencanaan teknis jalan.
Disamping itu survei kondisi jalan dimaksudkan pula untuk dapat memberikan masukan data pada leger
jalan dan bank data jalan, baik ditingkat pusat, ditingkat Propinsi, serta ditingkat Kabupaten/Kotamadya.

1.2

Ruang Lingkup

Panduan ini menguraikan hal yang menyangkut pelaksanaan, pelaporan serta cara pengisian formulir
survei. Panduan survei kondisi jalan ini khususnya diterapkan dalam pelaksanaan survei pada jalan
Nasional, dan jalan Propinsi, dan secara umum dapat pula digunakan untuk jalan Kabupaten/Kotamadya,
jalan Tol dan jalan Khusus, baik yang berupa jalan kerikil maupun jalan tanah. Sedangkan untuk survei
kondisi pada jalan dengan perkerasan kaku dijelaskan pada buku panduan lain.

1.3 Batasan dan Pengertian


Survei kondisi jalan dilakukan setahun sekali, berdasarkan data titik referensi. Untuk pelaksanaan survei
kondisi jalan pada jalan aspal agar diusahakan bersamaan waktunya dengan survai kekasaran permukaan
jalan, sehingga hasil keduanya dapat saling melengkapi.
Ada 2 (dua) macam formulir yang digunakan pada survei kondisi jalan, yaitu :
a) Formulir survei kondisi jalan, untuk jalan aspal pada lampiran 1 dan untuk jalan kerikil pada lampiran
2.
b) Formulir penunjang yaitu formulir yang digunakan oleh petugas untuk mencatat hasil pengamatan
kondisi secara visual dari dalam kendaraan, baik pada jalan aspal seperti terlihat di lampiran 3 maupun
pada jalan kerikil/tanah seperti terlihat di lampiran 4.

IIRMS - 2005

Panduan Survei Kondisi Jalan


BAB 2
PELAKSANAAN
2.1

Peralatan dan Perlengkapan

Agar pelaksanaan survei dapat berjalan lancar dan memberikan hasil sebagaimana mestinya, diperlukan
peralatan dan perlengkapan yang sesuai, yaitu :

2.1.1
Kendaraan roda empat dilengkapi dengan tripmeter (alat pengukur jarak tempuh) yang bekerja dengan baik
dan menunjukkan jarak dalam satuan kilometer, dengan tingkat ketelitian puluhan meter. Apabila belum
tersedia tripmeter dapat digunakan kendaraan dengan odometer yang menunjukkan jarak dalam satuan
kilometer serta bukan yang menggunakan sistem loncat, dengan tingkat ketelitian ratusan meter. Usahakan
agar odometer yang digunakan dapat diatur ke kedudukan 0 (nol). Kendaraan yang digunakan untuk
survei diperlengkapi tanda untuk keamanan pelaksanaan survai (lampu merah berkedip, rambu, tulisan
pelaksanaan survei).

2.1.2
Pita ukur panjang 1 - 2 meter.

2.1.3
Formulir Survei Kondisi Jalan, dan Formulir Penunjang.
2.1.4
Hasil Survei Data Titik Referensi.

2.1.5
Peta Jaringan Jalan yang akan di Survei.

2.1.6
Foto Tustel untuk Membuat Foto Dokumentasi.

2.1.7
Alat gali untuk mengetahui tebal lapisan dalam pelaksanaan survei pada jalan kerikil.

2.2

Persiapan

2.2.1
Kendaraan yang akan digunakan untuk survei harus diperiksa kondisinya.

2.2.2
Tripmeter/Odometer kendaraan agar diperiksa ketepatan serta kelancaran sistem kerjanya .

2.2.3

IIRMS - 2005

Panduan Survei Kondisi Jalan


Petugas survei harus yang telah berpengalaman dan benar-benar memahami prosedur survei serta
pengisian formulir.

2.2.4
Formulir survei serta peralatan dan perlengkapan lainnya agar dapat diperiksa sehingga dapat memenuhi
kebutuhan.

2.3

Cara Pelaksanaan

2.3.1
Survei dilakukan pada suatu ruas jalan mulai dari titik awal sampai dengan titik akhir ruas jalan tersebut.
Pelaksanaannya dilakukan dari patok kilometer kecil kearah patok kilometer besar.

2.3.2
a) Petugas survei mengamati kondisi jalan dari dalam kendaraan yang dijalankan perlahan, tidak lebih dari
20 km/jam dan mengisi lembar formulir penunjang yang telah ditentukan. (Bentuk form, petunjuk
pengisian dan contoh pengisian, lampiran 3, 4 6III, 6IV).
b) Petugas survei akan menentukan kondisi yang mewakili dari 1 (satu) kilometer segmen jalan yang
disurvei tersebut, dan mencatat kondisinya secara teliti pada formulir survei, berdasarkan isian formulir
penunjang. (Bentuk form, petunjuk pengisian dan contoh pengisian formulir survai, lampiran 1, 2 dan
6I, 6II).
c) Dalam hal kondisi khusus dan yang tidak dapat diamati dari dalam kendaraan, maka petugas survei
harus turun dari kendaraan dan melakukan pengamatan teliti kondisi jalan yang tidak dapat diamati dari
dalam kendaraan, serta melakukan pengukuran-pengukuran terhadap kerusakan yang ada.
d) Khusus dalam pelaksanaan survei pada jalan kerikil petugas harus melakukan penggalian untuk
mengetahui dan mencatat ketebalan lapisan kerikil. Lokasi penggalian dipilih yang dapat mewakili
ketebalan sepanjang 1 km jalan yang disurvai.

2.3.3
a) Setiap lembar formulir survei digunakan untuk mencatat data kondisi jalan sepanjang 1 (satu)
kilometer segmen jalan, dan harus telah diisi pada saat petugas survei sampai diakhir kilometer yang
bersangkutan.
b) Formulir survei dibedakan untuk pelaksanaan survei kondisi jalan pada permukaan jalan yang diaspal
dan permukaan jalan yang tidak diaspal (jalan tanah atau jalan kerikil).

2.3.4
a) Foto dokumentasi dibuat pada awal ruas; pada setiap patok km/tanda dengan cat/tanda sementara
lainnya dan pada akhir ruas sesuai dengan hasil survei titik referensi (STR).
b) Setiap pengambilan foto agar dicatat dalam daftar pengambilan foto, seperti contoh pada lampiran 7.

2.3.5
Untuk survei yang dilakukan pada suatu jalan berlajur banyak yang mempunyai jalur pemisah (median)
maka :
a) Ruas jalan tersebut mempunyai nama dua nomor ruas yang berbeda suffixnya misalnya ruas 001 12
dan ruas 001 A2, dimana suffix 12 menunjukan lebih utama dari suffix A2 yang merupakan
pengembangannya.
b) Tipe jalan ini termasuk 4/2 D atau 6/2 D yang berarti 4 atau 6 lajur 2 arah terbagi (D = Devided).
c) Kondisi yang dilaporkan dari bahu atau lainnya adalah dari satu sisi yang sama.

2.3.6
IIRMS - 2005

Panduan Survei Kondisi Jalan


Untuk survei yang dilakukan pada suatu jalan berlajur banyak yang tidak mempunyai jalur pemisah
(median) maka :
a) Ruas jalan tersebut mempunyai nama satu nomor ruas saja dan perlakuannya sama dengan ruas jalan
yang hanya mempunyai 2 lajur saja.
b) Tipe jalan ini biasanya disebut 4/2 UD yang berarti 4 lajur 2 arah tidak terbagi (UD = Undevided).
c) Kondisi yang dilaporkan dari bahu atau elemen lainnya adalah dari kedua sisi jalan tersebut.

2.3.7
Apabila suatu ruas jalan mempunyai patok kilometer yang diukur lebih dari satu kota asal, maka khusus
untuk ruas jalan tersebut pelaksanaan surveinya harus dilakukan sebagaimana dalam survai data titik
referensi.

2.3.8
Apabila ada ruas jalan yang mempunyai patok kilometer ganda baik yang disebabkan oleh pemasangan
patok baru dimana patok lamanya belum dicabut, atau dikarenakan perbedaan kota asal pengukuran jarak,
maka survei harus dilakukan berdasarkan data titik referensi.

2.4

Pelaporan

2.4.1 Bentuk Laporan


Laporan yang harus disampaikan oleh petugas survei adalah :
a) Berkas formulir survai kondisi jalan dan formulir penunjang yang telah diisi.
b) Foto dokumentasi beserta film negatifnya, disertai lembar daftar pengambilan foto.
Laporan dibundel dengan baik sehingga tidak mudah lepas dan dikelompokkan berdasarkan ruas jalan
yang disurvei.

2.4.2 Penyampaian Laporan


a) Laporan disampaikan oleh petugas survei kepada pejabat yang telah ditentukan.
b) Penyampaian laporan harus dijamin ketepatan waktu, kelengkapan, dan kondisi berkasnya.

IIRMS - 2005