Anda di halaman 1dari 12

Jumlah Filiyah ( Kalimat kata kerja )

Contoh-contoh:
1. Kilat bercahaya
2. Serigala mengaum
3. Salju berjatuhan
4. Hawa dingin memuncak Continue Reading Jumlah Filiyah
Mubtada dan Khobar
17 Maret 2012 pukul 5:14 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar
Dalam bahasa indonesia susunan seperti kalimat seperti contoh di bawah ini biasa kita kenal
dengan kalimat diterangkan dan menerangkan. dimana
Mubtada adalah yag diterangkan
Khabar yang mnerangkan.


Contoh :
1. Apel itu manis Continue Reading Mubtada dan Khobar
Perbandingan antara Fail ( Predikat ) dan Maful bih (
Objek )
17 Maret 2012 pukul 5:08 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar

Contoh :
1. Kuda menarik roda (semacam gerobak)
2. Anak laki-laki memetik bunga
3. Fatimah mengikat kambing muda Continue Reading Perbandingan antara Fail ( Predikat ) dan
Maful bih ( Objek )
Maful Bih ( Objek )
16 Maret 2012 pukul 5:59 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar


Contoh :
1. Murid itu mengikat tali
2.Anak perempuan melipat baju
3. Serigala memakan domba
4. Orang yang lomba memperoleh hadiah Continue Reading Maful Bih ( Objek )
Fail ( Pelaku )
16 Maret 2012 pukul 5:54 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar

Contoh :
1. Burung itu terbang
2. Kuda itu berlari
3. Seorang anak bermain Continue Reading Fail ( Pelaku )
Pembagian Fiil berdasarkan waktu
9 Maret 2012 pukul 4:20 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar
Pembagian fiil ( kata kerja ) berdasarkan waktu
1. Fiil Madhi

Contoh-contoh:
Continue Reading Pembagian Fiil berdasarkan waktu
Bagian-Bagian Kalimat
8 Maret 2012 pukul 11:11 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar

Contoh-contoh:
1. Ibrahim menunggangi kuda
2. Ismail bermain-main dengan kucing
3. Petani memanen gandum Continue Reading Bagian-Bagian Kalimat
Jumlah Mufidah ( Kalimat Yang Sempurna )
8 Maret 2012 pukul 10:53 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar
Contoh Kalimat Sempurnah

1. Taman itu bagus
2. Matahari terbit
3. Ali Mencium Bunga Mawar
4. Muhammad memetik bunga Continue Reading Jumlah Mufidah ( Kalimat Yang
Sempurna )
Pengantar Kitab Nahwu Wadhih Jilid 1
8 Maret 2012 pukul 9:41 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar


saheJ gn)C)ho naC( uwhaN

baha aaahah pahaNa adap

JCJa aC(aa Nwa)hah haNad

n)CaCJw dwahaC( NwC(aCad taap saheJ aahhah uahah 1
Mubtada dan Khobar
17 Maret 2012 pukul 5:14 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar
Dalam bahasa indonesia susunan seperti kalimat seperti contoh di bawah ini biasa kita kenal
dengan kalimat diterangkan dan menerangkan. dimana
Mubtada adalah yag diterangkan
Khabar yang mnerangkan.


Contoh :
1. Apel itu manis
2. Gambar itu indah
3. Lari itu bermanfaat
4. Kereta itu cepat
5. Kebersihan adalah kewajiban
6. Bumi itu bulat.

Pembahasan:
contoh-contoh di atas semuanya adalah kalimat, dan setiap kalimat tersebut disusun dari 2 isim,
isim yang pertama adalah yang memulai suatu kalimat yang disebut mubtada. Maka jika kita
cukupkan saja pada kata yang pertama kemudian kita berkata: apel.., atau gambar.., lari
maka pastilah ada pertanyaan selanjutnya: ya, kenapa apel? Kenapa gambar? Kenapa lari?.
Oleh karena itu jika kita katakan Apel itu manis, gambar itu bagus, lari itu bermanfaat, pastilah
kalimat ini bisa dipahami dengan sempurna. Dan yang membuat kita paham adalah isim kedua
pada setiap kalimat, yang memberi keterangan tentang manisnya apel, indahnya gambar, dan
bermanfaatnya lari. Semua ini dinamakan khabar.. Jika kita perhatikan bahwa akhir setiap isim
dari dua isim ini kita mendapatinya dirafakan (dalam makna sederhananyam didhammahkan).

KAIDAH:
Mubtada adalah isim yang dirafakan yang ada pada awal kalimat
Khabar adalah isim yang dirafakan yang bersatu dengan mubtada agar menjadi jumlah
mufidah.
Perbandingan antara Fail ( Predikat ) dan Maful bih (
Objek )
17 Maret 2012 pukul 5:08 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar

Contoh :
1. Kuda menarik roda (semacam gerobak)
2. Anak laki-laki memetik bunga
3. Fatimah mengikat kambing muda
4. Petani menyiram bibit tanaman
5. Pemain melemparkan bola
6. Polisi mengepung pencuri

Kesimpulan:
Kita tahu dari pembahasan terdahulu dan dari memperhatikan contoh di atas bahwa:
1. Setiap fail dan maful itu adalah isim
2. Fail adalah yang mengerjakan sutu perbuatan
3. Maful bih adalah yang dikenakan suatu perbuatan
4. Akhir kata fail harus dirafakan
5. Akhir kata maful bih harus dinashabkan.
Maful Bih ( Objek )
16 Maret 2012 pukul 5:59 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar


Contoh :
1. Murid itu mengikat tali
2.Anak perempuan melipat baju
3. Serigala memakan domba
4. Orang yang lomba memperoleh hadiah
5. Rubah berburu ayam
6. Tukang daging menjual daging.
Pembahasan:
Setiap kalimat pada contoh di atas disusun oleh satu fiil dan dua isim. Isim yang pertama
dinamakan fail karena perbuatan itu dikerjakan olehnya. Apabila kita perhatikan pada 3
contoh pertama kita akan lihat bahwa isim yang kedua pada setiap contoh yaitu:

adalah yang dikerjakan suatu perbuatan (objek). Maka kata kerja seperti mengikat
yang dilakukan oleh murid terjadi terhadap tali, dan melipat yang dilakukan anak perempuan
dilakukan terhadap baju, dan makan yang dilakukan oleh serigala dilakukan terhadap domba.
Semua ini adalah fail. Dan

setiap sesuatu yang terjadi padanya suatu


perbuatan dinamakan dengan maful bih (objek). Jika kita perhatikan pada akhir kata maful bih
kita akan melihat bahwa ia dinashabkan.
Fail ( Pelaku )
16 Maret 2012 pukul 5:54 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar

Contoh :
1. Burung itu terbang
2. Kuda itu berlari
3. Seorang anak bermain
4. ikan itu mengapungg
5. Nyamuk itu meenggigit
6 Seorang anak perempauan sedang makan.

Pembahasan:

contoh-contoh di atas semuanya adalah kalimat. Setiap kalimat itu tersusun dari fiil dan isim.
Jika kita membahas 3 contoh pertama, akan kita dapati bahwa yang terbang adalah burung, yang
lewat adalah kuda, dan yang bermain adalah seorang anak.
Maka burung adalah yang melakukan pekerjaan terbang, kuda yang melakukan pekerjaan lari,
dan dan seorang anak adalah yang melakukan pekerjaan bermain. Setiap isim ini disebut fail
(predikat) begitupun untuk contoh sisanya.
Jika kita lihat pada contoh di atas, kita mendapati bahwa kalimat tersebut didahului oleh fiil, dan
kita dapati akhir dari kata fail nya dirafakan (dalam makna sederhananya, didhammahkan).
KAIDAH
Fail adalah isim yang dirafakan yang didahului oleh kata kerja (fiil) dan menunjuk
kepada yang melakukan perbuatan.