Anda di halaman 1dari 29

31

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. Sh (69


TH) DENGAN KERUSAKAN MEMORI DI WISMA SEDAP MALAM
UPT PSLU PUGER J EMBER



LAPORAN PENDAHULUAN (LP)


Disusun guna memenuhi tugas pada Program Pendidikan Profesi Ners (P3N)
Stase Keperawatan Gerontik






Oleh:
Raden Ror o Mar ia Ulfah., S.Kep.
NIM 072311101007







KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS J EMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No.37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember
Telp./Fax (0331) 323450 Jember

32

LAPORAN PENDAHULUAN

a. Karakter istik Klien
Klien berusia 69 tahun. Klien mempunyai 1 orang anak dan 1 orang cucu.
Klien masuk UPT PSLU diantar oleh anaknya. Klien mengalami
kerusakan memori. Saat ditanya mengenai klien, klien selalu bilang lupa.
Klien selalu bilang lupa karena sudah tua.

b. Data Fokus
1. Data Obyektif
a) klien beberapa kali di tanya selalu menjawab lupa, klien
seringkali lupa dengan perawa (nama mahasiswa)
b) Klien tampak memegangi lututnya ketika nyeri, nyeri dirasa lebih
dari 6 bulan yang lalu, skala nyeri 4, hasil laboratorium asam urat
10,5 mg/dl
c) Klien mengalami penurunan penglihatan sejauh 5 meter, hasil
laboratorium glukosa darah 259 mg/dl
2. Data Subyektif
a) Klien mengatakan lupa nak setiap kali ditanya
b) Klien mengatakan saya ini sudah lupa nak
c) Klien mengatakan sering kencing di malam hari
d) Klien mengatakan sakit/linu-linu pada lututnya

c. Penger tian
Kerusakan memori: ketidakmampuan mengingat beberapa informasi atau
ketrampilan prilaku (NANDA, 2012)

d. Batasan Karakter istik
Menurut NANDA 2012 menyebutkan:
1. Lupa melakukan prilaku pada waktu yang telah dijadwalkan
2. Ketidakmampuan mempelajari informasi baru
3. Ketidakmampuan mempelajari ketrampilan baru
33

4. Ketidakmampuan melakukan keterampilan yang telah dipelajari
sebelumnya
5. Ketidakmampuan mengingat pristiwa
6. Ketidakmampuan mengingat informasi faktual
7. Ketidakmampuan tertentu yang pernah dilakukan
8. Ketidakmampuan menyimpan informasi baru
9. Ketidakmampuan meretensi keterampilan baru
10. Mengelauh mengalami lupa

Carpenito, 2007 menyebutkan;
1. pengalaman lupa
2. ketidakmampuan untuk menentukan apakah pernah melakukan
sesuatu
3. ketidakmampuan untuk mecapai ketrampilan dan informasi
4. ketidakmampuan melakukan keterampilan yang pernah dipelajari
5. Ketidakmampuan mengingat
6. Ketidakmampuan mengingat pristiwa yang baru

e. Faktor -Faktor yang Ber hubungan
Menurut NANDA 2012 sebagai berikut:
1. Anemia
2. Penurunan curah jantung
3. Ketidak seimbangan elektrolit
4. Ganguan lingkungan berlebihan
5. Ketidakseimbangan cairan elektrolit
6. Hipoksia
7. Ganguan neorologis

Menurut Carpenito, 2007 meneyebutkan
1. Perubahan sistem saraf pusat sekunder
2. penurunan kuwantitas dan kwalitas proses informasi
3. defisinsi nutrisi
34

4. efek obat obatan
5. Harapan pemenuhan diri
6. konsusmi alcohol
7. kurang motivasi
8. kurang stimulus
9. kesulitan konsentrasi sekunder
10. pemfokusan diri yaang berlebihan


























35




LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. Sh (69
TH) DENGAN KERUSAKAN MEMORI DI WISMA SEDAP MALAM
UPT PSLU J EMBER KABUPATEN JEMBER TAHUN 2013





Disusun guna memenuhi tugas pada Program Pendidikan Profesi Ners (P3N)
Stase Keperawatan Gerontik






Oleh:
Raden Ror o Mar ia Ulfah., S.Kep.
NIM 072311101007






KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS J EMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No.37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember
Telp./Fax (0331) 323450 Jember
36

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS J EMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PENDIDIKAN NERS (PPN)
Alamat: Jl. Kalimantan No. 37 Jember Telp./Fax. (0331) 323450

DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK INDIVIDU DI
UPT PSLU J EMBER PROVINSI J AWA TIMUR

A. PENGKAJ IAN
Hari/Tanggal : Senin/ 7 Oktober 2013 Pukul: 15.00 WIB
Oleh : Raden Roro Maria Ulfah, S.Kep

1. Identitas Diri Klien
a. Identitas Diri Klien
Nama : Mbah Sh
Umur/Jenis Kelamin : 69 Tahun
Status Perkawinan : Cerai mati
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : Tidak tamat sekolah

b. Penanggung Jawab
Nama : Dimas Prakoso
Umur/Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Tembaan V Kaliwates Jember
Pendidikan :
Pekerjaan :

2. Riwayat Usia Lansia
Pekerjaan : -
Masuk Panti :3 tahun yang lalu diantar anaknya ke panti tanggal
masuk panti tidak terkaji
37


Jumlah dan hubungan keluarga yang masih ada : 1 anak kandung dan 1 cucu

3. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama yang dirasakan saat ini
klien merasa sakit pada persendian di kakinya dan klien juga mudah lupa.
b. Riwayat penyakit yang pernah diderita
Menurut pengakuan, klien tidak pernah mengalami sakit yang serius
selama ini, hanya saja biasanya sakit kepala, flu, batuk, dan sakit di
persendiannya.

4. Pola Kebiasaan
a. Kebiasaan makan dan minum
klien menyatakan bahwa klien makan 3 kali sehari sesuai dengan jatah
yang diberikan oleh PSLU dengan nafsu makan terkadang baik dan
terkadang buruk.
b. Pola eliminasi
klien menyatakan bahwa klien buang air kecil sebanyak 2-3 kali sehari
c. Pola toileting
1. Mandi
1 kali sehari (setiap pagi) dengan memakai sabun yang diberikan oleh
pihak PSLU. Setiap mandi biasanya klien memerlukan instruksi dari
orang lain (care giver PSLU).
2. Gosok Gigi
klien menyatakan bahwa menggosok giginya sendiri karena tangan klien
masih berfungsi dengan baik setiap mandi dengan memakai pasta gigi
yang diberikan oleh pihak PSLU.
3. Keramas
klien menyatakan bahwa klien keramas hampir setiap hari menggunakan
shampo yang diberi pihak PSLU tapi kalau shamponya habis, klien
memakai sabun sebagai pengganti shampoo.
4. Potong Kuku
38

klien menyatakan bahwa klien tidak dapat memotong kukunya sendiri dan
kalau sudah panjang biasanya dipotongkan oleh dilakukan oleh petugas di
PSLU
5. Berpakaian dan Berhias
klien menyatakan dapat berpakaian sendoro tetapi klien tidak dapat
berhias sendiri
5. Pola Aktivitas dan Latihan
Kemampuan Perawatan Dir i 0 1 2 3 4
Makan/Minum V
Mandi V
Toileting V
Berpakaian V
Mobilitas di Tempat Tidur V
Berpindah/Berjalan V
Ambulasi/ROM V
Keterangan: 0: Mandiri, 1: Alat Bantu, 2: Dibantu orang lain, 3: Dibantu orang
lain dan alat bantu, 4: Tergantung total

6. Pola Tidur dan Istirahat
Pola tidur klien sedikit berubah setiap harinya, klien tidur pada malam hari
sekitar pukul 19.00 sampai pukul 04.00, siang hari klien tidur pada pukul 12.00
sampai pukul 15.00. kadang-kadang klien kesulitan tidur pada malam hari.

7. Pola Per septual
a. Penglihatan : klien mengalami penurunan penglihatan
b. Pendengaran : klien mengalami penurunan kemampuan pendengaran,
komunikasi membutuhkan suara yang agak keras
c. Sensasi : kemampuan sensasi klien belum mengalami gangguan.

8. Pola per sepsi Dir i
a. Gambaran diri : klien mengatakan tidak ada yang dapat dibanggakan dari
dirinya.
39

b. Ideal diri : Klien ingin sehat seperti dulu dan tidak mau sakit.
c. Harga diri : Klien mengatakan bahwa lebih baik diam/ tidak
mengatakan apa-apa termasuk keluhan yang dirasakan
klien kepada petugas kesehatan karena takut dimarahi
karena klien merasa banyak merepotkan.
d. Identitas diri : Klien mampu membedakan diri sendiri dan orang lain.
e. Peran diri : Klien berperan sebagai orang tua dan nenek dirumahnya

9. Pola Per an Hubungan
Klien terlihat banyak diam dan jarang mengobrol dengan teman-temannya.

10. Pola Managemen Koping Str ess
Klien hanya diam jika mendapat suatu masalah.

11. Sistem Nilai dan Keyakinan
Klien beraga Islam. Namun klien mengatakan bahwa tidak dapat menjalankan
ibadah sholat 5 waktu.

12. Pemer iksaan Fisik
a. Pemeriksaan fisik
1) Keadaan umum
Klien terlihat kurus dan kurang segar

2) Tingkat kesadaran/GCS
Kesadaran composmentis dengan GCS E4V5M6

3) Tanda-tanda vital
TD: 130/60 mmHg
RR: 28 kali/menit
Nadi: 68 kali/menit

40

4) Pemeriksaan head to toe meliputi kepala, leher, thorax, abdomen,
extremitas
a) Kepala
I: Bentuk kepala simetris, warna rambut putih, pesebaran merata.
Bentuk mata simetris, terlihat mata agak keruh. Telinga simetris,
terlihat serumen berminyak. Lubang hidung dan mulut simetris dan
tidak terdapat kotoran, gigi sudah tidak ada dan lidah kotor. Tidak
tampak massa atau lesi di daerah kepala.
P: tidak terdapat massa dan tidak terdapat nyeri.

b) Leher
I: Bentuk simetri, pembesaran vena jugularis tidak ada, lesi tidak ada,
pembesaran kelenjar tidak ada, posisi trakhea di tengah.
P: Massa dan lesi tidak ada,nyeri tekan tidak ada.

c) Thorax
PARU
I: Bentuk dada simetris, deformitas tidak ada, lesi tidak ada,
pengembangan dada simetris, tidak terlihat otot bantu pernafasan,
warna kulit sama dengan abdomen
Per: massa dan lesi tidak ada, nyeri tekan tidak ada.
Pal: Sonor lapang paru.
A: terdengar suara ronchi.

JANTUNG
I: Tidak terlihat pembesaran jantung, ictus cordis terlihat pada SIC 6
Per: Teraba ictus cordis pada sic 6, massa dan lessi tidak ada
Pal: Batas jantung SIC 2-6
A: Suara jantung S1 S2 tunggal reguler, suara tambahan tidak ada,
Nadi = 68 kali/menit.

d) Abdomen
41

I: Bentuk simetris pada 4 kuadran, lesi tidak ada, spider nervi tidak
ada, distensi abdomen tidak ada, pembesaran organ tidak terlihat,
warna kulit sama dengan dada.
A: Bising 5 kali/menit
Per: Timpani lapang abdomen
Pal: Nyeri tekan tidak ada, pembesaran organ tidak teraba, undulasi
tidak ada, asites tidak ada.

e) Ekstremitas
I: Deformitas tidak ada, luka tidak ada kekuatan otot 4 4

4 4
P: massa tidak ada, krepitasi tidak ada, odem ekstremitas tidak ada,
skala nyeri 4, terdapat warna kehitaman di kaki

b. Pemeriksaan Panca Indra
1) Penglihatan (mata) : klien mengalami penurunan penglihatan sejauh 5
meter.
2) Pendengaran (telinga) : klien mengalami penurunan kemampuan
pendengaran, komunikasi membutuhkan suara yang agak keras
3) Pengecapan (mulut) : klien tidak mengalami gangguan pada indera
pengecap, klien masih dapat membedakan rasa manis, pahit, asin, dan
asam.
4) Sensasi (kulit) : kemampuan sensasi klien belum mengalami
gangguan.
5) Penciuman (hidung) : tidak mengalami gangguan pada penciuman

c. Pemeriksaan khusus
1) Pemeriksaan status depresi lansia
Klien memperoleh nilai 6 yang berarti kemungkinan tidak depresi


42

2) Pemeriksaan status fungsional lansia
Status fungsional klien dalam tingkatan tergantung sedang/partial care
dalam memenuhi ADL (Indeks KATZ)

3) Pemeriksaan status mental lansia
Dari hasil pemeriksaan status mental lansia didapatkan hasil skoring total
adalah 14 yang berarti klien termasuk ke dalam kategori aspek kognitif
mental berat.

4) Pemeriksaan status kognitif lansia
Klien mendapatkan nilai kesalahan 6 yang berarti klien dalam kondisi
kerusakan intelektual sedang

5) Pemeriksaan status sosial lansia
Status sosial klien setelah dilakukan pengkajian mendapatkan nilai 3

13. Data Penunjang
a. Laboratorium :
Asam urat: 10,5 mg/dl
Glukosa: 259 mg/dl
b. Radiologi : -
c. EKG : -
d. USG :
e. CT-Scan : -








43

14. Ter api Medis atau Riwayat Pengobatan
Klien belum pernah menjalani perawatan di sarana kesehatan baik rumah
sakit maupun puskesmas sebelumnya. Hingga sekarang klien tidak pernah
sakit yang serius hanya batuk pilek biasa.

Jember, 7 Oktober 2013
Mahasiswa yang mengkaji


Raden Roro Maria Ulfah, S.Kep
Nim 0723111010107





















44

ANALISIS DATA

Data Obyektif dan Subyektif Masalah Keperawatan Kemungkinan Penyebab
Data Subyektif:
Klien mengatakan lupa
nak setiap kali ditanya
Klien mengatakan saya ini
sudah lupa nak

Data Obyektif:
klien beberapa kali di tanya
selalu menjawab lupa, klien
seringkali lupa dengan perawa
(nama mahasiswa)

Kerusakan memori Proses menua



Penurunan fungsi tubuh



Penurunan kemampuan
mengingat

Data Subyektif:
Klien mengatakan sakit/linu-linu
pada lututnya

Data Obyektif:
Klien tampak memegangi
lututnya ketika nyeri, nyeri
dirasa lebih dari 6 bulan yang
lalu, skala nyeri 4, hasil
laboratorium asam urat 10,5
mg/dl
Nyeri kronis Adanya agen injuri
patologis



Merangsang ujung saraf
sensasi nyeri



Nyeri telah berlangsung
lama


Nyeri Kronis
Data Subyektif:
Klien mengatakan sering
Resiko cedera faktor penyakit DM

45

kencing di malam hari

Data Obyektif:
Klien mengalami penurunan
penglihatan sejauh 5 meter, hasil
laboratorium glukosa darah 259
mg/dl
penurunan fungsi
penglihatan



resiko cedera

DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1. Kerusakan memori berhubungan dengan penurunan kuantitas dan kualitas
proses informasi sekunder ditandai dengan Klien mengatakan lupa nak
setiap kali ditanya klien mengatakan saya ini sudah lupa nak, klien
beberapa kali di tanya selalu menjawab lupa, klien seringkali lupa dengan
perawat (nama mahasiswa).
2. Nyeri kronis berhubungan dengan agen injuri patologis yang ditandai oleh
klien mengatakan sakit/linu-linu pada lututnya, klien tampak memegangi
lututnya ketika nyeri, nyeri dirasa lebih dari 6 bulan yang lalu, skala nyeri 4,
hasil laboratorium 10,5 mg/dl.
3. Resiko cedera berhubungan dengan gangguan penglihatan ditandai dengan
klien mengatakan sering kencing di malam hari, klien mengalami penurunan
penglihatan sejauh 5 meter, hasil laboratorium glukosa darah 259 mg/dl.











46

RENCANA KEPERAWATAN

No Tanggal
Diagnosa
Dirumuskan
Diagnosa
Keperawatan
Rencana Keperawatan
Tujuan Intervensi
1 7 Oktober
2013
Kerusakan
memori
berhubungan
dengan
penurunan
kuantitas dan
kualitas proses
informasi
sekunder
ditandai dengan
Klien
mengatakan
lupa nak
setiap kali
ditanya klien
mengatakan
saya ini sudah
lupa nak, klien
beberapa kali di
tanya selalu
menjawab lupa,
klien seringkali
lupa dengan
perawat (nama
mahasiswa).

Setelah dilakukan
tindakan asuhan
keperawatan selama
3x24jam diharapkan
klien meningkatkan
daya ingat dengan
Kriteria hasil:
a. Klien mampu
mengungkapkan
peningkatan
kepuasan
terhadap daya
ingatnya
b. Klien mampu
mengingat
kegiatan sehari
hari dan teman-
temannya
c. Peningkatan nilai
pada pemeriksaan
aspek kognitif
dan aspek mental
1. Bina hubungan saling
percaya
2. Beri informasi yang
akurat tentang
perubahan yang
berhubungan dengan
usia
3. Ajarkan klien dua atu
tiga untuk
mengingatkan
ketrampilan memori
(menuliskan daftar,
kalender atau catatn
kecil)
4. Pastikan tempat khusus
untuk barang barang
khusus dan barang
tersebut dalam tempat
yang sesuai
5. Ajarkan senam otak
untuk merangsang
stimulus otak
2 7 Oktober Nyeri kronis Setelah dilakukan 1. kaji kondisi nyeri klien
47

2013 berhubungan
dengan agen
injuri patologis
yang ditandai
oleh klien
mengatakan
sakit/linu-linu
pada lututnya,
klien tampak
memegangi
lututnya ketika
nyeri, nyeri
dirasa lebih dari
6 bulan yang
lalu, skala nyeri
4, hasil
laboratorium
10,5 mg/dl.

tindakan
keperawatan selama
3x24 jam nyeri klien
dapat hilang atau
berkurang secara
bertahap
Kriteria hasil:
a. Klien
mengungkapkan
secara verbal
tentang ungkapan
penurunan nyeri
yang dirasakan
b. skala nyeri 1-2
c. ekspresi wajah
klien tenang
d. kadar asam urat
normal (2-6
mg/dl)
2. kaji kemampuan klien
mengontrol nyeri klien
3. ajarkan tehnik relaksasi
nafas dalam
4. anjurkan klien untuk
beristirahat ketika nyeri
timbul
5. Berikan kompres
hangat
6. Lakukan senam
rematik
7. Jemur lansia saat pagi
hari
8. kolaborasi pemberian
terapi farmakologi
3 7 Oktober
2013
Resiko cedera
berhubungan
dengan
gangguan
penglihatan
ditandai dengan
klien
mengatakan
sering kencing
di malam hari,
klien
mengalami
penurunan
Setelah dilakukan
tindakan
keperawatan selama
3x24 jam klien
dapat terhindar dari
resiko cedera
Kriteria hasil:
a. Klien dapat
mengidentifikasi
faktor-faktor
yang
mengingkatkan
resiko cedera
1. Kaji kemampuan
mengenal alat dan
kemampuan
penglihatan
2. Modifikasi lingkungan
yang aman untuk lansia
3. Anjurkan individu
(lansia) meminta
bantuan saat kesulitan
4. Gunakan sandal karet
yang aman dan nyaman
5. Anjurkan setiap keluar
kamar menggunakan
48

penglihatan
sejauh 5 meter,
hasil
laboratorium
glukosa darah
259 mg/dl.

b. klien dapat
mengungkapkan
keinginan untuk
melakukan
tindakan
pengamatan
untuk mencegah
cedera
c. Klien dapat
mengungkapkan
maksud untuk
melakukan
tindakan
pencegahan
tertentu

sandal
















49

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
CATATAN PERKEMBANGAN KLIEN
Nama Klien : Ny. Sh (69 tahun)
Diagnosa Medis : -
Hari/Tanggal : Senin/ 7 Oktober 2013

No Diagnosa
Keper awata
n
Waktu
Tindakan
Keper awatan
Evaluasi TTD
- 15.00 Melakukan
pengkajan
mengenai data
klien
S :
a) Klien mengatakan
lupa nak setiap kali
ditanya
b) klien mengatakan saya
ini sudah lupa nak
c) klien mengatakan
sakit/linu-linu pada
lututnya
d) Klien mengatakan
sering kencing di
malam hari

O :
a) klien beberapa kali di
tanya selalu menjawab
lupa, klien seringkali
lupa dengan perawat
(nama mahasiswa).
b) klien tampak
memegangi lututnya
ketika nyeri
c) nyeri dirasa lebih dari 6
Roro,
S.Kep
50

bulan yang lalu
d) skala nyeri 4
e) hasil laboratorium 10,5
mg/dl.
f) klien mengalami
penurunan penglihatan
sejauh 5 meter
g) hasil laboratorium
glukosa darah 259
mg/dl.
A : diagnosa Kerusakan
memori, Nyeri kronis,
Resiko cedera

P : lakukan intervensi

















51

CATATAN PERKEMBANGAN KLIEN
Nama Klien : Ny. Sh (69 tahun)
Diagnosa Medis : -
Hari/Tanggal : Selasa/ 8 Oktober 2013

Diagnosa
Keper awata
n
Waktu
Tindakan
Keper awatan
Evaluasi TTD
Kerusakan
memori
berhubungan
dengan
penurunan
kuantitas dan
kualitas
proses
informasi
sekunder
09.30 Menanyakan
kondisi klien
dan berbincang-
bincang
bersama klien
S : Klien mengatakan lupa
nak saat ditanya nama
presiden pertama dan saat
ditanya beberapa
pertanyaan mengenai diri
klien

O :
- klien beberapa kali di
tanya selalu menjawab
lupa,
- klien seringkali lupa
dengan perawat (nama
mahasiswa).
- skoring setatus mental
bernilai 14 (aspek kognitif
mental berat)
- Pemeriksaan status
kognitif lansia dengan
kesalahan total sebanyak
6 yang berarti klien dalam
kondisi kerusakan
intelektual sedang

Roro,
S.Kep
52

A : diagnosa kerusakan
memori

P : lanjutkan intervensi
Nyeri kronis
berhubungan
dengan agen
injuri
patologis
10.10 Menanyakan
skala nyeri,
durasi,
kuantitas,
kualitasnya dan
waktu timbul
nyeri

S : Klien mengatakan bahwa
dirinya merasa sakit
dibagian bawah perutnya
dan sakit saat berjalan dan
saat malam hari kakinya
terasa sakit dan jari-jari
kakinya terasa kaku. Klien
mengatakan skala nyerinya
berada pada skala 10

O :
- Klien tidur malam
lamanya sekitar 3-4 jam
- TD: 130/60 mmHg
- RR: 28 kali/menit
- Nadi: 68 kali/menit

A : Masalah nyeri kronis
klien belum teratasi

P : lanjutkan intervensi
dengan kompres hangat
Roro,
S.Kep
10.20 Mengukur ttv Roro,
S.Kep
10.25 Menganjurkan
klien untuk
banyak istirahat
Roro,
S.Kep
10.35 Menjelaskan
pentingnya tidur
yang adekuat
Roro,
S.Kep





53

CATATAN PERKEMBANGAN KLIEN
Nama Klien : Ny. Sh (69 tahun)
Diagnosa Medis : -
Hari/Tanggal : Rabu/ 9 Oktober 2013

Diagnosa
Keper awata
n
Waktu
Tindakan
Keper awatan
Evaluasi TTD
Nyeri kronis
berhubungan
dengan agen
injuri
patologis
08.00 Menanyakan
kondisi klien
S :
O :
- Klien terlihat memijit
kakinya
- TD 100/60
- RR 24
- Nadi 60
A : Masalah nyeri klien
belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
dengan mengajarkan senam
rematik
Roro,
S.Kep
08.15 Menanyakan
skala nyeri,
durasi,
kuantitas,
kualitasnya dan
waktu timbul
nyeri
Roro,
S.Kep
08. 30 Mengukur ttv
klien

Roro,
S.Kep
08.35 Melakukan
kompres hangat
Roro,
S.Kep
Resiko
cedera
berhubungan
dengan
gangguan
penglihatan
08.35 Mengkaji
kemampuan
ketajaman
penglihatan

S:
Klien mengatakan tidak bisa
melihat pada jarak jauh
O:
Kemampuan penglihatan
berkurang, Jarak pandang 5
Roro,
S.Kep
08.55 Menganjurkan Roro,
54

individu (lansia)
meminta
bantuan saat
kesulitan

meter, lantai basah
A:
Masalah resiko cedera
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
modifikasi lingkungan
S.Kep
























55

CATATAN PERKEMBANGAN KLIEN
Nama Klien : Ny. Sh (69 tahun)
Diagnosa Medis : -
Hari/Tanggal : Kamis/ 10 Oktober 2013

Diagnosa
Keper awata
n
Waktu
Tindakan
Keperawatan
Evaluasi TTD
Kerusakan
memori
berhubungan
dengan
penurunan
kuantitas dan
kualitas
proses
informasi
sekunder






08.00 Menanyakan
kondisi klien
S : Klien mengatakan bahwa
klien lupa
O :
- TD 120/70
- RR 217
- Nadi 66
A : Masalah kerusakan
memori teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
dengan mengajarkan senam
otak
Roro,
S.Kep
08. 15 Mengukur ttv
klien

Roro,
S.Kep
08.20 Manjelaskan
tentang senam
otak
Roro,
S.Kep
08.30 Melakukan
kompres hangat
Roro,
S.Kep
Resiko
cedera
berhubungan
dengan
gangguan
penglihatan
08.40 Menganjurkan
individu (lansia)
meminta
bantuan saat
kesulitan

S:
Klien mengatakan tidak bisa
melihat pada jarak jauh
O:
Kemampuan penglihatan
berkurang, Jarak pandang 5
meter, lantai basah dan licin
A:
Roro,
S.Kep
08.50 Menganjurkan
individu (lansia)
Roro,
S.Kep
56

meminta
bantuan saat
kesulitan

Masalah resiko cedera
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
modifikasi lingkungan
untuk mengurangi resiko
cedera klien
09.00 Menganjurkan
klien beristirahat
ketika merasa
lelah
Roro,
S.Kep
























57

CATATAN PERKEMBANGAN KLIEN
Nama Klien : Ny. Sh (69 tahun)
Diagnosa Medis : -
Hari/Tanggal : Jumat/ 11 Oktober 2013

No Diagnosa
Keper awata
n
Waktu
Tindakan
Keperawatan
Evaluasi TTD
Kerusakan
memori
berhubungan
dengan
penurunan
kuantitas dan
kualitas
proses
informasi
sekunder
08.00 Menanyakan
kondisi klien
S : Klien mengatakan bahwa
dirinya akan mencoba
melakukan senam otak
O :
- Klien mempraktekkan
senam otak
- TD 110/70
- RR 20
- Nadi 60
-
A : Masalah kerusakan
memori teratasi sebagian

P : observasi kerusakan
memori klien
Roro,
S.Kep
08.15 Mengukur ttv
klien

Roro,
S.Kep
08. 30 Mengajarkan
senam otak
Roro,
S.Kep







58

CATATAN PERKEMBANGAN KLIEN
Nama Klien : Ny. Sh (69 tahun)
Diagnosa Medis : -
Hari/Tanggal : Sabtu/ 12 Oktober 2013

No Diagnosa
Keper awata
n
Waktu
Tindakan
Keper awatan
Evaluasi TTD
Resiko
cedera
berhubungan
dengan
gangguan
penglihatan





11.30 Membersihkan
lantai Wisma
Sedap malam
hingga kering
S : Klien mengatakan sudah
hafal dengan posisi tempat
tidurnya

O :
- TD 110/70
- RR 20
- Nadi 75

A : Masalah resiko cedera
teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi
modifikasi lingkungan
untuk mengurangi resiko
cedera klien
Roro,
S.Kep
11.45 Menganjurkan
individu (lansia)
meminta
bantuan saat
kesulitan
Roro,
S.Kep
11.55 Membantu
dalam
pemenuhan
nutrisi klien,
memberikan
klien makan per
oral
Roro,
S.Kep
12.10 Menganjurkan
klien beristirahat
ketika merasa
lelah
Roro,
S.Kep
12.15 Mengukur ttv Roro,
S.Kep


59

CATATAN PERKEMBANGAN KLIEN
Nama Klien : Ny. Sh (69 tahun)
Diagnosa Medis : -
Hari/Tanggal : Selasa/ 15 Oktober 2013

Diagnosa
Keper awata
n
Waktu
Tindakan
Keper awatan
Evaluasi TTD
Kerusakan
memori
berhubungan
dengan
penurunan
kuantitas dan
kualitas
proses
informasi
sekunder





11.30 Membersihkan
lantai Wisma
Sedap malam
hingga kering
S : Klien mengatakan tidak
ingat gerakan senam otak

O :
- Klien terlihat
kebingungan
- Klien terlihat mengikuti
gerakan senam otak yang
dicontohkan
- TD 110/70
- RR 20
- Nadi 75

A : Masalah kerusakan
memori teratasi sebagian

P : evaluasi kemampuan
klien mengingat gerakan
senam otak
Roro,
S.Kep
11.45 Menanyakan
kondisi klien
Roro,
S.Kep
11.55 Mengukur ttv Roro,
S.Kep
12.10 Menganjurkan
klien mengulang
lagi gerakan
senam otak yang
sudah diajarkan
sebelumnya
Roro,
S.Kep
12.15 Roro,
S.Kep