Anda di halaman 1dari 22

1

A. Judul Program

RANCANG BANGUN TEKNOLOGI BODY MOBIL RINGAN SHELL ECO MARATHON BERBAHAN REINFORCED POLYSTER COMPOSITE DENGAN PENGUAT SERAT KENAF”

B. Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi di bidang otomotif dewasa ini sangat mempengaruhi laju perekonomian di dunia, karena dunia otomotif berperan penting dalam sarana transportasi baik darat, laut, maupun udara. Dari jenis sarana transportasi tersebut, yang paling banyak digunakan adalah transportasi darat

seperti mobil dan sepeda motor. Dalam penggunaannya, mobil jauh lebih aman dibandingkan sepeda motor. Hal tersebut dikarenakan mobil memiliki body yang dapat menutupi pengendara maupun penumpang dari kontak secara langsung dengan alam seperti terik matahari, terpaan angin, hujan, dan hal-hal lain yang dapat menyebabkan kecelakaan baik ringan maupun berat. Sekitar tahun 1896 1910, bodi kendaraan masih terbuat dari kayu untuk bagian chassis maupun bodinya. Hal ini masih terpengaruh dengan bodi kereta kuda saat itu. Kayu yang digunakan memiliki ketebalan sekitar 10 mm. Sambungan antar komponen menggunakan paku yang terbuat dari besi tempa. Untuk bagian atap kendaraan, ada yang menggunakan kain biasa, kain kanvas, namun ada juga yang menggunakan kayu dengan tujuan agar bodi bisa kuat. Pada tahun 1921, Weymann memperkenalkan konstruksi lantai yang menjadi penopang komponen bodi yang lain, seperti dinding kendaraan serta kursi kendaraan. Lantai sengaja dibuat dari bahan yang kuat, sedangkan komponen yang lain bisa dibuat dari komponen yang ringan. Sambungan dinding dengan lantai menggunakan plat baja yang dibaut, dan untuk menghilangkan celah antar sambungan biasanya digunakan kayu. Panel-panel terbuat dari kain, kanvas dan bagian luar menggunakan kulit. Akan tetapi bahan ini memiliki umur yang pendek. Setelah permintaan kendaraan semakin meningkat, maka diperlukan suatu proses pembuatan bodi yang cepat dan dapat diproduksi massal. Perkembangan

2

teknologi logam saat itu ikut mempercepat perkembangan teknologi bodi kendaraan, dimana besi bisa diolah dan dibentuk dengan menggunakan mesin press

Baru pada tahun 1927 secara keseluruhan bodi kendaraan terbuat dari logam, dimana bodi kendaraan yang terdiri dari berbagai komponen telah dibuat dari lembaran plat logam yang dibentuk/ dipress. Dengan perkembangan cara pengolahan logam yang semakin meningkat, maka produksi produksi kendaraan juga dapat meningkat. Permintaan kendaraan yang terus meningkat, menyebabkan terjadi persaingan antar perusahaan dalam memproduksi kendaraan. Ahli-ahli teknik bodi tiap perusahaan berusaha menciptakan bodi kendaraan sesuai dengan kebutuhan, ergonomi dan memiliki kenyamanan bagi pengemudi dan penumpangnya.

dan memiliki kenyamanan bagi pengemudi dan penumpangnya. Gambar 1. Mobil Pada penggunaan plat logam tentu saja

Gambar 1. Mobil

Pada penggunaan plat logam tentu saja akan membuat kendaraan menjadi lebih berat, utuk itu dikembangkan terobosan-terobosan baru tentang body mobil yang ringan namun juga kuat. Body mobil berbahan komposit merupakan terobosan baru dalam bidang otomotif dalam meningkatkan kualitas mobil. Komposit sendiri merupakan gabungan dua atau lebih material yang berbeda bentuk, sifat dan komposisinya, sehingga setelah digabungkan akan

3

diperoleh material baru dengan sifat yang lebih baik atau tidak dimiliki oleh material penyusunnya. Gupta ( 2003 ) mengadakan penelitian tentang komposit sandwich. Jenis komposit yang digunakan untuk membuat bodi mobil adalah komposit sandwich. Komposit sandwich merupakan material yang tersusun dari tiga material atau lebih yang terdiri dari flat composite dan core pada bagian tengahnya. Komponen kendaraan yang terbuat dari komposit mempunyai berat yang lebih ringan daripada komponen yang terbuat dari logam, sehingga akan berpengaruh pada bentuk dan ukuran dari rib yang digunakan karena beban yang ditahan oleh rib itu juga menjadi semakin ringan. Selain itu, karena berat yang lebih ringan akan berpengaruh pada konsumsi bahan bakar mobil yang akan menjadi lebih irit serta berpengaruh penting pada kemampuan kendaraan, terutama kecepatannya.

C. Perumusan Masalah

Rumusan masalah dalam Teknologi Bahan ini adalah tentang inovasi kendaraan yang ringan. Sebuah desain body kendaraan bermotor dari plat logam pada umumnya memiliki bobot yang berat, sehingga mempengaruhi kinerja engine sebagai penghasil tenaga penggerak mesin. Semakin berat kinerja engine maka bahan bakar yang digunakan semakin boros. Dengan adanya penggantian

body mobil dari bahan logam menjadi body berbahan komposit ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi mobil dalam upaya penghematan bahan bakar minyak.

D. Tujuan Program Kegiatan ini bertujuan untuk:

1. Meningkatkan kualitas body mobil shell eco dengan bahan-bahan yang

mudah didapat dan mudah dibuat.

2. Merencanakan dan mengembangkan body sebuah mobil yang ringan dan ramah lingkungan dari bahan komposit

4

E. Luaran yang Diharapkan

Hasil yang diperoleh dari pembuatan alat ini diharapkan akan didapatkan suatu inovasi body mobil yang ringan dan dapat meningkatkan efisiensi mobil sehingga dapat menghemat bahan bakar serta mengurangi penggunaan logam sebagai bahan untuk pembuatan mobil.

F. Kegunaan Program 1. Potensi Produk Perancangan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar secara signifikan pada mobil shell eco dan bermanfaat bagi tiap orang yang memiliki mobil untuk meningkatkan efisiensi maupun penghematan bahan bakar dalam rangka meningkatnya harga minyak dunia.

2. Nilai Tambah Dari sisi IPTEK

1. Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari

bangku perkuliahan

2. Merekayasa teknologi yang sudah ada untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dalam hal ini meningkatkan efisiensi bahan bakar

3. Memberi sumbangsih pemikiran pada pemecahan masalah yaitu naiknya harga minyak dunia di era globalisasi ini.

4. Sebuah kreativitas di bidang teknologi dari mahasiswa.

H. Tinjauan Pustaka Prof. Ir. Nyoman Sutantra, M.Sc., Ph.D. dalam bukunya “TEKNOLOGI OTOMOTIF Teori dan Aplikasinya” menerangkan komponen body kendaraan adalah merupakan kelompok komponen kendaraan yang fungsi utamanya untuk melindungi penumpang agar tidak terluka pada saat terjadi kecelakaan. Disamping itu body kendaraan juga berfungsi membantu memberi kenyamanan bagi penumpang. Tidak kalah pentingnya body juga dapat berfungsi memberi keindahan disamping itu juga bentuk dan kehalusan body akan memberi pengaruh utama terhadap gaya angin yang diterima kendaraan pada saat jalan. Komponen bagian depan dan belakang dari body berfungsi untuk menyerap enersi tumbukan

5

dari depan atau belakang sebanyak-banyaknya sehingga hanya sedikit yang tersalur pada penumpang dan akan dapat lebih mejamin keamanan penumpang. Pintu kendaraan yang merupakan bagian dari body berfungsi untuk menyerap inersi tabrakan yang datang dari samping sehingga dapat melindungi penumpang dari benturan yang keras. Atap dari body harus cukup kuat untuk menahan berat kendaraan agar dapat mengamankan penumpang jika kendaraan terbalik.

Komposit secara harfiah berarti bersifat susunan atau gabungan, yang dimaksud komposit disini adalah gabungan dari dua buah material atau lebih yang mempunyai perbedaan bentuk maupun komposisi kimia dan keduanya tidak dapat larut, tujuannya untuk mendapatkan sifat-sifat baru yang lebih baik dari sifat penyusunnya (Smith, 1996). Jenis komposit menurut bahan dasar penyusunnya terdiri dari: metal, 5rganic, dan non 5rganic. Menurut fungsinya terdiri dari structural dan elektresitas, sedangkan menurut distribusi bahan penguatnya dibedakan menjadi kontinyu dan diskontinyu. Berdasarkan jenis penguatnya komposit dapat dibedakan menjadi tiga bagian, antara lain ( Jones, 1975):

1.

Komposit penguatan partikel (particulate composite)

2.

Komposit penguatan serat (fibrous composite)

3.

Komposit penguatan structural (structural composite)

Bahan komposit memiliki banyak keunggulan, diantaranya berat yang lebih

ringan, kekuatan dan kekuatan yang lebih tinggi, tahan korosi dan memiliki biaya perakitan yang lebih murah karena berkurangnya jumlah komponen dan baut-baut penyambung. Kekuatan tarik dari komposit serat karbon lebih tinggi daripada semua paduan logam. Semua itu menghasilkan berat pesawat yang lebih ringan, daya angkut yang lebih besar, hemat bahan bakar dan jarak tempuh yang lebih jauh. (William,, J.C.,2003). Bahan penyusun komposit polyester berpenguat serat kenaf sebagai berikut:

1. Serat Kenaf Banyak jenis serat baik serat alam maupun serat sintetik. Serat alam yang utama adalah kapas, wol, sutra dan rami (hemp), sedangkan serat sintetik adalah rayon, polyester, akril, dan nilon. Masih banyak serat lainnya dibuat

6

untuk memenuhi keperluan sedangkan yang disebut di atas adalah jenis yang paling dikenal. Secara garis besar dapat disebutkan bahwa serat alam adalah kelompok serat yang dihasilkan dari tumbuhan, binatang dan mineral. Penggunaan serat alam di industri tekstil dan kertas secara luas tersedia dalambentuk serat sutera, kapas, kapuk, rami kasar (flax), goni, rami halus dan serat daun. Kenaf (Hibiscus cannabinus) merupakan tumbuhan asli Afrika. Pada beberapa daerah selatan Sahara. Kenaf merupakan tumbuhan liar dan tumbuhnya luas seperti sayuran. Program eksklusif pengembangan kenaf dimulai pada tahun 1920 di daerah Caucasus di Rusia dan dari sini diperkenalkan ke China dan sekarang tersebar luas di daerah tropik dan subtropik. Kenaf sering dikembangkan sebagai tanaman berserat. Kenaf diperkenalkan di Indonesia dari India pada tahun 1904. Serat kering kenaf digunakan untuk pabrik tekstil kasar seperti karung, untuk mengepak hasil pertanian dan industri dan juga dibuat gumpalan benang ikat, tali dan alas sepatu. Di beberapa negara serat ini dibuat karpet dan permadani. Di Asia Tenggara produksi kenaf jumlahnya kecil yaitu di Indonesia dan Thailand. Hampir semua serat kenaf diproses untuk kalangan domestik sehingga untuk perdagangan internasional sangat kecil. Serat yang dikenal disebut dengan kenaf tetapi kadang ada yang menggunakan dengan nama serat rossele.

Serat kenaf merupakan bahan mentah yang ramah lingkungan yang tersedia untuk beberapa kegunaan khususnya kertas (sendiri atau campuran dengan hardwood), pabrik non-woven, geotekstil, dan semi-rigid, dan lapisanuntuk packing dan hiasan. Selanjutnya seluruh batang kenaf cocok untuk menggantikan softwood sebagai bahan mentah pembuatan kertas. Dunia menghasilkan kenaf 1,2 ton serat kering perhektar, pada periode 1997-

2001. Rata-rata pernegara adalah sebagai berikut: Indonesia 1,4 t/ha, Thailand

1,6 t/ha, India 1,7 t/ha, dan China 2,4 t/ha.

7

Batang kenaf biasanya direndam (retting) pada periode 10-15 hari pada keadaan hangat (>300 C) untuk membebaskan serat dari reaksi enzimatis oleh mikroorganisme. Efisiensi retting tergantung dari faktor varietasnya, kematangan, kualitas air, aktivitas mikroorganisme dan temperatur siang dan malam. Retting harus dibawa dan dibersihkan dengan air secara perlahan dengan perbandingan 1:20 untuk biomassa tanaman dan massa air. Pada tahap penggenangan di air, ada tambahan urea (0.01% dari berat tanaman kenaf) yang akan mempercepat proses retting dan melepaskan warna coklat. Ketika retting sudah lengkap, serat distrip secara manual dari batang, kemudian dicuci seluruhnya di air bersih dan dikeringkan dari debu dan pasir.

2. Resin Polyester Matriks (resin) dalam susunan komposit bertugas melindungi dan mengikat serat agar dapat bekerja dengan baik. Matriks harus bisa meneruskan beban dari luar ke serat. Umumnya matriks terbuat dari bahan-bahan yang lunak dan liat. Polimer (plastik) merupakan bahan umum yang biasa digunakan. Matriks juga umumnya dipilih dari kemampuannya menahan panas. Polyester, vinilester dan epoksi adalah bahan-bahan polimer yang sejak dahulu telah dipakai sebagai bahan matriks. Persyaratan di bawah ini perlu dipenuhi sebagai bahan matriks untuk pencetakan bahan komposit :

1) Resin yang dipakai perlu memiliki viskositas rendah, dapat sesuai dengan bahan penguat dan permeable. 2) Dapat diukur pada temperatur kamar dalam waktu yang optimal. 3) Mempunyai penyusutan yang kecil pada pengawetan. 4) Memiliki kelengketan yang baik dengan bahan penguat 5) Mempunyai sifat baik dari bahan yang diawetkan. Tidak ada bahan yang dapat memenuhi semua persyaratan di atas tetapi pada saatini paling banyak dipakai adalah polyester tak jenuh (Surdia, 2000). Unsaturated Polyester merupakan jenis resin thermoset. Dalam kebanyakan hal ini disebut polyester saja. Karena berupa resin cair dengan

8

viskositas yang relatif rendah, mengeras pada suhu kamar dengan penggunaan katalis tanpa menghasilkan gas sewaktu pengesetan seperti banyak resin lainnya. Sifat resin ini adalah kaku dan rapuh. Mengenai sifat termalnya karena banyak mengandung monomer stiren, maka suhu deformasi thermal lebih rendah daripada resin thermoset lainnya dan ketahanan panas jangka panjangnya adalah kira-kira 110-1400 C. Ketahanan dingin adalah baik secara relatif. Sifat listriknya lebih baik diantara resin thermoset. Mengenai ketahanan kimianya, pada umumnya kuat terhadap asam kecuali asam pengoksid, tetapi lemah terhadap alkali. Bila dimasukkan dalam air mendidih untuk waktu yang lama (300 jam), bahan akan pecah dan retak-retak. Bahan ini mudah mengembang dalam pelarut, yang melarutkan polimer stiren. Kemampuan terhadap cuaca sangat baik. Tahan terhadap kelembaban dan sinar ultra violet bila dibiarkan di luar, tetapi sifat tembus cahaya permukaanrusak dalam beberapa tahun. Secara luas digunakan untuk konstruksi sebagai bahan komposit. Penggunaan resin jenis ini dapat dilakukan dari proses hand layup sampai dengan proses yang kompleks yaitu dengan proses mekanik. Resin ini banyak digunakan dalam aplikasi komposit pada dunia industri dengan pertimbangan harga relatif murah, curing yang cepat, warna jernih, kestabilan dimensional dan mudah penanganannya (Billmeyer, 1984). Pengesetan termal digunakan Benzoil Peroksida (BPO) sebagai katalis. Temperatur optimal adalah 80-1300 C, namun demikian kebanyakan pengesetan dingin yang digunakan. Metyl Etyl Keton Peroksida (MEKPO) digunakan sebagai katalis dan ditambahkan pada 1-2 % (Surdia, 2001). Sifat alami serat alam adalah hydrophilic, yaitu suka terhadap air berbeda dari polimer yang hydrophobic. Pengaruh perlakuan alkali terhadap sifat permukaan serat alam selulosa telah diteliti dimana kandungan optimum air mampu direduksi sehingga sifat alami hydrophilic serat dapat memberikan kekuatan ikatan interfacial dengan matrik polimer secara optimal (Bismarck dkk, 2002).

9

Tabel Spesifikasi resin Unsaturated Polyester Yukalac BQTN 157 (Sumber : Justus Kimia Raya, 1996)

Yukalac BQTN 157 (Sumber : Justus Kimia Raya, 1996) Bahan komposit dengan massa M dan volume

Bahan komposit dengan massa M dan volume V yang terdiri dari

seratmaka massa M adalah penjumlahan massa serat (Mf) danmassa matriks

(Mm) ditulis :

M = Mf + Mm

Fraksi massa dan volume dari komposit dapat ditulis :

2.1

m f +m m = 1

dan

v f +

v m = 1

rapat massa atau massa jenis komposit (ρ) dapat ditulis dengan persamaan

berikut :

ρ =

=

10

H. Metode Pelaksanaan

Langkah-langkah dalam pelaksanaan program:

Mulai
Mulai
Pelaksanaan Langkah-langkah dalam pelaksanaan program: Mulai Membuat Desain dan Perancangan Pengadaan Komponen dan

Membuat Desain dan Perancangan

pelaksanaan program: Mulai Membuat Desain dan Perancangan Pengadaan Komponen dan Material Pembuatan Replika Dari

Pengadaan Komponen dan Material

Desain dan Perancangan Pengadaan Komponen dan Material Pembuatan Replika Dari Sterofoam Pembuatan Molding/Cetakan

Pembuatan Replika Dari Sterofoam

Komponen dan Material Pembuatan Replika Dari Sterofoam Pembuatan Molding/Cetakan Body Uji Coba Cetaka Kontrol

Pembuatan

Molding/Cetakan

Body

Replika Dari Sterofoam Pembuatan Molding/Cetakan Body Uji Coba Cetaka Kontrol Pengaplikasian Produk
Uji Coba Cetaka
Uji
Coba
Cetaka
Pembuatan Molding/Cetakan Body Uji Coba Cetaka Kontrol Pengaplikasian Produk Body Membentuk Body

Kontrol

Kontrol Pengaplikasian

Pengaplikasian

Produk

Body

Membentuk Body Komposit Dengan Cetakan

Produk Body Membentuk Body Komposit Dengan Cetakan Penyusunan Laporan Selesai Gambar 2. Diagram Metode
Produk Body Membentuk Body Komposit Dengan Cetakan Penyusunan Laporan Selesai Gambar 2. Diagram Metode

Penyusunan Laporan

Selesai

Produk Body Membentuk Body Komposit Dengan Cetakan Penyusunan Laporan Selesai Gambar 2. Diagram Metode Pelaksanaan

Gambar 2. Diagram Metode Pelaksanaan

11

Metodologi Rancang Bangun yang Digunakan :

1. Membuat Desain dan Perancangan: Merancang bentuk cetakan body yang

sesuai dengan kriteria desain body yang akan dibuat.

yang sesuai dengan kriteria desain body yang akan dibuat. Gambar 3. Rancangan Desain 2. Pengadaan Komponen

Gambar 3. Rancangan Desain

2. Pengadaan Komponen dan Material: Mempersiapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan untuk pembuatan replika dan cetakan pada body komposit.

3. Pembuatan Replika dari Sterofoam: Pembuatan replika body sesuai dengan ukuran agar mempermudah dalam pembuatan cetakan.

4. Membuat Cetakan untuk Pembentukan Body: Melakukan pembuatan cetakan body sesuai dengan desain yang telah dibuat. Pada tahap ini sangat menentukan keberhasilan dalam pembuatan body.

5. Uji Coba Cetakan: Cetakan yang telah dibuat diuji agar dapat diketahui hasil yang diperoleh apakah sesuai dengan kriteria yang diinginkan atau tidak, jika tidak sesuai maka akan kembali ke tahap Membuat Desain dan Perancangan

6. Membentuk Body Komposit dengan Menggunakan Cetakan: Pada tahap ini dilakukan pencampuran bahan-bahan yang digunakan sesuai dengan skala yang telah ditentukan saat perancangan.

7. Pengaplikasian Body: Body yang telah dibuat kemudian diaplikasikan pada mobil Shell Eco Marathon.

8. Kontrol Produk: Mengontrol kerja komposit tersebut dan mengamati perubahan hasil produksi

12

I. Jadwal Kegiatan Program

BULAN NO KEGIATAN 1 2 3 4 5 1 Membuat Desain dan Perancangan 2 Pengadaan
BULAN
NO
KEGIATAN
1
2
3
4
5
1 Membuat Desain dan Perancangan
2 Pengadaan komponen dan material
3 Pembuatan Replika
4 Membuat Cetakan
5 Uji coba cetakan
6 Pembuatan Body
7 Pengaplikasian body
8 Kontrol Produk
9 Penyusunan Laporan

13

J. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Pelaksana Ketua Pelaksana Kegiatan

Nama NIM Fak/Program Studi Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan

: Dwi Prasetyo : I0407054 : Teknik/Teknik Mesin : Universitas Sebelas Maret : 20 Jam/Minggu

Anggota Pelaksana Kegiatan

Nama NIM Fak/Program Studi Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan

: Rifky Almahdi : I0410029 : Teknik/Teknik Mesin : Universitas Sebelas Maret : 20 Jam/Minggu

Anggota Pelaksana Kegiatan

Nama NIM Fak/Program Studi Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan

: Dewi Utami : I0410014 : Teknik/Teknik Mesin : Universitas Sebelas Maret

: 20 Jam/Minggu

Anggota Pelaksana Kegiatan

Nama NIM Fak/Program Studi Perguruan Tinggi Waktu untuk kegiatan

: Aryo Nurachman Satya permata

: I041008 : Teknik/Teknik Mesin : Universitas Sebelas Maret : 20 Jam/Minggu

14

K. Nama dan Biodata Dosen Pembimbing

Nama

: Ubaidillah, S.T., M.Sc.

NIP

: 19840825 201012 1 004

Tempat dan Tanggal Lahir

: Sukoharjo, 25 Agustus 1984

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Status Perkawinan

: Kawin

Agama

: Islam

Golongan / Pangkat

: III/b (Penata Muda Tk. 1)

Jabatan Fungsional Akademik : -

Perguruan Tinggi

: Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Alamat

: Jl. Ir. Sutami No 36A Kentingan, Surakarta

57126

Telp./Faks.

: (0271) 647069, 662118 / 0271-662218

Alamat Rumah

: Jetis RT03/1, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo,

57552

Telp./Faks.

: (0271) 892059, 085642131041

Alamat e-mail

: ubaid.ubaidillah@gmail.com

Surakarta, 4 April 2012

Ubaidillah, S.T, M.Sc NIP. 19840825 201012 1 004

15

L. Biaya Kegiatan

   

Harga Satuan

 

Harga Total

Pengeluaran

(RP)

Jumlah

(Rp)

cetakan body

plat L

19000

25

475000

 

Plat U

21000

25

525000

plat datar lebar

120000

8

960000

baut 7/16

2500

36

90000

ring baut

500

74

37000

elektroda 2,6

80000

3

240000

pengelasan

450000

1

450000

total biaya cetakan

   

2777000

bahan body

resin bening

75000

12

900000

 

serat kenaf

75000

10

750000

katalis

25000

15

375000

total biaya

     

komposit

2025000

alat bantu

kunci ring dan pas

125000

1

125000

 

tang

35000

4

140000

palu

30000

2

60000

gergaji besi

45500

8

364000

jangka sorong

85000

2

170000

penggaris besi

35000

2

70000

penggaris siku

45000

2

90000

meteran

130000

1

130000

sewa lab

400000

1

400000

ampelas

45000

2

90000

total biaya alat bantu

   

1639000

transport

pembelian serat

120000

4

480000

 

pengantaran kenaf

200000

1

200000

pembuatan

22000

4

88000

total transport

   

768000

inventarisasi

dokumentasi

20000

1

20000

 

kertas A4

40000

1

40000

pulpen

55000

1

55000

spidol marker

24000

4

96000

penggandaan

20000

4

80000

total inventarisasi

   

291000

 

total biaya keseluruhan

 

7500000

16

M. Lampiran Daftar Pustaka Nyoman Sutrantra;”TEKNOLOGI OTOMOTIF Teori dan Aplikasinya”, Guna Widya, 2001 Jones Robert Milard; “Mechanics of Composite Materials’, McGraw-Hill Book Company, Inc, New York, NY, 1975 William,, J.C. (2003). Progress in Structural Materials for Aerospace Systems (edisi ke-51st) Gupta, V.B. and V.K. Kothari; Manufactured Fibre Technology. Chapman and Hall. London. 1997

17

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Yang bertanda tangan dibawah ini, Saya :

a.

Nama

: Ariyo Nurachman Satya Permata

b.

Tempat, tanggal lahir

: Surabaya 9 Maret 1990

c.

Jenis Kelamin

: Laki-laki

d.

Agama

: Islam

f.

Alamat

: PLOSO TIMUR I/64-A SURABAYA

g.

Pendidikan

: Tamat SMA / Mahasiswa aktif UNS

h.

No. Telepon

: 085749534114

i.

Organisasi

:

-

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar benarnya dan berani

mengangkat sumpah bila mana perlu .Saya insaf jika memberi keterangan palsu saya dapat dituntut di muka hakim berdasarkan kitab undang-undang Hukum

Pidana.

Surakarta, 4 April 2012

Ariyo N. S. P

18

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Yang bertanda tangan dibawah ini, Saya :

a.

Nama

: Dewi Utami

b.

Tempat, tanggal lahir

: Bekasi, 5 September 1991

c.

Jenis Kelamin

: Permpuan

d.

Agama

: Islam

f.

Alamat

: Kos Candra dewi 3, Jl. Kartika Rt 02/07, Ngoresan, Jebres, Surakarta

g.

Pendidikan

: Tamat SMA / Mahasiswa aktif UNS

:

h.

No. Telepon

: 085642418263

i.

Organisasi

-

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar benarnya dan berani mengangkat sumpah bila mana perlu .Saya insaf jika memberi keterangan palsu saya dapat dituntut di muka hakim berdasarkan kitab undang-undang Hukum

Pidana.

Surakarta, 14 April 2011

Dewi Utami

19

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Yang bertanda tangan dibawah ini, Saya :

a.

Nama

: Dwi Prasetyo

b.

Tempat, tanggal lahir

: Tegal, 12 Agustus 1989

c.

Jenis Kelamin

: Laki-laki

d.

Agama

: Islam

f.

Alamat (kost)

: Jalan Blanak, RT.05/X Tegal Sari, Tegal

g.

Pendidikan

: Tamat SMA / Mahasiswa aktif UNS

h.

No. Telepon

: 085728717891

i.

Organisasi

: Kadiv PSDM KMTM UNS (2010-2011)

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar benarnya dan berani

mengangkat sumpah bila mana perlu .Saya insaf jika memberi keterangan palsu saya dapat dituntut di muka hakim berdasarkan kitab undang-undang Hukum

Pidana.

Surakarta, 14 April 2011

Dwi Prasetyo

20

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Yang bertanda tangan dibawah ini, Saya :

a.

Nama

: Rifky Almahdi

b.

Tempat, tanggal lahir

: Tegal, 26 Februari 1992

c.

Jenis Kelamin

: Laki-laki

d.

Agama

: Islam

f.

Alamat (kost)

: Jl. Jombang Legok 48 Semarang

g.

Pendidikan

: Tamat SMA / Mahasiswa aktif UNS

:

h.

No. Telepon

: 083895156941

i.

Organisasi

-

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar benarnya dan berani

mengangkat sumpah bila mana perlu .Saya insaf jika memberi keterangan palsu saya dapat dituntut di muka hakim berdasarkan kitab undang-undang Hukum

Pidana.

Surakarta, 14 April 2011

Rifky Almahdi

21

21 Gambar 3 Rancangan Desain

Gambar 3 Rancangan Desain

21 Gambar 3 Rancangan Desain

22

22