Anda di halaman 1dari 8

A.

Definisi
Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) adalah suatu penyakit ringan pada
neonatus yang mendekati cukup bulan atau cukup bulan yang mengalami gawat
napas segera setelah lahir dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari.
1
ayi yang sering mengalami TTN adalah bayi yang dilahirkan secara operasi
sesar sebab mereka kehilangan kesempatan untuk mengeluarkan cairan paru mereka.
ayi yang dilahirkan lewat persalinan per !aginam mengalami kompresi dada saat
menuruni "alan lahir. #al inilah yang menyebabkan sebagian cairan paru keluar.
$esempatan ini tidak didapatkan bagi bayi yang dilahirkan operasi sesar.
1
%e"ala klinis yang sering ditemukan pada bayi dengan TTN antara lain
1
&
- Takipnea ('() kali*menit).
- +etraksi pada dada.
- ,ianosis.
- -erintih.
- Terlihat nafas cuping hidung.
B. Anatomi dan fisiologi
-enurut .usdiknakes perubahan fisiologis pada bayi baru lahir adalah salah
satunya sistem pernafasan. ,elama dalam uterus/ "anin mendapatkan oksigen dari
pertukaran gas melalui plasenta. ,etelah lahir/ pertukaran gas harus melalui paru-
paru.
0
.erkembangan paru-paru
.aru berasal dari titik tumbuh yang muncul dari faring yang bercabang-cabang
membentuk struktur percabangan bronkus. .roses ini berlan"ut setelah kelahiran
sampai usia 1 tahun/ sampai "umlah bronkiolus dan al!eolus akan sepenuhnya
berkembang/ walaupun "anin memperlihatkan bukti gerakan nafas sepan"ang
trimester kedua dan ketiga. $ematangan paru-paru akan mengurangi peluang
kelangsungan hidup bayi baru/ yang disebabkan oleh keterbatasan permukaan
al!eolus/ ketidakmatangan sistem kapiler paru-paru/ dan tidak mencukupinya "umlah
surfaktan.
1
2wal adanya nafas
3ua faktor yang berperan pada rangsangan pertama nafas bayi0 &
#ipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan dua rahim yang
merangsang pusat pernafasan otak.
Tekanan terhadap rongga dada/ yang ter"adi karena kompresi paru-paru selama
persalinan yang merangsang masuknya udara ke dalam paru-paru secara
mekanis.
4nteraksi antara sistem pernafasan/ kardio!askuler dan susunan saraf pusat
menimbulkan pernafasan teratur dan berkesinambungan. 5adi sistem-sistem harus
berfungsi secara normal.
,urfaktan dan upaya respirasi untuk bernafas
6paya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk mengeluarkan cairan
dalam paru-paru dan mengembangkan al!eolus paru-paru untuk pertama kali.
.roduksi surfaktan dimulai pada 0) minggu kehamilan dan "umlahnya akan
meningkat sampai paru-paru matang sekitar 3)-7) minggu kehamilan. ,urfaktan ini
berfungsi mengurangi tekanan permukaan paru-paru dan membantu menstabilkan
dinding al!eolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernafasan. Tanpa surfaktan
al!eoli akan kolaps setiap saat setelah akhir setiap pernafasan yang menyebabkan
sulit bernafas.
0
3ari cairan menu"u udara
ayi cukup bulan mempunyai cairan di dalam paru-parunya. .ada saat bayi
melalui "alan lahir selama persalinan/ sekitar 1*3 cairan ini akan diperas keluar paru-
paru. 3engan beberapa kali tarikan nafas pertama/ udara memenuhi ruangan trakea
dan bronkus bayi baru lahir. 3engan sisa cairan di dalam paru-paru dikeluarkan dari
paru-paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah.
0
8ungsi pernafasan dalam kaitannya fungsi kardio!askuler
9ksigenasi sangat penting dalam mempertahankan kecukupan pertukaran udara.
5ika terdapat hipoksia/ pembuluh darah paru-paru akan mengalami !asokontriksi.
0
.engerutan pembuluh darah ini berarti tidak ada pembuluh darah yang terbuka/ guna
menerima oksigen yang berada dalam al!eoli/ sehingga penurunan oksigenasi
"aringan akan memperburuk hipoksia. .eningkatan aliran darah paru-paru akan
memperlancar pertukaran gas dalam al!eolus dan menghilangkan cairan paru-paru
akan mendorong ter"adinya peningkatan sirkulasi limfe dan membantu
menghilangkan cairan paru-paru dan merangsang perubahan sirkulasi "anin men"adi
sirkulasi luar rahim.
C. Patofisiologi
.enyakit pernapasan akut tidak infeksius berkembang pada sekitar 1: dari
semua bayi baru lahir dan menyebabkan masuk ke unit perawatan kritis. Takipnea
transient pada bayi baru lahir adalah akibat dari sebuah keterlambatan dalam
pembersihan cairan paru "anin. 3ahulu/ masalah pernapasan dianggap masalah
kekurangan surfaktan relatif tetapi sekarang dicirikan oleh beban udara-cairan
sekunder terhadap ketidakmampuan untuk menyerap cairan paru "anin.

.ercobaan in !i!o telah menun"ukkan bahwa epitel paru-paru mengeluarkan ;l-
dan cairan selama kehamilan tetapi mengembangkan kemampuan untuk menyerap
kembali secara aktif Na< hanya selama akhir kehamilan. ,aat lahir/ paru-paru matur
menyebabkan pengaktifan sekresi dari ;l- (cairan) men"adi penyerapan aktif Na <
(cairan) dalam respon terhadap beredarnya katekolamin/ baru-baru ini/ bukti
menun"ukkan glukokortikoid berperan dalam pengaktifan ini. .erubahan dalam
tegangan oksigen menambah kapasitas transpor epitel terhadap Na < dan
meningkatkan ekspresi gen untuk epitel Na < channel (=Na;). $etidakmampuan
paru-paru "anin imatur untuk beralih dari sekresi cairan hasil penyerapan cairan/
sebagian besar/ dari immaturitas dalam ekspresi =Na;/ yang dapat diatur oleh
glukokortikoid. %lukokortikoid mempengaruhi reabsorpsi Na < paru-paru
kemungkinan besar melalui saluran =Na; pada akhir usia kehamilan "anin.
ayi matur yang memiliki transisi normal dari "anin ke kehidupan postnatal
memiliki surfaktan dan sistem epitel yang matur. Takipnea transient pada bayi baru
lahir ter"adi pada bayi baru lahir matur dengan "alur surfaktan matur dan kurang
berkembangnya epitel pernapasan transportasi Na </ sedangkan ,indrom %awat
3
Nafas Neonatus ter"adi pada bayi dengan kedua "alur surfaktan dini dan Na <
transportasi immatur.
ayi lahir dengan kelahiran sesar berisiko memiliki cairan paru yang berlebihan
sebagai akibat tidak mengalami semua tahapan persalinan normal dan kurangnya
lon"akan katekolamin yang tepat/ yang menyebabkan pelepasan yang rendah dari
counter-regulatory hormones pada saat persalinan. #al ini membuat cairan tertahan
di al!eoli yang akan menghambat ter"adinya pertukaran gas.
D. Faktor Risiko
>ahir seksio cesarean.
-akrosomia.
.artus lama.

-aternal asma dan merokok.

Negati!e amniotic fluid phosphatidylglycerol.

irth asphy?ia.

;airan o!erload terhadap ibu/ terutama pemberian infuse oksitosin.

3elayed clamping terhadap umbilikus. @aktu optimal adalah 75 detik.
8etal polycythemia.

4bu dengan diabetes.

E. Manifestasi Klinik
Tanda dari TTN adalah dengan melihat adanya tanda distress pernafasan/ yaitu
takipnu/ nafas cuping hidung/ mendengkur/ retraksi dinding dada/ dan sianosis pada
kasus ekstrim

Takipnu ini bersifat sementara dimana penyembuhan biasa ter"adi dalam 71-A0
"am setelah kelahiran.

F. Diagnosis
Pemeriksaan Laboratorium
o Analisis Gas Darah biasanya akan memperlihatkan hipoksia ringan.
7
#ipokarbia biasanya didapatkan. 5ika ada/ hipokarbia biasanya ringan
(.;90 '55 mm #g). =?treme hypercarbia sangat "arang/ namun "ika
ter"adi/ merupakan indikasi untuk mencari penyebab lain.
o Differensial Count adalah normal pada TTN/ tapi sebaiknya dilakukan
untuk menentukan apakah terdapat proses infeksi. Nilai hematokrit akan
menyingkirkan polisitemia.
o rine and serum antigen test dapat membantu menyingkirkan infeksi
bakteri.

Pemeriksaan Radiologi
o Rontgen thoraks. erikut adalah gambaran khas pada TTN&
!i"ere#"ansi "aru$ khas pada TTN.

Garis "rominen di "erihiler.

Pembesaran %antung ringan hingga sedang.

Diafragma datar$ dapat dilihat dari lateral.

Cairan di fisura minor dan perlahan akan terdapat di ruang
pleura.

Prominent "ulmonar& 'as(ular markings.
G. Diagnosis Banding
) Pneumonia*se"sis. 5ika neonatus mengalami pneumonia atau sepsis/ akan
didapat pada riwayat kehamilan ibu tanda-tanda infeksi/ seperti korioamnionitis/
ketuban pecah dini/ dan demam. 3ifferensial count menun"ukkan tanda
neutropenia atau leukositosis dengan "umlah abnormal dari sel immature. Tes
antigen urin dapat positif bila neonates mengalami group streptococcal. 5ika
terdapat tanda-tanda infeksi seperti di atas/ dian"urkan untuk memberikan
antibiotic berspektrum luas. .emberian antibiotik dapat dihentikan "ika
didapatkan hasil kultur yang negatif dalam 3 hari.
+ !MD. iasanya ter"adi pada neonatus yang prematur atau dengan alasan lain
akan tertundanya maturasi paru. .ada rontgen thoraks dapat diketahui dengan
"elas pola retikulogranular dengan gambaran atelektasis paru.
5
, As"irasi Mekonium. iasanya dapat diketahui dari riwayat kehamilan dan
persalinan berupa cairan ketuban berwarna hi"au tua/ mekonium pada cairan
ketuban/ noda kehi"auan pada kulit bayi/ kulit bayi tampak kebiruan (sianosis)/
pernafasan cepat (takipnea) / sesak nafas (apnea)/ frekuensi denyut "antung "anin
rendah sebelum kelahiran / skor 2.%2+ yang rendah / bayi tampak lemas /
auskultasi& suara nafas abnormal.
!. Penatalaksanaan
Transient Tachypnea of the Newborn ini bersifat self limiting disease/ sehingga
pengobatan yang ditu"ukan biasanya hanya berupa pengobatan suportif. .rinsip
pengobatannya adalah&
-ksigenasi.
Antibiotik. $ebanyakan bayi baru lahir diberi antibiotic berspektrum luas
hingga diagnosis sepsis atau pneumonia disingkirkan.
Pemberian makanan. 5ika pernafasan di atas () kali per menit/ neonatus
sebaiknya tidak diperi makan per oral untuk menghindari risiko aspirasi. 5ika
frekuensi pernafasan kurang dari () kali per menit/ pemberian makanan per
oreal dapat ditolerir. 5ika ()-1) kali per menit/ pemberian makanan harus
melalui N%T. 5ika lebih dari 1) kali per menit/ pemberian nutrisi intra !ena
diindikasikan.
Cairan dan elektrolit. ,tatus cairan tubuh dan elektrolit harus dimonitor dan
dipertahankan normal.
.. Prognosis
.enyakit ini bersifat sembuh sendiri dan tidak ada risiko kekambuhan atau
disfungsi paru lebih lan"ut. %e"ala respirasi membaik se"alan dengan mobilisasi
cairan dan ini biasanya dikaitkan dengan dieresis.
/. Kesim"ulan
Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) adalah suatu penyakit ringan pada
neonatus yang mendekati cukup bulan atau cukup bulan yang mengalami gawat
(
napas segera setelah lahir dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-5 hari.
.enegakan diagnosis terdiri dari anamnesa/ pemeriksaan fisik/ dan pemeriksaan
penun"ang yaitu labor sederhana dan rontgen thoraks.
.engobatan yang ditu"ukan biasanya hanya berupa pengobatan suportif. .rinsip
pengobatannya adalah mempertahankan oksigenasi/ pemberian antibiotik/
memperhatikan cara pemberian makanan dalam hubungannya dengan risiko
aspirasi/ dan monitoring cairan dan elektrolit.
.enyakit ini bersifat sembuh sendiri dan tidak ada risiko kekambuhan atau
disfungsi paru lebih lan"ut. %e"ala respirasi membaik se"alan dengan mobilisasi
cairan dan ini biasanya dikaitkan dengan dieresis.
A
DAF0AR P10AKA
1. $N ,i!a ,ubramanian/ -3 et al. 0)1). Transient Tachypnea of the Newborn.
http&**emedicine.medscape.com*article*BA(B17-o!er!iew (diakses tanggal 1B 5uli
0)17).
0. @aldo = Nelson/ -3 et al. 0))). Ilmu Kesehatan Anak edisi 15. 5akarta& =%;.
3. 2bdul > et al. 0))3. Diagnosis isis !ada Anak. =disi ke-0. 5akarta & ;C ,agung
,eto.
7. Tricia >acy %omella/ -3 et al. 0))7. Neonatology" #anagement$ !rocedures$ %n&
call !roblems$ Disease$ and Drugs. 5
th
=dition. 6,2& >ange -edical
ooks*-c%raw-#ill.
1