Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU

UNIT PEMBELAJARAN 5
BLOK 22
AKUATIK DAN SATWA LIAR
Disusun Oleh :
Cik Sasmi Budi Prairasari
!"#$"""%"#K&#"''!"
K()*m+*k !"
,AKULTAS KEDOKTERAN &EWAN
UNIVERSITAS GADJA& MADA
-OG-AKARTA
2"!.
L(ar/i/0 O12(34i5(
1. Mengetahui manajemen pemeliharaan ular
2. Mengetahui penyakit yang sering terjadi pada ular
3. Mengetahui cara penulisan resep sesuai aturan
P(m1a6asa/
!7 M(/0(4a6ui ma/a2(m(/ +(m()i6araa/ u)ar
a7 P(rka/da/0a/
Kandang yang baik adalah kandang yang memenuhi persyarat kandang yang baik
seperti berdinding kuat, aman, dapat dilihat dari luar, memiliki tutup atau beratap kuat, aman,
berlantai halus, empuk, bersih.
Luas kandang dapat menyesuaikan jenis ular, kandang tidak harus cukup luas tetapi
harus cukup tinggi jika gerakan ular lambat, suka menggulungkan atau melingkarkan
tubuhnya serta merayap hrisntal atau !ertikal. Kandang bentuk akuarium "dari kaca atau
ple#iglass$ cck untuk ular piaraan. Dengan kandang ini, keadaan lingkungannya dapat
terjaga dan pemelihara. %ementara kandang berdinding ka&at kurang cck untuk ular. 'ni
disebabkan keadaan lingkungan belum tentu sesuai untuk ular &alaupun pemelihara dapat
menikmatinya dari luar. Oleh karena suka mellskan diri, ular dapat terluka leh ka&at
"()niak, 2***$.
+ahan lantai yang terbaik yaitu dapat digunakan karpet berbulu halus, kertas handuk,
kertas kran pembungkus, atau kertas licin. ,ntuk lantai jangan menggunakan limbah kayu,
sekam padi, hancuran tngkl jagung, kerikil, atau pasir karena bahan ini sulit dibersihkan
dan dapat tertelan ular. ,ntuk penyesuaian beha!iral ular kandang perlu dilengkapi ktak
persembunyian dari papan, phn, kayu, bebatuan. -erlengkapan ini digunakan ular untuk
memenuhi perilakunya seperti di habitat asli, yaitu bersembunyi, memanjat, melingkar, atau
kamu.lase "penyamaran kulit$.
Kandang dengan keadaan gelap atau kurang sinar matahari dapat diberi tambahan
lampu ,/ karena dapat menggatikan sinar matahari sebagai kebutuhan sinar ultra!ilet untuk
sintesis !itamin D3. 0amun, suhu kandang perlu diperhatikan agar ular tidak kepanasan atau
kedinginan. ,lar ba knstriktr dan phytn memerlukan suhu siang hari antara 2123*3 4
dan malam hari antara 222253 4. %ementara ular asli dari 6merika menyenangi tempat
dengan suhu lingkungan rata7rata 222283 4. -emasangan lampu dapat disesuaikan dengan
keadaan kandang sehingga diatur sedemikian rupa agar kulit ular tidak kntak langsung
dengan lampu. Lampu ,/ harus dinyalakan siang hari selama 1*212 jam. +ila mendung
atau gelap, lampu dinyalakan 12215 jam.
-eralatan kandang berikutnya yaitu penampungan air untuk menjaga keseimbangan
suhu tubuh ular. Kandang dan peralatannya sebaiknya disucihamakan setiap 275 minggu
sekali "()niak, 2***$.
17 Ma/a2(m(/ Paka/
-akan ,lar umumnya lebih menyukai mangsa hidup daripada pakan mati. -akan yang
biasa diberikan pada ular peliharaan dapat berupa mencit, tikus, katak, burung puyuh, ayam,
dan mamalia kecil lain seperti marmut dan kelinci serta anak babi. +eberapa spesies a9uatik
hanya memangsa ikan dan am.ibi "katak$. ,lar yang dipelihara sebaiknya dilatih untuk
memakan pakan mati terutama rdensia. :ika harus menginduksi dengan pakan hidup
sebaiknya ditunggu sampai mangsa dibunuh dan dimangsa. -akan rdensia hidup bila tidak
segera dimangsa hendaknya segera dikeluarkan dari kandang karena dapat menyerang ular.
-emberian pakan sebaiknya dilakukan diatas permukaan keras dan bersih agar substrat
kandang tidak ikut tertelan. :umlah dan .rekuensi pemberian pakan didasarkan pada
bser!asi, rutinitas de.ekasi, beha!ir dan kebutuhan .isilgis. ,lar yang sedang tumbuh
dan menjelang reprduksi "musim ka&in$ jumlah dan .rekuensi makan lebih banyak. %ebagai
gambaran umum, ular pythn kurang dari 1 meter dapat memangsa 172 ekr mencit tiap 8 ;
1* hari sekali dan seekr pythn de&asa dengan panjang 5 ; < meter dapat memangsa 3 ; 5
ekr ayam de&asa tiap 2 ; 3 bulan sekali atau seekr anak kambing setiap 2 bulan sekali.
37 P(m()i6araa/
+eberapa tanda ular yang sehat antara lain = badan tampak kmpak, kulit dan sisik
tampak mulus, mengilap, dan teratur, >erakan merayap bergelmbang sangat berurutan, mata
jernih dan bersih, lidah bergerak sangat lu&es.
?cdysis "shedding$ pada ular sebanyak 571 kali setahun. -ada tahun pertama
umurnya, prses ecdysis lebih sering terjadi dan akan berkurang sesuai suhu udara, .rekuensi
makan, prsi makan, dan akti!itas. -rses ini didahului leh masa tidak makan selama
seminggu. Matanya tampak sayu ber&arna putih kbiruan karena pelindung matanya mulai
lepas. %etelah itu, kulit lamanya di kepala dirbek dengan cara digskkan pada benda keras
atau agak kasar. Dari kepala secara berangsung seluruh kulit lama ditubuhnya akan terlepas
"@lly, 1AA8$.
-rses ecdysis akan berlangsung cepat dan mulus kalau kndisi tubuhnya sehat. +ila
kurang sehat, akan ada banyak bagian kulit lama yang tidak dapat terlepas sendiri sehingga
dapat dibantu dengan cara dikuliti yang terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air hangat7
hangat kuku "@lly, 1AA8$.
d7 K(s(6a4a/
-enggatian alas kandang secara rutin dapat digunakan sebagai cara yang baik
dalampencegahan penyakit pada ular. -enggunaan kertas kran sebagai alas kandang cck
untuk kandang mdel a9uarium. 6las ini hendaknya segera diganti apabila ular
urinasiBde.ekasi ataupun basah karena air minum yang tumpah. -emeriksaan kesehatan secara
umum hendaknya dilakukan secara peridik. 'dealnya sebulan sekali dilakukan general check
up untuk mengetahui kndisi kesehatan secara umum dan mengetahui adanya kelainan secara
dini. -emeriksaan yang harus dilakukan meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan kepala,
mulut, gigi, mata, kulit, muskulskeletal, auskultasi rgan dalam, klaka dan ekr. 6danya
kelainan pada saat pemeriksaan hendaknya segera dilakukan pemeriksaan labratris secara
lebih detail untuk dapat menentukan langkah penanganan dan pengbatan. -emeriksaan gigi
penting dilakukan untuk mengetahui adanya gigi tanggal yang terjebak dalam muksa
mulutBginggi!a yang dapat menyebabkan anreksia dan stmatitis "Merk, 1A8C$.
>angguan kesehatan yang umum dijumpai pada ular peliharaan bisanya berupa
anreksiaBmenlak makan, luka traumatik, .raktur tulang spinal, knstipasi dan distkia.
>angguan ini umumnya terjadi karena manajemen pakan dan kesehatan yang kurang baik.
>angguan berupa penyakit umumnya berupa in.estasi parasit baik eksternal maupun internal
dan in.eksi leh mikrrganisme biasanya !iral yang diikuti in.eksi sekunder bakteri. 'n.eksi
!iral yang disertai bacterial seringkali ditemukan pada kasus muth rtBstmatitis, in.eksi
saluran perna.asan dan in.eksi saluran pencernaan. -enanganan penyakit in.eksi ini dengan
pemberian bat7batan yang sesuai dengan agen penyebabnya. -emberian batBmedikasi
harus dilakukan leh serang dkterhe&an supaya pemberian bat tepat dsis untuk
menghindari !erdsis bat dan resistensi agen penyakit karena pengbatan yang salah
"D&ler, 2**1$.
27 M(/0(4a6ui +(/8aki4 8a/0 s(ri/0 4(r2adi +ada u)ar
a7 U)3(ra4i5( # N(3r*4i3 D(rma4i4is 9S3a)( R*4:
-enyakit ini terjadi pada ular dan kadal. Kelembaban dan kntaminasi lingkungan
menjadi .aktr predispsisi. 6las yang lembab akan menyebabkan pertumbuhan bakteri dan
jamur semakin cepat dan menimbulkan in.eksi. Daktr lain yaitu dengan adanya luka ersi
pada kulit akan memudahkan bakteri atau jamur mudah mengin!asi ke bagian tubuh. 'n.eksi
sekunder dapat karena Aeromonas spp., Pseudomonas spp. dan beberapa bakteri lain yang
menyebabkan septisemia dan kematian. -erubahan makrskpis yang nampak berupa
nekrsis erythema, ulcerasi dermis, dan kadang disertai eksudat. -enyakit dapat dia&ali
karena reptil dalam keadaan lingkungan dengan higienitas minimal dan kelembaban terlalu
tinggi. Kndisi ini dia&ali dengan hemrrhagi sisik yang diikuti dengan pustula yang
melanjut hingga terjadi ulcerasi. Ereatmen yang dilakukan menggunakan antibitik sistemik,
tpikal, dan peningakatn managemen pemeliharaan yang baik "D&ler dan 4ubas, 2**1$.

17 S4*ma4i4is
-enyakit ini terjadi pada ular, kadal, dan kura7kura. -enyakit ini berupa keradangan
pada selaput lendir pada rngga mulut. Karakteristik yang ada berupa petekie pada ca!itas
ral, peningkatan material kaseusa sepanjang tempat tumbuhnya gigi. -ada kasus parah
akan terbentuk Fbny structureG di ca!um ral. -enyebabnya berupa 6ermnas dan
-seudmnas spp. serta beberapa bakteria gram psiti. dan negati. lainnya "Kaplan, 1AA<$.
37 Param8;*5irus
Earget utama paramy#!irus adalah sistem pernapasan. >ejala yang terlihat tidak
spesi.ik seperti tubuh lemah, bernapas dengan membuka mulut, hemragi pada trakea atau
.aring disertai adanya mukus, dan kematian mendadak. %tadium pertama penyakit ini
dicirikan dengan kehilangan kntraksi tt. -ada stadium kedua ular terlihat lemah dan
kadang membuka mulut, mata dilatasi, dan lidah tidak sempurna ditarik ke dalam. -ada
stadium ketiga mulut dibuka dan ada ksudat purulen pada gltis. -ada stadium keempat,
pupil dilatasi dan mulut terbuka lebar.
d7 IBD 9 I/k)usi B*d8 Dis(as(:
-enyebabnya adalah Hetr!irus yang menyebabkan meningitis dan encephalitis pada
ba dan phytn, keadaan tersebut dikenal dengan sindrm %tar7>a)ing. %indrm ini
menunjuk kepada Finclusion body diseaseG yang dicirikan dengan adanya benda inklusi pada
sistem sara.. Keadaan tersebut dikarenakan adanya gangguan sara. yang dikarakteristikkan
dengan pstur abnrmal, mimik tanpa ekspresi, dan ketidakmampuan bergerak secara nrmal.
>ejala yang sering nampak pa.a ular yaitu keadaan leher yang selalu mendngak ke atas.
+eberapa penyebab lain yang mungkin yaitu in.eksi prt)a, bakteri, trauma. Meningitis
bakterial dapat menyebabkan in.eksi hematgenus atau bakterial embli. 6ntibitik sistemik
yang digunakan harus dapat menembuh bld7brain barrier, cnthnya 4e.tadi)ime,
Metrnda)le, -enicillin untuk in.eksi bakterial. -rednisln asetat dengan dsis 1 mgBkg
intramuskuler diberikan sebagai antiin.lamasi, dan diberikan terapi cairan dan suplementasi
":ames dan 6pril, 2**<$.
(7 I/<(ksi +r*4*=*a
-enyebab : Balantidium duodeni, Monocercomonas sp, Opalina sp, Entamoeba
invadens , Isospora sp, Cryptosporidia sp. >ejala klinis : muntah , diare, na.su makan turun,
kelemahan, mati. Diagnsa : anamnesa, gejala klinis, pemeriksaan .isik, pemeriksaan
labratrium "+arnard dan ,ptn, 1AA5$.
<7 C6r8s*s+*rium
-enyakit ini menyerang kulit reptilia yang disebut Yellow Funus !isease. Masa
inkubasi jamur ini antara 2 ; < minggu. -enyakit ini dapat menular melalui kntak langsung
dengan he&an sakit. %uhu yang di ba&ah ptimal merupakan salah satu .aktr terjadinya
penyakit ini.>ejala dari penyakit ini antara lain terjadinya plak hiperkeratsis sampai
eksudati. dan dapat terjadi ulser nekrsis. -enyakit ini dapat menyerang seluruh permukaan
tubuh he&an termasuk bagian mulutnya.Diagnsis dapat dilakukan dengan islasi dan
identi.ikasi dan histpatlgi. -ada pemeriksaan secara histlgi akan ditemukan adanya
nekrsis granulmatsa. -engbatan dapat dilakukan dengan pemberian itracna)le 1*
mgBkg secara perral selama C minggu.
07 A1s(s
6bses disebabkan leh luka traumatik, gigitan insecta, dan kualitas lingkungan tang
buruk. 6bses subkutan terlihat dengan adanya kebengkakan dan ndul. Di.erensial diagnsa
berupa in.eksi parasit, tumr, hematm. 'slat yang diperleh yaitu Peptostreptococcus
"anaerbik$ dan rganisme aerbik Pseudomonas, Aeromonas, "erratia, "almonella,
Micrococcus, Erysipelot#ri$, Citrobacter %reundii, E.coli, &lebsiella, Ari'ona, Moranella
moranii, Proteus, "tap#ylococcus, dan !ermat#op#illus. 6bses !isceral dapat terjadi karena
in.eksi hematgenus. 6bses pada rgan reprduksi betina akan menyebabkan celmitis.
4ara penanganan dengan teknik surgical kemudian bagian lesi diirigasi dengan antibitik.
-ada abses !isceral dapat ditreatmen dengan antibitik sistemik "D&ler dan 4ubas, 2**1$.
67 D8s(3d8sis#Ga/4i ku)i4 0a0a)
Dysecdysis disebabkan leh #usbandry problems, ektparasit, dehidrasi, penyakit
sistemik dan penyakit krnis Diagnsis dengan anamnesa, sejarah, pemeriksaan .isik,
pemeriksaan darah. Eerapi dengan perbaikan manajemen pemeliharaan, terapi suprti.
"%chumacher, 2**3$.
i7 K*/s4i+asi
Knstipasi atau sembelit disebabkan leh imprper diets, dehidrasi, penyakit
gastrintestinal, bstruksi saluran digesti, penyakit rgan reprduksi. Diagnsis dapat
dilakukan dengan anamnesa, sejarah, pemeriksaan .isik, radigra.iBrntgent. Eerapi dengan
laksasi.Bpencahar, .luid therapyBin.us, terapi suprti.
$7 M(/0(4a6ui 3ara +(/u)isa/ r(s(+ s(suai a4ura/
Hesep harus memenuhi beberapa unsur berikut= yang pertama adalah identitas dkter
meliputinama, nmr surat ijin praktek, alamat praktek dan rumah dkter penulis
resep serta dapat dilengkapi dengan nmr telepn dan hari serta jam praktek. Iang kedua
adalah 0ama kta dan tanggal penulisan resep. Iang ketiga adalah %uperscripti yang ditulis
ditulis dengan simbl HB yang artinya recipe atau harap diambil. 6pabila diperlukan
lebih dari satu bentuk sediaan bat atau .rmula resep, diperlukan penulisan HB lagi.yang
keempat adalah inscriptin atau inti resep yang berisi berisi nama bat, kekuatan dan jumlah
bat yang diperlukan dan ditulis dengan jelas. Iang kelima adalah subscriptin yang berisi
in.rmasi tentang bentuk sediaan bat dan jumlahnya. 4ara penulisan "dengan singkatan
bahasa latin$ tergantung dari macam .rmula resep yang digunakan. Iang keenam adalah
signature yang berisi in.rmasi tentang aturan penggunaan bat bagi pasien yaitu meliputi
.rekuensi, jumlah bat dan saat diminum bat. Iang ketujuh adalah identitas pasien yang
ditulis dengan F-rG. ,ntuk he&an juga dilengkapi dengan nama pemilik. 6lamat juga
diperlukan pada penulisan resep.
C*/4*6 P(/u)isa/ R(s(+
Drh. Dit 6nggr
%'- 0. K- *1.*1 /' 1***
:l. Dauna 0. 2 Igyakarta <<<11
Eelepn: "*285$ 15*5<
Igyakarta, 25 Maret 2*15
HB -aracetaml *,3* inscripti
Luminal *,*1< J in!cati
m...pul!.dtd 0.K/
s.b.dd. pul! ' J signatura

J subscripti
-r: Kucing 6
K(4(ra/0a/>
'nscripti: tanggal resep dibuat
'n!cati: bahan bat yang digunakan
%ignatura: penandaan dan cara pemakaian bat
%ubscripti: para. dkter
-r: nama pasien
m...pul!.dtd 0.K/: campur dan buat bat dalam bentuk serbuk sebanyak 1< bungkus,
yang tiap bungkus mengandung parasetaml *,3 gram dan luminal *,*1< gram.
%.b.dd.pul! ': tandai 2# sehari, masing7masing 1 bungkus.
Da<4ar Pus4aka
+arnard, %.M., ,ptn, %.:., 1AA5. A (eterinary )uide to t#e Parasites o% *eptiles Proto'oa,
!l. 1. Krieger -ublishing 4mpany, Malabar, Dlrida, ,%6
D&ler, M dan 4ubas, L.%. 2**1. Bioloy Medicine and "urery o% "out# American +ild
Animals. '&a : '&a %tates ,ni!ersity -ress
@lly, 0. 1AA8. "na,e Anatomy and P#ysioloy. /eterinary %er!ices Department.
:ames, DK dan 6pril ::. 2**<. Heptile /irlgy. (et Clin E$ot Anim 1 "2**<$ 28;<2
Kaplan, M. 6nd :ereb, H. 1AA<. ,lcerati!e %tmatitis "Muthrt$ in Heptiles. -ournal o%
+ildli%e *e#abilitation 11"2$:13.
Merck, 2**<, .#e Merc, (eterinary Manual, /int# Edition, 0atinal -ublishing, 'nc.
-hiladelphia
%chumacher, :. 2**3. Heptile Hespiratry Medicine. (et Clin E$ot Anim C "2**3$ 213;231
()niak ?: and De0ard DD. 2***. .#e bioloy, clinical sini%icance and control o% t#e
common sna,e mite, Op#ionyssus natricis, in captive reptiles. :urnal .
@erpetlgical Medicine and %urgery=1*:571*.