Anda di halaman 1dari 2

Laporan Akhir Tahun 2013 Konsorsium Pembaruan Agraria

JAKARTA, SACOM - Siapapun yang terpilih nanti di 2014 sebagai Presiden


RI memiliki pekerjaan rumah yang sangat berat: bagaimana menjalankan
agenda reformasi agraria sejati ditengah-tengah kepungan UU yang pro
asing dan pemodal besar.

Menurut Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), tingginya jumlah konflik
agraria di tahun 2013 ini merupakan wujud dari mandeknya pelaksanaan
agenda reformasi agraria. Ini seperti domino, tidak hanya tinggi dalam hal
kasus konflik, tapi juga dalam hal jumlah korban, luas, sebaran wilayah
konflik agraria dan lain-lain.

Sebagai gambaran, berikut data yang dihimpun KPA sepanjang tahun
2013 terkait permasalahan agraria bangsa ini, dirilis 19 Desember 2013.

Jumlah Konflik Agraria
2013: 369 kasus
2012: 198 kasus
2004-2013, atau selama Presiden SBY memimpin: 987 kasus

*Jika dibandingkan tahun 2012 terdapat tren peningkatan kuantitas konflik
agraria sebanyak 171 kasus, atau naik 86,36%. Ini juga berarti, jika dirata-
ratakan, setiap hari terjadi konflik agraria sepanjang tahun 2013 (sampai
data ini dikeluarkan 19 Desember 2013). Sedangkan jika berpatokan
kepada selama Presiden SBY memimpin, jumlah konflik di tahun 2013
naik tiga kali lipat, atau 314% sejak tahun 2009.

Luas Wilayah Konflik Agraria
2013: 1.281.660.09 ha
2012: 318.248,89 ha
2004-2013, atau selama Presiden SBY memimpin: 3.680.974,58 ha

*Terjadi kenaikan luas wilayah konflik sebesar 33,03% antara tahun 2012
ke 2013. Naik 861%, terhitung sejak tahun 2009.

Jumlah & Luas Konflik Agraria, Per Sektor
Perkebunan: 180 Kasus - 527.939,27 ha
Infrastruktur: 105 Kasus 35.466 ha
Pertambangan: 38 Kasus - 197.365,90 ha
Kehutanan: 31 Kasus - 545.258 ha
Pesisir/Kelautan 9 Kasus
Lain-lain: 6 Kasus

* Perkebunan merupakan sektor tertinggi dalam hal kuantitas kasus.
Namun meski tertinggi, ternyata sektor kehutanan adalah sektor yang
paling luas dalam konflik agraria.

Kepala Keluarga (KK) yang terlibat dalam Konflik Agraria
2013: 139.874 KK
2004-2013, atau selama Presiden SBY memimpin: 1.011.090 KK

*Jika dihitung sejak tahun 2009, berarti terjadi peningkatan, 1.744% jumlah
KK yang terlibat konflik agraria.

Jumlah Korban Dalam Konflik Agraria
Tewas: 21 Orang
Tertembak: 30 orang
Penganiayaan: 130 orang
Penahanan Oleh Aparat Kemanan: 239 orang

*Jatuhnya korban akibat konflik agraria pada tahun ini meningkat tajam,
525%. Tahun lalu jumlah korban tewas 3 orang petani, bandingkan
dengan tahun ini yang mencapai 21 orang!

!"#$%&' !)*"+ ,-. ///0+"1&112&1&)1034#