Anda di halaman 1dari 25

CORPUS ALIENUM BRONKUS

I. PENDAHULUAN
Corpus alienum atau benda asing adalah benda yang berasal dari luar tubuh atau dalam
tubuh, yang dalam keadaan normal tidak ada. Benda asing dalam suatu organ dapat terbagi
atas benda asing eksogen (dari luar tubuh) dan benda asing endogen (dari dalam tubuh). Benda
asing pada saluran napas dapat terjadi pada semua umur terutama anak-anak karena anak-anak
sering memasukkan benda ke dalam mulutnya bahkan sering bermain atau menangis pada
waktu makan. Secara statistik, persentase aspirasi benda asing berdasarkan letaknya masing-
masing adalah; hipoaring !", laring#trakea $%", dan bronkus sebanyak &'". (asio laki-laki
banding wanita adalah $,) * $. +ebanyakan kasus aspirasi benda asing terjadi pada anak usia
,$! tahun, sekitar -!" aspirasi benda asing terjadi pada anak usia $.' tahun. /al ini terjadi
karena anak seumur itu sering tidak terawasi, lebih akti, dan cenderung memasukkan benda
apapun ke dalam mulutnya.
$
Benda asing eksogen terdiri dari 0at organik seperti kacang-kacangan, tulang, dan lain-
lain, dan 0at anorganik seperti peniti, jarum dan lain-lain. Benda asing endogen contohnya
krusta, nanah, sekret kental, darah atau bekuan darah, dan mekonium.
$,%
Benda asing ada yang dapat ditembus sinar 1 seperti * biji kacang, kedele, kayu, duri,
atau daging dan yang tidak tembus sinar 1 seperti logam. 2ejala klinik tergantung jenis dan
letak, dapat ditemukan stridor dan sumbatan jalan napas sehingga dapat terjadi sesak napas.
$,%
Sesak napas (dispnea) ialah kesukaran bernapas yang dirasakan oleh pasien, yang
siatnya subjekti. Bila oleh pemerikasa tampak pasien sukar bernapas (objekti), maka disebut
$
gawat napas (respiratory distres). +eadaan sesak napas dan gawat napas dapat disebabkan oleh
sumbatan saluran napas (dari hidung-aring-laring trakea-bronkus sampai al3eolus).
$
Sesak napas dibidang 4/4 terutama disebabkan oleh sumbatan saluran napas atas
(hidung sampai laring) dan saluran napas bawah (trakea-bronkus). Sumbatan bronkus secara
mekanik disebabkan oleh gangguan 3entilasi dan drainase sekret bronkus. Secara isiologis,
bronkus sangat erat hubungannnya dengan 3entilasi dan drainase paru, daya pertahanan paru,
tekanan intrapulmonal, keseimbangan sirkulasi dan tekanan karbondioksida. 5rainase paru
secara normal dapat berupa gerak silia, batuk, dan mendeham, sehingga sekret yang terkumpul
dapat dikeluarkan sebelum terjadi penyempitan saluran napas.
$
II. ANATOMI DAN FISIOLOGI
6spirasi benda asing pada bronkus dapat menimbulkan sumbatan saluran napas.
Sistem pernaasan terdiri dari organ-organ pernaasan yang berungsi memasukan udara yang
mengandung mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon
dioksida dan uap air dari paru-paru.
$,'


%
2ambar $. Sistem pernapasan manusia
a. Laring
Struktur kerangka laring terdiri dari satu tulang dan beberapa yang berpasangan
ataupun tidak. 5i sebelah superior terdapat os hioideum, struktur yang berbentuk 7 dan dapat
dipalpasi di leher depan dan lewat mulut pada dinding aring lateral. 8eluas dari masing-
masing sisi bagian tengah os atau korpus hioideum adalah suatu proses panjang dan pendek
yang mengarah ke posterior dan suatu proses pendek yang mengarah ke superior. 4endon dan
otot-otot lidah, mandibular dan cranium , melekat pada permukaan superior korpus dan kedua
prosesus. Saat menelan, kontraksi otot-otot ini mengangkat laring. 9amun bila laring dalam
keadaan stabil, maka otot-otot tersebut akan membuka mulut dan ikut berperan dalam gerakan
lidah. 5i bawah os hioideum terdapat dua alae atau sayap kartilago tiroidea (perisai) yang
menggantung pada ligamentum tirohioideum. +edua alae menyatu di garis tengah pada sudut
yang lebih dulu dibentuk pada pria, lalu membentuk jakun (6dam:s apple). ;ada tepi
posterior masing-masing alae terdapat kornu superior dan inerior. 6rtikulasio kornu inerius
dengan kartilago krikoidea, memungkinkan sedikit pergeseran atau gerakan antara kartilago
tiroidea dan krikoidea.
'
<alaupun laring biasanya dianggap sebagai organ penghasil suara, namun ternyata
laring mempunyai tiga ungsi utama yaitu proteksi jalan napas, respirasi dan onasi.
+enyataannya, secara ilogenetik, laring mula-mula berkembang sebagai suatu singter yang
melindungi saluran pernapasan, sementara perkembangan suara merupakan peristiwa yang
terjadi belakangan.
'
+etika benda asing masuk dalam laring, maka secara relek laring dan rima glottis
akan menutup. ;enutupan laring karena pengangkatan laring ke atas akibat kontraksi otot-otot
'
ekstrinsik laring. 5alam hal ini, kartilago aritenoid bergerak ke depan akibat kontraksi
m.tiroaritenoid dan m.aritenoid. Selanjutnya m.ariepiglotika berungsi sebagai singter.
;enutupan rima glottis terjadi karena aduksi plika 3okalis. +artilago aritenoid kiri dan kanan
mendekat karena aduksi otot-otot intrinsik.
$,'
b. Trakea (Batang tenggrk!
4rakea merupakan suatu tabung berongga yang disokong oleh cincin kartilago (elastin)
yang tidak penuh di bagian posterior. 4rakea berawal di bawah kartilago krikoid yang
berbentuk cincin stempel dan meluas ke anterior pada esophagus, turun ke dalam toraks
dimana trakea membelah menjadi dua bronkus utama pada karina. ;embuluh besar pada leher
berjalan sejajar dengan trakea di sebelah lateral dan terbungkus dalam selubung karotis.
+elenjar tiroid terletak di atas trakea di sebelah depan dan lateral. =shmus melintasi trakea di
sebelah anterior, biasanya setinggi cincin trakea kedua hingga kelima. Sara laringeus rekurens
terletak pada sulkus trakeoesoagus. 5i bawah jaringan subkutan dan menutupi trakea di
bagian depan adalah otot-otot leher suprasternal, yang melekat pada kartilago tiroid dan hioid.
'
". Brnk#$
4rakea bercabang menjadi dua cabang utama, bronkus kanan dan kiri, yang masing-
masing masuk ke paru kanan dan kiri. 5i dalam setiap paru, bronkus terus bercabang-cabang
menjadi saluran napas yang semakin sempit, pendek, dan banyak. Cabang terkecil dikenal
sebagai bronkiolus. 5i ujung-ujung bronkiolus terkumpul al3eolus, kantung udara kecil tempat
terjadinya pertukaran gas-gas antara udara dan darah.
)
)
6gar udara dapat masuk dan keluar bagian paru tempat terjadinya pertukaran gas
tersebut, keseluruhan saluran pernapasan dari pintu masuk melalui bronkiolus terminal ke
al3eolus harus tetap terbuka.
)
%. Par#&'ar#
;aru- paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh
otot dan rusuk dan dibagian bawah dibatasi oleh diaragma yang berotot kuat. ;aru- paru ada
dua bagian yaitu paru- paru kanan (pulmo dekstra) yang terdiri atas ' lobus dan ;aru- paru kiri
(pulmo sinistra) yang terdiri dari % lobus. ;aru- paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis
disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru- paru disebut pleura
dalam ( pleura 3isceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan
dengan tulang rusuk disebut pleura luar ( pleura parietalis). ;aru- paru tersusun oleh
bronkiolus, al3eolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Bronkiolus tidak mempunyai
tulang rawan tetapi rongga bronkus masih bersilia dan dibagian ujungnya mempunyai
epitelium berbentuk kubus bersilia. Setiap bronkiolus terminalis bercabang- cabang menjadi
bronkiolus respirasi kemudian menjadi duktus al3eolaris. ;ada dinding duktus al3eolaris
mengandung gelembung- gelembung yang disebut al3eolus.
)
III. ETIOLOGI DAN FAKTOR PREDISPOSISI
>aktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda asing pada saluran napas ada
lima, yaitu *
!,?
($) 7sia yaitu pada anak-anak, dimana mereka sering memasukkan segala sesuatu ke dalam
mulut, gigi geligi yang belum lengkap dan releks menelan yang belum sempurna,
!
(%) @enis kelamin, lebih sering pada laki-laki,
(') >aktor kejiwaan (emosi dan gangguan psikis),
()) +egagalan mekanisme proteksi, misalnya penurunan kesadaran, keadaan umum buruk,
penyakit serebro3askuler, dan kelainan neurologis,
(!) >aktor kecerobohan, misalnya kebiasaan menaruh benda di mulut, makan dan minum
tergesa-gesa.
>aktor isiologik dan sosiologik lain yang juga merupakan aktor predisposisi antara
lain* pertumbuhan gigi belum lengkap, belum terbentuk gigi molar, belum dapat menelan
makanan padat secara baik, kemampuan anak membedakan makanan yang dapat dimakan
dan tidak dapat dimakan belum sempurna. Benda tersangkut pada saat makan sambil tertawa,
bicara, menangis, dan berlari. ;ada orang tua, terutama yang mempunyai gangguan
neurologis dan berkurangnya releks menelan dapat disebabkan oleh pengaruh alkohol,
stroke, parkinson, trauma dan dementia juga mempunyai risiko yang besar untuk terjadinya
aspirasi.
!,?
I(. PATOFISIOLOGI
4ujuan releks menelan adalah mencegah masuknya makanan atau cairan ke dalam
trakea. =mpuls motoris dari pusat menelan yang menuju ke aring dan bagian atas esophagus
diantar oleh sara kranial A, =B, B dan B== dan beberapa melalui sara cer3ical. 8enelan
memiliki beberapa stadium, yaitu stadium 3olunter, aringeal dan oesoageal. ;ada stadium
3olunter, benda ditekan atau didorong ke bagian belakang mulut oleh tekanan lidah ke atas dan
belakang terhadap palatum, sehingga lidah memaksa benda ke pharing. ;ada stadium
aringeal, palatum mole didorong ke atas untuk menutup nares posterior, sehingga mencegah
makanan balik ke rongga hidung. Cipatan palatoaringeal saling mendorong ke arah tengah,
?
kemudian pita suara laring berdekatan dan epiglottis mengayun ke belakang, sehingga
mencegah makanan masuk ke trakea. ;ada orang dewasa tertelan benda asing sering dialami
oleh pemabuk atau pemakai gigi palsu yang telah kehilangan sensasi rasa (tactile sensation)
dari palatum dan pada penderita gangguan jiwa.
2,7
Setelah benda asing teraspirasi, maka benda asing tersebut dapat tersangkut pada tiga
tempat anatomis yaitu, laring, trakea atau bronkus. 5ari semua aspirasi benda asing,
&D.ED" diantaranya terperangkap di bronkus dan cabang-cabangnya. ;ada orang dewasa,
benda asing bronkus cenderung tersangkut di bronkus utama kanan, karena sudut
kon3ergensinya yang lebih kecil dibandingkan bronkus utama kiri. Benda asing yang lebih
besar lebih banyak tersangkut di laring atau trakea.
&
4ujuh puluh lima persen dari benda asing dibronkus ditemukan pada anak umur kurang
dari % tahun, dengan riwayat yang khas, yaitu saat benda atau makanan berada di dalam mulut,
anak menjerit atau tertawa sehingga saat inspirasi, laring terbuka dan benda asing masuk ke
dalam laring. ;ada saat benda asing itu terjepit di singter laring pasien batuk berulang-ulang
(paroksikmal), sumbatan di trakea, mengi, dan sianosis. Bila benda asing telah masuk ke
dalam bronkus kadang terjadi ase asimptomatik selama %) jam atau lebih, diikuti gejala
pulmonum yang bergantung pada derajat sumbatan bronkus.
$,%
Benda asing organik seperti kacang mempunyai siat higroskopik, mudah jadi lunak,
mengembang oleh air serta dapat menyebabkan iritasi pada mukosa, edema, dapat terbentuk
jaringan granulasi disekitar benda asing, sehingga gejala sumbatan bronkus menghebat, timbul
laringotrakeobronkitis, toksemia,batuk, dan demam yang iregular.
$,%
Benda asing anorganik menimbulkan reaksi jaringan lebih ringan dan lebih mudah
didiagnosis dengan pemeriksaan radiologi. Benda asing yang berasal dari metal dan tipis
-
seperti jarum, peniti, dapat masuk ke dalam bronkus yang lebih distal dengan memberikan
gejala batuk spasmodik.
$
(. GE)ALA KLINIS
6spirasi benda asing adalah suatu hal yang sering ditemukan dan ditangani dalam
situasi gawat darurat. 6spirasi benda asing dapat menyebabkan berbagai perubahan mulai dari
gejala yang minimal dan bahkan tidak disadari, sampai gangguan jalan napas dan dapat
menimbulkan kematian.
$,E
2ejala sumbatan benda asing di dalam saluran napas tergantung pada lokasi benda
asing, derajat sumbatan (total atau sebagian), siat, bentuk dan ukuran benda asing. Benda
asing yang masuk melalui hidung dapat tersangkut di hidung, nasoaring, laring, trakea dan
bronkus. Benda yang masuk melalui mulut dapat tersangkut di oroaring, hipoaring, tonsil,
dasar lidah, sinus piriormis, esoagus atau dapat juga tersedak masuk ke dalam laring,
trakea dan bronkus. 2ejala yang timbul ber3ariasi, dari tanpa gejala hingga kematian sebe-
lum diberikan pertolongan akibat sumbatan total.
$
Seseorang yang mengalami aspirasi benda asing saluran napas akan mengalami '
stadium. Stadium pertama merupakan gejala permulaan yaitu batuk-batuk hebat secara tiba-
tiba (3iolent paro1ysms o coughing), rasa tercekik (choking), rasa tersumbat di tenggorok
(gagging) dan obstruksi jalan napas yang terjadi dengan segera. ;ada stadium kedua, gejala
stadium permulaan diikuti oleh inter3al asimptomatis. /al ini karena benda asing tersebut
tersangkut, releks-releks akan melemah dan gejala rangsangan akut menghilang. Stadium
ini berbahaya, sering menyebabkan keterlambatan diagnosis atau cenderung mengabaikan
kemungkinan aspirasi benda asing karena gejala dan tanda yang tidak jelas. ;ada stadium
ketiga, telah terjadi gejala komplikasi dengan obstruksi, erosi atau ineksi sebagai akibat
&
reaksi terhadap benda asing, sehingga timbul batuk-batuk, hemoptisis, pneumonia dan abses
paru.
$,!,E,$D
Ben%a a$ing %i *aring dapat menutup laring, tersangkut di antara pita suara atau
berada di subglotis. 2ejala sumbatan laring tergantung pada besar, bentuk dan letak (posisi)
benda asing.
$
Sumbatan total di laring akan menimbulkan keadaan yang gawat biasanya kematian
mendadak karena terjadi asiksia dalam waktu singkat. /al ini disebabkan oleh timbulnya
spasme laring dengan gejala antara lain disonia sampai aonia, apnea dan sianosis.
$
Sumbatan tidak total di laring dapat menyebabkan disonia sampai aonia, batuk yang
disertai serak (croupy cough), odinoagia, mengi, sianosis, hemoptisis, dan rasa subjekti dari
benda asing (penderita akan menunjuk lehernya sesuai dengan letak benda asing tersebut
tersangkut) dan dispnea dengan derajat ber3ariasi. 2ejala ini jelas bila benda asing masih
tersangkut di laring, dapat juga benda asing sudah turun ke trakea, tetapi masih menyisakan
reaksi laring oleh karena adanya edema.
$
Ben%a a$ing +ang ter$angk#t %i trakea akan menyebabkan stridor, dapat ditemukan
dengan auskultasi (audible stridor) dan palpasi di daerah leher (palpatory thud). @ika benda
asing menyumbat total trakea akan timbul sumbatan jalan napas akut yang memerlukan
tindakan segera untuk membebaskan jalan napas. 2ejala pada dewasa umumnya sama dengan
gejala pada anak. Bila anak batuk atau dengan wheezing yang dicurigai terjadi aspirasi benda
asing di saluran napas.
$
Ben%a a$ing %i brnk#$ kebanyakan memasuki bronkus kanan karena lebih lebar dan
lebih segaris dengan lumen trakea. Benda asing dapat menyumbat secara total bronkus lobaris
atau segmental dan mengakibatkan atelektasis atau obstruksi parsial yang berungsi seperti
E
katup satu arah dimana udara dapat masuk ke paru- paru tetapi tidak dapat keluar, sehingga
menyebabkan emisema obstrukti.
$,!,?
;asien pada benda asing di bronkus umumnya datang pada ase asimptomatik
kemudian benda asing bergerak ke perier, sehingga udara yang masuk terganggu dan pada
auskultasi terdengar ekspirasi memanjang dengan mengi. 2ejala isik dapat ber3ariasi karena
perubahan benda asing, keluhan batuk kronik dan sesak napas menyerupai gejala pasien asma
atau bronkopnemonia.
?
Benda asing organik menyebabkan reaksi yang hebat pada saluran
naas dengan gejala laringotrakeobronkitis, toksemia, batuk, dan demam irregular. 4anda isik
benda asing di bronkus ber3ariasi, karena perubahan posisi dari satu sisi ke sisi lain dalam
paru.
$

(I. DIAGNOSIS
5iagnosa benda asing di saluran naas ditegakkan berdasarkan atas anamnesis yang
cermat, pemeriksaan isik, radiologis dan tindakan bronkoskopi.
!
Ana,ne$i$
6namnesa yang teliti mengenai riwayat aspirasi dan gejala inisial sangat penting dalam
diagnosis aspirasi benda asing. 2ejala dan tanda aspirasi benda asing dapat dilihat dalam tiga
tahap, yaitu episode tersedak yang akut, diikuti batuk keras dan sesak naas sampai obstruksi
jalan naas komplit, kedua episode asimptomatik, ketika benda asing tersangkut dan rele1
pernaasan melemah, sehingga diagnosis terlambat ditegakkan, ase ini sangat ber3ariasi,
tergantung dari lokasi, derajat obstruksi dan reaksi lokal yang terjadi dan terakhir, komplikasi
benda asing di jalan naas. ;ada anak-anak kadang-kadang episode tersedak belum dapat
$D
diungkapkan dengan baik oleh anak itu sendiri dan tidak disaksikan oleh orang tua atau
pengasuhnya sehingga gejalanya mirip dengan penyakit paru yang lain. 2ejala yang sering
ditemukan pada kasus aspirasi benda asing yang telah berlangsung lama antara lain batuk,
sesak naas, whee0ing, demam dan stridor. ;erlu ditanyakan juga telah berapa lama, bentuk,
ukuran dan jenis benda asing untuk mengetahui simptomatologi dan perencanaan tindakan
bronkoskopi.
!,?
Pe,erik$aan Fi$ik
;emeriksaan isik yang menyeluruh pada kasus aspirasi benda asing sangat diperlukan.
+egawatan naas atau sianosis memerlukan penanganan yang segera. ;ada jam-jam pertama
setelah terjadinya aspirasi benda asing, tanda yang bisa ditemukan di dada penderita adalah
akibat perubahan aliran udara di traktus trakeobronkial yang dapat dideteksi dengan stetoskop.
Benda asing disaluran naas akan menyebabkan suara naas melemah atau timbul suara
abnormal seperti whee0ing pada satu sisi paru-paru.
!,?
@ackson ($E'?) mebagi sumbatan bronkus dalam ) tingkat.
$
$. Sumbatan sebagian dari bronkus (by-pass valve obstruction = katup bebas). ;ada
sumbatan ini inspirasi dan ekspirasi masih terlaksana, akan tetapi salurannya sempit,
sehingga terdengar mengi, seperti pada pasien asma.
;enyebab * benda asing di dalam bronkus, penekanan bronkus dari luar, edema dinding
bronkus, serta tumor di dalam lumen bronkus.
%. Sumbatan seperti pentil. Fkspirasi terhambat, atau katup satu arah (expiratory check-
valve obtruction = katup penghambat ekspirasi). ;ada waktu inspirasi udara masih
dapat lewat, akan tetapi pada ekspirasi terhambat, karena kontraksi otot bronkus.
$$
Bentuk sumbatan ini menahan udara di bagian distal, dan proses yang berulang ketika
terjadi pernapsan mengakibatkan terjadinya emisema paru obstrukti.
;enyebab benda asing di bronkus, edema dinding bronkus pada bronkitis.
'. Sumbatan seperti pentil yang lain, ialah inspirasi yang terhambat (inspiratory check-
valve obstruction = katup poenghambat inspirasi). ;ada keadaan ini inspirasi
terhambat, sedangkan ekspirasi masih dapat terlaksana. 7dara yang terdapat di bagian
distal sumbatan akan diabsorpsi, sehingga terjadi atelaktasis paru.
;enyebab * benda asing di dalam lumen bronkus, gumpalan ingus (mucous plag),
tumor yang bertangkai.
). Sumbatan total (stop valve obstruction = katup tertutup), sehingga ekspirasi dan
inspirasi tidak dapat terlaksana. 6kibat keadaan ini ialah atelaktasis paru.
;enyebab * benda asing yang menyumbat lumen bronkus, trauma dinding bronkus.
2ambar %. Sumbatan benda asing di dalam bronkus
Pe,erik$aan Ra%i*gi$
;emeriksaan radiologis penderita aspirasi benda asing harus dilakukan. 5ianjurkan
untuk membuat oto jaringan lunak leher ;6 dan lateral posisi ekstensi dimana oto ini dapat
memperlihatkan benda asing radioopak dan kadang-kadang bahkan benda asing radiolusen
pada laring dan trakea, oto torak ;6 dan lateral, oto torak akhir inspirasi dan ekspirasi yang
$%
dapat memperlihatkan atelektasis dan emisema obstrukti dan juga dapat terlihat bukti tidak
langsung adanya benda asing radiolusen. 8elakukan luoroskopi#3ideoluoroskopi dimana
dilakukan pemeriksaan selama inspirasi dan ekspirasi pada kasus yang meragukan untuk
melihat adanya obstruksi parsial paru, dan melakukan bronkogram untuk memastikan adanya
benda asing radiolusen atau untuk menge3aluasi bronkiektasis.
%,$$,$%
5iagnosa benda asing di saluran naas dapat ditegakkan pada hampir -D" kasus.
/arus diingat bahwa tidak terdapatnya kelainan radiologis tidak berarti adanya benda asing
dapat disingkirkan. >oto torak cenderung memberikan gambaran normal pada $#' pasien yang
didiagnosa sebagai aspirasi benda asing dalam %) jam pertama kejadian. C4 Scan berguna
pada kasus yang tidak terdeteksi dengan oto sinar B, seperti benda asing kacang yang bersiat
radiolusen.
$$
6namnesis dan pemeriksaan radiologis sering menunjukkan dugaan aspirasi benda
asing, tetapi bukan diagnosa pasti. ;ada keadaan ini harus dibuktikan adanya benda asing
dengan bronkoskopi untuk diagnosis dan terapi. Bahkan Barrios et al menyarankan
bronkoskopi harus dilakukan pada anak-anak dengan riwayat gejala inisial aspirasi benda
asing (choking crisis)
$$
(II. PENATALAKSANAAN
Pen%erita %engan ben%a a$ing %i *aring harus mendapat pertolongan segera, karena
asiksia dapat terjadi dalam waktu hanya beberapa menit. Cara lain untuk mengeluarkan
benda asing yang menyumbat laring secara total ialah dengan cara perasat 8anu3er
/eimlich dapat dilakukan pada anak maupun dewasa. 8enurut teori /eimlich (hentakan
$'
subdiaragmaabdomen), benda asing yang masuk ke dalam laring ialah pada saat inspirasi.
5engan demikian paru penuh dengan udara, diibaratkan sebagai botol plastik yang tertutup,
dengan menekan botol itu, maka sumbatnya akan terlempar keluar. Suatu hentakan yang
menyebabkan peningkatan tekanan pada diaragma sehingga memaksa udara yang ada di
dalam paru- paru untuk keluar dengan cepat sehingga diharapkan dapat mendorong atau
mengeluarkan benda asing yang menyumbat jalan napas. Setiap hentakan harus diberikan
dengan tujuan menghilangkan obstruksi, mungkin dibutuhkan hentakan ? - $D kali untuk
membersihkan jalan napas.
$
+omplikasi perasat /eimlich adalah kemungkinan terjadinya ruptur lambung atau
hati dan raktur kosta. Gleh karena itu pada anak sebaiknya cara menolongnya tidak dengan
menggunakan kepalan tangan tetapi cukup dengan dua buah jari kiri dan kanan.
$
;ada sumbatan benda asing tidak total di laring perasat /eimlich tidak dapat
digunakan. 5alam hal ini penderita dapat dibawa ke rumah sakit terdekat yang memiliki
asilitas endoskopik berupa laringoskop dan bronkoskop.
$
$)
2ambar '. 2ambar ;erasat /eimlich (/eimlich 8aneu3er)
Pa$ien %engan ben%a a$ing %i trakea harus di rujuk ke rumah sakit dengan asilitas
bronkoskopi, benda di keluarkan dengan bronkoskopi secara segera pada pasien tidur
terlentang dengan posisi 4rendelenburg supaya tidak lebih turun ke bronkus, benda asing
dipegang dengan cunam yang sesuai dan dikeluarkan melalui laring, bila bronkospi tidak
tersedia, dilakukan trakeostomi dan benda asing dikeluakan memakai cunam atau alat
penghisap melalui stoma tersebut, jika tidak berhasil dirujuk ke rumah sakit dengan asilitas
endoskopi.
$
Ben%a a$ing %i brnk#$ di keluarkan dengan bronskop dan cunam yang sesuai.
4indakan ini harus segera di lakukan, apalagi benda asing bersiat organik, bila tidak dapat di
$!
keluarkan, misalnya tajam, tidak rata, dan tersangkut pada jaringan, dapat dilakukan
ser3ikotomi atau tarakotomi, antibiotik dan kortikosteroid tidak rutin diberikan setelah
endoskopi, dilakukan isioterapi dada pada kasus pnemonia, bronkitis purulenta, dan
atelektasis. ;asien dipulangkan %) jam setelah tindakan jika paru bersih dan tidak demam.
;asca bronkoskopi dibuat oto torak hanya bila gejala pulmonum tidak menghilang pada
keadaan tersebut perlu di selidiki lebih lanjut dan diobati secara tepat dan adekuat. Benda
asing juga dapat menjadi gawat pada hidung jika terisap masuk ke paru-paru, jalan napas akan
tersumbat dan terjadi sesak napas, tersedak atau suara sengau.
$
Bronkoskopi merupakan terapi pilihan untuk kasus aspirasi. ;emberian steroid dan
antibiotik preoperati dapat mengurangi komplikasi seperti edema saluran napas dan ineksi.
8etilprednisolon % mg#kg =A dan antibiotik spektrum luas yang cukup mencakup
Streptokokus hemolitik dan Staphylococcus aureus dapat dipertimbangkan sebelum tindakan
bronkoskopi.
$'
Sebenarnya tidak ada kontra indikasi absolut untuk tindakan bronkoskopi, selama hal
itu merupakan tindakan untuk menyelamatkan nyawa (life saving). ;ada keadaan tertentu
dimana telah terjadi komplikasi radang saluran napas akut, tindakan dapat ditunda sementara
dilakukan pengobatan medikamentosa untuk mengatasi ineksi. ;ada aspirasi benda asing
organik yang dalam waktu singkat dapat menyebabkan sumbatan total, maka harus segera
dilakukan bronkoskopi, bahkan jika perlu tanpa anestesi umum.
$'
Bronkoskopi ada dua macam, yaitu Bronkoskopi +aku (Rigid bronchoscope) dan
Bronkoskopi Serat Gptik (Flexible bronchoscope). Bronkoskopi kaku berbentuk tabung logam
$?
dengan sumber cahaya dibagian distal. 7kuran diameter serta panjang tabung bermacam-
macam, disesuaikan dengan penampang bronkus yang akan diperiksa.
Bronkoskopi kaku lebih baik digunakan pada kondisi *
($) ;ada anak-anak dimana glotis dan trakea masih sempit,
(%) Benda asing berada di trakea dan bronkus utama,
(') Sekret yang kental dan lengket di trakea dan bronkus utama yang merupakan benda asing
endogen.
+euntungan bronkoskopi kaku dapat terlihat jelas serta mempunyai kemampuan untuk
mencapai ujung benda asing yang tajam saat ekstraksi, dengan bantuan cunam dan teleskop,
memudahkan ekstraksi benda asing secara akurat. Sebaiknya bronkoskopi kaku tidak
digunakan pada kasus dengan aneurisma aorta, kecenderungan perdarahan, keadaan isik yang
lemah setelah hemoptisis berat dan gangguan ungsi jantung paru yang berat.
!
2ambar ). Bronkoskop +aku
Bronkoskopi serat optik akhir-akhir ini semakin banyak digunakan. Bentuknya lentur
dengan berbagai ukuran diameter untuk anak-anak dan dewasa. 7jung distalnya dapat
digerakkan dan dilengkapi dengan lensa yang sangat tajam. Sumber cahaya dengan intensitas
tinggi dihantarkan melalui kabel ganda ke alat bronkoskopi dan diteruskan ke bagian distal. 5i
samping lensa terdapat sebuah lubang tempat keluar masuknya cahaya, dan didepan lensa
$-
terdapat lubang untuk tempat keluar masuknya alat-alat seperti cunam, alat penghisap, dan gas
anestesi.
+euntungan bronkoskop serat optik, antara lain*
($) 4eknik lebih mudah, lebih aman serta adanya toleransi yang baik dari penderita,
(%) 5apat menggunakan analgesia lokal,
(') Benda asing pada bronkus nampak jelas terlihat dan dapat dimasukan ke cabang bronkus
yang tidak dapat dicapai dengan bronkoskopi kaku,
()) 5apat digerakkan untuk ekstraksi benda asing pada orang dewasa dengan lokasi paru
perier.
!,$'
2ambar !. Bronkoskop Serat Gptik
4idak ada kontraindikasi absolut dalam penggunaan bronkoskopi serat optik.
+ontraindikasi relati terutama tergantung pada keadaan umum penderita, misalnya aal
jantung dan paru yang sangat buruk, keadaan penderita yang lemah dan adanya panas tinggi.
Bronkoskopi serat optic merupakan alat yang tertutup, penderita hanya dapat bernaas melalui
rongga disekeliling alat, sehingga pada pelaksanaannya bronkoskopi serat optik harus
digunakan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan penggunaan bronkoskopi
kaku. 8eskipun bronkoskopi serat optik semakin banyak digunakan, namun bronkoskopi kaku
$&
tetap tidak ditinggalkan, karena masing-masing alat memiliki kelebihan dan kekurangan,
sehingga keduanya saling melengkapi dalam bidang endoskopi.
!,$'

2ambar ?. ;enanganan benda asing saluran naas dengan Bronkoskopi
Beberapa aktor penyulit mungkin dijumpai dan dapat menimbulkan kegagalan
bronkoskopi antara lain adalah aktor penderita, saat dan waktu melakukan bronkoskopi, alat,
cara mengeluarkan benda asing, kemampuan tenaga medis dan para medis, dan jenis anestesia.
Sering bronkoskopi pada bayi dan anak kecil terdapat beberapa kesulitan yang jarang dijumpai
pada orang dewasa, karena lapisan submukosa yang longgar di daerah subglotik menyebabkan
lebih mudah terjadi edema akibat trauma. +eadaan umum anak cepat menurun, dan cepat
terjadi dehidrasi dan renjatan. 5emam menyebabkan perubahan metabolisme, termasuk
pemakaian oksigen dan metabolisme jaringan, 3asokontriksi umum dan perusi jaringan
$E
terganggu. 6danya benda asing di saluran napas akan mengganggu proses respirasi, sehingga
benda asing tersebut harus segera dikeluarkan.
$'
;emberian kortikosteroid dan bronkodilator dapat mengurangi edema laring dan
bronkospasme pascatindakan bronkoskopi. ;ada penderita dengan keadaaan sakit berat, maka
sambil menunggu tindakan keadaan umum dapat diperbaiki terlebih dahulu, misalnya*
rehidrasi, memperbaiki gangguan keseimbangan asam basa, dan pemberian antibiotika.
+eterlambatan diagnosis dapat terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan kewaspadaan
penderita maupun orang tua mengenai riwayat tersedak sehingga menimbulkan keterlambatan
penanganan.
$'
+esulitan mengeluarkan benda asing saluran napas meningkat sebanding dengan lama
kejadian sejak aspirasi benda asing. ;ada benda asing yang telah lama berada di dalam saluran
napas atau benda asing organik, maka mukosa yang menjadi edema dapat menutupi benda
asing dan lumen bronkus, selain itu bila telah terjadi pembentukkan jaringan granulasi dan
striktur maka benda asing menjadi susah terlihat.
$'
;ada kasus yang tidak terdapat gejala sumbatan jalan napas total, maka tindakan
bronkoskopi dilakukan dengan persiapan operator, alat dan keadaan umum penderita sebaik
mungkin. Holinger menyatakan bahwa lebih baik dengan persiapan % jam, maka benda asing
dapat dikeluarkan dalam waktu % menit daripada persiapan hanya % menit tetapi akan ditemui
kesulitan selama % jam. Bila benda asing menyebabkan sumbatan jalan napas total, misalnya
benda asing di laring atau trakea, maka tindakan harus segera dilakukan untuk menyelamatkan
penderita, bila perlu dilakukan krikotirotomi atau trakeostomi lebih dahulu. @ika timbul
%D
kesulitan dalam mengeluarkan benda asing, maka dapat didorong ke salah satu sisi bronkus.
Snow menyatakan bahwa tindakan bronkoskopi tidak boleh lebih dari 'D menit.
$'
(III. KOMPLIKASI
+omplikasi dapat disebabkan oleh benda asing itu sendiri atau trauma tindakan
bronkoskopi. +omplikasi akut akibat tersangkutnya benda asing antara lain sesak naas,
hipoksia, asiksia sampai henti jantung. 2angguan 3entilasi ditandai dengan adanya sianosis.
+omplikasi kronis antara lain pneumonia, dapat berlanjut dengan pembentukan ka3itas dan
abses paru, bronkiektasis, istel bronkopleura, pembentukan jaringan granulasi atau polip
akibat inlamasi pada mukosa tempat tersangkutnya benda asing. 5apat juga terjadi
pneumomediastinum, pneumotorak.
$D,$$
+eterlambatan diagnosis aspirasi benda asing yang berlangsung lebih dari ' hari akan
menambah komplikasi seperti emisema obstrukti, pergeseran mediastinum, pneumonia dan
atelektasis.+omplikasi tindakan bronkoskopi antara lain aritmia jantung akibat hipoksia,
retensi CG% atau tekanan langsung selama manipulasi bronkus utama kiri. +omplikasi teknis
yang paling mungkin terjadi pada operator yang kurang berpengalaman adalah benda asing
masuk lebih jauh sampai ke perier sehingga sulit dicapai oleh skop, laserasi mukosa,
perorasi, atau benda asing masuk ke segmen yang tidak tersumbat pada saat dikeluarkan. Bisa
juga terjadi edema laring dan relek 3agal.+omplikasi pasca bronkoskopi antara lain demam,
iniltrat paru dan pneumotorak, yang memerlukan bantuan 3entilasi.
$D,$$
I-. PROGNOSIS
%$
/ampir seluruh benda asing di saluran napas dapat diangkat dengan bronkoskopi.
+omplikasi akan meningkat jika diagnosis maupun penatalaksanaan dilakukan setelah %) jam
kejadian.
$)
-. KESIMPULAN
Benda asing dalam suatu organ dapat terbagi atas benda asing eksogen dan benda
asing endogen. Benda asing eksogen terdiri dari 0at organik seperti kacang-kacangan, tulang,
dan lain-lain; dan 0at anorganik seperti peniti, jarum dan lain-lain. Benda asing endogen
contohnya krusta, nanah, sekret kental, darah atau bekuan darah, dan mekonium
>aktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda asing pada saluran napas adalah
usia, jenis kelamin, aktor kejiwaan (emosi,dan gangguan psikis) kegagalan mekanisme
proteksi, aktor kecerobohan, misalnya kebiasaan menaruh benda di mulut, makan dan minum
tergesa-gesa.
Benda asing organik seperti kacang mempunyai siat higroskopik, mudah jadi
lunak,mengembang oleh air serta dapat menyebabkan iritasi pada mukosa, mukosa bronkus
edema, meradang dapat terjadi jaringan granulasi disekitar benda asing, sehingga gejala
sumbatan bronkus menghebat timbul laringotrakeobrokitis, toksemia,batuk, dan demam yang
iregular.
Benda asing anorganik menimbulkan reaksi jaringan lebih ringan, dan lebih mudah
didiagnosis dengan pemeriksaan radiologi. Benda asing yang berasal dari metal dan tipis
seperti jarum, peniti, dapat masuk ke dalam bronkus yang lebih distal dengan memberikan
gejala batuk spamodik.
Seseorang yang mengalami aspirasi benda asing saluran napas akan mengalami '
stadium. Stadium pertama yaitu 3iolent paro1ysms o coughing, choking, gagging dan
%%
obstruksi jalan napas dengan segera. Stadium kedua, gejala stadium permulaan diikuti oleh
inter3al asimptomatis. Stadium ketiga, telah terjadi gejala komplikasi dengan obstruksi,
erosi atau ineksi sebagai akibat reaksi terhadap benda asing.
5iagnosa benda asing di saluran napas ditegakkan berdasarkan atas anamnesis yang
cermat, pemeriksaan isik, radiologis dan tindakan bronkoskopi. +omplikasi dapat disebabkan
oleh benda asing itu sendiri atau trauma tindakan bronkoskopi. +omplikasi akut akibat
tersangkutnya benda asing antara lain sesak naas, hipoksia, asiksia sampai henti jantung.
DAFTAR PUSTAKA
%'
$. @uni0a 8/. Benda 6sing di Saluran 9apas. 5alam * Buku 6jar =lmu +esehatan
4elinga, /idung, 4enggorok, +epala dan Ceher.@akarta ; >+ 7=, %D$% * h.%'%-%)'
%. 6nsori = dan ;radjoko =. (emaja dengan 6spirasi @arum ;entul di Bronkus +iri. @urnal
+edokteran Syah +uala. %DD-; '* h. $'$-$)D
'. /igler B6. 6natomi dan >isiologi Caring. BGF=S * Buku 6jar ;enyakit 4/4. Fdisi ?.
@akarta ; F2C, $EE-* h.'?E-'--, )!!-)&!
). Sherwood C. Sistem ;ernapasan. >isiologi 8anusia* dari Sel ke Sistem. Fdisi %.
@akarta; F2C,%DD$* h. )$D-)$!
!. >itri > dan ;rijadi @. Bronkoskopi dan Fkstraksi @arum ;entul pada 6nak. Bagian 4/4-
+C. ;adang; >+ 7ni3ersitas 6ndalas* h. $-&
?. >itri >., 9o3ialdi, (o0a H. +eterlambatan 4indakan Bronkoskopi ;ada Suspek Benda
6sing di Bronkus. @urnal. >+ 7ni3ersitas 6ndalas, %DD&* h.$-&
-. 8uluk 6. ;ertahanan Saluran 9apas. 5alam* 8ajalah +edokteran 9usantara Aolume
)%. Sumatera; >+ 7S7, 8aret %DD-* h.!!-!&
&. >itri > dan 9el3ia 4. Fkstraksi Benda 6sing Campu CF5 di Bronkus dengan
Bronkoskop +aku. Bagian 4/4-+C. ;adang; >+ 7ni3ersitas 6ndalas* h.$-?
E. Shubha 68, 5as +. 4racheobronchial oreign bodies in inants. =nternational @ournal
o ;ediatric Gtorhinolaryngology %DDE; p.-'* $'&!-&E
$D. 5oody 5;,85. >oreign Body 6spiration. Surgery o 4rachea and Bronchi. /ermes C.
2rillo, =lustrans by Fdith 4agrin. %DD)* p.-%!--'?
%)
$$. Saragih 6( dan 6liandri. Benda 6sing +acang di 4rakea. 5alam* 8ajalah +edokteran
9usantara Aolume )D. Sumatera; >+ 7S7, 8aret %DD-* h.-!-&D
$%. 6doga 66., +okong 55., 8a:an 5/. Fndobronchial 8etallic >oreign body in a
9igerian child* 8anagement 5iiculties and the 9eed or caution* a case report. Cases
@ournal o Gtorhinolaryngology 7nit, @os 7ni3ersity. %DDE* p.$-)
$'. 6lma0ini ;. ;enatalaksanaan Benda 6sing di Saluran 9apas. >ebruary, %D$D* h.$-$D
$). >itri > dan ;ulungan (. Fkstraksi Benda 6sing (+acang 4anah) di Bronkus dengan
Bronkoskop +aku. Bagian 4/4-+C. ;adang; >+ 7ni3ersitas 6ndalas* h.$-&
%!