Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA II


MATERI
KARBOHIDRAT
Disusun Oleh :
Kelompok : II / SELASA SIANG
1. ADELLA LINRA PRISCILIA NIM. 21030113120029
2. FADHIL RIFQI PRATAMA NIM. 2103
3. RIDHA CINDA OKTIAN NIM. 2103
LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II
TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA II
MATERI
KARBOHIDRAT
Disusun Oleh :
Kelompok : II / SELASA SIANG
1. ADELLA LINRA PRISCILIA NIM. 21030113120029
2. FADHIL RIFQI PRATAMA NIM. 2103
3. RIDHA CINDA OKTIAN NIM. 2103
LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II
TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
KARBOHIDRAT
ii
LEMBAR PENGESAHAN
1. Materi : Karbohidrat
2. Anggota
1. Nama Lengkap : Adella Linra Priscilia
NIM : 21030113120029
Jurusan : Teknik Kimia
Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Diponegoro
2. Nama Lengkap : Fadhil Rifqi Pratama
NIM : 2103
Jurusan : Teknik Kimia
Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Diponegoro
3. Nama Lengkap : Ridha Cinda Oktian
NIM : 2103
Jurusan : Teknik Kimia
Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Diponegoro
Telah disahkan pada :
Hari :
Tanggal :
Semarang, Juni 2014
Asisten Laboratorium Dasar Teknik Kimia II
Muhammad Widad Faz
21030112130093
KARBOHIDRAT
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan
hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan resmi Praktikum Dasar
Teknik Kimia I dengan lancar dan sesuai dengan harapan kami.
Ucapan terima kasih juga kami ucapkan kepada :
1. Ibu Ir. C. Sri Budiyati, MT selaku Dosen Penanggung Jawab
Laboratorium Dasar Teknik Kimia II.
2. Segenap Asisten Laboratorium Dasar Teknik Kimia II yang telah
membimbing sehingga tugas laporan resmi ini dapat terselesaikan.
3. Laboran Laboratorium Dasar Teknik Kimia II yaitu Bapak M.Rustam
dan Ibu Dini yang telah membantu pada saat berlangsungnya
Praktikum.
4. Teman-teman yang membantu baik dalam segi waktu maupun motivasi
dan semangat.
Laporan resmi Praktikum Dasar Tekinik Kimia II ini berisi materi tentang
karbohidrat. Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan
sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Tujuan dari
percobaan yaitu menyusun rangkaian alat analisa karbohidrat (pati) dan
mengoperasikannya, serta memahami reaksi-reaksi yang terjadi pada bahan
organik serta cara menganalisa secara kuantitatif dan menentukan kadar
karbohidrat (pati) pada suatu bahan sesuai dengan prosedur yang benar.
Laporan resmi ini merupakan laporan resmi terbaik terbaik yang saat ini bisa
kami ajukan, namun kami menyadari pasti ada kekurangan yang perlu kami
perbaiki. Maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami
harapkan.
Semarang, Juni 2014
Penyusun
KARBOHIDRAT
iv
INTISARI
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang banyak dijumpai di alam yang
terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Rumus empiris dari senyawa
karbohidrat adalah CH2O. Menurut ukuran molekulnya karbohidrat dibagi menjadi 3
yaitu Monosakarida, Disakarida dan Polisakarida. Karbohidrat memiliki peran penting
dalam tubuh manusia antara lain sebagai sumber energi utama, proses metabolisme,
keseimbangan asam dan basa dalam tubuh, proses pencernaan dsb. Pati terdiri atas
Amilosa (20%) dan Amilopektin (80%).
Bahan yang digunakan adalah sampel jagung (pakan burung), fehling A dan fehling
B, NaOH 1N, HCl 1N, glukosa anhidris, metilen blue dan aquadest. Alat yang digunakan
yaitu timbangan, buret, magnetic stirrer plus heater, waterbath, labu leher tiga,
thermometer, pendingin leibig, klem, statif dan pipet volume. Hal yang dilakukan yaitu
mempersiapkan sampel jagung (pakan burung), pembuatan larutan glukosa standart,
standarisasi larutan fehling dan penentuan kadar pati.
Hasil yang kami peroleh dari uji kadar pati yaitu pada menit ke 0,30,60, dan 90
lebih kecil dari kadar karbohidrat yaitu 0,05375;0,1025;0,16125 dan 0,11375
dibandingkan kadar teoritis yang kami temukan yaitu 0,737. Hal ini disebabkan karena
dipengaruhi oleh suhu, waktu dan katalisator sehingga menyebabkan kadar yang kami
temukan lebih kecil dari kadar teoritisnya. Semakin lama waktu hidrolisa maka kadar
glukosa akan semakin besar terjadi pada menit ke 0-60 sedangkan menit ke 90 terjadi
penurunan kadar glukosa yang disebabkan karena glukosa yang dihasilkan menjadi
pecah bahkan berubah menjadi arang. Reagen yang digunakan pada uji kadar
karbohidrat yaitu fehling A, fehling B, NaOH, HCl, glukosa anhidris dan metilen blue.
Metode Lane-Eynnon merupakan metode yang baik dalam mengestimasi hilangnya gula,
metode ini berdasarkan penentuan volume dari suatu larutan test. Metode Luff-Schoorl
memiliki tingkat kesalahan tidak sampai 10% dan metode ini menggunakan reagen
alkalin yang mengandung garam tembaga (Cu
2+
ion). Sebagai saran, berhati-hati dalam
merangkai dan melepas alat serta pengamatan warna saat TAT harus teliti agar hasilnya
tepat.
KARBOHIDRAT
v
SUMMARY
Carbohydrates are organic compounds that are found in nature, consisting of the
elements carbon, hydrogen, and oxygen. Empirical formula of a compound of
carbohydrates is CH2O. According to molecular size is divided into 3 namely
carbohydrates Monosaccharides Disaccharides, and Polysaccharides. Carbohydrates
have an important role in the human body such as the main source of energy, the process
of metabolism, acid and alkaline balance in the body, the digestive process etc. Starch is
made up of Amylose (20%) and Amylopectin (80%).
The material used is a sample of corn (feed the birds), Fehling A and Fehling B, 1N
NaOH, 1N HCl, glucose anhidris, methylene blue and distilled water. The tools used are
scales, burette, plus heater magnetic stirrer, water bath, three-neck flask, thermometer,
cooling Leibig, clamps, stative and pipette volume. Things that are done that is preparing
a sample of corn (feed birds), the manufacture of glucose standard solution,
standardization of fehling solution and the determination of the levels of starch..
The results we obtained from testing the starch content is at minute 0,30,60, and 90
less than the carbohydrate content is 0.05375; 0.1025; 0.16125 and 0.11375 compared to
the theoretical level we found that 0,737. This is because affected by temperature, time
and catalyst causing the levels that we found are smaller than the theoretical levels. The
longer time of hydrolysis the glucose levels will be even greater in the 0-60 minute to the
90 minute, while a decrease in glucose levels caused by the resulting glucose to be
broken even turned into charcoal. Reagents used in the testing of levels of carbohydrates
namely fehling A, fehling B, NaOH, HCl, glucose anhidris and methylene blue.
Lane-Eynnon method is a good method to estimate the loss of the sugar, the method is
based on the determination of the volume of a test solution. Luff-Schoorl method has an
error rate less than 10%, and this method using a reagent containing alkaline salts of
copper (Cu
2 +
ions). As a suggestion, be careful in assembling and removing the tool as
well as observations of color when the TAT should be careful so that the result is right.
KARBOHIDRAT
vi
DAFTAR ISI
KARBOHIDRAT
vii
DAFTAR TABEL
KARBOHIDRAT
viii
DAFTAR GAMBAR
KARBOHIDRAT
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Secara Alamiah,Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan
bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Zat
makanan ini merupakan sumber energi bagi organisme heterotrof (makhluk hidup
yang memperoleh energi dari sumber senyawa organik di lingkungannya).
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang banyak dijumpai di alam yang
terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.
Berdasarkan Gugus Gula penyusunnya, karbohidrat di bagi menjadi
3,yaitu: Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus
gula.Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula.Polisakarida
adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula,dan rata-rata terdiri dari
lebih 10 gugus gula. Sumber karbohidrat berasal dari
jagung,gandum,biji-bijian,sagu,ketela pohon,ketela rambat,kentang dan ubi.
Karbohidrat memiliki beberapa peran penting dalam tubuh
manusia,antara lain adalah sebagai sumber energi utama, berperan penting dalam
proses metanolisme, menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh, dan
pembentuk struktur sel,jaringan,serta organ tubuh, membantu proses pencernaan
makanan dalam prose pencernaan, membantu penyerapan kalsium, merupakan
pembentuk senyawa lainnya,misalnya sebagai asam lemak sebagai penyusun
lemak dan asam amino sebagai penyusun protein, sebagai komponen penyusun
gen dalam inti sel yang amat penting dalam pewarisan sifat serta membantu
proses berlangsungnya buang air besar.
1.2. Tujuan Praktikum
1.2.1. Tujuan Instruksional Umum
1. Mampu menyusun rangkaian alat dan mengoperasikannya, serta
memahami reaksi- reaksi yang terjadi pada bahan organik serta cara
menganalisa secara kuantitatif.
KARBOHIDRAT
2
1.2.2. Tujuan Instruksional Khusus
1. Menyusun rangkaian alat analisa karbohidrat (pati) dan
mengoperasikannya, serta memahami reaksi-reaksi yang terjadi pada
bahan organik serta cara menganalisa secara kuantitatif.
2. Menentukan kadar karbohidrat (pati) pada suatu bahan sesuai dengan
prosedur yang benar.
1.3. Manfaat Praktikum
1.3.1. Manfaat Instruksional Umum
1. Mahasiswa mampu menyusun rangkaian alat dan mengoperasikannya,
serta memahami reaksi-reaksi yang terjadi pada bahan organik serta cara
menganalisa secara kuantitatif.
1.3.2. Manfaat Instruksional Khusus
1. Mahasiswa mampu menyusun rangkaian alat analisa karbohidrat (pati)
dan mengoperasikannya, serta memahami reaksi-reaksi yang terjadi pada
bahan organik serta cara menganalisa secara kuantitatif.
2. Mahasiswa mampu menentukan kadar karbohidrat (pati) pada suatu
bahan sesuai dengan prosedur yang benar.
KARBOHIDRAT
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang banyak dijumpai di alam
yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Rumus empiris dari
senyawa karbohidrat adalah CH2O. Senyawa karbohidrat merupakan polihidroksi
aldehid dan keton atau turunannya.
Menurut ukuran molekulnya, karbohidrat dibagi menjadi :
1. Monosakarida : merupakan karbohidrat yang paling sederhana
Contoh : glukosa, galaktosa, fruktosa, ribosa
2. Disakarida : terdiri dari dua satuan monosakarida
Contoh : sukrosa, maltosa, selobiosa, laktosa
3. Polisakarida : terdiri dari banyak satuan (lebih dari delapan satuan)
contoh : pati, selulosa, pektin, kitin, dll.
Sifat umum karbohidrat :
1. Senyawa karbohidrat dari tingkat yang lebih tinggi dapat diubah menjadi
tingkat yang lebih rendah dengan cara menghidrolisa.
2. Gugus hemiasetal (keton maupun aldehid) mempunyai sifat pereduksi.
3. Gugus-gugus hidroksil pada karbohidrat juga bertabiat serupa dengan yang
terdapat pada gugus alkohol lain.
Pati
Pati terdiri dari 2 macam senyawa, yaitu:
a. Amilosa ( 20%)
Yang mempunyai sifat larut dalam air panas.
Amilosa merupakan polimer linier dari D glukosa yang dihubungkan secara
1,4
KARBOHIDRAT
4
Tiap molekul amilosa terdapat 250 satuan glukosa.
Hidrolisis parsial menghasilkan maltosa (dan oligomer lain) sedangkan
hidrolisis lengkap hanya menghasilkan D-glukosa.
Molekul amilosa membentuk spiral di sekitar molekul I2 dan antaraksi
keduanya akan menimbulkan warna biru. Hal ini digunakan sebagai dasar uji
Iod pada pati.
b. Amilopektin ( 80%)
Mempunyai sifat tidak larut dalam air.
Struktur bangun dari senyawa amilopektin hampir sama dengan amilosa,
perbedaannya rantai amilopektin mempunyai percabangan.
Rantai utama amilopektin mengandung 1,4D-glukosa, dan percabangan rantai
mengandung 1,6 D-glukosa. Tiap molekul mengandung 1000 satuan
glukosa.
CH2OH
O
CH2OH
OH
CH2OH
OH
CH2
OH
~
CH2OH
OH
CH2OH
OH
CH2OH
OH
~
KARBOHIDRAT
5
Hidrolisa parsial dari amilopektin dapat menghasilkan oligosakarida yang disebut
dekstrin, yang sering digunakan sebagai perekat (lem), pasta, dan kanji tekstil.
Hidrolisa lanjut dari dekstrin dapat menghasilkan maltosa dan isomaltosa.
Hidrolisa lengkap amilopektin hanya menghasilkan D-glukosa.
Amilopektin dekstrin
Maltosa + isomaltosa D.glukosa
H2O , H
+
H2O , H
+
H2O , H
+
KARBOHIDRAT
6
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat dan Bahan
Bahan
1. Sampel Jagung (Pakan Burung) : 10 gram
2. Fehling A : 50 ml
3. Fehling B : 50 ml
4. NaOH 1N : 50 ml
5. HCl 1N : 100 ml
6. Glukosa Anhidris : 1,25 gr 500 ml
7. Metilen Blue : Secukupnya
8. Aquadest : Secukupnya
Alat
1. Timbangan
2. Buret
3. Magnetic stirrer plus heater
4. Waterbath
5. Labulehertiga
6. Thermometer
7. Pendinginleibig
8. Klem
9. Statif
10. Pipetvolum
KARBOHIDRAT
7
3.2. Gambar Alat
Gambar : Rangkaian alat
Keterangan :
1. Magnetic stirrer plus heater
2. Waterbath
3. Labulehertiga
4. Thermometer
5. Pendinginleibig
6. Klem
7. Statif
3.3. Cara Kerja
Analisa kadar pati :
- Persiapan bahan :
A. Sampel padat
Tumbuk dan haluskan sampel padat. Hilangkan kadar airnya
menggunakan oven sampai berat sampel menjadi konstan. Timbang
10 gram.
- Standarisasi Larutan Fehling
Larutan fehling A sebanyak 5 ml dan larutan fehling B 5 ml dicampur, lalu
ditambah 15 ml larutan glukosa standart dari buret. Campuran dididihkan
1
4
5
6
3
2
7
KARBOHIDRAT
8
pada suhu 180
0
C. Tambahkan 3 tetes indikator metilen blue. Larutan
dititrasi dengan glukosa standar dari warna biru hampir hilang sampai
warna merah bata.Volume glukosa standart yang dibutuhkan (F).
- Penentuan kadar pati
10 gr pati dilarutkan dalam 100 ml HCl 1 N pada labu takar. Campuran
dimasukkan ke dalam labu leher tiga. Larutan dipanaskan pada suhu
100
0
C selama 1 jam dengan skala pengadukan 3. Setelah itu didinginkan,
diencerkan dengan aquades sampai 50 ml, dan dinetralkan. Diambil 5ml,
diencerkan sampai 100 ml, diambil 5 ml. Kemudian dititrasi : 5 ml sampel
+ 5 ml fehling A + 5 ml fehling B + 15 ml glukosa standar, dipanaskan
sampai mendidih pada suhu 180
0
C lalu ditambahkan 3 tetes indikator MB.
larutan dititrasi dengan glukosa standar dari warna biru hampir hilang
hingga warna berubah menjadi merah bata . Catat kebutuhan titran (M ml).
Hitung kadar pati. Yang perlu diperhatikan, proses titrasi dilakukan dalam
keadaan mendidih (di atas kompor), titrasi efektif dilakukan maksimal 1
menit
Dengan B = 50 ml, jika ingin diperoleh kadar pati dikalikan dengan 0,9.
Keterangan :
X = hasil glukosa, dalam bagian berat pati.
F = larutan glukosa standart yang diperlukan.
M = larutan glukose standart yang digunakan untuk menitrasi sampel.
N = gr glukose / ml larutan standart = 0,0025 gr/ml.
W = berat pati yang dihidrolisis, gram
B = volume larutan suspensi pati dalam reaktor yang dihidrolisa
Pembuatan larutan fehling :
a. Larutan Fehling A.
Dibuat dengan melarutkan 34,639 gram CuSO4.5H2O dalam 500 ml
aquades. Zat padat yang tidak lart disaring.
KARBOHIDRAT
9
b. Larutan Fehling B
Dibuat dengan malarutkan 172 gram Kalium Natrium Tartrat
(KNaC4H4O6.4H2O) dan 50 gram NaOH dalam aquades sampai
volumenya menjadi 500ml lalu dibiarkan selama 2 hari. Selanjutnya
larutan disaring dengan wol glass.
Pembuatan Larutan Glukosa standart :
Dibuat dengan melarutkan 1,25 gram glukosa anhidris dengan air suling
sampai volume 500 ml.
KARBOHIDRAT
10
4.2.2. Hubungan Kadar Glukosa vs Waktu Hidrolisa
Berdasarkan grafik tersebut, penelitian yang kami lakukan pada berbagai
variabel waktu dengan mengkondisikan pada pH 7 (netral). Hasil hidrolisis
dianalisis pada interval waktu 30 menit menunjukkan bahwa dengan semakin
lamanya waktu hidrolisis, maka kadar glukosa yang dihasilkan semakin tinggi.
Namun, pada menit ke 0 sampai ke 60 menit hidrolisis terjadi peningkatan kadar
glukosa yang besar dan setelah waktu hidrolisis dilanjutkan lebih dari 60 menit
atau pada menit ke 90 terjadi penurunan kadar glukosa. Penurunan kadar gllukosa
ini disebabkan karena glukosa yang dihasilkan menjadi pecah bahkan berubah
menjadi arang. Sehingga perlu diperhatikan waktu saat melakukan hidrolisa
supaya tidak berlebihan. Hal itulah yang menyebabkan penurunan pada kadar
glukosa.
(Alia Yumeko,2013)
(N Lestu,2010)
4.2.3. Fungsi Reagen yang digunakan pada Uji Karbohidrat, yaitu :
1. Fehling A
Pereaksi ini dapat direduksi selain oleh karbohidrat yang mempunyai
sifat mereduksi, juga dapat direduksi oleh reduktor lain. Pereaksi fehling terdiri
KARBOHIDRAT
11
atas dua larutan yaitu larutan fehling A dan larutan fehling B. Larutan fehling A
adalah larutan CuSO4 dalam air. Larutan ini disimpan terpisah dari larutan
fehling B dan baru dicampur menjelang digunakan untuk memeriksa suatu
karbohidrat. Dalam pereaksi ini ion Cu
2+
direduksi menjadi ion Cu
+
yang dalam
suasana basa akan diendapkan sebagai Cu2O.
(A Suri,2013)
2. Fehling B
Larutan fehling B adalah larutan garam K-Na-tartrat dan NaOH dalam air.
Larutan fehling B disimpan terpisah dari larutan fehling A dan baru dicampur
menjelang digunakan untuk memeriksa suatu karbohidrat. Sehingga
K-Na-tartrat dan NaOH didalam larutan fehling B digunakan untuk
menghasilkan warna merah bata bersamaan dengan pencampuran fehling A.
Berikut reaksi pembentukan fehling dan uji fehling :
CuSO4 + 2NaOH Cu(OH)2 + Na2SO4
(A Suri,2013)
KARBOHIDRAT
12
(Febriyanti Intan,2013)
3. Natrium Hidroksida (NaOH)
Penambahan Natrium Hidroksida (NaOH) bertujuan untuk menetralkan
larutan agar tidak terlalu bersifat asam. Karena pada pH asam akan
menyebabkan hasil titrasi menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Sedangkan
pada pHnya terlalu basa(tinggi) akan menyebabkan hasil titrasi menjadi lebih
rendah dari yang seharusnya.
(Herman Musalim,2013)
4. Asam Klorida (HCl)
Penambahan larutan HCl berfungsi sebagai pemberi suasana asam pada
larutan amilum. Suasana asam diberikan pada larutan amilum disebabkan
karena pada suasana asam, monosakarida relatif stabil sedangkan disakarida
dapat dihidrolisis menjadi monosakarida penyusunnya baik secara enzimatis
maupun kimiawi. Selain itu pemanasan pada kondisi asam bisa mempercepat
hidrolisis disakarida.
(Tantodanardwi, 2013)
(Kumalasarievhy, 2012)
4.2.4. Perbandingan Metode Analisa Glukosa Lane-Eynon Dengan Luff-Schoorl
1. Lane Eynon
Metode yang pendek dan singkat ini sering digunakan karena merupakan
metode yang paling akurat dalam mengestimasi hilangnya gula. Metode ini
berdasarkan dari penentuan volume dari larutan test yang dibutuhkan untuk secara
komplit mengurangi volume yang diketahui dari suatu reagen alkalin tembaga.
Titik akhir titrasi dapat diindikasikan dengan penggunaan indikator internal, yaitu
metilen blue.
Metode Percobaan (Preparasi Sampel)
1. Sampel seberat 12,5 gr dilarutkan dalam air
2. Tambahkan 25 ml dari 10% larutan timbal asetat netral
KARBOHIDRAT
13
3. Tambahkan beberaoa cream alumina dan dibuat menjadi 250 ml
didalam labu takar
4. Larutan diaduk dan kemudian disaring
5. 10 ml larutan kalium oxalate 10% dibuat menjadi 100 ml, kemudian
dibuat menjadi 500 ml, diaduk dan disaring
Prosedur
1. 10 ml dari campuran reagen Fehling diletakkan kedalam labu
erlenmeyer 250 ml
2. Larutan gula dimasukkan kedalam buret dan digatungkan diatas labu
erlenmeyer
3. 15 ml dari larutan gula ditambahkan kedalam labu erlenmeyer dan
dipanaskan sampai mendidih
4. Larutan didihkan selama kira-kira 15 detik dan larutan gula
ditambahkan dengan cepat sampai warna biru hampir hilanh
5. 2-5 tetes dari larutan metilen blue 1% ditambahkan dan proses
pemanasan dilanjutkan
6. Larutan gula kembali ditambahkan sampai titrasi selesai dan menjadi
warna merah bata
Keuntungan : merupakan metode yang paling akurat dalam mengestimasi
hilangnya gula
Kerugian :
1. Hasilnya bergantung pada waktu yang presisi
2. Temperatur dan konsentrasi reagen yang digunakan harus sangat
diperhatikan
3. Tidak bisa secara langsung menentukan konsentrasi gula non pereduksi
4. Tidak bisa dibedakan antara tipe-tipe dari gula pereduksi
United State Department of Agriculture
www.aquaculture.urgent.be
2. Luff-Schoorl
KARBOHIDRAT
14
Metode ini menggunakan reagen alkalin yang mengandung garam tembaga
(Cu
2+
ion). Setelah mendidihkan reagen ini dengan larutan gula pereduksi, Kalium
Iodida (KI) dan asam sulfat (H2SO4) ditambahkan setelah larutan reagen menjadi
dingin. Pengukuran karbohidrat yang merupakan gula pereduksi dengan metode
Luff-Schoorl ini didasarkan pada reaksi sebagai berikut
R-CHO + 2Cu
2+
R-COOH + Cu2O
2Cu
2+
+ 4I
-
Cu2I2 + I2
2S2O3
2-
+ I2 S4O6
2-
+ 2I
-
Monosakarida akan mereduksikan CuO dalam larutan Luff menjadi CuO.
Kelebihan CuO akan direduksi dengan KI berlebih, sehingga dilepaskan I2. I2
yang dibebaskan tersebut dititrasi dengan larutan Na2S2O3. Pada dasarnya prinsip
metode analisa yang digunakan adalah Iodometri karena kita akan menganalisa I2
bebas untuk dijadikan dasar penetapan kadar.
Prosedur Percobaan
1. Pembuatan Larutan Luff-Schoorl
Larutkan 148,3 gr Na2CO3 anhidrat dalam 300 ml air suling sambil
diaduk, ditambahkan 50 gr asam sitrat monohidrat yang telah diaduk
dengan 50 ml air suling. Tambahkan 25 gr CuSO4.5H2O yang
dilarutkan dengan 100 ml air suling. Pindahkan larutan tersebut
kedalam labu ukur 1 liter.
2. Penentuan kadar gula dengan metode Luff-Schoorl
a. Timbang 5 gr sampel kedalam erlenmeyer 500 ml
b.Tambahkan larutan HCl 3% sebanyak 200 ml dan didihkan selama 1
jam
c. Dinginkan dan netralkan dengan larutan NaOH 30% dan tambahkan
sedikit larutan CH3COOH 3%
d.Memindahkan larutan kedalam labu ukur 500 ml, encerkan dengan
air suling sampai volume 500 ml
KARBOHIDRAT
15
e. Tambahkan 10 ml filtrate kedalam erlenmeyer 500 ml, tambahkan 25
ml larutan Luff-Schoorl dan beberapa batu didih dan 15 ml air
suling
f. Panaskan campuran tersebut dengan panas yang konstan sampai
mendidih selama 10 menit, kemudian didinginkan dengan cepat
dalam wadah es
g.Setelah dingin tambahkan perlahan-lahan 15 ml larutan KI 20% dan
25 ml H2SO4 25%
h.Titrasi secepatnya dengan larutan Na-tiosulfat 0,1 N sampai warna
kuning hilanh. Tambahkan sedikit indikator kanji 1%. Lanjutkan
titrasi sampai warna biru hilang.
Kelebihan :
1. Baik untuk menentukan kadar karbohidrat yang berukuran sedang
2. Merupakan metode terbaik untuk mengukur kadar karbohidrat dengan
tingkat kesalahan sebesar 10%
Kekurangan :
1. Komposisi yang konstan. Hal ini diketahui dari penelitian A. M. Maiden
yang menjelaskan bahwa hasil pengukuran yang diperoleh dibedakan oleh
pembuatan reagen yang berbeda
KARBOHIDRAT
16
DAFTAR PUSTAKA
A.O.A.C., Oficial Method of Analysis of the A.O.A.C., II ed, P.539-540,
Washington.D.C., 1970.
Anonim. 2011. Analysis Carbon.
http://www.aquaculture.ugent.be/Education/Course
material/online%20courses/ATA/analysis/carbmon.htm. Diakses pada 7 Mei
2014.
Anonim. 2012. Food Analysis.
http://www.scribd.com/doc/39341176/Food-Analysis. Diakses pada 7 Mei
2014.
Groggins, PH, Unit Processes in Organic Synthesis, 5ed, pp.750-783, Mc Graw
Hill Book Company Inc, New York, 1950.
Intan, Febriyanti. 2013. Reaksi terhadap Aldehid.
http://www.slideshare.net/innfebria/reaksi-terhadap-aldehid. Diakses pada 14
Mei 2014.
Kerr, R.W., Chemistry and Industry of Strach 2ed, pp.375-403, Academic Press,
Inc, New York, 1950.
Kumalasariehy. 2012. Laporan Praktikum Uji Karbohidrat.
http://kumalasarievhy.wordpress.com/2012/12/17/laporan-praktikum-uji-karboh
idrat/. Diakses pada 7 Mei 2014.
Mursalim, Herman. 2013. Kadar.
http://organiksmakma3a12.blogspot.com/2013/03/kadar.html. Diakses pada 14
Mei 2014.
Rochmawatin, Naily. 2010. Pengaruh Konsentrasi Enzim dan lama Sakarifikasi
pada Hidrolisis Enzimatis terhadap Produksi Sirup Glukosa dari Pati Ubi Kayu.
http://lib.uin-malang.ac.id/files/thesis/fullchapter/05530010.pdf/. Diakses pada
10 Mei 2014.
Woodman, A., Food Analysis, 4ed, pp.264-265, Mc Graw Hill Book Company
Inc, New York, 1941.
KARBOHIDRAT
A-1
DATA HASIL PERCOBAAN
LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
MATERI : KARBOHIDRAT
I. VARIABEL
A. Variabel Bebas
Waktu (0, 30, 60, 90 menit)
B. Variabel Terikat
Glukosa anhidris (15 mL)
pH = 7
II. BAHAN DAN ALAT
A. Bahan
1. Sampel Jagung (Pakan Burung) : 10 gram
2. Fehling A : 50 ml
3. Fehling B : 50 ml
4. NaOH 1N : 50 ml
5. HCl 1N : 100 ml
6. Glukosa Anhidris : 1,25 gr 500 ml
7. Metilen Blue : Secukupnya
8. Aquadest : Secukupnya
B. Alat
1. Timbangan
2. Buret
3. Magnetic stirrer plus heater
4. Waterbath
5. Labulehertiga
6. Thermometer
7. Pendinginleibig
KARBOHIDRAT
A-2
8. Klem
9. Statif
10. Pipetvolum
III. CARA KERJA
Analisa kadar pati :
- Persiapan bahan :
B. Sampel padat
Tumbuk dan haluskan sampel padat. Hilangkan kadar airnya
menggunakan oven sampai berat sampel menjadi konstan. Timbang
10 gram.
- Standarisasi Larutan Fehling
Larutan fehling A sebanyak 5 ml dan larutan fehling B 5 ml dicampur, lalu
ditambah 15 ml larutan glukosa standart dari buret. Campuran dididihkan
pada suhu 180
0
C. Tambahkan 3 tetes indikator metilen blue. Larutan
dititrasi dengan glukosa standar dari warna biru hampir hilang sampai
warna merah bata.Volume glukosa standart yang dibutuhkan (F).
- Penentuan kadar pati
10 gr pati dilarutkan dalam 100 ml HCl 1 N pada labu takar. Campuran
dimasukkan ke dalam labu leher tiga. Larutan dipanaskan pada suhu
100
0
C selama 1 jam dengan skala pengadukan 3. Setelah itu didinginkan,
diencerkan dengan aquades sampai 50 ml, dan dinetralkan. Diambil 5ml,
diencerkan sampai 100 ml, diambil 5 ml. Kemudian dititrasi : 5 ml sampel
+ 5 ml fehling A + 5 ml fehling B + 15 ml glukosa standar, dipanaskan
sampai mendidih pada suhu 180
0
C lalu ditambahkan 3 tetes indikator MB.
larutan dititrasi dengan glukosa standar dari warna biru hampir hilang
hingga warna berubah menjadi merah bata . Catat kebutuhan titran (M ml).
Hitung kadar pati. Yang perlu diperhatikan, proses titrasi dilakukan dalam
keadaan mendidih (di atas kompor), titrasi efektif dilakukan maksimal 1
menit
KARBOHIDRAT
A-3
Dengan B = 50 ml, jika ingin diperoleh kadar pati dikalikan dengan 0,9.
Keterangan :
X = hasil glukosa, dalam bagian berat pati.
F = larutan glukosa standart yang diperlukan.
M = larutan glukose standart yang digunakan untuk menitrasi
sampel.
N = gr glukose / ml larutan standart = 0,0025 gr/ml.
W = berat pati yang dihidrolisis, gram
B = volume larutan suspensi pati dalam reaktor yang dihidrolisa
Pembuatan larutan fehling :
a. Larutan Fehling A.
Dibuat dengan melarutkan 34,639 gram CuSO4.5H2O dalam 500 ml
aquades. Zat padat yang tidak lart disaring.
b. Larutan Fehling B
Dibuat dengan malarutkan 172 gram Kalium Natrium Tartrat
(KNaC4H4O6.4H2O) dan 50 gram NaOH dalam aquades sampai
volumenya menjadi 500ml lalu dibiarkan selama 2 hari. Selanjutnya
larutan disaring dengan wol glass.
Pembuatan Larutan Glukosa standart :
Dibuat dengan melarutkan 1,25 gram glukosa anhidris dengan air suling
sampai volume 500 ml.
KARBOHIDRAT
B-1
LEMBAR PERHITUNGAN
A. Standarisasi Larutan Fehling
V1 = 12,8 ml
V2 = 12,2 ml
V rata-rata = 12,5 ml
B. Penentuan Kadar Pati
1. 0 Menit
2. 30 Menit
3. 60 Menit
KARBOHIDRAT
B-2
4. 90 Menit
C. Penentuan Kadar Pati
1. 0 Menit
2. 30 Menit
3. 60 Menit
4. 90 Menit
KARBOHIDRAT
C-1
LEMBAR PERHITUNGAN REAGEN
1. Berat NaoH 1 N
2. Volume HCl 1 N
KARBOHIDRAT
REFFERENSI
Kandungan Nutrisi Jagung pada Bahan Pakan Ternak
Jagung merupakan tanaman semusim dengan siklus hidup 80-150 hari. Pada
umumnya tinggi tanaman jagung mencapai 1-3m bahkan ada yang mencapai 6m. jagung
meerupakan energi utama bagi ternak karena kandungan pati jagung lebih dari 60-80%
dan mudah dicerna karena kandungan serat kasar relatif rendah. Pati jagung berbentuk
amilosa amilopektin. Jagung mengandung xantofil yang berguna untuk meningkatkan
kepekatan warna kuning pada kaki ayam dan kuning telur. Kandungan lemak jagung
lebih tinggi 3% disbanding sorgum, gandum, gaplek dan beras. Protein pada jagung
hanya 8,5%.
Berikut adalah besarnya persentase jagung dalam ransum :
- Jagung : 55%
minyak : 2%
- Dedak : 9%
fosfat : 1%
- Protein nabati : 25%
bahan lain : 4%
- Protein hewani : 4%
Sentra penghasil jagung terbesar di Indonesia adalah daerah Gorontalo sedangakan
sentra pengolahan jagung terbesar di Indonesia berada di Lampung dan Jawa Timur.
Sentra penghasil jagung terbesar di dunia berada di Meksiko selatan. Harga jagung per kg
di daerah Sumatera Utara mencapai Rp. 2.100/kg, di jawa tengah Rp. 3.500/kg, di
Yogyakarta Rp. 1.900- Rp.2.000/kg. harga jagung pipilan dengan kadar air rendah dijual
dengan harga Rp. 2.200/kg Rp. 2.350/kg.
Kandungan gizi dalam 100 gr jagung adalah sebagai berikut :
- Kalori : 355 kal
- Protein : 9,2 gr
- Lemak : 3.9 gr
- Karbohidrat : 73,7 gr
- Kalsium : 10 mg
- Posfor : 256 mg
- Besi : 2,4 mg
- Vitamin A : 510 SI
- Vitamin B1 : 0,38 mg
- Air : 12 gr
http://intannursiam.wordpress.com/2009/12/01/kandungan-nutrisi%C2%A0jagungbk-ked
elaidedakonggok/
KARBOHIDRAT
http://eprints.undip.ac.id/16660/4/9-BAB_IV_Hasil_dan_Pembahasan.pdf
Fehling A
KARBOHIDRAT
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/35164/4/Chapter%20II.pdf
Fehling B
KARBOHIDRAT
http://www.slideshare.net/innfebria/reaksi-terhadap-aldehid
by Febriyanti Intan, Student at Universitas Gadjah Mada on Jun 26, 2013
Glukosa Anhidris
Glukosa anhidris dilarutkan dalam aquades guna mendapatkan glukosa standar.
Larutan tersebut perlu distandarisasi terlebih dahulu karena merupakan larutan standar
sekunder, di mana normalitasnya dapat berubah (sesuai volume dan massa)
N = M eq
= m1000/(BM V) eq
= 1,25x1000/180x500 . 1
= 0,1 N
Normalitasnya adalah 0,1 N
Larutan glukosa standar digunakan untuk melakukan titrasi terhadap larutan yang
sudah diberi fehling A dan fehling B. Glukosa merupakan aldehid dan reduktor kuat
sehingga akan mereduksi fehling menajdi Cu2O dan membentuk endapan merah bata,
(Reff: www.wikipedia.org)
Munculnya endapan merah bata
Larutan glukosa standar berfungsi untuk menitrasi larutan fehling A dan fehling B
yang telah bercampur dengan sampel. Glukosa tersebut akan mereduksi fehling menjadi
Cu2O sehingga membentuk ebdapan merah bata.
(Reff: David S, Page, 153)
Cara kerja larutan fehling
Bila larutan fehling A dan fehling B dicampur dengan volume yang sama maka
KARBOHIDRAT
dihasilakn larutan yang berwarna biru tua. Adanya glukosa atau heksosa pada karbohidrat
mereduksi larutan fehling menjadi Cu2O dan meimbulkan adanya warna merah bata.
Sehingga adanya karbohidrat pada suatu sampel dapat diidentifikasi menggunakan larutan
fehling.
http://chemeng-author.blogspot.com/2010/08/laporan-resmi-karbohidrat.html
Metilen Blue
Konsentrasi gula pereduksi dalam bahan pangan dapat ditentukan berdasarkan
kemampuannya untuk mereduksi pereaksi lain. Analisis metode ini dilakukan secara
volumetri dengan titrasi/tetrimetri. Kegunaan metode ini untuk menentukan gula reduksi
dalam bahan padat dan cair. Metode ini didasarkan pada reaksi reduksi pereaksi fehling
oleh gula-gula perduksi. Penetapan gula pereduksi adalah pengukuran volume larutan
pereduksi standar yang dibutuhkan untuk mereduksi pereaksi tembaga (III) oksida
(Cu2O). Udara yang mempengaruhi reaksi dikeluarkan dari campuran reaktan dengan
cara mendidihkan selama titrasi.
Titik akhir titrasi ditunjukkan dengam metilen blue yang warnanya akan hilang karena
adanya kelebihan gula.
Reaksi kimia yang terjadi selama analisis
R-COH (gula pereduksi) +CU2+ RCOOH (gula teroksidasi) +CU+
Pereaksi :
Fehling A berisi tembaga (III) yaitu CuSO4 . 5H2O dan H2SO4
Fehling B berisi garam Rochelle atau potasium sodium tartat tetrahidrat
http://riristripurnawati.blogspot.com/2012/10/analisis-karbohidrat_17.html
HCl
Tiga bentuk karbohidrat yang terpenting, terdiri dari monosakarida, oligosakarida
dan polisakarida. Pada suasana asam, monosakarida relatif stabil. Sedangkan disakarida
dapat dihidrolisis menjadi monosakarida penyusunnya baik secara enzimatis maupun
kimiawi. Pemanasan pada kondisi asam mempercepat hidrolisis disakarida.
Percobaan ini bertujuan untuk menguji hihdrolisis pada beberapa jenis karbohidrat baik
perlakuan dengan pemanasan maupun perlakuan dalam suasana asam dan alkali.
Pengujian ini pada prinsipnya adalah menghidrolisis 2 jenis karbohidrat baik dalam
suasana asam dengan penambahan HCl dan suasana alkali dengan penambahan NaOH
kemudian dipanaskan, setelah dipanaskan kemudian ditetesi benedict lalu kembali
dipanaskan kembali. Diperoleh hasil bahwa disakarida yang digunakan yaitu sukrosa
yang ditambahkan dengan HCl menunjukkan adanya reaksi positif dan terdapat endapan
yang berarti mengalami hidrolisis. Sukrosa yang ditambahkan dengan NaOH maupun
aquades tidak menunjukkan adanya reaksi hidrolisis. Pada glukosa terdapat endapan, baik
dengan penambahan NaOH, HCl maupun aquades. Hal ini menunjukkan adanya reaksi
positif bahwa glukosa yang diberi tetesan NaOH, HCl dan aquades juga dapat
terhidrolisis.
http://tantodanardwi.blogspot.com/2013/08/karbohidrat-pengaruh-asam-dan-alkali.html
Natrium Hidorksida (NaOH)
Penambahan HCl bertujuan agar karbohidrat dapat terhidrolisis sempurna.
Polimer karbohidrat merupakan suatu polimer yang sulit untuk bereaksi sehingga dengan
penambahan asam, polimer tersebut akan terpecah menjadi monomer- monomer yang
akan lebih mudah untuk bereaksi dengan senyawa lainnya. Setelah itu, dinginkan lalu
masukkan larutan kedalam labu ukur 100 ml. Masukkan NaOH 60 % hingga larutan
berubah warna menjadi orange. Tambahkan kedalam labu ukur akuades hingga mencapai
KARBOHIDRAT
batas. Penambahan NaOH 60% bertujuan untuk menetralkan larutan agar tidak terlalu
bersifat asam. pH asam akan menyebabkan hasil titrasi menjadi lebih tinggi dari yang
seharusnya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya reaksi oksidasi ion iodide menjadi I2.
O2 + 4I
-
+ 4H
+
2I2 + 2H2O
Sedangkan apabila pH nya terlalu basa ( tinggi ) akan menyebabkan hasil titrasi
menjadi lebih rendah dari yang seharusnya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya reaksi I2
yang terbentuk dengan air ( hidrolisis ).
http://organiksmakma3a12.blogspot.com/2013/03/kadar.html
Geplaas 21st March 2013 deur Herman Mursalim
Waktu Hidrolisis
Hasil penelitian Ikbal (2010), bahwa proses delignifikasi pada jerami padi, terjadi
pada kondisi operasi terbaik konsentrasi NaOH 10% pada suhu 100C dengan waktu
delignifikasi selama 24 jam. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dikaji, pengaruh
delignifikasi limbah ongkol jagung untuk produksi bioetanol. Proses Delignifikasi
Menimbang serbuk tongkol jagung sebanyak 10 gram, kemudian dimasukkan ke dalam
gelas kimia. Larutan natrium hidroksida dengan konsentrasi 10 %. Parameter yang
diamati adalah rendemen selulosa tongkol jagung. Sebanyak 100 ml NaOh ditambahkan
ke dalam gelas kimia yang berisi serbuk tongkol jagung, kemudian diaduk dengan rata
sampai merendam serbuk tongkol jagung. Perendaman dilakukan selama 12, 16, 20, 24,
28, dan 32. Setelah itu, disaring dengan menggunakan kain saring. Endapan dicuci
dengan air sampai pH 7 selanjutnya dimasukkan ke dalam cawan petri, dekeringkan pada
suhu ruang. Produksi Gula (Ikbal, 2010) Perlakuan hasil delignifikasi waktu dan
konsentrasi terbaik dilakukan pada proses hidrolisis. Menimbang serbuk tongkol jagung
yang telah didelignifikasi sebanyak 5 gram, dimasukkan ke dalam erlenmeyer.
Ditambahkan larutan asam sulfat 10% sebanyak 75 ml. Proses hidrolisis dilakukan pada
suhu 100C selama 210 menit.
http://www.slideshare.net/ailaaishiteru/tugas-bioetanol-jurnal
Aila yumeko, 2013
KARBOHIDRAT
DIPERIKSA
KETERANGAN
TANDA
TANGAN
NO TANGGAL