Anda di halaman 1dari 28

i

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


PROGRAM STUDI GEOFISIKA JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA

MAKALAH METODE KOMPUTASI
ANALISIS GEMPA DI BENUA AFRIKA
PER 11 JANUARI 2003-19 OKTOBER 2012









Disusun Oleh:
Arriqo Fauqi Romadlon
13/353624/PA/15721

Dosen Pengampuh:
Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito


YOGYAKARTA
JULI
2014

ii
KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji kehadirat Allah SWT yang telah memberikan keyakinan, ilmu pengetahuan,
dan petunjuk untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Segenap rasa syukur tak lupa
tetap tercurahkan kepada-Nya atas semua nikmat, pertolongan, dan karunia-Nya, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah metode komputasi yang sederhana ini.
Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito selaku
dosen yang mengampuh mata kuliah Metode Komputasi, terima kasih juga kami ucapkan
kepada orang tua atas doa dan dukunganya serta teman-teman da semua pihak yang telah
membantu hingga terselesaikannya makalah ini.
Segala kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata. Kami hanyalah seorang manusia
biasa yang pasti memiliki kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun
sangat diperlukan agar makalah ini menjadi lebih baik dan bermanfaat. Semoga praktikan
juga tidak lupa mengucapkan syukur sebagai wujud penghambaan kepada-Nya.

Yogyakarta, 3 Juli 2014

Arriqo Fauqi Romadlon


iii
DAFTAR ISI

JUDUL .......................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR .............................................................................................................ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................1
A. Latar Belakang ................................................................................................................1
B. Tujuan .............................................................................................................................2
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN..........................................................................................3
A. Pengertian........................................................................................................................3
1. Gempa Bumi..............................................................................................................3
2. Benua Afrika..............................................................................................................3
B. B-Value..........................................................................................................................12
C. Peta Dasar, Peta Kontur, dan Peta Kedalaman..............................................................14
D. Time Series dan Periodogram .......................................................................................17
BAB III PENUTUP ...............................................................................................................24
A. Kesimpulan....................................................................................................................24
REFFERENSI.........................................................................................25







1
BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Afrika adalah benua terbesar kedua dunia dan kedua terbanyak penduduknya setelah
Asia. Dengan luas wilayah 30.224.050 km termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika
meliputi 20,3% dari seluruh total daratan Bumi. Dengan 800 juta penduduk di 54 negara,
benua ini merupakan tempat bagi sepertujuh populasi dunia.
Plato dan pegunungan banyak terdapat di Afrika bagian Selatan.Kawasan tersebut
banyak memiliki mata air dan aliran sungai dengan ketinggian antara 500 - 1.200 m dari
permukaan laut.Plato dan pegunungan di Afrika yang terkenal adalah Plato Umbagi dan Plato
Tassilin-Ajjer di Sahara, Plato Shaba di bagian Tenggara, Plato Lunda dan Plato Drakensberg
di bagian Selatan, Dataran Tinggi Ethiopia di sebelah Timur, serta Plato Angola di bagian
tengah.Pegunungan yang terdapat di Afrika, yaitu Pegunungan Atlas yang membentang dari
Pantai Barat Laut Afrika hingga Tunisia dan Pegunungan Cape di bagian Selatan.Gunung di
Afrika pada umumnya tidak aktif, namun masih ada beberapa yang aktif.Adapun titik
tertinggi Afrika berada di Gunung Kilimanjaro (5.894 m) di Afrika Timur yang selalu
tertutup salju. Dari beberapa gunung yang masih aktif itulah masih sering terjadi gempa
vulkanik, selain itu gempa tektonik sering terjadi di Afrika bagian Utara karena Negara-
negara di Afrika sebelah utara terletak di perbatasan lempeng samudra Atlantik dan lempeng
benua Asia, Negara-negara tersebut meliputi Negara Libiya, Al-Jazair, Nigeria, dll.
Gempa bumi sendiri adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi
akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang
seismik.Gempa bumi biasa terjadi di sebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng
bumi, aktivitas sesar di permukaan bumi, pergerakan geomorfologi secara lokal contohnya
terjadi runtuhan tanah, aktivitas gunung api, ledakkan nuklir. Kata gempa bumi juga di
gunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita
walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena
pergerakkan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.Gempa bumi terjadi setiap hari di
bumi, namun kebanyakan yang terjadi adalah gempa kecil dan tidak menyebabkan
kerusakkan apa-apa.Gempa bumi kecil dapat mengiringi gempa bumi besar, dan dapat terjadi

2
sebelum atau sesudah gempa bumi besar tersebut. Gempa bumi di ukur dengan alat
Seismometer. Gempa bumi di bagi menjadi berbagai macam, yaitu : gempa bumi vulkanik,
gempa bumi tektonik, gempa bumi runtuhan, dan gempa bumi buatan.
Di Afrika sendiri kebanyakan gempa bumi disebabkan oleh gempa tektonik dan
gempa vulkanik, gempa tektonik di Afrika kebanyakan terjadi pada Afrika bagian utara yaitu
tempat bertemunya lempeng Eurasia dan Lempeng Afrika, selain itu juga terdapat ertemuan
antara lempeng Arabian dengan lempeng Afrika, sedangkan untuk gempa vulkanik sendiri
banyak terjadi di Afrika bagian tengah dan timur karena di bagian itu banyak terdapat gunung
dan pegunungan, dengan adanya makalah ini akan di analisa siklus gempa pada benua Afrika
dari tanggal 11 Januari 2003 hingga 19 Oktober 2012, dimana nantinya dapat diketahui waktu
pengulangan gempa terbesar sehingga dapat digunakan sebagai cara untuk melakukan mitigsi
bencana.

B. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui nilai B-value gempa di benua Afrika.
2. Menentukan runtutan waktu (Time Series) gempa di benua Afrika.
3. Menentukan Periodogram gempa di benua Afrika.
4. Mengetahui siklus gempa terbesar.
5. Mengetahui besarnya energi gempa.
















3

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

A. Pengertian
1. Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi karena adanya
getaran, terutama yang berasal dari dalam lapisan-lapisan bumi.Gempa Bumi memiliki
hiposentrum atau jarak fokus gempa, yaitu titik atau garis tempat peristiwa yang
menimbulkan terjadinya gempa, letaknya di dalam litosfer pada kedalaman yang bervariasi,
di laut Jawa tercatat hiposentrum dalamnya 700 km, sedangkan gempa di lepas pantai barat
Sumatra, Selatan Jawa, dan Nusa Tenggara kedalamannya sekitar 50 km. episentrum gempa,
yaitu titik atau garis di permukaan bumi atua permukaan laut tempat gelombang permukaan
mulai dirambatkan, atau tempat gelombang primer dan sekunder pertama kali mencapai
permukaan bumi atau laut.
Gelombang gempa bumi, dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a) Gelombang longitudinal atau gelombang primer adalah gelombang gempa yang
dirambatkan dari hiposentrum melalui lapisan litosfer secara menyebar dengan
kecepatan antara 7-14 km per detik, mempunyai periode antara 5-7 detik. Gelombang
ini adalah gelombang yang pertama kali dicatat oleh seismograf.
b) Gelombang transversal atau gelombang sekunder adalah gelombang gempa yang
bersama-sama dengan gelombang primer dirambatkan dari hiposentrum ke segala
arah dalam lapisan litosfer dengan kecepatan antara 4-7 km per detik dan mempunyai
periode 11-13 detik. Karena kecepatan gelombang transversal lebih kecil daripada
gelombang longitudinal, maka gelombang transversal dicatat di seismograf setelah
gelombang primer.
c) Gelombang panjang atau gelombang permukaan adalah gelombang gempa yang
dirambatkan mulai dari episentrum menyebar ke segala arah di permukaan dengan
kecepatan rambat antara 3,5 3,9 km per detik dan mempunyai periode yang besar.

4
Gelombang gempa panjang inilah yang mengiringi gelombang primer dan gelombang
sekunder dan merupakan gelombang perusak bumi.
Gempa Bumi juga memiliki, Pleistosista yaitu garis khayal yang membatasi sekitar
episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat dari gempa bumi. Kemudian Isoseista
yang merupakan garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat tentang kerusakan fisik
yang sama akibat dari suatu gempa, dan biasanya ditandai dengan angka romawi yang
menunjukkan skala kekuatan gempa. Isoseista yang berdekatan dengan episentrum diberi
angka romawi yang lebih besar dari sekitarnya. Juga Homoseista adalah garis khayal pada
permukaan bumi yang mencatat besarnya gelombang gempa primer pada waktu yang sama.
A. Faktor Terjadinya Gempa Bumi
1. Berdasarkan peristiwa yang menyebabkan terjadinya gempa dibedakan menjadi 3
yaitu :
a) Gempa vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas gunung api.
Gempa ini tidak begitu hebat. Sumber kekuatan gempa bumi vulkanik hanya berasal
dari aktivitas magma gunung api. Gempa vulkanik biasanya hanya dapat dirasakan
oleh penduduk yang tinggal di sekitar gunung yang meletus.
b) Gempa tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh dislokasi atau perpindahan
pergeseran lapisan bumi yang tiba-tiba terjadi dalam struktur bumi sebagai akibat
adanya tarikan atau tekanan. Pergeseran lapisan bumi dapat secara vertikal ataupun
secara horizontal.Gempa tektonik dapat menimbulkan kerusakan yang parah apabila
episentrumnya dangkal.
c) Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor,
runtuhnya atap gua atau terowongan di bawah tanah. Intensitas gempa runtuhan
sangat kecil sehingga gempa ini tidak akan terasa pada jarak yang jauh.

2. Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya gempa bumi dibedakan menjadi 3 yaitu :
a) Gempa dangkal adalah gempa yang kedalaman hiposentrumnya kurang dari 50 km
dari permukaan bumi. Gempa dangkal pada umumnya menimbulkan gempa yang
sangat besar.
b) Gempa intermedier atau gempa sedang adalah gempa bumi yang hiposentrumnya
pada kedalaman antara 50 300 km dari permukaan bumi.
c) Gempa dalam adalah gempa bumi yang kedalaman hiposentrumnya antara 300 700
km dari permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya tidak membahayakan.

5
Getaran gempa bumi merambat dari hiposentrum dan menyebar ke segala arah dalam
wujud getaran gelombang primer dan sekunder. Sedangkan dari episentrum terjadi
rambatan getaran gempa di permukaan bumi dalam bentuk gelombang panjang.
B. Skala Kekuatan Gempa Bumi
Skala kekuatan gempa bumi diukur berdasarkan kuat atau lemahnya getaran.Kekuatan
gempa bumi umumnya dinyatakan dengan skala Richter.Skala Richter didasarkan pada alat
pengukur gempa bumi, yaitu seismograf Wood Anderson.Hasil pengukuran alat pengukur
gempa bumi ini dengan cepat dapat diketahui berapa kekuatan gempa dan jarak antara lokasi
pengamat dengan sumber gempa.
Magnitudo gempa adalah sebuah besaran yang menyatakan besarnya energi seismik
yang dipancarkan oleh sumber gempa. Besaran ini akan berharga sma, meskipun dihitung
dari tempat yang berbeda. Skala yang kerap digunakan untuk menyatakan magnitudo gempa
ini adalah Skala Richter (Richter Scale). Secara umum, magnitudo dapat dihitung
menggunakan formula berikut:

adalah magnitudo, adalah amplitudo gerakan tanah (dalam mikrometer)
adalah periode gelombang
adalah jarak pusat gempa atau episenter
adalah kedalaman gempa
dan adalah faktor koreksi yang bergantung pada kondisi lokal & regional
daerahnya
Skala kekuatan gempa bumi tidak hanya skala Richter saja, tetapi ada juga skala
Mercalli dan skala Omori.Pada skala Richter, kekuatan gempa diukur berdasarkan getaran
magnitudo.Akan tetapi, pada skala Mercalli dan skala Omori berdasarkan tahapan yang
berkaitan dengan intensitas gempa.Untuk mengukur intensitas kekuatan gempa, ada beberapa
macam skala, antara lain :
1. Skala kekuatan gempa bumi menurut C.F. Richter
Skala Richter adalah skala logaritmis, dan setiap selisih satu skala perbedaan energi adalah
31,5 kali lebih besar.

6
C.F. Richter menyusun skala gempa bumi berdasarkan skala magnitudo (ukuran besarnya
gempa) dengan menggunakan klasifikasi angka 0 sampai 8.Semakin besar angkanya, maka
semakin besar magnitudonya.
Cara menentukan intensitas gempa menurut Richter adalah menggunakan jarak dan besaran
amplitudo.Berikut ini adalah tabel skala kekuatan gempa bumi menurut C.F. Richter.
No. Magnitudo Klasifikasi secara umum
1 78 Bencana nasional (national disaster)
2 77 - 8 Gempa besar (major earth quake)
3 76 - 7 Gempa destruktif (destructiveearth quake)
4 76 - 6 Gempa merusak (damaging earth quake)
5 74 - 5 Gempa keras (stronglyearth quake)
6 73 - 4 Gempa kecil (small quake)
7 0 - 3 Goncangan kecil (small shock quake)

Skala Richter terdapat pada pesawat pengukur antara lain pesawat Anderson. Dengan
model pesawat ini orang dengan cepat dapat membaca kekuatan atau magnitudo gempa, jarak
episentrum dari pengamatan, serta besarnya amplitudo getaran gempa.Jika jarak episentrum
300 km, dengan arah 30, sedangkan amplitudo menunjukkan 10 mm, maka kekuatan gempa
(magnitudo) gempa adalah 5 pada skala Richter.
2. Skala kekuatan gempa bumi menurut Mercalli
Mercalli menyusun skala gempa bumi berdasarkan skala intensitas gempa.Intensitas
gempa suatu tempat adalah kekuatan gempa ditaksir berdasarkan eek geologis dan efeknya
terhadap bangunan-bangunan dan manusia.Skala Mercalli disusun dengan menggunakan
angka romawi. Berikut ini adalah tabel skala gempa bumi menurut Mercalli :
No. Intensitas Klasifikasi secara umum

7
1 I
Getaran tidak dapat dirasakan oleh semua orang, kecuali
orang yang sangat peka terhadap getaran
2 II
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang
bergantung bergoyang
3 III
Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terutama lebih satu
lantai dan kendaraan yang sedang berhenti agak bergerak
4 IV
Getaran dirasakan oleh banyak orang, pecah belah, daun
jendela bergetar, dinding berbunyi karena pecah
5 V
Getaran dirasakan oleh setiap penduduk. Barang-barang
banyak yang berjatuhan, tiang tampak bergoyang, dan bandul
jam dinding berhenti
6 VI
Getaran dirasakan oleh setiap penduduk dan pada umumnya
penduduk terkejut. Meja dan kursi bergerak, cerobong asap
pabrik rusak
7 VII
Getaran terasa agak kuat dan setiap orang keluar rumah.
Bangunan banyak yang rusak, cerobong asap pabrik pecah
dan getaran dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan
8 VIII
Getaran terasa kuat. Dinding bangunan dapat lepas dari
rangka rumah dan meja kursi terlempar, orang yang sedang
naik kendaraan terganggu keseimbangannya
9 IX
Getaran terasa sangat kuat. Kerangka rumah banyak yang
terlepas, rumah tampak bergeser, instalasi air minum banyak
yang putus
10 X
Getaran agak dahsyat. Dinding rumah tergeser dari
pondasinya, tanah terbelah, rel kereta api tampak melengkung
dan banyak tanah longsor
11 XI
Getaran terasa dahsyat. Bangunan roboh, jembatan putus, rel
kereta api semuanya melengkung, pipa dalam tanah bengkok
12 XII
Getaran terasa dahsyat. Bangunan hancur berkeping-keping,
permukaan tanah bergelombang, banyak benda-benda yang
terlempar ke udara

3. Skala kekuatan gempa bumi menurut Omori

8
Skala gempa menurut Omori secara umum hampir sama dengan skala kekuatan gempa
yang ditulis oleh Mercalli, yaitu :
No. Derajat Klasifikasi secara umum
1 I Getaran lunak, tidak dirasakan oleh semua orang
2 II Getaran sedang, banyak orang terbangun karena bunyi
barang-barang yang pecah dan bunyi jendela atau pintu
berderit karena bergoyang
3 III Getaran yang agak kuat, pintu dan jendela terbuka
4 IV Getaran kuat, gambar di dinding berjatuhan dan dinding
retak-retak
5 V Getaran sangat kuat, dinding dan atap runtuh
6 VI Rumah-rumah banyak yang roboh
7 VII Terjadi kerusakan umum

Dalam menentukan magnitudo, tidak ada keseragaman materi yang dipakai kecuali
rumus umumnya, yaitu persamaan di atas tadi. Untuk menentukan misalnya, orang dapat
memakai data amplitudo gelombang badan (P dan S) dari sebarang fase seperti P, S, PP, SS,
pP, sS (yang jelas dalam seismogram). Seismogram yang dipakaipun dapat dipilih dari
komponen vertikal maupun horisontal (asal konsisten). Demikian juga untuk penentuan .
Oleh karena itu, kiranya dapat dimengerti bahwa magnitudo yang ditentukan oleh institusi
yang berbeda akan bervariasi, walaupun mestinya tidak boleh terlalu besar.Namun demikian,
tampaknya ada hubungan langsung antara m
b
dan M
s
, yang secara empiris ditulis sebagai:


2. Benua Afrika
Afrika adalah tempat tinggal manusia yang paling awal, dari benua ini manusia
kemudian menyebar ke benua-benua lain. Afrika adalah tempat di mana garis evolusi kera

9
menjadi berbeda dari protohuman tujuh juta tahun yang lalu.Afrika merupakan satu-satunya
benua yang ditinggali nenek moyang manusia hingga sekitar dua juta tahun lampau ketika
Homo erectus berkembang ke luar Afrika menuju Eropa dan Asia. Lebih dari 1,5 juta tahun
kemudian, populasi dari tiga benua itu mengikuti evolusi yang berlainan sehingga mereka
menjadi spesis yang berbeda. Yang di Eropa menjadi Neanderthal, yang di Asia tetap Homo
erectus, tetapi yang di Afrika berevolusi menjadi Homo sapiens.

Dipisahkan dari Eropa oleh Laut Tengah,
Afrika menyatu dengan Asia di ujung timur lautnya
melalui Terusan Suez yang memiliki lebar 130 km.
Semenanjung Sinai yang dimiliki oleh Mesir sering
dianggap secara geopolitis sebagai bagian dari Afrika.
Dari ujung paling utara, Cape Spartel di Maroko, di
3721 lintang Utara, ke ujung paling selatan, Cape
Agulhas di Afrika Selatan, 345115 lintang Selatan,
terbentang jarak sekitar 8000 km; dari ujung
paling barat, Cape Verde, 173322 bujur Barat,
sampai ujung paling timur, Ras Hafun di Somalia, 512752 bujur Timur, jaraknya sekitar
7.400 km. Panjang garis pantainya 26.000 km (sebagai perbandingan, Eropa, yang memiliki
luas 9.700.000 km memiliki garis pantai 32.000 km.
1. Letak, Luas, dan Batas:
Benua Afrika terletak di sebelah Barat Daya Benua Asia.Pada masa lalu, Benua
Afrika dan Benua Asia menyatu, namun karena
adanya pembangunan kanal atau terusan di Suez
(Mesir), akhirnya kedua benua tersebut terpisah
oleh perairan. Luas wilayah Benua Afrika
mencapai 29.800.540 km atau hampir
seperlima dari luas wilayah daratan dunia . batas-
batas wilayah berikut ini:
Sebelah Utara berbatasan dengan Laut
Tengah atau Laut Mediterania dan Benua Eropa.
Gambar 1. Peta Geokronologi Afrika
Gamabr 2. Peta Benua Afrika

10
Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Merah dan Samudra Hindia.
Sebelah Selatan dan Barat ber-batasan dengan Samudra Atlantik.

2. Kondisi Fisik
Afrika merupakan benua yang unik, wilayahnya dilalui oleh tiga garis lintang utama,
yaitu garis khatulistiwa (0), garis balik Utara (23LU), dan garis balik Selatan
(23LS).Sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi dan bergurun.Meski
demikian, terdapat juga kawasan-kawasan subur di dataran rendah, misalnya di Lembah
Sungai Nil dan Lembah Sungai Zaire yang merupakan lembah sungai terbesar kedua setelah
Lembah Sungai Amazone.
Iklim:
Kondisi fisik Afrika tersebut memengaruhi variasi iklim yang terjadi. Di daerah
pantai, iklimnya dipengaruhi oleh iklim laut, di daerah 0 terdapat iklim tropis yang basah
sehingga banyak terjadi hujan,sedangkan di bagian Utara dan Selatan mendapat pengaruh
angin gurun sehingga beriklim subtropis yang kering. Khusus di bagian Utara, sedikit
terpengaruh iklim Laut Mediteran.
Gurun:
Persebaran gurun di Benua Afrika dapat dijumpai di sekitar garis balik Utara dan
garis balik Selatan.Kawasan gurun di bagian Selatan memiliki posisi atau letak yang lebih
tinggi bila dibandingkan dengan kawasan gurun di bagian Utara.Namun begitu, gurun di
bagian Utara memiliki wilayah yang lebih luas.Gurun di wilayah Utara dikenal dengan
sebutan Gurun Sahara ( 9.065.000 km), membentang dari Senegal di Barat hingga Kenya di
Timur.Adapun gurun di wilayah Selatan, yaitu Gurun Kalahari dan Gurun Namibia.
Gunung,
pegunungan, dan plato:
Plato dan pegunungan
banyak terdapat di Afrika bagian
Selatan.Kawasan tersebut banyak
memiliki mata air dan aliran sungai
dengan ketinggian antara 500 -
Gambar 3. Peta Geomorfologi Afrika

11
1.200 m dari permukaan laut.Plato dan pegunungan di Afrika yang terkenal adalah Plato
Umbagi dan Plato Tassilin-Ajjer di Sahara, Plato Shaba di bagian Tenggara, Plato Lunda dan
Plato Drakensberg di bagian Selatan, Dataran Tinggi Ethiopia di sebelah Timur, serta Plato
Angola di bagian tengah.Pegunungan yang terdapat di Afrika, yaitu Pegunungan Atlas yang
membentang dari Pantai Barat Laut Afrika hingga Tunisia dan Pegunungan Cape di bagian
Selatan.Gunung di Afrika pada umumnya tidak aktif, namun masih ada beberapa yang
aktif.Adapun titik tertinggi Afrika berada di Gunung Kilimanjaro (5.894 m) di Afrika Timur
yang selalu tertutup salju.
Sungai dan danau:
Afrika banyak memiliki sungai besar.Sungai-sungai terkenal di Afrika adalah Sungai
Nil yang panjangnya 6.500 km (terpanjang di dunia), Sungai Kongo, Sungai Orange di Afrika
Selatan, Sungai Niger di Nigeria, dan Sungai Zambesi di Zambia.Beberapa aliran sungai
tersebut dibendung untuk irigasi dan pembangkit listrik, misalnya bendungan Aswan yang
membendung Sungai Nil dan bendungan Akosombo yang membendung Sungai Volta di
Ghana.Danau-danau di Afrika, yaitu Danau Victoria ( 69.484 km) merupakan danau
terbesar di Afrika, Danau Tanganyika, Danau Mobutu, Danau Rudolf, Danau Chad, dan
Danau Zambesi.Selain itu, Afrika juga memiliki banyak air terjun besar, yaitu air terjun
Tuguela di Afrika Selatan (984 m) dan air terjun Victoria (108 m) di Zimbabwe.
Flora dan fauna:
Kondisi flora dan fauna terkait
dengan kondisi iklimnya.Di kawasan
iklim hujan tropis (di bagian Afrika
Tengah) terdapat variasi tumbuhan
dan hutan hujan yang sangat lebat.Di
bagian Utara dan Selatan (subtropis)
terdapat stepa dan sabana yang luas,
sedangkan di kawasan gurun hanya
terdapat stepa dan tumbuhan
kaktus.Kondisi alam Benua Afrika
sangat mendukung penyebaran
fauna.Afrika mempunyai banyak jenis
Gambar 4. Peta Geologi Bena Afrika

12
fauna, terutama hewan mamalia besar.Fauna khas Afrika, yaitu addax, zarafah, zebra, antilop,
kuda nil, badak, dan gajah.Meskipun mempunyai kemiripan fisik dengan hewan-hewan
sejenis di Asia, namun hewan-hewan Afrika memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih besar
daripada hewan-hewan sejenis di Asia.
B. B-VALUE
Istilah b-value berasal dari Hukum Gutenberg-Richter yang menunjukkan
hubungan antara magnitudo dengan jumlah total gempa bumi pada suatu daerah dan periode
waktu tertentu yang mendekati magnitudo tersebut. Hubungan ini awalnya diusulkan oleh
Charles Francis Richter dan Beno Gutenberg. Secara mengejutkan, hubungan ini ternyata
kuat dan tidak bervariasi secara signifikan dari satu daerah ke daerah lain atau dari waktu ke
waktu.
B-value umumnya konstan dan bernilai 1.0 pada daerah yang aktif secara seismik.
Artinya, untuk setiap gempa dengan magnitudo 4, akan ada 10 gempa dengan magnitudo 3
dan 100 gempa dengan magnitudo 2 terjadi 1000 gempa. Terdapat beberapa variasi pada
nilai b-value dengan jangkauan 0.5 sampai 1.5, tergantung dari keadaan tektonik dari daerah
tersebut.Pengecualian penting adalah selama gempa dalam kawanan (kejadiannya banyak),
dan ketika itulah b-valueakan naik sampai 2.5 yang menandakan proporsi gempa minor yang
bahkan lebih besar daripada gempa mayor. Nilai b-value yang berbeda secara signifikan dari
1 mungkin menunjukkan bahwa ada masalah dengan kumpulan data.Contohnya, datanya
tidak lengkap atau mengandung kesalahan dalam perhitungan magnitudo.
Sebelum mencari nilai B-Value kita harus mengambil data gempa terlebih dahulu,
selain digunkan untuk membuat B-Value data ini nantinya digunakan untuk membuat
basemap, peta kontur, peta kedalaman, time series dan periodogram. Salah satu situs yang
menyediakan data gempa adalah situs NEIC USGS, berikut ini adalah cara mendapatkan data
gempa dari situs NEIC USGS. Ambil data gempa historis dari website NEIC USGS sesuai
dengan ketentuan kelompok dengan output berupa spreadsheet. Copy semua data ke dalam
notepad yang kemudian disimpan dengan format .txt. Buka Excel, open file, pilih format all
files, pilih file txt yang berisi data gempa dari USGS.Pilih delimited->next->centang comma
(karena delimited data berupa koma), lalu finish.


13
0
50
100
150
200
250
5-5.4 5.5-5.9 6-6.4 6.5-6.9
F
r
e
k
u
e
n
s
i

Magnitudo
Grafik Frekuensi Vs Magnitudo
Series1
Expon. (Series1)

Gambar 5. Tampilan data pada Microsoft excel yang siap diolah
Untuk mencari nilai b-value dari data yang telah diperoleh, pertama data magnitudo
diurutkan (mulai dari yang paling kecil sampai paling besar).Lalu, digunakan fungsi count
pada aplikasi tersebut untuk menghitung jumlah gempa berdasarkan cacah gempa yang
diinginkan. Cacah gempa (Eq) yang digunakan pada pemrosesan kali ini adalah dengan
range 0.5. Kemudian, kedua jenis data tersebut (cacah gempa dengan magnitudo)
ditampilkan dalam bentuk tabel, dan kemudian ditampilkan dalam sebuah histogram
(magnitudo pada sumbu x dan cacah gempa pada sumbu y), lengkap dengan trendline dan
equation. Untuk histogram selanjutnya, nilai magnitudo dibandingkan dengan log Eq (cacah
gempa), juga dengan trendline dan equation.
.














Grafik 1. Grafik Frekuensi Vs Magnitude dngan Trandline Ekponensial

14
y = -0.7649x + 3.0601
0
0.5
1
1.5
2
2.5
5-5.4 5.5-5.9 6-6.4 6.5-6.9
F
r
e
k
u
e
n
s
i

Magnitudo
Grafik Log Frekuensi VS Magnitudo
Series1
Linear (Series1)
Linear (Series1)

















Grafik tersebut menjelaskan hubungan antara magnitudo dengan jumlah total gempa
bumi pada suatu daerah dan periode waktu. Pada grafik di atas menunjukkan bahwa nilai B-
value adalah -0.7649, nilai B-Value tersebut mendekati 1 karena jika kita bulatkan akan
didapat -0.8 sehingga nilai B-Value untuk gempa di Afrika sesuai dengan hukum Gutenberg-
Richter.
C. PETA DASAR, PETA KONTUR, PETA KEDALAMAN
Peta dasar (Basemap) adalah suatu gambaran dari berbagai komponen yang terpilih
didalam suatu daerah pemetaan. Cara membuat basemap adalah sebagai berikut : Buka
Surfer, Pilih new worksheet, ambil 3 buah data. Kolom X adalah Longotude, Y adalah
Latitude dan Z adalah Magtitude.setelah itu disimpan dalam format .dat, kemudian klik menu
map new post map pilih file .dat tadi Open. Overlay dengan peta geografis
daerah agar dapat mengetahui posisi gempa. Berikut ini adalah tampilan peta dasar
(Basemap) gempa di benua Afrika.






Grafik 2. Grafik Frekuensi Vs Magnitude dengan Trandline Eksponensial

15
















Dari plotting gambar tersebut dapat diketahui bahwa kejadian gempa terpusat di
tempat-tempat yang khusus, gempa tektonik terjadi di sepanjang perbatasan antara lempeng
afrika dengan lempeng arabia dan lempeng Eurasia. Sementara gempa yang diakibatkan oleh
aktivitas vulkanik terjadi di wilayah-wilayah yang aktif secara vulkanis seperti di afrika
bagian tengah meliputi : Kenya, Ethopia, Kongo, dll.
Peta selanjutnya adalah peta kedalaman gempa, peta ini digunakan untuk mengetahui
kedalaman posisi hiposentrum gempa, beriku ini adalah cara membuat peta kedalaman gempa
Buka Surfer, Pilih new worksheet, ambil 3 buah data. Kolom X adalah Longotude, Y adalah
Latitude dan Z adalah kedalaman (Depth), untuk mengetahui kedalaman kolom Z (Depth)
harus negatif. Setelah itu disimpan dalam format .dat. kemudian pilih tab plot, klik menu grid
pilih file.dat pilih gridding method krigging Ok. Terakhir klik menu map new
new 3D surface pilih file .grd tadi Open. Dan berikut ini tampilan peta kedalaman
gempa di benua Afrika.

Gambar 6. Peta Dasar Gempa di Benua Afrika

16
Terakhir adalah peta kontur gempa, berikut ini cara membuat peta kntur gempa Buka Surfer,
Pilih new worksheet, ambil 3 buah data. Kolom X adalah Longotude, Y adalah Latitude dan
Z adalah kedalaman (Depth), untuk mengetahui kedalaman kolom Z (Depth) harus negatif.
Setelah itu disimpan dalam format .dat. kemudian pilih tab plot, klik menu grid pilih
file.dat pilih gridding method krigging Ok. Terakhir klik menu map new new
map contour pilih file .grd tadi Open. Dan berikut ini tampilan peta kedalaman gempa
di benua Afrika.







Gambar 7. Peta Kedalaman Gempa

17














D. TIME SERIES DAN PERIODOGRAM
Time series adalah suatu himpunan pengamatan yang dibangun secara berurutan
dalam waktu. Waktu atau periode yang dibutuhkan untuk melakukan suatu peramalan itu
biasanya disebut sebagai lead time yang bervariasi pada tiap persoalan. Berdasarkan
himpunan pengamatan yang tersedia maka time series dikatakan kontinu jika himpunan
pengamatan tersebut adalah kontinu dan dikatakan diskrit bila himpunan pengatamatan
tersebut juga diskrit.
Analisis runtun waktu adalah suatu metode kuantitatif untuk menentukan pola data
masa lalu yang telah dikumpulkan secara teratur.Analisis runtun waktu merupakan salah satu
metode peramalan yang menjelaskan bahwa deretan observasi pada suatu variabel dipandang
sebagai realisasi dari variabel random berdistribusi bersama. Gerakan musiman adalah
gerakan rangkaian waktu yang sepanjang tahun pada bulan-bulan yang sama yang selalu
menunjukkan pola yang identik. contohnya: harga saham, inflasi. Gerakan random adalah
gerakan naik turun waktu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan terjadi secara acak
contohnya: gempa bumi, kematian dan sebagainya.
Gambar 8. Peta Kontur Gempa

18
Asumsi yang penting yang harus dipenuhi dalam memodelkan runtun waktu adalah
asumsi kestasioneran artinya sifat-sifat yang mendasari proses tidak dipengaruhi oleh waktu
atau proses dalam keseimbangan. Apabila asumsi stasioner belum dipenuhi maka deret belum
dapat dimodelkan. Namun, deret yang nonstasioner dapat ditransformasikan menjadi deret
yang stasioner.
Sebelum membuat time series maka magnitude gempa harus dikonversi terlebih
dahulu ke energi, tujuannya adalah untuk mengetahui besar energi gempa yang dihasilkan
oleh gempa dengan magnitudo tertentu.
Beberapa jenis magnitudo gempa adalah sebagai berikut:
Ms = Surface-wave Magnitude
mb = Body-wave Magnitude
ML = Local Magnitude
Mw = Moment magnitude
Me = Energy Magnitude
Setiap jenis magnitudo mempunyai hubungan masing-masing yang digunakan untuk
menghitung energi gempa.
Berikut ini cara mengkonversi magnitude ke energi
a) Semua jenis magnitude gempa diubah dalam bentuk Mw (Moment Magitude).
b) Kemudian data gempa hasil konversi Mw dikonversi lagi ke bentuk Energi dengan
persamaan sebagai berikut: =10^((D2+6.07)*1.5).
c) Rumus tersebut di dapat dari persamaan:


Menghitung energi gempa dapat juga dilakukan secara online.
1. Earthquake Seismometer Equation and formulas calculator.
http://www.ajdesigner.com/phpseismograph/earthquake_seismometer_richter_scale_
magnitude.php
2. Seismic Moment Magnitude calculator.
https://www.wolframalpha.com/input/?i=seismic+moment+magnitude+calculator

19
3. Earthquake Power Calculator
https://www.convertalot.com/earthquake_power_calculator.html
Setelah mendapatkan energi gempa baru kemudian kita membuat time series, data
yang digunakan dalam pembuatan time series adalah magtitude, energi dan waktu terjadinya
gempa dalam skala hari. Untuk mengubah ke hari kita harus elakukan konversi Julian date
dengan t
0
= 11 Januari 2003. Berikut ini adalah cara membuat time series,
1. Buat sheet berisi data terjadinya gempa dalam kolom tahun, bulan, dan tanggal. Lalu
masukkan t
0
di data pertama atau paling atas.
2. Lalu pada cell D1, masukkan rumus =DATE(A1,B1, C1). Setelah itu drag ke bawah.
3. Pada cell E2, masukkan rumus =D2-$D$1. lalu drag sampai bawah.
4. Buat new sheet, Ambil data magnitude dan masukkan dalam kolom A, dan waktu
Julian day dimasukkan dalam kolom B. setelah itu di save dengan type .txt (tab
delimited) dengan nama data1.txt.
5. Copy data1 dan rename data hasil copian dengan data2.txt. (Baseline Correction)
6. Buka data2.txt menggunkan excel, setelah itu hitung rata-rata magtitude data pada
kolom C1.
7. Pada kolom D1, kurangi magtitude pada kolom A dengan rata-rata magnitude.
Gunakan =A1-$C$1. lalu drag sampai bawah. Copi data tersebut ke kolom A dan
hapus kolom C dan D.
8. Klik save.Disini kita sudah mendapatkan dua data, yang pertama data asli dan kedua
data hasil baseline correction, kedua data ini akan diolah dalam Matlab.
9. Buka Matlab, ketik tstool pada command window. maka akan muncul tampilan
berikut.
10. Pilih import array data pilih text file pilih data1.txt klik Next
11. Pilih select the last
12. Klik Display
Berikut ini adalah tampilan time series dengan data magnitude vs Julian date

20

Grafik 3. Grafik Time Series Gempa Magnitude Vs Julian Date
Tampilan time series dengan plot data steam.

Grafik 4. Grafik Time Series Gempa Magnitude Vs Julian Date Plot Steam









21
Tampilan time series dengan plot data scatter.

Grafik 5. Grafik Time Series Gempa Magnitude Vs Julian Date Plot Scatter

Tampilan time series dengan data energi vs Julian date.

Grafik 6. Grafik Time Series Gempa Energi Vs Julian Date Plot Steam
Dari grafik time series tersebut dapat kita interpretasikan bahwa gempa
terbesar yaitu 7.2 Skala Richter yang memiliki energi sebesar

22
20183663636815600000.00 Joule terjadi pada sekitar hari ke-1000 dari waktu acuan
11 Januari 2003.
Setelah membuat time series selanjtnya kita membuat periodogram, tujuan
tahap ini adalah untuk mencari apakah dari data gempa di Afrika dalam jangka waktu
tertentu, terdapat pola khusus akan terjadinya gempa bumi, hal ini digunakan untuk
memperkirakan terjadinya gempa dengan magnitude besar yang merusak. Berikut ini adalah
cara membuat periodogram:
a) Buka window time series tools.
b) Pilih create New. Ganti type dengan Spectral plot. Kemudian klik display, maka akan
muncul grafik periodogram seperti ini.


































Grafik 7. Grafik Periodogram Gempa Magnitude Vs Frekuensi

Grafik 8. Grafik Periodogram Gempa Energi Vs Frekuensi


23
Dengan persamaan sederhana, f=1/T T=1/f, sehingga di dapat:
T=1/0.3x10
-7

T= 33333333.33 sekon = 386 hari = 1 tahun 20 hari
Dari perhitungan ini diperkirakan gempa terbesar di afrika yaitu 7.2 SR akan terjadi setiap
33333333.33 sekon atau setara 386 hari atau 1 tahun 20 hari, dengan asumsi bahwa gempa berulang
secara periodik.




24
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Data magnitudo gempa berhubungan secara eksponensial dengan data jumlah gempa
bermagnitudo tersebut.
2. Nilai b-value dari data jumlah gempa yang kami dapatkan untuk data gempa benua Afrika
adalah -0.7649, dimana data diambil dari tanggal 11 januari 2003-19 Oktober 2012.
3. Plot posisi gempa, magnitudo, dan kedalaman gempa pada peta menunjukkan bahwa gempa
lebih sering terjadi di wilayah-wilayah yang aktif secara seismik misalnya perbatasan
lempeng ataupun daerah vulkanis.
4. Perulang peride gempa terbesar di Afrika dengan skala 7,2 SR adalah 33333333.33
sekon atau setara 386 hari atau 1 tahun 20 hari.
5. Energi gempa terbesar di afrika adalah 2.02E+19 Joule dan energi terkecilnya adalah
4.03E+16 Joule.
6. Secara keseluruhan benua Afrika jarang terjadi gempa.


25
REFFERENSI


1. http://earthquake.usgs.gov/earthquakes/search/
2. http://www.bmkg.go.id/bmkg_pusat/Geofisika/gempabumi.bmkg
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi
4. http://www.adelia.web.id/geografris-benua-afrika/
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika
6. http://basemap.wordpress.com/2013/06/11/basemap-peta-dasar/
7. http://pinterdw.blogspot.com/2012/03/peta-dasar-base-map.html