Anda di halaman 1dari 2

Sejarah Berdirinya Istana Negara

Diposkan oleh Admin | 19:21


Fakta, Sejarah
1 komentar
0diggsdigg
Istana Negara dibangun tahun 1796 untuk kediaman pribadi seorang warga negara Belanda J.A
van Braam. Pada tahun 1816 bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan
digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jendral Belanda.
Karenanya pada masa itu istana ini disebut juga sebagai Hotel Gubernur Jendral.


Pada mulanya bangunan yang berarsitektur gaya Yunani kuno itu bertingkat dua, namun pada
tahun 1848 bagian atasnya dibongkar, dan bagian depan lantai bawah dibuat lebih besar untuk
memberi kesan lebih resmi. Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 inilah yang bertahan sampai
sekarang, tanpa perubahan yang berarti. Luas bangunan ini lebih kurang 3.375 meter persegi.

Sesuai dengan fungsi istana ini, pajangan serta hiasannya cenderung memberi suasana sangat
resmi. Bahkan kharismatik. Ada dua buah cermin besar peninggalan pemerintah Belanda,
disamping hiasan dinding karya pelukis - pelukis besar, seperti Basoeki Abdoellah.

Banyak peristiwa penting yang terjadi di Istana Negara. Diantaranya ialah ketika Jendral de
Kock menguraikan rencananya kepada Gubernur Jendral Baron van der Capellen untuk
menindas pemberontakan Pangeran Diponegoro dan merumuskan strateginya dalam menghadapi
Tuanku Imam Bonjol. Juga saat Gubernur Jendral Johannes van de Bosch menetapkan sistem
tanam paksa atau cultuur stelsel. Setelah kemerdekaan, tanggal 25 Maret 1947, di gedung ini
terjadi penandatanganan naskah persetujuan Linggarjati. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan
Sjahrir dan pihak Belanda oleh Dr. Van Mook.

Istana Negara berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, diantaranya menjadi
tempat penyelenggaraan acara - acara yang bersifat kenegaraan, seperti pelantikan pejabat -
pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah, dan rapat kerja nasional, pembukaan kongres
bersifat nasional dan internasioal, dan tempat jamuan kenegaraan.

Sejak masa pemerintahan Belanda dan Jepang sampai masa pemerintahan Republik Indonesia,
sudah lebih kurang 20 kepala pemerintahan dan kepala negara yang menggunakan Istana Negara
sebagai kediaman resmi dan pusat kegiatan pemerintahan Negara.