Anda di halaman 1dari 33

Tim Transisi Rumuskan Swasembada

YAHYA FARID NASUTION





Bangsa ini harus segera digerakkan untuk bangkit agar mampu mengurus dirinya
sendiri dan tidak tergantung bangsa lain.
SEPERTI tidak menyia-nyiakan waktu libur, tim transisi pemerintahan presiden dan wakil
presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla, kemarin, terus melakukan konsolidasi untuk
memetakan persoalan bangsa yang mendesak dicarikan solusi. Tim transisi mempersiapkan
hal-hal teknis demi merealisasikan visi-misi dan Sembilan Program Aksi serta janji-janji
Jokowi-JK saat berkampanye.
Pantauan Media Indonesia, sejak pukul 10.40 WIB, rumah tradisional Betawi yang menjadi
Kantor Transisi di Jl Situbondo No 10 Menteng, Jakarta Pusat, mulai didatangi tim transisi
secara terpisah. Bahkan Jokowi turut hadir dalam rapat tertutup yang dihadiri petinggi tim
transisi. Rini M Soemarmo (ketua) pertama kali datang, diikuti anggota deputi Hasto
Kristiyanto, Anies Baswedan, Andi Wijayanto, kemudian disusul AM Hendropriyono.
Seusai rapat pukul 15.00, Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana
bahan hitam, dan sepatu berbahan suede menyampaikan agenda rapat tim transisi. Tim
menggodok berbagai kebijakan seperti untuk implementasi swasembada beras dan gula, kata
dia. Menurut Jokowi, pemerintahan mendatang akan fokus merealisasikan dua kebutuhan
dasar yang penting bagi rakyat Indonesia tersebut.
Ini tadi bicara masalah yang berkaitan dengan mengoperasionalkan program agar yang
namanya swasembada itu betul-betul direalisasi. Tadi kita bicara mengenai swasembada
beras dan gula. Kita akan konsentrasi itu di awal, kata Jokowi kepada Media Indonesia di
Kantor Transisi, kemarin.
Jokowi juga menegaskan ia sangat percaya diri mengimplementasikan kebijakan itu dengan
tidak bergantung kepada kebijakan pemerintahan sebelumnya. Enggak. Kita mulai dari nol,
tegasnya.
Selain itu, Jokowi menyampaikan agenda rapat menunjuk mantan Kepala Badan Intelijen
Negara (BIN) AM Hendropriyono sebagai anggota Dewan Penasihat Tim Transisi Bidang
Intelijen.
Anggota tim transisi Hasto Kristiyanto mengatakan tantangan bangsa Indonesia dan
perubahan geopolitik di dunia jelas memerlukan penguatan di bidang intelijen. Menurutnya,
peran intelijen ke depan tidak hanya menjaga stabilitas pemerintahan dan negara, tapi juga
konteks kepentingan ekonomi yang lebih luas.
Kabinet profesional
Meski beberapa kali Jokowi menegaskan penyusunan kabinet nantinya hak prerogatif
presiden, keberadaan tim transisi sering dikait-kaitkan penjaringan figur yang akan
menduduki kabinet di pemerintahan Jokowi mendatang. Ketika ditanya soal hal tersebut,
Jokowi kemarin mengatakan dirinya ingin membuat gebrakan dengan memasang menteri
yang tidak merangkap jabatan di partai politik.
Kalau saya pribadi ingin agar menteri lepas dari partai politik, kata Jokowi seusai rapat di
Kantor Transisi, kemarin. Jokowi memang sejak awal ingin membangun kabinet profesional.
Meskipun tak menutup kemungkinan menteri dari parpol, Jokowi ingin memastikan semua
menterinya fokus bekerja di kementerian masing-masing.
Untuk itu, dalam menyusun kabinet, Jokowi juga meminta masukan secara terbuka kepada
masyarakat. Beberapa masukan di antaranya anggota kabinet Jokowi harus bebas dari
korupsi, kompeten, efektif, dan representatif. (P-2)

EMAIL
yahya @mediaindonesia.com




Pembentukan Pansus Pilpres tidak Didasari Alasan Kuat


PEMBENTUKAN pansus pilpres yang sedang diwacanakan sebagian anggota dewan dinilai
lebih dilandasi kepentingan dan libido politik yang kental ketimbang kemaslahatan rakyat.
Anggota DPR seharusnya lebih memilih untuk menuntaskan kerja dari pansus-pansus yang
sudah dibentuk sebelumnya.
Demikian benang merah yang mengemuka pada diskusi bertajuk Pansus Pilpres 2014
Apakah Efektif, di Jakarta, kemarin. Pengamat politik Emrus Sihombing bahkan
mengatakan pembentukan pansus korupsi oleh DPR lebih mendesak jika dibandingkan
dengan pembentukan pansus pilpres. Sebelumnya partai pendukung Prabowo-Hatta
menyerukan akan membentuk pansus pilpres di DPR untuk menguak adanya kecurangan
pada proses pilpres.
Emrus menilai rencana pembentukan pansus pilpres terlihat dilandasi motif politik yang
kental. Indikasinya ialah pembentukannya yang dilakukan pascahitung cepat dan real count
diumumkan.
Kenapa tidak dari awal mereka bentuk itu? Artinya ada korelasi pengumuman real count
yang dimenangi Jokowi-JK dan posisi suara kalah Prabowo-Hatta. Pihak yang mendorong
pembentukan pansus pilpres dari Koalisi Merah Putih sehingga jelas maknanya ialah bentuk
penolakan terhadap hasil pilpres itu sendiri, ulasnya.
Jadi sangat aneh jika pembentukan pansus pilpres diutamakan, sedangkan masih banyak
pekerjaan rumah yang belum diselesaikan DPR periode saat ini. Kita harap anggota DPR
lebih matang dalam berpolitik, lebih bijak menggunakan wewenang. Jangan karena punya
wewenang, mereka sewenang-wenang, pungkas Emrus.
Adapun pengamat politik Jeirry Sumampow, pada kesempatan yang sama, menilai tidak ada
alasan kuat mendasari pembentukan pansus pilpres yang digagas anggota DPR yang
tergabung dalam Koalisi Merah-Putih.
Ia mengatakan sebuah pansus dibentuk karena adanya masalah yang begitu akut. Kalau yang
dipermasalahkan soal DPT khusus tambahan, basis masalahnya ada di DPT. Apabila
permasalahannya seperti yang terjadi di Papua, tempat ada pasangan tidak mendapatkan
suara, hal itu pun tidak perlu diusut melalui pansus.
Selain itu, Jeirry mengatakan apabila pembentukan pansus pilpres dipaksakan, akan ada
pemborosan uang negara. Terlebih lagi, pansus pilpres, menurut dia, dapat mendelegitimasi
hasil pilpres. Sepertinya memang mereka ingin pansus pilpres terbentuk untuk memuaskan
hasrat politik. (Ind/P-2)

Kaget karena Muncul Gugatan di Ujung Jalan



KETUA Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta Hamdan Kurniawan
menyatakan heran dengan gugatan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta
Rajasa terhadap KPU yang menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenang pilpres.
Kami kaget, Prabowo-Hatta mengajukan gugatan hasil pilpres termasuk di DIY. Padahal,
semua saksi dalam rekapitulasi dari tingkat TPS hingga provinsi menandatangani hasil
rekapitulasi di DIY. Mereka sama sekali tidak keberatan, ujar dia, kemarin.
Gugatan yang dilakukan di DIY ada di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunung
Kidul, dan Kota Yogyakarta di sekitar 500 TPS. Itu seperti gugatan `di ujung jalan' proses
pilpres.
Kami siap dengan bukti-bukti. Perwakilan kami sudah ada yang ke Jakarta dengan
membawa bukti-bukti yang dibutuhkan itu, termasuk yang terkait dengan daftar pemilih
khusus tambahan atau DPKTb, ia menambahkan.
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini meyakini
gugatan Prabowo-Hatta ke Mahkamah Konstitusi akan sulit dikabulkan oleh majelis hakim.
Itu, tandas Titi, karena saksi yang dihadirkan kubu Prabowo-Hatta untuk memberi keterangan
dalam persidangan tidak mampu meyakinkan majelis hakim.
Para saksi yang dihadirkan hanya memberikan keterangan berdasarkan asumsi dan laporan
yang didengar dari pihak lain. Sebanyak apa pun saksi yang dihadirkan, jika keterangannya
hanya berdasarkan asumsi, tidak bisa meyakinkan majelis hakim, papar Titi.
Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow juga menyebut apa yang menjadi
keberatan kubu Prabowo-Hatta hanya asumsi. Mereka mengatakan punya banyak saksi, tapi
keterangan saksi tidak konkret.
Namun, anggota tim kuasa hukum Prabowo-Hatta, Maqdir Ismail, mengatakan apa yang
disampaikan para saksi kubunya penting. Paling tidak telah memberikan indikasi-indikasi.
Sementara itu, Deputi Tim Transisi Jokowi-Kalla, Hasto Kristianto, mengatakan pihaknya
telah mempersiapkan saksi-saksi yang memahami manajemen pemilu dan manajemen suara.
Saksi-saksi itu diharapkan bisa menyampaikan fakta-fakta di depan hakim MK bahwa
berdasarkan dokumen yang ada, tuduhan tim hukum Prabowo-Hatta tidak benar.
(AI/AT/Yah/X-2)


Didesak Gelar Munas, DPP Golkar Panik


MENGUATNYA desakan untuk mempercepat musyawarah nasional (munas) partai pada
Oktober 2014 dan terbukanya elite partai untuk mencalonkan diri membuat Ketua Umum
Partai Golkar Aburizal Bakrie panik. Ical, panggilan akrab Aburizal, dikabarkan bakal
menonaktifkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono.
Anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Fahmi Idris mengakui ada gagasan untuk
menonaktifkan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu. Penonaktifan itu baru
gagasan. Orang biasa kalau nekat begitu, ujar Fahmi yang juga salah satu anggota tim
pemenangan Agung Laksono seusai diskusi di Rapampa Resto, Jakarta Selatan, kemarin.
Fahmi tidak ambil pusing dengan kabar itu. Alasannya, akan ada perubahan sikap politik
besar di tubuh partai berlambang pohon beringin itu setelah 21 Agustus.
Rencana penonaktifan Agung dibenarkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar
Firman Subagyo. Menurutnya, keputusan itu diambil bukan karena Agung berniat maju
sebagai calon ketua umum, melainkan karena mantan Ketua DPR itu telah bergerilya untuk
mempercepat Munas Golkar pada Oktober 2014.
Firman mengungkapkan, sebelum menonaktifkan Agung, Ical berencana menggelar
pertemuan dengan mantan Menpora itu, kemarin. Jika dalam pertemuan tersebut tidak
ditemukan jalan keluar, opsi paling berat ialah penonaktifkan terpaksa dilakukan dengan
alasan untuk menegakkan AD/ART partai.
Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar MS Hidayat mulai
menyosialisasikan diri sebagai bakal calon ketua umum dengan menghadiri silaturahim dan
dialog interaktif bersama DPD I dan DPD II Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, kemarin.
Nomor satu, persiapan saya ingin melakukan deklarasi secara resmi agar diketahui. Langkah
awal, saya tiba di Surabaya untuk halalbihalal dengan kawan-kawan Partai Golkar di Jawa
Timur dan para tokoh, ujarnya.
MS Hidayat yang juga menjabat menteri perindustrian didampingi ketua tim suksesnya,
Marzuki Darusman. Menurut Marzuki, deklarasi pencalonan MS Hidayat akan dilakukan di
Bandung, Jawa Barat, hari ini. (Cah/S-1)







Penaikan Tunjangan Hakim MA tidak Tepat




GAJI dan tunjangan hakim di lingkungan Mahkamah Agung (MA) naik lagi. MA baru-baru
ini dilaporkan menaikkan tunjangan sekretaris jenderal dan jajarannya sebesar 70%.
Penaikan itu dinilai beberapa kalangan tidak tepat. Selain kenaikan tunjangan itu hanya
diberlakukan MA, kinerja MA sendiri dinilai masih jauh dari memuaskan.
Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia Muzakir menilai untuk hitungan
pegawai negeri, hakim agung telah mendapat gaji dalam jumlah yang cukup besar di antara
aparatur negara lain (lihat grafik). Dengan demikian, standar gaji itu sudah cukup. Jika ada
tunjangan tambahan seperti penyelesaian perkara, itu harus ditilik kembali karena banyak
putusan hakim yang masih diragukan.
Dalam situasi sekarang sebaiknya MA tidak menaikkan tunjangan terlebih dahulu.
Semestinya kenaikan itu harus serentak dengan aparatur negara lainnya. Atas dasar alasan
apa tunjangan tersebut dinaikkan? Apa atas dasar penyelesaian perkara yang banyak dengan
substansi tinggi, lantas tunjangannya dinaikkan? ujarnya.
Pengamat hukum pidana Universitas Muhammadiyah Chairul Huda juga berpendapat
penaikan tunjangan tersebut harus diimbangi wewenang dan tugas MA. Pasalnya, selama ini
publik masih kesulitan mendapat layanan ataupun mengakses informasi terkait dengan
putusan-putusan MA.
Ketua Bidang Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mempertanyakan
alasan penaikan tunjangan tersebut. Menurutnya, tunjangan yang dinaikkan tidak diimbangi
dengan performa institusi pengadilan untuk bersih dari korupsi.
Hakim agung Gayus Lumbuun mengaku belum mengetahui informasi tentang penaikan
tunjangan tersebut. Ia pun enggan berkomentar mengenai hal yang mendasar dari penaikan
tunjangan khusus kinerja pegawai negeri sipil di MA dan badan peradilan di bawahnya.
Namun, ia mengakui berdasarkan PP No 55 Tahun 2014, pada Juli lalu gaji hakim agung
sudah naik menjadi total sekitar Rp72 juta. Penaikan itu ditujukan untuk pemenuhan
kebutuhan dan kesejahteraan hakim agung dan keluarganya. (Ind/Yah/X-6)























Obama Berjanji Tumpas IS

PESAWAT-PESAWAT tempur Amerika Serikat telah dua kali menggempur milisi Islamic
State yang sebelumnya bernama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di luar Kota Erbil.
Setelah itu, Presiden AS Barack Obama menegaskan dirinya tidak akan membiarkan Islamic
State mewujudkan tujuan membangun kekhalifahan di Suriah dan Irak.
Pasukan tempur Amerika tidak akan kembali lagi untuk berperang di Irak, ujar Obama
dalam keterangan mingguannya akhir pekan ini.
Di sisi lain, seperti dilansir Al Jazeera, Obama bersumpah tidak akan tinggal diam
menghadapi upaya pembunuhan terhadap orang tak bersalah dan mengacaukan kepentingan
negaranya di Irak. Atas dasar itu, Obama menyatakan AS tetap akan melakukan serangan
udara dengan target-target jelas yang telah ditandai saat diperlukan.
Sementara itu di Jakarta, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan keberadaan
ISIS sudah jelas mengancam kehidupan keagamaan dan ideologi bangsa Indonesia. ISIS, kata
dia, menggunakan daulah atau khilafah islamiah sebagai basis legitimasi gerakan. Paham itu,
menurut Menag, bertolak belakang dengan ajaran Islam.
Keberadaan ISIS mengancam kualitas kehidupan keagamaan di Tanah Air. Selain itu,
keberadaannya tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di Indonesia. Sebagai sebuah Islamic
state, ISIS baru dideklarasikan pada awal Ramadan. Secara cepat mereka mengisi ruang
publik. Saat 1 Syawal, saya menyaksikan mereka mengajak masyarakat Indonesia
mendukung gerakan radikal ini, ucap Lukman Hakim, kemarin.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan negara-negara Islam harus
berdiplomasi, misalnya melalui OKI, guna menghilangkan ketidakadilan global untuk
mencegah munculnya radikalisme seperti ISIS.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan kegiatan ISIS tergolong
perbuatan makar. Dalam perspektif hukum, melakukan perlawanan dan penyerangan terharap
aparatur negara yang ada, sebagaimana yang dilakukan kelompok ISIS, termasuk perbuatan
makar. Mereka mengajak anak muda kita ikut. Itu, kalau di Indonesia, namanya perbuatan
makar dan suatu hal yang melanggar hukum. Kita tidak ingin anak muda kita terjebak pada
perbuatan seperti itu. (Reuters/Al Jazeera/Kid/Vei/X-6)







Arsenal Full Team, City tanpa Delapan Pilar

ASNI HARISMI

Pellegrini merespons sindiran Wenger dengan meminta sang `Profesor' tidak usah
mengurusi kondisi internal klub lain. ``Frank Lampard pemain bebas transfer. Kami
tidak mengeluarkan sepeser pun untuk menariknya.'' Manuel Pellegrini Pelatih
Manchester City
MANCHESTER City masih menyimpan amunisi sejati yang mereka miliki untuk kompetisi
musim depan. Menghadapi Arsenal di ajang Community Shield, malam ini, the Citizens akan
tampil tanpa delapan pemain pilar.
Media Inggris the Independent menyatakan delapan pemain yang dimaksud termasuk dua
punggawa anyar, yakni Frank Lampard dan Bacary Sagna. Pelatih Manuel Pellegrini akan
memberi mereka waktu lebih untuk beradaptasi dengan permainan klub yang baru.
Adapun enam sisanya ialah Sergio Aguero, Pablo Zabaleta, Martin Demichelis, Fernandinho,
dan Vincent Kompany yang masih diizinkan beristirahat pascatampil di Piala Dunia,
sedangkan striker Alvaro Negredo masih berkutat dengan cedera.
Untungnya, sejumlah pemain utama seperti kiper Joe Hart, Samir Nasri, David Silva, dan
Edin Dzeko siap diturunkan. Namun, tak menutup kemungkinan pula Pellegrini akan
mencoba skill dua pemain barunya, yaitu kiper Willy Caballero dan gelandang asal Porto
Fernando.
Kondisi itu berbeda dengan Arsenal yang siap menurunkan kekuatan penuh dalam laga di
Wembley ini. Bahkan amunisi baru asal Barcelona Alexis Sanchez digadang-gadang bakal
turun sejak kick-off sebagai satu-satunya bomber yang diandalkan di lini depan.
Pelatih Arsenal Arsene Wenger menyatakan ia tak ingin memori laga pertama Liga Primer
musim lalu terulang. Kala itu di Etihad, `Meriam London' dipermalukan City dengan skor 3-6
dan mereka belum sempat membalas di Emirates karena partai kedua itu berakhir imbang 1-
1. Tentu saja kami ingin menurunkan skuat terkuat kami karena kami punya kenangan buruk
di laga pertama musim lalu, kata Wenger.
Meskipun demikian, trio asal Jerman Mesut Oezil, Per Mertesacker, dan Lukas Podolski
dipastikan tak turun. Ketiganya baru akan kembali dari liburan setelah tampil di Piala Dunia
2014 pada Senin (11/8) waktu setempat dan mungkin juga absen di laga perdana Liga Primer
kontra Crystal Palace.
Respons Wenger
Hal menarik lain sebelum perhelatan Community Shield ialah perang komentar antara
Pellegrini dan Wenger. Sang juru taktik Arsenal lebih dahulu menuduh City melanggar
financial fair play UEFA karena dicurigai mendatangkan Lampard dengan nilai jual tertentu.
Hal itu langsung mendapat tanggapan dari bos City itu. Pellegrini menegaskan klubnya
memang mendatangkan Lampard dengan status pinjaman hingga Januari mendatang, tanpa
mengeluarkan sepeser uang pun sehingga ia memastikan City tidak melanggar financial fair
play.
Frank Lampard pemain bebas transfer. Kami tidak mengeluarkan sepeser pun untuk
menariknya sementara sebelum pindah ke New York City, tandas Pellegrini.
Ia juga membersihkan nama Lampard yang banyak disebut oleh fan Chelsea sebagai
pengkhianat. Pellegrini meyakinkan bahwa the Blues-lah yang tak ingin lagi menggunakan
jasa pemain berusia 36 tahun yang telah tercatat sebagai top scorer klub sepanjang masa itu.
Saya tidak mengerti mengapa fan Chelsea menyebutnya pengkhianat. Bukan Frank Lampard
yang tidak ingin menandatangani kontrak baru dengan Chelsea, klub itulah yang tak ingin
memperpanjang kontraknya, jelas pelatih asal Cile tersebut. (AP/R-1)
asni@mediaindonesia.com














Arsenal Lepas Vermaelen ke Barcelona


ARSENAL setuju melepas bek sekaligus kapten Arsenal Thomas Vermaelen ke Barcelona.
Masuknya pemain asal Belgia itu untuk menggantikan Carles Puyol yang musim ini memilih
pensiun.
Dengan demikian, niat Manchester United yang juga kesengsem untuk mendapatkan jasa
Vermaelen praktis pupus. Pelatih `Meriam London' Arsene Wenger lebih memilih melepas
ke Barcelona ketimbang ke United karena persoalan rivalitas di Liga Primer plus pertukaran
pemain tidak disetujui.
Arsenal bersedia melepas Vermaelen jika United mau menukar Chris Smalling atau Phil
Jones. Namun, arsitek `Setan Merah' Louis van Gaal tak setuju. The Terminator--julukan
Vermaelen--pun akhirnya dilepas ke Barcelona dengan harga 15 juta pound (Rp298 miliar).
Untuk mengisi posisi kapten, Wenger menunjuk gelandang Mikel Arteta. Pemain asal
Spanyol itu memiliki pengalaman dan jiwa kepemimpinan yang mumpuni untuk memimpin
rekan-rekan satu timnya.
Sebelumnya, Arteta juga menjadi wakil Vermaelen musim lalu. Per Mertesacker juga
berpeluang menjadi wakil kapten mendampingi Arteta. Ironisnya, kontrak Arteta di Arsenal
belum jelas kendati akan habis 12 bulan lagi.
Di sisi lain, setelah gagal mendapatkan Vermaelen, United kini mengejar winger Real Madrid
Angel Di Maria. Uang sebesar 55 juta pound (Rp1,08 triliun) plus kontrak 5 tahun dan gaji
120 ribu pound (Rp2,3 miliar) sudah disiapkan jika pemain asal Argentina itu mau bermain di
Old Trafford.
Dari Bundesliga, proses kepindahan kiper Liverpool yang musim lalu dipinjamkan ke Napoli,
Pepe Reina, akhirnya terjawab dengan kontrak tiga tahun. Reina dibeli dengan transfer 2,5
juta pound. Pesepak bola berusia 31 tahun itu sebelumnya telah menjalani tes medis, Kamis
(7/8) malam waktu setempat. Di Muenchen, Reina akan mengenakan kostum dengan nomor
23 dan sudah diperkenalkan di Allianz Arena kemarin.
Saya bergabung kemari untuk memenangi sebanyak mungkin trofi, ujar Reina dikutip dari
akun Twitter resmi klub. (AP/Rtr/Era/R-2)






Duel Persija-Persib Diharapkan Kondusif



TENSI tinggi dipastikan terjadi kala Persija Jakarta menjamu Persib Bandung di Stadion
Utama Gelora Bung Karno, hari ini. Meskipun demikian, semua pihak berharap lanjutan
Indonesia Super League (ISL) bertajuk El Clasico itu berjalan kondusif.
Hal itu diutarakan mengingat kejadian terakhir yang dialami Persib ketika menyambangi Ibu
Kota pada Juni 2013 lalu. Kala itu, bus tim asal Bandung tersebut dilempari dengan batu oleh
massa yang diduga suporter Persija sehingga laga batal digelar.
Manajer Persib Umuh Muchtar berharap insiden itu tidak lagi terjadi. Ia ingin laga
berlangsung kondusif sehingga ke depannya permohonan izin pertandingan tidak lagi sulit,
baik untuk partai tersebut maupun laga-laga lain. Keselamatan jiwa yang utama, semoga
kejadian (Juni 2013) kemarin tidak terulang, ujar Umuh kepada wartawan, kemarin.
Tidak ingin kembali kecolongan, panitia pelaksana pertandingan menyiapkan tiga kendaraan
taktis (rantis) untuk membawa pasukan Persib ke stadion di hari pertandingan. Kami telah
mempersiapkan tiga mobil rantis karena waktu kami ke Bandung juga sama, kata Manajer
Persija Asher Siregar.
Dalam laga ini, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengizinkan laga digelar dengan dihadiri
suporter Persija. Namun, suporter Persib, Bobotoh dan Viking, tidak diizinkan untuk datang
ke Ibu Kota guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di luar lapangan.
Adapun soal jalannya laga, pelatih Persija dan Persib menjamin bakal berlangsung ketat.
Juru taktik `Macan Kemayoran' Benny Dollo bahkan sampai menggelar latihan tertutup untuk
menguji taktik yang bakal ia terapkan di laga itu.
Bagi `Maung Bandung', tambahan tiga poin amat dibutuhkan untuk mengejar Arema
Indonesia di puncak klasemen Wilayah Barat. Kemarin, `Singo Edan' kembali menang atas
Barito Putera dengan skor telak 4-1 dalam laga di Stadion Demang Lehman.
Alberto Goncalves, Thierry Ghatuessi, Cristian Gonzales, dan Samsul Arif Munip bergantian
menjadi pahlawan bagi tim tamu, sedangkan gol hiburan tuan rumah dibukukan James Koko
Lomell. Kemenangan itu membuat Arema kukuh di puncak klasemen dengan 38 poin dari 16
pertandingan. (Ash/R-1)







Mozaik Etnisitas Minahasa

IWAN KURNIAWAN

Manusia Minahasa masih berpegang pada budaya mapalus. Tidak hanya di daerah,
tetapi juga terjaga hingga di negeri perantauan.
HEMBUSAN angin Laut Pasifik terus menyapu gulungan ombak yang berkejar-kejaran.
Langit tampak kuning keemasan selepas sang mentari tenggelam di ufuk barat. Satu per satu
warga pun masih bersantai di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, senja itu.
Tak begitu jauh dari bibir pantai, deretan warung berjejer. Patricia, 31, bersama beberapa
temannya memesan pisang goreng plus dabu-dabu (sambal) yang khas rasanya. Jus jeruk dan
minuman soda tak lupa mereka pesan bersama-sama. Tak berapa lama, Patricia memesan lagi
setelah tergiur menengok daftar menu. Pilihannya, tak lain ialah ubur tinutuan atau populer
disebut bubur manado.
Suasana santai senja begitu nikmat hingga dia dan teman-temannya kembali ke tempat
penginapan. Keesokannya, ia bersama beberapa teman ikut bergotong-royong memperbaiki
sekaligus menyumbang buku-buku pelajaran untuk beberapa sekolah yang ambruk akibat
banjir awal tahun ini.
Lalu, Patricia pun melanjutkan aktivitas dengan menyaksikan Tari Maengket atas
rekomendasi pemandu wisata di sebuah sanggar. Tarian tersebut mengisahkan kehidupan
remaja suku Minahasa masa lalu kala mensyukuri panen hasil pertanian.
Kini Patricia sudah kembali ke Jakarta. Ia masih terngiang deburan ombak pantai saat
melawat ke kampung halaman asal leluhurnya, sebulan silam. Suasana kekerabatan bersua
keluarga besarnya sangat membekas. Ia mengaku pertama kali ke sana kala usianya 12 tahun.
Tak diayal, keberadaan orang Minahasa sangat ramah. Masyarakat selalu mensyukuri alam.
Kehidupan gotong royong pun tecermin lewat suguhan seni seperti Tari Maengket. Ada
sebuah loso orang Minahasa dalam menjaga kebersamaan, yaitu lewat budaya mapalus.
Budaya mapalus merupakan tradisi gotong royong masyarakat setempat dalam berbagai
kegiatan, terutama di era masa silam, saat warga kampung berbondong-bondong memanen
padi di sawah. Keberadaan mapalus dulu hingga kini masih terjaga. Proses gotong royong itu
tercermin lewat lantunan lagu-lagu saat di sawah. Para remaja putri bernyanyi untuk
menghibur para pekerja.
Di era modern kini, mapalus mungkin sudah sedikit berkembang. Tradisi yang dahulunya
dilakukan di sektor pertanian, kini sudah merambah ke berbagai sektor. Semisal, kegiatan
sosial-kemanusiaan saat terjadi bencana alam. Budaya gotong royong inilah yang membuat
warga tetap hidup damai dan saling peduli.
Menjadi satu
Nama Minahasa sebagai satu daerah kewilayahan di utara Sulawesi berarti `Menjadi Satu'.
Pertama kali muncul sejak 1790 pada musyawarah antara semua Kepala Walek. Istilah ini
pun dikenal sebagai Dewan Kepala Walak etnik tradisional Minahasa (het landstreek van
Manado).
Dewan itu mempersatukan delapan subetnik tradisional Minahasa. Kedelapannya, yaitu
Tonsea, Tondano, Tombulu, Tontemboan, Tonsawang, Pasan, Ponosakan, dan Bantik.
Kesatuan itulah cikal bakal muncul sebutan etnik Minahasa.
Keberadaan orang Minahasa, baik yang ada di utara Sulawesi maupun di perantauan masih
menjaga budaya mapalus. Sifat itu masih berakar lewat falsafah hidup, yaitu si tou timou
tumou tou (manusia menjadi manusia untuk memanusiakan manusia). Istilah itu yang
digunakan mendiang Sam Ratulangi menjaga keutuhan orang Minahasa di zamannya.
Secara etimologi, tou berarti `orang' dan timou berarti `hidup', sedangkan tumou berarti
`berkembang; tumbuh; mendidik'. Ungkapan itu bagi sebagian besar orang Minahasa
dipandang sebagai cara pandang tou Minahasa tentang dirinya serta sesama manusia dalam
tatanan hidup bermasyarakat.
Prinsip itu penting karena menjadikan orang Minahasa sebagai makhluk sosial. Begitu pula,
sebagai individual hingga komunal dalam menempatkan diri dalam bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
Tou Minahasa mencakup mereka yang hidup di Minahasa, baik penduduk asli, berdarah
campuran, maupun pendatang. Dari sejarah asal-usul manusia Minahasa tercatat bahwa
masyarakat tradisional berasal dari daratan Tiongkok bagian selatan. Kisah itu dipopulerkan
lewat drama musik Toar dan Mumimuut: Memanusiakan Manusia oleh Remy Sylado di
Jakarta pada 2005.
Cendekiawan Mieke Komar K Palar mengatakan keberadaan orang Minahasa dalam
berinteraksi dengan orang luar, terutama, orang Portugis dan Spanyol sangat kuat. Begitu
pula berabad berikutnya saat bertikai dan berkolaborasi dengan orang Belanda, menunjukkan
orang Minahasa tidak mengenal sistem feodalistis.
Prinsip kesetaraan antar sesama sangat dipegang erat, demikian pula kesetaraan gender,
ujarnya dalam sebuah diskusi kebudayaan.
Dengan bercampur kebudayaan Barat yang cukup kental, terutama masyarakat menganut
agama Kristen, rata-rata orang Minahasa juga disebut kawanua (penduduk negeri). Dalam
literatur Belanda digambarkan orang Minahasa berkarakter individualistis, berani, terbuka,
ramah, suka berpesta ria, dan patuh. Meskipun ada juga unsur individual negatif, yakni
pengecut, keras kepala, rendah hati berkelebihan, dan kurang setia. Ada istilah untuk
menggambarkan kurang setia itu, yaitu `cikar kanan vaya condios cari laeng'.
Tak hanya di dalam negeri, tersebarnya orang Minahasa di luar negeri, seperti di Amerika
Serikat, Belanda, Kanada, dan Jerman, juga menjadi tantangan tersendiri. Bagi Mieke--
perempuan yang pernah menetap di Amerika Serikat--budaya orang Minahasa masih kuat.
Terutama, lewat mapalus.
Orang Minahasa mampu membaur diri di mana pun mereka berada. Si tou timou tumou tou
menjadi pegangan sebagaimana budaya mapalus yang sudah ada secara turun-temurun,
paparnya.
Mozaik orang Minahasa menjadi cerminan sebagian masyarakat Indonesia. Mereka hadir
untuk melengkapi keragaman budaya yang ada di Tanah Air. Melekatnya budaya, baik
bahasa maupun kuliner, menunjukkan orang Minahasa tidak pernah menghilangkan akar
budaya.
Budaya mapalus mencerminkan jati diri orang Minahasa. Mereka menjaga erat ikatan
kekeluargaan untuk saling hidup bergotong-royong secara kultural. Ini masih terasa lewat
semboyan torang samua basudara atau kita semua bersaudara. (M-5)

























Ela Gzl*


BERNANDO J SUJIBTO


SETIAP kali menikmati sore di balkon apartemennya, Eson selalu melihat sosok perempuan
muda yang duduk sambil melindihkan tubuhnya ke jendela. Long dress putih dengan motif
bunga dan betis yang dibiarkan tersingkap, tampak jelas di balik kaca. Awalnya Eson tidak
terlalu menghiraukan penghuni baru di apartemen sebelah itu. Ia mungkin sedang beradaptasi
dengan tempat baru, atau memang senang menikmati hamparan taman hijau dengan bunga-
bunga mekar di akhir musim semi.
Sudah dua minggu, setiap menjelang senja, perempuan itu selalu tampak di balik jendela. Di
tengah kepulan asap rokok, tubuhnya terlihat samar. Ia begitu malas dan tak mau bergerak
sedikit pun. Jika saja kunci jendela rusak, ia pasti terjatuh dari lantai enam. Tubuhnya akan
hancur berkeping-keping di lorong yang memisahkan apartemen mereka. Jarak kedua
apartemen itu hanya sejauh kedipan mata yang terlihat utuh.
Saat melindihkan tubuhnya ke jendela, perempuan itu pasti duduk di atas sofa atau di atas
kursi kayu setinggi setengah meter. Jika tidak, ia menepikan spring bed ke jendela sehingga
bisa melindihkan tubuhnya kapan saja. Eson sangat paham ruas ruangan di lantai itu.
Persahabatan dengan dua pelajar Erasmus Program asal Spanyol, yang dikenalnya setelah
pindahan dua tahun silam, membuatnya betah berlama-lama di sana. Omelet khas Spanyol
plus nasi uduk adalah perpaduan menu paling cocok buat mereka. Selain itu, obrolan tentang
sastra sufi dan puisi-puisi Jalaluddin Rumi menambah keakraban mereka.
Suatu malam saat menikmati purnama di balkon, Eson melihat sesuatu yang berbeda di
kamar salon dua sahabat Spanyolnya itu, apartemen yang kini ditempati perempuan yang
gemar melindihkan tubuhnya di kaca jendela. Makin malam lantai enam tampak makin
hidup. Lampu menyala terang. Dari pantulan cahaya, terlihat tubuh-tubuh yang tengah asyik
berdansa. Gerakan mereka begitu liar dan menghentak-hentak. Ada sekitar lima sampai tujuh
orang di sana.
Sejurus kemudian, gerombolan orang melabraknya. Tak terdengar suara. Lampu padam. Dua
mobil meninggalkan bunyi rintihan, meninggalkan Eson yang mencemaskan dua sahabatnya.
Paginya, muncul berita di televisi tentang penangkapan pengedar narkoba di apartemen
Bosna Hersek Mahallesi, kawasan mereka tinggal. Sejak malam itu, kabar dua sahabat
Spanyolnya, Daniel dan Maria tak terdengar lagi. Nomor kontak mereka tidak bisa
dihubungi. Setiap memandangi apartemen itu, Eson berharap kedua temannya segera
kembali. Sampai akhirnya Eson menemukan sosok perempuan yang melindihkan tubuhnya
ke jendela...
Perempuan yang semakin hari membuatnya bertanya-tanya. Apakah ia Maria? Di mana
Daniel? Eson kurang yakin bila perempuan itu Maria. Sekali lagi, di sela-sela kepulan asap
rokok, Eson memperhatikan perempuan itu lekat-lekat. Ingin memastikan garis wajah dan
bentuk matanya, juga rambutnya.
Suatu sore di akhir pekan, ada seorang perempuan duduk di sebuah bangku kayu Kopek Park,
taman luas di depan apartemen. Kaos kuning, celana training dan sepatu putih-abu-abu.
Matanya kelu menabur pandang ke tengah taman.
Eson langsung beranjak dari tempat duduknya yang tak jauh dari perempuan itu. Tapi,
sebelum sampai di kursi kayu yang dituju, perempuan itu sudah beranjak pergi. Mukanya
tampak masam dan muram. Ia seperti sedang menyimpan kesedihan yang dalam. Eson ingin
membuntutinya. Namun itu tak mungkin, saat taman begitu ramai.
Eson makin disiksa oleh pikirannya sendiri, tentang perempuan yang melindihkan tubuhnya
di jendela. Pada sebuah sore akhir Mei yang remang oleh kabut, Eson duduk di kursi taman
sambil menatap jendela tempat perempuan itu melindihkan tubuhnya. Ia membayangkan
perempuan itu tengah menatap dirinya. Dia ingin sekali mengajak perempuan itu duduk di
taman sambil menikmati cokelat.
Di waktu lain, di malam awal musim panas, Eson kembali duduk di balkon dengan segelas
kopi dan rokok. Sungguh mengejutkan. Kali ini dia tidak menemukan perempuan yang
melindihkan tubuhnya di jendela.
Matanya hanya menyaksikan sebuah lampu yang dibiarkan menyala dan seakan meceritakan
ruangan yang biasa dia kunjungi ketika bersama Daniel dan Maria. Baik di ruang salon atau
di kamar tak terlihat penghuni. Eson menatap jendela kamar itu dengan sejumput kecemasan.
Perasaan gundah itu harus diatasi Eson dengan sadar. Dia harus mempersiapkan diri
menghadapi ujian proposal tesis tiga hari mendatang. Sebagai penerima beasiswa, dia tidak
boleh melalaikan tanggung jawab belajar sesuai target. Sisa waktu dimanfaatkannya untuk
memperdalam bahan bacaan ihwal tema yang diangkatnya dalam penelitian tesis.
Syukur, presentasi proposal tesis akhirnya beres dan penelitian tentang Proses Rekrutmen
PKK, sebuah organisasi garis keras yang mendukung kemerdekaan Kurdistan dan pernah
menjadi partai politik di Turki, akan dilanjutkan secara lebih intens. Eson tinggal menulis dan
melengkapi data-data penelitian di Diyarbakir, daerah yang menjadi pusat gerakan PKK
untuk memperjuangkan kemerdekaan Kurdistan dari Turki.
Setelah menaruh tas laptop dan dokumen presentasi, Eson langsung menuju balkon di siang
menjelang sore. Perempuan itu tidak tampak lagi di balik jendela. Eson mulai cemas.
Keinginan menemuinya semakin menggebu. Dia mulai terpikir untuk mendatangi kamarnya.
Tapi itu tidak mungkin karena sistem keamanan apartemen sangat ketat. Harus punya kunci
atau sidik jari sebagai password untuk masuk, sementara dia tidak mengenal perempuan itu.
Satu minggu berselang, suatu sore Eson sengaja joging di sekitar apartemen. Dia ingin
memastikan keberadaan perempuan itu. Saat melewati Hakan Kahvesi, warung kopi di
seberang jalan menuju apartemen, dia melihat seseorang. Eson yakin dialah perempuan itu.
Rambut sebahu yang dibiarkan mengombak, sorot mata tajam dengan alis tipis. Ia duduk
sendirian. Eson terperangah, sekaligus senang. Eson langsung masuk dan menyapa
perempuan itu. Ia merespons santai, sesekali tersenyum ramah. Dengan bahasa Turki yang
sudah fasih, Eson tak kesulitan mengobrol dengannya. Eson mencari cara agar bisa
mengobrol lebih panjang ditemani kopi khas Turki yang sebenarnya tidak terlalu dia sukai.
Tapi demi kesamaan minuman, kopi yang sedari tadi menemani perempuan itu, Eson
memesan kopi yang sama.
Perempuan itu bernama Berivan, lahir dan besar di Diyarbakir, provinsi di bagian tenggara
Turki, dari ayah asal Trabzon dan ibu asli Diyarbakir. Eson makin tertarik untuk mengobrol.
Aku mencarimu satu minggu ini. Kenapa kamu tidak duduk di jendela seperti biasa,
Berivan?
Aku tidak tahan lama lama menatap taman dari jendela. Aku ingin menutup jendela itu
secepatnya.
Kenapa?
Ehmm.... Ia menahan napas berat. Awalnya aku coba perhatikan taman itu dari jendela.
Sekali aku datang ke sana tapi aku tidak kuat lama lama. Aku tidak ingin melihat Kopek Park
lagi, tambahnya dengan muka tertunduk.
Eson diam.
Mulut Berivan pun bagai terkunci.
Bukankah semua orang menginginkan sebuah taman untuk tempat bersantai di tengah rasa
jenuh dari pekerjaan?
Pengalaman selalu berkisah jujur, Eson.
Mata Berivan berlinang. Eson tertegun tak bisa berbuat apapun, selain hanya menatapnya.
Ela gzl, mata berwarna cokelat kehijau-hijauan--warna mata khas Turki--tak bisa sembunyi
dari mata Berivan.
Aku sebenarnya ingin pergi dari apartemen ini. Tapi ayahku tidak ingin aku kembali lagi ke
tanah kelahiranku. Aku harus meninggalkan kuliah di sana, lanjut Berivan.
Kamu bisa melanjutkan kuliah di Selcuk University.
Aku mulai berpikir untuk tidak kuliah lagi. Aku ingin kembali ke Dyarbakir, bergabung
dengan teman-teman pergerakan di sana. Tapi ayah selalu mengancamku.
Pergerakan? Mengancammu?
Iya, Eson. Kami sedang berjuang untuk merdeka dari Turki. Menjadi negara sendiri:
Kurdistan. Tapi ayahku tidak setuju. Ia melarangku terlibat dalam gerakan.
Napas Eson tersedak. Terperangah kaget.
Teman-temanku harus meregang nyawa di sebuah taman, persis seperti taman Kopek Park
itu! Aku menyaksikan sendiri darah berlumuran di tengah taman malam itu. Kami menjerit
histeris. Untunglah aku selamat.
Perempuan itu berdiri. Eson tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya menelan ludah sambil
memandanginya pergi menuju apartemennya. Matanya kosong menatap perempuan dengan
ela gzl itu.
Pikiran Eson tenggelam bersama rasa risau sembari menyaksikan tangan gemulai Berivan
menutup jendela kaca yang menghadap Kopek Park. Dia baru saja menyaksikan sebuah
fragmen peristiwa yang sudah ditekuninya sebelum berangkat ke Turki. Tentang perjuangan
kemerdekaan Kurdistan yang nyaris satu abad telah menyedot Eson untuk datang ke Turki
dan belajar Ilmu Politik di sana.
Pelan tapi pasti, jendela yang biasa menjadi tempat melindihkan tubuh perempuan itu mulai
ditutup. Pikiran Eson berkecamuk dan terburai begitu saja. Tentang tesis yang sedang
digarapnya, kejadian empat bulan silam ketika ia berkunjung ke Diyarbakir untuk ketiga
kalinya dan menyaksikan sendiri ledakan di tengah-tengah massa demonstrasi di sebuah
taman kota di Lice, pusat pergerakan PKK.
Malam itu 13 orang tewas. Dan, luka-lukanya yang menganga terus terpahat di mata Berivan,
yang baru saja disaksikannya. Dalam pandangan yang gamang, Eson menatap Berivan yang
terus menambal kaca jendela dengan kertas warna gelap, dan sehelai gorden berwarna hitam.
Akhirnya perempuan itu tenggelam dalam warna gelap kaca jendela.

*Ela gzl (Turki), warna mata cokelat kehijau-hijauan (of a greenishbrown color)

Bernando J Sujibto, sedang menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Turki.

Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, ketik sebanyak 9.000 karakter, karya orisinal dan
belum pernah diterbitkan di media massa lain. Kirim e-mail ke
cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id Twitter: @Cerpen_MI
PIGURA

Mental Mbudaya

ONO SARWONO


`...Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya...'

ITULAH cuplikan syair Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Ada pesan jelas bahwa jiwa
bangsa Indonesia harus dibangun. Bahkan, bila merunut urutan syairnya, membangun jiwa
harus didahulukan ketimbang badannya. Itu artinya jiwa yang lebih penting daripada raganya.
Banyak aspek membangun jiwa. Satu di antaranya lewat sentuhan budaya. Artinya, jiwa kita
mesti berbudaya. Jiwa berbudaya adalah yang hati dan pikirannya bersih, sehingga dalam
setiap perilakunya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban.
Menurut dalang termasyhur (alm) Ki Nartosabdo, budaya adalah angenangen ingkang
mbabar kaendahan lan ketentreman, akal budi yang melahirkan keindahan dan ketenteraman.
Jadi, betapa indah dan tenteramnya bila kita hidup mbudaya alias berbudaya.
Jiwa dan mental yang demikian itu mendesak kita mengaktualisasikan kini sebelum bangsa
ini telanjur terjerumus ke `kejahiliahan' lebih dalam. Terus terang, secara objektif, pola hidup
kita semakin ke sini kian memiriskan. Akhlak semakin menjauh. Yang ngrembaka (subur)
justru perilaku saling sikut dan nunjang-palang alias melanggar norma akibat diburu nafsu
kepentingan profan.
Bukan hanya warga pada umumnya. Para elite di negeri ini seperti berpacu berlomba
memberikan contoh buruk. Misalnya, dalam hal berpolitik, masih segar dalam ingatan kita,
pada masa kampanye pemilihan presiden silam, kita mendengar, melihat polah tingkah para
elite yang amat membuncahkan. Di antaranya, maraknya fitnah, pelecehan, manipulasi, dan
ketidakjujuran. Selain itu, masih banyak perilaku kasar dan bahlul lainnya, termasuk umpatan
seperti kata sinting di media sosial. Marilah introspeksi, apa benar begini cara kita mengisi
hari-hari hidup di dunia yang fana ini?
Kita mesti segera eling. Karena fitrahnya, sikap dan perilaku kasar dalam segala bentuknya,
sejatinya bukan jati diri kita.
Sopan dan jujur
Ada gambaran sederhana dalam kisah wayang yang bisa kita jadikan renungan terkait dengan
kehidupan yang berbudaya dan beradab. Karakter tokoh dalam cerita wayang itu memang
bermacam-macam, tetapi semuanya memiliki unsur dan nilai keluhuran masing-masing.
Budaya dalam lingkup wayang itu tersua dalam pakem. Sederhananya, mulai dari berpakaian,
bertutur kata, bergerak, hingga berperang (berpolitik) pun ada aturan dan norma yang mesti
mereka jalankan secara ketat. Tiada pakem yang mereka ingkari.
Contoh paling gampang ada pada kesatria. Misalnya sulung Pandawa, Puntadewa. Ia menjadi
model elite yang dalam perilaku hidupnya selalu menjunjung tinggi budaya kejujuran,
kesopanan, dan keikhlasan.
Puntadewa menyerahkan kepada keadilan jagat bila ideologinya membangun keadaban
arcapada yang berasaskan kejujuran, kesopanan, dan keikhlasan itu harus memakan korban
jiwa raganya. Ia tidak pernah mundur bila mesti sirna sekalipun lantaran teguh menjalankan
darmanya. Apalagi, sekadar menghadapi risiko ecek-ecek, seperti takut tidak ada jabatan,
melarat, sengsara, yang sifatnya duniawi.
Mental dan karakter demikian itu telah dibuktikan Puntadewa sejak masih remaja belia. Ia
tidak menggugat ketika para saudara sepupunya, Kurawa, menjahatinya. Bahkan, ketika
harus terusir dari Istana Astina pun, tidak terlintas dalam benaknya, apalagi melangkah untuk
membalas.
Puntadewa pun mendidik adik-adiknya, yakni Bratasena, Permadi, Pinten, dan Tangsen,
untuk mengikuti jalur hidup yang beralaskan kebersihan hati. Motonya, di atas segala-
galanya, tidak ada hal yang lebih berharga daripada nilai-nilai kemuliaan.
Dalam berhubungan dengan sesama, bahkan dengan kaum sudra sampali sekalipun ia tetap
rendah hati. Puntadewa tidak pernah membuat orang lain rendah atau susah karenanya. Lebih
dari itu, ia malah suka berkorban agar pihak lain berbahagia.
Faktanya jalan hidup sopan, jujur, dan ikhlas yang kukuh tersebut tidak mengakibatkan
kemalangan. Yang terjadi sebaliknya, Puntadewa dikisahkan melangit, menjadi raja diraja.
Kualitas pribadinya pun sejajar dengan penghuni Kahyangan. Puntadewa juga sukses
menjadikan rakyat Amarta menjadi bangsa yang beradab dan kuncara di seantero jagat.
Nilai budaya
Dalam konteks ini, betapa pentingnya gagasan revolusi mental presiden terpilih Joko Widodo
(Jokowi) yang digaungkan pada masa kampanye lalu. Tidak bisa dimungkiri bahwa
pemikiran itu lahir dari kepekaan hatinya membaca defisit mental keadaban bangsa yang
mencemaskan. Mental rendahan yang telah memelorotkan harkat dan martabat bangsa.
Pentingnya membangun mental bangsa yang hebat sudah pernah digelorakan Presiden
Soekarno. Kala itu, `Putra Sang Fajar' menggerakkan program pembangunan mental bangsa,
yakni character and national building. Dalam sejarah peradaban bangsa-bangsa dunia,
urusan mental sangat fundamental.
Untuk membangun mental yang berbudaya, tidak perlu studi banding ke negara lain atau ke
Swiss, seperti yang pernah dilakukan elite parlemen di Senayan tempo hari. Yang diperlukan
ialah berkomitmen untuk tetap berakar pada budaya kita sendiri. Negeri ini kaya raya akan
kearifan dan nilai-nilai luhur yang lama terkubur.
Bila mutiara-mutiara itu tergali dan kemudian teruri-uri dalam praktik setiap insan dalam
kehidupan berwarga dan bernegara sehari-hari, bangsa ini akan selalu tegak dan kompetitif.
Pada gilirannya, kita akan menjadi bangsa yang maju dan terhormat berkat bermental yang
berdasar pada budaya yang adiluhung.
Karenanya, kita semua mesti mendukung revolusi mental agar secepatnya hal itu
mendapatkan energinya dan kemudian diimplementaskan. Itu bisa dimulai dari setiap
keluarga dan melalui bangku sekolahan dari tingkat dasar. Kini saatnya kita merayakan
mental berbudaya. (M-2)



















Cerita Sejarah dalam Balutan Humor Segar


PADA 5 September 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII
mengeluarkan maklumat yang menyatakan Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat bergabung
dengan negara Indonesia. Maklumat tersebut pun ditanggapi dengan sukacita oleh rakyat
Yogyakarta dengan mengibarkan bendera Merah-Putih di berbagai tempat, termasuk di
wilayah Kotabaru.
Dengan berani sosok perempuan muda menurunkan bendera Hinomaru dan menggantinya
dengan bendera Merah-Putih di salah satu gedung di Kawasan Kota Baru, Kota Yogyakarta.
Siti Ngaisyah namanya. Walau sempat dihalang-halangi oleh tentara Jepang, siswi sekolah
menengah di Jetis tersebut tetap teguh. Ia berani berdebat dengan tentara Jepang yang
membawa senjata api dan mencoba menghalang-halanginya mengibarkan sang Dwi Warna.
Tentu saja, Siti Ngaisyah tidak sendiri saat itu. Ia berani mengibarkan bendera Merah-Putih
dengan mendapat dukungan dari laskar pejuang kemerdekaan Indonesia.
Sekelumit cerita tentang keberanian Siti Ngaisyah dan laskar pejuang Yogyakarta tersebut
merupakan bagian pengantar dalam pentas Ketoprak Ringkes dengan lakon Kota Baru
Lunas Janjiku garapan Marwoto Kawer dan Den Baguse Ngarso. Mereka berhasil mengocok
perut penonton.
Pentas Ketoprak yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat dan Sabtu (7 dan 8
Agustus) lalu itu mengangkat kisah sejarah semangat perjuangan rakyat Yogya ketika
menyerang tentara Jepang di Kotabaru pada 7 Oktober 1945 untuk mempertahankan
kemerdekaan RI. Kisah heroisme ini dikemas dengan humor segar dan menggelitik.
Kamuna dalam cerita bertugas menggalang dana dari orang-orang Tiongkok yang tinggal di
DI Yogyakarta. Dana yang terkumpul kemudian dipakai untuk membeli logistik makanan
bagi para pejuang yang berjanji mengusir tentara Jepang pergi dari NKRI, terutama Kotabaru.
Motivasi Kamuna menggalang dana dari para orang-orang Tiongkok ternyata tidak murni
untuk perjuangan. Ia memintai harta dari orang-orang Tiongkok agar bisa mendapatkan
perhiasan untuk merayu Mimbasih.
Mimbasih yang bertugas sebagai koordinator penyediaan makanan bagi para pejuang diberi
uang oleh Kamuna. Uang yang didapat dari hasil menggalang dana dari warga Tiongkok
diberikan kepada Mimbasih agar dapat dibelanjakan untuk membuat makanan bagi para
pejuang.
Kamuna ternyata tidak hanya memberi Mimbasih uang, tetapi juga perhiasan. Perhiasan itu
diberikan kepada Mimbasih secara pribadi agar Mimbasih jatuh hati padanya.
Sayang, klimaks cerita tidak berujung pada akhir bahagia bagi Kamuna. Mimbasih yang
dicintainya gugur dalam pertempuran di Kotabaru bersama sekitar 20 pejuang yang lain.
Mereka yang telah gugur dalam pertempuran di Kotabaru tersebut tidak berjuang sia-sia.
Melalui perundingan yang alot, Jepang pun mau angkat kaki dari Kotabaru.
Cerita dengan latar peristiwa perjuangan mengusir Jepang dari Kotabaru pada Oktober 1945
tersebut berhasil ditampilkan dengan apik. Penulis naskah, Susilo Nugroho, dengan apik
meringkas realitas sejarah dan ksi menjadi cerita berbalut canda-canda dalam bahasa Jawa
yang menghibur dan bermanfaat (dulce et utile).
Banyak canda dalam ketoprak ini karena dengan cara ini lebih efektif. Bahasa Jawa yang
digunakan diturunkan jenjangnya sehingga bisa komunikatif, kata pria yang akrab disapa
dengan Den Baguse Ngarso tersebut.
Susilo mengaku teks ketoprak Kotabaru Lunas Janjiku merupakan naskah ketoprak ringkas
yang kedua puluh. Dalam setahun ia rencananya akan mementaskan ketoprak ringkas tiga
kali dengan cerita yang berbeda.
Berbeda dengan ketoprak kebanyakan yang mengadopsi kisah kepahlawanan yang berlatar
sejarah kerajaan-kerajaan, Susilo lebih memilih membuat teks dengan latar sejarah yang lebih
muda, misalnya tentang Republik Indonesia yang dipindah ke Yogyakarta, tentang sosok
Soegijapranata, termasuk pertempuran di Kotabaru.
Dalam ketoprak tersebut, Susilo tidak menceritakan fakta sejarah sebagai inti cerita. Ia hanya
menempatkan sejarah sebagai latar cerita. Sejarah ditampilkan sesuai dengan kebutuhan
cerita yang hendak dibangun.
Walau bagian utama dalam lakon Kotabaru Lunas Janjiku tentang cinta Kamuna kepada
Mimbasih, bagian-bagian lain dalam Ketoprak tersebut tetap penting. Bagian-bagian penting
yang tetap ditampilkan, misalnya, terkait Maklumat 5 September 1945 oleh Sultan HB IX
dan Paku Alam VIII dan keberhasilan Siti Ngaisyah menurunkan bendera Hinomaru dan
mengibarkan bendera Merah-Putih tanpa pertumpahan darah. Pesan-pesan lain tersebut
penting karena jika dihilangkan akan mengacaukan cerita. (Ardi Teristi Hardi/M-2)











Kesetaraan Harus Diraih dengan Keberanian

NURULIA JUWITA



BERBAHAGIALAH dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya
sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.
Sepenggal kalimat itu terdengar akrab di telinga karena kerap dikutip dalam kehidupan
sehari-hari. Letupan api keberanian ituu hanyalah satu dari sekian pemikiran Pramoedya
Ananta Toer yang terekam dalam roman fenonomenal Bumi Manusia.
Kalimat itu telah sering dicuplik dan menginspirasi banyak orang. Tidak hanya bagi para
pembaca bukunya, bahkan orang-orang yang belum membaca karyanya pun akrab dengan
sepenggal kalimat itu.
Lewat Bumi Manusia, Pram menyampaikan semangat untuk memperjuangkan keadilan dan
kesetaraan. Hal itu sejalan dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat. Pada akhirnya, setiap
orang harus berusaha dengan pikiran, tangan dan kakinya sendiri. Bukan bergantung pada
ras, kebangsawanan, suku, atau harta benda.
Buku pertama dari Tetralogi Buru ini merupakan novel semifiksi berlatar belakang sejarah
pada masa Kebangkitan Nasional. Tetralogi tersebut terdiri dari Bumi Manusia, Anak Semua
Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.
Sesaat setelah penerbitannya, keempat novel tersebut langsung dilarang beredar oleh
pemerintah. Pemerintah menganggap novel-novel karangan Pram itu mempropagandakan
ajaran-ajaran Marxisme-Leninisme dan komunisme. Padahal, tak sedikit pun hal-hal tersebut
disebutkan dalam buku-bukunya.
Semifiksi
Novel Bumi Manusia ini disebut semifiksi karena Minke sebagai tokoh utamanya merupakan
pantulan karakter dan pengalaman RM Tirto Adisuryo, tokoh pers dan tokoh kebangkitan
nasional yang juga dikenal sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional
Indonesia.
Tokoh Minke, merupakan realisasi dari keinginan Pram untuk mendudukkan semua manusia
dalam kesetaraan. Minke yang berdarah biru berpendapat bahwa kebangsawanan hanya bisa
merendahkan orang lain. Adapun pada masa itu, status kebangsawanan sangat dijunjung
tinggi dan dibangga-banggakan sehingga banyak bangsawan yang memanfaatkan darah biru
yang melekat padanya untuk kepentingan pribadi. Misalnya, mewariskan jabatan sebagai
pejabat daerah kepada anaknya. Sebaliknya, Minke menolak tegas bergantung pada darah
kebangsawanan yang ditetesi dari orang tuanya.
Tokoh lain berkarakter kuat yang dikisahkan Pram adalah sosok Nyai Ontosoroh. Istri siri
seorang Belanda yang tidak sekolahan. Namun, pikirannya cerdas cemerlang, mandiri, dan
berani. Seorang Nyai yang dianggap rendah derajat dan kesusilaannya, ternyata mempunyai
kualitas diri yang lebih baik dari wanita pribumi terpelajar dan terhormat di masa itu.
Melalui Nyai Ontosoroh, Pram ingin menunjukkan kesetaraan harus diraih dengan
keberanian. Lihat saja pada kalimat penutup getir, ketika Nyai Ontosoroh dan Minke yang
tidak berdaya, harus kehilangan Annelis yang diasingkan ke Belanda. ...Kita telah melawan,
Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.... (535).
Bumi Manusia merupakan perwujudan cita-cita Pram yang telah ditanamnya sejak lama.
Pram menapaki proses panjang untuk merealisasikannya. Bahan-bahan tulisan untuk Bumi
Manusia telah ia kumpulkan sejak sebelum 1965. Seperti yang dikemukakan Pram dalam
Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, ia menghimpun bahan autentik, wawancara, membaca,
menyiarkan bahan yang didapat dengan biaya yang tidak sedikit dari kantongnya sendiri. Niat
itu dikuatkannya pada tahun 1965 saat ia berumur 40 tahun. Namun pada umur tersebut ia
justru dijebloskan ke penjara. Jadi, aku tunda menulis novel sambil melatih diri untuk
mengingat dan menggapai gapai dalam kegelapan. (Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, 119).
Namun, Pram bisa lega karena mesti tersendat lama akhirnya Tetralogi Buru bisa terwujud.
Seperti cita-cita yang sudah terpaku dan diniatkan dalam batinnya. Aku ingin menulis
sebuah roman besar dalam hidupku, dan setiap pengarang bercita-cita menghasilkan karya
abadi, dibaca sepanjang abad, dan lebih baik lagi: dibaca oleh umat manusia di seluruh dunia
sepanjang zaman, ujar Pram dalam catatan hariannya.
Buku Bumi Manusia sendiri dalam riwayatnya pernah diter bitkan dalam 34 bahasa. (M-2)
miweekend@mediaindonesia.com



Sastrawan Paling Produktif



BUMI Manusia telah menjadi tunas jauh sebelum Pramoedya Ananta Toer menjalani
pembuangan sebagai tahanan politik di Pulau Buru (Agustus 1969-November 1979).
Seperti dituturkan Pram dalam buku Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (catatan harian dan
pemikiran Pram selama menjadi tahanan), materi buku Bumi Manusia dan rangkaiannya telah
ia kumpulkan dari studi sebelum ditahan. Ia menulis berdasarkan bahan-bahan yang masih
melekat di ingatan. Karena berdasarkan ingatan semata tentu banyak kekurangannya, ujar
Pram dalam Nyanyi Sunyi Seorang Bisu.
Pram ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangannya yang dinilai prokomunis.
Larangan menulis yang dijatuhkan kepadanya selama menjalani masa pembuangan di Buru
tidak menghalangi Pram untuk terus menulis. Dalam ketiadaan kertas dan pena, buku pertama
dari serangkaian roman empat jilid (tetralogi) ini lahir melalui catatan rapi yang ditulis di
kepala pria yang lahir di Blora, 6 Februari 1925, tersebut.
Kisah Nyai Ontosoroh dan Minke yang memperjuangkan keadilan dan kesetaraan telah
diceritakan Pram secara lisan kepada teman-teman sesama tahanan di Unit III Wanayasa di
pulau pembuangan Buru pada 1973. Kisah itu baru berwujud buku dua tahun kemudian, pada
1975, yang diterbitkan Hasta Mitra.
Tetralogi ini adalah satu kesatuan yang setiap jilidnya dapat berdiri sendiri. Setelah Bumi
Manusia, buku lanjutannya ialah Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan ditutup dengan
Rumah Kaca.
Kisahnya melingkupi masa kejadian 1898 sampai 1918, masa periode kebangkitan nasional.
Masa yang hampir tak pernah dijamah sastra Indonesia, masa awal masuknya pengaruh
pemikiran rasional, dan awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern. Juga berarti awal
kelahiran demokrasi pola Revolusi Prancis. Di luar negeri, karya ini dikenal sebagai The
Buru Quartet.
Kritik tajam pada ketidakadilan dan gelora keberanian yang ia letupkan dalam setiap
tulisannya menyeret Pram yang bekerja sebagai pengarang menjalani masa tahanan selama
14 tahun. Karya-karyanya dimusnahkan, dilarang beredar. Koleksi-koleksi buku dan catatan
pribadinya dibakar habis jadi abu.
Tuduhan yang ditujukan kepadanya tidak pernah jelas. Ia tidak pernah diadili sampai
akhirnya dibebaskan pada 21 Desember 1979. Setelah itu ia masih dikenai tahanan rumah dan
wajib lapor selama bertahun-tahun.
Pramoedya Ananta Toer termasuk salah satu penulis sastra terbaik Indonesia. Ia juga paling
produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Lebih dari 50 karya telah lahir dari tangannya dan
diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing. Melalui goresan karya-karyanya itulah
Pram dikenal dan disegani dunia.
Semasa hidupnya, Pram telah meraih berbagai penghargaan tingkat dunia. Ia telah
dipertimbangkan untuk mendapat Nobel Sastra. Ia memenangi Hadiah Budaya Asia Fukuoka
XI 2000. Pada 2004, Norwegian Authors' Union Award memberi penghargaan kepada Pram
atas sumbangannya pada sastra dunia. Pada 1999, ia mendapat gelar kehormatan Doctor of
Humane Letters dari Universitas Michigan. (Wta/M-2)








































ASTY ANANTA

Enjoy di Dunia Komedi

FATHIA NURUL HAQ




Dunia komedi memberinya hiburan sekaligus kesempatan untuk menghibur orang lain.
MENGAWALI karier sebagai model pada 1999, rupanya Asty Ananta, 30, juga memiliki
bakat melucu. Dara cantik tersebut belakangan malah lebih dikenal sebagai komedian setelah
mengisi sejumlah acara komedi di layar kaca.
Ia baru saja menyelesaikan tugas sebagai host di acara Sekolah Menjadi Komedian musim
pertama dan menurut rencana akan berlanjut di musim kedua. Ia juga mengisi sejumlah acara
komedi seperti Indonesia Lawak Klub dan Sentilan Sentilun.
Ternyata Asty memang memiliki bakat itu tanpa disadarinya. Lo, saya enggak merasa lucu.
Saya kan menjual kecantikan, candanya saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/8).
Sebetulnya pemilik nama lengkap Annastya Yuntya Eka Wardhani itu sudah mulai menjajal
dunia komedi sejak 10 tahun lalu. Awalnya, ia menjadi bintang tamu acara-acara lawak. Dia
juga mengatakan dirinya banyak belajar dari senior-seniornya, seperti Komeng, Nunung,
Tarzan, dan (almarhum) Mamiek.
Dari awal, mereka ini memberi saya kesempatan untuk belajar. Saya melawak dibantu.
Padahal, kan saya termasuk pendatang baru saat itu. Namun, mereka mau mengakui saya dan
memuji. Saya mencintai mereka karena ganteng dan cantiknya luar dalam, kisah wanita
kelahiran 19 Juni 1984 itu.
Setelah masuk ke dunia komedi, Asty mengaku enjoy. Pasalnya, wanita asal Semarang
tersebut memang menyukai segala sesuatu yang fun dan membuat dirinya senang. Saya
senang dibuat ketawa sama orang. Saya juga senang kalau kita tuh hidup senang terus,
tambahnya semringah.
Sebagai seorang komedian, ia mengapresiasi tren acara komedi yang belakangan dikemas
secara lebih edukatif dan informatif. Kendati format acara seperti itu, sang komedian dituntut
lebih tanggap dan berpikir cepat dengan materi-materi lawak yang segar agar terasa orisinal.
Untuk itu, Asty senantiasa memperkaya diri dan belajar agar tetap dapat mengimbangi
tuntutan profesinya.
Komedi itu harus dipikirkan. Tidak asal lucu, kalau penyanyi kan bisa menyanyikan lagu
yang sama berulang kali, tapi kalau komedian tidak bisa seperti itu, jelas dia.
Karena selalu meningkatkan kemampuannya melawak, Asty memang selalu bisa meladeni
celotehan komedian kawakan seperti Komeng, Cak Lontong, dan Nunung. Lantas, apakah ia
keberatan jika suatu saat malah lebih dikenal sebagai komedian? Dengan senang hati.
Enggak apa-apa karena memang menyenangkan, ujar dara yang kerap meramaikan film-film
pendek FTV tersebut.
Hidup sehat
Di tengah kesibukannya mengisi layar komedi, Asty rupanya juga sangat memperhatikan
kesehatan. Ia rajin mengikuti seminar-seminar kesehatan.
Saat ini ya, saya lebih memilih dunia kesehatan dan komedi. Pengennya hidup sama itu aja,
soalnya bisa bahagia terus.
Selain menerapkan gaya hidup sehat bagi dirinya, Asty juga senang berbagi tips hidup sehat
dengan teman-teman dan masyarakat lain, terutama saat ia tampil di talkshow atau seminar.
(*/H-3)
fathia@mediaindonesia.com



Perjanjian dan Pernikahan

SITI RETNO WULANDARI

Sebagian masyarakat masih menganggap tabu pembuatan perjanjian pranikah.
Namun, sebagian lagi sadar surat itu dibutuhkan untuk menghindari konflik
berkepanjangan jika terjadi masalah yang tidak diinginkan.
BEBERAPA hari sebelum melangsungkan janji sehidup semati, Ananda Aviati, 42, bersama
calon suami yang berkewarganegaraan asing, mengunjungi kantor notaris. Mereka berdua
menyepakati harus membuat perjanjian pranikah (prenuptial agreement). Tidak butuh waktu
lama, perempuan yang akrab disapa Ati itu telah memiliki bukti sah perjanjian.
Mengapa butuh perjanjian pranikah? Jawaban Ati sederhana saja, untuk menghindari hal-hal
yang tidak diinginkan. Apalagi, proses pernikahan campuran, antara WNI dan WNA yang
berbeda hukum dan budaya. Tidak mengherankan, tutur Ati, jika sebagian besar pasangan
beda negara memiliki perjanjian pranikah di luar yang tertera di surat nikah.
Kalau menurut peraturan undang-undang, begitu menikah, harta menjadi milik bersama.
Nah dengan perjanjian pranikah, akan muncul klausul, harta milik perempuan apa saja, dan
laki-laki apa saja. Intinya, saya melakukan perjanjian pranikah untuk melindungi keluarga,
tutur Ati ketika ditemui di kantornya kawasan Sudirman, Jakarta.
Menurut Ati, di kota besar seperti Jakarta banyak pasangan yang melakukan perjanjian
pranikah. Biasanya mereka berasal dari kalangan pengusaha dan pernikahan campur.
Ati mencontohkan kejadian paling buruk yang bisa dialami seorang pengusaha yang
bangkrut. Ketika bangkrut, otomatis semua utang yang dimiliki akan dibayar dengan harta
yang saat itu ia miliki. Kalau harta istri tidak dibuat terpisah, kemungkinan besar harta istri
akan ikut ditarik pihak berwenang.
Proses perjanjian
Tidak ada langkah sulit untuk melangsungkan perjanjian pranikah. Hanya perlu menghadap
notaris, mengutarakan maksud, lalu akan diberi draf poin-poin perjanjian pranikah.
Setelah itu, poin-poin tersebut hanya perlu dibahas oleh kedua pasangan calon pengantin.
Setelah dirasa cukup, dibawa kembali ke notaris, disepakati dengan pembubuhan tanda
tangan.
Tidak ada patokan harga, hanya bayar jasa notaris. Biaya menjadi lebih mahal kalau
melibatkan jasa pengacara. Biasanya terjadi jika perjanjian terlalu detail sehingga masing-
masing mengajukan pengacara untuk mencapai kesepakatan. Ketika saya membuat
perjanjian pranikah sih simpel saja, papar Ati sembari tertawa.
Dia menambahkan, menikah dengan WNA memang bisa memunculkan persoalan tersendiri.
Salah satu contohnya hak milik tanah hanya boleh dimiliki oleh WNI. Jika tidak ada
perjanjian, dirinya memerlukan persetujuan suami, belum lagi tanah tersebut milik suami
juga. Ketika dijual, tanah akan sangat sulit lantaran ada unsur asing di dalamnya.
Karena sudah memiliki pengalaman sendiri, Ati mengakui sering kali menjadi tempat curhat
rekan-rekannya yang ingin melakukan perjanjian pranikah. Ia pun akan memberikan
informasi sesuai dengan yang diketahui. Meskipun banyak keuntungan yang didapat,
perempuan yang juga berprofesi sebagai pengacara itu mengatakan hukum melakukan
perjanjian pranikah tidak bersifat wajib.
Perjanjian tersebut juga harus didaftarkan di Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil
sehingga posisinya kuat di mata hukum karena ditandatangani notaris dan tercatat.
Rangkaian ijab kabul
Direktur Eksekutif LBH Apik Ratna Batara Munti juga menggunakan perjanjian serupa
sebelum melakukan pernikahan. Namun, Ratna tidak menggunakan jasa notaris.
Perjanjian tersebut ditandatangani di depan penghulu dalam rangkaian ijab kabul. Perempuan
yang aktif melakukan advokasi terhadap beberapa persoalan dan juga hukum yang belum
berpihak adil pada perempuan itu mengungkap perjanjian pranikah atau perjanjian nikah
dapat menjadi landasan setiap pasangan untuk membina rumah tangga.
Ratna menilai UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan belum cukup melindungi kaum
perempuan. Pasalnya, perempuan saat ini banyak yang berperan sebagai pencari nafkah,
tetapi saat terjadi perceraian, harta yang ada akan dibagi secara rata. Ratna mencontohkan
bagaimana kalau perempuannya merupakan pencari nafkah utama? Ia merasa hal tersebut
kurang adil jika tetap mendapat bagian yang sama dengan suami.
Perihal lain, mengenai ketentuan perempuan sebagai ibu rumah tangga. Dengan adanya
perjanjian pranikah, suami mengetahui dan mengizinkan istrinya bekerja di luar.
Kami sering menangani kasus perempuan digugat cerai karena suami merasa istrinya
bekerja di tempat lain, tidak seperti yang termaktub dalam undang-undang, tutur Ratna.
Kesepakatan bersama
Satu hal yang penting, menurut Ratna, perjanjian pranikah harus dilakukan berdasarkan
kesepakatan bersama. Isi perjanjian tidak boleh melanggar hak salah satu pihak.
Lebih kuat lagi kalau dibawa ke notaris. Waktu itu saya hanya ditandatangani penghulu dan
saksi. Harga notaris mungkin sekitar Rp1 juta ke atas, pungkasnya.
Melindungi Harta dan Keluarga

HARIMURTI Adi Nugroho, 29, mengatakan perjanjian pranikah tidak melanggar hukum
selama disepakati bersama. Pengacara itu mengingatkan pada dasarnya perjanjian dibuat
untuk melindungi harta dan keluarga. Persoalan apa saja yang sepatutnya dirumuskan
dikembalikan kepada kedua pihak yang akan menikah.
Efek untuk keluarga pasti ada. Jika satu rugi, tidak akan menyeret kerugian pihak lain
sehingga finansial keluarga masih terjaga, masih bisa meneruskan hidup dan memenuhi
kebutuhan anak, tukas Hari.
Repot atau tidaknya mengurus perjanjian bergantung pada niat pasangan. Kalau hanya untuk
melindungi keluarga, prosesnya tidak akan berbelit-belit dan tidak mengeluarkan banyak
uang.
Senada dengan Hari, Ratna mengatakan klausul apa pun boleh diajukan sebagai isi perjanjian,
mulai harta hingga tugas mengurus rumah tangga. Intinya bertujuan melindungi para pihak
yang belum cukup terlindungi oleh undang-undang. Selama positif, klausulnya sah saja
diajukan untuk kepentingan bersama. Ia pun menegaskan perjanjian hendaknya dibicarakan
jauh hari sebelum menikah.
Sudah sejak 1996, Ratna gencar melakukan kampanye terkait dengan perjanjian pranikah dan
advokasi UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang belum cukup melindungi. Hal
tersebut dilakukan dengan menyebar lembar informasi dan mengadakan diskusi dengan
komunitas di daerah.
Saat ini, sudah banyak perempuan dan laki-laki yang kenal dengan perjanjian pranikah atau
perjanjian nikah. Meski demikian, aksi kampanye tetap harus terus diangkat. (Wnd/M-7)