Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG

DENGAN SISTEM HIDROLIS


PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Andri Sapora Ginting
1
dan Rudi Iskandar
2

1
Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl.Perpustakaan No.1 Kampus USU Medan
Email: sapora_g2@yahoo.com
2
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl.Perpustakaan No.1 Kampus USU Medan


ABSTRAK

Pondasi tiang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam yang berfungsi untuk menyalurkan beban
struktur kelapisan tanah keras yang mempunyai kapasitas daya dukung tinggi yang letaknya cukup dalam di dalam
tanah. Untuk menghitung kapasitas tiang, terdapat banyak rumus yang dapat digunakan dan menghasilkan nilai
kapasitas yang berbedabeda. Tujuan Penelitian ini untuk menghitung daya dukung tiang dari hasil sondir, standar
penetrasi test (SPT) dan bacaan manometer pada alat hydroulic jack system, serta membandingkan hasil daya
dukung tiang dari beberapa metode penyelidikan yang terjadi pada tiang tunggal. Hasil perhitungan daya dukung
pondasi terdapat perbedaan nilai, baik dilihat dari penggunaan metode perhitungan Aoki dan DeAlencar, serta
metode Mayerhoff. Dimana dari data sondir Aoki dan De Alencar Q
u
= 182,017 ton, dari data sondir Mayerhoff Q
u

= 274,258 ton, dari data SPT Q
u
= 190,74 ton dan dari data bacaan alat hydraulic jack Q
u
=203,152 ton. Dari hasil
perhitungan daya dukung tiang, lebih aman memakai perhitungan dari hasil data manometer pada alat hydroulic jack
karena lebih aktual.

Kata kunci: pondasi tiang, daya dukung tiang, hydraulic jack


ABSTRACT

Pile foundation is one kind of foundation that works to distribute the load to the structure of the hard soil that has a
high carrying capacity that is located deep enough in the ground. To calculate the capacity of the pole, there are
many formulas that can be used and yield values of different capacities. The research objective is to calculate the
bearing capacity of the pile sondir result, standard penetration test (SPT) and manometer readings on tools
Hydroulic jack system, and compare the results of carrying a pole of some methods of investigation that occurred on
a single pole. The results of the calculation of the carrying capacity of the foundation there are differences in value,
in terms of usage and DeAlencar Aoki calculation method, and the method Mayerhoff. Where the data sondir Aoki
and De Alencar Qu = 182.017 tonnes, data from sondir Mayerhoff Qu = 274.258 tonnes, data from SPT and
Qu=190.74 tons of data reading tool hydraulic jack Qu = 203.152 tons. From the calculation of the carrying capacity
of the pole, safer use of computation data results Hydroulic instrument manometer on the jack because more actual
Keywords: pile foundation, pile bearing capacity, hydraulic jack.


1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada umumnya bangunan gedung tersebut memiliki beban yang sangat bervariasi, berupa beban sendiri
konstruksi bangunan gedung, dan kemungkinan-kemungkinan adanya pengaruh yang akan terjadi pada bangunan
gedung tersebut, sehingga memerlukan suatu type pondasi yang sesuai agar lapisan tanah tempat pondasi didirikan
mampu mendukung seluruh berat konstruksi dan pengaruh yang akan terjadi.
Semua konstruksi yang direkayasa untuk bertumpu pada tanah harus didukung oleh suatu pondasi. Pondasi
ialah bagian dari suatu sistem rekayasa yang meneruskan beban yang ditopang oleh suatu pondasi dan beratnya
sendiri kepada dan kedalam tanah dan batuan yang terletak dibawahnya. Tegangan-tegangan tanah yang dihasilkan
kecuali pada permukaan tanah, merupakan tambahan pada beban-beban yang sudah ada dalam massa tanah dari
bobot sendiri bahan dan sejarah geologinya.
Jack in pile adalah suatu sistem pemancangan pondasi tiang yang pelaksanaannya ditekan masuk ke dalam
tanah dengan menggunakan dongkrak hidrolis yang diberi beban counterweight sehingga tidak menimbulkan
getaran dan gaya tekan dongkrak langsung dapat dibaca melalui manometer sehingga gaya tekan tiang setiap
mencapai kedalaman tertentu dapat di ketahui.
Pemakaian pondasi tiang dipergunakan untuk suatu pondasi bangunan yang apabila tanah dasar di bawah
bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity), yang cukup untuk memikul berat bangunan
dan bebannya, atau apabila tanah keras yang mana mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat
bangunan dan bebannya letaknya sangat dalam.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Menghitung daya dukung pondasi tiang dari hasil sondir, data SPT dan bacaan manometer alat hydraulic
jack.
2. Menghitung kapasitas daya dukung ijin kelompok tiang.
Manfaat Penelitian
Adapun Manfaat dari penulisan ini adalah :
1. Untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan, dan pembanding kelak jika akan melakukan suatu
pekerjaan yang sama atau sejenis.
2. Dapat membantu mahasiswa lainnya sebagai referensi atau contoh apabila mengambil topik bahasan
yang sama
3. Dapat menganalisis data jika akan melakukan suatu pekerjaan yang sejenis

2. METODE
Metode Pengumpulan Data
Subjek pada penelitian ini adalah pembangunan proyek Gedung Perpustakaan Universitas Negeri Medan.
Pengambilan data yang diperlukan dalam perencanaan diperoleh dari PT. Bina Karya (persero) selaku perusahaan di
bidang jasa konstruksi yang terlibat dalam pembangunan Gedung Perpustakaan Universitas Negeri Medan. Data
yang diperlukan dalam penelitian proyek terdiri dari :
a. Data Sondir
b. Data Standart Penetration Test (SPT)
c. Data dari bacaan manometer alat hydraulic jack

Metode Perhitungan Daya Dukung
a. Kapasitas daya dukung tiang dari data sondir .
Kapasitas daya dukung ultimit ditentukan dengan persamaan sebagai berikut :
Q
u
= Q
b
+ Q
s
= q
b
A
b
+ f.A
s .
(1)


Dimana :
Q
u
= Kapasitas daya dukung aksial ultimit tiang pancang.
Q
b
= Kapasitas tahanan di ujung tiang.
Q
s
= Kapasitas tahanan kulit.
q
b
= Kapasitas daya dukung di ujung tiang persatuan luas.
A
b
= Luas di ujung tiang.
f = Satuan tahanan kulit persatuan luas.
A
s
= Luas kulit tiang pancang.


Dalam menentukan kapasitas daya dukung aksial ultimit (Q
u
) dipakai Metode Aoki dan De Alencar.
Dimana :
(2)

( )
b
ca
b
F
base q
q =
q
ca
(base) = Perlawanan konus rata-rata 1,5D diatas ujung tiang, 1,5D dibawah ujung tiang dan F
b
adalah
faktor empirik tergantung pada tipe tanah.

Tahanan kulit persatuan luas (f) diprediksi sebagai berikut :

(3)


Dimana :
q
c
(side)= Perlawanan konus rata-rata pada masing lapisan sepanjang tiang.
F
s
= Faktor empirik yang tergantung pada tipe tanah.
F
b
= Faktor empirik yang tergantung pada tipe tanah.


Untuk menghitung daya dukung tiang pancang berdasarkan data hasil pengujian sondir dapat dilakukan dengan
menggunakan metode Meyerhoff.
Daya dukung ultimit pondasi tiang dinyatakan dengan rumus :
Q
ult
= (q
c
x A
p
)+(JHL x K
11
) . (4)
Keterangan :
Q
ult
= Kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal.
q
c
= Tahanan ujung sondir.
A
p
= Luas penampang tiang.
JHL = Jumlah hambatan lekat.
K
11
= Keliling tiang.
Daya dukung ijin pondasi dinyatakan dengan rumus :

..(5)


b. Kapasitas Daya Dukung dari Data SPT
Daya dukung pondasi tiang pada tanah non kohesif
Q
p
= 40 x N SPT x L
i
/D x A
p
(6)
Tahanan geser selimut tiang pada tanah non kohesif
Q
s
= 2 x N SPT x p x L
i
(7)
Keterangan :
D = Diameter tiang
L
i
= Panjang Lapisan Tanah (m)
A
p
= Luas Penampang Tiang (m)
p = Keliling Tiang (m)

c. Kapasitas Daya Dukung Berdasarkan bacaan manometer alat hydraulic jack
Kapasitas daya dukung tiang dapat dihitung dengan rumus :
Q = P x A ... (8)
Keterangan :
Q = Daya dukung tiang pada saat pemancangan (ton)
P = Bacaan manometer (kg/cm)
A = Total luas efektif penampang piston (cm)



s
s
c
F
side q F

) ( =
5 3
11
ijin
JHLxK xA q
Q
c c
+ =
T
i
a
n
g

P
a
n
c
a
n
g

3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Menghitung Daya Dukung Tiang dari Data Sondir
Kapasitas Daya Dukung Tiang dengan Metode Aoki dan De Alencar
Dari proyek diperoleh data, yaitu :
Data tiang pancang :
Diameter tiang pancang (D) : 35 cm
Keliling tiang pancang (K
11
) : . 35 cm = 110 cm
Luas tiang pancang (A
p
) :
2
4
1
. . D
:
2
4
1
35 . . = 962,5 cm
2

P
t
tiang pancang : 70 ton

a. Perhitungan kapasitas dukung ujung tiang (Q
b
)


Kedalaman Perlawanan konus
(meter) (kg/cm
2
)
22,40 175
22,60 175
22,80 175
23,00 175
23,20 175
23,40 175
23,60 175
Gambar -1. Perkiraan nilai q
ca
(base)


Nilai q
ca
diambil rata-rata seperti dalam gambar -1
q
ca
=
7
175 175 175 175 175 175 175 175 175 + + + + + + + +
= 175,00 kg/cm
2

Dari persamaan (2), kapasitas dukung ujung persatuan luas (q
b
) :
q
b
=
b
ca
F
base q ) (
(Nilai F
b
beton precast = 1,75)
q
b
=
75 , 1
175
= 100 kg/cm
2

Kapasitas dukung ujung tiang (Q
b
) :
Q
b
= q
b
x A
p

Q
b
= 100 x 962,5
= 96.250 kg = 96,25 ton.









b. Perhitungan kapasitas dukung kulit (Q
s
)




Gambar -2. Nilai q
c
(side) pada titik sondir
Dari persamaan (3), kapasitas dukung kulit persatuan luas (f) :
f = q
c
(side)
s
s
F


f = 84,834 .
5 , 3
014 , 0
= 0,339 kg/cm
2

Kapasitas dukung kulit (Q
s
) :
Q
s
= f . A
s

= 0,339 . 110 . 2300
= 85.767 kg
= 85,767 ton
Kapasitas daya dukung aksial ultimit tiang pancang (Q
u
) :
Q
u
= Q
b
+ Q
s

= 96,25 + 85,767
= 182,017 ton
kapasitas ijin tiang (Q
a
) :
Q
a
=
SF
Q
u

=
5 , 2
182,017

= 72,806 ton

Perhitungan kapasitas daya dukung tiang dengan metode Meyerhoff pada data sondir (CPT)
Data yang diperoleh pada kedalaman 1 meter adalah:
1. Perlawanan Penetrasi konus ( PPK ), q
c
= 11 kg/cm
2

2. Jumlah Hambatan Lekat ( JHL ) = 18 kg/cm
0,00meter
23 meter
2
3

m
e
t
e
r

Pasir halus (LS)
q
c
(side) = 84,834 kg/cm
2

3. Luas Tiang Pancang ( Ap ) =
2
4
1
. . D
=
2
4
1
35 . .
= 962,5 cm
2

4. Keliling Tiang Pancang = . D
= . 35 cm
= 110 cm
Dari persamaan (4), kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal (Q
ult
):
Q
ult
= (q
c
. A
p
) + (JHL . K)
= ( 11 . 962,5) + ( 18 . 110)
= 12,568 ton
Dari persamaan (2.7), kapasitas daya dukung ijin pondasi (Q
ijin
):
Q
ijin
=
5
.
3
11
K JHL
xA q
p c
+
=
5
110 18
3
5 , 962 11 x x
+
= 3,925 ton
Tabel -1. Perhitungan daya dukung ultimate dan ijin pondasi tiang berdasarkan data sondir.
Kedalaman PPK Ap JHL K
11
Q
ult
Q
ijin

(qc)
(meter) (kg/cm
2
) (cm
2
) (kg/cm
2
) (cm) (Ton) (Ton)
0,00 0 0 0 0 0,000 0,000
1,00 11 962,50 18 110 12,568 3,925
2,00 3 962,50 38 110 7,068 1,799
3,00 16 962,50 68 110 22,880 6,629
4,00 3 962,50 90 110 12,788 2,943
5,00 45 962,50 118 110 56,293 17,034
6,00 4 962,50 148 110 20,130 4,539
7,00 4 962,50 176 110 23,210 5,155
8,00 19 962,50 200 110 40,288 10,496
9,00 64 962,50 254 110 89,540 26,121
10,00 94 962,50 330 110 126,775 37,418
11,00 68 962,50 414 110 110,990 30,925
12,00 92 962,50 504 110 143,990 40,605
13,00 107 962,50 570 110 165,688 46,869
14,00 74 962,50 638 110 141,405 37,778
15,00 115 962,50 738 110 191,868 53,132
16,00 52 962,50 810 110 139,150 34,503
17,00 93 962,50 882 110 186,533 49,242
17,80 175 962,50 962 110 274,258 77,310

Menghitung kapasitas daya dukung tiang dari data SPT
Perhitungan kapasitas daya dukung tiang pancang per lapisan dari data SPT memakai metode Meyerhoff
Daya dukung ujung pondasi tiang pancang pada tanah non kohesif adalah :
Q
p
= 40 . N-SPT .
D
L
. A
p

= 40 . 1 .
35 . 0
1
. 0,09625
= 11 kN
Untuk tahanan geser selimut tiang pada tanah non kohesif adalah:
Q
s
= 2 . N-SPT . p . L
i

= 2 . 1. 1,10 . 1
= 2,2 kN

Tabel -2. Perhitungan daya dukung tiang berdasarkan data SPT
Depth Soil N Cu Skin Friction End Qult Qult
Layer (kN) Bearing
(m) (kN/m
2
) Local Cumm (kN) (kN) (ton)
0,00
1
0
_ _
0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
0,50 1
_ _
2,200 2,200 11,000 13,200 1,320
1,00 1
_ _
2,200 4,400 11,000 15,400 1,540
1,50 1
_ _
2,200 6,600 11,000 17,600 1,760
2,00 1
_ _
2,200 8,800 11,000 19,800 1,980
2,50 1
_ _
2,200 11,000 11,000 22,000 2,200
3,00 2
_ _
4,400 15,400 22,000 37,400 3,740
3,50 2
_ _
4,400 19,800 22,000 41,800 4,180
4,00 2
_ _
4,400 24,200 22,000 46,200 4,620
4,50
2
3
_ _
6,600 30,800 33,000 63,800 6,380
5,00 4
_ _
8,800 39,600 44,000 83,600 8,360
5,50 5
_ _
11,000 50,600 55,000 105,600 10,560
6,00 7
_ _
15,400 66,000 77,000 143,000 14,300
6,50 10
_ _
22,000 88,000 110,000 198,000 19,800
7,00 10
_ _
22,000 110,000 110,000 220,000 22,000
7,50 11
_ _
24,200 134,200 121,000 255,200 25,520
8,00 13
_ _
28,600 162,800 143,000 305,800 30,580
8,50 14
_ _
30,800 193,600 154,000 347,600 34,760
9,00 15
_ _
33,000 226,600 165,000 391,600 39,160
9,50 15
_ _
33,000 259,600 165,000 424,600 42,460
10,00
15
_ _
33,000 292,600 165,000 457,600 45,760
10,50 15
_ _
33,000 325,600 165,000 490,600 49,060
11,00 15
_ _
33,000 358,600 165,000 523,600 52,360
11,50 15
_ _
33,000 391,600 165,000 556,600 55,660
12,00 16
_ _
35,200 426,800 176,000 602,800 60,280
12,50 16
_ _
35,200 462,000 176,000 638,000 63,800
13,00 16
_ _
35,200 497,200 176,000 673,200 67,320
13,50 16
_ _
35,200 532,400 176,000 708,400 70,840
14,00 16
_ _
35,200 567,600 176,000 743,600 74,360
14,50 17
_ _
37,400 605,000 187,000 792,000 79,200
15,00 17
_ _
37,400 642,400 187,000 829,400 82,940
15,50 17
_ _
37,400 679,800 187,000 866,800 86,680
16,00 16
_ _
35,200 715,000 176,000 891,000 89,100
16,50
3
15
_ _
33,000 748,000 165,000 913,000 91,300
17,00 15
_ _
33,000 781,000 165,000 946,000 94,600
17,50 14
_ _
30,800 811,800 154,000 965,800 96,580
18,00 14
_ _
30,800 842,600 154,000 996,600 99,660
18,50 17
_ _
37,400 880,000 187,000 1067,000 106,700
19,00 22
_ _
48,400 928,400 242,000 1170,400 117,040
19,50 26
_ _
57,200 985,600 286,000 1271,600 127,160
20,00
4
30
_ _
66,000 1051,600 330,000 1381,600 138,160
20,50 32
_ _
70,400 1122,000 352,000 1474,000 147,400
21,00 38
_ _
83,600 1205,600 418,000 1623,600 162,360
21,50 38
_ _
83,600 1289,200 418,000 1707,200 170,720
22,00 36
_ _
79,200 1368,400 396,000 1764,400 176,440
22,50 35
_ _
77,000 1445,400 385,000 1830,400 183,040
23,00 35
_ _
77,000 1522,400 385,000 1907,400 190,740
23,50 34
_ _
74,800 1597,200 374,000 1971,200 197,120
24,00 33
_ _
72,600 1669,800 363,000 2032,800 203,280
24,50 33
_ _
72,600 1742,400 363,000 2105,400 210,540
25,00
5
33
_ _
72,600 1815,000 363,000 2178,000 217,800
25,50 32
_ _
70,400 1885,400 352,000 2237,400 223,740
26,00 32
_ _
70,400 1955,800 352,000 2307,800 230,780
26,50 32
_ _
70,400 2026,200 352,000 2378,200 237,820
27,00 31
_ _
68,200 2094,400 341,000 2435,400 243,540
27,50 31
_ _
68,200 2162,600 341,000 2503,600 250,360
28,00 32
_ _
70,400 2233,000 352,000 2585,000 258,500
28,50 33
_ _
72,600 2305,600 363,000 2668,600 266,860
29,00 34
_ _
74,800 2380,400 374,000 2754,400 275,440
2
29,50
35
_ _
77,000 2457,400 385,000 2842,400 284,240
30,00 36
_ _
79,200 2536,600 396,000 2932,600 293,260


Perhitungan Kapasitas Daya Dukung Pondasi Tiang Pada Saat Penekanan Berdasarkan Bacaan
Manometer Pada Alat Hydraulic Jack
Kapasitas daya dukung tiang mini pile dapat diketahui berdasarkan bacaan manometer yang tersedia pada
alat pancang. Kapasitas daya dukung pondasi tiang dapat dihitung dengan rumus :
A P Q =

menggunakan hydraulic jack dengan kapasitas 320 ton. Luas piston (A) untuk mesin kap. 320 ton = 1269,7 cm
Working load (P
izin
) = 160 ton
P
ult
= 200% x P
izin

= 200% x 160
= 320 ton
Daya dukung berdasarkan bacaan manometer alat hydraulic jack dengan mesin 320 ton :
Q = P x A
= P x 1269,7
= 1269,7 P kg
= 1,2697 P ton
Tabel-3. Perhitungan daya dukung tiang pada saat pemancangan berdasarkan data (daily piling record)
Pile Cap Nomor
Titik
Kedalaman
Pancang (m)
Manometer
(Mpa) Daya Dukung (ton)
223 23 16 203,152
224 23 16 203,152
225 23 16 203,152
226 23 16 203,152
227 23 16 203,152
228 23 16 203,152

4. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Hasil perhitungan daya dukung ultimit tiang pada kedalaman 23,00 m berdasarkan data sondir, data SPT, dan
data dari bacaan manometer pada saat pemancangan adalah sebagai berikut :
Dari data sondir Aoki dan De Alencar, Q
u
= 182,017 ton
Dari data sondir Mayerhoff, Q
u
= 274,258 ton
Dari data SPT, Q
u
= 190,74 ton
Dari data bacaan alat hydraulic jack, Q
u
= 203,152 ton
2. Daya dukung ijin tiang yang diperoleh dengan faktor keamanan (FS) sebesar 2,5 adalah sebagai berikut:
Dari data sondir Aoki dan De Alencar, Q
u
= 72,806 ton
Dari data sondir Mayerhoff, Q
ijin
= 77,310 ton
Dari data SPT, Q
ijin
= 76,296 ton
Dari data bacaan alat hydraulic jack, Q
ijin
= 81,260 ton
5
3. Berdasarkan perhitungan kapasitas daya dukung ijin tiang tungal diperoleh nilai Q
ijin
> P
t
= 70 ton, sehingga
struktur bangunan pada Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Universitas Negeri Medan dapat
dinyatakan aman.
Saran
1. Penyelidikan di lapangan dengan sondir dan SPT untuk perencanaan daya dukung pondasi tiang masih kurang
akurat, sehingga masih perlu digunakan alat uji yang lain.
2. Dalam menganalisa daya dukung pondasi lebih baik memakai hasil data manometer karena lebih aktual.


5. DAFTAR PUSTAKA
Bowles, J.E., 1991. Analisis dan Desain Pondasi, Edisi keempat Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
Bowles, J.E., 1991. Analisis dan Desain Pondasi, Edisi keempat Jilid 2, Erlangga, Jakarta.
Hardiyatmo, H.C., 2002. Teknik Pondasi 2, Edisi Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
Irsyam, M., SI-3221 Rekayasa Pondasi, Penerbit ITB, Bandung.
Pradoto, S., 1988. Teknik Pondasi, Laboratorium Geoteknik ITB, Bandung.
Sardjono, HS., 1991. Pondasi Tiang Pancang, Jilid 1, Penerbit Sinar Jaya Wijaya, Surabaya.
Sosrodarsono, S. Dan Nakazawa, K., 1983. Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi, PT Pradnya Paramita, Jakarta.