Anda di halaman 1dari 56

PENGHARGAAN KINERJA PROYEK KONSTRUKSI 2013

- KONSTRUKSI INDONESIA 2013-


JUDUL KARYA :
DERMAGA MULTI PURPOSE BANTEN
KATEGORI
BANGUNAN PRASARANA SUMBER DAYA AIR
DIAJUKAN OLEH :
NAMA/INSTITUSI : PT. PP (Persero) Tbk.
BIDANG KEGIATAN : Construction and Investment
ALAMAT & TELEPON : Plaza PP Wisma Subiyanto,
J l. TB. Simatupang No. 57 Pasar Rebo J akarta
13760 Tel.(021) 8403909 / 8403883 Fax.(021)
8403914
PIMPINAN : Ir. Bambang Triwibowo
2
J akarta, 10 Oktober 2013
Corporate Secretary
PT. PP (Persero) Tbk
Ir. Taufik Hidayat, M.Tech
FORMULIR PENDAFTARAN
PENGHARGAAN KINERJA PROYEK KONSTRUKSI 2013
I. DATA PROYEK YANG DIAJ UKAN
a. J udul/Nama Proyek : Dermaga Multipurpose Banten
b. Lokasi Proyek : Pelabuhan Ciwandan, Banten, Indonesia
c. Kategori Penghargaan :
A. Kategori proyek dengan nilai diatas Rp. 75 Milyar
1. Pelaksanaan Bangunan Gedung Lebih dari 8 Lantai
2. Pelaksanaan Bangunan Gedung Kurang dari 8 Lantai
3. Pelaksanaan Bangunan Prasarana Transportasi
4. Pelaksanaan Bangunan Prasarana Sumber Daya Air
5. Pelaksanaan Bangunan Prasarana Industri
B. Kategori proyek dengan nilai diatas Rp. 10-75 Milyar
1. Pelaksanaan Bangunan Gedung
2. Pelaksanaan Bangunan Sipil
3. Pelaksanaan Bangunan I nstalasi Pengolahan
Air Bersih dan Air Limbah
II. DATA PERUSAHAAN
a. Nama Perusahaan : PT. PP (Persero), Tbk
b. Alamat : Plaza PP Wisma Subiyanto
J l. TB. Simatupang No. 57 Pasar Rebo J akarta 13760
Tel.(021) 8403909 / 8403883 Fax.(021) 8403914
c. Tanggal pendirian : 26 Agustus 1953
d. J enis Usaha : Construction & Investment
3
I. DATA PERUSAHAAN
1. Nama Perusahaan : PT. PP (Persero) Tbk.
2. Alamat : JL. Letjen TB. Simatupang No.57, Pasar Rebo,
Jakarta 13760
Telp : (021) 8403883, 8403909 Fax : (021) 8403914
Website: www.pt-pp.com, Email: pp1@pt-pp.com,pp2@ptpp.com
3. Tanggal didirikan : 26 Agustus 1953
4. Jenis Usaha : Construction & Investment
5. Daftar Direksi
No Direktur Nama Lengkap & Gelar
1. Direktur Utama Ir. Bambang Triwibowo
2. Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Ir. Harry Nugroho, MM
3. Direktur Keuangan Ir. Tumiyana, MBA.
4. Direktur Operasi Ir. Ketut Darmawan
5. Direktur Pemasaran Ir. I Wayan Karioka
6. Jumlah Kepala Proyek & TimProject Management : 104 Manager Proyek &
165TimProject Management.
7. Anggota Asosiasi :
No Nama Asosiasi
1 GBCI (Green Building Council Indonesia)
2. AKI (Asosiasi Kontraktor Indonesia)
3. KADIN (Kamar Dagang dan Industri)
4. AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik & Mekanikal Indonesia)
5. ASPEKNAS (Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional)
6. AKAINDO (Asosiasi Kontraktor Air Indonesia)
7. GAPEKSINDO (Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia)
8. APNATEL (Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi)
9. GAPENRI (Gabungan Perusahaan Nasional Rancangbangun Indonesia)
8. Lampiran data pendukung :
a. Fotokopi SIUJK yang masih berlaku
b. Fotokopi Sertifikat Badan Usaha
c. Fotokopi Sertifikat ISO 9001 : 2008
d. Fotokopi Sertifikat OHSAS 18001 : 2007
e. Fotokopi ISO 14001 : 2004
4
II. DATA UTAMA PROYEK
II. 1. Data Umum Proyek
1. Nama Proyek : Pembangunan Dermaga Multipurpose Sepanjang
300 Mdi Pelabuhan Banten
2. Lokasi : Pelabuhan Ciwandan, Banten, Indonesia
3. Nomor dan tanggal kontrak : HK. 56/4/4/C.Btn-2011, 30 November 2011
4. Nomor dan tanggal kontrak add 2 : HK. 56/3/5/C.Btn-2013, 15 Mei 2013
5. Nilai Kontrak : Rp. 184.438.000.000,00
6. Nilai Kontrak add : Rp. 205.028.150.000,00
7. Jenis Kontrak : Tunggal
8. Konsultan Pengawas : PT. Yodya Karya (Persero)
9. Mata Uang : Rupiah
10. Cara pembayaran : Monthly Payment
11. Gambar, denah, tampak dan potongan dalam ukuran A3 (terlampir).
12. Lingkup Pekerjaan :
a. Pekerjaan Persiapan
b. Pekerjaan Dermaga
- Pekerjaan Tiang Pancang Beton diameter 800 mm
- Pekerjaan Tiang Pancang Beton diameter 600 mm
- Pekerjaan Tiang Pancang Baja diameter 711,2 mm
- Pekerjaan Beton Bertulang(pilecap, balok, pelat, tutup channel)
c. Pekerjaan Fasilitas Dermaga
- Pekerjaan Fender
- Pekerjaan Bollard
- Pekerjaan Besi Siku
II.2. Data Teknis Proyek
1. PanjangDermaga : 300 m
2. Lebar : 44 m
3. Kapasitas Bollard : 150 T
4. Elevasi lantai dermaga : + 3,50 m LWS
5. Draft : -14 m LWS
6. Ukuran Kapal rencana : 100.000 DWT
7. Sarana Tumbuk (fender) : tipe VA 800 H 2000 L
5
8. Jenis tiang pancang : - Spun Pile diameter 800 mm
- Spun Pile diameter 600 mm
- Tiang pancang baja dia 711.2 mm t= 16 mm
9. Struktur beton Dermaga (Pilecap, balok dan pelat) menggunakan beton mutuK 350
III. KEUNIKAN BANGUNAN DAN SPESIFIKASI
III. 1. Abstraksi
Pesatnya roda pertumbuhan ekonomi perdagangan di wilayah Banten dan Jawa Barat,
diikuti pula dengan pertumbuhan pelayanan jasa dan fasilitas PT. Pelabuhan Indonesia II
(Persero) Cabang Banten yang menjadikan Pelabuhan Ciwandan berdimensi kelas dunia dalam
segala hal untuk memberikan kenyamanan proses perdagangan di wilayah ini sehingga dituntut
untuk mempunyai fasilitas penunjang yang memadai. Maka dari itu PT. Pelabuhan Indonesia II
(Persero) Cabang Banten mengembangkan fasilitas dermaga yang ada dengan pembangunan
perpanjangan dermaga multipurpose 005.
Lokasi pekerjaan berada di areal yang cukup sibuk dengan kegiatan pelabuhan, selama
pelaksanaan pembangunan seluruh kegiatan operasional di Pelabuhan Banten harus tetap
berjalan secara simultan dengan pekerjaan pembangunan, sehingga diperlukan koordinasi yang
baik dengan pihak-pihak yang terkait.
Dermaga yang dibangun merupakan perpanjangan dermaga 005 (multipurpose) yang
sudah ada dimana dermaga 005 tersebut telah beroperasi penuh di Pelabuhan Ciwandan,
Banten. Pekerjaan tersebut berlokasi di dalam areal PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero)
Cabang Banten yang merupakan Pengembangan Pelabuhan Ciwandan, Banten. Dermaga ini
merupakan dermaga multipurpose dengan konstruksi beton bertulang yang dilaksanakan
dengan system deck on pile, yaitu konstruksi lantai dermaga diatas balok memanjang dan
melintang yang di tumpu oleh pondasi tiang pancang baja dan beton, dimana antara balok-balok
dan tiang pancang dihubungkan dengan pile cap. Pembangunan dermaga ini dibagi menjadi 3
segmen untuk mengurangi efek yang ditimbulkan gempa. Ketiga segmen tersebut adalah tipikal
satu dengan yang lainnya.
Desain awal lay out pembangunan dermaga ini mempunyai faceline segaris dengan
dermaga Multipurpose 005 dan merupakan perpanjangan sepanjang 300 m ke arah laut.
Namun akibat benturan kepentingan dengan rencana pembangunan dermaga PT. Krakatau
Bandar Samudera yang berada di dekat lokasi rencana pembangunan dermaga Multipurpose
Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten sehingga lay out pembangunan dermaga ini diubahdan
tidaklagi segaris dengan dermaga 005 namun bergeser membentuk sudut sebesar 10 .
6
Pada awalnya perencanaan semua komponen beton pada dermaga ini direncanakan
dengan metode cast in situ (pengecoran langsung di tempat). Dengan perencanaan seperti ini,
maka semua pekerjaan beton bertulang akan dilaksanakan di atas laut (perancah, bekisting,
pembesian, dan cor beton) sehingga cenderung menimbulkan banyak hambatan. Hal ini
kemungkinan besar berakibat kontrol mutu terhadap pekerjaan beton terutama pada bagian
bawah dan samping tidak bisa maksimal yang dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan
di masa operasional nantinya. Namun dengan semangat innovasi yang tinggi dilakukan
perubahan metode pelaksanaan pekerjaan beton dengan menggunakan metode precast.
Penggunaan metode ini akan mengoptimalkan kontrol terhadap mutu pekerjaan beton karena
sebagian aktivitas akan dilaksanakan di darat.
Untuk optimalisasi biaya dan waktu serta mendukung pelaksanaan metode precast,
proses pemasangan precast dilakukan menggunakan Tower Crane Berjalan (Rail Travelling
Tower Crane), pertimbangan menggunakan Tower Crane adalah karena alat ini mempunyai
daya jangkau yang panjang.
Innovasi dan terobosan dilakukan terhadap desain pondasi tiang pancang beton. Desain
awal berupa concrete spun pile denganbottomberupa pensil. Namun akibat karakteristik tanah
yang ada pada lokasi pekerjaan membuat pekerjaan pemancangan dan tiang pancang dengan
bottom pensil tersebut tidak efektif bekerja, maka dilakukanlah innovasi dengan memodifikasi
bottom pada concrete spun pile menjadi mamira dengan sepatu pipa baja.
Gambar 1. Perpanjangan Dermaga 005 Multipurpose
7
III. 2. Hal Spesifik yangTerjadi dan Respon Kontraktor
a. Aspek Teknis
Pembangunan dermaga multipurpose sepanjang 300 m tersebut direncanakan untuk
beroperasi Level Luffing Crane (LLC) sebanyak 2 buah dan berthingdapat dilakukan di kedua
sisinya. Dermaga tersebut dibagi menjadi 3 segmen dengan tipikal yang sama untuk
mengurangi efek yang ditimbulkan gempa.
Akibat benturan kepentingan dengan rencana pembangunan dermaga PT. Krakatau
Bandar Samudera yang berada di dekat lokasi rencana pembangunan dermaga Multipurpose
Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten sehingga lay out pembangunan dermaga ini diubah
dan tidak lagi segaris dengan dermaga 005 namun bergeser membentuk sudut sebesar 10 .
Perencanaan awal pelaksanaan pengecoran diakukan dengan metode cast in situ
(pengecoran di tempat) dengan metode pelaksanaan tersebut maka semua pekerjaan beton
bertulang akan dilaksanakan di atas laut (perancah, bekisting, pembesian, dan cor beton)
sehingga cenderung menimbulkan banyak hambatan. Hal ini kemungkinan besar berakibat
kontrol mutu terhadap pekerjaan beton terutama pada bagian bawah dan samping tidak bisa
maksimal yang dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan di masa operasional
nantinya. Namun dengan semangat innovasi yang tinggi dilakukan perubahan metode
pelaksanaan pekerjaan beton dengan menggunakan metode precast. Penggunaan metode ini
akan mengoptimalkan kontrol terhadap mutu pekerjaan beton karena sebagian aktivitas akan
dilaksanakan di darat.
Karakteristik lapisan tanah pada lokasi pekerjaan cenderung ekstrim, karena dari lapisan
tanah lumpur dengan N SPT kurang dari 10 terdapat lapisan tanah keras dibawahnya dengan
N SPT lebih dari 65 dan 100. Dengan kondisi seperti ini, apabila pemancangan dilakukan
menggunakan tiang pancang beton dengan bottom pensil, akan terjadi kegagalan pada tiang
tersebut baik di top pile, middle pile maupun bottom pile. Tindak lanjut dari permasalahan
tersebut adalah dilakukan innovasi pada pekerjaan pondasi tiang pancang beton dengan
memodifikasi bottomtiang pancang beton yang berupa pensil menjadi mamira dengan sepatu
pipa baja, hal ini bertujuan untuk menambah daya dukung friksi pada tiang pancang dengan
menambah kedalaman yang tertanam pada lapisan tanahkeras.
b. Aspek Administrasi Kontrak
Nilai kontrak awal proyek ini sebesar Rp. 184.438.000.000,00 dengan sifat kontrak
gabungan lump sumdan unit price. Dalam proses pelaksanaan terjadi 2 kali addendum nilai
kontrak dan waktu pelaksanaan akibat adanya permintaan owner untuk pekerjaan tambah.
8
Sehingga nilai kontrak akhir menjadi Rp. 205.028.150.000,00 dan waktu pelaksanaan sampai
dengan 30 Oktober 2013.
Di dalam kontrak pekerjaan ini Material On Site diperhitungkan sebagai berikut :
1. Fender diperhitungkan sebesar 70% dari harga satuan pekerjaan
2. Bolder diperhitungkan sebesar 70% dari harga satuan pekerjaan
3. Precast diperhitungkan 50% dari harga satuan pekerjaan
4. Besi beton diperhitungkan sebesar 70% dari harga satuan pekerjaan
Akibat adanya perubahan desain lay out dan proses perijinannya, maka nilai dan waktu
pelaksanaan berubah dan harus disesuaikan dengan kondisi lapngan sehingga dilakukan
addendum kontrak.
c. Aspek K3 dan Lingkungan
Bangunan Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten secara
keseluruhan berada di laut, sehingga sebagian besar pekerjaan dilaksanakan di atas air,
mulai dari pemancangan pondasi, pemasangan precast dan pengecoran. Ditinjau dari aspek
K3 hal ini merupakan pekerjaan dengan resiko yang tinggi, sehingga dibutuhkan manajemen
K3 yang terencana dan terstruktur dengan baik.
Lokasi kerja Pembangunan Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan
Banten berada di lingkungan Pelabuhan Ciwandan di dalam kompleks PT. Pelabuhan
Indonesia II (Persero) Cabang Banten dimana di area tersebut terdapat perkantoran, gudang,
terminal Bahan Bakar Minyak, terminal Aspal, stokyard batubara, lapangan bongkar muat dan
silo semen. Juga terdapat satu muara sungai kecil yang langsung menuju ke laut. Lingkungan
di sekitar lokasi kerja sangat mempengaruhi kondisi lingkungan di lokasi pekerjaan itu sendiri,
sehingga dengan kondisi sekitar yang ada, PT. PP (Persero) Tbk dituntut untuk mampu
meminimalkan pencemaran lingkungan yang sudah terjadi, yaitu dengan menerapkan
manajemen lingkungan yang baik dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan untuk
pemilihan pelaksanaan pekerjaan.
PT.PP (Persero) Tbk sebagai Green Contractor mempunyai misi sebagai kontraktor
utama dengan waste dan accident 0% pada setiap proyeknya. Perusahan telah menerima
sertifikasi OHSAS 18001:2007 sebagai perusahan yang memenuhi standar K3 dan ISO
14001:2004 dibidang lingkungan. PT. PP (Persero) Tbk melalui SHEO (Safety Health &
Environment Officer) mengikuti segala regulasi pemerintah yang berkaitan dengan K3 dan
Lingkungan, untuk dipatuhi oleh karyawan dan sub-kontraktor untuk meminimalkan
kemungkinan terjadinya kecelakaan di proyek. Langkah-langkah perseroan untuk
9
meningkatkan kesadaran SHE adalah dengan mengadakan SHE Talk,SHE Patrol, dan SHE
Introduction minimal seminggu sekali, selain itu dilaksanaan management review SHE tiap
bulan, dan perseroan dalam waktu berkala mengadakan cek kesehatan dan gizi bagi setiap
karyawannya.
III.3. Struktur Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 M
Desain awal lay out pembangunan dermaga ini mempunyai faceline segaris dengan
dermaga Multipurpose 005 dan merupakan perpanjangan sepanjang 300 m ke arah laut.
Namun akibat benturan kepentingan dengan rencana pembangunan dermaga PT. Krakatau
Bandar Samudera yang berada di dekat lokasi rencana pembangunan dermaga Multipurpose
Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten sehingga lay out pembangunan dermaga ini diubah
dan tidak lagi segaris dengan dermaga 005 namun bergeser membentuk sudut sebesar 10 .
Gambar 2. Lay out dermaga Multipurpose 005
Dermaga ini menggunakan konstruksi beton bertulang yang dilaksanakan dengan
system deck on pile, yaitu konstruksi lantai dermaga diatas balok memanjang dan melintang
yang di tumpu oleh pondasi tiang pancang baja dan beton, dimana antara balok-balok dan
tiang pancang dihubungkan denganpile cap.
Pembangunan dermaga ini dibagi menjadi 3 segmen untuk mengurangi efek yang
ditimbulkan gempa. Ketiga segmen tersebut adalah tipikal satu dengan yang lainnya.
Konstruksi dermaga ini direncanakan seluruh beban aksial akan didukung oleh tiang pancang
beton (concrete spun pile) diameter 800 mm, sedangkan seluruh beban horizontal akan
SKALA. 1:2000
RENCANA LOKASI
PEMBANGUNAN DERMAGA
10
10
didukung oleh tiang pancang baja miring (steel pipe pile) diameter 711,2 mm yang terletak di
dua sisi faceline dermaga. Pada center line dermaga dipasang konstruksi tiang pancang
beton (concrete spun pile) diameter 600 mm segaris lurus dengan arah longitudinal dermaga
dengan jarak 80 cm dari as ke as sebagai pemecah arus. Secara desain, konstruksi ini
merupakan konstruksi yang ekonomis karena sebagian besar struktur pondasi menggunakan
tiang pancang beton (concrete spun pile) dan sedikit tiang pancang baja (steel pipe pile).
Bangunan dermaga yang ada di sekitar lokasi pekerjaan secara umummenggunakan tiang
pancang baja sebagai struktur pondasi baik untuk menahan gaya horizontal maupun gaya
aksial, sehingga konstruksi yang seperti ini membutuhkan biaya yang lebih banyak.
Gambar 3. Potongan Melintang Dermaga
Pada awalnya perencanaan semua komponen beton pada dermaga ini direncanakan
dengan metode cast in situ (pengecoran langsung di tempat). Dengan perencanaan seperti
ini, maka semua pekerjaan beton bertulang akan dilaksanakan di atas laut (perancah,
bekisting, pembesian, dan cor beton) sehingga cenderung menimbulkan banyak hambatan.
Hal ini kemungkinan besar berakibat kontrol mutu terhadap pekerjaan beton terutama pada
bagian bawah dan samping tidak bisa maksimal yang dikhawatirkan akan menimbulkan
permasalahan di masa operasional nantinya. Namun dengan semangat innovasi yang tinggi
dilakukan perubahan metode pelaksanaan pekerjaan beton dengan menggunakan metode
precast. Penggunaan metode ini akan mengoptimalkan kontrol terhadap mutu pekerjaan
beton karena sebagian aktivitas akan dilaksanakan di darat.
Untuk optimalisasi biaya dan waktu serta mendukung pelaksanaan metode precast,
proses pemasangan precast dilakukan menggunakan Tower Crane Berjalan (Rail Travelling
Tower Crane), pemilihan menggunakan Tower Crane karena alat ini mempunyai daya
jangkau yang panjang.
11
III. 4. Penggunaan Material, Tenaga dan Alat
Material yang digunakan pada pekerjaan ini menggunakan bahan-bahan dengan mutu
terbaik dan mengutamakan material yang telah diproduksi dalam negeri. Standar yang
digunakan adalah standar yang umum berlaku di Indonesia sedangkan standar internasional
digunakan sesuai dengan keperluan yang spesifik yang belum diatur dalam standar yang
berlaku di Indonesia. Material-material utama yang digunakan telah diakui ramah terhadap
lingkungan dan memiliki sertifikat ISO 14001. Material tersebut telah melalui proses sertifikasi
lingkungan baik dari segi cara pengolahan material, pemilihan bahan baku material, ataupun
sistem yang ditawarkan dari material tersebut.
Seluruh tenaga kerja yang bekerja di lingkungan pekerjaan Pembangunan dermaga
Multipurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten merupakan tenaga lokal dari sekitar
lokasi pekerjaan, yang mana tenaga tersebut dipilih sesuai dengan spesifikasi keahliannya.
Peralatan utama yang digunakan adalah tower crane, alat ini digunakan sebagai alat
utuk pemasangan precast dan pengecoran, supply energi listrik berasal dari PLN, hal ini
dilakukan sebagai penerapan komitmen ramah lingkungan dengan meminimalkan
penggunaan Bahan Bakar fosil dan efisiensi energi. Selain itu juga alat utama yang
digunakan adalah ponton pancang (piling barge), dimana alat ini digunakan untuk
melaksanakan pekerjaan pemancangan di laut. Sedangkan peralatan pembantu lainnya
merupakan produk lokal.
Gambar 4. Material dan alat yang digunakan pada proyek Pembangunan
Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten
12
IV. PERENCANAAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
IV. 1 Organisasi Proyek
Pemilihan bagan struktur organisasi tim proyek dipertimbangkan agar dapat
mengakomodir segala aspek terkait dalam pembangunan secara menyeluruh. Berikut ini
adalah bagan Struktur Organisasi Proyek pad Pekerjaan Pembangunan Dermaga
Multipurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten :
Gambar 5. Struktur organisasi proyek
Project Manager selaku pimpinan tertinggi proyek membawahi beberapa manager
yang terkait pelaksanaan pembangunan, antara lain: Site Engineer Manager (SEM), Site
Operation Manager (SOM), dan Site Administration Manager (SAM). Hal ini dilakukan agar
pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan secara terfokus pada bidang masing-masing.
Untuk mencapai target waktu pelaksanaan, tim pelaksana lapangan dibagi menjadi 2
tim tersendiri untuk pekerjaan precast dan pekerjaan konstruksi dermaga. General
Superintendent (GSP) selaku kepala pelaksana membawahi beberapa Superintendet (SP)
atau pelaksana sesuai dengan bidang masing-masing. Dengan pembagian tersebut,
PROJECT MANAGER
Q SHE OFFICER
Site Operational
Manager
Site Administration
Manager
Site Engineering
Manager
Cost Control
Quantity Survey
Logistic
Drafter
Peralatan
General Superintendent
Superintendent
Surveyor
Akuntansi
Perpajakan
Umum
13
pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat dilakukan dan diawasi secara lebih ketat agar dapat
mencapai target kualitas yang disyaratkan.
Proses pekerjaan lapangan juga diawasi secara ketat oleh SHE Officer yang
bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan kerja,
dan kelestarian lingkungan proyek. Untuk efektifitas pengawasan terhadap pelaksanaan K3
dan Lingkungan SHE Officer membawahi beberapa SHE Supervisor (SS) sesuai lokasi
masing-masing, sehingga kegiatan pengawasan dapat dilakukan secara lebih ketat dan
efektif.
IV.2 Metode Pelaksanaan
a. Pekerjaan Persiapan
Perencanaansite office
Gambar 6. Site Plan
- Pagar pengaman proyek
Pagar pengaman dibuat untuk menjaga keamanan dan sterilisasi dari orang luar
yang tidak berkepentingan di dalam proyek. Pagar pengaman dibuat dengan
sistem knockdown, mudah dibongkar pasang, tanpa menggunakan kayu sehingga
ramah lingkungan
14
Gambar 7. Pagar Pengaman Proyek
- Direksi keet dan kantor sementara
Direksi keet dan kantor sementara dibuat dari modifikasi kontainer bekas, dapat
dipakai berulang, mudah dibongkar pasang, tanpa menggunakan kayu sehingga
ramah lingkungan.
Gambar 8. Direksi Keet dan Kantor Sementara
- Stockyard
Semua material disusun rapi agar mudah dalam inventarisasi dan terjaga
kebersihan serta kualitasnya.
Gambar 9. Stockyard Material
15
- Area Fabrikasi
Area fabrikasi yang terencana dengan rapi
Gambar 10. Area fabrikasi
- Stockyard pracast
Precast disusun dengan rapi di area stockyard sesuai dengan tipe
Gambar 11.Stockyard Precast
- Fasilitas Kamar Mandi dan Toilet
Fasiitas kamar mandi dan toilet di area pekerjaan dengan septictank biofilter yang
ramah lingkungan, menggunakan teknologi pengurai tinja.
16
Gambar 12. Toilet dan septic tankbiofilter
- Penghujauandan biopori
Penghijauan serta pembuatan lubang biopori di area sekitar pekerjaan untuk
menjaga keasrian lingkungan dan menjaga kesejukan udara
Gambar 13. Penghijauan dan biopori
b. Tahapan Pekerjaan
Tahapan pekerjaan pada pembangunan dermaga multipurpose sepanjang 300 M di
Pelabuhan Banten meliputi:
1. Pekerjaan Tiang Pancang
2. Pekerjaan Beton
3. Pekerjaan Fasilitas Dermaga(fender, bollard dan stopper)
4. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal
Berdasarkan tahapan pekerjaan tersebut disusun network diagram yang mana
menggambarkan lintasan kritis pelaksanaan proyek. Berikut ini adalah flowchart yang
menggambarkan urutan metode pelaksanaan :
17
Gambar 14. Flow chart tahapan pekerjaan
start
Persiapan
Mobilisasi
Kantor Sementara
Pagar dll
Pekerjaan Tiang Pancang
Pengadaan dan fabrikasi
Pemancangan
Cut off pille
PDA test
Pekerjaan Beton
Pengecoran Upper plug
Pengecoran pile cap
Pemasangan baok dan pelat precast
Finishing
Fasilitas Dermaga
Pemasangan Bollard
Pemasangan Fender
Pekerjaan Mekanikal
Elektrikal
Fabrikasi Beton
Precast
finish
18
c. Pekerjaan TiangPancang
Pekerjaan tiang pancang pada proyek ini meliputi :
- Tiang Pancang Beton diameter 800 mm
- Tiang Pancang Beton diameter 600 mm
- Tiang Pancang Baja diameter 711,2 mm
Material tiang pancang baja dengan mutu tensile strength (kuat tarik) = 4100 kg/cm2
dan yield strength (kuat leleh) 2400 kg/cm2 serta tiang pancang beton dengan
karakteristik K-600.
Gambar 15. Detail tiang pancang baja dan tiang pancang beton
1. Launching pipa pancang bajadan beton
Pada saat akan digunakan pipa pancang dibawa ke lokasi pemancangan dengan cara
diangkut menggunakan ponton transfer. Ponton transfer yang telah diberi muatan tiang
pancang ditarik menggunakan tug boat , setelah sampai pada lokasi pemancangan
tiang pancang dipasang pada sing leader ponton pancang (piling barge) dan ditarik ke
atas. Setelah tiang pancang tergantung pada leader kemudian tiang pancang di setting
pada leader dan dikunci.
19
Gambar 16. Transporting tiang pancang ke lokasi pekerjaan
2. Pemancangan Tiang Pancang Dermaga
Pemancangan dilaksanakan menjadi 2 tahap yaitu :
- Tahap 1 = As A 78G 78
- Tahap 2 = As G 78I 78
Pemancangan dilaksanakan di laut dengan menggunakan fixed leader di atas
piling bargedengan kapasitas hammer 7,5 ton
Pipa pancang diletakkan pada driving rig (pile leader) dan selanjutnya
diposisikan pada titik rencana pemancangan dengan dipandu oleh surveyor, dengan
menggunakan 2 theodolith dari dua arah tegak lurus dan saling berpotongan, target
yang diamati adalah sisi luar pipa pancang dan bukan pada bagian tengahnya. Untuk
pipa pancang miring, sebelumnya dilakukan perhitungan berdasarkan target
kemiringan dengan dasar posisi akhir tiang pancang (cut off level) sesuai dengan
desain, sehingga dapat ditentukan posisi ujung tiang pancang di dasar laut.
Gambar 17. Pengamatan pemancangan oleh surveyor
20
Setelah pipa pancang berada pada posisi sesuai dengan desain akan dipancang
terus menerus hingga mencapai kedalaman rencana yang ditentukan berdasaran final.
Selama pemancangan akan dibuat driving record sesuai yang tercantum dalam
spesifikasi teknis.
Gambar 18. Pekerjaan pemancangan
Apabila tiang pancang telah masuk dan panjangnya tidak cukup untuk
mencapai final set maka akan dilakukan penyambungan pipa di laut, penyambungan
dilakukan dengan memasang platform pada tiang dengan cara dibaut, setelah platform
terpasang dilakukan pemasangan pipa sambungan di atasnya, penyambungan
dilakukan dengan cara di las sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. Pipa
penyambung harus menggunakan pipa pancang yang telah dicoating. Setelah
dilakukan pengecatan pada daerah sambungan untuk menghindari korosi.
Setelah penyambungan selesai permukaan sambungan las dibersihkan dari
kotoran pengelasan dengan menggunakan mesin gerinda atau sikat baja sampai
permukaan las bersih, selanjutnya dilakukan pengetesan keutuhan sambungan
dengan metode penetrant test. Apabila terdapat cacat pada permukaan pengelasan
dilakukan perbaikan dengan cara pada posisi cat digerinda lalu di las kembali.
21
Gambar 19. Penyambungan tiang pancang di laut
Setelah dilakukan petesan dengan penetrant test permukaan pelat sambung
tiang pancang dibersihkan dengan cara diampelas sampai bersih lalu dilanjutkan
dengan pengecatan anti karat. Setelah itu dilanjutkan dengan pemancangan kembali
sampai tercapai final set, apabila diperkirakan sudah mencapai final set dilakukan
pengambilan grafik.
3. Cutting off Level
Setelah pemancangan mencapai final set dilakukan pemotongan tiang sampai
elevasi cut off level. Pemotongan tiang pancang baja dengan menggnakan blander
(cutting torch) dari atas platform yang dipasang pada tiang pancang, potongan pipa
dipasang/digantung pada crane/leader ponton pancang.
Gambar 20. Cut off level tiang pancang baja
22
Pemotongan tiang pancang beton dilakukan dengan menggunakan concrete
cutter sepanjang+60 cm di atas elevasi cutting off level , setelah tiang pancang beton
dipotong, tiang dihancurkan (dibobok) sampai elevasi cut off level dan enyisakan besi
tulangan (wire) tiang pancang beton.
Gambar 21. Cut off level tiang pancang beton
4. Tes Tiang Pancang
Pelaksanaan pile test dengan cara dynamic testing akan menggunakan
metode PDA yang dilaksanakan di lapangan secara langsung. Untuk tiang tertentu
akan digunakan CAPWAP. Pengujian dilakukan pada tiang yang telah mencapai final
set.
Pengujian PDA dilakukan dengan cara menghubungkan instrumen PDA ke tiang
pancang yang akan diuji dengan komputer PDA, setelah semua instrumen terhubung
dilakukan pemukulan / penumbukan tiang pancang. Semua data-data yang terjadi
pada tiang pancang akan tercatat pada komputer PDA sehingga dapat diketahui daya
dukungnya.
23
Gambar 22. Pemasangan instrumen tes PDA
d. Pekerjaan Struktur beton
Pekerjaan struktur beton merupakan pekerjaan struktur atas dermaga yang
dilaksanakan setelah pelaksanaan pemancangan. Urutan metode pelaksanaan
pekerjaan struktur beton adalah sebagai berikut :
Gambar 23. Flow chart pekerjaan beton
Pemancangan Pemotongan tiang
Temporary pile bracing
Beton cast in situ
Beton pengisi ujung tiang pancang
Pemasangan precast
Selimut beton, pilecap, balok meintang & memanjang, listplank dan
pelat lantai bagian bawah
Beton cast in situ
Pertemuan balok precast dengan pile cap
Finishing
Beton readymix
Pabrikasi precast
24
Mutu beton yang digunakan pada proyek ini adalah beton dengan karakteristik K 350
dengan slump 10+2 cm. Pekerjaan beton meliputi :
- Pekerjaan beton isian tiangpancang
- Pekerjaan beton selimut tiang pancang baja
- Pekerjaan beton pilecap
- Pekerjaan beton balok
- Pekerjaan beton pelat dan tutupchannel
- Pekerjaan betonbarrier movable
1. Pabrikasi Precast
Bagian beton yang dikerjakan menggunakan metode precast dipilih pada
bagian yang efektif dan memungkinkan untuk dilaksanakan metode ini, bagian-bagian
tersebut antara lain :
- Beton Selimut tiang pancang baja
- Pilecap
- Balok
- Pelat lantai
Pada dasarnya ada beberapa aspek yang diperhitungkan dalam pekerjaan
beton precast yaitu perencanaan, pabrikasi, handling penumukan dan installasi.
Sebelum memulai pembuatan precast terlebih dahulu dilakukan perencanaan unruk
beberapa aspek berikutnya untuk menjamin pelaksanaan beton precast yang baik.
Hal pertama yang perlu direncanakan adalah tipe precast beserta dimensi
yang akan dipabrikasi. Hal ini perlu untuk persiapan lahan pabrikasi (casting yard),
penumpukan (storage), dan handling untuk transportasi. Selanjutnya direncanakan
jadwal waktu pelaksanaan pabrikasi precast dan istalasi berdasarkan jadwa
pelaksanaan utama sehingga akan diperoleh jumlah bekisting yang diperlukan. Begitu
pula dengan persiapan alat angkat dan transportasi yang diperlukan mulai dari
pabrikasi, handling dan instalasi. Secara teknis juga direncanakan titik angkat yang
sesuai dengan penggunaan alat angkat dan lokasi pekerjaan sehingga dapat diangkat
dengan mudah dan tidak merusak struktur beton precast itu sendiri.
25
Gambar 24. Area Fabrikasi precast
Casting yard untuk pabrikasi direncanakan di dekat lokasi pekerjaan. Casting
yard direncanakan memiliki instalasi listrik untuk penerangan, instalasi air untuk
pembersihan dan perawatan beton, area pabrikasi dan stock bahan, area stock precast
yang sudah jadi, dan jalan kerja. Area pbrikasi disiapkan dengan permukaan yang rata
baik dengan pemadatan tanah dasar atau pembuatan lantai beton lean concrete.
Selanjutnya juga disiapkan area pabrikasi bekisting dan pembesian di lokasi tersebut.
Bekisting direncanakan dengan menggunakan baja profil dan pelat baja. Hal ini
bertujuan untuk mengurangi limbah dan meminimalkan penggunaan kayu. Sedangkan
pembesian langsung dikerjakan di dalam bekisting yang sudah dipasang lengkap
dengan spacer dan batas cor.
Gambar 25. Baja sebagai material bekisting precast
Pembongkaran bekistig tepi dilaksanakan setelah struktur berumur 18 jam.
Sedangkan pengangkatan ke lokasi penumpukan silaksanakan setelah precast
berumur 3 hari. Perawatan dengan menggunakancuring compound.
26
Gambar 26. Pembongkaran bekisting dan perawatan beton precast
Handling dan penumpukan sangat tergantug keberhasilannya dari precast
yang diproduksi. Umur yang cukup mencapai kekuatan yang dibutuhkan untuk
pengangkatann dengan beban sendiri harus diperhitungkan dengan baik.
Pengangkatan menggunakan sistem 4 titik angkat untuk meratakan tegangan yang
dialami oleh beton precast pada saat pengangkatan. Beton precast dirumpuk
sementara di lokasi penumpukan sebelum pengiriman ke lokasi pemasangan.
Selanjutnya transportasi ke lokasi pekerjaan menggunakantruck
Gambar 27. Stockyardbeton precast
2. Pemasangan precast dan cast in situ beton
Instalasi struktur precast menggunakan movable tower crane yang
sebelumnya telah dipasang angkur dan rel crane dari tepi dermaga eksisting secara
bertahap menuju dermaga baru.
27
Gambar 28. Rail Travelling Tower Crane
2.1 Selimut beton
Setelah tiang pancang baja selesai dipancang dan dilakukan cut off level segera
dipasag selimut beton untuk menghindari korosi pada tiang pancang. Pemasangan
selimut beton dengan tower crane, setelah terpasang segera dilakukan grouting antara
precast dengan tiang pancang yang sebelumnya ujung precast baguan bawah telah
disumbat dan air dalam precast dipompa sehingga dalam precast benar-benar kering.
Gambar 29. Pemasangan selimut tiang pancang baja
2.2 Pile cap beton
Setelah selimut beton terpasang dan di grouting pada bagian dalamnya dilanjutkan
dengan peamasangan pilecap beton. Bagian pilecap yang dicor pertama kali adalah
bagian bawah sampai dengan elevasi bawah balok. (50 cm)
28
Gambar 30. Pemasangan precast pile cap
2.3 Balok danlistplank
Setelah pengecoran pilecap dilaksanakan, dilanjutkan dengan pemasangan balok
beton precast dengan menggunakan tower crane., kemudian setelah semua balok
terpasang dan terangkai dilakukan pengecoran beton cast in situ untuk isian U-shell
dan joint pada pile cap. Pengecoran menggunakan beton ready mix yang dituang
denganbucket dan diangkat menggunakan tower crane.
Gambar 31. Pemasangan precast balok
2.4 Pelat lantai
Setelah balok precast terpasang dan selesai di cor pada bagian jointnya dilanjutkan
dengan pemasangan peat lantai precast menggunakan tower crane.
29
Gambar 32. Pemasangan precast lantai
Setelah pelat lantai terpasang dilanjutkan dengan pemasangan besi tulangan
pelat di atasnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pengecoran lantai dan finishing
permukaan atas dengan cara cast in situ menggunakan beton ready mix yang dituang
menggunakan tower crane dan bucket cor.
Gambar 33. Pembesian dan pengecoran lantai dermaga
Finishing permukaan beton dilakukan selam proses pengerasan beton untuk
menghindari retak rambut pada permukaan beton akibat proses hidrasi. Setelah proses
finishng selesai selanjutnya dilakukan perawatan beton menggunakan material
geotextole atau bahan lain yang sesuai yang disiram air untuk mencegah retak rambut
pada beton.
30
Gambar 34. Curing beton pelat dermaga
e. Pekerjaan Fasilitas Dermaga
Pekerjaan fasilitas dermaga ini meliputi pemasangan fender, pemasangan bollard,
stopper dan kelengkapan dermaga.
1. Pekerjaan Pemasangan Fender
Fender yang digunakan adalah type V 800H 2000L dengan defleksi 52,5 %,
minimum energy absorbtion 50,4 Ton.m dan reaksi maksimum 172 Ton.
Gambar 35. Fender type V 800H 2000L
Agar posisi fender tepat sesuai dengan lokasi yang akan dipasang maka
pemasangan anchor menggunakan template yang dibuat terlebih dahulu dimana posisi
lubang persis seperti fender aslinya. Pemasangan anchor fender dilaksanakan setelah
pemasangan besi beton dan sebelum pemasangan bekisting samping. Setelah besi
31
beton terpasang terlebih dahulu dipasang template fender pada sisi luar dilanjutkan
dengan pemasangan baut anchor pada template fender sisi bagian belakang,
kemudian anchor fender di las pada besi beton agar posisi anchor tidak berubah pada
saat pengecoran.
Setelah semua anchor fender terpasang kuat pada besi beton maka template
fender dilepas dan dilanjtkan dengan pemasangan bekisting penutup listplank. Setelah
bekisting terpasang dianjtkan dengan proses pengecoran list plank. Sedangkan
pemasangan fender dilakukan setelah bekisting listplank dibongkar dan cukup umur.
Gambar 36. Pemasangan Fender
2. Pekerjaan Pemasangan Bollard
Bollard yang digunakan terbuat dari baja cor (cast steel) kualitas kelas 3-SC46
(sesuai JIS G5101) dan mampu menahan beban kerja 150 Ton.
Gambar 37. Bollard kapasitas 150 Ton
32
Pada umumnya lubang anchor bolder memiliki sedikit sekali toleransi antara 1
mm sampai dengan 3 mm sehingga pemasangan anchor harus presisi agar bollard
dapat terpasang nantinya. Untuk memastikan posisi pemasangan anchor bollard yang
tepat maka digunakan bollard itu sendiri sebagai template yang dipasang setelah
pemasangan besi beton. Setelah bollard terpasang kuat bari dilaksanakan pengecoran
beton.
Gambar 38. Pemasangan Bollard
3. Pekerjaan Pemasangan Stopper
Untuk memastikan posisi pemasangan angkur stopper yang tepat maka
digunakan stopper itu sendiri sebagai teplate yang dipasang stelah pemasangan besi
beton. Setelah stopper terpasang kuast baru dilaksanakan pengecoran beton.
Gambar 39. Pemasangan Stopper
f. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal
Pekerjaan mekanikal elektrikal pada pembangunan dermaga multipurpose
sepanjang 300 M di pelabuhan banten ini meliputi :
33
- Pekerjaan elektrikal (pondasi , tiang lampu, lampu dan HMP)
- Pekerjaan instalasi pipa air HDPE
Tahapan pelaksanaan pekerjaanmekanikal elektrikal adalah sebagai berikut :
1. Penentuan lokasi lampu oleh surveyor sehingga sesuai dengan posisi di gambar
rencana
2. Dari hasil survey ditentukan jalur instalasi kabe feeder dan instalasi penerangan
menggunakan kabel NYFGBY
3. Dilaksanakan pekerjaan pembuatan pondasi lampu di tempat yang telah ditentukan.
Pembuatan pondasi lampu harus diawasi elevasinya untuk menjaga kelurusan tiang
lampu
4. Pemasangan tiang lampu dapat dilakukan setelah pondasi memiliki kekuatan untuk
menahan beban tiang lampu, dimana kontraktor akan memberikan hasil perhitungan
kekuatan pondasi kepada konsultan pengawas untuk disetujui sebelum dilaksanakan
pemasangan tiang lampu.
5. Pemasangan tiang lampu harus diawasi kelurusannya dengan cara penggunaan alat
ukur oleh surveyor seperti theodolith, waterpass maupun total station.
6. Proses perijinan penambahan daya listrik eksisting dilakukan berdasarkan peraturan
daerah yang berlaku
7. Sebelum dilakukan pemasangan alat-alat elektrikal pendukung instalasi penerangan
dermaga harus dilakukan pengetesan terlebuh dahulu.
8. Pemasangan instalasi listrik yaitu kabel NYFGBY, panel lapu serta alat elektrik
pendukung seperti motor penggerak lampu akan diawasi oleh pengawas lapangan
yang telah berpengalaman di bidangnya.
9. Setelah itu dilaksanakan test & commisioning.
10. Pemasangan dan penyambungan pipa HDPE beserta kelengkapan assesorisnya.
Keseluruhan tahapan pekerjaan tersebut ditentukan dengan mempertimbangkan aspek
keselamatan, lingkungan, kualitas pekerjaan, waktu pelaksanaan dan biaya pekerjaan.
Pekerjaan yang sebagian besar berada di atas air dengan resiko yang sangat tinggi, dialihkan
dengan menggunakan metode precast sehingga pekerjaan yang semula seluruhnya berada
langsung di atas air terjadi pengalihan pekerjaan di darat sehigga dapat mengurangi tingkat
resiko pekerjaan. Selain itu mutu pekerjaan dapat lebih terkontrol karena dilaksanakan di darat,
pngecekan kualitas jauh lebih mudah dilakukan. Dengan aplikasi material baja sebagai
bekisting dapat meminimalkan limbah yang ada dan meminimalkan penggunaan kayu, hal ini
34
merupakan salah satu aplikasi ramah lingkungan tidak berpengaruh buruk terhadap
lingkungan. Penggunaan daya listrik dari PLN sebagai energi primer alat utama, hal ini juga
merupakan langkah efisiensi energi untuk mengurangi penggunaan Bahan Bakar fosil. Direksi
keet yang berupa modifikasi kontainer bekas juga sebagai aplikasi orientasi ramah lingkungan.
Penggunaan septictank biofiter dimana limbah yang keluar dari septictank merupakan air
bersih merupakan salah satu penerapan ramah lingkungandi lingkungan proyek.
Pelaksanaan proyek ini diharapkan dapat dilaksanakan secara efektif sehingga dapat
diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditargetkan. Selain itu, diharapkan pula selama
kegiatan pelaksanaan pembangunan tidak menimbulkan gangguan yang berarti terhadap
lingkungan sekitar yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari seperti gangguan karena
kebisingan, getaran, ataupun polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan serta debu
akibat dari kegiatan lapangan. Sehingga penerapan manajemen lingkungan sebagai
pengelolaan terhadap dampak lingkungandilaksanakan secara ketat.
Pengelolaan dampak lingkungan dari kegiatan proyek seperti :
- Kebisingan, tumpahan oli dari pekerjaanPemancangan, dll
- Emisi gas buang dari alat alat berat proyek
- Air limbah yang dihasilkan dari aktivitas proyek
dilakukan dengan membuat planning terhadap pengelolaan dampak dari seluruh aktivitas
proyek dengan alur sebagai berikut :
Gambar 40. Environment Plan
35
Monitoring dan pemantauan terhadap lingkungan dilaksanakan secara rutin namun insidental, hal ini
bertujuan agar kepedulian terhadap lingkungan tetap konsisten, sehingga meminimalkan dampak
negatif terhadap lingkungan.
Salah satu bentuk kepedulian terhadap masalah lingkungan selama pelaksanaan pembangunan
adalah dengan melakukan pengujian terhadap emisi gas buang, getaran, kebisingan, kualitas air laut
dan kualitas udara yang diakibatkan oleh kendaraan dan alat yang sedang beraktifitas dalam
lingkungan proyek. Pengujian tersebut dilakukan secara insidental untuk memastikan agar
pelaksanakan konstruksi tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Gambar 41. Pengujian emisi gas buang
Gambar 42. Pengujian getaran
36
Gambar 43. Pengujian kebisingan
Gambar 44. Pengujian kualitas air laut
Gambar 45. Pengujian kualitas udara
37
IV.3 Jadwal Pelaksanaan Proyek
Jadwal pelaksanaan proyek terlampir
IV.4 Project Quality, Safety, Health and Environtmental Plan
Target pelaksanaan yang direncakan pada proyek mengacu pada kebijakan-kebijakan
yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dari kebijakan tersebut yangmeliputi Quality, Safety,
Health, dan Environmental yang menjadi pedoman pelaksanaan di seluruh proyek PT PP
(Persero) Tbk kemudian diterjemahkan dalam visualisasi target yang harus dicapai pada
masing masing aspek tersebut.
Gambar 46. Company Policy
38
Gambar 47. Quality Target
Gambar 48. Safety and Housekeeping Target
39
Gambar 49. Green Construction Target Page 1 & 2
Gambar 50. Green Construction Target Page 3
a. Quality Plan
Pengendalian quality proyek merupakan kunci utama dalam pencapaian target mutu
suatu perusahaan karena hal ini adalah suatu proses untuk memberikan kepuasan
bagi pelanggan yang nantinya akan berdampak positif bagi citra perusahaan.
40
Organisasi pengendalian mutu proyek terlampir. Berikut ini adalah flow chart kegiatan
Quality Control :
Gambar 51. Flow chart Quality Control
Demi terwujudnya realisasi target mutu yang maka dibuat suatu rencana target
sebagai acuan dasar bagi perusahaan untuk menjalankan dan menjamin mutu produk yang
dihasilkan. Data mengenai project quality plan terlampir.
Pelaksanaan quality prosedur yang merupakan alur kegiatan yang ditetapkan dan
harus dipenuhi untuk mencapai target kualiatas/mutu yang dicita-citakan perusahaan. Data
mengenai project quality prosedur terlampir.
41
Gambar 52. Standard Operational Procedure of Quality Control
b. Safety, Health and Environmental Plan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan tanggung jawab bersama dari
seluruh anggota tim proyek, mandor, pekerja, dan semua pihak yang terlibat dalam
Proyek Pembangunan Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan
Banten. Komitmen untuk mengutamakan penerapan K-3 di lingkungan proyek
tertuang dalam Deklarasi Kesadaran K3L Proyek Pembangunan Dermaga
Multipurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten yang memiliki target antara
lain: zero accident, tidak ada sakit akibat kerja, dan ramah lingkungan.
Untuk menjalankan komitmen tersebut maka disusunlah organisasi K-3 yang
bertanggung jawab terhadap pelaksanaan prosedur K-3 di lingkungan Proyek
Pembangunan Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 di Pelabuhan Banten.
Impementasi dari organisasi K-3 tersebut dijabarkan kembali dalam organisasi
tanggap darurat. Struktrur organisasi ini dibentuk agar anggotadalam organisasi ini
mengetahui tugas,peranan dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi pada
setiap terjadinya keadaandarurat.
Agenda kegiatan K-3 di lingkungan proyek disusun berdasarkan kebijakan dan
standar peraturan perusahaan. Berikut adalah matriks program kerja K-3 dalam
Proyek Pembangunan Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan
Banten:
42
Gambar 53. Program Safety dan Housekeeping
- Safety Health and Environmental Induction
Kegiatan ini dilaksanakan setiap ada tamu ataupun pekerja baru yang memasuki
wilayah kerja proyek Pembangunan Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 M di
Pelabuhan Banten. Safety Induction bertujuan untuk memberikan pengenalan dan
orientasi kepada tamu tau pekerja baru mengenai peraturan yang berlaku di
lingkungan proyek, pengenalan batas-batas lokasi dan zonasi K-3L proyek dan
kewajiban yang harus dilaksanakan selama berada di lingkungan proyek
Gambar 54. SHE induction
43
- SafetyHealth and Environmental Talk
Program ini bertujuan untuk sosialisasi dan pembahasan mengenai seluruh
permasalahan penerapan K-3L dan Lingkungan selama masa pelaksanaan
proyek. Pelaksanaan Safety talk setiap 1 minggu sekali pada jam 07:30 WIB.
Gambar 55. SHE Talk
- .Safety Health and Environmental Patrol / Inspection
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin, bertujuan untuk memonitor pelaksanaan K-
3L di seluruh lingkungan proyek dan menjaga konsistensi pelaksanaan K-3L.
Gambar 56. SHE Patrol
- Safety Health and Environmental Meeting
Program SHE meeting dilaksanakan seminggu sekali dimana dalam kegiatan ini
membahas permasalahan dan kejadian yang terjadi dan rencana tindak lanjut
untuk memperbaikinya serta membahas permasalahan yang mungkin terjadi serta
langkah-langkah pencegahannya.
44
Gambar 57. SHE Meeting
- Safety Health and Environmental Audit
Program ini dilaksanakan insidental bertujuan untuk melakukan audit terhadap
kedisiplinan dalam pelaksanaan standar K-3L di lingkungan proyek terhadap
peraturan yang diberlakukan dalam lingkungan perusahaan.
Gambar 58. SHE Audit
- Safety Health and Environmental Trainning
Pelatihan terhadap seluruh komponen proyek yaitu karyawan, subkon, mandor dan
seluruh pekerja mengenai K-3L, P3K dan respon terhadap keadaan darurat
45
a. Pelatihan Penggunaan APAR
Gambar 59. Trainning pengunaan APAR
b. Pelatihan Penggunaan Baju Pelampung
Gambar 60. Trainning pengunaan BajuPelampung
c. Pelatihan Penggunaan Helm yang benar
Gambar 61. Trainning pengunaan helm
46
d. Pelatihan Penanganan orang tenggelam
Gambar 62. Trainning penanganan orang tenggelam
e. Pelatihan penanganan tumpahan limbah B-3
Gambar 63. Trainning penanganantumpahan limbahB3
- Housekeeping
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari bertujuan untuk menjaga kebersihan,
kerapihan, kenyamanan di lingkungan kerja.
Gambar 64. Kegiatan housekeeping
47
IV.5 Subkontraktor
Proyek pembangunan Dermaga Mulitpurpose Sepanjang 300 M di Pelabuhan
Banten mengikutsertakan satu subkontraktor untuk bekerja sama dalam pelaksanaan proyek
ini. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh subkontraktor adalah pekerjaan pemancangan, dimana
subkontraktor yang ditunjuk telah diseleksi dengan ketat dengan memperhatikan aspek
kepedulaian terhadap K-3L, biaya pekerjaan, waktu pelaksanaan, dan kapsaitas kerja serta
mutu pekerjaan dari track record perusahaan. Bobot pekerjaan subkontraktor dalam proyek
ini sebesar 16,90 %
V. INOVASI
V.1. Bottom pile mamira dengan sepatu pipa baja
Desain awal tiang pancang yang menahan beban aksial adalah tiang pancang beton
(concrete spun pile) dengan bottom berupa pensil. Namun karakteristik tanah yang ada di
lokasi pekerjaan dapat digambarkan sebagai lapisan tanah yang sangat keras berada
langsung di bawah lapisan tanah yang lunak, ketika proses pemancangan badan tiang
pancang tidak terikat sama sekali dan ujung tiang bebas. Ujung tiang yang berupa pensil
membentur lapisan sangat keras dan bergeser saat terjadi impact, yang selanjutnya terjadi
pergeseran titik koordinat dan kemiringan posisi tiang. Posisi tiang pancang beton yang tidak
tegak tersebut mengakibatkan adanya eksentrisitas gaya pada tiang saat dipukul, sehingga
terjadi kegagalan tiang (pecah).
Gambar 65. Ilustrasi Pemancangan menggunakan tiang pancang beton
dengan bottom pensil
48
Gambar 66. Kegagalan tiang pancang beton
Dengan kondisi yang seperti itu maka dibuat terobosan dengan memodifikasi bottom
pile yang berupa pensil menjadi mamira dengan sepatu pipa baja.
Gambar 67. Ilustrasi pemancangan tiang pancang beton yang dimodifikasi
Kelebihan dari inovasi yang dilakukan tersebut adalah:
1. Mampu menembus lapisan tanah keras sehingga tidak terjadi pergeseran
koordinat titik pancang
2. Mempercepat waktu pelaksanaan pemancangan, karena pontoon pancang
tidak perlu melakukan release dan stressing anchore terlalu sering untuk
mengikuti pergerakan tiang pancang
49
Gambar 68. Tiang pancang beton dengan modifikasi mamira pipa sepatu baja
V.2.METODE PEMASANGAN PRECAST DENGAN RAIL TRAVELLING TOWER CRANE
Kelancaran proses pelaksanaan pekerjaan pembangunan dermaga dengan metode
precast sangat tergantung dengan pemilihan metode pemasangan precast. Sedangkan
pemasangan precast itu sendiri sangat ditentukan oleh alat angkat yang digunakan. Pada
pekerjaan pembangunan dermaga multipurpose sepanjang 300 di Pelabuhan Banten
menentukan Tower Crane sebagai alat angkat utama, hal ini mempertimbangkan kapasitas
angkat dan jangkauannya yang bisa menjangkau kedua sisi luar dermaga.
Gambar 69. Metode rail travellingTower Crane
Namun Tower Crane itu sendiri harus dimodifikasi agar dapat bergerak
(movable) mengikuti tahapan (sequence) pekerjaan. Sehingga digunakanlah rel kereta
api sebagai jalur pergerakan Tower Crane dengan balok beton sebagai counter weight
pada bagian bawah Tower Crane sebagai pengganti pondasi. Sehingga Tower Crane
dapat bergerak maju maupun mundur searah longitudinal dermaga mengikuti
sequence pekerjaan dermaga itu sendiri.
50
Gambar 70. Rail travelling Tower Crane
Gambar 71. Rail travelling Tower Crane sebagai alat angkat yang efektif
V.3. MODIFIKASI KONTAINER SEBAGAI GREEN DIREKSI KEET
Tim proyek Pembangunan Dermaga Multipurpose Sepanjang 300 M di
Pelabuhan Banten telah berkomitmen terhadap pelaksanaan proyek yang ramah
lingkungan. Hal ini mendorong tim proyek utuk melakukan kreasi terhadap direksi keet
yang dibangun yang berorientasi pada green concept. Konsep dari kreasi kontainer ini
adalah sebagai berikut :
Estetika Menarik
Nyaman
Tata ruang yang efektif
menggunakan barang bekas
51
100% reuse
tanpa limbah
hemat listrik
compact
mudah dibongkar pasang
indah
Pemilihan kontainer bekas sebagai bahan direksi keet adalah karena material ini
dapat dikreasikan menurut estetika seni masing-masing, dengan cara menyusun sedemikian
rupa dan mengatur tata letak asesorisnya.
Gambar 72. Green Kontainer Keet
Kontainer ini dimodifikasi sehingga hemat listrik dengan mengurangi penggunaan
lampu dan AC. Sebagai sumber penerangan, empat buah jendela dipasang pada sisi depan
dan belakang kontainer, dan satu pintu kaca sebagai akses masuk dan keluar. Pada siang
hari lampu tidak perlu dinyalakan karena sumber penerangan dari matahari. Pada setiap
jendela dipasang kisi-kisi portable untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk. Pada
malam hari sumber penerangan berasal dari lampu LED, dimana lampu ini membutuhkan
sangat sedikit sumber energi listrik untuk menyala terang. Sehingga meminimalkan
penggunaan listrik. Sirkulasi udara dalam kontainer sangat bagus, sehingga suasana dalam
kontainer tetap sejuk, walaupun pada siang hari yang terik, karena sirkulasi udara ini terjaga
dengan membuka keempat jendela.
52
Gambar 73. Interior Green Kontainer Keet
V.4. PAGAR PROYEK YANG KOKOH DAN TANPA LIMBAH
Pagar pengaman proyek dibuat dengan konsep untuk mengisolasi lokasi pekerjaan
agar steril dari gangguan luar. Pagar pengaman yang dibuat harus kokoh dan tidak mudah
roboh, dengan proyek yang berorientasi pada green concept, maka dibuatlah pagar
pengaman dengan sistem knockdown tanpa limbah dan 100% dapat dipakai berulang.
Material pagar ini berupa besi siku 5 cm x 5 cm x 4 mm dan zincalume. Pondasi
menggunakan patok besi dan pemberat block beton, sehingga ringan namun kuat dan tahan
dari terpaan angin di tepi laut. Seluruh sambungan dari baut, sehingga mudah dan cepat
dalam pemasangan dan pembongkaran.
Gambar 74. Pagar Pengaman knockdown tanpa limbah
V.5. K-3DANLINGKUNGAN
Penerapan Inovasi pada aspek K3 dan Lingkungan yang mendukung terwujudnya
Green Contractor ialah penggunaan Septic tank biofilter, dengan teknologi pengurai tinja
dimana limbah yang keluar dari sistem ini berupa air bersih yang tidak mencemari tanah.
Sistem kerja dari septic tank biofilter ini adalah sebagai berikut :
53
mengaktifkan mikroorganisme di dalam septic-tank sehingga mempercepat proses
penguraian kotoran manusia menjadi gas asam organic + karbondioksida + air.
Menguraikan faces di septic-tank (menghilangkan bau)
Menjaga kualitas ABT (Air Bawah Tanah) karena yang diserap oleh tanah adalah
air yang sudah tidak mengandung bakteri yang merugikan
Gambar 75. Septic tank biofilter dengan teknologi pengurai tinja
VI. REALISASI PELAKSANAAN
Realisasi tahapan pelaksanaan pekerjaan pada proyek ini sesuai dengan rencana
metode pelaksanaan yang dibuat pada awal proyek. Mulai dari penggunaan metode precast
sampai dengan instalasi precast menggunakan tower crane.
Waktu pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan jadwal semula dikarenakan adanya
permasalahan internal owner yaituperubahan lay out pelabuhan akibat benturan kepentingan
dengan rencana pembangunan dermaga PT. Krakatau Bandar Samudera. Selain itu juga
adanya hambatan pada pekerjaan pemancangan akibat terjadinya siklon tropis australia serta
badai angin barat dari samudera yang mengakibatkan gelombang tinggi dan alun di lokasi
pekerjaan, sehingga seluruh pekerjaan pemancangan tidak dapat dilaksanakan. Sehingga
dengan adanya diskusi antara kontraktor, konsultan pengawas dan owner disepakati adanya
penambahan nilai kontrak dan penambahan waktu pelaksanaan sampai dengan 30 Oktober
2013.
54
Gambar 76. Quality Assesment Sheet
Tabel diatas adalah catatan yang dilakukan oleh Quality Control Officer (QCO) untuk
menjaga mutu proyek. Pada proyek ini aspek Quality Plan berjalan sesuai yang diharapkan.
Program kerja dan Safety Plan berjalan sesuai diharapkan. Personel proyek, subkon,
dan pekerja proyek memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan. Agenda kegiatan
unutk meningkatkan kesadaran berupa SHE Talk, SHE Patrol, SHE Meeting, dll berjalan
dengan baik. Dengan penerapan Safety Plan yang baik, proyek ini termasuk dalam kategori
zero accident. Ssampai saat ini tidak ada complain dari owner mengenai hasil pekerjaan.
Apresiasi yang diberikan oleh owner atas kepuasan kinerja kontraktor dalam Proyek
Pembangunan Dermaga Sepanjang 300 M di Pelabuhan Banten sangat baik. Pada progress
pekerjaan 10%, 50% dilaksanakan customer satisfaction survey atas hasil kinerja kontraktor.
Hasil dari costumer satisfaction survey menunjukkan bahwa owner merasa sangat puas atas
kinerja PP, baik dari segi kualitas maupun waktu.
55
Gambar 77. Customer Satisfaction Survey
Permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan proyek ini cenderung mengenai waktu
pelaksanaan karena banyaknya hambatan dari luar sehingga PT. PP (Persero) tidak dapat
melaksanakan pekerjaan. Mulai dari perubahan desain lay out yang membutuhkan banyak
waktu sehingga jalur kritis proyek dimulai setelah finalisasi desain lay out tersebut, dimana
waktu dimulainya pelaksanaan pekerjaan yang berada di jalur kritis juga mundur. Sehingga
pekerjaan kritis ini terbentur pada musim badai angin barat yang tidak memungkinkan untuk
bekerja di laut, akibatnya proyek ini membutuhkan penambahan waktu pelaksanaan akibat
hal-hal tersebut. Dengan adanya diskusi antara kontraktor, konsultan pengawas dan owner,
pengajuan penambahan nilai kontrak dan penambahan waktu akibat perubahan desaindapat
disepakati bersama.
56
DOKUMENTASI PROYEK
a. Foto bagian bangunan yang sudah selesai (dari berbagai sudut) ukuran 5R
b. Foto bangunan dalam proses (tahap pelaksanaan) ukuran 5R
(Terlampir)
Jakarta, 10 Oktober 2013
Corporate Secretary
PT. PP (Persero) Tbk
Ir. Taufik Hidayat, M.Tech