Anda di halaman 1dari 3

Laporan Praktikum

Menentukan Kadar Vitamin C



A. Judul
Kadar Vitamin C
B. Tujuan
Menentukan kadar Vitamin C ( Asam Askorbat ) pada bahan dengan cara titrasi
C. Hari Tanggal Percobaan
Selasa 8 April 2014
D. Landasan Teori :
Iodimetri merupakan analisis titrimetri yang secara langsung digunakan untuk
zat reduktor atau natrium tiosulfat dengan menggunakan larutan iodin atau dengan
penambahan larutan baku berlebihan. Kelebihan iodine dititrasi kembali dengan
larutan tiosulfat.
Reduktor+ I
2
2I
-
Na
2
S
2
O
3
+ I
2
NaI+Na
2
S
4
O
6
Untuk senyawa yang mempunyai potensial reduksi yang rendah dapat direksikan
secara sempurna dalam suasana asam. Adapun indikator yang digunakan dalam
metode ini adalah indikator Amilum.
Dalam menggunakan metode iodometrik kita menggunakan indikator Amilum
dimana warna dari sebuah larutan iodin cukup intens sehingga iodin dapat bertindak
sebagai indikator bagi dirinya sendiri. Iodin juga memberikan warna ungu atau violet
yang intens untuk zat-zat pelarut seperti karbon tetra korida dan kloroform. Namun
demikan larutan dari Amilum lebih umum dipergunakan, karena warna biru gelap
dari kompleks iodinamilum bertindak sebagai suatu tes yang amat sensitif untuk
iodine.
Dalam beberapa proses tak langsung banyak agen pengoksid yang kuat dapat
dianalisis dengan menambahkan kalium iodida berlebih dan mentitrasi iodin yang
dibebaskan. Karena banyak agen pengoksidasi yang membutuhkan larutan asam
untuk bereaksi dengan iodin, Natrium tiosulfat biasanya digunakan sebagai
titrannya. Iodimetri dan Iodometri adalah metode penentuan kuantitatif yang dasar
penentuannya adalah jumlah I
2
, yang bereaksi dengan cuplikan atau terbentuk oleh
cuplikan kalau direaksikan dengan ion I
-
. Jadi dasar reaksi yang digunakan pada
Iodimetri dan iodometri adalah
I
2
+ 2
e-
2I
Pada Iodimetri, dasar penentuan jumlah/ kadar ion atau unsure tertentu dalam
cuplikan adalah jumlah I
2
yang dapat direduksinya. Jadi pada iodimetri, larutan
bakunya adalah larutan I
2
Kesetimbangan reaksi tersebut diatas dapat berjalan baik
ke kanan maupun ke kiri. Pada reaksi 1 I
2
bekerja/ bertindak sebagai oksidator,
sedangkan pada reaksi 2 I
2
bertindak sebagai reduktor.

E. Alat dan Bahan
1. Gelas Kimia
2. Erlenmeyer
3. Corong
4. Statif dan klem
5. Buret
6. Neraca
7. Pengaduk
8. Gelas ukur
9. Labu ukur
10. Pipet Volumetrik
11. Larutan I
2

12. Larutan standar Na
2
S
2
O
3
0,1 M
13. Indikator amilum 1%
14. Larutan KI 0,1 M
15. Sampel ( Air jeruk )

F. Prosedur Kerja
1. Siapkan buret pada statif, cuci hingga bersih dengan membilas. Kemudian
masukan larutan Asam Tiosulfat ke dalam buret.
2. Ukurlah 2,0 mL larutan iodium dengan gelas ukur atau pipet volumetrik,
masukan kedalam gelas kimia tambahkan akuades sampai volume 50 mL, aduk
sampai homogen.
3. Berdasarkan data titrasi, tentukan konsentrasi larutan I
2
.
4. Ukurlah (25,0 mL sampel jika sampel cair, dan timbang 1,0 g sampel jika sampel
pada) dari sampel vitamin C. Kemudian masukkan kedalam gelas kimia
tambahkan akuades sampai volum 50 mL, aduk sampai homogen.
5. Siapkan labu ukur 250 mL, lalu masukkan larutan sampel tadi kedalamnya dan
tambahkan akuades sampai volumenya 250 mL
6. Ambillah 10,0 mL larutan sampel masukkan dalam erlenmeyer, kemudian
tambah 2 tetes indikator amilum.
7. Siapkan buret bersih, bilas dengan air, kemudian isi dengan larutan iodium
standar.
8. Titrasilah larutan sampel dengan pelan-pelan, kocok sampel tiap meneteskan
larutan dan titrasi dihentikan saat timbul warna jernih. (lakukan 3 kali titrasi).
Catat hasil tiap melakukan titrasi.

G. Hasil Pengamatan
a. Menentukan Molaritas I
2

Volume I
2
Pembacaan skala buret (Awal - Akhir) Volume Na
2
S
2
O
3
0,1 mL
2 mL 3,7 mL 5 mL 1,3 mL
2 mL 11 mL 12,5 mL 1,5 mL


b. Menentukan Kadar Vitamin C
Volume Sampel Pembacaan skala buret (Awal - Akhir) Volume I
2
0,035 mL
10 mL 29,7 mL 31 mL 1,3 mL
10 mL 33,7 mL 34,1 mL 1,4 mL
10 mL 35,5 mL 37 mL 1,5 mL

H. Pembahasan
1. Standarisasi larutan I
2

Volume rata rata Na
2
S
2
O
3
0,1 M = 1,4 mL (V
1
)
Volume rata rata I
2
= 2 mL (V
2
)
Reaksi saat titrasi : I
2
+ 2S
2
O
3
2-
S
4
O
6
2-
+ 2 I
-
mmol I
2
= x mmol 2S
2
O
3
2-

V
2
x M = x ( V
1
x M )
M
I2
= x M Na
2
S
2
O
3
x V
1
/ V
2
= x 0,1 x 1,4 / 2
= 0,035 mol/L
2. Menentukan kadar vitamin C :
Volume rata rata I
2
= 1,4 mL (V
1
)
Volume rata rata Sampel = 10 mL (V
2
)
mmol I
2
semula = 10 x 0,035 = 0,35 mmol (a)
mmol I
2
= 1/ 2 x 0,1 M x 1,4 = 0,07 mmol (b)
mmol Vitamin C = 0,35 0,07 = 0,28 mmol (c)
maka berat Vitamin C = c x Mr C
6
H
8
O
6

= 0,28 X 176 mg = 49,28 mg
I. Kesimpulan
Kadar asam askorbat ( C
6
H
8
O
6
) dalam air jeruk = 49,28 /1000 x 100 % = 4,9 %