Anda di halaman 1dari 16

I.

RINGKASAN MASALAH
Riwayat penyakit sekarang :
Laki-laki, 23 tahun, datang ke poli interna RSPAD dengan keluhan utama : nyeri
dada sejak tiga hari lalu, nyeri terutama saat angun pagi dan ketika ekerja di
kantor!
Pada pemeriksaan "isik didapatkan :
#eadaan umum : aik, terlihat pasien sakit ringan
$anda-tanda %ital : dalam atas normal
&antung : tak ada kelainan
Paru: tak ada kelainan
Adomen : 'ising usus dalam atas normal
(yeri tekan tidak khas
)kstremitas : tak ada kelainan
II. DAFTAR MASALAH
*! Angina Pe+toris stail
2! ,astro)so-ageal Re-luks Disease
3! Dispepsia
III. PENGKAJIAN
1. Angina Pectoris Stabil
Da-tar masalah ditegakan erdasarkan
A. Ananesa!
keluhan utama : nyeri dada sejak tiga hari lalu, nyeri terutama saat
angun pagi dan ketika ekerja di kantor!
Pemahasan erdasar tinjauan Pustaka:
Angina pektoris adalah rasa nyeri yang timul karena iskemia miokardium!
Dengan karakteristik:
- lo"asi biasan#a $i$a$a, susternal atau sedikit di kirinya, dengan penjalaran ke
leher, rahang, ahu kiri s.d lengan dan jari-jari agian ulnar, punggung. pundak
kiri!
- kualitas nyeri iasanya merupakan nyeri yang tumpul seperti rasa tertindih. erat
di dada, rasa desakan yang kuat dari dalam atau dari awah dia-ragma, seperti
diremas-remas atat dada mau pe+ah dan iasanya pada keadaan yang erat disertai
keringat dingin dan dan sesak na-as serta perasaan mau mati! 'iasanya ukanlah
nyeri yang tajam , seperti rasa ditusuk-tusuk. diiris semilu, dan ukan pula
mules! Ti$a" %arang &asien engata"an ba'(a ia 'an#a erasa ti$a" ena"
$i$a$an#a. (yeri erhuungan dengan akti%itas, hilang dengan istirahat, tapi tak
erhuungan dengan gerkan perna-asan atau gerakan dada ke kiri dan kekanan!
(yeri juga dapat diprepitasi oleh stress -isik ataupun emosional!
- #uantitas: nyeri yang pertama sekali timul iasanya agak nyata, dari eerpa
menit sampai sampai kurang dari 2/ menit! 'ila leih dari 2/ menit dan
erat,maka harus dipertimangkan seagai angina tak stail 01nstale Angina
Pe+toria2 sehingga dimasukan kedalam A+ute 3oronary Syndrome! (yeri dapat
dihilangkan dengan (itrogliserin sulingual dalam hitungan detik sampai
eerapa menit! N#eri ti$a" ter)s*ener)s + ta&i 'ilang tib)l $engan
intensitas #ang a"in bertaba' ata) a"in ber")rang sa&ai ter"ontrol.
N#eri #ang berlangs)ng ter)s*ener)s se&an%ang 'ari+ ba'"an sa&ai
ber'ari*'ari biasan#a b)"anla' n#eri angina &ectoris.
nyeri dada yang meragukan yang tidak mepunyai +iri yang lengkap dan
diperlukan pendekatan yang hati-hati diseut angina atipik! (yeri dada lainnya
yang sudah jelas erasal dari luar jantung diseut nyeri non kardiak!
Pada seagian pasien, nyeri dadanya ahkan erkurang terus sampai
akhirnya menghilang, yaitu menjadi asimptomatik, walaupun seetulnya adanya
iskemia tetap dapat terlihat misalnya pada )#, istirahatnya, keadaan yang
diseut silent ischemia4 sedangkan &asien*&asien lainn#a lagi #ang tela'
en%a$i asitoati"+ EKG istira'atn#a noral &)la+ $an is"eia bar)
terli'at &a$a stress tes.
,. Peeri"saan Fisi":
Ta" a$a 'al*'al "')s)s- s&esi.i" &a$a &eeri"saan .isi". Sering
&eeri"saan .isi" noral &a$a "eban#a"an &asien! 5ungkin pemeriksaan
-isik yang dilakkan waktu nyeri dada dapat menemukan adanya aritmia, gallop,
ahkan murmur, split S2 paradoksal, ronki asah diagian asal paru, yang
menghilang lagi pada waktu nyeri sudah erhenti!
Pemeriksaan Laoratorium
'eerapa pemeriksaan la diperlukan disini: 6, 6t, tromosit dan
pemeriksaan terhadap -a+tor resiko koroner seperti gula darah, pro-il lipid, dan penenda
in-lamasi akut ila diperlukan, yaitu ila nyeri dada +ukup erat dan lama seperti: 3#.
3#5', 3RP. hs 3RP, $roponin! ,ila n#eri $a$a ti$a" iri& s)at) /AP a"a ti$a"
se)an#a &eeri"saan*&eeri"saan ini $i&erl)"an!
Diagnostik
1ntuk memastikan ahwa memang ada iskemia miokardium seagai penyea
nyeri dada maka diperlukan eerpa pemeriksaan:
- )#, waktu istirahat
Dikerjakan ila elum dapat dipastikan ahwa nyeri dada adalah nonkardiak! 'ila
angina atipikal, maka )#, ini hanya akan positi- pada 7/8 pasien! #elainan
)#, *2 leads yang khas adlah peruahan S$-$ yang sesuai dengan iskemia
miokardium!
- "oto thoraks
1ntuk melihat adanya kelainan pada jantung
- )#, waku akti%itas. latihan
- )kokardiogra-i
- Stress imaging, dengan ekokardiogra-i atau radionuklir
- Angiogra-i koroner
-
0. GastroEso.ageal Re.l)"s Disease
Ananesa!
keluhan utama : nyeri dada sejak tiga hari lalu, nyeri terutama saat
angun pagi dan ketika ekerja di kantor!
Pemahasan erdasar tinjauan Pustaka:
,)RD adalah suatu keadaan patologis seagai akiat re-luks kandungan
lamung ke dalam esophagus, dengan eragai gejala yang timul akiat
keterliatan esophagus, laring, -aring, dan sluran na-as!
)tiologi dan patogenesis
,erd ersi-at multi-aktorial!
)sophagus dang aster dipisahkan oleh suatu 9ona tekanan tinggi yang dihasilkan
oleh kontraksi lower esophageal sphin+ter 0L)S2! Pada indi%idu normal, pemisah
ini akan dipertahankan ke+uali pada saat terjadinya aliran antegrad yang terjadi
pada saat menelan, atau aliran retrograde yang terjadi pada saat sendawa atatu
muntah! Aliran alik dari gaster ke esophagus melalui L)S hanya terjadi apaila
tonus L)S tidak ada atau sangat rendah 0:3 mm6g2
Re-luks gastroeso-agela pada pasien ,)RD terjadi melalui 3 mekanisme:
*2 re-luks spontan pada saat relaksasi L)S yang tidak adekuat, 22 aliran retrogad
yang mendahului kemalinya tonus L)S setelah menelan, 32 meningkatnya
tekanan adomen
Dengan demikian dapat diterangkan ahwa patogenesis terjadinya ,)RD
menyangkut keseimangan antara -a+tor de-ensi%e dari esophagus dan -a+tor
o-ensi- dari ahan re-luksat!
5ani-estasi #linik:
,ejala klinik yang khas adlah nyeri. rasa tidak enak di epigastrium atau
retrosternal agian awah! Rasa nyeri iasanya dideskripsikan seagai rasa
terakar 0hearturn2, kadang-kadang er+ampur dengan gejala dis-agia, mual, atau
regurgitasi dan rasa pahit dilidah! ;alau demikian derajat erat-ringannya
keluahan hearturn ternyata tidak erkorelasi dengan temuan endoskopik!
#adang-kadang timul rasa tidak enak retrosternal yang mirip dengan keluhan
pada serangan angina pe+toris! Dis-agia yang timul saat makan makanan padat
mungkin terjadi karena striktur atau keganasan yang erkemang dari 'arret<s
esophagus! =dino-agia ias timul jika sudah terjadi ulserasi esophagus yang
erat!
,)RD dapat menimulkan mani-estasi gejala ekstra esophageal yang atipik dan
sangat er%ariasi mulai dari nyeri dada nonkardiak, suara serak, atuk karena
aspirasi sampai timulnya ronkiektasis atau asma! ,ejala ,erd iasanya erjalan
perlahan-lahan, sangat jarang terjadi episode akut atau keadaan yang mengan+am
nyawa! =leh sea itu, umumnya pasien dengan ,)RD memerlukan
penatalaksanaan se+ara medik!
Diagnosis
Disamping anamnesis dan pemeriksaan -isik yang seksama, eerpa pemeriksaan
penunjang dapat dilakkan untuk menegakan diagnosis ,)RD, yaitu:
- endoskopi saluran +erna agian atas
- pemantauan p6 2> jam
- $es 'ernstein
- 5anometri esophagus
- S+intigra-i gastroeso-ageal
- PP? test
Penatalaksanaan
5odi-ikasi gaya hidup
$ujuannya untuk mengurangi -rekuensi re-luks serta men+egah kekamuhan
- meninggikan posisi kepala pada saat tidur serta menghindari makan seelum tidur
dengan tujuan untuk meningkatkan ersihan asama selama tidur serta men+ehgah
re-luks asama dari lamung ke esophagus
- erhenti merokok dan mengkonsumsi al+ohol karena keduanya dapat
menurunkan tonus L)S sehingga se+ara langsung mempengaruhi epite4-epitel
- mengurangi konsumsi lemak serta mengurangi jumlah makanan yang dimakan
karena keduanya dapat menimulkan distensi lamung
- menurunkan erat adan pada pasien kegemukan serta menghindari pakaian ketat
sehingga dapat mengurangi tekanan intraadomen
- menghindari makanan . minuman seperti +oklat, the, peppermint, kopi dan
minuman ersoda karena dapat menstimulasi sekresi asam
- jika memungkinkan menghindari oat-oat yang dapat menurunkan tonus L)S
seperti anti kolenergik, teo-ilin, dia9epam, opiate, antagonis kalsium, agonis
etaadrenergik, progesterone!
- 5edikamentosa: pola piker: ahwa sapai saat ini ,)RD merupakan atau termasuk
dalam katagori gangguan motilitas saluran +erna agian atas! (amun dalam
perkemangannya sampai saat ini terkti ahwa terapi supresi asam leih e-ekti-
daripada peerian oat-oat prokinetik untuk memperaiki gangguan motilitas!
Pendekatan terapi step down leih ekonomis! Dan terapi lini pertama untuk ,)RD
adalah golongan PP? dan digunakan pendekatan terapi step down!
$erapi medikamentosa:
*! Antasi$: seagai u--er 63l, dan dapat memperkuat tekanan s-ingter eso-agus
agian awah
2! antagonis reseptor 62 : +imetidine, Ranitidin, -amotidin, ni9atidin
seagai penekan sekresi asam! Dierikan dosis 2 kali leih tinggi!
Sieti$in ! 0 1 233 g atau > @ >// mg
Ranitidin : > @ *7/ mg
"amotidin : 2 @ 2/ mg
(i9atidin : 2 @ *7/ mg
3! prokinetik
Paling +o+ok untuk ,)RD karena penyakit ini dianggap leih +ondong ke
gangguan motilitas, namun pada prakteknya, pengoatan ,)RD sangat ergantung pada
penekanan sekresi asam
5etoklopramid
Domperidon
4isa&ri$e ! memper+epat pengosongan lamung dan meningkatkan tonus L)S,
e-ekti- dalam menghilangkan gejala serta penyemuhan lesi eso-agus leih aik! )-ek
samping minimal
>! Sukral-at
'ekerja dengan +ara meningkatkan pertahanan mukosa eso-agus, seagai u--er
terhadap 63L di eso-agus serta dapat mengikat pepsin dan garam empedu! 3ukup
aman karena ekerja se+ara topikal 0sitoproteksi2
7! PP?
Adalah Drug o- 3hoi+e dalam pengoatan ,)RD! 'ekerja langsung pada pompa
proton sel pareietal dengan mempengaruhi en9im 6, # A$=-ase yang dianggap seagi
tahap akhir proses pementukan asam lamung! )-ekti- dalam menghilangkan serta
penyemuhan lesi esophagus!
1mumnya pengoatan dierikan selama A-B minggu 0inisial2 yang dapat
dilanjutkan dengan dosis maintenan+e selam > ulan atau on demand theraphy!
5e&ra6ole !0 1 03 g
Lansopra9ole : 2 @ 3/ mg
Pantopra9ole : 2 @ >/ mg
Raepra9ole : 2 @ */ mg
)somepra9ole : 2 @ >/ mg
7. Dis&e&sia
Da-tar masalah ditegakan erdasarkan
Adalah keluhan atau kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di
epigastrium, mual, muntah, kemung, +epat kenyang, rasa perut penuh, sendawa,
regurgitasi dan rasa panas yang menjalar di dada!
#omite Rome ??? merekomendasikan de-inisi pragmatis erikut: Dispepsia
dide-inisikan seagai mun+ulnya * atau leih gejala-gejala dispepsia yang mengarah
pada penyea dari regio gastroduodenal, adanya penyakit organik, sistemik, atau
metaolik yang kemungkinan menjelaskan eragai gejala! ,ejala-gejala ini tertulis
seperti di awah ini
: 032
R=5) ??? : #riteria Diagnostik untuk Dispepsia "ungsional
Paling kurang 3 ulan, dengan onset seelumnya minimal A ulan, dengan satu
atau leih gejala erikut:
o Rasa penuh setelah makan
o 3epat kenyang
o (yeri epigastrik
o Rasa terakar pada epigastrik
o $idak ada ukti penyakit struktural 0termasuk pada endoskopi agian atas2
yang kemungkinan menjelaskan gejala!
Demikian, gejala-gejala lain yang tertulis dalam Rome ?? tidak lagi erada dalam
naungan CpayungD "D 0Functional Dyspepsia2! #omite menyimpulkan ahwa
CpayungD "D memiliki kegunaan yang teratas dan erasis ukti yang tersedia,
kelompok yang erhuungan dengan makanan 0meal-related2 dan kelompok yang
erhuungan dengan sakit 0pain-related2 mun+ul untuk menggamarkan "D karena
mereka erhuungan dengan sugrup gejala yang dan mekanisme pato-isiologi yang
jelas! Sugrup ini diseut Epigastric Pain Syndrome 0)PS2 dan Postprandial Distress
Syndrome 0PDS2! De-inisi Rome ??? untuk kedua sindrom ini tertulis dalam dua tael
yang ereda! Sindrom aru ini dide-inisikan tapi tetap utuh untuk disahkan dan
seharusnya digunakan hanya untuk tujuan penelitian dan tidak untuk praktek klinik
saat ini!
R=5) ??? : #riteria Diagnostik untuk Epigastric Pain Syndrome
Paling kurang 3 ulan, dengan onset seelumnya minimal A ulan, dengan semua
gejala erikut:
(yeri dan rasa panas yang :
?ntermittent
$erlokalisir pada epigastrium dengan derajat erat yang moderat, minimal *@ .
minggu!
Dan tidak :
5eluas atau terlokalisasi pada daerah adomen atau dada
5emaik dengan de-ekasi atau -latus!
5emenuhi kriteria kelainan gallbladder atau Oddi disorders.
A! )P?D)5?=L=,?
Pada analisis retrospekti- terhadap gejala dan pato-isiologi anormalitas, #indt dan para
koleganya melaporkan ahwa Epigastric Pain Syndrome mun+ul pada 738 pasien dispeptik dan
mun+ul B>8 pada pasien Postprandial Distress Syndrome, dengan o%erlap >E8!
032
Sindrom dispepsia sendiri merupakan keluhan umum yang dalam waktu tertentu dapat dialami
oleh seseorang! 'erdasarkan penelitian pada populasi umum didapatkan ahwa *7-3/8 orang dewasa
pernah mengalami hal ini dalam eerapa hari! Data dari negara arat didapatkan angka pre%alensinya
erkisar E->*8, tapi hanya */-2/8 yang men+ari pertolongan medis! Angka insidens dispepsia
diperkirakan antara *-B8! 'elum ada data epidemiologi di ?ndonesia!
0*2
'! )$?=L=,?
Se+ara garis esar, penyea sindrom dispepsia ini diagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok
penyakit organik 0seperti tukak peptik, gastritis, atu kandung empedu, dll2 dan kelompok yang sarana
penunjang diagnostik kon%ensional atau aku 0radiologi, endoskopi, laoratorium2 tidak dapat
memperlihatkan adanya gangguan patologis struktural atau iokimiawi, atau dengan kata lain,
kelompok terakhir ini diseut seagai gangguan -ungsional!
0*2
3! PA$="?S?=L=,?
0*2
Proses pato-isiologi yang paling anyak dii+arakan dan potensial erhuungan dengan dispepsia
-ungsional adalah hipersekresi asam lamung, in-eksi Helicobacter pylori, dismotilitas gastrointestinal,
dan hipersensiti%itas %iseral!
o Sekresi asam lamung
umumnya tingkat sekresi asam lamung, aik sekresi asal maupun dengan stimulasi
pentagastrin, yang rata-rata normal! Diduga adanya peningkatan sensiti%itas mukosa
lamung terhadap asam yang menimulkan rasa tidak enak di perut!
o Helicobacter pylori
Dari eragai laporan, kekerapan Helicobacter pylori pada dispepsia -ungsional sekitar
7/8 dan tidak ereda ermakna dengan angka kekerapan pada kelompok orang sehat!
o Dismotilitas gastrointestinal
Pada dispepsia -ungsional terjadi perlamatan pengosongan lamung dan adanya
hipomotilitas antrum 0sampai 7/8 kasus2!
o Amang rangsang persepsi
Dinding usus mempunyai eragai reseptor, termasuk reseptor kimiawi, reseptor mekanik,
dan nociceptor. 'erdasarkan studi, tampaknya kasus dispepsia ini mempunyai
hipersensiti%itas %iseral terhadap distensi alon di gaster atau duodenum! 'agaimana
mekanismenya masih elum dipahami! Penelitian dengan menggunakan alon
intragastrik mendapatkan hasil pada 7/8 populasi dengan dispepsia -ungsional sudah
timul rasa nyeri atau tidak nyaman di perut pada in-lasi alon dengan %olume yang leih
rendah diandingkan %olume yang menimulkan rasa nyeri pada populasi kontrol!
o Dis-ungsi autonom
Dis-ungsi persara-an %agal diduga erperan dalam hipersensiti%itas gastrointestinal pada
kasus dispepsia -ungsional! Adanya neuropati %agal juga diduga erperan dalam
kegagalan relaksasi agian proksimal lamung waktu menerima makanan, sehingga
menimulkan gangguan akomodasi lamung dan rasa +epat kenyang!
o Akti%itas mioelektrik lamung
Adanya disritmia mioelektrik lamung pada pemeriksaan elektrogastrogra-i dilaporkan
terjadi pada eerapa kasus dispepsia -ungsional, tapi hal ini ersi-at inkonsisten!
o 6ormonal
Dilaporkan adanya penurunan kadar hormon motilin yang menyeakan gangguan
motilitas antroduodenal! Dalam eerapa per+oaan, progesteron, estradiol, dan prolaktin
mempengaruhi kontraktilitas otot polos dan memperlamat waktu transit gastrointestinal!
o Diet F -aktor lingkungan
Adanya intoleransi makanan dilaporkan leih sering terjadi pada kasus dispepsia
-ungsional diandingkan kasus kontrol!
o Psikologis
Adanya stress akut dapat mempengaruhi -ungsi gastrointestinal dan men+etuskan keluhan
pada orang sehat! Dilaporkan adanya penurunan kontraktilitas lamung yang mendahului
keluhan mual setelah stimulus stress sentral! #orelasi antara -aktor psikologis stress
kehidupan, -ungsi autonom, dan motilitas tetap masih kontro%ersial! $idak didapatkan
kepriadian yang karakteristik untuk kelompok dispepsia -ungsional ini diandingkan
kelompok kontrol, walaupun dilaporkan dalam studi teratas adanya ke+enderungan masa
ke+il yang tidak ahagia, adanya sexual abuse, atau adanya gangguan psikiatrik pada
kasus dyspepsia -ungsional!
D! ,)&ALA #L?(?S
#arena er%ariasinya jenis keluhan dan kuantitas.kualitasnya pada setiap pasien, maka disarankan
untuk mengklasi-ikasi dispepsia -ungsional menjadi eerapa sugroup erdasarkan pada keluhan
yang paling men+olok atau dominan!
032
R=5) ??? : #riteria Diagnostik untuk Epigastric Pain Syndrome
Paling kurang 3 ulan, dengan onset seelumnya minimal A ulan, dengan semua gejala erikut:
(yeri dan rasa panas yang :
?ntermittent
$erlokalisir pada epigastrium dengan derajat erat yang moderat, minimal *@ . minggu!
Dan tidak :
5eluas atau terlokalisasi pada daerah adomen atau dada
5emaik dengan de-ekasi atau -latus!
5emenuhi kriteria kelainan gallbladder atau Oddi disorders.
)! P)5)R?#SAA( "?S?#
'iasanya hanya ditemukan nyeri tekan yang teratas pada epigastrium! Sedangkan pemeriksaan
-isik lainnya masih dalam atas normal!
"! D?A,(=S?S
Pada dasarnya langkah pemeriksaan penunjang diagnostik adalah untuk mengeksklusi gangguan
organik atau iokimiawi! Pemeriksaan laoratorium 0gula darah, -ungsi tiroid, -ungsi pankreas, ds2,
radiologi 0arium meal, 1S,2 dan endoskopi merupakan langkah yang paling penting untuk eksklusi
penyea organik ataupun iokimiawi! 1ntuk menilai pato-isiologinya, dalam rangka men+ari dasar
terapi yang leih kausati-, eragai pemeriksaan dapat dilakukan, walaupun aplikasi klinisnya tidak
jarang dinilai masih kontro%ersial! 5isalnya pemeriksaan p6-metri untuk menilai tingkat sekresi asam
lamung, manometri untuk menilai adanya gangguan -ase ??? migrating motor complex,
elektrogastrogra-i, skintigra-i ataum penggunaan pellet radioopak untuk mengukur waktu pengosongan
lamung, Helicobacter pylori dan seagainya!
0*2
,! P)(A$ALA#SA(AA(
Luasnya lingkup manajemen pada kasus dispepsia -ungsional menggamarkan adanya
ketidakpastian dalam patogenesisnya! Adanya respon plaseo yang tinggi mempersulit untuk men+ari
regimen pengoatan yang leih pasti!
0*2
*! Antasida
5erupakan oat yang paling umum dikonsumsi oleh pasien dispepsia, tapi dalam studi
metaanalisis, oat ini tidak leih unggul diandingkan plaseo!
2! Penghamat 62 reseptor
1mum dierikan pada pasien dispepsia! Se+ara meta-analisis diperkirakan man-aat
terapinya 2/8 di atas plaseo! 1mumnya man-aatnya ditujukan untuk menghilangkan
rasa nyeri ulu hati!

3! Penghamat pompa proton
3ukup superior diandingkan plaseo pada dispepsia -ungsional! Respons teraik terlihat
pada kelompok dispepsia -ungsional tipe seperti ulkus!
>! Sitoproteksi
$idak anyak studi untuk memperoleh man-aat yang dapat dinilai dari oat ini 0misalnya
5isoprostol, dan Sukral-at2!
7! 5eto+lopramide
5erupakan antagonis reseptor dopamine D2 dan antagonis reseptor serotonin 07-6$32
yang tampaknya +ukup erman-aat pada dispepsia -ungsional, tapi teratas studinya dan
hamatan e-ek samping ekstrapiramidalnya!
A! Domperidon
$ermasuk antagonis dopamine D2 yang tidak melewati sawar otak sehingga tidak ada e-ek
ekstrapiramidal! =at ini leih unggul diandingkan plaseo dalam menurunkan keluhan!
E! 3isapride
$ergolong agonis reseptor 7-6$> dan antagonis 7-6$3 , yang se+ara metaanalisis
memperlihatkan angka keerhasilan dua kali lipat diandingkan plaseo! 'eraksi pada
pengosongan lamung dan disritmia lamung! 5asalah saat ini adalah setelah diketahui
e-ek samping aritmia jantung, terutama perpanjangan masa G-$, sehingga pemakaiannya
erada dalam pengawasan!
B! Agonis motilin
=at yang termasuk golongan ini adalah eritromisin, yang dapat meningkatkan
pengosongan lamung pada gastroparesis! $api aplikasi klinisnya tidak praktis!
H! =at lain-lain
Kappa agonist fedotoxine dapat menurunkan hipersensiti%itas lamung dalam studi pada
sukarelawan serta pada studi dapat menurunkan keluhan dispepsia -ungsional, walaupun
man-aat klinisnya masih dipertanyakan! =at golongan agonis 7-6$* 0sumatriptan dan
uspiron2 dapat memperaiki akomodasi lamung dan memperaiki keluhan setelah
makan! Antispasmodik dicyclomin tidak leih aik diandingkan plaseo! Antimual
ondansetron juga pernah di+oa pada studi teratas dan memperlihatkan man-aat sedikit
di atas plaseo! =at antidepresi sepert amitriptilin dosis rendah memperlihatkan
peraikan keluhan pada kasus dispepsia -ungsional!
*/! Psikoterapi
Dalam eerapa studi teratas, tampaknya bea!ioral terapy memperlihatkan man-aatnya
pada kasus dispepsia -ungsional diandingkan terapi aku!
5odalitas pengoatan lain seperti acupuncture, acupressure, acustimulation, gastric electrical
stimulation pernah di+oa untuk kasus dispepsia, walaupun elum sistematis untuk dispepsia
-ungsional!
;alaupun tingkat respon pla+eo dalam per+oaan klinik untuk dispepsia -ungsional leih dari
3/8, meta analisis teraru yang erdasarkan per+oaan a+ak terkontrol 0R3$s2 menunjukkan ahwa
oat antisekretori leih atau kurang superior dari plaseo! Di samping itu, skala esar R3$s pada
kee-ekti-an terapi dengan prokinetik pada dispepsia -ungsional masih diperlukan!
072
6! PR=,(=S?S
Dispepsia -ungsional yang ditegakkan setelah pemeriksaan klinis dan penunjang yang akurat,
mempunyai prognosis yang aik!
0*2
D. REN4ANA PENATALAKSANAAN
1. Angina Pectoris Stabil
a! Ren+ana diagnosis
- )#,

! Ren+ana terapi :!
+! Ren+ana )dukasi
5enjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang perjalanan penyakit,
prosedur diagnostik yang dilakukan serta terapi yang dierikan
0. GERD
a! Ren+ana diagnosis
2
! Ren+ana terapi
-
+! Ren+ana )dukasi
5enjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang perjalanan penyakit,
prosedur diagnostik yang dilakukan serta terapi yang dierikan
7! Dis&e&sia
a! Ren+ana diagnosis
! Ren+ana terapi
-
+! Ren+ana )dukasi
5enjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang perjalanan penyakit,
prosedur diagnostik yang dilakukan serta terapi yang dierikan
8. PENEL/S/RAN 9F5LL5: /P;
F. KESAN /M/M
- Prognosis
Guo %itam I ad onam
Gou -un+tionam I Duia ad onam
Gou sanationam I ad onam
*! Djojoningrat Dharmika: Dispepsia "ungsional! Dalam: Sudoyo A;, Setiyohadi ', Alwi ?, 0eds2! 'uku
Ajar ?lmu Penyakit Dalam! )disi ?J! &ilid ?! &akarta: Pusat Peneritan ?lmu Penyakit Dalam "#1?4
2//A:372-37>!
2! Di+ules+u 5, Aranas $! Rome ???: An =ngoing &ourney "or 'etter Diagnosis and $reatment o-
"un+tional ,astrointestinal Disorders! 5edi+a: A &ournal o- 3lini+al 5edi+ine! Jolume *! (o 2! 2//A:
>B-72!
3! Artikel : "rom Rome to Los Angeles - $he Rome 3riteria -or the "un+tional ,? Disorders!
;e : http:..www!rome+riteria!org.pd-s.Rome3ritieraLaun+h!pd-
>! Artikel : An =%er%iew o- the Rome Pro+ess and ;hat is (ew in Rome ???! ;e :
http:..www!gastro!org.wmspage!+-mKparm*I2EH3
7! Artikel : $herapeuti+ strategies -or -un+tional dyspepsia and the introdu+tion o- the Rome ???
+lassi-i+ation!
;e : http:..+at!inist!-r.Ka5odeleIa--i+he(F+psidtI*B/7AEEA