Anda di halaman 1dari 6

Secara klinis KEP terdapat dalam 3 tipe yaitu:

Kwashiorkor, ditandai dengan: edema, yang dapat terjadi di seluruh tubuh, wajah sembab dan membulat,
mata sayu, rambut tipis, kemerahan seperti rambut jagung, mudah dicabut dan rontok, cengeng, rewel
dan apatis, pembesaran hati, otot mengecil (hipotrofi, bercak merah ke coklatan di kulit dan mudah
terkelupas (cra!y pa"ement dermatosis, sering disertai penyakit infeksi terutama akut, diare dan anemia#
$arasmus, ditandai dengan: sangat kurus, tampak tulang terbungkus kulit, wajah seperti orang tua,
cengeng dan rewel, kulit keriput, jaringan lemak sumkutan minimal%tidak ada, perut cekung, iga
gambang, sering disertai penyakit infeksi dan diare#
$arasmus kwashiorkor, campuran gejala klinis kwashiorkor dan marasmus#
Prinsip dasar penanganan &' langkah utama (diutamakan penanganan kegawatan
(tasi % cegah hipoglikemi
Penanganan hipotermi
Penanganan dehidrasi
Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
Pengobatan infeksi
Pemberian makanan
)asilitasi tumbuh kejar
Koreksi defisiensi nutrisi mikro
$elakukan stimulasi sensorik dan perbaikan mental
Perencanaan tindak lanjut setelah sembuh
(tasi %cegah hipoglikemia
Semua anak gi!i buruk berisiko untuk terjadi hipoglikemia (kadar gula darah *3 mmol%dl atau *+, mg
dl,yang sering kali merupakan penyebab kematian pada - hari pertama perawatan#.ipoglikemia dapat
terjadi karena adanya infeksi berat atau anak tidak mendapat makanan selama ,/0 jam#
1erapi :
2ila anak sadar dan dapat minum
2olus +' ml larutan glukosa &' 3 atau sukrosa &' 3 (& sendok teh penuh gula dengan +' ml air,baik
per oral maupun pipa nasogastrik #Kemudian mulai pemberian )4+ setiap - jam,untuk - jam pertama
berikan 5 dari dosis makanan setiap 3' menit#
2ila anak tidak sadar
6lukosa &' 3 intra"ena ( +mg%ml diikuti dengan +' ml glukosa &' 3 atau sukrosa lewat pipa 761
kemudian mulai pemberian ) 4+ setiap - jam , untuk - jam pertama berikan 5 dari dosis makanan setiap
3' menit#
$onitor :
Kadar gula darah :setelah - jam,ulangi pemeriksaan kadar gula darah #Selama teapi ,umumnya anak akan
stabil dalam 3' menit#2ila gula darah masih rendah ulangi pemberian +' ml bolus glukosa &' 3 atau
larutan sukrosa,kemudian lanjutkan pemberian makan )4+ setiap - jam hingga anak stabil#
(tasi %cegah hipotermia
8ika suhu aksila * 3+
'
9, lakukan pemeriksaan suhu rektal menggunakan termometer air raksa# 8ika suhu
rektal * 3+,+
'
9 :
2erikan makanan secara langsung
.angatkan anak

$onitor
Suhu tubuh
Kadar gula darah

(tasi%cegah dehidrasi
1idak mudah menentukan adanya dehidrasi pada anak gi!i buruk karena tanda dan gejala dehidrasi seperti
turgor kulit"dan mata cekung sering didapati pada gi!i buruk walaupun tidak dehidrasi#:i sisi lain ,pada
anak gi!i buruk keadaan dehidrasi walau ringan dapat menimbulkan komplikasi lain sehingga memperberat
kondisi klinis#
1erapi
Karena sulit untuk memperkirakan status dehidrasi dengan melihat klinis saja pada anak malnutrisi
berat#$aka diasumsikan bahwa setiap anak dengan diare cair dapat mengalami dehidrasi dan diberikan :
;eSo$al + ml%kg setiap 3' menit selama dua jam pertama,baik per oral maupun lewat 761#
Kemudian,+/&' ml%kg%jam selama ,/&' jam berikutnya
Selanjutnya bila sudah rehidrasi,hentikan pemberian ;esomal dan lanjutkan )4+ setiap - jam
2ila masih diare,beri resomal setiap anak diare :anak * - tahun :+'/&''ml dan anak <- tahun :&''/-''
ml

Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
Semua anak dengan malnutrisi berta mengalami kelebihan 7atrium (7a, walaupun kadar 7a darah rendah#
:efisiensi kalium dan magnesium juga terjadi dan membutuhkan waktu minimal dua minggu untuk
melakukan koreksi# =dem yang muncul bisa disebabkan ketidak/seimbangan elektrolit# 8angan memberikan
diuretik sebagai terpi edema#
2erikan:
Ekstra Kalium 3/, mmol%kg%hari
Ekstra $agnesium ',,/',0 mmol%kg%hari
Saat rehidrasi,berikan cairan rendah natrium
Siapkan makanan tanpa garam

>bati%cegah infeksi
Pada malnutrisi berat,tanda umum adanya infeksi, seperti demam, sering tidak dijumpai, dan infeksi sering
tersembunyi# >leh karena itu beri secara rutin saat rawat inap ,berikut adalah pilihan
(ntibiotiknya :
8ika pada anak tidak terdapat komplikasi atau infeksi tidak nyata, beri:
Kotrimoksasol + ml larutan pediatrik per oral dua kali sehari selama + hari
8ika anak terlihat sangat sakit atau terdapat komplikasi berikan, ampisilin +' mg %kg ?$%?@ per 0 jam
untuk - hari, kemudian dilanjutkan dengan amoksisilin per oral &+ mg%kg per A jam untuk + hari, atau
jika amoksisilin tidak tersedia, lanjutkan dengan ampisilin per oral +'mg%kg per 0 jam dan ditambah
gentamisin 4,+mg %kg ?$%?$ sekali sehari selama 4 hari# 8ika anak tidak ada perbaikan klinis dalam
waktu ,A jam, tambahkan kloramfenikol -+ mg %kg ?$%?@ per A jam selama + hari#
Koreksi defisiensi mikronutrien
Semua anak malnutrisi berat juga mengalami defisiensi "itamin dan mineral# $eskipun anemia sering
terjadi,pada periode awal tidak boleh diberikan preparat besi tetapi ditunggu sampai anak memiliki nafsu
makan yang baik dan dimulai saat berat badan bertambah#
Pemberian pada hari & :
@itamin ( per oral, asam folat + mg per oral# Pemberian harian selama - minggu
Suplemen multi"itamin
(sam folat & mg%hari
Binc -mg%kgbb%hari
9opper ',3 mg%kgbb%hari
Preparat besi 3 mg%kg%hari (pada fase rehabilitasi
Pemberian makanan
Pada fase stabilisasi diperlukan pendekatan yang hati/hati karena kondisi fisiologis anak yang rapuh dan
berkurangnya kapasitas homeostatis# Pemberian makan sebaiknya dimulai sesegera mungkin setelah pasien
masuk dan harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein secukupnya untuk
mempertahankan proses fisiologi dasar#
$encapai kejar/tumbuh
Pada fase rehabilitasi perlu pendekatan yang baik untuk pemberian makan dalam pencapaian asupan yang
tinggi dan kenaikan berat badan yang cepat
=ntuk mengubah dari pemberian makanan awal ke makanan tumbuh kejar (transisi :
6anti formula )4+ dengan )&'' dalam jumlah yang sama selama ,A jam
Kemudian "olume dapat ditambah secara bertahap sebanyak &'/&+ ml per kali hingga mencapai &+'
kkal%kgbb%hari
Energi :&''/&+' kkal%kgbb%hari
Protein : -/3 g%kgbb%hari
2ila anak masih mendapat (S?,tetap berikan di antara pemberian formula#
Setelah fase transisi,anak masuk ke fase rehabilitasi :
Canjutkan menambah "olume pemberian )/&'' hingga ada makanan sisa yang tidak termakan oleh
anak# 1ahapan ini biasanya terjadi pada saat pemberian makanan mencapai 3' ml%kgbb%makan
Pemberian makanan yang sering (sedikitnya tiap , jam dari jumlah formula tumbuh kejar
Energi :&+'/--' kkal%kgbb%hari
Protein : ,/0 g%kgbb%hari
2ila anak masih mendapat (S?, tetap berikan di antara pemberian formula#

$emberikan stimuli fisik,sensorik dan dukungan emosional
Pada malnutrisi berat didapatkan perkembangan mental dan perilaku yang terlambat, menyediakan:
Perawatan dengan kasih sayang
Kegembiraan dan lingkungan nyaman
1erapi bermain yang terstruktur &+/3' menit%hari
(kti"itas fisik sesuai dengan kemampuan psikomotor anak
Persiapan tindak lanjut setelah perawatan
2ila anak sudah mencapai pers
Pengobatan penyakit penyerta
:efisiensi "itamin (
2ila ada kelainan di mata, berikan "itamin ( oral pada hari ke &, - dan &, atau sebelum keluar rumah
sakit bila terjadi memburuknya keadaan klinis diberikan "it# ( dengan dosis :
umur < & tahun : -''#''' S?%kali
umur 0 D &- bulan : &''#''' S?%kali
umur ' D + bulan : +'#''' S?%kali
2ila ada ulkus dimata diberikan:
o 1etes mata khloramfenikol atau salep mata tetrasiklin, setiap -/3 jam selama 4/&' hari
o 1eteskan tetes mata atropin, & tetes 3 kali sehari selama 3/+ hari
o 1utup mata dengan kasa yang dibasahi larutan garam faali
:ermatosis
:ermatosis ditandai adanya: hipo%hiperpigmentasi, deskwamasi (kulit mengelupas, lesi ulcerasi
eksudatif, menyerupai luka bakar, sering disertai infeksi sekunder, antara lain oleh 9andida#
1atalaksana:
kompres bagian kulit yang terkena dengan larutan K$n>
,
(K/permanganat &3 selama &'
menit
beri salep atau krim (Bn dengan minyak kastor
usahakan agar daerah perineum tetap kering
umumnya terdapat defisiensi seng (Bn: beri preparat Bn peroral#
Parasit%cacing
2eri $ebendasol &'' mg oral, - kali sehari selama 3 hari, atau preparat antihelmintik lain#
:iare melanjut
:iobati bila hanya diare berlanjut dan tidak ada perbaikan keadaan umum# 2erikan formula
bebas%rendah lactosa# Sering kerusakan mukosa usus dan 6iardiasis merupakan penyebab lain dari
melanjutnya diare# 2ila mungkin, lakukan pemeriksaan tinja mikroskopik# 2eri: $etronidasol 4#+
mg%kg22 setiap A jam selama 4 hari#
1uberkulosis
Pada setiap kasus gi!i buruk, lakukan tes tuberkulin%$antouE (seringkali alergi dan ;o/foto toraks#
2ila positip atau sangat mungkin 12, diobati sesuai pedoman pengobatan 12#
1indakan kegawatan
Syok (renjatan
Syok karena dehidrasi atau sepsis sering menyertai KEP berat dan sulit membedakan keduanya secara
klinis saja# Syok karena dehidrasi akan membaik dengan cepat pada pemberian cairan intra"ena,
sedangkan pada sepsis tanpa dehidrasi tidak# .ati/hati terhadap terjadinya o"erhidrasi#
Pedoman pemberian cairan :
2erikan larutan :ekstrosa +3: 7a9l '#F3 (&:& atau larutan ;inger dengan kadar dekstrosa +3
sebanyak &+ ml%Kg22 dalam satu jam pertama#
E"aluasi setelah & jam:
2ila ada perbaikan klinis (kesadaran, frekuensi nadi dan pernapasan dan status hidrasi syok
disebabkan dehidrasi# =langi pemberian cairan seperti di atas untuk & jam berikutnya, kemudian
lanjutkan dengan pemberian ;esomal%pengganti, per oral%nasogastrik, &' ml%kg22%jam selama &'
jam, selanjutnya mulai berikan formula khusus ()/4+%pengganti#
o 2ila tidak ada perbaikan klinis anak menderita syok septik# :alam hal ini, berikan cairan rumat
sebanyak , ml%kg22%jam dan berikan transfusi darah sebanyak &' ml%kg22 secara perlahan/lahan
(dalam 3 jam# Kemudian mulailah pemberian formula ()/4+%pengganti#
(nemia berat
1ransfusi darah diperlukan bila:
o .b * , g%dl
o .b ,/0 g%dl disertai distress pernapasan atau tanda gagal jantung
1ransfusi darah:
o 2erikan darah segar &' ml%kg22 dalam 3 jam#
o 2ila ada tanda gagal jantung, gunakan Gpacked red cells untuk transfusi dengan jumlah yang
sama#
o 2eri furosemid & mg%kg22 secara ?@ pada saat transfusi dimulai#
o Perhatikan adanya reaksi transfusi (demam, gatal, .b/uria, syok# 2ila pada anak dengan distres
napas setelah transfusi .b tetap * , g%dl atau antara ,/0 g%dl, jangan diulangi pemberian darah#