Anda di halaman 1dari 45

BAB I

PENDAHULUAN
Gambas atau oyong, memiliki bahasa latin Luffa acutangula. Sayuran ini
masuk suku labu-labuan dan merupakan jenis komoditi sayuran minor.
Budidayanya belum terlalu serius. Di negeri kita penanamannya biasanya
dilakukan di pekarangan atau bagian ladang yang tidak digunakan untuk tanaman
lain. Gambas ini dipanen buahnya saat masih muda, dan sering kita jumpai di
meja dapur Indonesia, China, dan Vietnam.
Asal tahu saja, gambas atau oyong ini kalau orang barat sering menyebutnya
sebagai Chinese kra, meskipun tidak ada hubungan kekerabatan dengan okra
sama sekali. Sedangkan orang China sendiri menyebutnya dengan sinqua.
Bentuknya memanjang seperti mentimun jepang. !enis yang sering kita
temui di pasar adalah dari "arietas Angled Luffa Summer Long, yang kulitnya
keras dan berbelimbing. #ang kita konsumsi adalah bagian dalamnya yang mirip
spon, empuk-empuk tapi agak basah. $adahal sebenarnya ada beberapa "arietas
lain yang tak kalah menariknya, yaitu %dible &u''a yang lebih mirip mentimun
jepang atau (u))hini, dengan kulit yang lebih so't dan bisa langsung dikonsumsi.
Gambas ini termasuk sayuran merambat, sehingga untuk penanamannya
membutuhkan para-para. &ebih baik ditanam pada menjelang akhir musim hujan.
Dapat mulai panen usia *,+ bulan, ketika buah gambas masih muda. ,ntuk
gambas yang tua, sudah tidak enak, jadi rada berlendir. -idak asik. $ada "arietas
gambas yang lain, buah yang tua diambil serat-serat di kulitnya itu, untuk
dijadikan sabut )u)i. Itu kenapa kadang gambas ini disebut juga buah dish)loth
lu''a.
Sayang sekali in'ormasi nutrisi sayur gambas ini sangat terbatas, dari
literatur terbatas hanya disebutkan bah.a gambas ini rendah kalori. Dalam setiap
/ ons gambas terdapat 01 kalori dan 01 persen kebutuhan "itamin C saja.
1
A.Latar belakang
yong dan blustru pada mulanya merupakan jenis sayuran potensial yang
kurang mendapat perhatian dari kalangan masyarakat maupun kalangan petani.
$adahal, sebenarnya oyong merupakan tanaman yang sangat berpotensi
tumbuh subur di iklim tropis seperti di Indonesia. 2amun. menurut pengamatan
yang saya lakukan ternyata pengembangan dan pembudidayaan tanaman oyong di
sekitar kita sungguh sangat minim bahkan dapat dikatakan tidak ada.
Dengan adanya peluang tersebut, dalam makalah ini saya ingin
memberikan pengetahuan dan .a.asan yang lebih mengenai seluk beluk tanaman
oyong dan )ara budidayanya. 2amun akhir-akhir ini, ternyata oyong makin
digemari masyarakat 3konsumen4 untuk disajikan di antara menu makanan
3masakan4 sehari-hari.
Dengan demikian dapat dikatakan bah.a peluang pasar oyong makin
)erah, tidak terbatas hanya di pasar lokal namun juga mampu menembus pasar-
pasar s.alayan di kota-kota besar. $ada umumnya, oyong dibudidayakan petani
masih dalam skala ke)il 3sempit4 dengan teknik bertanam se)ara kon"ensional.
5eski demikian, dengan teknik budi daya se)ara kon"ensional, ternyata usaha
budi daya tersebut telah dapat memberikan keuntungan yang memadai. ,ntuk
meningkatkan produksi dan pendapatan petani, ditempuh dengan usaha-usaha
antara lain dengan penggunaan "arietas unggul, perbaikan teknik budi daya, serta
penanganan pas)a panen se)ara baik dan benar.
,ntuk mengin'ormasikan teknologi budi daya serta pas)a panen oyong
kepada petani, dibutuhkan pengetahuan-pengetahuan dari sumber yang
menunjang pula.
,ntuk itu dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu
memberikan pengetahuan-pengetahuan tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi
pemba)a sekalian yang ingin mengetahui lebih dalam tentang tanaman oyong dan
)ara budi dayanya.
2
B. Jumlah Prouksi
,ntuk jumlah produksi sendiri, pada Departemen $ertanian belum
di)antumkan hal ini dikarenakan produksi oyong di Indonesia masih sedikit dan
ketersediaan lahan pertanian untuk tanaman oyong juga masih sangat ke)il.
!. Permasalahan yang sering timbul
3
Dalam usaha budi daya oyong, harus diperhatikan kemungkinan terjadinya
serangan hama dan penyakit. $engendalian hama dan penyakit yang tepat 3e'ekti'
dan e'isien4 akan dapat mengatasi masalah tersebut.
I. Hama
Beberapa hama yang sering menyerang tanaman oyong adalah sebagai berikut.
a. Kumbang daun (Epilachna sparsa dan Aulocophora similis "li#er$
1. Ciri-ciri hama
6umbang daun memiliki )iri-)iri sebagai berikut.
a4 6umbang Epilachna berukuran ke)il, 7 dengan panjang tubuh 7
*)m, ber.arna merah berbintik-bintik hitam pada permukaan
sayapnya.
b4 6umbang Aulocophora berukuran ke)il, berbentuk agak memanjang,
dan bersayap dengan .arna kuning mengkilap.
2. Gejala serangan
Gejala serangan kumbang daun adalah sebagai berikut.
a4 6umbang menyerang dengan )ara memakan daun hingga berlubang-
lubang.
b4 Serangan berat mengakibatkan tanaman rusak , hingga tersisa tulang-
tulang daun saja.
8ama kumbang akti' pada malam hari dan menyerang hebat pada musim
kemarau.
/. Pengendalian
4
6umbang dapat dikendalikan dengan )ara sebagai berikut.
a4 2on kimia.i9 dengan mengatur .aktu tanam serempak dan pergiliran
3rotasi4 tanaman dengan tanaman lain yang bukan merupakan inang
utama kumbang.
b4 6imia.i: dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan
sangkil, misalnya De)is 0,+ %C atau Cura)ron +11 %C, dengan
konsentrasi sesuai anjuran yang tertera pada kemasan atau label.
b. Ulat grayak (Spodoptera litura %.$
Ciri-)iri hama, gejala serangan, dan )ara pengendalian ulat grayak adalah
sebagai berikut.
1. Ciri-ciri hama
,lat grayak memiliki )iri-)iri sebagai berikut.
a4 Berbentuk panjang dan bulat.
b4 Ber.arna hijau atau )okelat, dan pada tubuhnya terdapat )iri khas .arna
hitam mirip bulan sabit, yang dibatasi dengan garis kuning pada samping
tubuh dan punggungnya.
2. Gejala serangan
,lat grayak menimbulkan gejala serangan sebagai berikut.
a4 ,lat memakan daun hingga berlubang-lubang dengan ukuran tidak
menentu dan kadang-kadang menyerang buah pula.
b4 Serangan berat dapat mengakibatkan tanaman menjadi gundul.
3. Pengendalian
5
,lat grayak dapat dikendalikan dengan )ara sebagai berikut.
a4 2onkimia.i: dengan menjaga kebersihan kebun, mengatur .aktu tanam
serempak, dan pergiliran 3rotasi4 tanaman.
b4 Biologis: dengan meman'aatkan jasa musuh alami hama, yaitu
elenomus spodoptera yang memparasit telur.
)4 6imia.i: dengan memasang Se! Pheremone "gratas 5erah dan
menyemprotkan insektisida yang mangkus, misalnya De)is 0,+ %C atau
Cura)ron +11 %C.
c. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hu&n.$
Ciri-)iri, gejala serangan, dan )ara pengendalian ulat tanah adalah sebagai
berikut.
1. Ciri-ciri hama
,lat tanah memiliki )iri-)iri sebagai berikut.
a4 ,lat tanah berbentuk panjang bulat, dengan ukuran panjang ; )m < +
)m.
b4 ,lat ber.arna )okelat sampai hitam.
)4 ,lat ini akti' pada malam hari, sedangkan siang hari bersembunyi di
dalam tanah atau di tumpukan sampah.
6
2. Gejala serangan
,lat tanah menimbulkan gejala serangan sebagai berikut.
a4 ,lat tanah menyerang tanaman dengan )ara memotong titik tumbuh
3pu)uk4, terutama pada tanaman yang muda.
b4 -anaman yang diserang menjadi rebah, pangkal batang terpotong, dan
bagian tanaman yang terserang tampak layu terkuali.
3. Pengendalian
,lat tanah dapat dikendalikan dengan )ara sebagai berikut.
a4 2onkimia.i: dengan menjaga kebersihan 3sanitasi4 kebun,
menggunakan pupuk kandang yang bebas hama, dan mengumpulkan
sekaligus memusnahkan hama pada siang hari.
b4 6imia.i: dengan menggunakan insektisida =uradan / G pada saat tanam
dan menyemprotkan insektisida 5arshal 011 %C atau De)is 0,+ %C.
d. Lalat buah (Dacus cucurbita !oq.$
Ciri-)iri, gejala serangan, dan )ara pengendalian lalat buah adalah sebagai
berikut.
1. Ciri-ciri hama
&alat buah memiliki )iri-)iri sebagai berikut.
a4 &alat buah mirip dengan lalat rumah, namun berukuran tubuh ke)il dan
ber.arna )okelat muda.
b4 &alat bertelur di permukaan kulit buah.
)4 Stadium hama yang menyerang tanaman adalah lar"a 3belatung4.
7
2. Gejala serangan
&alat buah menimbulkan gejala serangan sebagai berikut.
a4 &ar"a melubangi dan memakan daging buah hingga berlubang ke)il,
menyebabkan busuk, dan berulat.
b4 Serangan berat menyebabkan buah berguguran sebelum .aktunya.
3. Pengendalian
,lat tanah dapat dikendalikan dengan )ara sebagai berikut.
a4 2onkimia.i: dengan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman,
mengatur pergiliran 3rotasi4 tanaman, memusnahkan inang hama.
b4 6imia.i: dengan memasang perangkap lalat buah berbahan akti' 5etyl
eugenol, misalnya Super 5eg, atau dengan menyemprotkan insektisida
De)is 0,+ %C.
II. Penyakit
$enyakit utama yang sering menyerang tanaman oyong adalah sebagai
berikut.
a. Busuk daun (Embun bulu)
$enyebab penyakit, gejala serangan, dan )ara pengendalian penyakit busuk
daun adalah sebagai berikut.
1. Pen#e$a$ pen#a%it
$enyakit busuk daun disebabkan oleh )enda.an
$seudoperonospora)ubensis Berk.et. Curt. >osto..
8
2. Gejala serangan
$enyakit busuk daun menimbulkan gejala serangan sebagai berikut.
a4 $ada permukaan atas daun terdapat ber)ak-ber)ak ber.arna kuning.
Bila )ua)a lembab, pada sisi ba.ah ber)ak akan mun)ul bulu ber.arna
keunguan.
b4 Serangan berat akan menyebabkan daun kuning ber.arna )okelat.
3. Pengendalian
$enyakit busuk daun dapat dikendalikan dengan )ara sebagai berikut.
a4 2onkimia.i: dengan memotong dan memusnahkan bagian tanaman
yang sakit, menanam "arietas yang tahan 3resisten4, dan mengatur
pergiliran tanaman.
b4 6imia.i: dengan )ara menyemprotkan 'ungisida yang mangkus,
misalnya Benlate atau Dithane 5-;+.
b. Embun tepung atau podery milde
$enyebab, gejala serangan, dan )ara pengendalian penyakit embun tepung
adalah sebagai berikut.
1. Pen#e$a$ pen#a%it
$enyakit embun tepung disebabkan oleh )enda.an Er#siphe cichoracearum
DC. %?. 5erat.
9
2. Gejala serangan
$enyakit embun tepung menimbulkan gejala serangan sebagai berikut.
a4 $ada permukaan daun dan batang muda terdapat lapisan putih bertepung.
b4 5enyebabkan ber)ak-ber)ak pada sisi ba.ah daun di antara tulang-
tulang daun.
)4 Serangan berat menyebabkan seluruh daun kering 3mati4 atau buah
ber)ak-ber)ak bulat dan busuk kebasah-basahan.
3. Pengendalian
$enyakit embun tepung dapat dikendalikan dengan )ara sebagai berikut.
a4 2onkimia.i: dengan memotong dan memusnahkan bagian tanaman
yang sakit, mengatur rotasi tanaman, dan menjaga kebersihan 3sanitasi
kebun4.
b4 6imia.i: dengan menyemprotkan 'ungisida yang mangkus misalnya
Antro)ol *1 @$, Cupra"it B 0*, atau Benlate.
c. Antraknosa
$enyebab, gejala serangan, dan )ara pengendalian penyakit antraknosa
adalah sebagai berikut.
1. Pen#e$a$ pen#a%it
$enyakit antraknosa disebabkan oleh )enda.an Colletotrichum lagenarium
$ass. %ll. %t. 8alst.
10
2. Gejala serangan
$enyakit antraknosa menimbulkan gejala serangan sebagai berikut.
a4 Bagian tanaman yang terserang ber)ak-ber)ak )okelat, bersudut-sudut
sampai agak bulat, dengan garis tengah men)apai * )m. $ada )ua)a
lembab, di tengah ber)ak berbentuk massa spora ber.arna merah jambu.
b4 Serangan berat menyebabkan seluruh daun kering 3mati4 atau buah
berber)ak-ber)ak bulat dan busuk kebasah-basahan.
3. Pengendalian
$enyakit embun tepung dapat dikendalikan dengan )ara sebagai berikut.
a4 2onkimia.i: dengan menanam benih atau bibit bebas penyakit,
mengatur rotasi tanaman, dan memotong bagian tanaman yang sakit.
b4 6imia.i: dengan menyemprotkan 'ungisida yang mangkus, misalnya
Vitigran Blue atau Cupra"it B 0*.
d. Layu Bakteri
$enyebab, gejala serangan, dan )ara pengendalian penyakit layu bakteri
adalah sebagai berikut.
1. Pen#e$a$ pen#a%it
$enyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Er&inia tracheiphila 3%.=
Sm.4 8olland.
11
2. Gejala serangan
$enyakit layu bakteri menimbulkan gejala serangan sebagai berikut.
a4 Daun menjadi lemas, kemudian layu, dan akhirnya tanaman keriput atau
mati.
b4 Bila batang yang terserang dipotong, akan keluar lender kental dan lekat
berupa benang-benang sepanjang 0,+ )m.
)4 Buah yang terin'eksi 3sakit4 menjadi ber)ak-ber)ak, busuk, dan
berlendir.
3. Pengendalian
a4 2onkimia.i: dengan mengatur pergiliran tanaman, mengelola tanah
3lahan4 dengan baik, dan memotong atau memangkas tanaman yang
sakit.
b4 6imia.i: dengan menyemprotkan atau mengo)orkan bakterisida yang
mangkus, misalnya Agrimysin atau Agrept 01 @$.
e. !enyakit lain
*4 Busuk bunga disebabkan oleh )enda.an Choanepora cucur$itarium
3berk. et. >a".4 -ha?t. Gejala serangan penyakit busuk bunga adalah
mahkota bunga ditumbuhi jamur putih hingga hitamAungu, dan juga
menyebabkan busuk buah.
04 Ber)ak daun bersudut disebabkan oleh bakteri Pseudomonas lachr#mans
3e.= Sm. et. Bryan4.
/4 Virus mosaik menyebabkan perubahan .arna daun dari hijau menjadi
belang hijau tua dan hijau muda, daun mengkerut, kerdil dan tepinya
menggulung ke ba.ah, serta ruas-ruas batang muda memendek.
12
;4 Busuk buah disebabkan oleh beberapa )enda.an, misalnya P#thium
aphanidermatum 3%dson4 =it(.9 'usarium sp,9 (hi)octonia sp.9 dan
Ph#tophthora sp.
$enyakit-penyakit tersebut dikendalikan dengan mengatur
pergiliran 3rotasi4 tanaman,menjaga sanitasi kebun, memotong atau
memangkas bagian tanaman yang sakit 3amputasi4, dan menyemprotkan
pestisida yang mangkus, yaitu 'ungisida bagi )enda.an atau bakterisida
bagi mikroorganisme bakteri.
13
BAB II
'A(A')E(I*)I' BAHAN +A'ANAN
A. !I(I,!I(I
-.Akar
Deskri.si +or&ologi
Sistem perakaran tanaman gambasAoyong adalah tunggang. #aitu akar primer
sebagai sumbu utama dan )abang-)abangnya disebut dengan akar lateral atau akar
sekunder.
/.Batang
Deskri.si +or&ologi
Batang basah, bentuk bersegi,3angularis4. $ermukaan batang berbulu kasar. Arah
tumbuh batang memanjat 3scandens4 dengan menggunakan penunjang berupa
sulur. $anjang batang 1,+-/,1 m.
0.Daun
Deskripsi 5or'ologi
$ada tanaman gambas memiliki daun tunggal, tidak memiliki stipula 3daun
penumpu4.Bangun daun bulat. Daging daun seperti kertas. $ermukaan daun kasap.
-angkai daun bulat dan berambut kasar. $angkal daun berlekuk. -epi daun
berlekuk menjari.,jung daun run)ing. -ulang daun menjari. =ilotaksis daun *A/
yang memiliki arti bah.a daun mempunyai * spiral genetik dan / helai daun
dalam satu artostik.
14
ALA) (EP("DU'*I
-.Bunga
Deskripsi 5or'ologi
Bunga tunggal, di ketiak daun, tanpa pelindung, bertangkai, sempurna, (igomor',
hipogen, hermaprodit, kuning9 tangkai bunga bulat, $./-; )m, hijau kekuningan.
'elo.ak + sepal, $.0 )m, berlekatan, terompet, berkarang, hijau kekuningan, tidak
mudah rontok.
+ahkota + petal, $.0-/ )m, lepas, bulat telur, terbalik, berkarang, kuning, mudah
rontok, (igomor'.
Benang sari /, kapala sari ber)abang, lepas9
Putik sudah tumbuh menjadi buah.
/.Buah
Deskripsi 5or'ologi
Buah bulat memanjang berbentuk silindris, permukaan bersegi, panjang 01-/1
)m9@arna buah hijau dengan karpel / katup.
0.Bi1i
Deskripsi 5or'ologi
Di dalam buah gambas terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong merun)ing
pipih ber.arna putih pada gambas muda sedangkan hitam pada gambas tua.
15
B. DAE(AH A*AL DAN PEN2EBA(AN "2"NG
-anaman oyong berasal dari ka.asan Asia tropis. $enelusuran literatur
menyebutkan bah.a sentrum utama asal tanaman oyong adalah India,
kemudianmenyebar ke berbagai negara 3daerah4 yang beriklim panas3tropis4.
yong banyak dibudidayakan di Cina dan !epang, sedangkan blustru banyak
dibudidayakan di ka.asan Asia -enggara 3India, 5alaysia, Indonesia, =ilipina4,
bahkan di !epang, A'rika, 6aribia, dan Bra(il 3Amerika Selatan4.
Belum ditemukan in'ormasi data se)ara terperin)i dan pasti mengenai
masuknya tanaman oyong dan blustru ke .ilayah Indonesia. Saat ini tanaman
oyong dan blustru banyak dibudidayakan di berbagai daerah .ilayah nusantara.
$embudidayaan oyong dan blustru umumnya dilakukan sebagai usaha sampingan.
yong dan blustru ditanam di lahan pekarangan, tegalan, dan sa.ah bekas padi
sebagai penyelang pada musim kemarau.
!. )A'*"N"+I DAN +"(%"L"GI
16
yong dan blustru sudah popular di berbagai negara di dunia. yong
dikenal dengan nama Angled loofah 3Inggris*+ Courage torchon 3$eran)is4,
,hinga torooee 3India4, -etola sagi 35alaysia4, .eta %ola 3Srilanka4, .egeta$le
gourd 3=ilipina4, dan S)e %&a 3Cina4. Di Indonesia, oyong dikenal dengan nama
Gambas atau 6imput. Blustru juga dikenal dengan beberapa ma)am nama
3sebutan4, diantaranya adalah Smooth loofah 3Inggris4, ,hinga 3India4, -etola
manis 35alaysia4, Pi%%u 3Srilanka4, Loofah 3=ilipina4, dan Shui %&a 3Cina4. Di
Indonesia, blustru dikenal dengan nama /urung ,a&a, -atelo, atau imput
3$alembang4, 0elustru 35elayu dan !a.a4, Lopang 3Sunda*+ Petalo panjang+
Petalo Cina atau 1odaha.
6edua jenis tanaman ini masih merupakan kerabat dekat, yang termasuk
dalam suku 3'amili4 Cucur$itaceae. 6edudukan tanaman oyong dan blustru dalam
sistematika 3taksonomi4 tumbuhan adalah sebagai berikut:
6ingdom : $lantae 3tumbuh-tumbuhan4
Di"isi : Spermatophyta 3tumbuhan berbiji4
Subdi"isi : Angiospermae 3berbiji tertutup4
6elas : Di)otyledonae 3biji berkeping dua4
rdo : Cu)urbitales
=amili : Cu)urbita)eae
Genus : &u''a
Spesies : &u''a a)utangula &.>o?b. 3oyong4
&u''a )ylindri)a &. 5. >ohm. 3blustru4
6erabat dekat suku 3'amily4 Cu)urbita)eae )ukup banyak jenisnya, antara
lain adalah ketimun 3cucumis sati2us &.4, parai atau pare 33omordica charantia
&.4, bligo 30enincasa hispida -hunb. Cogn.4, labu besar 3Cucur$ita moschata
Du)h.4, dan labu siam 3Sechium edule !a)B. S..4.
-anaman oyong dan blustru termasuk tumbuhan setahun 3annual4 yang
bersi'at merambat atau menjalar. 6arakteristik mor'ologi tanaman oyong hampir
sama dengan blustru, perbedaannya terletak pada bentuk buah. Ciri-)iri mor'ologi
kedua jenis tanaman tersebut adalah sebagai berikut.
". #yong ($ambas% Kimput)
-anaman oyong berbatang lunak dengan bentuk segi lima, tumbuh
merambat atau menjalar, serta bersulur sebagai alat untuk merambat. Sulur dahan
mun)ul dari sisi tangaki daun, berbentuk spiral, dan berbulu lebih panjang
daripada bulu-bulu batang.
17
Daun berbentuk lonjong 3silindris4 dengan pangkal mirip bentuk jantung,
ujung daun run)ing, dan ber.arna hijau tua. Daun berukuran panjang *1 )m-0+
)m, lebar *1 )m-0+ )m, dan bertangkai sepanjang sepanjang + )m-*1 )m.
Bunga tanaman oyong termasuk bunga berumah satu 3monoceous4, yaitu
bunga jantan dan bunga betina terdapat dalam satu tanaman. Bunga ber.arna
kuning, umumnya mekar pada sore hari, serta dapat menyerbuk sendiri 3self
pollination4 dan menyerbuk 3cross pollination4
Buah oyong berbentuk bulat panjang dengan bagian pangkal ke)il. Buah
berukuran, panjang *+ )m-C1 )m, lebar + )m-*0 )m dengan diameter + )m-D )m,
dan berlingir 7 *1 buah. -iap buah berbiji banyak. Biji ber.arna hitam dan
berukuran ** mm < */ mm ? E mm < F mm dengan struktur kulit agak keras.
&. Blustru (Belustru% Emes)
Batang tanaman blustru bertekstur keras, berbentuk persegi lima, tumbuh
merambat dengan panjang men)apai *1 meter. Sulur )abang yang tumbuh dari sisi
tangkai daun merupakan alat untuk merambat.
Daun berbentuk bulat lebar dengan panjang C )m < 0+ )m, lebar D )m < 0E
)m,
Ber.arna hijau tua, dan bertangkai sepanjang + )m -*1 )m. Bunga tanaman
blustru bersi'at sebagai bunga berumah satu. Bunga ber.arna kuning dan
berdiameter 7 *1 )m.
Buah berbentuk panjang lonjong 3silindris4 mirip buah oyong, tetapi
permukaan buah tidak berlingir atau bersayap. Biji blustru ber.arna hitam,
berukuran *1 mm -*+ mm, dengan berat sekitar F1 gA*.111 butir biji.
BAB III
PENEN)UAN +U)U BAHAN +A'ANAN
A. JENI* 34A(IE)A*$
Ciri khas yang membedakan antara oyong dan blustru terletak pada buah.
Buah oyong berbentuk bulat panjang, berlingir 3rusuk4 *1 buah. $otongan
melintang buah oyong berupa roda - roda $ergigi. Buah blustru berbentuk bulat
panjang, tidak berlingir. $otongan melintang buah blustru berupa roda 4 roda
tida% $ergigi.
18
5asyarakat produsen dan konsumen sering keliru menyebut kedua jenis
sayuran oyong dan blustru. yong sering disebut emes, padahal oyong sinonim
dengan gam$as dan %imput 3&. a)utangula &. >o?b.49 sedangkan blustru
merupakan spesies oyong yang disebut emes 3&. )ylindri)al &.5.>ohm4
!enis atau "arietas oyong dan blustru dibedakan dalam dua golongan, yaitu
oyong atau blustru "arietas lokal dan hibrida. yong atau blustru "arietas lokal
umumnya ditanam dan dibenihkan sendiri oleh petani, sedangkan "arietas hibrida
dihasilkan oleh para peneliti benih melalui teknik persilangan 3hibridisasi4,
dengan menerapkan kaidah pemuliaan tanaman. $erbedaan antara "arietas lokal
dengan hibrida antara lain pada potensi hasil. yong lebih tinggi daripada "arietas
lokal.
-. 4arietas "yong
a. Ciri < )iri "arietas lokal dan hibrida oyong adalah sebagi berikut.
Varietas lokal 3nonhibrida4 ditandai dengan bentuk buah yang panjang
ramping, ber.arna hijau tua, dengan potensi hasil 7
G
kgAtanaman.
b. Varietas hibrida, ditandai dengan bentuk buah mirip "arietas lokal, tetapi
berukuran beraneka ma)am, dengan potensi hasil yang tinggi. Contoh oyong
"arietas hibrida antara lain adalah San-C, $ing-Ann, 5iriam, San-C 2o.0
3asal -no&n 5ou Seed, -ai.an4, dan Samson 3P East 6est Seed,
Indonesia4.
Deskripsi oyong "arietas hibrida dapat dilihat pada -abel *.
)abel -. Deskri.si oyong #arietas hibria
No. 4arietas !iri,5iri 3eskri.si$
*. San - C a. $ertumbuhan )epat, kuat, subur, dan berbuah sepanjang musim.
b. Berumur pendek 3genjah4 dan tiap ruas dapat berbuah.
). Buah berbentuk panjang ramping, ber.arna hijau, dan )o)ok
dipanen pada stadium muda ukuran /1 )m -;1 )m ? ;,; )m <
+ )m dengan berat per buah 0+1 g-/+1g.
d. Daging buah berserat halus dan bermutu tinggi
19
0. $ing - Ann a. $ertumbuhan subur, tahan panas dan lembab, )epat berbuah
dan produksi tinggi.
b. $rodukti"itas lebih dari 0+ buahAtanaman, )o)ok dipanen pada
stadium buah muda, berukuran panjang /+ )m, diameter ;,+ <
+,+ )m, berat per buah 0+1 g < /+1 g.
). Buah ber.arna hijau, berlingir *1 sudut, berdaging halus, rasa
enak, gurih, dan tahan pengangkutan.
/. 5iriam a. Buah berbentuk panjang ramping, ukuran ;+ )m -+1 )m?;,D
)m < +,0 )m, berat per buah /11 g < ;11 g, ber.arna hijau.
;. San < C 2o.0 Buah berbentuk silindris, berukuran /; )m ? C )m, berat per
buah /+1 g, ber.arna hijau.
+. Samson a. $ertumbuhan )epat dan seragam, berumur pendek 3genjah4,
dan produksi tinggi.
b. Buah berbentuk panjang ramping, ber.arna hijau, dan
berlingir *1 sudut.
Sumber: 6no.n #ou Seed -ai.an dan $- %ast @est Seed Indonesia.
/. 4arietas Blustru
Ciri-)iri "arietas lokal dan hibrida blustru adalah sebagai berikut.
a. Varietas lokal
Ditandai dengan bentuk buah bulat panjang, kulit ber.arna hijau, dengan
potensi hasil relati' rendah.
b. Varietas hibrida
Ditandai dengan ukuran dan bentuk buah relati' ber"ariasi, potensi hasil
tinggi, dan tanggap terhadap pemeliharaan intensi'. Contoh blustru "arietas
hibrida antara lain adalah Se"en 8apiness, Se"en Beauty, Se"en Beauty 2o.
0, Se"en Star, Cylinder, Cylinder 2o. 0, dan Cylinder 2o. / 3asal 6no.n
#ou Seed -ai.an4, serta &arge =ruit 3-akii Seed !epang4. Deskripsi Blustru
dapat dilihat pada table 0.
)abel /. Deskri.si bebera.a #arietas blustru hibria
2o. Varietas Ciri-)iri 3deskripsi4
20
*. Se"en Star a. $ertumbuhan kuat, )epat, dan
tidak peka terhadap intensitas
sinar matahari.
b. Buah berbentuk silinder pendek, )o)ok dipanen
pada ukuran *D )m ? E )m, berat per buah +11
g, agak besar, hasil buah stabil, dan bermutu
tinggi.
0. Se"en Beauty a. ,mur berbuah pendek, 3genjah4,
pertumbuhan kuat dan hasil tinggi.
b. Buah berbentuk lonjong, kedua
ujungnya tumpul, )o)ok dipanen pada
ukuran *D )m ? E )m, berat per buah
+11g.
). Varietas ini peka terhadap perubahan intensitas matahari.
/. Se"en Beauty 2o. 0 a. Bentuk buah mirip "arietas Se"en Beauty, tetapi
berukuran lebih pendek.
b. ,kuran buah seragam dan tahan pengangkutan. $anjang
buah *E,D )m, lebar C,E )m, dan berat per buah ;*1 g.
Lan1utan tabel /
;. Se"en 8apiness a. Buah berbentuk silinder pendek, berumur genjah dan tidak
peka terhadap perubahan intensitas sinar matahari.
b. ,kuran buah, panjang *F )m, lebar 3diameter4 E )m
dengan berat per buah +11 g.
+. Cylinder a. $ertumbuhan kuat, subur, dan potensi hasil tinggi.
b. Buah berbentuk
pipa, lurus, dengan
daging halus,)o)ok
dipanen pada
ukuran 0; )m ? E,;
)m, dengan berat
per buah E+1 g.
C. Cylinder 2o. 0 a. $ertumbuhan kuat, )epat, dan subur, dengan hasil tinggi.
b. Buah berbentuk silinder dengan ukuran 0/,1 )m ? C,C )m,
ber.arna hijau mengkilap, dan berat per buah ;11 g.
E. Cylinder 2o. / a. $ertumbuhan kuat dan potensi hasil tinggi.
21
b. Buah berbentuk silinder panjang, ukuran 0+,D )m ? C,*
)m, dan berat per buah ;D1 g.
D. &arge =ruit a. -oleran terhadap udara panas, pertumbuhan )epat.
b. Buah berbentuk panjang lonjong, ber.arna hijau
mengkilap, dengan panjang buah antara /1 )m ? /D )m.
B. !A(A BUDIDA2A "2"NG
".'A(A)
Gambas diperbanyak dengan biji. Benih gambas dapat ditanam langsung di
lapangan dengan menggunakan parapara maupun trails sebagai tempat
merambatnya sulur. Apabila rambatan belum siap dan biji sangat terbatas, biji
dapat disemaikan terlebih dahulu dengan menggunakan polybag diameter + )m.
untuk setiap polybag diisi 0 butir benih dengan media )ampuran pupuk kandang
dan tanah. Biji dibiarkan berke)ambah sampai tinggi kurang lebih *1 )m,
kemudian dipindahkan ke lapangan.
&. !E)U!UKA( DA( !E)EL*+A,AA( 'A(A)A(
$emeliharaan tanaman gambas yang biasa dilakukan adalah pemangkasan daun,
apabila daun terlalu rimbun. $upuk kandang yang diperlukan untuk satu lubang
tanam sekitar 0 kg ditambah *1 g 2$6 *+:*+:*+.
-. !A(E(
8al yang perlu diperhatikan saat panen adalah memilih buah muda yang tepat )ara
dan tepat .aktu. $anen buah yang terlambat, akan menyebabkan buah berserat,
keras, dan tidak enak untuk dimakan 3dibuat sayur4 , sehingga kualitas buah
menjadi rendah dan tidak laku dijual 3dipasarkan4.
22
Bagi tujuan konsumsi sayuran, panen buah oyong dan blustru, dapat dilakukan
pada buah stadium muda. 2amun, bila ingin memperoleh benih, panen dilakukan
pada buah yang tua 3matang4 di pohon.
A. .aktu panen
$emanenan buah oyong dan blustru dapat dilakukan berulang-ulang.
$anen perdana buah oyong dilakukan saat tanaman berumur ;1-E1 hari setelah
tanam 3hst4 sedangkan panen buah blustru dilakukan saat tanaman berumur 0
*
A
0
-/
bulan setelah tanam. $anen berikutnya dilakukan se)ara berkala 3periodik4 tiap /-
E hari sekali, tergantung kepada kebutuhan atau permintaan pasar.
Ciri-)iri umum buah oyong maupun blustru yang siap panen untuk
memenuhi kebutuhan konsumsi sayuran antara lain adalah buah berukuran
berukuran maksimum, tidak terlalu tua, belum berserat, dan mudah dipatahkan.
B. /ara panen
$emanenan buah oyong dan blustru dilakukan dengan )ara memotong
buah beserta beberapa )entimeter tangkainya se)ara hati-hati, agar buah tidak
memar, rusak, atau le)et. $emanenan dapat dilakukan langsung menggunakan
tangan atau dengan alat bantu pisau dan gunting. @aktu panen yang paling baik
adalah pagi atau sore hari, saat )ua)a )erah.
/. !asca panen
Buah oyong dan blustru memiliki si'at antara lain mudah busuk dan
mengalami banyak penyusutan 7losses* selama penyimpanan. 8al ini disebabkan
karena buah oyong dan blustru segar, mengandung banyak air. leh karena itu,
penanganan pas)apanen yang tepat harus dilakukan.
$enanganan pas)apanen oyong dan blustru meliputi tahap-tahap sebagai
berikut.
". !engumpulan hasil
23
Seusai panen, segera dilakukan pengumpulan hasil di tempat atau gudang
penampungan hasil. Bila penampungan hasil dilakukan di sekitar kebun, harus
dipilih lokasi yang strategis, yaitu yang letaknya dekat dengan jalan atau sarana
pengangkutan, dengan situasi yang teduh dan nyaman.
$engangkutankutan hasil dari kebun ke tempat pengumpulan dapat dengan
menggunakan karung goni atau keranjang. $engangkutan dan pengumpulan hasil
harus dilakukan se)ara tepat, namun hati-hati, sehingga buah tidak rusak atau
memar.
&. Sortasi dan grading
Di tempat penampungan hasil, dilakukan sortasi dan grading buah. Buah
oyong atau blustru yang baik dan halus dipisahkan se)ara khusus dari buah yang
busuk atau )a)at. Bersama-sama dengan kegiatan sortasi, dilakukan grading buah
berdasarkan keseragaman ukuran dan bentuk. -iap ukuran atau 3kelas4 buah
dimasukkan dan diatur dalam keranjang.
0/
-. !engemasan dan pengepakan
Buah oyong dan blustru yang siap dipasarkan sebaiknya dikemas dalam
kantong plastik berkapasitas 1,+ kg < *,1 kg9 tergantung pada permintaan pasar
3konsumen4. 6emasan tersebut dimasukkan ke dalam kontainer atau kotak karton,
kemudian dilengkapi dengan label yang menarik dan in'ormati'. $engepakan
dalam kotak karton bertujuan untuk melindungi oyong atau blustru dari kerusakan
mekanis selama pengangkutan.
0. !engangkutan
$engangkutan hasil panen dari lokasi kebun atau tempat penampungan ke
pasar dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda empat tipe bak atau
24
boks. -iap kemasan 3kotak karton4 disusun teratur dan rapi se)ara bertingkat,
kemudian diikat erat-erat satu sama lain agar tidak mudah lepas. Seluruh
permukaanalat angkut segera ditutup dengan terpal untuk melindungi oyong dan
blustru dari pengaruh panas sinar matahari. $engangkutan sebaiknya dilakukan
pada sore hari atau malam hari.
1. !enyimpanan
yong dan blustru yang paling baik disimpan dalam tempat atau ruangan
yang bersuhu dingin, bersih, dengan sirkulasi udara yang baik, dan tidak terkena
sinar matahari se)ara langsung. Suhu ruang yang dingin dapat di)iptakan antara
lain dengan menggunakan remukan es disekeliling .adah 3kontainer4 pengepakan
oyong atau blustru.
$enyimpanan di tempat atau ruang dingin dapat dapat mempertahankan
dan memperpanjang daya simpan atau kesegaran oyong dan blustru.
D. !roduksi benih
a) Budidaya produksi benih
Budidaya untuk produksi benih gambas hampir sama seperti budidaya konsumsi,
ke)uali ada perlakuan yang bertujuan untuk menjaga kemurnian genetik benih
yang dihasilkan, yaitu isolasi jarak dan seleksi 3roguing4. Gambas termasuk
tanaman yang menyerbuk silang 3)ross pollinated4 melalui serangga, sehingga
diperlukan isolasi jarak sekitar ;11*111 m. seleksi 3roguing4 tanaman dilakukan
pada 'ase pertumbuhan "egetati', 'ase berbunga, dan 'ase berbuah, meliputi:
keseragaman pertumbuhan, bentuk daun, .arna bunga, bentuk buah, dan lainlain.
b) .aktu pemanenan benih
@aktu pemanenan benih gambas sekitar **1 hari setelah semai 3dataran tinggi4,
ditandai dengan buah yang telah ber.arna )oklatkering dan biji ber.arna hitam.
Buah gambas dipanen dengan )ara dipotong tangkainya dengan pisau.
$rosesing dan pengeringan benih
Buah gambas yang telah kering dipotong melintang kemudian biji dikeluarkan,
dan dibungkus kertas. Selanjutnya biji dikeringkan di ba.ah sinar matahari
25
sampai kadar air men)apai D.1 H. >atarata dalam satu buah gambas dihasilkan
sekitar +1D1 biji.
c)!engemasan benih
Benih yang dikemas dalam kemasan kertas harus disimpan dalam stoples ka)a
yang telah diberi bahan desikan, seperti: sili)a gel9 arang9 abu gosok, sehingga
udara di dalam stoples diharapkan tetap kering dan dapat mempertahankan kadar
air benih a.al. ,ntuk benih yang dikemas dalam kemasan alumunium 'oil
sebaiknya juga disimpan dalam .adah stoples yang tertutup. Selanjutnya stoples
disimpan di tempat yang kering dan sejuk. !ika memungkinkan dapat disimpan
dalam gedung benih yang suhu dan kelembabannya dapat diatur 3t I *DJC9 >8 I
/1H4.
C. STANDAR MUTU OYONG
)abel 0. Ciri-)iri ideal buah oyong dan blustru dengan kualitas baik dan siap
panen adalah sebagai berikut.
2o. Varietas Ciri-)iri 'isik buah
A "yong
* San-C Buah memiliki panjang ;1 )m, lebar 3diameter4 +
)m, berat /+1 g, kulit ber.arna hijau.
0. $ing-Ann Buah memiliki panjang /+ )m, lebar 3diameter4 +
)m, kulit ber.arna hijau.
/. San-C 21.0 Buah memiliki panjang /; )m, lebar 3diameter4 C
)m, Berat /+1 g, kulit ber.arna hijau kebiruan.
; 5iriam Buah memiliki panjang +1 )m, lebar 3diameter4 +
)m, berat ;+1 g, kulit ber.arna hijau keabuan.
+ Samson Buah memiliki panjang *+ )m < /1 )m, lebar
3diameter4 ; )m - C )m, berat *11 g < 0+1 g, kulit
ber.ana hijau.
C. &okal Buah memiliki panjang *1 )m- 0+ )m,
26
lebar 3diameter4 /
G

)m < + )m, berat +1 g < 0+1 g,
kulit ber.arna hijau.
Lan1utan )abel 0.
B Blustru
* Cylinder Buah berukuran 0; )m ? E,; )m9 berat 7 E+1 g9
kulit ber.arna hijau.
0 Cylinder 21.0 Buah berukuran 0/ )m ? C,C )m9 berat ;11 g9 kulit
ber.arna hijau muda.
/ Cylinder 2o./ Buah berukuran 0+,D )m ? C,* )m9 berat ;D1 g9
kulit ber.arna hijau muda.
; Se"en Star Buah berukuran *D )m ? E )m9 berat +11 g, kulit
ber.arna hijau muda.
+. Se"en Bauty Buah berukuran *D )m ? E )m9 berat +11 g, kulit
ber.arna hijau muda.
C. Se"en Beauty 2o.0 Buah berukuran *E,D )m ? C,E )m9 berat ;*1 g,
kulit ber.arna hijau muda.
E. Se"en 8appiness Buah berukuran *F )m ? E )m9 berat +11 g, kulit
ber.arna hijau muda.
Sumber: 6no.n #ou Seed -ai.an dan petani oyong
27
D. 'ANDUNGAN GI6I "2"NG
)abel 0 'anungan gi7i alam tia. -88 g buah oyong an blustru segar
2o. 6andungan gi(i
Banyaknya dalam buah
yong Blustru
* 6alori *D,11 kal 0*,11 kal
0 $rotein 1,D1 g 1,C1 g
/ &emak 1,01 g 1,01 g
; 6arbohidrat ;,*1 g ;,F1 g
+ Serat - 1,+1 g
C Abu - 1,;1 g
E 6alsium *F,11 mg *C,11 mg
D 5agnesium - 0;,11 mg
F =os'or //,11 mg -
*1 6alium - FE,11 mg
** Kat Besi 1,F1 mg 1,C1 mg
*0 2atrium - /,11 mg
*/ Vitamin A /D1,11 SI ;+,11 SI
*; Vitamin B* 1,1/ mg 1,1; mg
*+ Vitamin B0 - 1,10 mg
*C 2ia)in - 1,/1 mg
*E Vitamin C D,11 mg E,11 mg
*D Air F;,+1 g F/,F1 g
*F
bdd 3berat dapat
dimakan4 D+,11 H -
6eterangan: - I tidak ada data
Sum$er8 *4 Direktorat Gi(iDepkes >I 3*FD*4
04 =ood and 2utrition >esear)h Center. 8andbook 2o. *, 5anila.
BAB I4
P("DU' 9 P("DU' "LAHAN "2"NG
28
a.,esep #yong $oreng
Bahan yong Goreng :
0 buah oyong agak besar, dipotong *A0 )m
*+1 gram daging )in)ang
0 buah telur, diko)ok
* siung ba.ang putih, haluskan
* ba.ang daun ba.ang, dipotong halus
0+ gram terigu
Garam, lada se)ukupnya
$enyedap rasa se)ukupnya
5inyak goreng se)ukupnya
!ara membuat "yong Goreng :
*. Bersihkan oyong, kemudian potong *A0 )m, beri garam, sisihkan.
0. Campurkan daging )in)ang, daun ba.ang, ba.ang putih serta garam, lalu
aduk rata.
/. -aruh di atas oyong daging yang telah diaduk rata, bulatkan, lalu )elupkan
oyong ke dalam larutan telur dan tepung, kemudian goreng hingga
ber.arna ke)okelatan dan matang, angkat, tiriskan.
;. 8idangkan hangat-hangat dengan sambal botol.
29
b.Sup oyong
Bahan:
- oyong
- soun
- kaldu sapi
- tomat
- daun seledri
- daun ba.ang
Bumbu:
- meri)a
- ba.ang putih
- ba.ang merah
- jahe
- langkuas
- kayu manis
- garam se)ukupnya
- bumbu penyedap se)ukupnya
- minyak gorang se)ukupnya
!ara membuatnya:
haluskan :
- meri)a
- ba.ang putih
- ba.ang merah
- jahe
- langkuas
- kayu manis
- garam se)ukupnya
setelah halus tumis dengan menggunakan minyak gorek setelah harum masukan
kaldu sapi aduk-aduk setelah itu masukan oyong, aduk sampai oyonng tersebut
setengah mateng, setelah itu )ampurkan soun, bumbu penyedap diamkan beberapa
30
menit kemudian masukan potongan tomat, daun seledri dan daun ba.ang, angka
dan sajikan.
c.,esep Sayur2 'umis #yong 'eri
Bahan:
/ buah oyong yang muda dan panjang
0 sdm minyak sayur
0 siung ba.ang putih, )in)ang halus
+1 g udang kupas, potong kasar
+1 g .ortel, iris tipis
+ buah )abai ra.it merah, iris kasar
0 sdm saus tiram
* sdm ke)ap !epang
G sdt meri)a bubuk
* sdt garam
)aburan:
0 sdm teri ta.ar kering, goreng
!ara membuat:
6upas oyon tipis-tipis lalu potong-potong kasar. Sisihkan.
-umis ba.ang putih hingga .angi.
5asukkan udang, aduk hingga berubah .arna.
-ambahkan .ortel dan )abai ra.it, aduk hingga layu.
-ambahkan bumbu, audk rata.
5asukkan oyong, aduk rata. -utup .ajan,biarkan hingga oyong lunak.
Angkat, taburi teir goreng.
Sajikan hangat. Untuk ; orang
31
d.#yong Soun
Bahan Bahan Untuk +enumis "yong *oun :
*11 g oyong
*1 g soun
/ buah ba.ang merah, iris halus
0 siung ba.ang putih, iris halus
*A0 batang daun ba.ang, iris halus
* batang seledri, iris halus
*A0 buah tomat, iris kasar
* sdt minyak jagung untuk menumis
Garam se)ukupnya
!ara +emasak )umis "yong *oun 8
*. -umis ba.ang merah dan ba.ang putih, tambahkan daun ba.ang,
selederi, dan tomat.
0. -ambahkan oyong dan tomat, beri air se)ukupnya hingga setengah matang
/. 5asukkan soun dan garam, aduk rata hingga semua matang.
;. Sajikan hangat
Nilai Energi an 6at Gi7i :
%nergi *1D,C kkal
$rotein *,0 g
&emak +,; g
32
6arbohidrat *;,D g
Serat *,D g
$,=A 1,* g
6oelsterol 0,F mg
Sumber : Aneka >esep 5akanan untuk $enderita 8iperkolesterolmia
e. /ah #yong dengan udang
Bahan :
*. yong, buang seratnya, diiris tipis-tipis +11
gram
0. minyak untuk menumis /
sdm
/. ba.ang merah, diiris halus +
siung
;. ba.ang putih, diiris halus /
siung
+. )abai merah, dibuang bijinya, potong G )m /
buah
C. udang ukuran sedang, kerat punggungnya, kupas kulitnya 0+1
gram
E. ke)ap asin *
sdm
D. kaldu dadu *
buah
F. daun ba.ang, potong * )m *
tangkai
*1. garam dan meri)a se)ukupnya
!ara membuat :
*. -umis ba.ang merah bersama ba.ang putih dan )abai merah sampai
harum. -ambahkan udang, kemudian tumis sampai berubah .arna.
0. 5asukkan oyong, daun ba.ang, ke)ap asin, garam, meri)a, dan kaldu
dadu. -umis sampai layu dan matang.
/. Sajikan )ah oyong dengan udang untuk + porsi.
33
3. )iesoa #yong
Bahan :
*. yong * kg
0. ebi, direndan air panas G
ons
/. ba.ang putih, dikrepyek 3ditumbuk40 0
siung
;. tangan jahe, ditumbuk 0 jari
tangan
+. tomat, diiris *
buah
C. ba.ang daun, dipotong 0 )m /
batang
E. ba.ang merah, diiris tipis C
siung
D. makan minyak goreng +
sendok
F. lada, seledri, penyedap, gula pasir se)ukupnya
!ara membuat :
*. 6upas kulit oyong, kemudian dibelah dua dan dipotong < potong ukuran 0
)m.
0. $anaskan minyak goreng dan masukkan ba.ang merah, ba.ang putih, dan
kemudian tomat, daun ba.ang, jahe dan lada 3meri)a4
/. -ambahkan air * liter, kemudian masukkan ebi, penyedap, garam, gula
pasir, dan oyong sambil dimasak.
;. Angkat miesoa dan segera dihidangkan, untuk C porsi.
BAB 4
PENU)UP
'E*I+PULAN
34
Gambas atau oyong, memiliki bahasa latin Luffa acutangula. Sayuran ini masuk
suku labu-labuan. yong sangat baik untuk dikonsumsi karena mengandung
berbagai ma)am (at gi(i yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. -anaman oyong
berasal dari ka.asan Asia tropis dan dapat hidup dengan baik di Indonesia.
Banyak 'aktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman ini antara
lain hama dan penyakit untuk itu diperlukan )ara yang tepat untuk men)egah
menangani hal tersebut. Selain karakteristiknya yang menarik, oyong juga dapat
diolah menjadi berbagai ma)am olahan masakan yang tentunya le(at dan juga
sehat.
'(I)I' DAN *A(AN
penulis menyadari bah.a masih terdapat kekurangan dalam laporan ini, untuk itu
kritik dan saran yang si'atnya membangun sangat penulis harapkan, guna menjadi
a)uan pada penulisan makalah yang akan datang
DA%)A( PU*)A'A
http:AAlangsung enak.)omAba)aA011FA*1A1/Agambas-alias-oyong.html
http:AA....detikhealth.)omAreadA01*1A1;A1FA*C;F+;A*//+;E/AECFAherbal-oyong
http:AA....plantamor.)omAinde?.phpLplantIEF;
http:AA....S)ribd.)omAdo)A/;/00;/0A-A2A5A2-GA5BAS
http:AAresepmasakanindonesia.in'oAoyong-gorengA
35
http:AA....detik'ood.)om
http:AA ....resepmasakankomplit.)om
Aneka >esep 5akanan untuk $enderita 8iperkolesterolmia
Direktorat Gi(i Depkes >I. *FD*. 1aftar -omposisi 0ahan 3a%anan. Bhratara
6arya Aksara, !akarta.
8aryono Semangun. *FDF. Pen#a%it-Pen#a%it anaman /orti%utura di 9ndonesia.
Gadjah 5ada ,ni"ersity $ress.
M6no.n #ou SeedM. *FF+. Catalogue 2o. *+. -ai.an
Ir. 8. >ukmana >ahmat. 0udi 1a#a :#ong dan 0lustru. 6anisius, #ogyakarta.
Ade I.an Setia.an. *FF+. Sa#uran 1ataran inggi, 0udi 1a#a dan Pengaturan
Panen. $enebar S.adaya, !akarta.


LA+PI(AN
A. Gambar "yong
7Luffa C#lindri%a*
36
B. Gambar Blustru
37
!. Hasil "lahan "yong alam Bentuk +asakan
.
38
39
'A(A')E(I*)I' DAN +U)U BAHAN +A'ANAN
40
"2"NG
Penulis
I
41
42
43
a.
!.4A(IE)A* "2"NG
Luffa acutangula &. >o?b. 2ama umum
Indonesia: Gambas, oyong, kimput
$ilipina: $atola
Gambas
6lasi'ikasi
6ingdom: $lantae 3-umbuhan4
Subkingdom: -ra)heobionta 3-umbuhan berpembuluh4
Super Di"isi: Spermatophyta 35enghasilkan biji4
Di"isi: 5agnoliophyta 3-umbuhan berbunga4
6elas: 5agnoliopsida 3berkeping dua A dikotil4
Sub 6elas: Dilleniidae
rdo: Violales
=amili: Cu)urbita)eae 3suku labu-labuan4
Genus: &u''a
Spesies: Luffa acutangula &. >o?b.
44
6erabat Dekat
Bestru, Belustru
45